The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by naidiperpus, 2022-09-09 23:35:09

KODE_ETIK_PROFESI_AKUNTAN_PUBLIK_2021

KODE_ETIK_PROFESI_AKUNTAN_PUBLIK_2021

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Persyaratan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.

2 • Proses untuk memfasilitasi dan mengatasi masalah atau keluhan, baik

3 internal maupun eksternal.

4

5 Pertimbangan atas Informasi Baru atau Perubahan Fakta dan Keadaan

6

7 300.7-A6 Informasi baru atau perubahan atas fakta dan keadaan mungkin:

8 (a) Berdampak terhadap level ancaman; atau

9 (b) Memengaruhi kesimpulan Anggota tentang apakah pengamanan terus

10 digunakan untuk mengatasi ancaman yang teridentifikasi sebagaimana

11 dimaksud.

12 Dalam situasi demikian, tindakan yang telah diimplementasikan sebagai

13 upaya pengamanan mungkin tidak lagi efektif dalam mengatasi ancaman.

14 Dengan demikian, penerapan kerangka kerja konseptual mensyaratkan

15 Anggota mengevaluasi kembali dan mengatasi ancaman yang sesuai.

16 (Referensi: Para P120.9 dan P120.10).

17

18 300.7-A7 Contoh informasi baru atau perubahan fakta dan keadaan yang mungkin

19 berdampak terhadap level ancaman adalah:

20 • Ketika lingkup jasa profesional diperluas.

21 • Ketika klien menjadi entitas yang terdaftar pada pasar modal atau

22 mengakuisisi unit bisnis lain.

23 • Ketika Kantor melakukan merjer dengan Kantor lain.

24 • Ketika Anggota secara bersama-sama dilibatkan oleh dua klien dan

25 muncul suatu perselisihan yang terjadi di antara kedua klien tersebut.

26 • Ketika terdapat perubahan hubungan personel atau keluarga dekat dari

27 Anggota.

28

29 Mengatasi Ancaman

30

31 300.8-A1 Paragraf P120.10 hingga 120.10-A2 menjelaskan persyaratan dan materi

32 aplikasi untuk mengatasi ancaman yang tidak berada pada level yang dapat

33 diterima.

34

35 Contoh Pengamanan

36

37 300.8-A2. Pengamanan sangat bervariasi, bergantung pada fakta dan keadaan. Contoh

38 tindakan yang dalam keadaan tertentu mungkin merupakan pengamanan

39 untuk mengatasi ancaman meliputi:

40 • Menetapkan tambahan waktu dan menugaskan personel yang

41 memenuhi kualifikasi untuk penugasan yang disyaratkan ketika perikatan

42 diterima dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.

43 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan merupakan personel tim

44 asurans untuk menelaah atau memberikan saran yang diperlukan

45 terhadap suatu pekerjaan asurans, dapat mengatasi ancaman telaah

46 pribadi.

62

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Menugaskan rekan dan tim perikatan yang berbeda untuk klien asurans

2 yang terpisah secara tanggung jawab dan pelaporan dengan rekan dan

3 tim perikatan untuk jasa non-asurans, dapat mengatasi ancaman telaah

4 pribadi, advokasi, atau kedekatan.

5 • Melibatkan Kantor lain untuk mengerjakan atau mengerjakan kembali

6 suatu bagian dari perikatan, dapat mengatasi ancaman kepentingan

7 pribadi, telaah pribadi, advokasi, kedekatan, atau intimidasi.

8 • Mengungkapkan kepada klien atas setiap imbalan rujukan atau komisi

9 pengaturan yang diterima untuk merekomendasikan jasa atau produk,

10 dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.

11 • Memisahkan tim ketika berurusan dengan permasalahan yang bersifat

12 rahasia dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.

13

14 300.8-A3. Bagian 3 berikutnya dan Standar Independensi (Bagian 4A dan 4B)

15 menggambarkan ancaman tertentu yang mungkin muncul selama melakukan

16 jasa profesional dan termasuk contoh tindakan yang mungkin tepat untuk

17 mengatasi ancaman.

18

19 Penelaah yang Tepat

20

21 300.8-A4. Penelaah yang tepat adalah seorang profesional dengan pengetahuan,

22 keahlian, pengalaman, dan kewenangan untuk menelaah secara objektif,

23 pekerjaan yang telah dilakukan atau jasa yang telah diberikan yang relevan.

24 Individu tersebut mungkin adalah seorang Anggota.

25

26 Berkomunikasi dengan Pihak yang bertanggung Jawab atas Tata Kelola

27

28 P300.9 Ketika berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

29 sesuai dengan Kode Etik ini, maka Anggota harus menentukan orang yang

30 tepat untuk berkomunikasi dalam struktur tata kelola organisasi. Jika Anggota

31 berkomunikasi dengan subkelompok dari pihak yang bertanggung jawab atas

32 tata kelola, maka Anggota harus menentukan apakah perlu berkomunikasi

33 dengan semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola agar mereka

34 mendapatkan informasi yang cukup.

35

36 300.9-A1 Dalam menentukan dengan siapa berkomunikasi, Anggota dapat

37 mempertimbangkan:

38 (a) Sifat dan pentingnya keadaan; dan

39 (b) Hal tertentu yang akan dikomunikasikan.

40

41 300.9-A2 Contoh subkelompok dari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,

42 mencakup komite audit atau anggota individual dari pihak yang bertanggung

43 jawab atas tata kelola.

44

45

46

47

63

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 P300.10 Jika Anggota berkomunikasi dengan individu yang bertanggung jawab atas

2 manajemen dan juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota

3 diyakinkan bahwa dengan berkomunikasi dengan individu tersebut berarti telah

4 berkomunikasi secara memadai kepada semua pihak yang bertanggung jawab

5 atas tata kelola.

6

7 300.10-A1 Dalam beberapa kasus, semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

8 terlibat dalam pengelolaan entitas, misalnya, usaha kecil dengan pemilik

9 tunggal yang mengelola entitas dan tidak ada pihak lain yang memiliki peran

10 atas tata kelola. Dalam kasus tersebut, jika permasalahan dikomunikasikan

11 kepada individu (pihak) yang bertanggung jawab atas manajemen, dan individu

12 (pihak) tersebut juga memiliki tanggung jawab atas tata kelola, maka

13 permasalahan tersebut tidak perlu dikomunikasikan lagi kepada individu

14 (pihak) yang sama dalam perannya atas tata kelola, Anggota telah memenuhi

15 persyaratan untuk berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas

16 tata kelola.

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

64

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 310

2

3 BENTURAN KEPENTINGAN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 310.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk mengidentifikasi,

9 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 310.2 Benturan kepentingan dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan

12 pada prinsip objektivitas dan mungkin pula akan memunculkan berbagai

13 ancaman terhadap prinsip dasar etika yang lain. Berbagai ancaman tersebut

14 mungkin terjadi ketika:

15 (a) Anggota memberikan jasa profesional yang berhubungan dengan suatu

16 permasalahan tertentu untuk dua klien atau lebih dengan berbagai

17 kepentingan yang saling berbenturan; atau

18 (b) Kepentingan antara Anggota terkait dengan suatu permasalahan tertentu

19 dan kepentingan klien yang menggunakan jasa profesional yang

20 berkaitan dengan permasalahan tersebut berada pada situasi

21 berbenturan.

22

23 310.3 Seksi ini mengatur persyaratan spesifik dan materi aplikasi yang relevan

24 dengan penerapan kerangka kerja konseptual terhadap benturan kepentingan.

25 Ketika Anggota memberikan jasa audit, reviu atau jasa asurans lainnya, maka

26 independensi juga disyaratkan sesuai dengan Standar Independensi.

27

28 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

29

30 Umum

31

32 P310.4 Anggota tidak boleh membiarkan benturan kepentingan mengompromikan

33 pertimbangan profesional atau bisnis.

34

35 310.4-A1 Contoh keadaan yang dapat memunculkan benturan kepentingan meliputi:

36 • Menyediakan jasa konsultansi untuk klien yang ingin mengakuisisi klien

37 audit dari Kantor, ketika Kantor telah mendapatkan informasi rahasia

38 selama pelaksanaan audit yang mungkin relevan dengan transaksi

39 tersebut.

40 • Memberikan advis kepada dua klien pada saat yang bersamaan yang

41 keduanya sedang bersaing untuk mengakuisisi perusahaan yang sama

42 ketika advis tersebut mungkin relevan untuk kedua belah pihak yang

43 sedang dalam posisi bersaing.

44 • Memberikan berbagai jasa, baik kepada penjual maupun pembeli atas

45 transaksi yang sama.

46 • Menyusun penilaian aset untuk dua pihak yang saling berlawanan yang

47 berkaitan dengan aset tersebut.

65

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Mewakili dua klien yang sedang dalam sengketa hukum satu sama lain,

2 seperti dalam proses perceraian atau pembubaran suatu persekutuan

3 usaha.

4 • Dalam kaitannya dengan perjanjian lisensi, menyediakan laporan

5 asurans untuk pemberi lisensi royalti berdasarkan suatu perjanjian lisensi

6 ketika pada saat yang bersamaan juga memberikan jasa kepada

7 penerima lisensi untuk kebenaran jumlah utang royalti.

8 • Memberikan advis kepada klien untuk melakukan investasi dalam suatu

9 bisnis, pada saat yang bersamaan, sebagai contoh, pasangan dari

10 Anggota tersebut juga memiliki kepentingan keuangan pada investasi

11 tersebut.

12 • Memberikan advis strategis kepada klien atas posisi persaingannya,

13 pada saat yang bersamaan, Anggota tersebut juga sedang melakukan

14 kerjasama bisnis atau memiliki kepentingan yang sama dengan pesaing

15 utama klien.

16 • Memberikan advis kepada klien atas akuisisi suatu bisnis, pada saat

17 bersamaan Kantor juga tertarik untuk melakukan akuisisi bisnis tersebut.

18 • Memberikan advis kepada klien atas pembelian produk atau jasa, pada

19 saat bersamaan, Anggota tersebut juga memiliki perjanjian royalti atau

20 komisi dengan salah satu pemasok untuk produk atau jasa tersebut.

21

22 Identifikasi Benturan

23

24 Umum

25

26 P310.5 Sebelum menerima suatu hubungan, perikatan, atau hubungan bisnis dengan

27 klien baru, setiap Anggota harus melakukan langkah-langkah yang rasional

28 untuk mengidentifikasi berbagai keadaan yang mungkin memunculkan

29 benturan kepentingan, dan mengakibatkan ancaman terhadap kepatuhan pada

30 satu atau lebih prinsip dasar etika. Langkah-langkah tersebut termasuk

31 mengidentifikasi:

32 (a) Sifat dari kepentingan dan hubungan yang relevan antara para pihak

33 yang terlibat; dan

34 (b) Jasa tersebut dan implikasinya terhadap para pihak yang relevan.

35

36 310.5-A1 Proses identifikasi benturan kepentingan yang efektif akan membantu Anggota

37 ketika melakukan langkah-langkah yang rasional untuk mengidentifikasi

38 kepentingan dan hubungan yang mungkin memunculkan benturan

39 kepentingan aktual atau potensial, baik sebelum menerima perikatan maupun

40 selama pelaksanaan perikatan. Proses tersebut termasuk mempertimbangkan

41 permasalahan yang diidentifikasi oleh pihak eksternal, misalnya klien atau klien

42 potensial. Semakin dini suatu benturan kepentingan aktual atau potensial

43 teridentifikasi, maka semakin besar kemungkinan Anggota dapat mengatasi

44 ancaman yang muncul dari benturan kepentingan tersebut.

45

66

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 310.5-A2 Suatu proses yang efektif untuk mengidentifikasi berbagai benturan

2 kepentingan yang aktual atau potensial akan bergantung pada beberapa faktor

3 berikut:

4 • Sifat dari jasa profesional yang dilakukan.

5 • Ukuran dari Kantor.

6 • Ukuran dan sifat dari klien.

7 • Struktur dari Kantor, misalnya, jumlah dan lokasi geografis kantor.

8

9 310.5-A3 Informasi lebih lanjut tentang penerimaan klien ditetapkan di Seksi 320:

10 Penunjukan Profesional.

11

12 Perubahan Keadaan

13

14 P310.6 Setiap Anggota harus tetap waspada terhadap perubahan dari waktu ke waktu

15 atas sifat jasa, kepentingan dan hubungan yang dapat memunculkan benturan

16 kepentingan saat melakukan perikatan.

17

18 310.6 A1 Sifat dari jasa, kepentingan, dan hubungan yang relevan mungkin berubah

19 selama pelaksanaan suatu perikatan. Hal ini mungkin benar terutama ketika

20 Anggota diminta untuk melakukan suatu perikatan dalam situasi ketika pihak-

21 pihak yang melibatkan Anggota tersebut mungkin dalam posisi yang

22 berlawanan, meskipun pada awalnya pihak-pihak tersebut tidak terlibat dalam

23 suatu sengketa.

24

25 Jaringan Kantor

26

27 P310.7 Jika suatu Kantor merupakan anggota dari suatu jaringan, maka Anggota harus

28 mempertimbangkan benturan kepentingan termasuk setiap benturan

29 kepentingan ketika Anggota tersebut memiliki alasan untuk meyakini terjadi

30 atau mungkin terjadi, karena kepentingan dan hubungan dari jaringan Kantor.

31

32 310.7-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika mengidentifikasi kepentingan dan

33 hubungan yang melibatkan suatu jaringan kantor meliputi:

34 • Sifat dari jasa profesional yang diberikan.

35 • Klien yang dilayani oleh jaringan tersebut.

36 • Lokasi wilayah dari semua pihak yang relevan.

37

38 Ancaman yang Muncul dari Benturan Kepentingan

39

40 310.8-A1 Umumnya, semakin langsung hubungan antara jasa profesional dan

41 permasalahan yang memunculkan benturan kepentingan para pihak, maka

42 semakin mungkin level ancaman tidak berada pada level yang dapat diterima.

43

44 310.8-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level suatu ancaman yang

45 muncul akibat benturan kepentingan, mencakup langkah pencegahan

46 terhadap pengungkapan informasi rahasia secara tidak sah, ketika

47 memberikan jasa profesional yang terkait dengan permasalahan tertentu untuk

67

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 dua atau lebih klien yang memiliki kepentingan yang saling berbenturan.

2 Langkah-langkah tersebut meliputi:

3 • Memiliki tempat praktik yang terpisah untuk fungsi khusus dalam Kantor,

4 yang mungkin berfungsi sebagai penghambat alur informasi rahasia klien

5 dari satu divisi ke divisi lain dalam Kantor.

6 • Kebijakan dan prosedur untuk membatasi akses terhadap berkas klien.

7 • Perjanjian kerahasiaan yang ditandatangani oleh para karyawan dan

8 para rekan di Kantor.

9 • Pemisahan informasi rahasia secara fisik maupun elektronik.

10 • Pelatihan dan komunikasi yang bertujuan khusus.

11

12 310.8-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan dalam mengatasi ancaman

13 yang muncul karena benturan kepentingan meliputi:

14 • Menugaskan tim perikatan terpisah yang dilengkapi dengan kebijakan

15 dan prosedur yang jelas dalam menjaga kerahasiaan.

16 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian

17 jasa atau tidak terdampak oleh benturan kepentingan, untuk menelaah

18 suatu pekerjaan yang dilakukan, dan untuk menilai apakah berbagai

19 pertimbangan kunci dan kesimpulan sudah tepat.

20

21 Pengungkapan dan Persetujuan

22

23 Umum

24

25 P310.9 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional untuk menentukan

26 apakah sifat dan signifikansi suatu benturan kepentingan memerlukan

27 pengungkapan spesifik dan persetujuan secara eksplisit ketika mengatasi

28 ancaman yang muncul karena benturan kepentingan tersebut.

29

30 310.9-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika menentukan perlunya

31 pengungkapan spesifik dan persetujuan eksplisit tersebut, meliputi:

32 • Keadaan yang memunculkan suatu benturan kepentingan.

33 • Pihak-pihak yang mungkin terkena dampak.

34 • Sifat dari berbagai permasalahan yang mungkin muncul.

35 • Potensi atas suatu permasalahan tertentu yang berkembang secara tidak

36 terduga

37

38 310.9-A2 Bentuk dari pengungkapan dan persetujuan mungkin berbeda, sebagai contoh:

39 • Pengungkapan secara umum kepada para klien mengenai berbagai

40 keadaan bahwa, berdasarkan kelaziman praktik komersial, Anggota

41 tersebut tidak memberikan jasa profesional secara eksklusif kepada satu

42 klien (misalnya, melakukan jasa profesional tertentu dalam sektor pasar

43 tertentu). Hal tersebut memungkinkan klien memberikan persetujuan

44 secara umum. Sebagai contoh, Anggota dapat membuat pengungkapan

45 umum berdasarkan persyaratan dan ketentuan terstandardisasi untuk

46 perikatan.

68

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Pengungkapan spesifik kepada klien yang terdampak oleh suatu

2 keadaan dari benturan kepentingan tertentu termasuk penyajian

3 terperinci yang memungkinkan klien untuk membuat suatu keputusan

4 memadai terkait dengan permasalahan tersebut dan untuk memberikan

5 persetujuan secara eksplisit berdasarkan informasi tentang

6 permasalahan tersebut. Pengungkapan tersebut mungkin mencakup

7 penyajian terperinci tentang keadaaan dan penjelasan komprehensif

8 tentang pengamanan yang direncanakan dan risiko yang melekat.

9 • Persetujuan mungkin diterima secara tersirat dari perilaku klien ketika

10 Anggota telah mempunyai bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa

11 klien mengetahui keadaan tersebut sejak awal dan telah menerima

12 benturan kepentingan tersebut ketika mereka tidak menyampaikan

13 keberatan atas terjadinya benturan kepentingan.

14

15 310.9-A3 Secara umum Anggota perlu untuk:

16 (a) Mengungkapkan sifat benturan kepentingan dan bagaimana setiap

17 ancaman yang muncul, kepada klien yang terkena dampak benturan

18 kepentingan; dan

19 (b) Memperoleh persetujuan dari klien Anggota yang terkena dampak, untuk

20 melaksanakan pemberian jasa profesional ketika pengamanan

21 diterapkan untuk mengatasi ancaman.

22

23 310.9-A4 Jika pengungkapan dilakukan secara lisan, atau persetujuan diberikan secara

24 lisan atau tersirat, maka setiap Anggota dianjurkan untuk mendokumentasikan:

25 (a) Sifat dari keadaan yang memunculkan benturan kepentingan;

26 (b) Pengamanan yang diterapkan untuk mengatasi ancaman; dan

27 (c) Persetujuan yang diperoleh.

28

29 Ketika Persetujuan Eksplisit Ditolak

30

31 P310.10 Jika Anggota telah menentukan bahwa persetujuan diperlukan secara eksplisit

32 sesuai paragraf P310.9 dan permintaan tersebut telah ditolak oleh klien, maka

33 Anggota harus:

34 (a) Mengakhiri atau menolak untuk melaksanakan jasa profesional yang

35 akan mengakibatkan benturan kepentingan; atau

36 (b) Mengakhiri hubungan yang relevan atau melepaskan kepentingan yang

37 relevan untuk menghilangkan ancaman atau menurunkannya pada level

38 yang dapat diterima.

39 Kerahasiaan

40

41 Umum

42

43 P310.11 Anggota harus waspada terhadap prinsip kerahasiaan, termasuk ketika

44 membuat pengungkapan atau berbagi informasi di dalam Kantor atau jaringan

45 dan mencari panduan dari pihak ketiga.

46

69

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 310.11 A1 Subseksi 114 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan

2 dengan situasi yang mungkin memunculkan ancaman terhadap kepatuhan

3 pada prinsip kerahasiaan.

4

5 Ketika Pengungkapan untuk Memperoleh Persetujuan akan Melanggar Kerahasiaan

6

7 P310.12 Ketika membuat pengungkapan spesifik dengan tujuan untuk mendapatkan

8 persetujuan eksplisit dapat menyebabkan pelanggaran terhadap prinsip

9 kerahasiaan, dan persetujuan eksplisit tersebut tidak dapat diperoleh, maka

10 Kantor hanya akan menerima atau melanjutkan perikatan jika:

11 (a) Kantor tidak melakukan peran advokasi bagi satu klien dalam posisi

12 berseberangan terhadap kliennya yang lain sehubungan dengan

13 permasalahan yang sama;

14 (b) Terdapat mekanisme tertentu untuk mencegah pengungkapan informasi

15 rahasia diantara para tim perikatan yang menangani dua klien; dan

16 (c) Kantor meyakini bahwa pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi

17 yang memadai, dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan

18 yang tersedia bagi Anggota pada saat itu, akan menyimpulkan bahwa hal

19 tersebut adalah tepat bagi Kantor untuk menerima atau melanjutkan

20 perikatan karena adanya pembatasan atas kemampuan Kantor untuk

21 melaksanakan jasa tersebut yang dapat menghasilkan kerugian yang

22 tidak proporsional bagi klien atau pihak ketiga lain yang relevan.

23

24 310.12-A1 Pelanggaran kerahasiaan yang mungkin muncul, misalnya, ketika mencari

25 persetujuan untuk:

26 • Memberikan jasa yang terkait transaksi kepada suatu klien dalam

27 kaitannya dengan proses pengambilalihan secara paksa oleh klien lain

28 dari Kantor tersebut.

29 • Melakukan investigasi forensik untuk klien sehubungan dengan dugaan

30 tindakan kecurangan ketika Kantor memiliki informasi rahasia yang

31 diperoleh melalui pelaksanaan suatu jasa profesional dari klien lain yang

32 mungkin terlibat dalam kecurangan tersebut.

33

34 Dokumentasi

35

36 P310.13 Untuk keadaan yang diatur dalam paragraf P310.12, Anggota harus

37 mendokumentasikan:

38 (a) Sifat dari keadaan tersebut, termasuk peran yang dilakukan oleh

39 Anggota;

40 (b) Pengukuran spesifik yang diterapkan untuk mencegah pengungkapan

41 informasi di antara tim perikatan yang menangani dua klien; dan

42 (c) Alasan yang mendasari kesimpulan bahwa tepat untuk menerima

43 perikatan tersebut.

44

45

46

47

48

70

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 320

2

3 PENUNJUKAN PROFESIONAL

4

5 PENDAHULUAN

6

7 320.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk mengidentifikasi,

9 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 320.2 Penerimaan hubungan dengan klien baru atau perubahan atas perikatan yang

12 ada mungkin menciptakan ancaman terhadap kepatuhan pada satu atau lebih

13 prinsip dasar etika. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi

14 spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam

15 keadaan tersebut.

16

17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

18

19 Penerimaan Klien dan Perikatan

20

21 Umum

22

23 320.3 A1 Ancaman untuk mematuhi prinsip integritas atau perilaku profesional mungkin

24 muncul, misalnya, dari masalah yang ditanyakan terkait dengan klien (pemilik,

25 manajemen atau aktivitas). Berbagai permasalahan klien, jika diketahui,

26 mungkin mengancam kepatuhan terhadap prinsip dasar etika termasuk,

27 misalnya, keterlibatan klien dalam aktivitas ilegal, dan ketidakjujuran atau

28 praktik pelaporan keuangan yang dipertanyakan dan perilaku tidak etis lainnya.

29

30 320.3-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut

31 termasuk:

32 • Pengetahuan dan pemahaman tentang klien, pemilik, pengelola, dan

33 semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan aktivitas

34 bisnis.

35 • Komitmen klien untuk mengatasi permasalahan yang dipertanyakan,

36 misalnya, untuk meningkatkan praktik tata kelola korporat atau

37 pengendalian internal.

38

39 320.3-A3 Ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi

40 dan kehati-hatian profesional muncul jika tim perikatan tidak memiliki, atau

41 tidak dapat memeroleh, kompetensi untuk melakukan jasa profesional.

42

43 320.3-A4 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut

44 termasuk:

45 • Pemahaman yang memadai atas:

46 o Sifat bisnis klien;

47 o Kompleksitas operasi;

71

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 o Persyaratan perikatan; dan

2 o Tujuan, sifat dan lingkup dari pekerjaan yang dilakukan.

3 • Pengetahuan yang relevan atas industri atau hal pokok.

4 • Pengalaman atas peraturan atau berbagai persyaratan pelaporan yang

5 relevan.

6 • Adanya kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang dirancang

7 untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa perikatan diterima

8 hanya jika tim perikatan mampu melaksanakannya secara kompeten.

9

10 320.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi suatu

11 ancaman kepentingan pribadi meliputi:

12 • Menugaskan personel perikatan dalam jumlah yang memadai dengan

13 berbagai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan.

14 • Menyetujui suatu jangka waktu yang realistis untuk melaksanakan

15 perikatan.

16 • Menggunakan tenaga ahli jika diperlukan.

17

18 Perubahan Penunjukan Profesional

19

20 Umum

21

22 P320.4 Anggota harus menentukan apakah terdapat alasan untuk tidak menerima

23 perikatan ketika Anggota:

24 (a) Diminta oleh klien potensial untuk menggantikan Anggota lain;

25 (b) Mempertimbangkan untuk melakukan penawaran atas suatu perikatan

26 yang saat ini dilakukan oleh Anggota lain; atau

27 (c) Mempertimbangkan untuk melakukan pekerjaan yang saling melengkapi

28 atau tambahan dari Anggota lain.

29

30 320.4-A1 Mungkin terdapat alasan untuk tidak menerima perikatan. Salah satu

31 alasannya mungkin jika ancaman yang muncul karena adanya fakta dan

32 keadaan yang tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan. Misalnya,

33 mungkin terdapat ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi dan

34 kehati-hatian profesional, jika Anggota menerima perikatan sebelum

35 mengetahui semua fakta yang relevan.

36

37 320.4-A2 Jika Anggota diminta untuk mengambil alih pekerjaan yang merupakan

38 pekerjaan yang saling melengkapi atau tambahan dari Anggota yang sedang

39 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu, maka ancaman

40 kepentingan pribadi untuk mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian

41 profesional mungkin muncul, misalnya, sebagai hasil dari informasi yang tidak

42 lengkap.

43

44

45

46

47

72

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 320.4-A3 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut adalah

2 apakah ketentuan tender menyatakan bahwa disyaratkan untuk melakukan

3 komunikasi dengan Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota

4 praktisi pendahulu, sebelum menerima suatu perikatan. Komunikasi tersebut

5 memberikan kesempatan bagi Anggota yang diusulkan untuk menanyakan

6 apakah terdapat alasan mengapa perikatan tersebut tidak diterima.

7

8 320.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

9 kepentingan pribadi meliputi:

10 • Meminta Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi

11 pendahulu untuk memberikan informasi setiap fakta atau keadaan

12 bahwa, berdasarkan opini Anggota yang sedang memberikan jasa atau

13 Anggota praktisi pendahulu, Anggota yang diusulkan harus menyadari

14 fakta atau keadaan tersebut sebelum memutuskan apakah menerima

15 perikatan tersebut. Sebagai contoh, wawancara mungkin

16 mengungkapkan fakta-fakta terkait yang tidak diungkapkan dan mungkin

17 mengindikasikan ketidaksepakatan dengan Anggota yang sedang

18 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu yang mungkin

19 memengaruhi keputusan untuk menerima penunjukan.

20 • Memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber lain,seperti melalui

21 wawancara oleh pihak ketiga atau investigasi latar belakang mengenai

22 manajemen senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

23 klien.

24

25 Berkomunikasi dengan Anggota yang Sedang Memberikan Jasa atau Anggota Praktisi

26 Pendahulu

27

28 320.5-A1 Anggota yang diusulkan biasanya akan membutuhkan izin dari klien, lebih baik

29 secara tertulis, untuk memulai pembahasan dengan Anggota yang sedang

30 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu.

31

32 P320.6 Jika tidak dapat berkomunikasi dengan Anggota yang sedang memberikan jasa

33 atau Anggota praktisi pendahulu, maka Anggota yang diusulkan harus

34 mengambil langkah-langkah memadai lainnya untuk memperoleh informasi

35 tentang kemungkinan adanya ancaman.

36

37 Komunikasi dengan Anggota yang Diusulkan

38

39 P320.7 Ketika Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi

40 pendahulu diminta untuk menanggapi komunikasi dengan Anggota yang

41 diusulkan, maka Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi

42 pendahulu harus:

43 (a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan atas permintaan

44 tersebut; dan

45 (b) Memberikan informasi apa pun secara jujur dan jelas.

46

47 320.7-A1 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu

48 terikat dengan perjanjian kerahasiaan. Apakah Anggota yang sedang

73

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu diperkenankan atau

2 diharuskan untuk mendiskusikan perihal hubungannya dengan klien dengan

3 Anggota yang diusulkan bergantung pada sifat perikatan tersebut dan:

4 (a) Apakah Anggota yang sedang melakukan jasa atau Anggota praktisi

5 pendahulu memiliki persetujuan dari klien untuk melakukan diskusi; dan

6 (b) Persyaratan hukum dan etika yang terkait dengan komunikasi dan

7 pengungkapan tersebut, mungkin berbeda pada beberapa ketentuan

8 yang berlaku.

9

10 320.7-A2 Berbagai keadaan mensyaratkan atau mungkin mensyaratkan Anggota untuk

11 mengungkapkan informasi rahasia, atau ketika pengungkapan tersebut

12 mungkin tepat, ditetapkan dalam Kode Etik ini dalam paragraf 114.1-A1.

13

14 Perubahan Penunjukan Audit atau Reviu

15

16 P320.8 Dalam hal audit atau reviu atas laporan keuangan, Anggota harus meminta

17 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu untuk

18 memberikan informasi yang diketahui mengenai fakta atau informasi lain yang,

19 dalam opini Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi

20 pendahulu, Anggota yang diusulkan harus menyadari sebelum memutuskan

21 apakah menerima perikatan. Kecuali untuk keadaan yang melibatkan

22 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-

23 undangan yang ditetapkan di paragraf P360.21 dan P360.22:

24 (a) Jika klien menyetujui Anggota yang sedang memberikan jasa atau

25 Anggota praktisi pendahulu mengungkapkan fakta atau informasi

26 lainnya, maka Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota

27 praktisi pendahulu harus memberikan informasi secara jujur dan jelas;

28 dan

29 (b) Jika klien gagal atau menolak untuk memberikan izin kepada Anggota

30 yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu untuk

31 membahas permasalahan klien dengan Anggota yang diusulkan, maka

32 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu

33 harus mengungkapkan fakta tersebut kepada Anggota yang diusulkan,

34 harus berhati-hati dalam mempertimbangkan kegagalan atau penolakan

35 tersebut ketika menentukan apakah akan menerima penunjukan.

36

37 Keberlanjutan Perikatan dengan Klien

38

39 P320.9 Untuk perikatan yang berulang, Anggota harus secara periodik menelaah

40 apakah akan melanjutkan perikatan.

41

42 320.9-A1 Potensi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin

43 muncul setelah menerima perikatan yang, jika telah diketahui sebelumnya,

44 akan menyebabkan Anggota menolak perikatan. Misalnya, ancaman

45 kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip integritas dapat muncul

46 karena manajemen laba atau valuasi atas laporan posisi keuangan yang tidak

47 tepat.

48

74

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Penggunaan Pekerjaan Ahli

2

3 P320.10 Ketika Anggota bermaksud untuk menggunakan pekerjaan seorang ahli, maka

4 Anggota harus menentukan apakah penggunaan ahli tersebut terjamin

5 mutunya.

6

7 320.10-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika Anggota bermaksud untuk

8 menggunakan pekerjaan seorang ahli termasuk reputasi dan keahliannya,

9 ketersediaan sumber daya, dan standar profesional dan standar etika yang

10 diterapkan. Informasi tersebut dapat diperoleh dari pengalaman sebelumnya

11 dengan ahli tersebut atau dari konsultasi dengan pihak lain.

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

75

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 321

2

3 PENDAPAT KEDUA

4

5 PENDAHULUAN

6

7 321.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk mengidentifikasi,

9 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 321.2 Memberikan pendapat kedua kepada entitas yang bukan merupakan klien

12 pada saat ini dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau ancaman

13 lain terhadap kepatuhan dari satu atau lebih prinsip dasar etika. Seksi ini

14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk

15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.

16

17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

18

19 Umum

20

21 321.3-A1 Anggota mungkin diminta untuk memberikan pendapat kedua mengenai

22 penerapan akuntansi, auditing, pelaporan, atau standar atau prinsip lain untuk

23 (a) suatu keadaan khusus, atau (b) transaksi tertentu oleh, atau atas nama,

24 suatu perusahaan atau suatu entitas yang saat ini bukan merupakan klien.

25 Ancaman, misalnya, ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada

26 prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional, mungkin muncul jika

27 pendapat kedua tidak didasarkan pada fakta yang sama yang dimiliki Anggota

28 yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu, atau

29 didasarkan pada bukti yang tidak memadai.

30

31 321.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi

32 adalah keadaan dari permintaan serta semua fakta dan asumsi lainnya yang

33 tersedia yang relevan untuk menyatakan suatu pertimbangan profesional.

34

35 321.3-A3 Contoh tindakan yang mungkin merupakan pengamanan untuk mengatasi

36 ancaman kepentingan pribadi, meliputi:

37 • Dengan izin dari klien, memperoleh informasi dari Anggota yang sedang

38 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu.

39 • Menjelaskan keterbatasan yang melingkupi setiap pendapat yang

40 diberikan ketika berkomunikasi dengan klien.

41 • Memberikan salinan pendapat Anggota yang sedang memberikan jasa

42 atau Anggota praktisi pendahulu.

43

44

45

46

47

76

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Ketika Izin Berkomunikasi Tidak Diperoleh

2

3 P321.4 Jika entitas yang meminta pendapat kedua dari Anggota tidak mengizinkan

4 Anggota tersebut untuk melakukan komunikasi dengan Anggota yang

5 memberikan pendapat pertama atau Anggota praktisi pendahulu, maka

6 Anggota tersebut harus menentukan apakah boleh memberikan pendapat

7 kedua dengan memperhatikan semua keadaan.

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

77

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 330

2

3 IMBALAN DAN JENIS REMUNERASI LAIN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 330.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120 untuk

9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 330.2 Besaran dan sifat imbalan serta pengaturan remunerasi lainnya mungkin

12 memunculkan ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada satu

13 atau lebih prinsip dasar etika. Seksi ini menetapkan materi aplikasi spesifik

14 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan

15 tersebut.

16

17 MATERI APLIKASI

18

19 Besaran Imbalan

20

21 330.3-A1 Besaran imbalan yang ditawarkan mungkin memengaruhi kemampuan

22 Anggota untuk melakukan jasa profesional sesuai dengan standar profesional.

23

24 330.3-A2 Anggota dapat mengajukan penawaran imbalan yang dipandang tepat.

25 Menawarkan imbalan yang lebih rendah dari Anggota lain bukan merupakan

26 pelanggaran etika. Namun, besaran imbalan yang ditawarkan memunculkan

27 ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi

28 dan kehati-hatian profesional, jika imbalan yang ditawarkan sangat rendah

29 sehingga mungkin sulit untuk melakukan perikatan sesuai dengan standar

30 profesional dan standar teknis yang berlaku.

31

32 330.3-A3 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut

33 meliputi:

34 • Apakah klien menyadari ketentuan suatu perikatan dan, terutama, basis

35 penentuan imbalan yang diajukan dan lingkup jasa yang diberikan

36 berdasarkan imbalan tersebut.

37 • Apakah besaran imbalan ditetapkan oleh pihak ketiga yang independen,

38 seperti regulator.

39

40 330.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

41 kepentingan pribadi tersebut, mencakup:

42 • Menyesuaikan besarnya imbalan atau lingkup perikatan.

43 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan yang

44 dilakukan.

45

46

47

78

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Imbalan Kontinjen
2
3 330.4-A1 Imbalan kontinjen kadang digunakan untuk perikatan nonasurans tertentu.
4 Namun demikian, imbalan kontinjen dapat memunculkan ancaman terhadap
5 kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama ancaman kepentingan pribadi
6 terhadap kepatuhan pada prinsip objektivitas, dalam keadaan tertentu.
7
8 330.4-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam pengevaluasian level suatu ancaman
9 tersebut mencakup:
10 • Sifat perikatan.
11 • Rentang besaran imbalan yang dimungkinkan.
12 • Basis penetapan besaran imbalan.
13 • Pengungkapan kepada pengguna yang dituju dari pekerjaan yang
14 dilakukan oleh Anggota dan basis remunerasi.
15 • Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.
16 • Apakah pihak ketiga yang independen menelaah keluaran atau hasil dari
17 transaksi.
18 • Apakah besaran imbalan ditetapkan oleh pihak ketiga yang independen,
19 seperti regulator.
20
21 330.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan terhadap ancaman
22 kepentingan pribadi tersebut meliputi:
23 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam pelaksanaan
24 jasa nonasurans untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan oleh
25 Anggota.
26 • Memperoleh persetujuan tertulis dari klien pada awal perikatan mengenai
27 basis remunerasi.
28
29 330.4-A4 Persyaratan dan materi aplikasi yang terkait dengan imbalan kontinjen atas
30 jasa yang disediakan untuk klien audit atau klien reviu dan klien asurans lainnya
31 yang diatur dalam Standar Independensi (merujuk ke bagian 4A dan 4B).
32
33 Imbalan Rujukan dan Komisi
34
35 330.5-A1 Ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip objektivitas
36 dan prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional muncul jika Anggota
37 membayar atau menerima imbalan rujukan atau menerima komisi yang
38 berkaitan dengan klien. Imbalan rujukan atau komisi tersebut termasuk,
39 misalnya:
40 • Imbalan yang dibayarkan kepada Anggota lain untuk tujuan
41 mendapatkan klien baru ketika klien berlanjut sebagai klien dari Anggota
42 yang sedang memberikan jasa namun mensyaratkan jasa spesialis yang
43 tidak ditawarkan oleh Anggota tersebut.
44 • Imbalan diterima untuk merujuk klien yang berkelanjutan bagi Anggota
45 lain atau tenaga ahli, ketika Anggota yang sedang memberikan jasa tidak
46 menyediakan jasa profesional tertentu yang disyaratkan oleh klien.

79

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Komisi yang diterima dari pihak ketiga (misalnya, vendor perangkat
2 lunak) sehubungan dengan penjualan barang atau jasa kepada klien.
3
4 330.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
5 kepentingan pribadi termasuk:
6 • Mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari klien mengenai
7 pengaturan komisi dalam hubungannya dengan penjualan barang dan
8 jasa oleh pihak ketiga kepada klien tersebut, mungkin dapat mengatasi
9 ancaman kepentingan pribadi.
10 • Mengungkapkan kepada klien setiap kesepakatan untuk menerima
11 imbalan rujukan ketika memberikan rujukan klien tersebut kepada
12 Anggota lainnya atau pihak ketiga untuk merekomendasikan jasa atau
13 produk, mungkin dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.
14
15 Pembelian atau Penjualan Kantor
16
17 330.6-A1 Anggota dapat membeli seluruh atau sebagian kepemilikan dari Kantor
18 berdasarkan pembayaran yang akan diberikan kepada pemilik Kantor
19 sebelumnya, atau kepada ahli warisnya atau estate. Pembayaran tersebut
20 bukan merupakan imbalan rujukan atau komisi seperti yang dimaksud dalam
21 seksi ini.
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

80

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 340

2

3 BUJUKAN, TERMASUK HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 340.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk mengidentifikasi,

9 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 340.2 Menawarkan atau menerima bujukan dapat memunculkan ancaman

12 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi terhadap

13 kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama prinsip integritas, objektivitas,

14 dan perilaku profesional.

15

16 340.3 Seksi ini menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk

17 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam kaitannya dengan penawaran

18 dan penerimaan bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-

19 undangan ketika melakukan aktivitas profesional. Seksi ini juga mensyaratkan

20 Anggota untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan saat

21 menawarkan atau menerima bujukan.

22

23 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

24

25 Umum

26

27 340.4-A1 Bujukan adalah objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk

28 memengaruhi perilaku individu lain, namun tidak dimaksudkan untuk

29 memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak patut. Bujukan dapat

30 berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara Anggota dan klien

31 atau calon klien hingga tindakan yang mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap

32 peraturan perundang-undangan. Bujukan dapat berupa, misalnya (namun tidak

33 terbatas pada):

34 • Hadiah.

35 • Keramahtamahan.

36 • Hiburan.

37 • Sumbangan politik atau sosial.

38 • Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.

39 • Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.

40 • Perlakuan, hak, atau hak istimewa.

41

42

43

44

45

46

47

81

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Bujukan yang Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan

2

3 P340.5 Peraturan perundang-undangan, seperti yang berkaitan dengan penyuapan

4 dan korupsi, melarang menawarkan atau menerima bujukan dalam keadaan

5 tertentu. Anggota harus memperoleh pemahaman tentang peraturan

6 perundang-undangan yang relevan dan mematuhinya ketika Anggota tersebut

7 menghadapi keadaan demikian.

8

9 Bujukan yang Tidak Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan

10

11 340.6-A1 Menawarkan atau menerima bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan

12 perundang-undangan mungkin masih memunculkan ancaman terhadap

13 kepatuhan pada prinsip dasar etika.

14

15 Bujukan dengan Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut

16

17 P340.7 Anggota tidak boleh menawarkan atau mendorong pihak lain untuk

18 menawarkan bujukan apa pun, atau penawaran bujukan yang kemungkinan

19 akan disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang

20 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari

21 penerima atau individu lain secara tidak patut.

22

23 P340.8 Anggota tidak boleh menerima atau mendorong pihak lain untuk menerima

24 bujukan apa pun, atau penerimaan bujukan yang kemungkinan akan

25 disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang

26 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari penerima

27 atau individu lain secara tidak patut.

28

29 340.9-A1 Bujukan dianggap memengaruhi perilaku individu secara tidak patut jika hal

30 tersebut menyebabkan individu bertindak dengan cara yang tidak etis.

31 Pengaruh yang tidak patut tersebut dapat diarahkan, baik kepada penerima

32 maupun individu lainnya yang memiliki hubungan dengan penerima bujukan.

33 Prinsip dasar etika merupakan kerangka acuan yang tepat bagi Anggota dalam

34 mempertimbangkan perilaku tidak etis Anggota dan individu lainnya.

35

36 340.9-A2 Pelanggaran terhadap prinsip integritas muncul ketika Anggota menawarkan

37 atau menerima, atau mendorong pihak lain untuk menawarkan atau menerima,

38 bujukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku penerima bujukan atau

39 individu lainnya secara tidak patut.

40

41 340.9-A3 Penentuan apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi

42 perilaku secara tidak patut mensyaratkan penerapan pertimbangan

43 profesional. Faktor yang relevan untuk dipertimbangkan mungkin termasuk:

44 • Sifat, frekuensi, nilai, dan dampak kumulatif dari bujukan.

45 • Saat bujukan ditawarkan relatif terhadap tindakan atau keputusan apa

46 pun yang mungkin memengaruhi.

82

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Apakah bujukan adalah kebiasaan atau budaya dalam keadaan tersebut,
2 sebagai contoh, menawarkan hadiah pada hari raya keagamaan atau
3 hari pernikahan.
4 • Apakah bujukan adalah bagian tambahan dari aktivitas profesional,
5 sebagai contoh, menawarkan atau menerima ajakan makan siang
6 sehubungan dengan pertemuan bisnis.
7 • Apakah penawaran bujukan terbatas pada penerima perorangan atau
8 tersedia untuk kelompok yang lebih luas. Kelompok yang lebih luas
9 mungkin merupakan pihak internal atau eksternal dari organisasi
10 tempatnya bekerja, seperti pelanggan atau pemasok lainnya.
11 • Peran dan posisi individu Kantor atau klien yang menawarkan atau
12 ditawari bujukan.
13 • Apakah Anggota mengetahui, atau memiliki alasan untuk meyakini,
14 bahwa menerima bujukan akan melanggar kebijakan dan prosedur dari
15 klien.
16 • Tingkat transparansi bujukan yang ditawarkan.
17 • Apakah bujukan disyaratkan atau diminta oleh penerima bujukan.
18 • Perilaku atau reputasi sebelumnya yang diketahui dari pihak yang
19 memberikan bujukan.
20
21 Pertimbangan Tindakan Lanjutan
22
23 340.10-A1 Jika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan dengan intensi yang
24 nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku secara tidak patut, ancaman
25 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin masih muncul meskipun
26 persyaratan dalam paragraf P340.7 dan P340.8 terpenuhi.
27
28 340.10-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
29 tersebut termasuk:
30 • Menginformasikan mengenai penawaran kepada Kantor atau pihak yang
31 bertanggungjawab atas tata kelola klien.
32 • Mengubah atau menghentikan hubungan bisnis dengan klien.
33
34 Bujukan tanpa Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut
35
36 340.11-A1 Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam kerangka kerja
37 konseptual ini berlaku ketika Anggota telah menyimpulkan tidak ada intensi
38 yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku penerima bujukan atau
39 individu lain secara tidak patut.
40
41 340.11-A2 Jika bujukan tersebut bersifat biasa dan tidak penting, ancaman apa pun yang
42 muncul akan berada pada level yang dapat diterima.
43
44 340.11-A3 Contoh keadaan ketika penawaran atau penerimaan bujukan dapat
45 memunculkan ancaman bahkan jika Anggota telah menyimpulkan bahwa tidak
46 ada intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku secara
47 tidak patut termasuk:

83

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Ancaman kepentingan pribadi

2 o Anggota ditawari keramahtamahan dari calon pengakuisisi klien

3 ketika memberikan jasa keuangan korporat kepada klien.

4 • Ancaman kedekatan

5 o Anggota mengajak secara reguler calon klien dan klien ke acara

6 olahraga.

7 • Ancaman Intimidasi

8 o Anggota menerima keramahtamahan yang sifatnya dianggap tidak

9 pantas jika diungkapkan kepada publik.

10

11 340.11-A4 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika

12 menawarkan atau menerima bujukan tersebut mencakup faktor-faktor yang

13 sama dalam menentukan intensi yang ditetapkan di paragraf 340.9-A3.

14

15 340.11-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari

16 penawaran atau penerimaan bujukan termasuk:

17 • Tidak menawarkan atau menolak bujukan.

18 • Mengalihkan tanggung jawab untuk setiap pemberian jasa profesional

19 dengan klien kepada individu lain yang diyakini atau dianggap oleh

20 Anggota tidak terpengaruh secara tidak patut ketika memberikan jasa.

21

22 340.11 A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

23 yang muncul dari penawaran atau penerimaan bujukan tersebut termasuk:

24 • Bersikap transparan mengenai penawaran atau penerimaan bujukan

25 kepada manajemen senior dari Kantor atau klien.

26 • Mencatatkan bujukan tersebut dalam catatan yang dipantau oleh

27 manajemen senior Kantor atau individu lain yang bertanggung jawab atas

28 kepatuhan etika Kantor, atau yang dikelola oleh klien.

29 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam memberikan

30 jasa profesional, untuk menelaah setiap pekerjaan yang dilakukan atau

31 keputusan yang dibuat oleh Anggota sehubungan dengan klien yang

32 bujukannya diterima Anggota.

33 • Memberikan bujukan tersebut untuk donasi dalam acara amal setelah

34 menerima dan mengungkapkan pemberian donasi tersebut dengan

35 tepat, misalnya, kepada manajemen senior Kantor atau individu yang

36 menawarkan bujukan.

37 • Mengganti bujukan yang diterima seperti keramahtamahan.

38 • Sesegera mungkin, mengembalikan bujukan setelah diterima seperti

39 hadiah.

40

41 Keluarga Inti atau Keluarga Dekat

42

43 P340.12 Anggota harus tetap mewaspadai potensi ancaman terhadap kepatuhan pada

44 prinsip dasar etika yang muncul dari penawaran bujukan:

45 (a) Oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dari Anggota kepada

46 calon klien atau klien.

84

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 (b) Kepada anggota keluarga inti atau keluarga dekat Anggota oleh calon

2 klien atau klien.

3

4 P340.13 Ketika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan kepada atau

5 diberikan oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan menyimpulkan

6 terdapat intensi untuk memengaruhi perilaku Anggota atau calon klien atau

7 klien secara tidak patut, atau menganggap pihak ketiga yang rasional dan

8 memiliki informasi yang memadai kemungkinan menyimpulkan bahwa terdapat

9 intensi tersebut, maka Anggota harus memberikan advis kepada anggota

10 keluarga inti atau keluarga dekat untuk tidak menawarkan atau menerima

11 bujukan.

12

13 340.13-A1 Faktor yang ditetapkan di paragraf 340.9-A3 relevan dalam menentukan

14 apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi

15 perilaku Anggota atau calon klien atau klien secara tidak patut. Faktor lain yang

16 relevan adalah sifat atau kedekatan hubungan, antara:

17 (a) Anggota dan anggota keluarga inti atau keluarga dekat;

18 (b) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan calon klien atau klien; dan

19 (c) Anggota dan calon klien atau klien.

20 Sebagai contoh, tawaran pekerjaan, di luar proses rekrutmen normal, kepada

21 suami/istri Anggota oleh klien yang sedang memberikan jasa penilaian bisnis

22 untuk akuisisi, dapat menunjukkan intensi tersebut.

23

24 340.13-A2 Materi aplikasi pada paragraf 340.10-A2 juga relevan dalam mengatasi

25 ancaman yang mungkin muncul ketika terdapat intensi yang nyata atau

26 dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau calon klien atau klien

27 secara tidak patut, meskipun anggota keluarga inti atau anggota dekat telah

28 mengikuti advis yang diberikan Anggota sesuai dengan paragraf P340.13.

29

30 Penerapan Kerangka Konseptual

31

32 340.14-A1 Ketika Anggota menyadari bujukan yang ditawarkan dalam keadaan yang

33 dibahas pada paragraf P340.12, ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip

34 dasar etika dapat muncul ketika:

35 (a) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat menawarkan atau menerima

36 bujukan yang bertentangan dengan advis Anggota sesuai dengan

37 paragraf P340.13; atau

38 (b) Anggota tidak memiliki alasan untuk meyakini adanya intensi yang nyata

39 atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau calon klien

40 atau klien.

41

42 340.14-A2 Materi aplikasi pada paragraf 340.11-A1 hingga 340.11-A6 relevan untuk

43 tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman tersebut.

44 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman dalam keadaan

45 tersebut juga termasuk sifat atau kedekatan hubungan yang ditetapkan di

46 paragraf 340.13 A1.

47

48

85

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Pertimbangan Lainnya
2
3 340.15-A1 Jika Anggota menghadapi atau menyadari bujukan yang dapat mengakibatkan
4 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-
5 undangan oleh klien atau pihak lain yang bekerja untuk, atau di bawah arahan
6 klien, maka persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 360
7 berlaku.
8
9 340.15-A2 Jika Kantor, jaringan Kantor, atau anggota tim audit menerima hadiah atau
10 keramahtamahan dari klien audit, maka persyaratan dan materi aplikasi yang
11 dijelaskan pada Seksi 420 berlaku.
12
13 340.15-A3 Jika Kantor atau anggota tim asurans menerima hadiah atau keramahtamahan
14 dari klien asurans, maka persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di
15 Seksi 906 berlaku.
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

86

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 350

2

3 KUSTODI ASET KLIEN

4

5 PENDAHULUAN

6

7 350.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk mengidentifikasi,

9 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

10

11 350.2 Mengelola aset klien dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau

12 ancaman lain terhadap kepatuhan pada prinsip perilaku profesional dan

13 objektivitas. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik

14 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan

15 tersebut.

16

17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

18

19 Sebelum Kustodi

20

21 P350.3 Anggota tidak boleh mengambil tanggung jawab atas kustodi uang dan aset

22 lain milik klien, kecuali diizinkan oleh peraturan perundang-undangan dan

23 sesuai dengan setiap kondisi yang memperbolehkan hal tersebut.

24

25 P350.4 Sebagai bagian dari prosedur penerimaan klien dan perikatan terkait tanggung

26 jawab kustodi uang atau aset klien, maka Anggota harus:

27 (a) Melakukan penyelidikan mengenai sumber aset tersebut; dan

28 (b) Mempertimbangkan kewajiban hukum dan peraturan yang berlaku.

29

30 350.4-A1 Penyelidikan tentang sumber aset klien mungkin memperlihatkan, misalnya,

31 bahwa aset tersebut berasal dari aktivitas ilegal, seperti pencucian uang.

32 Dalam keadaan demikian akan muncul ancaman dan berlaku ketentuan Seksi

33 360.

34

35 Setelah Kustodi

36

37 P350.5 Anggota yang dipercayai untuk menyimpan uang atau aset lain milik pihak lain

38 harus:

39 (a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan untuk

40 penyimpanan dan pembukuan aset tersebut;

41 (b) Menyimpan aset tersebut secara terpisah dari aset pribadi atau aset

42 Kantor;

43 (c) Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan;

44 dan

45 (d) Setiap saat siap untuk mempertanggungjawabkan aset dan setiap

46 penghasilan, dividen, atau keuntungan yang dihasilkan, kepada siapapun

47 yang berhak atas pembukuan tersebut.

48

87

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 SEKSI 360

2

3 RESPONS ATAS KETIDAKPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-

4 UNDANGAN

5

6 PENDAHULUAN

7

8 360.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan

9 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk mengidentifikasi,

10 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.

11

12 360.2 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi terhadap kepatuhan

13 pada prinsip integritas dan perilaku profesional muncul ketika Anggota

14 menyadari adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap

15 peraturan perundang-undangan.

16

17 360.3 Anggota mungkin menghadapi atau menyadari adanya ketidakpatuhan atau

18 dugaan ketidakpatuhan ketika memberikan jasa profesional kepada klien.

19 Seksi ini memberikan panduan kepada Anggota dalam menilai implikasi

20 permasalahan dan tindakan yang mungkin dilakukan ketika merespons

21 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap:

22 (a) Peraturan perundang-undangan yang secara umum memiliki dampak

23 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan yang material

24 dalam laporan keuangan klien; dan

25 (b) Peraturan perundang-undangan lain yang tidak memiliki dampak

26 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan

27 keuangan klien, namun kepatuhan tersebut penting untuk aspek

28 operasional bisnis klien, untuk dapat mempertahankan usahanya, atau

29 untuk menghindari hukuman yang material.

30

31 Tujuan Anggota Terkait Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan

32

33 360.4 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung

34 jawab bertindak dalam kepentingan publik. Ketika merespons adanya

35 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, tujuan dari Anggota adalah:

36 (a) Mematuhi prinsip integritas dan perilaku profesional;

37 (b) Mengingatkan manajemen atau, jika tepat, pihak yang bertanggung

38 jawab atas tata kelola klien, untuk:

39 (i) Memungkinkan mereka memperbaiki, memulihkan atau memitigasi

40 konsekuensi akibat dari ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau

41 terduga; atau

42 (ii) Mencegah ketidakpatuhan sebelum terjadi; dan

43 (c) Mengambil tindakan lanjutan yang tepat dalam melindungi kepentingan

44 publik.

45

46

47

48

88

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

2

3 Umum

4 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”)
5 360.5-A1

6 terdiri dari tindakan penghilangan atau perbuatan, baik disengaja atau tidak

7 disengaja, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang

8 berlaku yang dilakukan oleh pihak-pihak berikut:

9 (a) Klien;

10 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien;

11 (c) Manajemen klien; atau

12 (d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.

13

14 360.5-A2 Contoh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan seksi ini termasuk

15 yang berhubungan dengan:

16 • Kecurangan, korupsi, dan penyuapan.

17 • Pencucian uang, pendanaan teroris dan tindakan kriminal.

18 • Pasar dan perdagangan surat berharga.

19 • Perbankan dan produk dan jasa keuangan lainnya.

20 • Perlindungan data.

21 • Liabilitas pajak dan pensiun serta pembayarannya.

22 • Perlindungan lingkungan.

23 • Kesehatan dan keselamatan publik.

24

25 360.5-A3 Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda, litigasi, atau konsekuensi lain

26 bagi klien, yang berpotensi memiliki dampak yang material terhadap laporan

27 keuangan. Terlebih penting, ketidakpatuhan tersebut mungkin berdampak

28 terhadap kepentingan publik yang lebih luas yang berpotensi memunculkan

29 kerugian substansial bagi investor, kreditor, karyawan, atau masyarakat umum.

30 Untuk tujuan seksi ini, tindakan yang menyebabkan kerugian substansial

31 tersebut adalah tindakan yang menghasilkan dampak kerugian keuangan atau

32 nonkeuangan yang serius bagi para pihak tersebut. Misalnya kecurangan yang

33 mengakibatkan kerugian keuangan yang signifikan bagi investor, dan

34 pelanggaran peraturan dan perundang-undangan mengenai lingkungan yang

35 membahayakan kesehatan atau keselamatan karyawan atau publik.

36

37 P360.6 Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, terdapat ketentuan yang

38 mangatur bagaimana Anggota disyaratkan untuk mengatasi ketidakpatuhan

39 atau dugaan ketidakpatuhan. Peraturan perundang-undangan tersebut

40 mungkin berbeda dari, atau melampaui, ketentuan dalam seksi ini. Ketika

41 menghadapi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, Anggota harus

42 memperoleh pemahaman tentang ketentuan peraturan perundang-undangan

43 serta mematuhinya, termasuk:

44 (a) Setiap persyaratan untuk melaporkan permasalahan tersebut kepada

45 otoritas yang tepat; dan

46 (b) Setiap larangan untuk mengingatkan klien.

47

89

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 360.6-A1 Larangan untuk memperingatkan klien mungkin muncul, misalnya,

2 berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang tindak pidana pencucian

3 uang.

4

5 360.7-A1 Seksi ini berlaku terlepas dari sifat klien, termasuk apakah klien merupakan

6 entitas dengan akuntabilitas publik.

7

8 360.7-A2 Anggota yang menemukan atau menyadari permasalahan yang jelas tidak

9 berdampak, tidak diharuskan untuk mematuhi seksi ini. Suatu permasalahan

10 dinilai tidak berdampak dipandang dari sifat dan dampaknya, baik keuangan

11 maupun nonkeuangan, terhadap klien, pemangku kepentingannya dan

12 masyarakat umum.

13

14 360.7-A3 Seksi ini tidak membahas:

15 (a) Pelanggaran pribadi yang tidak terkait dengan aktivitas bisnis klien; dan

16 (b) Ketidakpatuhan oleh pihak selain yang ditentukan dalam paragraf 360.5-

17 A1. Hal tersebut termasuk, misalnya, keadaan ketika Anggota telah

18 ditugaskan oleh klien untuk melakukan penugasan uji tuntas pada entitas

19 pihak ketiga dan ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau terduga telah

20 dilakukan oleh pihak ketiga tersebut.

21 Anggota mungkin akan menemukan panduan dalam seksi ini yang membantu

22 dalam mempertimbangkan bagaimana merespons situasi tersebut.

23

24 Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola

25

26 360.8-A1 Manajemen, dengan pengawasan pihak yang bertanggung jawab atas tata

27 kelola, bertanggung jawab untuk memastikan bahwa aktivitas bisnis klien

28 dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Manajemen dan

29 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola juga bertanggung jawab untuk

30 mengidentifikasi dan menangani setiap ketidakpatuhan, bersama dengan:

31 (a) Klien;

32 (b) Individu yang bertanggung jawab atas tata kelola entitas;

33 (c) Anggota manajemen; atau

34 (d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.

35

36 Tanggung Jawab Semua Anggota

37

38 P360.9 Ketika Anggota menyadari tentang permasalahan yang tercakup pada seksi ini,

39 langkah yang dilakukan oleh Anggota untuk mematuhi seksi ini harus dilakukan

40 secara tepat waktu. Dalam melakukan langkah yang tepat waktu, Anggota

41 harus memperhatikan sifat permasalahan dan bahaya potensial bagi

42 kepentingan entitas, investor, kreditor, karyawan atau masyarakat umum.

43

44

45

46

47

48

90

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Audit atas Laporan Keuangan

2

3 Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan

4

5 P360.10 Jika Anggota yang ditugaskan untuk melakukan audit atas laporan keuangan

6 mengetahui informasi mengenai ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan,

7 maka Anggota harus memperoleh pemahaman atas permasalahan tersebut.

8 Pemahaman tersebut harus mencakup sifat ketidakpatuhan atau dugaan

9 ketidakpatuhan dan keadaan ketika hal tersebut telah terjadi atau mungkin

10 terjadi.

11

12 360.10-A1 Anggota mungkin menyadari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan

13 dalam pelaksanaan perikatan atau melalui informasi yang diberikan oleh pihak

14 lain.

15

16 360.10-A2 Anggota diharapkan menerapkan pengetahuan dan keahlian, serta

17 menerapkan pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak

18 diharapkan memiliki level pengetahuan mengenai peraturan perundang-

19 undangan melebihi daripada yang disyaratkan untuk melakukan perikatan.

20 Penentuan apakah suatu tindakan merupakan ketidakpatuhan pada akhirnya

21 ditentukan oleh pengadilan atau badan yang berwenang mengajukan ajudikasi.

22

23 360.10-A3 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat

24 berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain dalam

25 Kantor, Jaringan Kantor atau asosiasi profesi, atau dengan penasihat hukum.

26

27 P360.11 Jika Anggota mengidentifikasi atau menduga bahwa ketidakpatuhan telah

28 terjadi atau mungkin terjadi, maka Anggota harus membahas permasalahan

29 tersebut dengan level manajemen yang tepat dan, jika perlu, dengan pihak

30 yang bertanggung jawab atas tata kelola.

31

32 360.11-A1 Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk mengklarifikasi pemahaman

33 Anggota tentang fakta dan keadaan yang relevan dengan permasalahan dan

34 potensi konsekuensinya. Pembahasan ini juga mungkin mendorong

35 manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk

36 menginvestigasi permasalahan tersebut.

37

38 360.11-A2 Penentuan level manajemen yang tepat untuk membahas permasalahan

39 tersebut merupakan suatu pertimbangan profesional. Faktor-faktor relevan

40 yang perlu dipertimbangkan termasuk:

41 • Sifat dan keadaan permasalahan.

42 • Individu aktual yang terlibat atau berpotensi terlibat.

43 • Kemungkinan adanya kolusi.

44 • Konsekuensi potensial dari permasalahan tersebut.

45 • Apakah level manajemen tersebut mampu menginvestigasi

46 permasalahan dan mengambil tindakan yang tepat.

47

91

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 360.11-A3 Level manajemen yang tepat biasanya minimum satu level di atas individu atau

2 individu yang terlibat atau berpotensi terlibat dalam permasalahan. Dalam

3 konteks grup, level yang tepat mungkin adalah manajemen pada entitas yang

4 mengendalikan klien.

5

6 360.11-A4 Anggota juga dapat mempertimbangkan untuk membahas masalah tersebut

7 dengan auditor internal, jika ada.

8

9 P360.12 Jika Anggota meyakini bahwa manajemen terlibat ketidakpatuhan atau dugaan

10 ketidakpatuhan, maka Anggota harus membahas permasalahan tersebut

11 dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

12

13 Mengatasi Permasalahan

14

15 P360.13 Dalam membahas ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dengan

16 manajemen dan, jika tepat, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,

17 maka Anggota harus memberikan advis kepada mereka untuk mengambil

18 tindakan yang sesuai dan tepat waktu, jika pihak-pihak tersebut belum

19 melakukannya, untuk:

20 (a) Memperbaiki, memulihkan, atau memitigasi konsekuensi dari

21 ketidakpatuhan;

22 (b) Mencegah perbuatan ketidakpatuhan ketika hal tersebut belum terjadi;

23 atau

24 (c) Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang

25 berwenang jika disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan atau

26 jika dianggap perlu dalam melindungi kepentingan publik.

27

28 P360.14 Anggota harus mempertimbangkan apakah manajemen dan pihak yang

29 bertanggung jawab atas tata kelola memahami tanggung jawab mereka

30 terhadap peraturan perundang-undangan sehubungan dengan ketidakpatuhan

31 atau dugaan ketidakpatuhan.

32

33 360.14-A1 Jika manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tidak

34 memahami tanggung jawabnya terhadap peraturan perundang-undangan

35 sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka Anggota dapat

36 menyarankan untuk mencari sumber informasi yang tepat atau

37 merekomendasikan agar mendapatkan advis hukum.

38

39 P360.15 Anggota harus mematuhi:

40 (a) Ketentuan Peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk

41 ketentuan pelaporan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan

42 terhadap otoritas yang berwenang; dan

43 (b) Persyaratan berdasarkan standar audit, termasuk yang berkaitan

44 dengan:

45 • Identifikasi dan respons atas ketidakpatuhan, termasuk

46 kecurangan.

47 • Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

92

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Pertimbangan implikasi atas ketidakpatuhan atau dugaan

2 ketidakpatuhan terhadap laporan auditor.

3

4 360.15-A1 Beberapa peraturan perundang-undangan mungkin menetapkan periode untuk

5 melaporkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada otoritas yang

6 berwenang.

7

8 Komunikasi Terkait Grup

9

10 P360.16 Jika Anggota menyadari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terkait

11 dengan komponen dari suatu grup pada salah satu dari dua situasi berikut,

12 maka Anggota harus mengomunikasikan permasalahan tersebut kepada rekan

13 perikatan grup, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-undangan:

14 (a) Anggota, untuk tujuan audit atas laporan keuangan grup, diminta oleh tim

15 perikatan grup untuk melakukan pekerjaan atas informasi keuangan yang

16 terkait dengan komponen tersebut; atau

17 (b) Anggota ditugaskan untuk melakukan audit atas laporan keuangan

18 komponen tersebut untuk tujuan selain audit grup, misalnya, audit

19 statutori.

20 Komunikasi kepada rekan perikatan grup harus diperlakukan sebagai

21 tambahan untuk merespons atas permasalahan tersebut sesuai dengan

22 ketentuan dalam seksi ini.

23

24 360.16-A1 Tujuan dari komunikasi ini adalah memungkinkan rekan perikatan grup

25 terinfomasikan mengenai permasalahan tersebut dan untuk menentukan,

26 dalam konteks audit grup, bagaimana mengatasi permasalahan sesuai dengan

27 ketentuan dalam seksi ini. Persyaratan komunikasi pada paragraf P360.16

28 berlaku, terlepas apakah Kantor atau jaringan Kantor dari rekan perikatan grup

29 adalah sama atau berbeda dengan Kantor atau jaringan Kantor dari Anggota.

30

31 P360.17 Jika rekan perikatan grup menyadari ketidakpatuhan atau dugaan

32 ketidakpatuhan dalam proses audit atas laporan keuangan grup, maka rekan

33 perikatan grup harus mempertimbangkan apakah permasalahan tersebut

34 relevan dengan satu atau beberapa komponen yang:

35 (a) Informasi keuangannya digunakan untuk tujuan audit atas laporan

36 keuangan grup; atau

37 (b) Laporan keuangannya diperlukan untuk tujuan selain audit grup,

38 misalnya, suatu audit berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

39 Pertimbangan tersebut merupakan tambahan untuk menanggapi

40 permasalahan dalam konteks audit grup sesuai dengan ketentuan dalam seksi

41 ini.

42

43 P360.18 Jika ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan mungkin relevan bagi satu

44 atau lebih dari komponen yang ditentukan dalam paragraf P360.17(a) dan (b),

45 maka rekan perikatan grup harus melakukan langkah-langkah agar

46 permasalahan tersebut dikomunikasikan kepada pihak yang melakukan

47 pekerjaan di komponen tersebut, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-

48 undangan. Jika perlu, rekan perikatan grup harus melakukan permintaan

93

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 informasi yang tepat (baik dari manajemen atau dari informasi yang tersedia

2 untuk publik) dalam menentukan apakah komponen yang relevan yang

3 ditentukan dalam paragraf P360.17(b) termasuk dalam cakupan audit dan, jika

4 demikian, harus memastikan identitas auditor sepanjang dapat dilakukan.

5

6 360.18-A1 Tujuan dari komunikasi ini adalah memungkinkan pihak yang bertanggung

7 jawab atas pekerjaan komponen terinformasikan mengenai permasalahan dan

8 menentukan bagaimana mengatasinya sesuai dengan ketentuan dalam seksi

9 ini. Persyaratan komunikasi tersebut berlaku, terlepas apakah Kantor atau

10 jaringan Kantor dari rekan perikatan grup adalah sama atau berbeda dengan

11 Kantor atau jaringan Kantor dari pihak yang melakukan pekerjaan komponen

12 tersebut.

13

14 Menentukan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan

15

16 P360.19 Anggota harus menilai ketepatan respons manajemen dan, jika dapat

17 diterapkan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

18

19 360.19-A1 Faktor relevan yang perlu dipertimbangkan dalam menilai ketepatan respons

20 manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

21 termasuk apakah:

22 • Responsnya tepat waktu.

23 • Ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan telah diinvestigasi secara

24 memadai.

25 • Tindakan telah, atau sedang, dilakukan untuk memperbaiki, memulihkan,

26 atau mengurangi konsekuensi dari setiap ketidakpatuhan.

27 • Tindakan telah, atau sedang, dilakukan untuk mencegah perbuatan dari

28 setiap ketidakpatuhan yang belum terjadi.

29 • Langkah yang tepat telah, atau sedang, diambil untuk mengurangi risiko

30 terjadinya kembali, misalnya, pengendalian atau pelatihan tambahan.

31 • Ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan telah diungkapkan kepada

32 otoritas yang tepat jika diperlukan dan, jika demikian, apakah

33 pengungkapan cukup memadai.

34

35 P360.20 Mengingat respons manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung

36 jawab atas tata kelola, maka Anggota harus menentukan apakah tindakan

37 lanjutan diperlukan dalam melindungi kepentingan publik.

38

39 360.20-A1 Penentuan apakah tindakan lanjutan diperlukan, serta sifat dan luasnya, akan

40 bergantung pada berbagai faktor, termasuk:

41 • Kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan.

42 • Urgensi situasi.

43 • Pervasifnya permasalahan terhadap keseluruhan klien tersebut.

44 • Apakah Anggota terus memiliki keyakinan terhadap integritas

45 manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab atas tata

46 kelola.

94

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Apakah ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kemungkinan akan

2 terjadi lagi.

3 • Apakah terdapat bukti yang kredibel atas kenyataan atau potensi

4 kerugian substansial terhadap kepentingan entitas, investor, kreditor,

5 karyawan atau masyarakat umum.

6

7 360.20-A2 Contoh keadaan yang mungkin menyebabkan Anggota tidak lagi memiliki

8 kepercayaan terhadap integritas manajemen dan pihak yang

9 bertanggungjawab atas tata kelola termasuk situasi ketika:

10 • Anggota mencurigai atau memiliki bukti mereka ikut terlibat atau mereka

11 ikut dalam keterlibatan yang diintensikan dalam setiap ketidakpatuhan.

12 • Anggota menyadari bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang

13 ketidakpatuhan tersebut dan bertentangan dengan ketentuan peraturan

14 perundang-undangan, mereka belum melaporkan atau belum menyetujui

15 pelaporan, permasalahan tersebut kepada otoritas yang berwenang

16 dalam jangka waktu yang memadai.

17

18 P360.21 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional dalam menentukan

19 perlunya, serta sifat dan luasnya, tindakan lanjutan. Dalam penentuan tersebut,

20 Anggota harus mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang rasional dan

21 memiliki informasi yang memadai cenderung menyimpulkan bahwa Anggota

22 telah bertindak dengan tepat dalam melindungi kepentingan publik.

23

24 360.21-A1 Tindakan lanjutan yang mungkin dilakukan oleh Anggota meliputi:

25 • Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang

26 berwenang walaupun tidak terdapat ketentuan peraturan perundang-

27 undangan untuk melakukannya.

28 • Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional yang diizinkan oleh

29 peraturan perundang-undangan.

30

31 360.21-A2 Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional bukanlah pengganti

32 tindakan lain yang dilakukan untuk mencapai tujuan Anggota berdasarkan

33 seksi ini. Namun, dalam beberapa ketentuan, mungkin terdapat batasan atas

34 tindakan lanjutan yang dapat dilakukan oleh Anggota. Dalam keadaan

35 demikian, menarik diri mungkin merupakan satu-satunya tindakan yang tepat.

36

37 P360.22 Jika Anggota telah menarik diri dari hubungan profesional sesuai dengan

38 paragraf P360.20 dan 360.21-A1, maka Anggota harus, atas dasar permintaan

39 Anggota yang diusulkan sesuai dengan paragraf P320.8, memberikan semua

40 fakta yang relevan dan informasi lain mengenai ketidakpatuhan yang

41 teridentifikasi atau dugaan ketidakpatuhan kepada Anggota yang diusulkan.

42 Anggota praktisi pendahulu harus melakukannya, bahkan dalam keadaan yang

43 disebutkan dalam paragraf P320.8(b) ketika klien tidak atau menolak untuk

44 memberikan izin kepada Anggota praktisi pendahulu untuk mendiskusikan

45 urusan klien dengan Anggota yang diusulkan, kecuali dilarang oleh peraturan

46 perundang-undangan.

47

95

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 360.22-A1 Fakta dan informasi lain yang diberikan adalah hal-hal yang, menurut pendapat

2 Anggota praktisi pendahulu, harus disadari oleh Anggota yang diusulkan

3 sebelum memutuskan apakah akan menerima penunjukan audit. Seksi 320

4 menjelaskan komunikasi dari Anggota yang diusulkan.

5

6 P360.23 Jika Anggota yang diusulkan tidak dapat berkomunikasi dengan Anggota

7 praktisi pendahulu, maka Anggota yang diusulkan harus melakukan langkah-

8 langkah yang memadai untuk memperoleh informasi tentang keadaan atas

9 perubahan penunjukan dengan cara lain.

10

11 360.23-A1 Cara lain untuk mendapatkan informasi tentang keadaan atas perubahan

12 penunjukan mencakup wawancara dengan pihak ketiga atau melakukan

13 investigasi terhadap latar belakang manajemen atau pihak yang bertanggung

14 jawab atas tata kelola.

15

16 360.24-A1 Disebabkan penilaian atas permasalahan tersebut mungkin melibatkan analisis

17 dan pertimbangan yang rumit, maka Anggota dapat mempertimbangkan:

18 • Berkonsultasi secara internal.

19 • Mendapatkan advis hukum untuk memahami pilihan Anggota dan

20 implikasinya secara hukum atau profesional dalam mengambil tindakan

21 tertentu.

22 • Berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan regulator atau

23 asosiasi profesi.

24

25 Penentuan Apakah Mengungkapkan Permasalahan kepada Otoritas yang Berwenang

26

27 360.25-A1 Mengungkapkan permasalahan kepada otoritas yang berwenang akan

28 dilarang jika hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-

29 undangan yang berlaku. Jika tidak, tujuan pengungkapan adalah untuk

30 memungkinkan otoritas yang berwenang melakukan investigasi dan

31 melakukan tindakan yang dilakukan terhadap permasalahan tersebut dalam

32 melindungi kepentingan publik.

33

34 360.25-A2 Penentuan apakah membuat pengungkapan tersebut bergantung pada sifat

35 dan tingkat kerusakan aktual atau potensial yang disebabkan atau mungkin

36 disebabkan oleh permasalahan tersebut kepada investor, kreditor, karyawan,

37 atau masyarakat umum. Contoh, Anggota mungkin menentukan bahwa

38 pengungkapan permasalahan kepada otoritas yang berwenang merupakan

39 tindakan yang tepat jika:

40 • Entitas terlibat penyuapan (misalnya, pejabat pemerintah lokal atau asing

41 untuk tujuan mengamankan kontrak besar).

42 • Entitas merupakan entitas yang diregulasi dan permasalahan tersebut

43 sangat signifikan mengancam hak lisensi untuk beroperasi.

44 • Entitas merupakan entitas yang terdaftar di pasar modal dan

45 permasalahan tersebut dapat mengakibatkan konsekuensi merugikan

46 terhadap kewajaran dan keteraturan pasar atas surat berharga entitas

47 memunculkan risiko sistemik terhadap pasar keuangan.

96

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Sangat mungkin bahwa entitas akan menjual produk yang berbahaya

2 bagi kesehatan atau keselamatan publik.

3 • Entitas mengusulkan skema kepada kliennya untuk membantu mereka

4 menghindari pajak.

5

6 360.25-A3 Penentuan apakah akan mengungkapkan permasalahan tersebut juga

7 bergantung pada faktor eksternal seperti:

8 • Apakah terdapat otoritas yang berwenang yang mampu menerima

9 informasi, dan melakukan investigasi atas permasalahan dan tindakan

10 yang harus diambil. Otoritas yang berwenang sangat bergantung pada

11 sifat permasalahan. Contoh, otoritas yang berwenang adalah regulator

12 pasar modal dalam kasus kecurangan atas pelaporan keuangan atau

13 lembaga perlindungan lingkungan dalam hal pelanggaran atas peraturan

14 perundang-undangan tentang lingkungan.

15 • Apakah terdapat perlindungan yang kuat dan kredibel terhadap tanggung

16 jawab perdata, kriminal atau profesional atau pembalasan yang diberikan

17 oleh peraturan perundang-undangan, seperti di bawah peraturan

18 perundang-undangan tentang whistle-blowing.

19 • Apakah terdapat ancaman aktual atau potensial terhadap keselamatan

20 fisik Anggota atau individu lain.

21

22 P360.26 Jika Anggota menentukan bahwa pengungkapan ketidakpatuhan atau dugaan

23 ketidakpatuhan terhadap otoritas yang berwenang merupakan tindakan yang

24 tepat dalam situasi tersebut, maka pengungkapan diperkenankan sesuai

25 dengan Kode Etik paragraf P114.1(d). Ketika membuat pengungkapan

26 tersebut, Anggota harus bertindak dengan itikad baik dan berhati-hati ketika

27 membuat pernyataan dan asersi. Anggota juga harus mempertimbangkan

28 apakah tepat untuk menginformasikan kepada klien tentang intensi Anggota

29 sebelum mengungkapkan permasalahan tersebut.

30

31 Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi

32

33 P360.27 Dalam keadaan luar biasa, Anggota mungkin menjadi sadar bahwa tindakan

34 nyata atau yang dimaksudkan dan meyakini dengan didukung alasan,

35 merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang

36 menyebabkan kerugian substansial bagi investor, kreditur, karyawan atau

37 masyarakat umum. Setelah mempertimbangkan apakah tepat untuk

38 membahas permasalahan tersebut dengan manajemen atau pihak yang

39 bertanggungjawab atas tata kelola dalam organisasi tempatnya bekerja, maka

40 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional dan menentukan

41 apakah akan mengungkapkan permasalahan tersebut segera kepada otoritas

42 yang berwenang untuk mencegah atau mengurangi konsekuensi pelanggaran

43 yang akan segera terjadi. Jika pengungkapan dilakukan, maka pengungkapan

44 tersebut diperkenankan sesuai dengan Kode Etik paragraf P114.1(d).

45

46

47

97

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Dokumentasi

2

3 P360.28 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang

4 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, Anggota harus mendokumentasikan:

5 • Bagaimana manajemen dan, jika dapat diterapkan, pihak yang

6 bertanggungjawab atas tata kelola merespons permasalahan tersebut.

7 • Tindakan yang dipertimbangkan Anggota, pertimbangan yang dibuat,

8 dan keputusan yang diambil, dengan memperhatikan pengujian pihak

9 ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai.

10 • Bagaimana Anggota meyakini bahwa ia telah memenuhi tanggung jawab

11 yang ditetapkan dalam paragraf P360.20.

12

13 360.28.A1 Pendokumentasian berikut ini merupakan tambahan kepatuhan terhadap

14 persyaratan dokumentasi berdasarkan standar audit yang berlaku. Standar

15 Audit, sebagai contoh, mensyaratkan Anggota yang melakukan audit atas

16 laporan keuangan untuk:

17 • Menyiapkan dokumentasi yang cukup yang memungkinkan pemahaman

18 tentang permasalahan yang signifikan yang muncul selama audit,

19 kesimpulan yang dicapai, dan pertimbangan profesional yang signifikan

20 yang dibuat untuk mencapai kesimpulan tersebut;

21 • Mendokumentasikan hasil pembahasan tentang permasalahan signifikan

22 dengan manajemen, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, dan

23 lainnya, termasuk sifat permasalahan signifikan yang dibahas dan kapan

24 serta dengan siapa diskusi berlangsung; dan

25 • Mendokumentasikan ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau yang

26 diduga, dan hasil pembahasan dengan manajemen dan, jika dapat

27 diterapkan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan pihak di

28 luar entitas.

29

30 Jasa Profesional Selain Audit atas Laporan Keuangan

31

32 Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan dan Mengatasinya dengan Manajemen dan

33 Pihak yang Bertanggungjawab atas Tata Kelola

34

35 P360.29 Jika Anggota yang ditugaskan untuk melakukan jasa profesional selain audit

36 atas laporan keuangan menyadari bahwa informasi mengenai ketidakpatuhan

37 atau dugaan ketidakpatuhan, maka Anggota harus memperoleh pemahaman

38 atas permasalahan tersebut. Pemahaman tersebut harus mencakup sifat dari

39 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dan keadaan ketika hal tersebut

40 telah terjadi atau mungkin terjadi.

41

42 360.29-A1 Anggota diharapkan menerapkan pengetahuan dan keahlian, serta

43 menerapkan pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak

44 diharapkan memiliki level pengetahuan mengenai peraturan perundang-

45 undangan melebihi daripada yang disyaratkan untuk jasa profesional yang

46 ditugaskan kepada Anggota. Penentuan apakah suatu tindakan merupakan

98

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 ketidakpatuhan pada akhirnya akan ditentukan oleh pengadilan atau badan

2 yang berwenang mengajukan ajudikasi.

3

4 360.29-A2 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat

5 berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain di dalam

6 Kantor, Jaringan Kantor atau asosiasi profesi, atau dengan penasihat hukum.

7

8 P360.30 Jika Anggota mengidentifikasi atau menduga bahwa ketidakpatuhan telah

9 terjadi atau mungkin terjadi, maka Anggota harus membahas permasalahan

10 tersebut dengan level manajemen yang tepat. Jika Anggota memiliki akses

11 kepada pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola, maka Anggota juga

12 harus mendiskusikan permasalahan tersebut dengan mereka, jika perlu.

13

14 360.30-A1 Tujuan dari pemahasan tersebut adalah untuk mengklarifikasi pemahaman

15 Anggota tentang fakta dan keadaan yang relevan dengan permasalahan dan

16 potensi konsekuensinya. Pembahasan ini juga mungkin mendorong

17 manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk

18 menginvestigasi permasalahan tersebut.

19

20 360.30-A2 Penentuan level manajemen yang tepat untuk membahas permasalahan

21 tersebut merupakan suatu pertimbangan profesional. Faktor-faktor relevan

22 yang perlu dipertimbangkan termasuk:

23 • Sifat dan keadaan permasalahan.

24 • Individu yang terlibat secara aktual atau berpotensi terlibat.

25 • Kemungkinan adanya kolusi.

26 • Konsekuensi potensial dari permasalahan tersebut.

27 • Apakah level manajemen tersebut mampu menginvestigasi

28 permasalahan dan mengambil tindakan yang tepat.

29

30 Komunikasi Permasalahan kepada Auditor Eksternal

31

32 P360.31 Jika Anggota melakukan jasa selain audit untuk:

33 (a) Klien audit Kantor; atau

34 (b) Komponen dari klien audit Kantor,

35 maka Anggota harus mengkomunikasikan ketidakpatuhan atau dugaan

36 ketidakpatuhan dalam Kantor, kecuali dilarang peraturan perundang-

37 undangan. Komunikasi harus dilakukan sesuai dengan protokol atau prosedur

38 Kantor. Jika tidak ada protokol dan prosedur tersebut, maka dilakukan secara

39 langsung kepada rekan perikatan audit.

40

41 P360.32 Jika Anggota melakukan jasa selain audit untuk:

42 (a) Klien audit dari jaringan Kantor; atau

43 (b) Komponen dari klien audit jaringan Kantor,

44 maka Anggota harus mempertimbangkan apakah mengkomunikasikan

45 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada Jaringan Kantor.

46 Komunikasi yang dilakukan harus sesuai dengan protokol atau prosedur dari

99

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 jaringan Kantor. Jika tidak ada protokol dan prosedur tersebut, maka

2 komunikasi dilakukan secara langsung kepada rekan perikatan audit.

3

4 P360.33 Jika Anggota melakukan jasa selain audit untuk klien yang bukan merupakan:

5 (a) Klien audit Kantor atau jaringan Kantor; atau

6 (b) Komponen dari klien audit Kantor, atau jaringan Kantor,

7 maka Anggota harus mempertimbangkan apakah mengomunikasikan

8 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada Kantor yang merupakan

9 auditor eksternal klien, jika ada.

10

11 Faktor Relevan untuk Dipertimbangkan

12

13 360.34-A1 Faktor-faktor relevan untuk dipertimbangkan ketika melakukan komunikasi

14 sesuai dengan paragraf P360.31 hingga P360.33 termasuk:

15 • Apakah hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-

16 undangan.

17 • Apakah terdapat pembatasan pengungkapan yang dikenakan oleh

18 regulator atau aparat penegak hukum yang sedang melakukan

19 investigasi terhadap ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan.

20 • Apakah tujuan perikatan adalah untuk menginvestigasi potensi

21 ketidakpatuhan dalam entitas yang memungkinkannya mengambil

22 tindakan yang tepat.

23 • Apakah manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola

24 telah menginformasikan kepada auditor eksternal entitas tentang

25 permasalahan tersebut.

26 • Kemungkinan materialitas permasalahan tersebut terhadap audit atas

27 laporan keuangan klien atau, ketika permasalahan tersebut berkaitan

28 dengan komponen grup dan kemungkinan materialitas terhadap audit

29 atas laporan keuangan grup.

30

31 Tujuan Komunikasi

32

33 360.35-A1 Dalam keadaan yang dibahas dalam paragraf P360.31 hingga P360.33, tujuan

34 komunikasi adalah agar rekan perikatan audit terinformasikan mengenai

35 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan serta, menentukan apakah dan

36 bagaimana mengatasi hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam seksi ini.

37

38 Mempertimbangkan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan

39

40 P360.36 Anggota juga harus mempertimbangkan perlu tidaknya melakukan tindakan

41 lanjutan diperlukan demi kepentingan publik.

42

43 360.36-A1 Pertimbangan perlu tidaknya tindakan lanjutan, serta sifat dan luasnya tindakan

44 tersebut, akan bergantung pada faktor-faktor seperti:

45 • Kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan.

46 • Kesesuaian dan ketepatan waktu respons manajemen dan, jika relevan,

47 pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola.

100

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 • Urgensi situasi.

2 • Keterlibatan manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata

3 kelola dalam permasalahan tersebut.

4 • Kemungkinan kerugian susbtansial terhadap kepentingan klien, investor,

5 kreditor, karyawan atau masyarakat umum.

6

7 360.36-A2 Tindakan lanjutan yang mungkin dilakukan oleh Anggota meliputi:

8 • Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang

9 berwenang walaupun tidak terdapat ketentuan peraturan perundang-

10 undangan untuk melakukannya.

11 • Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional yang diizinkan oleh

12 peraturan perundang-undangan.

13

14 360.36-A3 Dalam mempertimbangkan apakah harus mengungkapkan kepada otoritas

15 berwenang, berikut faktor yang relevan untuk dipertimbangkan termasuk:

16 • Apakah hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-

17 undangan.

18 • Apakah terdapat pembatasan pengungkapan yang dikenakan oleh

19 regulator atau aparat penegak hukum yang sedang melakukan

20 investigasi terhadap ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan.

21 • Apakah tujuan perikatan adalah untuk menginvestigasi potensi

22 ketidakpatuhan dalam entitas yang memungkinkannya mengambil

23 tindakan yang tepat.

24

25 P360.37 Jika Anggota menentukan bahwa pengungkapan ketidakpatuhan atau dugaan

26 ketidakpatuhan terhadap otoritas berwenang merupakan tindakan yang tepat

27 dalam keadaan demikian, maka pengungkapan tersebut diperkenankan sesuai

28 dengan Kode Etik paragraf P114.1(d). Ketika membuat pengungkapan

29 tersebut, Anggota harus bertindak dengan iktikad baik dan berhati-hati ketika

30 membuat pernyataan dan asersi. Anggota juga harus mempertimbangkan

31 apakah tepat untuk menginformasikan kepada klien tentang intensi Anggota

32 sebelum mengungkapkan permasalahan tersebut.

33

34 Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi

35

36 P360.38 Dalam keadaan luar biasa, Anggota mungkin menyadari akan tindakan nyata

37 atau yang dimaksudkan bahwa Anggota memiliki alasan untuk meyakini

38 permasalahan tersebut merupakan pelanggaran peraturan perundang-

39 undangan yang menyebabkan kerugian substansial bagi investor, kreditur,

40 karyawan, atau masyarakat umum. Setelah mempertimbangkan apakah tepat

41 untuk membahas permasalahan tersebut dengan manajemen atau pihak yang

42 bertanggungjawab atas tata kelola entitas, maka Anggota harus melakukan

43 pertimbangan profesional dan menentukan apakah akan mengungkapkan

44 permasalahan tersebut segera kepada otoritas berwenang untuk mencegah

45 atau mengurangi konsekuensi pelanggaran yang akan segera terjadi. Jika

46 pengungkapan dilakukan, pengungkapan tersebut diperkenankan sesuai

47 dengan Kode Etik paragraf P114.1(d).

101

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Mencari Advis
2
3 360.39-A1 Anggota mungkin mempertimbangkan:
4 • Berkonsultasi secara internal.
5 • Mendapatkan advis hukum untuk memahami implikasi profesional atau
6 hukum dalam mengambil tindakan tertentu.
7 • Berkonsultasi dengan regulator atau asosiasi profesi berdasarkan prinsip
8 kerahasiaan.
9
10 Dokumentasi
11
12 360.40-A1 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang
13 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, Anggota didorong untuk
14 mendokumentasikan:
15 • Permasalahan.
16 • Hasil pembahasan dengan manajemen dan pihak yang
17 bertanggungjawab atas tata kelola dan pihak lain.
18 • Bagaimana manajemen dan pihak yang bertanggungjawab atas tata
19 kelola merespons permasalahan tersebut.
20 • Tindakan yang dipertimbangkan Anggota, pertimbangan yang dibuat,
21 dan keputusan yang diambil.
22 • Bagaimana Anggota meyakini bahwa, Anggota telah memenuhi
23 tanggung jawab yang diatur dalam paragraf P360.36.
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

102

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 BAGIAN 4A

2 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU

3

4 SEKSI 400

5

6 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL UNTUK INDEPENDENSI DALAM

7 PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU

8

9 PENDAHULUAN

10

11 Umum

12

13 400.1 Dalam melindungi kepentingan publik dan diharuskan oleh Kode Etik, Anggota

14 yang berpraktik melayani publik harus independen ketika melakukan perikatan

15 audit atau perikatan reviu.

16

17 400.2 Bagian ini berlaku baik untuk perikatan audit dan perikatan reviu. Terminologi

18 “audit”, “tim audit”, “perikatan audit”, “klien audit”, dan “laporan audit” berlaku

19 sama untuk reviu, tim reviu, perikatan reviu, klien reviu, dan laporan perikatan

20 reviu.

21

22 400.3 Dalam bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada Anggota yang berpraktik

23 melayani Publik dan Kantornya.

24

25 400.4 Standar Pengendalian Mutu (SPM) 1 mensyaratkan Kantor untuk menetapkan

26 kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan

27 memadai bahwa Kantor, personel dan, jika dapat diterapkan, pihak lain untuk

28 tunduk pada persyaratan independensi (termasuk personel dari Jaringan

29 Kantor), mempertahankan independensi jika diharuskan oleh persyaratan etika

30 yang relevan. Standar audit dan standar perikatan reviu menetapkan tanggung

31 jawab rekan perikatan dan tim perikatan pada level perikatan audit dan

32 perikatan reviu. Alokasi tanggung jawab dalam suatu Kantor bergantung pada

33 ukuran, struktur, dan organisasinya. Banyak ketentuan dalam bagian ini tidak

34 mengatur tanggung jawab spesifik dari individu dalam Kantor untuk melakukan

35 tindakan yang berkaitan dengan independensi, melainkan mengacu kepada

36 “Kantor” untuk kemudahan referensi. Kantor menetapkan tanggung jawab

37 untuk melakukan tindakan tertentu bagi individu atau sekelompok individu

38 (seperti tim audit), berdasarkan SPM 1. Selain itu, seorang Anggota tetap

39 bertanggung jawab atas kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku atas

40 aktivitas, kepentingan, atau hubungan dari Anggota.

41

42 400.5 Independensi terkait dengan prinsip objektivitas dan integritas. Independensi

43 terdiri atas:

44 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang

45 memungkinkan untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak

46 terpengaruh oleh tekanan yang dapat mengompromikan pertimbangan

47 profesional, sehingga memungkinkan individu bertindak secara

48 berintegritas serta menerapkan objektivitas dan skeptisisme profesional.

103

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan yang

2 sangat signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki

3 informasi yang cukup, kemungkinan akan menyimpulkan bahwa

4 integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari Kantor, atau

5 seorang anggota tim audit telah dikompromikan.
6 Dalam bagian ini, individu atau Kantor yang “independen” berarti bahwa

7 individu atau Kantor tersebut telah memenuhi ketentuan pada bagian ini.

8

9 400.6 Ketika melakukan perikatan audit, Kode Etik mengharuskan Kantor untuk

10 mematuhi prinsip dasar etika dan independen. Bagian ini menetapkan

11 persyaratan dan materi aplikasi spesifik tentang bagaimana menerapkan

12 kerangka kerja konseptual untuk mempertahankan independensi ketika

13 melakukan perikatan tersebut. Kerangka konseptual yang ditetapkan dalam

14 Seksi 120 berlaku untuk independensi seperti halnya prinsip dasar etika yang

15 ditetapkan dalam Seksi 110.

16

17 400.7 Bagian ini menjelaskan:

18 (a) Fakta dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan

19 profesional yang memunculkan atau mungkin memunculkan ancaman

20 terhadap independensi;

21 (b) Tindakan potensial, termasuk pengamanan, yang mungkin tepat

22 diterapkan untuk mengatasi ancaman tersebut; dan

23 (c) Beberapa situasi ketika ancaman tidak dapat dihilangkan atau tidak

24 terdapat pengamanan untuk menurunkannya pada level yang dapat

25 diterima.

26

27 Entitas dengan Akuntabilitas Publik

28

29 400.8 Beberapa persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam bagian ini

30 mencerminkan luasnya kepentingan publik dalam entitas tertentu yang

31 didefinisikan sebagai entitas dengan akuntabilitas publik. Kantor didorong

32 untuk menentukan apakah memperlakukan entitas tambahan, atau kategori

33 entitas tertentu, sebagai entitas dengan akuntabilitas publik karena entitas

34 tersebut memiliki pemangku kepentingan dalam jumlah yang besar dan luas.

35 Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan termasuk:

36 • Sifat dari bisnis, seperti menangani aset dalam menjalankan kapasitas

37 fidusia bagi sejumlah besar pemangku kepentingan. Contohnya mungkin

38 termasuk lembaga keuangan, seperti bank dan perusahaan asuransi,

39 serta dana pensiun.

40 • Ukuran.

41 • Jumlah karyawan.

42

43

44

45

46

47

104

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 Laporan yang Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya

2

3 400.9 Laporan audit mungkin mencakup pembatasan distribusi dan penggunaannya.

4 Jika hal tersebut terjadi dan ketentuan yang ditetapkan dalam Seksi 800

5 terpenuhi, maka persyaratan independensi dalam bagian ini dapat dimodifikasi

6 sebagaimana dijelaskan pada Seksi 800.

7

8 Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu

9

10 400.10 Standar independensi untuk perikatan asurans yang bukan merupakan

11 perikatan audit atau perikatan reviu dijelaskan dalam Bagian 4B: Independensi

12 atas Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu.

13

14 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI

15

16 Umum

17

18 P400.11 Kantor yang melakukan perikatan audit harus independen.

19

20 P400.12 Kantor harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam

21 Seksi 120 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman

22 terhadap independensi dalam kaitannya dengan perikatan audit.

23

24 [Paragraf 400.13 hingga 400.19 sengaja dikosongkan]

25

26 Entitas Berelasi

27

28 P400.20 Sebagaimana didefinisikan, suatu klien audit yang merupakan entitas yang

29 terdaftar di pasar modal mencakup semua entitas berelasinya. Untuk selain

30 entitas yang terdaftar di pasar modal, pengacuan kepada klien audit dalam

31 bagian ini mencakup entitas berelasi ketika klien memiliki pengendalian

32 langsung atau tidak langsung. Ketika tim audit mengetahui, atau memiliki

33 alasan untuk meyakini, bahwa suatu hubungan atau keadaan yang melibatkan

34 entitas berelasi lainnya dari klien relevan dengan evaluasi independensi Kantor

35 terhadap klien, tim audit harus menyertakan entitas berelasi tersebut ketika

36 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap

37 independensi.

38

39 [Paragraf 400.21 hingga 400.29 sengaja dikosongkan]

40

41 Periode Ketika Independensi Disyaratkan

42

43 P400.30 Independensi, sebagaimana dipersyaratkan oleh bagian ini, harus

44 dipertahankan selama:

45 (a) Periode perikatan; dan

46 (b) Periode yang dicakup oleh laporan keuangan.

47

105

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 400.30-A1 Periode perikatan dimulai ketika tim audit mulai melakukan audit. Periode

2 perikatan berakhir ketika laporan audit diterbitkan. Ketika perikatan bersifat

3 berulang, maka periode perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari

4 salah satu pihak bahwa hubungan profesional telah berakhir atau laporan audit

5 telah diterbitkan.

6

7 P400.31 Jika suatu entitas menjadi klien audit selama atau setelah periode yang dicakup

8 oleh laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor, harus ditentukan

9 oleh Kantor apakah ancaman terhadap independensi muncul karena:

10 (a) Hubungan keuangan atau hubungan bisnis dengan klien audit selama

11 atau setelah periode yang dicakup oleh laporan keuangan tetapi sebelum

12 menerima perikatan audit; atau

13 (b) Jasa sebelumnya yang diberikan kepada klien audit oleh Kantor tersebut

14 atau Jaringan Kantornya.

15

16 400.31-A1 Ancaman terhadap independensi muncul ketika jasa nonasurans diberikan

17 kepada klien audit selama atau setelah periode yang dicakup oleh laporan

18 keuangan, tetapi sebelum tim audit mulai melakukan audit, dan jasa

19 nonasurans tidak diizinkan selama periode perikatan.

20

21 400.31-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman

22 tersebut termasuk:

23 • Menggunakan profesional yang bukan anggota tim audit untuk

24 memberikan jasa tersebut.

25 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan audit dan

26 nonasurans secara memadai.

27 • Menugaskan Kantor lain di luar jaringan untuk mengevaluasi hasil jasa

28 non-asurans atau menugaskan Kantor lain di luar jaringan untuk

29 melakukan kembali jasa nonasurans sejauh yang diperlukan yang

30 memungkinkan Kantor lain untuk mengambil alih tanggung jawab atas

31 jasa tersebut.

32

33 [Paragraf 400.32 hingga 400.39 sengaja dikosongkan]

34

35 Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola

36

37 400.40-A1 Paragraf P300.9 dan P300.10 menetapkan persyaratan mengenai komunikasi

38 dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

39

40 400.40-A2 Bahkan ketika tidak disyaratkan oleh Kode Etik, standar profesional, dan

41 peraturan perundang-undangan yang berlaku, komunikasi secara teratur

42 dianjurkan antara Kantor dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

43 klien mengenai hubungan dan hal lain yang mungkin berdasarkan opini Kantor,

44 yang secara rasional mengandung independensi. Komunikasi tersebut

45 memungkinkan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk:

46 (a) Mempertimbangkan keputusan Kantor dalam mengidentifikasi dan

47 mengevaluasi ancaman;

106

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 (b) Mempertimbangkan bagaimana ancaman telah diatasi termasuk

2 ketepatan pengamanan yang tersedia dan dapat diterapkan; dan

3 (c) Tindakan tepat yang diambil.

4 Pendekatan tersebut sangat membantu terkait dengan ancaman intimidasi dan

5 ancaman kedekatan.

6

7 [Paragraf 400.41 hingga 400.49 sengaja dikosongkan]

8

9 Jaringan Kantor

10

11 400.50-A1 Beberapa Kantor sering membentuk struktur yang lebih besar dengan Kantor

12 lain dan entitas lain untuk meningkatkan kemampuannya dalam memberikan

13 jasa profesional. Apakah struktur yang lebih besar tersebut membentuk suatu

14 jaringan, bergantung pada fakta dan keadaan tertentu. Struktur tersebut tidak

15 bergantung pada ketika Kantor dan entitas tersebut berbeda dan terpisah

16 secara hukum.

17

18 P400.51 Suatu jaringan Kantor harus independen dari klien audit Kantor lain dalam

19 jaringan Kantor tersebut seperti yang diharuskan oleh bagian ini.

20

21 400.51-A1 Persyaratan independensi dalam bagian ini yang berlaku untuk suatu jaringan

22 Kantor, juga berlaku untuk setiap entitas yang memenuhi definisi sebagai suatu

23 jaringan Kantor. Entitas tersebut tidak perlu memenuhi definisi sebagai suatu

24 Kantor. Misalnya, suatu praktik konsultasi atau praktik hukum profesional

25 mungkin merupakan suatu jaringan Kantor tetapi bukan sebagai suatu Kantor.

26

27 P400.52 Ketika dikaitkan dengan struktur Kantor dan entitas lain yang lebih besar, suatu

28 Kantor harus:

29 (a) Menerapkan pertimbangan profesional untuk menentukan apakah suatu

30 jaringan terbentuk oleh struktur yang lebih besar tersebut;

31 (b) Mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang rasional dan memiliki

32 informasi yang memadai kemungkinan akan menyimpulkan bahwa

33 Kantor dan entitas-entitas lain tersebut terhubung sedemikan rupa

34 sehingga merupakan suatu jaringan; dan

35 (c) Menerapkan pertimbangan tersebut secara konsisten pada seluruh

36 jaringan yang lebih besar.

37

38 P400.53 Ketika menentukan apakah jaringan yang terbentuk oleh struktur Kantor dan

39 entitas lain yang lebih besar, Kantor harus menyimpulkan bahwa jaringan

40 muncul karena struktur yang lebih besar tersebut bertujuan untuk kerjasama

41 dan:

42 (a) Hal tersebut jelas ditujukan untuk berbagi laba atau biaya antar entitas

43 dalam struktur tersebut. (Ref: Para. 400.53-A2);

44 (b) Entitas dalam struktur tersebut berbagi kepemilikan, pengendalian, atau

45 manajemen secara bersama. (Ref: Para. 400.53-A3);

46 (c) Entitas dalam struktur tersebut berbagi penggunaan kebijakan dan

47 prosedur pengendalian mutu secara bersama. (Ref: Para. 400.53-A4);

107

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 (d) Entitas dalam struktur tersebut berbagi suatu strategi bisnis secara
2 bersama. (Ref: Para. 400.53-A5);
3 (e) Entitas dalam struktur tersebut berbagi penggunaan suatu nama merek
4 bersama. (Ref: Para. 400.53-A6, 400.53-A7); atau
5 (f) Entitas dalam struktur tersebut berbagi bagian penting dari sumber daya
6 profesional. (Ref: Para. 400.53-A8. 400.53-A9).
7
8 400.53-A1 Mungkin ada pengaturan lain antara Kantor dan entitas dalam suatu struktur
9 yang lebih besar sebagai suatu jaringan, sebagai tambahan pengaturan yang
10 dijelaskan dalam paragraf P400.53. Namun, suatu struktur yang lebih besar
11 mungkin hanya ditujukan untuk memfasilitasi pekerjaan rujukan (the referral of
12 work), yang dengan sendirinya tidak memenuhi kriteria yang diperlukan
13 sebagai suatu jaringan.
14
15 400.53-A2 Pembagian biaya yang tidak material tidak dengan sendirinya membentuk
16 suatu jaringan. Sebagai tambahan, jika pembagian biaya terbatas hanya pada
17 biaya yang berkaitan dengan pengembangan metodologi audit, manual, atau
18 biaya pelatihan, hal tersebut tidak dengan sendirinya membentuk suatu
19 jaringan. Selanjutnya, suatu kerjasama antara suatu Kantor dan entitas lain
20 yang tidak berkaitan secara bersama-sama untuk menyediakan jasa atau
21 mengembangkan suatu produk tidak dengan sendirinya membentuk suatu
22 jaringan. (Ref: Para. P400.53(a)).
23
24 400.53-A3 Kepemilikan, pengendalian, atau manajemen secara bersama dapat terjadi
25 berdasarkan kontrak atau cara lain. (Ref: Para. P400.53(b)).
26
27 400.53-A4 Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu bersama dirancang,
28 diimplementasikan, dan dipantau dalam struktur yang lebih besar tersebut.
29 (Ref: Para. P400.53(c)).
30
31 400.53-A5 Berbagi strategi bisnis bersama berdasarkan suatu perjanjian antar entitas
32 untuk mencapai tujuan strategis bersama. Suatu entitas tidak dianggap
33 sebagai suatu jaringan Kantor hanya karena semata-mata bekerja sama
34 dengan entitas lain untuk memenuhi permintaan proposal penyediaan suatu
35 jasa profesional. (Ref: Para. P400.53(d)).
36
37 400.53-A6 Nama merek bersama meliputi singkatan atau nama bersama. Kantor
38 dianggap menggunakan suatu nama merek bersama jika memasukkan,
39 misalnya, nama merek bersama sebagai bagian dari, atau bersama dengan,
40 nama Kantornya, ketika seorang rekan dari Kantor tersebut menandatangani
41 laporan audit. (Ref: Para. P400.53(e)).
42
43 400.53-A7 Walaupun kantor bukan merupakan bagian dari jaringan dan tidak
44 menggunakan nama bersama sebagai bagian dari nama kantornya, kantor
45 tersebut mungkin dianggap sebagai bagian dari jaringan jika materi promosi
46 atau perlengkapan yang digunakan mengacu pada kantor tersebut sebagai
47 anggota suatu asosiasi kantor. Oleh karena itu, jika Kantor tidak berhati-hati
48 dalam menjelaskan mengenai keanggotaannya tersebut, maka suatu persepsi

108

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 dapat terbentuk bahwa Kantor tersebut merupakan bagian dari jaringan. (Ref:

2 Para.P400.53(e)).

3

4 400.53-A8 Sumber daya profesional meliputi:

5 • Sistem bersama yang memungkinkan Kantor melakukan penukaran

6 informasi seperti pencatatan data, penagihan, dan waktu dari suatu klien.

7 • Rekan dan personel lainnya.

8 • Departemen teknis sebagai tempat konsultasi mengenai isu spesifik

9 terkait teknis atau industri, transaksi, atau peristiwa untuk perikatan

10 asurans.

11 • Metodologi atau manual audit.

12 • Fasilitas dan pelaksanaan pelatihan. (Ref: Para. P400.53(f)).

13

14 400.53-A9 Sumber daya profesional yang digunakan bersama dinyatakan signifikan,

15 bergantung pada berbagai keadaan. Sebagai contoh:

16 • Sumber daya bersama mungkin terbatas pada metodologi audit atau

17 manual audit yang sama, tanpa pertukaran personel, klien atau informasi

18 pasar. Dalam keadaan demikian, tidak mungkin sumber daya bersama

19 akan menjadi signifikan, dan perihal yang sama berlaku untuk aktivitas

20 pelatihan bersama.

21 • Sumber daya bersama mungkin melibatkan pertukaran personel atau

22 informasi, seperti ketika personel diambil dari suatu kumpulan staf

23 bersama, atau ketika suatu departemen teknis bersama dibuat dalam

24 suatu struktur yang lebih besar untuk memberikan advis teknis kepada

25 Kantor yang berpartisipasi dan Kantor tersebut harus melaksanakannya.

26 Dalam keadaan demikian, suatu pihak ketiga yang rasional dan memiliki

27 informasi yang memadai, kemungkinan besar menyimpulkan bahwa

28 sumberdaya bersama adalah signifikan. (Ref: Para. P400.53(f)).

29

30 P400.54 Jika Kantor atau jaringan Kantor menjual suatu komponen praktiknya, dan

31 komponen tersebut secara berkelanjutan menggunakan semua atau sebagian

32 dari nama Kantor atau jaringan untuk waktu yang terbatas, maka entitas yang

33 relevan tersebut harus menentukan bagaimana mengungkapkan bahwa pihak-

34 pihak tersebut bukan merupakan jaringan Kantor ketika menampilkan dirinya

35 kepada pihak luar.

36

37 400.54-A1 Perjanjian penjualan suatu komponen praktik mungkin mengatur bahwa, untuk

38 periode waktu terbatas, komponen yang dijual tersebut dapat terus

39 menggunakan semua atau sebagian nama dari Kantor atau jaringan Kantor,

40 meskipun komponen tersebut tidak ada hubungannya dengan Kantor atau

41 jaringan Kantor. Dalam keadaan tersebut, ketika dua entitas berpraktik dengan

42 menggunakan suatu nama yang sama, namun faktanya bahwa pihak-pihak

43 tersebut tidak termasuk dalam suatu struktur yang lebih besar yang ditujukan

44 untuk kerjasama. Oleh karena itu, dua entitas tersebut bukan merupakan

45 jaringan Kantor.

46

47

109

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 [Paragraf 400.55 hingga 400.59 sengaja dikosongkan]

2

3 Dokumentasi Umum Independensi Perikatan Audit dan Perikatan Reviu

4

5 P400.60 Kantor harus mendokumentasikan kesimpulan mengenai kepatuhan pada

6 bagian ini, dan substansi dari setiap diskusi yang relevan yang mendukung

7 kesimpulan tersebut. Khususnya:

8 (a) Ketika pengamanan diterapkan untuk mengatasi suatu ancaman, Kantor

9 harus mendokumentasikan sifat ancaman dan pengamanan yang

10 tersedia atau diterapkan; dan

11 (b) Ketika suatu ancaman memerlukan analisis signifikan, dan Kantor

12 menyimpulkan bahwa ancaman tersebut berada pada suatu level yang

13 dapat diterima, maka Kantor tersebut harus mendokumentasikan sifat

14 ancaman dan alasan kesimpulan.

15

16 P400.60-A Dokumentasi menyediakan bukti atas pertimbangan Kantor dalam menyusun

17 kesimpulan mengenai kepatuhan terhadap bagian ini. Namun kurangnya

18 dokumentasi tidak menentukan apakah suatu Kantor telah mempertimbangkan

19 permasalahan tertentu atau apakah Kantor tersebut independen.

20

21 [Paragraf 400.61 hingga 400.69 sengaja dikosongkan]

22

23 Merger dan Akuisisi

24

25 Ketika Merger Klien Memunculkan Ancaman

26

27 400.70 A1 Entitas mungkin menjadi entitas berelasi dengan klien audit karena merger

28 atau akuisisi. Ancaman terhadap independensi dan, oleh karena itu, ancaman

29 terhadap kemampuan Kantor untuk melanjutkan perikatan audit mungkin

30 muncul akibat kepentingan atau hubungan pada saat ini atau sebelumnya

31 antara Kantor atau jaringan Kantor dengan entitas berelasi tersebut.

32

33 P400.71 Dalam keadaan yang dijelaskan dalam paragraf 400.70-A1,

34 (a) Kantor harus mengidentifikasi dan mengevaluasi kepentingan dan

35 hubungan sebelumnya dan saat ini dengan entitas berelasi dengan

36 mempertimbangkan tindakan apa pun yang dilakukan untuk mengatasi

37 ancaman, dapat memengaruhi independensinya, dan oleh karena itu,

38 kemampuannya untuk melanjutkan perikatan audit setelah tanggal efektif

39 merger atau akuisisi; dan

40 (b) Tunduk pada paragraf P400.72, Kantor harus melakukan langkah-

41 langkah untuk mengakhiri kepentingan atau hubungan apa pun yang

42 tidak diperkenankan oleh kode Etik pada tanggal efektif merger atau

43 akuisisi.

44

45 P400.72 Sebagai suatu pengecualian paragraf P400.71(b), jika kepentingan atau

46 hubungan tidak dapat diakhiri secara wajar pada tanggal efektif merger atau

47 akuisisi, Kantor harus:

110

Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2021

1 (a) Mengevaluasi ancaman yang muncul karena kepentingan atau

2 hubungan tersebut; dan

3 (b) Mendiskusikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

4 mengenai alasan kepentingan atau hubungan tidak dapat diakhiri secara

5 wajar pada tanggal efektif dan evaluasi terhadap level ancaman.

6

7 400.72-A1 Dalam beberapa keadaan, mungkin tidak ada alasan yang wajar untuk

8 mengakhiri suatu kepentingan atau hubungan yang memunculkan ancaman

9 pada tanggal efektif merger atau akuisisi. Keadaan ini mungkin karena Kantor

10 menyediakan jasa non-asurans kepada entitas berelasi, dan entitas tidak dapat

11 melakukan transisi secara baik kepada Kantor lain pada tanggal tersebut.

12

13 400.72-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam pengevaluasian level suatu ancaman yang

14 muncul karena merger dan akuisisi ketika terdapat kepentingan dan hubungan

15 yang tidak dapat diakhiri secara wajar, termasuk:

16 • Sifat dan signifikansi kepentingan atau hubungan tersebut.

17 • Sifat dan signifikansi hubungan entitas berelasi tersebut (sebagai contoh,

18 apakah entitas berelasi tersebut merupakan entitas anak atau entitas

19 induk).

20 • Rentang waktu sampai dengan kepentingan atau hubungan secara wajar

21 dapat diakhiri.

22

23 P400.73 Jika, setelah berdiskusi sebagaimana dijelaskan dalam paragraf P400.72(b),

24 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola meminta Kantor tersebut untuk

25 melanjutkan sebagai auditor, Kantor tersebut harus melakukannya hanya jika:

26 (a) Kepentingan atau hubungan tersebut akan diakhiri sesegera mungkin,

27 namun tidak lebih lambat dari 6 (enam) bulan setelah tanggal efektif

28 merger atau akuisisi;

29 (b) Setiap individu yang memiliki kepentingan atau hubungan seperti itu,

30 termasuk yang telah muncul melalui pelaksanaan jasa non-asurans yang

31 tidak diperkenankan oleh Seksi 600 dan subseksinya, tidak akan menjadi

32 anggota tim perikatan audit atau individu yang bertanggung jawab atas

33 pengendalian mutu perikatan; dan

34 (c) Tindakan transisi akan diterapkan, seperlunya, dan didiskusikan dengan

35 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

36

37 400.73-A1 Contoh tindakan transisi tersebut termasuk:

38 • Menugaskan Anggota untuk menelaah pekerjaan audit atau nonasurans

39 secara tepat.

40 • Menugaskan Anggota, yang bukan personel Kantor yang menyatakan

41 opini atas laporan keuangan, untuk melakukan penelahaan yang setara

42 dengan pengendalian mutu perikatan.

43 • Menugaskan Kantor lain untuk mengevaluasi hasil dari jasa nonasurans

44 atau menunjuk Kantor lain untuk melakukan kembali jasa nonasurans

45 sejauh yang diperlukan untuk memungkinkan Kantor lain tersebut

46 mengambil tanggung jawab atas jasa tersebut.

47

111


Click to View FlipBook Version