KODE ETIK PROFESI
AKUNTAN PUBLIK
2021
Institut Akuntan Publik Indonesia
HALAMAN JUDUL
KODE ETIK PROFESI
AKUNTAN PUBLIK
2021
INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK 2021
INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
Office 8 Building Lantai 12 Unit 12I-12J
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senopati Raya, Jakarta 12190, Indonesia.
Telp. : (021) 29333151, 72795445/46
Website : http://www.iapi.or.id
Email : [email protected] / [email protected]
Hak Cipta © 2021 Institut Akuntan Publik Indonesia
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk apapun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam,
atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Institut Akuntan
Publik Indonesia.
UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta
melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerjemahan dan
pengadaptasian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersil dipidana penjara paling lama 3
(tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta
melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerbitan, penggandaan dalam
segala bentuknya, dan pendistribusian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana
dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada poin kedua di atas yang
dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar
rupiah).
Institut Akuntan Publik Indonesia
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
−Jakarta: IAPI, 2021 2. Akuntan Pubik
1 jil., 262 hlm, 15,5 x 24 cm II. Institut Akuntan Publik Indonesia
ISBN: 978-623-98774-2-2
1. Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
I. Judul
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021 diterbitkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia secara paralel dengan
Kode Etik Akuntan Indonesia yang disusun oleh
Ikatan Akuntan Indonesia dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia,
yang didukung oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan - Kementerian Keuangan RI
iii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
(Sengaja Dikosongkan)
iv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
SAMBUTAN KETUA UMUM
INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
hanya dengan berkah rahmat-Nya, maka Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI), dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) dapat bersinergi
untuk menyusun dan mengembangkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik/Kode Etik Akuntan
Indonesia 2021.
Pemutakhiran Kode Etik Profesi Akuntan Publik/Kode Etik Akuntan Indonesia 2021
diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan kepada anggota
ketiga organisasi profesi, baik sebagai Akuntan Publik maupun Akuntan yang bekerja di bisnis
atau berpraktik melayani publik, yang juga mencakup ketentuan independensi dalam rangka
untuk mendorong keselarasan regulasi domestik dengan best practice internasional serta
ketentuan terkait non-compliance with laws and regulations (NOCLAR) untuk mendorong
praktik yang lebih patuh terhadap regulasi di Indonesia.
Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Komite Etika Profesi
IAPI, IAI, dan IAMI beserta tim teknis, yang telah bekerja keras sejak penyusunan materi
hingga ditetapkannya Kode Etik Profesi Akuntan Publik/Kode Etik Akuntan Indonesia 2021.
Ucapan terima kasih dan penghargaan juga kami sampaikan kepada Pusat Pembinaan
Profesi Keuangan – Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas dukungannya sehingga
Kode Etik Profesi Akuntan Publik/Kode Etik Akuntan Indonesia 2021 dapat diterbitkan. Kami
juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak lain atas dukungan dan kerjasamanya.
Jakarta, 31 Agustus 2021
Institut Akuntan Publik Indonesia
Tarkosunaryo MBA., CPA
Ketua Umum
v
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
(Sengaja Dikosongkan)
vi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
SAMBUTAN KOMITE ETIKA PROFESI
INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA) – International Federation of
Accountants (IFAC) telah menetapkan Handbook of the International Code of Ethics for
Professional Accountants including International Independence Standards 2018 Edition
(“Handbook)” dan Final Pronouncement Revisions to the Code to Promote the Role and
Mindset Expected of Professional Accountants. Dalam menanggapi hal ini, Institut Akuntan
Publik Indonesia (IAPI), memberikan kewenangan kepada Komite Etika Profesi untuk
melaksanakan tugas pengembangan dan pemutakhiran atas Kode Etik Profesi Akuntan
Publik secara berkesinambungan, yang merupakan tugas yang sangat penting dan bertujuan
untuk meningkatkan profesi Akuntan Publik di Indonesia, terutama dalam meningkatkan
kompetensi, kualitas, daya saing, dan profesionalisme Akuntan Publik, sehingga profesi
Akuntan Publik di Indonesia dapat selalu mengikuti dan memenuhi tuntutan perkembangan
zaman.
Indonesia sebagai anggota dari Negara G-20 tentunya harus terus mengikuti perkembangan
dan pemutakhiran Kode Etik Internasional yang ditetapkan oleh IESBA. Sebagai salah satu
langkah dalam proses pengembangan dan pemutakhiran Kode Etik Profesi Akuntan Publik
2021 yang akan berlaku efektif per 31 Desember 2021, Komite Etika Profesi telah menetapkan
dan menerbitkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021 berdasarkan Handbook, Final
Pronouncement Revisions to the Code to Promote the Role and Mindset Expected of
Professional Accountants, serta menyantumkan naskah Close-Off Document - “Hubungan
yang Berlangsung Lama antara Personel (Termasuk Rotasi Rekan) dengan Klien Audit” yang
efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2021 yang diterbitkan oleh
IAPI pada 28 Desember 2020 sebagai pengaturan lebih lanjut atas Kode Etik Profesi Akuntan
Publik yang efektif per 1 Januari 2020 dalam rangka untuk mendorong penyelarasan regulasi
domestik masing-masing yurisdiksi dalam hal terdapat pengaturan rotasi yang berbeda oleh
regulator (“Close-Off Document”).
Kode Etik Profesi Akuntan Publik menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang
harus diterapkan oleh setiap individu dalam Kantor atau jaringan Kantor, baik yang merupakan
Anggota IAPI, maupun yang bukan merupakan Anggota IAPI, yang memberikan jasa
profesional yang meliputi jasa asurans dan jasa selain asurans ataupun yang bekerja pada
entitas bisnis.
Setiap Anggota IAPI wajib mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika
profesi yang diatur dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik, kecuali bila prinsip dasar dan
aturan etika profesi yang diatur oleh perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan
lainnya yang berlaku ternyata berbeda dari Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Dalam kondisi
tersebut, seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam perundang-
undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku wajib dipatuhi, selain tetap
mematuhi prinsip dasar dan aturan etika profesi lainnya yang diatur dalam Kode Etik Profesi
Akuntan Publik.
Jakarta, 31 Agustus 2020
Institut Akuntan Publik Indonesia
Komite Etika Profesi
vii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
(Sengaja Dikosongkan)
viii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
KATA SAMBUTAN
KEPALA PUSAT PEMBINAAN PROFESI KEUANGAN
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan berkah dan rahmat-Nya, Komite Etika Profesi – Institut Akuntan Publik Indonesia
(IAPI) dapat menyusun dan terus menyempurnakan kode etik untuk profesi Akuntan Publik di
Indonesia.
Etika merupakan salah satu landasan utama bagi profesi Akuntansi dalam menjalankan
kegiatan profesional, sehingga penyusunannya dilakukan dengan cermat, seksama, dan
menerapkan sinergi antar asosiasi profesi akuntansi sehingga kode etik ini dapat berlaku
secara umum untuk profesi Akuntansi di Indonesia. Dalam hal ini, PPPK bersama asosiasi
profesi akuntansi yakni Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), IAPI, dan Ikatan Akuntan Manajemen
Indonesia (IAMI), berkolaborasi dalam penyusunan Kode Etik Profesi Akuntan Publik
Indonesia Edisi 2021 ini, yang akan berlaku secara efektif pada 31 Desember 2021.
Kode Etik Profesi Akuntan Publik Edisi 2021 ini mengadopsi Final Pronouncement Revisions
to the Code to Promote the Role and Mindset Expected of Professional Accountants yang
diterbitkan oleh International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA) pada Oktober
2020, dengan menambahkan pengaturan dari Close-off Documents, serta penyempurnaan
terjemahan edisi sebelumnya. Kode Etik Profesi Akuntan Publik Edisi 2020 merupakan edisi
sebelumnya yang juga disusun bersama IAI, IAPI, dan IAMI, dengan mengadopsi Handbook
of the International Code of Ethics for Professional Accountants including International
Independence Standards 2018 Edition yang diterbitkan oleh IESBA. Kode Etik edisi
sebelumnya tersebut, terbit pada April 2020 dan berlaku efektif pada 1 Juli 2020.
Kode Etik Profesi Akuntan Publik Edisi 2021 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan
konsistensi jasa yang diberikan oleh profesi Akuntan Publik, sehingga berkontribusi pada
kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap profesi Akuntan Publik serta mewujudkan
peran profesi Akuntan Publik dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Jakarta, 1 September 2021
Firmansyah N. Nazaroedin
Kepala PPPK
ix
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
(Sengaja Dikosongkan)
x
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Pengurus Institut Akuntan Publik Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Komite Etika IAI, dan
Dewan Pengurus Institut Akuntan Manajemen Indonesia.
DEWAN PENGURUS NASIONAL – IKATAN AKUNTAN INDONESIA
Prof. Mardiasmo Ketua
Prof. Ainun Na’im Anggota
Bahtiar Arif Anggota
Prof. Dr. Bambang Pamungkas Anggota
Dadang Kurnia Anggota
David E. S. Sidjabat Anggota
Dwi Setiawan Susanto Anggota
Isnaeni Achdiat Anggota
Ito Warsito Anggota
Prof. Dr. Lindawati Gani Anggota
Maliki Heru Santosa Anggota
Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah Anggota
Rosita Uli Sinaga Anggota
Prof. Sidharta Utama Anggota
Prof. Dr. Sri Mulyani Anggota
Tia Adityasih Anggota
Prof. Dr. Dian Agustia Anggota
Prof. Dr. P. M. John Liberty Hutagaol Anggota
M. Jusuf Wibisana Anggota
Hery Subowo Anggota
KOMITE ETIKA – IKATAN AKUNTAN INDONESIA
Emil Bachtiar Ketua
Akhsanul Khaq Anggota
Doddy Setiadi Anggota
Linus Setiadi Anggota
Michell Suharli Anggota
Sahat Simarmata Anggota
Tri Juwono Anggota
xi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
DEWAN PENGURUS PUSAT – INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA
Gatot Trihargo Ketua Umum
M. Afdal Bahaudin Wakil Ketua Bidang Keanggotaan
Agung Nugroho Soedibyo Wakil Ketua Bidang Sertifikasi
Linus M. Setiadi Wakil Ketua Bidang Pengembangan Organisasi dan Wilayah
Christina Juliana Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Profesi
Haru Koesmahargyo Wakil Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dan Korporasi
Zahra Mulachella Wakil Ketua Bidang Humas, Teknologi Informasi dan
Kesekretariatan
Ersa Tri Wahyuni Wakil Ketua Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi dan Asosiasi
Profesi
KOMITE ETIKA – INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA
Prof. Adji Suratman Ketua
Andi Imanuddin Anggota
xii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
xiii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
xiv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
xv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
xvi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
IKHTISAR PERBEDAAN DENGAN KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA
Kode Etik Profesi Akuntan Publik (KEPAP) diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia
secara paralel dengan Kode Etik Akuntan Indonesia (KEAI) yang disusun oleh Ikatan Akuntan
Indonesia dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia, yang didukung oleh Pusat Pembinaan
Profesi Keuangan – Kementerian Keuangan RI. Dalam KEPAP terdapat perbedaan dengan
KEAI sebagai berikut:
No KEPAP KEAI
1. Judul: Kode Etik Akuntan Indonesia
• Kode Etik Profesi Akuntan Publik •
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
diterbitkan oleh Institut Akuntan
Publik Indonesia secara parallel
dengan Kode Etik Akuntan Indonesia
yang disusun oleh Ikatan Akuntan
Indonesia dan Institut Akuntan
Manajemen Indonesia, yang
didukung oleh Pusat Pembinaan
Profesi Keuangan – Kementerian
Keuangan RI.
• Penggunaan sebutan Akuntan Publik
mengacu pada Undangundang
Nomor 5 Tahun 2011 tentang
Akuntan Publik.
2. Terminologi
• Anggota • Akuntan
a) Dalam Bagian 1, istilah
Anggota adalah individu yang
“Akuntan” mengacu pada
memenuhi persyaratan sebagai individu Akuntan yang
bekerja di bisnis dan
anggota IAPI dari waktu ke waktu Akuntan yang berpraktik
melayani publik dan
berdasarkan ketentuan Anggaran Kantornya.
b) Dalam Bagian 2, istilah
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga “Akuntan” mengacu pada
Akuntan bekerja di bisnis.
IAPI yakni: Akuntan Publik, c) Dalam Bagian 3, 4A dan 4B,
istilah “Akuntan” mengacu
pemegang CPA selain Akuntan pada Akuntan yang
berpraktik melayani publik
Publik, dan Anggota lainnya dan Kantornya.
termasuk individu yang mempunyai
register negara akuntan yang
menjadi anggota IAPI.
3. Daftar Istilah • Penempatan lembar daftar Istilah
• Penempatan daftar Istilah di bagian pada bagian akhir setelah Bagian
depan sebelum Bagian 1. 4B.
xvii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
(Sengaja Dikosongkan)
xviii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
KATA PENGANTAR
Komite Etika Profesi – Institut Akuntan Publik Indonesia telah menyetujui dan menetapkan
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021 dalam rapatnya tanggal 31 Agustus 2021 yang
selanjutnya Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021 tersebut telah disahkan oleh Dewan
Pengurus – Institut Akuntan Publik Indonesia pada tanggal 2 September 2021 untuk berlaku
secara efektif per 31 Desember 2021. Penerapan dini diperkenankan.
Kode Etik Profesi Akuntan Publik Edisi 2021 ini mengadopsi Final Pronouncement Revisions
to the Code to Promote the Role and Mindset Expected of Professional Accountants yang
diterbitkan oleh International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA) pada Oktober
2020, dengan menambahkan pengaturan dari Close-Off Document - “Hubungan yang
Berlangsung Lama antara Personel (Termasuk Rotasi Rekan) dengan Klien Audit” yang
efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2021 yang diterbitkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia pada 28 Desember 2020 sebagai pengaturan lebih lanjut
atas Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang efektif per 1 Januari 2020 dalam rangka untuk
mendorong penyelarasan regulasi domestik masing-masing yurisdiksi dalam hal terdapat
pengaturan rotasi yang berbeda oleh regulator, serta penyempurnaan terjemahan edisi
sebelumnya. Kode Etik Profesi Akuntan Publik Edisi yang efektif per 1 Januari 2020
merupakan edisi sebelumnya yang mengadopsi Handbook of the International Code of Ethics
for Professional Accountants including International Independence Standards 2018 Edition
yang diterbitkan oleh IESBA.
Untuk selanjutnya dalam dokumen ini “Kode Etik Profesi Akuntan Publik” ditulis “Kode Etik”.
Oleh karena itu terminologi “Kode Etik” dalam bagian-bagian selanjutnya dalam naskah ini
adalah merujuk pada dan sebagai Kode Etik Profesi Akuntan Publik.
Kode Etik ini disebarluaskan diantaranya melalui situs website IAPI: www.iapi.or.id.
KOMITE ETIKA PROFESI – INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
Tarkosunaryo Ketua
Agung Purwanto Anggota
Erik Eneddy Anggota
Padri Achyarsyah Anggota
Tjhin Silawati Anggota
Nur Adib Najamuddin Anggota
Taufikkurahman Anggota
DEWAN PENGURUS – INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
Tarkosunaryo Ketua Umum
Sapto Amal Damandari Ketua
Tia Adityasih Ketua
Hendang Tanusdjaja Ketua
Handoko Tomo Ketua
Aria Kanaka Ketua
Ellya Noorlisyati Ketua
xix
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021 Ketua
Ketua
Florus Daeli Ketua
Irhoan Tanudiredja Ketua
Johanna Gani Ketua
Syahril Ali Ketua
Rian Benyamin Surya Ketua
Sugeng Praptoyo Ketua
Steven Tanggara Ketua
Irwan Haswir
Palti Ferdrico T.H.S
xx
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK 2021
DAFTAR ISI
Halaman
SAMBUTAN KETUA UMUM ..................................................................................... v
SAMBUTAN KOMITE ETIKA PROFESI.................................................................... vii
SAMBUTAN KEPALA PUSAT PEMBINAAN PROFESI KEUANGAN...................... ix
UCAPAN TERIMAKASIH .......................................................................................... xi
KEPUTUSAN DEWAN PENGURUS IAPI ................................................................. xiii
IKHTISAR PERBEDAAN DENGAN KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA ............... xvii
KATA PENGANTAR ................................................................................................. xix
DAFTAR ISI............................................................................................................... xxi
TANGGAL EFEKTIF ................................................................................................. xxv
DAFTAR ISTILAH, TERMASUK DAFTAR SINGKATAN .......................................... xxvii
BAGIAN 1 KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK, PRINSIP DASAR
ETIKA, DAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL ..................... 1
1
Seksi 100 Kepatuhan Terhadap Kode Etik .................................................... 4
6
Seksi 110 Prinsip Dasar Etika ....................................................................... 7
8
Subseksi 111 Integritas.............................................................................. 9
11
Subseksi 112 Objektivitas.......................................................................... 12
Subseksi 113 Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional ..........................
Subseksi 114 Kerahasiaan ........................................................................
Subseksi 115 Perilaku Profesional.............................................................
Seksi 120 Kerangka Kerja Konseptual ..........................................................
BAGIAN 2 ANGGOTA YANG BEKERJA DI BISNIS ..................................... 22
Seksi 200 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual – Anggota yang Bekerja di
Bisnis ........................................................................................... 22
Seksi 210 Benturan Kepentingan .................................................................. 27
Seksi 220 Penyusunan dan Penyajian Informasi........................................... 30
Seksi 230 Bertindak dengan Keahlian yang Memadai................................... 35
Seksi 240 Kepentingan Keuangan, Kompensasi, dan Insentif yang Terkait
dengan Pelaporan Keuangan dan Pengambilan Keputusan ......... 37
Seksi 250 Bujukan, Termasuk Hadiah dan Keramahtamahan....................... 39
Seksi 260 Respons atas Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-
undangan ..................................................................................... 45
Seksi 270 Tekanan untuk Melanggar Prinsip Dasar Etika ............................. 55
BAGIAN 3 ANGGOTA YANG BERPRAKTIK MELAYANI PUBLIK .............. 58
Seksi 300 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual – Anggota yang Berpraktik
Melayani Publik ........................................................................... 58
Seksi 310 Benturan Kepentingan .................................................................. 65
Seksi 320 Penunjukan Profesional ................................................................ 71
Seksi 321 Pendapat Kedua........................................................................... 76
Seksi 330 Imbalan dan Jenis Remunerasi Lain ............................................. 78
xxi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
Seksi 340 Bujukan, Termasuk Hadiah dan Keramahtamahan....................... 81
Seksi 350 Kustodi Aset Klien......................................................................... 87
Seksi 360 Respons atas Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-
undangan ..................................................................................... 88
BAGIAN 4A INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN AUDIT DAN
PERIKATAN REVIU..................................................................... 103
Seksi 400 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual untuk Independensi dalam 103
117
Perikatan Audit dan Perikatan Reviu ............................................ 121
122
Seksi 410 Imbalan......................................................................................... 123
124
Seksi 411 Kebijakan Kompensasi dan Evaluas ............................................. 129
131
Seksi 420 Hadiah dan Keramahtamahan ...................................................... 133
136
Seksi 430 Litigasi Aktual atau Ancaman Litigasi............................................
138
Seksi 510 Kepentingan Keuangan ................................................................ 139
143
Seksi 511 Pinjaman dan Jaminan .................................................................
144
Seksi 520 Hubungan Bisnis........................................................................... 151
156
Seksi 521 Hubungan Keluarga dan Pribadi ................................................... 159
160
Seksi 522 Pernah Bekerja pada Klien Audit .................................................. 162
168
Seksi 523 Rangkap Jabatan Sebagai Direktur, Komisaris, atau Pejabat 171
173
Eksekutif Klien Audit ..................................................................... 174
176
Seksi 524 Pekerjaan dengan Klien Audit....................................................... 178
Seksi 525 Penugasan Personel Sementara .................................................. 180
Seksi 540 Hubungan yang Berlangsung Lama Antara Personel (Termasuk
Rotasi Rekan) dengan Klien Audit ................................................
Seksi 600 Penyediaan Jasa Non-Asurans Kepada Klien Audit......................
Subseksi 601 Jasa Pembukuan dan Akuntansi..........................................
Subseksi 602 Jasa Administratif ................................................................
Subseksi 603 Jasa Penilaian .....................................................................
Subseksi 604 Jasa Perpajakan..................................................................
Subseksi 605 Jasa Audit Internal...............................................................
Subseksi 606 Jasa Sistem Teknologi Informasi .........................................
Subseksi 607 Jasa Penunjang Litigasi.......................................................
Subseksi 608 Jasa Hukum.........................................................................
Subseksi 609 Jasa Rekrutmen ..................................................................
Subseksi 610 Jasa Keuangan Korporat .....................................................
Seksi 800 Laporan Audit atas Laporan Keuangan Bertujuan Khusus yang
Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya (Perikatan
Audit dan Perikatan Reviu) ...........................................................
BAGIAN 4B INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASURANS SELAIN 184
PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU ...........................
Seksi 900 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual untuk Independensi dalam 184
Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu .... 192
Seksi 905 Imbalan......................................................................................... 195
Seksi 906 Hadiah dan Keramahtamahan ...................................................... 196
Seksi 907 Litigasi Aktual atau Ancaman Litigasi............................................ 197
Seksi 910 Kepentingan Keuangan ................................................................
xxii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
Seksi 911 Pinjaman dan Jaminan ................................................................. 201
Seksi 920 Hubungan Bisnis........................................................................... 203
Seksi 921 Hubungan Keluarga dan Pribadi ................................................... 205
Seksi 922 Pernah Bekerja pada Klien Asurans ............................................. 208
Seksi 923 Rangkap Jabatan sebagai Direktur, Komisaris, atau Pejabat
Eksekutif Klien Asurans ................................................................ 210
Seksi 924 Pekerjaan dengan Klien Asurans.................................................. 211
Seksi 940 Hubungan yang Berlangsung Lama Antara Personel dengan Klien
Asurans ........................................................................................ 213
Seksi 950 Penyediaan Jasa Non-Asurans kepada Klien Asurans Selain
Perikatan Audit dan Perikatan Reviu............................................. 215
Seksi 990 Laporan yang Mencakup Pembatasan Distribusi dan
Penggunaannya (Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan 219
Perikatan Reviu) ...........................................................................
*****
xxiii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
(Sengaja Dikosongkan)
xxiv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 TANGGAL EFEKTIF
2
3 Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021 berlaku efektif mulai 31 Desember 2021. Penerapan
4 dini diperkenankan.
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
xxv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24 (Sengaja Dikosongkan)
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
xxvi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 DAFTAR ISTILAH, TERMASUK DAFTAR SINGKATAN
2
3 Dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik, bentuk tunggal akan ditafsirkan sebagai bentuk
4 jamak dan sebaliknya, dan istilah di bawah ini memiliki arti berikut:
5
6 Dalam daftar istilah ini, penjelasan dari istilah ditampilkan dalam huruf biasa; huruf miring
7 digunakan untuk penjelasan istilah-istilah yang dijelaskan yang memiliki arti spesifik pada
8 bagian tertentu dari Kode Etik atau untuk penjelasan tambahan dari istilah yang didefinisikan.
9 Referensi juga disediakan untuk istilah yang dijelaskan dalam Kode Etik.
10
11 ➢ Ahli eksternal
12 Seorang individu (yang bukan merupakan rekan atau anggota staf profesional, termasuk
13 staf sementara, Kantor atau Jaringan Kantor) atau organisasi yang memiliki keahlian,
14 pengetahuan dan pengalaman di bidang lain selain akuntansi atau audit, yang bekerja
15 di bidang tersebut ditugaskan untuk membantu Anggota dalam memperoleh bukti yang
16 cukup dan tepat.
17
18 ➢ Aktivitas professional
19 Suatu aktivitas yang memerlukan keahlian akuntansi atau keahlian terkait lainnya yang
20 dikerjakan oleh Anggota, termasuk akuntansi, audit, pajak, konsultansi manajemen, dan
21 manajemen keuangan.
22
23 ➢ Ancaman
24 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.6 A3 dan termasuk kategori berikut:
25 Kepentingan pribadi 120.6-A3 (a)
26 Telaah pribadi 120.6-A3 (b)
27 Advokasi 120.6-A3 (c)
28 Kedekatan 120.6-A3 (d)
29 Intimidasi 120.6-A3 (e)
30
31 ➢ Anggota
32 Anggota adalah individu yang memenuhi persyaratan sebagai anggota IAPI dari waktu
33 ke waktu berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAPI
34 yakni: Akuntan Publik, pemegang CPA selain Akuntan Publik, dan Anggota lainnya
35 termasuk individu yang mempunyai register negara akuntan yang menjadi anggota IAPI.
36
37 ➢ Anggota praktisi pendahulu
38 Anggota yang berpraktik melayani publik yang paling akhir melakukan suatu perikatan
39 audit atau memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, atau jasa profesional serupa
40 kepada klien, ketika saat ini Anggota yang bersangkutan tidak melakukan penugasan
41 untuk klien tersebut.
42
43 ➢ Anggota senior yang bekerja di bisnis
44 Anggota senior yang bekerja di bisnis adalah Direktur, Komisaris, pejabat eksekutif, atau
45 karyawan senior yang mampu memberikan pengaruh signifikan atas, dan mengambil
46 keputusan terkait, perolehan, penyebaran, dan pengendalian atas organisasi karyawan,
47 keuangan, teknologi, sumberdaya berwujud, dan sumberdaya tak berwujud.
48 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.11-A1.
xxvii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Anggota yang berpraktik melayani publik
2 Anggota yang berpraktik melayani publik, terlepas dari klasifikasi fungsional (misalnya:
3 audit, pajak, atau konsultansi) di Kantornya yang memberikan jasa profesional.
4 Istilah “Anggota yang berpraktik melayani publik” juga digunakan untuk merujuk kepada
5 Kantornya.
6
7 ➢ Anggota yang diusulkan
8 Anggota yang berpraktik melayani publik yang mempertimbangkan untuk menerima
9 penunjukan audit atau perikatan untuk memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi,
10 atau jasa profesional serupa untuk klien prospektif (atau dalam beberapa kasus, klien
11 yang sudah ada).
12
13 ➢ Anggota yang bekerja di bisnis
14 Anggota yang bekerja di bidang-bidang seperti perdagangan, industri, jasa, sektor
15 publik, pendidikan, sektor nirlaba, atau dalam asosiasi profesi atau regulator, yang
16 mungkin menjadi karyawan, karyawan tidak tetap, rekan, direktur (eksekutif atau
17 noneksekutif), pemilik-manajer atau sukarelawan.
18
19 ➢ Anggota yang sedang memberikan jasa
20 Seorang Anggota yang berpraktik melayani publik yang mendapatkan penugasan audit
21 atau memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, atau jasa profesional serupa untuk
22 klien.
23
24 ➢ Audit
25 Dalam Bagian 4A, istilah “audit” berlaku setara dengan “reviu”.
26
27 ➢ Bujukan
28 Objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk memengaruhi perilaku individu lain,
29 namun tidak dimaksudkan untuk memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak
30 patut.
31
32 Bujukan dapat berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan mitra bisnis (untuk
33 Anggota yang bekerja di bisnis), atau antara anggota dengan klien atau klien prospektif
34 (untuk Anggota yang berpraktik melayani publik) hingga tindakan yang mengakibatkan
35 ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Bujukan dapat berupa,
36 misalnya (namun tidak terbatas pada):
37 • Hadiah.
38 • Keramahtamahan.
39 • Hiburan.
40 • Sumbangan politik atau sosial.
41 • Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.
42 • Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.
43 • Perlakuan, hak, atau hak istimewa.
44
45 ➢ Dapat (boleh)
46 Istilah tersebut digunakan dalam Kode Etik ini untuk menunjukkan izin dalam mengambil
47 tindakan pada keadaan tertentu, termasuk sebagai pengecualian untuk suatu
48 persyaratan. Terminologi Ini tidak digunakan untuk menunjukkan kemungkinan.
xxviii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Direktur, Komisaris, atau pejabat eksekutif
2 Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola suatu entitas, atau bertindak dalam
3 kapasitas yang setara, tanpa memandang jabatannya, yang mungkin berbeda dari
4 yurisdiksi ke yurisdiksi yang lain.
5
6 ➢ Divisi atau cabang
7 Suatu bagian atau cabang dari Kantor yang dikelola berdasarkan area geografis atau
8 lini praktik.
9
10 ➢ Entitas berelasi
11 Entitas yang memiliki hubungan berikut dengan klien:
12 (a) Suatu entitas yang memiliki pengendalian langsung atau tidak langsung atas klien
13 jika klien bersifat material untuk entitas tersebut;
14 (b) Suatu entitas dengan kepentingan keuangan langsung dalam klien jika entitas
15 tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap klien dan kepentingan klien
16 bersifat material bagi entitas tersebut;
17 (c) Suatu entitas yang dikendalikan secara langsung atau tidak langsung oleh klien;
18 (d) Suatu entitas yang klien, atau entitas berelasi dengan klien pada huruf (c) di atas,
19 mempunyai kepentingan keuangan langsung yang memberikan pengaruh
20 signifikan atas entitas tersebut dan kepentingan keuangan tersebut bersifat
21 material bagi klien dan entitas berelasinya pada huruf (c); dan
22 (e) Suatu entitas yang berada di bawah kendali bersama dengan klien (“sister entity”)
23 jika keduanya bersifat material bagi entitas yang mengendalikan keduanya.
24
25 ➢ Entitas dengan akuntabilitas publik
26 Entitas dengan akuntabilitas publik, yaitu:
27 (a) Entitas yang terdaftar di pasar modal; atau
28 (b) Entitas yang:
29 (i) Ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan sebagai entitas dengan
30 akuntabilitas publik; atau
31 (ii) Disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan untuk diaudit dengan
32 persyaratan independensi yang sama dengan entitas yang terdaftar di
33 pasar modal. Peraturan tersebut dapat ditetapkan oleh regulator yang
34 berwenang, termasuk regulator audit.
35 Entitas lain juga dapat dianggap sebagai entitas dengan akuntabilitas publik,
36 sebagaimana ditetapkan di paragraf 400.8.
37
38 ➢ Entitas terdaftar di pasar modal
39 Suatu entitas yang saham atau surat utangnya terdaftar pada pasar modal atau
40 dipasarkan berdasarkan peraturan pasar modal atau badan lain yang setara.
41
42 ➢ Iklan
43 Komunikasi kepada publik tentang informasi mengenai jasa atau keahlian yang dimiliki
44 oleh Anggota yang berpraktik melayani publik dengan tujuan untuk mendapatkan bisnis
45 profesional.
46
47
48
xxix
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Imbalan kontinjen
2 Imbalan yang dihitung atas dasar yang telah ditentukan sebelumnya yang terkait
3 dengan hasil transaksi atau hasil dari jasa yang dilakukan oleh Kantor. Imbalan yang
4 ditetapkan oleh pengadilan atau otoritas publik lainnya bukan merupakan imbalan
5 kontinjen.
6
7 ➢ Independensi
8 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang memungkinkan
9 untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak terpengaruh oleh tekanan yang
10 dapat mengompromikan pertimbangan profesional, sehingga memungkinkan
11 individu bertindak secara berintegritas serta menerapkan objektivitas dan
12 skeptisisme profesional.
13 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan yang sangat
14 signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang cukup
15 dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan tertentu, menyimpulkan
16 bahwa integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari suatu Kantor atau
17 personel dari tim audit atau tim asurans telah berkurang.
18 Sebagaimana ditetapkan dalam paragraf 400.5 dan 900.4, referensi kepada individu
19 atau Kantor Anggota yang “independen” berarti bahwa individu atau Kantor telah
20 mematuhi Bagian 4A dan 4B, sebagaimana berlaku.
21
22 ➢ Informasi keuangan historis
23 Informasi yang dinyatakan dalam istilah keuangan terkait dengan suatu entitas,
24 terutama berasal dari sistem Akuntansi entitas tersebut, tentang peristiwa ekonomi yang
25 terjadi pada masa lalu atau mengenai keadaan atau keadaan ekonomi pada masa lalu.
26
27 ➢ Jaringan
28 Suatu Struktur yang lebih besar:
29 (a) Bertujuan untuk saling bekerjasama; dan
30 (b) Ditujukan secara jelas untuk berbagi keuntungan atau biaya, berbagi kepemilikan
31 saham secara bersama, pengendalian atau pengelolaan, kebijakan dan prosedur
32 pengendalian mutu bersama, strategi bisnis secara bersama, penggunaan suatu
33 nama merk bersama, atau penggunaan suatu bagian signifikan atas sumber daya
34 profesional.
35
36 ➢ Jaringan kantor
37 Suatu Kantor atau entitas yang memiliki jaringan atau tergabung dalam suatu jaringan.
38 Untuk informasi lebih lanjut, lihat paragraf 400.50 A1 hingga 400.54 A1.
39
40 ➢ Jasa professional
41 Aktivitas profesional yang dikerjakan untuk klien.
42
43
44
45
46
47
48
xxx
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Kantor
2 (a) Suatu Kantor dalam bentuk perseorangan, persekutuan perdata, atau firma;
3 (b) Suatu entitas yang mengendalikan pihak-pihak melalui kepemilikan, manajemen
4 atau cara lainnya; dan
5 (c) Suatu entitas yang dikendalikan oleh pihak-pihak tersebut, melalui kepemilikan,
6 manajemen, atau sarana lainnya.
7 Paragraf 400.4 dan 900.3 menjelaskan bagaimana kata “Kantor” digunakan untuk
8 mengatasi tanggung jawab Anggota dan Kantor untuk mematuhi Bagian 4A dan 4B,
9 masing-masing.
10
11 ➢ Keluarga dekat
12 Orang tua, anak atau saudara kandung yang bukan anggota keluarga inti.
13
14 ➢ Keluarga inti
15 Suami, istri dan/atau tanggungan.
16
17 ➢ Kepentingan keuangan
18 Suatu kepentingan dalam bentuk kepemilikan saham, atau instrumen ekuitas lainnya,
19 surat utang, pinjaman, atau instrumen utang lain dari suatu entitas, termasuk hak dan
20 kewajiban untuk memperoleh bunga dan derivatif yang terkait langsung dengan
21 kepentingan tersebut.
22
23 ➢ Kepentingan keuangan langsung
24 (a) Dimiliki langsung oleh dan di bawah kendali individu atau entitas (termasuk yang
25 dikelola atas dasar diskresi pihak lain); atau
26 (b) Manfaatnya dimiliki melalui instrumen investasi kolektif, estate, trust atau
27 perantara lain yang dikendalikan atau yang keputusan investasinya dipengaruhi
28 oleh individu atau entitas tersebut.
29
30 ➢ Kepentingan keuangan tidak langsung
31 Suatu kepentingan keuangan yang manfaatnya dimiliki melalui sarana investasi kolektif,
32 estate, trust atau perantara lainnya sehingga individu atau entitas tidak memiliki
33 pengendalian atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasi.
34
35 ➢ Kerangka kerja konseptual
36 Istilah ini dijelaskan dalam Bagian 120.
37
38 ➢ Kerugian substansial
39 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.5-A3 dan 360.5-A3.
40
41
42
43
44
45
46
47
xxxi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Anggota yang
2 berpraktik melayani publik)
3 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”) terdiri dari
4 tindakan kelalaian atau pelaksanaan, disengaja atau tidak disengaja, yang
5 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilakukan
6 oleh pihak-pihak berikut:
7 (a) Klien;
8 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien;
9 (c) Manajemen Klien;
10 (d) Pihak lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.
11 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 360.5-A1
12
13 ➢ Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Anggota yang bekerja
14 di bisnis)
15 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”) terdiri dari
16 tindakan kelalaian atau pelaksanaan, disengaja atau tidak disengaja, yang
17 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilakukan
18 oleh pihak-pihak berikut:
19 (a) Organisasi yang mempekerjakan Anggota;
20 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi tempatnya bekerja;
21 (c) Manajemen organisasi tempatnya bekerja; atau
22 (d) Pihak lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan organisasi tempatnya bekerja.
23 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.5-A1.
24
25 ➢ Klien asurans
26 Pihak yang bertanggung jawab yaitu orang yang:
27 (a) Bertanggung jawab atas hal pokok dalam perikatan pelaporan langsung; atau
28 (b) Bertanggung jawab terhadap informasi hal pokok dan mungkin bertanggung
29 jawab terhadap hal pokok dalam perikatan berbasis asersi.
30
31 ➢ Klien audit
32 Entitas yang melakukan perikatan audit dengan Kantor. Ketika klien adalah entitas yang
33 terdaftar di pasar modal, maka pengertian klien audit termasuk entitas berelasinya.
34 Namun, ketika klien audit bukan entitas yang terdaftar di pasar modal, maka pengertian
35 klien audit termasuk entitas berelasinya yang dikendalikan secara langsung maupun
36 tidak langsung oleh Klien. (Lihat juga paragraf P400.20), Di Bagian 4A, istilah “klien
37 audit” berlaku sama untuk “klien reviu”.
38
39 ➢ Klien reviu
40 Suatu entitas yang melakukan perikatan reviu dengan Kantor.
41
42 ➢ Laporan Audit
43 Dalam Bagian 4A, istilah “laporan audit” berlaku sama untuk “laporan reviu”.
44
45
46
47
48
xxxii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Laporan keuangan
2 Suatu penyajian yang terstruktur atas informasi keuangan historis, termasuk catatan
3 atas laporan keuangan, yang dimaksudkan untuk mengomunikasikan sumber daya
4 ekonomi atau kewajiban entitas pada suatu waktu atau perubahannya dalam jangka
5 waktu sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan
6 umumnya terdiri atas ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan
7 lainnya. Istilah laporan keuangan dapat mengacu pada suatu laporan keuangan
8 lengkap, namun juga dapat merujuk kepada laporan keuangan tunggal, misalnya,
9 laporan posisi keuangan, atau suatu laporan laba rugi, dan catatan penjelasan terkait.
10
11 ➢ Laporan keuangan bertujuan khusus
12 Laporan keuangan disusun sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang
13 dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan pengguna tertentu.
14
15 ➢ Laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor
16 Dalam hal suatu entitas tunggal, laporan yang dimaksud adalah laporan keuangan
17 entitas tersebut. Dalam hal kelompok usaha, laporan yang dimaksud adalah laporan
18 keuangan konsolidasian.
19
20 ➢ Level yang dapat diterima
21 Level ketika Anggota menggunakan pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki
22 informasi yang cukup sangat mungkin akan menyimpulkan bahwa Anggota mematuhi
23 prinsip dasar.
24
25 ➢ Mungkin
26 Istilah tersebut digunakan dalam Kode Etik ini untuk menunjukkan kemungkinan
27 masalah yang timbul, suatu peristiwa yang terjadi atau suatu tindakan yang akan
28 diambil. Istilah ini tidak mengaitkan level kemungkinan atau kemungkinan tertentu ketika
29 digunakan bersama dengan ancaman, karena evaluasi level ancaman bergantung pada
30 fakta dan keadaan dari hal tertentu, peristiwa atau tindakan.
31
32 ➢ Penelaah yang tepat
33 Seorang profesional dengan pengetahuan, keahlian, pengalaman, dan kewenangan
34 untuk menelaah secara objektif, pekerjaan yang telah dilakukan atau jasa yang telah
35 diberikan yang relevan. Individu tersebut mungkin adalah seorang Anggota.
36 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 300.8-A4.
37
38 ➢ Penelaahan pengendalian mutu perikatan
39 Suatu proses yang dirancang untuk memberikan evaluasi yang objektif, sebelum
40 laporan diterbitkan, tentang penilaian signifikan yang dilakukan oleh tim perikatan dan
41 kesimpulan yang dicapai dalam merumuskan laporan.
42
43 ➢ Pengamanan
44 Pengamanan adalah tindakan, secara individu atau secara gabungan, yang diambil
45 Anggota secara efektif untuk mengurangi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
46 dasar pada level yang dapat diterima. Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.10-A2.
47
48
xxxiii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai
2 Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai merupakan
3 hal yang dipertimbangkan oleh Anggota tentang apakah kesimpulan yang sama
4 kemungkinan akan dicapai oleh pihak lain. Pertimbangan tersebut dibuat dari perspektif
5 pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai, yang berdasarkan
6 semua fakta dan keadaan yang relevan yang diketahui oleh Anggota, atau dapat
7 diharapkan untuk diketahui, pada saat kesimpulan dibuat. Pihak ketiga yang rasional
8 dan memiliki informasi yang memadai tidak perlu menjadi Anggota, tetapi memiliki
9 pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk memahami dan mengevaluasi
10 kelayakan kesimpulan Anggota secara tidak memihak. Istilah-istilah ini dijelaskan dalam
11 paragraf P120.5-A6.
12
13 ➢ Perikatan asurans
14 Perikatan ketika Anggota yang berpraktik melayani publik menyatakan suatu
15 kesimpulan yang dirancang untuk meningkatkan tingkat kepercayaan dari pengguna
16 yang dituju selain pihak yang bertanggung jawab tentang hasil evaluasi atau
17 pengukuran hal pokok terhadap kriteria.
18 (Untuk panduan perikatan asurans, lihat Standar Profesional Akuntan Publik yang
19 berlaku).
20
21 ➢ Perikatan asurans yang memenuhi persyaratan
22 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 990.2 untuk tujuan Bagian 990.
23
24 ➢ Perikatan audit
25 Suatu perikatan asurans yang dilakukan oleh Anggota yang berpraktik melayani publik
26 pada suatu Kantor untuk menyatakan opini mengenai apakah laporan keuangan yang
27 disusun, dalam semua hal yang material (atau disajikan secara wajar, dalam semua hal
28 yang material), sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, perikatan
29 tersebut dilakukan berdasarkan Standar Audit. Hal ini mencakup audit berdasarkan
30 peraturan perundangan yang berlaku, yang disyaratkan oleh peraturan perundang-
31 undangan atau peraturan lainnya. Di Bagian 4A, istilah “Perikatan audit” berlaku sama
32 untuk “Perikatan reviu”.
33
34 ➢ Perikatan audit yang memenuhi persyaratan
35 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 800.2 untuk keperluan Bagian 800.
36
37 ➢ Perikatan reviu
38 Suatu perikatan asurans, yang dilakukan oleh Anggota yang berpraktik melayani publik
39 pada suatu Kantor sesuai dengan Standar Perikatan Reviu untuk menyatakan suatu
40 kesimpulan, berdasarkan prosedur-prosedur yang tidak menyediakan bukti yang
41 diperlukan dalam suatu audit, apakah tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian Anggota
42 tersebut yang menyebabkannya yakin bahwa Laporan Keuangan tidak disusun, dalam
43 semua hal yang material, sesuai dengan Kerangka Pelaporan Keuangan yang berlaku.
44
45 ➢ Periode jeda
46 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf P540.5 untuk tujuan paragraf P540.11 hingga
47 P540.19.
48
xxxiv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Periode perikatan (Perikatan Asurans selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu)
2 Periode perikatan dimulai ketika tim asurans mulai melakukan jasa asurans sehubungan
3 dengan perikatan tertentu. Periode perikatan berakhir ketika laporan asurans
4 diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka periode perikatan berakhir ketika
5 terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa hubungan profesional telah
6 berakhir atau laporan asurans diterbitkan.
7
8 ➢ Periode perikatan (Perikatan Audit dan Perikatan Reviu)
9 Periode perikatan dimulai ketika tim audit mulai melakukan audit. Periode perikatan
10 berakhir ketika laporan audit diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka
11 periode perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa
12 hubungan profesional telah berakhir atau laporan audit diterbitkan.
13
14 ➢ Pertimbangan Profesional
15 Mencakup penerapan pelatihan, pengetahuan, keahlian, dan pengalaman profesional
16 yang relevan yang sepadan dengan fakta dan keadaan, termasuk sifat dan ruang
17 lingkup aktivitas profesional tertentu, dan berbagai kepentingan hubungan yang terlibat.
18 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.5-A4.
19
20 ➢ Periode aktif
21 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf P540.5.
22
23 ➢ Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
24 Pihak atau organisasi (misalnya, entitas wali amanat) dengan tanggung jawab untuk
25 mengawasi arah strategis entitas dan kewajiban yang terkait dengan akuntabilitas
26 entitas. Pengawasan tersebut termasuk pengawasan atas proses pelaporan keuangan.
27 Untuk beberapa entitas di beberapa peraturan, pihak yang bertanggung jawab atas tata
28 kelola mungkin termasuk personel manajemen, misalnya, anggota eksekutif dewan tata
29 kelola dari entitas sektor swasta atau entitas sektor publik, atau pemilik perusahaan.
30
31 ➢ Prinsip dasar
32 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 110.1 A1. Setiap prinsip dasar, pada gilirannya,
33 dijelaskan dalam paragraf berikut:
34 Integritas P111.1
35 Objektivitas P112.1
36 Kompetensi dan kehati-hatian professional P113.1
37 Kerahasiaan P114.1
38 Perilaku professional P115.1
39
40 ➢ Rekan audit utama
41 Rekan perikatan, individu yang bertanggung jawab atas penelaahan pengendalian mutu
42 perikatan, dan rekan perikatan audit utama lainnya dalam, tim perikatan, jika ada, yang
43 membuat keputusan atau pertimbangan penting atas permasalahan yang signifikan
44 sehubungan dengan audit atas laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
45 Kantor. Bergantung pada keadaan dan peran individu dalam audit, “rekan perikatan
46 audit utama lainnya” dapat mencakup, misalnya, rekan perikatan audit yang
47 bertanggung jawab untuk entitas anak atau divisi yang signifikan.
48
49
50
xxxv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Rekan perikatan
2 Rekan atau personel lain dalam Kantor yang bertanggung jawab atas perikatan, dan
3 pelaksanaannya, dan laporan yang diterbitkan atas nama Kantor, dan ketika
4 disyaratkan, memiliki kewenangan yang tepat dari entitas profesi, atau Regulator.
5
6 ➢ Tim asurans
7 (a) Semua anggota tim perikatan untuk perikatan asurans;
8 (b) Semua anggota dalam suatu Kantor yang secara langsung dapat memengaruhi
9 hasil dari perikatan asurans, termasuk:
10 (i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi yang diberikan kepada, atau
11 yang memberikan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan
12 lain terhadap rekan perikatan asurans sehubungan dengan pelaksanaan
13 perikatan asurans;
14 (ii) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait teknis
15 atau industri, transaksi atau peristiwa dalam perikatan asurans; dan
16 (iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu untuk perikatan asurans,
17 termasuk pihak yang menelaah pengendalian mutu perikatan dalam
18 perikatan asurans.
19
20 ➢ Tim audit
21 (a) Semua anggota tim perikatan untuk perikatan audit;
22 (b) Semua pihak lain dalam Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil
23 dari perikatan audit, termasuk:
24 (i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi yang diberikan kepada, atau
25 yang memberikan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan
26 lain terhadap rekan perikatan audit sehubungan dengan pelaksanaan
27 perikatan audit, termasuk pihak pada semua level manajemen senior yang
28 secara berturut-turut berada di atas rekan perikatan sampai rekan senior
29 atau pimpinan rekan (kepala eksekutif atau setara);
30 (ii) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait teknis
31 atau industri, transaksi atau peristiwa dalam perikatan audit; dan
32 (iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu terhadap perikatan, termasuk
33 pihak yang menelaah pengendalian mutu perikatan; dan
34 (c) Semua pihak dalam jaringan Kantor yang dapat memengaruhi hasil perikatan
35 audit. Di bagian 4A, istilah “tim audit” berlaku sama untuk “tim reviu”.
36
37 ➢ Tim perikatan
38 Semua rekan dan staf yang melakukan perikatan, dan setiap individu yang dilibatkan
39 oleh Kantor atau jaringan Kantor yang melakukan prosedur asurans pada perikatan. Hal
40 ini tidak termasuk ahli eksternal yang dilibatkan oleh Kantor atau oleh jaringan Kantor.
41 Istilah “tim perikatan” juga mengecualikan individu dalam fungsi audit internal klien yang
42 memberikan bantuan langsung terhadap perikatan audit ketika auditor eksternal
43 mematuhi persyaratan SA 610 (Revisi 2021) tentang Penggunaan Pekerjaan Auditor
44 Internal.
45
46
47
48
49
50
xxxvi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 ➢ Tim reviu
2 Semua personel dalam tim perikatan untuk suatu perikatan reviu; dan
3 Semua pihak lain dalam suatu Kantor yang secara langsung dapat memengaruhi hasil
4 dari perikatan reviu, termasuk:
5 (i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi, yang diberikan kepada, atau yang
6 melakukan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan lain dari
7 rekan perikatan sehubungan dengan pelaksanaan perikatan reviu, termasuk
8 pihak pada semua level manajemen senior yang secara berturut-turut berada
9 di atas rekan perikatan sampai dengan pemimpin rekan (kepala eksekutif atau
10 setara);
11 (ii) Pihak yang memberikan konsultansi terkait dengan permasalahan teknis atau
12 industri, transaksi atau peristiwa spesifik untuk perikatan reviu; dan
13 (iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu atas perikatan, termasuk pihak yang
14 melakukan penelaahan pengendalian mutu perikatan tersebut; dan
15 (iv) Semua pihak dalam jaringan Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi
16 hasil dari perikatan reviu.
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
xxxvii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24 (Sengaja Dikosongkan)
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
xxxviii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 BAGIAN 1
2 KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK, PRINSIP DASAR ETIKA, DAN KERANGKA
3 KERJA KONSEPTUAL
4
5 SEKSI 100
6
7 KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK
8
9 PENDAHULUAN
10
11 100.1 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung
12 jawab untuk bertindak dalam kepentingan publik.
13
14 100.2 Kepercayaan terhadap profesi akuntansi adalah alasan mengapa bisnis,
15 pemerintahan dan organisasi lain melibatkan Anggota dalam berbagai bidang,
16 termasuk pelaporan keuangan dan korporat, asurans dan aktivitas profesional
17 lainnya. Anggota mengakui dan memahami bahwa kepercayaan tersebut
18 didasarkan pada kemampuan dan nilai yang dibawa oleh Anggota dalam
19 melaksanakan aktivitas profesionalnya, termasuk:
20 (a) Kepatuhan terhadap prinsip etika dan standar profesi;
21 (b) Penggunaan ketajaman bisnis;
22 (c) Penggunaan keahlian teknis dan lainnya; dan
23 (d) Penerapan pertimbangan profesional.
24 Penerapan kemampuan dan nilai ini memungkinkan Anggota untuk
25 memberikan nasihat atau keluaran lain yang memenuhi tujuan penggunaan,
26 dan keluaran tersebut dapat diandalkan oleh pengguna yang dituju.
27
28 100.3 Kode Etik ini menetapkan standar mutu yang tinggi atas perilaku etis yang
29 diharapkan dari Anggota. Kode Etik ini juga dapat digunakan atau diadopsi oleh
30 pihak yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar etika Anggota di
31 sektor atau yurisdiksi tertentu dan oleh Kantor dalam mengembangkan
32 kebijakan etika dan independensi.
33
34 100.4 Kode Etik menetapkan lima prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh semua
35 Anggota. Kode Etik ini juga mencakup kerangka kerja konseptual yang
36 menetapkan pendekatan yang akan diambil untuk mengidentifikasi,
37 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman kepatuhan terhadap prinsip dasar
38 tersebut serta, ancaman terhadap independensi untuk audit, dan perikatan
39 asurans lainnya. Kode Etik juga menerapkan prinsip dasar etika dan kerangka
40 kerja konseptual untuk berbagai fakta dan keadaan yang mungkin ditemui
41 Anggota, baik yang bekerja di bisnis maupun yang berpraktik melayani publik.
42
43 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
44 Persyaratan dalam Kode Etik, yang ditandai dengan huruf ‘P’, membebankan
45 100.5-A1
46 kewajiban.
47
1
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 100.5-A2 Materi aplikasi, yang ditandai dengan huruf ‘A’, memberikan konteks,
2 penjelasan, saran untuk tindakan atau perihal yang perlu dipertimbangkan,
3 ilustrasi, dan panduan lain yang relevan untuk pemahaman yang tepat atas
4 Kode Etik. Secara khusus, materi aplikasi dimaksudkan untuk membantu
5 Anggota dalam memahami bagaimana menerapkan kerangka kerja konseptual
6 pada keadaan tertentu serta untuk memahami dan mematuhi persyaratan
7 spesifik. Meskipun materi aplikasi itu sendiri bukan merupakan suatu
8 persyaratan, namun pertimbangan atas materi aplikasi tersebut diperlukan
9 untuk penerapan yang tepat atas persyaratan Kode Etik, termasuk penerapan
10 kerangka kerja konseptual.
11
12 P100.6 Anggota harus mematuhi Kode Etik.
13
14 100.6-A1 Menjunjung tinggi prinsip dasar etika dan kepatuhan terhadap persyaratan
15 spesifik dari Kode Etik sehingga Anggota dapat memenuhi tanggung jawabnya
16 untuk bertindak dalam kepentingan publik.
17
18 100.6-A2 Mematuhi Kode Etik termasuk memberikan perhatian yang tepat terhadap
19 maksud dan tujuan dari persyaratan spesifik.
20
21 100.6-A3 Kepatuhan terhadap persyaratan Kode Etik tidak berarti bahwa Anggota akan
22 selalu memenuhi tanggung jawabnya untuk bertindak dalam kepentingan
23 publik. Mungkin terdapat keadaan yang tidak biasa ketika Anggota meyakini
24 bahwa mematuhi persyaratan tertentu dari Kode Etik dapat mengakibatkan
25 hasil yang tidak sepadan atau yang tidak memenuhi kepentingan publik. Dalam
26 keadaan demikian, Anggota disarankan untuk berkonsultasi dengan asosiasi
27 profesi atau regulator yang terkait.
28
29 100.6-A4 Dalam bertindak dalam kepentingan publik, Anggota tidak hanya
30 mempertimbangkan preferensi atau persyaratan dari klien individu atau
31 organisasi tempatnya bekerja, tetapi juga untuk kepentingan pemangku
32 kepentingan lainnya saat melakukan kegiatan profesional.
33
34 P100.7 Jika terdapat keadaan ketika peraturan perundang-undangan menghalangi
35 Anggota untuk mematuhi bagian tertentu dari Kode Etik, maka peraturan
36 perundang-undangan tersebut berlaku, dan Anggota harus mematuhi seluruh
37 bagian lain dari Kode Etik.
38
39 100.7-A1 Prinsip perilaku profesional mensyaratkan Anggota untuk mematuhi peraturan
40 perundang-undangan yang relevan. Beberapa peraturan mungkin memiliki
41 ketentuan yang berbeda atau melampaui ketentuan yang ditetapkan dalam
42 Kode Etik. Anggota harus menyadari perbedaan tersebut dan mematuhi
43 ketentuan yang lebih ketat kecuali dilarang oleh peraturan perundang-
44 undangan.
45
46 2
47
48
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 Pelanggaran terhadap Kode Etik
2
3 P100.8 Paragraf P400.80-P400.89 dan P900.50-P900.55 menjelaskan pelanggaran
4 terhadap Standar Independensi. Anggota yang mengidentifikasi terjadinya
5 pelanggaran terhadap ketentuan lain dalam Kode Etik harus mengevaluasi
6 signifikansi pelanggaran dan dampaknya terhadap kemampuan Anggota untuk
7 mematuhi prinsip dasar etika. Anggota juga harus:
8 (a) Sesegera mungkin mengambil tindakan yang diperlukan untuk
9 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memadai; dan
10 (b) Menentukan apakah akan melaporkan pelanggaran tersebut kepada
11 pihak yang relevan.
12
13 100.8-A1 Pihak-pihak relevan yang mungkin menerima laporan pelanggaran tersebut
14 mencakup pihak-pihak yang mungkin terkena dampak pelanggaran tersebut
15 yakni asosiasi profesi, regulator, atau otoritas pengawasan.
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
3
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 SEKSI 110
2
3 PRINSIP DASAR ETIKA
4
5 Umum
6
7 110.1-A1 Lima prinsip dasar etika untuk Anggota adalah:
8 (a) Integritas - bersikap lugas dan jujur dalam semua hubungan profesional
9 dan bisnis.
10 (b) Objektivitas - menerapkan pertimbangan profesional atau bisnis tanpa
11 dikompromikan oleh:
12 (i) Bias
13 (ii) Benturan kepentingan; atau
14 (iii) Pengaruh atau ketergantungan yang tidak semestinya terhadap
15 individu, organisasi, teknologi, atau faktor lain.
16 (c) Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional - untuk:
17 (i) Mencapai dan mempertahankan pengetahuan dan keahlian
18 profesional pada level yang disyaratkan untuk memastikan bahwa
19 klien atau organisasi tempatnya bekerja memperoleh jasa
20 profesional yang kompeten, berdasarkan standar profesional dan
21 standar teknis terkini serta ketentuan peraturan perundang-
22 undangan yang relevan; dan
23 (ii) Bertindak sungguh-sungguh dan sesuai dengan standar
24 professional dan standar teknis yang berlaku.
25 (d) Kerahasiaan - menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dari hasil
26 hubungan profesional dan bisnis.
27 (e) Perilaku profesional – untuk:
28 (i) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan;
29 (ii) Berperilaku konsisten dengan tanggung jawab profesi untuk
30 bertindak dalam kepentingan publik dalam semua aktivitas
31 profesional dan hubungan bisnis; dan
32 (iii) Menghindari perilaku apa pun yang diketahui atau seharusnya
33 diketahui Anggota yang dapat mendiskreditkan profesi Anggota.
34
35 P110.2 Anggota harus mematuhi setiap prinsip dasar etika.
36
37 110.2-A1 Prinsip dasar etika menetapkan standar perilaku yang diharapkan dari seorang
38 Anggota. Kerangka kerja konseptual menetapkan pendekatan yang perlu
39 diterapkan oleh seorang Anggota, dalam mematuhi prinsip dasar etika
40 tersebut. Subseksi 111-115 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi yang
41 terkait dengan masing-masing prinsip dasar etika.
42
43 110.2-A2 Anggota mungkin menghadapi suatu situasi ketika mematuhi salah satu prinsip
44 dasar etika, akan bertentangan dengan mematuhi satu atau lebih prinsip dasar
45 etika lainnya. Dalam situasi demikian, Anggota mungkin mempertimbangkan
46 untuk berkonsultasi, secara anonim jika diperlukan, dengan:
47 • Pihak lain dalam Kantor atau organisasi tempatnya bekerja.
48 • Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
4
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 • Asosiasi Profesi
2 • Regulator
3 • Penasihat hukum
4 Namun demikian, konsultasi semacam itu tidak membebaskan Anggota dari
5 tanggung jawabnya untuk menggunakan pertimbangan profesional dalam
6 menyelesaikan konflik tersebut atau (jika perlu) dan kecuali dilarang oleh
7 peraturan perundang-undangan, untuk melepaskan diri dari permasalahan
8 yang memunculkan konflik.
9
10 110.2-A3 Anggota didorong untuk mendokumentasikan substansi permasalahan, rincian
11 dari setiap pembahasan, keputusan yang dibuat, dan alasan atas keputusan
12 tersebut.
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
5
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 SUBSEKSI 111 – INTEGRITAS
2
3 P111.1 Anggota harus mematuhi prinsip integritas, yang mensyaratkan Anggota untuk
4 bersikap lugas dan jujur dalam semua hubungan profesional dan bisnis.
5
6 111.1-A1 Integritas melibatkan keterusterangan, kejujuran, dan kekuatan karakter untuk
7 bertindak dengan tepat, bahkan ketika menghadapi tekanan untuk melakukan
8 hal yang tidak seharusnya atau ketika melakukan hal tersebut dapat
9 menimbulkan potensi konsekuensi yang merugikan bagi pribadi atau
10 organisasi.
11
12 111.1-A2 Bertindak secara tepat dengan cara:
13 (a) Mempertahankan pendirian ketika dihadapkan pada dilema dan situasi
14 sulit; atau
15 (b) Mempertanyakan manakala terdapat keadaan yang mengharuskan
16 demikian, dengan cara yang sesuai dengan keadaan.
17 P111.2 Anggota tidak boleh secara sengaja dikaitkan dengan laporan, komunikasi,
18 atau informasi lain ketika Anggota percaya bahwa informasi tersebut:
19 (a) Berisi kesalahan atau pernyataan yang menyesatkan secara material;
20 (b) Berisi pernyataan atau informasi yang dibuat secara tidak hati-hati; atau
21 (c) Terdapat penghilangan atau pengaburan informasi yang seharusnya
22
23 diungkapkan, sehingga akan menyesatkan.
24 111.2-A1
25 Seorang Anggota tidak melanggar ketentuan paragraf P111.2 sepanjang
26 Anggota memberikan laporan yang dimodifikasi terkait dengan permasalahan
27 yang terdapat dalam laporan, komunikasi atau informasi lainnya tersebut.
28 P111.3
29 Ketika Anggota menyadari telah dikaitkan dengan informasi yang dijelaskan di
30 paragraf P111.2, maka Anggota harus mengambil langkah-langkah untuk
31 tidak dikaitkan dengan informasi tersebut.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
6
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 SUBSEKSI 112 – OBJEKTIVITAS
2
3 P112.1 Anggota harus mematuhi prinsip objektivitas yang mensyaratkan Anggota
4 untuk menerapkan pertimbangan profesional atau bisnis tanpa dikompromikan
5 oleh:
6 (a) Bias
7 (b) Benturan kepentingan; atau
8 (c) Pengaruh atau ketergantungan yang tidak semestinya terhadap individu,
9 organisasi, teknologi, atau faktor lain.
10
11 P112.2 Anggota tidak boleh melakukan aktivitas profesional jika suatu keadaan atau
12 hubungan terlalu memengaruhi pertimbangan profesionalnya atas aktivitas
13 tersebut.
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
7
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 SUBSEKSI 113 – KOMPETENSI DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL
2
3 P113.1 Anggota harus patuh terhadap prinsip kompetensi dan kehati-hatian
4 profesional yang mensyaratkan Anggota untuk:
5 (a) Mencapai dan mempertahankan pengetahuan serta keahlian profesional
6 pada level yang disyaratkan untuk memastikan bahwa klien atau
7 organisasi tempatnya bekerja memperoleh jasa profesional yang
8 kompeten berdasarkan standar profesional dan standar teknis terkini dan
9 sesuai dengan perundang-undangan yang relevan; dan
10 (b) Bertindak sungguh-sungguh dan sesuai dengan standar profesional dan
11 standar teknis yang berlaku.
12
13 113.1-A1 Pemberian jasa kepada klien dan organisasi tempatnya bekerja dengan
14 kompetensi profesional mensyaratkan Anggota untuk menggunakan
15 pertimbangan yang baik dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian
16 profesional ketika melakukan aktivitas profesional.
17
18 113.1-A2 Menjaga kompetensi profesional mensyaratkan suatu kesadaran yang
19 berkelanjutan dan pemahaman atas perkembangan teknis, profesional, bisnis,
20 dan terkait teknologi yang relevan. Pengembangan profesional berkelanjutan
21 memungkinkan Anggota untuk mengembangkan dan mempertahankan
22 kemampuan bekerja secara kompeten dalam lingkungan profesional.
23
24 113.1-A3 Kesungguhan mencakup tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan
25 persyaratan penugasan, secara hati-hati, cermat, dan tepat waktu.
26
27 P113.2 Dalam mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional, Anggota
28 harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk memastikan bahwa
29 mereka yang bekerja profesional di bawah pengawasannya telah memperoleh
30 pelatihan dan supervisi yang tepat.
31
32 P113.3 Jika diperlukan, Anggota harus membuat klien, organisasi tempatnya bekerja,
33 atau pengguna lain atas jasa atau aktivitas profesional Anggota, untuk
34 menyadari keterbatasan yang melekat pada jasa atau aktivitas tersebut.
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
8
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 SUBSEKSI 114 – KERAHASIAAN
2
3 P114.1 Anggota harus mematuhi prinsip kerahasiaan, yang mensyaratkan Anggota
4 untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari
5 hubungan profesional dan bisnis. Anggota harus:
6 (a) Mewaspadai terhadap kemungkinan pengungkapan yang tidak
7 disengaja, termasuk dalam lingkungan sosial, dan khususnya kepada
8 rekan bisnis dekat, anggota keluarga inti, atau keluarga dekat;
9 (b) Menjaga kerahasiaan informasi di dalam Kantor atau organisasi
10 tempatnya bekerja;
11 (c) Menjaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh calon klien atau
12 organisasi tempatnya bekerja;
13 (d) Tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan
14 profesional dan bisnis di luar Kantor atau organisasi tempatnya bekerja
15 tanpa kewenangan yang memadai dan spesifik, kecuali jika terdapat hak
16 atau kewajiban hukum atau profesional untuk mengungkapkannya;
17 (e) Tidak menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan
18 profesional dan hubungan bisnis untuk keuntungan pribadi atau pihak
19 ketiga;
20 (f) Tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia apa pun,
21 baik yang diperoleh atau diterima sebagai hasil dari hubungan
22 profesional atau bisnis maupun setelah hubungan tersebut berakhir; dan
23 (g) Melakukan langkah-langkah yang memadai untuk memastikan bahwa
24 personel yang berada di bawah pengawasannya, serta individu yang
25 memberi advis dan bantuan profesional, untuk menghormati kewajiban
26 Anggota guna menjaga kerahasiaan informasi.
27
28 114.1-A1 Prinsip kerahasiaan merupakan bentuk perlindungan kepentingan publik
29 karena memfasilitasi aliran informasi yang bebas dari klien atau organisasi
30 tempatnya bekerja kepada Anggota dengan pemahaman bahwa informasi
31 tersebut tidak akan diungkapkan kepada pihak ketiga. Namun demikian, berikut
32 ini adalah keadaan ketika Anggota harus mengungkapkan atau mungkin
33 disyaratkan untuk mengungkapkan informasi rahasia atau ketika
34 pengungkapan tersebut mungkin layak diungkap:
35 (a) Pengungkapan disyaratkan oleh hukum, misalnya:
36 (i) Pembuatan dokumen atau ketentuan lainnya atas bukti dalam
37 proses hukum; atau
38 (ii) Pengungkapan kepada otoritas publik yang berwenang atas
39 terjadinya indikasi pelanggaran hukum;
40 (b) Pengungkapan diizinkan oleh hukum dan diperkenankan oleh klien atau
41 organisasi tempatnya bekerja; dan
42 (c) Terdapat kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan, jika
43 tidak dilarang oleh hukum:
44 (i) Untuk mematuhi penelaahan mutu oleh asosiasi profesi;
45 (ii) Untuk merespons pertanyaan atau investigasi oleh asosiasi profesi
46 atau badan regulator;
47 (iii) Untuk melindungi kepentingan profesional Anggota dalam proses
48 hukum; atau
9
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 (iv) Untuk mematuhi standar profesional dan standar teknis, termasuk
2 persyaratan etika.
3
4 114.1-A2 Dalam memutuskan untuk mengungkapkan atau tidak mengungkapkan
5 informasi rahasia, Anggota mempertimbangkan keadaan yang relevan
6 termasuk:
7 • Apakah kepentingan semua pihak dirugikan, termasuk pihak ketiga yang
8
9 kepentingannya terpengaruh, jika klien atau organisasi tempatnya
10 bekerja menyetujui pengungkapan informasi tersebut.
11 • Apakah semua informasi yang relevan diketahui dan didukung bukti yang
12 kuat, sepanjang praktis. Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan
13 untuk mengungkapkan meliputi:
14 o Fakta tidak didukung bukti yang kuat.
15 o Informasi yang tidak lengkap.
16 o Kesimpulan yang tidak didukung bukti yang kuat.
17 • Komunikasi yang digunakan dan pihak yang dituju dalam komunikasi
18 tersebut.
19 • Apakah pihak-pihak yang dituju dalam komunikasi tersebut merupakan
20 penerima yang tepat.
21 P114.2
22 Anggota harus terus mematuhi prinsip kerahasiaan bahkan setelah
23 berakhirnya hubungan antara Anggota dan klien atau organisasi tempatnya
24 bekerja. Ketika berganti pekerjaan atau memperoleh klien baru, Anggota
25 berhak menggunakan pengalaman sebelumnya, tetapi tidak diperkenankan
26 menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh atau
27 diterima sebagai hasil dari hubungan profesional atau bisnis.
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
10
Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021
1 SUBSEKSI 115 - PERILAKU PROFESIONAL
2
3 P115.1 Anggota harus mematuhi prinsip perilaku profesional, yang mensyaratkan
4 Anggota untuk:
5 (a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan;
6 (b) Berperilaku konsisten dengan tanggung jawab profesi untuk bertindak
7 dalam kepentingan publik pada semua aktivitas profesional dan
8 hubungan bisnis; dan
9 (c) Menghindari perilaku apa pun yang diketahui atau seharusnya diketahui
10 yang dapat mendiskreditkan profesi.
11 Anggota tidak boleh terlibat dalam bisnis, pekerjaan, atau aktivitas apa pun
12 yang diketahui merusak atau mungkin merusak integritas, objektivitas, atau
13 reputasi baik dari profesi, dan hasilnya tidak sesuai dengan prinsip dasar etika.
14
15 115.1-A1 Perilaku yang mungkin mendiskreditkan profesi termasuk perilaku yang
16 menurut pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai,
17 sangat mungkin akan menyimpulkan bahwa perilaku tersebut mengakibatkan
18 pengaruh negatif terhadap reputasi baik profesi.
19
20 P115.2 Ketika melakukan aktivitas pemasaran atau promosi, Anggota dilarang
21 mencemarkan nama baik profesi. Anggota harus bersikap jujur dan
22 mengatakan yang sebenarnya, serta tidak:
23 (a) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang
24 dapat diberikan, kualifikasi yang dimiliki, atau pengalaman yang telah
25 diperoleh; atau
26 (b) Membuat pernyataan yang merendahkan atau melakukan perbandingan
27 yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan pihak lain.
28
29 115.1-A1 Jika Anggota memiliki keraguan atas tepat tidaknya suatu bentuk iklan atau
30 pemasaran lainnya, maka Anggota didorong untuk berkonsultasi dengan
31 asosiasi profesi yang relevan.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
11