The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fendi Siip, 2020-11-21 12:17:57

LKP NEW IPA_MUHAMMAD EFENDI_857807197

LKP NEW IPA_MUHAMMAD EFENDI_857807197

I. KESIMPULAN
Sudut bias tergantung pada laju cahaya dalam dua medium dan sudut pandang.

Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati
bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya.Indeks bias mutlak suatu bahan
adalah perbandingan kecepatan cahaya diruang hampa dengan kecepatan cahaya di bahan
tersebut. Indeks bias relatif merupakan perbandingan indeks bias dua medium berbeda.
Indeks bias relatif medium kedua terhadap medium pertama adalah perbandingan indeks
bias antara medium kedua dengan indeks bias medium pertama.Pembiasan cahaya
menyebabkan kedalaman semu dan pemantulan sempurna

J. DAFTAR PUSTAKA
https://blog.ruangguru.com/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan-
peristiwa-terbentuknya-pelangi. Diakses Kamis, 5 November 2020.
Rumanta, Dr. Maman Praktikum IPA di SD. Universitas Terbuka Banten. 2019

K. KESULITAN YANG DIALAMI
Mencari lokasi yang tidak cukup cahaya untuk melihat hasil pembiasan cahaya dengan
hasil yang lebih maksimal. Karena ruang kelas masih cukup terang sehingga harus
mencari lokasi yang lebih gelap. Karena praktikum dilakukan pada pagi hari.
Saran dan masukan sebaiknya praktikum dilakukan pada malam hari agar mendapatkan
hasil bias cahaya yang lebih maksimal

141

L. FOTO PRAKTIKUM
Foto-foto Hasil Praktikum

Alat dan bahan
jalannya berkas sinar pada balok kaca

Sudut yang dibentuk
142

Membaca huruf dengan lensa cembung
Membaca huruf dengan lensa cekung

143

3. PERCOBAAN DIFRAKSI, INTERFERENSI DAN DISPERSI
A. JUDUL PERCOBAAN
Percobaan Difraksi, Interferensi, dan Dispersi

B. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk menentukan fokus lensa cembung dan cekung serta menjelaskan sifat-sifat cahaya.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Lampu TL
2. Kisi disfraksi.

D. LANDASAN TEORI
Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik dengan spektrum yang terbatas

(spektrum optik atau spektrum tampak), dimana pada spektrum tertentu tersebut
gelombang elektromagnetik dapat terlihat yang kemudian kita sebut sebagai cahaya.
Tidak ada batasan yang eksak mengenai spektrum optik tersebut, akan tetapi mata normal
manusia dapat menerima/merasakan gelombang elektromagnetik dengan panjang
gelombang antara 400 sampai 700 nm (yang kita sebut sebagai cahaya tampak).
https://www.studiobelajar.com/gelombang-cahaya/

Selain cahaya adalah gelombang, cahaya juga dapat dikatakan terdiri dari partikel
yang disebut foton. Arah getar cahaya tegak lurus terhadap arah rambatnya, jadi
gelombang cahaya dikategorikan sebagai gelombang transversal.

144

Gelombang cahaya memiliki empat karakteristik utama, yaitu:
a. Dispersi Cahaya

Dispersi merupakan pembiasan cahaya putih (cahaya polikromatik) menjadi
komponennya yaitu cahaya monokromatik. Dispersi akan terjadi saat cahaya putih
melewati medan pembias.

Kita dapat mengamati sifat cahaya ini dengan menggunakan prisma sebagai
medan pembias. Pada prisma, cahaya yang masuk akan mengalami pembiasa dua
kali, yakni saat masuk ke prisma dan saat keluar ke prisma.

Pelangi merupakan salah satu contoh dispersi cahaya yang dapat kita amati
secara alami. Air hujan membiaskan cahaya matahari sehingga cahaya terdispersi
menjadi berbagai cahaya tampak yang kita sebut sebagai pelangi.
b. Interferensi Cahaya

Interferensi cahaya merupakan penjumlahan superposisi dua gelombang cahaya
atau lebih yang dapat menimbulkan terbentuknya gelombang lain.
c. Difraksi Cahaya

Difraksi merupakan pelenturan cahaya saat cahaya melalui celah sehingga cahaya
akan terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan memiliki sifat
cahaya yang baru.
d. Polarisasi Cahaya

Polarisasi cahaya merupakan berkurangnya intensitas cahaya yang diakibatkan
oleh berkurangnya komponen pada gelombang cahaya. Polarisasi hanya dapat terjadi
pada gelombang transversal. Polarisasi cahaya dapat terjadi akibat pemantulan,
pembiasan, absorpsi dan hamburan.

145

E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyusun lampu TL, penggaris panjang dan kisi.
2. Menyalakan lampu TL, kemudian melakukan pengamatan dengan menggunakan kisi
3000 celah atau d=1/300 cm, jika yang dipilih warna ,ungu, ukurlah jarak warna ungu
yang dilihat di lampu TL, catat orde atau warna ungu ke berapa dari lampu TL yang
anda amati tersebut. Ukur jarak kisi ke lampu TL.

F. HASIL PENGAMATAN

Pelaksanaan Praktikum dengan jarak 25 cm

Pelaksanaan Praktikum d1e4n6gan jarak 50 cm

Pelaksanaan Praktikum dengan jarak 1 m

G. PERTANYAAN-PERTANYAAN
1. Sebutkan warna-warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu TL?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan peristiwa disfraksi, interferensi dan dispersi?
Jawaban pertanyaan :
1. Warna-warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu TL adalah Merah, biru, kuning
dan violet atau ungu.
2. Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan.
Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar, Dispersi adalah
peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya
monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau
pembelokan.Hal ini membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari harmonisasi
berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda panjang gelombang sedangkan
Interferensi adalah interaksi antar gelombang didalam suatu daerah. Interferensi dapat

147

bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua
gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari
kedua gelombang tersebut.

H. PEMBAHASAN
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetikyang kasat mata dengan
panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi
elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat matamaupun yang tidak. Cahaya
adalah paket partikel yang disebut foton.

Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga
disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian
dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya
dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.
Cahaya mempunyai 4 besaran dalam optika klasik:
• Intensitas
• Frekuensi atau panjang gelombang
• Polarisasi
• Fasa
dan sifat optik fisis:
• Interferensi
• Difraksi
• Dispersi
• Polarisasi
Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan.
Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Dispersi adalah peristiwa
penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji,
ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan.

148

Hal ini membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna
dengan berbeda-beda panjang gelombang. Interferensi adalah interaksi antar gelombang
didalam suatu daerah. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak.
Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru
yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut.

I. KESIMPULAN
Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya

halangan. Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Dispersi
adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya
monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan.

Hal ini membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya
warna dengan berbeda-beda panjang gelombang. Interferensi adalah interaksi antar
gelombang didalam suatu daerah.

Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika
beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah
penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Cahaya adalah energi berbentuk gelombang
elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.

Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang
gelombang kasat mata maupun yang tidak. Cahaya adalah paket partikel yang disebut
foton.

J. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.
https://www.studiobelajar.com/gelombang-cahaya/. Gelombang Cahaya. Diakses
Jum’at, 6 November 2020.

149

K. KESULITAN YANG DIALAMI
 Kesulitan dalam mencari alat dan bahan, beberapa kali datang ke berbagai sekolah
untuk meminjam alat dan bahan namun rata-rata SD tidak memiliki alat tersebut.

L. FOTO PRAKTIKUM
Foto-foto Hasil Praktikum

Alat dan bahan

150

Pelaksanaan Praktikum dengan jarak 25 cm

Pelaksanaan Praktikum dengan jarak 50 cm
151

Pelaksanaan Praktikum dengan jarak 1 m
152

LKPI-10 BIMBINGAN
MODUL 7 OPTIK

KP. 2 Lensa Cembung dan Cermin Cekung

153

LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG
A. JUDUL PERCOBAAN

 Lensa Cembung dan Cermin Cekung

B. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan kegiatan dalam percobaan ini diharapkan anda dapat
1) Menentukan jarak titik api (f) lensa cembung
2) Menentukan kekuatan lensa cembung (p)
3) Menentukan jarak titik apai (f) cermin cekung

C. ALAT DAN BAHAN
1. Meja optik lengkap
2. Lensa cembung
3. Cermin cekung
4. Layar
5. Sumber cahaya (lilin atau lampu)

D. LANDASAN TEORI
Lensa adalah medium transparan yang dibatasi oleh dua permukaan bias paling sedikit
satu diantaranya lengkung sehingga terjadi dua kali pembiasan sebelum keluar dari lensa.
Garis hubung antara pusat kelengkungan kedua permukaan disebut sumbu utama.
Bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan benda untuk permukaan
kedua. Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir. Terdapat dua jenis lensa, yaitu
lensa cembung dan lensa cekung. Pada lensa cembung (lensa positif) sinar dapat
mengumpul (konvergen) dan pada lensa cekung (lensa negatif) sinar dapat menyebar atau
konvergen (Sarojo, 2011).
Lensa cembung memiliki tiga sinar istimewa yaitu:

i. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus f.
Perhatikan gambar berikut!

154

Gambar Berkas Sinar Istimewa I
ii. Sinar yang datang melalui titik fokus pasif f akan dibiaskan sejajar dengan sumbu

utama.

Gambar Berkas Sinar Istimewa II
iii. Sinar yang datang melalui titik pusat optik (O) akan diteruskan (tidak dibiaskan)

155

Gambar Berkas Sinar Istimewa III
(Sunaryono, 2010)

Seperti halnya pada lensa cembung, untuk menggambarkan bayangan pada lensa cekung
pun dapat digunakan perjalanan tiga sinar istimewanya.
Tiga sinar istimewa pada lensa cekung adalah sebagai berikut:
a) Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah dari titik fokus

f, perhatikan gambar berikut:

Gambar Berkas Sinar Istimewa I
b) Sinar datang menuju titik fokus pasif f2 akan akan dibiaskan sejajar dengan sumbu

utama.

Gambar Berkas Sinar Istimewa II
c) Sinar datang melalui pusat lensa O akan diteruskan

156

Gambar Berkas Sinar Istimewa III

E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. PERCOBAAN LENSA CEMBUNG
a) Susunlah lensa pada dudukannya dan letakkan di antara layar dan sumber cahaya
b) Nyalakanlah sumber cahaya, kemudian aturlah posisi benda dan layar agar pada
layar terbentuk bayangan yang paling tajam
c) Ukurlah jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)
d) Ulangi percobaan beberapa kali dengan kedudukan benda yang berbeda]

2. PERCOBAAN CERMIN CEKUNG
a) Susunlah alat seperti gambar
b) Nyalakanlah sumber cahaya dan aturlah kedudukan benda dan layar agar pada
layar terbentuk bayangan paling tajam
c) Ukurlah jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)d. Ulangi percobaan beberapa kali
dengan kedudukan benda yang berbeda

F. HASIL PENGAMATAN Jarak bayangan s’ (cm) Keterangan Hasil
1. Lensa Cembung 85 Bayangan
No Jarak Benda s (cm)
Terbalik diperbesar
12

157

24 65 Terbalik diperbesar
35 50 Terbalik diperbesar
48 45 Terbalik diperbesar
5 10 20 Terbalik diperbesar

2. Cermin Cekung Jarak bayangan s’ (cm) Keterangan Hasil Bayangan
No Jarak Benda s
(cm) 11 Terbalik diperbesar
11 10 Terbalik diperbesar
22 9 Terbalik diperbesar
33 8 Terbalik diperbesar
44 7 Terbalik diperbesar
55

G. PERTANYAAN-PERTANYAAN

2. Agar lensa cembung yang memiliki jarak fokus 20 cm dapat membentuk bayangan
nyata pada jarak ½ x jarak bendanya, dimanakah benda harus diletakkan terhadap lensa
cembung tersebut ?

Jawaban pertanyaan :
1. Jarak fokus lensa cembung :

diketahui : s = 45
s’ = 55

ditanyakan f = ...

Jawab =

= ==
f = 24,75 cm = 24 ¾ cm

2. Kekuatan lensa (p)

158

3. Jarak fokus cermin cekung =
diketahui : s = 60
s’ = 170
ditanyakan f = ...

Jawab =

== =
f = 44,35 cm

H. PEMBAHASAN =
Titik fokus dicari dengan rumus
Kekuatan lensa (p) 

I. KESIMPULAN =
Titik fokus dicari dengan rumus
Kekuatan lensa (p) 

J. DAFTAR PUSTAKA
 Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

159

K. KESULITAN YANG DIALAMI
 Kesulitan dalam mencari alat dan bahan, beberapa kali datang ke berbagai sekolah
untuk meminjam alat dan bahan namun rata-rata SD tidak memiliki alat tersebut

L. FOTO PRAKTIKUM

Alat dan bahan

160

Proses dan Hasil Percobaan

TUTOR SURAKARTA,21 Oktober 2020
PRAKTIKAN
SITI LATIFAH, M.Pd
NIP. 197211051998022001 MUHAMMAD EFENDI
NIM. 857807197

161

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM IPA DI SD
MODUL 8 : LISTRIK DAN MAGNET
(TERBIMBING)

NAMA DISUSUN OLEH:
NIM : MUHAMMAD EFENDI
KELAS : 857807197
: 1 B PGSD SI (BI) Kelas B

UNIVERSITAS TERBUKA SURAKARTA
2020

162

LKPI-9 BIMBINGAN
MODUL 8 : LISTRIK DAN MAGNET

KP.1 KELISTRIKAN

163

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
MODUL 8 LISTRIK DAN MAGNET
KP 1. KELISTRIKAN
PERCOBAAN 1 MUATAN LISTRIK

I. JUDUL PERCOBAAN
Muatan Listrik

II. TUJUAN
1) Menunjukkan adanya muatan listrik pada suatu benda, akibat yang timbul dari
sifat muatan.
2) Memperlihatkan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan.

III. ALAT DAN BAHAN
1) Bola pingpong 2 buah.
2) Benang jahit secukupnya.
3) Lembaran wool dan nilon.
4) Tas plastik.
5) Isolasi.
6) Sisir plastik.
7) Potongan kertas yang kecil-kecil.

IV. LANDASAN TEORI
Muatan listrik merupakan sifat ataupun muatan dasar yang dibawa partikel dasar
sehingga menimbulkan partikel dasar tersebut hadapi style tarik menarik serta
tolak menolak. Muatan listrik suatu partikel dasar dapar berjenis positif serta
negatif. Bila 2 barang mempunyai muatan yang sama akan tolak menolak serta
kedua barang akan tarik menarik bila mempunyai muatan yang berbeda jenis.
Butuh dikenal, partikel dasar serta subatomik seperti elektron serta proton
mempunyai muatan listrik. Elektron bermuatan negatif serta proton bermuatan
positif.
Muatan listrik merupakan muatan dasar yang dimiliki sesuatu barang, yang
buatnya menghadapi style pada barang lain yang bersebelahan serta pula

164

mempunyai muatan listrik. Simbol Q kerap digunakan untuk menggambarkan
muatan. Sistem Satuan Internasional (Sang) dari satuan Q merupakan coulomb,
yang ialah 6,24 x 1018 muatan dasar.
Jenis Muatan Listrik
Ada pula jenis muatan listrik antara lain yaitu :

 Muatan Listrik Positif (Proton)
Menurut Benyamin Franklin, Muatan Listrik Positif biasanya bersifat saling tolak
menolak dengan sesuatu barang yang bermuatan, serta dalam perihal ini terjalin
sebab muatan positif itu sejenis sehingga akan beraksi saling tolak menolak.

 Muatan Listrik Negatif( Elektron)
Menurut Benyamin Franklin, Muatan Listrik Negatif pada sesuatu barang bisa
ditentukan bila ada barang yang mempunyai muatan negatif serta saling tolak
menolak dengan plastik yang mempunyai muatan, hingga bisa ditentukan kalau
muatan barang tersebut negatif.
Uraian lebih lengkapnya yaitu :

 Muatan 1 elektron=- 1,6. 10-19 coulomb
 Muatan 1 proton= +1,6. 10-19 coulomb
Muatan listrik sesuatu barang ditetapkan oleh jumlah proton serta elektron yang
dikandung barang tersebut.
 Bila suatu barang kelebihan elektron = kekurangan proton (Σ elektron

Σ Proton), hingga barang tersebut bermuatan negatif
 Bila suatu barang kekurangan elektron = kelebihan proton (Σ

elektron<Σ Proton), hingga barang tersebut bermuatan positif
 Bila jumlah elektron = jumlah proton (Σ proton=Σ elektron) hingga

barang tersebut tidak bermuatan (muatan netral)
Sifat – sifat Muatan Listrik
Benda – benda yang bermuatan listrik, apabila saling didekatkan bisa
menghadapi gaya tarik ataupun gaya tolak.
Gaya tarik terjadi apabila barang yang didekatkan mempunyai muatan listrik
yang berbeda (muatan positif serta negatif).

Gaya tolak terjadi apabila barang yang didekatkan mempunyai muatan listrik
yang sejenis ataupun sama (muatan positif dengan positif ataupun muatan negatif
dengan negatif).

165

Dengan demikian, sifat – sifat barang bermuatan listrik bisa disimpulkan sebagai
berikut :

 Benda – benda yang mempunyai muatan listrik sejenis akan saling tolak
menolak.

 Benda – benda yang mempunyai muatan listrik tidak sejenis akan saling
tarik menarik.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menggantung sebuah bola pingpong pada bagian pinggir meja dengan
menggunakan benang dan isolasi. Gosoklah tas plastik pada baju Anda
beberapa kali, kemudian dekatkan pada bola pingpong. Amatilah apa yang
terjadi!
2. Mengosok sisir pada rambut Anda beberapa kali, kemudian dekatkan pada
potongan-potongan kertas yang terletak di atas meja. Amatilah apa yang
terjadi!
3. Apa yang terjadi apabila percobaan (2) dibiarkan dalam waktu yang cukup
lama. Berikan penjelasan!.
4. Ikatlah kedua bola pingpong dengan benang, kemudian gantungkan ke
bagian pinggir meja (tempelkan dengan isolasi). Dekatkanlah kedua bola
(jangan sampai bersentuhan). Amati apa yang terjadi!
5. Menggosok bola kiri dan kanan dengan kain wool, dekatkan keduanya.
Amati apa yang terjadi!
6. Melengkapi tabel di bawali ini dengan hasil pengamatan Anda. Apakah
hasilnya "tolak-menolak" atau "tarik-menarik".

Bola pingpong kiri Bola pingpong kanan digosok dengan
digosok dengan
wool Plastik nilon
wool
Plastik
nilon

166

VI. HASIL PENGAMATAN

1) Terjadi gaya tarik menarik antara tas plastik dengan bola pingpong.

2) Ada muatan listrik

3) Potongan kertas sudah tidak tertarik oleh sisir, karena gaya listrik pada sisir

sudah habis.

4) Tidak terjadi reaksi sama sekali diantara kedua bola pingpong.

5) Saling menolak karena karena kedua bola pingpong bermuatan listrik sejenis

akibat gosokan dengan kain wool.

6) Tabel hasil pengamatan

Bola pingpong kiri Bola pingpong kanan digosok dengan

digosok dengan wool Plastik nilon

wool Tarik menarik Tarik menarik Tarik menarik

Plastik Tarik menarik Tolak menolak Tarik menarik

nilon Tarik menarik Tarik menarik Tolak menolak

VII. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1) Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak ada interaksi?
Jawab : Kedua bola pingpong tidak ada reaksi karena tidak mengandung
muatan listrik.

2) Apakah bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau
berlawanan?
Jawab: Kedua bola pingpong bermuatan sejenis, sehingga saling menolak.

3) Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A, B, C, dan D. Bila di
diketahui benda A menarik B, B menarik C, sedangkan C menarik D. Bila A
bermuatan negatif, tentukanlah jenis muatan B, C, dan D!
Jawab: Terdapat 4 benda yaitu: A, B, C, dan D.Jika A menarik B, B menarik
C, C menarik D. Diketahui A bermuatan negatif maka:
a) B bermuatan positif
b) C bermuatan negatif
c) D bermuatan positif

167

4) Apa yang dapat Anda simpulkan dari interaksi muatan yang sejenis maupun
muatan yang berlawanan?
Jawab: Interaksi muatan sejenis adalah tolak menolak dan muatan
berlawanan adalah tarik menarik.

VIII. PEMBAHASAN
a) Ketika tas plastik digosokkan pada baju selama beberapa kali kemudian

didekatkan pada bola pingpong, maka terjadi gaya tarik menarik antara tas
plastik dengan bola pingpong.
b) Ketika sisir digosokkan pada rambut selama beberapa kali kemudian
didekatkan pada potongan-potongan kertas, maka beberapa potongan kertas
akan menempel pada permukaan sisir yang digosokkan pada rambut. Hal ini
menunjukkan adanya muatan listrik.
c) Jika sisir dibiarkan dalam waktu yang cukup lama kemudian baru ditempelkan
pada potongan-potongan kertas, maka potongan kertas tidak bisa menempel
pada permukaan sisir karena gaya listrik pada sisir sudah habis.
d) Ketika dua bola pingpong diikatkan pada bagian pinggir meja lalu dua bola
tersebut didekatkan, maka tidak terjadi reaksi sama sekali diantara kedua bola
pingpong.
e) Ketika bola kiri dan bola kanan digosokkan dengan kain wool lalu keduanya
didekatkan, maka keduanya akan saling menolak karena kedua bola pingpong
bermuatan listrik sejenis akibat gosokan dengan kain wool.

IX. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan sebagai berikut :
a) Benda netral memiliki jumlah proton yang sama dengan jumlah elektron,
benda yang netral dapat bermuatan listrik positif atau negatif dengan cara
melepas atau menangkap elektron.
b) Pemberian muataan pada benda dapat dilakukan dengan menggosok suatu
benda dengan benda yang lain.
c) Listrik statis terjadi akibat adanya dua benda yang bermuatan listrik.
d) Muatan listrik yang sejenis akan tolak menolak, sedangkan muatan listrik
yang tidak sejenis akan tarik menarik.

168

X. KENDALA
Tidak ditemukan kendala yang berarti dalam praktikum ini.

XI. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT.
Gramedia.
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/04/muatan-listrik-pengertian-jenis-
sifat-sifat-persamaan-rumus-muatan-dan-contoh-soal.html. Diakses
pada Rabu, 18 November 2020.

XII. LAMPIRAN

Dokumentasi Pecobaan Muatan Listrik

Tahap
Awal

Menyiapkan alat dan bahan percobaan

169

Tahap
Kegiatan

170

171

Tahap
Akhir

172

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
MODUL 8 LISTRIK DAN MAGNET
KP 1. KELISTRIKAN

PERCOBAAN 2 ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK

I. JUDUL PERCOBAAN
Arus dan Tegangan Listrik

II. TUJUAN
1. Menjelaskan aliran arus dalam suatu rangkaian listrik.
2. Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap suatu rangkaian.

III. ALAT DAN BAHAN
1. Baterai 1,5 volt 3 buah.
2. Kabel penjepit secukupnya (merah dan hitam).
3. Bola lampu 2,5 volt - 3,6 volt/0,007A 3 buah.
4. AVO meter 1 buah.
5. Dudukan baterai 3 buah.

IV. LANDASAN TEORI
Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam
rangkaian tiap satuan waktu. Arus listrik disimbolkan dengan huruf "I" dan
satuannya adalah Coulomb/detik atau Ampere (A).
I=Q/t
Selain itu besarnya arus listrik adalah proporsional dengan tegangan yang
diberikan dan juga besarnya tahanan pada penghantar.
I=V/R
V = Tegangan, R = Tahanan/resistansi

173

Tegangan
Tegangan adalah beda potensial antara dua titik rangkaian listrik yang
memberi tekanan ke arus listrik untuk mengalir. Tegangan disimbolkan
dengan "V" dan satuannya adalah Volt.

V=IxR

Hambatan
Elektron-elektron yang mengalir di penghantar cenderung mengalami
gesekan dan perlawanan. Perlawanan ini lah yang disebut dengan
"Resistansi atau Hambatan". Sesuai dengan namanya, hambatan bersifat
menghambat arus listrik (laju elektron yang mengalir) dan efek dari
penghambatan ini bisa menimbulkan energi lain seperti panas, cahaya.
Hambatan disimbolkan dengan huruf "R" dan memiliki satuan "Ohm".

R=V/I

Hukum Ohm
Arus listrik akan mengalir dalam pengahantar jika memenuhi dua syarat
yaitu adanya tegangan dan rangkaiannya tertutup.
Jumlah arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dipengaruhi oleh
besarnya tegangan yang diberikan dan juga besarnya hambatan. Jika
tegangan dinaikkan, maka arus listrik akan meningkat. Namun, jika
hambatannya juga dinaikkan maka arus akan melemah.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
Percobaan 1: Arus Listrik
1. Menyusun 3 buah baterai secara seri! Buatlah gambar rangkaiannya.
2. Menghubungkan kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam pada kutub
(-).
3. Salah satu ujung kabel merah dan hitam yang telah terpasang bola lampu
(dipilih salah satu dari bola lampu 2,5 volt - 5,6 volt). Jika lampu menyala
menandakan adanya aliran anus dari kutub (+) menuju kutub (-). Tetapi
jika belum menyala periksalah sebabnya.
4. Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dapat menggunakan
amperemeter yang dipasang secara seri, catat besarnya. Tetapi jika tidak

174

tersedia AVO meter, nyala lampu sudah cukup membuktikan adanya arus
yang mengalir.
5. Menyusun rangkaian seperti gambar berikut.

Tentukan apakah jenis bahan yang digunakan termasuk konduktor, dengan
cara mengisi hasil pengamatan Anda pada tabel berikut ini.
Berilah tanda cek (v) pada tabel berikut ini

No. Bahan Lampu Koduktor
Menyala Tidak Ya Tidak
1 Kawat besi
2 Kawat tembaga
3 Sendok perak
4 Kayu
5 Karet penghapus
6 Grafit (mata

pensil)
7 Kertas
8 Tas plastik
9 Air keran
10 Air garam

175

Percobaan 2: Tegangan Listrik
1) a. Membuat rangkaian seperti gambar dibawah ini

b. Kemudian membuat rangkaian seperti gambar berikut.

c. Melanjutkan dengan membuat rangkaian seperti gambar berikut.

Setelah saklar S ditutup, apakah nyala lampu (tidak menyala,menyala
redup ,nyala lebih terang,nyala sangat terang). Mengapa demikian?
d. Melakukan hal yang sama pada langkah a,b,c dengan menggunakan 3 buah
baterai yang dirangkai secara seri. Amatilah dan berikan penjelasan!
2) Mengapa percobaan langkah b,c, dan d nyala lampu berbeda?

176

VI. HASIL PENGAMATAN Tabel 8.1 Koduktor
1. Percobaan 1: Arus listrik Lampu Ya Tidak

No. Bahan Menyala Tidak

1 Kawat besi  

2 Kawat tembaga  

3 Sendok perak  

4 Kayu 

5 Karet penghapus  

6 Grafit (mata  
pensil)

7 Kertas 

8 Tas plastik 

9 Air keran  

10 Air garam  

2. Percobaan 2: Muatan listrik
a. Membuat rangkaian listrik

Saklar (s) ditutup, lampu tidak menyala. Karena rangkaian tersebut tidak
ada tegangan listrik

177

b. Membuat rangkaian listrik
Menutup Saklar (s, ternyata lampu menyala agak terang karena muatan
listrik yang mengalir lebih besar.

c. Membuat rangkaian

Setelah menutup saklar ditutup ternyata lampu menyala lebih terang
karena muatan listrik yang mengalir lebih besar lagi. Hal ini karena
disebabkan jumlah baterainya juga lebih banyak
d. Setelah menutup saklar, lampu menyala sangat terang karena jumlah
baterai banyak, sehingga muatan listrik yang mengalir juga besar.

VII. PERTANYAAN
1. Dari hasil penagamatan anda, jelaskan pengertian arus listrik dan tegangan
listrik?
Jawab:
Arus listrik adalah muatan yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial
rendah. Tegangan listrik selalu berbanding lurus antara arus listrik dengan
hambatan listrik.
2. Mengapa pada percobaan 1, baterai disusun secara seri?
Jawab :
Pada percobaan I, baterai disusun seri agar nyala lampu bersinar terang.
3. Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan tegangan listrik?
Jawab :
178

Keterangan:
I = arus listrik (ampere)
V = tegangan listrik (volt)
R = hambatan listrik (ohm)

4. Tentukanlah mana yang lebih tahan lama dengan menggunakan 3 buah
baterai ya ng disusun secara seri atau parallel? Mengapa demikian?
Jawab :
Paralel baterainya lebih tahan lama karena muatan listrik yang mengalir
lebih sedikit sehingga menyebabkan nyala lampu redup.

5. Dari hasil percobaan 1 dan 2, buatlah kesimpulan anda tentang:
a) Arus listrik.
b) Tegangan listrik.
Jawab :
a) Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari
pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit
listrik tiap satuan waktu, arus listrik dapat diukur dalam satuan
Coulomb/detik atau Ampere.

VIII. PEMBAHASAN
a) Saat bahan yang digunakan kawat besi, kawat tembaga, sendok perak, grafit,

air keran, dan air garam, lampu dapat menyala. Hal ini menunjukkan muatan
listrik dapat mengalir melalui bahan-bahan tersebut sehingga bahan tersebut
termasuk bahan konduktor.
b) Saat bahan yang digunakan kayu, karet penghapus, kertas, dan tas plastik,
lampu tidak menyala. Hal ini menunjukkan muatan listrik tidak dapat
mengalir melalui bahan-bahan tersebut sehingga bahan tersebut bukan bahan
konduktor atau biasa disebut bahan isolator.

179

c) Pada rangkaian gambar 1 menunjukkan rangkaian listrik terbuka sehingga
muatan listrik tidak dapat mengalir dan lampu tidak menyala.

d) Pada rangkaian gambar 2, 3, dan 4 menunjukkan rangkaian listrik tertutup
sehingga muatan listrik dapat mengalir dan lampu menyala. Semakin banyak
jumlah baterai yang disusun seri semakin besar tegangan yang dihasilkan
sehingga muatan yang mengalir semakin besar dan nyala lampu semakin
terang.

IX. KESIMPULAN
1. ARUS LISTRIK
Tidak semua bahan dapat dialiri arus listrik (menjadi konduktor), dari
bahan bahan yang telah disediakan maka bahan yang dapat dijadikan
sebagai konduktor adalah : kawat besi, kawat tembaga, sendok perak,
grafit, air kran, dan air garam dan bahan yang tidak dapat dialiri listrik
(isolator) adalah : kayu, karet penghapus, kertas, dan tas plastik.
2. TEGANGAN LISTRIK
Untuk menghasilkan arus harus ada muatan yang mengalir sehingga
lampu dapat menyala pada rangkaian listrik tertutup dan tidak menyala pada
rangkaian listrik terbuka. Semakin besar sumber tegangan maka nyala lampu
akan semakin terang.

X. KENDALA
Tidak ditemukan kendala yang berarti dalam praktikum ini.

XI. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT.
Gramedia.
https://munarohwaroh96.wordpress.com/kegiatan/data-data-ipa/materi-
fisika/pengertian-hambatan-arus-tegangan-dan-bunyi-hukum-ohm/ .
Diakses pada hari senin, 16 November 2020.

180

XII. LAMPIRAN
Dokumentasi Percobaan Arus dan Tegangan Listrik

Tahap
Awal

Alat dan Bahan

Tahap
Kegiatan

181

182

183

Tahap
Akhir

184

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
MODUL 8 LISTRIK DAN MAGNET
KP 1. KELISTRIKAN
PERCOBAAN 3 ENERGI LISTRIK

I. JUDUL
Energi Listrik

II. TUJUAN
1. Menjelaskan aliran arus dalam suatu rangkaian listrik.
2. Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap suatu rangkaian.

III. ALAT DAN BAHAN
1. Baterai 1,5 volt 3 buah.
2. Kabel penjepit secukupnya (merah dan hitam).
3. Bola lampu 2,5 volt - 3,6 volt/0,007A 3 buah.
4. AVO meter 1 buah.
5. Dudukan baterai 3 buah.

IV. LANDASAN TEORI
Pengertian Energi Listrik
Energi atau tenaga adalah kemampuan suatu benda untuk melakukan usaha atau
kerja. Menurut hukum kekekalan energi, energi tidak dapat diciptakan dan tidak
dapat dimusnahkan.
Ini berarti bahwa energi hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk
energi yang lain. Contoh energi listrik berubah ke energi panas, cahaya, gerak,
dan bunyi.
Tentu tidak ada hal yang ideal dari perubahan satu bentuk energi ke bentuk energi
yang lain, hal ini disebabkan dalam satu perubahan tidak hanya satu wujud
perubahan namun diikuti oleh perubahan yang lain, misal saat energi listrik
berubah ke energi cahaya, juga akan diikuti oleh perubahan energi panas.
Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik/energi
yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A) dan tegangan listrik
dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan
185

satuan Watt (W) untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan,
mendinginkan ataupun untuk menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik
untuk menghasilkan bentuk energi yang lain. (Wikipedia)
Maka pengertian energi listrik adalah kemampuan untuk melakukan atau
menghasilkan usaha listrik (kemampuan yang diperlukan untuk memindahkan
muatan dari satu titik ke titik yang lain).
Kalian telah mempelajari bahwa arus listrik terjadi karena aliran elektron di dalam
suatu penghantar. Elektron bergerak dari potensial rendah ke potensia yang tinggi.
Pada saat terjadinya pergerakan elektronelektron, tidak menutup kemungkinan
terjadinya saling bertumbukan. Akibat tumbukan ini bisa menimbulkan energi
panas, bukan?
Hal ini dapat diterangkan jika energi yang dialirkan dari sumber tegangan pada
penghantar diperbesar, maka jumlah elektron yang bergerak makin besar dan
cepat sehingga tumbukan antara elektron yang satu dengan yang lain dalam atom-
atom mempunyai probabilitas yang bertambah besar.
Oleh karena itu, bahan suatu penghantar yang digunakan selain mempunyai sifat
konduktor yang baik juga diperhatikan titik leburnya.
Ingat konduktor yang baik merupakan penghantar panas yang baik pula, sehingga
penghantar tersebut akan menyebarkan panas ke seluruh bagian penghantar secara
merata dan cepat.
Rumus dan Satuan Energi Listrik
Apabila di dalam sebuah rangkaian diberi beda potensial V sehingga mengalirkan
muatan listrik sejumlah Q dan arus listrik sebesar I, maka energi listrik yang
diperlukan,

W = Q V dengan Q = I t

Keterangan :
W = Energi listrik ( Joule)
Q = Muatan listrik ( Coulomb)
V = Beda potensial ( Volt )
W adalah energi listrik dalam satuan joule, di mana 1 joule adalah energi
diperlukan untuk memindahkan satu muatan sebesar 1 coulomb dengan beda
potensial 1 volt. Sehingga 1 joule = coulomb × volt.

186

Sedangkan muatan per satuan waktu adalah kuat arus yang mengalir maka energi
listrik dapat ditulis, Karena I = Q/t maka diperoleh perumusan
W = (I.t).V
W=VIt
Apabila persamaan tersebut dihubungkan dengan hukum Ohm ( V = I.R) maka
diperoleh perumusan

Dari persamaan-persamaan menunjukkan bahwa besarnya energi listrik
tergantung pada muatan, beda potensial, arus listrik, hambatan, dan waktu.
Semakin besar muatan, kuat arus, beda potensial dan waktu, semakin besar pula
energinya. Sedang untuk hambatan, semakin besar hambatan, energi semakin
kecil.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Merangkai alat seperti gambar di bawah ini (3 baterai dirangkai secara seri)
2. Menutup saklar S, kemudian biarkan beberapa saat.
a. Amati apa yang terjadi pada lilitan kawat
b. Setelah ± 2 menit letakkan pentul korek api itu pada lilitan kawat, apa yang
terjadi?
3. Membuka saklar S, letakkan pa a ujung termometer pa a lilitan ka at atat
skala ang itunjukkan termometer ( C)
4. enutup saklar , kemu ian setelah menit men atat skala ang itunjukkan
termometer ( C)
5. Apakah ada kenaikan suhu pada skala termometer setelah saklar ditutup?
Mengapa demikian?

VI. HASIL PENGAMATAN
1. Menutup saklar S, kemudian biarkan beberapa saat.
a. Lilitan menjadi panas.
b. Korek api akan terbakar.
2. Membuka saklar S, letakkan pada ujung termometer pada lilitan kawat.
Catat skala yang ditunjukkan termometer 36oC
187

3. Menutup saklar S, kemudian setelah 2 menit mencatat skala yang
ditunjukkan termometer 74oC

4. Ada kenaikan karena perubahan energi listrik menjadi energi panas.

VII. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1) Perubahan energi apakah yang terjadi jika kita menggunakan setrika
listrik?
Jawab: Perubahan energi yang terjadi saat menggunakan setrika adalah
perubahan energi listrik menjadi energi kalor.
2) Dua buah batrai masing-masing besarnya 1,5 Volt, 0,5 Ohm dirangkai
secara seri kemudian dihubungkan dengan sebuah lampu yang mempunyai
tahanan 2 Ohm. Hitunglah:
a. Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian
b. Daya listriknya
c. Energi yang digunakan selama 1 menit
Jawab:
Diketahui:
V = 1,5 V + 1,5 V = 3V
R = 0,5 x = 1 Ohm (Ω)
t = 1 menit = 60 detik
Ditanya: Kuat arus = … ?
Da a = … ?
Energi = … ?
Jawab:

a) Kuat arus yang mengalir
I = V / (r + R) = 3 / (1+ 2)
I=3/3
I=1A

188

Kuat Arus total = 1 A+ 3 A = 4 A
b) Daya listrik

c) Energi selama satu menit

W = 180 Joule

3) Kesimpulan apa yang dapat diambil tentang percobaan energi lisrtik?
Jawab : Energi listrik dapat diubah menjadi energi yang lain, misalnya
energi kalor.

VIII. PEMBAHASAN
a) Energi listrik adalah energi yang berasal dari muatan listrik yang

menyebabkan medan listrik statis atau gerakan elektron dalam konduktor.
b) Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain.

IX. KESIMPULAN
Energi listrik dapat diubah menjadi panas. Hal tersebut ditunjukkan oleh
perbedaan suhu ketika saklar dibuka dan di tutup. Ketika saklar ditutup
terdapat peningkatan suhu dari 36oC menjadi 74oC hal tersebut terbukti
dengan terbakarnya korek api ketika saklar ditutup.

X. KENDALA
Tidak ditemukan kendala yang berarti dalam praktikum ini.

189

XI. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman dkk. (2019). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: PT.
Gramedia.
https://www.berpendidikan.com/2015/10/pengertian-dan-rumus-energi-listrik-
beserta-satuannya.html. Diakses pada hari Selasa, 17 November 2020.

XII. LAMPIRAN

Dokumentasi Percobaan Energi Listrik

190


Click to View FlipBook Version