i
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 i KATA SAMBUTAN Tugas dan fungsi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sangat erat kaitannya dengan tantangan aktual yang dihadapi bangsa Indonesia dalam berbagai bidang, seperti: pembangunan infrastruktur, pengembangan wilayah, investasi dan pemerataan kesejahteraan, keberlanjutan, ketahanan pangan, dan lain sebagainya. Dalam bidang pertanahan dan tata ruang, tantangan ini ditunjukkan oleh kebutuhan pencadangan tanah untuk kepentingan umum, penataan ruang dan peraturan zonasi skala detil, semakin pentingnya penguatan hak-hak masyarakat, mendesaknya penanganan masalah pertanahan, hingga perubahan paradigma pelayanan yang semakin transparan dan digital. Dalam konteks tersebut, Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) yang menjadi produk Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik Kementerian ATR/BPN memiliki posisi strategis sebagai basic layer bagi perencanaan sekaligus pengembangan kegiatan pertanahan dan ruang, serta sangat diperlukan dalam melaksanakan tugas Kementerian ATR/BPN dalam merespon tantangan-tantangan tersebut sebagai bahan analisis spasial untuk mengambil kebijakan dan implementasinya. Oleh karena itu, kami menyambut baik hadirnya Petunjuk Teknis Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang ini sebagai bagian dari perumusan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Survei dan Pemetaan Tematik yang diterbitkan oleh Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik. Sebagai penutup, kami mengharapkan Petunjuk Teknis ini dapat menjadi acuan pelaksanaan survei dan pemetaan tematik bagi jajaran Kementerian ATR/BPN, Kantor Wilayah BPN Provinsi, dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan kegiatan pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang yang dilaksanakan guna menunjang baik kegiatan rutin pertanahan dan tata ruang maupun kegiatan strategis nasional. Semoga dengan terbitnya Petunjuk Teknis ini, proses pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang di seluruh Indonesia dapat dilaksanakan secara seragam guna memudahkan integrasi data. Jakarta, 13 Januari 2021 Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, M.Eng.Sc. NIP. 19611226 199203 1 001
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 ii KATA PENGANTAR Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik merupakan salah satu direktorat pada Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang yang mempunyai tugas salah satunya adalah menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) di bidang survei dan pemetaan tematik pertanahan dan ruang berbasis bidang, kawasan, dan pengelolaan data dan informasi geospasial tematik (Pasal 223 Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional). Dalam melaksanakan tugas perumusan kebijakan teknis tersebut dan sehubungan dengan adanya perkembangan kebutuhan peta tematik pertanahan ke arah multiguna, sehingga pada tahun anggaran 2020 Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik membuat Petunjuk Teknis acuan sebagai Petunjuk Teknis Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR). Petunjuk Teknis PTPR Edisi Tahun Anggaran (TA.) 2020 ini merupakan penyesuaian dari NSPK Survei dan Pemetaan Tematik Tahun 2012. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengikuti fungsi PTPR sebagai basic layer bagi berbagai aspek administrasi pertanahan sesuai land management paradigm yakni land tenure, land use, land value, dan land development yang telah tertuang dalam Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024. Dalam pengerjaannya, penyusunan Petunjuk Teknis PTPR Edisi TA. 2020 ini dilakukan secara koordinatif antara unit-unit pembuatan dan pengguna PTPR. Secara khusus, tema yang diulas dalam petunjuk teknis ini masih merupakan tema utama pertanahan yakni Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (P4T), yang mana atas dasar tugas dan fungsi selama ini telah diproduksi dan digunakan oleh berbagai unit teknis. Oleh karena itu, pedoman dari beberapa direktorat teknis di Kementerian ATR/BPN yang berkaitan dengan keempat tema tersebut diadopsi dengan penyesuaian sesuai kebutuhan, seperti penamaan/terminologi dan pengertian kelas. Selain itu, juga diadopsi klasifikasi dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk penggunaan tanah industri dan pertambangan. Standar ini berisi penetapan dan penyeragaman jumlah skala (atau lebih tepat disebut level kedalaman informasi), penambahan kelas baru, perubahan terminologi, dan atau pendefinisian lagi kelas-kelas yang kurang jelas. Data PTPR yang diproduksi adalah berbasis bidang. Perlu juga disampaikan bahwa ruang lingkup petunjuk teknis pada Petunjuk Teknis PTPR Edisi TA. 2020 ini penekanannya pada prosedur pembuatan peta tematik pertanahan dan ruang dan standar pengaturan level kedalaman informasi dan klasifikasi, nomenklatur (definisi, terminologi) dan struktur data. Standar proses (prosedur) disajikan karena mengikuti agenda transformasi digital yakni perubahan prosedur survei dari yang sebelumnya manual menjadi berbasis aplikasi, dalam hal ini menggunakan mobile application SiPetik. Kedepannya akan dikembangkan untuk tema lain, seperti penggunaan tanah bawah permukaan dan penggunaan ruang di atas permukaan tanah, serta pengaturan pada aspek lain, seperti misalnya pada potrayal (simbologi).
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 iii Akhir kata pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaksana dan pihak-pihak yang terlibat di Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik atas kerjasama dalam penyusunan Petunjuk Teknis PTPR Edisi TA. 2020. Saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan Petunjuk Teknis ini sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi senantiasa akan disambut baik. Jakarta, 13 Januari 2021 Direktur Survei dan Pemetaan Tematik Ir. Yuli Mardiyono, M.Eng.Sc. NIP. 19640718 199203 1 010
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 iv DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN ................................................................................................ i KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii DAFTAR ISI ........................................................................................................iv DAFTAR TABEL ..................................................................................................vi DAFTAR GAMBAR..............................................................................................vii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 2 1.2. Maksud Dan Tujuan..................................................................................... 3 1.3. Manfaat ........................................................................................................ 4 1.4. Ruang Lingkup ............................................................................................. 4 BAB II PROSEDUR KEGIATAN SURVEI DALAM PEMBUATAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR)......................................................... 5 2.1. Koordinasi .................................................................................................. 13 2.2. Persiapan.................................................................................................... 13 2.3. Sosialisasi dan Bimbingan Teknis............................................................... 15 2.3.1. Sosialisasi............................................................................................... 15 2.3.2. Bimbingan Teknis ................................................................................... 15 2.4. Penyuluhan ................................................................................................ 15 2.5. Survei Lapangan dan Kendali Mutu............................................................ 16 2.5.1. Survei Lapangan..................................................................................... 16 2.5.2. Kendali Mutu Survei Lapangan............................................................... 19 2.6. Pengolahan Data dan Penyusunan Laporan ............................................... 20 2.6.1. Pengolahan Data..................................................................................... 20 2.6.2. Kendali Mutu Pengolahan Data .............................................................. 18 2.6.3. Penyusunan Laporan.............................................................................. 21 BAB III PANDUAN PENGGUNAAN PERANGKAT APLIKASI SIPETIK DAN GEOPORTAL TEMATIK DALAM SURVEI PTPR ......................................24 3.1. App Mobile Surveys Sipetik ......................................................................... 26 3.1.1. Pengertian Sipetik................................................................................... 26 3.1.2. Fungsi Sipetik......................................................................................... 26 3.1.3. Kedudukan Sipetik ................................................................................. 26
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 v 3.1.4. Fitur Sipetik ........................................................................................... 26 3.1.5. Alamat Akses.......................................................................................... 27 3.1.6. Kategori Pengguna/ Users ...................................................................... 27 3.1.7. Antar Muka App Mobile Surveys Sipetik.................................................. 28 3.2. Alur Kerja Survei Menggunakan Sipetik ..................................................... 33 3.2.1. Rancangan Survei................................................................................... 33 3.2.2. Settings App Mobile Surveys Sipetik dan Persiapan Lapangan................. 33 3.2.3. Collecting Data/Pengambilan Data Lapangan ......................................... 34 3.2.4. Accessing Data........................................................................................ 35 3.2.5. Editing Geographic Data/ Pengolahan Data............................................. 36 3.2.6. Creating Maps/Penyajian Peta ................................................................ 36 3.3. Geoportal Tematik ...................................................................................... 37 3.3.1. Pengertian Geoportal Tematik ................................................................. 37 3.3.2. Fungsi, Kedudukan Geoportal Tematik ................................................... 37 3.3.3. Fitur ....................................................................................................... 38 3.3.4. Alamat Akses.......................................................................................... 38 3.3.5. Kategori Pengguna/ Users ...................................................................... 39 3.4. Alur Kerja Aplikasi Geoportal Tematik ........................................................ 40 3.5. Studi Kasus Pelaksanaan Survei Mengggunakan App Mobile Surveys Sipetik ........................................................................................................ 42 BAB IV KLASIFIKASI, DEFINISI, STRUKTUR DATA...........................................46 4.1. Klasifikasi................................................................................................... 47 4.1.1. Klasifikasi Penguasaan Tanah ................................................................ 48 4.1.2. Klasifikasi Pemilikan Tanah.................................................................... 52 4.1.3. Klasifikasi Penggunaan Tanah................................................................ 54 4.1.4. Klasifikasi Pemanfaatan Tanah............................................................... 86 4.2. Definisi ....................................................................................................... 89 4.2.1. Definisi Umum........................................................................................ 89 4.2.2 Definisi Tiap Kelas .................................................................................. 91 4.3. Struktur Data............................................................................................164 4.3.1. Kode Wilayah.........................................................................................164 4.3.2. Struktur Data Masing-Masing Tema......................................................165 BAB V PENUTUP ...........................................................................................173 LAMPIRAN.......................................................................................................173
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 vi DAFTAR TABEL Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Survei PTPR................................................. 8 Tabel 2. Output Kegiatan .......................................................................................... 22 Tabel 3. Kategori Pengguna dalam Geoportal Tematik............................................... 39 Tabel 4. Klasifikasi untuk Penguasaan Tanah dan Kode Setiap Kelas ....................... 48 Tabel 5. Standar Klasifikasi dan Kode Kelas untuk Pemilikan Tanah........................ 52 Tabel 6. Klasifikasi dan Kode Kelas Penggunaan Tanah ............................................ 54 Tabel 7. Klasifikasi dan Kode Pemanfaatan Tanah .................................................... 86 Tabel 8. Definisi Setiap Kelas Penguasaan Tanah ..................................................... 91 Tabel 9. Definisi Setiap Kelas Pemilikan Tanah......................................................... 94 Tabel 10. Definisi Setiap Kelas Penggunaan Tanah ................................................... 96 Tabel 11. Definisi Setiap Kelas Pemanfaatan Tanah.................................................160 Tabel 12. Tabel Geometri .........................................................................................166 Tabel 13. Kode skala................................................................................................166 Tabel 14. Struktur Data Penguasaan Tanah ............................................................167 Tabel 15. Struktur Data Pemilikan Tanah................................................................169 Tabel 16. Struktur Data Penggunaan Tanah............................................................170 Tabel 17. Struktur Data Pemanfaatan Tanah...........................................................172
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 vii DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Roadmap Kementerian ATR/BPN 2020-2024........................................ 2 Gambar 2. Diagram Alir Pelaksanaan Pembuatan PTPR ........................................ 9 Gambar 3. Contoh Tampilan Penyajian Peta di Geoportal Tematik Hasil Survei Lapangan Food Estate di Kalimantan Tengah.......................... 36 Gambar 4. Contoh Tampilan Download Data Hasil Pengolahan Survei Lapangan dari Geoportal Tematik....................................................... 37 Gambar 5. Contoh kodefikasi kelas pada skala rinci............................................ 40
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 1 BAB I PENDAHULUAN
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah nasional IV 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan diberbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh, berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Dalam mencapai sasaran tersebut, RPJMN IV 2020-2024 yang tertuang dalam Perpres No. 18 Tahun 2020, memiliki tujuh agenda pembangunan yang saling berkaitan satu sama lain. Dimana agendanya yang nomor dua yaitu “Mengembangkan Wilayah untuk mengurangi Kesenjangan” merupakan salah satu isu strategis tentang pertanahan seperti yang tertuang dalam narasi RPJMN IV 2020-2024, yakni “Rendahnya kepastian hukum hak atas tanah dan ketimpangan pemilikan, penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah”. Oleh karena itu, berdasarkan isu strategis pertanahan di RPJMN 2020-2024 tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) melalui Rancangan Renstra 2024-2024 telah menetapkan tujuan kementerian yakni Menyelenggarakan Pengelolaan Pertanahan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, dengan Sasaran Terwujudnya Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah yang Berkepastian Hukum dan Produktif. Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, guna mencapai sasaran kementerian, dengan demikian berkontribusi lewat suatu roadmap 2020-2024 sebagaimana gambar berikut: Gambar 1. Roadmap Kementerian ATR/BPN 2020-2024
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 3 Roadmap di atas seiring dengan kegiatan yang nomenklaturnya di Rancangan Renstra 2020-2024 disebut Survei dan Pemetaan Tematik. Yang mana kegiatan tersebut dilaksanakan guna mewujudkan “Sistem Informasi Geospasial Tematik Pertanahan dan Ruang”. Rancangan Renstra Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) 2020-2024 berdasarkan Land Management Paradigm menjelaskan bahwa Kadaster dan Infrastruktur Pertanahan (KIP) dibutuhkan sebagai pondasi untuk mencapai visi dan misi Kementerian ATR/BPN. KIP menjadi basic layer bagi berbagai macam fungsi dan kegiatan administrasi pertanahan, yaitu dalam aspek land tenure, land value, land use, dan land development. KIP terwujud melalui kegiatan pemetaan tematik pertanahan dan ruang (PTPR). Kegiatan ini merupakan kegiatan survei dan pemetaan untuk mendapatkan data penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lengkap (completeness) dan valid (reliable). Berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 293/KEP-4.1/VII/2018 tanggal 23 Juli 2018 tentang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik ditetapkan sebagai Unit Produksi dan Unit Pengelola data dan informasi tematik. Unit produksi diartikan sebagai unit yang ditugaskan dan berwenang untuk memproduksi (mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan memutakhirkan) dan mengatur serta berkoordinasi mengenai data, metadata, dan informasi tematik. Terdapat 11 data dan informasi geospasial tematik yakni penguasaan tanah, pemilikan tanah, penggunaan tanah, pemanfaatan tanah, tanah aset pemerintah dan desa, kemampuan tanah, P4T perbatasan dan wilayah tertentu, tanah terlantar, permasalahan pertanahan, sosial ekonomi, dan tanah ulayat/masyarakat hukum adat. 1.2. Maksud Dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan tersusunnya Petunjuk Teknis ini adalah: a. Maksud pembuatan Petunjuk Teknis adalah untuk menyediakan pedoman teknis bagi pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang untuk pendataan tema penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (P4T) dan tema lainnya sesuai kebutuhan; b. Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis adalah agar didapat keseragaman dalam hal kedalaman informasi dan klasifikasi, keseragaman dalam pengertian/definisi, struktur data, dan prosedur, sehingga akan memudahkan pelaksanaan survei dan pengolahan data, serta pada kegiatan kompilasi dan sinkronisasi data yang dihasilkan oleh pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 4 1.3. Manfaat Sebagai unit produksi dan unit pengelola data dan informasi geospasial tematik di Kementerian ATR/BPN, Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik akan menerima manfaat dari tersusunnya Petunjuk Teknis ini diantaranya: a. Sebagai referensi pada pengembangan aplikasi Sipetik (misalnya, dalam hal penentuan kategori dan pengklasifikasian data pada formulir isian, serta untuk bahan manajemen database dalam mobile aplikasi Sipetik); b. Memberikan acuan bagi kegiatan verifikasi dan validasi di Geoportal Tematik; c. Memberikan referensi dalam hal pengendalian kegiatan pemetaan tematik pertanahan dan ruang (misalnya dalam hal penyusunan formulir kendali mutu kegiatan pemetaan tematik pertanahan dan ruang yang dilaksanakan pihak lain di luar direktorat, seperti pihak ketiga dan pelaksana di Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota). Bagi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, manfaat Petunjuk Teknis ini adalah: a. Memudahkan penggunaan data tematik pertanahan dan ruang untuk berbagai keperluan (multiguna). Data tematik pertanahan dan ruang pada hakikatnya merupakan informasi tematik dasar yang menjadi basic layer (tatakan) bagi kegiatan pertanahan dan tata ruang. Dengan tersedianya data yang terstandarkan, akan memudahkan penggunaan data lebih lanjut oleh berbagai unit kerja (misal deliniasi BWP, PZ dan perencanaan tata ruang lainnya; audit P4T; penataan P4T; kajian kebijakan P4T) dan untuk menunjang kegiatan strategis seperti perencanaan kawasan IKN, perencanaan kawasan untuk cadangan pangan (food estate), penataan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) prioritas. Dengan demikian, peta tematik pertanahan dan ruang dapat digunakan dalam rangka menuju pelayanan berbasis elektronik, pendaftaran tanah stelsel positive dan world class government; b. Mendukung pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) sebagai kegiatan kolaboratif lintas K/L; c. Memudahkan sharing data antar unit kerja. 1.4. Ruang Lingkup Ruang lingkup Petunjuk Teknis ini adalah: a. Proses (prosedur), dibagi menjadi dua yakni prosedur survei dan penggunaan aplikasi SiPetik dan Geoportal Tematik. b. Klasifikasi, memuat hierarki klasifikasi untuk tiap skala (level kedalaman informasi); c. Definisi, memuat definisi umum yang menjelaskan definisi operasional yang digunakan dalam Petunjuk Teknis ini dan definisi khusus yang menjelaskan definisi operasional tiap kelas; d. Struktur data, mencakup penamaan layer dan atribut;
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 5 BAB II PROSEDUR KEGIATAN SURVEI DALAM PEMBUATAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR)
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 6 BAB II PROSEDUR KEGIATAN SURVEI DALAM PEMBUATAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR) Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) adalah peta yang memuat batas fisik bidang tanah dan memiliki informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan informasi tematik lainnya, yang dilengkapi dengan unsurunsur geografis (seperti sungai, jalan, dan batas administrasi). Tujuan PTPR ialah memastikan bahwa seluruh hak (Rights), batasan (Restrictions), dan tanggung jawab (Responsibilities) masyarakat atas tanah tercatat dalam sistem administrasi pertanahan; memetakan seluruh bidang tanah berdasarkan batas fisik penggunaan dan pemanfaatan yang nampak secara nyata di lapangan (visible boundary); menginventarisasi data atribut penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah serta informasi tematik lainnya melalui sensus; dan menjadi basic layer berbagai informasi geospasial tematik Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional lainnya. PTPR memiliki banyak manfaat bagi bermacam stakeholder, manfaat tersebut diantaranya ialah bagi Kementerian ATR/BPN dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional, regional, dan sektoral di bidang pertanahan, seperti Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL), reforma agraria, legalisasi aset, pengendalian pertanahan dan pemberdayaan masyarakat, konsolidasi tanah, penatagunaan tanah, serta penanganan sengketa dan konflik pertanahan dan memperoleh data dan informasi desa di areal batas kawasan hutan terkait dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang bermanfaat bagi inventarisasi potensi desa (membangun sistem basis data desa). PTPR juga bermanfaat bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka inventarisasi dan pengelolaan kawasan hutan yang lebih optimal. Bagi badan usaha dan masyarakat umum di sekitar perbatasan kawasan hutan dalam rangka mendapatkan kepastian batas kawasan hutan dan non hutan serta kepastian hukum dalam kepemilikan hak atas tanah karena berupa sensus, maka tidak ada informasi penguasaan dan pemilikan yang terlewatkan, artinya tidak ada hak-hak masyarakat yang tidak tercatat. Serta bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Pemerintah Desa, data PTPR sebagai basic layer pada fungsi kegiatan administrasi pertanahan yang ditampilkan dalam bentuk PTPR dan dapat dijadikan data dan informasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya oleh pemangku kepentingan. PTPR disusun melalui berbagai tahapan yang harus dilakukan diantaranya adalah proses pengambilan data lapangan PTPR atau sebelumnya dikenal dengan istilah survei Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan (P4T).
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 7 Survei PTPR dilakukan untuk menghasilkan data yang bersifat data primer dari lapangan dan informasi atau keterangan dari narasumber. Metode yang digunakan juga dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengambilan data, diantaranya: survei langsung di lapangan untuk menghasilkan data primer, wawancara dengan narasumber, pendekatan sampling, ataupun kombinasi berbagai macam pendekatan tersebut. Dalam melaksanaan kegiatan PTPR, perlu terlebih dahulu dilakukan penentuan Area of Interest (AoI), yakni penentuan lokasi dan delineasi area pelaksanaan kegiatan. Beberapa kriteria dan batasan yang digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk penentuan AoI adalah: 1. Area tersebut merupakan area dalam cakupan Program Strategis Nasional (PSN), seperti misalnya untuk kegiatan Pengembangan Food Estate, atau kegiatan Calon Ibu Kota Negara, maupun kegiatan lain yang terkait dengan PSN seperti misalnya pengadaan tanah untuk kawasan super prioritas. Delineasi AoI untuk PSN biasanya sudah ditentukan pada level pusat, sehingga pelaksanaan hanya perlu mengikuti AoI yang sudah ditetapkan tersebut. Akan tetapi delineasi untuk wilayah penyangga PSN atau wilayah pengembangan PSN dapat berasal dari Pemerintah Daerah. 2. Area yang mendukung pembuatan rencana tata ruang, yang antara lain dapat berupa penyusunan RDTR dan juga penyusunan tata ruang kawasan. 3. Area yang dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah dan SKPD untuk kegiatan pengembangan kawasan dan pelaksanaan kegiatan tertentu di daerahnya. Dengan demikian terdapat pemintaan atau kesepakatan dengan pemerintah daerah dalam penentuan lokasi kegiatan. 4. Guna kepentingan internal Kementerian ATR/BPN, maka kriteria dan batasan AoI adalah: a. Kegiatan PTPR dilaksanakan di area yang pada tahun berikutnya mendukung perencanaan kegiatan strategis oleh unit kerja di lingkungan Kementerian ATR/BPN; b. Area atau lokasi yang membutuhkan data tematik pertanahan dan ruang secara lengkap dan up to date guna perbaikan data misalnya area transmigrasi lama, atau area yang secara yuridisnya membutuhkan dukungan data untuk penyelesaian klaim tanah adat, sengketa, kepemilikan ganda dengan sertipikat lama; c. AoI kegiatan PTPR dilaksanakan seoptimal mungkin berbasis desa guna menghasilkan desa yang terpetakan lengkap. Beberapa desa tersebut terletak dalam satu hamparan (sistematis); d. Kegiatan PTPR diutamakan dilaksanakan di luar desa yang telah mendapat Program PTSL. Catatan : Kegiatan PTPR dilaksanakan pada Areal Penggunaan Lain (APL), tetapi khusus terkait AoI (Area of Interest) dalam cakupan kawasan Program Strategis Nasional (PSN) dapat dilaksanakan di dalam kawasan hutan sesuai dengan AoI yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang, misalnya : BAPPENAS, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan yang lainnya.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 8 Secara umum, tahapan pelaksanaan dalam Pembuatan PTPR adalah sebagai berikut: Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Survei PTPR No. Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Metode Pelaksanaan Output 1 Koordinasi Penyusunan rencana untuk pencapaian tujuan kegiatan - Rapat internal - Rapat dengan stakeholder yang memerlukan data tematik pertanahan dan ruang (data PTPR), Seperti K/L/D/Pemerintah Desa terkait - Perencanaan dan penetapan lokasi yang akan di survei - Penyiapan kebutuhan anggaran yang diperlukan 2 Persiapan Administrasi - Surat Keputusan Penyelenggaraan Kegiatan PTPR - Administrasi persuratan seperti Surat Tugas, Surat Pemberitahuan, dll. - Perizinan lainnya sesuai kebutuhan di lokasi, seperti Protokol Kesehatan, dll - Rapat Internal - Vidcon Meeting untuk pembentukan tim dan koordinasi teknis pelaksanaan pekerjaan dengan tim dari kanwil dan kantah, pemerintah setempat - Rapat/vidcon dengan K/L/D terkait terkait koordinasi kebutuhan data dan pemberitahuan/ joint survey - Surat Keputusan (Penyelenggaraan dan Pembentukan Tim Teknis) - Surat Tugas - Surat Pemberitahuan (ke Pemerintah Daerah dan Instansi Lainnya) Teknis - Penyiapan Peta Dasar dan data pendukung lainnya - Penyiapan peta kerja - Penyiapan Peralatan survei - Peta Kerja - Perlengkapan dan Peralatan Pendukung kegiatan seperti : Tablet, Laptop, GPS, alat tulis, dll Kendali Mutu Persiapan Checking / kontrol kualitas pelaksanaan persiapan Formulir dan Laporan Kendali Mutu Persiapan
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 9 No. Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Metode Pelaksanaan Output 3 Sosialisasi Sosialisasi: penyampaian maksud dan tujuan serta muatan teknis kegiatan dalam rangka mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait - Rapat /FGD - Menentukan Peserta Kegiatan: seperti: Camat, Kades/Lurah, Kanwil, Kantah, dan Pemda setempat (Dinas PUPR, BBWS, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian) - Narasumber: Kementerian ATR/BPN - Pemda (Sekda/BBWS) - Materi sosialisasi - Laporan/Berita Acara Sosialisasi Bimbingan Teknis: peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi petugas survei dan pembantu lapangan - Rapat Fullboard/ Meeting - Penentuan Peserta petugas survei, baik Kanwil, Kantah, ASK, Vokasi - Pengajar: Project Leader/Tim Pengajar - Modul/Materi Bimbingan Teknis - Laporan/Berita Acara Bimbingan Teknis 4 Penyuluhan Penyuluhan: pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pekerjaan - Rapat di balai desa/kecamatan dengan menghadirkan dinas terkait/tokoh masyarakat dan masyarakat pemilik/penguasa tanah - Petugas penyuluh: Project Leader, tim penyuluh/petugas survei - Materi Penyuluhan - Berita Acara Penyuluhan 5 Survei Lapangan Survei Lapangan: kegiatan pengambilan data lapangan - Metode yang digunakan: groundcheck dan delineasi berdasarkan penunjukan pihakpihak yang terkait yang dilakukan di Data dan informasi spasial dan tekstual (Primer dan Sekunder)
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 10 No. Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Metode Pelaksanaan Output atas peta kerja/SiPetik Kendali Mutu Survei Lapangan - Uji sampling dari data yang telah diambil diverifikasi di lapangan - Checking kelengkapan data lapangan Formulir dan Laporan Kendali Mutu Survei Lapangan 6 Pengolahan Data dan Penyusunan Laporan Pengolahan Data: Topologi, Edge Matching, Pembuatan Struktur Geodatabase, Input NIS (Nomor Identifikasi Sementara) dan Standarisasi Kartografi - Rapat internal - Rapat dengan K/L terkait (paparan hasil sementara s.d. paparan hasil akhir Data dan Informasi PTPR Kendali Mutu Pengolahan Data Uji sampling dari tahapan pengolahan data Formulir dan Laporan Kendali Mutu Pengolahan Data Penyusunan Laporan: pendokumentasian semua hasil pekerjaan dalam bentuk laporan tertulis yang dilampiri hasil-hasil pekerjaan dalam bentuk laporan tertulis yang dilampiri hasil-hasil pekerjaan Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 11 No. Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Metode Pelaksanaan Output 7 Penyerahan Hasil Penyerahan hasil pekerjaan kepada pemberi pekerjaan seperti K/L/D terkait Peta tematik pertanahan dan ruang yang memuat data dan informasi PTPR yang terupload dalam Geoportal Tematik dan bisa diakses oleh K/L/D/stakeholders terkait Berikut ini merupakan gambaran penjelasanan diatas berupa diagram alir tahapan pelaksanaan pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 12 Gambar 2. Diagram Alir Pelaksanaan Pembuatan PTPR
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 13 Pelaksanaan survei PTPR saat ini sudah dilakukan dengan pendekatan digital menggunakan aplikasi online yang bersifat real time. Adapun rincian tahapan sebagai berikut : 2.1. Koordinasi Untuk dapat melakukan Survei PTPR, diperlukan koordinasi maupun pendekatan teknis yang tepat agar PTPR yang disusun dapat memberi manfaat kepada penggunanya. Berikut tahapan Koordinasi kegiatan Survei PTPR: Pertemuan internal FGD dengan melibatkan stakeholder terkait Penyampaian maksud dan tujuan Kegiatan Kesepakatan bersama untuk pelaksanaan kegiatan baik berupa kepastian area wilayah kerja, kerangka acuan kerja dan kebutuhan anggaran yang diperlukan. Koordinasi dengan pihak-pihak pemangku kepentingan sangat diperlukan daam survei. Misalnya, koordinasi antar lembaga yang dilakukan mulai dari tingkat pusat maupun daerah. Bila koordinasi tidak terlaksana, maka bisa menjadi penghalang dalam merealisasikan pekerjaan survei PTPR, seperti tidak terlaksana, tumpang tindih peran dan tidak efisien dalam pekerjaan. 2.2. Persiapan Dalam tahap persiapan, hal-hal yang dilakukan adalah melaksanakan persiapan administrasi dan persiapan teknis. A. Persiapan Administrasi Penyelenggaraan kegiatan pembuatan PTPR dapat dilaksanakan Penyedia Pihak Ketiga atau melalui melalui skema Swakelola tipe I dan II, dimana: 1. Swakelola Tipe I adalah Swakelola yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh Kementerian itu sendiri; 2. Swakelola Tipe II adalah Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh Kementerian penanggung jawab anggaran dan dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah lain pelaksana Swakelola. Dokumen administrasi yang perlu disiapkan sebagai berikut: Kelengkapan administrasi dan keuangan; Daftar SDM pelaksana; Daftar ketersediaan anggaran; Daftar peralatan yang akan digunakan; Dan lain lain sesuai kebutuhan Adapun administrasi kegiatan antara lain: Penyiapan SK pelaksana kegiatan; Penyiapan surat tugas; Surat perjalanan dinas;
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 14 Jadwal pelaksanaan kegiatan lapangan, serta Surat Pemberitahuan ke Pemerintah Daerah setempat atau stakeholder instansi terkait lainnya; Dan lain lain sesuai kebutuhan. Administrasi dan dokumen keuangan antara lain: Pembuatan Daftar Nominatif; Pengajuan Uang Muka Kerja (UMK); Dan lain lain sesuai kebutuhan. B. Persiapan Teknis Persiapan teknis pada kegiatan pembuatan PTPR dilakukan dengan menyiapkan peta kerja. Peta kerja digunakan sebagai peta acuan untuk melaksanakan orientasi dan identifikasi lapangan untuk mengetahui kondisi lapangan wilayah pekerjaan sehingga diperoleh informasi yang komprehensif. Pembuatan peta kerja dilaksanakan dalam rangka persiapan pelaksanaan survei lapang. Untuk pembuatan peta kerja, langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Menyiapkan bahan pembuatan peta kerja berupa penyiapan peta dasar seperti: Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), foto udara, citra penginderaan jauh/satelit (citra satelit atau peta citra lainnya yang telah memiliki standar kualifikasi peta dasar/memenuhi standar sebagai citra tegak) sesuai dengan output skala yang akan dihasilkan. Apabila peta dasar RBI skala besar belum tersedia, maka dapat melakukan proses digitasi peta dasar dengan melakukan digitasi on screen unsur peta dasar berupa sungai, jalan dan unsur lainnya dengan berpedoman kepada standar kualifikasi pembuatan peta dasar; 2. Menyiapkan AoI yang akan dilaksanakan pengambilan data; 3. Peta kerja memuat data-data sekunder, diantaranya: Peta Batas Administrasi Peta Kawasan Hutan Peta Bidang Tanah (online KKP, ataupun offline) Peta hasil kegiatan lain seperti redistribusi tanah, survei PTPR yang telah dilaksanakan sebelumnya Peta Rincikan Pajak Bumi dan Bangunan Peta Tata Ruang Peta Transmigrasi Peta lainnya yang mendukung kegiatan. 4. Format layout untuk peta kerja mengacu pada format blad sistematis skala 1:2.500. 5. Peta kerja dicetak dengan jumlah yang menyesuaikan dengan luas area kerja. 6. Desain layout peta kerja mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik (Terlampir).
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 15 7. Digital citra/foto udara yang digunakan pada peta kerja dapat dimasukkan ke dalam SiPetik yang digunakan sebagai background delineasi. 8. Peta kerja dalam format digital dapat dimasukan ke dalam aplikasi Sipetik. Format digital peta kerja adalah dalam bentuk shp file yang sudah terstandarisasi. 2.3. Sosialisasi dan Bimbingan Teknis 2.3.1. Sosialisasi Sosialisasi merupakan salah satu hal penting yang tidak dapat dilupakan, karena keberhasilan sosialisasi ini menjadi gerbang keberhasilan proses pelaksanaan survei selanjutnya, terutama untuk pelaksanaan survei berbasis bidang tanah yang banyak melibatkan stakeholder. Sosialisasi pelaksanaan pekerjaan ini meliputi proses koordinasi awal/komunikasi yang ditindaklajuti dengan pertemuan dengan para pihak, mulai dari unsur pemerintahan dari berbagai level, sampai dengan tokoh masyarakat tempat lokasi pelaksanaan survei akan dilaksanakan. Metode pelaksanaan sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk pertemuan yang menyampaikan paparan kegiatan dimaksud dengan menampilkan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan, lokasi pelaksanaan kegiatan, metode pelaksanaan kegiatan, dan keterlibatan para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. 2.3.2. Bimbingan Teknis Bila pelaksana survei adalah ASN/PPNPN/Surveyor Kadaster/Asisten Surveyor Kadaster, maka sebelumnya harus telah menguasai metode pelaksanaan survei berikut dengan penggunaan aplikasi Sipetik dan Geoportal tematik, hal ini penting karena mereka yang akan bertugas sebagai fasilitator ataupun pelaksana pengambilan data langsung di lapangan. 2.4. Penyuluhan Penyuluhan dilaksanakan dalam level desa atau kelurahan, dilaksanakan lebih detil karena langsung melibatkan para pihak dan masyarakat yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan, terutama aparat desa dan perangkat desa yang nantinya akan menjadi pembantu lapang. Bentuk penyuluhan adalah: 1. Tindak lanjut kegiatan sosialisasi sebelumnya; 2. Menginformasikan kegiatan pada level desa dan level warga; 3. Menginformasikan bentuk peran serta desa dalam kegiatan; 4. Lingkup kegiatan bila melibatkan peran serta desa atau kelurahan sebagai pembantu lapang kegiatan survei, maka diperlukan kegiatan tambahan berupa pengenalan pelaksana kegiatan survei pengambilan data lapang, mulai dari tata cara pelaksanaan survei, penggunaan peralatan dan
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 16 aplikasi survei dan pengisian formulir survei lapang, serta pelibatan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan survei; 5. Keterlibatan masyarakat di lapangan dapat ditempuh melalui beberapa pendekatan, bila memungkinkan dapat melibatkan peran serta masyarakat pemilik tanah langsung, bila hal tersebut tidak memungkinkan maka langkah yang dapat ditempuh adalah dengan melibatkan perangkat desa/ kepala dusun/ kepala rukun warga/ kepala rukun tetangga/ tokoh masyarakat/ narasumber lain yang kompeten yang mengetahui informasi mengenai penguasaan atau pemilikan atas bidang tanah suatu wilayah yang menjadi narasumber. Catatan: Penyuluhan dapat dilaksanakan bersamaan dengan pengambilan data di lapangan apabila tidak tersedia anggaran penyuluhan secara tersendiri. 2.5. Survei Lapangan 2.5.1. Survei Lapangan Proses pengambilan data lapangan atau yang lebih dikenal dengan istilah survei lapang merupakan tahapan penting yang harus dilakukan untuk menghasilkan atau memperoleh informasi dan data primer baik data dalam format spasial atau pun data primer dalam format tekstual. Metode yang digunakan dan dikembangkan dalam pengambilan data lapangan (survei lapang) adalah menggunakan pendekatan digital, walau secara praktis terdapat beberapa pendekatan metode tergantung kebutuhan skala peta yang akan dihasilkan. Produk data spasial yang dihasilkan memiliki variasi output skala yang beragam, mulai dari skala menengah yang berbasis wilayah sampai dengan skala besar yang berbasis bidang tanah. Dalam prakteknya masing-masing output skala akan menggunakan pendekatan metode yang berbeda. Metode survei yang digunakan diantaranya adalah dengan menggunakan metode sampling untuk skala menengah yang berbasis wilayah dan metode wawancara yang dikombinasikan dengan delineasi bidang tanah untuk skala besar yang berbasis bidang tanah. Dalam pelaksanaan pengambilan data lapang (survei lapang), dapat dilakukan dengan pendekatan 3 (tiga) metode, yaitu: 1. Metode digital yang berbasis penggunaan aplikasi mobile dan geoportal. Metode ini mengembangkan sistem survei berbasis digital dan real time melalui aplikasi mobile survei, data peta kerja dan formulir survei lapang sudah terintegrasi di dalam aplikasi (sudah dalam bentuk digital) dan tidak lagi formulir survei lapang hard copy. Penggunaan aplikasi mobile Sipetik dan Geoportal dapat dilihat pada Modul Petunjuk Penggunaan Sipetik dan Geoportal Tematik. 2. Metode manual, yakni pelaksanaan survei secara konvensional, memanfaatkan peta kerja dan formulir survei lapang dalam format hard copy. 3. Metode kombinasi, yakni menggabungkan metode digital berbasis aplikasi dan geoportal dengan metode manual, hal ini dilakukan
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 17 terutama untuk pelaksanaan survei dengan output skala besar berbasis bidang tanah. Pertimbangan yang dilakukan karena pada saat pelaksanaan survei dengan skala besar dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan dapat dilaksanakan secara partisipatif. Tidak semua orang yang terlibat memiliki pemahaman dan kemampuan dalam membaca peta, untuk itulah perlu tetap disediakan media yang dapat digunakan oleh narasumber atau pihakpihak yang terlibat untuk dapat memberikan informasi yang dibutuhkan di atas peta kerja hard copy, sedangkan bagi fasilitator dan petugas dapat menggunakan aplikasi berbasis mobile aplikasi. Petunjuk Teknis ini menyajikan pelaksanaan pengambilan data lapangan menggunakan mobile application SiPetik dan Geoportal Tematik. Dalam pengambilan data lapang yang menghasilkan output skala besar berbasis bidang tanah menggunakan aplikasi SiPetik, maka langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut: 1. Menyiapkan peta kerja berbasis digital yang berupa data citra satelit tegak/foto udara/data raster lainnya yang telah dikonversi ke dalam format Mbtiles. Tatacara konversi data akan dijelaskan pada Bab penggunaan perangkat aplikasi; 2. Menyiapkan peta dasar RBI/Peta dasar pendaftaran/peta dasar lainnya ataupun hasil digitasi unsur dasar berupa jalan/sungai/toponimi dan tempat penting dalam format shapefile; 3. Meng-upload semua data dimaksud ke dalam aplikasi Sipetik, setelah terlebih dahulu aplikasi sipetik terinstal pada perangkat smartphone android. Tatacara penggunaan aplikasi Sipetik dan geoportal tematik akan dijelaskan pada Bab penggunaan perangkat aplikasi; 4. Apabila pelaksanaan survei menggunakan metode kombinasi antara metode digital dengan metode manual, maka diperlukan pencetakan peta kerja hardcopy untuk keperluan delineasi oleh narasumber; 5. Selanjutnya proses survei sudah bisa dilaksanakan dengan membuka aplikasi Sipetik. Langkah sederhana untuk memulai survei adalah sebagai berikut: a) Pastikan posisi surveyor/fasilitator/petugas survei telah berada di lokasi survei dan telah bersama narasumber yang kompeten. b) Buka aplikasi SiPetik, terdapat 4 menu utama pada halaman muka yaitu menu PTPR, Toponimi, INTIP, dan Referensi. Pilih salah satu menu sesuai dengan tujuan survei, sebagai contoh akan digunakan menu PTPR. c) Klik icon PTPR, maka akan muncul Job-PTPR sebagai manajemen survei. Apabila kita akan memulai survei maka kita diharuskan membuat Job baru, bila akan melanjutkan survei maka dapat menggunakan job yang telah ada. d) Setelah membuat job, dan klik job yang sudah dibuat maka akan muncul di screen utama tampilan background berupa citra satelit, arahkan posisi dengan mengklik icon titik 3 baris yang berada di pojok kanan atas, lalu pilih tampilkan/sembunyikan lokasi, maka titik GPS akan mengarahkan pada posisi saat ini.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 18 e) Bila telah memiliki peta kerja dalam format PTPR, maka dapat dipanggil data dimaksud dengan meng klik pilih PTPR, lalu pilih lokasi penyimpanan Mbtiles dimaksud di dalam perangkat smartphone, demikian juga untuk unsur dasar dalam format shapefile dapat dipanggil dengan memilih menu import shp. f) Untuk memulai digitasi, dengan memilih tanda + yang berada di pojok kanan bawah pada tampilan utama screen, setelah di klik akan muncul pilihan menggunakan pointer atau S-pen untuk melakukan digitasi bidang tanah di atas screen. g) Dalam tahap digitasi, surveyor/fasilitator/petugas yang berwenang dapat memulai digitasi bidang tanah dimaksud berdasarkan informasi dari narasumber, bila narasumber cukup memahami lokasi yang ada di screen maka atas petunjuk narasumber, petugas dapat langsung mendelineasi di atas screen, namun bila narasumber kesulitan, maka narasumber dapat menggambarkan (mendelineasi) bidang tanah di atas peta kerja hardcopy yang telah disediakan, setelah itu petugas dapat memindahkan hasil deliniasi yang telah dilakukan oleh narasumber dalam aplikasi SiPetik dengan mendigitasi (mendelineasi) ulang di atas screen. h) Setelah bidang tanah terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengisian atribut data bidang tanah dimaksud. Langkahnya adalah klik pada bidang tanah yang telah dihasilkan, maka pada bagian bawah screen akan muncul 3 pilihan, pilih pada bagian bawah tengah untuk mengisi atribut data, setelah terbuka lalu mengisi atribut bidang dimaksud sesuai dengan informasi yang diberikan oleh narasumber. Setelah seluruh isian formulir selesai, maka simpan formulir yang telah terisi tersebut. i) Langkah selanjutnya adalah pengisian tandatangan. Klik pada pojok kanan atas tanda titik tiga berbanjar, lalu pilih tanda tangan petugas, lalu bubuhkan tanda tangan petugas pada tempat yang telah disediakan, dapat menggunakan jari atau pen, lalu simpan. j) Langkah selanjutnya adalah melakukan hal yang sama, lalu pilih menu pemberi keterangan. Setelah di klik pemberi keterangan, maka akan muncul kolom pemberi keterangan, pilih jabatan pemberi keterangan, dan lanjutkan dengan penulisan nama pemberi keterangan, selanjutnya bubuhkan tanda tangan pemberi keterangan pada kolom yang telah disediakan, lalu simpan data dimaksud. k) Satu hal yang jangan sampai terlupakan adalah mengambil gambar objek bidang tanah yang disurvei, karena ini penting untuk memastikan bahwa objek bidang tanah yang diambil adalah benar kondisinya. Untuk mengambil gambar, klik pada bidang tanah yang telah di delineasi dan di isikan atributnya, pada pojok kanan bawah, klik icon panorama, lalu akan muncul kotak dialog pengambilan gambar, klik tanda + lalu ambil gambar
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 19 objek bidang yang dimaksud menggunakan kamera pada perangkat smartphone, lalu simpan. l) Selanjutnya adalah proses pengiriman data yang telah dikumpulkan dalam bentuk spasial bidang tanah, atribut isian data bidang tanah, pemberi informasi, petugas, dan gambar bidang tanah ke dalam server. Untuk pengiriman data ke server, klik bagian kanan atas tanda titik 3 berbanjar, lalu klik icon kirim data ke server. Bila sebelumnya belum memilih wilayah, akan muncul kotak dialog pilih wilayah, klik ok, maka akan masuk ke kotak dialog selanjutnya yang berisi wilayah kabupaten, kecamatan, dan desa, pilih master data terlebih dahulu untuk mendownload wilayah dan tempat, serta referensi klasifikasi penggunaan dan pemanfaatan tanah. (langkah ini dapat pula dilakukan di awal pada saat akan memulai proses pengambilan data lapangan, dapat dipilih menu utama referensi pada bagian halaman utama yang terletak di bagian kanan atas). Perlu diingat data dalam referensi hanya dapat di download/muncul di dalam aplikasi manakala bekerja pada wilayah kerja yang sudah diregistrasi, bila bekerja di luar wilayah yang diregistrasi, maka informasi wilayah tidak akan muncul. m) Langkah selanjutnya adalah melakukan pengiriman data gambar ke server, klik menu kirim data gambar ke server, lalu akan muncul kotak dialog sinkronisasi gambar, klik Ok. n) Langkah selanjutnya adalah melakukan pengiriman tanda tangan ke server, klik menu kirim tanda tangan ke server, lalu akan muncul kotak dialog sinkronisasi tanda tangan, klik Ok. o) Aplikasi SiPetik juga dapat menampilkan informasi bidang tanah yang ada di KKP, untuk melihat informasi bidang tersebut dapat dilakukan dengan masuk ke menu utama Pembuatan PTPR pada bagian atas terdapat icon limas segi empat bertumpuk, klik icon tersebut maka akan muncul bidang tanah yang bersumber dari KKP. Bila akan menggunakan data bidang tersebut dan akan dilengkapi informasinya berdasarkan tabel informasi yang ada di PTPR, maka cukup klik bidang tanah yang dimaksudkan, maka akan muncul kotak dialog yang menginformasikan informasi bidang tersebut. Untuk menggunakan bidang tersebut sebagai data bidang tanah di menu PTPR, klik kembali pada bidang dimaksud, maka pada bagian bawah akan muncul menu untuk menambahkan atribut datanya, klik menu tersebut dan lakukan langkah sebagaimana urutan yang telah dijelaskan di atas. 2.5.2. Kendali Mutu Survei Lapangan Kendali mutu hasil survei lapangan merupakan proses pengecekan terhadap tahap hasil survei lapangan yang telah dilakukan memenuhi standar atau kualitas yang telah ditetapkan. Jika hasil survei lapangan belum memenuhi standar, atau masih ada beberapa proses yang belum
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 20 memenuhi kualifikasi, maka dilakukan perbaikan sehingga dihasilkan data yang benar. Adapun Kendali mutu hasil survei lapangan dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut: 1. Uji sampling data spasial dan atribut yang telah diambil di lapangan dan kemudian di verifikasi hasilnya. 2. Periksa (Checking) kelengkapan dan kebenaran data atribut hasil lapangan. 3. Kendali mutu hasil survei lapangan ini dituangkan ke dalam berita acara kendali mutu hasil Survei Lapangan. 2.6. Pengolahan Data dan Penyusunan Laporan 2.6.1. Pengolahan Data Pengolahan data adalah proses mengolah data hasil survei menjadi informasi yang dibutuhkan. Dilakukan setelah data-data berhasil dikumpulkan dari kegiatan pengumpulan data/survei lapang. Pengolahan data spasial IGT PTPR yang memiliki skala besar berbasis bidang tanah akan menggunakan geoportal tematik dan aplikasi SIG. Pengolahan data dalam format digital berbentuk shp. file yang diambil menggunakan dari perangkat aplikasi SiPetik diantaranya data, foto geotagging objek di lapangan serta data hasil lapangan berupa spasial dan tabular yang telah menjadi satu kesatuan. Semua informasi yang dihasilkan tersebut dikombinasikan sebagai dasar untuk pengolahan data lebih lanjut. Adapun tahapan dalam pengolahan data adalah sebagai berikut: 1. Download Data Hasil Survei Lapang Download data survei lapang adalah memindahkan data hasil deliniasi lapangan dan foto hasil geotagging di lapangan dari perangkat aplikasi SiPetik kedalam format file yang dapat ditampilkan di dalam aplikasi pengolahan data spasial. Format file yang dihasilkan berupa shp. file akan digunakan dalam pengolahan data. 2. Tabulasi Data Tabulasi data dimaksudkan agar data-data yang telah terkumpul dapat dihimpun dalam satu kesatuan data dan pada akhirnya nanti dapat dihubungkan antara hasil tabulasi data antara hasil survei dan data penunjang/pendukung objek yang disurvei seperti data kependudukan, data catatan hasil wawancara sehingga sangat bermanfaat pada saat dilakukan proses pengolahan data. 3. Editing Data Editing data adalah proses perbaikan data berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan dari proses survei lapang. Umumnya editing dilakukan pada aplikasi ArcGIS. Data yang dilakukan perbaikan atau editing data adalah data hasil survei yang memiliki kesalahan misalnya masih terdapat gap antar bidang tanah yang disurvei, ada
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 21 data yang belum matching dengan data hasil wawancara. Proses editing data dilakukan dengan: a. Melakukan konfirmasi antara bidang yang bersebelahan, apakah sesuai klasifikasi pada bidang tanah yang dimaksud dengan data hasil survei lapangnya. Ada beberapa hal yang dilakukan, untuk mencari kesalahan pada bidang misalnya kita menggunakan Error Topology pada aplikasi ArcGis melalui rule base seperti No Gap, No Overlap, dll. b. Melakukan cross check terhadap data kawasan hutan, data bidang tanah terdaftar, data bidang tanah terdaftar skala besar seperti HGU, peta transmigrasi, dan peta lainnya seperti peta aset desa, peta tanah pemerintah yang didapatkan pada saat dilakukan survei lapangan, sebagai bahan masukan untuk edit spasial dan pengisiaan atributnya. Untuk edit isian atribut ini misalnya terkait kepemilikan tanah. 2.6.2. Kendali Mutu Pengolahan Data Kendali mutu hasil pengolahan data merupakan proses pengecekan, apakah tahap hasil pengolahan yang telah dilakukan telah memenuhi standar atau kualitas yang telah ditetapkan. Jika hasil pengolahan belum memenuhi standar, atau masih ada beberapa proses yang belum memenuhi kualifikasi, maka dilakukan perbaikan sehingga dihasilkan data yang benar, dan bila sudah memenuhi standar dilanjutkan dengan proses layout peta. Kendali mutu dilaksanakan melalui presentasi oleh pelaksana pekerjaan terhadap hasil pengolahan. Adapun Kendali mutu hasil pengolahan data dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut untuk memastikan: 1. Hasil tabulasi data yang sudah sesuai dengan standar 2. Entri data yang sudah diselesaikan dan sesuai dengan standar dan kualifikasi yang ditetapkan 3. Hasil editing data sudah sesuai dengan kondisi dan informasi data eksisting di lapangan 4. Ketersambungan antara batas geometri dan fungsionalnya sudah sesuai sebagai hasil dari kegiatan edge matching 5. Hasil integrasi data dapat ditampilkan dalam satu tampilan yang sudah sesuai dengan standar dan kualitas yang telah ditentukan 6. Kendali mutu hasil pengolahan ini dituangkan ke dalam berita acara Kendali mutu hasil pengolahan data. 2.6.3. Penyusunan Laporan Laporan merupakan presentasi pelaksanaan dan hasil kegiatan yang disajikan dalam bentuk Petunjuk Teknis. Jadi kegiatan pelaporan adalah kegiatan pembuatan laporan akhir sebagai proses akhir dalam rangkaian pembuatan peta tematik informasi tematik bidang tanah. Dalam laporan akhir disertakan tahap pekerjaan, data dan informasi berupa tabulasi,
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 22 rekapitulasi, dan diagram dari peta tematik yang dibuat. Laporan dibuat dalam bentuk hardcopy dan softcopy (.pdf) dan didistribusikan kepada para pihak yang berkepentingan. Dalam kegiatan ini terdapat output per tahap kegiatan dan output utama. Output per tahapan kegiatan adalah hasil yang diperoleh dari masingmasing tahapan. Output utama adalah output yang menjadi target hasil akhir kegiatan keseluruhan (yang biasanya juga menjadi output dari tahapan kegiatan terakhir). Berikut disampaikan output dalam tiap tahapan kegiatan: Tabel 2. Output Kegiatan No Tahap kegiatan Evidence Output 1 Penyusunan bahan dan pembuatan peta kerja 1. Surat Keputusan Penyelenggaraan Kegiatan PTPR 2. Peta Kerja 3. Dokumen Belanja Bahan - Kuitansi Pembelian Bermaterai - Daftar Penerimaan Belanja Bahan (Untuk perlengkapan lapangan) 2 Penyuluhan 1. Surat Undangan Penyuluhan, 2. Surat Tugas Penyuluhan 3. Daftar Hadir Penyuluhan, 4. Berita Acara Penyuluhan, 5. Laporan Perjalanan Dinas Penyuluhan, 6. Surat Perintah Dinas (SPD) 7. Daftar Nominatif 8. Kuitansi Pembelian Bermaterai (untuk konsumsi) 3 Bimbingan Teknis 1. Surat Undangan Bimbingan Teknis, 2. Surat Tugas Bimbingan Teknis 3. Daftar Hadir Bimbingan Teknis, 4. Berita Acara Bimbingan Teknis, 5. Laporan Perjalanan Dinas Bimbingan Teknis, 6. Surat Perintah Dinas (SPD), 7. Daftar Nominatif , 8. Kuitansi Pembelian Bermaterai (untuk konsumsi) 4 Pengambilan Data Lapangan 1. Surat Tugas Pengambilan Data Lapangan, 2. KTP Pembantu Lapang 3. Daftar Hadir Pengambilan Data Lapangan, 4. Berita Acara Pengambilan Data Lapangan, 5. Laporan Perjalanan Dinas Pengambilan Data Lapangan,
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 23 No Tahap kegiatan Evidence Output 6. Surat Perintah Dinas (SPD), 7. Daftar Nominatif, 8. Data Survei Lapangan 5 Kendali Mutu 1. Surat Tugas Kendali Mutu, 2. Daftar Hadir Kendali Mutu, 3. Laporan Perjalanan Dinas Kendali Mutu, 4. Surat Perintah Dinas (SPD), 5. Daftar Nominatif, 6. Formulir Kendali Mutu 6 Pengolahan data dan penyusunan laporan 1. Peta digital dan upload ke Geoportal 2. Laporan Akhir Kegiatan Output utama pelaksanaan kegiatan ini adalah peta digital geospasial tematik pertanahan dan tata ruang yang bersisi data tekstual dan spasial informasi bidang tanah untuk empat tema yakni penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah. Hasil disajikan secara komprehensif dan sistematis dalam satu desa (prinsip desa lengkap) dalam format digital geodatabase serta sudah diupload ke geoportal tematik. Serta bukti/eviden setiap item kegiatan, berita acara penyuluhan dan Bimbingan Teknis, dan berita acara Kendali Mutu.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 24 BAB III PANDUAN PENGGUNAAN PERANGKAT APLIKASI SIPETIK DAN GEOPORTAL TEMATIK DALAM SURVEI PTPR
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 25 BAB III PANDUAN PENGGUNAAN PERANGKAT APLIKASI SIPETIK DAN GEOPORTAL TEMATIK DALAM SURVEI PTPR Perkembangan teknologi informasi membawa dampak pada penyelenggaraan sistem pemerintahan. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, penyelenggaran pemerintahan didorong untuk menggunakan sistem elektronik dalam setiap layanan dan kegiatan. Dalam rangka implementasi instruksi tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia (ATR/BPN) dituntut untuk melakukan inovasi sistem pelayanan yang berbasis teknologi sehingga penyelenggaraan tugas dan fungsi Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia (ATR/BPN) berjalan efektif dan efisien sesuai tata nilai Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia (ATR/BPN), yaitu Melayani, Professional dan Terpercaya. Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik, Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang telah mengembangkan Geoportal Tematik dan Aplikasi Mobile Sipetik yang dimulai tahun 2019 melalui open source platform. Dengan adanya geoportal dan Aplikasi Mobile Sipetik tersebut pelaksanaan pengumpulan dan penyajian Informasi Geospasial Tematik PTPR menjadi semakin mudah, modern dan cepat. Metodologi Umum Survei menggunakan mobile surveys pada prinsipnya tergantung dari aplikasi apa yang digunakan seperti yang ada Esri Products: Survey123 and Collector, Paid Products: Fulcrum, Mappt, Free Products: EpiCollect, QGIS, Open Data Kit (ODK), dll. Beberapa step umum pengambilan data survei menggunakan mobile survei adalah Merancang Survei, Pelaksaaan Survei dilapangan dan Menghasilkan Output. Merancang Survei Pelaksaaan Survei di lapangan Output Dalam Petunjuk Teknis Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang ini detail intruksi penggunaan mobile surveys yaitu menggunakan App Mobile Surveys Sipetik Versi 26 tahun 2020 yang akan selalu di update untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi. Persiapan Peralatan, Pembagian Lokasi Kerja, dsb
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 26 3.1. App Mobile Surveys Sipetik 3.1.1. Pengertian Sipetik Adalah Sistem Informasi Survei dan Pemetaan Tematik, berupa aplikasi mobile surveys berbasis android yang dirancang untuk mendukung kegiatan pengumpulan Data dan Informasi Geospasial untuk kegiatan Pertanahan dan Tata Ruang terutama untuk Survei PTPR, Instansi Tanah Pemerintah, Kawasan dan Toponimi. 3.1.2. Fungsi Sipetik Sipetik berfungsi sebagai perangkat (tool) untuk kegiatan Survei dan pemetaan Tematik Pertanahan dan Ruang dalam hal pelaksanaan kegiatan pengambilan data dilapangan, Sipetik ini juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun komunikasi antar semua pihak yang terkait dalam proses pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang, baik di tingkat kota/kabupaten, provinsi, maupun pusat karena data yang diambil di lapangan dapat terpantau secara real time. 3.1.3. Kedudukan Sipetik Sistem Informasi Survei dan Pemetaan Tematik merupakan aplikasi mobile surveys berbasis android yang merupakan bagian dari sistem informasi yang ada di Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Sistem ini dalam implementasinya dikelola oleh Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik. 3.1.4. Fitur Sipetik
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 27 3.1.5. Alamat Akses Untuk dapat mengakses aplikasi ini, pengguna smartphone berbasis android dapat mengakses aplikasi dengan mengunduh aplikasi di Playstore melalui alamat: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.bpn.sipetik&hl=in 3.1.6. Kategori Pengguna/ Users Admin : Operator yang bertanggung jawab untuk mengelola akun Sipetik sebagai pemeliharaan, konfigurasi, pengoperasian sistem, dan pengaturan pengguna SSO : User/ pengguna dari ASN yang terhubung dengan NIP dan KKP Mitra : Pengguna yang berasal dari mitra Kementerian ATR/BPN yang terhubung setelah disetujui oleh admin
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 28 3.1.7. Antar Muka App Mobile Surveys Sipetik Struktur tampilan halaman utama dan struktur menu app Sipetik
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 29
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 30 PTPR, Toponimi, dan INTIP
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 31
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 32
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 33 3.2. Alur Kerja Survei Menggunakan Sipetik 3.2.1. Rancangan Survei Sebelum memulai survei PTPR, Koordinator Lapangan sebaiknya melakukan hal-hal sebagai berikut: 1) Membuat desain survei terlebih dahulu seperti: tipe/jenis data apa yang wajib di ambil, kepastian lokasi kerja/AOI dan jalur survei untuk pengambilan data dilapangan, jumlah SDM yang diperlukan, Narasumber/pendamping survei, dan estimasi waktu penyelesaian pekerjaan harus dirancang dengan baik. Pembuatan desain survei membutuhkan waktu, tetapi kegiatan ini dapat mengurangi kesalahan dan mempercepat pelaksanaan kegiatan di lapangan; 2) Menguji/ mengecek alat seperti Handphone, Tablet (android versi, GPS perangkat, Baterai, Apps bekerja atau tidak, kapasitas memori dll) apakah berfungsi dengan baik harus dilakukan; 3) Memprediksi dan mengatasi potensi masalah yang akan terjadi dalam area kerja sebelum memberikan pekerjaan kepada pekerja lapangan/surveyor yang mungkin tidak memiliki pengetahuan dan wawasan yang sama. Sebagai contoh lokasi survei yang sulit di akses, penetuan basecamp dan akomodasi ke lokasi harus benar-benar di perhatikan; 4) Untuk mengubah rencana pelaksanaan survei selama kegiatan dapat dibuat tabel yang menyajikan informasi: ketidaksesuaian data dan kekurangan data yang tidak sesuai dengan lokasi kerja yang harus di survei. 3.2.2. Settings App Mobile Surveys Sipetik dan Persiapan Lapangan 3.2.2.1. Penyiapan App Sipetik dapat di unduh di playstore a. Instalasi b. Verifikasi Akun
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 34 3.2.2.2. Tahapan Login 3.2.2.3. Pembuatan Peta Kerja (dalam format Mbtiles) Yaitu pembuatan Background Citra/Foto Udara di App Sipetik a) Penyiapan Data Citra Satelit/Foto Udara b) Digitasi Data Dasar c) Layout Peta Kerja 3.2.3. Collecting Data/Pengambilan Data Lapangan
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 35 3.2.4. Accessing Data Hasil survei di App Mobile Surveys Sipetik menggunakan Geoportal Tematik dapat dilihat menggunakan Map Viewer melalui: https://geoportaltematik.atrbpn.go.id/v3/public/login Fungsi Geoportal Tematik sebagai ruang kerja untuk menampilkan, mengakses dan mendownload data hasil survei lapangan untuk kemudian di olah pada tahapan selanjutnya menggunakan perangkat pengolah data (ArcGis, QGis, K-Gis dll).
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 36 3.2.5. Editing Geographic Data/ Pengolahan Data Editing data adalah proses perbaikan data berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan dari proses survei lapang. Data yang dilakukan perbaikan atau editing data adalah data hasil survei yang memiliki kesalahan misalnya masih terdapat gap antar bidang tanah yang disurvei, ada data yang belum matching dengan data hasil wawancara. Proses editing data dilakukan dengan melakukan konfirmasi antara bidang yang bersebelahan, apakah sesuai klasifikasi pada bidang tanah yang dimaksud dengan data hasil survei lapangnya. Ada beberapa hal yang dilakukan, untuk mencari kesalahan pada bidang misalnya kita menggunakan Error Topology pada aplikasi ArcGis melalui rule base seperti No Gap, No Overlap, dll. 3.2.6. Creating Maps/Penyajian Peta Penyajian peta dapat dilakukan melalui Map Views Langsung di Geoportal Tematik. User dapat mengakses hasil survei lapangan yang telah dilaksanakan di: https://geoportaltematik.atrbpn.go.id/peta, dengan memasukkan login: user dan password. Gambar 3. Contoh Tampilan Penyajian Peta di Geoportal Tematik Hasil Survei Lapangan Food Estate di Kalimantan Tengah Atau data hasil lapangan dapat di download terlebih dahulu, kemudian diolah menggunakan aplikasi antara pengolah data seperti ArcGis atau QGis.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 37 Gambar 4. Contoh Tampilan Download Data Hasil Pengolahan Survei Lapangan dari Geoportal Tematik 3.3. Geoportal Tematik 3.3.1. Pengertian Geoportal Tematik Merupakan suatu wadah berbasis web yang berfungsi sebagai ruang kerja, dashboard, analisis dan untuk pengumpulan, pengolahan dan berbagi pakai data dan informasi geospasial tematik pertanahan dan ruang yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pertanahan menuju e-government. 3.3.2. Fungsi, Kedudukan Geoportal Tematik Pengelolaan data geospasial diarahkan agar dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan berbasis spasial, yang dapat mendukung tercapainya sustainable development untuk kesejahteraan dan keadilan bersama. Dalam konsep Infrastruktur Data Spasial (IDS), pengelolaan data spasial ini tidak bersifat terpusat, tetapi didistribusikan dalam simpul jaringan dengan wali data masing-masing yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, mengolah dan mempublikasikan data tersebut sesuai dengan format dan standar yang telah ditetapkan. Implementasi Kebijakan satu peta yang juga berpegang pada prinsip consistency (melalui penetapan standar), accessibility (ketersediaan geoportal serta kebijakan akses dan berbagi-pakai data), transparency (keterbukaan dalam memberikan informasi dan participatory (proses kolaboratif dalam menyediakan berbagai macam data yang mendukung pembangunan. Sebagai salah satu wali data yang bertanggung jawab untuk menyediakan data spasial dalam basis bidang, Kementerian ATR/BPN juga telah mendistribusikan kewenangan produksi, pengelolaan dan publikasi data tersebut melalui Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 38 Badan Pertanahan Nasional No.293/KEP-4.1/VII/2018 tentang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik. Dalam konsep Infrastruktur Data Spasial (IDS), pengelolaan data dan informasi geospasial memegang peranan yang penting, yang berguna dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Dalam sudut pandang IDS, ketersediaan data hanyalah menjadi salah satu komponen, tapi secara lebih jauh, mengorganisasikan pengelolaan, penyimpanan, pendistribusian dan pemanfaatan data tersebut menjadi kunci pokok bagi tercapainya optimalisasi penggunaan data dan informasi geospasial yang terintegrasi. Sebagai salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data dan informasi geospasial tematik, Kementerian ATR/BPN memegang peranan penting dalam mengelola data terkait pertanahan dan tata ruang. Data dan informasi geospasial dalam skala bidang maupun kawasan yang diproduksi oleh Kementerian ATR/BPN merupakan salah satu kunci utama dalam manajemen pertanahan dalam konteks yang luas, yang meliputi fungsi land tenure, value, use dan development. Melalui fungsi strategis ini, saat ini Kementerian ATR/BPN telah mengeluarkan kebijakan terkait pengelolaan data dan informasi geospasial tematik pertanahan dan tata ruang, dengan dirintisnya portal (Geoportal Tematik) untuk pengumpulan, pengolahan dan berbagi pakai data spasial yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pertanahan menuju egovernment. 3.3.3. Fitur Berikut fitur-fitur yang ada pada Geoportal Tematik sebagai berikut: ● Terintegrasi dengan Single Sign On (SSO) di lingkungan Kementerian ATR/BPN; ● Pengelolaan Pengguna sesuai tugas dan fungsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN dan dapat ditambahkan pengguna dari luar kementerian; ● Integrasi dengan komputerisasi kantor pertanahan (KKP) dari Pusdatin Kementerian ATR/BPN yang berfungsi sebagai unit penyebarluasan data; ● App Mobile Surveys Sipetik berbasis android yang bisa terhubung dengan Geoportal Tematik. 3.3.4. Alamat Akses Geoportal Tematik merupakan suatu sistem yang dibangun dengan teknologi berbasis web, saat ini untuk dapat mengakses sistem ini baik pengguna maupun pengunjung dapat mengakses dengan menggunakan web browser melalui alamat: https://geoportaltematik.atrbpn.go.id/v3/public/login (sebagai Dashboard,
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 39 Admin, dan Ruang Kerja, Download Data dan Analisis Kinerja) dan https://geoportaltematik.atrbpn.go.id/peta (sebagai Map Viewer). 3.3.5. Kategori Pengguna/ Users a. Spesifikasi Fungsional Secara sederhana kebutuhan fungsional sistem adalah menentukan berbagai user yang dapat menggunakan Geoportal tematik ini. Setelah penentuan dilakukan langkah selanjutnya adalah menentukan aturan-aturan pengguna. Secara garis besar aturan-aturan tersebut adalah create, read, update dan delete. b. Kategori Pengguna User dibagi menjadi 6 kelompok, yakni Sysadmin, Admin, Pusdatin, Direktorat, Kanwil dan Kantah. Sysadmin merupakan user yang akan bertanggung jawab terhadap perjalanan aplikasi selama masih digunakan. Sysadmin sendiri nantinya dapat membuat dan menghapus user admin sebagai pengelola data secara keseluruhan untuk setiap bagian yang ada, mulai dari Pusdatin sampai dengan Kantah. Selain itu sysadmin juga dapat melihat data yang sudah ada dalam aplikasi. User berikutnya adalah admin yang memiliki fungsi utama pengelolaan data dan user di bawahnya. User admin dapat melakukan pembuatan dan menghapus user pusdatin, direktorat, kanwil dan kantah. Selain itu user admin juga dapat melihat datadata yang sudah ada. Tabel 3. Kategori Pengguna dalam Geoportal Tematik
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 40 3.4. Alur Kerja Aplikasi Geoportal Tematik Antar Muka Web Geoportal Tematik. Struktur Tampilan Halaman Utama dan Struktur Menu pada Geoportal Tematik.
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 41 PTPR, Toponimi atau INTIP
DIREKTORAT JENDERAL SURVEI DAN PEMETAAN PERTANAHAN DAN RUANG KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL PETUNJUK TEKNIS PEMETAAN TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG TAHUN 2020 42 3.5. Studi Kasus Pelaksanaan Survei Menggunakan App Mobile Surveys Sipetik 1) Melakukan survei dengan Sipetik: studi kasus – Medan Tidak dapat diakses atau akses sulit a. Survei dengan Sipetik: studi kasus – Kawasan Hutan Kawasan Hutan dengan Penguasaan Masyarakat 1. Koordinasi dengan tokoh masyarakat/perangkat desa terkait areal kawasan hutan, apakah terdapat kawasan hutan pada area desa tersebut, dan apakah kawasan hutan tersebut merupakan lahan lindung (tidak boleh dibudidayakan) atau merupakan hutan produktif dimana masyarakat boleh menggarap (dengan bukti keterangan SP/Surat Penggarapan); 2. Untuk wilayah kawasan hutan, kita dapat membandingkan data spasial yang sudah tersedia dengan pengakuan dari narasumber serta masyarakat setempat, baik dari lokasi