PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
MEDLEY MELAYU PADA MATERI MINYAK BUMI
Skripsi
Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat
Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Disusun Oleh:
YAYANG DEVTIARANI
NIM 170384204022
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2021
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI
ii
HALAMAN PENGESAHAN
iii
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT
iv
PERSEMBAHAN
“Kami perintahkan kepada manusia supaya untuk berbuat baik kepada kedua
orang ibuk bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah pula”
(Q.S Al Ahqaf 46: 15)
Atas izin Allah, ku persembahan tulisan ini kepada:
Ibunda tersayang Mardiana
Dan
Ayahnda tercinta Iskandar
Makku tercinta…
Bidadari tak bersayap yang memiliki syurga ditelapak kakinya, kau
kirimkan aku kekuatan melalui iringan do’a walaupun hatiku tak
setegar dirimu, tak ada keluh kesah di wajahmu untuk
mengantarkanku menuju cita-cita dan impian menjadi kenyataan,
tiada lagi yang kuinginkan di dunia ini selain terus berdo’a dan
berusaha tuk selalu membahagiakan mu.
Abahku tersayang…
Cinta pertama untuk anak perempuannya, tugas hidupmu begitu berat
tapi kau tak pernah menyerah demi kebahagian anak mu, kini studi
telah selesai berkat do’a dan restumu dalam hidupku, terima kasih
abah telah menjadi orang sejuta imajinasi pendukung hobiku
walaupun aku sering mengecewakan tidak sehebat seperti dirimu.
Untuk Atokku Abdul Gani (Alm) dan Nenekku tersayang Raja Suri
(Almh) yang selalu mengingatkanku akan pentingnya solat dan akhlak
besar harapanmu untuk cucu pertamamu wisuda meskipun tidak rezeki
untuk kau melihatnya semoga ditempatkan disisi Allah SWT, adik ku
tersayang Teja Lesmana, Iqbaal Nurilham dan Nayla Lita Najwa, yang
selalu memberiku semangat, menghibur hatiku, dan do’a-do’a yang telah
kalian berikan.
v
MOTTO
Bantulah kebutuhan orang lain,
maka Allah akan membantu kebutuhanmu
Mudahkan urusan orang lain,
maka Allah akan memudahkan urusanmu
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada
berputus dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur”
(Q.S Yusuf; 87)
Untuk mendapatkan sesuatu yang kau inginkan,
kau harus bersabar dengan sesuatu yang kau benci.
-Imam Ghazali-
vi
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
kasih sayang, dan kemudahan kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan
skripsi yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Medley
Melayu pada Materi Minyak Bumi” tepat pada waktunya. Shalawat beriring salam
senantiasa tercurah kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW yang telah
membawa manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang serba teknologi
seperti sekarang ini, yang selalu menjadi idola dan menjadi tauladan hingga akhir
zaman.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan mencapai derajat
Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Jurusan Pendidikan Kimia. Peneliti menyadari selama
penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan Allah SWT, doa orang tua dan
tak luput pula dukungan dari berbagai pihak sehingga semua hambatan dan
rintangan dapat penulis lalui. Pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi. DEA selaku Rektor Universitas
Maritim Raja Ali Haji.
2. Bapak Assist. Prof. Satria Agust, S.S., M.Pd., selaku Dekan di Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
3. Bapak Assist. Prof. Ardi Widhia Sabekti, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Jurusan
Pendidikan Kimia Universitas Maritim Raja Ali Haji sekaligus Dosen
Pembimbing dua yang banyak meluangkan waktu dan memberikan masukan
guna menyempurnakan skripsi ini.
viii
4. Ibu Assist. Prof. Fitriah Khoirunnisa, S.Pd. M.Ed., Dosen Pembimbing satu
yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan masukan guna
menyempurnakan skripsi ini.
5. Ibu Assist. Prof. Inelda Yulita, S.Pd. M.Pd., sebagai Dosen Penguji sekaligus
validator media yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan
masukan guna menyempurnakan skripsi ini.
6. Ibu Assist. Prof. Friska Septiani Silitonga, S.Pd., M.Sc, sebagai Dosen
Pembimbing Akademik sekaligus penguji yang telah banyak meluangkan
waktu dan memberikan masukan guna menyempurnakan skripsi ini.
7. Ibu Assist. Prof. Nina Adriani B.Sc (Hons).,M.Sc., sebagai dosen penguji
yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan masukan guna
menyempurnakan skripsi ini.
8. Bapak Assist. Prof. Hilfi Pardi, S.Si., M.Si sebagai validator materi yang telah
banyak meluangkan waktu dan memberikan masukan guna menyempurnakan
skripsi ini.
9. Seluruh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim
Raja Ali Haji yang telah memberikan ilmunya kepada peneliti selama
mengikuti proses perkuliahan.
10. Ibu Safrawita, S.Pd., selaku guru pamong yang selalu menjadi motivator dan
senantiasa meluangkan waktu dan memberikan masukan kepada peneliti.
11. Orang tua penulis Bapak Iskandar dan Ibu Mardiana yang selalu mendoakan
dan memberi semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
ix
12. Adik-adik tercinta Teja Lesmana, Iqbal Nurilham, dan Nayla Lita Najwa yang
selalu menjadi penyemangat untuk penulis.
13. Sahabat rantauan rumah ngelatat Desy Lestary, Tasya Rusadi, Nurazimah,
Surani, Nurul Azlinda, dan Rika Aprillia Sari yang selalu ada di kala susah
dan senang selama di perantauan.
14. Kepada Muhammad Aldi yang telah memberikan semangat, motivasi tenaga
dan pikiran selama penulisan skripsi ini.
15. Sahabat rantauan Asrama Putri Karimun Indriani, Nazirah, Nurul Hati, Nurul,
Meiselina Sundari, dan Sarni yang telah membersamai selama di perantauan.
16. Teman-teman seperjuangan PLP di SMA Negeri 2 Tanjungpinang yang sudah
membantu dalam memberikan informasi.
17. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Kimia angkatan 2017 K08 yang telah
memberikan dukungan satu sama lain.
Penyusunan skripsi ini masih belum sempurna, maka dari itu kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan lagi skripsi ini
dimasa mendatang. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang memerlukan
khususnya bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program
Studi Pendidikan Kimia di Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Tanjungpinang, 20 Juli 2021
Yayang Devtiarani
NIM 170384204022
x
DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ iii
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ....................................................... iv
PERSEMBAHAN ................................................................................................... v
MOTTO ................................................................................................................. vi
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii
DAFTAR ISI........................................................................................................... x
DAFTAR TABEL................................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................ xiv
ABSTRAK ............................................................................................................ xv
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 4
C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5
D. Spesifikasi Produk........................................................................................ 5
E. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian............................................................ 8
G. Definisi Istilah.............................................................................................. 8
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 11
A. Landasan Teori........................................................................................... 11
B. Penelitian Relevan...................................................................................... 20
C. Kerangka Berpikir...................................................................................... 23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.............................................................. 27
A. Jenis Penelitian........................................................................................... 27
B. Model Penelitian dan Pengembangan ........................................................ 27
C. Prosedur Penelitian dan Pengembangan .................................................... 28
D. Uji Coba Produk......................................................................................... 30
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 42
xi
A. Hasil Penelitian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Medley
Melayu pada Materi Minyak Bumi ................................................................... 42
B. Pembahasan Pengembangan Media pembelajaran Interaktif Medley Melayu
Pada Materi Minyak Bumi ................................................................................ 58
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN................................................................ 80
A. Kesimpulan ................................................................................................ 80
B. Saran........................................................................................................... 81
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 82
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian.................................................................................. 32
Tabel 3. 2 Kisi-kisi wawancara guru..................................................................... 34
Tabel 3. 3 Kisi-kisi angket peserta didik............................................................... 35
Tabel 3.4 Kisi-kisi angket validasi materi............................................................. 35
Tabel 3. 5 Kisi-kisi angket validasi media ............................................................ 36
Tabel 3.6 Kisi-kisi penilaian praktikalitas guru .................................................... 37
Tabel 3.7 Kisi-kisi penilaian praktikalitas peserta didik....................................... 37
Tabel 3. 8 Skala penilaian validitas media dan materi.......................................... 38
Tabel 3. 9 Persentase penilaian validitas materi ................................................... 39
Tabel 3. 10 Persentase penilaian validitas media.................................................. 40
Tabel 3. 11 Skala penilaian praktikalitas guru dan peserta didik.......................... 40
Tabel 3. 12 Persentase penilaian praktikalitas guru dan peserta didik.................. 41
Tabel 4. 1 Hubungan Materi Pokok dan Sub Materi Pokok dengan Tujuan
Pembelajaran. 44
Tabel 4. 2 Hubungan Sub Materi Pokok dengan Lagu ......................................... 46
Tabel 4. 3 Menu Medley Melayu.......................................................................... 55
Tabel 4. 4 Hasil Validasi Materi ........................................................................... 55
Tabel 4. 5 Hasil Validasi Media............................................................................ 56
Tabel 4. 6 Menu Medley Melayu Sebelum dan Setelah Direvisi ......................... 57
Tabel 4. 7 Hasil Uji Praktikalitas Guru................................................................. 57
Tabel 4. 8 Hasil Uji Praktikalitas Peserta didik .................................................... 58
Tabel 4. 9 Materi dan Lirik yang Telah Diaransemen .......................................... 64
Tabel 4. 10 Revisi validasi Materi ........................................................................ 69
Tabel 4. 11 Revisi Ahli Media ............................................................................. 71
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1 Modifikasi bagan tahap penelitian pengembangan medley Melayu. 30
Gambar 3.2 Bagan Desain Uji Coba Produk Medley Melayu .............................. 31
Gambar 4. 1 Bagan Konsep Media Interaktif Medley Melayu 45
Gambar 4. 2 Lirik lagu pembukaan dan teori terbentuknya minyak bumi ........... 47
Gambar 4. 3 Tampilan Menambahkan Audio Rekaman ke Audacity .................. 48
Gambar 4. 4 Tampilan Audacity Saat Menghilangkan Noise .............................. 48
Gambar 4. 5 Tampilan Proses Pembuatan Video Menggunakan Kinemaster ...... 49
Gambar 4.6 Tampilan Penambahan Audio Pada Video di Kinemaster ................ 50
Gambar 4.7 Garis Kuning Penambahan Audio..................................................... 50
Gambar 4.8 Menambahkan audio instrumen dan vokal........................................ 51
Gambar 4.9 Proses Pembuatan Aplikasi Menggunakan Jagel.id .......................... 51
Gambar 4. 10 Tampilan Logo dan Halaman Utama Aplikasi Medley Melayu .... 54
Gambar 4. 11 Diagram Batang Validasi Materi.................................................... 67
Gambar 4. 12 Diagram Batang Validasi Media .................................................... 70
Gambar 4. 13 Tampilan Menu Medley Melayu (a)sebelum revisi (b) setelah revisi
............................................................................................................................... 72
Gambar 4.14 Tampilan Video Medley Melayu (a) sebelum revisi (b) setelah revisi
............................................................................................................................... 73
Gambar 4. 15 Tampilan menu lirik lagu (a) sebelum revisi (b) setelah revisi...... 73
Gambar 4. 16 Diagram Batang Hasil Praktikalitas Guru...................................... 75
Gambar 4. 17 Diagram Batang Hasil Praktikalitas Peserta didik ......................... 77
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Lembar Wawancara Guru.................................................................. 87
Lampiran 2 Lembar Angket Tertulis Peserta Didik.............................................. 89
Lampiran 3 Hasil Validasi Materi......................................................................... 91
Lampiran 4 Hasil Validasi Media ......................................................................... 94
Lampiran 5 Hasil Praktikalitas Guru .................................................................... 97
Lampiran 6 Hasil Praktikalitas Peserta Didik ....................................................... 99
Lampiran 7 Hasil Perhitungan Vlaidasi Materi .................................................. 104
Lampiran 8 Hasil Perhitungan Validasi Media................................................... 105
Lampiran 9 Hasil Perhitungan Praktikalitas Guru .............................................. 107
Lampiran 10 Hasil Perhitungan Praktikalitas Peserta Didik............................... 108
Lampiran 11 Lirik Lagu Medley Melayu ............................................................ 109
Lampiran 12 Dokumentasi Penelitian Secara Online ......................................... 112
Lampiran 13 Surat Izin Penelitian....................................................................... 114
Lampiran 14 Surat Keterangan Selesai Penelitian .............................................. 118
xv
ABSTRAK
Yayang Devtiarani. 2021. Pengembangan Media Pembelajaran
Interaktif Medley Melayu pada Materi Minyak Bumi. Skripsi, Program
Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang. Pembimbing
Skripsi: Fitriah Khoirunnisa, S.Pd., M.Ed dan Ardi Widhia Sabekti,
S.Pd., M.Pd
Kata Kunci: 1) Media Pembelajaran Interaktif; 2) Medley Melayu;
3) Minyak Bumi
Pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat COVID-19
dilakukan secara online memerlukan perangkat pendukung teknologi, media
pembelajaran interaktif medley melayu dapat digunakan dalam
pembelajaran salah satu wujud pengintegrasian budaya dalam bidang
pendidikan. Media pembelajaran interaktif dikembangkan sebagai alat
bantu dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini dikembangkan media
pembelajaran interaktif medley melayu pada materi minyak bumi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development
dengan model penelitian Hannafin dan Peck yang terdiri dari tahap
penilaian kebutuhan, tahap desain serta tahap pengembangan dan
implementasi. Sumber data dari penelitian ini berasal dari dua orang dosen,
seorang guru dan 50 peserta didik SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Hasil
validasi media dan materi pada media pembelajaran interaktif medley
melayu pada materi minyak bumi diperoleh hasil 72,2% dengan kategori
valid dan 89,28% dengan kategori sangat valid. Hasil praktikalitas media
pembelajaran interaktif medley melayu pada materi minyak bumi terhadap
guru dan peserta didik diperoleh 81,25% dan 79,79% dengan kriteria
praktis. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran interaktif medley melayu pada materi minyak bumi layak
digunakan dalam pembelajaran.
xvi
ABSTRAK
Yayang Devtiarani. 2021. Development of Malay Medley Interactive
Learning Media on Petroleum Materials. Thesis, Chemistry Education
Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Raja Ali
Haji Tanjungpinang Maritime University. Thesis advisor: Fitriah
Khoirunnisa, S.Pd., M.Ed and Ardi Widhia Sabekti, S.Pd., M.Pd
Kata Kunci: 1) Interactive Learning Media; 2) Malay Medley; 3)Petroleum
The implementation of education policies in the COVID-19 emergency period is
carried out online, requiring technology support devices, interactive learning
media,Malay Medley Interactive Learning Media can be used in learning as a
form of integrating local wisdom in the field of education. Interactive learning
media was developed as a tool in the learning process. In this study, an interactive
learning media, a Malay medley, was developed on petroleum material. This
study used the Research and Development research model with the Hannafin and
Peck research model consisting of a needs assessment stage, a design stage and a
development and implementation stage. Sources of data from this study came
from two lecturers, a teacher and 50 students of SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
The results of the validation of media and materials on the Malay medley
interactive learning media on petroleum materials obtained 72.2% in the valid
category and 89.28% in the very valid category. The results of the practicality of
Malay interactive learning media on petroleum material for teachers and students
were 81.25% and 79.79% with practical criteria. Based on the research, it can be
concluded that the Malay medley interactive learning media on petroleum
material is valid and practical to use in learning.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19 memberikan dampak
tersendiri bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Selama pandemi COVID-19
peserta didik belajar dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan
bantuan teknologi, hal ini didasari dengan Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang
pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19.
Kesiapan dari pihak penyedia layanan maupun peserta didik merupakan tuntutan
dari pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini
memerlukan perangkat pendukung seperti komputer, laptop, gawai, dan alat bantu
lainnya (Firman dan Rahman, 2020).
Berdasarkan kebijakan tersebut peserta didik lebih banyak peluang untuk
mengakses internet dan media sosial, internet dan media sosial dijadikan salah
satu sumber masuknya budaya asing ke Negara Indonesia sehingga dengan
mudahnya peserta didik mendapatkan informasi budaya asing dari suatu Negara.
Budaya asing yang masuk berdampak bagi budaya asal tersebut. Hal ini, sesuai
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Syam (2015), bahwa media
globalisasi telah mampu mempengaruhi kehidupan para remaja dengan
meninggalkan budaya mereka sendiri dan kemudian melaksanakan budaya
lainnya. Pengaruh budaya populer Korea salah satunya seperti musik yang
ditampilkan melalui media juga berdampak terhadap perubahan nilai dan perilaku
1
2
peserta didik Indonesia (Saprita, 2012). Musik di Indonesia sangat dipengaruhi
oleh perkembangan musik dunia, meskipun Indonesia memiliki banyak
kebudayaan khususnya musik daerah namun tidak menutup kemungkinan musik
yang berasal dari luar negeri masuk de dalam kebudayaan kita. Agar nilai-nilai
budaya Indonesia tetap terjaga kelestariannya maka, perlunya mengembangkan
pembelajaran yang terintegrasi kearifan lokal suatu daerah. Tanggapan guru dan
peserta didik dalam wawancara Lampiran 1 dan angket tertulis Lampiran 2
penerapan kearifan lokal belum ada diintegrasikan ke dalam pembelajaran kimia.
Padahal pendidikan berbasis kearifan lokal dapat digunakan sebagai media untuk
melestarikan potensi masing-masing daerah (Nadlir, 2014).
Pembelajaran yang memanfaatkan kearifan lokal suatu daerah juga dapat
menjadi salah satu inovasi yang dilakukan guru untuk menumbuhkan daya tarik
peserta didik terhadap pembelajaran. Salah satu kearifan lokal yang dapat
dimanfaatkan adalah musik Melayu. Musik Melayu digunakan oleh orang Melayu
dalam acara pesta adat, penyambutan tamu, dan kegiatan keagamaan, yang
menarik dari musik melayu terletak pada lirik yang berisikan tunjuk ajar dalam
kehidupan sehari-hari, vokal khas cengkok Melayu, dan sebagai media
komunikasi yang diiringi alunan musik (Kautzar, 2019).
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Roffiq dkk., (2017) bahwa yang
dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah minat pada musik, karena musik
dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. Penggunaan media
musik dalam pembelajaran peserta didik mampu mengubah suasana lingkungan
belajar menjadi menyenangkan (Wulandini, 2011). Agar lebih menarik lirik lagu
3
yang telah diaransemen dijadikan medley lagu daerah Melayu. Lagu daerah
khususnya Melayu yang digabungkan atau medley memiliki kekhasan dan
keunikan tersendiri dalam pelestarian budaya Indonesia di tengah perkembangan
era globalisasi saat ini.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kimia SMAN 2 Tanjungpinang
terdapat pada Lampiran 1 bahwa penggunaan media pembelajaran pada mata
pelajaran kimia menggunakan papan tulis dan proyektor, sedangkan dalam
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) media yang digunakan hanya Power Point (PPT)
dan video dari Youtube saja. Salah satu tujuan mata pelajaran kimia adalah
menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan
sehari-hari dan teknologi (Kemendikbud, 2013).
Hal tersebut berlaku untuk semua materi pelajaran kimia salah satunya materi
minyak bumi, di mana materi minyak bumi yang bersifat hafalan ini menjadi
bagian dari soal Ujian Nasional (UN) tetapi hanya dibahas secara sekilas saja pada
bab hidrokarbon karena keterbatasan waktu yang diberikan pihak sekolah, materi
ini tidak dipelajari secara mendalam sehingga menimbulkan kesan yang kurang,
hal ini juga dikatakan peserta didik pada angket tertulis yang diberikan bahwa
80% menjawab mudah bosan pada pembelajaran yang monoton, hasil tersebut
dikatakan serupa dalam penelitian Nurjanah dkk (2017) materi minyak bumi
merupakan materi yang bersifat hafalan dan banyak menjelaskan teori sehingga
sulit untuk diingat oleh peserta didik dan terkesan membosankan jika tidak
meninggalkan kesan yang mendalam di pembelajaran.
4
Minyak bumi merupakan salah satu materi kimia SMA pada kelas XI semester
ganjil menurut kurikulum 2013 revisi 2018. Minyak bumi berisi pengetahuan
konseptual, faktual, dan prosedural. Konsep-konsep pada materi minyak bumi
banyak yang bersifat abstrak dengan contoh konkrit, sehingga untuk memahami
materi minyak bumi diperlukan media pembelajaran yang menarik dan
menyenangkan (Fadlah dan Bayharti, 2019). Medley Melayu merupakan solusi
terhadap permasalahan pembelajaran pada materi minyak bumi, medley Melayu
sebagai media pembelajaran elektronik interaktif yang terintegrasi kearifan lokal
ini dikemas secara menarik menggunakan musik Melayu sehingga meninggalkan
kesan yang mendalam dan bisa diakses di mana saja tanpa adanya keterbatasan
waktu. Media pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat menjadi salah satu
sarana media yang digunakan dalam pembelajaran dan juga dapat menjadi sarana
untuk menumbuhkan nilai cinta budaya Melayu pada diri peserta didik. Dari
permasalahan yang telah dijabarkan, maka dirumuskan judul penelitian
“Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Medley Melayu Pada Materi
Minyak Bumi”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, didapatkan rumusan
masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana proses pengembangan dari media pembelajaran interaktif
medley melayu pada materi minyak bumi?
2. Bagaimana tingkat validitas dari media pembelajaran interaktif medley
melayu pada materi minyak bumi?
5
3. Bagaimana tingkat praktikalitas dari media pembelajaran interaktif medley
melayu pada materi minyak bumi?
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah yang telah dirumuskan, didapatkan tujuan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui proses pengembangan dari media pembelajaran
interaktif medley melayu pada materi minyak bumi.
2. Untuk mengetahui tingkat validitas dari media pembelajaran interaktif
medley melayu pada materi minyak bumi.
3. Untuk mengetahui tingkat praktikalitas dari media pembelajaran interaktif
medley melayu pada materi minyak bumi.
D. Spesifikasi Produk
Adapun spesifikasi dari produk yang dihasilkan dari penelitian ini, yaitu:
1. Software yang digunakan dalam memproduksi media pembelajaran
interaktif medley melayu adalah.
a) Jagel.id
Jagel.id merupakan software yang dirancang untuk membuat suatu
aplikasi secara gratis dengan menambahkan fitur link, teks, video, peta,
dan chat.
b) Audacity
Audacity merupakan software yang dirancang untuk mengedit audio
atau lagu dengan fitur potong dan sambung audio.
6
c) Kinemaster
Kinemaster merupakan software yang digunakan untuk mengedit video
dilengkapi berbagai fitur seperti menambahkan teks, kunci kroma, dan
musik.
2. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan berupa video klip atau
audio visual medley lagu Melayu dilengkapi lirik dalam format mp4.
3. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan berupa aplikasi dengan
format .apk. dengan menu home, kompetensi dasar, profil pengembang,
video medley melayu, karaoke medley melayu, lirik lagu, materi minyak
bumi, chat, dan profil prodi.
4. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan berupa lirik yang
diaransemen menjadi penjelasan materi minyak bumi.
5. Lagu gabungan (medley) yang dipilih merupakan dari beberapa lagu
Melayu karya musisi lain.
Berikut contoh lirik lagu yang telah diaransemen
Irama lagu: Pucuklah Pisang
Lirik:
Minyaklah bumi terbentuk dari
Jasad renik laut ukuran kecil
Akan menumpuk di dasar laut
Tertimbun tanah, pasir dan lumpur
6. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan disusun berdasarkan
Kompetensi Dasar (KD) 3.2 pada Kurikulum 2013 revisi untuk pelajaran
Kimia kelas XI semester ganjil yang membahas menjelaskan proses
pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta
kegunaanya.
7
7. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan dapat menggunakan gawai
secara online.
8. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan dapat disebarkan
menggunakan link aplikasi google drive dan aplikasi shareit.
9. Media pembelajaran interaktif yang dihasilkan ini dapat digunakan oleh
guru dan peserta didik.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah.
1. Bagi Guru
Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai media pembelajaran interaktif
yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Guru juga dapat
mengembangkan media pembelajaran interaktif yang berintegrasikan
kearifan lokal serta dapat menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan.
2. Bagi Peserta Didik
Media pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat menjadi sumber
belajar yang berbasis teknologi dan sesuai dengan perkembangan zaman
dan diharapkan peserta didik dapat lebih memahami materi minyak bumi
serta dapat menanamkan nilai cinta budaya terhadap diri sendiri.
3. Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan
dimasukan dalam penelitian sejenis dengan pokok bahasan yang berbeda
8
dan mampu mengembangkan media pembelajaran berintegrasikan kearifan
lokal sesuai dengan perkembangan zaman.
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini, media pembelajaran interaktif medley melayu yang
dihasilkan dengan beberapa asumsi, di antaranya:
1. Guru dan peserta didik mampu mengakses atau mengoperasikan gawai
berbasis android dengan baik.
2. Media pembelajaran interaktif medley melayu materi minyak bumi dapat
terinstal dengan baik pada gawai berbasis android peserta didik.
3. Pernyataan dalam angket validasi mencerminkan penilaian produk secara
komprehensif, menyatakan layak dan tidaknya produk untuk digunakan.
Dalam pengembangan media pembelajaran interaktif medley melayu memiliki
keterbatasan, yaitu.
1. Uji coba produk dilakukan secara terbatas satu sekolah.
2. Hanya dapat dijalankan pada gawai dengan sistem operasi android
minimal pada versi android 4.1 Jelly Bean dan tehubung dengan jaringan
atau online.
3. Penelitian ini dilakukan hanya pada tahap uji praktikalitas, sedangkan uji
efektivitas tidak dilaksanakan karena pertimbangan waktu, biaya, serta
situasi dan kondisi.
G. Definisi Istilah
Adapun definisi istilah dari penelitian ini, yaitu.
1. Media pembelajaran interaktif
9
Media pembelajaran merupakan segala bentuk dan saluran yang
digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang berisi tujuan
instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran (Arsyad,
2017). Interaktif adalah bersifat saling melakukan aksi, antar-hubungan,
saling aktif. Pengguna dapat mengoperasikan media dengan
memanfaatkan tombol-tombol yang tersedia. Media dapat memberikan
umpan balik kepada pengguna dengan menampilkan halaman yang
diminta oleh pengguna (Effendi dkk., 2016).
2. Musik Medley
Medley adalah sebuah komposisi musik yang terdiri dari serangkaian
lagu atau potongan musik lainnya dari berbagai sumber (noun
communication) komposisi, komposisi musik, opus, sepotong-sepotongan
musik (Silalahi dan Haryadi, 2015).
3. Lagu Melayu
Lagu Melayu menggunakan aliran musik tradisional yang bermula
dan berkembang di wilayah pantai Timur Sumatra, Kalimantan, dan
Semenanjung Malaya. Musik ini biasanya dinyanyikan oleh orang-orang
dari suku bangsa Melayu yang tidak jarang diiringi pula dengan tarian
khas Melayu setempat, yang menarik dari aliran musik ini terletak pada
susunannya yang terdiri dari lirik lagu yang mengandung syair dan
aransemen musik yang tersusun rapi.
10
4. Minyak Bumi
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69
tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Atas/ Madrasah Aliyah, materi minyak bumi pada Kompetensi
dasar (KD) 3.2 Memahami proses pembentukan dan teknik pemisahan
fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya diberikan kepada peserta
didik kelas XI semester ganjil.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Media Pembelajaran Interaktif
Media berasal dari kata “medium” (Latin) yang berarti perantara atau
pengantar. Media pembelajaran adalah alat yang dapat menyalurkan pesan, dapat
merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik (Arsyad, 2017).
Sedangkan menurut Hamid dkk (2020) media dalam proses pembelajaran
merupakan perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan,
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan sehingga terdorong serta
terlibat dalam pembelajaran. Media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat peserta
didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Pengertian
media dalam proses belajar mengajar secara khusus cenderung diartikan sebagai
alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan
menyusun kembali informasi visual atau verbal, media belajar adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (Sumiharsono &
Hasanah, 2018).
Media berfungsi untuk tujuan instruksi yang dapat menyampaikan
informasi. Informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan peserta didik
baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata
sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih
11
12
sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar dapat
menyiapkan instruksi yang efektif. Media pembelajaran di samping
menyenangkan juga harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan
dan memenuhi kebutuhan perorangan peserta didik (Arsyad, 2017). Fungsi media
dalam kegiatan tidak hanya sekedar alat bantu guru, melainkan sebagai pembawa
pembawa informasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta
didik (Riyana, 2012).
Apabila media pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara
tepat dan baik, akan memberikan manfaat yang besar bagi guru dan peserta didik
sehingga pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, kualitas belajar peserta
didik dapat ditingkatkan di mana saja dan kapan saja. Menurut Daryanto (2011)
berikut ini merupakan manfaat dari media pembelajaran:
a. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti
kuman, bakteri, dan elektron.
b. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dibawa ke
sekolah, seperti gunung, gajah, rumah.
c. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit, dan berlangsung
cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin,
beredarnya planet atau sistem tata surya.
d. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh yang tidak dapat dijangkau
oleh peserta didik, seperti bulan, bintang, matahari, dan salju.
e. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya atau beracun, seperti
letusan gunung berapi, harimau, ular.
13
f. Meningkatkan daya tarik dan perhatian peserta didik.
Menurut Sumiharsono dan Hasanah (2018) secara umum media
mempunyai kegunaan antara lain:
a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
c. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara peserta didik
dengan sumber belajar.
d. Memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan bakat dan
kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
e. Member rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan
menimbulkan persepsi yang sama.
Salah satu manfaat media pembelajaran yaitu interaktif, interaktif adalah
bersifat saling melakukan aksi, antar-hubungan, saling aktif. Pengguna dapat
mengoperasikan media dengan memanfaatkan tombol-tombol yang tersedia.
Media dapat memberikan umpan balik kepada pengguna dengan menampilkan
halaman yang diminta oleh pengguna. Interaktif terkait dengan komunikasi dua
arah atau lebih dari komponen-komponen. Komponen komunikasi dalam media
interaktif adalah hubungan antara manusia dan komputer. Di mana manusia yaitu
sebagai pengguna produk dan komputer sebagai software, aplikasi atau produk
(Effendi dkk., 2016).
Menurut Hamid dkk (2020) media pembelajaran memiliki beragam jenis
yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidik dalam mendesain
pembelajaran. Klasifikasi media pembelajaran terbagi menjadi sembilan jenis,
14
yakni: media audio, media cetak, media audio cetak, media visual diam, media
visual gerak, media audio visual gerak, media objek fisik atau visual diam dengan
audio, media benda, dan media berbasis komputer dan teknologi, jenis media yang
dikembangkan dalam penelitian ini yaitu media audio visual gerak yang berbasis
teknologi penggunaan media interaktif yang dikembangkan pada gawai.
Salah satu aplikasi yang digunakan dalam pembuatan media interaktif
adalah Jagel.id, Jagel.id merupakan layanan secara online yang bisa diunduh
melalui Play Store yang dimanfaatkan untuk membuat aplikasi yang dapat
berjalan di platform android tanpa pemograman, aplikasi Jagel.id mendukung
teks, tautan/link dari youtube atau google drive, peta/ google maps, dan forum
chat. Pemanfaatan aplikasi jagel.id ini memudahkan tenaga pendidik atau pengajar
untuk membuat aplikasi pembelajaran yang berbasis elektronik, di masa pandemi
sekarang ini penggunaan gawai menjadi kebutuhan di saat belajar mulai dari
mendapatkan materi pembelajaran hingga penilaian harian menggunakan
elektronik. Penggunaan media pembelajaran memiliki dampak keberhasilan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Peserta didik menjadi lebih bersemangat
dan antusias dalam mengikuti pembelajaran (Hamid dkk., 2020).
2. Musik Medley
Kata musik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Muse” muse dalam
mitologi Yunani adalah para dewi yang menguasai bidang seni dan ilmu
pengetahuan. (Djohan, 2011). Musik dapat diartikan sebagai suara atau bunyi-
bunyian yang mengalun secara teratur menjadi nada-nada, melodi dan irama.
Musik dipandang sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan vokal dan
15
instrumen, perpaduan di antara keduanya dapat menghasilkan sebuah komposisi
musikal, sebagaimana yang sering kita sebut sebagai musik vokal (Julia, 2017).
Medley adalah sebuah komposisi musik yang terdiri dari serangkaian lagu atau
potongan musik lainnya dari berbagai sumber (noun communication) komposisi,
komposisi musik, opus, sepotong-sepotongan musik (Silalahi dan Haryadi, 2015).
Musik sangat penting untuk lingkungan Quantum Teaching karena musik
sebenarnya berhubungan dan mempunyai kondisi fisiologis selama melakukan
pelajaran mental yang berat, tekanan darah denyut jantung cenderung meningkat,
dan otot-otot menjadi tegang. Selama relaksasi dan meditasi, denyut jantung dan
tekanan darah menurun dan otot-otot mengendur (Wulandini, 2011). Belajar suatu
kegiatan yang membosankan, dengan mendengarkan musik, belajar akan lebih
menyenangkan dan tidak lagi membosankan. Musik juga akan memberikan
suasana hati yang santai pada pendengarnya (Hidayat, 2011).
Musik sangat berpengaruh pada guru dan pelajar. Sebagai seorang guru,
dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental
peserta didik, dan mendukung lingkungan belajar. Musik membantu pelajar
bekerja lebih baik dan mengingat lebih banyak. Musik merangsang, meremajakan,
dan memperkuat belajar, baik secara sadar maupun tidak sadar. Di samping itu,
selain dapat mempermudah mengingat pelajaran, musik juga bermanfaat untuk
membuat pendengarnya merasa santai (Hanafi, 2020).
Musik dapat menarik dan memotivasi peserta didik untuk mempelajari
materi melalui audio (Roffiq dkk., 2017). Musik bisa menjadi efektif di bidang
akademis dengan membantu pembentukan pola pikir dan mengatasi kebosanan.
16
Pembelajaran berbasis musik dapat mempengaruhi motivasi belajar peserta didik
karena ketika mendengarkan, memutar, atau memainkan musik, frekuensinya
benar-benar berubah sampai pada fisiologis otak pendengarnya (Panjaitan dan
Hasanah, 2020).
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa musik berpengaruh signifikan
terhadap konsentrasi, kesehatan, daya ingat, kreativitas dan daya pikir. Bahkan
mahasiswa yang mendengarkan musik-musik klasik beberapa jam sebelum tes IQ
berakibat pada tambahnya nilai IQ para mahasiswa tersebut dibanding jika mereka
tidak didengarkan musik klasik (Hidayat, 2011).
Para ahli percaya bahwa penelitian menggunakan musik membentuk jalur
baru di dalam otak. Pelatihan menggunakan musik juga memberikan lebih dari
sekedar hubungan sebab akibat terhadap perkembangan bagian-bagian tertentu
dari otak secara jangka panjang. Musik memicu ketertarikan yang lebih besar dari
stimulus lainnya terhadap belahan otak sebelah kiri dan otak kanan. Musik juga
memicu keterkaitan yang lebih besar di antara bidang-bidang di dalam otak yang
bertanggung jawab atas emosi dan ingatan. Menggunakan musik sebagai alat
untuk memaksimalkan potensi manusia merupakan upaya yang sangat berarti.
Musik mampu memotivasi dan mendorong partisipasi dalam kegiatan yang akan
membantu meraih tujuan di dalam fungsi-fungsi sosial, bahasa dan motorik
(Prima, 2018).
Negara-negara maju yang ada di dunia telah memanfaatkan musik sebagai
kepentingan umum. Contohnya bank, agen asuransi, dan tempat-tempat yang
berhubungan dengan orang banyak telah memanfaatkan musik untuk kepentingan
17
tertentu dalam bisnis mereka (Djohan, 2011). Tetapi, Negara Indonesia belum
mampu untuk melihat prospek musik dari aspek manfaat. Plato pernah berkata
dalam pendidikan, musik menduduki posisi tertinggi karena tidak ada satupun
disiplin yang dapat masuk ke dalam jiwa dan menyertai dengan kemampuan
bertahan melebihi irama dan harmoni.
3. Lagu Melayu
Kepulauan Riau merupakan kawasan yang termasuk dalam tradisi budaya
Melayu. Seni dan budaya daerah yang berkembang dipengaruhi oleh nilai-nilai
kemelayuan. Demikian juga dengan lagu-lagu daerahnya. Lagu-lagu daerah
Kepulauan Riau masih sangat kental dengan rentak Melayu yang unik dan khas.
Iringan musik yang menyertai beberapa lagu Melayu diiringi dengan alat musik
yang sudah menjadi khas seperti syarenggi, sitar, harmonium, dan tabla (Sumerta
& Sudana, 2019).
Syarenggi adalah alat musik yang bentuknya seperti tongkat kayu yang
lurus. Tongkat kayu yang lurus tersebut terdapat tiga tali yang terpasang di alat
musik tersebut. Alat musik ini dimainkan dengan cara digesek. Apabila alat musik
ini dimainkan akan mengeluarkan keunikan suara yang jarang ditemukan oleh
kesenian di manapun.
Sitar adalah alat musik seperti gitar, yaitu berbentuk seperti buah labu dan
diberi batang yang panjang. Ujung antara buah labu dan batang yang panjang
tersebut terdapat tujuh tali yang berguna untuk mengeluarkan suara. Alat musik
ini dimainkan dengan cara dipetik seperti gitar. Alat musik ini jika dimainkan
dengan dipetik akan mengeluarkan suara yang unik dan khas.
18
Harmonium adalah alat musik yang berbentuk balok dan memainkannya
seperti alat musik piano, yaitu ditekan menggunakan jari-jari tangan. Alat musik
harmonium memiliki suara dan nada yang khas apabila dimainkan. Tabla adalah
alat musik yang berbentuk bulat seperti buah labu dan diatasnya terdapat
lingkaran dari kulit yang di tali dari atas ke bawah. Tali tersebut berguna untuk
mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan oleh alat musik tersebut. Alat
musik tabla dimainkan dengan cara dipukul suara yang dihasilkan oleh alat musik
ini memiliki keunikan tersendiri (Asri, 2017).
Pada perkembangan selanjutnya, alat-alat musik yang digunakan dalam
musik Melayu mengalami perubahan. Perkembangan tersebut berupa akulturasi
dengan alat musik dari negara asing. Akulturasi tersebut tidak bersifat total, akan
tetapi hanya beberapa dan masih mempertahankan alat musik khas gaya musik
melayu. Salah satu alat musik yang dipertahankan adalah harmonium dan tabla.
Esensi tentang keunikan sebuah lagu memang memiliki ciri khas yang
berbeda-beda. Ciri khas tersebut dapat terlihat dengan berbagai cara. Salah
satunya dapat dilihat dari pementasan lagu yang dipentaskan. Menurut Bangsawan
(2021) lagu daerah memiliki ciri khas, antara lain: 1) menceritakan tentang
keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang sangat
dipengaruhi oleh adat istiadat setempat; 2) bersifat sederhana sehingga untuk
mempelajari lagu daerah tidak dibutuhkan pengetahuan musik yang cukup
mendalam seperti membaca dan menulis not balok, 3) jarang diketahui
pengarangnya, 4) mengandung nilai-nilai kehidupan, unsur-unsur kebersamaan
sosial, serta keserasian dengan lingkungan hidup sekitar, 5) sulit dinyanyikan oleh
19
seseorang yang berasal dari daerah lain karena kurangnya penguasaan dialek/
bahasa setempat sehingga penghayatan kurang maksimal, dan 6) mengandung
nilai-nilai kehidupan yang unik dan khas.
4. Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan komoditas hasil tambang yang sangat besar
perannya dalam perekonomian Indonesia. Minyak bumi merupakan campuran dari
berbagai senyawa (Mulyanti, 2015). Pada penelitian ini menggunakan sub materi
yang dibahas pada lirik lagu sebagai berikut:
a. Komposisi Minyak Bumi
Penyusun utama minyak bumi adalah hidrokarbon, terutama alkana,
sikloalkana, dan senyawa aromatis.
b. Proses Terjadinya Minyak Bumi
Salah satu teori terjadinya minyak bumi adalah teori “dupleks”. Menurut
teori ini, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan
dan atau tumbuhan yang telah mati. Jasad renik tersebut terbawa air sungai
bersama lumpur dan mengendap di dasar laut. Akibat waktu yang
mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, temperatur tinggi, dan tekanan oleh
lapisan di atasnya, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan
gelembung minyak atau gas (Sunarya, 2012).
c. Pengolahan Minyak Bumi
Pengolahan minyak bumi dilakukan pada kilang minyak melalui dua
tahap. Pengolahan tahap pertama dilakukan dengan cara distilasi
bertingkat dan pengolahan tahap kedua dilakukan dengan berbagai cara.
20
d. Kegunaan Minyak Bumi
Hasil pengolahan minyak bumi umumnya dimanfaatkan sebagai bahan
bakar. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia,
misalnya plastik dan serat. Bensin merupakan salah satu bahan bakar hasil
pengolahan minyak bumi yang sangat penting untuk bahan bakar
kendaraan.
e. Dampak Pembakaran Bahan bakar
Pembakaran bahan bakar minyak akan menghasilkan gas-gas sisa
pembakaran. Kandungan utama bahan bakar minyak adalah hidrokarbon,
serta sedikit senyawa belerang, nitrogen dan oksigen. Pembakaran dalam
mesin kendaraan bermotor tidak ada yang seratus persen sempurna, gas
buang dari kendaraan sangat berbahaya bagi kesehatan karena
menghasilkan gas CO (Sunarya, 2012).
B. Penelitian Relevan
Pengembangan media interaktif yang akan dikembangkan merujuk pada
beberapa penelitian relevan, yaitu.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Rokhimah dkk., (2019) dengan judul
“Desain Media Cover Song untuk Pembelajaran Kimia SMA pada
Materi Asam Basa” menggunakan model ADDIE hanya sampai tahap
implementation (penerapan), hasil penelitian sangat valid dan sangat
praktis penggunaan musik pada pembelajaran bisa menambah motivasi
peserta didik dalam belajar.
21
2. Penelitian yang dilakukan oleh Absor dkk., (2020) dengan judul
“Pengembangan Bahan Ajar Teks Pantun dengan Media Lirik Lagu
Berbasis Kepedulian Sosial untuk MTS di Kabupaten Demak” dengan
menggunakan model penelitian Borg dan Gall, dan hasil penelitian
bahan ajar dikategorikan layak dengan nilai 94,54%.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Silalahi dan Haryadi (2015) dengan
judul “Peningkatan Pembelajaran Menulis Puisi Bebas melalui Media
Lagu Medley Siswa Kelas VIII SMP Sintang” penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) prosedur pelaksanaan
dan implementasi dilaksanakan dalam dua siklus, hasil penelitian ini
terjadinya peningkatan minat belajar dan nilai peserta didik, pada saat
siklus I meningkat menjadi 71,18, dan pada siklus II meningkat
menjadi 73,4.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Nugraheni (2017) dengan judul
“Pengembangan Multimedia Interaktif Kimia Berbasis Inkuiri
Terbimbing untuk Pembelajaran Materi Pokok Hidrokarbon dan
Minyak Bumi Kelas XI MIA” penelitian ini menggunakan model Borg
& Gall yang telah dimodifikasi, hasil penelitian ini dikategorikan layak
dengan presentase 86% dan praktis dengan presentase 89% dan
berdasarkan nilai rata-rata peserta didik multimedia yang
dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Effendi dkk (2016) dengan judul
“Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Pendekatan Saintifik
22
Pada Materi Hidrokarbon dan Minyak Bumi Kelas XI IPA di SMA
Negeri 4 Kota Jambi” penelitian ini menggunakan model ADDIE,
hasil penelitian multimedia ini sudah baik dan layak diujicobakan
dengan presentase 91,47%.
6. Penelitian yang dilakukan oleh Lendeng dkk (2021) dengan judul
“Media Interaktif Berbasis Animasi Pada Materi Minyak Bumi Untuk
Kelas XI Sekolah Menengah Atas” Berdasarkan hasil penelitian
dengan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle,
maka penulis berasil membuat aplikasi media pembelajaran interaktif
materi minyak bumi. Berdasarkan hasil pengujian dengan dihasilkan
responden yang memberikan feedback bahwa aplikasi ini menarik dan
mudah dimengerti.
7. Penelitian yang dilakukan oleh Siahaan dkk (2018) dengan judul
“Pengaruh Media Lagu Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa
SMA Santun Untan Pontianak” bentuk penelitian ini adalah
eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi
ekperimental design, pembelajaran dengan menggunakan media lagu
dapat disesuaikan dengan karakteristik materi.
8. Penelitian yang dilakukan oleh Sumerta dan Sudana (2019) dengan
judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball
Throwing Berbantuan Lagu Daerah Terhadap Hasil Belajar IPA”
bentuk penelitian ini eksperimen. Desain yang digunakan Non-
23
equvalen Post Test Only Control Group. Hasil dari penelitian
berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.
9. Penelitian yang dilakukan oleh Suraningsih dan Izzati (2020) dengan
judul “Pengembangan Lirik Lagu sebagai Media Pembelajaran
Matematika pada Materi Bentuk Aljabar” penelitian in merupakan
penelitian pengembangan, dengan model pengembangan 4D, lirik lagu
sebagai media pembelajaran sangat valid dan praktis.
10. Penelitian yang dilakukan oleh Susanti dkk (2020) dengan judul
“Pengembangan Media ECHA (Elaboration, Cover Song, Historycal
Content, Audio Visual) berbasis Vlog dalam Pembelajaran Sejarah”,
hasil dari uji coba bahwa produk pengembangan ini praktis dan dapat
meningkatkan motivasi peserta didik..
Dalam penelitian ini yang dikembangkan media interaktif berintegrasi
kearifan lokal yaitu lagu melayu, dengan materi yang digunakan adalah materi
minyak bumi. Pengembangan media interaktif ini akan menghasilkan media
pembelajaran interaktif elektronik dalam bentuk aplikasi pada gawai. Aplikasi
dibuat dengan bantuan software pengembangan Jagel.id.
C. Kerangka Berpikir
Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pengembangan media
pembelajaran yang dibuat oleh guru yang dapat menunjang proses pembelajaran,
dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat begitu mudahnya budaya asing
masuk ke Indonesia sehingga mengurangi rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Sementara itu di sisi lain pendidik juga harus bisa mengintegrasikan kurikulum
24
2013 yaitu dengan memfokuskan pada persiapan generasi yang melek akan ilmu
sains di masa depan dengan muatan kurikulum yang memperhatikan budaya
dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih kontekstual. Namun banyak guru
yang mendapatkan kendala dalam hal mengintegrasikan nilai-nilai budaya pada
media pembelajaran, yakni salah satunya keterbatasan kemampuan guru untuk
menciptakan perangkat itu sendiri. Dalam penelitian ini diberikan solusi dengan
sebuah bentuk aplikasi pada gawai berbasis android sebagai media pembelajaran
yang berintegrasi kearifan lokal.
Media pembelajaran yang Pentingnya budaya Materi kimia yang bersifat
digunakan terbatas dan Indonesia untuk dikenali hafalan membosankan dan
kurang menarik
seiring dengan terbatasnya waktu yang
perkembangan teknologi diberikan pihak sekolah
Keterbatasan kemampuan Keleluasaan peserta didik Kurangnya penggunaan
guru dalam mengakses gawai tanpa media pembelajaran yang
bersifat menyenangkan dan
mengembangkan media adanya pemilahan. bisa diakses di mana saja
pembelajaran yang
berintegrasi kearifan lokal
Perlunya mengembangkan media pembelajaran elektronik yang
berintegrasikan kearifan lokal serta mudah diakses di mana pun.
Pengembangan Media Interaktif Medley Melayu Pada Materi Minyak
Bumi
Gambar 2.1 Kerangka berpikir pengembangan medley melayu
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian
pengembangan atau yang disebut dengan Research and Development (R&D).
Menurut Sugiyono (2019) penelitian dan pengembangan atau Research and
Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan
produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian dan
pengembangan yang dilakukan adalah untuk menghasilkan produk media
pembelajaran berupa media pembelajaran interaktif . Produk yang dihasilkan
melalui berbagai prosedur penelitian dan penyempurnaan untuk menghasilkan
produk yang bermanfaat dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
B. Model Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu
produk media pembelajaran interaktif medley melayu. Dalam penelitian ini, model
yang digunakan mengacu pada model pengembangan Hannafin dan Peck yang
telah disederhanakan oleh Tegeh dkk (2014) yang terdiri dari tiga tahap yaitu
tahap penilaian kebutuhan, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi.
Pemilihan Model desain Hannafin dan Peck ini didasarkan atas pertimbangan
bahwa model ini berorientasi produk pembelajaran dan merupakan model yang
sistematik (Suryana dkk., 2014) ketiga tahap tersebut terhubung dengan fase
evaluasi dan revisi.
27
28
C. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Prosedur dalam penelitian ini merujuk kepada model penelitian dan
pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap
penilaian kebutuhan, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi.
Berikut dijelaskan masing-masing dari tahapan tersebut:
1. Tahap Penilaian Kebutuhan
Menurut Kurniawan dkk (2016) kegiatan penilaian kebutuhan melalui
rangkaian analisis yaitu analisis permasalahan, dan analisis materi. Analisis
permasalahan diperlukan dalam model pengembangan ini untuk menentukan
permasalahan apa yang dihadapi oleh peserta didik dan guru di sekolah. Tahap ini
dilakukan dengan cara wawancara seorang guru dan angket tertulis diberikan
kepada 5 peserta didik.
Analisis materi dilakukan sebagai langkah awal yang perlu dilakukan
untuk mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan KI dan KD 3.2 kelas XI
Semester Ganjil pada silabus kimia yaitu”Menjelaskan proses pembentukan dan
teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya”. Penilaian
kebutuhan dilakukan agar kebutuhan yang dibutuhkan terpenuhi, sehingga media
yang dikembangkan menjadi media yang menjawab kebutuhan yang diperlukan.
Hasil penilaian kebutuhan menghasilkan konsep yang digunakan dalam
pengembangan. Konsep tersebut sebagai acuan dalam pengembangan.
2. Tahap Desain
Tahap yang kedua dari model Hannafin dan Peck adalah tahap desain.
Dalam tahap ini informasi dari fase analisis dipindahkan ke dalam bentuk
29
dokumen yang menjadi tujuan pembuatan media pembelajaran. Tahap desain
bertujuan untuk mendokumenkan diagram alur yang paling baik untuk mencapai
tujuan pembuatan media tersebut. Salah satu dokumen yang dihasilkan dalam
tahap ini adalah dokumen storyboard yang mengikuti urutan aktivitas pengajaran
berdasarkan keperluan pelajar dan objektif media pembelajaran seperti yang
diperoleh dalam tahap analisis kebutuhan. Tahapan desain yang dilakukan
menghasilkan storyboard yang berupa produk hipotetik karena validitas dan
praktikalitasnya belum terbukti. Seperti halnya pada tahap pertama penilaian perlu
dijalankan bersama tim dosen pembimbing sebelum dilanjutkan ke tahap
pengembangan dan implementasi.
3. Tahap Pengembangan dan implementasi
Tahap ketiga dari model Hannafin dan Peck adalah tahap pengembangan
dan implementasi. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah menghasilkan
media pembelajaran dari tahap desain. Setelah produk selesai dibuat maka
dilakukan pengujian yaitu uji validitas terhadap satu dosen ahli media dan satu
dosen ahli materi kemudian setelah valid dilanjutkan dengan penilaian formatif.
Ada dua jenis penilaian yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian
formatif adalah penilaian yang dilakukan sepanjang proses pengembangan media
yaitu oleh validator materi dan media yaitu Dosen Pendidikan Kimia Universitas
Maritim Raja Ali Haji yang masing-masing berjumlah satu orang kemudian
dipraktikalitas oleh seorang guru dan 50 peserta didik, sedangkan penilaian
sumatif dilakukan setelah media telah selesai dikembangkan. Dalam penelitian ini,
hanya dilakukan penilaian formatif karena jenis penilaian ini berhubungan dengan
30
tahapan penelitian pengembangan untuk memperbaiki produk pengembangan
yang dihasilkan. Penilaian sumatif tidak dilaksanakan karena pertimbangan
waktu, biaya, serta situasi dan kondisi.
1. Penilaian 2. Desain 3. Pengembangan dan
Kebutuhan Implementasi
• Membuat
• Analisis storyboard • Pengujian oleh ahli
permasalahan materi dan media
• Menentukan
• Analisis software • Penilaian formatif
pembelajaran
• Mengembangkan
• Studi literatur konsep awal
medley Melayu
Evaluasi dan Revisi Evaluasi dan Revisi Evaluasi dan Revisi
Sumber: Modifikasi Zefriyenni & Mardhiyah, (2017)
Gambar 3. 1 Modifikasi bagan tahap penelitian pengembangan medley Melayu
Keterangan:
= Jika diperlukan
= Tahapan
= Urutan
= Kegiatan
D. Uji Coba Produk
1. Desain uji coba
Tahap uji coba adalah tahapan yang sangat penting dalam suatu penelitian,
di mana tahap uji coba ini dilakukan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas
media pembelajaran yang dihasilkan. Tahap pengujian dilakukan setelah
menyelesaikan tahap pembuatan dengan menjalankan aplikasi atau program dan
melihatnya apakah ada kesalahan atau tidak. Subjek uji coba dilakukan pada 15-
31
50 responden (Arikunto, 2013). Adapun desain uji coba dari penelitian dan
pengembangan ini adalah sebagai berikut:
Produk pengembangan
Uji Validitas
Tidak
Valid Revisi
Ya
Produk pengembangan
Uji Coba Produk
Tidak
Praktis Revisi
Ya
Produk pengembangan yang valid dan praktis
Gambar 3.2 Bagan Desain Uji Coba Produk Medley Melayu
2. Subjek Uji Coba
Adapun subjek penelitian ini adalah.
a. Subjek wawancara yaitu seorang guru mata pelajaran kimia dan angket
tertulis 5 peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
b. Subjek validasi ahli materi terdiri dari 1 dosen pendidikan kimia UMRAH
dan ahli media terdiri dari 1 dosen pendidikan kimia UMRAH.
c. Subjek praktikalitas uji coba pada penerapan produk berjumlah 50 peserta
didik dan seorang guru.
Adapun alokasi waktu penelitian yang dilaksanakan dari bulan Oktober 2020
32
sampai dengan Juli 2021 dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian
Bulan
Kegiatan 2020 2021
Pengajuan Judul Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli
Penulisan proposal
Bimbingan Proposal
Seminar proposal
Revisi proposal
Membuat produk
Validasi produk
Praktikalitas Produk
Bimbingan Skripsi
Sidang Skripsi
3. Jenis data
Data yang dianalisis dari penelitian ini merupakan data kualitatif dan
kuanitatif deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian pengembangan ini
terdiri dari.
a. Data hasil wawancara guru.
b. Data hasil angket tertulis peserta didik.
c. Data tingkat kevalidan media pembelajaran interaktif medley melayu
berdasarkan saran dari ahli materi dan ahli media.
d. Data respon praktikalitas peserta didik dan guru kimia terhadap produk
media pembelajaran interaktif medley melayu.
33
Jenis data tersebut adalah data kualitatif deskriptif, di mana jenis data ini
mampu mendeskripsikan hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media yaitu hasil
pengisian angket sebelum produk diuji cobakan kepada peserta didik.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen merupakan alat yang berfungsi untuk kegiatan pengumpulan
data penelitian (Sugiyono, 2019). Terdapat dua jenis instrumen pengumpulan data
yaitu instrumen tes dan instrumen non tes. Pada penelitian ini menggunakan jenis
instrumen non tes untuk pengumpulan data yaitu menggunakan lembar
wawancara untuk guru dan angket tertulis peserta didik sebagai analisis
kebutuhan, angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket respon
guru dan peserta didik.
a. Lembar Wawancara Guru.
Instrumen ini digunakan sebagai acuan melakukan wawancara dengan
guru SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Wawancara digunakan sebagai teknik
pengumpulan data untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan
mengetahui hal-hal dari respondennya secara mendalam (Sugiyono, 2019).
Wawancara yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara semi
terstruktur. Adapun kisi-kisi lembar wawancara guru ditunjukkan pada Tabel 3.1
berikut:
34
Tabel 3. 2 Kisi-kisi wawancara guru
No Komponen Sub Komponen No. Butir
pertanyaan
wawancara
Jenis media pembelajaran yang digunakan 1
Respon peserta didik terhadap media yang 2
1 Media pembelajaran digunakan menurut pandangan guru
Media pembelajaran yang diharapkan 3
Penggunaan media pembelajaran bersifat 4
5
2 Media pembelajaran elektronik
elektronik Pengembangan media pembelajaran bersifat
elektronik
3 Lagu Penerapan lagu pada pembelajaran 6
Penerapan kearifan lokal pada pembelajaran 7
4 Kearifan lokal Pengintegrasian kearifan lokal pada
pembelajaran kimia 8
5 Aspek materi Materi yang cocok diintegrasikan kearifan 9
lokal sebagai media pembelajaran elektronik.
6 Kemandirian belajar Keadaan dan cara mewujudkan kemandirian 10
peserta didik saat belajar peserta didik saat Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ)
Pembelajaran Jarak Jauh
(PJJ)
7 Gawai Pemanfaatan gawai pada pembelajaran 11
Sumber: Modifikasi (Pradana dkk., 2020)
b. Lembar Angket Peserta Didik
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan
pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket ini
dibagikan kepada 5 peserta didik kelas XI MIPA SMAN 2 Tanjungpinang.
Adapun kisi-kisi pertanyaan pada angket tertulis dapat dilihat pada Tabel 3.2
berikut
35
Tabel 3. 3 Kisi-kisi angket peserta didik
No Komponen Sub Komponen No. Butir
pertanyaan
1 Media Definisi media pembelajaran 1
pembelajaran Jenis media pembelajaran yang digunakan guru 2
Media Media pembelajaran bersifat elektronik 3
pembelajaran 4
2 Penggunaan media pembelajaran bersifat elektronik
5
elektronik Media pembelajaran bersifat elektronik yang
diinginkan
Permasalahan belajar yang diakibatkan oleh proses 6
7
Permasalahan pembelajaran guru
3 belajar Permasalahan belajar pada Pembelajaran Jarak Jauh
(PJJ)
Permasalahan belajar yang diakibatkan diri sendiri 8
5 Gawai Pemanfaatan gawai dalam pembelajaran 9
10
Izin mengakses gawai di sekolah
Sumber: Modifikasi (Pradana dkk., 2020)
c. Lembar Validasi Media Pembelajaran Interaktif Medley Melayu.
Pada lembar angket validasi media pembelajaran interaktif medley melayu
berisikan pernyataan tertulis kepada 1 validator ahli materi dan 1 validator ahli
media. Angket validasi ini bertujuan untuk memperoleh penilaian dari validator
materi dan media yang telah dikembangkan. Berikut merupakan kisi-kisi
instrumen validasi materi yang telah dikembangkan ditunjukkan pada Tabel 3.3
dan kisi-kisi instrumen validasi media ditunjukkan pada Tabel 3.4 sebagai berikut:
Tabel 3.4 Kisi-kisi angket validasi materi
No Aspek Indikator No butir
pernyataan
Kesesuaian materi dalam media pembelajaran interaktif 1
dengan kompetensi dasar
1 Materi Kesesuaian materi dalam media pembelajaran interaktif 2
dengan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kesesuaian materi dalam media pembelajaran interaktif 3
dengan tujuan pembelajaran
Kesesuaian materi sebagai lirik lagu 4
2 Isi 5
Kesesuaian visualisasi
Kesesuaian bahasa dengan tingkat perkembangan 6
3 Bahasa peserta didik 7
Kesesuaian penggunaan bahasa yang mudah dipahami
Sumber: Modifikasi (Cahyani, 2017)
36
Tabel 3. 5 Kisi-kisi angket validasi media
No Aspek Indikator No butir
pernyataan
Lancar dalam pengoprasian
1
Mudah dibuka 2
Mudah ditutup 3
Mudah dibuka kembali setelah ditutup 4
1 Aplikasi Mudah dilakukan penyebaran 5
Komunikatif 6
Interaktif 7
Diakses dengan aman 8
Mudah pembaruan konten 9
Proporsional ukuran teks 10
Ketepatan lirik dan instrumen 11
Kejelasan suara penyanyi dan instrumen 12
2 Tampilan Kemenarikan lagu yang dipilih 13
Media Kesesuaian jenis dan ukuran huruf pada video 14
Ukuran dan jenis huruf mudah dibaca pada video 15
Ketepatan jenis huruf dan ukuran pada menu aplikasi 16
Kesesuaian video dengan lirik 17
Sumber: Modifikasi (Cahyani, 2017)
d. Lembar Praktikalitas Media Pembelajaran Interaktif Medley Melayu.
Lembar Praktikalitas media pembelajaran interaktif medley melayu
disusun untuk mengetahui kepraktisan dari media tersebut saat digunakan dalam
proses pembelajaran. Lembar praktikalitas yang dibuat berbentuk angket yang
berisi pernyataan yang menunjukkan tingkat kemudahan penggunaan dan
pelaksanaannya pada proses pembelajaran dengan ditanggapi oleh peserta didik
dan guru. Adapun kisi-kisi dari lembar penilaian praktikalitas oleh guru
ditunjukkan pada Tabel 3.5 dan kisi-kisi praktikalitas oleh peserta didik
ditunjukkan pada Tabel 3.6.