The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fendi Siip, 2020-11-21 12:17:57

LKP NEW IPA_MUHAMMAD EFENDI_857807197

LKP NEW IPA_MUHAMMAD EFENDI_857807197

TUTOR SURAKARTA,19 November 2020
PRAKTIKAN

SITI LATIFAH, M.Pd MUHAMMAD EFENDI
NIP. 197211051998022001 NIM. 857807197

191

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM IPA DI SD
MODUL 1: MAHLUK HIDUP
KP 2 : SIMBIOSIS

NAMA DISUSUN OLEH:
NIM : MUHAMMAD EFENDI
KELAS : 857807197
: 1 B PGSD SI (BI) Kelas B

UNIVERSITAS TERBUKA SURAKARTA
2020

192

PRAKTIKUM IPA DI SD / PDGK 4107
MODUL 1 KP 2 : SIMBIOSIS

MANDIRI

A. JUDUL PERCOBAAN
 Simbiosis Parasitisme
 Simbiosis Komensalisme
 Simbiosis Mutualisme

B. TUJUAN PERCOBAAN
 Mengidentifikasi simbiosis parasitisme di lingkungan sekitar.
 Mengidentifikasi simbiosis komensalisme di lingkungan sekitar.

 Mengidentifikasi simbiosis mutualisme di lingkungan sekitar.

C. ALAT DAN BAHAN
1) Alat-alat tulis
2) Lembar pengamatan
3) Lingkungan sekitar

D. LANDASAN TEORI
Simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang

berarti kehidupan. Simbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup
berdampingan. Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara
dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis
disebut simbion.

The word symbiosis literally means "together life". It refers to organisms that live
in close approximation; often one cannot live without the other. In extreme cases, one
organism actually lives inside the other organism (Marietta College, 2008). Istilah
symbiosis berarti ‘hidup bersama’, istilah ini mengacu pada organisme yang hidup
sangat dekat, bahkan kadang suatu individu tidak dapat hidup tanpa individu yang lain.
Bahkan pada beberapa kasus, satu organisme hidup di dalam organisme lainnya.

193

Simbiosis merupakan suatu pola hubungan antara dua makhluk hidup yang
berbeda jenis. When individuals oftwo or more species live in direct and in·timate
contact with one another, their relationship is called symbiosis (Campbell and
Reece, 2007: 1202). Ketika individu dari dua atau lebih spesies hidup secara
langsung dan berhubungan dengan satu dan lainnya, maka hubungan ini disebut
sebagai simbiosis.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa simbiosis merupakan bentuk hubungan
interaksi antara dua organisme dari dua spesies yang berbeda yang mana interaksi
tersbut dapat saling menguntungkan, menguntungkan yang satu dan merugikan yang
lain, atau dapat juga menguntungkan organisme satu dan tidak memberikan pengaruh
apapun terhadap organisme yang lain.

Simbiosis terjadi karena suatu organisme tidak dapat hidup sendiri, saling
membutuhkan satu sama lain, sehingga kemudian mereka saling berinteraksi,
walaupun interaksi tersebut dapat merugikan salah satu organisme. Beberapa
bentuk simbiosis sangat rumit sehingga sangat sulit untuk menjelaskan mana
organisme yang memulai atau yang mengakhirinya. Kebanyakan organisme
yang terlibat dalam interaksi simbiosis hanya mengerti bahwa interaksi yang
terjadi diantara mereka merupakan mekanisme bertahan hidup, cara organisme
tersebut untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka, perilaku yang
merupakan insting dalam menghadapi seleksi alam.

Bentuk hubungan interaksi ini dapat berupa cara suatu organisme untuk
bertahan sehingga menyebabkan satu organisme yang tidak dapat hidup tanpa
organisme lain (obligate) atau berupa hubungan dimana keberadaan suatu
organisme tidak begitu penting bagi organisme lain (facultative). Simbiosis
sangatlah luas dan penting dalam kehidupan bagi banyak organisme dan
memiliki peran ekologis yang penting dalam ekosistem alam.

Segala interaksi baik yang merugikan, menguntungkan dengan yang lain
tidak berpengaruh apapun, ataupun salah satu untung dan lainnya rugi,
merupakan simbiosis. Berdasarkan kualitas hubungan tersebut, simbiosis
dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme,
dan simbiosis komensalisme.

194

Menurut Dwidjoseputro (1994), simbiosis mutualisme adalah bila dua spesies
makhluk hidup, hidup bersama masing – masing mendapat keuntungan dan kedua
populasi dapat berkembang dengan baik. Menurut Susanto P, Sarjan dan Handayani
(2004 : 42) ,simbiosis parasitisme adalah hubungan antara dua jenis mahkluk hidup
dimana yang satu beruntung dan yang lain dirugikan.

Menurut Susanto P, Sarjan dan Handayani (2004 : 41 ) simbiosis komensalisme
adalah hubungan antara dua mahkluk hidup dimana salah satu mendapat untung,
sedangkan yang lain tidak dirugikan dan tidak pula diuntungkan

E. PROSEDUR PERCOBAAN
1) Praktikan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2) Praktikan berkeliling di lingkungan sekitar tempat tinggal.
3) Setelah itu, praktikan mengamati mahluk hidup di sekitar dan mengidentifikasi
beberapa simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, simbiosis komensalisme yang
terjadi antara hewan dengan tumbuhan, antara hewan dengan hewan; atau antara
tumbuhan dengan tumbuhan.
4) Praktikan menemukan setidaknya 5 hubungan yang terjadi.
5) Praktikan mengambil gambar atau foto makhluk hidup yang termasuk dalam salah
satu simbiosis.
6) Praktikan menuliskan hasil identifikasi hubungan antar mahluk hidup di lingkungan
sekitar.
7) Praktikan menganalisis makhluk hidup mana yang dirugikan dan mana yang
diuntungkan.
8) Praktikan menuliskan jenis keuntungan dan kerugian apa yang terjadi pada hubungan
simbiosis tersebut.

195

F. HASIL PENGAMATAN
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Simbiosis Parasitisme

No. Jenis hubungan Pihak yang dirugikan Pihak yang diuntungkan
parasitisme
Jenis Jenis kerugian Jenis Jenis
1 Kutu dengan mahluk mahluk keuntungan
Kucing hidup Darah kucing hidup
Kucing yang diisap Kutu Kutu
2 Pohon mangga Kutu memperoleh
dengan benalu Pohon makanan dari
mangga Produksi Benalu kucing yaitu
3 Kupu-kupu putih darahnya.
(kleper) dan Tanaman makanan Kupu- Menyerap
Tanaman pucuk pucuk kupu makanan dari
merah merah berkurang putih inangnya
(kleper)
4 Teh-tehan dan tali Teh-tehan bahkan tidak Tali putri Memakan
putri dedaunan yang
Kucing bisa berbuah. Jamur ada di tanaman
5 Jamur dan kucing pucuk merah.
Tanaman pucuk
Memperoleh
merah dimakan nutrisi dari Teh-
tehan.
daunnya
Dapat
sehingga pucuk melangsungkan
kehidupan
merah cepat dengan
mengambil
mati. makanan dari
kulit kucing.
Teh-tehan

diambil

nutrisinya

sehingga teh-

tehan akan

kekurangan

nutrisi hingga

mati.
Gatal–gatal

pada kulit

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme

No. Jenis hubungan simbiosis Pihak yang diuntungkan Jenis mahluk
hidup yang tidak
1 Anggrek dengan Pohon Jenis mahluk Jenis diuntungkan atau
Sawo dirugikan
hidup keuntungan
Pohon sawo
Anggrek Mendapat
196 tempat tinggi
untuk
memperoleh

cahaya
matahari

2 Sirih dan tumbuhan Sirih Mendapat
inangnya tempat tinggi
untuk
3 Tumbuhan paku dan pohon Tumbuhan memperoleh Tumbuhan Inang
jati Paku cahaya matahar
Tumbuhan Pohon Jati
4 Tumbuhan Paku Tanduk Tumbuhan paku bisa
Rusa dan Inangnya paku tanduk mendapatkan Tumbuhan
rusa sinar matahari inangnya
untuk
melaksanakan
fotosintesis.
Mendapatkan
cahaya
matahari yang
lebih baik.

Tabel 1.3 Hasil Pengamatan Simbiosis Mutualisme

No. Jenis hubungan Pihak I yang diuntungkan Pihak II yang
simbiosis
diuntungkan
1 Kupu-kupu dengan
Tanaman Kamboja Jenis Jenis Jenis Jenis
mahluk keuntungan
2 Semut hitam dan hidup mahluk keuntungan
tanaman jati Kupu-kupu Mendapat
nektar dari hidup
Semut bunga
hitam Dapat Tanaman Membantu
membuang Kamboja penyerbukan
sarang pada
tumbuhan tanaman Melindungi
jati tumbuhan
dari serangan
hama.

3 Lebah dan tanaman Lebah Mendapat Tanaman Membantu
bunga jengger nektar dari Bunga penyerbukan
bunga Jengger

4 Enceng gondok dan ikan Ikan Komet Mendapat Enceng Mendapatkan
komet tempat nutrisi
persembunyian gondok

dari enceng

gondok

197

5 Kerbau dan burung jalak Burung Mendapat Kerbau Badannya
jalak makanan menjadi
berupa kutu bersih dari
dari badan kutu
kerbau

G. PERTANYAAN-PERTANYAAN
a. Simbiosis Parasitisme
1) Apakah hubungan kutu anjing dengan anjing merupakan hubungan simbiosis
parasitisme?Jelaskan !
2) Diantara hubungan parasitisme yang anda temukan, adakah yang menyebabkan
kematian pada inangnya ? Jelaskan !
Jawaban :

1) Hubungan antara kutu anjing dan anjing merupakan hubungan parasitisme,
karena kutu anjing diuntungkan dengan cara menghisap darah anjing.
Sedangkan anjing dirugikan karena darahnya berkurang dan menderita gatal-
gatal (penyakit kulit).

2) Pada hubungan di atas ada hubungan yang dapat mengakibatkan kematian
misalnya hubungan antara nyamuk, sel kanker dan manusia. Nyamuk aides
aygepty dapat menyebabkan penyakit demam berdarah. Jika terlambat
mendapat pertolongan maka dapat mengakibatkan kematian, nyamuk
cikungunya dapat mengakibatkan kelumpuhan pada manusia, begitu juga sel
kanker, jika mencapai stadium akhir dapat menyebabkan kematian

.
b. Simbiosis Komensalisme

1) Apakah hubungan komensalisme dalam kadar tertentu dapat menyebabkan
kerugian pada inangnya ? Jelaskan dan berikan contohnya!

Jawaban : Simbiosis komensalisme jika terjadi berlebihan juga akan dapat
merugikan pihak lain. Misalnya anggrek yang ditanam dua, tiga, atau
lebih pada satu pohon mangga juga dapat menghambat pertumbuhan
pohon mangga atau berkurangnya produktivitas buah mangga karena
intensitas cahaya matahari yang diperoleh menjadi berkurang

198

c. Simbiosis Mutualisme
1) Di dalam tubuh kita sebenarnya banyak terjadi simbiosis , coba anda sebutkan
beberapa contoh mutualisme yang ada di tubuh kita ! Jelaskan keuntungan bagi
organisme tersebut dan apa pula keuntungannya bagi tubuh kita!
Jawaban :
a. Escherichia Coli dan Manusia
Hasil simbiosis mutualisme ini adalah E coli yang terdapat dalam usus
besar manusia mendapatkan keuntungan berupa makanan sedangkan
manusia mendapatkan keuntungan berupa proses pembusukan makanan
sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh manusia, selain itu manusia
diuntungkan dengan adanya pembentukan vitamin K yang dapat
dimanfaatkan oleh tubuh manusia.
b. Bakteri Bacillus brevis, Bacillus subtilis, dan Bacillus polymyxa
menghasilkan zat antibiotik pada tubuh.

H. PEMBAHASAN
1) Simbiosis Parasitisme
Tabel 1.1 menunjukkan adanya hubungan parasitisme antara dua makhluk
hidup. Hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup dimana yang satu pihak
dirugikan dan pihak yang lain diuntungkan. Adanya simbiosis parasitisme sangat
diperlukan guna menjaga kelangsungan hidup organisme didalam suatu ekosistem.
Hubungan antara kutu pada kucing yaitu kutu memperoleh keuntungan
dikarenakan ia mendapat makanan dengan cara menghisap darah dari kulit kucing.
Sedangkan kucing dirugikan karena gara-gara dihisap darahnya. Selain itu
kehadiran kutu sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan tidak
nyaman.
Selanjutnya ,pola interaksi benalu dan inangnya yaitu pohon mangga juga
termasuk salah satu contoh simbiosis parasitisme. Benalu sesungguhnya memiliki
klorofil dan dapat melakukan proses fotosintesis secara mandiri. Namun ia
mengambil alih air dan unsur hara (mineral) yang berasal dari pohon mangga. Hal
ini mengingat benalu tak punyai akses akar yang menuju ke tanah. Tumbuhan

199

inang seperti pohon mangga dirugikan sebab separuh dari hasil penyerapan akar
digunakan untuk perkembangan tanaman benalu.

Pada awalnya tanaman tali putri bersimbiosis dengan tumbuhan teh - tehan,
tumbuhan tanaman tali putri hanya membelit, melilit, dan kemudian hanya sedikit
mengisap sari makanan dari tumbuhan teh – tehan . Kebutuhan nutrisi, air, dan
mineral untuk melanjutkan kehidupannya diambil dari tumbuhan inang. Semakin
lama tanaman tali putri tidak hanya “sedikit menghisap” nutrisi dari inangnya.
Bahkan, tanaman tali putri juga dapat beradu memperebutkan area dan pembagian
cahaya matahari dengan inangnya. Hal tersebut sangat menganggu tumbuhan inang
yaitu teh tehan dalam fotosintesis. .

Kupu-kupu putih atau kleper sering kali kita jumpai. Mereka hinggap dan
tinggal di berbagai macam tanaman. Saat hinggap dan tinggal di suatu tanaman,
kleper tersebut bertelur hingga dewasa tinggal di tanaman tersebut. Sehingga
makanan dari kleper itu juga berasal dari daun-daun tanaman yang dihinggapinya,
missal tanaman pucuk merah. Saat kleper mencari makan, kleper tersebut
memakan daun-daun yang ada di tanaman pucuk merah. Lambat laun daunnya
pada berlubang dan layu, sehingga tanaman pucuk merah tersebut mati.

Contoh simbiosis parasitisme yang terakhir dapat kita temukan pada pola
interaksi antara jamur dengan kucing. Jamur mendapatkan keuntungan karena ia
memperoleh tempat hidup sekaligus makanan dari penyerapan protein di kulit
kucing. Kucing dalam hal ini mendapat kerugian karena merasa gatal dan
ketidaknyamanan

2) Simbiosis Komensalisme
Contoh simbiosis komensalisme yang kedua adalah interaksi antara tanaman

anggrek dengan pohon sawo. Dalam hal ini, tanaman anggrek akan melekat atau
merambat pada pohon sawo dengan tujuan untuk mendapatkan air, sinar matahari
dan senyawa lainnya. Semuanya dibutuhkan untuk melaksanakan fotosintesis.
Cara tanaman anggrek mendapatkan air adalah dengan menyerap air dan juga
mineral yang terdapat pada kulit pohon sawo tersebut. Selain itu, juga sanggup
menyerap dari batang yang telah lapuk. Kejadian ini sebetulnya untung bagi
tanaman anggrek, akan tetapi tidak memberi pengaruh apapun bagi pohon sawo.

200

Tumbuhan sirih yang merupakan salah satu jenis tanaman yang kerap
ditemukan di lingkungan sekitar kita. Tanaman ini merupakan salah satu contoh
dari simbiosis komensalisme. Dalam hal ini tumbuhan sirih akan tumbuh dengan
cara merambat dan menyesuaikan dengan tanaman yang ditempatinya atau
tanaman inangnya. Tujuan tumbuhan sirih selanjutnya tidak lain adalah untuk
mendapatkan sinar matahari yang memadai agar bisa dilakukan proses fotosintesis
pada tumbuhan. Hal ini pastinya akan memberi tambahan keuntungan bagi
tanaman sirih, akan tetapi tidak memberi dampak apa pun bagi tanaman inangnya.

Pada tumbuhan paku yang melekat pada tumbuhan jati ini serupa halnya
dengan 2 contoh sebelumnya. Dimana tanaman paku akan melekat pada tanaman
jati. Hal ini dilakukan agar tumbuhan paku bisa mendapatkan sinar matahari untuk
melaksanakan fotosintesis demi kelangsungan hidupnya. Tanaman jati sendiri
yang dijadikan sebagai tempat menempelnya tentu tidak mendapatkan apa apa
dari tumbuhan paku.

Tanaman paku tanduk rusa merupakan tanaman yang unik terkecuali diamati
dari faktor bentuk daunnya, perihal ini membawa dampak beberapa orang
menjadikannya sebagai tanaman hias untuk ditanaman pekarangan tempat tinggal
mereka. Jika diamati di dalam lingkungan kurang lebih kita, tentu dulu
menyaksikan tanaman paku tanduk rusa yang melekat erat di pohon inangnya.
Dalam persoalan ini, paku rusa punyai karakter yang serupa dengan tanaman
anggrek, yaitu mereka akan melekat atau ditempelkan pada suatu pohon dengan
obyek untuk mendapatkan sinar matahari yang lebih baik dan beberapa bahan lain
untuk fotosintesis. Meskipun tanaman ini melekat di suatu pohon, akan tetapi
tanaman ini tidak merugikan tanaman yang ditempelinya sebab tidak menyita
cadangan makanan dari tanaman yang ditempelinya.

3) Simbiosis Mutualisme
Makna kata “mutual” adalah saling. Sehingga simbiosis mutualisme adalah

suatu interaksi antara 2 makhluk hidup yang saling menguntungkan kedua belah
pihak. Jadi ketika terjadi interaksi antara 2 makhluk hidup yang berbeda, maka
keduanya akan mendapatkan manfaat. Pada umumnya makhluk hidup yang
melakukan simbiosis mutualisme akan mengalami kerugian, apabila tidak

201

melakukan simbiosis. Oleh karena itu kehadiran makhluk hidup lain menjadi
begitu penting bagi dirinya.

Contoh simbiosis mutualisme yang pertama adalah interaksi antara kupu-
kupu dengan tanaman kamboja. Kupu-kupu pada umumnya menyukai memakan
sari manis atau nektar pada bunga. Sedangkan bunga kamboja sebagai organ
reproduksi pada tumbuhan terbantu karena serangga cantik ini membantu
menyebarkan serbuk sari. Ketika kupu-kupu hinggap di bunga kamboja, kakinya
akan menyentuh bagian putik dan benang sari pada bunga kamboja. Sehingga
mengakibatkan serbuk sari menempel pada putik dan terjadi proses penyerbukan
pada bunga kamboja.

Semut hitam adalah serangga yang biasa kita jumpai pada tanaman-tanaman
buah seperti pohon waru, pohon jati dan lain-lain. Mungkin bagi kita keberadaan
semut ini sangat mengganggu karena sering menggigit kita secara tiba-tiba. Namun
keberadaan semut ini sangat menguntungkan tumbuhan-tumbuhan tersebut. Hal ini
dikarenakan semut hitam akan melindungi tumbuhan dari serangan hama yang
merusak tanaman. Semut hitam memperoleh keuntungan karena dapat membuat
sarang pada tumbuhan. Sehingga ketika terdapat hama yang menyerang tumbuhan
tersebut, artinya hama itu menyerang sarang semut hitam. Serangga kecil ini pun
tidak akan tinggal diam sehingga dia akan menyerang balik hama yang menyerang
tumbuhan.

Selain kupu-kupu dan semut hitam juga terdapat serangga lain seperti lebah
yang bisa membantu proses penyerbukan pada bunga agar lebih maksimal. Lebah
biasanya hinggap pada bunga jengger karena ingin memperoleh madu atau nektar
sebagai makanannya. Keberadaan lebah ini dapat membuat proses penyerbukan
pada bunga bisa berlangsung dengan mudah. Sehingga bunga jengger diuntungkan
dengan kehadiran lebah yang hinggap pada dirinya.

Selain hewan hewan diatas, ada simbiosis antara enceng gondok dan ikan
komet. Ikan komet merasa terlindungi dari pemangsa dan panasnya sinar matahari
dengan bersembunyi di tanaman enceng gondok. Ikan komet juga bisa leluasa
berkembang biak karena telur-telurnya bisa disembunyikan di akar enceng gondok.
Sedangkan enceng gondok sendiri mendapat untung bisa mendapatkan air dengan
kadar nutrisi yang tinggi dari ikan.

202

Simbiosis yang terakhir adalah hubungan antara kerbau dan burung jalak.
Hubungan antara keduanya sangatlah unik, mengingat tubuh kerbau yang besar ini
sangat nyaman sekali dihinggapi oleh kawanan burung jalak. Dalam interkasi kali
ini, burung jalak akan mencari makanannya yang berupa kutu yang banyak
ditemukan pada tubuh kerbau yang besar tersebut. Disisi lain, kerbau yang jarang
membersihkan dirinya tersebut merasa beruntung dengan kehadiran burung jalak
tersebut. Hal ini dikarenakan burung jalak tersebut dapat mengurangi kutu yang
terdapat pada tubuhnya dan tentunya membuat kerbau menjadi lebih nyaman.

I. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa :
a. Simbiosis parasitisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang berbeda
dimana pihak yang satu mendapat untung dan merugikan pihak yang lain.
Simbiosis parasitisme berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditumpanginya.
Namun parasit tidak akan membunuh tumbuhan inangya ( tumbuhan yang
ditumpanginya ) karena kalau inangnya mati, maka parasitnya juga akan mati
karena kekurangan makanan.
b. Simbiosis komensalisme adalah dua spesies makhluk hidup dimana yang satu
diuntungkan, sedangkan yang lainnya tidak diuntungkan atau dirugikan. Simbiosis
komensalisme ini juga dapat berpengaruh buruk bagi tumbuhan yang
ditumpanginya jika terjadi terus – menerus karena dapat menghambat pertumbuhan
atau berkurangnya produktivitas tumbuhan inangnya.
c. Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang hidup
bersama dan saling menguntungkan satu sama lain.

J. DAFTAR PUSTAKA
 Campbell, Reece, et all,. 2008. Biology. San fransisco: Pearson Benjamin
Cummings.
 Dwidjoseputro. 1994.Ekologi, Manusia dengan Lingkungannya. Jakarta :
Erlangga.
 Rumanta, M, dkk. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta. Universitas Terbuka.
 Susanto P.,dkk. 2004.Sains untuk SD dan MI kelas 4. Klaten : CV Sahabat

203

 Jkimball.http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/S/Symbiosis.ht
ml (diakses tanggal 10 Oktober 2020)

 Marietta College. 2008. Symbiosis. www.marietta.edu (diakses tanggal 10

Oktober 2020)

K. KESULITAN YANG DIALAMI
 Sulitnya mendapatkan gambar kleper yang hinggap di tanaman pucuk merah,
setiap mau difoto langsung terbang.
 Sulitnya mendapatkan gambar kutu pada kucing yang sangat kecil sedangkan
kucingnya suka gerak-gerak
 Sulitnya mendapatkan tanaman tali putri pada musim kemarau.
 Saat ingin mengambil gambar lebah dan kupu-kupu yang hinggap di tanaman.
 Pada musim pancaroba seperti saat ini tumbuhan paku yang hidup di pohon jati
kebanyakan pada mati.
 Ketika hendak memfoto burung jalak yang sedang hinggap pada kerbau.

L. FOTO PRAKTIKUM
1) Simbiosis Parasitisme

Jamur pada Kucing Pohon Mangga dengan benalu

204

Kleper dengan tanaman pucuk Teh-tehan dengan tali putri
merah

Kutu pada Kucing
2) Simbiosis Komensalisme

Anggrek dengan Pohon Sawo Tumbuhan paku dan pohon jati

205

Sirih dan tumbuhan inangnya Tumbuhan Paku Tanduk Rusa dan
Inangnya

3) Simbiosis Mutualisme

Kupu-kupu dengan Tanaman Enceng gondok dan ikan komet
Kamboja

Semut hitam dan tanaman jati Kerbau dan burung jalak
206

Lebah dan tanaman bunga jengger

TUTOR SURAKARTA,15 Oktober 2020
PRAKTIKAN
SITI LATIFAH, M.Pd
NIP. 197211051998022001 MUHAMMAD EFENDI
NIM. 857807197

207

LAPORAN PRAKTIKUM IPA SD

SISTEM PENCERNAAN
MANDIRI

Nama : Muhammad Efendi
NIM : 857807197
POKJAR :PGSD SI (BI) 2020 KELAS B

UPBJJ SURAKARTA
2020

208

MODUL 3 KP 3
A. JUDUL PERCOBAAN : PENCERNAAN MAKANAN

B. TUJUAN PERCOBAAN :

Dapat mengurutkan bagian sisitem pencernaan

C. ALAT DAN BAHAN :
1. Gambar sistem pencernaan
2. Alat tulis

D. LANDASAN TEORI :

Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi

ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi

molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. Enzim ini

dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan

dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih

sederhana. Proses pencernaan makanan pada tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam,

yaitu :

a. Proses pencernaan secara mekanik Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar

atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses

pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi.

b. Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis) Yaitu proses perubahan makanan dari zat

yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim

adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi

kimia dalam tubuh.

Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-

alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita

makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi.

Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati

(hepar), dan pankreas.

Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok:

Saluran pencernaan

209

Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran
pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap
bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalam nya adalah :
mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan
dibuang keluar tubuh melalui anus.
Organ pencernaan tambahan (aksesoris)
Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan
kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar
pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar
pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan
makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar
ludah, hati dan pankreas.
Organ sistem pencernaan makanan anatara lain:

1. Mulut
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat
alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air
liur). Di dalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi.
Beberapa organ di dalam mulut, yaitu :
a) Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan
ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan
efisien. Gigi dapat dibedakan atas tiga macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham.
b) Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan membantu
mendorong makanan (proses penelanan). Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai alat
pengecap yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam.
c) Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva)

2. Kerongkongan (oesofagus)
Kerongkongan merupakan saluran penghubung antara mulut dengan lambung.
Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju
lambung. Jadi, pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan. Melalui kerongkongan
makanan didorong masuk ke dalam lambung dengan gerak peristaltik.

210

3. Lambung
Lambung ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut
sebagai tempat terjadinya sejumlah proses pencernaan. Lambung terdiri dari tiga bagian,
yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah
(pilorus). Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan dengan
kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian
ujung kardiak dan pilorus terdapat klep atau sfingter yang mengatur masuk dan keluarnya
makanan ke dan dari lambung.

4. Usus Halus
Usus halus merupakan bagian dari saluran pencernaan yang paling panjang (± 8,5 meter).
Terdiri atas tiga bagian, yaitu:
a. doudenum atau usus duabelasjari, panjangnya ± 0,25 m
b. jejenum atau usus kosong, panjangnya ± 7 meter
c. ileum atau usus penyerapan, panjangnya 1 meter
Pencernaan yang terjadi di dalam usus halus berlangsung secara kimiawi atau secara
enzimatis. Makanan yang berbentuk bubur masuk ke usus halus bersifat asam karena
mengandung HCl. Akibatnya akan merangsang sel-sel kelenjar usus untuk mengeluarkan
getah usus.

5. Usus Besar
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan
menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli.
Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain
membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K
berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk
banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap
kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu (apendiks), bagian
mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada anus.

6. Anus
Anus merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat
anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap
dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus.
Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Jadi, proses

211

defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan adanya kontraksi otot
dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus dan kontraksi kolon serta
rektum. Akibatnya feses dapat terdorong ke luar anus.

E. PROSEDUR PERCOBAAN :
Cara kerja :
1. Memperhatikan gambar sistem pencernaan yang terdapat pada lembar kerja di akhir
modul ini
2. Mengurutkan sistem pencernaan tersebut mulai dari mulut.
3. Menuliskan bagian- bagian tadi pada lembar kerja
4. Menyimpulkan apa yang dapat diambil dari percobaan ini.

F. HASIL PENGAMATAN :

Hasil dari pengamatan sistem pencernaan pada manusia dari rongga mulut hingga anus.

Gambar Sistem pencernaan manusia

G. PERTANYAAN-PERTANYAAN :
1. Sebutkan bagian dari sistem pencernaan yang menghasilkan enzim!
2. Enzim apa saja yang dihasilkan organ-organ tersebut?
212

3. Enzim-enzim tersebut dapat mengubah zat makanan apa saja dan menjadi apa?
Uraikan dengan jelas!

Jawaban :

1) Bagian dari sistem pencernaan yang menghasilkan enzim yaitu: mulut, lambung, usus
halus.

2) Enzi yang dihasilkan organ pencernaan:
a) Mulut , terdapat kelenjar ludah yang menghasilkan enzim ptyalin.
b) Lambung menghasilkan asam klorida, pepsin dan rennin
c) Usus halus tempat 3 muara saluran, dari saluran pancreas menghasilkan enzim
lipase, amylase dan tripsin. Hati menghasilkan getah empedu, dinding usus halus
menghasilkan enzim maltose, lactose, sucrose , tripsin dan enreokinase.

3) a) Enzim ptyalin, berfungsi untuk mengubah makanan yang mengandung zat
karbohidrat menjadi menjadi gula sederhana (maltose).

a)

b) Asam klorida, berfungsi membunuh kuman yang masuk bersamaan makanan yang
dimakan

c) Enzin pepsin, berfungsi mengubah protein menjadi pepton
d) Enzim rennin, berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein).
e) Amylase berfungsi mengubah zat tepung menjadi maltose
f) Lipase berfungsi mengumah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
g) Tipsin , berfungsi mengubah protein dan pepton menjadi asam amino
h) Maltose, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa
i) Sukrosa , berfungsi mengubah sucrose menjadi glukosa dan fruktosa.
j) Lactose, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
k) Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
l) Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen ( enzim yang dihasilkan

pancreas) menjadi tripsin

H. PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan mengenai sistem pencernaan pada manusia
yaitu :
a. Saluran pencernaan pada manusia terdiri dari mulut, kerongkongan , lambung, usus
halus ,usus besar dan anus.
b. Kelenjar pencernaan yang terdiri dari
213

1) Kelenjar ludah menghasilkan enzim ptyalin, yang berfungsi untuk mengubah
makanan yang mengandung zat karbohidrat menjadi menjadi gula sederhana
(maltose).

2) Lambung menghasilkan
- Asam klorida, berfungsi membunuh kuman yang masuk bersamaan
makanan yang dimakan
- Enzin pepsin, berfungsi mengubah protein menjadi pepton
- Enzim rennin, berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein).

3) Usus halus merupakan tempat bermuaranya 3 saluran yaitu dari lambung,
saluran pancreas dan saluran empedu (hati)
- Pankreas menghasilkan getah yang mengandung enzim- enzim :
a. Amylase berfungsi mengubah zat tepung menjadi maltose
b. Lipase berfungsi mengumah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol
c. Tipsin , berfungsi mengubah protein dan pepton menjadi asam
amino
- Empedu dihasilkan hati, fungsi getah empedu mengemulsikan lemak.
- Dinding-dinding usus halus juga menghasilkan ensim-enzim:
1. Maltose, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa
2. Sukrosa , berfungsi mengubah sucrose menjadi glukosa dan
fruktosa.
3. Lactose, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa
4. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
5. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen ( enzim yang
dihasilkan pancreas) menjadi tripsin.

I. KESIMPULAN
Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa
 proses pencernaan makanan pada manusia dibagi menjadi dua yaitu proses secara
mekanik dan kimiawi

214

 alat pencernakan makanan dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan.

J. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, dkk (2019). Praktikum IPA di SD . Modul 1 .Tangerang: UT
Saktiyono (2004). IPA BIOLOGI 2, Esis
Sulistyanto, Heri. Edy Wiyono. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 5 SD/MI. Buku Sekolah
Elektronik (BSE). Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

K. KESULITAN YANG DIALAMI
Dalam melakukan percobaan ini kami tidak mengalami kesulitan

L. FOTO PRAKTIKUM

Persiapan Alat dan Bahan

215

Pengamatan Sistem Pencernaan Manusia

TUTOR SURAKARTA,21 Oktober 2020
PRAKTIKAN
SITI LATIFAH, M.Pd
NIP. 197211051998022001 MUHAMMAD EFENDI
NIM. 857807197

216

LAPORAN PRAKTIKUM IPA SD
MODUL 5: KALOR, PERUBAHAN WUJUD ZAT

DAN PERPINDAHANNYA PADA SUATU ZAT
(MANDIRI)

NAMA DISUSUN OLEH:
NIM : MUHAMMAD EFENDI
KELAS : 857807197
: 1 B PGSD SI (BI) Kelas B

UPBJJ SURAKARTA
2020

217

KEGIATAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN 1: KONDUKSI

I. JUDUL PERCOBAAN
“Konduksi”
Sepotong besi dipanaskan pada salah satu ujungnya, dan ujung yang lainnya kita pegang.
Tidak lama kemudian tangan akan merasakan panas. Hal ini disebabkan kalor atau panas
dari api berpindah dari ujung besi yang dipanasi ke ujung besi yang dipegang. Pada
perpindahan kalor ini tidak ada bagian besi yang ikut berpindah.

II. TUJUAN
1. Membuktikan bahwa kalor/panas dapat berpindah melalui cara konduksi.
2. Mengetahui beberapa bahan sebagai konduktor panas yang baik.

III. ALAT DAN BAHAN 1 buah.
1. Tripot 1 buah.
2. Bunsen/lampu spiritus 1 buah.
3. Cakram konduksi secukupnya
4. Lilin warna/malam

IV. LANDASAN TEORI
Konduksi panas atau konduksi termal adalah penjalaran kalor tanpa disertai perpindahan
bagian-bagian zat perantaranya. Penjalaran ini biasanya terjadi pada benda padat. Konduksi
terjadi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Benda suhunya tinggi
akan melepaskan kalor, sedangkan zat yang suhunya rendah akan menerima kalor, hingga
tercapai kesetimbangan termal.

218

Konduksi merupakan suatu perpindahan panas yang melalui zat padat yang tidak ikut
mengalami perpindahan. Dalam arti, perpindahan Panas (kalor) pada suatu zat itu tidak
disertai dengan adanya perpindahan pada partikel-partikelnya.
Benda yang terbuat dari logam akan terasa panas, hangat jika benda tersebut dipanaskan,
contohnya:

1. Knalpot motor yang menjadi panas pada saat mesin motor dihidupkan.
2. Mentega yang dipanaskan pada wajan yang menjadi meleleh disebabkan karena panas.
3. Tutup panci terasa panas saat panci digunakan untuk memasak
4. Air akan mendidih pada saat dipanaskan dengan menggunakan panci logam dan

sejenisnya
5. Memasak air dengan menggunakan panci logam. Panas panci yang berasal dari kompor

yang digunakan saat memasak.
6. Membuat kopi atau lain sebagainya minuman panas
7. Membakar besi, logam, dan juga sejenisnya
8. Saat menyetrika baju, panas yang berasal dari setrika berpindah ke baju karena

digosokkan dengan secara langsung sehingga baju tersebut menjadi hangat.
9. Pada saat memegang gelas yang panas, maka telapak tangan kita juga akan menerima

panas dari gelas tersebut.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mengambil empat bagian lilin /malam dan meletakkan masing-masing di ujung logam
pada cakram konduksi.
2. Meletakkan cakram konduksi di atas tripot.
3. Memanaskan cakram konduksi tepat di antara sambungan keempat logam.
4. Memperhatikan susunan alat dan bahan pada Gambar 5.9

219

VI. HASIL PENGAMATAN

Tabel 5.3
Pengamatan terhadap lilin

No Jenis bahan Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair
pertama kedua ketiga keempat
1 Besi V
2 Tembaga V
3 Aluminium
V

VII. PERTANYAAN
1. Sebutkan diantara keempat bahan konduktor tersebut yang paling baik menghantar
panas? Beri alasan dengan singkat dan jelas!
Yang paling baik menghantarkan panas adalah tembaga, sebab tembaga yang paling
cepat melelehkan lilin tersebut, dan sifat tembaga yang mudah terurai bila dipanaskan.
Jawab : Dari ketiga bahan logam (konduktor) yang paling baik menghantarkan panas
adalah tembaga, sebab tembaga yang paling cepat melelehkan lilin tersebut, dan sifat
tembaga yang mudah terurai bila dipanaskan.
2. Mana yang paling baik sebagai konduktor antara tembaga dan kayu? Beri alasan
dengan singkat dan jelas!
Yang paling baik sebagai konduktor adalah tembaga, sebab tembaga lebih cepat terurai
bila dipanaskan sehingga lebih cepat pula menghantarkan panas, sedangkan kayu
sangat lambat terurainya dan lebih bersifat isolator daripada konduktor.
Jawab: Antara tembaga dan kayu yang paling baik sebagai konduktor adalah tembaga,
sebab tembaga lebih cepat terurai bila dipanaskan sehingga lebih cepat pula
menghantarkanpanas, sedangkan kayu sangat lambat terurainya dan lebih bersifat
isolator daripada konduktor.
3. Mengapa logam-logam tersebut diatas dapat menghantar panas? Beri penjelasan yang
singkat,padat dan jelas!

220

Logam-logam dalam percobaan ini dapat menghantarkan panas karena sifatnya yang
mudah terurai bila terkena panas dan menyerap panas yang mengenainya, sehingga
logam lebih mudah menghantarkan kalor/panas.
Jawab : Logam-logam dalam percobaan ini dapat menghantarkan panas karena
sifatnya yang mudah terurai bila terkena panas dan menyerap panas yang mengenainya,
sehingga logam lebih mudah menghantarkan kalor/panas.

VIII. PEMBAHASAN
Kawat alumunium, besi, dan tembaga menerima jumlah kalor yang sama dari api

lilin tetapi daya hantar kalor ketiganya berbeda. Pemanasan pada ujung zat menyebabkan
partikel-partikel pada ujung itu bergetar lebih cepat dan suhunya naik, atau energi
kinetiknya bertambah. Partike-partikel yang energi kinetiknya lebih besar ini memberikan
sebagian energi kinetic kepada partikel tetangganya melalui tumbukan sehingga partikel-
partikel ini memiliki energi kinetic lebih besar. Demikian pemberian energi kinetik ke
tetangganya terus sampai mencapai ujung yang dingin (tidak dipanasi). Proses perpindahan
kalor seperti ini berlangsung lambat karena untuk memindahkan lebih banyak kalor
dibutuhkan beda suhu yang tinggi di antara kedua ujung. Dalam logam, kalor dipindahkan
melalui elektron- elektron bebas yang terdapat dalam struktur atom logam. Di tempat yang
dipanaskan, energi elektron-elektron bertambah besar. Oleh karena elektron bebas mudah
berpindah, pertambahan energi ini dengan cepat dapat diberikan ke elektron-elektron lain
yang letaknya berjauhan melalui tumbukan. Dengan cara ini kalor berpindah lebih cepat.
Semua kawat yang dipakai dalam praktikum ini memindahkan kalor dengan cara ini.

IX. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan, teryata tembaga lebih cepat menghantarkan panas, sehingga

lilin cepat meleleh. Disusul kemudian kuningan, aluminium dan terakhir besi. Lilin mudah
meleleh karena terkena panas yang dihantarkan oleh logam – logam tersebut. Peristiwa ini
disebut konduksi yaitu perpindahan panas melalui zat perantara (konduktor).

221

X. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019).Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT. Gramedia.
https://pendidikan.co.id/perpindahan-kalor/ Diakses pada tanggal 17 November 2020.

XI. KENDALA
Tidak ada kendala yang berarti dalam percobaan konduksi.

XII. LAMPIRAN
Dokumentasi Pecobaan Konduksi

Tahap
Awal

Menyiapkan Alat dan bahan

222

Tahap
Kegiatan

223

Tahap
Akhir

Mencatat hasil pengamatan

224

KEGIATAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN 2: KONVEKSI

I. JUDUL PERCOBAAN
“Konveksi”
Kalor atau panas dapat berpindah melalui suatu zat yang disertai perpindahan partikel zat
tersebut. Perpindahan kalor atau panas yang demikian ini dinamakan konveksi. Konveksi ini
terjadi karena pemanasan yang mengakibatkan perbedaan massa jenis antara bagian zat
yang panas dan bagian zat yang dingin.

II. TUJUAN
1. Menguji bahwa udara dapat mengalirkan panas.
2. Menguji peristiwa aliran panas dalam zat cair.

III. ALAT DAN BAHAN 1 buah.
1. Kotak konveksi 2 buah.
2. Lilin 2 lembar.
3. Kertas karton

IV. LANDASAN TEORI
Konveksi adalah Kalor atau panas dapt berpindah melalui suatu zat yang disertai
perpindahan partikel tersebut .
Konveksi terjadi karena pemanasan yang mengakibatkan perbedaan massa jenis antara
bagian zat yang panas dan bagian zat yang dingin.
Konveksi merupakan suatu perpindahan panas dengan melalui aliran yang zat perantaranya
itu ikut juga berpindah. Pada saat partikel itu berpindah dan juga mengakibatkan kalor
merambat, terjadilah suatu konveksi. Konveksi tersebut terjadi pada zat cair dan juga gas
(udara/angin).
10 Contoh Konveksi :

225

1. Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan.
2. Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan.
3. Terjadinya angin darat dan angin laut.
4. Gerakan balon udara.
5. Asap cerobong pabrik yang membumbung tinggi.
6. Ketika kita merebus kacang hijau pada saat airnya sudah memdidih maka ada pergerakan

naik turun dari kacang hijau.
7. Pada saat kita merebus air maka akan ada pergerakan air yang panas naik dan juga yang

dingin turun.
8. Terjadinya angin darat serta jugaangin laut, karena adanya suatu perbedaan pada suhu di

daratan danjuga tentu di lautan.
9. Saat memanaskan air, air akan terlihat seperti diaduk. Itu disebabkan karena, air yang

paling bawah akan pertama kali lebih dulu panas dan juga menjadi akan menjadi lebih
ringan sehingga saat berpindah ke atas.
10. Proses mencairnya es batu yang dimasukkan ke dalam air panas. Panas pada air tersebut
berpindah secara bersamaan dengan mengalirnya air panas itu ke es batu.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyiapkan sebuah kotak karton persegi panjang dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 6
cm, tinggi 15 cm.
2. Membuat cerobong dari karton dengan diameter 3 cm 2 buah.
3. Mengusahakan salah satu sisi kotak dibuat dari kaca atau plastik teba
4. Memperhatikan bentuk kotak konduksi di bawah ini.
5. Membuat asap dari kertas atau kayu yang dibakar kemudian dimatikan sehingga ke luar
asap.
6. Mendekatkan asap tersebut pada lubang tabung 1.

VI. HASIL PENGAMATAN
1. Saat lilin belum dinyalakan yang terjadi adalah asap masuk ke kotak konveksi tetapi
tidak mengalir ke cerobomg 2, bahkan memgalir balik keluar lewat cerobong

226

2. Saat lilin dinyalakan maka asap keluar mengalir melalui cerobong 2. Hal ini terjadi
karena nyala lilin menyebbkan suhu didalam kotak konveksi panas sehingga tekanan
udara meningkat yang mendorong asap mengalir melalui cerobong 2.

VII. PERTANYAAN
1. Peristiwa apa yang terjadi pada cerobong pabrik dan cerobong pada tungku? Beri
penjelasan secara singkat serta gambarkan proses alur aliran asap kertas!
2. Apa fungsi lilin pada kotak konduksi?

VIII. PEMBAHASAN
1. Pada cerobong pabrik dan cerobong tungku, terjadi peristiwa konveksi karena proses
pembakaran yang terjadi didalam ruangan menyebabkan udara bertekanan tinggi
sehingga mendorong asap keluar melalui cerobong. Hal ini prosesnya sama seperti
percobaan yang yang telah dilakukan yakni ketika asap dimasukkan melalui cerobong 1,
kemudian suhu dalam kotak konveksi menjadi panas karena nyala lilin sehingga
udaranya bertekanan tinggi, maka akan mendorong /mengalirkan asap keluar melalui
cerobong 2.
2. Fungsi lilin dalam kotak konveksi adalah sebagai sumber kalor/panas yang berguna
untuk meningkatkan suhu udara sehingga udara nenjadi bertekanan tinggi yang mampu
mendorong keluar udara yang bertekanan rendah.

IX. KESIMPULAN
Konveksi adalah perpindahan panas tanpa melalui zat perantara namun hanya karena
perbedaan massa jenis antara zat yang panas dan zat yang dingin yang diikuti perpindahan
molekul/partikel zat tersebut.

X. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019).Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT. Gramedia
https://pendidikan.co.id/perpindahan-kalor/ Diakses pada tanggal 17 November 2020.

227

XI. KENDALA
Tidak ada kendala yang berarti dalam percobaan konveksi.

XII. LAMPIRAN

Dokumentasi Percobaan Konveksi

Tahap
Awal

Tahap
Kegiatan

228

Tahap
Akhir

229

KEGIATAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN 3: KONVEKSI DALAM AIR

I. JUDUL PERCOBAAN
“Konveksi dalam air”
Peristiwa konveksi dapat juga ditunjukan pada kegiatan arus konveksi dalam air. Pemanasan
air dalam bejana yang telah dicampur dengan serbuk gergaji akan menunjukan bagaimana
pergerakan konveksi dalam air terjadi.

II. TUJUAN
Membuktikan bahwa konveksi dapat terjadi didalam zat cair ( air )

III. ALAT DAN BAHAN

1. Bejana kaca 1 buah

2. Serbuk Gergaji secukupnya

3. Tripot 1 buah

4. Busen/Lampu Spiritus1 buah

5. Kasa 1 buah

IV. LANDASAN TEORI
Konveksi adalah proses berpindahnya kalor akibat adanya perpindahan molekul-molekul
suatu benda. Biasanya kalor berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi menuju tempat yang
bersuhu rendah.
Konveksi terjadi karena pemanasan yang mengakibatkan perbedaan massa jenis antara
bagian zat yang panas dan bagian zat yang dingin.

230

Konveksi merupakan suatu perpindahan panas dengan melalui aliran yang zat perantaranya
itu ikut juga berpindah. Pada saat partikel itu berpindah dan juga mengakibatkan kalor
merambat, terjadilah suatu konveksi. Konveksi tersebut terjadi pada zat cair dan juga gas
(udara/angin).
10 Contoh Konveksi :

1. Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan.
2. Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan.
3. Terjadinya angin darat dan angin laut.
4. Gerakan balon udara.
5. Asap cerobong pabrik yang membumbung tinggi.
6. Ketika kita merebus kacang hijau pada saat airnya sudah memdidih maka ada pergerakan

naik turun dari kacang hijau.
7. Pada saat kita merebus air maka akan ada pergerakan air yang panas naik dan juga yang

dingin turun.
8. Terjadinya angin darat serta jugaangin laut, karena adanya suatu perbedaan pada suhu di

daratan danjuga tentu di lautan.
9. Saat memanaskan air, air akan terlihat seperti diaduk. Itu disebabkan karena, air yang

paling bawah akan pertama kali lebih dulu panas dan juga menjadi akan menjadi lebih
ringan sehingga saat berpindah ke atas.
10. Proses mencairnya es batu yang dimasukkan ke dalam air panas. Panas pada air tersebut
berpindah secara bersamaan dengan mengalirnya air panas itu ke es batu.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mengisi bejana dengan air sampai hampir penuh.
2. Mencampur sedikit serbuk gergaji ke dalam bejana air dan aduklah sampai merata.
3. Memanaskan bejana dan selanjutnya amati serbuk gergaji yang ada dalam air.
4. Mengamati serbuk – serbuk dalam bejana sebelum dan saat mulai dipanaskan dan
seterusnya. Mencatat perubahan apa saja dan pergergerakan apa saja yang terjadi dalam
bejana.
5. Mencatat hasil pengamatan dan kesimpulan

231

VI. HASIL PENGAMATAN
Bejana kaca diisi air sampai hamper penuh, kemudian dicampur dangan sedikit serbuk
gergaji, diaduk sampai merata. Bejana dipanaskan dan diamati pergerakan serbuk
gergajinya:
1. Saat bejana belum panas serbuk gergaji yang ada didasar ada pula yang berada
dipermukaan air.
2. saat bejana mulai memanas hingga air didalamnya mendidih, serbuk-serbuk gergaji
tersebut bergerak berputar-putar mengitari aliran air, yang semula berada diatas
berputar kebawah, begitupun sebaliknya secara acak.

VII. PERTANYAAN
1. Tak lama setelah bejana dipanasi, apa yang terjadi dengan serbuk-serbuk tersebut?
Jawab:
Tak lama setelah bejana dipanasi dan air menjadi panas maka serbuk-serbuk gergaji
didalamnya akan bergerak naik turun mengikuti aliran air yaitu dari bawah ke atas
berputar terus.

2. Mengapa serbuk pada posisi di atas bergerak turun dan sebaliknya? Beri penjelasan
dengan menggunakan hubungan volume, massa, massa jenis, dan kaitannya dengan
suhu T.
Jawab:
Serbuk gergaji bergerak karena pengaruh perubahan suhu dan massa jenis.Dapat
digunakan hubungan antara volume, massa, massa jenis dan suhu, yaitu:
Φ = hxAx t
t
Keterangan :
h = Koefisien konveksi
t = Perbedaan suhu
Φ = Massa

232

VIII. PEMBAHASAN
1. Yang terjadi serbuk – serbuk gergaji didalamnya akan bergerak naik turun mengikuti
aliran air yaitu dari bawah keatas berputar terus
2. Serbuk gergaji bergerak karena pengaruh perubahan suhu dan massa jenis.Dapat
digunakan hubungan antara volume, massa, massa jenis dan suhu, yaitu:

IX. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan, maka diketahui bahwa setelah air di panasi maka

serbuk yang awalnya di dasar bergerak menuju atas/mengambang. Dan serbuk yang
tadinya ada diatas /mengambang bergerak menuju dasar air. Semua itu dikarenakan adanya
perpindahan kalor dari suhu yang tinggi menuju suhu yang rendah. Sehingga serbuk yang
didasar karena kena panas maka naik menuju air yang lebih dingin.
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada air yang mendidih terjadi peristiwa
konveksi yaitu perpindahan panas karena perbedaan massa jenis antara bagian zat yang
panas bagian zat yang dingin. Hal ini diperlihatkan oleh serbuk gergaji dari bawah keatas
begitupun sebaliknya mengikuti aliran air secara acak.

X. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019).Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT. Gramedia
https://pendidikan.co.id/perpindahan-kalor/ Diakses pada tanggal 17 November 2020.

XI. KENDALA
Tidak ada kendala yang berarti dalam percobaan konveksi dalam air.

233

XII. LAMPIRAN

Dokumentasi Pecobaan Konveksi Dalam Air

Tahap
Awal

Tahap
Kegiatan

234

Tahap
Akhir

235

236

KEGIATAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN 4: RADIASI

I. JUDUL PERCOBAAN
“Radiasi”
Sebagaimana ringkasan teori di atas radiasi panas terjadi sama sekal tidak memerlukan zat
perantara. Radiasi dapat terjadi dalam gas maupua ruang hampa udara. Bila radiasi datang
pada suatu benda, maka benda akan meneruskan, memantulkan, atau menyerap kalor/panas
yang mengenainya.

II. TUJUAN
Membuktikan bahwa pancaran radiasi terjadi tanpa memerlukan perantara dengan
melakukan percobaan termoskop.

III. ALAT DAN BAHAN Jumlah
Alat dan Bahan 2 buah.
1 buah.
1. Bola lampu pijar yang sudah mati 1 buah.
2. Papan triplek ukuran (15 x 30) cm secukupnya.
3. Skala dari penggaris 30 cm atau kertas skala 20-25 cm.
4. Cat warna hitam dan cat putih secukupnya.
5. Selang plastik kecil diameter ± 1/2 cm 1 buah.
6. Zat pewarna merah/biru
7. Statis/dudukan

IV. LANDASAN TEORI
Radiasi panas terjadi sama sekali tidak memerlukan zat perantara. Radiasi dapat terjadi
dalam gas maupun ruang hampa udara. Bila radiasi datang pada suatu benda, maka benda itu
akan meneruskan, memantulkan, atau menyerap kalor atau panas yang mengenainya.

237

Kemampuan benda memancarkan radiasi sebanding dengan kemampuannya untuk
menyerap radiasi, penyerap yang baik juga merupakan pemancar yang baik dan sebaliknya.
Suatu benda pada temperature yang sama dengan lingkungannya harus menyerap dan
memancarkan radiasi dengan laju yang tepat sama. Bilamana suatu benda lebih panas
dibandingkan dengan lingkungannya, benda itu lebih banyak memancarkan radiasi daripada
menyerapnya. Perbedaan ini disebut deteksi. Penyerap sempurna disebut benda hitam dan
merupakan radiator sempurna pula. Permukaan mengkilat memancarkan sedikit radiasi,
namun permukaan ini juga menyerap sedikit radiasi yang jatuh padanya. Permukaan gelap
menyerap hamper semua radiasi yang jatuh padanya.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mencatat dua buah bola lampu dengan warna hitam dan putih. Namun terlebih dulu
lubangi bagian bawah lampu untuk memasukkan sekat plastik.
2. Memasukkan cairan berwarna ke dalam selang plastik sedemikian rupa.
3. Menyusun pada papan triplek untuk membuat sebuah termoskop.
4. Mengamati pergerakan cairan dalam selang plastik ke kanan atau ke kiri
5. Mencatat kesimpulan dan pemabahasan .

VI. HASIL PENGAMATAN
Membuat rangkaian seperti gambar pada modul, lampu berwarna hitam dan putih

dihubungkan dengan selang yang berisi cairan berwarna lalu dilekatkan pada papan
triplek. Setelah ltu rangkaian dipanaskan dibawah terik matahari agar terkena pancaran
/radiasi sinar matahari. Setelah kedua lampu bohlam tersebut disinari atau terkena sinar
matahari atau panas, cairan berwarna mendekat kearah bohlam atau lampu yang
berwarna putih. Cairan tersebut bergerak kearah bohlam berwarna putih karena telah
terjadi perpindahan panas secara radiasi. Bohlam hitam merupakan penyerap kalor atau
panas yang baik sedangkan bohlam putih merupakan penyerap kalor atau panas yang
buruk sehingga kalor atau panas yang datang dari sinar/cahaya matahari dapat diserap
dengan baik oleh bohlam berwarna hitam, hal ini menyebabkan cairan bergerak kearah
bohlam berwarna putih. Terdapat hubungan antara tekanan, volume, dan suhu. Suhu
Bohlam hitam lebih besar dibandingkan suhu bohlam putih (bohlam hitam penyerap
kalor yang baik) sehingga tekanan (P) bohlam hitam lebih besar dibandingkan dengan

238

bohlam putih. Suhu yang tinggi ini menyebabkan tekanan bohlam hitam yang tinggi pula
sehingga mendorong cairan berwarna ke arah bohlam yang berwarna putih.

VII. PERTANYAAN
1. Kemanakah pergesaran cairan biru saat termoskop berada pada terik matahari?
Mengapa demikian! Beri penjelasan secara singkat!
2. Apa yang anda ketahui bola hitam dan putih pada termoskop tersebut?

VIII. PEMBAHASAN
1. Pergeseran cairan merah saat termoskop berada pada terik matahari adalah kearah lampu
putih. Hal ini terjadi karena pada lampu hitam suhu dan tekanan udaranya lebih tinggi
dari pada lampu putih
2. Bola lampu hitam berfungsi sebagai penyerap panas untuk menambah atau meningkatkan
tekanan udara, sedangkan bola lampu putih memantulkan panas sehingga udara
didalamnya tidak mengalami pemuaian. hal ini dibuat sedemikian rupa agar dapat
membuktikan bahwa radiasi menghantarkan panas atau kalor

IX. KESIMPULAN
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan:
 Radiasi adalah perpindahan panas dari sinar matahari ke bumi dengan melewati
gelombang hampa sehingga dapat menghantarkan kalor.
 Telah terjadi pancaran radiasi (perpindahan panas tanpa melalui perantara) pada
termoskop tersebut.
 Benda yang berwarna hitam merupakan penyerap kalor atau panas yang baik dan
benda yang berwarna putih merupakan penyerap kalor yang buruk.

X. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019).Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT. Gramedia
https://pendidikan.co.id/perpindahan-kalor/ Diakses pada tanggal 17 November 2020.

239

XI. KENDALA
Tidak ada kendala yang berarti dalam percobaan radiasi.

XII. LAMPIRAN
Dokumentasi Pecobaan Radiasi

Tahap
Awal

Tahap
Kegiatan

240


Click to View FlipBook Version