The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sariratna339, 2022-02-07 22:39:42

LogBook Laporan PKL Tahun 2021

LogBook Laporan PKL Tahun 2021

interaksi yang terjadi saat obat belum sampai ke tubuh, yaitu pada
inkompatibilitas fisika dan kimia. Secara farmakokinetik, interaksi dapat terjadi
selama proses absorbsi,distribusi, metabolisme, dan ekskresi. Secara
farmakodinamik, interaksi terjadi antara 2 atau lebih obat yang mengakibatkan
adanya kompetisi dalam pendudukanreseptor sehingga meniadakan salah satu
efek dari obat yang digunakan. contoh interaksi pada proses absorbsi misalnya
obat yang satu merubah kecepatan atau jumlah obat lain yang diabsorbsi. Pada
proses distribusi, mekanisme dapat terjadi karena terbatasnya protein plasma
darah yang dibutuhkan oleh obat untuk berikatan. pada proses metabolisme,
mekanisme vitamin C bersama aminophyllinakan menjadi L askorbat(berwaarna
coklat ) , sehingga tidak berkhasiat. 8 interaksi bisa berupa inhibisi atau induksi
enzim pemetabolisme obat. Pada proses ekskresi,misalnya suatu obat
menyebabkan perubahan pH urin sehingga merubah klirens obat lainnya.

Efek dari interaksi obat :
a. Efek sinergis
b. Efek antagonis
c. Efek additive

Kesesuaian dosis, durasi, dan jumlah obat yang diminta dalam pengobatan
perlu dipastikan bahwa kadar obat selalu berada di atas KEM ( konsentrasi efektif
minimum ) dan di bawah KTM ( konsentrasi toksis minimum) , sehingga perlu
aturan dosis yang mengatur dosis dan jarak waktu pemberian agar obat mencapai
konsentrasi terapi sesuai dengan yang dikehendaki. Aturan dosis dapat diberikan
dalam tiga dasar kategori :

1. Dosis pemeliharaan, yaitu pada konsentrasi efektif. Efek obat harus selalu
terpelihara pada jendela terapi.

2. Dosis terapi pada periode waktu tertentu. Dosis yang diberikan hanya
dalam waktu tertentu tingkat terapi yang diinginkan, seperti pada
pemberian antibiotika terhadap pengobatan infeksi dan obat-obat dengan
t1/2 pendek.

3. Dosis tunggal atau terapi jangka pendek. Dosis ini diberikan pada
keadaan efek obat yang diinginkan hanya untuk sesaat, seperti pada
pengobatan simptomatik.

Beberapa faktor yang memengaruhi dosis :

a) Usia
Bayi dan anak-anak sangat peka terhadap obat karena fungsi hati, ginjal,
dan sistem enzimnya belum sempurna. Begitu juga pada orang tua karena fungsi
hati dan ginjal yang telah menurun.

Dosis untuk orang tua :
1. 65-74 tahun : dosis biasa –100%
2. 75-84 tahun. : dosis biasa — 20%
3. >85 tahun. : dosis biasa —30 %
4. Bobot badan
5. Luas permukaan badan
6. Jenis Kelamin
7. Beratnya penyakit

Karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam memberikan dosis,
perlu dicek kembali apakah dosis yang diminta di resep sesuai dengan dosis
lazim anak atau dewasa, dan tidak melebihi dosis maksimal sesuai usia pasien.
Dosis lazim adalah jumlah obat yang sering digunakan dan merupakan dosis
terapi. Dosis maksimal adalah jumlah maksimal obat yang dapat diberikan tanpa
menimbulkan efek toksinya.

B. Adsministrasi Obat
1. PERENCANAAN

Tujuan dari perencanaan adalah agar proses pengadaan obat atau perbekalan
farmasi yang ada di apotek menjadi lebih efektif dan efesien sesuai dengan anggaran
yang tersedia . Faktor- faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan
perencanaan adalah :

a) Pemilihan Pemasok, kegiatan pemasok ( PBF ) ,service , (ketepatan
waktu, barang yang dikirim, ada tidaknya diskon bonus, layanan obat
expire date ( ED ) dan tenggang waktu penagihan) , kualitas obat, dan
perbekalan farmasi lainnya, ketersediaan obat yang dibutuhkan dan harga.

b) Ketersediaan barang atau perbekalan farmasi ( sisa stok, rata- rata
pemakaian obat dan satu periode pemesanan pemakaian dan waktu
tunggu pemesanan, dan pemilihan metode perencanaan.

Adapun beberapa metode perencanaan, diantaranya :
a) Metode Konsumsi, memperkirakan penggunaan obat berdasarkan
pemakaian sebelumnya sebagai perencanaan yang akan datang.

b) Metode epidemiologi, berdasarkan penyebaran penyakit yang paling
banyak terdapat di lingkungan sekitar apotek

c) Metode Kombinasi, mengombinasikan antara metode konsumsi dan
metode epidemiologi

d) Metode Just In Time ( JIT ) ,membeli obat pada saat dibutuhkan.
2. PENGADAAN
a) Pengadaan merupakan proses penyimpanan obat yang di butuhkan oleh

unit pelayanan kesehatan yang di peroleh dari pemasok eksternal
memaluli pembelian dari manufaktur , distributor , atau Pedagang Besar
Farmasi ( PBF ) .Proses setelah melakukan seleksi atau perencanaan
adalah proses pengadaan .Pengadaan barang di lakukan untuk
menyediakan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat , dengan mutu
yang tinggi serta waktu yang tepat. Yang perlu di perhatikan dalam
pengadaan barang yaitu :

1. Pemilihan PBF
2. Penulisan surat pesanan barang atau kontrak hingga surat

tersebut di terima oleh PBF sampai item dan jumlah item
berdasarkan perencanaan yang sudah di buat .
3. Harga
4. Penyimpanan
5. Stock

Untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian maka pengadaan sediaan
farmasi harus melalui jalur resmi ( Anonim , 1990 )

3. PENYIMPANAN

Penyimpanan merupakan kegiatan pengaturan perbekalan farmasi menurut
persyaratan undang- undang . Di apotek Tohudan ketika barang yabg datang sudah di
cek dan sesuai dengan SP ( Surat Pesanan ), kemudian disimpan dan ditempatkan di
tempat masing" dan di catat pada kartu stok. Penyimpanan obat di bagian dalam dalam
untuk obat golongan keras .penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan , alfabetis , dan
suhu .pada ruangan Over thes counter ( OTC ) dan gudang obat berdasarkan bentuk
sediaan dan farmokologi. Metode penyimpanan dapat di lakukan berdasarkan kelas
terapi .dengan menerapkan prinsip First In First Out ( FIFO ) dan First Expired First Out (
FEFO ) yaitu barang yang kadaluwarsanya cepat harus keluar terlebih dahulu , untuk
menghindari terjadinya obat yang sudah Expired Date ( ED)

4. DISTRIBUSI
a) Proses distribusi dimulai sejak menerima barang , pengontrolan ,

persediaan , penyimpanan sisa barang dan pengeluaran barang dari

gudang .

b) Penyaluran barang atau obat di apotek dapat berlangsung beberapa

pengguna , antara lain konsumen yang datang langsung ke apotek baik

obat bebas maupun resep dan instansi lain , misalnya puskesmas , klinik ,

dan lain" .

Arus keluar barang di apotek dilakukan dengan prinsip FIFO ( first in first

out ) .Demikian halnya dengan obat- obat yang mempunyai waktu kadaluwarsa

lebih singkat disimpan paling depan yang memungkinkan di ambil terlebih dahulu

atau FEFO ( first expired first out ) .

C. Hasil Dan Pembahasan Pkl
Selama menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Apotek Tohudan
Colomadu diperoleh gambaran bahwa apotek merupakan suatu tempat
dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi yang
dipimpin seorang APA, dimana didalamnya terdapat struktur yang komplek,
terpadu dan yang saling berhubungan. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa
Apotek Tohudan telah berjalan sesuai dengan PP.25 tahun 1980. Hal ini dapat
dilihat dari kondisi fisik maupun kegiatan/operasional apotek serta kelengkapan
tenaga kerja yang ada di apotek itu sendiri.
Manfaat mahasiswa Praktik Kerja Lapangan di Apotek Tohudan
Surakarta adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam hal penyediaan,
pendistribusian, beserta pelayanan informasi kepada pasien. Perencanaan
pengadaan obat di Apotek Tohudan dilakukan dengan cara mengutamakan
pengadaan untuk obat-obatan yang cepat laku, untuk itu dilakukan pemantauan
melalui kartu stok secara cermat dan teliti. Pemeriksaan terhadap waktu
kadaluwarsa obat juga harus dilakukan, jadi obat yang masa kadaluwarsa lebih
dahulu diusahakan keluar terlebih dahulu.
Penjualan di Apotek Tohudan dapat dilakukan secara tunai maupun
kredit. Untuk penjualan obat didalam etalase, OWA, alkes, peracikan obat dengan
resep dilakukan dengan tunai, sedangkan untuk obat yang dipesan oleh apotek
lain, dokter atau bidan dapat dilakukan dengan tunai maupun kredit. Pencatatan
uang yang dilakukan terhadap semua barang atau obat yang terjual dicatat setiap 2

hari sekali oleh seorang administrasi, dan setiap bulan direkapitulasi untuk omset
setiap bulan.

Penetapan penjualan di Apotek Tohudan baik obat wajib apotek (OWA)
dan obat bebas (HV) diserahkan kepada APA. Kegiatan administrasi seperti
pembelian atau inkaso, keuangan, pencatatan dan pengelolaan resep dan OWA
dilakukan setiap hari. Pengelolaan keuangan dilakukan dengan sistem
komputerisasi. Kegiatan pelayanan resep dan penjualan obat bebas OWA
dilakukan dengan mengutamakan kepentingan konsumen. Laporan keuangan
harian, kemudian dilaporkan dalam laporan keuangan bulanan sehingga pada
akhir tahun dapat dibuat laporan keuangan tahunan.

Pengelolaan dapat dilakukan dengan administrasi yang sederhana.
Pencatatan yang dilakukan terhadap semua barang atau obat yang terjual, dicatat
dalam buku pemasukan harian dan setiap bulan direkapitulasi untuk menghitung
omset yang didapat setiap bulannya.

Apotek Tohudan juga tidak lepas dari kewajiban untuk membayar pajak,
jenis – jenis pajak yang dikenakan pada Apotek Tohuan yaitu PPN (Pajak
Pertambahan Nilai), PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), PPH Pasal 4 ayat 2 (Pajak
Penghasilan Perorangan), pajak reklame.

Apotek Tohuan memberikan perhatian bagi kesejahteraan karyawannya
sehingga dapat memotivasi kerja dan meningkatkan loyalitas karyawan kepada
apotek, hubungan sosial yang harmonis dan kekeluargaan juga menjadi faktor
untuk meningkatkan kinerja karyawan apotek. Penanggung jawab ikut berperan
dalam meningkatkan kedisiplinan, profesional, integritas, dan kerja sama antar

karyawan. Pembagian shift kerja yang diterapkan di Apotek Tohudan dapat
menjamin keberlangsungan pekerjaan kefarmasian dan manajemen apotek.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Praktek Kerja Lapangan siswa farmasi di Apotek Tohudan Colomadu berjalan
dengan baik, dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa :

1. Persyaratan teknisi bangunan di Apotek Tohudan sudah sesuai
dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2002)
terdiri dari :
a. Ruang tunggu pasien.
b. Ruang peracikan dan penyerahan obat.
c. Ruang administrasi.
d. Ruang penyimpanan obat.
e. Ruang swamedikasi kepada pasien
f. Ruang tempat pencucian alat.
g. Kamar kecil (WC).

2. Apotek Tohudan sebagai bentuk sarana pelayanan sudah baik karena
didalam penyediaan dan penyaluran perbekalan farmasi telah
memenuhi persyaratan sebagai apotek. Baik itu tempat penyimpanan
obat, gudang, tempat peracikan obat, cara pelayanan kepada pasien,
maupun cara pengadaan obat di Apotek Tohudan.

3. Praktek Kerja Lapangan ini telah memberikan informasi,
pengetahuan, dan pengalaman yang sangat baik bagi siswa sehingga

nantinya para Asisten Tenaga Teknik Kefarmasian yang berkualitas
serta dapat menjalani profesinya secara professional.

B. Saran
1. Pelayanan informasi obat perlu ditingkatkan dengan memberikan

informasi yang lebih luas dan beragam mengenai obat dan pengobatan
kepada pasien.
2. Penyediaan sumber-sumber tentang obat-obatan maupun tentang
kesehatan misalnya majalah, koran, atau buku-buku lebih ditingkatkan dan
diperbaruhi terus sehingga kepuasan pasien menjadi terjamin dan
memuaskan.
3. Ruang gudang perlu diperluas agar stok obat dapat tertampung dengan rapi
dan saat pengambilannyapun mudah, dan penataan obat- obatan masih
kurang rapi sehingga menyulitkan dalam pengambilan.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/doc/188483084/Contoh-Laporan-Prakerin-Di-Apotek

https://allcanseeblog.wordpress.com/2007/03/31/laporan-praktek-kerja-lapangan-
smk-farmasi-di-apotek/

https://www.cademia.edu/32428062/LAPORAN_PRAKTEK_KERJA_LAPAN
GAN_BIDANG_APOTEK

https://gudangartikels.blogspot.com/2018/06/contoh-laporan-pkl-praktek-
kerja.htm?m=1

Buku Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Program Farmasi Sekolah
Menengah Kejuruan Negeri 1 Sambi 2016

Buku Panduan dan Jurnal Praktek Kerja Lapangan (PKL) Smk Negeri 1 Sambi
Tahun Pelajaran 2021/2022

L
A
M
P
I
R
A
N

Lampiran 1. Faktur Penjualan Apotek

Lampiran 2. Nota Apotek

Lampiran 3. Copy Resep Apotek Tohudan

Lampiran 4. Data Base Barang Datang Apotek

Lampiran 5. Etiket Apotek Tohudan

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI APOTEK ZAHRA FARMA

( Jl. Randusari-Klaten, Dk. Ngaglik, Ds. Butuh, Kec. Mojosongo, Kab. Boyolali )

Oleh: 191084
191104
1. NIKEN DEVI LASMIYANTI
2. PUTRI AYU PERMATASARI

PROGRAM STUDI FARMASI
SMK NEGERI 1 SAMBI
BOYOLALI
2021/2022

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI APOTEK ZAHRA FARMA

( Jl. Randusari-Klaten, Dk. Ngaglik, Ds. Butuh, Kec. Mojosongo, Kab. Boyolali )
26 Juli 2021 s/d 13 November 2021

PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam

Menyelesaikan Pendidikan Farmasi Sebagai
Asisten Tenaga Teknik Kefarmasian

Oleh: 191084
191104
1. NIKEN DEVI LASMIYANTI
2. PUTRI AYU PERMATASARI

PROGRAM STUDI FARMASI
SMK NEGERI 1 SAMBI
BOYOLALI
2021/2022



KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur alhamdulilah atas kehadiran Allah SWT.yang telah
memberikan rahmat dan karunia-nya kepada penulis,sehingga penulis Laporan Praktek Industri
(PRAKERIN) di Apotek Zahra Farma dapat terselesaikan dengan baik.

Laporan ini dapat terselesaikan atas bantuan dan bimbingan dari semua pihak.Untuk itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian
laporan ini,terutama kepada:

1. Syamsudin,S.TP.,M.SI selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 Sambi
2. Ratna Dewi Rahmawati, S.Farm, Apt selaku apoteker di apotek Zahra Farma dan sebagai

pembimbing di apotek.
3. Sariyono S. Farm.Apt selaku Kapro Farmasi SMK Negeri 1 Sambi dan yang membimbing

kami selama di sekolah.
4. Staff dan karyawan Apotek Zahra Farma
5. Karyawan/Pegawai Apotek Zahra Farma
6. Guru-guru SMK Negeri 1 Sambi
7. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu

dalam proses penyusunan laporan ini

Tahun Pelajaran 2020/2021 sebagai bukti bahwa telah melaksanakan Praktik Kerja
Industri (PRAKERIN). Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini jauh dari kata
sempurna.Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini
sangat penulis harapkan.Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya
pembaca pada umumnya.

Boyolali, 2021
Tim penyusun,

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DEPAN ................................................................................................................i
HALAMAN JUDUL DALAM..............................................................................................................ii

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................................................iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................................................iv
DAFTAR ISI .........................................................................................................................................v
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................................................vii
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .........................................................................................................................1
B. Tujuan

1.Tujuan Pelaksanaan PRAKERIN .........................................................................................1
2.Tujuan Pembuatan Laporan .................................................................................................2
C. Manfaat Prakerin
1. Manfaat Bagi Institusi Pasangan .......................................................................................2
2. Manfaat Bagi Sekolah .......................................................................................................3
3. Manfaat Bagi Praktikan/Peserta Didik ...............................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Apotek ....................................................................................................................4
B. Tugas Dan Fungsi Apotek .......................................................................................................4
C. Ketentuan Umum Peraturan Perundang-undangan Tentang Apotek ........................................4
D. Persyaratan Apotek ...................................................................................................................5
E. Tugas Dan tanggung Jawab Apoteker Pengelola Apotek ........................................................6
F. Tugas dan Tanggung Jawab Asisten Apoteker .........................................................................6
G. Pengelolaan Apotek ...................................................................................................................6

BAB III PROGRAM KEGIATAN PRAKERING DI APOTEK ZAHRA FARMA
A. Perencanaan Pengadaan Sedian Farmasi
B. Penerimaan Barang Datang
C. Penyimpanan Barang
D. Pengelolaan Barang Kadaluarsa (ED) Dan Pemusnahannya
E. Pelayanan Swamedikasi
F. Sistem Dan Alur Pelayanan Obat Bebas, Bebas Terbatas, Obat Keras.

BAB IV HASIL KEGIATAN DI APOTEK ZAHRA FARMA
A. Tinjauan Mengenai Apotek Zahra Farma ..............................................................................22
1. Lokasi Apotek ..................................................................................................................23

v

2. Bangunan Apotek .............................................................................................................23
3. Perlengkapan Apotek .......................................................................................................24
4. Struktur Organisasi Apotek ..............................................................................................24
B. Kegiatan Siswa Di Apotek Zahra Farma

1. Kegiatan Manajerial ..................................................................................................25
2. Kegiatan pelayanan Kefarmasian ..............................................................................25
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ......................................................................................................................26
B. Saran-saran........................................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................................29
LAMPIRAN .........................................................................................................................................30

vi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Denah Apotek ..................................................................................................................13
Lampiran 2 Lay Out Apotek ................................................................................................................14
Lampiran 3 Contoh Etiket dan Label ..................................................................................................15
Lampiran 4 Contoh Nota .....................................................................................................................16
Lampiran 5 Contoh Surat Pesanan Obat ..............................................................................................17
Lampiran 6 Contoh Surat Pesanan Obat Mengandung Prekusor .........................................................18
Lampiran 8 Contoh Kartu Stok ............................................................................................................19
Lampiran 9 Contoh Faktur ..................................................................................................................20
Lampiran 10 Contoh Resep .................................................................................................................21

vii

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI APOTEK FADILLAH

GUNUNG CEPIT RT 05 RW 04 NGARGOREJO , NGEMPLAK , BOYOLALI

Oleh:

ERVINA FITRIANI 190969

ERVINA KEYZA R. P 190970

PROGRAM STUDI FARMASI
SMK NEGERI 1 SAMBI
BOYOLALI
2021/2022

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI APOTEK FADILLAH

GUNUNG CEPIT RT 05 RW 04 NGARGOREJO, NGEMPLAK , BOYOLALI
26 Juli 2021 s/d 13 November 2021
PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam
Menyelesaikan Pendidikan Farmasi Sebagai
Asisten Tenaga Teknik Kefarmasian

Oleh:

ERVINA FITRIANI 190969

ERVINA KEYZA R.P. 190970

PROGRAM STUDI FARMASI

SMK NEGERI 1 SAMBI

BOYOLALI

2021/2022



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN..
A. Latar Belakang Masalah
B. Waktu dan Tempat PKL.
C. Tujuan PKL
D. Manfaat PKL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Apotek Secara Umum
1.Definisi
2. Tugas dan Fungsi Apotek
3. Persyaratan Apotek

B. Apotek Fadilla
1. Sejarah Apotek Fadillah
2. Struktur Organisasi

BAB III PELAKSANAAN PKL
A. Tempat dan Pelaksanaan PKL
B. Sarana dan Prasarana.
C. Pengelolaan Apotek

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Pengelolaan Obat
B. Sumber Daya Manusia.

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatu.

Puji syukur Kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Apotek Fadillah dengan baik dan lancar.

Praktik kerja lapangan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal pengetahuan,
ketrampilan, dan pengalaman dalam pengolahan apotek kepada siswa serta meningkatkan
kemampuan dalam mengabdikan profesinya kepada masyarakat

Kami berharap semoga laporan ini bisa menjadi bahan referensi bagi peserta didik yang
akan datang setelah kami. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini
tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini kami ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Syamsudin, S.TP.,M.Si., Selaku kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sambi yang

memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan mengikuti pendidikan di SMK
Negeri 1 Sambi.
2. Bapak Sariyono, S.Farm. Apt selaku Kepala Program Studi Farmasi Klinis dan Komunitas
SMK Negeri 1 Sambi yang telah memberikan bimbingannya selama menempuh pendidikan
di SMK 1 Sambi
3. Eersta Zusvita Widyastuti,S.Farm MM.,Apt selaku pembimbing di sekolah
4. Ibu Dumiyati, S.Farm. Apt selaku Apoteker dan Pemilik Apotek Fadillah, yang telah
memberikan kesempatan dan bimbingannya kepada kami untuk dapat belajar dan menimba
ilmu dan pengalaman kerja secara nyata.
5. Ibu Yanti Irmasari, S. Pd, selaku Guru Pembimbing PKL dari SMK Negeri 1 Sambi, yang
telah membimbing kami selama pelaksanaan PKL.
6. Staf dan karyawan Apotek Fadillah yang telah banyak membantu selama pelaksanaan PKL.
Dalam menyusun laporan ini kami sudah berusaha sebaik mungkin, namun tentu masih
terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak demi menyempurnakan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan di bidang Farmasi pada khususnya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sambi program keahlian Farmasi

merupakan salah satu sekolah yang melahirkan tenaga-tenaga Asisten Apoteker yang harus siap
kerja di lapangan. Oleh karena itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sambi
mengadakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang salah satu kegiatannya melakukan
peninjauan langsung ke Apotek.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur bagi siswa dalam
menerapkan teori dari sekolah. Pengetahuan yang diperoleh dari sekolah tidak selamanya sama
dengan apa yang ada di lapangan. Oleh karena itu, PKL merupakan program yang dapat
memberikan pengetahuan kepada siswa tentang proses-proses yang terjadi di lapangan secara
nyata.

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PKL
Praktek Kerja Industri dilaksanakan di Apotek Fadillah yang beralamat di Jalan Gunung

Cepit RT 05/ 04 Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
Waktu pelaksanaan PKL di Apotek Fadillah selama kurang lebih 4 (empat) bulan dimulai

sejak tanggal 26 juli sampai dengan tanggal 13 November 2021, dengan pembagian shift
sebagai berikut:
Shift Pagi : Pukul 07.30 – 15.00 WIB
Shift Sore : Pukul 15.00 – 20.00 WIB

C. Tujuan PKL

Dengan melakukan PKL ini, calon seorang Asisten Apoteker diharapkan bisa lebih
memahami dan mengerti akan tugas seorang Asisten Apoteker di Apotek. PKL ini
dilaksanakan untuk menambah wawasan, lebih dapat memahami konsep-konsep non-
akademis dan non-teknis di dunia kerja nyata, memenuhi salah satu syarat mengikuti
UNKK menambah teori kefarmasian, serta pengalaman.

D. Manfaat PKL
A. Untuk Sendiri
1. Membiasakan siswa hidup mandiri dan berfikir logis juga melatih kedisiplinan siswa
dalam dunia kerja.
2. Melatih kreatifitas dalam menuangkan ide yang disusun dalam laporan.
3. Sebagai tolak ukur bagi siswa dalam penerapan teori di Sekolah dan dilapangan.
4. Dapat mengetahui kegiatan-kegiatan pokok farmasi.
5. Menambah wawasan dan pengetahuan.
6. Sebagai lahan untuk mencari kemungkinan lowongan pekerjaan.

B. Untuk Institusi
1. Dapat membagi ilmunya kepada peserta Prakerin.
2. Institusi mendapat alternatif calon karyawan yang telah dikenal mutu dan
kredibilitasnya.
3. Membantu dan meringankan pekerjaan dalam hal pelaksanaan di apotek dan instansi.

4. Terciptanya kerja sama dalam melakukan pekerjaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Apotek secara umum

1. Definisi
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:

1332/MENKES/SK /X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI
Nomor 992/MENKES/PER/X/1993 yang dimaksud dengan Apotek adalah suatu tempat
tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi,
perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Pasal 1
ayat 13 tentang pekerjaan kefarmasian, apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian
tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Apotek merupakan salah satu
tempat penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat
(pasien).

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
1332/MENKES/SK /X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI
Nomor 992/MENKES/PER/X/1993 yang dimaksud dengan Apotek adalah suatu tempat
tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi,
perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 992/MENKES/PER/X/1993 tentang
Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, yang dimaksud dengan Apotek adalah
suatu tempat, tertentu tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran
perbekalan farmasi kepada masyarakat.

Perbekalan farmasi yang disalurkan berupa obat, bahan obat, obat asli Indonesia
(obat tradisional), alat kesehatan dan kosmetika. Sedangkan pekerjaan kefarmasian
adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan,
penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter,
pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

2. Tugas dan Fungsi Apotek

Apotek memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut :
1. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.
2. Sarana farmasi untuk melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk,npencampuran dan

penyerahan obat atau bahan obat.
3. Sarana penyaluran perbekalan farmasi dalam menyebarkan obat – obatan yang

diperlukan masyarakat secara luas dan merata.
4. Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan distribusi sediaan farmasi antara lain

obat, bahan baku obat, obat tradisional, dan kosmetika.
5. Sarana pembuatan dan pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan,

penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan
obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, bahan obat dan obat tradisional.

3. Persyaratan Apotek

Penyelenggaraan pelayanan apotek harus diusahakan agar lebih menjangkau
masyarakat. Menurut Permenkes No.1332/Menkes/SK/X/2002, menyatakan bahwa :
 Untuk mendapatkan izin apotek, Apoteker yang bekerjasama dengan pemilik sarana yang
memenuhi persyaratan harus siap dengan tempat, perlengkapan serta persediaan farmasi
dan perbekalan lainnya yang merupakan milik sendiri atau pihak lain.
 Apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan pelayanan komoditi lainnya diluar
sediaan farmasi.

B. Apotek Fadillah

1. Sejarah Apotek Fadillah
Apotek fadillah didirikan pada tahun 2015, dan terletak di Jl.Gunung Cepit RT 05

RW 04 Ngargorejo Ngemplak, Boyolali . Meskipun Apotek ini tergolong masih baru

tetapi Apotek Fadillah telah berkembang dengan baik, serta dapat memberikan pelayanan
perbekalan farmasi yang memuaskan kepada masyarakat.

2. Tata Ruang Apotek
Ruangan apotek Fadillah terdiri dari ruang tunggu pasien, ruang etalase, ruang

peracikan obat, ruang praktek dokter, WC, dan gudang.

3. Struktur Organisasi
Untuk mencegah tumpang tindih kewajiban serta wewenang maka dengan adanya

suatu struktur organisasi sebuah Apotek akan memperjelas posisi yang ada di apotek
fadillah

Struktur Organisasi Apotek Fadillah

 Pemilik Sarana Apotek
 Apt. Dumiyati , S. Farm.

 Apoteker Pengelola Apotek
 Apt. Dumiyati, S. Farm

 Asisten Apoteker
1. Kusumawati ., S. Farm.
2. Amalia Putri K., Amd. Kes.

3. Winancining Tyas Ayu, S.T.P
4. Handini Aprilia Ekasanti, A.Md.RMIK

BAB III
PELAKSANAAN PKL.

A. Tempat dan Pelaksanaan PKL

Praktek Kerja Industri dilaksanakan di Apotek Fadillah yang beralamat di Jalan
Gonong Cepit RT 05/04 Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali

B. Sarana dan Prasarana.

1. Buku standar (Farmakope Indonesia Edisi V)
2. ISO
3. Buku undang undang Kesehatan:

- Permenkes no. 9 tahun 2017 tentang apotek
- PP 51 tahun2009 pekerjaan kefarmasian
- Permenkes RI No. 73 tahun 2016 tentang Standar pelayanan kefarmasian
- Permenkes RI No. 03 tahun 2015 tentang peredaran, penyimpanan, pemusnahan, dan

pelaporan narkotika, psikotropika dan perkusor farmasi
- Kepmenkes RI 347tahun 1990 tentang obat wajib apotek
- Kepmenkes RI 924tahun1993 tentang daftar obat wajib apotek no. 2
- Kepmenkes RI 1176 tahun 1999 tentang daftar obat wajib apotek no 3.
4. Pemadam kebakaran
5. Gelas ukur (250ml, 50ml)
6. Beaker glass 100 ml
7. Pengaduk
8. Timbangan milligram + gram / timbangan digital
9. Mortir + stamper (16cm dan 9cm)
10. Corong (7,5cm)

11. Pulverizer + sealing machine
12. Termometer ruangan
13. Termometer kulkas
14. Hygrometer
C. Pengelolaan Apotek

Pengelolaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Lainnya,

Pengelolaan obat dan kesehatan lainnya meliputi kegiatan pemesanan, pembelian,
penerimaan barang, penyimpanan, pendistribusian, dan penjualan, termasuk pencatatan
dokumen dan kartu stock.

a. Pengadaan Perbekalan Farmasi

Pengadaan perbekalan farmasi mencakup obat, bahan obat dan alat kesehatan.
Pengadaan perbekalan farmasi di Apotek Kimia Farma 377 dilakukan secara selektif
menggunakan sistem pareto, yaitu sistem yang memprioritaskan penyediaan barang-
barang yang laku. Jadi barang dipesan berdasarkan kebutuhan dan seringnya barang
tersebut dicari orang. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan
barang yang berlebih. Keuntungan lain dari system pareto adalah perputaran modal
menjadi cepat, menghindari kerusakan barang, dan memperkecil kemungkinan barang
hilang, Obat, alat kesehatan, dan barang-barang OTC (Over The Counter) yang
tinggal sedikit atau sudah habis dicatat pada buku defekta, kemudian pemesanan dan
pembelian barang didasarkan pada buku defekta.

Jumlah yang akan dipesan didasarkan pada perkiraan kebutuhan sebelumnya
barang yang telah dicatat dalam buku defekta kemudian dilakukan pemesanan ke
distributor dengan menggunakan Surat Pesanan (SP). Barang yang dipesan akan
dikirim oleh distributor disertai dengan faktur.

Pemesanan obat-obat golongan narkotika dan psikotropika menggunakan SP
khusus yang ditandatangani oleh APA. Surat pesanan untuk narkotika hanya
diperuntukan untuk satu item obat saja, sedangkan untuk Surat Pesanan psikotropika
diperuntukan untuk satu golongan obat yang terdiri dari satu atau lebih item.

APA membuat pesanan melalui SP narkotika atau SP psikotropika (untuk
narkotika Model N.9 rangkap 4, psikotropika model khusus rangkap 2). Pemesanan
obat narkotika ditujukan kepada PBF Kimia Farma, sedangkan pemesanan obat
psikotropika ditujukan kepada PBF yang ditunjuk sebagai distributor obat-obat

psikotropika. Berdasarkan surat pesanan tersebut, PBF mengirimkan barang narkotika
dan psikotropika beserta faktur ke apotek.

b. Penerimaan Perbekalan Farmasi

Perbekalan farmasi yang datang akan diterima oleh petugas apotek, kemudian
diperiksa kondisi, jenis, dan jumlah barang, disesuaikan dengan surat pesanan dan faktur.
Jika ada tanggal kadaluwarsa, maka dicatat pada blanko Surat Penerimaan Barang
Apotek.

Apabila barang yang selesai diterima, faktur diberi stampel blok penerimaan barang,
dan faktur diberi nomor. Faktur yang asli diserahkan ke PBF sebagai tanda terima dan
akan digunakan sebagai alat tagih. Dua salinannya ditinggal di apotek untuk arsip dan
satu salinannya diserahkan ke BM. Seluruh transaksi pembelian dimasukkan ke dalam
data komputer pada kolom administrasi pembelian. Jika barang yang datang tidak sesuai
dengan pesanan, maka dibuat retur untuk pengembalian barang ke distributor yang
bersangkutan.

c. Penyimpanan Perbekalan Farmasi

Apotek Kimia Farma 377 tidak mempunyai gudang tempat menyimpan perbekalan
farmasi dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan barang
dalam jumlah besar, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan barang, terlewatinya
waktu kadaluwarsa obat atau perputaran dana menjadi terhambat. Perbekalan farmasi
yang diterima langsung disimpan ditempat masing-masing, disertai pencatatan tanggal
barang masuk, nomor penerimaan barang, jumlah barang yang masuk, sisa barang, serta
paraf petugas penerima dalam kartu stock. Hal ini juga dilakukan ketika ada
pengambilan atau pengeluaran barang.

Sistem penyimpanan barang dilakukan secara alphabet berdasarkan bentuk sediaan
(tablet, sirup, tetes mata, dan salep). Golongan obat generik diletakan di rak sendiri
untuk memudahkan pengambilan. Golongan obat-obat narkotika dan psikotropika

disimpan dalam lemari tersendiri yang dilengkapi dengan kunci. Golongan obat-obat
termolabil disimpan dalam lemari pendingin. Untuk obat-obat bebas dan alat-alat
kesehatan disimpan dibagian depan (swalayan farmasi) dengan ditata dan disusun secara
alfabetis, sesuai dengan efek farmakologinya.

d. Penyaluran Barang

Penyaluran barang di apotek dilakukan untuk melayani penjualan obat-obat dengan
resep dan penjualan obat tanpa resep/UPDS, yang meliputi obat bebas dan obat bebas
terbatas. Penyaluran barang dengan resep dapat berupa resep tunai dan resep kredit.

e. Pelayanan Kefarmasian

Pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh Apotek Kimia Farma 377 meliputi
pelayanan obat tanpa resep, pelayanan resep tunai dan kredit, pelayanan informasi obat
dan jaminan waktu pelayanan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pengelolaan Obat
1. Perencanaan Barang
Untuk memenuhi kebutuhan pembeli, dilakukan suatu kegiatan perencanaan
barang. tentunya dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekonomis. Barang disini
meliputi obat, bahan obat dan alat-alat kesehatan yang diperdagangkan oleh Apotek
Ratu Elok. Perencanaan barang yang akan dilaksanakan perlu mempertimbangkan
faktor-faktor seperti perbekalan farmasi yang laris terjual, obat-obat yang sering
diresepkan oleh dokter dan juga mempertimbangkan diskon serta bonus yang ditawarkan
oleh PBF tertentu.

2. Pengadaan Barang
Pengadaan Barang dilakukan setiap hari dengan order ke PBF melalui salesman

yang datang setiap hari, untuk melaksanakan pengadaan barang di Apotek Ratu Elok
harus diketahui oleh Apoteker kemudian dilaksanakan oleh asisten Apoteker atau
karyawan. Sebelum melakukan kegiatan pengadaan barang perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
1. Buku Order/Buku Defecta/Buku Habis.
2. Rencana Anggaran pembelian

3. Daftar harga terakhir.

4. Pemilihan PBF yang sesuai dengan pertimbangan diskon jangka waktu pembayaran.

pelayanan yang baik dan tepat waktu serta kualitas barang.

Pada dasamya buku defecta / buku Habis memuat tentang barang yang sudah habis
dan barang yang sudah menipis persediannya. Berdasarkan buku defecta tersebut
kemudian. dilakukan pemesanan barang ke PBF dengan menggunakan Surat
Pesanan (SP) yang ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek. Surat Pesanan
obat bebas tersebuat dibuat 2 rangkap, satu untuk PBF dan satu untuk arsip
pembelian apotek.

3. Penerimaan Barang

Pada saat penerimaan barang, salesman membawa SP disertai faktur pembelian
sebanyak 4 lembar, dua lembar untuk PBF, satu lembar untuk penagihan dan satu
lembar untuk apotek Faktur ini dibuat sebagai bukti yang sah dari pihak kreditur
mengenai transaksi penjualan barang, surat pesanan digunakan untuk mencocokan
barang yang dipesan dengan barang yang dikirim. Maka dilakukan penggecekan
barang terlebih dahulu. Apabila barang yang datang telah sesuai dengan pemesanan.
Apoteker Pengelola Apotek atau Asisten Apoteker yang menerima menandatangani
faktur dan memberi cap apotek sebagai bukti penerimaan barang. Untuk barang yang
memiliki masa kadaluarsanya sudah dekat dilakukan perjanjian terlebih dahulu,
apakah barang tersebut boleh dikembalikan atau tidak, dengan waktu pengembalian
yang telah ditentukan.

4. Penyimpanan Barang

Penyimpanan barang di Apotek fadillah secara umum digolongkan menjadi tiga
yaitu ; Obat Bebas, Generik / Obat Paten, Obat non Narkotik dan Obat lain yang

tidak memerlukan kondisi penyimpanan tertentu, disusun menurut fungsi atau
kegunaan juga dibedakan berdasarkan bentuk sediaannya.

Obat-obat yang memerlukan kondisi penyimpanan pada suhu yang dingin
disimpan dalam lemari Es, Misalnya: Suppositoria, Injeksi tertentu, dan beberapa
alat kontrasepsi. Obat Narkotika dan Psikotropika, disimpan dalam lemari khusus
dan sesuai dengan ketentuannya.

Penyimpanan pesediaan barang/obat di Apotek Ratu Elok diperuntukan bagi
obat yang pergerakannya cepat (fast moving) yaitu obat dan bahan obat yang paling
banyak dan cepat terjual dan sering digunakan dan diresepkan oleh Dokter. Dengan
adanya penyimpanan barang, maka persediaan barang dapat terkontrol sehingga
dapat mencegah terjadinya kekosongan. Untuk sediaan Narkotika dan Psikotropika,
disimpan secara terpisah, yaitu didalam lemari khusus yang memiliki dua pintu yang
dilengkapi kunci dan selalu dalam keadaan terkunci. Lemari penyimpanan tersebut
hanya dibuka jika terdapat permintaan resep terhadap obat-obatan tersebut.

5. Penjualan

Surat keputusan mentri kesehatan No. 280/1980 pasal 24 menyatakan bahwa
harga obat dengan jasa Apotek ditekan serendah mungkin berdasarkan sturuktur
harga yang ditetapkan oleh Menteri Kasehatan atas asal usul panitia terdiri atas
wakil-wakil Dirjen POM, Industri Obat lain-lain. Struktur harga yang ditetapkan
oleh Gabungan Pengusaha Farmasi (GPF) dan disetujui oleh pemerintah yaitu harga
eceran tertinggi kepada konsumen yang tidak boleh dicamuri pedagang eceran.

6. Pencatatan

Obat yang telah keluar akan dicatat di kartu stok obat yang telah diletakkan
didalam kotak obat. Obat-obat yang menggunakan kartu stok antara lain Narkotika,
Psikotropika, Obat keras dan Cairan Injesi / suntikan. Pencatatan obat bertujuan
untuk memudahkan keluar masuknya obat dan mengetahui sisa stok obat.

7. Pelayanan Resep Dokter

Resep yang masuk diterima oleh Asisten Apoteker kemudian diteliti apakah
obat yang diresepkan tersedia di Apotek atau tidak, jika tersedia maka Resep
diberikan harga sesuai dengan harga yang berlaku di Apotek. Jika pembeli setuju
dengan harga yang ditawarkan, maka resep dikerjakan kemudian diberi etiket dan
diperiksa kembali kemudian diserahkan kepada pasien disertai dengan informasi
mengenai aturan penggunaan obat. Bila diminta atau diperlukan dibuatkan copy
resep.

8. Pelayanan Penjualan Bebas

Selain pelayanan dengan resep penjualan diapotek Ratu Elok ada penjualan
obat tanpa resep dokter / bebas. Konsumen yang datang dapat langsung meminta
obat bebas yang diperlukan kemudian petugas menyerahkan barang dan menerima
pembayaran dari konsumen serta memberikan informasi yang di perlukan.

9. Pelayanan Swamedikasi

Pelayanan swamedikasi adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh
individu untuk mengobati penyakit atau gejala yang dapat dikenali sendiri.
Swamedikasi sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan secara tepat, aman,
dan rasional. Dalam hal ini peranan Apoteker atau asiaten Apoteker cukup penting
dalam pengembangan upaya swamedikasi dimasyarakat agar tidak terjadi
penyalahgunaan dalam pemakaian obat. Dalam swaka medikasi di Apotik ratu Elok
ditangani oleh Asisten Apoteker atau karyawan lainya. Pasien yang datang akan
menyampaikan keluhan yang berhubungan dengan kesehatan kepada Asisten

Apoteker atau karyawan Asisten Apoteker kemudian akan memyampaikan
pengobatan yang sesuai dengan keluhan pasien dan jika setuju pasien akan
diberikan obat yang dimintadisertai informasi yang diperlukan.

B. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sesuai ketentuan perundangan yang berlaku apotek harus dikelola oleh seorang
apoteker yang profesional. Dalam pengelolaan apotek, apoteker senantiasa harus memiliki
kemampuan menyediakan dan memberikan pelayanan yang baik, mengambil keputusan
yang tepat, mampu berkomunikasi antar profesi, menempatkan diri sebagai pimpinan
dalam situasi multidisipliner, kemampuan mengelola SDM secara efektif, selalu belajar
sepanjang karier dan membantu memberi pendidikan dan memberi peluang untuk
meningkatkan penget

Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh Apotek setdak-tidaknya adalah Pemilik
Sarana Apotek (PSA), Apoteker Pengelola Apotek (APA), Asisten Apoteker, Juru Resep,
Tenaga Tata Usaha.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Apotek Fadillah penyusun dapat
menyimpulkan bahwa:
1. Apotek Fadillah telah melakukan pengelolaan apotek sudah hampir sama dengan teori

dan perundang-undangan yang berlaku.
2. Pengadaan Obat dan Alkes Apotek melalui BM dengan menyertakan BPBA (bon

permintaan barang Apotek), PBF (pedagang besar farmasi) memesan barang melalui
telepon di BM obat yang di pesan tersebut merupakan obat golongan pareto C dan dapat
pula melalui Apotek Kimia Farma lain.
3. Penyimpanan obat dan Alkes disusun berdasarkan alfabetis dan disesuaikan dengan
kebutuhan. Penyimpanan ini dilakukan dengan baik, sehingga barang tidak mengalami
perubahan fisik. Selalu di lakukan kontrol terhadap jumlah persediaan barang yang
dilihat melalui kartu stock untuk menghindari terjadinya kekurangan atau kelebihan
barang
4. Penyimpanan obat narkotika dan obat psikotropika di dalam lemari khusus.
5. Apotek Fadillah selain melayani resep dokter juga melayani resep kredit (PLN, Indonesia
Power, Jasindo, Askes, Jamsostek).
6. Semua resep di Apotek Fadillah disimpan di tempat penyimpanan resep, disimpan
berurut menurut tanggal.
7. Semua harga obat atau barang sudah tercantum semua di komputer.
8. Penyediaan perbekalannya dianggap cukup memenuhi permintaan pasien, meskipun
kadang masih terjadi kekurangan untuk obat yang fast moving. Penggunaan teknologi
komputer dalam pelayanan telah dapat mempercepat pelayanan.

9. Persaingan yang ketat dibidang kesehatan mengharuskan APA di Apotek Fadillah untuk
melahirkan inovasi-inovasi yang memperbaiki penampilan apotek dan membawa
kemajuan bagi perkembangan usahanya.

B. Saran

1. Saran Kepada Pihak Sekolah

Sebaiknya pembekalan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan PKL lebih
diperbanyak dan diperluas sehingga siswa dan siswi dapat lebih mantap lagi dalam
melaksanakan PKL.

2. Saran Untuk Apotek
1. Meningkatkan pemberian pembekalan untuk pembuatan laporan
2. Meningkatkan ketersediaan perbekalan farmasi.
3. Untuk meningkatkan pelayanan melalui kelengkapan Apotek Fadillah, maka
sebaiknya apotek perlu dilengkapi beberapa alat-alat kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1332/MENKES/SK /X/2002
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 992/MENKES/PER/X/1993
mengenai definisi apotek.

2. PP No. 51 tahun 2009 mengenai definisi Apotek.
3. PP No. 51 tahun 2009 mengenai tugas dan fungsi Apotek
4.https://id.scribd.com/doc/188483084/Contoh-Laporan-Prakerin-Di-Apotek

Lampiran 1. Contoh surat pesanan obat yang mengandung obat obat tertentu

Lampiran 2. Contoh surat pesanan yang mengandung prekusor

Lampiran 3. Contoh surat
pesanan biasa


Click to View FlipBook Version