The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by naidiperpus, 2022-09-09 23:31:56

KODE_ETIK_PROFESI_AKUNTAN_PUBLIK_2020

KODE_ETIK_PROFESI_AKUNTAN_PUBLIK_2020

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pertimbangan Informasi Baru atau Perubahan Fakta dan Keadaan

2

3 P120.9 Jika Anggota menyadari adanya informasi baru atau perubahan atas fakta

4 dan keadaan yang mungkin menyebabkan ancaman telah hilang atau turun

5 sampai pada level yang dapat diterima, maka Anggota harus mengevaluasi

6 ulang dan selanjutnya mengatasi ancaman tersebut.

7

8 120.9-A1 Tetap waspada selama aktivitas profesional akan membantu Anggota dalam

9 menentukan informasi baru telah muncul atau mengubah fakta yang:

10 (a) Berdampak terhadap level ancaman; atau

11 (b) Memengaruhi kesimpulan Anggota mengenai apakah pengamanan

12 yang diterapkan berlanjut secara tepat untuk mengatasi ancaman yang

13 teridentifikasi.

14

15 120.9-A2 Jika informasi baru mengidentifikasi adanya ancaman baru, maka Anggota

16 disyaratkan untuk mengevaluasi dan mengatasi ancaman tersebut secara

17 tepat. (Ref: paragraf P120.7 dan P120.10).

18

19 Mengatasi Ancaman

20

21 P120.10 Jika Anggota menentukan bahwa ancaman yang teridentifikasi atas

22 kepatuhan terhadap prinsip dasar etika berada pada level yang tidak dapat

23 diterima, maka Anggota harus mengatasi ancaman tersebut dengan

24 menghilangkannya atau menurunkannya sampai pada level yang dapat

25 diterima. Anggota harus melakukannya dengan:

26 (a) Menghilangkan keadaan, termasuk kepentingan atau hubungan, yang

27 memunculkan ancaman;

28 (b) Menerapkan pengamanan, jika tersedia dan dapat diterapkan, untuk

29 menurunkan ancaman sampai pada level yang dapat diterima; atau

30 (c) Menolak atau mengakhiri aktivitas profesional tertentu.

31

32 Tindakan untuk Menghilangkan Ancaman

33

34 120.10-A1 Bergantung pada fakta dan keadaan, suatu ancaman dapat diatasi dengan

35 menghilangkan keadaan yang memunculkan ancaman. Namun, terdapat

36 beberapa situasi ketika ancaman hanya dapat diatasi dengan menolak atau

37 mengakhiri aktivitas profesional tertentu. Hal tersebut terjadi karena keadaan

38 yang memunculkan ancaman tidak dapat dihilangkan dan pengamanan tidak

39 dapat diterapkan untuk menurunkan ancaman sampai pada level yang dapat

40 diterima.

41

42 Pengamanan

43

44 120.10-A2 Pengamanan adalah tindakan, secara individual atau gabungan, yang

45 dilakukan Anggota secara efektif menurunkan ancaman terhadap kepatuhan

46 pada prinsip dasar etika sampai pada level yang dapat diterima terhadap

47 kepatuhan pada prinsip dasar etika.

48

15

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pertimbangan Penilaian Signifikan yang Dilakukan dan Kesimpulan Keseluruhan yang

2 Dicapai

3

4 P120.11 Anggota harus membuat kesimpulan menyeluruh apakah tindakan yang

5 dilakukan, atau akan dilakukan oleh Anggota, untuk mengatasi ancaman yang

6 muncul akan menghilangkan atau menurunkan ancaman sampai pada level

7 yang dapat diterima. Dalam membuat kesimpulan menyeluruh, Anggota

8 harus:

9 (a) Menelaah pertimbangan signifikan yang dibuat atau kesimpulan yang

10 dicapai; dan

11 (b) Menggunakan pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki

12 informasi yang memadai.

13

14 Pertimbangan untuk Perikatan Audit, Perikatan Reviu, dan Perikatan Asurans Lain

15

16 Independensi

17

18 120.12-A1 Anggota yang berpraktik melayani publik disyaratkan oleh Standar

19 Independensi harus independen ketika melakukan perikatan audit, perikatan

20 reviu, atau perikatan asurans lainnya. Independensi berkaitan dengan prinsip

21 dasar objektivitas dan integritas. Hal ini terdiri atas:

22 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang

23 memungkinkan untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak

24 terpengaruh oleh tekanan yang dapat mengompromikan pertimbangan

25 profesional, sehingga memungkinkan individu bertindak secara

26 berintegritas serta menerapkan objektivitas dan skeptisisme profesional.

27 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan

28 yang sangat signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki

29 informasi yang memadai, besar kemungkinan akan menyimpulkan

30 bahwa integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari Kantor,

31 atau anggota tim audit atau tim asurans, telah dikompromikan.

32

33 120.12-A2 Standar Independensi menetapkan persyaratan dan materi aplikasi tentang

34 cara menerapkan kerangka kerja konseptual untuk mempertahankan

35 independensi pada saat melakukan perikatan audit, perikatan reviu, atau

36 perikatan asurans lainnya. Anggota yang berpraktik melayani publik dan

37 Kantor disyaratkan untuk mematuhi standar tersebut agar independen ketika

38 melakukan perikatan tersebut. Kerangka kerja konseptual untuk

39 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan

40 pada prinsip dasar etika diterapkan dengan cara yang sama untuk mematuhi

41 persyaratan independensi. Kategori ancaman terhadap kepatuhan pada

42 prinsip dasar etika yang dijelaskan dalam paragraf 120.6-A3 juga

43 dikategorikan sebagai ancaman terhadap kepatuhan pada persyaratan

44 independensi.

45

46

47

48

16

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Skeptisisme Profesional
2
3 120.13-A1 Berdasarkan standar audit, standar perikatan reviu, dan standar perikatan
4 asurans lainnya yang ditetapkan oleh asosiasi profesi akuntan publik,
5 Anggota yang berpraktik melayani publik disyaratkan untuk menerapkan
6 skeptisisme profesional ketika merencanakan dan melakukan perikatan audit,
7 perikatan reviu, dan perikatan asurans lainnya. Skeptisisme profesional dan
8 prinsip dasar etika yang dijelaskan dalam Seksi 110 adalah konsep yang
9 saling berkaitan.
10
11 120.13-A2 Dalam audit atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap prinsip dasar etika,
12 baik secara individual dan kolektif, mendukung penerapan skeptisisme
13 profesional, seperti yang ditunjukkan dalam contoh berikut:
14 • Integritas mensyaratkan Anggota bersikap lugas dan jujur. Sebagai
15 contoh, Anggota mematuhi prinsip integritas dengan:
16 (a) Bersikap lugas dan jujur ketika mengemukakan perhatian atas
17 suatu posisi yang diambil oleh klien; dan
18 (b) Melakukan permintaan keterangan tentang informasi yang tidak
19 konsisten dan mengumpulkan bukti audit lanjutan untuk
20 mengatasi perhatian tentang pernyataan yang mungkin salah atau
21 menyesatkan secara material agar dapat membuat keputusan
22 berdasarkan informasi yang cukup tentang tindakan yang tepat
23 dalam keadaan tersebut.
24 Dengan demikian, Anggota menunjukkan penilaian kritis berdasarkan
25 bukti audit yang berkontribusi terhadap penerapan skeptisisme
26 profesional.
27 • Objektivitas mensyaratkan Anggota mengompromikan pertimbangan
28 profesional atau bisnis karena adanya bias, benturan kepentingan atau
29 pengaruh yang tidak semestinya dari pihak lain. Sebagai contoh,
30 Anggota mematuhi prinsip objektivitas dengan:
31 (a) Mengakui keadaan atau hubungan, seperti kedekatan dengan
32 klien, yang mungkin mengompromikan pertimbangan profesional
33 atau bisnis; dan
34 (b) Mempertimbangkan dampak dari keadaan dan hubungan tersebut
35 terhadap pertimbangan Anggota ketika mengevaluasi kecukupan
36 dan ketepatan bukti audit yang terkait dengan suatu hal yang
37 material pada laporan keuangan klien.
38 Dengan demikian, perilaku Anggota tersebut berkontribusi terhadap
39 penerapan skeptisisme profesional.
40 • Kompetensi dan kehati-hatian profesional mensyaratkan Anggota
41 memiliki pengetahuan dan keahlian profesional pada level yang
42 disyaratkan untuk memastikan penyediaan jasa profesional yang
43 kompeten, dan bertindak dengan sikap kehati-hatian sesuai dengan
44 standar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai
45 contoh, Anggota mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian
46 profesional dengan cara:

17

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Menerapkan pengetahuan yang relevan pada industri dan
2 aktivitas bisnis klien tertentu untuk mengidentifikasi secara tepat
3 risiko salah saji yang material;
4 (b) Merancang dan melakukan prosedur audit yang tepat; dan
5 (c) Menerapkan pengetahuan yang relevan ketika menilai secara
6 kritis apakah bukti audit telah cukup dan tepat dalam keadaan
7 tersebut.
8 Dengan demikian, perilaku Anggota tersebut berkontribusi terhadap
9 penerapan skeptisisme profesional.
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

18

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 2

2 ANGGOTA YANG BEKERJA DI BISNIS

3

4 SEKSI 200

5

6 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL – ANGGOTA YANG BEKERJA DI

7 BISNIS

8

9 PENDAHULUAN

10

11 200.1 Bagian Kode Etik ini menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi untuk

12 Anggota yang bekerja di bisnis ketika menerapkan kerangka kerja konseptual

13 yang ditetapkan dalam Seksi 120. Bagian ini tidak menjelaskan semua fakta

14 dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan profesional

15 yang dihadapi Anggota yang bekerja di bisnis, yang memunculkan atau

16 mungkin memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar

17 etika. Dengan demikian, kerangka kerja konseptual mensyaratkan Anggota

18 yang bekerja di bisnis untuk mewaspadai fakta dan keadaan tersebut.

19

20 200.2 Investor, kreditor, organisasi tempatnya bekerja, dan sektor bisnis lain,

21 sebagaimana juga pemerintah dan masyarakat umum dapat mengacu pada

22 hasil pekerjaan Anggota yang bekerja di bisnis. Anggota yang bekerja di

23 bisnis bertanggung jawab baik sendiri ataupun bersama dengan pihak lain

24 dalam penyusunan dan pelaporan informasi keuangan dan informasi lain,

25 yang dijadikan acuan oleh organisasi tempatnya bekerja dan pihak ketiga.

26 Anggota yang bekerja di bisnis mungkin bertanggung jawab dalam

27 manajemen keuangan yang efektif dan memberi advis yang kompeten dalam

28 berbagai perihal terkait bisnis.

29

30 200.3 Anggota yang bekerja di bisnis mungkin sebagai karyawan, tenaga kontrak,

31 rekan, direktur, komisaris, pemilik merangkap sebagai pengelola, atau

32 sukarelawan dari organisasi tempatnya bekerja. Bentuk hukum hubungan

33 Anggota yang bekerja di bisnis dengan organisasi tempatnya bekerja, tidak

34 berpengaruh pada tanggung jawab etika yang dibebankan kepada Anggota

35 yang bekerja di bisnis tersebut.

36

37 200.4 Dalam bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada:

38 (a) Seorang Anggota yang bekerja di bisnis; dan

39 (b) Seseorang yang merupakan Anggota yang berpraktik melayani publik

40 ketika melakukan aktivitas profesional berdasarkan hubungan Anggota

41 yang berpraktik melayani publik tersebut dengan Kantor, baik sebagai

42 tenaga kontrak, karyawan, atau pemilik. Informasi lebih lanjut tentang

43 kapan Bagian 2 berlaku untuk Anggota yang berpraktik melayani publik

44 dijelaskan dalam paragraf P120.4, P300.5, dan 300.5-A1.

45

46

47

48

19

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

2

3 Umum

4

5 P200.5 Anggota harus mematuhi prinsip dasar etika yang ditetapkan di Seksi 110 dan

6 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

7 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan

8 pada prinsip dasar etika.

9

10 200.5-A1 Anggota memiliki tanggung jawab untuk mendukung organisasi tempatnya

11 bekerja dalam mencapai tujuannya. Kode Etik ini tidak dimaksudkan untuk

12 menghalangi Anggota memenuhi tanggung jawab tersebut, namun untuk

13 mengatasi keadaan yang dapat mengompromikan kepatuhan pada prinsip

14 dasar etika.

15

16 200.5-A2 Anggota dapat mempromosikan posisi organisasi tempatnya bekerja dalam

17 mencapai tujuan dan sasarannya, selama pernyataan tersebut tidak

18 mengandung kesalahan dan menyesatkan. Tindakan ini biasanya tidak

19 memunculkan ancaman advokasi.

20

21 200.5-A3 Semakin senior posisi Anggota, maka semakin besar kemampuan dan

22 peluang untuk mengakses informasi, dan untuk memengaruhi kebijakan,

23 keputusan yang dibuat, dan tindakan yang diambil oleh pihak lain yang

24 terlibat dengan organisasi tempatnya bekerja. Sepanjang Anggota mampu

25 melakukannya, dengan mempertimbangkan posisi dan senioritasnya dalam

26 organisasi, maka Anggota tersebut diharapkan mendorong dan

27 mempromosikan budaya berbasis etika dalam organisasi. Contoh tindakan

28 yang mungkin diambil termasuk pengenalan, implementasi, dan pengawasan

29 atas:

30 • Program pendidikan dan pelatihan etika.

31 • Kebijakan etika dan whistle-blowing.

32 • Kebijakan dan prosedur yang didesain untuk mencegah ketidakpatuhan

33 terhadap peraturan perundang-undangan.

34

35 Mengidentifikasi Ancaman

36

37 200.6-A1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin muncul dari

38 beragam fakta dan keadaan. Kategori dari ancaman dijelaskan di paragraf

39 120.6-A3. Berikut adalah contoh fakta dan keadaan dalam setiap kategori

40 yang mungkin memunculkan ancaman bagi Anggota ketika melakukan

41 aktivitas profesional:

42 (a) Ancaman kepentingan pribadi

43 • Anggota memiliki kepentingan keuangan pada, atau menerima

44 pinjaman atau jaminan dari, organisasi tempatnya bekerja.

45 • Anggota terlibat dalam pengaturan kompensasi insentif yang

46 ditawarkan oleh organisasi tempatnya bekerja.

20

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Anggota memiliki akses ke aset perusahaan untuk keperluan
2 pribadi.
3 • Anggota ditawari hadiah atau perlakuan istimewa dari pemasok
4 organisasi tempatnya bekerja.
5 (b) Ancaman telaah pribadi
6 • Anggota menentukan perlakuan akuntansi yang tepat atas
7 kombinasi bisnis setelah yang bersangkutan melakukan studi
8 kelayakan yang mendukung keputusan akuisisi bisnis tersebut.
9 (c) Ancaman advokasi
10 • Anggota memiliki kesempatan untuk memanipulasi informasi
11 dalam prospektus untuk tujuan memperoleh pembiayaan yang
12 menguntungkan.
13 (d) Ancaman kedekatan
14 • Anggota bertanggung jawab atas pelaporan keuangan organisasi
15 tempatnya bekerja ketika terdapat anggota keluarga inti atau
16 keluarga dekat yang bekerja di organisasi tersebut yang membuat
17 keputusan yang memengaruhi laporan keuangan.
18 • Anggota memiliki hubungan yang lama dengan rekan bisnis yang
19 memengaruhi keputusan bisnis.
20 (e) Ancaman intimidasi
21 • Anggota, anggota keluarga inti, atau keluarga dekat menghadapi
22 ancaman pemecatan atau penggantian atas ketidaksepakatan
23 tentang:
24 o Penerapan standar akuntansi.
25 o Cara informasi keuangan dilaporkan.
26 • Seorang individu mencoba memengaruhi proses pengambilan
27 keputusan Anggota, misalnya berkenaan dengan pemberian
28 kontrak atau penerapan standar akuntansi.
29
30 Mengevaluasi Ancaman
31
32 200.7-A1 Kondisi, kebijakan, dan prosedur yang dijelaskan di paragraf 120.6-A1 dan
33 120.8-A2 dapat memengaruhi evaluasi apakah ancaman terhadap kepatuhan
34 pada prinsip dasar etika berada pada level yang dapat diterima.
35
36 200.7-A2 Evaluasi Anggota terhadap level ancaman juga dipengaruhi oleh sifat dan
37 ruang lingkup dari aktivitas profesional.
38
39 200.7-A3 Evaluasi Anggota terhadap level ancaman mungkin dipengaruhi oleh
40 lingkungan kerja di dalam organisasi tempatnya bekerja dan lingkungan
41 operasinya. Misalnya:
42 • Kepemimpinan yang menekankan pada pentingnya perilaku etis dan
43 ekspektasi bahwa karyawan akan bertindak secara beretika.
44 • Kebijakan dan prosedur yang mendorong dan memberdayakan
45 karyawan untuk mengomunikasikan kepada manajemen senior
46 mengenai semua persoalan etika tanpa takut akan dihukum.

21

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Kebijakan dan prosedur dalam implementasi dan pemantauan mutu

2 kinerja karyawan.

3 • Sistem pengawasan korporat atau struktur pengawasan lain dan

4 pengendalian internal yang kuat.

5 • Prosedur rekrutmen karyawan yang menekankan pada pentingnya

6 mempekerjakan karyawan yang memiliki kompetensi tinggi.

7 • Komunikasi tepat waktu mengenai kebijakan dan prosedur organisasi,

8 termasuk perubahannya, kepada semua karyawan, serta pelatihan dan

9 pendidikan yang tepat mengenai kebijakan dan prosedur tersebut.

10 • Kebijakan etika dan petunjuk pelaksanaannya.

11

12 200.7-A4 Anggota mungkin mempertimbangkan untuk memperoleh advis hukum ketika

13 meyakini bahwa tindakan atau perilaku tidak etis oleh pihak lain telah terjadi

14 atau akan terus terjadi di dalam organisasi tempatnya bekerja.

15

16 Mengatasi Ancaman

17

18 200.8-A1 Seksi 210 sampai dengan 270 menguraikan ancaman tertentu yang mungkin

19 muncul selama pelaksanaan aktivitas profesional dan termasuk contoh

20 tindakan yang dapat mengatasi ancaman tersebut.

21

22 200.8-A2 Dalam situasi ekstrim, jika keadaan yang memunculkan ancaman tidak dapat

23 dihilangkan dan pengamanan tidak tersedia atau tidak dapat diterapkan untuk

24 menurunkan ancaman sampai pada level yang dapat diterima, mungkin tepat

25 bagi Anggota untuk mengundurkan diri dari organisasi tempatnya bekerja.

26

27 Berkomunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola

28

29 P200.9 Ketika berkomunikasi dengan pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola

30 sesuai dengan Kode Etik ini, maka Anggota harus menentukan siapa individu

31 yang tepat dalam struktur tata kelola organisasi. Jika Anggota berkomunikasi

32 dengan subkelompok dari para pihak yang bertanggung jawab atas tata

33 kelola, maka Anggota harus menentukan perlu tidaknya berkomunikasi

34 dengan semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola agar mereka

35 mendapatkan informasi yang memadai.

36

37 200.9-A1 Dalam menentukan dengan siapa berkomunikasi, Anggota mungkin

38 mempertimbangkan:

39 (a) Sifat dan pentingnya keadaan; dan

40 (b) Perihal yang akan dikomunikasikan.

41

42 200.9-A2 Contoh subkelompok pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

43 termasuk komite audit atau anggota dari pihak yang bertanggung jawab atas

44 tata kelola.

45

46

22

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P200.10 Jika Anggota berkomunikasi dengan individu yang bertanggung jawab atas

2 manajemen dan juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota

3 harus diyakinkan bahwa dengan berkomunikasi dengan individu tersebut

4 berarti telah berkomunikasi secara memadai kepada semua pihak yang

5 bertanggung jawab atas tata kelola.

6

7 200.10-A1 Dalam beberapa keadaan, semua pihak yang bertanggung jawab atas tata

8 kelola juga terlibat dalam mengelola organisasi, misalnya, usaha kecil dimana

9 pemilik yang mengelola organisasi dan tidak ada orang lain yang bertanggung

10 jawab atas tata kelola. Dalam kasus seperti ini, jika Anggota berkomunikasi

11 dengan individu yang bertanggung jawab atas manajemen, dan individu

12 tersebut juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota telah

13 memenuhi persyaratan untuk berkomunikasi kepada pihak yang bertanggung

14 jawab atas tata kelola.

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

23

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 210

2

3 BENTURAN KEPENTINGAN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 210.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 210.2 Benturan kepentingan dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan

12 pada prinsip objektivitas dan mungkin memunculkan ancaman terhadap

13 kepatuhan pada prinsip dasar etika lainnya. Ancaman tersebut mungkin

14 muncul ketika:

15 (a) Anggota melakukan aktivitas profesional yang terkait dengan

16 permasalahan tertentu bagi dua pihak atau lebih yang memiliki

17 kepentingan yang saling berbenturan terkait dengan permasalahan

18 tersebut; atau

19 (b) Kepentingan seorang Anggota terkait dengan suatu permasalahan

20 tertentu dan kepentingan dari pihak yang menggunakan aktivitas

21 profesional yang berkaitan dengan permasalahan tersebut, berada

22 pada situasi berbenturan.

23 Pihak yang mungkin terlibat dalam benturan kepentingan mencakup

24 organisasi tempatnya bekerja, pemasok, pelanggan, pemberi pinjaman,

25 pemegang saham, atau pihak lain.

26

27 210.3 Seksi ini mengatur persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan

28 dengan penerapan kerangka kerja konseptual atas benturan kepentingan.

29

30 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

31

32 Umum

33

34 P210.4 Anggota dilarang membiarkan benturan kepentingan mengompromikan

35 pertimbangan profesional atau bisnis.

36

37 210.4-A1 Contoh keadaan yang mungkin memunculkan benturan kepentingan

38 mencakup:

39 • Berposisi sebagai manajemen atau pihak yang bertanggung jawab tata

40 kelola dari dua organisasi pemberi kerja dan memperoleh informasi

41 rahasia dari salah satu organisasi yang mungkin digunakan oleh

42 Anggota untuk menguntungkan atau merugikan organisasi yang lain.

43 • Melakukan aktivitas profesional untuk dua pihak dalam suatu kerjasama

44 yang mempekerjakan Anggota untuk membantu pihak-pihak tersebut

45 secara terpisah dalam proses pembubaran kerjasama.

24

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Menyusun informasi keuangan untuk anggota manajemen tertentu dari

2 organisasi tempatnya bekerja yang sedang berupaya untuk melakukan

3 pembelian atas entitas tersebut (management buy-out).

4 • Menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam memilih pemasok bagi

5 organisasi tempatnya bekerja ketika terdapat anggota keluarga inti dari

6 Anggota yang akan memperoleh keuntungan keuangan dari transaksi

7 tersebut.

8 • Berposisi sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola di

9 organisasi tempatnya bekerja yang berwenang untuk memberikan

10 persetujuan investasi, yang salah satu pilihan investasinya akan

11 meningkatkan nilai portofolio investasi pribadi Anggota atau anggota

12 keluarga inti.

13

14 Mengidentifikasi Benturan

15

16 P210.5 Anggota harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk

17 mengidentifikasi keadaan yang mungkin memunculkan benturan kepentingan,

18 dan ancaman terhadap kepatuhan pada satu atau lebih prinsip dasar etika.

19 Langkah tersebut harus termasuk mengidentifikasi:

20 (a) Sifat dari kepentingan dan hubungan yang relevan antara para pihak

21 yang terlibat; dan

22 (b) Aktivitas dan dampaknya terhadap pihak yang relevan.

23

24 P210.6 Anggota harus tetap waspada terhadap perubahan dari waktu ke waktu atas

25 sifat aktivitas, kepentingan, dan hubungan yang mungkin memunculkan

26 benturan kepentingan saat melakukan suatu aktivitas profesional.

27

28 Ancaman yang Dimunculkan oleh Benturan Kepentingan

29

30 210.7-A1 Umumnya, semakin langsung sifat hubungan antara aktivitas profesional dan

31 permasalahan yang memunculkan benturan kepentingan, maka semakin

32 mungkin level ancaman tidak berada pada level yang dapat diterima.

33

34 210.7-A2 Contoh tindakan yang mungkin dapat menghilangkan ancaman yang muncul

35 dari benturan kepentingan adalah menarik diri dari proses pengambilan

36 keputusan terkait dengan permasalahan yang menyebabkan benturan

37 kepentingan.

38

39 210.7-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

40 yang muncul karena benturan kepentingan termasuk:

41 • Merestrukturisasi atau memisahkan tanggung jawab dan tugas tertentu.

42 • Mendapatkan pengawasan yang tepat, sebagai contoh, bertindak

43 dibawah pengawasan dari seorang direktur atau komisaris.

44

45

46

47

25

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pengungkapan dan Persetujuan
2
3 Umum
4
5 210.8-A1 Secara umum Anggota perlu untuk:
6 (a) Mengungkapkan sifat benturan kepentingan dan bagaimana setiap
7 ancaman yang muncul dapat diatasi oleh pihak yang terkait, termasuk
8 para pihak pada level tertentu dalam organisasi tempatnya bekerja yang
9 terkena dampak benturan; dan
10 (b) Memperoleh persetujuan dari pihak yang relevan kepada Anggota untuk
11 melakukan aktivitas profesional ketika pengamanan diterapkan untuk
12 mengatasi ancaman.
13
14 210.8-A2 Persetujuan mungkin diberikan secara tersirat ketika Anggota memiliki bukti
15 yang cukup untuk menyimpulkan bahwa para pihak telah mengetahui
16 keadaan tersebut sejak awal dan telah menerima adanya benturan
17 kepentingan jika para pihak tidak menunjukkan keberatannya.
18
19 210.8-A3 Jika pengungkapan atau persetujuan diberikan secara tidak tertulis, maka
20 Anggota dianjurkan untuk mendokumentasikan:
21 (a) Sifat dari keadaan yang memunculkan benturan kepentingan;
22 (b) Pengamanan yang diterapkan untuk mengatasi ancaman tersebut
23 ketika dapat diterapkan; dan
24 (c) Persetujuan yang diperoleh.
25
26 Pertimbangan Lain
27
28 210.9-A1 Ketika menghadapi benturan kepentingan, Anggota dianjurkan untuk mencari
29 panduan dari organisasi tempatnya bekerja atau dari pihak lain, seperti
30 asosiasi profesi, penasihat hukum, atau Anggota lain. Ketika melakukan
31 pengungkapan atau penyampaian informasi di dalam organisasi tempatnya
32 bekerja dan mencari panduan dari pihak ketiga, maka Anggota harus
33 menerapkan prinsip kerahasiaan.
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

26

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 220

2

3 PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN INFORMASI

4

5 PENDAHULUAN

6

7 220.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 dalam

9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 220.2 Penyusunan atau penyajian informasi keuangan mungkin memunculkan

12 ancaman kepentingan pribadi, ancaman intimidasi, atau ancaman lainnya

13 terhadap kepatuhan pada satu atau lebih dari prinsip dasar etika. Seksi ini

14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan dengan

15 penerapan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.

16

17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

18

19 Umum

20

21 220.3-A1 Anggota di semua tingkatan dalam organisasi tempatnya bekerja terlibat

22 dalam penyusunan atau penyajian informasi baik di dalam dan di luar

23 organisasi.

24

25 220.3-A2 Pemangku kepentingan yang dituju, atau diperuntukkan, dari penyusunan

26 atau penyajian informasi tersebut, termasuk:

27 • Manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

28 • Investor dan pemberi pinjaman atau kreditur lain.

29 • Regulator.

30 Informasi tersebut mungkin membantu para pemangku kepentingan dalam

31 memahami dan mengevaluasi aspek-aspek organisasi tempatnya bekerja dan

32 membuat keputusan untuk organisasi tempatnya bekerja. Informasi tersebut

33 dapat mencakup informasi keuangan dan nonkeuangan yang mungkin

34 tersedia bagi publik atau digunakan untuk keperluan internal.

35 Contohnya termasuk:

36 • Laporan operasi dan kinerja.

37 • Analisis dukungan keputusan.

38 • Anggaran dan proyeksi.

39 • Informasi yang diberikan kepada auditor internal dan eksternal.

40 • Analisis risiko.

41 • Laporan keuangan bertujuan umum dan khusus.

42 • Pelaporan pajak.

43 • Laporan yang ditujukan kepada regulator untuk tujuan hukum dan

44 kepatuhan.

45

46 220.3-A3 Untuk tujuan Seksi ini, penyusunan atau penyajian informasi keuangan

47 termasuk pencatatan, pemeliharaan, dan persetujuan informasi.

27

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P220.4 Ketika menyusun atau menyajikan informasi keuangan, Anggota harus:

2 (a) Menyusun atau menyajikan informasi yang sesuai dengan basis

3 pelaporan keuangan yang digunakan;

4 (b) Menyusun atau menyajikan informasi dengan cara yang tidak

5 dimaksudkan untuk menyesatkan atau memengaruhi keluaran suatu

6 kontrak atau peraturan secara tidak tepat;

7 (c) Menerapkan pertimbangan profesional untuk:

8 (i) Menyajikan fakta secara akurat dan lengkap dalam semua hal

9 yang material;

10 (ii) Menjelaskan secara gamblang mengenai sifat sebenarnya dari

11 transaksi atau aktivitas bisnis; dan

12 (iii) Mengklasifikasikan dan mencatat informasi secara tepat waktu

13 dan dengan cara yang tepat; dan

14 (d) Tidak meninggalkan apapun dengan maksud memberi informasi yang

15 menyesatkan atau memengaruhi keluaran suatu kontrak atau regulasi

16 secara tidak tepat.

17

18 220.4-A1 Contoh dari memengaruhi keluaran suatu kontrak atau regulasi secara tidak

19 tepat adalah penggunaan estimasi yang tidak realistis yang dimaksudkan

20 untuk menghindari persyaratan dalam kontrak seperti perjanjian utang atau

21 ketentuan regulasi seperti persyaratan permodalan untuk institusi keuangan.

22

23 Penggunaan Diskresi dalam Penyusunan atau Penyajian Informasi Keuangan

24

25 P220.5 Penyusunan atau penyajian informasi keuangan mungkin mensyaratkan

26 penerapan diskresi dalam membuat pertimbangan profesional. Anggota tidak

27 akan menerapkan diskresi dengan tujuan menyesatkan pihak lain atau

28 memengaruhi keluaran suatu kontrak atau regulasi secara tidak tepat.

29

30 220.5-A1 Contoh cara ketika diskresi mungkin disalahgunakan untuk mencapai

31 keluaran yang tidak tepat meliputi:

32 • Menentukan estimasi, misalnya estimasi nilai wajar agar laba atau rugi

33 disalahsajikan.

34 • Memilih atau mengubah kebijakan akuntansi atau metode di antara dua

35 atau lebih alternatif yang diperkenankan berdasarkan basis pelaporan

36 keuangan yang berlaku, misalnya, memilih kebijakan akuntansi untuk

37 membukukan kontrak jangka panjang agar laba atau rugi

38 disalahsajikan.

39 • Menentukan waktu transaksi, misalnya, mengatur waktu penjualan aset

40 mendekati akhir tahun fiskal agar menyesatkan.

41 • Menentukan struktur transaksi, misalnya, merancang transaksi

42 pembiayaan agar aset dan liabilitas atau klasifikasi arus kas

43 disalahsajikan.

44 • Memilih pengungkapan, misalnya, menghilangkan atau mengaburkan

45 informasi yang berkaitan dengan risiko keuangan atau operasional agar

46 menyesatkan.

28

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P220.6 Ketika melakukan aktivitas profesional, khususnya yang tidak mensyaratkan

2 kepatuhan terhadap basis pelaporan keuangan yang berlaku, maka Anggota

3 harus melakukan pertimbangan profesional untuk mengidentifikasi dan

4 mempertimbangkan:

5 (a) Tujuan penggunaan informasi tersebut;

6 (b) Konteks informasi yang diberikan; dan

7 (c) Pengguna yang menggunakan informasi.

8

9 220.6-A1 Misalnya, ketika menyusun atau menyajikan laporan proforma, anggaran,

10 atau proyeksi, maka, penyertaan estimasi, perkiraan, dan asumsi yang

11 relevan, jika tepat, memungkinkan pihak-pihak yang mengandalkan pada

12 informasi tersebut untuk membuat pertimbangan sendiri.

13

14 220.6-A2 Anggota juga dapat mempertimbangkan untuk mengklarifikasi pengguna yang

15 dituju serta konteks dan tujuan dari informasi yang disajikan.

16

17 Mengandalkan Pekerjaan Pihak Lain

18

19 P220.7 Anggota yang bermaksud mengandalkan pekerjaan pihak lain, baik dari

20 internal maupun eksternal organisasi tempatnya bekerja, harus menggunakan

21 pertimbangan profesional untuk menentukan langkah yang harus diambil, jika

22 ada, untuk memenuhi tanggung jawab yang ditetapkan di paragraf P220.4.

23

24 220.7-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah

25 ketergantungan pada pihak lain adalah wajar termasuk:

26 • Reputasi dan keahlian dari, serta sumber daya yang dimiliki oleh

27 individu maupun organisasi lain.

28 • Apakah individu lain tersebut tunduk pada standar profesional dan Kode

29 Etik yang berlaku.

30 Informasi tersebut dapat diperoleh dari hubungan sebelumnya dengan, atau

31 dari konsultasi dengan pihak lain tentang, individu atau organisasi lain.

32

33 Mengatasi Informasi yang Mungkin Menyesatkan

34

35 P220.8 Ketika Anggota mengetahui atau memiliki alasan untuk meyakini bahwa

36 informasi yang terkait dengan dirinya adalah menyesatkan, maka Anggota

37 harus mengambil tindakan yang tepat untuk mencari penyelesaian

38 permasalahan tersebut.

39

40 220.8-A1 Tindakan yang mungkin tepat meliputi:

41 • Membahas mengenai informasi menyesatkan tersebut dengan atasan

42 Anggota dan/atau dengan level manajemen yang tepat dalam

43 organisasi tempatnya bekerja atau pihak yang bertanggung jawab atas

44 tata kelola, dan meminta individu tersebut untuk mengambil tindakan

45 yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tindakan

46 tersebut dapat meliputi:

47 o Melakukan koreksi atas informasi tersebut.

29

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 o Jika informasi tersebut telah diungkapkan kepada pengguna yang

2 dituju, maka Anggota harus memberikan informasi yang benar.

3 • Berkonsultasi mengenai kebijakan dan prosedur organisasi tempatnya

4 bekerja (misalnya, kebijakan etika atau kebijakan tentang whistle-

5 blowing) tentang bagaimana menangani permasalahan tersebut secara

6 internal.

7

8 220.8-A2 Anggota dapat menentukan bahwa organisasi tempatnya bekerja tidak

9 melakukan tindakan yang tepat. Jika Anggota masih memiliki alasan untuk

10 meyakini bahwa informasi tersebut menyesatkan, maka tindakan lanjutan

11 berikut mungkin tepat dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip

12 kerahasiaan:

13 • Berkonsultasi dengan:

14 o Asosiasi profesi yang relevan.

15 o Auditor internal atau eksternal organisasi tempatnya bekerja.

16 o Penasihat hukum.

17 • Menentukan apakah ada persyaratan untuk berkomunikasi dengan:

18 o Pihak ketiga, termasuk pengguna informasi.

19 o Regulator dan otoritas pengawasan.

20

21 P220.9 Jika setelah melakukan semua pilihan yang memungkinkan, Anggota

22 menentukan bahwa tindakan yang tepat belum dilakukan dan terdapat

23 keyakinan bahwa informasi tersebut masih menyesatkan, maka Anggota

24 harus menolak untuk menjadi bagian atau dikaitkan dengan informasi

25 tersebut.

26

27 220.9-A1 Dalam kondisi demikian, mungkin tepat bagi Anggota untuk mengundurkan

28 diri dari organisasi tempatnya bekerja.

29

30 Dokumentasi

31

32 220.10-A1 Anggota didorong untuk mendokumentasikan:

33 • Fakta.

34 • Standar akuntansi atau standar profesional terkait lainnya yang

35 digunakan.

36 • Komunikasi kepada pihak-pihak yang dituju untuk membahas masalah

37 tersebut.

38 • Tindakan tepat yang dipertimbangkan.

39 • Bagaimana Anggota berusaha untuk mengatasi masalah tersebut.

40

41 Pertimbangan Lain

42

43 220.11-A1 Ketika ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika berkaitan

44 dengan penyusunan atau penyajian informasi keuangan muncul dari

45 ancaman kepentingan keuangan, termasuk kompensasi dan insentif terkait

46 dengan pelaporan keuangan dan pengambilan keputusan, maka diterapkan

47 persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 240.

30

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 220.11-A2 Ketika informasi menyesatkan mungkin melibatkan ketidakpatuhan terhadap
2 peraturan perundang-undangan, maka berlaku persyaratan dan materi
3 aplikasi yang ditetapkan di Seksi 260.
4
5 220.11-A3 Ketika ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika berkaitan
6 dengan penyusunan atau penyajian informasi keuangan muncul dari tekanan,
7 maka berlaku persyaratan dan materi aplikasi yang dijelaskan di Seksi 270.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

31

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 230

2

3 BERTINDAK DENGAN KEAHLIAN YANG MEMADAI

4

5 PENDAHULUAN

6

7 230.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 230.2 Bertindak tanpa keahlian yang memadai akan memunculkan ancaman

12 kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi dan kehati-

13 hatian profesional. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi

14 spesifik yang terkait untuk penerapan kerangka kerja konseptual dalam

15 keadaan tersebut.

16

17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

18

19 Umum

20

21 P230.3 Anggota tidak boleh dengan sengaja menyesatkan organisasi tempatnya

22 bekerja sehubungan dengan level keahlian atau pengalaman yang dimiliki.

23

24 230.3-A1 Prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional mensyaratkan Anggota

25 hanya melaksanakan tugas signifikan ketika memiliki, atau dapat

26 memperoleh, pelatihan atau pengalaman tertentu yang memadai.

27

28 230.3-A2 Ancaman kepentingan pribadi untuk mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-

29 hatian profesional mungkin muncul ketika Anggota memiliki:

30 • Waktu yang tidak mencukupi untuk melaksanakan atau menyelesaikan

31 tugas secara memadai.

32 • Informasi yang tidak lengkap, terbatas, atau tidak cukup untuk

33 melaksanakan tugas tersebut secara memadai.

34 • Pengalaman, pelatihan, dan/atau pendidikan yang tidak memadai.

35 • Sumber daya yang tidak cukup untuk melaksanakan tugas secara

36 memadai.

37

38 230.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:

39 • Sejauh mana Anggota bekerja dengan orang lain.

40 • Tingkat senioritas Anggota yang bekerja di bisnis.

41 • Level supervisi dan penelaahan yang diterapkan terhadap pekerjaan.

42

43 230.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

44 kepentingan pribadi termasuk:

45 • Mendapatkan bantuan atau pelatihan dari seseorang dengan keahlian

46 yang dibutuhkan.

32

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Memastikan kecukupan waktu dalam melaksanakan tugas yang

2 relevan.

3

4 P230.4 Jika ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi dan kehati-hatian

5 profesional tidak dapat diatasi, maka Anggota harus menentukan apakah

6 menolak untuk melakukan tugas yang dimaksud. Jika Anggota menentukan

7 bahwa penolakan adalah tepat, maka Anggota harus mengomunikasikan

8 alasannya.

9

10 Pertimbangan Lain

11

12 230.5-A1 Persyaratan dan materi aplikasi dalam Seksi 270 berlaku ketika Anggota

13 mendapat tekanan untuk bertindak dengan cara yang mungkin memunculkan

14 pelanggaran terhadap prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional.

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

33

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 240

2

3 KEPENTINGAN KEUANGAN, KOMPENSASI, DAN INSENTIF YANG TERKAIT DENGAN

4 PELAPORAN KEUANGAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

5

6 PENDAHULUAN

7

8 240.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

9 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

10 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

11

12 240.2 Memiliki kepentingan keuangan, atau mengetahui kepentingan keuangan

13 yang dimiliki oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat, mungkin

14 memunculkan ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip

15 objektivitas atau kerahasiaan. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi

16 aplikasi spesifik yang relevan untuk penerapan kerangka kerja konseptual

17 dalam keadaan tersebut.

18

19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

20

21 Umum

22

23 P240.3 Anggota tidak boleh memanipulasi informasi atau menggunakan informasi

24 rahasia untuk memperoleh keuntungan pribadi atau untuk keuntungan

25 keuangan pihak lain.

26

27 240.3-A1 Anggota mungkin mempunyai kepentingan keuangan atau mungkin

28 mengetahui kepentingan keuangan anggota keluarga inti atau keluarga dekat,

29 yang dalam keadaan tertentu mungkin memunculkan ancaman terhadap

30 kepatuhan pada prinsip dasar etika. Kepentingan keuangan termasuk yang

31 muncul dari pengaturan kompensasi atau insentif terkait dengan penyusunan

32 laporan keuangan dan pengambilan keputusan.

33

34 240.3-A2 Contoh keadaan yang dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi

35 termasuk situasi ketika Anggota atau anggota keluarga inti atau keluarga

36 dekat:

37 • Memiliki motif dan peluang untuk memanipulasi informasi yang sensitif

38 terhadap harga untuk mendapatkan keuntungan keuangan.

39 • Memiliki kepentingan keuangan langsung atau tidak langsung di

40 organisasi tempatnya bekerja dan nilainya dapat dipengaruhi secara

41 langsung oleh keputusan yang dibuat oleh Anggota.

42 • Berhak untuk mendapatkan bonus yang dikaitkan dengan laba, dan

43 nilainya dapat dipengaruhi secara langsung oleh keputusan yang dibuat

44 oleh Anggota.

45 • Memiliki hak secara langsung atau tidak langsung atas bonus

46 kepemilikan saham yang ditangguhkan (deferred bonus share right)

34

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 atau opsi saham organisasi tempatnya bekerja, yang nilainya dapat
2 dipengaruhi secara langsung oleh keputusan yang dibuat oleh Anggota.
3 • Ikut serta dalam program kompensasi yang memberi insentif atas
4 pencapaian target kinerja atau upaya untuk memaksimalkan nilai
5 saham organisasi tempatnya bekerja, misalnya melalui partisipasi
6 dalam program insentif yang dikaitkan dengan pencapaian kinerja
7 tertentu.
8
9 240.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
10 • Signifikansi kepentingan keuangan. Hal yang merupakan kepentingan
11
12 keuangan yang signifikan akan bergantung pada keadaan pribadi dan
13 materialitas dari kepentingan keuangan terhadap seorang individu.
14 • Kebijakan dan prosedur untuk komite independen dari manajemen
untuk menentukan level atau bentuk remunerasi manajemen senior.
15 • Sesuai dengan kebijakan internal, pengungkapan kepada pihak yang
16 bertanggung jawab atas tata kelola:
17 o Semua kepentingan yang relevan.
18 o Setiap rencana untuk menggunakan hak atau memperdagangkan
19
20 saham yang relevan.
21 • Prosedur audit internal dan eksternal yang spesifik untuk mengatasi
22
23 240.3-A4 masalah yang memunculkan kepentingan keuangan.
24
25 Ancaman yang muncul karena pengaturan kompensasi atau insentif mungkin
26 diperparah oleh tekanan eksplisit atau implisit dari atasan atau kolega. Lihat
27 Seksi 270: Tekanan untuk Melanggar Prinsip Dasar Etika.
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

35

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 250

2

3 BUJUKAN, TERMASUK HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 250.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman.

10

11 250.2 Menawarkan atau menerima bujukan dapat memunculkan ancaman

12 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi terhadap

13 kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama prinsip integritas, objektivitas,

14 dan perilaku profesional.

15

16 250.3 Seksi ini menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk

17 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam kaitannya dengan penawaran

18 dan penerimaan bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-

19 undangan ketika Anggota melakukan aktivitas profesional. Seksi ini juga

20 mensyaratkan Anggota untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang

21 relevan saat menawarkan atau menerima bujukan.

22

23 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

24

25 Umum

26

27 250.4-A1 Bujukan adalah objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk

28 memengaruhi perilaku individu lain, namun tidak dimaksudkan untuk

29 memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak patut. Bujukan dapat

30 berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara rekan bisnis

31 hingga tindakan yang mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap peraturan

32 perundang-undangan. Bujukan dapat berupa, misalnya (namun tidak terbatas

33 pada):

34 • Hadiah

35 • Keramahtamahan.

36 • Hiburan.

37 • Sumbangan politik atau sosial.

38 • Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.

39 • Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.

40 • Perlakuan, hak, atau hak istimewa.

41

42 Bujukan yang Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan

43

44 P250.5 Peraturan perundang-undangan, seperti yang berkaitan dengan penyuapan

45 dan korupsi, melarang menawarkan atau menerima bujukan dalam keadaan

46 tertentu. Anggota harus memperoleh pemahaman tentang peraturan

36

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 perundang-undangan yang relevan dan mematuhinya ketika Anggota tersebut

2 menghadapi keadaan demikian.

3

4 Bujukan yang Tidak Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan

5

6 250.6-A1 Menawarkan atau menerima bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan

7 perundang-undangan mungkin masih memunculkan ancaman terhadap

8 kepatuhan pada prinsip dasar etika.

9

10 Bujukan dengan Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut

11

12 P250.7 Anggota tidak boleh menawarkan atau mendorong pihak lain untuk

13 menawarkan bujukan apapun, atau penawaran bujukan yang kemungkinan

14 akan disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang

15 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari

16 penerima atau individu lain secara tidak patut.

17

18 P250.8 Anggota tidak boleh menerima atau mendorong pihak lain untuk menerima

19 bujukan apapun, atau penerimaan bujukan yang kemungkinan akan

20 disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang

21 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari

22 penerima atau individu lain secara tidak patut.

23

24 250.9-A1 Bujukan dianggap memengaruhi perilaku individu secara tidak patut jika hal

25 tersebut menyebabkan individu bertindak dengan cara yang tidak etis.

26 Pengaruh yang tidak patut tersebut dapat diarahkan, baik kepada penerima

27 maupun individu lainnya yang memiliki hubungan dengan penerima bujukan.

28 Prinsip dasar etika merupakan kerangka acuan yang tepat bagi Anggota

29 dalam mempertimbangkan perilaku tidak etis Anggota dan individu lainnya.

30

31 250.9-A2 Pelanggaran terhadap prinsip integritas muncul ketika Anggota menawarkan

32 atau menerima, atau mendorong pihak lain untuk menawarkan atau

33 menerima, bujukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku penerima

34 bujukan atau individu lainnya secara tidak patut.

35

36 250.9-A3 Penentuan apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi

37 perilaku secara tidak patut mensyaratkan penerapan pertimbangan

38 profesional. Faktor yang relevan untuk dipertimbangkan mungkin termasuk:

39 • Sifat, frekuensi, nilai, dan dampak kumulatif dari bujukan.

40 • Saat bujukan ditawarkan relatif terhadap tindakan atau keputusan apa

41 pun yang mungkin memengaruhi.

42 • Apakah bujukan adalah kebiasaan atau budaya dalam keadaan

43 tersebut, sebagai contoh, menawarkan hadiah pada hari raya

44 keagamaan atau hari pernikahan.

45 • Apakah bujukan adalah bagian tambahan dari aktivitas profesional,

46 sebagai contoh, menawarkan atau menerima ajakan makan siang

47 sehubungan dengan pertemuan bisnis.

37

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Apakah penawaran bujukan terbatas pada penerima perorangan atau
2 tersedia untuk kelompok yang lebih luas. Kelompok yang lebih luas
3 mungkin merupakan pihak internal atau eksternal dari organisasi
4 tempatnya bekerja, seperti pelanggan atau pemasok lainnya.
5 • Peran dan posisi individu yang menawarkan atau ditawari bujukan.
6 • Apakah Anggota mengetahui, atau memiliki alasan untuk meyakini,
7 bahwa menerima bujukan akan melanggar kebijakan dan prosedur dari
8 organisasi tempat pihak tersebut bekerja.
9 • Tingkat transparansi bujukan yang ditawarkan.
10 • Apakah bujukan disyaratkan atau diminta oleh penerima bujukan.
11 • Perilaku atau reputasi sebelumnya yang diketahui dari pihak yang
12 memberikan bujukan.
13
14 Pertimbangan Tindakan Lanjutan
15
16 250.10-A1 Jika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan dengan intensi
17 yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku secara tidak patut,
18 ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin masih
19 muncul meskipun persyaratan dalam paragraf P250.7 dan P250.8 terpenuhi.
20
21 250.10-A2 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
22 ancaman tersebut termasuk:
23 • Menginformasikan mengenai penawaran kepada manajemen senior,
24 pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola dari organisasi tempat
25 Anggota bekerja, atau organisasi tempat pemberi bujukan bekerja.
26 • Mengubah atau menghentikan hubungan bisnis dengan pemberi
27 bujukan.
28
29 Bujukan Tanpa Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut.
30
31 250.11-A1 Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam kerangka kerja
32 konseptual berlaku ketika seorang Anggota telah menyimpulkan tidak ada niat
33 nyata atau yang dipersepsikan untuk secara tidak patut memengaruhi
34 perilaku penerima bujukan atau individu lain.
35
36 250.11-A2 Jika bujukan tersebut bersifat biasa dan tidak penting, ancaman apapun yang
37 muncul akan berada pada level yang dapat diterima.
38
39 250.11-A3 Contoh keadaan ketika penawaran atau penerimaan bujukan dapat
40 memunculkan ancaman bahkan jika Anggota telah menyimpulkan bahwa
41 tidak ada intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku
42 secara tidak patut termasuk:
43 • Ancaman kepentingan pribadi
44 o Anggota ditawari pekerjaan paruh waktu oleh pemasok.
45 • Ancaman kedekatan
46 o Anggota mengajak secara reguler pelanggan atau pemasok ke
47 acara olahraga.

38

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Ancaman intimidasi

2 o Anggota menerima keramahtamahan yang sifatnya dianggap

3 tidak pantas jika diungkapkan kepada publik.

4

5 250.11-A4 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika

6 menawarkan atau menerima bujukan tersebut mencakup faktor-faktor yang

7 sama dalam menentukan intensi yang ditetapkan di paragraf 250.9-A3.

8

9 250.11-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari

10 penawaran atau penerimaan bujukan termasuk:

11 • Tidak menawarkan atau menolak bujukan.

12 • Mengalihkan tanggung jawab terkait keputusan bisnis yang melibatkan

13 pihak lawan kepada individu lain yang diyakini atau dianggap oleh

14 Anggota, tidak terpengaruh secara tidak patut dalam pengambilan

15 keputusan.

16

17 250.11-A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

18 yang muncul dari penawaran atau penerimaan bujukan tersebut termasuk:

19 • Bersikap transparan mengenai penawaran atau penerimaan bujukan

20 kepada manajemen senior, pihak yang bertanggung jawab atas tata

21 kelola organisasi tempat Anggota bekerja, atau organisasi tempat pihak

22 lawan bekerja.

23 • Mencatatkan bujukan tersebut dalam catatan yang dikelola oleh

24 organisasi tempat Anggota bekerja, atau organisasi tempat pihak lawan

25 bekerja.

26 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam aktivitas

27 profesional, untuk menelaah setiap pekerjaan yang dilakukan atau

28 keputusan yang dibuat oleh Anggota sehubungan dengan individu atau

29 organisasi yang bujukannya diterima Anggota.

30 • Memberikan bujukan tersebut untuk donasi dalam acara amal setelah

31 menerima dan mengungkapkan pemberian donasi tersebut dengan

32 tepat, misalnya, kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

33 atau individu yang menawarkan bujukan.

34 • Mengganti bujukan yang diterima seperti keramahtamahan.

35 • Sesegera mungkin, mengembalikan bujukan setelah diterima seperti

36 hadiah.

37

38 Keluarga Inti atau Keluarga Dekat

39

40 P250.12 Anggota harus tetap mewaspadai potensi ancaman terhadap kepatuhan pada

41 prinsip dasar etika yang muncul dari penawaran bujukan:

42 (a) Oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dari Anggota kepada

43 pihak lawan yang memiliki hubungan profesional dengan Anggota; atau

44 (b) Kepada anggota keluarga inti atau keluarga dekat Anggota oleh pihak

45 lawan yang memiliki hubungan profesional dengan Anggota.

46

47

39

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P250.13 Ketika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan kepada atau

2 diberikan oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan menyimpulkan

3 terdapat intensi untuk memengaruhi perilaku Anggota atau pihak lawan

4 secara tidak patut, atau menganggap pihak ketiga yang rasional dan memiliki

5 informasi yang memadai kemungkinan menyimpulkan bahwa terdapat intensi

6 tersebut, maka Anggota harus memberikan advis kepada anggota keluarga

7 inti atau keluarga dekat untuk tidak menawarkan atau menerima bujukan.

8

9 250.13-A1 Faktor yang ditetapkan di paragraf 250.9-A3 relevan dalam menentukan

10 apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi

11 perilaku Anggota atau pihak lawan secara tidak patut. Faktor lain yang

12 relevan adalah sifat atau kedekatan hubungan, antara:

13 (a) Anggota dan anggota keluarga inti atau keluarga dekat;

14 (b) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan pihak lawan; dan

15 (c) Anggota dan pihak lawan.

16 Sebagai contoh, tawaran pekerjaan, di luar proses rekrutmen normal, kepada

17 suami/istri Anggota oleh pihak lawan yang sedang menegosiasikan kontrak

18 yang signifikan dengan Anggota, dapat menunjukkan intensi tersebut.

19

20 250.13-A2 Materi aplikasi pada paragraf 250.10-A2 juga relevan dalam mengatasi

21 ancaman yang mungkin muncul ketika terdapat intensi yang nyata atau

22 dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau pihak lawan secara

23 tidak patut, meskipun anggota keluarga inti atau Anggota keluarga dekat telah

24 mengikuti advis yang diberikan Anggota sesuai dengan paragraf P250.13.

25

26 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual

27

28 250.14-A1 Ketika Anggota menyadari bujukan yang ditawarkan dalam keadaan yang

29 dibahas pada paragraf P250.12, ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip

30 dasar etika dapat muncul ketika:

31 (a) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat menawarkan atau menerima

32 bujukan yang bertentangan dengan advis Anggota sesuai dengan

33 paragraf P250.13; atau

34 (b) Anggota tidak memiliki alasan untuk meyakini adanya intensi yang

35 nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau pihak

36 lawan.

37

38 250.14-A2 Materi aplikasi pada paragraf 250.11-A1 hingga 250.11-A6 relevan untuk

39 tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman tersebut.

40 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman dalam keadaan

41 tersebut juga termasuk sifat atau kedekatan hubungan yang ditetapkan pada

42 paragraf 250.13-A1.

43

44

45

46

47

48

40

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pertimbangan Lainnya
2
3 250.15-A1 Jika Anggota ditawari bujukan oleh organisasi tempatnya bekerja yang
4 berkaitan dengan kepentingan, kompensasi, dan insentif keuangan yang
5 terkait dengan kinerja, maka berlaku persyaratan dan materi aplikasi yang
6 ditetapkan di Seksi 240 berlaku.
7
8 250.15-A2 Jika Anggota menghadapi atau menyadari bujukan yang dapat
9 mengakibatkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap
10 peraturan perundang-undangan oleh pihak lain yang bekerja untuk, atau di
11 bawah arahan, organisasi tempatnya bekerja, maka berlaku persyaratan dan
12 materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 260.
13
14 250.15-A3 Jika Anggota menghadapi tekanan untuk menawarkan atau menerima
15 bujukan yang dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
16 dasar etika, maka berlaku persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di
17 Seksi 270.
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

41

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 260

2

3 RESPONS ATAS KETIDAKPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-

4 UNDANGAN

5

6 PENDAHULUAN

7

8 260.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

9 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 dalam

10 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

11

12 260.2 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi terhadap kepatuhan

13 pada prinsip integritas dan perilaku profesional muncul ketika Anggota

14 menyadari adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap

15 peraturan perundang-undangan.

16

17 260.3 Anggota mungkin menghadapi atau menyadari adanya ketidakpatuhan atau

18 dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan ketika

19 melaksanakan aktivitas profesional. Seksi ini memberikan panduan kepada

20 Anggota dalam menilai implikasi permasalahan dan tindakan yang mungkin

21 dilakukan ketika merespons ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan

22 terhadap:

23 (a) Peraturan perundang-undangan yang secara umum memiliki dampak

24 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan yang material

25 dalam laporan keuangan organisasi tempatnya bekerja; dan

26 (b) Peraturan perundang-undangan lain yang tidak memiliki dampak

27 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan

28 keuangan organisasi tempatnya bekerja, namun kepatuhan tersebut

29 penting untuk aspek operasi bisnis organisasi tempatnya bekerja, untuk

30 dapat mempertahankan usahanya, atau untuk menghindari hukuman

31 yang material.

32

33 Tujuan Anggota Terkait Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan

34

35 260.4 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung

36 jawab bertindak untuk kepentingan publik. Ketika merespons adanya

37 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, tujuan dari Anggota adalah:

38 (a) Mematuhi prinsip integritas dan perilaku profesional;

39 (b) Mengingatkan manajemen atau, jika tepat, pihak yang bertanggung

40 jawab atas tata kelola di organisasi tempatnya bekerja, untuk:

41 (i) Memungkinkan mereka memperbaiki, memulihkan, atau

42 memitigasi konsekuensi akibat dari ketidakpatuhan yang

43 teridentifikasi atau terduga; atau

44 (ii) Mencegah ketidakpatuhan sebelum terjadi; dan

45 (c) Mengambil tindakan lanjutan yang tepat dalam melindungi kepentingan

46 publik.

47

48

42

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

2

3 Umum

4 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”)
5 260.5-A1

6 terdiri dari tindakan penghilangan atau perbuatan, baik disengaja atau tidak

7 disengaja, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang

8 berlaku yang dilakukan oleh pihak-pihak berikut:

9 (a) Organisasi tempatnya bekerja;

10 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi tempatnya

11 bekerja;

12 (c) Manajemen organisasi tempatnya bekerja; atau

13 (d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan organisasi

14 tempatnya bekerja.

15

16 260.5-A2 Contoh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan seksi ini

17 termasuk yang berhubungan dengan:

18 • Kecurangan, korupsi, dan penyuapan.

19 • Pencucian uang, pendanaan teroris, dan hasil kriminal.

20 • Pasar dan perdagangan surat berharga.

21 • Perbankan serta produk dan jasa keuangan lainnya.

22 • Perlindungan data.

23 • Liabilitas pajak dan pensiun serta pembayarannya.

24 • Perlindungan lingkungan hidup.

25 • Kesehatan dan keselamatan publik.

26

27 260.5-A3 Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda, litigasi, atau konsekuensi lain

28 bagi organisasi tempatnya bekerja yang berpotensi memiliki dampak yang

29 material terhadap laporan keuangan. Terlebih penting, ketidakpatuhan

30 tersebut mungkin berdampak terhadap kepentingan publik yang lebih luas

31 yang berpotensi memunculkan bahaya besar bagi investor, kreditor,

32 karyawan, atau masyarakat umum. Untuk tujuan seksi ini, tindakan yang

33 menyebabkan bahaya besar tersebut adalah tindakan yang menghasilkan

34 dampak kerugian keuangan atau nonkeuangan yang serius bagi para pihak

35 tersebut. Misalnya kecurangan yang mengakibatkan kerugian keuangan yang

36 signifikan bagi investor, dan pelanggaran peraturan dan perundang-undangan

37 mengenai lingkungan yang membahayakan kesehatan atau keselamatan

38 karyawan atau publik.

39

40 P260.6 Berdasarkan peraturan perundang-udangan yang berlaku, terdapat ketentuan

41 yang mengatur bagaimana Anggota disyaratkan untuk mengatasi

42 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan. Peraturan perundang-undangan

43 tersebut mungkin berbeda dari, atau melampaui, ketentuan dalam seksi ini.

44 Ketika menghadapi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, Anggota

45 harus memperoleh pemahaman tentang ketentuan peraturan perundang-

46 undangan tersebut serta mematuhinya, termasuk:

43

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Setiap persyaratan untuk melaporkan permasalahan tersebut kepada

2 otoritas berwenang; dan

3 (b) Setiap larangan untuk mengingatkan pihak yang relevan.

4

5 260.6-A1 Larangan untuk memperingatkan pihak yang relevan mungkin muncul,

6 misalnya, berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang tindak pidana

7 pencucian uang.

8

9 260.7-A1 Seksi ini berlaku terlepas dari sifat organisasi tempat Anggota bekerja,

10 termasuk apakah organisasi tersebut merupakan entitas dengan akuntabilitas

11 publik.

12

13 260.7-A2 Anggota yang menghadapi atau menyadari permasalahan yang jelas tidak

14 penting, tidak disyaratkan untuk mematuhi seksi ini. Dalam menentukan

15 penting tidaknya suatu permasalahan dinilai berdasarkan sifat dan

16 dampaknya, baik keuangan maupun nonkeuangan, terhadap organisasi

17 tempatnya bekerja, pemangku kepentingan, dan publik.

18

19 260.7-A3 Seksi ini tidak membahas:

20 (a) Pelanggaran pribadi yang tidak terkait dengan aktivitas bisnis dari

21 organisasi tempatnya bekerja; dan

22 (b) Ketidakpatuhan oleh pihak lain selain yang ditentukan di paragraf

23 260.5-A1.

24 Walaupun demikian, Anggota mungkin menemukan panduan dalam seksi ini

25 yang membantu dalam mempertimbangkan cara merespons situasi tersebut.

26

27 Tanggung Jawab dari Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata

28 Kelola di Organisasi Tempatnya Bekerja

29

30 260.8-A1 Manajemen organisasi tempat Anggota bekerja, dengan pengawasan dari

31 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, bertanggung jawab untuk

32 memastikan bahwa aktivitas bisnis organisasi dilakukan sesuai dengan

33 peraturan perundang-undangan. Manajemen dan pihak yang bertanggung

34 jawab atas tata kelola juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan

35 mengatasi setiap ketidakpatuhan oleh:

36 (a) Organisasi;

37 (b) Individu yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi;

38 (c) Anggota manajemen; atau

39 (d) Individu lain yang bekerja untuk, atau di bawah arahan dari, organisasi.

40

41 Tanggung Jawab Anggota

42

43 P260.9 Jika terdapat protokol dan prosedur dalam organisasi tempatnya bekerja

44 untuk mengatasi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, maka Anggota

45 harus mempertimbangkannya dalam menentukan cara merespons

46 ketidakpatuhan tersebut.

47

44

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 260.9-A1 Banyak organisasi tempat Anggota bekerja telah menetapkan protokol dan

2 prosedur mengenai bagaimana mengungkapkan ketidakpatuhan atau dugaan

3 ketidakpatuhan secara internal. Protokol dan prosedur tersebut termasuk,

4 misalnya, kebijakan etika atau mekanisme whistle-blowing internal. Protokol

5 dan prosedur tersebut memungkinkan permasalahan dilaporkan secara

6 anonim melalui saluran yang telah ditentukan.

7

8 P260.10 Ketika Anggota menyadari suatu permasalahan dalam seksi ini berlaku,

9 langkah Anggota untuk mematuhi seksi ini harus dilakukan secara tepat

10 waktu. Dalam melakukan langkah yang tepat waktu, Anggota harus

11 memperhatikan sifat permasalahan dan bahaya potensialnya bagi

12 kepentingan entitas, investor, kreditor, karyawan, atau publik.

13

14 Tanggung Jawab Anggota Senior yang Bekerja di Bisnis

15

16 260.11-A1 Anggota yang merupakan Anggota senior yang bekerja di bisnis (“Anggota

17 Senior”) adalah direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif, atau karyawan

18 senior yang mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap, dan membuat

19 keputusan tentang, perolehan, penempatan, dan pengendalian atas sumber

20 daya manusia, keuangan, teknologi, dan sumber daya fisik dan sumber daya

21 tidak berwujud dari organisasi tempatnya bekerja. Terdapat ekspektasi yang

22 lebih besar bagi individu tersebut untuk mengambil tindakan apapun yang

23 sejalan dengan kepentingan publik untuk merespons adanya ketidakpatuhan

24 atau dugaan ketidakpatuhan dibandingkan Anggota lain dalam organisasi

25 tempatnya bekerja. Hal ini disebabkan peran, posisi, dan cakupan pengaruh

26 mereka dalam organisasi tempatnya bekerja.

27

28 Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan

29

30 P260.12 Jika, dalam rangka melaksanakan aktivitas profesional, Anggota senior

31 menyadari informasi mengenai ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan,

32 maka Anggota tersebut harus memahami permasalahan, termasuk:

33 (a) Sifat dari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dan keadaan di

34 mana hal tersebut telah terjadi atau mungkin terjadi;

35 (b) Penerapan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai

36 dengan keadaan; dan

37 (c) Penilaian atas konsekuensi potensial bagi organisasi tempatnya

38 bekerja, investor, kreditur, karyawan, atau publik.

39

40 260.12-A1 Anggota senior diharapkan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian

41 serta pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak diharapkan

42 memiliki level pemahaman atas hukum dan peraturan melebihi yang

43 disyaratkan bagi peran Anggota dalam organisasi tempatnya bekerja.

44 Penentuan apakah suatu tindakan merupakan ketidakpatuhan pada akhirnya

45 akan ditentukan oleh pengadilan atau badan yang berwenang melakukan

46 ajudikasi.

47

45

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 260.12-A2 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota senior

2 mungkin membuat, atau mengambil langkah yang tepat untuk membuat

3 permasalahan tersebut dapat diinvestigasi secara internal. Anggota dapat

4 juga berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain di

5 dalam organisasi tempatnya bekerja, asosiasi profesi, atau dengan penasihat

6 hukum.

7

8 Mengatasi Permasalahan

9

10 P260.13 Jika Anggota senior mengidentifikasi atau mencurigai bahwa ketidakpatuhan

11 telah terjadi atau mungkin terjadi, maka ia harus membahas permasalahan

12 tersebut dengan atasan langsung, jika ada, yang memungkinkan dibuat suatu

13 penetapan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan

14 paragraf P260.9. Jika atasan langsung kemungkinan terlibat dalam

15 permasalahan ini, maka Anggota harus membahas permasalahan tersebut

16 dengan atasan berikutnya yang memiliki otoritas lebih tinggi.

17

18 260.13-A1 Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk menentukan tindakan yang

19 memungkinkan untuk menangani masalah tersebut.

20

21 P260.14 Anggota senior harus mengambil langkah yang tepat agar:

22 (a) Permasalahan telah dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung

23 jawab atas tata kelola;

24 (b) Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

25 termasuk ketentuan hukum atau peraturan yang mengatur pelaporan

26 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada otoritas yang

27 sesuai;

28 (c) Dampak dari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang sudah

29 diperbaiki, dipulihkan, atau dimitigasi;

30 (d) Mengurangi risiko terjadinya kembali; dan

31 (e) Mencegah tindakan ketidakpatuhan jika belum terjadi.

32

33 260.14-A1 Tujuan Anggota senior mengomunikasikan permasalahan tersebut kepada

34 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola adalah untuk mendapat

35 persetujuan mengenai tindakan yang tepat untuk merespons permasalahan

36 tersebut dan memungkinkan mereka untuk memenuhi tanggung jawab.

37

38 260.14-A2 Beberapa peraturan perundang-undangan mungkin menetapkan periode

39 penyampaian laporan atas ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan

40 kepada otoritas berwenang.

41

42 P260.15 Selain merespons permasalahan sesuai dengan ketentuan dari seksi ini,

43 Anggota senior harus menentukan perlu tidaknya mengungkapkan

44 permasalahan tersebut kepada auditor eksternal dari organisasi tempatnya

45 bekerja, jika diperlukan.

46

46

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 260.15-A1 Pengungkapan tersebut sesuai dengan tugas atau kewajiban hukum Anggota

2 senior untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan yang

3 memungkinkan auditor untuk melakukan audit.

4

5 Menentukan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan

6

7 P260.16 Anggota senior harus menilai ketepatan respons dari atasannya, jika ada, dan

8 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

9

10 260.16-A1 Faktor relevan yang dipertimbangkan dalam menilai ketepatan atas respons

11 dari atasan Anggota senior, jika ada, dan pihak yang bertanggung jawab atas

12 tata kelola termasuk apakah:

13 • Respons dilakukan tepat waktu.

14 • Pihak tersebut telah melakukan atau menyetujui tindakan yang tepat

15 untuk memperbaiki, memulihkan, atau memitigasi konsekuensi dari

16 ketidakpatuhan, atau untuk menghindari ketidakpatuhan jika belum

17 terjadi.

18 • Permasalahan tersebut telah diungkapkan kepada otoritas yang

19 berwenang dan apakah pengungkapan telah memadai.

20

21 P260.17 Dengan memperhatikan respons dari atasan Anggota senior, jika ada, dan

22 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota harus

23 menentukan perlu tidaknya tindakan lebih lanjut yang diperlukan untuk

24 memenuhi kepentingan publik.

25

26 260.17-A1 Penentuan perlu tidaknya Anggota senior melakukan tindakan lanjutan, serta

27 sifat dan luas dari tindakan tersebut, akan bergantung pada berbagai faktor,

28 termasuk:

29 • Kerangka peraturan perundang-undangan.

30 • Urgensi dari situasi.

31 • Penyebaran permasalahan di organisasi tempatnya bekerja secara

32 keseluruhan.

33 • Keyakinan Anggota senior terhadap integritas atasannya dan pihak

34 yang bertanggung jawab atas tata kelola.

35 • Kemungkinan berulangnya ketidakpatuhan atau dugaan

36 ketidakpatuhan.

37 • Terdapat bukti yang kredibel atas bahaya substansial yang nyata atau

38 potensial terhadap kepentingan organisasi tempatnya bekerja, investor,

39 kreditur, karyawan, atau publik.

40

41 260.17-A2 Contoh keadaan yang mungkin menyebabkan Anggota senior tidak memiliki

42 keyakinan terhadap integritas atasannya dan pihak yang bertanggung jawab

43 atas tata kelola termasuk situasi ketika:

44 • Anggota mencurigai atau memiliki bukti keterlibatan mereka atau

45 kesengajaan mereka untuk terlibat dalam setiap ketidakpatuhan.

47

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, mereka belum

2 melaporkan atau mengesahkan pelaporan permasalahan kepada

3 otoritas berwenang dalam periode yang seharusnya.

4

5 P260.18 Anggota senior harus membuat pertimbangan profesional dalam menentukan

6 perlunya, serta sifat, dan luas tindakan lanjutan. Dalam membuat penentuan

7 tersebut, Anggota harus mempertimbangkan pihak ketiga yang rasional dan

8 memiliki informasi yang cukup, dengan menimbang semua fakta dan keadaan

9 tertentu yang tersedia bagi Anggota pada waktu tersebut, akan menyimpulkan

10 bahwa Anggota telah bertindak sejalan dengan kepentingan publik.

11

12 260.18-A1 Tindakan lanjutan oleh Anggota senior mungkin dilakukan termasuk:

13 • Menginformasikan permasalahan tersebut kepada manajemen entitas

14 induk, jika organisasi tempatnya bekerja merupakan anggota dari suatu

15 grup.

16 • Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang

17 berwenang, walaupun ketika tidak ada ketentuan peraturan perundang-

18 undangan untuk melakukannya.

19 • Mengundurkan diri dari organisasi tempatnya bekerja.

20

21 260.18-A2 Mengundurkan diri dari organisasi tempatnya bekerja tidak menggantikan

22 tindakan lain yang mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan Anggota senior

23 yang diatur di Seksi ini. Dalam hal ketentuan peraturan perundang-undangan

24 membatasi tersedianya tindakan lanjutan bagi Anggota, maka pengunduran

25 diri mungkin merupakan satu-satunya tindakan yang tersedia.

26

27 Mencari Advis

28

29 260.19-A1 Penilaian atas permasalahan ini mungkin melibatkan analisis dan penilaian

30 yang kompleks, sehingga Anggota senior mungkin mempertimbangkan untuk:

31 • Berkonsultasi secara internal.

32 • Memperoleh advis hukum untuk memahami pilihan Anggota dan

33 implikasi profesional atau hukum untuk mengambil tindakan tertentu.

34 • Berkonsultasi dengan regulator atau asosiasi profesi dengan basis

35 kerahasiaan.

36

37 Menentukan Perlunya Pengungkapan Permasalahan kepada Otoritas Berwenang

38

39 260.20-A1 Pengungkapan permasalahan kepada otoritas berwenang akan terhalang jika

40 hal tersebut akan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Jika

41 tidak bertentangan, tujuan pengungkapan adalah untuk memungkinkan

42 otoritas berwenang menyelidiki penyebab permasalahan dan mengambil

43 tindakan dalam melindungi kepentingan publik.

44

45 260.20-A2 Penentuan perlu tidaknya membuat pengungkapan akan bergantung

46 khususnya pada sifat dan tingkat bahaya aktual atau potensial terhadap

47 investor, kreditur, karyawan, atau publik yang disebabkan atau mungkin

48

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 disebabkan oleh permasalahan tersebut. Misalnya, Anggota senior mungkin

2 menentukan bahwa pengungkapan permasalahan ke otoritas berwenang

3 merupakan tindakan yang tepat jika:

4 • Organisasi tempatnya bekerja terlibat penyuapan (misalnya, pejabat

5 pemerintah lokal atau asing untuk tujuan mengamankan kontrak besar).

6 • Organisasi tempatnya bekerja adalah entitas yang diregulasi (regulated

7 entity) dan permasalahan tersebut signifikan mengancam izin usaha.

8 • Organisasi tempatnya bekerja merupakan entitas yang terdaftar di

9 pasar modal dan permasalahan tersebut dapat menghasilkan dampak

10 yang merugikan terhadap kewajaran dan keteraturan perdagangan

11 surat berharga dari organisasi tempatnya bekerja atau memunculkan

12 risiko sistemik terhadap pasar keuangan.

13 • Terdapat kemungkinan bahwa organisasi tempatnya bekerja akan

14 menjual produk yang berbahaya bagi kesehatan atau keselamatan

15 publik.

16 • Organisasi tempatnya bekerja mempromosikan suatu skema untuk

17 membantu klien menghindari pajak.

18

19 260.20-A3 Penentuan untuk membuat suatu pengungkapan akan juga bergantung pada

20 faktor eksternal seperti:

21 • Kemampuan otoritas berwenang menerima informasi, menyelidiki

22 penyebab permasalahan, dan mengambil tindakan. Otoritas berwenang

23 akan bergantung pada sifat dari permasalahan. Misalnya, otoritas

24 berwenang adalah regulator pasar modal dalam kasus kecurangan

25 laporan keuangan atau kementerian yang mengurusi lingkungan hidup

26 dalam kasus pelanggaran peraturan perundang-undangan terkait

27 lingkungan hidup.

28 • Adanya perlindungan yang kuat dan kredibel dari kewajiban perdata

29 atau pidana atau kewajiban profesional, atau pelaporan/penuntutan

30 balik yang diberikan oleh perundang-undangan atau peraturan, seperti

31 undang-undang atau peraturan perlindungan saksi.

32 • Adanya ancaman nyata atau potensial terhadap keselamatan fisik

33 Anggota senior atau orang lain.

34

35 P260.21 Jika Anggota senior menentukan bahwa pengungkapan permasalahan

36 kepada otoritas berwenang merupakan tindakan yang tepat dalam keadaan

37 tersebut, maka pengungkapan tersebut diizinkan sesuai paragraf P114.1(d).

38 Ketika membuat pengungkapan, Anggota harus bertindak dengan iktikad baik

39 dan berhati-hati ketika membuat laporan dan asersi.

40

41 Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi

42

43 P260.22 Dalam keadaan yang luar biasa, Anggota senior mungkin menyadari perilaku

44 nyata atau yang diniatkan, bahwa Anggota memiliki alasan untuk meyakini

45 bahwa suatu pelanggaran yang akan segera terjadi terhadap peraturan

46 perundang-undangan yang akan menyebabkan bahaya besar bagi investor,

47 kreditur, karyawan, atau publik. Setelah pertama kali mempertimbangkan

49

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 apakah tepat untuk membahas permasalahan ini dengan manajemen atau

2 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, Anggota harus membuat

3 pertimbangan profesional dan menentukan apakah pengungkapan segera

4 permasalahan tersebut kepada otoritas berwenang untuk mencegah atau

5 mengalihkan dampak dari pelanggaran yang akan segera terjadi terhadap

6 hukum atau peraturan tersebut. Jika pengungkapan dibuat, maka

7 pengungkapan tersebut diizinkan sesuai dengan paragraf P114.1(d).

8

9 Dokumentasi

10

11 260.23-A1 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang

12 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, maka Anggota senior didorong untuk

13 memiliki dokumentasi terkait hal-hal berikut:

14 • Permasalahan.

15 • Hasil pembahasan dengan atasan Anggota, jika ada, serta pihak yang

16 bertanggung jawab atas tata kelola, dan pihak lain.

17 • Bagaimana respons atasan Anggota atas permasalahan tersebut, jika

18 ada, dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

19 • Tindakan yang dipertimbangkan Anggota, pertimbangan yang dibuat,

20 dan keputusan yang diambil.

21 • Bagaimana Anggota meyakini bahwa ia telah memenuhi tanggung

22 jawab yang ditetapkan di paragraf P260.17.

23

24 Tanggung Jawab Anggota Selain Anggota Senior

25

26 P260.24 Jika dalam melaksanakan aktivitas profesionalnya Anggota menyadari

27 informasi terkait adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, maka

28 Anggota harus berusaha memperoleh pemahaman atas permasalahan

29 tersebut. Pemahaman tersebut harus mencakup sifat dari ketidakpatuhan,

30 atau dugaan ketidakpatuhan, dan keadaan yang telah terjadi atau mungkin

31 terjadi.

32

33 260.24-A1 Anggota diharapkan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian serta

34 melakukan pertimbangan profesional. Namun, Anggota tidak diharapkan

35 memiliki level pemahaman atas ketentuan peraturan perundang-undangan

36 yang melebihi daripada yang diperlukan dalam perannya sebagai Anggota

37 dalam organisasi tempatnya bekerja. Penentuan akhir atas permasalahan

38 yang menyebabkan ketidakpatuhan dilakukan oleh pengadilan atau badan

39 yang berwenang melakukan ajudikasi.

40

41 260.24-A2 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat

42 berkonsultasi kepada pihak lain dalam organisasi tempatnya bekerja, asosiasi

43 profesi, atau penasihat hukum dengan basis kerahasiaan.

44

45 P260.25 Jika Anggota mengidentifikasi atau mencurigai bahwa ketidakpatuhan telah

46 terjadi atau diduga terjadi, maka Anggota harus, dengan mematuhi paragraf

47 P260.9, menginformasikan hal tersebut kepada atasan langsung yang

50

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 memungkinkannya untuk mengambil tindakan yang tepat. Jika atasan

2 langsung terlibat dalam permasalahan tersebut, maka Anggota harus

3 menginformasikan pada atasan berikutnya yang memiliki kewenangan lebih

4 tinggi dalam organisasi tempatnya bekerja.

5

6 P260.26 Dalam keadaan yang luar biasa, Anggota dapat memutuskan bahwa

7 pengungkapan permasalahan kepada otoritas berwenang merupakan

8 tindakan yang tepat. Jika Anggota melakukannya sesuai paragraf 260.20-A2

9 dan 260.20-A3, maka pengungkapan tersebut diizinkan sesuai dengan

10 paragraf P114.1(d). Ketika membuat pengungkapan, Anggota harus bertindak

11 dengan itikad baik dan berhati-hati ketika membuat laporan dan asersi.

12

13 Dokumentasi

14

15 260.27-A1 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang

16 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, maka Anggota didorong untuk

17 memiliki dokumentasi hal-hal berikut:

18 • Permasalahan.

19 • Hasil pembahasan dengan atasan, manajemen, serta, jika relevan,

20 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan pihak lain.

21 • Respons atasan Anggota atas permasalahan tersebut.

22 • Serangkaian tindakan yang dipertimbangkan oleh Anggota,

23 pertimbangan yang digunakan, dan keputusan yang diambil.

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

51

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 270

2

3 TEKANAN UNTUK MELANGGAR PRINSIP DASAR ETIKA

4

5 PENDAHULUAN

6

7 270.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 270.2 Tekanan yang diberikan pada atau oleh Anggota mungkin memunculkan

12 ancaman intimidasi atau ancaman lain untuk mematuhi satu atau lebih prinsip

13 dasar etika. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik

14 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan

15 tersebut.

16

17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

18

19 Umum

20

21 P270.3 Anggota dilarang:

22 (a) Membiarkan tekanan dari pihak lain yang akan memunculkan

23 pelanggaran kepatuhan terhadap prinsip dasar etika; atau

24 (b) Menekan pihak lain yang diketahui Anggota atau terdapat alasan untuk

25 meyakini, akan mengakibatkan individu lain tersebut melanggar prinsip

26 dasar etika.

27

28 270.3-A1 Anggota mungkin menghadapi tekanan yang memunculkan ancaman

29 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika, misalnya ancaman intimidasi,

30 ketika melakukan aktivitas profesional. Tekanan tersebut mungkin bersifat

31 eksplisit ataupun implisit dan mungkin berasal dari:

32 • Dalam organisasi tempatnya bekerja, misalnya, dari kolega atau atasan.

33 • Individu atau organisasi eksternal seperti pemasok, pelanggan, atau

34 pemberi pinjaman.

35 • Target dan ekspektasi internal atau eksternal.

36

37 270.3-A2 Contoh tekanan yang mungkin mengakibatkan ancaman terhadap kepatuhan

38 pada prinsip dasar etika termasuk:

39 • Tekanan yang terkait dengan benturan kepentingan:

40 o Tekanan dari anggota keluarga yang bertindak sebagai pemasok

41 organisasi tempatnya bekerja untuk memilih anggota keluarga

42 daripada calon pemasok lain.

43 Lihat juga Seksi 210: Benturan Kepentingan.

44 • Tekanan untuk memengaruhi penyusunan atau penyajian informasi:

45 o Tekanan untuk melaporkan hasil keuangan yang menyesatkan

46 untuk memenuhi harapan investor, analis, atau pemberi pinjaman.

52

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 o Tekanan dari pejabat terpilih terhadap Anggota yang berpraktik
2 melayani publik untuk memberikan gambaran yang keliru atas
3 program atau proyek kepada pemilih.
4 o Tekanan dari kolega untuk melakukan salah saji pada
5 penghasilan, pengeluaran, atau tingkat pengembalian untuk
6 pengambilan keputusan yang bias atas proyek belanja modal dan
7 akuisisi.
8 o Tekanan dari atasan untuk menyetujui atau memproses
9 pengeluaran yang bukan merupakan pengeluaran bisnis yang
10 sah.
11 o Tekanan untuk menahan laporan audit internal yang mengandung
12 temuan tidak wajar.
13 Lihat juga Seksi 220: Penyusunan dan Penyajian Informasi.
14 • Tekanan untuk bertindak tanpa keahlian atau kehati-hatian yang
15 memadai:
16 o Tekanan dari atasan untuk secara tidak tepat mengurangi luasnya
17 pekerjaan yang dilakukan.
18 o Tekanan dari atasan untuk melakukan tugas tanpa keahlian atau
19 pelatihan yang memadai atau dalam rentang waktu yang tidak
20 realistis.
21 Lihat juga Seksi 230: Bertindak dengan Keahlian yang Memadai.
22 • Tekanan yang terkait dengan kepentingan keuangan.
23 o Tekanan dari atasan, kolega, atau pihak lain, misalnya, pihak
24 yang mungkin memperoleh manfaat dari partisipasi atas
25 pengaturan kompensasi atau insentif untuk memanipulasi
26 indikator kinerja.
27 Lihat juga Seksi 240: Kepentingan Keuangan, Kompensasi, dan Insentif
28 yang terkait dengan Pelaporan Keuangan dan Pengambilan Keputusan.
29 • Tekanan yang terkait dengan bujukan:
30 o Tekanan dari pihak lain, baik internal maupun eksternal terhadap
31 organisasi tempatnya bekerja, yang menawarkan bujukan untuk
32 memengaruhi secara tidak patut terhadap pertimbangan atau
33 proses pengambilan keputusan dari individu atau organisasi.
34 o Tekanan dari kolega untuk menerima suap atau bujukan lain,
35 misalnya untuk menerima hadiah atau hiburan yang tidak patut
36 dari pemasok potensial dalam proses penawaran.
37 Lihat juga Seksi 250: Bujukan, Termasuk Hadiah dan
38 Keramahtamahan.
39 • Tekanan yang terkait dengan ketidakpatuhan terhadap peraturan
40 perundang-undangan:
41 o Tekanan untuk mengatur transaksi untuk tujuan penghindaran
42 pajak.
43 Lihat juga Seksi 260: Respons atas Ketidakpatuhan terhadap Peraturan
44 Perundang-undangan.
45
46
47

53

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 270.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul karena
2 tekanan termasuk:
3 • Intensi dari individu yang melakukan tekanan serta sifat dan tingkat
4
5 tekanan.
6 • Penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan standar
7
8 profesional pada keadaan tersebut.
9 • Budaya dan kepemimpinan dalam organisasi tempatnya bekerja
10
11 termasuk sejauh mana hal tersebut mencerminkan atau menekankan
12 pentingnya perilaku etis dan harapan bahwa karyawan akan bertindak
13 secara etis. Misalnya, budaya korporat yang toleran terhadap perilaku
14 tidak etis dapat meningkatkan kemungkinan bahwa tekanan akan
15 menghasilkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika.
16 • Kebijakan dan prosedur, jika ada, yang telah ditetapkan oleh organisasi
17 270.3-A4 tempatnya bekerja, seperti kebijakan etika atau sumber daya manusia,
18 untuk mengatasi tekanan.
19
20 Membahas keadaan yang memunculkan tekanan dan melakukan konsultasi
21 dengan pihak lain tentang keadaan tersebut dapat membantu Anggota untuk
22 mengevaluasi level ancaman. Pembahasan dan konsultasi tersebut
23 mensyaratkan kewaspadaan terhadap prinsip kerahasiaan, dapat termasuk:
24 • Membahas permasalahan tersebut dengan individu yang melakukan
25
26 tekanan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
27 • Membahas permasalahan tersebut dengan atasan Anggota, jika atasan
28
29 bukan individu yang melakukan tekanan.
30 • Melaporkan permasalahan dalam organisasi tempatnya bekerja,
31
32 termasuk jika diperlukan, menjelaskan setiap konsekuensi risiko kepada
33 organisasi, misalnya dengan:
34 o Manajemen yang lebih tinggi.
35 o Auditor internal atau eksternal.
36 o Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
37 • Mengungkapkan permasalahan tersebut sesuai dengan kebijakan
38 organisasi tempatnya bekerja, termasuk kebijakan etika dan whistle-
39 blowing, menggunakan mekanisme yang sudah ditetapkan, seperti
40 saluran telepon khusus terkait pelanggaran etika.
41 • Berkonsultasi dengan:
42 270.3-A5 o Kolega, atasan, personel sumber daya manusia, atau Anggota
43
44 lainnya;
45 o Asosiasi profesi, regulator, atau asosiasi industri yang relevan;
46
47 atau
o Penasihat hukum.

Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari
tekanan adalah permintaan Anggota untuk merestrukturisasi, atau
memisahkan, tanggung jawab dan tugas tertentu sehingga Anggota tidak lagi
terlibat dengan individu atau entitas yang melakukan tekanan.

54

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Dokumentasi
2
3 270.4-A1 Anggota didorong untuk mendokumentasikan:
4 • Fakta.
5 • Komunikasi dan para pihak yang membahas permasalahan tersebut.
6 • Tindakan yang dipertimbangkan.
7 • Cara mengatasi permasalahan.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

55

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 3

2 ANGGOTA YANG BERPRAKTIK MELAYANI PUBLIK

3

4 SEKSI 300

5
6 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL – ANGGOTA YANG BERPRAKTIK

7 MELAYANI PUBLIK

8

9 PENDAHULUAN

10

11 300.1 Bagian dari Kode Etik ini mengatur persyaratan dan materi aplikasi untuk

12 Anggota yang berpraktik melayani publik ketika menerapkan kerangka kerja

13 konseptual yang ditetapkan di Seksi 120. Bagian ini tidak menjelaskan semua

14 fakta dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan

15 profesional yang mungkin dihadapi oleh Anggota yang berpraktik melayani

16 publik yang memunculkan atau mungkin memunculkan berbagai ancaman

17 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika. Dengan demikian, kerangka

18 kerja konseptual mensyaratkan Anggota yang berpraktik melayani publik

19 untuk selalu waspada terhadap berbagai fakta dan keadaan tersebut.

20

21 300.2 Persyaratan dan materi aplikasi yang diterapkan Anggota yang berpraktik

22 melayani publik diatur dalam:

23 • Bagian 3 - Anggota yang berpraktik melayani publik, Seksi 300 hingga

24 399, yang berlaku bagi semua Anggota yang berpraktik melayani publik,

25 yang memberikan jasa asurans atau non-asurans.

26 • Standar Independensi:
27 o Bagian 4A – Independensi untuk Perikatan Audit dan Perikatan

28 Reviu, Seksi 400 hingga 899, berlaku bagi Anggota yang

29 berpraktik melayani publik ketika melakukan perikatan audit dan

30 perikatan reviu.
31 o Bagian 4B – Independensi untuk Perikatan Asurans Selain

32 Perikatan Audit dan Perikatan Reviu, Seksi 900 hingga 999,

33 berlaku bagi Anggota yang berpraktik melayani publik ketika

34 melakukan perikatan asurans selain perikatan audit atau perikatan

35 reviu.

36 Dalam Bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada individu Anggota yang
37 300.3

38 berpraktik melayani publik dan Kantornya.

39

40 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

41

42 Umum

43

44 P300.4 Anggota harus mematuhi prinsip dasar etika yang ditetapkan di Seksi 110 dan

45 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

46 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan

47 pada prinsip dasar etika tersebut.

48

56

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P300.5 Ketika berhadapan dengan suatu permasalahan etika, Anggota harus

2 mempertimbangkan konteks yang mencakup suatu permasalahan yang

3 muncul atau mungkin muncul. Ketika seorang individu yang merupakan

4 Anggota melakukan aktivitas profesional berdasarkan hubungan Anggota

5 dengan Kantor, baik sebagai seorang tenaga kontrak, karyawan, atau pemilik,

6 individu tersebut harus mematuhi ketentuan dalam Bagian 2 yang berlaku

7 untuk keadaan tersebut.

8

9 300.5-A1 Contoh situasi ketika ketentuan dalam Bagian 2 berlaku untuk Anggota

10 mencakup:

11 • Menghadapi konflik kepentingan ketika bertanggung jawab dalam

12 memilih pemasok untuk Kantor ketika anggota keluarga inti dari

13 Anggota mungkin mendapatkan keuntungan keuangan atas kontrak

14 tersebut. Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 210

15 berlaku untuk keadaan tersebut.

16 • Menyusun atau menyajikan informasi keuangan untuk klien Anggota

17 atau Kantornya. Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di

18 Seksi 220 berlaku untuk keadaan tersebut.

19 • Ditawari bujukan, seperti secara teratur ditawari tiket gratis untuk

20 menghadiri acara olahraga oleh pemasok Kantor. Persyaratan dan

21 materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 250 berlaku untuk keadaan

22 tersebut.

23 • Menghadapi tekanan dari rekan perikatan yang melaporkan

24 pembebanan jam kerja yang tidak akurat untuk suatu perikatan klien.

25 Persyaratan dan materi aplikasi yang diatur dalam Seksi 270 berlaku

26 untuk keadaan tersebut.

27

28 Identifikasi Ancaman

29

30 300.6-A1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin dimunculkan

31 oleh serangkaian fakta dan keadaan yang beragam. Kategori ancaman

32 dijelaskan dalam paragraf 120.6-A3. Berikut adalah contoh fakta dan keadaan

33 dari setiap kategori ancaman yang mungkin memunculkan ancaman bagi

34 Anggota ketika melakukan jasa profesional:

35 (a) Ancaman Kepentingan Pribadi

36 • Anggota mempunyai kepentingan keuangan langsung pada suatu

37 klien.

38 • Anggota menawarkan suatu imbalan rendah untuk mendapatkan

39 perikatan baru dan imbalan tersebut sangat rendah sehingga

40 menyulitkan bagi Anggota tersebut untuk melakukan jasa

41 profesional sesuai dengan standar profesional dan standar teknis

42 yang berlaku.

43 • Anggota memiliki suatu hubungan bisnis yang erat dengan klien.

44 • Anggota memiliki akses atas informasi rahasia yang mungkin

45 digunakan untuk keuntungan pribadi.

57

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Anggota menemukan kesalahan yang signifikan ketika
2 mengevaluasi hasil dari jasa profesional sebelumnya yang
3 dikerjakan oleh anggota tim dari Kantor Anggota.
4 (b) Ancaman Telaah Pribadi
5 • Anggota menerbitkan laporan asurans atas efektivitas operasi
6 sistem keuangan setelah Anggota yang bersangkutan
7 mengimplementasikan sistem tersebut.
8 • Anggota menyiapkan data asli yang digunakan untuk
9 menghasilkan catatan yang merupakan hal pokok dari suatu
10 perikatan asurans.
11 (c) Ancaman Advokasi
12 • Anggota mempromosikan kepentingan atau saham dari klien.
13 • Anggota bertindak sebagai penasihat yang mewakili klien dalam
14 litigasi atau perselisihan dengan pihak ketiga.
15 • Anggota melobi proses legislasi untuk kepentingan klien.
16 (d) Ancaman Kedekatan
17 • Anggota memiliki anggota keluarga inti atau anggota keluarga
18 dekat yang menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat
19 eksekutif klien.
20 • Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien, atau
21 karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh
22 signifikan terhadap hal pokok dari suatu perikatan, sebelumnya
23 menjabat sebagai rekan perikatan.
24 • Anggota tim audit yang memiliki hubungan yang lama dengan
25 klien audit.
26 (e) Ancaman Intimidasi
27 • Anggota sedang terancam kehilangan perikatan dari klien atau
28 pemecatan dari Kantor karena perselisihan tentang permasalahan
29 profesional.
30 • Anggota merasa ditekan untuk menyetujui pertimbangan dari
31 karyawan klien karena karyawan tersebut lebih ahli dalam
32 permasalahan yang diperdebatkan.
33 • Anggota mendapat informasi dari seorang rekan Kantornya
34 bahwa promosi yang telah direncanakan tidak akan terjadi kecuali
35 Anggota setuju dengan suatu perlakuan akuntansi yang tidak
36 tepat.
37 • Anggota telah menerima hadiah yang signifikan dari klien dan
38 diancam bahwa penerimaan hadiah tersebut akan dipublikasikan.
39
40 Evaluasi Ancaman
41
42 300.7-A1 Kondisi, kebijakan, dan prosedur yang diuraikan dalam paragraf 120.6-A1 dan
43 120.8-A2 mungkin berdampak terhadap evaluasi tentang: apakah ancaman
44 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika berada pada level yang dapat
45 diterima. Kondisi, kebijakan, dan prosedur seperti itu mungkin berhubungan
46 dengan:
47

58

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Klien dan lingkungan operasinya; dan
2 (b) Kantor dan lingkungan operasinya.
3
4 300.7-A2 Evaluasi Anggota tentang level ancaman juga dipengaruhi oleh sifat dan
5 ruang lingkup dari jasa profesional.
6
7 Klien dan Lingkungan Operasinya
8
9 300.7-A3 Evaluasi Anggota tentang level ancaman mungkin dipengaruhi oleh apakah
10 klien merupakan:
11 (a) Klien audit dan apakah klien audit tersebut merupakan entitas dengan
12 akuntabilitas publik;
13 (b) Klien asurans yang bukan merupakan klien audit; atau
14 (c) Klien non-asurans.
15 Misalnya, memberikan jasa non-asurans kepada klien audit yang merupakan
16 entitas dengan akuntabilitas publik mungkin dianggap menghasilkan suatu
17 level ancaman yang lebih tinggi terhadap kepatuhan prinsip objektivitas yang
18 terkait dengan audit tersebut.
19
20 300.7-A4 Struktur tata kelola perusahaan, termasuk kepemimpinan klien, dapat
21 mendorong kepatuhan terhadap prinsip dasar etika. Oleh karena itu evaluasi
22 Anggota tentang level ancaman mungkin juga dipengaruhi oleh lingkungan
23 operasi klien. Sebagai contoh:
24 • Klien mensyaratkan individu yang tepat selain manajemen untuk
25 mengesahkan atau menyetujui penunjukan Kantor untuk melakukan
26 suatu perikatan.
27 • Klien memiliki karyawan yang kompeten dengan pengalaman dan
28 senioritas, untuk membuat keputusan manajerial.
29 • Klien telah mengimplementasikan prosedur internal yang memfasilitasi
30 pilihan objektif dalam tender perikatan non-asurans.
31 • Klien memiliki struktur tata kelola perusahaan yang memberikan
32 pengawasan dan komunikasi yang tepat terkait dengan jasa dari
33 Kantor.
34
35 Kantor dan Lingkungan Operasinya
36
37 300.7-A5 Evaluasi Anggota tentang level ancaman mungkin dipengaruhi oleh
38 lingkungan kerja dalam Kantor dan lingkungan operasinya. Sebagai contoh:
39 • Kepemimpinan dalam Kantor mendorong kepatuhan terhadap prinsip
40 dasar etika dan menetapkan ekspektasi bahwa anggota tim asurans
41 akan bertindak demi kepentingan publik.
42 • Kebijakan atau prosedur menetapkan dan memantau kepatuhan
43 terhadap prinsip dasar etika oleh semua personel.
44 • Kompensasi, penilaian kinerja, dan kebijakan serta prosedur
45 pendisiplinan yang mendorong kepatuhan terhadap prinsip dasar etika.
46 • Pengelolaan terhadap ketergantungan pendapatan yang diterima dari
47 satu klien.

59

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Rekan perikatan memiliki kewenangan dalam Kantor untuk mengambil
2 keputusan mengenai kepatuhan terhadap prinsip dasar etika, termasuk
3 keputusan tentang penerimaan atau penyediaan jasa kepada klien.
4 • Persyaratan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.
5 • Proses untuk memfasilitasi dan mengatasi masalah atau keluhan, baik
6 internal maupun eksternal.
7
8 Pertimbangan atas Informasi Baru atau Perubahan Fakta dan Keadaan
9
10 300.7-A6 Informasi baru atau perubahan atas fakta dan keadaan mungkin:
11 (a) Berdampak terhadap level ancaman; atau
12 (b) Memengaruhi kesimpulan Anggota tentang apakah pengamanan terus
13 digunakan untuk mengatasi ancaman yang teridentifikasi sebagaimana
14 dimaksud.
15 Dalam situasi demikian, tindakan yang telah diimplementasikan sebagai
16 upaya pengamanan mungkin tidak lagi efektif dalam mengatasi ancaman.
17 Dengan demikian, penerapan kerangka kerja konseptual mensyaratkan
18 Anggota mengevaluasi kembali dan mengatasi ancaman yang sesuai. (Ref:
19 Para. P120.9 dan P120.10).
20
21 300.7-A7 Contoh informasi baru atau perubahan fakta dan keadaan yang mungkin
22 berdampak terhadap level ancaman adalah:
23 • Ketika lingkup jasa profesional diperluas.
24 • Ketika klien menjadi entitas yang terdaftar di pasar modal atau
25 mengakuisisi unit bisnis lain.
26 • Ketika Kantor melakukan merjer dengan Kantor lain.
27 • Ketika Anggota secara bersama-sama dilibatkan oleh dua klien dan
28 muncul suatu perselisihan yang terjadi di antara kedua klien tersebut.
29 • Ketika terdapat perubahan hubungan personel atau keluarga dekat dari
30 Anggota.
31
32 Mengatasi Ancaman
33
34 300.8-A1 Paragraf P120.10 hingga 120.10-A2 menjelaskan persyaratan dan materi
35 aplikasi untuk mengatasi ancaman yang tidak berada pada level yang dapat
36 diterima.
37
38 Contoh Pengamanan
39
40 300.8-A2 Pengamanan sangat bervariasi, bergantung pada fakta dan keadaan. Contoh
41 tindakan yang dalam keadaan tertentu mungkin merupakan pengamanan
42 untuk mengatasi ancaman meliputi:
43 • Menetapkan tambahan waktu dan menugaskan personel yang
44 memenuhi kualifikasi untuk penugasan yang disyaratkan ketika
45 perikatan diterima dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.
46 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan merupakan personel tim
47 asurans untuk menelaah atau memberikan saran yang diperlukan

60

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 terhadap suatu pekerjaan asurans, dapat mengatasi ancaman telaah

2 pribadi.

3 • Menugaskan rekan dan tim perikatan yang berbeda untuk klien asurans

4 yang terpisah secara tanggung jawab dan pelaporan dengan rekan dan

5 tim perikatan untuk jasa non-asurans, dapat mengatasi ancaman telaah

6 pribadi, advokasi, atau kedekatan.

7 • Melibatkan Kantor lain untuk mengerjakan atau mengerjakan kembali

8 suatu bagian dari perikatan, dapat mengatasi ancaman kepentingan

9 pribadi, telaah pribadi, advokasi, kedekatan, atau intimidasi.

10 • Mengungkapkan kepada klien atas setiap imbalan rujukan atau komisi

11 pengaturan yang diterima untuk merekomendasikan jasa atau produk,

12 dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.

13 • Memisahkan tim ketika berurusan dengan permasalahan yang bersifat

14 rahasia dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.

15

16 300.8-A3 Bagian 3 berikutnya dan Standar Independensi (Bagian 4A dan 4B)

17 menggambarkan ancaman tertentu yang mungkin muncul selama melakukan

18 jasa profesional dan termasuk contoh tindakan yang mungkin tepat untuk

19 mengatasi ancaman.

20

21 Penelaah yang Tepat

22

23 300.8-A4 Penelaah yang tepat adalah seorang profesional dengan pengetahuan,

24 keahlian, pengalaman, dan kewenangan untuk menelaah secara objektif,

25 pekerjaan yang telah dilakukan atau jasa yang telah diberikan yang relevan.

26 Individu tersebut mungkin adalah seorang Anggota.

27

28 Berkomunikasi dengan Pihak yang bertanggung Jawab atas Tata Kelola

29

30 P300.9 Ketika berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

31 sesuai dengan Kode Etik ini, maka Anggota harus menentukan orang yang

32 tepat untuk berkomunikasi dalam struktur tata kelola organisasi. Jika Anggota

33 berkomunikasi dengan subkelompok dari pihak yang bertanggung jawab atas

34 tata kelola, maka Anggota harus menentukan apakah perlu berkomunikasi

35 dengan semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola agar mereka

36 mendapatkan informasi yang cukup.

37

38 300.9-A1 Dalam menentukan dengan siapa berkomunikasi, Anggota dapat

39 mempertimbangkan:

40 (a) Sifat dan pentingnya keadaan; dan

41 (b) Hal tertentu yang akan dikomunikasikan.

42

43 300.9-A2 Contoh subkelompok dari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,

44 mencakup komite audit atau anggota individual dari pihak yang bertanggung

45 jawab atas tata kelola.

46

61

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P300.10 Jika Anggota berkomunikasi dengan individu yang bertanggung jawab atas

2 manajemen dan juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota

3 diyakinkan bahwa dengan berkomunikasi dengan individu tersebut berarti

4 telah berkomunikasi secara memadai kepada semua pihak yang bertanggung

5 jawab atas tata kelola.

6

7 300.10-A1 Dalam beberapa kasus, semua pihak yang bertanggung jawab atas tata

8 kelola terlibat dalam pengelolaan entitas, misalnya, usaha kecil dengan

9 pemilik tunggal yang mengelola entitas dan tidak ada pihak lain yang memiliki

10 peran atas tata kelola. Dalam kasus tersebut, jika permasalahan

11 dikomunikasikan kepada individu (pihak) yang bertanggung jawab atas

12 manajemen, dan individu (pihak) tersebut juga memiliki tanggung jawab atas

13 tata kelola, maka permasalahan tersebut tidak perlu dikomunikasikan lagi

14 kepada individu (pihak) yang sama dalam perannya atas tata kelola, Anggota

15 telah memenuhi persyaratan untuk berkomunikasi dengan pihak yang

16 bertanggung jawab atas tata kelola.

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

62

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 310

2

3 BENTURAN KEPENTINGAN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 310.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk

9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 310.2 Benturan kepentingan dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan

12 pada prinsip objektivitas dan mungkin pula akan memunculkan berbagai

13 ancaman terhadap prinsip dasar etika yang lain. Berbagai ancaman tersebut

14 mungkin terjadi ketika:

15 (a) Anggota memberikan jasa profesional yang berhubungan dengan suatu

16 permasalahan tertentu untuk dua klien atau lebih dengan berbagai

17 kepentingan yang saling berbenturan; atau

18 (b) Kepentingan antara Anggota terkait dengan suatu permasalahan

19 tertentu dan kepentingan klien yang menggunakan jasa profesional

20 yang berkaitan dengan permasalahan tersebut berada pada situasi

21 berbenturan.

22

23 310.3 Seksi ini mengatur persyaratan spesifik dan materi aplikasi yang relevan

24 dengan penerapan kerangka kerja konseptual terhadap benturan

25 kepentingan. Ketika Anggota memberikan jasa audit, reviu atau jasa asurans

26 lainnya, maka independensi juga disyaratkan sesuai dengan Standar

27 Independensi.

28

29 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

30

31 Umum

32

33 P310.4 Anggota tidak boleh membiarkan benturan kepentingan mengompromikan

34 pertimbangan profesional atau bisnis.

35

36 310.4-A1 Contoh keadaan yang dapat memunculkan benturan kepentingan meliputi:

37 • Menyediakan jasa konsultansi untuk klien yang ingin mengakuisisi klien

38 audit dari Kantor, ketika Kantor telah mendapatkan informasi rahasia

39 selama pelaksanaan audit yang mungkin relevan dengan transaksi

40 tersebut.

41 • Memberikan advis kepada dua klien pada saat yang bersamaan yang

42 keduanya sedang bersaing untuk mengakuisisi perusahaan yang sama

43 ketika advis tersebut mungkin relevan untuk kedua belah pihak yang

44 sedang dalam posisi bersaing.

45 • Memberikan berbagai jasa, baik kepada penjual maupun pembeli atas

46 transaksi yang sama.

63

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Menyusun penilaian aset untuk dua pihak yang saling berlawanan yang

2 berkaitan dengan aset tersebut.

3 • Mewakili dua klien yang sedang dalam sengketa hukum satu sama lain,

4 seperti dalam proses perceraian atau pembubaran suatu persekutuan

5 usaha.

6 • Dalam kaitannya dengan perjanjian lisensi, menyediakan laporan

7 asurans untuk pemberi lisensi royalti berdasarkan suatu perjanjian

8 lisensi ketika pada saat yang bersamaan juga memberikan jasa kepada

9 penerima lisensi untuk kebenaran jumlah utang royalti.

10 • Memberikan advis kepada klien untuk melakukan investasi dalam suatu

11 bisnis, pada saat yang bersamaan, sebagai contoh, pasangan dari

12 Anggota tersebut juga memiliki kepentingan keuangan pada investasi

13 tersebut.

14 • Memberikan advis strategis kepada klien atas posisi persaingannya,

15 pada saat yang bersamaan, Anggota tersebut juga sedang melakukan

16 kerjasama bisnis atau memiliki kepentingan yang sama dengan pesaing

17 utama klien.

18 • Memberikan advis kepada klien atas akuisisi suatu bisnis, pada saat

19 bersamaan Kantor juga tertarik untuk melakukan akuisisi bisnis

20 tersebut.

21 • Memberikan advis kepada klien atas pembelian produk atau jasa, pada

22 saat bersamaan, Anggota tersebut juga memiliki perjanjian royalti atau

23 komisi dengan salah satu pemasok untuk produk atau jasa tersebut.

24

25 Identifikasi Benturan

26

27 Umum

28

29 P310.5 Sebelum menerima suatu hubungan, perikatan, atau hubungan bisnis dengan

30 klien baru, setiap Anggota harus melakukan langkah-langkah yang rasional

31 untuk mengidentifikasi berbagai keadaan yang mungkin memunculkan

32 benturan kepentingan, dan mengakibatkan ancaman terhadap kepatuhan

33 pada satu atau lebih prinsip dasar etika. Langkah-langkah tersebut termasuk

34 mengidentifikasi:

35 (a) Sifat dari kepentingan dan hubungan yang relevan antara para pihak

36 yang terlibat; dan

37 (b) Jasa tersebut dan implikasinya terhadap para pihak yang terkait.

38

39 310.5-A1 Proses identifikasi benturan kepentingan yang efektif akan membantu

40 Anggota ketika melakukan langkah-langkah yang rasional untuk

41 mengidentifikasi kepentingan dan hubungan yang mungkin memunculkan

42 benturan kepentingan aktual atau potensial, baik sebelum menerima

43 perikatan maupun selama pelaksanaan perikatan. Proses tersebut termasuk

44 mempertimbangkan permasalahan yang diidentifikasi oleh pihak eksternal,

45 misalnya klien atau klien potensial. Semakin dini suatu benturan kepentingan

46 aktual atau potensial teridentifikasi, maka semakin besar kemungkinan

64


Click to View FlipBook Version