J Kejak aki
Mimpi
Sebuah Antologi Puisi
Penulis:
Guru & Karyawan SMAN 2 Wonogiri
Jejak Kaki Mimpi | i
Kata Pengantar
Alhamdulillah, atas segala rahmat Allah SWT, Buku
kumpulan puisi yang berjudul Jejak Kaki Mimpi ini
selesai disusun. Kami, Tim Literasi SMAN 2 Wonogiri
sangat bersyukur dengan dukungan dari semua pihak
dalam proses penyusunan buku ini.
Bagaikan sebuah masterpiece, 75 Puisi dalam buku antologi
ini merupakan karya istimewa para guru dan karyawan
SMAN 2 Wonogiri. Kami sebut istimewa karena kebanyakan
dari mereka bukanlah penulis puisi, bahkan beberapa
menganggap, ini merupakan pengalaman pertamanya.
Kegiatan ini muncul untuk menumbuhkan kegiatan literasi
di kalangan guru dan karyawan dalam rangka
memperingati Hari Pendidikan 2021.
Harapan kami adalah semoga buku antologi puisi ini akan
lebih menyemangati seluruh siswa SMAN 2 Wonogiri untuk
mengembangkan kemampuan literasi mereka. Sekolah
kami selalu berkomitmen untuk mendukung Gerakan
Literasi Sekolah yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.
Akhir kata, kritik dan saran yang membangun kami
nantikan untuk membuat kami lebih maju. Kami percaya
Literasi yang kuat akan membuat negara ini jadi lebih
gemilang. Salam Literasi.
Wonogiri, 2 Mei 2021
Tim Literasi SMA Negeri 2 Wonogiri
J e j a k K a k i M i m p i | ii
Daftar Isi
Kata Pengantar .................................................. ii
Daftar Isi ....................................................... iiiii
BAGIAN I JEJAK SANG JUARAError! Bookmark not defined.
Balada 402 ....................................................... 2
Elegi Seorang Sahabat .......................................... 3
Indah Pada Waktunya .......................................... 5
Kuncup Muda .................................................... 7
Ki Hajar Dewantara ............................................. 8
Puzzle 36 Jiwa................................................... 9
Kisah 2 Buket Bunga ........................................... 10
Honorku ......................................................... 11
Untukmu yang Bernama Perut ............................... 12
Pergilah, Kami Ingin Bangkit ................................. 13
BAGIAN II SENANDIKA SMANDAGIRI ........................ 14
Jika Pergimu Membuat Luka.................................. 15
Ketika Malam Gelap ........................................... 16
Doa Untuk Pahlawan........................................... 17
Sahur Terindah ................................................. 18
Pensiun .......................................................... 19
Nyanyian Sepasang Petani Tua .............................. 21
Jiwaku ........................................................... 23
Di Suatu Pagi Kala Pandemi .................................. 24
Pesona Negeriku................................................ 26
SMANDAKU ...................................................... 27
Berguru Pada Kartini .......................................... 28
J e j a k K a k i M i m p i | iii
Teman Baruku .................................................. 29
Takdir............................................................ 30
Titipan .........................Error! Bookmark not defined.
Waktu Yang Salah .............................................. 32
Nafsu............................................................. 33
Kejujuran ....................................................... 34
Sejabat .......................................................... 35
Jeda Yang Tak Diharapkan.................................... 36
BAGIAN III ASMARALOKA SAJAK RINDU .................... 37
Rindu Sekolah................................................... 38
Rindu Kampung Halaman ..................................... 40
Puisi Rindu ...................................................... 41
Rinduku Pada Sahabat......................................... 42
Doa Seorang Sahabat .......................................... 43
Ghosting ......................................................... 44
Luruhnya Hati................................................... 45
Terimakasih Kota Istimewa .................................. 46
Aku Rindu ....................................................... 47
Hei Kamu, Bocah Cilikku ..................................... 48
Putri Kecilku .................................................... 49
Mamaakkkk...................................................... 50
Yang Terkasih Ayah ............................................ 51
Salam Rindu Buat Bapak ..................................... 52
Rumah Tua Di Ujung Desa .................................... 53
BAGIAN IV DERSIK DERU DERANA........................... 54
Paradigma Korona Melanda................................... 55
Makhluk Kecil Bernama Covid ............................... 57
Resah Covid 19 ................................................. 58
Pandemi ......................................................... 60
Duka Negeriku .................................................. 61
J e j a k K a k i M i m p i | iv
Bias Korona ..................................................... 62
Penjahat......................................................... 63
Tak Ingin Bersamamu.......................................... 65
Entah … Lah!!!! ................................................ 66
Badai Corona.................................................... 67
Sampai Kapan?.................................................. 68
Kelasku Sunyi ................................................... 69
Sirna ............................................................. 70
Pendidikan Di Depan Pandemi ............................... 71
Guru Paket Data................................................ 73
BAGIAN V BIAS ASA ARUNIKA................................ 75
Jejak Kaki Mimpi ............................................... 76
Usah Hirau Yang Ragukan ..................................... 77
Corona Pergilah ................................................ 78
Selamat Pagi ................................................... 79
Lentera Dunia .................................................. 80
Sang Pengabdi ................................................. 82
Ketika Kau Hadir ............................................... 83
Kini Waktumu, Kartini Muda.................................. 84
Dari Satu Retak Yang Lain .................................... 85
Berbahagialah Kawan! ........................................ 86
Sujud............................................................. 87
Doa Kami ........................................................ 88
Manusia Berguna ............................................... 89
Semburat Pemikiran .......................................... 90
Bertahan......................................................... 91
Kidung Arunika Menanti Sandyakala......................... 93
Tentang Penulis ............................................... 95
Jejak Kaki Mimpi | v
Jejak Sang Juara
Juara 1 Lomba Menulis Puisi
Balada 402
Elegi Seorang Sahabat
Juara 2 Lomba Menulis Puisi
Indah Pada Waktunya
Juara 3 Lomba Menulis Puisi
Kuncup Muda
Juara Favorit :
Puzzle 36 Jiwa
Kisah 2 Buket Bunga
Honorku
Ki Hajar Dewantara
Untukmu yang Bernama Perut
Pergilah, Kami Ingin Bangkit
Jejak Kaki Mimpi | 1
BALADA 402
Oleh : Untung Sudrajad, SE., M.Pd.
Raungan mesin malam itu terdengar pelan namun parau
Beranjak menyapu belantara samudera nan luas diluar batas
jangkau
Terngiang kecupan dikening ungkapan sayang dan cinta
Terbersit rasa bahagia untuk mengawali tugas negara
Terngiang kecupan sayang dikening anak tercinta
Terbersit rasa rindu dengan cengkeraman tangan mungil
Padamnya lampu buyarkan lamunan yang menari indah
Rasa khawatir mulai menyelimuti benak para awak
Dinding kokoh itu terkoyak oleh hantaman godam
402 pecah diremas tekanan dalamnya laut
Situasi yang kamu hadapi benar-benar teramat sulit
Pengap, panas mulai menyergap ruang gelap nan sempit
Dada terasa sesak tersedak air laut yang penuhi paru
Pekat samuderaku pekat kapalku
“Ayah pulang” bibir mungil yang kemarin sore tangannya
mencengkeram manja
Tidak nak, ayah tidak pulang, ayah sudah menjadi penjaga
abadi laut raya.
Pngtree.com
Jejak Kaki Mimpi | 2
ELEGI SEORANG SAHABAT
Oleh : Untung Sudrajad, SE., M.Pd.
Semerbak harum wangi bunga diranjang
Hiasi hati gundah yang telanjang
Kutabur ramuan dari sang kyai tuk menguatkan sugesti
Kulafalkan jampi-jampi dan doa untuk sang Gusti
Raga ini menjadi rapuh seiring ada yang masuk ke tubuhku
Hati ini menjadi keruh seiring kudengar ada yang menjamah
payudaraku
Rasa sakit yang teramat sangat melekat di dada ini
Rasa itu semakin tak terperi di sekujur tubuhku
Tuhan bisakah engkau selesaikan rasa ini sebab aku tau hal
ini takkan ada arti bagiMu
Agar tak ada lagi keresahan dalam hati
Agar tak ada lagi air mata jatuh tiada henti
Kumohon pergilah dariku, pergilah dari kehidupanku
Ku tak sanggup melawan ganasnya dirimu
Sahabat datang tuk menguatkan hati
Engkau menyuapiku agar ada asupan masuk di tubuh ini
Terimakasih sahabat engkau telah membantu sejenak
melupakan sakit ini
Terimakasih sahabat engkau telah membantu sejenak
menumbuhkan asa ini
Jejak Kaki Mimpi | 3
Rasa itu datang lagi menjerat dan membelit tubuh ini yang
sudah menjadi kurus
Rasanya tak sanggup tuk melawan cengkeramanmu hingga
gelap menyapu kesadaranku
Sekejap ku terbangun
Sekejap ku terpana dan.......
Terimakasih ya Allah ...rasa sakit itu telah sirna...
Terimakasih ya Allah ...rasa berat itu telah tiada...
Langit menghitam meredam harapan semu
Menggugurkan khayalan duniawi
Tubuh ini telah dimandikan
Tubuh ini telah dikafankan
Jiwa ini telah didoakan
Jiwa ini di telah sholatkan
Akankah Kau terima amal, ibadah dan sujudku......
Sudahkah tubuh ini sebelum terbujur kaku bergerak sesuai
kehendakNya
Ya Allah ya Robb ......ampuni dosaku
Jejak Kaki Mimpi | 4
INDAH PADA WAKTUNYA
Oleh : Syarifah, S.Pd.I.
Saat riak riak dunia
Tak seindah mimpi dan harapan
Saat kenyataan yang hadir di depan mata
Tak sejalan dengan angan angan
Saat cinta yang menggelora
Tak bersambut bertepuk sebelah tangan.
Sejuta rasa memasung raga
Sedih tak berdaya
Galau membelenggu jiwa
Kecewa dan terluka.
Bukankah Tuhan telah berjanji
Segala yang terjadi telah diukur olehnya
Takkan melebihi daya pundak kita
Bukankah Tuhan telah menggariskan
Setiap ujian yang menyapa
Menguatkan tumpuan kaki kita
Membersihkan dosa-dosa
Menjawab doa-doa.
Setiap ujian yang menyapa
Menyadarkan bahwa ada Yang Maha Pengasih tempat kita
meminta
Memahamkan bahwa bersyukur meyelesaikan segalanya
Mengajarkan bersabar dan semua akan baik-baik saja.
Jejak Kaki Mimpi | 5
Di saat ujian menyapa
Teruslah berupaya
Melangitkan doa-doa
Yakin dan percaya
Semua akan indah pada waktunya.
(pandemi 2021)
Jejak Kaki Mimpi | 6
KUNCUP MUDA
Oleh : Fuad Setiawan, S.Pd.
Kulihat jendela ruang kelas pagi itu
Tampak Si Kuncup Muda mengeja aksara
Sayu matanya melihat berjubel alinea
Kau tahu, jika sejak awal dunia memang gelap.
Kupandang dinding seksama
Kopyah hitam menutup sebagian rambutnya
Raut wajah kerut penuh goresan, perlambang kerasnya
kehidupan
Kutahu engkaulah Bapak Pendidikan Bangsa
Dua Mei, seremonial sakral kami persembahkan
Makin kulihat jauh ke dalam dirimu,
Makin kuberkobar menegapkan badan
Meneladani engkau menjadi penerang dalam gelap.
Di persimpangan tlah kutemukan
Tempat untuk menggapai angan
Tempat mendarma baktikan diri, menjadi pelita bangsa
“SMA Negeri 2 Wonogiri tercinta”
Hanyalah asa tuk jadi cahya pencerah
Bagi para Kuncup-Kuncup Muda Penerus Bangsa.
Jejak Kaki Mimpi | 7
KI HAJAR DEWANTARA
Oleh : Joko Waluyo, S.Pd., M.Pd.
Ki-ta berada dalam masa yang susah beraktifitas
Ha-rus menaati protokol kesehatan, demi keselamatan kita
bersama
Jar-ak harus dijaga untuk mencegah tertularnya virus
De-ngan semangat bersama hari Kartini dan pendidikan
nasional
Wan-ita dan pria berada dalam derajat yang setara
Ta-nah airku Indonesia, majulah terus
Ra-den Ajeng Kartini telah merintisnya.
(picture : pngtree.com)
Jejak Kaki Mimpi | 8
PUZZLE 36 JIWA
Dibongkar ditata sedemikian rupa
Segala sisi terlahir berbeda
Tiga tahun kita mencari makna
Jatuh bangun melangitkan asa
Apa kabarmu nun jauh di sana?
Dunia kita dalam jaringan maya
Berselancar bebas tanpa kata
Sesekali off karena pulsa tiada
Setahun berjalan tak terperi
Sunyi sepi diri terkunci
Kunanti hadirmu di kehampaan hati
Anak-anak surgaku,
Apapun tingkah polahmu
Doa tulus gurumu terpanjat selalu
(Yayah Nur Rohayati,S.Pd., M.Pd.)
Jejak Kaki Mimpi | 9
KISAH 2 BUKET BUNGA
Oleh : Yayah Nur Rohayati, S.Pd. M.Pd.
Satu buket bunga plastik tiga makna
Mawar merah tertanda hawa
Mawar putih Adam namanya
"Matahari itu engkau ibu," itu katamu
Hadiah terindah di hari guru.
Satu buket bunga segar penuh cinta
Berisi Krisan empat warna
Merah hati, putih, kuning, dan merah muda
Sungguh harmonis bersatu berbhineka
Untukmu "Selamat Hari Pendidikan, Indonesia"
29 April 2021,
Ramadhan hari ke 17,
2 hari menjelang hardiknas.
J e j a k K a k i M i m p i | 10
HONORKU
Oleh : Puji Tri Astuti, S.Pd.
Kamu selalu ku tunggu
Datangmu tak selalu tepat waktu
Setiap malam ku berdoa untukmu
Agar segera hadir direkeningku
Menunggumu membuatku menangis menggugu
Membuat lelah dihatiku.
Honorku
Ketika saatnya tiba kamu menghampiriku
Secepat kilat kamu meninggalkanku
Karena aku ingin ini dan itu.
J e j a k K a k i M i m p i | 11
Teruntuk Dikau Yang Bernama ‘Perut’
Oleh : Pradhitya Ika Siwi, S.Pd.
Wahai perut
Kenapa kau semakin menggendut
Puasa tak buatmu makin menyusut
Tiap berbuka berbagai gorengan tak pernah ketlisut
Es buah, es kolak, es dawet juga tetap bisa masuk diperut
Semua yg tersedia di meja makan tak ada yg tak luput
Kulit perutmu memang semakin kisut
Tapi bagiku kamu masih imut.
Wahai perut
Ada kalanya perut ini ingin segera susut
Biar tak selalu kentut
Dan bisa pakai baju yg kiyut-kiyut.
J e j a k K a k i M i m p i | 12
Pergilah, Kami Ingin Bangkit
Oleh : Pradhitya Ika Siwi, S.Pd.
Setahun sudah pandemi berjalan
Banyak korban yang berjatuhan
Tak sedikit pula merasa hidup kian jadi beban
Tangisan kehilangan tak terelakan
Ketakutan menjadi sebuah ancaman
Yang tersisa hanya sebuah harapan.
Segeralah berlalu wahai kau covid 19 yg menistakan
Biarkan anak sekolah kembali mengenyam pendidikan
Tanpa ada rasa takut dan kecemasan
Duduk dikelas sambil mendengarkan
Lebih mengena ketimbang belajar sambil rebahan
Yang ada perlahan mata kian tertelan.
Segeralah berlalu, kau covid 19 yang kian mematikan
Jangan lagi kau pisahkan mereka yang masih saling
membutuhkan
Jangan lagi kau sulut kami dengan banyaknya perubahan
Perubahan yg membawa kami dalam kehancuran
Meredalah seperti air hujan yg menyegarkan.
Biarkan kami bangkit dari keterpurukan
Menyongsong hari esok yg lebih membahagiakan
Menggapai semua mimpi yg sempat tertinggalkan
Kami ingin segera sekolah dengan aman
Kami ingin bekerja tanpa ada halangan
Dan kami ingin kau segera dibumihanguskan.
J e j a k K a k i M i m p i | 13
Senandika Smandagiri
/se.nan.di.ka/
suara hati, wacana seorang tokoh dalam karya susastra
dengan dirinya sendiri
J e j a k K a k i M i m p i | 14
Jika Pergimu Membuat Luka
Oleh : Sumanto, S.Pd. M.Pd.
Un,
Mengapa kita berpisah lebih cepat
dari mimpi yang telah kita rajut bersama
Dan, ketika ku terjaga
Kau lambaikan tangan dengan mata berkaca
Akankah suatu saat kau kembali
Tanyaku lirih dan kau tak menjawabnya
Pergilah Un,
Jangan lagi tengok ke belakang
Jika pergimu membuat luka
Kuharap hadir bahagia sesudahnya
Un,
Begitu senangnya aku dengan hadirmu
Meski kau harus pergi karena pandemi ada disini
Ku tetap bahagia
Setidaknya kau pernah mengisi waktu
Di hari-hari terindahku.
Selamat jalan Un
Indah bersamamu
Seperti indah namamu
Ujian Nasional.
Slogohimo, 10 April 2020
J e j a k K a k i M i m p i | 15
Ketika Malam Gelap
Oleh : Sumanto, S.Pd. M.Pd.
Bila gelap menghampiri malammu
Ke halaman tataplah langit
Ada bulan dan ribuan bintang
Menerangi hatimu kian benderang.
Ketika malam gelap
Beterbangan kunang-kunang di taman
menggantikan kerlip lampu di hamparan lembah
Yang hilang dari pandangmu.
Bila gelap datang di hidupmu
Kuingin lihat rembulan di sorot matamu.
Slogohimo, 23 April 2021
J e j a k K a k i M i m p i | 16
Doa Untuk Pahlawan
Oleh : Wardoyo, S.Pd. M.Pd.
Sosok itu selalu kuingat
tiap pagi berjalan penuh semangat
memberi bekal ilmu untuk murid muridnya
sabar dan penuh kehangatan.
Sosok itu selalu kuingat
dengan senyum dan kasih sayangnya
dengan ilmu yang kau berikan kami jadi seperti ini
namamu kan terukir sampai nanti.
Teruntuk para guruku,
terpujilah kau pahlawanku
doa dari kami yang selalu memujimu.
J e j a k K a k i M i m p i | 17
Sahur Terindah
Oleh : Wardoyo, S.Pd. M.Pd.
Kuterbangun dalam tidurku
Kubersyukur hpku berdering kencang
selalu mengingatkan untuk cepat bangun dan bersujud
Kuberdoa untuk seluruh keluarga, saudara serta teman.
Aku nyalakan api, rebus air dan memanasi sayur
Persiapan untuk bekal makan sahur
Kutata di meja semua menu yang ada
Kubangunkan keluarga kecilku untuk bersantap sahur
bersama
Kunikmati menu yang ada seraya berdoa dan bersukur
pada Illahi.
Terimakasih ya Alloh masih Kau beri kehidupan indah
pada keluarga kecilku .
J e j a k K a k i M i m p i | 18
Pensiun
Oleh : Drs. Mrih Kuwato, M.Pd.
Pensiun, sebuah predikat bagi yang purnatugas
Tak perlu tangisi masa lalu
Dia telah berlalu bersama zaman
Kini kepastian adalah hari hari indah merdeka,
setidaknya dari ikatan kedinasan.
Nikmatilah apa adanya dengan riang
Bikin aktifitas sesuai dengan hobby dan kemampuan
Jangan sesali apa yang pernah terjadi
Biarlah dia berlalu bersama sejarah kehidupan.
Pensiun bukan berarti habis harapan
Banyak hal yang bisa kita improvisasi
Sesungguhnya disini aktualisasi diri dapat terwujudkan
Yaitu dunia kemandirian bahwa kita memang eksis
setidaknya dalam kesederhanaan masing masing.
Hiasilah hari bahagia kita di sisi keluarga dan sahabat
Jalin silaturahmi untuk jadikan kita percaya diri
Tak usah malu dan gengsi selama masih dalam tatanan
norma yang ada
Setidaknya mulai dari group WA, Facebook
Juga sejumlah komunitas tetangga serta sahabat
Agar mentari tetap tersenyum bahagia
Dan rembulan pun tersipu mesra.
J e j a k K a k i M i m p i | 19
Pensiun adalah masa indah karena luang waktu
Masa penuh jalinan pengertian diantara orang-orang
kesayangan
Mereka yang siap adalah mereka yang mampu merajut
asa guna menghadap Sang pencipta
Semoga kita siap untuk itu semua.
Rendahkanlah hati kita untuk senantiasa menjaga hati
Agar senantiasa luput dari angan ma'shiyat yang
menggoda, apapun bentuknya
Sehingga duniapun tersipu-sipu akan Istiqomah kita.
Berkaryalah sesuai kemampuan yang ada
Gerakkan badan dengan rutin untuk tetap sehat
Tenangkan hati karena kita sudah banyak nikmat dari Nya
Mari syukuri gaji pensiun yang tetap menantikan setiap
bulan
Khusyu' tawadhu' tentu kita utamakan
Muara nya tentu qodar Maha Kuasa yang kita dambakan
agar akhir masa hayat Husnul khatimah...Aamiin.
J e j a k K a k i M i m p i | 20
Nyanyian Sepasang Petani Tua
Oleh : Titin Adiyanti, S.Pd. M.Pd.
Senja itu memapar cahaya jingga
Sepasang kakek dan nenek memasang lembaran rumput
kering di pematang
Lalu berdua duduk merapatkan lengan² rentanya
Tak seperti tubuh mereka yang mulai keriput
Dua pasang mata itu berseri menandakan bahagia
Meski hamparan tanah sawah di hadapannya kerontang
Menunggu curahan air hujan sebagai penyiram padi
harapannya nanti
Raut muka mereka penuh semangat menanamkan mimpi
bahwa esok akan bisa menuai
Nampak butiran keringat menetes di kening kakek tua itu
Sementara nenek melirik sejenak lalu meraih kainnya
untuk menyekanya
Kasihnya utuh tak pernah terbagi Karena lelaki renta itu
tetaplah sandaran hatinya
Adalah satu satunya tempat menaruh duka dan suka
sampai nanti
Sang kakek menikmatinya tanpa bertingkah, seolah acuh
dan tak peduli
Hanya tak terungkap bahwa hatinya terasa sejuk seperti
diayun kasih
J e j a k K a k i M i m p i | 21
Dalam hening serta suara desiran angin sore itu
Mereka berbicara dengan bisikan hati yang tak diucapkan
Sementara hangat cahaya mentari yang makin surut
Menuntun mereka untuk segera bangkit dari hamparan
tanah kering lalu beranjak pulang
Demi saling mendukung,
Sang kakek menggandeng tangan nenek
Sambil bersenandung nafas susul menyusul
Menyanyikan kebahagiaan dalam kemesraan
setapak demi setapak menuju istananya
Seluruh alam di sekeliling bagai ikut berbahagia melihat
tingkah mereka.
Indahnya masa tua......
J e j a k K a k i M i m p i | 22
Jiwaku
Oleh : Dra. Sri Sunari, M.Pd.
Dimana kau berada
Rindu selalu ku damba
Alangkah indahnya bila bersua
Siapa yang tak ingin tahu
Rona merah di wajahmu
Ijinkan aku memelukmu
Sungguh 'ku mengharapkanmu
Untuk bisa melihatmu
Namun apa dayaku
Apabila itu hanya anganku
Rindu selalu menghantuiku
Ingin rasanya ku mendampingimu.
J e j a k K a k i M i m p i | 23
Di Suatu Pagi Kala Pandemi
Oleh : Dra. Bety Setyowati
Sunyi… Sepi…
Sepoi-sepoi desir angin pagi
Menembus kulit di pagi ini
Merdu suara ciptaan Ilahi
Ciptakan melodi sendu menyapa pagiku
Suara berirama ayuan sapu dan deru pemotong rumput
dua lelaki muda itu…
Bisa kurasakan betapa mereka dengan gigih mengabdikan
dirinya di tempat yang megah nan sunyi ini
Agar tempat ini selalu terlihat bersih, indah nan asri
Rutinitas merekalah yang selalu menemani pagiku
Kala aku nikmati taman dan sinar mentari pagi di salah
satu bagian taman nan asri di tempat nan megah ini
Bisa kulihat dan rasakan betapa megah gedung ini
Entah telah berapa lama gedung nan megah ini tak
berpenghuni
Sejak pandemi mendera negeri ini
Saat-saat seperti ini jarang aku nikmati
Bisa rasakan segarnya udara pagi, cerahnya cahaya
mentari, asrinya taman ini
meski aku sudah puluhan tahun mengabdi di sini
J e j a k K a k i M i m p i | 24
Entah sudah berapa hari, bulan, bahkan tahun telah
berganti suasana ini akan terjadi
Ada rasa, asa, bercampur dalam benak nan indah ini
Sedih… prihatin… bahkan muncul rasa jenuh atas
keadaan ini
Namun apapun itu, rasa syukurku muncul di saat pandemi
yang tak mengenakkan ini
Banyak hal dan peristiwa yang mampu membuka mata
dan hatiku yang justru terjadi saat pandemi
Bahwa semua yang terjadi selalu ada hikmah yang sangat
berharga yang diberikan Allah kepada setiap umat-Nya
Terimalah rasa syukurku Ya Allah atas semua anugerah-
Mu, bimbingan-Mu, pertolongan-Mu yang selalu
mengingatkanku agar selalu di jalan-Mu
Agar aku selalu bisa bersyukur akan semua ketetapan-Mu
Engkau maha berkehendak, hanya Engkau yang maha
tahu sampai kapan masa pandemi ini akan berakhir …
Beri kesempatan kepadaku ya Allah untuk kembali
mengapdikan diriku membersamai anak-anak didikku di
tempat nan megah ini seperti kala sebelum pandemi
Wonogiri, 27 April 2021
J e j a k K a k i M i m p i | 25
Pesona Negeriku
Oleh : FM. Wuri Handayani
Matahari pagi cerah berseri
Menerangi indahnya alam ini
Kurasa sejuknya hembusan udara di pagi hari
Disambut dengan kicauan burung bernyanyi
Disana terbentang luas laut dan samudra
Beribu pulau dan beratus juta rakyatnya
Gunung, bukit, lembah dan sungai bercahaya
Semua disinari sang surya
Hamparan keindahan alamku
Sungguh indah negeriku
Sungguh mempesona tanah airku
Begitu besar ciptaanMu
Indonesia,
Negeri yang kaya raya akan adat dan budaya
Beraneka ragam suku dan bahasa
Tetap dalam satu Bhineka Tunggal Ika
Marilah kita jaga negeri kita
Yang subur, makmur dan sentosa
Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa
Jayalah negeriku, Indonesia
J e j a k K a k i M i m p i | 26
SMANDAKU
Oleh : Riyanto, S.Pd.
Smandaku,
Engkaulah Sekolah Favoritku
Dimana aku berjuang Menuntut ilmu
Dari aku belum tahu menjadi tahu.
Tak kala aku datang
Engkau menyambutku dengan penuh rasa sayang
aku dan kawan kawan kukupun merasa senang
Dengan penuh harapan di masa mendatang.
Ketika terdengar suara Bel yg merdu
Bergegaslah aku masuk ke kelasku
Datanglah guru yang nampak berwibawa dan berilmu
Dengan penuh rasa ikhlas menambatkan ilmu padaku.
Ooh...Smandaku
Engkaulah yang selalu memberiku berbagai pengalaman
Semua keluh kesahku, engkau siap membantu
Terima kasih Smandaku yang Jaya dan Luuuar Biasa.
J e j a k K a k i M i m p i | 27
Berguru Pada Kartini
Oleh : Ambar Wahyuningsih, S.Pd.
Sosokmu anggun penuh keberanian
Keberanian melebihi wanita lainnya
Perjuanganmu menjunjung kesetaraan
Membawa terang dalam kegelapan.
Begitu dalam teladanmu bagi hidupku
Senantiasa berjuang meski diragukan orang lain
Tak putus asa aku untuk mendapatkan kehormatan
Agar terang hidupku menuju masa depan.
Engkau panutan pribadiku
Engkau bawa diriku maju untuk lebih baik
Melebihi harapan orangtuaku yang kini telah tiada
Engkau menerangiku dengan cita-citamu
Sebagai pendobrak emansipasi wanita.
J e j a k K a k i M i m p i | 28
Teman Baruku
Oleh : Prihatmoyo, S.Pd.
Aku mempunyai seorang teman
Temanku mempunyai seorang teman
Teman dari temanku mempunyai seorang teman
Ia menghiburku tetapi kadang menyakiti
Ia menjadi tempat curahan hatiku tetapi pernah juga
membuatku muak
Sering berpetuah tetapi tidak jarang membuatku marah
Menangis dan tertawa,di kesunyian maupun kesibukan
Temanku, dimana kamu saat aku tersesat
Dimana kamu saat aku dilanda keraguan
Di saat asaku melayang jauh
jauh terbang hilang ditelan awan
Benarkah aku telah mencandumu, mengikatmu?
Apakah kau mau meracuniku, memperbudak ku?
Yah…kamu hanya ciptaan sekelompok orang
Kamu hanyalah alat , kamu tidak akan menguasaiku
Kamu lah yang harus membantuku walau tidak selalu
Kamu mungkin hanya propaganda bisnis kapitalis seperti
kata beberapa orang.
Teman baruku rupanya semu
kamu hanyalah sebatang android yang berhias
Karena teman sejatiku nyatanya adalah diriku sendiri,
akhlakku, moralku, nalarku
Teman abadiku adalah amalku, rasa kasih, empati, dan
rendah hati pada insani dan Illahi.
J e j a k K a k i M i m p i | 29
Takdir
Oleh : Heny Nurul Fathimah, S.Pd.
Takdir adalah ketentuan Allah
Takdir mempertemukan dengan yang tidak diundang
Takdir memberi yang tidak dirancang
Mengalirkan air mata ketika kehilangan
Akan tetapi takdir juga mempertemukan kita
Dengan arti persahabatan
Menyulam rasa persaudaraan
Menanamkan arti, memberi perhatian
Merangkai kebahagiaan
Keakraban memberi arti
Siapa yang selalu ada
Dan siapa yang sekedar kenal
Mengisi ruang kehidupan
J e j a k K a k i M i m p i | 30
Titipan
Oleh : Tri Winarsih, S.Pd.
Berebut kata dalam ramainya pengakuan
Ini milikku ... bukan.. bukan..
Ini milikmu ... bukan juga...
Ini milik kita !
Benar ini milik kita?
Tolong hentikan ramainya suaramu
Berbisiklah dalam sujud
Kamu akan tau jawabnya.
Sesungguhnya ...
Ini, itu dan semua adalah milikNYA
Tak ada yang bisa kita genggam.
Kelak.. ini, itu, dan semua akan meninggalkan kita atau
kita akan tinggalkan
Ini, itu, dan semua adalah titipanNYA.
J e j a k K a k i M i m p i | 31
Waktu Yang Salah
Oleh : Yoshida Mayawati, S.Pd.
Rasa ini...
Aku tak yakin apa arti rasa ini
Dia datang dan pergi sesuka hati
Tersenyum sendiri
Meratap sendiri
Hati ini bergetar
Kala sesosok itu hadir
Kala sepasang mata tajam itu menatapku
Seakan sekujur tubuhku melayang
Seakan meruntuhkan dinding hatiku
Apakah ini cinta?
Apakah waktu yang harus dipersalahkan?
Apakah rasa ini yang salah?
Telah kucoba melangkah jauh darimu
Melupakan tajamnya tatapan bola matamu
Sayangnya, aku tak pernah bisa
Dalam mimpipun kau hadir
Akal sehat ini seakan hilang
Tapi, nurani ini tak bisa mendua
Kita hanya bisa membagi kisah-kisah itu
Hasrat ini....
Rasa ini....
Cinta ini....
Sungguh aku tidak mengerti
Hadir di waktu yang salah.
J e j a k K a k i M i m p i | 32
Nafsu
Oleh : Yoga Purnama Sari , S.Sn.
Seolah dengan puasa,
kami merasa gagah mengekang nafsu;
Padahal kami akan berpesta pora,
membayar dahaga kala senja.
Kami sering lupa;
makan-minum dan syahwat hanyalah kepuasan raga;
padahal sukma kami berbeda;
ia hidup dengan anasir-anasir mulia.
Tetapi nafsu kami laksana nyawa bagi jiwa;
seolah kami tak akan hidup tanpanya;
padahal,
jiwa yang tenang hanya sadar akan sukma,
yang kekal abadi nan dekat Ilahi.
J e j a k K a k i M i m p i | 33
Kejujuran
Oleh : Anggie Permatasari, S.Pd.
Bila ia sudah ketahuan belangnya
Mana mau, orang percaya kepadanya?
Bila simpati sudah tiada,
Jangan harap cinta tetap ada.
Betapa orang kerap kali mempersulit dirinya,
Dengan tingkah laku, dan polahnya
Padahal hidup ini sederhana
Buatlah orang lain percaya
Dan..
Jagalah kepercayaan.
Niscaya,
hidup akan berpihak pada kita.
J e j a k K a k i M i m p i | 34
Sejabat
Oleh : Setiamulat, S.Pd.
Engkau datang tidak terduga
Kadang menjadi mimpi, kadang menjadi iri
Perancangpun sia-sia menyusun lembaran dedikasi
Hanya goresan imaji yang menggiring para alat,
Yang bisa membuka,
Merobek,
Memecah, atau
Menghancurkan.
Sebaiknya kita diam
Di balik baying gelap
Supaya terlihat tak ada
Menjadi biasa dan bukan apa-apa.
Biarlah garis itu mengalir sesukanya
Menemukan jalannya di saat siap
Karena itu amanah.
J e j a k K a k i M i m p i | 35
Jeda yang Tak Diharapkan
Oleh : Suci Subarni, S.Pd.
Seperti menghela napas karena terpaksa
Seketika dan harus, tanpa dipersilahkan
Merelakan... mengiyakan… harus dan harus
Hati kian resah inginkan semua berakhir
Karena aku juga punya asa...
Lirih bibir berucap jangan terlalu lama
Aku takut ketagihan serta terbiasa
Seperti sore menuju malam,
yang tak berlangsung lama
Aku berharap sesingkat itu saja.
J e j a k K a k i M i m p i | 36
Asmaraloka Sajak Rindu
/as.ma.ra.lo.ka/
tentang dunia (alam) cinta kasih
J e j a k K a k i M i m p i | 37
Rindu Sekolah
Oleh : Drs. Mrih Kuwato, M.Pd.
Setahun sudah sekolah terdampak wabah
Kini, hari-hari biasa di sekolah masa lalu pun terngiang
sangat berharga, setidaknya bagiku
Guru, siswa dan warga sekolah semua
terpaksa harus menjalani PJJ gara gara wabah.
Banyak yang kurindukan
Kangen masa-masa kerja kelompok di kelas
Interaksi siswaku yang riuh menghidupkan diskusi hangat
Masih terbayang, kapan bisa terulang?
Benakku berharap lekas terulang suasana pulih di kelas
kangen juga bunyi musik, gamelan saat jam istirahat,
dinamika kantin, juga perpustakaan.
Riuhnya halaman sekolah yang dinamis
Masih terbayang mereka yang latihan berbaris
Mereka saat upacara bersamaku
Mereka yang aktif kegiatan ekstra
Begitu hangat menghiasi halaman sekolah.
Kini mereka kesepian di rumah
Hanya HP yang menyambungkan PJJ
Sebenarnya terus terang aku pun merindukan mereka, oh
para siswa
J e j a k K a k i M i m p i | 38
Sampai kapan suasana ini berlangsung…
Akupun belum tahu.
Kami semua menunggu,
hingga kembalimu masa masa normal itu.
Masa saat diantara kita bebas bercengkerama
Saat kita giat tunaikan tugas
Rukun, kompak tanpa kendala
Itulah harapanku… yang selalu kurindu.
Sejujurnya,
aku rindu sekolah.
J e j a k K a k i M i m p i | 39
Rindu Kampung Halaman
Oleh : Badriati, S.Pd.
Pekan baru kampung halamanku
Disanalah sanak keluargaku
Dari Solo aku merindukanmu
Ingin rasanya pulang kekampungku
Dikampung halamanku
Banyak kenangan melekat dihatiku
Sampaikan salam rinduku
Pada kampung halamanku
Hatiku tak karuan
Sudah dua lebaran aku tak pulang kampung
Menahan rasa rindu untuk segera pulang
Merindukan suasana kampung
Hajat pulang akhir ramadhan
Terkendala oleh virus corona
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga tahun depan bisa berjumpa
J e j a k K a k i M i m p i | 40
Puisi Rindu
Oleh : Nunung Retno Hidayati, S.Pd.
Ibu…
Di sini aku kembali sepi
Menahan hati tuk kembali
Bersandar dan peluk hangat kasihmu
Ibu…
Dua masa berlalu
Kumandang takbir tanpamu
Corona memisahkan
Tuk alunkan takbir bersama
Ibu…
Waktu yang berjalan membuat rindu
Semakin dalam dan tertumpuk
Biarkan rindu ini jadi bara
Kobarkan harapan dan asa
Rasa rinduku padamu
Tak kan bisa dikalahkan waktu
Ku akan menemuimu
Segera setelah Corona berlalu
J e j a k K a k i M i m p i | 41
Rinduku Pada Sahabat
Oleh : Ida Widjajanti Tyas Wening, S.Pd.
Sahabatku, tanpa kau bercerita
Aku bisa merasakan
Meski aku tidak tahu yang sebenarnya.
Kenapa angganku selalu tertuju padamu
Mengapa pikiranku selalu mengingat akan dirimu
Ada apa denganmu ?
Kupandang gambarmu
Agar aku temukan jawaban dari setiap tanya hatiku
Namun kenapa air mata selalu hadir menemaniku
Di setiap hari-hariku.
Sahabatku, menangislah
Karena dengan tangis itulah yang menenangkanmu
Kepasrahan padanya akan menambah rasa syukurmu
Pertahankan air matamu dalam khusyuk do’a kepadaNya.
Sahabatku
Lihatlah matahari di ufuk telah bersinar
Dengan segala asa dan semangatmu, sambut sinarnya,
sambut hangatnya
Agar aku tetap bisa menikmati senyummu setiap waktu.
J e j a k K a k i M i m p i | 42
Doa Seorang Sahabat
Oleh : Philipus Sujud Turyono, S.Pd.
Kala itu, .... 17 tahun yang lalu
Engkau mengenalku
Mengawali karier bersama
Ada duka ada canda ada pula keegoisan kita
Semua itu hanyalah bumbu persahabatan kita
Demi bahagianya anak istri kita
Sobatku, saudaraku, kini aku rindu akan semua itu
Tatkala engkau banyak cerita di sofa nan empuk
Waktu itu tidakkah kau rasakan empuknya sofa?
Oh panasnya tubuhku, pusingnya kepalaku, keluhmu.
Kini saat ku lihat jadwal WFO mu
Aku penuh tanya,
Kemanakah dirimu ?
Ada urusan apakah dirimu?
Hatiku mulai gundah
Saat dengar berita tentang dirimu
Sobatku saudaraku ,
Mari, kita pasrahkan kepada Nya
Yakinlah bahwa kamu sanggup menghadapi semua itu
Percayalah bahwa DIA selalu ada diantara kita
Yakinlah bahwa kami semua ada disampingmu
Sepebuh hati memanjatkan doa untukmu
Cepatlah bersama lagi , tuk lanjutkan cita-cita kita.
J e j a k K a k i M i m p i | 43
Ghosting
Oleh : Maryati, S.Pd.
Kenapa kau harus ghosting ?
Tau nggak sich,
I miss you a lot.
Aku merindukan semua hal tentang mu
Candamu…
senyummu…
perhatianmu…
Semuanya pokoke !
Jangan ghosting dong… please.
J e j a k K a k i M i m p i | 44