13 4.2 Analisis Data Es krim brokoli: Aroma: 83,3% Hal tersebut dikarena aroma pada es krim brokoli hanya ada aroma susu, karena aroma pada brokoli tergantikan dengan aroma susu. Rasa: 83,3% Hal tersebut, Karena Brokoli tidak terlalu terasa atau rasa brokoli tersamarkan Ketika bercampur dengan bahan yang lain. Tekstur: 61,1% Hal tersebut Karena menghaluskan dengan Blender kurang lama. Warna: 88,8% Hal tersebut karena warna pada Es Krim Brokoli tidak terlalu hijau muda dan tidak terlalu hijau, karena tidak terlalu lama memblendernya. Es krim wortel: Aroma: 77,7% Hal tersebut dikarena pada eskrim wortel hanya terdapat aroma wortel dan aroma susu tidak terlalu menyengat. Rasa: 94,4% Rasa pada eskrim wortel sangat disukai karena rasa wortel tidak langu dan menyegarkan. Tekstur: 88,9% Tekstur pada eskrim wortel disukai karena teksturnya halus. Warna: 94,4%
14 Hal tersebut dikarenakan warna pada eskrim wortel warnanya tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap karena wortel yang dipakai segar dan bagus. 4.3 Respon masyarakat Respon dari masyarakat terhadap eskrim litel ini adalah beberapa orang ada yang suka karena es krim litel memiliki perpaduan rasa yang unik, namun ada yang tidak menyukai karena rasa wortel dan brokoli hilang dan cenderung tergantikan oleh krimer.
15 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan 1. Kualitas dari es krim litel ini sudah baik karena sudah memenuhi beberapa aspek standart. 2. Respon masyarakat terhadap es krim litel berbeda-beda karena setiap orang memiliki selera yang berbeda. 5.2 Saran 1. Menyeimbangi wortel dan susu agar rasa tetap enak ketika dihidangkan. 2. Lebih menghaluskan brokoli agar tidak kasar karena bunga kecil brokoli yang sulit di blender.
16 Daftar Pustaka http://repository.unisba.ac.id/bitstream/handle/123456789/4536/05bab1_sulas tri_10060310115_skr_2014.pdf?sequence=5&isAllowed=y (Pengertian brokoli) https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/health/read/2020/08/11/10 3400268/fakta-nutrisi-brokoli-yang-menjadikannya-superfood (Kedudukan brokoli) https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=2398 (Jenis Penelitian) https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/12773/Memahami-MetodePenelitianKualitatif.html#:~:text=Metode%20kualitatif%20merupakan%20metode%20yang ,suatu%20fenomena%20yang%20lebih%20komprehensif.
i DORAYAKI BUNGA TELANG Di Susun Oleh : 1.FACHRI DWI S.H 2.AJISAKA FISHABILILLAH 3.DWIKI PRIAMBODO YAYASAN BINA INSAN KAMIL TUBAN SMP Techno Insan Kamil Project Based Learning “Terakreditasi A” Berdasar SK BAP-S/M/No.200/BAP-S/X/2016 Office :Jl Al Falah II KelSidorejoKecTubanKabTubanPropinsiJawa Timur Indonesia Email :[email protected] Phone : 0356 333280 HP : 081 555 665134
ii LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis ilmiah yang berjudul “DORAYAKI BUNGA TELANG” untuk mengatasi iritasi ringan pada kulit” Sebagai tugas akhir semester 2 di SMP TECHNO Insan Kamil Tuban ini telah disahkan pada: Hari : Jumat Tanggal : 10 Juni 2021 Tuban, 10 juni 2022 Mengetahui, Kepala SMP TECHNO Insan Kamil Guru Pembimbing Winartik, S.Pd. Saidatunnisa’, S.Si.
iii ABSTRAK Dorayaki adalah jajanan khas jepang yang memiliki suasana khas jepang dan banyak diminati oleh anak-anak hingga remaja jaman sekarang. Kue ini bentuknya bundar sedikit tembam, dibuat dari dua lembar panekuk yang direkatkan dengan selai kacang merah. Dorayaki memiliki tekstur lembut dan mirip castella karena adonan diberi madu. Dorayaki hampir serupa dengan imagawayaki, tetapi berbeda bentuk dan cara memanggang. Kembang telang adalah tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Tumbuhan anggota suku polong-polongan ini berasal dari Asia tropis, tetapi sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika. Kandungan bunga telang yaitu tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, fenolmfavanoid, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antisianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Dari penjelasan singkat diatas, adapun langkah percobaan yang dilakukan untuk membuat karya ilmiah ini. Yang pertama ialah, membuat balsem dengan menyiapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan serta mengikuti langkah pembuatan yang terdapat pada BAB III, yang ke-2, membuat angket mengenai kualitas produk dorayaki bunga telang, dan yang terakhir, melakukan pengolahan data terkait hasil angket. Dari penelitian yang kami lakukan, diperoleh analisis data yang tepat dan masing-masing aspek penilaian memiliki plus minus tersendiri. Kesimpulan dari penelitian ini ialah, beberapa aspek penilaian memiliki kategori kurang dan bagus, serta beberapa kandungan dalam bunga telang yang dipercaya dapat mengurangi stress dan meningkatkan suasana hati. Dan untuk saran kami, perlu dilakukan ekstrak pada bunga telang dan takaran adonan sama bunga telang
iv KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Dorayaki Bunga Telang”. Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai tugas akhir semester 2 di SMP TECHNO Insan Kamil Tuban. Dalam pembuatan karya tulis imliah ini tidak akan berhasil dengan baik apabila tidak ada bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada : a. Ustadzah Wiwin sebagai Kepala SMP TECHNO Insan Kamil b. Ustadzah Nisa sebagai pembimbing KTI c. Kedua orang tua saya yang saya cintai Kami menyadari penyusunan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak akan kami terima dengan senang hati, demi kesempurnaan karya tulis ilmiah berikutnya.
v DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................... ii ABSTRAK .......................................................................................................... iii KATA PENGANTAR............................................................................................... iv DAFTAR ISI .......................................................................................................... v BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 1 1.3 Tujuan ................................................................................................... 2 1.4 Manfaat................................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................. 3 2.1 Dorayaki ................................................................................................. 3 2.2 Bunga Telang......................................................................................... 3 BAB III METODE PENELITIAN............................................................................... 6 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................... 6 3.2 Plan......................................................................................................... 6 3.3 Alat dan Bahan ....................................................................................... 6 3.4 Cara Pembuatan..................................................................................... 6 3.5 Product................................................................................................... 7 3.6 Place ...................................................................................................... 7 3.7 Price........................................................................................................ 8 BAB IV PEMBAHASAN.......................................................................................... 9 4.1 Data....................................................................................................... 9 4.2 Analisis Data ......................................................................................... 9 4.3 Pembahasan ........................................................................................ 9 BAB V PENUTUP .................................................................................................. 11 5.1 Simpulan ............................................................................................... 11
vi 5.2 Saran ..................................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 12 LAMPIRAN
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat semakin berhati-Zhati dalam memilih makanan. Hal tersebut karena pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan bahan kimia yang berbahaya.Orang sekarang lebih cenderung suka dengan masakan yang sehat dan memiliki nilai gizi yang tinggi.Sebab itu muncul sebuah inovasi dengan dorayaki sebagai point utama.Dorayaki adalah salah satu kuliner yang banyak peminatnya,mulai dari anak-anak hingga remaja.Masakan jepang ini telah menjadi trend di kalangan seluruh dunia,alasannya negri Sakura memiliki suasana makanan yang khas tersendiri. Dorayaki dengan rasa khas nya membuat kita terlalu familiar.Biasanya dorayaki mempunyai varian rasa-rasa tertentu.Maka dari itu,ide kami akan muncul dengan menambahkan varian baru dari dorayaki yaitu menambahkan whepcream dengan kombinasi bunga telang. Biasanya orang-orang memakan dorayaki tidak ada saus siramannya.Nah,yang membuat dorayaki kami ini berbeda sama denga yang lain yaitu sausnya.Kami menambahkan saus yaitu saus bunga telang.Bunga telang memiliki warna yang cantik,tidak heran orang-orang biasanya menggunakan bunga telang untuk campuran adonan masakan.Bukan hanya warnanya yang cantik,namun bunga telang memiliki banyak manfaat diantaranya kaya antioksida,mencegah obesitas,dan melancarkan sirkulasi darah.Pada akhirnya,kami memutuskan untuk membuat penelitian yang berjudul “Dorayaki Bunga Telang” 1.2 Rumusan Masalah 1.Bagaimana pemasaran Dorayaki Bunga Telang agar menarik selera konsumen? 2.Bagaimana kualitas dorayaki?
2 1.3 Tujuan Penelitian 1.Menarik minat konsumen 2.Untuk mengetahui kualitas dorayaki 1.4 Manfaat Penelitian 1.Dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian berikutnya,yang serupa dengan penelitian ini 2.Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi pembaca maupun penulis mengenai bunga telang
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dorayaki Para penggemar dorayaki pasti sudah tau tentang kue dorayaki.Kue ini basa nya dimakan oleh karakter favorit yaitu doraemon.Nama dorayaki sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jepang, yaitu ‘dora’ yang berarti gong, dan ‘yaki’ yang berarti dimasak dengan panas kering. Nama ini diyakini diberikan karena kemiripan bentuknya dengan perkusi piringan logam gong. Teori asal usul dorayaki juga lekat dengan seorang pahlawan legendaris bernama Saito no Musashibo Benkei. Menurut cerita, saat terluka parah Benkei dirawat oleh sepasang kakek nenek. Pasangan tua itu memberinya kue bulat kecil yang dimasak di permukaan gong. Kue itu diyakini menjadi awal mula terciptanya dorayaki pertama. https://www.cnnindonesia.com/gayahidup/20141202150507-262-15276/asal-usul-dorayaki-camilan-favoritdoraemon 2.2 Bunga Telang Bunga telang merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh dan hidup bertahuntahun (perennial), tingginya dapat mencapai 5 meter, berambut halus, dan bagian pangkal berkayu. Daunnya majemuk menyirip trifoleat (seperti daun kacangkacangan pada umumnya), bunganya tunggal seperti kupu-kupu yang keluar dari ketiak daun, warna bungannya biru terang dengan warna putih kekuningan di bagian tengah, tetapi ada juga bunga yang berwarna putih. Bunga telang juga memiliki polong dengan biji yang berbentuk seperti ginjal pipih. Bunga telang dalam bahasa inggris disebut sebagai Butterfly pea, karena bentuknya yang menyerupai kupu-kupu memiliki nama latin Clitoria ternatea. Bunga ini diyakini berasal dari Amerika Selatan bagian tengah yang menyebar ke daerah tropik sejak abad 19, terutama ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri beragam nama untuk penyebutan bunga telang. Di daerah Sumatera disebut bunga biru, bunga kelentit, bunga telang; sedangkan di Jawa disebut kembang teleng atau menteleng. Di Betawi/Jakarta disebut dengan
4 teleng. Sedangkan di daerah Sulawesi disebut bunga talang, taman lareng, dan di Maluku disebut bisi, atau seyamagulele (http://kalteng.litbang.pertanian.go.id) Klasifikasi bunga telang : Kingdom : plantae Divisi : magnoliophyte Kelas : magnoliopsida Ordo : fabales Family : fabaecae Sub family : Faboideae Bangsa : Cicereae Genus : Clitoria (https://www.kompasiana.com) Pewarna alami Salah satu pigmen alami yang berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami adalah antosianin yang berasal dari bunga telang (http://ejournal.uajy.ac.id)
5 BAB III Metode Penelitian 3.1 Waktu Penelitian Tanggal: 19 Maret 2022 Tempat: Rumah Kaka. Jl.Mastrip 2 karang indah 3.2 Plan Pemasaran adalah hal yang penting dalam kelangsungan sebuah produk,jika kita memasarkan di tempat yang tepat maka mungkin menjadikan profit atau keuntungan tersendiri bagi produsen .Maka dari itu kami memilih memasarkan melalui media social.Alasan kita memasarkan lewat media social agar pemasaran lebih praktis dan efektif Alat: 1.Mixer 2.Cetong 3.Spatula 4.Teflon 5.Baskom besar dan kecil 6.Sendok 7.Panci Bahan: 1.Susu Kental Manis 2.Susu Bubuk 3.Gula Pasir 4.Es Batu 5.Tepung Terigu 6.Bunga Telang 7.Telur 8.Air
6 Cara Pembuatan Step 1 (Dorayaki) 1.Pecahkan 2 butir telur,tuang ke dalam baskom 2.Lalu beri tepung terigu,baking powder,vanili. 3.Tuangkan air secukupnya 4.aduk sampai tekstur adonan kental 5.Diamkan 5 menit (agar hasil empuk) 6.panaskan teflon 7.setelah teflon panas,tuangkan adonan dorayaki yang sudah di diamkan ke teflon sampai berbentuk bulat 8.Jika sudah muncul gelembung kecil-kecil balik adonan di Teflon tersebut Step 2 (wheepcream bunga telang) 1.Siapkan baskom besar 2.buka 2 sachet susu bubuk rasa vanilla dan susu kental manis 2 sachet 3.tuangkan susu bubuk dan susu kental manis ke dalam baskom 4.ew2tambahkan sedikit air es agar mengembang 5. mixer selama 20 menit hingga adonan mengembang menjadi wheppcream 6.setelah mengembang,beri sedikit sari bunga telang dan aduk sampai rata 7.wheppcream sudah siap di pakai Step 3 (saus bunga telang) 1.Tuangkan gula ke dalam panci 2.beri sedikit air 3.taru di atas api hinga gula mencair 4.setelah gula mencair,beri sari bunga telang 5.Aduk hingga rata
7 3.3 Product Kemasan: Logo: 3.4 Place Untuk tempat penjualan kami memilih untuk menjualnya di toko online,sebagaimana orang-orang bisa menikmati makanan itu di rumah tanpa capek untuk keluar
8 3.5 Price 1.Susu Kental Manis /bungkus= 2.500 2.Susu Bubuk /bungkus=3.000 3.Tepung Terigu / set kg=6.000 Gula ¼ kg+9.000 5.Telur / butir=2.500 6.Es Batu=500 7.Bunga Telang 1/3 kg=13.000 Box lounch=2.000 3.6 Teknik Pengambilan Data Tekanik pengambilan data kami menggunakan dengan cara angket.Apa itu angket?angket adalah suatu instrument penelitian yang tersusun dari rangkaian pertanyaan yang memiliki tujuan mengumpulkan informasi dari responden. 1.Tekstur Dorayaki Bunga Telang Skor 3 jika tekstur lembut Skor 2 jika tekstur lembek Skor 1 jika tekstur kasar 2.Warna Dorayaki Bunga Telang Skor 3 jika warna biru Skor 2 jika warna tidak mencolok Skor 1 jika warna tidak ada 3.Rasa Dorayaki Bunga Telang Skor 3 jika rasa manis & gurih Skor 2 jika rasa asin Skor 1 jika rasa hambar 4.Aroma Dorayaki Bunga Telang Skor 3 jika aroma vanilla pas Skor 2 jika aroma vanilla berlebihan Skor 1 jika aroma vanilla tidak ada
9 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Data NAMA AROMA TEKSTUR WARNA RASA ADITYA 2 3 2 1 NINING 3 3 1 3 DIRLY 3 2 2 2 EKO 3 1 2 3 AGUS 2 3 3 2 ISHAYA 3 3 2 3 ZARA 2 3 1 2 4.2 Analisis Data RENTANG NILAI PREDIKAT <80 KURANG 80-86 CUKUP 87-93 BAIK 94-100 SANGAT BAIK 1. Nilai Aroma: = 81 Maka aroma dari dorayaki yang kami buat dikategorikan cukup Dorayaki yang kami buat memiliki aroma susu yang kuat, jadi aroma dari vanili kurang tercium menurut responden 2. Nilai Rasa: = 96 Maka rasa dari dorayaki yang kami buat dikategorikan sangat baik Dorayaki yang kami buat memiliki rasa asin dan manis,jadi rasa dari dorayaki menjadi lebih enak di menurut responden
10 3. Nilai tekstur: =33 Maka tekstur dari dorayaki yang kami buat dikategorikan cukup Dorayaki yang kami buat memiliki tekstur yang sangat lumer,jadi tekstur dari dorayak kurang lembut menurut responden 4. Nilai warna = 90 Maka warna dari dorayaki yang kami buat dikategorikan baik Dorayaki yang kami memiliki warna yang baik,jadi warna yang dihasilkan dorayaki baik menurut responden
11 BAB V PENUTUPAN 5.1 Simpulan Dari percobaan yang sudah kami lakukan, dapat dinilai kesimpulan sebagai berikut. 1) Aspek tekstur dan aroma pada Dorayaki bunga telang yang kami buat dikategorikan cukup. 2) Aspek rasa pada Dorayaki bunga telang yang kami buat dikategorikan sangat baik. 3) Aspek warna pada Dorayaki bunga telang yang kami dikategorikan baik. 5.2 Saran Saran yang dapat kami berikan adalah. 1) Untuk mendapatkan aroma yang kuat dari vanili, bisa ditambahkan vanili sesuai kebutuhan. 2) Pada penggorengan untuk mendapatkan tekstur yang empuk dan tidak gosong bisa memakai api kecil.
12 DAFTAR PUSTAKA https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20141202150507-262-15276/asalusul-dorayaki-camilan-favorit-doraemon https://www.kompasiana.com/debbyrahmadani6825/61cdc01e9bdc4062f9607a 03/karakteristik-bunga-telang-clitoria-ternatea-l http://ejournal.uajy.ac.id/4377/1/JURNAL%20PEMANFAATAN%20EKSTRAK%20BUNGA% 20TELANG%20_Clitoria%20ternatea%20L.pdf
i PEMANFAATAN LIMBAH MASKER SEBAGAI VAS BUNGA Oleh : Burhanuddin Furqoni Jauhari Selgio Nova Andhika Naufal Ardell Aulia Wibowo YAYASAN BINA INSAN KAMIL TUBAN SMP Techno Insan Kamil Project Based Learning “Terakreditasi A” Berdasar SK BAP-S/M/No.200/BAP-S/X/2016 Office :Jl Al Falah II KelSidorejoKecTubanKabTubanPropinsiJawa Timur Indonesia Email :[email protected] Phone : 0356 333280 HP : 081 555 665134
ii LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Masker Sebagai Vas Bunga”Sebagai tugas akhir semester 2 di SMP TECHNO Insan Kamil Tuban ini telah disahkan pada Hari :Sabtu Tanggal :21 mei 2022 Tuban,21 mei 2022 Mengetahui, Plt. Kepala SMP TECHNO Insan Kamil Guru Pembimbing Winartik, S.Pd. Habibatul Barroh S.Pd.
iii ABSTRAK Dikala pandemic yang sedang memuncak banyak orang yang gelisah dan akhirnya pemerintah menghimbau menggunakan masker jika keluar dari rumah agar terhindar dari virus.Sekarang sampah masker/limbah masker menjadi masalah sampah baru sehingga kita membuat”PEMANFAATAN LIMBAH MASKER SEBAGAI VAS BUNGA”, agar limbah masker dapat dikurangi dan dijadikan hal yang bias mendapatkan keuntungan. Dari penjelasan singkat di atas, adapun langkah percobaan yang dilakukan untuk membuat karya ilmiah ini. Yang pertama yaitu,membuat vas bunga dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan mengikuti langkah kerja yang ada di BAB III, dan yang ke-2,membuat angket mengenai kualitas dari vas bunga dan layak apa tidak jika dijual di pasaran dan data terakhir, melakukan pengelolahan data terkait hasil angket. Dari penelitian yang kami lakukan,diperoleh analisis data dalam aspek penilaian yang memiliki plus dan minusnya tersendiri.Kesimpulan dari presentasi ini ialah,beberapa aspek penilaian memiliki kategori kurang dan bagus ,serta vas bunga ini dapat dipajang didalam atau diluar ruangan,dan untuk saran kami yaitu,perlu dilapisi lagi dengan semen agar vas bunga tersebut lebih kuat.
iv KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan karya tulis Ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Masker Menjadi Vas Bunga”. Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai tugas terakhir semester 2 di SMP Techno Insan Kamil Tuban.Dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini tidak akan berhasil dengan maksimal apabila tidak ada bantuan dari bimbingan di berbagai pihak,oleh maka dari itu kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Ustadzah Wiwin sebagai Pit.Kepala SMP Tecghno Insan Kamil 2. Ustadzah Habibah sebagai Pembimbing KTI 3. Ustadzah Selvi sebagai pembimbing KTI 4. Kedua orang tua saya yang saya sayangi Kami menyadari penyusunan karya ilmiah ini jauh dari kata sempurna.Oleh karena itu ,kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak akan kita terima dengan senang hati,demi menghasilkan kesempurnaan dalam karya tulis ilmiah selanjutnya
v DAFTAR ISI Halaman Judul............................................................................................ i Lembaga Pengesahan................................................................................ ii Abstrak ...................................................................................................... iii Kata pengantar .......................................................................................... iv Daftar isi ..................................................................................................... v BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah...................................................................... 2 1.3 Tujuan Penelitian........................................................................ 2 1.4 Manfaat Penelitian...................................................................... 3. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Masker ....................................................................................... 4 2.2 Jenis masker dan limbah masker ............................................... 4 2.3 Vas bunga .................................................................................. 5 BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian....................................................................... 6 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian..................................................... 6 3.3 Alat dan Bahan ........................................................................... 6 3.4 Variabel Percobaan .................................................................... 7 3.5 Langkah Kerja ............................................................................ 7 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Data Hasi Pengamatan............................................................... 9 4.2 Analisis Data .............................................................................. 9 4.3 Pembahasan .............................................................................. 10 BAB V KESIMPULAN 5.1 Simpulan .................................................................................... 11 5.2 Saran.......................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 12 LAMPIRAN ................................................................................................. 13
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan. Berdasarkan data dari WHO, jumlah infeksi COVID-19 di seluruh Dunia telah mencapai 391.268.991 kasus, serta 5.74311111.098 orang meninggal dunia, 75.003.684 orang masih dirawat (positif aktif). Coronavirus dapat kita cegah dengan mencuci tangan,mencuci tangan yang baik adalah dengan membasahi kedua telapak tangan sampai pertengahan lengan dengan air bersih yang mengalir .Tuangkan sabun secukupnya dan oleskan ke kedua tangan kamu hingga menutupi seluruh permukaan tangan.Gosok kedua telapak dan punggung tangan secara bergantian. Jangan lupa gosok juga jari-jari tangan dan sela-sela jari sampai bersih,lalu bersihkan kedua ibu jari tangan dengan cara menggenggam dan memutar ibu jari secara bergantian. Bilas tangan dengan baik di bawah air bersih yang mengalir.Keringkan tangan dengan menggunakan handuk bersih.Selanjutnya cara mencegah virus yaitu dengan menjaga jarak dengan jarak minimal 1 meter untuk lebih efektif menghindari virus berbahaya dan menggunakan masker tetapi pastikan masker yang dikenakan menutup ketat area hidung, mulut, dan dagu. Tekan bagian atas masker sehingga menutup mengikuti bentuk hidung. Saat ini direkomendasikan untuk menggunakan masker ganda agar dapat proteksi lebih, yakni mengenakan masker medis dan ditambah dengan masker kain di bagian luar.
2 sekarang jumlah kasus dan tingkat penularan yang masih tinggi menuntut orang orang untuk mengenakan masker tiap beraktivitas di luar rumah.Akibatnya,masker sekali pakai diproduksi besar besaran untuk melindungi manusia dari serangan virus.Akan tetapi jika tidak dibuang dengan benar ,limbah masker dapat menjadi ancaman besar bagi kerusakan alam.Menurut The Independent, studi terbaru memperkirakan, manusia sekarang menggunakan 129 miliar masker wajah setiap bulan di seluruh dunia. Jika satu bulan terdapat 31 hari, maka penggunaan ratarata masker sekali pakai sekitar 2,8 juta masker per menit, menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers of Environmental Science and Engineering. Para peneliti memperingatkan besar volume limbah masker dengan komposisi plastiknya, yang dapat menimbulkan ancaman lingkungan. Mereka mendesak tindakan untuk mencegah hal ini menjadi masalah plastik berikutnya. Vas bunga adalah tempat untuk menyimpan bunga dalam bentuk yang cantik, indah, dan menawan. Vas bunga biasanya terbuat dari bahanbahan yang susah diurai. Vas bunga memiliki banyak varian bentuk dan mempunyai karya seni yang indah. Selain indah vas bunga juga bisa dijadikan penghias ruangan atau halaman suatu bangunan. 1.2. Perumusan Masalah 1. Bagaimana cara pembuatan vas bunga dari limbah masker? 2. Bagaimana pendapat masyarakat tentang apa kekurangan vas bunga yang telah dibuat? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatasi limbah masker dan agar tidak menjadi sampah yang menumpuk 2. Untuk membuat kerajinan dari limbah masker supaya dapat di gunakan kembali
3 1.4. Manfaat penelitian 1. Manfaat untuk penulis yakni dapat mengetahui dampak dari limbah Masker di dunia yang dapat merusak lingkungan 2. Manfaat bagi pembaca yaitu bahwa limbah masker dapat di jadikan kerajinan tangan yang bermanfaat
4 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Masker Masker adalah perlindungan pernafasan yang digunakan sebagai metode untuk melindungi individu dari menghirup zat-zat bahaya atau kontaminan yang berada di udara, perlindungan pernafasan atau masker tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode pilihan yang dapat menghilangkan penyakit, tetapi digunakan untuk melindungi secara memadai pemakainya (Cohen & Birdner, 2012). Masker secara luas digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap partikel dan aerosol yang dapat menyebabkan bahaya bagi sistem pernafasan yang dihadapi oleh orang yang tidak memakai alat pelindung diri, bahaya partikel dan aerosol dari berbagai ukuran dan sifat kimia yang berbeda dapat membahayakan manusia.Penggunaan masker mengurangi infeksi influenza dan coronavirus pada manusia dengan mencegah penyebaran percikan yang dapat menyebabkan infeksi dari orang yang terinfeksi ke orang lain dan kemungkinan kontaminasi lingkungan 2.2. Jenis dan Limbah Masker Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker dua lapis diantaranya masker medis dan masker kain. Disamping hal tersebut penggunaan masker medis dapat meningkatkan timbulan limbah medis sekali pakai. Di negara Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang timbulan limbah medis terbanyak setalah Filipina dengan rata-rata 212 ton/hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab dan dampak dari timbulan limbah medis sekali pakai yang berasal dari masyarakat berdasarkan Literature Rewiew. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa limbah medis sekali pakai meningkat drastis karena adanya pandemi COVID-19 dimana masyarakat diwajibkan
5 untuk menggunakan masker dua lapis yaitu masker medis dan non medis serta kurangnya pengetahuan masyarakat terkait cara pengelolaan limbah masker medis. Didapatkan hasil juga bahwa timbulan limbah medis dapat mengganggu ekosistem lingkungan karena adanya kandungan mikrofiberplastik pada masker medis yang juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa selama masa pandemi COVID-19 limbah masker medis meningkat drastis sehingga mengancam ekosistem lingkungan serta berdampak pada masalah kesehatan apabila hal ini tidak dikelola dengan baik. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan bagi penelitian lanjutan terkait dampak timbulan limbah medis sekali pakai di masa pandemi COVID-19.2.3. Limbah Masker (Pratama,2021) 2.3. Vas Bunga Di indonesia pada umunya pot bunga digunakan sebagai nilai guna yakni sebagai tempat menanam bunga. Pot bunga tersebut biasa diletakan baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Bahan baku yang digunakan dapat berupa tanah liat, semen, plastik, kayu, kaca dan keramik. Pot bunga yang dijual di toko kebanyakan terbuat dari bahan plastik, keramik dan ada juga kaca, sedangkan pot bunga yang dijual di sentra kerajinan terbuat dari bahan semen.
6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.Pedoman pengelolaan limbah masker sekali pakai berdasarkan Pedoman dari Kemenkes mengenai Pengelolaan Limbah Masker dari Masyarakat, limbah masker yang tidak dipergunakan untuk pasien atau pelayanan kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Fasyankes masuk dalam kategori limbah domestik yang dikelola sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 mengenai Pengelolaan Sampah. 3.2. Waktu dan Tempat Penelitian Pembuatan: Waktu :Kamis 12-5-2022 Tempat : Jl Asrama Haji I no 5 Penyebaran Angket: Waktu :Jumat 13-5-2022 Tempat:Sekolah SMP Techno Insan Kamil Tuban 3.3. Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk membuat vas bunga: 1.Pencetak untuk bentuk vas 2.Sinar matahari/ HUV 3.batang kayu
7 4.botol bekas 5.Air 6.Ember Bahan yang digunakan untuk membuat vas bunga: 1.Limbah Masker 2.Semen 3.Handuk 3.4.Variabel Percobaan Variable Control: Jumlah Limbah Masker 500 gram,air 20 liter dan semen Acian Habel 1 sak, Variable Respon: Vas bunga dari limbah masker, Respon masyarakat terhadap vas bunga yang dibuat. 3.5 Langkah Kerja 1.Pembuatan vas Bunga -Siapkan air di ember sebanyak 20 liter dicampur disinfektan -Masukkan limbah masker kedalam ember,rendam hingga 30 menit -Jemur limbah masker dibawah sinar matahari hingga kering -Siapkan alat dan bahan -Potong masker hingga menjadi kecil kecil -taruh semen di ember lalu beri air dan aduk
8 -Campur limbah masker yang sudah di gunting kedalam semen -setelah itu masukkan handuk ke dalam semen,celupkan sebentar -sehabis itu angkat handuk dan taruh pada botol yang sudah terdapat cagaknya -Dan dibentuk dengan seindah mungkin -Setelah itu keringkan di sinar matahari dan tunggu selama 1 hari -Di cat dengan indah pada seluruh bagian pot 2.Respon Terhadap Vas Bunga -Menyiapkan angket -Membagikan angket ke 10 orang disekolah -Menganalisis hasil angket
9 BAB IV PEMBAHASAN 4.1.Data Hasil Pengamatan No Nama Nilai Jual Kelayakan jual 1. Fahmi 2 2 2. Nino 1 1 3. Alfan 2 1 4. Rifki 2 1 5. Abil 1 2 Jumlah 8 7 4.2 Analisis Data Berdasarkan data diatas dapat diketahui : Nilai Jual : ℎ ×100 Nilai Jual: 8 10 ×100 =80 Kelayakan Jual : ℎ ×100 Kelayakan Jual : 7 10 ×100 = 70 4.3 Pembahasan 4.3.1 Kelayakan Jual Berdasarkan analisis angket,didapatkan kelayakan jual vas bunga adalah 80,Jika dibandingkan dengan sekala dibawah Rentang Nilai kelayakan Predikat 81-100 Menarik 60-80 Biasa saja >60 Tidak menarik Maka Nilai kelayakan vas bunga yang kami buat dikategorikan biasa saja. Karena vas bunga yang kami buat kokoh untuk dibuat vas bunga sehingga dikategori kan layak
10 4.3.2 Nilai Jual Berdasarkan analisis angket didapatkan nilai jual vas bunga adalah 80 Jika dibandingkan oleh sekala dibawah ini Rentang Nilai Jual Predikat 80-100 Mahal >80 Murah Maka nilai jual vas bunga yang kami buat dikategorikan muraDikarenakan kurang perwarnaan dan bentuk dari vas bunga tersebut kurang sempurna
11 BAB V KESIMPULAN 5.1 Simpulan Dari proses pembuatan vas bunga dari bahan baku masker bekas,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Nilai kelayakan vas bunga kami di kategorikan biasa saja 2. Aspek Nilai Jual pada vas bunga ini dikategorikan murah 3. Vas bunga ini dapat mengurangi limbah masker 5.2 Saran Saran yang dapat kami lakukan adalah: 1. Untuk membuat vas bunga yang indah menggunakan bahan kain kaos oblong sehingga mudah untuk dibentuk 2. Perlu dilaburi semen kembali agar menghasilkan vas bunga yang kokoh dan tidak mudah rusak
12 DAFTAR PUSTAKA https://infeksiemerging.kemkes.go.id/uncategorized/apakahcoronavirus-dan-covid-19-itu https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-6-cara-mencuci-tangan-yangbenar https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/8-cara-menggunakanmasker-dengan-benar https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/11/120500265/tiap-semenitterdapat-2-8-juta-limbah-masker-sekali-pakai-di-bumi?page=all https://www.gatra.com/news-499516-gaya-hidup-mengenal-vas-bunga-- manfaatnya-untuk-estetika-ruangan-rumah.html https://eprints.umm.ac.id/41776/3/jiptummpp-gdl-mohammadar-46953-3- babii.pdf http://siat.ung.ac.id/files/wisuda/2014-2-1-88210-544409013-bab1- 17012015100437.pdf https://infeksiemerging.kemkes.go.id/warta-infem/begini-cara-kelolalimbah-masker-di-masyarakat-untuk-cegah-penularan-covid-19
13 LAMPIRAN
i MILKSHAKE TELANG PELANCAR PENCERNAAN Di Susun Oleh : Sandy Langit Tristan Baihaqi A Haidar Tamim YAYASAN BINA INSAN KAMIL TUBAN SMP Techno Insan Kamil Project Based Learning “Terakreditasi A” Berdasar SK BAP-S/M/No.200/BAP-S/X/2016 Office :Jl Al Falah II KelSidorejoKecTubanKabTubanPropinsiJawa Timur Indonesia Email :[email protected] Phone : 0356 333280 HP : 081 555 665134
2 LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis ilmiah yang berjudul “Milkshake Telang Sebagai Pelancar Pencernaan” merupakan tugas akhir semester 2 di SMP TECHNO Insan Kamil Tuban ini telah disahkan pada : Hari : Tanggal : Tuban, Mengetahui, Kepala SMP TECHNO Insan Kamil Guru Pembimbing Ustadzah Winarti, S.Pd
3 ABSTRAK Salah satu sistem yang ada pada tubuh manusia adalah sistem pencernaan makanan. Sistem pencernaan adalah sebuah sistem yang membantu manusia dalam mencerna makanan dan minuman. Biasanya orang yang tidak memiliki sistem percenaan yang baik lebih membatasi / mengontrol pola makannya agar tidak kelebihan berat badan (over weight). Ada beberapa alternatif diet diantaranya adalah olahraga yang teratur, konsumsi buah – buahan,mengganti makanan utama dengan camilan (milkshake), konsumsi obat – obatan diet (sangat tidak dianjurkan). Dengan mengganti makanan utama dengan camilan (milkshake) dapat menahan laju kenaikan berat badan kita.
4 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Milkshake Telang Pelancar Pencernaan”. Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai tugas akhir semester 2 di SMP TECHNO Insan Kamil Tuban. Dalam pembuatan karya tulis imliah ini tidak akan berhasil dengan baik apabila tidak ada bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada : a. Ustadzah Winartik sebagai Kepala Sekolah SMP TECHNO Insan Kamil Tuban b. Ustadzah Nurul Kholifah sebagai pembimbing KTI c. Kedua orang tua saya yang saya cintai Kami menyadari penyusunan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak akan kami terima dengan senang hati, demi kesempurnaan karya tulis ilmiah
5 i ii iii iv v 1 1 1 1 2 3 3 3 4 6 6 6 6 7 7 7 7 7 9 9 10 10 10 11 11 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................... ABSTRAK.................................................................................................................... KATA PENGANTAR.................................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1.1 Latar Belakang............................................................................................. 1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1.3 Tujuan.......................................................................................................... 1.4 Manfaat Penelitian……………………………………………………………… BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................... 2.1 Milkshake..................................................................................................... 2.2 Bunga Telang .............................................................................................. 2.3 Pelancar Pencernaan dari Bunga Telang ………........................................ BAB III METODE PENELITIAN................................................................................... 3.1 Metode Penelitian........................................................................................ 3.2 Tempat dan Waktu...................................................................................... 3.3 Alat dan Bahan............................................................................................ 3.4 Variabel........................................................................................................ 3.4.1 Variabel Bebas.............................................................................. 3.4.2 Variabel Terikat.............................................................................. 3.4.3 Variabel Respon............................................................................ 3.5 Langkah Kerja............................................................................................. BAB IV PEMBAHASAN.............................................................................................. 4.1 Data............................................................................................................. 4.2 Analisa......................................................................................................... 4.2.1 Pengelolahan Milkshake Telang........................................................ 4.2.2 Analisa Grafik ............................................................................... BAB V PENUTUP....................................................................................................... 5.1 Kesimpulan..................................................................................................
6 11 12 5.2 Saran........................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................
7 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bunga telang dikenal tanaman asli dari Asia Tenggara yang memiliki dua warna yaitu ungu dan biru. Bunga ini memiliki berbagai khasiat sebagai obat herbal yang dapat sebagai anti-diabetes, anti-imflamasi, analgesik, anti-mikroba, dan mengandung senyawa antosianin dengan antioksidan yang tinggi. Pemanfaatan bunga telang secara sederhana yaitu digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai sajian minuman dan pewarna makanan yang menghasilkan warna alami yang mencolok. Warna mencolok ini diidentifikasi mengandung antosianin dan klorofil. Antosianin merupakan salah satu golongan senyawa flavonoid yang memiliki sifat mudah terdegradasi oleh lingkungan seperti pH lingkungan dan oksigen. Antosianin menyebabkan jenis daun dan bunga berwarna merah, merah muda, ungu dan biru. Secara kimia antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal yaitu sianidin yang terbentuk dari penambahan atau pengurangan gugus hidroksil dengan gugus metilasi atau glikosilasi. Maka dari itu, kami menemukan cara alternatif untuk mengurangi gangguan pencernaan dengan memanfaatkan bunga telang yang dicampur dengan susu menjadi milkshake. Pemanfaatan bunga telang menjadi milkshake akan menarik minat masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa dengan kemasan yang kekinian. Sehingga manfaat bunga telang sebagai pelancar pencernaan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Beberapa orang juga akan lebih tertarik mengonsumsi milkshake yang terbilang minuman ringan daripada mengonsumsi obat-obatan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka muncul tiga rumusan masalah sebagai berikut. 1. Bagaimana cara membuat milkshake telang? 2. Bagaimana respon masyarakat terhadap milkshake telang?
8 1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka: 1. Untuk mengetahui cara membuat milkshake telang 2. Untuk mengetahui Bagaimana respon masyarakat terhadap milkshake 1.4 Batasan Masalah Objek penelitian ini adalah menyelesaikan masalah pencernaan 1.5 Manfaat Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka kami mengambil manfaat dari penelitian ini: 1. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bunga telang. 2. Bertujuan untuk menambah keunikan yang dimiliki bunga telang.
9 BAB II TINJAUAN 2.1 Milkshake Milkshake merupakan salah satu jenis minuman yang dibuat dari susu, berkadar lemak rendah, relatif nikmat bila diminum. Milkshake atau minuman adalah istilah yang sering digunakan untuk minuman yang bertekstur cair tetapi nikmat yang memiliki kadar air yang sangat tinggi karena dibuat dengan cara di belender. (Mifftah, 2016) 2.2 Bunga Telang Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Terdapat banyak sekali jenis tumbuhan yang tumbuh di Indonesia. Setiap tumbuhan memiliki banyak manfaat dan tujuan yang berbeda-beda misalnya dibuat untuk pemenuhan pangan, sebagai obat, adat istiadat, ornamen, dan teknologi lokal. Pemanfaatan tumbuhan sangat berguna bagi manusia, terutama pada tumbuhan satu ini yaitu bunga telang. Selain untuk meningkatkan estetika rumah, bunga telang juga dapat dimanfaatkan sebagai obat mata dan segala jenis penyakit lainnya. Akmalia, 2021 juga menyatakan bahwa…. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan bunga yang dapat tumbuh sebagai tanaman hias maupun tanaman liar dengan kelopak tunggal berwarna ungu. Selain sebagai tanaman hias, dari dulu bunga telang juga biasa digunakan sebagai obat tradisional yaitu sebagai obat mata. Bunga telang ini berasal dari Asia tropis, akan tetapi sekarang bunga telang menyebar dan dikenal di seluruh daerah tropika. Bunga ini dapat tumbuh dengan sangat baik di daerah tropis yang banyak terkena matahari. Warna pada bunga telang biasa dikenal dengan warnanya yang biru cerah. Akan tetapi warna pada bunga telang tidak hanya berwarna biru saja, ada juga yang berwarna merah muda dan putih. Namun, yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu bunga telang yang berwarna biru cerah. Tumbuhan bunga telang termasuk jenis tumbuhan polongpolongan yang batangnya merambat. Dan akhir-akhir ini bunga telang (Clitoria ternatea)
10 ramai diperbincangkan dan mulai dikonsumsi di seluruh dunia. Hal tersebut dikarenakan bunga telang sempat populer di media sosial negara Inggris dengan sebutan Butterfly Pea Tea. (Desty Sarina Akmalia, 2021) Klasifikasi bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai berikut : • Kingdom : Plantae • Subkingdom : Trachebionta • Super divisi: Spermatophyta • Divisi : Magnoliophyta • Kelas : Magnoliopsida • Sub kelas: Rosidae • Ordo : Fabales, Famili: Fabaceae • Genus: Clitoria, Spesies: Clitoria ternatea. Bunga telang memiliki banyak sekali manfaat didalamnya. Dan di Indonesia biasa digunakan sebagai obat tradisional terapi mata. Bagian bunga telang yang biasanya digunakan sebagai obat yaitu pada bagian daun, biji, kulit kayu, buah, kecambah, bunga, akar dan batangnya. Kandungan seyawa fitokimia pada bunga telang (Clitoria ternatea) yaitu : • Antosianin 5,40 0,23 • Flavonoid 20,07 0,55 • Flavonol glikosida 14,66 0,33 • Kempferol glikosida 12,71 0,46 • Mirisetin glikosida 0,04 0,01 • Quersetin glikosida 1,92 0,12. Fitokimia merupakan senyawa kimia alami pada tanaman yang memiliki efek baik secara fisiologis terhadap manusia. Maka dari itu, dari dulu hingga sekarang bunga telang dipercaya untuk mengobati berbagai penyakit seperti insomnia, lupus, liver, sakit mata, dan yang lainnya. Selain digunakan sebagai obat-obatan, bunga telang juga dapat digunakan sebagai tambahan bahan pangan dalam suatu makanan tapi sayangnya hanya sedikit orang yang mengetahui terhadap cara pemanfaatan bunga telang ini. 2.3 Landasan Al Qur’an