pemilihan perhatian pada penyederhaan, pengabstrakan dan transformasi
data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan, reduksi
data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan,
menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan
mengorganisasikan dengan cara sedemikian sehingga kesimpulan-
kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Data yang direduksi
dalam penelitian ini disederhanakan dan mengarah pada pengetahuan
mengenai seberapa jauh keterampilan menulis siswa saja, dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
2) Penyajian Data
Menurut Milles dan Hubberman (2007: 17) Penyajian data yaitu
sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya
penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam pelaksanaan
penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara
yang utama bagi analisis kualitatif yang valid. Untuk menampilkan data-
data tersebut agar lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik
pula. Dalam penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara
visual misalnya, gambar, grafik, chart netmork, diagram, matrik, dan
sebagainya.
3) Kesimpulan-kesimpulan : Penarikan / Verifikasi
Menurut Milles Huberman (2007:19) Setelah data-data direduksi,
disajikan langkah terakhir adalah dilakukannya penarikan kesimpulan :
penarikan / verifikasi. Data-data yang telah didapatkan dari hasil
penelitian kemudian diuji kebenarannya. Penarikan kesimpulan ini
merupakan bagian dari konvigurasi utuh, sehingga kesimpulan-
kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi
data yaitu : pemeriksaan tentang benar dan tidaknya hasil laporan
penelitian. Sedang kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di
lapangan atau kesimpulan dapat diuji kebenarannya, kekokohannya
merupakan validitasnya.
Berdasarkan uraian di atas maka reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan / verifikasi sebagai suatu yang jalin-menjalin pada saat
sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar,
untuk membangun wawasan umum yang disebut analisis. Kegiatan
pengumpulan data itu sendiri merupakan siklus dan interaktif.
Oleh karena penelitian ini sifatnya kualitatif maka diperlakukan adanya
objektifitas, subjektivitas, dan kesepakatan intersubjektifitas dari peneliti agar
hasil penelitian tersebut mudah dipahami bagi para pembaca secara
42
mendalam. Teknik pengumpulan data pada gambar 2 sebagai berikut :
Pengumpulan Data
(Data Collection)
Penyajian Data
(Data Display)
Reduksi Data
(Data Reduction)
Kesimpulan-Kesimpulan
Penarikan / Verifikasi
Gambar 2 : Komponen-Komponen Analisis Data : Model Interaktif
(Milles Huberman, 2007:19)
Dari bagan tersebut diatas, langkah yang akan ditempuh dalam
penelitian ini adalah :
1) Melakukan analisis awal, bila data yang didapat dikelas sudah cukup data
dikumpulkan.
2) Mengembangkan bentuk sajian data dengan menyusun coding dan matrik
yang berguna untuk penelitian selanjutnya.
3) Melakukan analisis data di kelas dan mengembangkan matrik antar unsur.
4) Merumuskan simpulan akhir sebagai temuan penelitan.
5) Merumuskan kebijakan sebagai bagian dari pengembangan saran dalam
laporan akhir penelitian.
G. Indikator Kinerja
Indikator kinerja perlu dikemukakan atau dirumuskan sebagai tolak ukur
keberhasilan penelitian yang dilakukan. Indikator kinerja merupakan rumusan
kinerja yang akan dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan atau
keefektifan penelitian (Sarwiji Soewandi, 2009: 61).
Indikator yang ingin dicapai yaitu meningkatkan pemahaman konsep rantai
makanan pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta tahun pelajaran
2020/2021.
H. Deskripsi Per Siklus
1. Siklus I
Pelaksanaan Siklus I
a. Mengondisikan peserta didik pada saat awal pembelajaran
b. Menyampaikan kompetensi dasar dalam pembelajaran
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
d. Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dengan tanya
jawab
43
e. Peserta didik mencermati bacaan tentang rantai makanan yang sudah dikirim melalui
WAG
f. Menstimulus minat belajar peserta didik tentang materi pembelajaran hari ini
g. Menyimpulkan pelajaran
h. Mengadakan post tes
i. Review siklus I
j. Mempersiapkan siklus II
2. Siklus II
Pelaksanaan Siklus II
a. Mengondisikan peserta didik pada saat awal pembelajaran
b. Menyampaikan kompetensi dasar dalam pembelajaran
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
d. Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
dikaitkan dengan pengalaman peserta didik
e. Peserta didik menyimak video pembelajaran yang guru sampaikan
melalui wag berkaitan bacaan teks ekosistem dan rantai makanan
f. Peserta didik tumbuh minat belajar terlihat dalam antusiasnya dalam
bertanya maupun mengerjakan soal-soal yang diberikan
g. Menyimpulkan pelajaran
h. Mengadakan post tes
i. Review Siklus II
j. Persiapan Siklus III
3. Siklus III
Pelaksanaan Siklus III
a. mengondisikan peserta didik pada saat awal pembelajaran
b. menyampaikan kompetensi dasar dalam pembelajaran
c. menyampaikan tujuan pembelajaran
d. mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
dikaitkan dengan pengalaman peserta didik
e. peserta didik menyimak video pembelajaran yang guru sampaikan
melalui WAG berkaitan bacaan teks ekosistem dan rantai makanan
f. peserta didik tumbuh minat belajar terlihat dalam antusiasnya dalam
bertanya maupun mengerjakan soal-soal yang diberikan
g. menyimpulkan pelajaran
h. mengadakan post tes
44
Perencanaan
Refleksi SIKLUS III Pelaksanaan
Pengamatan
Gambar 3 : Kegiatan siklus I, II dan III
Keterangan gambar:
a. Perencanaan siklus/Rencana tindakan Berdasarkan temuan yang diperoleh.
Disusun perencanaan perbaikan pembelajaran. Pada tahap ini hal-hal yang
perlu disiapkan adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
2) Pengembangan materi,
3) Menyiapkan materi pembelajaran,
4) Menyusun instrumen penelitian.
b. Pelaksanaan siklus/Pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahapan tindakan ini adalah sebagai berikut.
1) mengondisikan peserta didik pada saat awal pembelajaran,
2) menyampaikan kompetensi dasar dalam pembelajaran,
3) menyampaikan tujuan pembelajaran,
4) mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dengan tanya
jawab,
5) peserta didik mencermati bacaan tentang rantai makanan yang sudah dikirim melalui
WAG,
6) menstimulus minat belajar peserta didik tentang materi pembelajaran hari ini,
7) menyimpulkan pelajaran,
45
8) mengadakan post tes.
c. Observasi dan Evaluasi
Observasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Mengamati keterampilan proses siswa dalam melaksanakan pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam khususnya tentang Ekosistem.
2) Memberikan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa.
d. Refleksi
Refleksi ini dilakukan untuk merenungkan dan mengkaji hasil tindakan
pada siklus I mengenai minat belajar siswa tentang rantai makanan. Hasil
renungan dan kajian tindakan siklus I ini, selanjutnya dipikirkan untuk dicari
dan ditetapkan beberapa alternatif tindakan baru yang diduga lebih efektif
untuk meningkatkan pemahaman konsep rantai makan. Alternatif ini akan
ditetapkan menjadi tindakan baru pada rencana tindakan dalam penelitian
tindakan siklus II. Selanjutnya perenungan kegiatan siklus II digunakan untuk
perbaikan pada persiapan siklus III.
I. Refleksi
Refleksi ini dilakukan untuk merenungkan dan mengkaji hasil tindakan pada
siklus I mengenai minat belajar rantai makanan. Hasil renungan dan kajian
tindakan siklus I ini, selanjutnya dipikirkan untuk dicari dan ditetapkan beberapa
alternatif tindakan baru yang diduga lebih efektif untuk meningkatkan minat
belajar rantai makan. Alternatif ini akan ditetapkan menjadi tindakan baru pada
rencana tindakan dalam penelitian tindakan siklus II. Serta hasil perenungan pada
siklus II akan menjadi tindakan baru pada siklus III.
Tindakan yang dilakukan pada siklus I dikatakan berhasil mencapai indikator
ketercapaian siklus I yaitu 70 % dari keseluruhan siswa kelas V yang memperoleh
KKM > 65 dari pemahaman konsep rantai makan. Dari hasil tes pemahaman
konsep terdapat 21 orang atau 62 % siswa yang memperoleh nilai sesuai dengan
KKM yang ditetapkan. Oleh karena belum tercapainya indikator yang diharapkan
dan ditemukannya hambatan, perlu dilakukan siklus II sebagai langkah perbaikan
dalam proses pembelajaran pada siklus I. Apabila pada siklus II sudah mengalami
kenaikan dan 75% siswa sudah diatas KKM namun terdapat siswa yang masih
yang belum mencapai batas minimal maka harus dilaksanakan Siklus III.
46
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
a. Deskripsi Kondisi Awal (Prasiklus)
Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 14, Kecamatan
Serengan, Kota Surakarta. Letak sekolah cukup strategis karena terletak
di tepi jalan Sri Kuncoro, dengan luas ± 500 m², terdiri dari 23 ruangan
yaitu 6 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang tata usaha, 1 ruang
guru, 2 ruang laboratorium, 1 ruang UKS, 1 mushola, 1 ruang
perpustakaan, 1 ruang pertemuan, 1 ruang gudang, ruang kantin, dan 6
kamar mandi. Siswa SD Muhammadiyah 14 secara keseluruhan
berjumlah 120 siswa, sedangkan guru dan karyawan di SD Bantul Timur
berjumlah 12 orang.
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V
di SD Muhammadiyah 14, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta tahun
pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 29 siswa dengan komposisi
perempuan 18 siswa dan laki-laki 11 siswa. Sedangkan objek penelitian
ini adalah pembelajaran IPA siswa kelas V SD Muhammadiyah 14,
Kecamatan Serengan, Kota Surakarta dengan menggunakan media video
interaktif pada materi rantai makanan.
Dilihat dari sarana prasarana yang dapat membantu dalam
pelaksanaan pembelajaran di kelas, SD Muhammadiyah 14 mempunyai 3
unit LCD proyektor, 5 unit Laptop untuk guru, dan 3 unit speaker. LCD
proyektor tersebut biasa dimanfaatkan untuk rapat dinas, kegiatan
kelompok kerja guru (KKG), dan kegiatan pembelajaran di kelas.
Pengamatan kondisi awal (prasiklus) dilakukan untuk mengetahui
keadaan awal yang ada di lapangan sebelum peneliti melakukan proses
penelitiannya. Pengamatan ini dilakukan dengan cara pengamatan
pemahaman peserta didik pada proses pembelajaran sebelumnya.
Pada pengamatan kondisi awal (prasiklus) ini, akan digunakan
sebagai analisis masalah serta menjadi dasar apakah terdapat hasil
peningkatan penelitian ini. Kemudian hasil penelitian akan
dideskripsikan, dianalisis dan direfleksikan untuk mengetahui kekurangan
setiap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Sehingga hasil temuan
47
tersebut dapat diketahui kekurangan dari setiap pembelajaran yang
disampaikan terhadap siswa dan membuat rencana dan pelaksanaan
perbaikan yang dilakukan oleh guru.
Kegiatan pengamatan awal (prasiklus) proses pembelajaran rantai
makanan di kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta yang dilaksanakan
pada tanggal 14 Oktober 2020 sampai dengan tanggal 20 Oktober 2020.
Sebagai gambaran awal hasil pengamatan yaitu kegiatan proses
pembelajaran pemahaman konsep rantai makanan di kelas V masih
banyak terdapat kekurangan, antara lain: (1) guru menggunakan RPP
yang sudah ada (lama) tanpa adanya inovasi pembelajaran secara daring.
(2) Siswa kurang tertarik dengan pembelajaran karena penggunaan media
pembelajaran rantai makanan masih sangat terbatas dan masih bersifat
sederhana. Materi pembelajaran dilakukan dengan pemberian tugas kepada
siswa selama kegiatan daring tanpa kegiatan tatap muka. Siswa cenderung
pasif di dalam pembelajaran dan kurang tertarik dengan pembelajaran
dari guru kelas. Materi yang disampaikan guru terlihat sangat
menjenuhkan siswa, akibatnya selama konsep pembelajaran rantai
makanan sulit dipahami oleh siswa. (3) Penggunaan media zoom atau
google meet dibatasi waktu dalam proses penggunaannya. Apabila terjadi
ketidak pahaman siswa dinuntut untuk menemukan sendiri pemahaman
konsepnya melalui soal – soal yang diberikan.
Berdasarkan observasi awal penilaian proses siswa oleh peneliti
terkait pemahaman konsep siswa diperoleh data penilaian proses prasiklus
siswa. Hasil penilaian proses prasiklus secara detail dapat dilihat pada
lampiran 1. Selanjutnya, data penilaian proses prasiklus dapat dimasukkan
ke dalam tabel 1 di bawah ini :
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Penilaian Proses Pembelajaran
Pemahaman Konsep Rantai Makanan pada Kondisi Awal (Pra
siklus)
Interval Fi Xi Fi . Xi Persentase
44
40-48 2 53 88 6,89%
49-57 1 62
58-66 7 71 53 3,44%
80
89 434 24,14%
67-75 9 639 31,03%
76-84 4
85-94 6 320 13,79%
534 20,69%
Jumlah 29 2068 100%
Nilai Rata - Rata 71,31
Ketuntasan Klasikal 65,51%
48
Dari tabel 1 tersebut dapat dijelaskan bahwa:
1) Siswa yang mendapatkan nilai antara 40 – 48 ada 2 siswa atau
sebanyak 6,89%,
2) Siswa yang mendapatkan nilai antara 49 – 57 ada 1 siswa atau
sebanyak 3,44%,
3) Siswa yang mendapatkan nilai antara 58 – 66 ada 7 siswa atau
sebanyak 24,14%,
4) Siswa yang mendapatkan nilai antara 67 – 75 ada 9 siswa atau
sebanyak 31,03%,
5) Siswa yang mendapatkan nilai antara 76 – 84 ada 4 siswa atau
sebanyak 13,79%,
6) Siswa yang mendapatkan nilai antara 85 – 94 ada 6 siswa atau
sebanyak 20,69%.
Kemudian diperoleh nilai rata – rata sebanyak 71,31 dan ketuntasan
klasikal sebanyak 65,51%.
Data dalam tabel 1 tersebut dapat disajikan dalam grafik pada gambar
4 sebagai berikut :
Gambar 4. Grafik Penilaian Proses Pemahaman Konsep Rantai
Makanan pada Kondisi Awal (Prasiklus)
Setelah mengetahui data tersebut, peneliti menindaklanjuti dengan
perubahan pembelajaran yang diterapkan antara prasiklus dan siklus I. Jika
pada prasiklus pembelajaran masih menggunakan pembelajaran melalui
WAG dan zoom meeting dalam pemahaman konsep rantai makanan, maka
pada siklus I pembelajaran menggunakan video interaktif dalam
pembelajaran.
49
Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneliti berusaha untuk
meningkatkan pemahaman konsep rantai makanan dengan mengadakan
penelitian di kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta dengan penggunaan
video interaktif. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa, agar lebih
pemahaman konsep meningkat sehingga hasil pembelajarannya pun lebih
memuaskan.
b. Siklus I
Tindakan siklus I dilaksanakan satu kali pertemuan, yaitu pada tanggal
16 Oktober 2020. Alokasi waktu pada masing-masing pertemuan adalah 2
x 35 menit. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus 1 adalah sebagai
berikut:
1) Perencanaan
Berdasarkan kegiatan awal yang dilakukan, diketahui ada
permasalahan yang menyebabkan sebagian siswa tidak mencapai batas
minimal ketuntasan belajar (KKM 65), permasalahan tersebut adalah
sedikitnya waktu tatap muka antara guru dan siswa untuk bertatap
muka dalam kegiatan pembelajaran. Bertolak dari hasil analisis itulah,
peneliti menarik kesimpulan bahwa tindakan perlu dilakukan untuk
mengatasi permasalahan tersebut. Tahap pertama dari siklus I adalah
tahap perencanaan tindakan.
Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti mengadakan
observasi terhadap proses pembelajaran yang meliputi kegiatan guru
dan siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran
yang berlangsung, penggunaan metode, model, strategi, serta media
pembelajaran yang digunakan oleh guru. Berdasarkan pengamatan dan
pencatatan terhadap proses pembelajaran masih terdapat sebagian
besar siswa kelas V yang masih enggan untuk menyampaikan
pendapat, ide maupun gagasannya secara lisan di kelas.
Urutan tindakan yang direncanakan akan diterapkan dalam
siklus I adalah sebagai berikut: (1) menentukan Kompetensi Dasar
serta indikator yang sesuai dengan pemahaman konsep ekosistem di
kelas V, (2) menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (3)
menyiapkan media pembelajaran (4) menyiapkan sumber pelajaran
yang diperlukan, (5) membuat lembar observasi siswa untuk melihat
bagaimana kegiatan belajar mengajar di kelas V yang meliputi
kegiatan siswa ketika belajar melalui video interaktif, (6) membuat
lembar penilaian siswa yaitu instrumen keterampilan membuat
diagram rantai makanan dan post tes guna mengukur sejauh mana
50
pemahaman konsep siswa dalam rantai makanan.
2) Pelaksanaan Tindakan
Seperti yang telah direncanakan, tindakan siklus I dilaksanakan
dalam satu kali pertemuan yaitu hari Sabtu, 16 Oktober 2020 melalui
kegiatan zoom meeting kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta pada
pukul 09.00 s/d 09.40 WIB. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai
praktikan, melakukan proses pembelajaran yang telah disesuaikan
dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Dilanjutkan dengan
meyampaikan video interaktif melalui youtube, video ini diharapkan
dapat memberikan pemahaman konsep yang lebih baik kepada siswa
karena dapat diakses dimanapun dan kapanpun secara berulang –
ulang.
Awal pelaksanaan guru menyampaikan link zoom dan materi
yang akan dibahas kepada peserta didik dalam WAG. Pada pertemuan
pertama di siklus I guru mengawali pembelajaran dengan berdoa
bersama. Guru menyampaikan tujuan pempelajaran yang akan dicapai
hari ini, setelah itu guru menjajikan teks non fiksi berkaitan rantai
makanan peserta didik diberikan beberapa pertanyaan untuk
menggugah keingintauhan yang disampaikan oleh guru. Peserta didik
melihat tayangan video yang berkaitan dengan rantai makanan
ekosistem sawah. Siswa menganalisis makhluk hidup yang muncul
dalam video rantai makanan tersebut. Siswa diajak untuk berfikir critis
dengan menunjukkan salah satu rantai makanan di ekosistem sawah.
Guru menjelaskan peran masing – masing makhluk hidup, setelah itu
siswa dapat menjelaskan hubungan antar makhluk hidup dalam rantai
makanan.
Dalam akhir pembelajaran peserta didik diminta mengerjakan
LKPD untuk menambah pengetahuan peserta didik tentang rantai
makanan pada ekosistem sawah dengan cara berdiskusi dengan kedua
orang tua mereka. Siswa yang terlambat dalam mengikuti kegiatan
zoom atau belum paham ketika proses pembelajaran secara daring
hambatan sinyal maupun waktu yang singkat dapat mengakses video
pembelajaran siklus 1 melalui youtube. Setelah peserta didik
memahami pembelajaran yang diberikan baik melalui kegiatan zoom,
LKPD maupun video pembelajaran interaktif siswa diberikan post tes
untuk mengukur pemahaman konsep tentang rantai makanan.
51
3) Hasil Pengamatan Siklus I
Berdasarkan observasi siklus I penilaian proses siswa oleh
peneliti terkait pemahaman konsep siswa diperoleh data penilaian
proses prasiklus siswa. Hasil penilaian proses siklus I dapat dilihat
pada tabel 2 dimasukkan ke dalam tabel 1 di bawah ini :
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Penilaian Proses Pembelajaran
Pemahaman Konsep Rantai Makanan pada Siklus 1
Interval Fi Xi Fi . Xi Persentase
54-60 1 57 57 3,45%
61-67 1 64 64 3,45%
68-74 7 71 497 24,14%
75-81 10 78 780 34,48%
82-88 6 85 510 20,69%
89-98 4 93 372 13,79%
Jumlah 29 2280 100%
Nilai Rata - Rata 78,62
Ketuntasan Klasikal 68,97%
Dari tabel 2 tersebut dapat dijelaskan bahwa:
1) Siswa yang mendapatkan nilai antara 54 – 60 ada 1 siswa atau
sebanyak 3,45%,
2) Siswa yang mendapatkan nilai antara 61 – 67 ada 1 siswa atau
sebanyak 3,45%,
3) Siswa yang mendapatkan nilai antara 68 – 74 ada 7 siswa atau
sebanyak 24,14%,
4) Siswa yang mendapatkan nilai antara 75 – 81 ada 10 siswa atau
sebanyak 34,48%,
5) Siswa yang mendapatkan nilai antara 82 – 88 ada 6 siswa atau
sebanyak 20,69%,
6) Siswa yang mendapatkan nilai antara 89 – 98 ada 4 siswa atau
sebanyak 13,79%.
Kemudian diperoleh nilai rata – rata sebanyak 78,62 dan
ketuntasan klasikal sebanyak 68,97%.
Data dalam tabel 2 tersebut dapat disajikan dalam grafik pada
gambar 5 sebagai berikut :
52
Gambar 5. Grafik Penilaian Proses Pemahaman Konsep Rantai
Makanan pada Kondisi Siklus I
Berdasarkan gambar 5, dapat dilihat dengan jelas bahwa terjadi
peningkatan nilai pemahaman konsep siswa dari kondisi awal. Pada
siklus I nilai rata-rata siswa meningkat dari 65,51% menjadi 68,97%.
Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM > 65 juga mengalami
peningkatan yaitu dari 3 siswa atau 8,82% menjadi 20 siswa atau
68,97% dari jumlah keseluruhan siswa kelas V SD Muhammadiyah
14 Surakarta yang berjumlah 29 siswa.
Tindakan yang dilakukan pada siklus I dikatakan berhasil
mencapai indikator ketercapaian siklus I yaitu 75 % dari keseluruhan
siswa kelas V yang memperoleh KKM > 65 dari pemahaman konsep
rantai makanan. Namun, hasil yang diperoleh belum maksimal karena
hanya 68,97% siswa yang mencapai KKM > 65. Oleh karena belum
tercapainya indikator yang diharapkan maka perlu dilakukan siklus II
sebagai langkah perbaikan dalam proses pembelajaran pada siklus I.
Untuk mengadakan langkah perbaikan dalam proses
pembelajaran antara siklus I dan siklus II, maka terdapat perbedaan
pembelajaran antara siklus I dan siklus II. Perbedaan tersebut adalah
apabila pada siklus I pembelajaran melakukan pembahasan tentang
rantai makanan di ekosistem sawah maka dalam siklus II pembelajaran
pembahasan tentang ekosistem hutan denga penjelajasan dalam video
interaktif yang lebih mendetail dalam unsur – unsur makhluk hidup
dalam rantai makanan dan hubungan antar makhluk hidup.
53
Selain melakukan tes untuk mengukur pemahaman konsep
berkaitan dengan pengetahuan siswa peneliti juga melakukan
pengamatan tentang hasil penilaian keterampilan yang menunjukkan
pemahaman konsep rantai makanan.
Tabel 3.
Penilaian keterampilan Gambar Rantai Makan (Siklus 1)
Pengetahuan Keterampilan
dalam menyajikan
tentang rantai informasi dalam Jumlah Rata -
Skor Rata
No Nama Siswa makanan pada gambar Ket
rantai makanan 4
6
tertentu 5
43 21 432 1 5
√
1 Aditya Harbudiansyah √ 7 2 TT
2 Ghozi Fadhil Arifian √ √ 7 3T
3 Abie Aksha Putra √ √ 6 2,5 TT
Alamsyah √ √ 5 2,5 TT
4 Adienda Noer 7
5 3,5 T
Ramadanty √ √ 5 3,5 T
5 Akbar Dwi Nugroho √ √ 7 3T
6 Alifah Zulfa Meisaroh √ 7
5 2,5 TT
7 Berliana Alisya Putri √ 5 3,5 T
5 2,5 TT
Indarti 2,5 TT
7 3,5 T
8 Cahya Asgy Oktavia √ √ 3,5 T
√ 5 2,5 TT
9 Demicheli Bagus Levisfa √ 2,5 TT
√ 8 2,5 TT
10 Fadhila Nur Aini √ √ 6
11 Haidar Izzatul Islam √ √ 6 3,5 T
12 Ida Kusuma Ningrum √ √ 7
13 Ilham Fadhil Hariz √ √ 2,5 TT
14 Kansha Asyifa Nadzua √ √ 6
15 Keisya Aulia Rianty √ √ 4T
16 Maheswara Satya Al √ 5 3T
3T
Baihaqi √ 5 3,5 T
17 Maisya Keylani Danora √ 5
3T
Saputri √ √ 6
18 Muhammad Wildan 6 2,5 TT
6
Septian Putra √ √ 2,5 TT
19 Radhita Ravi Ibrahim √ 169 2,5 TT
√
20 Rafii Ahmad Syah Putra √ √ 3T
3T
21 Riski Setya Utama √ 3T
22 Satria Erlangga Mandala √
Yudha
23 Sultan Hanan Pancasona √ √
Gogani √ √
24 Valentino Arya Putra
Pratama √ √
25 Viki Endarto Yudistira √ √
26 Yusufa Abel Arditya
Putra √ √
27 Aliffiska Nayla Zhahir √
√
28 Amelia Khoirunnisa √
29 Eros Rizki Aditya √
Kurniawan
Jumlah
54
Nilai = 2,64
Nilai rata-rata = 66%
13
Nilai di bawah 65 =
Nilai di atas 65 16
Ketuntasan klasikal = 55,17%
Rentang Nilai Indeks Keterangan
< 2,6 D Kurang
2,6-3,0 C Cukup
3,1-3,5 B Bagus
3,6-4,0 A Sangat Baik
Pedoman Penilaian Keterampilan
Berdasarkan tabel 3 penilaian keterampilan siswa dalam
menyusun gambar ranati makanan ekosistem sawah menunjukkan
bahwa rata – rata ketuntasan di atas KKM terdapat 21 siswa yang telah
memahami konsep tentang pembuatan diagram rantai makanan atau
sekitar 61,76% dari seluruh siswa di kelas V SD Muhammadiyah 14
Surakarta. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan siswa tentang
pemahaman konsep rantai makanan belum terpenuhi dlam siklus I
dan harus diperbaiki pada siklus 2.
c. Siklus II
Tindakan siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan, yaitu pada hari
Sabtu, 23 Oktober 2020. Alokasi waktu pada pertemuan adalah 2 x 35
menit. Tahapan – tahapan yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai
berikut:
1) Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan tindakan siklus I
55
diketahui bahwa sudah menunjukkan adanya peningkatan. Namun
masih terdapat masih ada 8 siswa yang belum tuntas dalam
pembelajaran IPA. Tahap pertama dari siklus 2 adalah tahap
perencanaan tindakan.
Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti mengadakan evaluasi
terhadap proses pembelajaran siklus I. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui proses pembelajaran yang berlangsung, penggunaan
metode, model, strategi, serta media pembelajaran yang digunakan
oleh guru. Berdasarkan pengamatan dan pencatatan terhadap proses
pembelajaran masih terdapat siswa kelas V yang masih belum paham
terhadap konsep peranan makhluk hidup dalam rantai makanan.
Adapun urutan tindakan yang direncanakan akan diterapkan
dalam siklus II adalah sebagai berikut: (1) menentukan Kompetensi
Dasar serta indikator yang sesuai dengan keterampilan bercerita di
kelas V, (2) menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (3)
menyiapkan media pembelajaran (4) menyiapkan sumber pelajaran
yang diperlukan, (5) membuat lembar observasi siswa dan guru untuk
melihat bagaimana kegiatan belajar mengajar di kelas V yang meliputi
kegiatan guru dan siswa ketika belajar video interaktif, (6) membuat
lembar penilaian siswa yaitu instrumen keterampilan rantai makanan.
2) Pelaksanaan Tindakan
Seperti yang telah direncanakan, tindakan siklus II dilaksanakan
dalam satu kali pertemuan yaitu pada hari Sabtu, 23 Oktober 2020
dalam kegiatan Zoom meeting V SD Muhammadiyah 14 Surakarta.
Pertemuan ini dilakukan selama 40 menit yang dimulai pada pukul
09.00 s/d 09.40 WIB. Pada tahap ini peneliti bertindak sebagai
praktikan sekaligus guru kelas. Pada tahap ini, peneliti melaksanakan
pembelajaran melalui zoom meeting dan video interaktif yang sesuai
dengan rencana pembelajaran yang telah disusun.
Sebagaimana siklus I, Siklus 2 ini guru menyampaikan terlebih
dahulu jadwal pertemuan melalui Zoom meeting melalui WAG. Pada
awal pertemuan guru mengajak siswa untuk berdoa serta memberikan
motivasi dan apersepsi untuk mengingatkan siswa pada materi pada
pertemuan sebelumnya. Pada kegiatan inti peserta didik diajak untuk
memperhatikan video tentang rantai makanan di hutan yang
menjelaskan tentang produsen, konsumen, rantai makanan sederhana
dan kompleks serta aliran energy dalam proses rantai makanan di
56
hutan. Melalui pengamatan video peserta didik diharapkan mampu
menganalisis peranan masing – masing makhluk hidup di hutan
dengan mandiri. Dengan pertanyaan dari guru siswa dapat
menganalisis yang terjadi pada rantai makanan apabila terjadi
ketimpangan dalam rantai makanan tersebut. Selanjutnya siswa dapat
menyusun rantai makanan di hutan sesuai kreatifitas masing – masing.
Pada akhir pembelajaran dilakukan penilaian guna mengetahui
kemajuan proses pembelajaran siklus 2.
3) Hasil Pengamatan Siklus II
Berdasarkan observasi siklus I penilaian proses siswa oleh
peneliti terkait pemahaman konsep siswa diperoleh data penilaian
proses prasiklus siswa. Hasil penilaian proses siklus II dapat dilihat
pada tabel 4 dimasukkan ke dalam tabel 4 di bawah ini :
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Penilaian Proses Pembelajaran
Pemahaman Konsep Rantai Makanan pada Siklus II
Interval Fi Xi Fi . Xi Persentase
60-66 1 64 64 8,82%
67-73 1 70 70 20,59%
74-80 6 77 462 20,59%
81-87 10 84 840 26,47%
88-94 7 91 637 11,76%
95-100 4 98 392 11,76%
Jumlah 29 2733 100%
Nilai Rata - Rata 80,38
Ketuntasan Klasikal 91,18%
Dari tabel 4 tersebut dapat dijelaskan bahwa:
1) Siswa yang mendapatkan nilai antara 60 – 66 ada 1 siswa atau
sebanyak 8,82%,
2) Siswa yang mendapatkan nilai antara 67 – 73 ada 1 siswa atau
sebanyak 20,59%
3) Siswa yang mendapatkan nilai antara 74 – 80 ada 6 siswa atau
sebanyak 20,59%,
4) Siswa yang mendapatkan nilai antara 81 – 87 ada 10 siswa atau
sebanyak 26,47%,
5) Siswa yang mendapatkan nilai antara 88 – 94 ada 7 siswa atau
sebanyak 11,76%,
6) Siswa yang mendapatkan nilai antara 95 – 100 ada 4 siswa atau
sebanyak 11,76%.
57
FREKUENSIKemudian diperoleh nilai rata – rata sebanyak 80,38 dan
ketuntasan klasikal sebanyak 91,18%.
Data dalam tabel 4 tersebut dapat disajikan dalam diagram pada
gambar 6 sebagai berikut :
Gambar 6. Grafik Penilaian Proses Pemahaman Konsep Rantai
Makanan pada Kondisi Siklus II
Berdasarkan gambar 6, dapat dilihat dengan jelas bahwa terjadi
peningkatan nilai pemahaman konsep siswa dari kondisi awal. Pada
siklus II nilai rata-rata siswa meningkat dari 70,59% menjadi
91,18%. Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM > 65 juga
mengalami peningkatan yaitu dari 7 siswa atau 21,88% menjadi 31
siswa atau 91,18% dari jumlah keseluruhan siswa kelas V SD
Muhammadiyah 14 Surakarta yang berjumlah 29 siswa.
Tindakan yang dilakukan pada siklus II dikatakan berhasil
mencapai indikator ketercapaian siklus II yaitu 75 % dari keseluruhan
siswa kelas V yang memperoleh KKM > 65 dari pemahaman konsep
rantai makanan. Berdasarkan inteks ketuntasan siswa penerapan media
video interaktif dinyatakan berhasil. Akan tetapi siklus 2 masih perlu
direviu kembali karena rata – rata kelas yang masih disekitaran nilai
80,38.
Selain melakukan tes untuk mengukur pemahaman konsep
berkaitan dengan pengetahuan siswa peneliti juga melakukan
pengamatan tentang hasil penilaian keterampilan yang menunjukkan
pemahaman konsep rantai makanan pada siklus II sebagai berikut pada
tabel 5.
58
Tabel 5.
Penilaian keterampilan Gambar Rantai Makan (Siklus 2)
No Nama Siswa Pengetahuan tentang Keterampilan Jumlah Rata - Ket
rantai makanan pada dalam menyajikan Skor Rata
informasi dalam
rantai makanan 8 4
tertentu gambar
4 3 21 7 3,5
4321 √ 8 4
1 Aditya √ √ 8 4
√
Harbudiansyah 6 3
2 Ghozi Fadhil Arifian √ √ 6 3
6 3
3 Abie Aksha Putra √ √
√ 7 3,5
Alamsyah √ √ 7 3,5
4 Adienda Noer
√ 8 4
Ramadanty √ √ 8 4
5 Akbar Dwi Nugroho 8 4
√ 5 2,5
6 Alifah Zulfa Meisaroh √ √ 6 3
√
7 Berliana Alisya Putri √ 6 3
√ 7 3,5
Indarti √
6 3
8 Cahya Asgy Oktavia √ √
√ 6 3
9 Demicheli Bagus √
√ 6 3
Levisfa √ 6 3
10 Fadhila Nur Aini √
6 3
11 Haidar Izzatul Islam √ √ 6 3
√
12 Ida Kusuma Ningrum √ 6 3
√
13 Ilham Fadhil Hariz √ √ 5 3
14 Kansha Asyifa √ √ 7 3,5
Nadzua √ 6 3
15 Keisya Aulia Rianty √ √ 8 4
6 3
16 Maheswara Satya Al √ √
Baihaqi √ √
17 Maisya Keylani √
Danora Saputri √
18 Muhammad Wildan
Septian Putra √
19 Radhita Ravi Ibrahim
20 Rafii Ahmad Syah √
Putra √
21 Riski Setya Utama
22 Satria Erlangga √
Mandala Yudha √
23 Sultan Hanan
Pancasona Gogani √
24 Valentino Arya Putra
Pratama
25 Viki Endarto √
Yudistira √
26 Yusufa Abel Arditya
Putra
27 Aliffiska Nayla Zhahir √
28 Amelia Khoirunnisa √
59
29 Eros Rizki Aditya √ √ 63
Kurniawan
225
Jumlah 3,52
87,89%
Nilai = 225 × (4)
2
256 32
94,12%
Nilai rata-rata = 3,52 × 100%
4
Nilai di bawah 65 = 65 × (4) = 2,6
100
Nilai di atas 65
Ketuntasan klasikal = 32 × 100%
34
Berdasarkan tabel 5 penilaian keterampilan siswa dalam
menyusun gambar rantai makanan ekosistem hutan menunjukkan
adanya peningkatan rata – rata ketuntasan di atas KKM terdapat 11
siswa atau sekitar 34,38% dari keseluruhan siswa yang telah
memahami konsep tentang pembuatan diagram rantai makanan.
Dengan hasil tersebut di peroleh siswa yang telah memiliki
keterampilan tentang penyusunan rantai makanan dalam siklus 2
adalah 32 atau sekitar 94,12% dari seluruh siswa di kelas V SD
Muhammadiyah 14 Surakarta.
d. Siklus III
Tindakan siklus III dilaksanakan satu kali pertemuan, yaitu pada hari
Sabtu, 6 November 2020. Alokasi waktu pada pertemuan adalah 2 x 35
menit. Tahapan – tahapan yang dilakukan pada siklus III adalah sebagai
berikut:
1) Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan tindakan siklus II
diketahui bahwa sudah menunjukkan adanya peningkatan. Namun
masih terdapat masih ada 3 siswa yang belum tuntas dalam
pembelajaran IPA. Tahap pertama dari siklus 3 adalah tahap
perencanaan tindakan.
Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti mengadakan evaluasi
terhadap proses pembelajaran siklus I. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui proses pembelajaran yang berlangsung, penggunaan
metode, model, strategi, serta media pembelajaran yang digunakan
oleh guru. Berdasarkan pengamatan dan pencatatan terhadap proses
pembelajaran masih terdapat siswa kelas V yang masih belum paham
terhadap konsep peranan makhluk hidup dalam rantai makanan.
Adapun urutan tindakan yang direncanakan akan diterapkan
dalam siklus III adalah sebagai berikut: (1) menentukan Kompetensi
60
Dasar serta indikator yang sesuai dengan keterampilan bercerita di
kelas V, (2) menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (3)
menyiapkan media pembelajaran (4) menyiapkan sumber pelajaran
yang diperlukan, (5) membuat lembar observasi siswa dan guru untuk
melihat bagaimana kegiatan belajar mengajar di kelas V yang meliputi
kegiatan guru dan siswa ketika belajar video interaktif, (6) membuat
lembar penilaian siswa yaitu instrumen keterampilan rantai makanan.
2) Pelaksanaan Tindakan
Seperti yang telah direncanakan, tindakan siklus III
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan yaitu pada hari Sabtu, 6
November 2020 dalam kegiatan Zoom meeting V SD
Muhammadiyah 14 Surakarta. Pertemuan ini dilakukan selama 40
menit yang dimulai pada pukul 09.00 s/d 09.40 WIB. Pada tahap ini
peneliti bertindak sebagai praktikan sekaligus guru kelas. Pada tahap
ini, peneliti melaksanakan pembelajaran melalui zoom meeting dan
video interaktif yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah
disusun.
Sebagaimana siklus II, Siklus III ini guru menyampaikan
terlebih dahulu jadwal pertemuan melalui Zoom meeting melalui
WAG. Pada awal pertemuan guru mengajak siswa untuk berdoa serta
memberikan motivasi dan apersepsi untuk mengingatkan siswa pada
materi pada pertemuan sebelumnya. Pada kegiatan inti peserta didik
diajak untuk memperhatikan video tentang rantai makanan di hutan
yang menjelaskan tentang produsen, konsumen, rantai makanan
sederhana dan kompleks serta aliran energi dalam proses rantai
makanan di hutan. Melalui pengamatan video peserta didik diharapkan
mampu menganalisis perannan masing – masing makhluk hidup di
hutan dengan mandiri. Dengan pertanyaan dari guru siswa dapat
menganalisis yang terjadi pada rantaimakanan apabila terjadi
ketimpangan dalam rantai makanan tersebut. Selanjutnya siswa dapat
menyusun rantai makanan di hutan sesuai kreatifitas masing – masing.
Pada akhir pembelajaran dilakukan penilaian guna mengetahui
kemajuan proses pembelajaran siklus III.
61
3) Hasil Pengamatan Siklus III
Berdasarkan observasi siklus II penilaian proses siswa oleh
peneliti terkait pemahaman konsep siswa diperoleh data penilaian
proses prasiklus siswa. Hasil penilaian proses siklus III dapat dilihat
pada tabel 4 dimasukkan ke dalam tabel 5 di bawah ini :
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Penilaian Proses Pembelajaran
Pemahaman Konsep Rantai Makanan pada Siklus III
Interval Fi Xi Fi . Xi Persentase
70 14,71%
67-72 1 70 76 23,53%
492 23,53%
73-78 1 76 880 14,71%
658 5,88%
79-84 6 82 396 17,65%
85-90 10 88 2836 100%
83,41
91-96 7 94 100,00%
97-100 4 99
Jumlah 29
Nilai Rata - Rata
Ketuntasan Klasikal
Dari tabel 5 tersebut dapat dijelaskan bahwa:
1) Siswa yang mendapatkan nilai antara 67-72 ada 1 siswa atau
sebanyak 14,71%,
2) Siswa yang mendapatkan nilai antara 73-78 ada 1 siswa atau
sebanyak 23,53%
3) Siswa yang mendapatkan nilai antara 79-84 ada 6 siswa atau
sebanyak 23,53%,
4) Siswa yang mendapatkan nilai antara 85-90 ada 10 siswa atau
sebanyak 14,17 %,
5) Siswa yang mendapatkan nilai antara 91-96 ada 7 siswa atau
sebanyak 5,88%,
6) Siswa yang mendapatkan nilai antara 97 – 100 ada 4 siswa atau
sebanyak 17,65%.
Kemudian diperoleh nilai rata – rata sebanyak 83,41 dan
ketuntasan klasikal sebanyak 100%.
Data dalam tabel 5 tersebut dapat disajikan dalam diagram pada
gambar 7 sebagai berikut :
62
Gambar 7. Grafik Penilaian Proses Pemahaman Konsep Rantai
Makanan pada Kondisi Siklus II
Berdasarkan gambar 7, dapat dilihat dengan jelas bahwa terjadi
peningkatan nilai pemahaman konsep siswa dari kondisi awal. Pada
siklus II nilai rata-rata siswa meningkat dari 91,18% menjadi 100%.
Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM > 65 juga mengalami
peningkatan yaitu dari 3 siswa atau 21,88% menjadi 31 siswa atau
91,18% dari jumlah keseluruhan siswa kelas V SD Muhammadiyah 14
Surakarta yang berjumlah 29 siswa.
Tindakan yang dilakukan pada siklus III dikatakan berhasil
mencapai indikator ketercapaian siklus III yaitu 75 % dari keseluruhan
siswa kelas V yang memperoleh KKM > 65 dari pemahaman konsep
rantai makanan. Berdasarkan inteks ketuntasan siswa penerapan media
video interaktif dinyatakan berhasil. Dalam penilaian siklus III ini
seluruh siswa telah mencapai ketuntasan minimal dengan rata – rata
83,41.
Selain melakukan tes untuk mengukur pemahaman konsep
berkaitan dengan pengetahuan siswa peneliti juga melakukan
pengamatan tentang hasil penilaian keterampilan yang menunjukkan
pemahaman konsep rantai makanan pada siklus III sebagai berikut
pada tabel 6.
63
Tabel 6.
Penilaian keterampilan Gambar Rantai Makan (Siklus 3)
Pengetahuan tentang Keterampilan
dalam menyajikan
rantai makanan pada informasi dalam Jumlah Rata -
Skor Rata
No Nama Siswa rantai makanan gambar Ket
tertentu 4 3 21 8 4
√
1 Aditya 4321 7 3,5
√ √ 8 4
√
Harbudiansyah 8 4
2 Ghozi Fadhil Arifian √ √
3 Abie Aksha Putra √ 6 3
√ 7 3,5
Alamsyah √ √ 6 3
4 Adienda Noer √
7 3,5
Ramadanty √ 7 3,5
√
5 Akbar Dwi Nugroho √ 8 4
√ 8 4
6 Alifah Zulfa Meisaroh √ √ 8 4
√ 6 3
7 Berliana Alisya Putri √ 6 3
√
Indarti √ 6 3
7 3,5
8 Cahya Asgy Oktavia √ √
√ 8 4
9 Demicheli Bagus √
√ 6 3
Levisfa
√ 6 3
10 Fadhila Nur Aini √ 6 3
√
11 Haidar Izzatul Islam √ √ 6 3
6 3
12 Ida Kusuma Ningrum √ √
√ 6 3
13 Ilham Fadhil Hariz √
√ √ 3 3
14 Kansha Asyifa
√ 7 3,5
Nadzua √
√ 6 3
15 Keisya Aulia Rianty
16 Maheswara Satya Al √ √ 8 4
6 3
Baihaqi √ √ 6 3
17 Maisya Keylani √
√ 227
Danora Saputri √ 3,55
18 Muhammad Wildan 64 88,75
Septian Putra √
19 Radhita Ravi Ibrahim √
20 Rafii Ahmad Syah
Putra √
21 Riski Setya Utama √
22 Satria Erlangga
Mandala Yudha √
23 Sultan Hanan
Pancasona Gogani √
24 Valentino Arya Putra
Pratama √
25 Viki Endarto
Yudistira √
26 Yusufa Abel Arditya
Putra √
27 Aliffiska Nayla Zhahir √ √
28 Amelia Khoirunnisa
29 Eros Rizki Aditya
Kurniawan
Jumlah
Nilai = 227 × (4)
256
Nilai rata-rata = 3,57 × 100%
4
Nilai di bawah 65 = 16050× (4) = 2,6 %
Nilai di atas 65 -
34
Ketuntasan klasikal = 32 × 100% 100%
34
Berdasarkan tabel 6 penilaian keterampilan siswa dalam
menyusun gambar rantai makanan ekosistem hutan menunjukkan
adanya peningkatan rata – rata ketuntasan di atas KKM terdapat 2
siswa atau sekitar 5,88% dari keseluruhan siswa yang telah memahami
konsep tentang pembuatan diagram rantai makanan. Dengan hasil
tersebut di peroleh siswa yang telah memiliki keterampilan tentang
penyusunan rantai makanan dalam siklus III adalah 29 atau sekitar
100% dari seluruh siswa di kelas V SD Muhammadiyah 14
Surakarta.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Data Hasil Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Pada Kondisi Awal Pra
Siklus
Dari daftar nilai yang terdapat pada lampiran dapat diketahui bahwa nilai
hasil keterampilan bercerita pada kondisi awal sebelum tindakan yaitu siswa
yang mendapat nilai < 65 (KKM) ada 13 siswa atau 38,24% dan siswa yang
mendapat nilai > 65 (KKM) sebanyak 21 siswa atau 61,76 %. Serta nilai rata-
ratanya adalah 70,21.
2. Data Hasil Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Pada Siklus I
Berdasarkan hasil tes unjuk kerja pemahaman konsep rantai makanan
pada siklus I yang terdapat pada tabel 2, dapat diketahui nilai hasil
pemahaman konsep yaitu yang mendapat < 65 (KKM) ada 10 siswa atau
29,41% dan siswa yang mendapat nilai > 65 (KKM) sebanyak 24 siswa atau
70,59 %. Serta nilai rata-ratanya adalah 77,65.
Selain itu dalam siklus I dilakukan penilaian keterampilan pembuatan
diagram rantai makanan untuk mengukur pemahaman siswa tentang rantai
makanan di sawah dan diperoleh data < 65 (KKM) ada 13 siswa atau 38,24%
sedangkan siswa yang mendapat nilai > 65 (KKM) sebanyak 21 siswa atau
61,76%. Serta nilai rata-ratanya adalah 3,11.
65
3. Data Hasil Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Pada Siklus II
Siswa telah memiliki pemahaman konsep dengan baik, sehingga nilai
yang diperoleh siswa pada siklus II sudah menunjukkan perubahan yang
cukup berarti dengan nilai rata-rata kelas mencapai 80,38. Siswa yang
memperoleh nilai < 65 (KKM) ada 3 siswa atau 8,82 % dan siswa yang
memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) yaitu 31 siswa atau 91,18 %.
Dengan demikian siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) sebanyak 31
siswa atau 91,18 % dari 34 siswa menunjukkan bahwa pembelajaran IPA
dengan menggunakan media video interaktif sudah berhasil.
Selain itu dalam siklus II dilakukan penilaian keterampilan pembuatan
diagram rantai makanan untuk mengukur pemahaman siswa tentang rantai
makanan di sawah dan diperoleh data < 65 (KKM) ada 2 siswa atau 6,25%
sedangkan siswa yang mendapat nilai > 65 (KKM) sebanyak 32 siswa
94,12%. Serta nilai rata-ratanya naik menjadi 3,52.
4. Data Hasil Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Pada Siklus III
Siswa telah memiliki pemahaman konsep dengan baik, sehingga nilai
yang diperoleh siswa pada siklus III sudah menunjukkan perubahan yang
cukup berarti dengan nilai rata-rata kelas mencapai 83,41. Seluruh siswa yang
memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) yaitu 34 siswa atau 100 %.
Dengan demikian siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 (KKM) sebanyak 34
siswa atau 100 % menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan
menggunakan media video interaktif sudah berhasil.
Selain itu dalam siklus III dilakukan penilaian keterampilan pembuatan
diagram rantai makanan untuk mengukur pemahaman siswa tentang rantai
makanan diperoleh data siswa yang mendapat nilai > 65 (KKM) sebanyak 34
siswa 100%. Serta nilai rata-ratanya naik menjadi 3,55.
5. Rangkuman / Rekapitulasi Hasil Penelitian
Dengan melihat hasil penelitian di atas dapat diketahui adanya
peningkatan proses pembelajaran terutama pemahaman konsep rantai
makanan siswa setelah penggunaan video interaktif. Peningkatan terlihat dari
perhitungan nilai hasil pemahaman konsep rantai makanan yang diperoleh
siswa pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan dan setelah
dilaksanakan tindakan siklus I dan siklus II yang masing-masimg siklusnya
dilaksanakan satu kali pertemuan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 7:
66
Tabel 7.
Rekapitulasi Rata-rata Nilai Hasil Pemahan Konsep Kondisi Awal, Siklus I,
Siklus II dan Siklus III
Pembelajaran Pra Setelah Dilaksanakan
siklus Tindakan
No. Pemahaman konsep
Rantai makanan Pra Siklus
siklus Siklus I Siklus II III
1. Nilai Rata-rata 65,51% 69,87% 80,38% 83,41%
Nilai Rata-
rata
85 Siklus I Siklus II Siklus III
80
75
70
65
60
Pra siklus
Gambar 8. Grafik Rekapitulasi Rata-rata Nilai Hasil Pemahaman Konsep pada
Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II dan Siklus III
Selain nilai pengetahuan dalam pemahaman konsep rantai makanan juga
diperoleh nilai keterampilan menyusun diagram dalam rantai makanan yang
dapat dilihat perbandingannya pada tabel 7 sebagai berikut:
67
Tabel 8. Rekapitulasi Persentase Ketuntasan Keterampilan Menyusun
Rantai Makanan pada Siklus I, Siklus II dan Siklus III
Pembelajaran Pemahaman konsep Setelah Dilaksanakan Tindakan
No. Rantai makanan
Siklus I Siklus II Siklus III
Persentase Ketuntasan 100%
1. Keterampilan Menyusun Diagram 61,76% 94,12%
Rantai Makanan
Persentase Ketuntasan Keterampilan
Menyusun Diagram Rantai
Makanan
100,00%
80,00%
60,00%
40,00%
20,00%
0,00%
Siklus I Siklus II Siklus III
Gambar 9. Rekapitulasi Persentase Ketuntasan Keterampilan Menyusun
Rantai Makanan pada Siklus I, Siklus II dan Siklus III
Dengan demikian dapat diketahui bahwa salah satu upaya untuk
meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 14
Surakarta yaitu dengan menggunakan video Interaktif. Hal ini terjadi karena
pembelajaran dengan rantai makanan dapat membuat siswa memiliki
kreatifitas untuk mengungungkapkan hasil pemikirannya. Selain itu, siswa
menjadi lebih paham dalam proses pembelajaran.
68
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua
siklus tersebut, maka dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran dengan
menggunakan video interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep rantai
makanan pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta. Peningkatan
pemahaman konsep tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai siswa
pada setiap siklusnya yaitu: diperoleh nilai rata-rata sebelum tindakan (pra siklus)
yaitu 70,21 dengan ketuntasan klasikal 61,76%. Pada siklus I nilai rata-rata kelas
mencapai 77,65dengan ketuntasan klasikal 70,59%. Pada siklus II nilai rata-rata
kelas meningkat 80,38 dengan ketuntasan klasikal 91,18%. Pada siklus III rata –
rata kelas 83,41 dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa melalui video interaktif, pemahaman konsep rantai makan
dapat meningkat.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan, dapat diketahui
bahwa melalui video interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa
kelas V SD Muhammadiyah 14 Surakarta. Tindakan penelitian yang dilakukan
terdiri dari dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2020,
sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2020. Setiap
pelaksanaan siklus terdapat empat langkah kegiatan, yaitu perencanaan tindakan,
pelaksanaaan, observasi dan refleksi. Berkaitan dengan hasil penelitian ini maka
dapat dikemukakan implikasi hasil penelitian sebagai berikut:
1. Implikasi Teoritis
Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah bahwa ada peningkatan
pemhaman konsep rantai makanan melalui video interaktif. Penelitian tersebut
juga dapat dipertimbangkan untuk menambah media pembelajaran bagi guru
dalam memberikan materi pelajaran siswa.
Hasil penelitian ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa melalui video
interaktif dapat menjadi salah satu media pembelajaran IPA pada siswa karena
melalui video interaktif dapat membatu siswa belajar dalam sistem pembelajaran
daring guna memperkecil hambatan proses transfer ilmu pengetahuan, sehingga
muncul peningkatan dalam hasil dari proses belajar.
69
2. Implikasi Praktis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru dan calon
guru untuk meningkatkan keefektifan strategi guru dalam mengajar dan
meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar yang berhubungan pemahaman
konsep siswa. Pemahaman konsep dapat ditingkatkan dengan menggunakan media
pembelajaran yang tepat bagi siswa dalam proses pembelajaran daring.
Berdasarkan kriteria temuan dan pembahasan hasil penelitian ini seperti
diuraikan pada bab IV, maka penelitian ini dapat digunakan peneliti untuk
membantu guna dalam menghadapi permasalahan yang sejenis. Di samping itu,
perlu penelitian lebih lanjut tentang upaya guru untuk mempertahankan atau
menjaga dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pembelajaran dengan
penggunaan melalui video interaktif pada hakikatnya dapat digunakan dan
dikembangkan oleh guru yang menghadapi permasalahan pembelajaran secara
daring, terutama untuk mengatasi masalah peningkatan pemahaman konsep siswa.
Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penelitian ini harus di atasi
semaksimal mungkin.
C. Saran
Berdasarkan simpulan dan implikasi di atas, maka peneliti memberikan
saran-saran sebagai berikut:
1. Bagi Sekolah
Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran
daring untuk meningkatkan pamahaman konsep rantai makanan.
2. Bagi Guru
Guru dalam mengajar hendaknya menggunakan video interaktif dalam
pembelajaran meningkatkan pemhaman konsep siswa dalam proses pembelajaran
daring. Penggunaan video interaktif dimaksudkan agar terdapat variasi dalam
proses pembelajaran agar siswa tidak bosan dan membantu siswa dalam
meningkatkan pemahaman konsep rantai makanan.
3. Bagi Siswa
a. Hendaknya lebih memahamkan siswa dalam proses pembelajaran daring yang
terbatasnya waktu tatap muka dengan guru. Dengan penggunaan video
interaktif sebagai alternatif proses pembelajaran untuk menambah pengetahuan
sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.
b. Hendaknya ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran dan rajin belajar
sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang optimal.
70
DAFTAR PUSTAKA
Azhar Arsyad. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Perss.
David Hopkins. (2011). Panduan Guru Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Em Zul Fajri. (2008). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Dita Publiser.
Etin Solihatin. (2007). Coopetative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS.
Jakarta: Bumi Aksara.
Harjanto. (2006). Perencanaan pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Masnur Muslich. (2009). Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Jakarta:
Bumi Aksara.
Masriyah. (2009). Pemanfaatan Hasil Revisi Taksonomi Bloom dalam Pembelajaran Bangun
Ruang Sisi Datar. Jurnal MIPA. Surabaya: Unesa.
Muhammad Joko Susilo. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Manajemen
Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyatiningsih, Endang. 2011. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung:
Alfabeta.
https://pendidikan.co.id/pengertian-minat-karakteristik-dan-contohnya-menurut-para-ahli/
https://www.sekolahan.co.id/rantai-
makanan/#:~:text=Pengertian%20Rantai%20Makanan.%20Pengertian%20ran
tai%20makanan%20adalah%20perpindahan,dimakan%20antara%20sesama%
20makhluk%20hidup%20dengan%20urutan-urutan%20tertentu.
https://meaningaccordingtoexperts.blogspot.com/2017/04/pengertian-media-video-
pembelajaran.html
https://www.zonareferensi.com/pengertian-belajar/
Nana Sudjana. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Purwanto. (2008). Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar.
Ruminiati. (2007). Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SD. Jakarta:
Depdiknas.
Sadiman,dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya.
Jakarta: CV Rajawali.
Sapriya. (2009). Pendidikan IPS Konsep dan Pembelajaran. Bandung: Rosda.
Syamsu Yusuf. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung:
Remaja Rosda Karya.
71
Sudarman. (2010). Pemahaman Konsep. (http:sudarmanbennu.blogspot.com/
pemahaman-konsep. download 10 April 2012).
Sudjana. (2000). Strategi Pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Bandung:
Falah Production.
Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
------------- (2008). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
------------- (2008). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. 2002.
Jakarta: Rineka Cipta.
Tim Pena Cendekia. (2007). Wahana IPS 4B. Jakarta: Quadran.
Wina Sanjaya. (2006). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Bandung: Kencana.
72
LAMPIRAN
73
Lampiran 1: Data Responden Uji Coba Instrumen
No Nama Kelas 24. Valentino Arya Putra V
Pratama
1. Aditya Harbudiansyah V V
25. Viki Endarto Yudistira V
2. Ghozi Fadhil Arifian V 26. Yusufa Abel Arditya Putra V
27. Aliffiska Nayla Zhahir V
3. Abie Aksha Putra Alamsyah V 28. Amelia Khoirunnisa V
29. Eros Rizki Aditya
4. Adienda Noer Ramadanty V
Kurniawan
5. Akbar Dwi Nugroho V
6. Alifah Zulfa Meisaroh V
7. Berliana Alisya Putri Indarti V
8. Cahya Asgy Oktavia V
9. Demicheli Bagus Levisfa V
10. Fadhila Nur Aini V
11. Haidar Izzatul Islam V
12. Ida Kusuma Ningrum V
13. Ilham Fadhil Hariz V
14. Kansha Asyifa Nadzua V
15. Keisya Aulia Rianty V
16. Maheswara Satya Al Baihaqi V
17. Maisya Keylani Danora V
Saputri
18. Muhammad Wildan Septian V
Putra
19. Radhita Ravi Ibrahim V
20 Rafii Ahmad Syah Putra V
21. Riski Setya Utama V
22. Satria Erlangga Mandala V
Yudha
23. Sultan Hanan Pancasona V
Gogani
74
Lampiran 2: Kisi-Kisi Angket
1. Kisi-Kisi Angket Minat Belajar
Indikator Keterangan Pernyataan Jumlah
Perasaan Positif Negatif item
Senang Pendapat siswa tentang 6
3,4,5, 1,2,6,
Perhatian pembelajaran matematika 9
Ketertarikan Kesan siswa terhadap guru 7
Keterlibatan matematika 5
siswa
Perasaan siswa selama
mengikuti pembelajaran
matematika
Perhatian saat mengikuti
pembelajaran matematika 8,10,11,
12,13,
Perhatian siswa saat 7,9,14,15
diskusi pelajaran
matematika
Rasa ingin tahu siswa saat
mengikuti pembelajaran 16,18,19, 17,20,,21
22 ,
matematika
Penerimaan siswa saat
diberi tugas/PR oleh guru.
Kesadaran tentang belajar
di rurmah
Kegiatan siswa setelah dan 24,25,26 23,27
sebelum masuk sekolah
Jumlah keseluruhan 27
75
2. Kisi-Kisi Angket Persepsi Siswa tentang Kinerja Guru
Indikator Sub Indikator Pernyataan Jumlah
Gaya Positif Negatif item
mengajar Kemampuan memotivasi 10
siswa 4,5,8,9, 1,2,3,6,7 12
Kemampuan Kemampuan bertanya 10
berinteraksi Kemampuan penggunaan 12
dengan siswa sumber belajar 13,14,16, 11,12,15,
Karakteristik Kemampuan penggunaan 17,20,21 18,19,22 34
Pribadi media belajar
Kemampuan pengelolaan
kelas
Komunikasi Verbal
Komunikasi Non Verbal
Guru bersikap adil kepada 23,25,26,
siswa 30,31,32
Guru bisa menjadi contoh
Guru harus demokratis dan
bersifat terbuka
Selalu memberi nasehat 24,27,28,
dan bimbingan kepada 29,33,34
siswa
Memperlakukan siswa
dengan kasih sayang dan
menghindari dari tindak
kekerasan.
Jumlah Keseluruhan
76
Lampiran 3: Angket Penelitian
A. Angket Minat Belajar
Angket Minat Belajar
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Petunjuk Pengisian Angket:
1. Bacalah dengan teliti dan seksama!
2. Tulislah nama lengkap, kelas, nomor absen kalian pada lembar jawab!
3. Kerjakan semua soal pada lembar jawab yang telah disediakan dengan
memberikan tanda (√) sesuai dengan pendapat kalian!
4. Jangan memberikan coretan pada soal!
5. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
a. Selalu (SL) c. Kadang-Kadang (KD)
b. Sering (SR) d. Tidak Pernah (TP)
6. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
Selamat Mengerjakan Pilihan Jawaban
Pernyataan SL S KD TP
No
1. Matematika sulit bagi saya karena terlalu banyak rumus
dan berhitung.
2. Guru kurang menyenangkan dalam mengajar, sehingga
saya menjadi malas belajar matematika.
3. Saya belajar matematika karena mengetahui
kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Saya mengikuti pembelajaran matematika dengan
perasaan senang.
77
Saya bersemangat belajar matematika karena guru
5.
mengajar dengan menyenangkan.
6. Saya kurang senang ketika pembelajaran matematika
sudah dimulai.
7. Ketika guru sedang menjelaskan materi saya tidak
mencatat.
8. Saya memperhatikan guru saat sedang menjelaskan
materi.
9. Saya kurang aktif ketika diskusi kelompok.
10. Saya berdiskusi dengan teman kelompok terkait materi.
11. Saya tidak ramai sendiri ketika guru mengajar.
12. Ketika diskusi kelompok saya berbicara dengan teman
diluar materi pelajaran.
13. Saya berbicara dengan teman ketika guru sedang
menjelaskan materi.
14. Tugas yang diberikan guru membuat saya semakin
tertarik dengan matematika
15. Saya merasa putus asa ketika mengerjakan soal
matematika.
16. Saya senang mencoba mengerjakan soal matematika.
17. Apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi,
saya bertanya.
18. Saya menunda dalam mengerjakan tugas/PR yang
diberikan guru.
19. Saya kurang tertarik dengan matematika karena selalu
diberi tugas/PR.
20. Saya mengerjakan tugas/PR yang diberikan guru.
21. Saya mengikuti bimbingan/les matematika dengan
rutin.
22. Saya sudah belajar matematika pada malam hari
sebelum pelajaran esok hari.
23. Tanpa ada yang menyuruh, saya belajar matematika
sendiri di rumah.
24. Lebih menyenangkan bermain daripada mengikuti
bimbingan/les matematika.
78
B. Angket Persepsi Siswa tentang Kinerja Guru
Angket Persepsi Siswa tentang Kinerja Guru
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Petunjuk Pengisian Angket:
1. Bacalah dengan teliti dan seksama!
2. Tulislah nama lengkap, kelas, nomor absen kalian pada lembar jawab!
3. Kerjakan semua soal pada lembar jawab yang telah disediakan dengan
memberikan tanda (√) sesuai dengan pendapat kalian!
4. Jangan memberikan coretan pada soal!
5. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
a. Selalu (SL) c. Kadang-Kadang (KD)
b. Sering (SR) d. Tidak Pernah (TP)
6. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
Selamat Mengerjakan Pilihan Jawaban
Pernyataan SL S KD TP
No.
1. Guru membaca buku pada saat menerangkan materi.
2. Selama pembelajaran hanya mencatat dan
mendengarkan saja.
3. Siswa yang ramai tidak ditegur.
4. Setiap pelajaran berlangsung, guru tidak pernah
memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.
5. Guru membiarkan siswa yang malas belajar matematika.
6. Sebelum pembelajaran dimulai, semua siswa tenang.
7. Guru menyemangati siswa untuk terbiasa belajar.
79
Saya mengalami kesulitan dalam proses belajar
8.
mengajar, karena guru tidak jelas menerangkan materi.
9. Saya tidak mengerjakan tugas karena informasi tidak
jelas.
10. Tulisan guru di papan tulis sangat jelas.
11. Bahasa yang digunakan guru mudah dipahami.
12. Guru mengabaikan keluh kesah dan pertanyaan dari
siswa.
13. Guru mendengarkan pertanyaan dari siswanya.
14. Informasi tentang tugas/PR sangat jelas.
15. Tulisan guru kurang jelas.
16. Selama siswa bertanya, guru tidak memperhatikan.
17. Guru terlihat ceria dan tersenyum ketika mengajar.
18. Guru memperhatikan ketika ada siswa yang bertanya.
19. Selama mengajar guru sering menunjukkan muka
marah.
20. Dalam melaksanakan penilaian guru selalu pilih kasih.
21. Siswa diperbolehkan mengemukakan pendapat.
22. Tutur kata dan tindakan guru terhadap saya kurang
santun.
23. Nada keras digunakan guru saat menasehati siswa.
24. Saya perlu meniru sikap guru karena tutur kata dan
tindakannya sangat santun.
25. Penilaian yang dilakukan guru sudah sesuai dengan
hasil yang dilakukan siswa.
26. Siswa tidak boleh mengemukakan pendapat.
27. Dalam mengajar guru kurang dapat mengendalikan
amarah.
28. Selama mengajar guru menggunakan nada yang keras.
29. Guru membuat siswa nyaman ketika sedang belajar,
sehingga memudahkan dalam memahami materi.
30. Sikap saya menjadi lebih baik karena guru menasehati
dengan bahasa yang santun.
80
Lampiran 4: Angket Try Out (Uji Coba)
A. Angket Minat Belajar
Angket Minat Belajar
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Petunjuk Pengisian Angket:
1. Bacalah dengan teliti dan seksama!
2. Tulislah nama lengkap, kelas, nomor absen kalian pada lembar jawab!
3. Kerjakan semua soal pada lembar jawab yang telah disediakan dengan
memberikan tanda (√) sesuai dengan pendapat kalian!
4. Jangan memberikan coretan pada soal!
5. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
a. Selalu (SL) c. Kadang-Kadang (KD)
b. Sering (SR) d. Tidak Pernah (TP)
6. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
Selamat Mengerjakan Pilihan Jawaban
Pernyataan SL S J TP
No
1. Matematika sulit bagi saya karena terlalu banyak rumus
dan berhitung.
2. Guru kurang menyenangkan dalam mengajar, sehingga
saya menjadi malas belajar matematika.
3. Saya belajar matematika karena mengetahui
kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Saya mengikuti pembelajaran matematika dengan
perasaan senang.
5. Saya bersemangat belajar matematika karena guru
81
mengajar dengan menyenangkan.
6. Saya kurang senang ketika pembelajaran matematika
sudah dimulai.
7. Ketika guru sedang menjelaskan materi saya tidak
mencatat.
8. Saya memperhatikan guru saat sedang menjelaskan
materi.
9. Saya kurang aktif ketika diskusi kelompok.
10. Saya berdiskusi dengan teman kelompok terkait materi.
11. Saya mancatat saat guru menjelaskan materi.
12. Saya tidak ramai sendiri ketika guru mengajar.
13. Saya senang mengungkapkan pendapat ketika
berdiskusi.
14. Ketika diskusi kelompok saya berbicara dengan teman
diluar materi pelajaran.
15. Saya berbicara dengan teman ketika guru sedang
menjelaskan materi.
16. Tugas yang diberikan guru membuat saya semakin
tertarik dengan matematika.
17.. Saya merasa putus asa ketika mengerjakan soal
matematika.
18. Saya senang mencoba mengerjakan soal matematika.
19. Apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi,
saya bertanya.
20. Saya menunda dalam mengerjakan tugas/PR yang
diberikan guru.
21. Saya kurang tertarik dengan matematika karena selalu
diberi tugas/PR.
22. Saya mengerjakan tugas/PR yang diberikan guru.
23. Saya hanya belajar matematika ketika sedang
menghadapi ujian.
24. Saya mengikuti bimbingan/les matematika dengan
rutin.
25. Saya sudah belajar matematika pada malam hari
sebelum pelajaran esok hari.
26. Tanpa ada yang menyuruh, saya belajar matematika
sendiri di rumah.
27. Lebih menyenangkan bermain daripada mengikuti
bimbingan/les matematika.
82
B. Angket Persepsi Siswa tentang Kinerja Guru
Angket Persepsi Siswa tentang Kinerja Guru
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Petunjuk Pengisian Angket:
1. Bacalah dengan teliti dan seksama!
2. Tulislah nama lengkap, kelas, nomor absen kalian pada lembar jawab!
3. Kerjakan semua soal pada lembar jawab yang telah disediakan dengan
memberikan tanda (√) sesuai dengan pendapat kalian!
4. Jangan memberikan coretan pada soal!
5. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
a. Selalu (SL) c. Kadang-Kadang (KD)
b. Sering (SR) d. Tidak Pernah (TP)
6. Untuk menjawab soal pada pernyataan pilihlah empat alternatif di bawah ini
dengan menggunakan tanda ceklist (√).
Selamat Mengerjakan Pilihan Jawaban
Pernyataan SL S KD TP
No.
1. Guru membaca buku pada saat menerangkan materi.
2. Selama pembelajaran hanya mencatat dan
mendengarkan saja.
3. Siswa yang ramai tidak ditegur.
4. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa sebelum
dan setelah selesai menerangkan materi.
5. Benda-benda sekitar digunakan sebagai contoh dalam
menjelaskan materi.
6. Setiap pelajaran berlangsung, guru tidak pernah
memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.
7. Guru membiarkan siswa yang malas belajar matematika.
83
8. Sebelum pembelajaran dimulai, semua siswa tenang.
9. Gambar atau video ditampilkan sebagai contoh dalam
menjelaskan materi.
10. Guru menyemangati siswa untuk terbiasa belajar.
11. Saya mengalami kesulitan dalam proses belajar
mengajar, karena guru tidak jelas menerangkan materi.
12. Saya tidak mengerjakan tugas karena informasi tidak
jelas.
13. Tulisan guru di papan tulis sangat jelas.
14. Bahasa yang digunakan guru mudah dipahami.
15. Guru mengabaikan keluh kesah dan pertanyaan dari
siswa.
16. Guru mendengarkan pertanyaan dari siswanya.
17. Informasi tentang tugas/PR sangat jelas.
18. Tulisan guru kurang jelas.
19. Selama siswa bertanya, guru tidak memperhatikan.
20. Guru terlihat ceria dan tersenyum ketika mengajar.
21. Guru memperhatikan ketika ada siswa yang bertanya.
22. Selama mengajar guru sering menunjukkan muka
marah.
23. Dalam melaksanakan penilaian guru selalu pilih kasih.
24. Siswa diperbolehkan mengemukakan pendapat.
25. Tutur kata dan tindakan guru terhadap saya kurang
santun.
26. Nada keras digunakan guru saat menasehati siswa.
27. Saya perlu meniru sikap guru karena tutur kata dan
tindakannya sangat santun.
28. Penilaian yang dilakukan guru sudah sesuai dengan
hasil yang dilakukan siswa.
29. Ketika saya menjawab dengan tepat, guru memuji saya.
30. Siswa tidak boleh mengemukakan pendapat.
31. Dalam mengajar guru kurang dapat mengendalikan
amarah.
32. Selama mengajar guru menggunakan nada yang keras.
33. Guru membuat siswa nyaman ketika sedang belajar,
sehingga memudahkan dalam memahami materi.
34. Sikap saya menjadi lebih baik karena guru menasehati
dengan bahasa yang santun.
84
Lampiran 5: Data Skor Instrumen Hasil Uji Coba
A. Minat Belajar
R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 344443444 4 1 3 4 3 4
2 344444334 4 4 3 2 1 4
3 333334424 1 2 2 4 1 2
4 444444444 4 4 4 4 4 3
5 114441141 4 4 4 4 1 1
6 144444444 4 4 4 4 4 2
7 124234242 4 3 3 3 1 3
8 444443331 1 2 2 2 3 3
9 133121232 3 3 2 3 1 2
10 3 3 2 2 3 3 3 4 3 2 2 2 3 3 4
11 1 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3
12 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3
13 2 4 2 4 4 2 4 2 4 3 4 4 4 1 2
14 3 3 3 1 3 3 2 4 2 1 1 3 3 3 3
15 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 2 4 2 3 4
16 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 2 3 2
17 2 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 2 2 4 3
18 3 4 3 3 3 3 4 2 3 2 2 2 2 2 3
19 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 4 4
20 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3
21 1 3 1 2 2 2 3 2 1 2 2 3 2 2 3
22 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3
83
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 T
4 1 1 2 4 4 4 4 4 4 4 4 93
4 4 4 4 3 4 2 1 4 4 3 4 92
3 4 4 3 3 4 4 4 2 2 1 3 78
4 1 4 4 4 1 4 3 4 2 3 4 97
4 4 1 1 4 4 1 4 1 1 1 4 69
4 3 2 4 3 3 3 2 2 3 4 3 91
2 2 4 3 1 2 3 3 4 3 4 2 74
4 4 4 3 3 4 2 4 4 4 3 3 85
2 2 3 3 3 1 3 4 3 1 3 1 61
4 4 4 4 4 1 4 3 4 2 3 4 83
2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 66
3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 93
4 2 4 4 2 2 3 1 4 4 3 2 81
1 3 4 2 4 3 2 4 3 1 1 3 69
4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 2 4 95
4 4 4 3 3 4 2 4 1 4 3 3 86
3 3 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 88
3 4 3 3 4 4 2 4 2 2 2 4 78
3 3 3 2 4 4 4 3 2 2 2 4 87
2 3 3 1 3 2 2 4 1 2 2 3 65
1 2 2 4 3 2 3 4 2 1 1 2 58
3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 4 76
23 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 3 3
24 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3
25 1 2 2 2 2 1 2 3 2 2 2 3 2 2 3
26 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2
27 1 2 2 3 2 3 4 4 4 1 4 3 4 2 3
28 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 3
29 3 4 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3
84
3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 2 3 79
1 2 2 2 1 1 2 3 3 2 2 3 61
1 2 2 2 3 2 3 3 1 2 2 2 56
2 3 3 2 3 3 2 3 4 2 2 3 72
3 4 1 3 4 3 4 4 3 2 1 4 78
4 2 4 3 2 4 4 2 4 3 2 3 87
2 3 2 2 4 2 2 3 2 4 3 3 70
B. Persepsi Siswa tentang Kinerja Guru
R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 143443431 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4
2 143231421 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4
3 323244414 2 2 4 3 4 3 4 3 4 1
4 114441144 4 1 4 4 4 1 1 4 2 4
5 123132131 2 2 1 3 3 1 2 3 2 3
6 111441144 4 1 2 4 3 2 3 3 1 3
7 213322133 3 2 3 4 3 2 3 3 2 1
8 334324432 4 4 4 3 4 2 4 3 3 4
9 114333333 3 2 1 3 2 2 2 3 3 2
10 3 3 3 2 3 4 3 4 1 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4
11 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 1 3 2 2 2 3 3 2
12 2 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4
13 2 1 2 4 4 2 2 2 4 4 2 2 4 4 2 4 4 2 4
14 3 3 3 1 1 2 3 4 3 3 3 4 3 3 1 4 3 3 3
15 2 3 4 3 2 3 3 4 2 4 4 3 4 4 1 3 4 4 4
16 2 3 4 2 2 4 1 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2
17 1 2 2 4 3 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 4
18 3 3 4 2 2 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
19 3 4 4 2 2 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4
20 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3
21 3 3 3 2 2 4 4 2 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 4
22 3 3 4 2 2 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4
23 3 2 3 4 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
24 1 2 1 4 3 2 3 1 3 2 4 2 3 4 1 1 4 3 2
85
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 T
4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 120
4 4 2 1 4 4 3 4 4 4 4 1 3 4 4 106
3 2 4 3 3 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 88
2 4 3 4 2 1 2 2 3 4 3 3 4 3 1 94
1 4 3 1 4 3 1 4 3 4 4 3 2 1 3 80
4 1 1 4 1 1 4 4 4 1 1 1 4 4 4 86
4 2 3 2 3 2 3 2 3 4 2 3 4 3 2 88
3 3 3 4 2 4 3 4 4 3 1 1 3 4 4 109
2 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 83
4 4 4 1 2 3 3 4 4 3 3 1 2 3 4 107
1 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 81
3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 123
3 3 2 1 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4 4 96
1 3 3 2 3 4 1 3 2 2 4 3 1 4 2 91
4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 118
4 4 2 2 3 3 3 3 1 4 3 2 2 3 3 98
3 3 3 2 2 4 4 3 4 4 4 3 4 2 4 108
3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 123
2 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 120
2 3 3 2 1 3 1 4 4 2 3 1 1 3 4 89
4 4 1 4 4 1 1 4 4 3 1 2 3 1 4 96
3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 119
2 3 3 4 3 4 3 2 4 3 4 2 2 3 2 101
3 2 3 3 2 2 2 2 1 4 4 2 1 1 3 81
25 3 3 3 2 1 3 4 3 2 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4
26 3 3 1 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3
27 2 3 3 2 4 4 4 4 2 4 2 3 4 4 2 4 4 4 4
28 3 3 4 3 2 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 4 2 4
29 3 3 1 4 2 4 4 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4
86