Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 604.7-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut termasuk:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 memberikan jasa, mungkin dapat mengatasi ancaman telaah pribadi
5 atau ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa telaah atas pekerjaan audit atau jasa yang telah dilaksanakan
8 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
9 • Memperoleh persetujuan dari otoritas perpajakan dapat mengatasi
10 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
11
12 Ketika Efektivitas Advis Pajak Bergantung pada Perlakuan atau Penyajian Akuntansi
13 Tertentu
14
15 P604.8 Kantor atau jaringan Kantor tidak akan memberikan jasa perencanaan pajak
16 dan jasa konsultansi pajak lainnya kepada klien audit ketika efektivitas advis
17 pajak bergantung pada perlakuan atau penyajian akuntansi tertentu dalam
18 laporan keuangan dan:
19 (a) Tim audit memiliki keraguan atas ketepatan perlakuan atau penyajian
20 akuntansi terkait berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang
21 relevan; dan
22 (b) Hasil atau konsekuensi dari advis pajak akan berdampak material
23 terhadap laporan keuangan yang diberikan opini oleh Kantor.
24
25 Jasa Perpajakan Termasuk Penilaian
26
27 Semua Klien Audit
28
29 604.9-A1 Memberikan jasa penilaian pajak kepada klien audit dapat memunculkan
30 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
31
32 604.9-A2 Kantor atau jaringan Kantor mungkin melakukan penilaian hanya untuk
33 keperluan pajak, ketika hasil penilaian tidak akan berdampak langsung
34 terhadap laporan keuangan (yaitu, laporan keuangan hanya dipengaruhi oleh
35 jurnal akuntansi yang terkait dengan pajak). Hal ini biasanya tidak
36 memunculkan ancaman jika dampaknya terhadap laporan keuangan tidak
37 material atau penilaian bergantung pada telaah eksternal oleh otoritas
38 perpajakan atau regulator yang serupa.
39
40 604.9-A3 Jika penilaian yang dilakukan untuk tujuan pajak tidak ditelaah oleh pihak
41 eksternal dan pengaruhnya material terhadap laporan keuangan, selain
42 paragraf 604.3-A2, maka faktor berikut relevan dalam mengevaluasi level
43 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang muncul bersamaan
44 dengan penyediaan jasa tersebut kepada klien audit:
45 • Sejauh mana metodologi penilaian didukung oleh peraturan perundang-
46 undangan perpajakan, preseden lain atau praktik yang sudah
47 ditetapkan.
165
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 • Level subjektivitas yang melekat dalam penilaian.
2 • Keandalan dan keluasan data yang digunakan sebagai dasar penilaian.
3
4 604.9-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
5 tersebut, termasuk:
6 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
7 memberikan jasa, mungkin dapat mengatasi ancaman telaah pribadi
8 atau ancaman advokasi.
9 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
10 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau jasa yang telah dilaksanakan
11 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
12 • Memperoleh persetujuan dari otoritas perpajakan dapat mengatasi
13 ancaman.
14
15 604.9-A5 Kantor atau jaringan Kantor mungkin juga melakukan penilaian pajak untuk
16 membantu klien audit dengan kewajiban pelaporan pajak atau untuk tujuan
17 perencanaan pajak ketika hasil penilaian akan berdampak langsung terhadap
18 laporan keuangan. Dalam situasi demikian, persyaratan dan materi aplikasi
19 yang ditetapkan dalam Subseksi 603 yang berkaitan dengan jasa penilaian
20 berlaku.
21
22 Asistensi Penyelesaian Sengketa Pajak
23
24 Semua Klien Audit
25
26 604.10-A1 Memberikan bantuan dalam penyelesaian sengketa pajak kepada klien audit
27 dapat memunculkan ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
28
29 604.10-A2 Sengketa pajak mungkin mencapai akhir ketika otoritas pajak telah
30 memberitahukan klien audit bahwa argumen terhadap masalah tertentu telah
31 ditolak dan baik otoritas pajak atau klien merujuk permasalahan untuk
32 penentuan dalam proses formal, misalnya, di hadapan lembaga penyelesaian
33 sengketa publik (contoh: BANI) atau pengadilan.
34
35 604.10-A3 Selain yang diatur dalam paragraf 604.3-A2, faktor yang relevan dalam
36 mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang
37 muncul pada saat membantu klien audit dalam penyelesaian sengketa pajak
38 mencakup:
39 • Peran manajemen dalam penyelesaian sengketa.
40 • Sejauh mana hasil perselisihan akan berdampak material terhadap
41 laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
42 • Apakah advis yang diberikan adalah subjek dari sengketa pajak.
43 • Sejauh mana permasalahan tersebut didukung oleh peraturan
44 perundang-undangan perpajakan, preseden lainnya, atau praktik yang
45 telah ditetapkan.
46 • Apakah permintaan keterangan dilakukan secara terbuka.
47
166
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 604.10-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut termasuk:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 memberikan jasa mungkin mengatasi ancaman telaah pribadi atau
5 ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau jasa yang telah dilaksanakan
8 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
9
10 Penyelesaian Permasalahan Pajak yang Melibatkan Tindakan sebagai Advokat
11
12 P604.11 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa perpajakan
13 termasuk membantu penyelesaian sengketa pajak kepada klien audit jika:
14 (a) Pemberian jasa termasuk bertindak sebagai advokat bagi klien audit
15 sebelum pengadilan publik atau pengadilan dalam penyelesaian
16 permasalahan pajak; dan
17 (b) Jumlah yang disengketakan material untuk laporan keuangan yang
18 akan diberikan opini oleh Kantor.
19
20 604.11-A1 Paragraf P604.11 tidak menghalangi Kantor atau jaringan Kantor berperan
21 sebagai konsultan berkelanjutan dalam kaitannya dengan permasalahan yang
22 diperoleh sebelum lembaga penyelesaian pengadilan publik atau pengadilan,
23 misalnya:
24 • Menanggapi permintaan spesifik untuk informasi.
25 • Memberikan laporan faktual atau kesaksian tentang pekerjaan yang
26 dilakukan.
27 • Membantu klien dalam menganalisis masalah pajak yang terkait dengan
28 masalah tersebut.
29
30 604.11-A2 Apa yang merupakan “pengadilan publik atau pengadilan” bergantung pada
31 bagaimana proses pajak pada yurisdiksi tertentu.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
167
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SUBSEKSI 605 - JASA AUDIT INTERNAL
2
3 PENDAHULUAN
4
5 605.1 Menyediakan jasa audit internal kepada klien audit dapat memunculkan
6 ancaman telaah pribadi.
7
8 605.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa audit
11 internal kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan yang melarang
12 Kantor dan jaringan Kantor untuk memberikan jasa audit internal tertentu
13 kepada klien audit dalam beberapa keadaan karena ancaman yang muncul
14 tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 605.3-A1 Jasa audit internal mencakup membantu klien audit dalam pelaksanaan
21 aktivitas audit internalnya. Aktivitas audit internal mungkin meliputi:
22 • Pemantauan pengendalian internal - menelaah pengendalian,
23 memantau operasi dan, merekomendasikan perbaikan kepada klien.
24 • Pemeriksaan informasi keuangan dan operasional dengan:
25 o Penelaahan terhadap cara yang digunakan untuk
26 mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasikan dan melaporkan
27 informasi keuangan dan operasional.
28 o Menanyakan secara spesifik tentang informasi tertentu termasuk
29 pengujian yang terinci atas transaksi, saldo, dan prosedur.
30 • Penelaahan atas aspek ekonomi, efisiensi dan efektivitas aktivitas
31 operasional termasuk aktivitas nonkeuangan dari suatu entitas.
32 • Penelaahan ketaatan terhadap:
33 o Peraturan perundang-undangan dan persyaratan ketentuan
34 eksternal lainnya.
35 o Kebijakan manajemen, arahan dan persyaratan ketentuan internal
36 lainnya.
37
38 605.3-A2 Ruang lingkup, tujuan aktivitas audit internal sangat bervariasi dan
39 bergantung pada ukuran, struktur entitas, serta persyaratan manajemen dan
40 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
41
42 P605.4 Ketika memberikan jasa audit internal kepada klien audit, Kantor harus
43 meyakini bahwa:
44 (a) Klien menunjuk sumber daya yang tepat dan kompeten, sebaiknya
45 merupakan manajemen senior, untuk:
46 (i) Bertanggung jawab setiap saat atas aktivitas audit internal; dan
168
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 (ii) Memahami tanggung jawab untuk merancang,
2 mengimplementasikan, memantau, dan memelihara pengendalian
3 internal.
4
5 (b) Manajemen klien atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
6 menilai dan menyetujui ruang lingkup, risiko dan frekuensi jasa audit
7 internal;
8
9 (c) Manajemen klien mengevaluasi kecukupan jasa audit internal dan hasil
10 temuan dari kinerjanya;
11
12 (d) Manajemen klien mengevaluasi dan menentukan rekomendasi yang
13 dihasilkan dari jasa audit internal untuk mengimplementasikan dan
14 mengelola proses implementasi; dan
15
16 605.4-A1 (e) Laporan manajemen klien kepada pihak yang bertanggung jawab atas
17 tata kelola, temuan dan rekomendasi signifikan yang dihasilkan dari
18 jasa audit internal.
19
20 Paragraf P600.7 menghalangi Kantor atau jaringan Kantor dari mengambil
21 alih tanggung jawab manajemen. Melakukan bagian signifikan dari aktivitas
22 605.4-A2 audit internal klien meningkatkan kemungkinan bahwa Kantor atau personel
23 jaringan Kantor yang menyediakan jasa audit internal akan mengambil alih
24 tanggung jawab manajemen.
25
26 Contoh jasa audit internal yang melibatkan tanggung jawab manajemen
27 meliputi:
28 • Menetapkan kebijakan audit internal atau arahan strategis atas aktivitas
29
30 audit internal.
31 • Mengarahkan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan karyawan
32
33 audit internal entitas.
34 • Memutuskan rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan audit internal
35
36 untuk diimplementasikan.
37 • Melaporkan hasil aktivitas audit internal kepada pihak yang
38
39 bertanggung jawab atas tata kelola atas nama manajemen.
40 • Melakukan prosedur yang merupakan bagian dari pengendalian
41
42 internal, seperti menelaah dan menyetujui perubahan atas hak akses
43 605.4-A3 data karyawan.
44 • Bertanggung jawab untuk merancang, mengimplementasikan,
45 memantau dan memelihara pengendalian internal.
46 • Melakukan jasa audit internal yang dialihdayakan, yang terdiri atas
47 semua atau sebagian besar fungsi audit internal, ketika Kantor atau
jaringan Kantor bertanggung jawab untuk menentukan ruang lingkup
pekerjaan audit internal; dan mungkin memiliki tanggung jawab untuk
satu atau lebih dari permasalahan yang disebutkan di atas.
Ketika Kantor menggunakan pekerjaan fungsi audit internal dalam perikatan
audit, SA mensyaratkan pelaksanaan prosedur untuk mengevaluasi
kecukupan pekerjaan tersebut. Demikian pula, ketika Kantor atau jaringan
Kantor menerima perikatan untuk memberikan jasa audit internal kepada klien
audit, maka hasil dari jasa tersebut dapat digunakan dalam melakukan audit
169
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 eksternal. Hal tersebut memunculkan ancaman telaah pribadi karena mungkin
2 tim audit akan menggunakan hasil jasa audit internal untuk tujuan perikatan
3 audit tanpa:
4 • Mengevaluasi hasil tersebut secara tepat; atau
5 • Menerapkan level skeptisisme profesional yang sama seperti yang
6 dilakukan ketika pekerjaan audit internal dilakukan oleh individu yang
7 bukan anggota Kantor.
8
9 605.4-A4 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi
10 meliputi:
11 • Materialitas atas jumlah dalam laporan keuangan terkait.
12 • Risiko salah saji atas asersi yang terkait dengan jumlah dalam laporan
13 keuangan tersebut.
14 • Tingkat keyakinan bahwa tim audit akan ditempatkan pada pekerjaan
15 jasa audit internal, termasuk dalam proses audit eksternal.
16
17 605.4-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
18 telaah pribadi adalah menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit
19 untuk melaksanakan jasa.
20
21 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
22
23 P605.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa audit internal
24 kepada klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik, jika
25 jasa tersebut berkaitan dengan dengan:
26 (a) Bagian signifikan dari pengendalian internal atas laporan keuangan;
27 (b) Sistem akuntansi keuangan yang menghasilkan informasi, baik secara
28 individual atau agregat, material terhadap catatan akuntansi klien atau
29 laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor; atau
30 (c) Jumlah atau pengungkapan, baik secara individual atau agregat,
31 material terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
32 Kantor.
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
170
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SUBSEKSI 606 - JASA SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
2
3 PENDAHULUAN
4
5 606.1 Menyediakan jasa teknologi informasi (TI) untuk klien audit dapat
6 memunculkan ancaman telaah pribadi.
7
8 606.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi dalam subseksi ini, persyaratan dan
9 materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan untuk
10 menerapkan kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa sistem TI
11 kepada klien audit. Subseksi ini mencakup persyaratan yang melarang Kantor
12 dan jaringan Kantor menyediakan jasa sistem TI tertentu kepada klien audit
13 dalam beberapa keadaan karena ancaman yang muncul tidak dapat diatasi
14 dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 606.3-A1 Jasa yang terkait dengan sistem TI mencakup perancangan atau
21 implementasi perangkat keras atau sistem perangkat lunak. Sistem TI
22 mungkin:
23 (a) Sumber data agregat;
24 (b) Bagian dari pengendalian internal atas pelaporan keuangan; atau
25 (c) Menghasilkan informasi yang berdampak terhadap catatan akuntansi
26 atau laporan keuangan, termasuk pengungkapan terkait.
27 Namun, sistem TI mungkin juga melibatkan permasalahan yang tidak terkait
28 dengan catatan akuntansi klien audit atau pengendalian internal atas
29 pelaporan keuangan atau laporan keuangan.
30
31 606.3-A2 Paragraf P600.7 melarang Kantor atau jaringan Kantor dari mengambil alih
32 tanggung jawab manajemen. Menyediakan jasa sistem TI berikut kepada
33 klien audit biasanya tidak memunculkan ancaman selama personel Kantor
34 atau jaringan Kantor tidak mengambil alih tanggung jawab manajemen:
35 (a) Merancang atau mengimplementasikan sistem TI yang tidak terkait
36 dengan pengendalian internal atas pelaporan keuangan;
37 (b) Merancang atau mengimplementasikan sistem TI yang tidak
38 menghasilkan informasi yang membentuk bagian signifikan dari catatan
39 akuntansi atau laporan keuangan;
40 (c) Mengimplementasikan perangkat lunak akuntansi atau pelaporan
41 informasi keuangan siap pakai yang tidak dikembangkan oleh Kantor
42 atau jaringan Kantor, jika kustomisasi yang diperlukan untuk memenuhi
43 kebutuhan klien tidak signifikan; dan
44 (d) Mengevaluasi dan membuat rekomendasi berkenaan dengan sistem TI
45 yang dirancang, diimplementasikan atau dioperasikan oleh penyedia
46 jasa lain atau klien.
47
171
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 P606.4 Ketika memberikan jasa sistem TI kepada klien audit, Kantor atau jaringan
2 Kantor harus meyakini bahwa:
3 (a) Klien memahami tanggung jawabnya untuk membangun dan memonitor
4 sistem pengendalian internal;
5 (b) Klien menetapkan tanggung jawab untuk membuat semua keputusan
6 manajemen sehubungan dengan desain dan implementasi perangkat
7 keras atau sistem perangkat lunak untuk karyawan yang kompeten,
8 sebaiknya merupakan manajemen senior;
9 (c) Klien membuat semua keputusan manajemen sehubungan dengan
10 desain dan proses implementasi;
11 (d) Klien mengevaluasi kecukupan dan hasil dari desain dan implementasi
12 sistem; dan
13 (e) Klien bertanggung jawab untuk mengoperasikan sistem (perangkat
14 keras atau perangkat lunak) dan terhadap data yang digunakan atau
15 dihasilkan.
16
17 606.4-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi yang
18 dibuat dengan menyediakan jasa sistem TI kepada klien audit meliputi:
19 • Sifat dari jasa tersebut.
20 • Sifat sistem TI dan sejauh mana pengaruh atau interaksinya dengan
21 catatan atau laporan keuangan klien.
22 • Level kepercayaan yang akan ditempatkan pada sistem TI tertentu
23 sebagai bagian dari audit.
24
25 606.4-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
26 telaah pribadi adalah menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit
27 untuk memberikan jasa.
28
29 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
30
31 P606.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa sistem TI kepada
32 klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik jika jasa
33 tersebut melibatkan perancangan atau implementasi sistem TI yang:
34 (a) Membentuk bagian signifikan dari pengendalian internal atas pelaporan
35 keuangan; atau
36 (b) Menghasilkan informasi yang signifikan terhadap catatan akuntansi
37 klien atau laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
172
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SUBSEKSI 607 - JASA PENUNJANG LITIGASI
2
3 PENDAHULUAN
4
5 607.1 Memberikan jasa penunjang litigasi tertentu kepada klien audit dapat
6 memunculkan ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 607.2 Selain materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini, persyaratan dan materi
9 aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan untuk menerapkan
10 kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa penunjang litigasi kepada
11 klien audit.
12
13 MATERI APLIKASI
14
15 Semua Klien Audit
16
17 607.3-A1 Jasa penunjang litigasi dapat mencakup aktivitas seperti:
18 • Bantuan pengelolaan dokumen dan pengambilannya.
19 • Bertindak sebagai saksi, termasuk saksi ahli.
20 • Menghitung perkiraan kerugian yang diestimasikan atau jumlah lain
21 yang mungkin menjadi piutang atau utang sebagai hasil dari litigasi atau
22 sengketa hukum lainnya.
23
24 607.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau
25 ancaman advokasi yang muncul dengan memberikan jasa penunjang litigasi
26 kepada klien audit meliputi:
27 • Lingkungan hukum dan peraturan perundang-undangan ketika jasa
28 diberikan, misalnya, apakah seorang saksi ahli dipilih dan diangkat oleh
29 pengadilan.
30 • Sifat dan karakteristik jasa.
31 • Sejauh mana hasil dari jasa penunjang litigasi akan berdampak material
32 terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
33
34 607.3-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
35 telaah pribadi atau ancaman advokasi semacam itu adalah menugaskan
36 seorang profesional yang bukan anggota tim audit untuk melakukan jasa
37 tersebut.
38
39 607.3-A4 Jika Kantor atau jaringan Kantor memberikan jasa penunjang litigasi kepada
40 klien audit dan jasa tersebut melibatkan estimasi kerugian atau jumlah lain
41 yang memengaruhi laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor,
42 maka persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam Subseksi 603
43 terkait dengan penerapan jasa penilaian berlaku.
44
45
46
47
173
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SUBSEKSI 608 - JASA HUKUM
2
3 PENDAHULUAN
4
5 608.1 Memberikan jasa hukum kepada klien audit dapat memunculkan ancaman
6 telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 608.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa hukum
11 kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan yang melarang Kantor
12 dan jaringan Kantor dari menyediakan jasa hukum tertentu kepada klien audit
13 dalam beberapa keadaan karena ancaman tidak dapat diatasi dengan
14 menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 608.3-A1 Jasa hukum didefinisikan sebagai jasa apa pun yang disediakan oleh individu
21 yang menyediakan jasa tersebut:
22 (a) Memiliki pelatihan hukum yang disyaratkan untuk berpraktik hukum;
23 atau
24 (b) Diakui untuk berpraktik hukum di hadapan pengadilan dalam yurisdiksi
25 ketika jasa tersebut diberikan.
26
27 Bertindak sebagai Konsultan
28
29 608.4-A1 Bergantung pada yurisdiksi, jasa konsultansi hukum mungkin mencakup
30 berbagai area jasa yang luas dan beragam termasuk jasa korporat dan
31 komersial kepada klien audit, seperti:
32 • Dukungan penyusunan kontrak.
33 • Mendukung klien audit dalam melakukan transaksi.
34 • Merger dan akuisisi.
35 • Mendukung dan membantu departemen hukum internal klien audit.
36 • Uji tuntas dan restrukturisasi hukum.
37
38 608.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau
39 ancaman advokasi yang muncul dalam memberikan jasa konsultansi hukum
40 kepada klien audit meliputi:
41 • Materialitas atas permasalahan spesifik yang berkaitan dengan laporan
42 keuangan klien.
43 • Kompleksitas permasalahan hukum dan level penilaian yang diperlukan
44 untuk memberikan jasa.
45
46
47
174
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 608.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut mencakup:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 melakukan jasa mungkin akan menghadapi ancaman telaah pribadi
5 atau ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam memberikan
7 jasa penelaahan atas pekerjaan audit atau jasa yang dilakukan dapat
8 mengatasi ancaman telaah pribadi.
9
10 Bertindak sebagai Penasihat Hukum
11
12 P608.5 Seorang rekan atau karyawan Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh
13 berfungsi sebagai penasihat umum untuk urusan hukum dari klien audit.
14
15 608.5-A1 Posisi penasihat umum biasanya merupakan posisi manajemen senior
16 dengan tanggung jawab luas untuk urusan hukum perusahaan.
17
18 Bertindak dalam Peran Advokasi
19
20 P608.6 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh bertindak dalam peran advokasi untuk
21 klien audit dalam menyelesaikan sengketa atau litigasi ketika jumlahnya
22 material pada laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
23
24 608.6-A1 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
25 telaah pribadi yang dibuat ketika bertindak dalam peran advokasi untuk klien
26 audit jika jumlahnya tidak material terhadap laporan keuangan yang akan
27 diberikan opini oleh Kantor termasuk:
28 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
29 melakukan jasa.
30 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam
31 memberikan jasa penelaahan atas pekerjaan audit atau jasa yang
32 dilakukan.
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
175
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SUBSEKSI 609 - JASA REKRUTMEN
2
3 PENDAHULUAN
4
5 609.1 Memberikan jasa perekrutan karyawan kepada klien audit dapat
6 memunculkan ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau
7 ancaman intimidasi.
8
9 609.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
10 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
11 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika menyediakan jasa
12 perekrutan kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan yang
13 melarang Kantor dan jaringan Kantor dari menyediakan jenis jasa perekrutan
14 tertentu kepada klien audit dalam beberapa keadaan karena ancaman yang
15 muncul tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Semua Klien Audit
20
21 609.3-A1. Jasa perekrutan dapat mencakup aktivitas seperti:
22 • Mengembangkan deskripsi pekerjaan.
23 • Mengembangkan proses pengidentifikasian dan memilih kandidat yang
24 potensial.
25 • Mencari kandidat yang diperlukan atau mencari tahu kandidat yang
26 tepat.
27 • Menyaring kandidat potensial untuk peran tersebut dengan:
28 o Menelaah kualifikasi profesional atau kompetensi pelamar dan
29 menentukan kesesuaiannya untuk posisi tersebut.
30 o Melakukan pemeriksaan referensi calon kandidat.
31 o Mewawancarai dan memilih kandidat yang cocok dan memberi
32 advis tentang kompetensi kandidat.
33 • Menentukan ketentuan kerja dan perincian negosiasi, seperti gaji, jam
34 kerja, dan kompensasi lainnya.
35
36 609.3-A2 Paragraf P600.7 melarang Kantor atau jaringan Kantor dari mengambil alih
37 tanggung jawab manajemen. Menyediakan jasa berikut biasanya tidak
38 memunculkan ancaman selama personel Kantor atau jaringan Kantor tidak
39 mengambil alih tanggung jawab manajemen:
40 • Menelaah kualifikasi profesional dari sejumlah pelamar dan
41 memberikan saran tentang kesesuaian mereka untuk posisi tersebut.
42 • Mewawancarai kandidat dan memberi advis tentang kompetensi
43 kandidat untuk akuntansi keuangan, posisi administratif atau
44 pengendalian.
45
46
47
176
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 P609.4 Ketika Kantor atau jaringan Kantor menyediakan jasa rekrutmen kepada klien
2 audit, Kantor harus meyakini bahwa:
3 (a) Klien memberikan tanggung jawab untuk membuat semua keputusan
4 manajemen terkait dengan mempekerjakan kandidat untuk posisi
5 sebagai karyawan yang kompeten, sebaiknya merupakan manajemen
6 senior; dan
7 (b) Klien membuat semua keputusan manajemen sehubungan dengan
8 proses perekrutan, termasuk:
9 • Menentukan kecocokan calon kandidat dan memilih kandidat
10 yang cocok untuk posisi tersebut.
11 • Menentukan ketentuan kerja dan menegosiasikan hal rinci, seperti
12 gaji, jam kerja, dan kompensasi lainnya.
13
14 609.5-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi,
15 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi yang muncul dengan
16 menyediakan jasa perekrutan kepada klien audit meliputi:
17 • Sifat dari bantuan yang diminta.
18 • Peran individu yang akan direkrut.
19 • Setiap konflik kepentingan atau hubungan yang mungkin ada antara
20 kandidat dan Kantor yang menyediakan advis atau jasa.
21
22 609.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
23 kepentingan pribadi, kedekatan, atau intimidasi adalah menugaskan
24 profesional yang bukan anggota tim audit untuk melakukan jasa tersebut.
25
26 Jasa Rekrutmen yang Dilarang
27
28 P609.6 Ketika memberikan jasa perekrutan kepada klien audit, Kantor atau jaringan
29 Kantor tidak boleh bertindak sebagai negosiator atas nama klien.
30
31 P609.7 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh menyediakan jasa perekrutan kepada
32 klien audit jika jasa tersebut berkaitan dengan:
33 (a) Mencari atau menemukan kandidat; atau
34 (b) Melakukan pemeriksaan referensi calon kandidat, sehubungan dengan
35 posisi berikut:
36 (i) Seorang direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari entitas;
37 atau
38 (ii) Seorang anggota manajemen senior dalam posisi untuk
39 memberikan pengaruh signifikan atas penyusunan catatan
40 akuntansi klien atau laporan keuangan yang akan diberikan opini
41 oleh Kantor.
42
43
44
45
46
47
177
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SUBSEKSI 610 - JASA KEUANGAN KORPORAT
2
3 PENDAHULUAN
4
5 610.1 Menyediakan jasa keuangan korporat kepada klien audit dapat memunculkan
6 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 610.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa
11 keuangan korporat kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan
12 yang melarang Kantor dan jaringan Kantor untuk menyediakan jasa keuangan
13 korporat tertentu dalam beberapa keadaan kepada klien audit karena
14 ancaman yang dibuat tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 610.3-A1 Contoh jasa keuangan korporat yang dapat memunculkan ancaman telaah
21 pribadi atau ancaman advokasi meliputi:
22 • Membantu klien audit dalam mengembangkan strategi korporat.
23 • Mengidentifikasi sasaran potensial yang akan dicapai klien audit.
24 • Advis pada transaksi pelepasan.
25 • Membantu transaksi pemerolehan dana.
26 • Memberikan saran restruktukrisasi.
27 • Memberikan saran tentang restrukturisasi transaksi keuangan korporat
28 atau pengaturan pembiayaan yang secara langsung akan memengaruhi
29 jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang akan diberikan
30 opini oleh Kantor.
31
32 610.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul dengan
33 menyediakan jasa keuangan korporat kepada klien audit meliputi:
34 • Tingkat subjektivitas yang terlibat dalam menentukan perlakuan yang
35 tepat untuk hasil atau konsekuensi dari advis keuangan korporat dalam
36 laporan keuangan.
37 • Sejauh mana:
38 o Hasil dari advis keuangan korporat akan secara langsung
39 memengaruhi jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan.
40 o Jumlahnya material terhadap laporan keuangan.
41 • Apakah keefektivitasan advis keuangan korporat bergantung pada
42 perlakuan atau penyajian akuntansi tertentu dalam laporan keuangan
43 dan terdapat keraguan mengenai ketepatan perlakuan atau penyajian
44 akuntansi terkait berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang
45 relevan.
46
178
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 610.3-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut termasuk:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 memberikan jasa mungkin mengatasi ancaman telaah pribadi atau
5 ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa penelaahan atas pekerjaan audit atau jasa yang telah dilakukan,
8 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
9
10 Jasa Keuangan Korporat yang Dilarang
11
12 P610.4 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa keuangan korporat
13 kepada klien audit yang melibatkan promosi, transaksi, atau penjaminan
14 saham klien audit.
15
16 P610.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan advis keuangan korporat
17 kepada klien audit ketika keefektivitasan advis tersebut bergantung pada
18 perlakuan atau penyajian akuntansi tertentu dalam laporan keuangan yang
19 akan diberikan opini oleh Kantor:
20 (a) Tim audit memiliki keraguan atas ketepatan perlakuan atau penyajian
21 akuntansi terkait berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang
22 relevan; dan
23 (b) Hasil atau konsekuensi dari advis keuangan korporat berdampak
24 material terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
25 Kantor.
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
179
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 800
2
3 LAPORAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN BERTUJUAN KHUSUS YANG
4 MENCAKUP PEMBATASAN DISTRIBUSI DAN PENGGUNAANNYA (PERIKATAN AUDIT
5 DAN PERIKATAN REVIU)
6
7 PENDAHULUAN
8
9 800.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
10 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
11 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
12 independensi.
13
14 800.2 Seksi ini menetapkan modifikasi tertentu untuk Bagian 4A yang diizinkan
15 dalam keadaan tertentu yang melibatkan audit atas laporan keuangan
16 bertujuan khusus ketika laporan tersebut mencakup pembatasan distribusi
17 dan penggunaannya. Pada seksi ini, perikatan untuk menerbitkan laporan
18 yang dibatasi distribusi dan penggunaannya sesuai keadaannya, ditetapkan
19 dalam paragraf P800.3 mengacu pada “perikatan audit yang memenuhi
20 persyaratan”.
21
22 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
23
24 Umum
25
26 P800.3 Ketika Kantor bermaksud untuk menerbitkan laporan audit atas laporan
27 keuangan bertujuan khusus yang mencakup pembatasan distribusi dan
28 penggunaannya, maka persyaratan independensi yang ditetapkan pada
29 bagian 4A harus memenuhi syarat untuk modifikasi yang diizinkan oleh seksi
30 ini, namun hanya jika:
31 (a) Kantor berkomunikasi dengan pengguna laporan auditor mengenai
32 modifikasi persyaratan independensi yang akan diterapkan dalam
33 menyediakan jasa; dan
34 (b) Pengguna yang dituju memahami tujuan dan keterbatasan laporan
35 serta menyetujui penerapan modifikasi secara eskplisit.
36
37 800.3-A1 Pengguna yang dituju mungkin memperoleh pemahaman tentang tujuan dan
38 keterbatasan laporan dengan berpartisipasi, baik secara langsung, atau tidak
39 langsung melalui perwakilan yang memiliki kewenangan untuk bertindak atas
40 pengguna yang dituju, dalam menetapkan sifat dan ruang lingkup perikatan.
41 Dalam kedua kasus tersebut, partisipasi ini membantu Kantor untuk
42 berkomunikasi dengan pengguna yang dituju tentang permasalahan
43 independensi, termasuk keadaan yang relevan untuk menerapkan kerangka
44 kerja konseptual. Hal tersebut juga memungkinkan Kantor untuk
45 mendapatkan kesepakatan dari pengguna yang dituju dengan persyaratan
46 independensi yang dimodifikasi.
47
48
180
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 P800.4 Apabila pengguna yang dituju adalah kelompok pengguna yang tidak dapat
2 diidentifikasi secara spesifik berdasarkan nama saat ketentuan perikatan
3 ditetapkan, maka Kantor harus membuat pengguna tersebut menyadari
4 bahwa modifikasi persyaratan independensi telah disetujui oleh
5 perwakilannya.
6
7 800.4-A1 Misalnya, ketika pengguna yang dituju adalah kelompok pengguna seperti
8 pemberi pinjaman dalam pengaturan pinjaman sindikasi, maka Kantor harus
9 menjelaskan modifikasi persyaratan independensi dalam surat perikatan
10 kepada perwakilan pemberi pinjaman. Perwakilan tersebut kemudian mungkin
11 membuat surat perikatan Kantor tersedia bagi semua anggota kelompok
12 pemberi pinjaman untuk memenuhi persyaratan bagi Kantor yang membuat
13 pengguna menyadari bahwa modifikasi persyaratan independensi telah
14 disetujui oleh perwakilannya.
15
16 P800.5 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
17 setiap modifikasi pada bagian 4A harus dibatasi sebagaimana yang
18 ditetapkan pada paragraf P800.7 hingga P800.14. Kantor tidak boleh
19 menerapkan modifikasi tersebut ketika melakukan audit atas laporan
20 keuangan yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.
21
22 P800.6 Jika Kantor juga menerbitkan laporan audit yang tidak mencakup pembatasan
23 distribusi dan penggunaannya untuk klien yang sama, maka Kantor harus
24 menerapkan bagian 4A untuk perikatan audit tersebut.
25
26 Entitas dengan Akuntabilitas Publik
27
28 P800.7 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
29 Kantor tidak perlu menerapkan persyaratan independensi yang ditetapkan
30 dalam bagian 4A yang hanya berlaku untuk perikatan audit entitas dengan
31 akuntabilitas publik.
32
33 Entitas Berelasi
34
35 P800.8 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan,
36 referensi ke “klien audit” pada bagian 4A tidak perlu menyertakan entitas
37 berelasinya. Namun, ketika tim audit mengetahui atau memiliki alasan untuk
38 meyakini bahwa suatu hubungan atau kondisi yang melibatkan entitas
39 berelasi terhadap klien relevan dengan evaluasi independensi Kantor, maka
40 tim audit harus memasukkan entitas berelasi ketika mengidentifikasi,
41 mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap independensi.
42
43
44
45
46
47
48
181
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 Jaringan dan Jaringan Kantor
2
3 P800.9 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
4 persyaratan spesifik mengenai jaringan Kantor yang ditetapkan dalam bagian
5 4A tidak perlu diterapkan. Namun, ketika Kantor mengetahui atau memiliki
6 alasan untuk meyakini bahwa ancaman terhadap independensi muncul oleh
7 kepentingan dan hubungan dari jaringan Kantor, maka Kantor harus
8 mengevaluasi dan mengatasi ancaman tersebut.
9
10 Kepentingan Keuangan, Pinjaman dan Jaminan, Hubungan Bisnis yang Erat, dan
11 Hubungan Keluarga dan Pribadi
12
13 P800.10 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka:
14 (a) Ketentuan relevan yang ditetapkan pada Seksi 510, 511, 520, 521, 522,
15 524 dan 525 hanya berlaku untuk anggota tim perikatan, anggota
16 keluarga inti, dan, jika berlaku, anggota keluarga dekat;
17 (b) Kantor harus mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi setiap
18 ancaman terhadap independensi yang muncul karena kepentingan dan
19 hubungan, sebagaimana ditetapkan dalam Seksi 510, 511, 520, 521,
20 522, 524, dan 525, antara klien audit dan anggota tim audit berikut:
21 (i) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait
22 teknis atau industri, transaksi, atau peristiwa; dan
23 (ii) Pihak yang memberikan pengendalian mutu untuk perikatan,
24 termasuk pihak yang melakukan penelaahan pengendalian mutu
25 perikatan; dan
26 (c) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman bahwa tim
27 perikatan memiliki keyakinan yang muncul karena kepentingan dan
28 hubungan antara klien audit dan pihak lain dalam Kantor yang dapat
29 secara langsung memengaruhi hasil dari perikatan audit.
30
31 800.10-A1 Pihak lain dalam Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil dari
32 perikatan audit termasuk mereka yang merekomendasikan kompensasi, atau
33 yang menyediakan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan
34 lainnya, dari rekan perikatan audit sehubungan dengan kinerja perikatan audit
35 termasuk pada semua level senior yang lebih tinggi di atas rekan perikatan
36 melalui individu yang merupakan Rekan Senior atau Pimpinan Rekan (kepala
37 eksekutif atau setara) Kantor.
38
39 P800.11 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
40 Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman yang diyakini tim
41 perikatan, muncul dari kepentingan keuangan pada klien audit yang dimiliki
42 oleh individu, sebagaimana diatur di paragraf P510.4(c)-(d), P510.5, P510.7
43 dan 510.10-A5 dan A9.
44
45 P800.12 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
46 Kantor (dalam penerapan ketentuan di paragraf P510.4(a), P510.6, dan
47 P510.7 pada kepentingan Kantor) tidak boleh memiliki kepentingan keuangan
48 yang material, baik secara langsung atau tidak langsung pada klien audit.
182
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 Pekerjaan dengan Klien Audit
2
3 P800.13 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
4 Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi ancaman yang muncul dari
5 hubungan kerja apa pun sebagaimana diatur di paragraf 524.3-A1-524.5-A3.
6
7 Pemberian Jasa Non-Asurans
8
9 P800.14 Jika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan dan
10 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, maka Kantor harus
11 mematuhi ketentuan Seksi 410-430 dan Seksi 600, termasuk subseksinya,
12 dan tunduk pada paragraf P800.7-P800.9.
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
183
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 BAGIAN 4B
2 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASURANS SELAIN PERIKATAN AUDIT DAN
3 PERIKATAN REVIU
4
5 SEKSI 900
6
7 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL UNTUK INDEPENDENSI DALAM
8 PERIKATAN ASURANS SELAIN PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU
9
10 PENDAHULUAN
11
12 Umum
13
14 900.1 Bagian ini berlaku untuk perikatan asurans selain perikatan audit dan
15 perikatan reviu (dikenal sebagai “perikatan asurans” dalam Bagian ini).
16 Contoh perikatan tersebut meliputi:
17 • Audit atas unsur, akun, atau pos tertentu dari laporan keuangan.
18 • Asurans atas indikator kunci kinerja perusahaan.
19 Dalam Bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada Anggota yang berpraktik
20 900.2
21 melayani publik dan Kantornya.
22
23 900.3 Standar Pengendalian Mutu (SPM) 1 mensyaratkan Kantor untuk
24 menetapkan kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan
25 keyakinan memadai bahwa Kantor, personelnya dan, jika dapat diterapkan,
26 pihak lain, tunduk pada persyaratan independensi untuk mempertahankan
27 independensi yang disyaratkan oleh standar etika yang relevan. Standar
28 Perikatan Asurans menetapkan tanggung jawab untuk rekan perikatan dan
29 tim perikatan pada setiap level perikatan. Alokasi tanggung jawab dalam
30 suatu Kantor bergantung pada ukuran, struktur, dan organisasinya. Banyak
31 ketentuan pada bagian 4B tidak menggambarkan tanggung jawab spesifik
32 individu dalam Kantor untuk bertindak terkait dengan independensi,
33 melainkan mengacu pada “Kantor” untuk kemudahan referensi. Kantor
34 menetapkan tanggung jawab atas suatu tindakan tertentu kepada individu
35 atau sekelompok individu (seperti tim perikatan asurans) sesuai dengan SPM
36 1. Selain itu, Anggota bertanggung jawab terhadap setiap ketentuan yang
37 berlaku atas aktivitas Anggota, kepentingan, atau hubungannya.
38
39 900.4 Independensi terkait dengan prinsip objektivitas dan integritas, terdiri atas:
40 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang
41 memungkinkan untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak
42 terpengaruh oleh tekanan yang dapat mengompromikan pertimbangan
43 profesional, sehingga memungkinkan individu bertindak secara
44 berintegritas serta menerapkan objektivitas dan skeptisisme profesional.
45 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan
46 yang sangat signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki
47 informasi yang memadai kemungkinan akan menyimpulkan bahwa
184
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari Kantor, atau
2 seorang anggota tim asurans telah dikompomikan.
3 Dalam bagian ini, individu atau Kantor yang “independen” berarti bahwa
4 individu atau Kantor tersebut telah memenuhi ketentuan pada bagian ini.
5
6 900.5 Ketika melakukan perikatan asurans, kode etik mengharuskan Kantor untuk
7 mematuhi prinsip dasar etika dan independen. Bagian ini menetapkan
8 persyaratan dan materi aplikasi spesifik tentang bagaimana menerapkan
9 kerangka kerja konseptual untuk mempertahankan independensi ketika
10 melakukan perikatan tersebut. Kerangka kerja konseptual yang ditetapkan
11 dalam Seksi 120 berlaku untuk independensi seperti halnya prinsip dasar
12 yang ditetapkan dalam Seksi 110.
13
14 900.6 Bagian ini menjelaskan:
15 (a) Fakta dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan
16 profesional yang memunculkan atau mungkin memunculkan ancaman
17 terhadap independensi;
18 (b) Tindakan potensial, termasuk pengamanan, yang mungkin tepat
19 diterapkan untuk mengatasi ancaman tersebut; dan
20 (c) Beberapa situasi ketika ancaman tidak dapat dihilangkan atau tidak
21 terdapat pengamanan untuk menurunkan ancaman pada level yang
22 dapat diterima.
23
24 Uraian Perikatan Asurans Lain
25
26 900.7 Perikatan asurans dirancang untuk meningkatkan level kepercayaan
27 pengguna yang dituju tentang hasil evaluasi atau pengukuran hal pokok
28 terhadap kriteria. Dalam perikatan asurans, Kantor mengungkapkan
29 kesimpulan yang dirancang untuk meningkatkan level kepercayaan pengguna
30 yang dituju (selain pihak yang bertanggung jawab) tentang hasil evaluasi atau
31 pengukuran hal pokok terhadap kriteria. Kerangka Asurans menjelaskan
32 elemen dan tujuan dari perikatan asurans dan mengidentifikasi perikatan
33 dengan menerapkan Standar Perikatan Asurans. Untuk mendeskripsikan
34 unsur dan tujuan dari perikatan asurans, lihat Kerangka Asurans.
35
36 900.8 Hasil evaluasi atau pengukuran hal pokok adalah informasi yang dihasilkan
37 dari penerapan kriteria terhadap hal pokok tersebut. Istilah “informasi hal
38 pokok” digunakan untuk hasil evaluasi atau pengukuran hal pokok. Contoh,
39 Kerangka Perikatan Asurans menyatakan bahwa suatu asersi tentang
40 keefektivitasan pengendalian internal (informasi hal pokok) merupakan hasil
41 dari penerapan suatu kerangka untuk pengevaluasian keefektivitasan
42 pengendalian internal, seperti COSO atau CoCo (kriteria), terhadap
43 pengendalian internal, sebuah proses (hal pokok).
44
45 900.9 Perikatan asurans dapat berbasis asersi atau pelaporan langsung. Dalam
46 kedua jenis perikatan tersebut, perikatan asurans melibatkan tiga pihak yang
47 terpisah, yaitu Kantor, pihak yang bertanggung jawab, dan pengguna yang
48 dituju.
185
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 900.10 Dalam perikatan berbasis asersi, pengevaluasian atau pengukuran hal pokok
2 dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab. Informasi hal pokok yang
3 berbentuk asersi disusun oleh pihak yang bertanggung jawab untuk keperluan
4 pengguna yang dituju.
5
6 900.11 Dalam perikatan asurans pelaporan langsung, Kantor:
7 (a) Melakukan pengevaluasian atau pengukuran terhadap suatu hal pokok;
8 atau
9 (b) Memperoleh suatu representasi dari pihak yang bertanggung jawab
10 yang telah melakukan pengevaluasian atau pengukuran yang tidak
11 tersedia bagi para pengguna yang dituju. Informasi hal pokok
12 disediakan kepada pengguna yang dituju dalam laporan asurans.
13
14 Laporan yang Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya
15
16 900.12 Laporan asurans mungkin mencakup pembatasan distribusi dan
17 penggunaannya. Jika hal tersebut terjadi dan ketentuan yang ditetapkan
18 dalam Seksi 990 terpenuhi, maka persyaratan independensi dalam bagian ini
19 dapat dimodifikasi sebagaimana dijelaskan pada Seksi 990.
20
21 900.13 Standar independensi untuk perikatan audit dan perikatan reviu dijelaskan
22 pada Bagian 4A – Independensi untuk Perikatan Audit dan Perikatan Reviu.
23 Jika Kantor melakukan perikatan asurans dan perikatan audit atau perikatan
24 reviu untuk klien yang sama, maka persyaratan di Bagian 4A tetap berlaku
25 untuk Kantor, jaringan Kantor, dan anggota tim audit atau tim reviu.
26
27 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
28
29 Umum
30
31 P900.14 Kantor yang melakukan perikatan asurans harus independen.
32
33 P900.15 Kantor harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam
34 Seksi 120 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman
35 terhadap independensi dalam kaitannya dengan perikatan asurans.
36
37 Jaringan Kantor
38
39 P900.16 Ketika Kantor meyakini bahwa kepentingan dan hubungan jaringan Kantor
40 dapat memunculkan ancaman terhadap independensi Kantor, maka Kantor
41 harus mengevaluasi dan mengatasi ancaman tersebut.
42
43 900.16-A1 Jaringan Kantor dibahas dalam paragraf 400.50-A1 hingga 400.54-A1.
44
45
46
47
48
186
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 Entitas Berelasi
2
3 P900.17 Ketika tim asurans mengetahui atau meyakini bahwa suatu hubungan atau
4 keadaan yang melibatkan entitas berelasi dari klien asurans relevan untuk
5 evaluasi independensi Kantor terhadap klien, maka tim asurans harus
6 menyertakan entitas berelasi ketika mengidentifikasi, mengevaluasi dan
7 mengatasi ancaman terhadap independensi.
8
9 Jenis Perikatan Asurans
10
11 Perikatan Asurans Berbasis Asersi
12
13 P900.18 Ketika melakukan perikatan asurans berbasis asersi:
14 (a) Anggota tim asurans dan Kantor harus independen terhadap klien
15 asurans (pihak yang bertanggung jawab terhadap informasi hal pokok,
16 dan mungkin bertanggung jawab atas hal pokok sebagaimana
17 dijelaskan di bagian ini. Persyaratan independensi yang dijelaskan di
18 bagian ini melarang hubungan tertentu antara anggota tim asurans dan
19 (i) direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif, serta (ii) individu di klien
20 memiliki posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan atas
21 informasi hal pokok;
22 (b) Kantor harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur di
23 Seksi 120 terhadap hubungan dengan individu dalam klien yang
24 memiliki posisi untuk memberi pengaruh signifikan atas hal pokok
25 perikatan; dan
26 (c) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman yang
27 diyakini muncul dari kepentingan dan hubungan jaringan Kantor.
28
29 P900.19 Ketika melakukan perikatan asurans berbasis asersi dan pihak yang
30 bertanggung jawab atas informasi hal pokok tetapi bukan hal pokok, maka:
31 (a) Anggota tim asurans dan Kantor harus independen dari pihak yang
32 bertanggung jawab atas informasi hal pokok (klien asurans); dan
33 (b) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman yang
34 diyakini muncul dari kepentingan dan hubungan antara anggota tim
35 asurans, Kantor, jaringan Kantor, dan pihak yang bertanggung jawab
36 atas hal pokok.
37
38 900.19-A1 Dalam sebagian besar perikatan asurans berbasis asersi, pihak yang
39 bertanggung jawab memiliki tanggung jawab atas informasi hal pokok dan hal
40 pokok bersangkutan. Namun, dalam beberapa perikatan, pihak yang
41 bertanggung jawab mungkin tidak bertanggung jawab atas hal pokok.
42 Contohnya ketika Kantor melakukan perikatan asurans atas laporan yang
43 disiapkan konsultan lingkungan tentang praktik keberlanjutan perusahaan
44 untuk didistribusikan ke pengguna yang dituju. Dalam kasus ini, konsultan
45 lingkungan adalah pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok,
46 tetapi perusahaan bertanggung jawab atas hal pokok (praktik keberlanjutan).
47
48
187
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 Perikatan Asurans Pelaporan Langsung
2
3 P900.20 Ketika melakukan perikatan asurans dengan pelaporan langsung:
4 (a) Anggota tim asurans dan Kantor harus independen dari klien asurans
5 (pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok); dan
6 (b) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
7 independensi yang diyakini muncul karena kepentingan dan hubungan
8 jaringan Kantor.
9
10 Berbagai Pihak yang Bertanggung Jawab
11
12 900.21-A1 Dalam beberapa perikatan asurans, baik perikatan berbasis asersi ataupun
13 perikatan langsung, mungkin ada beberapa pihak yang bertanggung jawab.
14 Dalam menentukan apakah perlu untuk menerapkan ketentuan dalam bagian
15 ini untuk setiap pihak yang bertanggung jawab dalam perikatan tersebut,
16 maka Kantor dapat mempertimbangkan hal-hal tertentu. Hal-hal tertentu
17 tersebut termasuk apakah kepentingan atau hubungan antara Kantor, atau
18 anggota tim asurans, dan pihak tertentu yang bertanggung jawab akan
19 memunculkan ancaman terhadap independensi yang bukan merupakan hal
20 yang kecil dan tidak berdampak dalam konteks informasi hal pokok.
21 Penentuan ini akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti:
22 (a) Materialitas atas informasi hal pokok (atau hal pokok bersangkutan)
23 yang menjadi tanggung jawab pihak yang bertanggung jawab.
24 (b) Tingkat kepentingan publik yang terkait dengan perikatan.
25 Jika Kantor menentukan bahwa ancaman yang muncul karena kepentingan
26 atau hubungan apa pun dengan pihak tertentu yang bertanggung jawab
27 merupakan hal yang kecil dan tidak berdampak, mungkin tidak perlu
28 menerapkan semua ketentuan dalam seksi ini.
29
30 [Paragraf 900.22 hingga 900.29 sengaja dikosongkan]
31
32 Periode Ketika Independensi Disyaratkan
33
34 P900.30 Independensi, sebagaimana yang disyaratkan pada bagian ini, harus
35 dipertahankan selama:
36 (a) Periode perikatan; dan
37 (b) Periode yang dicakup oleh informasi hal pokok.
38
39 900.30-A1 Periode perikatan dimulai ketika tim asurans mulai melakukan jasa asurans
40 terkait dengan perikatan tertentu. Periode perikatan berakhir ketika laporan
41 asurans diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka periode
42 perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa
43 hubungan profesional telah berakhir atau laporan asurans final diterbitkan.
44
45
46
47
188
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 P900.31 Jika suatu entitas menjadi klien asurans selama atau setelah periode yang
2 dicakup oleh informasi hal pokok yang akan diberikan opini oleh Kantor, maka
3 Kantor harus menentukan apakah ancaman terhadap independensi muncul
4 karena:
5 (a) Hubungan keuangan atau bisnis dengan klien asurans selama atau
6 setelah periode yang dicakup oleh informasi hal pokok tetapi sebelum
7 menerima perikatan asurans; atau
8 (b) Jasa yang diberikan sebelumnya kepada klien asurans.
9
10 P900.32 Ancaman terhadap independensi muncul jika jasa non-asurans diberikan
11 kepada klien asurans selama, atau setelah periode yang dicakup oleh
12 informasi hal pokok, tetapi sebelum tim asurans mulai melakukan jasa
13 asurans, dan jasa tersebut tidak diizinkan selama periode perikatan. Dalam
14 keadaan demikian, Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap
15 ancaman terhadap independensi yang muncul karena jasa tersebut. Jika
16 ancaman tidak berada pada level yang dapat diterima, maka Kantor hanya
17 boleh menerima perikatan asurans jika ancaman dikurangi pada level yang
18 dapat diterima.
19
20 900.32-A1 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
21 ancaman tersebut meliputi:
22 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim asurans untuk
23 memberikan jasa.
24 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan asurans
25 dan non-asurans secara memadai.
26
27 P900.33 Jika jasa non-asurans yang tidak diizinkan selama periode perikatan belum
28 selesai dan tidak praktis untuk menyelesaikan atau mengakhiri jasa sebelum
29 dimulainya jasa profesional sehubungan dengan perikatan asurans, maka
30 Kantor hanya akan menerima perikatan asurans jika:
31 (a) Kantor meyakini bahwa:
32 (i) Jasa non-asurans akan selesai dalam waktu singkat; atau
33 (ii) Klien memiliki perikatan di tempat untuk transisi jasa ke penyedia
34 lain dalam waktu singkat;
35 (b) Kantor menerapkan pengamanan saat diperlukan selama periode jasa;
36 dan
37 (c) Kantor membahas hal tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab
38 atas tata kelola.
39
40 [Paragraf 900.34 hingga 900.39 sengaja dikosongkan]
41
42 Dokumentasi Umum Independensi untuk Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit
43 dan Perikatan Reviu
44
45 P900.40 Kantor harus mendokumentasikan kesimpulan mengenai kepatuhan pada
46 Bagian ini, dan substansi dari setiap diskusi yang relevan yang mendukung
47 kesimpulan tersebut. Khususnya:
189
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 (a) Ketika pengamanan diterapkan untuk mengatasi suatu ancaman,
2 Kantor harus mendokumentasikan sifat ancaman dan pengamanan
3 tersedia atau diterapkan; dan
4 (b) Ketika suatu ancaman memerlukan analisis signifikan dan Kantor
5 menyimpulkan bahwa ancaman tersebut berada pada suatu level yang
6 dapat diterima, maka Kantor tersebut harus mendokumentasikan sifat
7 ancaman dan alasan kesimpulan.
8
9 900.40-A1 Dokumentasi menyediakan bukti atas pertimbangan Kantor dalam menyusun
10 kesimpulan mengenai kepatuhan terhadap Bagian ini. Namun, kurangnya
11 dokumentasi tidak menentukan apakah Kantor mempertimbangkan
12 permasalahan tertentu atau apakah Kantor tersebut independen.
13
14 [Paragraf 900.41 hingga 900.49 sengaja dikosongkan]
15
16 Pelanggaran atas Ketentuan Independensi untuk Perikatan Asurans Selain Perikatan
17 Audit dan Perikatan Reviu
18
19 Ketika Kantor Mengidentifikasi Pelanggaran
20
21 P900.50 Jika Kantor menyimpulkan bahwa pelanggaran persyaratan dalam bagian ini
22 terjadi, maka Kantor harus:
23 (a) Mengakhiri, menangguhkan atau menghilangkan kepentingan atau
24 hubungan yang memunculkan pelanggaran;
25 (b) Mengevaluasi signifikansi pelanggaran dan dampaknya terhadap
26 objektivitas Kantor dan kemampuan untuk menerbitkan laporan
27 asurans; dan
28 (c) Menentukan apakah tindakan yang diambil dapat mengurangi
29 konsekuensi dari pelanggaran tersebut secara memuaskan.
30 Dalam membuat keputusan tersebut, Kantor harus menerapkan
31 pertimbangan profesional dan mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang
32 rasional dan memiliki informasi yang memadai, kemungkinan akan
33 menyimpulkan bahwa objektivitas Kantor akan dikompromikan, dan oleh
34 karena itu, Kantor tidak dapat menerbitkan laporan asurans.
35
36 P900.51 Jika Kantor menentukan bahwa tindakan tidak dapat dilakukan untuk
37 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memuaskan, maka Kantor
38 harus, sesegera mungkin, menginformasikan kepada pihak yang melakukan
39 perikatan dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
40 sebagaimana mestinya. Kantor juga harus mengambil langkah yang
41 diperlukan untuk mengakhiri perikatan asurans sesuai dengan persyaratan
42 peraturan perundang-undangan yang berlaku yang relevan untuk mengakhiri
43 perikatan asurans.
44
45
46
47
48
190
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 P900.52 Jika Kantor menentukan bahwa tindakan tersebut dapat dilakukan untuk
2 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memuaskan, maka Kantor
3 harus mendiskusikan pelanggaran dan tindakan yang telah diambil atau
4 mengusulkan untuk mengambil tindakan dengan pihak yang melakukan
5 perikatan dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
6 sebagaimana mestinya. Kantor harus mendiskusikan pelanggaran dan
7 tindakan yang diusulkan secara tepat waktu, dengan mempertimbangkan
8 keadaan perikatan dan pelanggaran yang dilakukannya.
9
10 P900.53 Jika pihak yang melakukan perikatan dengan Kantor tidak menyetujui, atau
11 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tidak menyetujui bahwa
12 tindakan yang diusulkan oleh Kantor sesuai dengan paragraf P900.50(c)
13 secara memuaskan mengatasi konsekuensi pelanggaran tersebut, maka
14 Kantor harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perikatan
15 asurans sesuai dengan persyaratan hukum atau peraturan perundang-
16 undangan yang berlaku yang relevan untuk mengakhiri perikatan asurans.
17
18 Dokumentasi
19
20 P900.54 Dalam memenuhi persyaratan dalam paragraf P900.50-P900.53, Kantor
21 harus mendokumentasikan:
22 (a) Pelanggaran;
23 (b) Tindakan yang dilakukan;
24 (c) Keputusan kunci yang dibuat; dan
25 (d) Semua hal yang didiskusikan dengan pihak yang melakukan perikatan
26 dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
27
28 P900.55 Jika Kantor melakukan perikatan asurans, maka Kantor harus
29 mendokumentasikan:
30 (a) Kesimpulan bahwa, dalam pertimbangan profesional Kantor,
31 objektivitas belum dikompromikan dan
32 (b) Alasan mengapa tindakan yang dilakukan telah memuaskan untuk
33 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran sehingga Kantor dapat
34 menerbitkan laporan asurans.
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
191
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 905
2
3 IMBALAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 905.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 905.2 Sifat dan level atas imbalan atau jenis remunerasi lain dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi. Seksi ini menetapkan
14 persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan
15 kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Besaran Relatif Imbalan
20
21 905.3-A1 Ketika total imbalan yang dihasilkan dari suatu klien asurans Kantor yang
22 menyatakan opini dalam perikatan asurans merupakan sebagian besar dari
23 total imbalan Kantor tersebut, maka ketergantungan terhadap klien tersebut
24 dan kekhawatiran akan kehilangan klien akan memunculkan ancaman
25 kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi.
26
27 905.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman termasuk:
28 • Struktur operasi Kantor.
29 • Apakah Kantor sudah mapan atau baru berdiri.
30 • Signifikansi klien secara kualitatif dan/atau kuantitatif terhadap Kantor.
31
32 905.3-A3 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
33 ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi adalah meningkatkan
34 basis klien di Kantor untuk mengurangi ketergantungan pada klien asurans.
35
36 905.3-A4 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi juga muncul ketika
37 imbalan yang dihasilkan oleh Kantor dari klien asurans mencerminkan
38 sebagian besar pendapatan dari klien rekan individu.
39
40 905.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
41 kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi seperti itu:
42 • Meningkatkan basis klien dari rekan untuk mengurangi ketergantungan
43 pada klien asurans.
44 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan anggota tim asurans
45 untuk menelaah pekerjaan.
46
47
192
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 Imbalan yang Telah Lewat Jatuh Tempo
2
3 905.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi mungkin muncul jika sebagian besar imbalan
4 yang signifikan asurans belum dibayar, jika ada, sebelum penerbitan laporan
5 asurans periode berikutnya. Secara umum diharapkan bahwa Kantor akan
6 mensyaratkan pembayaran imbalan sebelum laporan tersebut diterbitkan.
7 Persyaratan dan materi aplikasi yang diatur di Seksi 911 terkait dengan
8 pinjaman dan jaminan mungkin juga berlaku untuk situasi ketika terdapat
9 imbalan yang belum dibayar.
10
11 905.4-A2 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
12 ancaman kepentingan pribadi termasuk:
13 • Memperoleh sebagian pembayaran imbalan yang telah lewat jatuh
14 tempo.
15 • Menugaskan penelaah yang tidak terlibat bagian dalam perikatan
16 asurans untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.
17
18 P905.5 Ketika bagian imbalan signifikan telah jatuh tempo dari suatu klien asurans
19 tidak dibayar dalam jangka waktu yang lama, Kantor harus menentukan:
20 (a) Apakah imbalan yang telah lewat jatuh tempo setara dengan pinjaman
21 kepada klien; dan
22 (b) Apakah tepat bagi Kantor untuk ditunjuk kembali atau melanjutkan
23 perikatan asurans.
24
25 Imbalan Kontinjen
26
27 905.6-A1 Imbalan kontinjen adalah imbalan yang dihitung berdasarkan hasil transaksi
28 atau hasil dari jasa yang dihitung berdasarkan basis yang ditentukan
29 sebelumnya. Imbalan kontinjen yang dibebankan melalui perantara adalah
30 suatu imbalan kontinjen tidak langsung. Pada seksi ini, imbalan tidak
31 dianggap sebagai imbalan kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau
32 otoritas publik lainnya.
33
34 P905.7 Kantor tidak boleh membebankan suatu imbalan kontinjen, baik secara
35 langsung atau tidak langsung untuk suatu perikatan audit.
36
37 P905.8 Kantor tidak akan membebankan imbalan kontinjen secara langsung atau
38 tidak langsung untuk jasa non-asurans yang diberikan kepada klien asurans
39 jika hasil dari jasa non-asurans, dan oleh karena itu, jumlah imbalan,
40 bergantung pada pertimbangan masa depan atau pertimbangan kontemporer
41 terkait dengan hal yang material terhadap informasi hal pokok dari perikatan
42 asurans.
43
44 905.9-A1 Paragraf P905.7 dan P905.8 melarang Kantor untuk menyepakati pengaturan
45 imbalan kontinjen tertentu dengan klien asurans. Bahkan jika pengaturan
46 imbalan kontinjen tidak dilarang pada saat memberikan jasa non-asurans
47 kepada klien asurans, maka ancaman kepentingan pribadi mungkin masih
48 muncul.
193
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 905.9-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
2 • Rentang jumlah imbalan yang mungkin diterima.
3 • Apakah otoritas yang berwenang menentukan hasil yang menjadi dasar
4
5 imbalan kontinjen.
6 • Pengungkapan kepada pengguna yang dituju dari pekerjaan yang
7
8 dilakukan oleh Kantor dan dasar remunerasi.
9 • Sifat dari jasa.
10 905.9-A3 • Pengaruh dari peristiwa atau transaksi terhadap informasi hal pokok.
11
12 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
13 kepentingan pribadi seperti itu termasuk:
14 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam melakukan
15
16 penelaahan atas jasa non-asurans yang relevan.
17 • Memperoleh persetujuan tertulis dari klien pada awal perikatan
18
19 mengenai basis penentuan remunerasi.
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
194
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 906
2
3 HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 906.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang dijelaskan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 906.2 Menerima hadiah dan keramahtamahan dari klien audit dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi, kepentingan kedekatan, atau intimidasi. Seksi
14 ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 Persyaratan dan Materi Aplikasi
18
19 P906.3 Kantor atau anggota tim asurans tidak boleh menerima hadiah dan
20 keramahtamahan dari klien audit, kecuali nilainya kecil dan tidak berdampak.
21
22 906.3-A1 Jika Kantor atau anggota tim asurans menawarkan atau menerima bujukan
23 kepada atau dari klien asurans, maka persyaratan dan materi aplikasi yang
24 dijelaskan pada Seksi 340 berlaku dan ketidakpatuhan terhadap persyaratan
25 tersebut dapat memunculkan ancaman terhadap independensi.
26
27 906.3-A2 Persyaratan yang dijelaskan pada Seksi 340 yang berkaitan dengan
28 penawaran atau penerimaan bujukan tidak memungkinkan Kantor, jaringan
29 Kantor, atau anggota tim asurans untuk menerima hadiah dan
30 keramahtamahan memiliki intensi untuk memengaruhi perilaku secara tidak
31 patut bahkan jika nilainya kecil dan tidak berdampak.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
195
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 907
2
3 LITIGASI AKTUAL ATAU ANCAMAN LITIGASI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 907.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 907.2 Ketika litigasi dengan klien asurans terjadi, atau kemungkinan besar terjadi,
13 maka ancaman kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi muncul. Seksi ini
14 menetapkan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan
15 kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 907.3-A1 Hubungan antara manajemen klien dan anggota tim asurans harus
22 digambarkan dengan keterbukaan dan pengungkapan secara lengkap
23 mengenai semua aspek dari operasi bisnis klien. Posisi berseberangan
24 mungkin merupakan hasil dari litigasi aktual atau litigasi yang mengancam
25 antara klien asurans dan Kantor, jaringan Kantor atau anggota tim asurans.
26 Posisi berseberangan tersebut dapat memengaruhi kemauan manajemen
27 untuk membuat pengungkapan lengkap dan memunculkan ancaman
28 kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi.
29
30 907.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
31 • Materialitas dari litigasi.
32 • Apakah litigasi berkaitan dengan perikatan asurans sebelumnya.
33
34 907.3-A3 Jika litigasi melibatkan anggota tim asurans, contoh tindakan yang dapat
35 menghilangkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi
36 tersebut adalah mengeluarkan individu tersebut dari tim asurans.
37
38 907.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
39 kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi adalah dengan menugaskan
40 penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.
41
42
43
44
45
46
47
48
196
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 910
2
3 KEPENTINGAN KEUANGAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 910.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur pada seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 910.2 Memiliki kepentingan keuangan terhadap klien asurans dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 910.3-A1 Kepentingan keuangan dapat dimiliki baik secara langsung atau tidak
22 langsung melalui perantara seperti sarana investasi kolektif, estate, atau trust.
23 Ketika seorang pemilik manfaat memiliki pengendalian terhadap perantara
24 atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasinya, kode etik ini
25 mendefinisikan bahwa kepentingan keuangan tersebut bersifat langsung.
26 Sebaliknya, ketika pemilik manfaat tidak memiliki pengendalian terhadap
27 perantara atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasinya,
28 kode etik ini mendefinisikan bahwa kepentingan keuangan tersebut bersifat
29 tidak langsung.
30 Seksi ini memuat referensi tentang “materialitas” dari suatu kepentingan
31 910.3-A2
32 keuangan. Dalam penentuan apakah kepentingan tersebut material bagi
33 individu, maka gabungan kekayaan bersih individu dan anggota keluarga inti
34 perlu dipertimbangkan.
35
36 910.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi
37 yang muncul karena memiliki kepentingan keuangan dalam klien asurans
38 mencakup:
39 • Peran individu yang memiliki kepentingan keuangan.
40 • Apakah kepentingan keuangan bersifat langsung atau tidak langsung.
41 • Materialitas dari kepentingan keuangan.
42
43
44
45
46
47
197
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 Kepentingan Keuangan Kantor, Anggota Tim Asurans, dan Keluarga Inti
2
3 P910.4 Kepentingan keuangan langsung atau kepentingan keuangan tidak langsung
4 yang material terhadap klien asurans tidak boleh dimiliki oleh:
5 (a) Kantor; atau
6 (b) Anggota tim asurans atau atau setiap anggota keluarga inti dari individu
7 tersebut.
8
9 Kepentingan Keuangan pada Entitas Pengendali Klien Asurans
10
11 P910.5 Ketika entitas memiliki kepentingan pengendali terhadap klien asurans dan
12 klien tersebut adalah material bagi entitas, baik Kantor, anggota tim asurans,
13 atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut, tidak boleh memiliki
14 kepentingan keuangan yang material, baik secara langsung atau tidak
15 langsung terhadap entitas tersebut.
16
17 Kepentingan Keuangan sebagai Wali Amanat
18
19 P910.6 Paragraf P910.4 juga berlaku untuk kepentingan keuangan pada klien
20 asurans yang dimiliki dalam suatu trust ketika Kantor atau individu bertindak
21 sebagai wali amanat, kecuali:
22 (a) Tidak satupun pihak berikut adalah penerima manfaat dari trust: wali
23 amanat, anggota tim asurans atau atau setiap anggota keluarga inti dari
24 individu tersebut, atau Kantor;
25 (b) Kepentingan pada klien asurans yang dimiliki oleh trust tidak material
26 bagi trust tersebut;
27 (c) Trust tidak dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap klien
28 asurans; dan
29 (d) Tidak satupun pihak berikut ini dapat memengaruhi secara signifikan
30 keputusan investasi yang melibatkan kepentingan keuangan pada klien
31 asurans, yaitu: wali amanat, anggota tim asurans atau setiap anggota
32 keluarga inti dari individu tersebut, atau Kantor.
33
34 Kepentingan Keuangan yang Diterima Secara Tidak Sengaja
35
36 P910.7 Jika Kantor, anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari
37 individu tersebut, menerima suatu kepentingan keuangan langsung atau
38 suatu kepentingan keuangan tidak langsung yang material pada suatu klien
39 asurans melalui warisan, hadiah, hasil dari merger, atau dalam keadaan yang
40 serupa dan kepentingan tersebut tidak diperkenankan untuk dimiliki
41 berdasarkan seksi ini, maka:
42 (a) Jika kepentingan keuangan tersebut diterima oleh Kantor, maka
43 kepentingan keuangan harus segera dilepas, atau cukup kepentingan
44 keuangan tidak langsung yang dilepas sehingga kepentingan yang
45 tersisa tidak lagi material; atau
46 (b) Jika kepentingan keuangan diterima oleh anggota tim asurans, oleh
47 atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut, maka individu
48 yang menerima kepentingan keuangan tersebut harus segera melepas
198
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 kepentingan keuangan, atau cukup melepas kepentingan keuangan
2 tidak langsung sehingga kepentingan yang tersisa tidak lagi material.
3
4 Kepentingan Keuangan dalam Keadaan Lain
5
6 Keluarga Dekat
7
8 910.8-A1 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika anggota tim asurans
9 mengetahui bahwa anggota keluarga dekat memiliki kepentingan keuangan
10 langsung atau kepentingan keuangan tidak langsung yang material terhadap
11 klien asurans.
12
13 910.8-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
14 • Sifat hubungan antara anggota tim asurans dengan anggota keluarga
15 dekat.
16 • Apakah kepentingan keuangan bersifat langsung atau tidak langsung.
17 • Materialitas dari kepentingan keuangan bagi anggota keluarga dekat.
18
19 910.8-A3 Contoh tindakan yang mungkin menghilangkan ancaman kepentingan
20 tersebut termasuk:
21 • Melepas semua kepentingan keuangan anggota keluarga dekat
22 sesegera mungkin, atau cukup melepas kepentingan keuangan tidak
23 langsung sehingga kepentingan yang tersisa tidak material.
24 • Mengeluarkan individu dari tim asurans.
25
26 910.8-A4 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
27 ancaman kepentingan pribadi adalah menugaskan penelaah yang tepat untuk
28 menelaah pekerjaan anggota tim asurans.
29
30 Individu Lain
31
32 910.8-A5 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika anggota tim asurans
33 mengetahui bahwa kepentingan keuangan dalam klien asurans dimiliki oleh
34 individu seperti:
35 • Rekan dan karyawan profesional Kantor, selain mereka yang secara
36 khusus tidak diizinkan memiliki kepentingan keuangan tersebut sesuai
37 paragraf P910.4, atau anggota keluarga dekat dari pihak tersebut.
38 • Individu yang memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan anggota
39 tim asurans.
40
41 910.8-A6 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
42 adalah mengeluarkan anggota tim asurans yang memiliki hubungan pribadi
43 dengan tim asurans.
44
45
46
47
199
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 910.8-A7 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi termasuk:
3 • Mengeluarkan anggota tim asurans dari setiap pengambilan keputusan
4
5 signifikan terkait perikatan asurans.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan anggota
7
8 tim asurans.
9
10 200
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 911
2
3 PINJAMAN DAN JAMINAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 911.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur pada Seksi 120 dalam
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 911.2 Pinjaman atau jaminan pinjaman dengan klien asurans dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 911.3-A1 Seksi ini berisi referensi tentang “materialitas” dari pinjaman atau jaminan.
22 Dalam menentukan apakah pinjaman atau jaminan semacam itu material bagi
23 seorang individu, maka gabungan kekayaan bersih individu dan anggota
24 keluarga intinya dapat diperhitungkan.
25
26 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Asurans
27
28 P911.4 Kantor, anggota tim Asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
29 tersebut tidak boleh memberikan atau menjaminkan suatu pinjaman kepada
30 klien asurans kecuali pinjaman atau jaminan tersebut tidak material bagi
31 keduanya:
32 (a) Kantor atau individu yang memberikan atau menjaminkan suatu
33 jaminan, jika dapat diterapkan; dan
34 (b) Klien.
35
36 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Asurans Berupa Bank atau Institusi Serupa
37
38 P911.5 Kantor, anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
39 tersebut tidak boleh menerima pinjaman, atau memberikan jaminan suatu
40 pinjaman, dari klien asurans yang merupakan bank atau institusi serupa,
41 kecuali pinjaman atau jaminan dibuat berdasarkan prosedur, persyaratan, dan
42 ketentuan pinjaman yang normal.
43
44 911.5-A1 Contoh pinjaman termasuk kredit kepemilikan properti, cerukan bank, kredit
45 mobil, dan kartu kredit.
46
47
201
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 911.5-A2 Bahkan jika Kantor menerima pinjaman dari klien asurans yang merupakan
2 bank atau institusi serupa berdasarkan prosedur, persyaratan dan ketentuan
3 pinjaman yang normal, maka pinjaman tersebut dapat memunculkan
4 ancaman kepentingan pribadi jika pinjaman tersebut material bagi klien
5 asurans atau Kantor yang menerima pinjaman.
6
7 911.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
8 kepentingan pribadi adalah memiliki penelaah yang tepat, yang bukan
9 anggota tim asurans, dari jaringan Kantor yang bukan penerima manfaat
10 pinjaman.
11
12 Rekening Simpanan atau Rekening Pialang
13
14 P911.6 Kantor, anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
15 tersebut tersebut tidak boleh memiliki rekening simpanan atau rekening
16 pialang pada klien asurans yang merupakan bank, perusahaan pialang, atau
17 institusi serupa, kecuali simpanan atau rekening tersebut dimiliki berdasarkan
18 ketentuan komersial yang normal.
19
20 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Asurans Bukan Bank atau Institusi Serupa
21
22 P911.7 Kantor atau anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari
23 individu tersebut, tidak boleh menerima pinjaman dari atau memiliki pinjaman
24 yang dijaminkan oleh klien asurans yang bukan bank atau institusi serupa,
25 kecuali pinjaman atau jaminan tersebut tidak material bagi keduanya:
26 (a) Kantor, atau individu yang menerima pinjaman atau jaminan, jika dapat
27 diterapkan; dan
28 (b) Klien.
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
202
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 920
2
3 HUBUNGAN BISNIS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 920.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 920.2 Hubungan bisnis yang erat dengan klien asurans atau manajemennya dapat
13 memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi. Seksi
14 ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 920.3-A1 Seksi ini berisi referensi tentang “materialitas” atas kepentingan keuangan
22 dan “signifikansi” dari hubungan bisnis. Dalam penentuan apakah suatu
23 kepentingan keuangan adalah material bagi seorang individu, maka
24 gabungan kekayaan bersih individu dan anggota keluarga inti individu dapat
25 dipertimbangkan.
26
27 920.3-A2 Contoh hubungan bisnis yang dekat muncul dari hubungan komersial atau
28 kepentingan keuangan umum meliputi:
29 • Memiliki kepentingan keuangan dalam ventura bersama dengan klien
30 atau pemegang saham pengendali, direktur, komisaris, pejabat
31 eksekutif, atau individu lain yang melakukan aktivitas manajerial senior
32 untuk klien tersebut.
33 • Pengaturan untuk menggabungkan satu atau lebih jasa atau produk
34 dari Kantor dengan satu atau lebih jasa atau produk dari klien tersebut
35 dan memasarkan paket dengan referensi kepada kedua belah pihak.
36 • Pengaturan distribusi atau pemasaran yang mencakup kesepakatan
37 bahwa Kantor mendistribusikan atau memasarkan produk atau jasa dari
38 klien asurans, atau klien tersebut mendistribusikan atau memasarkan
39 produk atau jasa Kantor.
40
41 Hubungan Bisnis Kantor, Anggota Tim Asurans, atau Keluarga Inti
42
43 P920.4 Kantor atau anggota tim asurans tidak boleh memiliki hubungan bisnis yang
44 erat dengan klien asurans atau manajemennya, kecuali jika kepentingan
45 keuangan tersebut tidak material dan hubungan bisnis tidak signifikan
46 terhadap klien atau manajemennya dan Kantor atau anggota tim asurans, jika
47 dapat diterapkan.
203
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 920.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi mungkin muncul jika
2 terdapat hubungan bisnis yang erat antara klien asurans atau manajemennya
3 dan anggota keluarga inti tim asurans.
4
5 Pembelian Barang atau Jasa
6
7 920.5-A1 Pembelian barang dan jasa dari klien asurans oleh Kantor, atau anggota tim
8 asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut biasanya
9 tidak memunculkan ancaman terhadap independensi jika transaksi tersebut
10 merupakan transaksi bisnis yang normal dalam suatu transaksi yang wajar.
11 Namun, transaksi tersebut mungkin dari sifat dan besarnya dapat
12 memunculkan ancaman kepentingan pribadi.
13
14 920.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
15 tersebut meliputi:
16 • Menghilangkan atau mengurangi besarnya transaksi.
17 • Mengeluarkan individu dari tim asurans.
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
204
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 921
2
3 HUBUNGAN KELUARGA DAN PRIBADI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 921.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 921.2 Hubungan keluarga atau pribadi dengan personel klien dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi.
14 Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan
15 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 921.3-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi
22 dapat muncul oleh hubungan keluarga dan hubungan pribadi antara anggota
23 tim asurans dan direktur, komisaris, pejabat eksekutif, atau, bergantung pada
24 perannya, karyawan tertentu dari klien asurans.
25
26 921.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
27 • Tanggung jawab individu dalam tim asurans.
28 • Peran anggota keluarga atau individu lain dalam klien, dan kedekatan
29 hubungan.
30
31 Keluarga Inti Anggota Tim Asurans
32
33 921.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
34 muncul ketika keluarga inti dari anggota tim asurans adalah karyawan yang
35 memiliki posisi untuk memberikan pengaruh signifikan atas hal pokok
36 perikatan.
37
38 921.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
39 • Posisi yang dipegang oleh anggota keluarga inti.
40 • Peran anggota tim asurans.
41
42 921.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
43 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah dengan mengeluarkan
44 individu tersebut dari tim asurans.
45
46
205
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 921.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
3 mengatur tanggung jawab dari tim asurans sehingga anggota tim asurans
4 tidak berurusan dengan permasalahan yang menjadi tanggung jawab anggota
5 keluarga inti.
6
7 P921.5 Individu keluarga inti tidak boleh berpartisipasi sebagai anggota tim asurans
8 ketika setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut:
9 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif klien asurans;
10 (b) Karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan
11 atas informasi hal pokok dari perikatan asurans; atau
12 (c) Berada pada posisi seperti itu selama periode apa pun yang dicakup
13 oleh perikatan atau informasi hal pokok.
14
15 Keluarga Dekat Anggota Tim Asurans
16
17 921.6-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
18 muncul ketika anggota keluarga dekat tim asurans adalah:
19 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat dari klien asurans; atau
20 (b) Karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan
21 atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
22
23 921.6-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
24 • Sifat hubungan antara anggota tim asurans dan anggota keluarga
25 dekat.
26 • Posisi yang dipegang oleh anggota keluarga dekat.
27 • Peran anggota tim asurans.
28
29 921.6-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
30 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah dengan mengeluarkan
31 individu tersebut dari tim asurans.
32
33 921.6-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
34 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
35 mengatu tanggung jawab dari tim asurans sehingga anggota tim asurans
36 tidak berurusan dengan permasalahan yang berada dalam tanggung jawab
37 anggota keluarga dekat.
38
39 Hubungan Dekat Lainnya dari Anggota Tim Asurans
40
41 P921.7 Anggota tim asurans harus berkonsultasi sesuai dengan kebijakan dan
42 prosedur Kantor jika anggota tim asurans memiliki hubungan dekat dengan
43 individu yang bukan anggota keluarga inti atau keluarga dekat, tetapi
44 merupakan:
45 (a) Seorang direktur, komisaris, atau pejabat dari klien asurans; atau
46 (b) Seorang karyawan yang memiliki posisi untuk memberikan pengaruh
47 yang signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
206
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 921.7-A1 Faktor relevan dalam mengevaluasi level kepentingan pribadi, ancaman
2 kedekatan, atau ancaman intimidasi muncul karena hubungan tersebut
3 meliputi:
4 • Sifat hubungan antara individu dan anggota tim asurans.
5 • Posisi yang dipegang individu dengan klien.
6 • Peran anggota tim asurans.
7
8 921.7-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
9 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah mengeluarkan individu
10 tersebut dari tim asurans.
11
12 921.7-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
13 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
14 dengan menyusun tanggung jawab tim asurans sehingga anggota tim
15 asurans tidak berurusan dengan permasalahan yang menjadi tanggung jawab
16 individu yang merupakan anggota tim asurans yang memiliki hubungan yang
17 erat.
18
19 Hubungan Rekan dan Karyawan Kantor
20
21 921.8-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
22 dapat muncul karena hubungan pribadi atau keluarga antara:
23 (a) Rekan atau karyawan dari Kantor yang bukan anggota tim asurans; dan
24 (b) Direktur, komisaris, pejabat eksekutif dari klien asurans, atau karyawan
25 dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan atas
26 informasi hal pokok dari perikatan asurans.
27
28 921.8-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
29 • Sifat hubungan antara rekan atau karyawan Kantor dan direktur,
30 komisaris, pejabat, atau karyawan klien.
31 • Tingkat interaksi rekan atau karyawan Kantor dengan tim asurans.
32 • Posisi rekan atau karyawan di dalam Kantor.
33 • Peran individu dalam klien.
34
35 921.8-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
36 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi meliputi:
37 • Menata tanggung jawab rekan atau karyawan untuk mengurangi
38 pengaruh potensial atas perikatan asurans.
39 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah atas pekerjaan
40 asurans relevan yang dilakukan.
41
42
43
44
45
46
47
207
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 922
2
3 PERNAH BEKERJA PADA KLIEN ASURANS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 922.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika independen dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 922.2 Jika anggota tim asurans baru saja menjabat sebagai direktur, komisaris,
13 pejabat eksekutif, atau karyawan dari klien asurans, maka ancaman
14 kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman kedekatan
15 mungkin muncul. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi
16 spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam
17 keadaan tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Jasa Selama Periode yang Dicakup oleh Laporan Asurans
22
23 P922.3 Tim asurans tidak boleh memasukan individu yang selama periode yang
24 dicakup oleh laporan asurans:
25 • Pernah menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif
26 dari klien asurans; atau
27 • Pernah bekerja sebagai karyawan dengan posisi untuk memberikan
28 pengaruh signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
29
30 Jasa Sebelum Periode yang Dicakup oleh Laporan Asurans
31
32 922.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman
33 kedekatan dapat muncul jika, sebelum periode yang dicakup oleh laporan
34 asurans, anggota tim asurans:
35 (a) Pernah menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif
36 dari klien asurans; atau
37 (b) Pernah bekerja sebagai karyawan dengan posisi memberikan pengaruh
38 yang signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
39 Misalnya, ancaman akan muncul jika keputusan yang dibuat atau pekerjaan
40 yang dilakukan oleh individu pada periode sebelumnya, saat dipekerjakan
41 oleh klien, harus dievaluasi pada periode berjalan sebagai bagian dari
42 perikatan asurans kini.
43
44 922.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
45 • Posisi yang dipegang individu dengan klien.
46 • Rentang waktu sejak individu mengundurkan diri dari klien.
47 • Peran anggota tim asurans.
208
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 922.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman kedekatan
3 adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat atas pekerjaan yang
4 dilakukan oleh anggota tim asurans.
5
6 209
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 923
2
3 RANGKAP JABATAN SEBAGAI DIREKTUR, KOMISARIS, ATAU PEJABAT EKSEKUTIF
4 KLIEN ASURANS
5
6 PENDAHULUAN
7
8 923.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
10 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 923.2 Merangkap jabatan sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif klien
14 asurans dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman
15 telaah pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik
16 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
17 tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Direktur, Komisaris, atau Pejabat Eksekutif
22
23 P923.3 Rekan atau karyawan Kantor tidak boleh berperan sebagai direktur,
24 komisaris, atau pejabat eksekutif klien asurans Kantor.
25
26 Sekretaris Perusahaan
27
28 P923.4 Rekan atau karyawan Kantor tidak boleh berperan sebagai sekretaris
29 perusahaan untuk klien asurans Kantor, kecuali:
30 (a) Praktik ini secara spesifik diizinkan berdasarkan peraturan perundang-
31 undangan yang berlaku, aturan, atau praktik profesional;
32 (b) Manajemen membuat semua keputusan; dan
33 (c) Tugas dan aktivitas yang dilakukan terbatas pada aktivitas yang bersifat
34 rutin dan administratif, seperti menyiapkan notulen dan menyiapkan
35 laporan kepada otoritas.
36
37 923.4-A1 Posisi Sekretaris perusahaan memiliki implikasi yang berbedadi berbagai
38 yurisdiksi. Tugas seorang sekretaris dapat berkisar dari: tugas administratif
39 (seperti manajemen personalia dan pemeliharaan catatan dan dokumen
40 perusahaan) sampai tugas yang beragam, seperti memastikan bahwa
41 perusahaan mematuhi peraturan atau memberikan advis tentang
42 permasalahan tata kelola perusahaan. Secara umum posisi ini menyiratkan
43 hubungan yang erat dengan entitas. Oleh karena itu, ancaman muncul jika
44 rekan atau karyawan Kantor berfungsi sebagai sekretaris perusahaan untuk
45 klien asurans. (Informasi lebih lanjut tentang penyediaan jasa non-asurans
46 untuk klien asurans diatur di seksi 950, Ketentuan Jasa Non-asurans kepada
47 Klien asurans.)
48
210
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 924
2
3 PEKERJAAN DENGAN KLIEN ASURANS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 924.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 924.2 Hubungan kerja dengan klien asurans dapat memunculkan ancaman
13 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi. Seksi ini
14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan seperti itu.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 924.3-A1 Ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi dapat muncul jika salah satu
22 dari individu berikut ini menjadi anggota tim asurans atau rekan Kantor
23 Anggota:
24 • Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien asurans.
25 • Karyawan dengan posisi untuk memberikan pengaruh yang signifikan
26 atas informasi hal pokok perikatan asurans.
27
28 Pembatasan Mantan Rekan atau Anggota Tim Asurans
29
30 P924.4 Jika mantan rekan telah bergabung dengan klien asurans dari Kantor atau
31 mantan anggota tim asurans telah bergabung dengan klien asurans sebagai:
32 • Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif; atau
33 • Karyawan dalam posisi memberikan pengaruh yang signifikan atas
34 informasi hal pokok dari perikatan asurans,
35 maka individu tersebut tidak boleh terus berpartisipasi dalam bisnis Kantor
36 atau aktivitas profesional.
37
38 924.4-A1 Bahkan jika salah satu individu sebagaimana dijelaskan dalam paragraf
39 P924.4 telah bergabung dengan klien asurans dalam posisi seperti itu dan
40 tidak terus berpartisipasi dalam bisnis atau aktivitas profesional Kantor, maka
41 ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi mungkin masih dapat muncul.
42
43 924.4-A2 Ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi juga dapat muncul jika mantan
44 rekan Kantor telah bergabung dengan entitas pada salah satu posisi yang
45 diuraikan dalam paragraf 924.3-A1 dan entitas tersebut kemudian menjadi
46 klien asurans Kantor.
47
211
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 924.4-A3 Faktor relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
2 • Posisi yang pernah dijabat individu di klien.
3 • Keterlibatan apapun yang dimiliki individu dengan tim asurans.
4 • Rentang waktu sejak individu tersebut menjadi anggota tim asurans
5 atau rekan Kantor.
6 • Posisi individu terdahulu dalam tim asurans atau Kantor. Sebagai
7 contoh, apakah individu tersebut bertanggung jawab untuk
8 mempertahankan kontak rutin dengan manajemen klien atau pihak
9 yang bertanggungjawab atas tata kelola.
10
11 924.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
12 kedekatan atau ancaman intimidasi tersebut meliputi:
13 • Membuat pengaturan sedemikian rupa sehingga individu tidak berhak
14 atas tunjangan atau pembayaran apa pun dari Kantor, kecuali dilakukan
15 sesuai dengan pengaturan yang telah ditentukan sebelumnya.
16 • Membuat pengaturan sedemikian rupa sehingga jumlah terutang
17 individu kepada Kantor tidak material.
18 • Memodifikasi rencana untuk perikatan asurans.
19 • Menugaskan kepada beberapa individu tim asurans yang memiliki
20 pengalaman yang cukup untuk bergabung secara individual dengan
21 klien.
22 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan dari
23 anggota tim asurans sebelumnya.
24
25 Anggota Tim Asurans Sedang Menegosiasikan Pekerjaan dengan Klien
26
27 P924.5 Kantor harus memiliki kebijakan dan prosedur yang mensyaratkan anggota
28 tim asurans untuk menginformasikan kepada Kantor ketika menegosiasikan
29 pekerjaan dengan klien asurans.
30
31 924.5-A1 Ancaman kepentingan pribadi muncul ketika anggota tim asurans yang
32 berpartisipasi dalam perikatan asurans setelah mengetahui bahwa anggota
33 tim asurans tersebut akan, atau mungkin akan bergabung dengan klien di
34 masa mendatang.
35
36 924.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
37 adalah mengeluarkan individu tersebut dari perikatan asurans.
38
39 924.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
40 kepentingan pribadi adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat untuk
41 menelaah setiap pertimbangan signifikan yang dibuat oleh anggota tim
42 asurans saat berada dalam tim.
43
44
45
46
47
212
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 SEKSI 940
2
3 HUBUNGAN YANG BERLANGSUNG LAMA ANTARA PERSONEL DENGAN KLIEN
4 ASURANS
5
6 PENDAHULUAN
7
8 940.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120
10 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 940.2 Ketika seorang individu terlibat dalam perikatan asurans yang bersifat
14 berulang selama periode waktu yang panjang, maka ancaman kedekatan dan
15 ancaman kepentingan pribadi dapat muncul. Seksi ini menetapkan
16 persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk menerapkan kerangka
17 kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Umum
22
23 940.3-A1 Ancaman kedekatan dapat muncul sebagai hasil dari hubungan yang lama
24 antara seseorang dengan:
25 (a) Klien asurans;
26 (b) Manajemen senior klien asurans; atau
27 (c) Hal pokok dan informasi hal pokok perikatan asurans.
28
29 940.3-A2 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul sebagai akibat dari kekhawatiran
30 individu akan kehilangan klien asurans lama atau kepentingan untuk
31 mempertahankan hubungan pribadi yang erat dengan anggota manajemen
32 senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola. Ancaman seperti
33 itu mungkin memengaruhi pertimbangan individu secara tidak tepat.
34
35 940.3-A3 Faktor yang relevan untuk mengevaluasi level ancaman kedekatan atau
36 ancaman kepentingan pribadi termasuk:
37 • Sifat dari perikatan asurans.
38 • Berapa lama seseorang telah menjadi anggota tim asurans, senioritas
39 individu dalam tim, dan sifat dari peran yang dilakukan, termasuk
40 apakah hubungan seperti itu ada saat individu berada di Kantor
41 sebelumnya.
42 • Sejauh mana pekerjaan individu diarahkan, ditelaah dan disupervisi
43 oleh lebih banyak personel senior.
44 • Sejauh mana individu, karena senioritas individu, memiliki kemampuan
45 untuk memengaruhi hasil dari perikatan asurans, misalnya, dengan
46 membuat keputusan penting atau mengarahkan pekerjaan anggota tim
47 perikatan lainnya.
213
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
1 • Kedekatan hubungan pribadi individu dengan klien asurans atau, jika
2 relevan, manajemen senior.
3
4 • Sifat, frekuensi, dan level interaksi antara individu dan klien asurans.
5 • Apakah sifat atau kompleksitas hal pokok atau informasi pokok telah
6
7 berubah.
8 • Apakah ada perubahan baru pada individu atau individu yang
9
10 940.3-A4 merupakan pihak yang bertanggung jawab atau, jika relevan,
11 manajemen senior.
12
13 Kombinasi dua atau lebih faktor dapat meningkatkan atau mengurangi level
14 ancaman. Misalnya, ancaman kedekatan yang muncul seiring waktu karena
15 hubungan yang semakin dekat antara individu dan klien asurans akan
16 940.3-A5 berkurang dengan kepergian individu yang merupakan pihak yang
17 bertanggung jawab.
18
19 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kedekatan dan
20 940.3-A6 ancaman kepentingan pribadi terkait dengan perikatan tertentu adalah
21 dengan merotasi individu dari tim asurans.
22
23 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
24 kedekatan atau kepentingan pribadi termasuk:
25 • Mengubah peran individu dalam tim asurans atau sifat dan luas tugas
26
27 yang dilakukan oleh individu tersebut.
28 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan merupakan anggota tim
29 P940.4
30 asurans untuk menelaah pekerjaan individu tersebut.
31 • Melakukan penelaahan mutu secara berkala oleh pihak internal atau
32
33 eksternal yang independen terhadap perikatan.
34
35 Jika Kantor memutuskan bahwa level ancaman yang muncul hanya dapat
36 diatasi dengan merotasi individu dari tim asurans, maka Kantor harus
37 menentukan periode yang tepat di mana individu tidak boleh:
38 (a) Menjadi anggota tim perikatan untuk perikatan asurans;
39 (b) Memberikan pengendalian mutu untuk perikatan asurans; atau
40 (c) Memberikan pengaruh langsung terhadap hasil perikatan asurans.
41 Jangka waktu harus dalam durasi yang cukup yang memungkinkan ancaman
42 kedekatan dan ancaman kepentingan pribadi dapat diatasi.
43
44
45
46
47
214