The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fendi Siip, 2020-11-26 05:44:54

Laporan PTK_MUHAMMAD EFENDI_857807197

Laporan PTK_MUHAMMAD EFENDI_857807197

Keywords: Laporan,ptk

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR RANTAI MAKANAN
PADA MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI PERANAN VIDEO

PEMBELAJARAN INTERAKTIF
(Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas V SD

Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta)

Disusun oleh:
MUHAMMAD EFENDI

NIM : 857807197
Kelas / No : 1B / 32

UNIVERSITAS TERBUKA SURAKARTA
2020

i

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala,

yang telah melimpahkan nikmat yang tak terhitung, Rahmat dan Karunia-Nya kepada
penulis sehingga dapat menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini.
Serta Shalawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, selaku
panutan yang memberi risalah yang baik bagi umat islam.

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan tugas yang disusun
penulis untuk memenuhi persyaratan tugas mata kuliah “Penelitian Tindakan Kelas
(PTK)” FKIP PGSD Universitas Terbuka Pokjar Surakarta Tahun 2020/2021.

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini khusus penulis persembahkan
yang teristimewa kepada kedua orangtua tercinta, terutama Almarhumah Ibu, yang
telah bersusah payah membesarkan, merawat, memberikan kasih sayang, do’a yang
tulus ikhlas yang tiada henti-hentinya selalu di panjatkan, semangat dan motivasi serta
materi kepada penulis sehingga penulis dapat mencapai pendidikan yang baik.
Terkhusus Ibuku tercinta

ii

wanita paling sempurna yang saya miliki dan Ayah terhebat yang pernah saya miliki,
semua ini ku persembahkan untuk mu ayah dan ibu tercinta. Semoga Allah SWT memberi
balasan yang tak terhingga kepada ayah dan ibu di Yaumil Akhir.Dan diberikan
kebahagiaan dunia akhirat untuk ayah dan ibu tercinta.

Penulis menyadari bahwa Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat
diselesaikan berkat usaha dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya Laporan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini dapat penulis selesaikan walaupun masih jauh dari
kesempurnaan. Secara khusus dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Universitas Terbuka, Bapak Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D
2. Bapak Drs. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D Selaku Dekan FKIP Universitas

Terbuka.
3. Ibu Dra. Tuti Harjayanti,M.Si selaku Tutor Mata Kuliah Penelitian Tindakan

Kelas (PTK), yang telah memberikan arahan kepada penulis dalam
praktikum.
4. Kepala Sekolah beserta Dewan Guru SD Muhammadiyah 14 Surakarta.
5. Bidadari Surgaku yang selalu menyemangati dan selalu ada buatku.
6. Teman-teman yang sangat membantu penulis setiap ada kesulitan dalam
mengerjakan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan semua teman-
teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu yang telah banyak
memberikan dukungan, motivasi, do’anya kepada penulis dalam
menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

iii

7. Teman seperjuangan UT Kelas B yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu
yang telah memberikan semangat dukungan, motivasi dan moral serta do’anya
kepada penulis untuk menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penulisan
Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, oleh sebab itu kritik dan saran dari
pembaca sangat penulis harapkan, penulis juga sangat berharap semoga Laporan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat berguna bagi semua pihak, terutama
bagi pihak-pihak yang memiliki peran dalam dunia pendidikan dan semoga Allah
SWT senantiasa memberikan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua, sekian
dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

SURAKARTA, 2020

PENELITI

MUHAMMAD EFENDI
NIM. 857807197

iv

MOTTO

"Hiduplah seperti bawang merah. Sekalipun diiris, diulek, dipotong, ia tak menangis.
Sebaliknya, orang yang memotongnya-lah yang akan menangis."

“ Jika kamu ingin dipermudah urusanmu kelak dan dibahagiakan kelak, maka permudah
urusan orang lain saat ini dan bahagiakanlah mereka sekarang”

“Sambutlah masa-masa milenial dengan sukacita dan kemajuan diri. Kalau sedang repot
dalam urusan kalian, ingatlah masih ada GRAB yang selalu siap membantu urusanmu.”

“Hidup itu sederhana. Goreng, angkat, lalu tiriskan.”

v

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR RANTAI MAKANAN PADA
MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI PERANAN VIDEO
PEMBELAJARAN INTERAKTIF
(Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas V SD
Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta)

Oleh
Muhammad Efendi

NIM 857807197

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep rantai makan
pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta tahun pelajaran 2020/2021 melalui
video pembelajaran interaktif.

Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini berupa kolaborasi
atau kerjasama antara peneliti dengan guru mapel V. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah dokumentasi, observasi dan tes. Untuk menguji validitas data penulis
menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang
digunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu
reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus,
setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan
tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata sebelum tindakan (pra
siklus) yaitu 70,21 dengan ketuntasan klasikal 61,76%. Pada siklus I nilai rata- rata kelas
mencapai 77,65dengan ketuntasan klasikal 70,59%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas
meningkat 80,38 dengan ketuntasan klasikal 91,18%. Pada siklus III rata – rata kelas 83,41
dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui
video interaktif, pemahaman konsep rantai makan dapat meningkat.

Kata kunci: minat belajar, rantai makanan, video pembelajaran interaktif

vi

DAFTAR ISI

hal

HALAMAN JUDUL................................................................................................... i
HALAMAN KATA PENGANTAR ......................................................................... ii
HALAMAN MOTTO ................................................................................................. v
ABSTRAK ................................................................................................................... vi
DAFTAR ISI................................................................................................................ vii
SURAT PERNYATAAN KEALIAN KARYA ...................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
A. ...............Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B.................Identifikasi Masalah................................................................................ 4
C.................Analisis Masalah ..................................................................................... 5
D. ...............Rumusan Masalah ................................................................................... 5
E. ................Tujuan Penelitian..................................................................................... 6
F. ................Manfaat Penelitian .................................................................................. 6
Bab II Kajian Pustaka……………………………………………………………. 8

A. Kerangka teori ..............................................................................................8
B. Kerangka Berpikir.......................................................................................34
C. Penelitian yang Relevan..............................................................................35
D. Hipotesis Tindakan .....................................................................................37
E. Kriteria keberhasilan...................................................................................38
Bab III Metode Penelitian.......................................................................................39
A. Subjek Penelitian ........................................................................................39
B. Tempat dan Waktu penelitian .....................................................................39
C. Sumber Data ...............................................................................................39
D. Teknik Pengumpulan Data .........................................................................40
E. Validitas Drata ............................................................................................41
F. Teknis Analisis Data ...................................................................................41
G. Indikator Kinerja.........................................................................................43
H. Deskripsi Siklus..........................................................................................43

vii

I. Refleksi ........................................................................................................46
Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .........................................47

A. Hasil Penelitian...........................................................................................47
B. Pembahasan Hasil Penilaian.......................................................................65
Bab V Simpulan, Implikasi dan Saran....................................................................69
A. Simpulan.....................................................................................................69
B. Implikasi .....................................................................................................69
C. Saran ...........................................................................................................70
Daftar Pustaka.........................................................................................................71
Lampiran.................................................................................................................. 73

viii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : MUHAMMAD EFENDI
NIM : 857807197
Program Studi : FKIP PGSD
Nama Sekolah : SD MUHAMMADIYAH 14 SURAKARTA

Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan hasil
karya saya sendiri dan saya tidak melakukan plagiarisme atau pengutipan dengan cara-cara
yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap
menerima tindakan/sanksi yang diberikan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan
pelanggaran akademik dalam karya saya ini atau ada klaim atas karya saya ini.

Surakarta, 2020

Yang Membuat Pernyataan,

MUHAMMAD EFENDI
NIM. 857807197

ix

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sejak manusia lahir ke dunia, telah dibekali oleh Allah SWT dengan
adanya rasa ingin tau. Adapun wujud dari keingintahuan ini adalah adanya
akal. Dengan akal manusia berpikir sehingga dia mendapatkan ilmu
pengetahuan yang semakin lama akan terus berkembang. Untuk
memanifestasikan kemampuan akal itu, maka diperlukan pendidikan.

Pendidikan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “didik” yang berarti
memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan berarti proses
pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan,
proses, perbuatan, cara, mendidik.

Peserta didik yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)/MI yakni
sedang tumbuh berkembang menuju ke arah kematangan, kepribadian, sosial
serta penguasaan pengetahuan. Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh
banyak faktor. Maka dari itu faktor yang sangat menentukan yaitu guru. Guru
yang kreatif senantiasa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi
sehingga meningkatkan minat belajar siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru harus bisa sekreatif mungkin,
mampu memahami karakteristik siswa dan mampu mengembangkan serta
menggerakkan motivasi pembelajaran siswa ke tahap yang maksimal agar
timbul minat belajar dari siswa itu sendiri.

1

Minat bisa timbul, karena ada dorongan yang kuat dari diri sendiri. Selain
itu, minat timbul bukan dari diri sendiri saja tetapi juga dorongan yang kuat
dari keluarga, orangtua dan lingkungan terutama sekali para guru. Dalam
kegiatan belajar, minat itu berperan sebagai kekuatan yang akan mendorong
siswa untuk belajar, oleh karena itu pembelajaran yang tidak menarik
menyebabkan minat siswa tidak timbul.

Pada masa diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)
dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit Covid – 19. Pemerintah telah
menghetikan seluruh aktifitas tatap muka di sekolah. Guru dan siswa dipaksa
untuk seketika melakukan pembelajaran jarak jauh. Agar proses pembelajaran
tetap berjalan dan siswa tetap memiliki tagihan – tagihan belajar, penggunaan
platform Whatsapp Grup hadir sebagai salah satu solusi untuk menyambung
interaksi antara guru dengan siswa.

Saat ini dunia sedang diuji dengan munculnya wabah penyakit Covid –
19 yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada
tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Begitu cepat
penyebaran penyakit ini sehingga hingga ke Indonesia. Dampak dari
penyebaran penyakit ini adalah melumpuhkan segala akitifitas dunia baik di
bidang ekonomi, pariwisata tidak luput pula aktifitas pendidikan.

Untuk menanggulangi dan mencegah penyakit ini pemerintah sudah
melakukan banyak sekali kebijakan termasuk penutupan perkantoran, fasilitas
umum tidak terkecuali sekolah. Kegiatan ini sering disebut dengan PSBB
(Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pada masa diberlakukannya PSBB
(Pembatasan Sosial Berskala Besar) dalam rangka pencegahan penyebaran
penyakit Covid – 19. Pemerintah telah menghetikan seluruh aktifitas tatap
muka di sekolah. Guru dan siswa dipaksa untuk seketika melakukan
pembelajaran jarak jauh. Agar proses pembelajaran tetap berjalan dan siswa
tetap memiliki tagihan – tagihan belajar, penggunaan platform Whatsapp Grup
hadir sebagai salah satu solusi untuk menyambung interaksi antara guru
dengan siswa.

2

Dalam prosesnya penggunaan Whatsapp Grup yang awalnya menjadi
solusi ternyata tidak cukup efektif. Karena muncul berbagai masalah seperti
borosnya kuota, materi yang diberikan monoton, tidak ada variasi pada proses
pembelajaran hingga berkurangnya minat belajar peserta didik. Sesungguhnya
guru sudah berusaha meningkatkan kemampuannya dalam mengajar dengan
penggunaan google team maupun zoom guna melakukan tatapmuka secara
langsung bersama-sama. Namun penggunaan kedua platform ini haruslah
berlangganan jika ingin mendapatkan fitur dan layanan yang lebih baik. Hal
ini membutuhkan biaya yang besar dalam pelaksaannya. Selain masalah biaya
ada satu hal lagi yang menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran daring
yaitu peserta didik masih menggunakan handphone milik kedua orang tuanya
sehingga sulit melakukan kegiatan web meet bersama – sama di pagi hari.
Terkadang kegiaatan web meet harus dilakukan dalam 2 sesi dalam sehari. Hal
ini dapat menyebabkan ketidak efektifan dalam proses pembelajaran.

Guru harus memikirkan hal yang lebih kreatif untuk menangani atau
memperkecil permasalahan yang terjadi yaitu salah satu solusinya adalah
pembuatan video pembelajaran interatif yang diunggah melalui laman youtube
sehingga dapat akses setiap saat, setiap waktu dan dimana saja serta dapat di
lihat berkali – kali apa bila siswa belum paham materi yang diajarkan.

Dalam proses video interaktif ini guru mengajar menggunakan
pendekatan saintifik. Pendekatan santifik berdasar pada
pembelajaran dalam Kurikulum 2013 yang menekankan pada dimensi
pedagogic modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan
saintifik (pendekatan ilmiah). Pendekatan santifik menerapkan lima
pengalaman belajar pokok yaitu: a) mengamati; b) menanya; c)
mengumpulkan informasi d) mengasosiasi; dan e) mengkomunikasikan seperti
yang tertulis pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103
Tahun 2014. Penggunaan pendekatan santifik dimaksudkan untuk mendorong
siswa dalam mencari tahu informasi dari berbagai sumber serta memberikan
pemahaman dalam mengenal. Proses pembelajaran tersebut bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar yang mencakup
pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk

3

setiap satuan pendidikan sesuai dengan standar kelulusan tahun 2013.
Penggunaan media pembelajaran video interaktif ini diharapkan dapat

membantu mengurangi hambatan pada proses pembelajaran secara daring.
Selain itu video pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman konsep belajar pada siswa terutama pada pembelajaran mupel
IPA pada materi rantai makan. Mupel IPA merupakan salah satu pembelajaran
yang menyenangkan karena dalamnya kita dapat melakukan banyak
percobaan yang menyenangkan, serta menemukan hal – hal baru melalui
percobaan tersebut.

Pengalaman dalam proses pembelajaran diharapkan menumbuhkan
pemahaman konsep dengan sendirinya. Dalam materi rantai makan akan lebih
mengena pada pengalaman belajar siswa apabila menggunakan media gambar
– gambar. Namun pada proses pembelajaran daring penggunaan media secara
luring kurang bermanfaat. Sehingga penggunaan media gambar – gambar
dapat kita masukkan dalam video pembelajaran interaktif yang dapat diakses
siswa dimanapun dan kapanpun. Dalam prosesnya penggunaan Whatsapp
Grup yang awalnya menjadi solusi ternyata tidak cukup efektif. Karena
muncul berbagai masalah seperti borosnya kuota, materi yang diberikan
monoton, tidak ada variasi pada proses pembelajaran hingga berkurangnya
minat belajar peserta didik. Salah satu solusinya adalah pembuatan video
pembelajaran interatif yang diunggah melalui youtube dan dapat akses setiap
saat, setiap waktu dan dimana saja.

B. Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

a. Minat belajar peserta didik yang menurun sebagai dampak sistem
pembelajaran daring pada masa pandemi Covid – 19.

4

b. Guru tidak menggunakan media yang tepat dan mudah diakses kapan saja
dan dimana saja selama proses pembelajaran daring.

C. Analisis Masalah
Banyak faktor yang dapat menurunkan minat belajar peserta didik

sebagai dampak pembelajaran daring pada masa pandemi Covid – 19.
Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti hanya akan meneliti
rendahnya minat belajar jaring makanan peserta didik kelas V SD
Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta Semester I Tahun Ajaran
2020/2021.

Dari berbagai media yang dapat digunakan untuk membantu
meningkatkan minat belajar peserta didik, pada penelitan ini peneliti lebih
berfokus pada penggunaan media video pembelajaran interaktif.
Berdasarkan minat belajar peserta didik dan media pembelajaran yang
digunakan, maka penelitian ini diberi judul:
“Upaya Meningkatkan Minat Belajar Rantai Makanan Pada Masa
Pandemi Covid – 19 Melalui Peranan Video Pembelajaran Interatif
(Penelitian Tindakan Kelas Peserta Didik Kelas V SD Muhammadiyah 14
Danukusuman Surakarta)”

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan landasan masalah, identifikasi masalah, dan analisis

masalah sebagaimana tersebut di atas maka disusunlah rumusan masalah
sebagai berikut:

5

“Apakah melalui peran video pembelajaran interaktif dapat
meningkatkan minat belajar rantai makanan peserta didik kelas V SD
Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta Semester I Tahun Ajaran
2020/2021 pada masa pandemi Covid – 19?”

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan minat

belajar rantai makan pada masa pandemi Covid – 19 peserta didik kelas V
SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta Tahun Ajaran 2020/2021
melalui peran video pembelajaran interaktif.

F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :

1. Guru
a. Untuk memeperbaiki pembelajaran yang dikelolanya
b. Memperbaiki kinerja guru untuk berkembang secara profesional
c. Meningkatkan aktifitas guru dalam pembelajaran untuk berperan aktif
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

2. Siswa
a. Memperbaiki belajar siswa, agar minat belajar siswa meningkat
b. Siswa merasa mendapat perhatian khusus dari guru sehingga minat
belajar siswa meningkat
c. Siswa dapat berperan sebagai peneliti bagi minat belajarnya sendiri
d. Untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya,
sehingga minat belajar siswa meningkat.

3. Sekolah
a. Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan
kemampuan pada diri guru dan pendidikan di sekolah

6

b. Meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi siswa
c. Mempunyai kesempatan yang besar untuk berubah secara menyeluruh
d. Menumbuhkan iklim kerjasama yang kondusif
e. Menciptakan hubungan kolegial yang pesat.

7

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kerangka Teori
1. Penelitian Tindakan Kelas
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
PTK (Penelitan Tindakan Kelas) merupakan terjemahan dari
Classroom Action Research, yaitu satu Action Research yang
dilakukan di kelas. Berdasarkan segi semantik (arti kata), Action
Research diterjemahkan tindakan oleh carr & Kemmis (Mc.Niff,
1991).
PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif yang
dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan
rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan
memperdalam pemahaman terhadap kondisi dalam praktik
pembelajaran (Hopkins,1993).
Menurut Arikunto, dkk (2006), penelitian tindakan kelas
merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah
tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas
secara bersama.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa PTK merupakan suatu
tidakan penelitian yang dilakukan seorang peneliti didalam kelas guna
meningkatkan hasil pembelajaran serta memperbaiki kekurangan

8

dalam proses pembelajaran sehingga mencapai tujuan yang
diharapkan.
b. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Hopkins (1993), penelitian tindakan kelas diawali
dengan perencanaan tindakan (Planning), penerapan tindakan (action),
mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan
(Observation and evaluation). Sedangkan prosedur kerja dalam
penelitian tindakan kelas terdiri atas empat komponen, yaitu
perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan
(observing), dan refleksi (reflecting), dan seterusnya sampai perbaikan
atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).

1) Perencanaan (Planning), yaitu persiapan yang dilakukan untuk
pelaksanaan Penellitian Tindakan Kelas, seperti: menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pembuatan media
pembelajaran.

2) Pelaksanaan Tindakan (Acting), yaitu deskripsi tindakan yang
akan dilakukan, skenario kerja tindakan perbaikan yang akan
dikerjakan serta prosedur tindakan yang akan diterapkan.

3) Observasi (Observe), Observasi ini dilakukan untuk melihat
pelaksanaan semua rencana yang telah dibuat dengan baik,
tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dapat
memberikan hasil yang kurang maksimal dalam meningkatkan
hasil belajar siswa. Kegiatan observasi dapat dilakukan dengan
cara memberikan lembar observasi atau dengan cara lain yang
sesuai dengan data yang dibutuhkan.
9

4) Refleksi (Reflecting), yaitu kegiatan evaluasi tentang perubahan
yang terjadi atau hasil yang diperoleh atas yang terhimpun
sebagai bentuk dampak tindakan yang telah dirancang.
Berdasarkan langkah ini akan diketahui perubahan yang terjadi.
Bagaimana dan sejauh mana tindakan yang ditetapkan mampu
mencapai perubahan atau mengatasi masalah secara signifikan.
Bertolak dari refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan dalam
bentuk replanning dapat dilakukan.

2. Belajar
Menurut teori Kognitivisme, Jerome Bruner berpendapat bahwa

kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan
sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Dalam hal ini Bruner
membedakan menjadi tiga tahap. Ketiga tahap itu adalah (1) tahap
informasi, yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau
pengalaman baru (2) tahap transformasi, yaitu tahap memahami , mencerna
dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk
baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain, dan (3) evaluasi,
yaitu untuk mengetahui apa hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar
atau tidak.

Sardiman, mendefinisikan belajar adalah berubah, dalam hal ini yang
dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar
akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar.
Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan,
tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga

10

diri, minat, watak, penyesuaian diri.

Menurut Syaiful Bahri D (menurut buku Djamarah) , mendefinisikan
belajar adalah “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah
berakhirnya melakukan aktivitas belajar. Walaupun tidak semua perubahan
termasuk kategori belajar. Misalnya perubahan fisik, mabuk, gila dan
sebagainya.

Belajar sering diartikan sebagai suatu proses perubahan itu dapat
berupa pengembangan pengetahuan, sikap, keterampilan dan nantinya
diharapkan siswa mampu memecahkan masalah-masalah atau tuntutan
hidupnya. Karena itu seseorang dapat dikatakan belajar bila dapat
diasumsikan dalam diri orang tersebut terjadi suatu proses perubahan
tingkah laku merupakan proses belajar.

Menurut R. Gagne, belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses
dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman.
Bagi gagne, belajar dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh
motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku.
Selain itu, Gagne juga menekankan bahwa belajar sebagai suatu upaya
memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui instruksi. Instruksi
yang dimaksud adalah perintah atau arahan dan bimbingan dari seorang
pendidik atau guru.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian
belajar adalah suatu perubahan atau upaya untuk mendapatkan perubahan
tingkah laku dari diri seseorang itu sendiri dari waktu ke waktu, perubahan
dari yang tidak tahu menjadi tahu. Proses belajar yang menyebabkan

11

terjadinya perubahan tingkah laku dan perubahan kepribadian seseorang
setelah mengalami peristiwa belajar. Tingkah laku dapat meliputi
pengetahuan, sikap, keterampilan, kemampuan, kebiasaan- kebiasaan,
perasaan, penanggapan terhadap sesuatu, hubungan atau interaksi sosial,
dan sebagainya.

Belajar merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang
secara maksimal untuk dapat menguasai atau memperoleh sesuatu. Dan
belajar juga merupakan peristiwa yang terjadi secara sadar dan disengaja,
artinya seseorang yang terlibat dalam peristiwa belajar pada akhirnya
menyadari bahwa ia mempelajari sesuatu, sehingga terjadi perubahan pada
dirinya sebagai akibat dari kegiatan yang disadari dan sengaja
dilaksanakannya tersebut.

3. Minat
Makna minat menurut Crow dalam bukunya Educational

Psychology minat atau interest bisa berhubungna dengan daya gerak yang
mendorong kita cenderung merasa tertarik pada orang, benda atau kegiatan
atau pun bisa berupa pengalaman yang efektif dirangsang oleh kegiatan itu
sendiri. Dengan kata lain, minat dapat menjadi penyebab kegiatan dan
partisipasi (Buchori, 1978: 124).

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang,
diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda
dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara (tidak ada waktu
yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan

12

minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh
kepuasaan (Slameto, 1991: 59). Sedangkan menurut (Syah, 2010: 152)
minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan
yang besar terhadap sesuatu.

Dari pengertian tersebut dapat memperoleh kesan bahwa minat itu,
sebenarnya mengandung unsur-unsur kognisi (mengenal), emosi (perasaan)
dan konasi (kehendak). Oleh sebab itu, minat dapat dianggap sebagai
respon yang sadar. Sebab kalau tidak demikian, maka minat tak
mempunyai arti apa-apa. Unsur kognisi dalam arti minat didahului oleh
pengetahuan dan informasi mengenai obyek yang dituju oleh minat
tersebut. Unsur emosi, karena dalam partisipasi atau pengalaman itu
disertai dengan perasaan tertentu (perasaan senang). Sedangkan unsur
konasi merupakan kelanjutan dari kedua unsur tersebut yaitu yang
diwujudkan dalam bentuk kemauan dan hasrat untuk melakukan sesuatu
kegiatan.

Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran
yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. Siswa tidak akan belajar
dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada tarik baginya. Ia segan-segan
untuk belajar, tidak memperolah kepuasaan dari pelajaran itu. Bahan
pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dihafalkan dan disimpan,
karena minat menambah kegiatan belajar.

Jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah
diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara
menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan serta

13

berhubungan dengan cita-cita kaitannya dengan bahan yang telah

dipelajari.

Indikator minat ada empat yaitu:

a. Perasaan senang
Seorang siswa yang memilki perasaan senang atau suka

terhadap suatu mata pelajaran, maka siswa tersebut akan terus
mempelajari ilmu yang disenanginya. Tidak ada perasaan terpaksa
pada siswa untuk mempelajari bidang tersebut.
b. Ketertarikan siswa

Berhubungan dengan daya gerak yang mendorong untuk
cenderung merasa tertarik pada orang, benda kegiatan atau bisa
berupa pengalaman afektif yang dirancang oleh kegiatan itu sendiri.
c. Perhatian siswa

Perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa terhadap
pengamatan dan pengertian.
d. Keterlibatan siswa

Ketertarikan seseorang akan suatu objek yang mengakibatkan
orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan
kegiatan dari objek tersebut (Syah, 2010: 154).
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa minat

merupakan kecenderungan seseorang yang berasal dari luar maupun dalam

sanubari yang mendorong untuk merasa tertarik terhadap suatu hal tersebut

dapat menimbulkan perasaan senang. Dan dengan adanya minat mampu

memperkuat ingatan seseorang terhadap apa yang telah dipelajarinya,

sehingga dapat dijadikan sebagai fondasi dalam proses pembelajarn

dikemudian hari.

Minat belajar yaitu meningkatkan ketertarikan atau keinginan siswa

untuk belajar, sehingga akan tertanam pada diri siswa untuk belajar (Ismail,
1980: 42-43). Minat belajar pada dasarnya adalah sikap “ketaatan” pada

14

kegiatan belajar, baik lewat jadwal maupun inisiatif spontan (Sudarmonto,
1993: 3). Minat belajar untuk sesuatu bidang mempunyai kedudukan yang
penting untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar. Minat belajar
merupakan salah satu faktor penting yang menentukanberhasil atau
tidaknya seseorang terhadap suatu kegiatan atau aktiviitas. Dengan minat
yang besar maka akan memberikan rasa senang atau suka terhadap sesuatu
tersebut.

Dalam proses belajar minat memiliki peran yang penting, minat yang
tinggi akan menciptakan kondisi belajar atau konsentrasi dalam belajar.
Pada dasarnya minat selalu berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai
dalam belajar, oleh karena itu merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas
belajar sangat berguna untuk membangkitkan minat. Dalam belajar seorang
guru diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk lebih semangat
dalam pembelajaran.

Langkah-langkah menimbulkan minat belajar yaitu:
a. Arahkan perhatian pada tujuan yang hendak dicapai
b. Kenalilah unsur-unsur “permainan” dalam aktivitas belajar
c. Rencanakanlah aktivitas belajar dan ikutilah rencana itu
d. Pastikan tujuan belajar saat ini
e. Dapatkan kepuasan setelah menyelesaikan jadwal belajar
f. Bersikaplah positif menghadapi kegiatan belajar
g. Latihlah kebebasan emosi selama belajar
h. Gunakanlah seluruh kemampuan untuk mencapai target belajar setiap

hari
i. Berperan aktif dalam diskusi

15

j. Tanggungilah gangguan selama belajar
k. Dapatkan bahan-bahan yang mendukung aktivitas belajar
l. Carilah pengajar yang dapat mengevaluasi hasil belajar.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat belajar
merupakan suatu kesadaran, rasa suka, dan kertarikan seseorang untuk
melakukan aktivitas belajar. Seseorang yang mempunyai minat belajar
yang tinggi akan mempunyai rasa senang tertarik untuk belajar. Karena
pada dirinya terdapat rangsangan untuk belajar dan adanya kemauan untuk
belajar.

Minat tidak akan timbul secara tiba-tibaatau spontan melainkan timbul
akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau
mengajar.Salah satu objek yang dapat membangkitkan minat belajar siswa
adalah guru. Menurut Kurt Singerbahwa: “Guru yang berhasil membina
kesediaan belajar murid-muridnya, berarti telah melakukan hal-hal yang
terpenting yang dapat dilakukan demi kepentingan belajar murid-muridnya.

Minat belajar merupakan suatu kecendrungan yang ditimbulkan dan
dikembangkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar
yaitu:
i. Motivasi

Minat seseorang akan semakin tinggi bila disertai motivasi, baik
yang bersirat internal maupun eksternal. “Minat merupakan
perpaduan keinginan dan kemampuan yang dapat dikembangkan jika
ada motivasi.
ii. Bahan pelajaran dan sikap guru

16

Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, akan sering dipelajari
oleh siswa. Sebaliknya bahan pelajaran yang tidak menarik siswa
akan dikesampingkannya, sebagaimana yang telah disinyalir oleh
Slamet bahwa: “Minat mempunyai pengaruh yang sangat besar
terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak
sesuai dengan minat siswa, maka siswa akan belajar dengan sebaik-
baiknya,karena tidak ada daya tarik baginya.
iii. Pengalaman

Keberhasilan dalam suatu aktifitas atau kegiatan menimbulkan
perasaan yang menyenangkan atau menambah aktifitas. Sedangkan
kegagalan justru menyebabkan kehilangan minat dan pengurangan
aktifitas
iv. Keluarga

Orang tua adalah arang yang terdekat dalam keluarga.Oleh
karenanya keluarga sangat berpengaruh dalam menentukan minat
seorang siswa terhadap pelajaran.Apa yang diberikan oleh keluarga
sangat berpengaruh bagi perkembangan jiwa seoarang siswa, oleh
karena itu perhatian dan dukungan keluarga sangat penting untuk
menumbuhkan minat belajar seorang siswa.
v. Cita-cita

Setiap manusia pasti mempunyai sebuah cita-cita, termasuk juga
para siswa. Cita-cita dapat mempengaruhi minat belajar siswa, cita-
cita dapat dikatakan perwujudan minat seseorang untuk meraih
keinginannya untuk dikehidupan yang akan datang, cita-cita tersebut

17

akan terus dikejar sampai dapat meraihnya, walaupun banyak
berbagai rintangan.

Membangkitkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah
membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang
diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai
individu. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana
pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya dalam
upaya mencapai kebutuhan-kebutuhannya. Apabila siswa menyadari
bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan
yang dianggapnya penting dan bila siswa melihat bahwa dari hasil
dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya,
kemungkinan besar siswa akan berminat dan termotivasi untuk
mempelajarinya.

Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha atau pemikiran yang
dapat memberikan solusi terhadap peningkatan minat belajar
siswa.Minat sebagai aspek kewajiban bukan aspek bawaan,
melainkan kondisi yang terbentuk setelah dipengaruhi oleh
lingkungan.Karena itu minat sifatnya berubah-ubah dan sangat
tergantung pada individunya.

Minat belajar dapat dibangkitkan melalui latihan konsentrasi.
Konsentrasi merupakan aktivitas jiwa untuk memperhatikan suatu
objek secara mendalam. Dapat dikatakan bahwa konsentrasi itu
muncul jika seseorang menaruh minat pada suatu objek, demikian
pula sebaliknya merupakan kondisi psikologis yang sangat
dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kondisi

18

tersebut amat penting sehingga konsentrasi yang baik akan
melahirkan sikap pemusatan perhatian yang tinggi terhadap objek
yang sedang dipelajari.

Minat sebagai salah satu aspek psikologis dipengaruhi oleh
beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar .Dilihat dari dalam
diri siswa, minat dipengaruhi oleh cita-cita, keinginan, kebutuhan,
bakat dan kebiasaan.Sedangkan bila dilihat dari faktor luar, minat
dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan.Faktor luar
tersebut dapat berupa kelengkapan sarana dan prasarana, pergaulan
dengan orang tua, dan anggapan masyarakat terhadap suatu objek
serta latar belakang sosial budaya.

Minat berkaitan dengan nilai-nilai tertentu.Oleh karena itu,
merenungkan nilai-nilai dalam aktivitas belajar sangat berguna untuk
membangkitkan minat. Misalnya belajar agar lulus ujian, menjadi
juara, ahli dalam salah satu ilmu, memenuhi rasa ingin tahu
mendapatkan gelar atau memperoleh pekerjaan. Dengan demikian
minat belajar tidak perlu berangkat dari nilai atau motivasi yang
muluk-muluk. Bila minat belajar didapatkan pada gilirannya akan
menumbuhkan konsentrasi atau kesungguhan dalam belajar.

Beberapa hal penting yang dapat dijadikan alasan untuk
mendorong tumbuhnya minat belajar dalam diri seorang siswa yaitu :
a. Suatu hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang lebih baik dalam

semua mata pelajaran.
b. Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam

satu atau lain bidang studi.
19

c. Hasrat siswa untuk meningkatkan siswa dalam meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan pribadi.

d. Hasrat siswa untuk menerima pujian dari orang tua, guru atau
teman-teman.

e. Gambaran diri dimasa mendatang untuk meraih sukses dalam
suatu bidang khusus tertentu.

4. Minat Belajar
Menurut Elizabeth B. Hurlock (1978:114), minat adalah sumber

motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka
inginkan bila mereka bebas memilih. Sama halnya dengan yang
diungkapkan oleh Slameto (2010: 180), minat merupakan rasa lebih suka
dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang
menyuruh. Dengan sendirinya minat timbul tanpa ada siapa yang
menyuruhnya.

Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar
terhadap sesuatu dinamakan dengan minat (Muhibbin Syah, 2010: 133).
Disisi lain, minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan
antar diri sendiri dengan sesuatu di luar diri (Djaali, 2006: 121)

Crow & Crow (dalam Djaali, 2006: 121), mendefinisikan minat
berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk
menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman
yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Minat yang besar terhadap

20

sesuatu merupakan modal untuk mencapai tujuan yang diminati itu

(Dalyono, 2009: 56).

Berdasarkan pengertian minat yang telah dipaparkan di atas, maka

minat dapat diartikan sebagai daya dorongan yang dimiliki seseorang

untuk mencapai sesuatu yang diminati.

Dalam kegiatan belajar mengajar, minat sangatlah diperlukan.

Kondisi kegiatan belajar mengajar dikatakan efektif adalah jika adanya

minat dan perhatian dalam belajar mengajar (Moh. Uzer Usman dalam

Yuni Farchanah, 2010: 14-15). Siswa yang memiliki minat belajar

ketika kegiatan belajar mengajar seperti yang diungkapkan oleh Syaiful

Bahri Djamarah (2011: 166-167), biasanya diekspresikan melalui:

1. Pertanyaan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai sesuatu
daripada yang lainnya.

2. Partisipasi aktif dalam suatu kegiatan.
3. Perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati tanpa

menghiraukan yang lain.
Sependapat dengan itu, Slameto (2010: 180) mengutarakan bahwa

siswa yang berminat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Ada rasa suka dan senang pada suatu hal tanpa ada yang menyuruh.
2. Diekspresikan melalui suatu pernyataan.
3. Lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya.
4. Dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.
5. Cenderung untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap subjek

tersebut.
Dari pemaparan di atas, dapat dirumuskan pada dasarnya minat

belajar siswa dapat dibagi menjadi tiga indikator yaitu:

a Perhatian dalam kegiatan belajar mengajar.
b Partisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.

21

c Perasaan senang terhadap kegiatan belajar mengajar.

Ketiga indikator minat belajar tersebut digunakan peneliti untuk
menyusun kisi-kisi pada angket minat belajar siswa dan lembar observasi
minat belajar siswa. Minat dalam kegiatan belajar mengajar sangatlah
berpengaruh terhadap proses penerimaan ilmu maupun hasil belajar siswa.
Seperti halnya yang diutarakan oleh Muhibbin Syah (2010: 134),
minat dapat memengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam
bidang-bidang studi tertentu. Misalnya, siswa yang memiliki minat di
bidang olahraga, maka ketika pelajaran olahraga perhatian siswa tersebut
akan terlihat jelas dan berbeda dengan teman-temannya.

Kegiatan belajar mengajar akan berjalan lancar bila disertai dengan
minat siswa. Perlu diketahui bahwa minat sebagai alat motivasi yang
utama yang dapat menggairahkan belajar siswa dalam rentang waktu
tertentu (Syaiful Bahri Djamarah, 2011: 167). Dengan adanya minat
belajar siswa yang besar ketika mengikuti pelajaran, akan berdampak
terhadap pemusatan perhatian terhadap guru (Muhibbin Syah, 2010: 134).
Oleh karena itu, guru agar berusaha dalam meningkatkan minat belajar
siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya membantu
siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk
dipelajarinya dengan dirinya (Slameto, 2010: 180). Adapun cara guru
dalam meningkatkan dan mengembangkan minat belajar siswa menurut
Slameto (2010: 180-181), antara lain sebagai berikut.
a Menggunakan minat-minat siswa yang telah ada

22

Cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada subyek baru
adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang sudah ada.

b Membentuk minat-minat baru pada diri siswa

Dengan membentuk minat-minat baru pada diri siswa, berarti
memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara materi
pelajaran yang akan disampaikan dengan materi pelajaran yang lalu,
menguraikan kegunaannya bagi siswa di masa mendatang.
c Memberikan insentif

Insentif disini merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seseorang
agar melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukannya atau yang tidak
dilakukannya dengan baik.

Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah (2011: 167), guru
dapat membangkitkan minat belajar siswa dengan cara:

1. Membandingkan adanya suatu kebutuhan pada diri siswa, sehingga
dia belajar tanpa paksaaan.

2. Menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan dengan persoalan
pengalaman yang dimiliki siswa, sehingga siswa mudah menerima
bahan pelajaran.

3. Memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan hasil belajar
yang baik dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang
kreatif dan kondusif.

4. Menggunakan berbagai macam bentuk dan teknik mengajar dalam
konteks perbedaan individual siswa.

Berdasarkan pemaparan teori-teori di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa minat belajar merupakan kecenderungan siswa dalam memusatkan
perhatian ketika kegiatan belajar mengajar untuk mencapai kegiatan
belajar mengajar yang efektif.

23

5. Rantai makanan
Rantai makan merupakan proses perpindahan energi dari satu

makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya melalui proses makan dan
dimakan dalam sebuah ekosistem. Rantai makanan merupakan bagian dari
jaring-jaring makanan yang terdiri dari makhluk hidup yang berperan
sebagai produsen, konsumen dan juga dekomposer (pengurai). Rantai
makanan dapat terjadi karena adanya hubungan saling ketergantungan
antar makhluk hidup yang berupa makan dan dimakan.

Rantai makanan juga dapat diartikan sebagai suatu peristiwa makan
dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan-urutan tertentu dan dari
setiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut dengan
tingkat trofik.

6. Masa Pandemi Covid – 19
Pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit

coronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, singkatan
dari COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh
koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-Wabah COVID-19
pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada
tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Hingga 17
September 2020, lebih dari 29.864.555 orang kasus telah dilaporkan lebih
dari 210 negara dan wilayah seluruh dunia, mengakibatkan lebih dari
940.651 orang meninggal dunia.

24

Upaya untuk mencegah penyebaran virus corona termasuk
pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam, penundaan
dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas termasuk pula penutupan
sekolah dan pemberhentian proses tatap muka secara langsung di ruang
kelas.

7. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah

berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan
(Azhar Arsyad, 2009:3).

Gerlach & Ely (Azhar Arsyad 2009:3) mengungkapkan bahwa media
apabila dipahami secara garis besar adalah mausia, materi, atau kejadian
yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Menurut Marshall Mcluhan (Harjanto,2006:247) media merupakan
suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain
yang tidak mengadakan kontak langsung dengan dia.

Menurut Ruminiati (2007:11) kata media berasal dari bahasa Latin
medio, dalam bahasa Latin, media dimaknai sebagai antara. Media
merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara harfiah berarti
perantara atau pengantar. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan
sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari
satu sumber kepada penerima. Dikaitkan dengan pembelajaran, media
diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses

25

pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar
kepada siswa sehingga siswa menjadi lebih tertarik untuk mengikuti
kegiatan pembelajaran.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan
sarana penyampaian informasi belajar oleh guru kepada siswa sehingga
siswa menjadi lebih memahami dan tertarik dengan pembelajaran yang
dilakukan.
8. Ciri-Ciri Media Pembelajaran

Gerlach & Ely (Azhar Arsyad 2009:12) mengungkapkan tiga ciri
media, yaitu:

a. Ciri Fiksatif
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam,

menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau
objek. Media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek
yang terjadi pada satu waktu tertentu dihubungkan tanpa mengenal
waktu.
b. Ciri Manipulatif

Kejadian yang memerlukan waktu berhari-hari dapat
disajikan kepada siswa dalam waktu dua ataua tiga menit. Selain
apat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat.
Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan perhatian
sungguh-sungguh karena apabila terjadi kesalahan dalam
pengaturan kembali urutan kejadian atau pemotongan bagian-
bagian yang salah, akan terjadi pula kesalahan penafsiran.

26

c. Ciri Distributif
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau

kejadian ditransportasikan melaui ruang dan secara bersamaan
kejadian
tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus
pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.
9. Jenis-Jenis Media
Djamarah (2002:140) mengelompokkan media ini berdasarkan
jenisnya ke dalam beberapa jenis :
a. Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan
suara saja, seperti tape recorder.
b. Media visual, yaitu media yang hanya mengggunakan indra
penglihatan dalam wujud visual.
c. Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan
unsur gambar.
Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan media ini
dibagi ke dalam dua jenis :
a. Audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam, seperti
film sound slide.
b. Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara
dan ambar yang bergerak, seperti film, video cassete dan VCD.
Harjanto (2006:237) mengemukakan beberapa jenis media pembelajaran
yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran :

27

a. Media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram,
poster, kartun, komik dan lain-lain. Media grafis sering juga
disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran
panjang dan lebar.

b. Media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat
(solid model), model penampang, model susun, model kerja,
diorama dan lain-lain.

c. Media proyeksi seperti slide filmstrip, film, penggunaan OHP dan
lain-lain.

d. Penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran.
Penggunaaan media pembelajaran dalam proses belajar

mengajar harus didasarkan pada kriteria pemilihan yang objektif. Hal
itu dikarenakan penggunaan media pembelajaran tidak sekadar
menampilkan program pembelajaran di dalam kelas, tetapi harus
dikaitkan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan strategi
kegiatan pembelajaran.

Menurut Harjanto (2006:239) ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk
mempertinggi kualitas pembelajaran :
a. Guru perlu memiliki pemahaman media pembelajaran antara lain

jenis dan manfaat media pembelajaran, kriteria memilih dan
menggunakan media pembelajaran, menggunakan media
pembelajaransebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut
penggunaan media dalam proses belajar siswa.

28

b. Guru terampil membuat media pembelajaran sederhana untuk

keperluan pembelajaran, terutama media dua dimensi atau media

grafis dan beberapa media tiga dimensi, dan media proyeksi.

c. Menilai keefektifan media pembelajaran penting bagi guru agar ia

bisa menentukan apakah penggunaan media mutlak diperlukan

atau tidak selalu diperlukan dalam pembelajaran sehubungan

dengan prestasi belajar yang dicapai siswa. Apabila penggunaan

media pembelajaran tidak mempengaruhi proses dan kualitas

pembelajaran, sebaiknya guru tidak memaksakan penggunaannya

dan perlu mencari usaha lain di luar media pembelajaran.

10. Pengertian Media Video

Menurut Ronal Anderson (1994:99), media video adalah merupakan

rangkaian gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara serta unsur

gambar yang diputar dengan suatu alat. Media video merupakan bagian

dari media audiovisual. Dalam media video terdapat dua unsur yaitu unsur

audio dan gambar. Media video digunakan dapat membantu siswa dalam

menerima maksud pesan yang ingin disampaikan.

Video yang digunakan dalam penelitian ini merupakan video yang

diambil dari program youtube. Video ditampilkan melalui komputer yang

dihubungkan dengan LCD.

11. Karakteristik media video

Media video memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Ronald

Anderson (1994:103-105) kelebihan dan kekurangan media video antara

lain sebagai berikut.

Kelebihan media video:

29

a. Dapat digunakan untuk klasikal atau individual
Media video dapat digunakan dalam pembelajaran klasikal. Siswa
secara bersama dapat menyaksikan tayangan video yang
diputarkan oleh guru. Selain secara klasikal, dapat digunakan
secara individu. Siswa dapat melihat tampilan video secara
individu di komputer masing-masing.

b. Digunakan secara berulang.
Video dapat diputar berulang-ulang sehingga praktis untuk
digunakan dalam pembelajaran.

c. Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya.
Materi-materi pembelajaran yang bersifat dapat membahayakan
siswa, ditampilkan melalui media video.

d. Dapat menyajikan obyek secara detail.
e. Tidak memerlukan ruang gelap.
f. Pemutaran media video dapat dilakukan di dalam kelas dalam

kondisi terang.
g. Dapat di perlambat dan di percepat.
h. Menyajikan gambar dan suara.
i. Sukar untuk dapat direvisi
j. Membutuhkan biaya yang banyak
12. Tujuan media video dalam pembelajaraan

Ronald Anderson (1994:102) mengemukakan tentang tujuan
dari pembelajaran mengunakan media video. Tujuan penggunaan
media video antara lain sebagai berikut:

30

Tujuan kognitif media video:
a. Dapat mengembangkan mitra kognitif yang menyangkut

kemampuan mengenal kembali dan kemampuan memberikan
rangsangan gerak dan serasi.
b. Dapat menunjaukan serangkaian gambar diam tanpa suara
sebagai media foto dan film bingkai meskipun kurang ekominis.
c. Dapat diajarkan pengetahuan tentang hukum-hukum dan
prinsip-prinsip tertentu.
d. Dapat digunakan untuk menunjukan contoh dan cara bersikap atau
berbuat dalam suatu penampilan.
Tujuan afektif :
Video dapat menjadi media yang sangat baik dalam mempengaruhi
sikap dan emosi.
Tujuan psikomotorik :
a. Video merupakan media yang tepat untuk memperlihatkan contoh
ketrampilan yang menyangkut gerak.
b. Siswa dapat langsung mendapat umpan balik terhadap kemampuan
mereka sehingga mampu mencoba ketrampilan yang menyangkut
gerakan tadi.

Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini
adalah video yang dari youtube. Langkah-langkah penggunaan media
video dalam penelitain ini yaitu sebagai berikut (Djamarah dan
Azwan Zaian 2002:154) :
a. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan media

audiovisual sebagai media pembelajaran.
31

b. Persiapan guru. Pada fase ini guru memilih dan menetapkan media
yang akan dipakai guna mencapai tujuan. Dalam hal ini prinsip
pemilihan dan dasar pertimbangannya patut diperhatikan.

c. Persiapan kelas. Pada fase ini siswa atau kelas harus mempunyai
persiapan sebelum mereka menerima pelajaran dengan
menggunakan media ini.

d. Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media. Penyajian
bahan pelajaran dengan memanfaatkan media audiovisual. Guru
harus memiliki keahlian dalam menyajikan materi dan
penggunaan media.

e. Langkah kegiatan belajar siswa. Pada fase ini siswa belajar
dengan memanfaatkan media pembelajaran yang ada.
Pemanfaatan media di sini siswa sendiri mempraktikkannya
ataupun guru langsung memanfaatkannya, baik di kelas atau di
luar kelas.

f. Langkah evaluasi pembelajaran. Pada langkah ini kegiatan belajar
dievaluasi, sampai sejauh mana tujuan pembelajaran yang
dicapai, sekaligus dapat dinilai sejauh mana pengaruh media
sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar
siswa.

13. Video Pembelajaran
Video merupakan serangkaian gambar gerak yang disertai suara

yang membentuk suatu kesatuan yang dirangkai menjadi alur, dengan
pesan-pesan di dalamnya untuk ketercapaian tujuan pembelajaran yang

32

disimpan dengan proses penyimpanan pada media pita atau disk (Arsyad,
2004:36 dalam Rusman dkk 2011:218).Video merupakan media audio
visual yang menampilkan gerak (Sadiman, 2008:74). Jadi disimpulkan
video adalah gambar gerak yang terdapat seragkaian alur dan
menampilkan pesan dari bagian sebuah gambar untuk tercapainya tujuan
pembelajaran.

Video pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara
sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam
pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran
sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencemarti
materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik video
pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam
kaset video dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD
player serta TV monitor.

Saat ini video pembelajaran dapat diakses melalui perangkat apapun
yang tersambung pada internet baik penggunaan handphone, laptop, tablet,
maupun komputer. Melalui internet video pembelajaran dapat di unggah
melalui youtube, instagram, google drive maupun google classroom yang
dapat diakses dimana saja dan kapan saja sesuai dengan kebutuhan peserta
didik.

Sehingga video pembelajaran interaktif merupakan suatu media
rekaman yang dibuat oleh guru sebagai sarana penanaman prinsip –
prinsip pembelajaran sebagaimana guru mengajar didepan kelas sehingga
memudahkan peserta didik menerima materi yang sedang dipelajari.

33

B. Kerangka Berpikir
Pembelajaran tematik merupakan suatu model pembelajaran yang

memadukan beberapa materi pelajaran berdasarkan suatu tema yang mencakup
aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Perlu diketahui bahwa
pembelajaran tematik di sekolah dasar hendaknya berupaya untuk memberikan
pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, pembelajaran
tematik di sekolah dasar khususnya kelas awal hendaknya memperhatikan
karakteristik siswa tersebut. Siswa sekolah dasar kelas awal memiliki
karakteristik mulai berfikir secara konkret dan berakhirnya berfikir khayal.
Sehingga perlu suatu metode yang variatif dan tepat dalam pembelajaran
tematik. Selain itu, metode yang dipilih hendaknya dapat menumbuhkan minat
belajar siswa.

Pembelajaran IPA merupakan pelajaran yang sebenarnya menyenangkan
bagi siswa SD apabila menggunakan media – media yang tepat, Siswa SD
masih belajar secara konsep yang mendasar yang sesuai dengan minat, hobby,
dan keseharian mereka. Hal ini yang menjadi dasar pembelajaran IPA terutama
rantai makanan dapat diajarkan dengan cara yang menyenangkan
memanfaatkan berbagai media guna memahamkan konsep belajar bagi siswa.

Oleh karena itu peneliti berinisiatif untuk menggunakan video interaktif
pembelajaran untuk menjelaskan dan penanaman konsep pembelajaran rantai
makan di SD.

Berdasarkan uraian diatas kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat
digambarkan sebagai berikut:

34

C. Penelitian Yang Relevan
Adapun penelitian yang relevan sebagai berikut:

1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nailah (2008) menyimpulkan bahwa
implementasi metode cerita dalam pengembangan kreativitas siswa pada
mata pelajaran aqidah akhlak di MI Raudlatul Ulum Bangkalan Madura
dapat berjalan secara efektif, terlihat keantusiasan siswa dalam mengikuti
pelajaran, keberanian dalam bertanya dan mengungkapkan ide-idenya.
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara dan dokumentasi. Keunggulan teknik pengumpulan
35

data dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan triangulasi sumber. Data
hasil pengamatan dibandingkan dengan data hasil wawancara dapat
dijadikan pembanding. Selain itu, data hasil wawancara juga
dibandingkan dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Antonius Dimas Wisnugroho (2013)
mengungkapkan bahwa melalui metode mendongeng dapat meningkatkan
rata-rata minat belajar dan prestasi belajar siswa kelas II pada mata
pelajaran PKn di SD Pangudi Luhur Sedayu. Terjadi peningkatan rata-
rata minat belajar siswa dari 54,8 pada kondisi awal, kemudian menjadi
79,4 pada siklus I dan menjadi 88,2 pada siklus II. Hasil peningkatan rata-
rata prestasi belajar siswa dari 74,9 pada kondisi awal dengan persentase
ketuntasan 53,33%, kemudian meningkat menjadi 75,9 pada siklus I
dengan persentase ketuntasan 68,97% dan menjadi 81,5 pada siklus II
dengan persentase ketuntasan 79,31%.

3. Yuli Rus Indarti (2009) yang berjudul “Media Gambar Berseri Untuk
Meningkatkan Kemampuan Bercerita Bagi Siswa Tuna Grahita Ringan
Kelas V SDLB Negeri Boyolali” Dari hasil penelitian ini dapat dapat
disimpulkan bahwa kemampuan bercerita siswa tuna grahita ringan
meningkat dengan menggunakan media gambar berseri. Hal tersebut
dapat terbukti dari hasil peningkatan nilai rata- rata kemampuan bercerita
siklus I 55, siklus II 65 dan siklus III 78,33.

4. Ardining Yositawati (2010) yang berjudul “Upaya Meningkatkan
Keterampilan Bercerita melalui Media Gambar pada siswa kelas III SD
Negeri Karangasem 1 Laweyan Surakarta”. Dari hasil penelitian dapat

36

disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dalam pembelajaran
bercerita dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD
Negeri Karangasem I Laweyan Surakarta. Hal tersebut dapat terbukti dari
hasil peningkatan nilai rata- rata keterampilan bercerita Siklus I nilai rata-
rata keterampilan bercerita adalah 63,75 dan Siklus II nilai rata-rata
keterampilan bercerita siswa meningkat menjadi 73,50.
5. Wahyu Hidayat, (2017), PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan
Pra Sekolah, dengan judul “ Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Pada Mata Pelajaran PKn Dengan Menggunakan Pendekatan PAIKEM
Di Kelas IV SD Swasta Ichwanussahafa Medan T.P 2016/2017, Skripsi.
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2017”
menyimpulkan bahwa pada niali pra siklus memperoleh rata-rata 40%
kemudian meningkat pada siklus I menjadi 61% dan meningkat dengan
perolehan rata-rata 100% pada siklus II.
Dalam penelitian ini, kelebihannya yaitu soal yang digunakan untuk
mengukur prestai belajar diukur tingkat validasi dan reliabilitasnya,
sehingga tingkat keabsahan soal dapat terbukti. Namun disisi lain,
pengukuran minat belajar terlalu luas yaiku mengukur minat belajar
afektif siswa dan minat belajar psikomotor siswa sehingga kurang ada
fokus penelitian.

D. Hipotesis Tindakan
Untuk mengurangi kebiasaan terhadap data penelitian diperlukan adanya

hipotesis tindakan, sebagaimana dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (1998 :
62), “Hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap

37

permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul dan
sekurang-kurangnya mengandung dua variabel atau lebih”. Berdasarkan konsep
tersebut, maka peneliti mengemukakan hipotesis penelitian yaitu “Peran video
pembelajaran interaktif dapat meningkatkan minat belajar rantai makanan
peserta didik kelas V SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta
Semester I Tahun Ajaran 2020/2021 pada masa pandemi Covid – 19”.

E. Kriteria Keberhasilan
Kriteria keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran ditentukan dengan

kriteria sebagai berikut :
1. Kriteria siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah mencapai tingkat

penguasaan materi 70% ke atas atau pencapaian nilai 70.
2. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan telah berminat dalam belajar jika

jumlah siswa yang sungguh-sungguh mengikuti telah mencapai 75% dari
jumlah seluruh siswa.
3. Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan keterlibatan siswa) dinyatakan
berhasil jika 85% lebih dari jumlah siswa terlibat aktif selama proses
pembelajaran berlangsung.

38

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas V SD

Muhammadiyah 14 Surakarta yang berjumlah 29 orang. Peserta didik di kelas ini
dipilih sebagai subjek penelitian karena ditemukan permasalahan-permasalahan
yang ditemukan seperti yang telah dipaparkan pada latar belakang.

Obyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Minat belajar rantai makanan peserta didik,
2. Hasil belajar peserta didik setelah tumbuhnya minat belajar, dan
3. Respon siswa terhadap pembelajaran rantai melalui video pembelajaran

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Berdasarkan subjek penelitian maka penelitian akan di langsungkan di SD

Muhammadiyah 14 Surakarta. Adapun pelaksanaannya akan dilangsungkan
pada:
1. Siklus I : Minggu kedua bulan Oktober 2020 sesuai dengan materi

pembelajaran tematik kelas 5 tema 5 tentang Ekosistem.
2. Siklus II : Minggu ketiga bulan Oktober 2020 sesuai dengan materi

pembelajaran tematik kelas 5 tema 5 tentang Ekosistem.
3. Siklus III : Minggu pertama bulan November dengan materi sesuai dengan

pembelajaran tematik kelas 5 tema 5 tentang Ekosistem
4. Evaluasi dilaksanakan pada minggu kedua bulan November 2020

C. Sumber Data
Sumber data yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah:

1. Informasi data yang diperoleh dari narasumber yang terdiri dari siswa kelas V
SD Muhammadiyah 14 Surakarta yang berjumlah 29 siswa.

2. Arsip dan Dokumen, arsip berupa kurikulum tingkat satuan pendidikan,
sedangkan dokumen berupa data nilai kemampuan bercerita yang digunakan
sebagai data nilai awal siswa kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta
sebelum dilakukan tindakan.

3. Hasil observasi pembelajaran bercerita melalui cerita rakyat pada siswa kelas
V SD Muhammadiyah 14 Surakarta.

39

D. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan empat teknik pengumpulan data yang terdiri

dari; 1) dokumentasi; 2) wawancara; 3) observasi; 4) tes.
1) Dokumentasi

Menurut Suharsimi Arikunto (2010 : 274) dokumentasi yaitu
mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger,
agenda, dan sebagainya.

Dokumentasi digunakan untuk memperoleh berbagai arsip atau
data berupa Silabus kelas V, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
dan daftar nilai kemampuan Bahasa Indonesia kelas V SD
Muhammadiyah 14 Surakarta.
2) Observasi

Menurut Suharsimi Arikunto (2010 : 146) observasi adalah suatu
kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan
menggunakan seluruh alat indera.

Observasi dilakukan sebelum, selama dan sesudah siklus penelitian
berlangsung untuk mengetahui perkembangan pemahaman konsep rantai
makanan. Observasi ini dilaksanakan kepada siswa berkaitan dengan
aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran. Pada penelitian ini,
peneliti bertindak sebagai pengajar.
3) Tes, dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan perkembangan
permahaman konsep rantai makanan. Tes tertulis keterampilan dalam
penelitian ini diberikan pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 14
Surakarta dalam bentuk tes tertulis. Aspek yang dinilai adalah
a) Pengetahuan tentang rantai makanan pada rantai makanan tertentu,
b) Keterampilan dalam menyajikan informasi dalam gambar, Penilaian

tiap komponen tersebut disusun secara berskala 1 sampai 4, skor 1
berarti kurang sedangkan skor 4 berarti sangat baik. Adapun cara
melaksanakan tes keterampilan menyusun rantai mkanan ini adalah
dengan terlebih dahulu guru menyajikan video rantai makanan dan
memberikan penjelasan peranan masing – masing makhluk hidup
sedangkan siswa menyimak dan memperhatikan. Setelah itu siswa
menyusun gambar rantai makanan sesuai dengan hasil pemikirannya.

40

E. Validitas Data
Semua data yang dikumpulkan hendaknya mencerminkan apa yang

sebenarnya diukur atau diteliti. Untuk memperoleh data yang valid dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi merupakan
teknik yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif.
Artinya untuk menarik simpulan yang mantap dan bisa diterima kebenarannya,
peneliti perlu mengkajinya dari berbagai sudut pandang (Sutopo, H. B., 2002:
78). Adapun teknik-teknik uji validitas yang dilakukan peneliti adalah sebagi
berikut:

1) Triangulasi sumber data, teknik ini digunakan untuk menguji kebenaran
data yang diperoleh dari satu informan dengan informan yang lain. Data
yang sama atau sejenis, akan lebih mantap kebenarannya bila digali dan
dikomparasikan dari beberapa sumber data yang berbeda. Dalam hal ini
kegiatan yang dilakukan peneliti adalah membandingkan data/informasi
nilai keterampilan menyusun rantai makanan dari guru kelas V dan siswa.

2) Triangulasi metode, yaitu peneliti mengumpulkan data sejenis dengan
menggunakan metode/teknik pengumpulan data yang berbeda. Hal yang
dilakukan peneliti adalah membandingkan data yang telah diperoleh dari
beberapa teknik pengumpulan data yang berbeda kemudian dapat ditarik
kesimpulan data yang lebih kuat validitasnya, yaitu peneliti
membandingkan data yang terkumpul dari teknik observasi dan tes lisan
untuk dicari persamaan dan perbedaannya sehingga data benar-benar
mendekati kevalidan.

F. Teknik Analisis Data
Yang dimaksud analisis data adalah cara mengelola data yang sudah

diperoleh dari dokumen. Agar hasil penelitian dapat terwujud sesuai dengan
tujuan yang diharapkan maka dalam menganalisis data penelitian ini
menggunakan teknik trianggulasi. Untuk menguji validitas data adalah cara
mengelola data yang sudah diperoleh dari dokumen. Agar hasil penelitian
dapat terwujud sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka dalam
menganalisis data penelitian ini menggunakan analisis model interaktif Milles
dan Huberman. Kegiatan pokok analisa model ini meliputi : reduksi data,
penyajian data, kesimpulan-kesimpulan penarikan / verifikasi (Milles dan
Huberman, 2007: 20).

Adapun rincian model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Reduksi Data

Menurut Milles dan Huberman (2007 : 16) Reduksi data yaitu proses
41


Click to View FlipBook Version