The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Budi Semangat, 2023-01-30 20:39:56

Sejarah Kelam Valentine Day

Sejarah Kelam Valentine Day

Edisi Koleksi V eramuslim digest 1


2 eramuslim digest Edisi Koleksi V IKLAN


Edisi Koleksi V eramuslim digest 3 Chairman: M.M. Nasution General Manager: Ahmad Sarwat, Lc Managing Editor : Rizki Ridyasmara Senior Editor : Magdalena Reporter : Nofellisa IT advisor : Ihsan Sabri Aditya Nugroho Gunawan Art Designer & Adv.: A.Furqan Muhammad Basya Business Manager : Bambang S. Soedjadi Advertising : Waode Hatty Nurany Lessy Irmawaty Etty Nurdiyanty Distribution : Y.M. Syar’an Travel Sri Finance : Denise SH Isnani Uswatun Hasanah Fitra Ad PT. ERAMUSLIM GLOBAL MEDIA Gedung Cyber, Lt.8 Jalan Kuningan Barat 8 Jakarta 12710 Contact Person: Telp. (021) 999-80000 0813 999-80000 ISSN 1978-5097 SAPA eramuslimdigest Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh, Pembaca Yth, Tema eramuslim digest kali ini terkesan sepele dan jauh dari sisi konspiratif yang biasa menjadi hidangan Kami untuk Anda. Valentine’s Day atau yang disebut orang sebagai Hari Kasih Sayang yang diperingati sebagian manusia di muka bumi tiap tanggal 14 Februari, di berbagai negara, termasuk Indonesia, kebanyakan diperingati oleh anak-anak remaja dan juga pasangan usia muda. Banyak dari anda mungkin berpikir, untuk apa tema yang sepele ini diangkat menjadi tema utama majalah sekelas eramuslim digest yang spesialis mengupas ‘hal-hal berat’, walau disajikan secara ringan? Pembaca Budiman, Valentine’s Day dengan segala pernakperniknya sesungguhnya tidak lepas dari arus utama Konspiratif yang hendak menghancurkan ketauhidan seperti yang diajarkan para penyampai Risallah sejak Adam a.s. hingga Muhammad SAW. Banyak sisi dari ‘hari istimewa’ tersebut yang belum banyak kita ketahui. Banyak yang menyangka, umat Islam dilarang mengikuti ritual tersebut semata-mata karena bersumber dari ritual kaum Nasrani. Ini salah besar. Gereja Katolik pun pernah mengeluarkan larangan umatnya untuk ikut-ikutan Valentine’s Day. Bahkan Katolik Ensiklopaedia menyatakan ritual Valentine’s Day berasal dari ritual pemujaan terhadap setan (The Satanic Ritual) dan paganisme. Bukan itu saja, daya hancur Valentine’s Day juga dahsyat, terutama dari sisi akidah dan moral. Sasaran utama penghancuran ini tentu saja generasi muda. Kepedulian Kami terhadap generasi muda-lah yang membuat Kami menyajikan tema seperti ini dan membongkarnya kehadapan Anda, agar Anda memahami betapa bahayanya Valentine’s Day dan segala hal terkait padanya. Seperti halnya perayaan keagamaan lainnya, kaum kapitalis juga mengeksploitasi The Valentine’s Day menjadi ‘perayaan bisnis’ yang bisa mendatangkan uang dalam jumlah teramat banyak untuk memenuhi gudang-gudangnya. Lantas seperti apa hubungan Valentine’s Day dengan Konspirasi Zionis-Yahudi yang mencitacitakan The New World Order? Benarkah ritual setan ini, bentuk asli dari Valentine’s Day, tengah berkembang di Indonesia dan juga belahan bumi lainnya? Apa kaitannya dengan Gereja Setan? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa Anda dapatkan di dalam majalah eramuslim digest edisi kelima ini. Selamat menyimak dan sebarkanlah ke saudara-saudara kita semua sebagai bagian dari dakwah Islam. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


4 eramuslim digest Edisi Koleksi V DAFTAR ISI „ TEMA UTAMA V-Day 18 V-Day di Indonesia 22 Lupercalian festival, The Begin.. 26 Mitos Santo Valentinus 30 Remus & Romulus 34 Mereka dibalik Valentine’s Day 38 Mitos Valentine’s Day 44 Syahwat dan Tuhan di Roma 48 Valentine’s Day di berbagai Negara 52 Valentine’s Day dan Gereja 60 Simbol VD dalam Kepercayaan Paganisme 64 Tangis di balik Coklat Valentine 70 VD Dalam Angka 74 Penghancuran Agama 78 Samuel Zweimer Speech 84 Jahiliyah Modern 88 Haram Rayakan Valentine’s Day 94 Resensi Film : Rome & Valentine on Movie 104


Edisi Koleksi V eramuslim digest 5 DAFTAR ISI „ TAHUKAH ANDA Aids dan Kondom 99 „ ZIONOLOGI Invasi Pemikiran 104 „ MUSLIM AWAKEN Waspadai Teve Anda! 118 „ KALAM IHSAN TANJUNG Pacaran VS Pacaran 122


6 eramuslim digest Edisi Koleksi V http://openphoto.net 6 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 7 digest 7


8 eramuslim digest Edisi Koleksi V IKLAN


Edisi Koleksi V eramuslim digest 9


10 eramuslim digest Edisi Koleksi V SUARA PEMBACA TREN BARU Selamat kepada seluruh kru eramuslim digest yang telah menerbitkan sebuah majalah bulanan yang bermanfaat dan sangat penting untuk dikoleksi oleh seluruh keluarga Muslim. Isinya yang berbobot, namun dikemas secara apik, full-colour, tetapi tetap mengalir dibacanya, merupakan salah satu sisi yang membuat saya jatuh hati padanya. Apalagi tema-tema yang disajikan majalah ini bukan tema-tema kacangan, melainkan tema-tema besar yang diulas dengan sangat detil dan mendalam, di mana semuanya itu menambah pengetahuan dan wawasan kita semua tentang isu-isu utama dalam kehidupan dan sejarah umat manusia. Saya dengan mantap menyebut eramuslim digest sebagai tren baru majalah di Indonesia. Karena memang belum ada satu pun media cetak yang membidik angle penyajian seperti majalah ini. Sekali lagi selamat! Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan ketabahan kepada kita semua agar bisa terus berkarya semata-mata demi mensyiarkan agama Allah SWT dan meninggikan kalimat-Nya. Amien. Muhammad Ikram, Praktisi Media Jakarta Pusat KOK BISA YAH? Saya benar-benar surprise dengan isi dari eramuslim digest. Benar-benar beda! Tidak ada satu pun media di Indonesia yang bisa dan mampu menyajikan tema-tema spesial namun dikemas dengan sangat bagus ditambah dengan bahasanya yang enak dibaca seperti halnya eramuslim digest. Saya hanya heran, darimana kru eramuslim digest bisa mendapatkan berbagai informasi yang tidak biasa, benar-benar beda dan detil, seperti yang disajikan dalam edisi-edisi majalah ini? Terus terang, semua yang disajikan dalam eramuslim digest bukanlah informasi biasa yang bisa kita dapatkan di berbagai media umum di negeri ini. Benar-benar beda dan penting untuk diketahui umat manusia. Saya tidak habis pikir. Saya mengacungkan dua jempol atas jerih payah kru eramuslim digest dalam hal ini. Selamat berjuang. Semoga Allah SWT selalu melindungi kru eramuslim digest dari berbagai niat jahat yang ingin memadamkan dakwah Islam di bumi ini. Allahu Akbar! Rinaldi, Indonesia Power Jakarta Selatan DI MALANG SUDAH ADA! Alhamdulillah! Saya sudah bisa mendapatkan eramuslim digest di Malang. Kemarin, ketika Islamic Book Fair di kota Apel ini, saya langsung memborong ketiga edisinya. Benar-benar bagus dan berbobot isinya. Saya akan mengkoleksi seluruh edisi dari eramuslim digest, karena majalah ini tidak saja berguna dan bermanfaat bagi saya dan suami saya, tetapi juga bagi anak-anak saya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Inilah majalah keluarga Muslim yang layak untuk dikoleksi! Sosoknya yang bagus tidak malu-maluin dipajang bersama deretan buku-buku luks di dalam ruangan tamu.


Edisi Koleksi V eramuslim digest 11 SUARA PEMBACA Bila dibandingkan dengan segala yang ada di eramuslim digest, maka saya menilai harganya sekarang ini relatif teramat murah dan masih terjangkau oleh kantong orang Indonesia kebanyakan. Semoga eramuslim digest bisa tetap eksis di Indonesia. Mudah-mudahan menjadi majalah pelopor bagi majalah-majalah Islam yang kini sudah ada dalam hal menyajikan sesuatu yang berbeda dengan informasi yang sudah ada. Eramuslim digest sarat dengan informasi dan data yang berkualitas, tidak mengandalkan opini yang dangkal. Inilah yang membuat saya dan keluarga saya jatuh hati pada majalah ini! Hj. Sonya Iriantipradja, Malang Jawa Timur COCOK JUGA BUAT ANAK SMA Saya baru kelas 2 sebuah SMA Swasta di Bogor, dan saya biasa membeli majalahmajalah remaja. Ketika pertama kali melihat eramuslim digest edisi “The Dark Side 911” saya mengira ini majalah dari luar negeri. Saya buka dan baca, eh ternyata dari Indonesia. Saya salut dengan isinya. Benar-benar sebuah informasi yang sangat baru bagi saya. Dari sisa uang saku, saya membeli majalah ini dan membawanya ke sekolah. Ternyata banyak teman-teman saya yang juga ikutan membaca dan suka. Bahkan berbagai informasi yang ada di majalah ini menjadi bahan diskusi di antara kami di mushola. Kami semakin yakin bahwa peristiwa WTC di tahun 2001 memang dibuat oleh Bush sendiri, sama sekali bukan oleh orang-orang Islam seperti yang diberitakan oleh media-media massa yang lain. Sejak itu saya dan teman-teman selalu menunggu terbitnya majalah ini. Kami ingin tahu tema-tema apa lagi yang akan diangkat dan diulas dalam majalah yang menurut kami sangat berguna bagi generasi muda Islam seperti kami ini. Dan saya sekarang tidak lagi harus mengeluarkan uang dari saku saya sendiri, karena kami belinya secara patungan dan setelah kami baca kami simpan di mushola sekolah agar bisa lebih bermanfaat dan dakwahnya lebih meluas. Terimakasih eramuslim digest. Ternyata kami-kami ini yang masih di SMA pun bisa tetap menikmati sajian di majalah ini yang kelihatan dari luarnya saja berat, namun setelah kami buka dan baca, enak sekali dan sangat informatif. I Love U eramuslim digest! Irfan dan kawan-kawan Bogor SEMOGA TETAP ISTIQOMAH DAN EKSIS Allahu Akbar !! Sungguh,sekiranya tidak ada digest ini, mungkin saya masih buta dengan dunia Islam “diluar”.. Semoga tetap istiqomah dan eksis Rahmah Azzahra’


12 eramuslim digest Edisi Koleksi V SUARA PEMBACA MAJU TERUS! Majalah ini sangat bagus untuk umat Muslim di Indonesia, khususnya para generasi muda yang selama ini terbelenggu oleh media-media barat yang sangat pro yahudi... Maju terus eramuslim digest! Kami siap berjihad bersamamu… Allahu Akbar..! Muhammad Bayu THE REAL MUSLIM MAGAZINES! For Era Muslim Digest..... You must go on......... All of the moslems in the world are supporting you!! The real of Muslims Magazine was Born!!!! Hidayat BERTAHAN TERUS! Assalamualaikum. Baru melihat saya sudah tertarik membaca eramuslim digest. Bertahan terus! pantang mundur! Allahu Akbar! Hilmi MEMBUKA WAWASAN alhamdulillah..........sudah muncul majalah yg membuat semua muslim terbuka wawasan. banyak hal yg tersembunyi dibalik kehidupan, dan di sini itu semua di ungkap........mau terus eramuslim smua umat muslim medukung moe Ghaza MENAMBAH WAWASAN DUNIA ISLAM Assalamu'alaikum wr.wb subhanallah..saya pembaca setia Eramuslim,insyaAllah.. sejak kenal eramuslim,saya jd memiliki banyak wwsan khusus ttg dunia islam di luar sana.Semoga Allah mengeratkn ukhuwah islamiah antara kita sesama umat nabi Muhammad SAW Breimen MENYESAL Pertama kali liat iklanya pada edisi pertama langsung berminat, cuma nda sempat untuk berlangganan sekarang sudah keluar edisi 4 nya, baru bisa langganan, tapi harganya jadi lebih mahal, nyesel bukan dari dulu @ri_pekase


Edisi Koleksi V eramuslim digest 13 SUARA PEMBACA Kami mengkhususkan diri menguak tabir gelap sejarah, Kami mengkhususkan diri memaparkan informasi apa adanya, Kami menyengaja menggali kebenaran yang dibenamkan musuh-musuh Allah, Kami ada untuk bersaksi, Semoga Allah SWT memberkahi... eramuslim digest HARUS TERSEBAR Penyebaran media sebagus eramuslim digest harus sampai ke pelosok negeri,suku terdalam bila perlu biar bumi pertiwi ini semakin tercerahkan dan anak singa bisa mengaum yang menggelegar bukanya mengembik seperti domba.ALLAHU AKBAR!!!! Doried Eka Septayani Pekan Baru UKHUWAH ISLAMIYAH Assalamu'alaikum wr.wb subhanallah..ana pembaca setia Eramuslim,insyaAllah.. sejak kenal eramuslim,ana jadi memiliki banyak wawasan khusus tentang dunia islam di luar sana.Semoga Allah mengeratkan ukhuwah islamiah antara kita sesama umat nabi Muhammad SAW... Azka_Nadia PELURUSAN SEJARAH Ane sih belum pernah baca eramuslim digest, tapi ane lihat iklannya di majalah tasqif kok sepertinya bisa meluruskan sejarah yang selama ini diputerbalikan.mudahmudahan ini awal pelurusan sejarah dan bekal untuk para da'i.Syukron.Jazakumullah... Muslimin


14 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 15 WASHINGTON DC


16 16 era eramuslim muslim digest digest Edisi Koleksi V Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V Edisi Koleksi II Edisi Koleksi V eramuslim digest 17 digest 17 Sisa-sisa peninggalan empirium Roma


18 eramuslim digest digest Edisi Koleksi V Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 19 D i antara deretan angka-angka dalam kalender tahunan tiap bulan, terselip banyak memorial day atau hari-hari khusus yang memiliki arti sangat istimewa bagi masing-masing kalangan yang mempercayainya atau memperingatinya. Hari-hari khusus itu biasanya terkait dengan peristiwa penting dalam sejarah, baik sejarah agama, peperangan, kelahiran, kematian, pembangunan, kehancuran, kemenangan, kekalahan, dan sebagainya. Ada hari yang diperingati umat manusia secara massal seluruh dunia, ada pula yang hanya diperingati kalangan sangat terbatas. Sejak ribuan tahun silam, baik sistem penanggalan Gregorian maupun sistem penanggalan Julian yang sama-sama mempergunakan tahun Masehi dibuat, bulan Februari oleh bangsa Romawi telah ditetapkan sebagai bulan cinta dan kesuburan. Cinta di sini bukanlah cinta dalam artian kasih sayang melainkan lebih dalam pemahaman hubungan seks. Dalam kosakata Barat, istilah ‘Love’ lebih menunjukkan ‘Seks’ ketimbang ‘Kasih Sayang’. Istilah ‘Making Love’ berarti ‘Hubungan Kelamin’, bukan ‘Kasih Sayang’ yang memiliki istilah tersendiri dalam kamus Barat yakni ‘Affection’. Sebab itu, sejak dahulu kala, bulan Februari merupakan bulan yang selalu ditunggu-tunggu orang-orang RomawiPagan untuk mencari pasangan baru secara ‘resmi’, walau tiap hari mereka juga terbiasa gonta-ganti pasangan. Perayaan seks di bulan Februari ini mencapai puncaknya pada pertengahan bulan dalam sebuah upacara yang disebut Lupercalian Festival, di mana para perempuan muda memasrahkan tubuhnya pada para pemuda yang memilihnya dan harus melayani syahwat “Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya,senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya...” (Pidato Samuel Zwemmer, tokoh Yahudi, dalam Konferensi Missi di Yerusalem, 1935) Edisi Koleksi V eramuslim digest 19 V - D A Y


20 eramuslim digest Edisi Koleksi V T E M A U T A M A mereka tanpa syarat selama setahun penuh sampai dengan datangnya bulan Februari tahun depan. Berabad kemudian, Gereja yang ingin menancapkan pengaruhnya di Istana Kerajaan Roma-Pagan, banyak mengadopsi simbol dan ajaran Paganisme Romawi ke dalam ajarannya sehingga Lupercalian Festival pun dimasukkan sebagai salah satu hari peringatan Gereja. Mitos Santo Valentinus pun dibuat untuk meyakinkan semua kalangan bahwa hari pertengahan bulan Februari merupakan suatu hari yang sungguh-sungguh harus diperingati dan dirayakan. Gereja mengganti istilah Lupercalian Festival dengan “The Valentine’s Day” (Hari Valentine). Ada banyak cerita dan juga mitos seputar kelahirannya. Perlahan namun pasti, dengan penulisan sejarah dunia yang konspiratif dan tidak jujur yang dilakukan para intelektual Barat (baca: Yahudi) serta disebarkan ke seluruh dunia dengan dukungan kekuatan pedang dan emas, masyarakat dunia pun meyakini bahwa The Valentine’s Day merupakan hari yang sungguh-sungguh penting, sungguhsungguh bersejarah, dan harus dirayakan. Agar penetrasi budaya pagan ini bisa diterima oleh banyak kalangan di dunia yang memiliki keyakinan berbedabeda, terutama ke dalam dunia Islam, maka istilah ‘Love’ yang di Barat sebenarnya lebih bernuansa syahwat, dibelokkan (dipalsukan) pengertiannya menjadi ‘Kasih Sayang’. Jadilah Valentine’s Day yang sebenarnya merupakan ‘Hari Perayaan Hubungan Seks’ mengalami pengaburan dan pembelokkan makna (eufimisme) menjadi ‘Hari Kasih Sayang’. Padahal, siapa pun orang dewasa akan mengetahui esensi perayaan tersebut dan hingga sekarang di belahan dunia mana pun—termasuk di Indonesia— perayaan ini banyak yang diakhiri dengan ritual ‘Making Love’ dengan pasangan yang tidak sah (Zina). Kapan Valentine’s Day mulai dirayakan di Indonesia? Tidak ada yang tahu pasti. Namun seperti juga perayaan-perayaan impor lainnya seperti halnya Halloween, maka Valentine’s Day atau yang biasa disingkat menjadi V-Day, dipercaya dibawa oleh ekspatriat yang datang ke negeri ini. Pada awal tahun 1980-an, V-Day mulai marak diperingati di berbagai kota besar negeri ini oleh para muda-mudinya. Kian hari, tradisi Barat ini kian berkembang dan sekarang sudah merambah ke segala lapisan usia dan penyebarannya sudah sampai di pelosok-pelosok kampung. Sesuatu yang berjalan sedemikian cepat. Jika ditelusuri siapa yang paling bertanggungjawab atas cepatnya V-Day tersosialisasikan di negeri ini sehingga menjadi salah satu Memorial Day paling diingat orang, maka akan ditemukan fakta bahwa kalangan industrilah yang memegang peran TEMA UTAMA 20 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 21 yang sangat besar. Mereka telah memasukkan Valentine’s Day ke dalam Bussiness Plan tahunan mereka. Mereka ini antara lain pengusaha bidang pariwisata termasuk perhotelan dan Party Organizer, pengusaha coklat dan merchandiser, pengusaha kartu ucapan, bunga, coklat, fesyen, media massa, dan sebagainya. Para kapitalis inilah yang selalu mencari celah agar segalanya bisa menjadi uang (money), sehingga dalam Sosiologi akan bisa ketemukan istilah ‘The Religion Industries’ atau Industri Keagamaan, yakni sebuah strategi agar ritual keagamaan atau keyakinan bisa diubah menjadi perayaan bisnis, seperti yang disosialisasikan oleh sejumah pemikir kiri yang tergabung dalam Institut Frankfurt. Industrialisasi keagamaan ternyata tidak hanya berhenti di sisi bisnis, namun bagai pedang bermata ganda, di lain sisi juga merusak agama itu sendiri. Akibatnya, moral masyarakat berubah dari yang semula semata berdasarkan nilai-nilai ilahiah, kini telah bergeser menjadi nilai-nilai materialis. Dan parahnya, V-Day sedikit pun tidak memiliki nilai-nilai sakral kecuali pengrusakkan dan penghancuran dalam banyak hal, yang berlindung di balik kedok kasih sayang. Inilah Valentine’s Day. (rz) „ V - D A Y Edisi Koleksi V eramuslim digest 21


22 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA V-DAY DI INDONESIA DI INDONESIA DI INDONESIA Tidak diketahui pasti sejak kapan Valentine’s Day dirayakan di Indonesia. Namun sekitar pertengahan 1980-an, perayaan V-Day sudah dilakukan para remaja Indonesia di kota-kota besar. Bagaimana perjalanan Valentine’s Day di negeri ini sesungguhnya? J akarta, awal 1985. Pusat perbelanjaan modern yang ada di ibukota ini belum semeriah sekarang. Jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Yang paling terkenal dan ramai hanyalah Blok M di Jakarta Selatan dan Sarinah yang letaknya berdekatan dengan Istana Negara. Menjelang Februari, untuk pertama kalinya, di beberapa toko di pusat perbelanjaan Blok M, antara lain di Toko Buku Gramedia dan juga sejumlah toko fesyen, dekorasi ruangannya dipenuhi dengan aneka pernik berbentuk hati, balon, dan pita yang seluruhnya didominasi warna pink dan biru muda. Jakarta untuk pertama kalinya dilanda demam Valentine’s Day. Saat itu stasiun teve swasta belum ada. RCTI sebagai stasiun teve swasta pertama baru mengudara di akhir 1989-an. Dan TVRI sebagai satu-satunya saluran teve di negeri ini masih ‘bersih’, belum terkontaminasi virus perayaan Valentine’s Day (V-Day). Hanya saja, jika di pusat-pusat perbelanjaan dalam menyambut datangnya V-Day mereka mendekor ruangan usahanya dengan pernak-pernik yang didominasi warna pink dan biru muda, maka saat itu di sejumlah hotel berbintang di Jakarta sudah ada yang menggelar acara khusus menyambut momen tersebut. Yang lazim adalah Candle Light 22 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 23 TEMA UTAMA Dinner, dengan suasana romantis dan minim penerangan. Secara swadaya, banyak kelompok anak-anak remaja di Jakarta, para pelajar dari tingkat sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi, yang menggelar pesta VDay. Kala itu masih banyak diselenggarakan di rumah-rumah. Malam menjelang 14 Februari, jalan-jalan di Jakarta berlalu-lalang pasangan remaja yang berpakaian khas: yang pria mengenakan pakaian serba biru dan yang perempuan serba pink. Inilah gambaran awal-awal V-Day dirayakan di negeri ini. Di akhir 1980-an, saat kelompok-kelompok pengajian mulai masuk ke lingkungan sekolah dan kampus, tiap menjelang bulan Februari, mereka membuat artikel sederhana tentang ‘Haramnya Valentine’s Day’ dan ditempel di majalah dinding sekolah atau di kaca musholla sekolah atau kampus. Kebanyakan, artikel tersebut bercerita bahwa Valentine’s Day merupakan hari peringatan kematian seorang tokoh Kristen, sebab itu tidak layak, bahkan haram, bagi umat Islam untuk ikut-ikutan merayakannya. Juga ada sedikit cerita tentang Santo Valentinus dan kisahnya saat di penjara. Bahkan bukan hanya itu, saat sholat Jum’at di masjid sekolah atau kampus, tidak jarang topik kutbahnya V-DAY DI INDONESIA Edisi Koleksi V eramuslim digest 23


24 eramuslim digest Edisi Koleksi V tentang hal yang sama. Pro dan kontra di lingkungan pendidikan biasanya ini menimbulkan friksi tajam, hingga dikenal adanya dua kelompok besar di lingkungan pendidikan, yang satu pro terhadap V-Day dan yang lain anti V-Day. Pro dan kontra serta friksi ini masih berlangsung sampai sekarang. Dari tahun ke tahun, V-Day kian mendapat tempat khusus dalam agenda harian banyak remaja dan keluarga muda perkotaan. Bahkan kian kemari, berkat kampanye dari media massa cetak dan elektronik yang ikut-ikutan latah mempopulerkan V-Day, maka generasi muda yang berada jauh dari kota besar pun saat ini sudah banyak yang secara terang-terangan atau diam-diam merayakannya. “Keterlibatan” media massa dengan momen V-Day sesungguhnya lebih terkait dengan momen bisnis, yakni segala sesuatu bisa dijadikan uang. Momen V-Day pun akhirnya mereka jual dan promosikan. Bisa jadi mereka melakukan hal ini semata-mata demi merayu para pengiklan agar mau menyewa slot iklan mereka dalam berbagai acara yang dikemas khusus dalam menyambut V-Day. Di akhir Januari 2007, sejumlah stasiun teve swasta di Indonesia berlomba-lomba membuat program khusus V-Day. Trans7 misalnya, stasiun teve swasta ini selama seminggu penuh dari tanggal 12 sampai 18 Februari 2007 menggelar Program Spesial Valentine. Dalam siaran persnya yang dikirim ke sejumlah media, Trans7 menyatakan akan menemani pemirsa memulai aktifitasnya di pagi hari dengan meluncurkan Program Spesial Valentine lewat “Cipika Cipiki Spesial Valentine” yang disiarkan pukul 10.30 wib mulai tanggal 12 sampai dengan 16 Februari 2007. Acara ini dipandu Nunu Datau dan Irgi Ahmad Fahrezi, yang akan mengajak pemirsa berbincang-bincang seputar Valentine’s dan memasak hidangan-hidangan spesial hari kasih sayang bersama bintang tamu Rudi Choerudin dan Chef Tatang. Untuk malam harinya, Trans7 menghadirkan film-film box-office bernuansa romantis lewat “Program Theater7 Spesial Valentine” dari tanggal 13-16 Februari 2007, pukul 19.00 wib. Seluruh film yang diputar produksi Hollywood. Selain itu, Trans7 juga menggelar program “Empat Mata Spesial Valentine” bersama Tukul Arwana pada tanggal 12-16 Februari 2007, pukul 22.00 wib, bersama sejumlah bintang tamu antara lain Sophan Sopian, Widyawati, Marcella dan Olivia Zalianty, Dian Nitami, Anjasmara, Big Dicky, dan lainnya. Khusus acara Valentine, acara Empat Mata ditambah setengah jam durasinya, Globalisasi Atau Penjajahan Budaya? Ada kisah nyata menjelang V-Day di tahun 2007. Siang itu jarum jam telah menunjukkan angka satu lebih sedikit. Di dalam angkutan kota jurusan Pondok Gede, empat pelajar berseragam putih abu-abu tengah berbincang seru. Semuanya laki-laki. Seperti lazimnya anak sekolah, mereka juga berbicara dengan nada yang keras sehingga didengar oleh penumpang lainnya. Mereka tengah sibuk merencanakan acara dan bingkisan apa yang akan diberikan pada Valentine’s Day yang tinggal beberapa hari lagi. Salah satu diantara mereka tidak berbicara sepatah kata pun. Dia hanya asyik mendengarkan ketiga kawannya. Tiba-tiba salah seorang bertanya padanya, “Yok, kalau kamu bagaimana nanti?” Pelajar yang dipanggil ‘Yok’ itu menjawab, “Kalau saya Valentinannya tanggal 13.” Ketiga temannya terdiam heran. “Kok begitu, bukan tanggal TEMA UTAMA 24 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 25 V-DAY DI INDONESIA „ Harry Dorman, dalam “Towards Understanding Islam” mengungkapkan pernyataan seorang misonaris Kristen: “Boleh jadi, dalam beberapa tahun mendatang, sumbangan besar misionaris di wilayah-wilayah muslim akan tidak begitu banyak memurtadkan orang muslim, melainkan lebih banyak menyelewengkan Islam itu sendiri. Inilah bidang tugas yang tidak bisa diabaikan.” (rz) „ „ 14?” kawannya heran. Si ‘Yok’ menjawab enteng, “Saya kan Muhammadiyah!” Meledaklah seisi angkot itu dengan tawa, termasuk sang supir yang terkekeh sambil geleng-geleng kepala. Kejadian nyata di atas mungkin bukan satu-satunya yang terjadi. Lepas dari ‘pengakuan’ si Yok, tiap tahun menjelang pertengahan Februari, ada banyak remaja kita yang serius memikirkan apa yang akan dilakukan untuk menghadapi momen spesial yang terlanjur disebut Hari Kasih Sayang (The Valentine’s Day). Di Indonesia, juga di dunia, momen V-Day dan lainnya tidak bisa lepas dari industrialisasi budaya pop yang bersumber dari budaya Barat. Istilah mereka “Globalisasi Budaya”. Bagi banyak orang mungkin hal ini tidak perlu dicemaskan, namun dari kacamata akidah dan juga kesehatan jiwa, invasi budaya ini harus sungguh-sungguh dicermati dan dihadang. Karena ‘Globalisasi Budaya’ yang sebenarnya merupakan ‘Penjajahan atau Invasi Budaya Barat’ ke seluruh dunia merupakan suatu kesengajaan dan terencana. Simak baik-baik pengakuan dua tokohnya ini: “Di dalam mata rantai kebudayaan Barat, gerakan misi punya dua tugas: menghancurkan peradaban Islam dan membina kembali dalam bentuk peradaban Barat. Ini perlu dilakukan agar si Muslim dapat berdiri pada barisan budaya Barat untuk melawan umatnya sendiri.” (Samuel Zweimmer, Ketua Liga Yahudi Internasional, dalam buku “Al Gharah ‘Alal ‘Alam Islamiy”, hal. 275) Harr y Dorman, dalam “Towards Understanding Islam” mengungkapkan pernyataan seorang misonaris Kristen: “Boleh jadi, dalam beberapa tahun mendatang, sumbangan besar misionaris di wilayah-wilayah muslim akan tidak begitu banyak memurtadkan orang muslim, melainkan lebih banyak menyelewengkan Islam itu sendiri. Inilah bidang tugas yang tidak bisa diabaikan.” (rz) „ Edisi Koleksi V eramuslim digest 25


26 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA LUPERCALIAN FEST LUPERCALIAN FEST LUPERCALIAN FEST, THE BEGIN… THE BEGIN… THE BEGIN… LUPERCALIAN FEST LUPERCALIAN FEST LUPERCALIAN FEST, THE BEGIN… THE BEGIN… THE BEGIN… Tanpa ikatan perkawinan, mereka bebas berbuat apa saja. Dan malam pertama di hari itu, malam menjelang 14 Februari hingga malam menjelang 15 Februari, di seluruh kota, para pasangan baru itu merayakan apa yang kini terlanjur disebut sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Suatu istilah yang benar-benar keliru dan lebih tepat disebut sebagai ‘Making Love Day’ alias Malam Kemaksiatan. 26 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 27 COLUMBUS MISSION D alam bahasa Inggris, “Kasih Sayang” ditulis sebagai “Af fection”, bukan “Love”. Ada perbedaan mendasar antara istilah Affection dengan Love. Yang pertama lebih dekat dengan perasaan atau curahan hati, bersifat kejiwaan yang halus dan indah, sedang yang kedua, “Love”, lebih dekat dengan tindakan yang mengarah kepada kegiatan atau aktivitas seksual. Mungkin sebab itu, hubungan seksual disebut sebagai “Making Love”. Nah, terkait dengan pemahaman tersebut, Valentine’s Day sesungguhnya tidak tepat jika diartikan sebagai “Hari Kasih Sayang”. Karena peristiwa yang terjadi berabad tahun silam, yang kini diperingati sebagai Hari Valentine, berawal dari suatu peristiwa yang lebih tepat disebut sebagai pesta kemaksiatan (Making Love Party) ketimbang Pesta Kasih Sayang. Peristiwa tersebut merupakan suatu ritual bagi bangsa Pagan Roma yang dinamakan Lupercalian Festival. Dalam kepercayaan Pagan Roma, bulan Februari dianggap sebagai bulan penuh “cinta” (Love, bukan affection) dan bulan kesuburan (baca: masa birahi atau syahwat). Lupercalian Atau Lupercus sendiri merupakan nama Dewa Kesuburan (Dewa Pertanian dan Gembala), yang dipercaya berwujud seorang lelaki perkasa dan berpakaian setengah telanjang dengan hanya menutupi tubuhnya dengan kulit kambing. Mitologi mengenai Lupercus terkait erat dengan kisah Remus dan Romulus yang tinggal di bukit Palatine dan diyakini kisahnya mengawali pembangunan Kota Roma. Selain Roma, kepercayaan Pagan Yunani Kuno juga meyakini bulan Februari— tepatnya pertengahan Januari dan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari— merupakan bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada perkawinan suci Dewa Zeus dan Hera. Baik kepercayaan Pagan Roma maupun Pagan Yunani, keduanya meyakini bahwa Februari merupakan bulan penuh gairah dan cinta (baca: syahwat). LUPERCALIA FEST Lupercalia Festival merupakan sebuah perayaan yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. Pada tanggal 13-nya, di pagi hari, pendeta tertinggi pagan Roma menghimpun para pemuda dan pemudi untuk mendatangi kuil pemujaan. Mereka dipisah dalam dua barisan dan sama-sama menghadap altar utama. Semua nama perempuan muda ditulis dalam lembaran-lembaran kecil. Satu lembaran kecil hanya boleh berisi satu nama. Lembaran-lembaran yang berisi nama-nama perempuan muda itu lalu dimasukkan kedalam wadah mirip kendi besar, atau ada juga yang menyebutnya di masukan ke dalam wadah mirip botol besar. Setelah itu, sang pendeta yang memimpin upacara mempersilakan para pemuda maju satu persatu untuk mengambil satu nama gadis yang telah berada di dalam wadah LUPERCALIAN FEST, THE BEGIN.. Edisi Koleksi V eramuslim digest 27


28 eramuslim digest Edisi Koleksi V secara acak, hingga wadah tersebut kosong. Setiap nama gadis yang terambil, maka sang empunya nama harus menjadi kekasih pemuda yang mengambilnya dan berkewajiban melayani segala yang diinginkan sang pemuda tersebut selama setahun hingga Lupercalian Festival tahun depan. Tanpa ikatan perkawinan, mereka bebas berbuat apa saja. Dan malam pertama di hari itu, malam menjelang 14 Februari hingga malam menjelang 15 Februari, di seluruh kota, para pasangan baru itu merayakan apa yang kini terlanjur disebut sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Suatu istilah yang benar-benar keliru dan lebih tepat disebut sebagai ‘Making Love Day’ alias Malam Kemaksiatan. Pada tanggal 15 Februari, setelah sehari penuh para pasangan baru itu mengumbar syahwatnya, mereka secara berpasang-pasangan kembali mendatangi kuil pemujaan untuk memanjatkan doa kepada Dewa Lupercalia agar dilindungi dari gangguan serigala dan roh jahat. Dalam upacara ini, pendeta pagan Roma akan membawa dua ekor kambing dan seekor anjing yang kemudian disembelih diatas altar sebagai persembahan kepada Dewa Lupercalia atau Lupercus. Persembahan ini kemudian diikuti dengan ritual meminum anggur. Setelah itu, para pemuda mengambil satu lembar kulit kambing yang telah tersedia dan berlari di jalan-jalan kota sambil diikuti oleh para gadis. Jalan-jalan kota Roma meriah oleh teriakan dan canda-tawa para muda-mudi, di mana yang perempuan berlomba-lomba mendapatkan sentuhan kulit kambing terbanyak dan yang pria berlombalomba menyentuh gadis sebanyak-banyaknya. Para perempuan Romawi kuno di zaman itu sangat percaya bahwa kulit kambing yang dipersembahkan kepada Dewa Lupercus tersebut memiliki daya magis yang luar biasa, yang mampu membuat mereka bertambah subur, bertambah muda, dan bertambah cantik. Semakin banyak mereka bisa menyentuh kulit kambing tersebut maka mereka http://www.saintvalentin.org TEMA UTAMA 28 eramuslim digest Edisi Koleksi V Di festival ini, disebut Lupercalia, laki-laki muda setengah-telanjang berlari mengitari Palatine Hill dan Roma, dan mencambuk pemudi dengan carik kulit dari seekor kambing yang dibunuh secara kejam.


Edisi Koleksi V eramuslim digest 29 COLUMBUS MISSION yakin akan bertambah cantik dan subur. Upacara yang sangat dinanti-nantikan orang-orang muda di Roma ini menjadi salah satu perayaan favorit. Hal ini tidak aneh mengingat kehidupan masyarakat Pagan Roma memang sangat menuhankan keperkasaan (kejantanan), kecantikan, dan seks. Bahkan para Dewa dan Dewi—tuhan mereka—digambarkan sebagai sosok lelaki perkasa dan perempuan yang cantik nan menawan, dengan pakaian yang minim bahkan telanjang sama sekali. Bangsa Roma memang sangat memuja kesempurnaan raga. Banyak literatur menulis tentang tradisi Pagan Roma tersebut. Sampai sekarang, pusat-pusat kebugaran yang menjadi salah satu ‘tren orang modern’ disebut sebagai Gymnasium atau disingkat Gym saja, yang berasal dari istilah Roma yang mengacu pada tempat olah tubuh. Tradisi pemujaan terhadap keperkasaan dan kecantikan ini, dan tentunya semuanya bermuara pada pendewaan terhadap syahwat, tidak menghilang saat Roma dijadikan pusat Gereja Barat oleh Kaisar Konstantin. Gereja malah melanggengkan ritual pesta syahwat ini dengan memberinya ‘bungkus kekristenan’ dengan mengganti nama-nama gadis dan para pemuda dengan nama-nama Paus atau Pastor atau orang-orang suci seperti Santo atau Saint (laki-laki) atau Santa (Perempuan). Mereka yang melakukan ini adalah Kaisar Konstantin sebagai Paus pertama dan Paus Gregory I. Bahkan pada tahun 496 M, Paus Gelasius I menjadikan Lupercalian Festival ini menjadi perayaan Gereja dengan memunculkan mitos tentang Santo Valentinus (Saint Valentine’s) yang dikatakan meninggal pada 14 Februari. Inilah apa yang sekarang kita kenal sebagai ‘The Valentine’s Day’. Lupercalian Festival yang sesungguhnya lebih tepat disebut sebagai ‘Making Love Day, merupakan asal-muasal peringatan ini. Oleh sejumlah pihak yang ingin mendapat keuntungan dari ritual tersebut dan eksesnya, momentum itu disebut sebagai ‘Hari Kasih Sayang’, sesuatu yang sangat jauh dan beda esensinya. (rz) „ LUPERCALIAN FEST, THE BEGIN.. Edisi Koleksi V eramuslim digest 29 http://www.saintvalentin.org Festival Lupercian adalah perayaan sensual kesenangan


30 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA MITOS SANTO VALENTINUS 30 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 31 MEMBANGUN PERADABAN DARI SAMPAH V alentine’s Day konon berasal dari kisah hidup seorang Santo (orang suci dalam Katolik) yang rela menyerahkan nyawanya demi cinta orang lain. Nama orang suci itu Santo Valentinus. Namun sejarah Gereja sendiri tidak menemukan kata sepakat tentang siapa sesungguhnya sosok Santo Valentinus sendiri. Bahkan banyak yang kemudian mengakui bahwa sesungguhnya, kisah mengenai Santo Valentinus sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat dan diyakini hanya merupakan mitos atau dongeng, sebuah eufismisme dari ‘kedustaan’. Sebab itu, Gereja sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan bagi pengikutnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual yang tidak berdasar ini. Saat ini ada banyak cerita tentang Santo Valentinus. Sekurangnya ada tiga nama Valentine yang diyakini meninggal pada 14 Februari (The Catholic Encyclopedia Vol. XV, sub judul St.Valentine). Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa kekuasaan Kaisar Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya tokoh “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Tiga nama Santo yang menjadi martir tersebut yakni seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas. VERSI PERTAMA Versi pertama menceritakan bahwa Santo Valentinus merupakan seorang Katolik yang dengan berani mengatakan di hadapan Kaisar Cladius II yang berkuasa di Roma bahwa Yesus adalah satu-satunya tuhan dan menolak menyembah para dewa dan dewi orang Romawi. Kaisar Claudius II sangat marah dan memerintahkan agar Valentinus dimasukkan ke dalam penjara. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentinus diam-diam menulis surat dukungan dan meletakkannya di depan jeruji penjara. Ini saja versi pertama, tidak ada kisah tentang cinta dan kasih sayang. VERSI KEDUA Kisah kedua juga masih menceritakan tentang Kaisar Claudius II. Hanya saja kali ini soal ambisi dan keyakinan Sang Kaisar bahwa Kerajaan Romawi harus terus jaya dan sebab itu membutuhkan balatentara yang kuat, terampil, dan kokoh tak terkalahkan. Super tentara ini menurut Kaisar Claudius II hanya bisa dipenuhi oleh para pemuda yang masih suci, yang belum pernah menyentuh wanita. Maka Kaisar Claudius pun mengeluarkan larangan kepada semua pemuda di Roma untuk tidak menjalin hubungan dengan wanita. MITOS SANTO VALENTINUS Edisi Koleksi V eramuslim digest 31


32 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA Keputusan Sang Kaisar di mana setiap titahnya merupakan hukum yang sama sekali tidak boleh ditawar-tawar menggegerkan rakyatnya. Banyak yang sesungguhnya menolak hal ini, namun mereka tidak berani untuk menentangnya secara terang-terangan. Karena setiap yang melanggar titah Sang Paduka taruhannya teramat mahal: nyawanya Relic of saint valentine TEMA UTAMA 32 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 33 MITOS SANTO VALENTINUS sendiri. Namun di luar kelaziman pada zaman itu, dua tokoh Gereja—Santo Valentinus dan Santo Marius—diam-diam menentang keputusan Kaisar Claudius dan menyebutnya sebagai hal yang menyalahi kecenderungan alamiah manusia. Namun tidak disinggung mengapa pula kedua tokoh Gereja ini tidak memprotes aturan Gereja sendiri yang mengharuskan para Pastor dan Biarawati hidup selibat. Bahkan diduga kuat, kedua orang ini juga menerapkan hidup selibat. Sayangnya, tidak ada petunjuk tentang hal ini. Secara diam-diam, kedua tokoh Gereja ini tetap menikahkan pasangan muda yang ingin menikah dan menjadi konselor atau penasihat bagi kaum muda yang mengalami kendala dalam berhubungan dengan pasangannya. Suatu waktu Kaisar Claudius mendengar berita tersebut dan langsung memerintahkan penangkapan atas keduanya. Santo Valentinus dan Santo Marius pun dijebloskan ke dalam penjara. Vonis mati pun dengan cepat dijatuhkan. Dalam versi ini, di dalam penjara Santo Valentinus jatuh hari pada anak seorang sipir. Cintanya mendapat sambutan hangat. Anak gadis sang sipir atau penjaga penjara ini pun jatuh hati padanya. Sang gadis sering mengunjungi Valentinus hingga kekasihnya dihukum mati. Cerita ini menjadi salah satu mitos yang paling dikenang hingga pada 14 Februari 496 M, Paus Gelasius meresmikan hari itu sebagai hari untuk memperingati Santo Valentinus (The World Book Encyclopedia 1998). Walau demikian, Paus Gelasius sendiri mengakui bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini. Walau demikian, Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. Hari Valentine yang oleh Paus Gelasisu II dimasukkan dalam kalender perayaan Gereja, pada tahun 1969 dihapus dari kalender gereja dan dinyatakan sama sekali tidak memiliki asal-muasal yang jelas. Sebab itu Gereja melarang Valentine’s Day dirayakan oleh umatnya. Walau demikian, larangan ini tidak ampuh dan V-Day masih saja diperingati oleh banyak orang di dunia. (rz) „ Edisi Koleksi V eramuslim digest 33 MITOS SANTO VALENTINUS


34 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA ROMULUS DAN REMUS http://library.thinkquest.org Temple Romulus 34 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 35 P ertengahan November 2007, satu tim arkeolog Italia yang tengah merestorasi situs-situs di sekitar Bukit Palatine (The Palatine Hills), dekat dengan puing-puing Kaisar Augustus, penguasa pertama Imperium Romawi, menemukan sebuah gua di bawah bukit tersebut. Gua yang berada sekitar 16 meter di bawah kawasan yang belum pernah digali tersebut diyakini sebagai gua tempat pengasuhan Romulus dan Remus, yang sejak anakanak konon diasuh oleh seekor serigala betina. Menurut mitologi Paganis Roma, keduanya merupakan pendiri kota Roma. Di dalam gua yang cukup besar tersebut terdapat lukisan mosaik berwarna-warni serta hiasan dari cangkang kerang dan bebatuan. Para arkeolog yang masuk ke dalam gua tersebut melakukan pengamatan dengan mempergunakan kamera bawah tanah dan berhasil merekam sebuah cekungan dinding bergambar seekor rajawali berwarna putih di pusatnya yang masih dalam kondisi baik. Di duga kuat, gua tersebut terhubung dengan istana Kaisar Augustus, namun hal ini belum ditemukan bukti-buktinya karena wilayah sekitarnya masih dipenuhi oleh reruntuhan puing yang berserakan. Gua tersebut karena berada di bawah bukit Palatine (Valentine?), dinamakan Gua Palatine, yang merupakan satu lokasi pemujaan bagi Dewa Lupercus, yang memiliki kedekatan dengan mitos serigala (Lupus). Fransesco Rutelli, Menteri Kebudayaan Italia, mengomentari penemuan tersebut, “Ini kemungkinan besar lokasi yang menyimpan bukti Mitologi Romawi, salah satu yang paling terkenal di dunia, gua legendaris tempat serigala betina menyusui Romulus dan Romus.” Anak Dewa Mars Menurut kepercayaan Pagan Roma, Romulus dan Remus merupakan anak Dewa Mars hasil dari perkawinannya dengan Rhea Silvia. Kedua anak tersebut sejak bayi dibiarkan dalam sebuah keranjang di tepi sungai Tiberinus dan kemudian diasuh dan dibesarkan oleh seekor betina serigala di Bukit Palatine. Dalam bahasa latin, serigala disebut sebagai ‘Lupa’, sebuah istilah yang juga dipakai untuk pelacur wanita sekaligus Dewi Rubah atau Dewi Serigala. Romulus dan Remus selain diasuh oleh serigala juga diberi makan oleh burung pelatuk (Woodpecker), sehingga kedua hewan ini disucikan oleh Mitologi Pagan Roma. Dewi Serigala (Luperca) yang juga dipercaya bisa berubah wujud sebagai manusia menikah dengan Dewa Kesuburan (Lupercus). Keduanya menyatu dan menjadi simbol bagi kesuburan (Fertility). Masih menurut mitologi Pagan Roma, gua di bawah Bukit Palatine inilah tempat Romulus dan Remus diasuh oleh Luperca. Peristiwa ini banyak diabadikan dalam pahatanpahatan arsitektural Roma hingga sekarang. Yang melukiskan dua anak manusia tengah disusui oleh seekor serigala betina. Romulus dan Remus mendirikan Kota Roma, 21 April 753 SM. Keduanya kemudian berseteru memperebutkan kekuasaan. Romulus berhasil membunuh Remus dan anak dari perkawinannya dengan Hersilia menjadi Kaisar Roma. Palatine Hills Adalah Bukit Valentine? Palatine Hills atau dalam bahasa latin disebut sebagai “Collis Palatium”, merupakan salah satu dari tujuh bukit yang berada di dalam Kota Roma. Ada sejumlah kalangan ROMULUS DAN REMUS Edisi Koleksi V eramuslim digest 35


36 eramuslim digest Edisi Koleksi V yang menduga bahwa asal istilah “Valentine” berasal dari nama “Palatine”, walau hal ini belum ada informasi yang menguatkan. Konon, Bukit Palatine ini saat Kaisar Claudius II berkuasa, dijadikan tempat eksekusi hukuman pancung bagi orang-orang yang dijatuhi hukuman mati. Di masa Kekaisaran Roma, pelaksanaan hukuman mati apakah itu dipancung atau disalib memang biasanya dilakukan di sebuah bukit. Kita tentu ingat penyaliban di Bukit Golgota yang oleh kaum Nasrani dipercaya sebagai peristiwa penyaliban Yesus. Hal itu dilakukan di depan tatapan mata banyak orang. Terkait dengan mitos Santo Valentinus, bukit ini dikatakan sebagai tempat pelaksanaan hukuman mati bagi dirinya. Namun yang menyebutkan keterkaitan antara mitos Santo Valentinus dengan Bukit Palatine hanyalah dari versi yang menyebutkan bahwa Santo Valentinus sebenarnya merupakan seorang Bishop dari Gereja di Termi, sebuah kota yang tidak terlalu jauh dari Roma. Bishop ini, seperti juga versi-versi lainnya, dikatakan menentang sikap Kaisar Claudius yang melarang hubungan apa pun antara para pemuda Roma dengan para pemudinya. Santo Valentinus dari Termi ini membangkang dan secara diam-diam banyak http://www.crystalinks.com The female wolf, feeding the baby twins Romulus and Remus 36 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 37 ROMULUS DAN REMUS menikahkan pasangan-pasangan muda. Namun lama-kelamaan hal ini terendus oleh kaki-tangan Kaisar Claudius dan akhirnya Sang Kaisar memerintahkan agar Bishop dari Termi ini ditangkap dan dipenjarakan. Selama di dalam penjara, Sang Valentinus menerima tanda simpati dari sejumlah anak muda. Salah seorang yang sangat bersimpati pada Santo Valentinus adalah seorang puteri sipir penjara itu sendiri. Mereka diam-diam sering bertemu. Tibalah waktunya Sang Valentinus digelandang ke Bukit Palatine untuk menerima eksekusi. Namun sebelumnya, Santo Valentinus ini sempat menyerahkan sepucuk surat lewat puteri sipir penjara yang menginginkan agar surat itu disebar kepada sejumlah pasangan muda yang menjalin hubungan secara diam-diam karena dilarang oleh Kaisar. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M dan diakhiri dengan kalimat “From Your Valentine’s..”, Dari Valentinmu… Santo Valentinus dari Termi ini dipenggal lehernya tepat pada tanggal tersebut. Sebab itu, hari kematiannya ini diperingati sebagai Hari Valentine. Tentu saja, semua ini merupakan sebuah dongeng yang tak seorang pun sampai hari ini bisa membuktikannya. Bukit Palatine sampai sekarang masih dipercaya sebagai Bukit Lupercalis di mana di bukit itulah Romulus dan Remus diasuh oleh serigala. Dan setiap tanggal 14 Februari, ada saja wisatawan yang ziarah ke sana.(rz)„ The Palatine Hill http://www.dl.ket.org Edisi Koleksi V eramuslim digest 37


38 eramuslim digest Edisi Koleksi V MEREKA DIBALIK VALENTINE’S DAY TEMA UTAMA 38 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 39 Ibarat film, maka Valentine’s Day juga punya tokoh-tokoh utamanya. Siapa saja mereka? Inilah para bintang-bintangnya: SANTO VALENTINUS Istilah Valentine’s Day berasal dari nama Santo Valentinus. Siapa sosok Santo Valentinus sesungguhnya? Tidak ada yang tahu. Sehingga dalam usaha menghapus perayaan dan peringatan yang tidak ada dasarnya, tidak diketahui asalmuasalnya, Gereja pernah menghapus peringatan Valentine’s Day dari Kalender Gerejawi pada tahun 1969 dan melarang jemaatnya untuk merayakan Hari Kasih Sayang tersebut. Dalam perayaan Hari Valentine, orang biasa mengucapkan “Be My Valentine” kepada pasangannya. Bagi banyak kalangan, ucapan ini seolah-olah memiliki arti sebagai “Maukah kamu menjadi yang terkasih bagiku?” atau “Maukah Kamu jadi kekasihku?”. Anggapan ini ternyata salah. Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” yang bisa diakses pada situs www.korrnet.org mengatakan bahwa istilah “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti sebagai: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini dahulu ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, dewa atau tuhan orang Romawi Kuno. Maka disadari atau tidak, ucapan “to be my Valentine”, dengan sendirinya mengandung arti meminta pasangan kita menjadi “Sang Maha Kuasa” atas diri kita. Hal ini tentu merupakan perbuatan syirik. CUPID Mitologi Yunani dan Roma Kuno memang sangat mengagungkan kesempurnaan ragawi dan juga syahwat. Tidak heran, jika para dewa dewi yang dipercayai mereka sebagai tuhannya pun disimbolisasikan dalam bentuk sosok manusia, laki-laki dan perempuan, yang dianggap sempurna tubuh dan juga kecantikan maupun ketampanannya. Jika seorang dewi maka mereka disimbolisasikan—dalam ribuan patung dan juga MEREKA DIBALIK VALENTINE’S DAY http://www.stvals.org Edisi Koleksi V eramuslim digest 39


40 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA lukisan—sebagai seorang perempuan muda yang cantik, memiliki tubuh yang menggoda, dan mempunyai hasrat yang bergelora. Demikian pula penggambaran mereka untuk para dewanya, digambarkan sebagai seorang laki-laki perkasa, rupawan, dan juga sama-sama menyimpan hasrat yang dahsyat. Salah satu dewa yang mereka puja adalah Cupid (Latin: Cupido, Amor, atau Eros), atau dalam bahasa Inggris juga biasa disebut sebagai The Desire (yang memiliki arti sebagai ‘hasrat’, ‘nafsu’, atau ‘syahwat’). Dalam mitologi Roma Kuno atau Yunani Kuno, Cupid sering digambarkan sebagai sosok bayi montok nan rupawan dan bersayap dengan panah di tangannya. Namun ada pula penggambaran Cupid sebagai seorang lelaki rupawan yang bersayap. Hanya saja,—maaf—baik dalam bentuk bayi atau pun sudah dewasa, Cupid sama sekali tidak ditutupi sehelai benang pun alias bugil. Bisa jadi, inilah pesan asli dari yang disebut sebagai “Cinta” yaitu sesungguhnya adalah “Hasrat atau Nafsu syahwat”. Di dalam perayaan Valentine’s Day, Cupid tidak boleh tertinggal. Biasanya, dalam kertas surat atau kartu ucapan, sosok Cupid yang telanjang lengkap dengan sayap dan busurnya diletakkan di atas atau di bawah tulisan: “Be My Valentine’s…” Dalam bentuk bayi, Cupid sering juga ditemui di dalam dekorasi pusat-pusat perbelanjaan menjelang bulan Februari sepanjang tahun dan diselingi dengan hiasan hati atau bunga yang didominsi warna merah atau pink dan biru. Dalam kepercayaan pagan, Cupid merupakan anak dari Nimrod ‘The Hunter’ alias Dewa Matahari (Raja Namrudz) dengan Dewi Aphrodite, Sang Dewi Kecantikan yang popular dengan sebutan Dewi Venus. Cupid atau Eros ini dianggap sebagai Dewa atau Tuhan Cinta, karena raganya yang sangat rupawan. Bahkan dalam mitologi tentangnya diceritakan, ibu kandungnya pun tertarik secara seksual dengannya dan melakukan perzinaan dengan anaknya sendiri! Sesuatu yang memang dianggap lumrah dalam masyarakat pagan Roma. PAUS GELASIUS I Gelasius terpilih menjadi Paus pada 1 Maret 492 M dan menerima warisan berupa konflik dan ancaman perpecahan (skisma) antara Gereja Barat yang berpusat di Imperium Romawi dengan Gereja Timur yang berpusat di Konstantinopel (Istanbul sekarang), Turki. http://www.soils.wisc.edu TEMA UTAMA 40 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 41 Paus Gelasius I tercatat dalam sejarah sebagai seorang pemimpin Gereja (Katolik) yang ‘meresmikan’ atau mengadopsi perayaan paganisme Romawi Kuno, The Lupercalia Festival, menjadi satu perayaan keagamaan Gereja dan masuk dalam deretan hari-hari besar gerejawi. Ketika itu, Gelasius menulis surat dan mengirimkannya kepada seorang anggota senat Roma bernama Andromachus. Isi surat tersebut menyatakan bahwa kontroversi tentang festival kesuburan dan pemurnian “The Lupercalia Fest”, yang sedikit demi sedikit dianggap tergusur oleh ajaran kekristenan dan hal ini menuai kecemasan di sejumlah kalangan petinggi Roma akan dijaga dan dipelihara oleh Gereja dan akan diadopsi menjadi salah satu hari perayaan gerejawi. Gelasius menyatakan, Festival Lupercalian tersebut akan diberi bungkus baru dan akan “dikombinasikan” dengan perayaan Mary The Virgin (Perawan Maria) yang sering disebut “Candlemas”, yang berlangsung 40 hari setelah perayaan Natal (25 Desember), yang sebenarnya berlangsung tiap tanggal 2 Februari. Namun oleh Gelasius, perayaan Mary The Virgin digeser menjadi 14 Februari dan disatukan dengan hari perayaan The Lupercalian Festival. Perayaan baru ini diberi label baru dengan sebutan “The Valentine’s Day”. Perayaan Hari Valentine kemudian resmi menjadi salah satu perayaan gerejawi dan berabad kemudian, pada sekitar tahun 1960-an, Gereja secara resmi menghapus perayaan ini dari daftar kalender gereja. TIndakan ini merupakan bagian dari upaya gereja untuk menghapus berbagai ritual yang sebenarnya tidak diketahui asal-usulnya atau sekadar mitos yang tidak berdasar. Sesungguhnya, banyak sekali perayaan maupun ritual paganisme Roma yang diadopsi oleh Gereja hingga sekarang. Hari Natal yang diperingati Gereja Barat tiap tanggal 25 Desember pun sebenarnya berasal dari ritual perayaan hari kelahiran Nimrudz The Son of God, anak Dewa Matahari. Tanda salib pun sebenarnya bukan berasal dari tiang salib tetapi dari dua lintasan cahaya yang saling berpotongan dan ini sudah lama menjadi simbol dari Dewa Nimrudz. KAISAR CLAUDIUS II Nama aslinya Marcus Aurelius Claudius Augustus Gothicus (10 Mei 213/214 – Januari 270 M), atau lebih dikenal sebagai Claudius II, seorang Kaisar Imperium Romawi. Claudius II memerintah Roma hanya selama dua tahun (268-270), namun di masa kekuasaannnya, Roma memperoleh sejumlah masa kegemilangan dan sebab itu dia dianugerahi sebuah gelar keagamaan. Claudius pernah memimpin angkatan bersenjata Imperium Roma saat pertempuran melawan kaum Goths dalam Battle of Naissus, September 268. Claudius, seperti juga pendahulunya Maximinus Thrax, menghadapi penentangan kaum barbarian. Di masa kekuasaannya yang hanya sekitar dua tahun, Claudius harus membangun angkatan http//www.wikimedia.org MEREKA DIBALIK VALENTINE’S DAY Edisi Koleksi V eramuslim digest 41


42 eramuslim digest Edisi Koleksi V Artis Yahudi memenuhi Hollywood. Dari tukang pencari bakat (cast- ing), pengatur cahaya, efek komputer, penulis skrip, juru rias dan kostum, sutradara, produser, hingga jaringan pemasarannya pun dikuasai Yahudi. Inilah sebagian kecil artis-artis Yahudi Hollywood yang dilahirkan dalam rentang tahun 1940 hingga 1990-an: TEMA UTAMA bersenjata yang kuat untuk menghadapi berbagai ancaman pemberontakan dari dalam maupun musuh dari luar. Sebab itulah, Claudius sangat berambisi untuk membangun sebuah angkatan bersenjata Imperium Romawi yang kuat, kokoh, dan perkasa. Bagi Claudius, angkatan perang semacam itu hanya bisa dibangun jika para tentaranya terdiri dari para pemuda yang juga kuat, fokus, disiplin, dan dan terlatih dengan baik. Bagi Claudius, seorang tentara yang kuat dan tangguh hanya bisa dipenuhi oleh para pemuda yang tidak memikirkan hal-hal lain selain penunaian tugas terhadap negara. Claudius menganggap bahwa para pemuda yang tergabung dalam legiun istimewanya harus sungguh-sungguh berkosentrasi dalam tugasnya. Salah satu yang dianggap Claudius sebagai penghalang dan pengganggu konsentrasi adalah hubungan antara tentaranya dengan para perempuan Roma. Maka Kaisar Claudius pun mengeluarkan peraturan bahwa para pemuda yang tergabung dalam Legiun Romanya tidak boleh berhubungan apa pun dengan para perempuan, bersahabat, berpacaran, atau bahkan menikah. Hal ini tentu dirasa sangat berat oleh para pemuda Roma. Namun mereka juga tidak berani untuk menentangnya karena hukuman yang akan diterima jika ketahuan sangatlah berat. Dalam kondisi inilah, menurut mitos Valentine Day, muncul seorang pemuka agama yang disebut Santo Valentine yang secara diam-diam melakukan upaya peresmian hubungan para pemuda dengan pemudi Roma, dan menikahkannya. Suatu waktu Claudius mendengar hal ini dan murka besar. Santo Valentinus ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Mitos ini sudah kita ketahui akhirnya, dan Santo Valentinus pun menjelma menjadi sosok misterius yang kepopulerannya di Barat hanya berada di bawah Yesus Kristus, di mana Hari Valentine menjadi perayaan paling meriah di Barat setelah Hari Natal di penghujung Desember tiap tahun. PEBISNIS Sebenarnya, Hari Valentine tidak akan menjadi semeriah dan segemerlap seperti sekarang jika tanpa adanya campur-tangan para pebisnis. Sudah menjadi hukum kapitalisme, bahwa para pebisnis senantiasa mencari-cari celah sekecil apa pun guna dijadikan obyek bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan material bagi dirinya. Celah ini termasuk perayaanperayaan keagamaan, yang oleh mereka dijadikan sebagai ‘perayaan bisnis’. Sejumlah pebisnis yang harus bertanggungjawab atas dilestarikannya Hari Valentine antara lain adalah pebisnis kartu ucapan, pebisnis bunga, pebisnis media massa, pebisnis coklat, dan sebagainya. Ada banyak orang yang memanfaatkan momentum ini dan memperalatnya menjadi momentum mengeruk keuntungan yang luar biasa Joyce C.Hall 42 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 43 SISI GELAP ARSITEKTUR KOTA WASHINGTON D.C MEREKA DIBALIK VALENTINE’S DAY banyaknya, tanpa peduli bahwa yang dimanfaatkannya merupakan suatu perayaan yang bersifat merusak moral dan kemanusiaan. Salah satu orang yang harus bertanggungjawab adalah pemilik industri kartu ucapan terbesar dunia, Hallmark. Di dunia Barat, bisnis kartu ucapan pada hari Valentine mencapai rekor tertinggi setelah Hari Natal. Kebanyakan yang membeli kartu ucapan Valentine adalah perempuan yang mencapai prosentase lebih dari 80%. Di Amerika Serikat, lebih dari 50% kartu ucapan Valentine yang beredar berasal dari perusahaan Mallmarks Card yang berbasis di Kansas City, Missouri. Perusahaan yang didirikan oleh Joyce C. Hall pada tahun 1910 berawal dari kebiasaan Joyce C. Hall yang saat itu baru berusia 18 tahun membeli kartu ucapan. Pada tahun 1915, Joyce muda melihat banyak kartu ucapan menjelang hari Valentine dijual. Dua tahun setelah itu Joyce bersama saudaranya, Rollie, memulai usaha untuk membuat kartu. Usahanya yang memakai bendera Hallmark berkembang. Di setiap kartu ucapan yang diproduksinya, diterakan nama ‘Hallmark’ dan hal tersebut berlangsung hingga hari ini. Bahkan sejak tahun 2001, usaha pembuatan kartu ucapan tersebut merambah ke bidang pertelevisian yang disponsori NBC yang sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1951. Saat ini, tak kurang dari 18.000 orang menjadi karyawan penuh Hallmark dengan 4.500 pekerja bertugas di Kansas, pusat dari perusahaan Hallmark. Di antara mereka terdapat 800 seniman, desainer, penulis, penyair, dan juru foto. Sampai sekarang tercatat sekitar 48.000 model kartu ucapan telah diproduksi Hallmark, kebanyaka kartu ucapan Natal dan Valentine. Di Amerika Serikat, Miss Esther A. Howland (1828-1904) tercatat sebagai orang pertama yang membuat dan mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine di negeri Paman Sam ini telah dirayakan besar-besaran sejak tahun 1800 dan pada perkembangannya, momentum tersebut telah menjadi perayaan bisnis yang sangat menggiurkan. (Rz) „ http://www.scarboroughtowncentre.com Salah satu toko Hallmark yang menjual sovenir Edisi Koleksi V eramuslim digest 43


44 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA MITOS VALENTINE’S DAY 44 eramuslim digest Edisi Koleksi V


Edisi Koleksi V eramuslim digest 45 MITOS VALENTINE’S DAY S eluruh perayaan terkait paganisme dipenuhi berbagai mitos dan legenda. Demikian pula dengan Valentine’s Day yang juga dipenuhi berbagai mitos dan kepercayaan yang bahkan sama sekali tidak masuk akal. Apa saja mitos seputar Valentine’s Day? Inilah di antaranya: Pada perayaan Lupercalia, sebuah ritual paganisme yang dipercaya sebagai asal muasal Valentine’s Day, para gadis di Roma berhimpun dan menuliskan nama-nama mereka dalam selembar kecil kertas dan mengumpulkannya dalam sebuah wadah besar. Para pemuda Roma yang juga dihimpun di tempat yang sama satupersatu mengambil sebuah kertas yang telah berisi nama seorang gadis. Para gadis dan pemud apercaya, di hari itu mereka akan menmukan jodohnya sampai dengan bertemunya mereka pada hari Lupercalia tahun berikutnya. Di Eropa, terutama di daerah Wales (Inggris) dan sekitarnya, banyak anak kecil pada hari 14 Februari di dandani layaknya anak dewasa. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi dan menari, berputarputar layaknya pasangan muda-mudi yang tengah riang gembira. Juga di wilayah Wales dan sekitarnya, di hari 14 Februari, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya sebagai tanda kasih sayang. Bentuk hati, kunci, disertai nama pasangannya adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut. „ „ „ Edisi Koleksi V eramuslim digest 45


46 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA Di Romawi Kuno pula, dan ini masih dilakukan sejumlah keluarga, pada tanggal 14 Februari para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pemuda. Jika sang gadis menerima hadiah tersebut maka ini adalah tanda bahwa sang gadis bersedia dinikahi si pemuda dan menjadi isterinya. Banyak orang di Eropa percaya, jika mereka melihat camar melayang di udara bertepatan dengan hari Valentine, maka ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara, jika seorang wanita melihat burung pipit melayang di atasnya tepat di hari Valentine, maka dia akan menikah dengan seorang pria miskin, walau demikian mereka akan tetap berbahagia.Namun jika yang dilihatnya adalah burung gereja, maka ini pertanda kemujuran. Seorang jutawan akan melamar sang gadis, atau jika yang melihat seorang pemuda, maka dia kaan mendapatkan seorang kekasih yang kaya raya. Ada yang unik juga menyangkut Hari Valentine. Bukan coklat, bukan mawar, bukan pula sebuah boneka berwarna biru dan pink, tetapi sebuah kursi besar yang di Barat dikenal sebuah Kursi Cinta (The Love Chair). Awalnya kursi ini merupakan sebuah kursi yang didesain khusus untuk seorang perempuan dewasa Eropa yang mengenakan gaun besar dan lebar, seperti busana perempuan terhormat di abad pertengahan di Eropa, namun dalam perkembangannya, karena fesyen perempuan di Eropa sudah meninggalkan „ „ „ Masyarakat barat berbondong-bondong membeli coklat dan sovenir untuk hari Valentine 46 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 47 WMITOS VALENTINE’S DAY gaun lebar dan besar, maka kursi ini pun dijadikan sebagai sebuah kursi yang pas sebagai tempat bermesraan bagi sepasang kekasih. Bagi yang meyakini Hari Valentine sebagai hari penuh berkah, maka mereka akan berlomba-lomba untuk bisa duduk di kursi ini bersama pasangannya di malam Valentine. Jika Anda adalah seorang perempuan yang tengah menunggu lamaran seorang pria, maka ambilah setangkai buah apel yang masih ada tangkainya. Putarlah apel itu dengan tangan Anda memegang tangkai apel tersebut. Di saat apel itu berputar, sebutlah lima atau enam pria yang ingin Anda nikahi. Saat tangkai apel tersebut putus, maka nama pria yang Anda sebut adalah orang yang tepat untuk Anda nikahi. Demikian pula sebaliknya jika Anda seorang pria. Tepat pada Hari Valentine, petiklah sekuntum bunga Dandelion yang tengah sempurna mengembang. Berdirilah searah dengan arah angin bertiup lalu tiuplah bunga tersebut hingga putik-putiknya beterbangan ke udara. Lalu hitung, ada berapa putik yang masih tersisa melekat pada bunganya. Itulah jumlah anak yang akan Anda miliki setelah Anda menikah. Cara lain untuk mengetahui jumlah anak bertepatan dengan Hari Valentine bisa juga lewat medium buah apel. Potonglah apel tepat di tengahnya, lalu akan terlihat jumlah biji apel yang terletak di bagian dalam. Hitunglah. Maka itulah jumlah anak yang akan Anda miliki. Apakah kekasih Anda menghadiahi Anda dengan sebatang coklat atau sekuntum bunga? Jika dia memberimu sekuntum bunga, maka dia menginginkan hubungan yang abadi, penuh dengan cinta, dan suasana romantis. Namun jika dia memberimu sebatang coklat, maka dia ingin lebih dari hubungan yang telah terbina. Dia ingin hubungannya juga dipenuhi dengan gelora “cinta” alias syahwat! (Lw) „ „ „ „ „ Edisi Koleksi V eramuslim digest 47


48 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA B iasanya, Syahwat berkonotasi negatif. Istilah syahwat lebih kepada pengertian nafsu atau naluri rendah (basic instinc), yang bukan hanya milik manusia, tetapi juga binatang. Sebab itu, syahwat juga sering dikatakan sebagai nafsu hewani. 48 eramuslim digest Edisi Koleksi V SYAHWAT DAN TUHAN DI ROMA TEMA UTAMA


Edisi Koleksi V eramuslim digest 49 SYAHWAT & TUHAN DI ROMA Sedangkan Tuhan memiliki arti sebagai yang dipuja sekaligus yang dipuji. Sesuatu yang dianggap sakral, suci, awal dari segalanya, yang maha kuasa, maha perkasa, dan segala hal yang tidak ada sesuatu pun yang mampu untuk menandinginya. Bagi kaum pagan, seperti halnya kaum Romawi Kuno, tuhan berjumlah banyak (politheisme) dan masing-masing oknum tuhan mempunyai tugas dan kewenangannya sendiri. Walau berjumlah lebih dari satu, semua tuhan tersebut memiliki ciri yang sama yakni memiliki wewenang yang tak terbatas dalam lingkup tugasnya, atau dengan kata lain bisa disamakan dengan The Super Administrator. Antara satu tuhan dengan tuhan lainnya tidak bisa dan tidak boleh mencampuri urusannya masing-masing. Tuhan Peperangan tidak dibenarkan mengintervensi urusan Tuhan Cinta. Tuhan Kesuburan tidak boleh mencampuri urusan Tuhan Kematian, dan sebagainya. Secara diametral, Syahwat dan Tuhan jelas bertentangan. Jelas bertolak-belakang. Yang satu merupakan naluri rendah manusia (animal instinc) yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai sumber segala kekotoran, kejahatan, keserakahan, dan kezaliman, sedang yang lainnya merupakan pengejawantahan sesuatu yang sangat suci dan sakral. Hitam dan putih. Namun keduanya bisa dipersandingkan, bahkan menyatu, dalam tradisi dan kepercayaan paganisme bangsa Romawi Kuno. Lantas, darimana segala kepercayaan yang unik ini berawal mula? Imperium Roma yang meliputi wilayah yang sangat luas pada zamannya, berawal dari berdirinya kota kecil Roma oleh Remus dan Romulus. Dari wilayah yang sangat terbatas tersebut, perlahan namun pasti kekuasaannya merambah ke berbagai arah mata angin dan tumbuh menjadi satu imperium yang sangat kuat dan disegani banyak negeri. Kekaisaran Romawi atau Imperium Romanum merupakan sebuah kelompok politik yang berpusat di Italia dengan mengambil ibukota di Kota Roma. Kota yang sekarang berdiri Tahta Suci Vatikan ini berdiri sejak tahun 753 SM, dan dan dari sini kelompok politik tersebut memerlukan waktu tak kurang dari lima abad lamanya untuk bisa meneguhkan cengkeraman kuku kekuasaannya hingga mampu melewati semenanjung Italia. Sudah menjadi kelaziman bagi suatu negara yang ekspansif seperti Romawi untuk menempuh jalan darah dan pedang. Salah satu yang dikenal sejarah adalah ketika berbenturan dengan bangsa Kartago, suatu pemerintahan yang berdiri di tahun 814 SM oleh bangsa Fenisia. Perang antara keduanya dicatat sejarah sebagai Perang Punic (264- 241 SM) yang berakhir dengan kemenangan Romawi atas Kartago pada tahun 146 SM, yang merupakan tonggak pertama dominasi pemerintahan Romawi di Eropa, yang terus berkuasa dengan kekuasaan tertinggi selama enam abad berikutnya. Kebesaran dan kemegahan Romawi dilalui dengan berbagai intrik kotor antar keluarga dan golongan, pembunuhan, perselingkuhan, yang terjadi di pusat kekuasaan atau elite negara. Salah seorang tokoh besar Imperium Romawi yang terkenal, Julius Caesar, pun mati terbunuh oleh intrik di dalam istana ini. Sama dengan apa yang dilakukan olehnya ketika menggapai tangga kekuasaan. Pergantian kekuasaan di dalam istana Romawi tidak pernah lepas dari intrik-intrik kotor, jika seorang kaisar tidak dibunuh, maka ia pasti bunuh diri. Berbagai macam alasan, namun semuanya berawal dari tahta, harta, dan wanita. Slogan dalam dunia politik ini berasal dari Romawi. Demikian pula ungkapan


50 eramuslim digest Edisi Koleksi V TEMA UTAMA bahwa, “Politik itu kotor”. Kurang lebih tiga abad setelah kematian Kaisar Augustus (wafat pada tahun 14 Masehi), Roma yang berbentuk kekaisaran telah berkembang dengan pesatnya. Dengan wilayah yang luas dan kekuatan militer yang tak terkalahkan, kekaisaran Romawi menjadi kekaisaran terbesar di dunia yang telah dikenal ketika itu, masa yang biasa disebut Pax Romana, di mana pun terwujud. Di saat inilah, agama Kristen mulai tumbuh dan berkembang di Roma. Tidak seperti agama-agama sebelumnya, yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai ciriciri budaya suatu bangsa, agama Kristen secara aktif masuk ke Roma. Bermula dari Yerusalem, Dunia Arab, dan terus menyebar hingga ke Yunani dan Mesir. Dari tangan Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus yang mengubah agama Nasrani yang tadinya hanya diperuntukkan bagi kaum dan murid-murid Yesus menjadi Kristen yang agresif dan ekspansif, agama yang telah berubah ini menjalar ke Roma. Pada awalnya, kedatangan agama baru ini bisa ditoleransi oleh orang Romawi. Namun pada perkembangan selanjutnya, orang Romawi mulai khawatir akan penyebaran agama Kristen yang begitu cepatnya. Mereka mengkhawatirkan agama ini akan memecahbelah persatuan bangsa Romawi. Maka dimulailah pembantaian terhadap orang-orang yang memeluk agama Kristen. Mereka dibunuh, ditindas atau dijadikan umpan singa di arena sirkus. Meski pun demikian, gerakan-gerakan bawah tanah orang Kristen tetap aktif menyebarkan agama, mereka menjadikan Roma sebagai pusat gerakan mereka. Hingga suatu ketika, keadaan ini berubah ketika Kaisar Constantinus (280-337 M) berkuasa. Karena sikpa politiknya yang akomodatif berdasarkan perhitungan-perhitungan logis, Konstantin bisa menerima agama baru ini. Bahkan Konstantin menggelar Konsili Nicea 325 M yang legendari di mana ratusan Injil yang ada dan penuh dengan perbedaan antara kaum yang mendukung paham Trinitas dengan yang Unitarian, diseleksi. http://fas-history.rutgers.edu Rome Imperium


Click to View FlipBook Version