The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e-Book ini adalah bahan ujian untuk sidang komprehensif bagi mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Singaperbangsa Karawang.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dewi.noor1992, 2022-04-04 21:18:31

Bahan Ujian Komprehensif

e-Book ini adalah bahan ujian untuk sidang komprehensif bagi mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Singaperbangsa Karawang.

Keywords: komprehensif,ilmu pemerintahan,ilmu politik,kebijakan publik,administrasi,ilmu sosial

permasalahan yang diteliti.
b. Pendekatan Kuantitatif menekankan kepada penilaian angka-angka terhadap
permasalahan yang sedang diteliti.

50. Jelaskan tiga karakteristik berpikir dalam filsafat!
Jawab :
Dalam Supardi (2015:6) setidaknya ada tiga karakteristik berpikir dalam filsafat,
yaitu :
a. Sifat menyeluruh : seorang ilmuan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal
ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu dari sudut
pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah akan membawa
kebahagiaan dirinya. Hal ini akan membuat ilmuan tidak merasa sombong da paling
hebat. Di atas langit masih ada langit. Contoh, Socrates menyatakan dia tidak tahu apa
-apa.
b. Sifat mendasar : yaitu sifat yang tidak begitu saja percaya bahwa lmu itu benar.
Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut
dilakukan? Apakah kriteria tersebut itu benar? Seperti sebuah perytanyaan yang
melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.
c. Spekulatif : dalam menyusun sebuah lingkaran dan menetukan titik awal sebuah
lingkaran sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi
proses, analisis, maupun pembuktiannya, sehingga dapat dipisahkan mana yang logis
atau tidak.

51. Sebutkan cabang-cabang filsafat!
Jawab :
Dalam Supardi (2015:7) cabang-cabang filsafat antara lain :
a. Apa yang disebut benar dan salah (logika)
b. Baik dan buruk (etika)
c. Indah dan jelek (estetika)
d. Tentang ada (metafisika)
e. Kajian organisasi yang ideal (politik)

52. Apakah yang dimaksud dengan ilmu?
Jawab :
Dalam Supardi (2015:8) ilmu dalam Inggris adalah science, yang berasal dari kata
Latin scire yang artinya mengetahui. Dalam bahasa Arab ilmu (ilm) berasal dari kata
alima, yang artinya mengetahui.

53. Apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu?
Jawab :
Dalam Supardi (2015:8) filsafat ilmu adalah bagan dari filsafat pengetahuan atau
sering juga disebut epistimologi. Filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika
proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Pengetahuan ilmiah
merupakan pengetahuan yang diperoleh sesuai prosedur, metodoliogis, teknis dan
normatif akademis yang teruji secara ilmu sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam istilah lain dikenal dengan pengetahuan tidak ilmiah yang maksudnya adalah
berupa pengetahuan hasil serapan indrawi secara sadar diperoleh baik yang telah lama
maupun baru didapat. Disamping itu termasuk yang memperoleh secara pasif atau
diluar kesadaran seperti ilham, intuisi, wangsit, atau wahyu (oleh nabi).

54. Jelaskan ciri-ciri ilmu!
Jawab :
Supardi (2015:9) menyatakan empat hal penting untuk mengidentifikasi ciri-ciri ilmu :
a. Mempunyai objek Apakah yang dimaksdu onjek dalam ilmu? Objek dalam ilmu
adalah bagian atau pokok permasalahan yang akan dikaji oleh ilmu tersebut. Sebagai
contoh ilmu sosial, objek kajiannya adalah manusia dan interaksinya dengan
lingkungan, sedangkan ilmu alam objek kajiannya adalah fisik baik menyangkut fisik
manusia maupun fenomena alam semesta.
b. Mempunyai metode Metode adalah cara atau langkah-langkah sistematis untuk
memperoleh pengetahuan ilmiah itu. Dalam setiap ilmu dikembangkan berbagai
karakteristik metode untuk memperoleh pengetahuan ilmiah tentang disiplin ilmu
tersebut. Namun pada dasarnya bawha setiap ilmu memiliki kesamaan dalam
memperoleh ilmu tersebut, misalnya alur pikir metode ilmiah yang dikenal umum
yakni : merumuskan masalah, menyusun kerangka berpikir, kerangka berpikir,
merumuskan hipotesis, menguji hipotesis dan membuat kesimpulan.

c. Universal Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat
umum (tidak bersifat tertentu). Contoh, jumlah semua sudut segiempat 360O , air
menguap pada suhu 100O C, dan sebagianya.
d. Mempunyai sistem Seluruh komponennya mempunyai hubungan satu dengan yang
lain. Hal ini sangat wajar menginat ilmu berangkat dari satu induk yakni filsafat.

55. Wallerstein dan Born, menyatakan ilmu sosial memiliki beberapa cabang,
jelaskan!
Jawaban:
Wallerstein dan Born (dalam Supardi, 2015:23) menyatakan beberapa cabang ilmu
sosial, diantaranya :
a. Antropologi, merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari manusia pada
umumnya dan khususnya antropologi budaya yang mempelajari segi kebudayaan
masyarakat.
b. Ekonomi, merupakan ilmu sosial yang mempelajari produksi dan pembagian
kekayaan dalam masyarakat atau ilmu sosial yang mempelajari bagaimana manusia
memenuhi kebutuhannya.
c. Geografi, merupakan ilmu sosial yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan
atas fenomena fisik manusia di atas permukaan bumi, karena kaitannya dengan hal
fisik inilah sebagaian ilmuan tidak memasukannya dalam ilmu sosial tetapi dalam
ilmu alam.
d. Hukum, merupakan ilmu sosial yang mempelajari sistem aturan yang telah
dilembagakan.
e. Linguistik, merupakan ilmu sosial yang mempelajari aspek kognitif dan sosial dari
bahasa.
f. Pendidikan, merupakan ilmu sosial yang mempelajari masalah yang berkaitan
dengan belajar, pembelajaran serta pembentukan karakter dan moral.
g. Politik, merupakan ilmu sosial yang mempelajari pemerintahan sekelompok
manusia (termasuk negara).
h. Psikologi, merupakan ilmu sosial yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
i. Sejarah, merupakan ilmu sosial yang mempelajari masa lalu yang berhubungan
dengan umat manusia. Masa lalu dalam konteks sejarah adalah sejak manusia ada

hingga sekarang. Masa yang baru satu detik dilalui merupakan pengertian masa lalu
dari sejarah.
j. Sosiologi, merupakan ilmu sosial yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar
manusia di dalamnya.

56. Jelaskan definisi sistem sosial!
Jawaban:
a. Zainal Abidin dan Ahmad Saebani, 2014:13) menyatakan sistem sosial sebagai
sinergi antar berbagai subsistem dalam berbagai kehidupan masyarakat yang saling
bergantung dan saling berkaitan. Sistem sosial bersifat abstrak sehingga
komponennya tidak dapat dilihat, tetapi dapat dibanyangkan dengan kontruksi
berpikir.
b. Mempelajari sistem sosial berarti memahami dan manyadari kenyata an bahwa
manusia tidak dapat berdiri sendiri, tetapi membutuhkan orang lain. Manusia adalah
makhluk sosial (zoon politicon). Oleh karena itu manusia harus peka terhadap
permasalahan sosial serta menyadari bahwa setiap masalah sosia yang timbul dalam
masyarakat bersifat kompleks dan memerlukan pendekatan sosiologis dalam
menyelesaikannya.
c. Dalam ilmu-ilmu sosial, pemahaman mengenai sistem sosial berkaitan dengan
konsep individu, keluarga, masyarakat, penduduk, kebudayaan, pemuda, pendidikan,
politik, ekonomi, negara, masyarakat perkotaan dan pedesaan, industrialisasi,
globalisasi, strata sosial, perubahan soail, integrasi sosial dan integrsasi nasional,
pembangunan, ilmu pengetahuan, teknologi, ketimpangan sosial, pranata sosial,
konflik sosial, dan keberagamaan.

57. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pranata sosial!
Jawaban:
J. O. Hertzler (dalam Zainal Abidin dan Ahmad Saebani, 2014:48) menyatakan
bahwa pranata sosial adalah konsep yang kompleks dan sikap - sikap yang
berhubungan antara manusia tertentu yang tidak dapat dihindarkan karena telah
terpenuhinya kebutuhan elementer individual, kebutuhan sosial yang wajib, dan
dipenuhinya tujuan sosial yang penting. Konsep itu berbentuk keharusan, kebiasaan,
tradisi dan peraturan. Secara individual pranata sosial mengambil bentuk berupa satu

kebiasaan yang dikondisikan oleh individu dalam kelompok dan secara sosial, pranata
sosial merupakan satu struktur.

58. Sebutkan sifat umum dari pranata sosial!
Jawaban :
a. Berfungsi sebagai unit dalam sistem kebudayaan yang merupakan yang merupakan
satu kesatuan yang utuh dan bulat.
b. Mempunyai tujuan yang jelas
c. Kedudukan relatif tetap dan kukuh.
d. Melakukan fungsinya mempergunakan hasil-hasil kebudayaan material.
e. Sifat karakteristik yang ada pada pranata sosial berupa lambang.
f. Mempunyai tradisi tulisan dan lisan yang jelas.

59. Sebutkan tipe pranata sosial berdasarkan jenisnya!
Jawaban :
a. Cresive institutions, seperti hak milik, perkawinan, dan religi yang tumbuh tanpa
direncakan terlebih dahulu dan tanpa disadari.
b. Enacted institutions, seperti perdagangan dan educational institutions yang
diorganisasikan secara sadar.
c. Basic institutions, yang dianggap esensial bagi peraturan hubungan sosial dan bagi
kelangsungan hidup masyarakat, seperti keluarga, hak milik, dan sekolah.
d. Subsidiary institutions, yang kurang penting sifatnya jika dibandingkan dengan
basic institution dalam masyarakat tertentu.
e. Pranata sosial dapat dibedakan antara yang sudah disetujui oleh suatu masyarakat
atau pranata sosial yang telah mempunyai sanksi sosial dengan pranata sosial yang
belum disetujui oleh masyarakat.

60. Jelaskan apa yang dimaksud dengan nilai!
Jawaban :
Setiadi dkk (2013:31) mendefinisikan nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu
diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota
masyarakat. Oleh karena itu, sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila berguna dan
berharga (nilai kebenaran), indah (nilai estetika), baik (nilai moral atau etis)dan
religius (nilai agama).

Daftar Pustaka

Abidin, Zainal Y dan Saebeni Ahmad B. 2014. Pengantar Sistem Sosial

Budaya Di Indonesia. Bandung : CV. Pustaka Setia.

Choucri, Nazli. Cyberpolitics in International Relations. Cambridge: MIT

Press (2012)
Fitri, N. (2015). Plato Dan Aristoteles : Sebuah Telaah Pemikiran Politik

Yunani Kuno. 1–10.
Gaventa, J. (2003). Power after Lukes : An overview of theories of power

since Lukes and their application to development Jonathan Gaventa

First draft August 2003. Order A Journal On The Theory Of

Ordered Sets And Its Applications, (August). Retrieved from

https://www.powercube.net/wp-

content/uploads/2009/11/power_after_lukes.pdf

Koentjaraningrat. 1990. Mentalitas Kebudayaan dan Pembangunan.
Jakarta : PT. Gramedia.

Haugaard, M., & Ryan, K. (2008). Power, Social And Political Theories

Of. In Encyclopedia of Violence, Peace, and Conflict.

https://doi.org/10.1016/B978-012373985-8.00145-8

Luthan, S. (2007). Hubungan Hukum dan Kekuasaan. Jurnal Hukum IUS

QUIA IUSTUM, 14(2), 166–184.

https://doi.org/10.20885/iustum.vol14.iss2.art4

Surbakti, Ramlan. 2007. Memahami Ilmu Politik. Yogyakarta : Grasindo.

Setiadi, Elly M, dkk. 2012. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung :
Kencana Prenadamedia Group.

Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT.
RajaGrafindo Persada.

Wahidin, Samsul. 2007. Dimensi Kekuasaan Negara Indonesia.

Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Triantini, Z. E. (2019). Meta Konsep Kekuasaan dan Demokrasi Dalam
Kajian Teori Politik. Politea : Jurnal Politik Islam, 2(2), 1–18.

https://doi.org/10.20414/politea.v2i2.1478

LAMPIRAN

TABEL KETENTUAN PENILAIAN UJIAN KOMPREHENSIF*

Jumlah Pertanyaan Score Hasil Penilaian
Terjawab
1-2 50 Tidak Lulus**
3 70 Cukup
4-5 72>
6-7 72-90 Cukup-Baik
Baik-Baik Sekali

*Penilaian dilakukan secara tegas dan objektif yang diambil berdasarkan ketentuan penilaian di atas
terhadap kemampuan peserta sidang ujian komprehensif dalam menjawab pertanyaan. Peserta yang
melakukan kecurangan seperti mencontek pada bahan ujian ini, menelusuri jawaban di internet, dan
bentuk kecurangan lain selama pelaksanaan ujian, secara otomatis dinyatakan Tidak Lulus.

**Bagi mahasiswa yang dinyatakan Tidak Lulus harus melakukan pendaftaran ulang untuk mengikuti
sidang ujian komprehensif di jadwal ujian selanjutnya (jika masih terdapat slot/kuota peserta ujian)
ataupun mengikuti ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Kaprodi.


Click to View FlipBook Version