The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Studi Kitab Kitab Tafsir Modern Kontemporer.pdf

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Asmuni Asmuni, 2023-06-21 03:36:54

Studi Kitab Kitab Tafsir Modern Kontemporer.pdf

Studi Kitab Kitab Tafsir Modern Kontemporer.pdf

141 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r makna dan pesan yang terkandung dalam setiap ayat Al-Quran yang dia bahas.139 Struktur Tafsir Al-Munir didesain dengan baik, memudahkan pembaca dalam mengakses dan memahami penafsiran ayat-ayat Al-Quran. Biasanya, setiap surah Al-Quran diberikan perhatian khusus dalam tafsir ini. Setiap surah dimulai dengan penjelasan umum mengenai latar belakang dan konteks sejarah yang relevan dengan surah tersebut. Dalam setiap ayat yang dibahas, Zuhaili menggunakan pendekatan tafsir ayat demi ayat. Artinya, setiap ayat Al-Quran dianalisis dan ditafsirkan secara terpisah untuk memahami pesan dan maknanya. Penjelasan ini sering kali mencakup aspek linguistik, semantik, dan gramatikal dari ayat tersebut. Zuhaili juga mengacu pada sumber-sumber asli Islam seperti hadis, pendapat para sahabat Nabi, dan interpretasi para ulama terdahulu untuk memberikan konteks yang lebih lengkap. Selain itu, Tafsir Al-Munir juga memberikan perhatian pada hubungan dan keterkaitan antara ayat-ayat Al-Quran. Zuhaili membahas tema dan topik tertentu yang muncul dalam beberapa ayat yang saling berkaitan. Hal ini memungkinkan pembaca untuk memahami hubungan dan kesinambungan antara ayat-ayat AlQuran, sehingga memperdalam pemahaman mereka tentang pesan yang ingin disampaikan dalam konteks yang lebih luas. Struktur Tafsir Al-Munir juga mencakup komentar dan penjelasan terkait dengan konsep teologis dan hukum Islam yang muncul dalam Al-Quran. Zuhaili memberikan analisis yang komprehensif dan terperinci tentang berbagai konsep seperti tauhid (keyakinan kepada Allah), ibadah, hukum-hukum syariah, dan etika Islam. Hal ini membantu pembaca untuk memperoleh 139 Wahyu Eka Setiawan, and M. Ag Saifudin. "Konsep Hak Asasi Manusia Telaah Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili." PhD diss., Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2022.


142 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ruang lingkup dan struktur yang lengkap, Tafsir Al-Munir memberikan panduan yang komprehensif bagi pembaca dalam memahami dan menggali makna Al-Quran secara mendalam. Struktur yang teratur dan penjelasan yang rinci membuat tafsir ini menjadi sumber yang berharga bagi mereka yang ingin memperdalam pemahaman tentang Al-Quran dan ajaran Islam c) Kualitas dan Penerimaan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili diakui secara luas sebagai salah satu tafsir Al-Quran yang memiliki kualitas tinggi.140 Berikut adalah beberapa faktor yang menjadikan Al-Munir sangat dihargai dan diterima dengan baik oleh umat Muslim: 1. Keilmuan yang Mendalam: Wahbah Zuhaili adalah seorang cendekiawan Islam yang terkenal dengan pemahaman dan keahliannya dalam bidang hukum Islam (fiqh) dan tafsir AlQuran. Dalam Al-Munir, ia menggabungkan keilmuannya yang mendalam dengan pendekatan yang ilmiah dan akademis. Hal ini membuat tafsir ini memiliki kualitas tinggi dan dianggap sebagai salah satu karya penting dalam studi Al-Quran. 2. Metodologi yang Komprehensif: Al-Munir menggunakan pendekatan tafsir ayat demi ayat, memungkinkan pembaca untuk mendapatkan pemahaman yang rinci tentang setiap ayat Al-Quran. Zuhaili juga mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, termasuk linguistik, sejarah, dan ilmu syariah, untuk memberikan interpretasi yang komprehensif. Metodologi yang 140 Nadirsyah Hosen. Tafsir Al-Quran di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (REPUBLISH). Bentang Pustaka, 2019.


143 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r cermat dan terstruktur ini memberikan nilai tambah dalam memahami teks suci Al-Quran. 3. Konteks Sosial dan Kontemporer: Tafsir Al-Munir mengakui pentingnya memahami ayat-ayat Al-Quran dalam konteks sosial dan kontemporer. Zuhaili membahas isu-isu yang relevan dengan zaman modern, memberikan solusi dan panduan Islam yang relevan dalam menghadapi tantangan dan persoalan masa kini. Hal ini menjadikan Al-Munir relevan dan bermanfaat bagi umat Muslim yang hidup di era ini. 4. Pemahaman yang Komprehensif: Al-Munir memberikan penjelasan yang komprehensif tentang berbagai konsep teologis dan hukum Islam yang muncul dalam Al-Quran. Zuhaili menggabungkan berbagai perspektif ulama terdahulu dan menghadirkannya dalam sebuah tafsir yang lengkap. Pemahaman yang komprehensif ini memungkinkan pembaca untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang ajaran Islam. Penerimaan terhadap Al-Munir juga sangat positif. Banyak ulama, sarjana, dan umat Muslim yang menghargai kualitas dan kontribusi Al-Munir dalam memperkaya pemahaman Al-Quran. Karya ini telah menjadi rujukan utama bagi mereka yang ingin memperdalam pemahaman agama dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penerimaan yang luas ini merupakan bukti pengakuan akan kualitas dan nilai yang terkandung dalam Tafsir Al-Munir.


144 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r D. Karakteristuk, Metode, Corak dan Sistematika a) Karakteristik Karakteristik Tafsir Al-Munir yang ditulis oleh Wahbah Zuhaili mencakup beberapa aspek penting. Berikut adalah beberapa karakteristik yang dapat ditemukan dalam tafsir ini:141 1. Keilmuan yang Kokoh: Tafsir Al-Munir ditulis dengan landasan keilmuan yang kuat. Wahbah Zuhaili adalah seorang cendekiawan yang memiliki latar belakang pendidikan yang luas dalam bidang ilmu tafsir, hukum Islam, dan ilmu-ilmu terkait. Karya ini didasarkan pada penelitian mendalam terhadap sumber-sumber primer, seperti Al-Quran itu sendiri, hadis, dan tafsir klasik, serta pendekatan metodologis yang ilmiah. 2. Tidak Berat Sebelah (Netral): Tafsir Al-Munir mencerminkan pendekatan yang netral dan tidak berat sebelah. Wahbah Zuhaili berusaha menjaga objektivitas dalam penafsirannya dan tidak terpengaruh oleh pandangan-pandangan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu. Ia berusaha memberikan penjelasan yang obyektif dan berimbang berdasarkan nash-nash AlQuran dan konteks yang relevan. 3. Pendekatan yang Komprehensif: Tafsir Al-Munir mencakup berbagai aspek tafsir yang relevan, seperti tafsir linguistik, tafsir kontekstual, tafsir sejarah, dan tafsir hukum. Wahbah Zuhaili berusaha untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang 141 Ainol, Metode Penafsiran Al-Zuhayli Dalam Al-Tafsir Al-Munir (Volume 1, Nomor 2; Mutawâtir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis 2011) 144


145 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r ayat-ayat Al-Quran, menggabungkan berbagai dimensi dan perspektif dalam penafsirannya. Hal ini membantu pembaca mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang makna dan implikasi ayat-ayat Al-Quran. 4. Berlandaskan pada Sumber-Sumber Utama: Tafsir AlMunir didasarkan pada sumber-sumber utama dalam ilmu tafsir, seperti Al-Quran itu sendiri, hadis Nabi Muhammad SAW, dan tafsir klasik yang diakui secara luas. Wahbah Zuhaili mengacu pada sumber-sumber tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang akurat tentang konteks dan makna ayat-ayat Al-Quran. Ia juga mengutip dan merujuk kepada ulama terkemuka dalam tradisi tafsir. 5. Keterkaitan dengan Konteks Kontemporer: Tafsir AlMunir memiliki keterkaitan yang kuat dengan konteks kontemporer. Wahbah Zuhaili membahas isu-isu yang relevan dengan zaman modern, termasuk masalah sosial, politik, ekonomi, dan etika yang dihadapi oleh umat Muslim saat ini. Ia memberikan pandangan dan pedoman berdasarkan ajaran Al-Quran yang relevan dan praktis dalam menghadapi tantangan zaman sekarang. 6. Bahasa yang Mudah Dipahami: Tafsir Al-Munir ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga dapat diakses oleh pembaca dari berbagai latar belakang dan tingkat pemahaman. Wahbah Zuhaili menggunakan gaya penulisan yang jelas dan lugas, menghindari penggunaan istilah-istilah teknis yang sulit dipahami. Hal ini memudahkan pembaca dalam memahami konsep dan pesan yang disampaikan dalam tafsir ini.


146 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Karakteristik-karakteristik ini menjadikan Tafsir Al-Munir sebagai sebuah karya yang kaya akan pengetahuan, obyektif, komprehensif, dan relevan dengan zaman modern. b) Metode Tafsir Menurut ‘Abd al-H}ayy al-Farmawi, terdapat empat metode dalam menafsirkan al-Qur’an; tahlili, ijmali, muqaran, dan maudu’i.142 Pertama, Metode tafsir tahlili yaitu cara menafsirkan ayatayat al-Quran dengan cara meneliti semua aspeknya, dimulai dari uraian makna kosakata, kalimat, kaitan antar pemisah (munasabat), sampai sisi-sisi keterkaitan antar pemisah itu dengan bantuan asbab al-nuzul, serta mengikuti prosedur susunan tartib mushafi dengan sedikit banyak melakukan analisis di dalamnya. Kedua, Metode tafsir Ijmali yaitu cara menafsirkan alQuran secara global, berdasarkan susunan (urutan) mushaf alQur’an, dengan tujuan menjelaskan makna-makna al-Qur’an dengan uraian singkat dan bahasa yang mudah dimengerti serta dipahami semua orang. Ketiga, metode tafsir muqaran yaitu cara menafsirkan alQur’an dengan membandingkan ayat-ayat al-Quran yang berbicara pada tema-tema tertentu, seperti redaksi yang berbeda padahal isi kandungannya sama, atau antara ayatayat yang memiliki redaksi yang mirip padahal isi kandungannya berlainan atau juga membandingkan ayat-ayat al-Quran dengan hadis-hadis nabi, yang selintas tampak kontradiktif dengan al-Qur’an. Keempat, metode tafsir maudhu’i yaitu cara menafsirkan al-Qur’an dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang 142 Wahbah Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir, terj. Abdul Hayyi al-Kattani, Mujiburrahman Subadi, Ahmad Ikhwani, dkk (Cet. I; Jakarta: Gema Insani 2013)


147 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r membicarakan tema yang sama, kemudian dianalisis satu-persatu terhadap isi kandungannya berdasarkan cara-cara tertentu, untuk menjelaskan makna-maknanya dan mengeluarkan unsur-unsurnya serta menghubung-hubungkan antara yang satu dengan yang lain dengan korelasi yang bersifat komprehensif. Sehingga dapat menyajikan tema secara utuh dan dapat mengambil pemahaman Penutup secara sempurna. c) Corak Tafsir Corak Tafsir Al-Munir yang di tulis oleh al-Zuhaylî kelihatannya masih dipengaruhi oleh latar belakang keilmuannya, yaitu hukum Islam dan filsafat hukum, dalam diskusinya mengenai makna ayat-ayat al-Qur’an. Di sini dapat dilihat bahwa Tafsîr alMunîr memiliki corak fiqih yang kental. Selain dari corak fiqih, tafsir ini juga kental dengan nuansa sastra, budaya dan kemasyarakatan (al-âdâb al-ijtimâ‘i), yaitu suatu corak tafsir yang menjelaskan petunjuk-petunjuk al-Qur’an yang terkait langsung dengan kehidupan masyarakat serta usaha-usaha untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut dengan penjelasan yang indah namun mudah dipahami.143 Bagian yang diberi sub judul fiqh alhayah aw al-ahkam berperan dalam membahas hal-hal yang belum seutuhnya tuntas dibahas dalam penafsiran ayat, atau adakalanya juga persoalanpersoalan yang diangkat merupakan persoalan yang masih menimbulkan polemik (syubhat) di kalangan umat Islam dan bahkan membicarakan hukum dan perbedaan pendapat (ikhtilâf) fukaha di dalamnya. Dengan demikian, permasalahanpermasalahan yang dikaji tersebut mendapat kejelasan. Bahkan, 143 M. Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 2007) (Pengertian corak ini lihat Shihab, Membumikan al-Qur’an, h. 108. )


148 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r tidak jarang al-Zuhaylî menarik suatu kesimpulan atau nasehat sebagai pelajaran dari penjelasan-penjelasannya. d) Sistematika Penulisan Sistematika penulisan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili mengikuti struktur yang teratur dan terorganisir. Berikut adalah beberapa bagian utama yang biasanya ditemukan dalam penulisan tafsir ini:144 1. Pendahuluan: Tafsir Al-Munir dimulai dengan pendahuluan yang memberikan pengantar tentang tujuan penulisan, metodologi, dan pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam menafsirkan Al-Quran. Pendahuluan juga mencakup informasi tentang latar belakang penulis, konteks penulisan, dan pandangan umum terhadap pentingnya pemahaman Al-Quran. 2. Surah atau Ayat Terkait: Setiap bagian tafsir didedikasikan untuk menjelaskan surah atau ayat tertentu dari Al-Quran. Bagian ini dimulai dengan menyebutkan nama surah atau ayat yang akan ditafsirkan, diikuti dengan penjelasan tentang konteks historis dan lingkungan saat ayat tersebut diturunkan. 3. Tafsir Ayat-ayat: Bagian utama dari Tafsir Al-Munir adalah tafsir ayat-ayat Al-Quran. Dalam bagian ini, setiap ayat secara terpisah dianalisis dan dijelaskan secara terperinci. Wahbah Zuhaili menggunakan pendekatan ayat demi ayat dalam menjelaskan makna, konteks, dan 144 Ummul Aiman, Metode Penafsiran Wahbah Al-Zuhayli: Kajian Tafsir Al-Munir (Miqot Vol. XXXVI No. 1 : 2002) 3


149 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r implikasi ayat tersebut. Ia juga mengutip tafsir klasik yang relevan dan memberikan penafsiran sesuai dengan pendekatan dan metodologi yang dianutnya. 4. Keterkaitan dengan Konteks dan Sumber Lain: Dalam tafsirnya, Wahbah Zuhaili sering kali menyoroti keterkaitan ayat-ayat Al-Quran dengan konteks sejarah, budaya, dan sosial yang relevan. Ia juga merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW dan karya-karya tafsir klasik untuk memberikan perspektif yang lebih luas dan mendalam. 5. Penjelasan Leksikal dan Tatabahasa: Wahbah Zuhaili memberikan penjelasan leksikal dan tatabahasa untuk kata-kata dan frasa-frasa penting yang ditemui dalam ayat-ayat Al-Quran. Ini membantu pembaca dalam memahami makna dan penggunaan kata-kata secara lebih akurat dan komprehensif. 6. Konteks Hukum dan Praktis: Tafsir Al-Munir juga mencakup penjelasan tentang implikasi hukum dan praktis dari ayat-ayat Al-Quran. Wahbah Zuhaili memberikan pemahaman tentang bagaimana ayat-ayat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, dan etika yang dihadapi oleh umat Muslim. 7. Setiap bagian tafsir biasanya diakhiri dengan kesimpulan yang merangkum pokok-pokok penting yang dibahas dalam tafsir tersebut. Kesimpulan juga dapat mencakup pesan-pesan penting dan pelajaran yang dapat dipetik dari ayat-ayat yang ditafsirkan.


150 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r E. Contoh Penafsiran a. Pengaruh Tafsir Al-Munir terhadap ayat Al-Quran surah AlBaqarah ayat 183:145 ْ ُ كتِ َب َ علَأي ُكُم ِ ٱلصيَ ُام َ كَما امنُوا ِذ َ ين َ ء َ َّ َها ٱل يُّ َ أ َون ٰٓ ُكأم تَتَّقُ يَ َّ ل ِذ َ ين ِ من قَأبِل ُكأم لَعَ َّ ُكتِ َب َ علَى ٱل Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Al-Baqarah: 183) Penafsiran Tafsir Al-Munir: Mufradaat lughawiyah (penjelasan kata yang sulit) (امَ ُٱلصي ( ِ Ash-shiyam, artinya menahan diri dari sesuatu dan meninggalkannya. Sedang artinya dalam istilah syariat adalah menahan dari makan, minum, dan jimak sejak fajar hingga terbenamnya matahari, dengan niat mengharap pahala dari Allah dan mempersiapkan jiwa untuk takwa kepada Allah. Puasa disyariatkan dalam semua agama. Puasa dikenal di kalangan orang-orang Mesir kuno, bangsa Yunani, Romawi, dan India. Ada riwayat yang kuat bahwa Musa a.s. dulu berpuasa selama empat puluh hari, sedangkan pada zaman sekarang kaum Yahudi berpuasa selama seminggu sebagai peringatan hancurnya Yerusalem dan direbutnya kota ini oleh musuh; dan mereka pun berpuasa satu hari di bulan Agustus. Puasa di kalangan kaum Nasrani, yang paling terkenal dan sudah berlaku sejak dahulu kala, adalah puasa besar yang dilaksanakan sebelum Hari Paskah, dan puasa hari tersebut dulu dijalani oleh Musa, Isa, dan kaum Hawariyyin (sahabat-sahabat setia Nabi Isa), 145 Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir, jilid I,


151 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r kemudian para pemimpin gereja menetapkan macam-macam puasa yang lain. َون) ُقَّتَت” ,(agar kamu bertakwa”, yaitu agar kalian menghindari maksiat, sebab puasa mematahkan syahwat, yang merupakan titik awal terjadinya maksiat, mendatangkan rasa takwa, mengekang hawa nafsu, mencegah pesta pora, kesombongan, dan perbuatanperbuatan keji, serta menyepelekan kenikmatan-kenikmatan dunia. Ayat ini merupakan perintah kepada umat Muslim untuk melaksanakan ibadah puasa. Dalam penafsiran ini, Wahbah Zuhaili menjelaskan beberapa poin penting terkait dengan ayat ini: 1. Makna dan Tujuan Berpuasa: Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa berpuasa memiliki makna ibadah yang melibatkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan intim dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama bulan Ramadan. Tujuan berpuasa adalah untuk mencapai takwa, yaitu ketakwaan kepada Allah SWT dengan meningkatkan kesadaran spiritual, menahan diri dari hal-hal yang dilarang, dan memperkuat ikatan dengan Allah. 2. Kewajiban Berpuasa: Wahbah Zuhaili menekankan bahwa berpuasa adalah kewajiban yang diwajibkan kepada umat Muslim. Ini menunjukkan pentingnya menjalankan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim dewasa, yang telah memenuhi syaratsyarat tertentu seperti sehat jasmani dan mampu melaksanakannya. 3. Kontinuitas dengan Umat Sebelumnya: Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa puasa telah diwajibkan juga kepada umat-umat sebelumnya sebagai bentuk ibadah yang mendorong takwa. Hal ini menunjukkan bahwa puasa merupakan praktik ibadah yang memiliki akar dalam


152 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r ajaran-ajaran sebelum Islam. Dalam konteks ini, puasa menjadi simbol kesinambungan dan persatuan antara umat Muslim dengan para nabi dan umat sebelumnya. 4. Hubungan antara Puasa dan Takwa: Wahbah Zuhaili menekankan bahwa tujuan utama dari berpuasa adalah untuk mencapai takwa. Dengan menahan diri dari kebutuhan-kebutuhan fisik, seorang Muslim diuji dalam kesabarannya dan meningkatkan kesadaran spiritualnya. Berpuasa dapat membantu seseorang untuk mengendalikan hawa nafsunya, meningkatkan ketaqwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 5. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari: Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa berpuasa tidak hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melibatkan pengendalian diri dalam perilaku dan ucapan. Puasa juga harus tercermin dalam sikap dan tindakan yang baik, seperti meningkatkan kebajikan, memperbaiki hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas ibadah lainnya. Ini menggarisbawahi pentingnya menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Dalam contoh penafsiran di atas, Tafsir Al-Munir memberikan pemahaman yang mendalam tentang makna dan hikmah berpuasa, serta menyoroti pentingnya tujuan takwa dalam melaksanakan ibadah tersebut. b. Tafsir Al-Munir terkait dengan masalah fiqh: 146 و ِق َ َمَرافِ ْ لَى ٱل ِ ُكْم إ ْيِديَ َ وأ َ ُ و ُج َوه ُكْم ۟ ُوا ٰوةِ فَ ْ ٱغ ِسل َّ ى ٱلصلَ لَ ِ ْم إ ْمتُ ِذَا قُ ۟ إ ٓوا امنُ ِذ َ ين َ ء َ َّ َها ٱل يُّ َ أ ۟ ْٱم َس ُحوا َّ م مْر َض ُن كنتُ ِ ۚ وإ َ ۟ َّ ٱط َّهُروا ْم ُ جنُبًا فَ ُن كنتُ ِ ۚ وإ ِن َ َك ْعبَ ْي ْ لَى ٱل ِ ْر ُجلَ ُكْم إ َ وأ َ ٍر ِ ُر ُء ِوس ُكْم ٰى ب َ سفَ ْو َ علَ َ ٰىٓ أ ِ َ ا طي َ صِعيدً ۟ ًء فَتَيَ َّمُموا َ مآ ۟ ِجدُوا ْم تَ َء فَلَ ِ َسآ ُم ٱلن َم ْستُ ٰ ْو لَ َ غَآئِ ِط أ ْ َحدٌ ِ م ُ نك ِ م م َن ٱل َ َء أ ْو َ جآ َ أ ۟ ْٱم َس ُحوا بًا فَ 146 Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir, jilid III,


153 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r ْي ُك ِ م م ْن َ ح َرجٍ ِريدُ َّ ٱَّللُ ِ ليَ ْجعَ َل َ علَ َ ۚ ما يُ ْيِد ُ يك ِ م مْنهُ َ وأ َ ِ ُو ُج ِوه ُكْم َّم ب وِليُتِ َ َطِ هَر ُكْم ِريدُ ِ ليُ ِكن يُ ٰ ولَ َ ُكْم تَ ْش ُكُر َون َّ ل ْي ُكْم لَعَ َ ۥ علَ نِ ْعَمتَهُ Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kaki-kakimu sampai kedua mata kaki." (Al-Maidah: 6) Penafsiran Tafsir Al-Munir: Ayat ini merupakan perintah Allah SWT untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan shalat. Dalam penafsiran ini, Wahbah Zuhaili menjelaskan beberapa poin penting terkait dengan masalah fiqh yang terkandung dalam ayat ini: 1. Wudhu Sebelum Shalat: Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan pentingnya menjalankan wudhu (ritual pembersihan) sebelum melaksanakan shalat. Hal ini meliputi mencuci wajah, kedua tangan sampai siku, menyapu kepala, dan mencuci kedua kaki sampai mata kaki. Penafsiran ini memberikan panduan praktis tentang tata cara wudhu yang harus diikuti oleh seorang Muslim sebelum melaksanakan shalat. 2. Kebersihan Jasmani dan Spiritual: Wahbah Zuhaili menekankan bahwa ayat ini melibatkan dua aspek penting, yaitu kebersihan jasmani dan kebersihan spiritual. Dalam konteks fiqh, menjaga kebersihan jasmani adalah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan shalat. Namun, lebih dari itu, ayat ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan hati dan pikiran, serta membersihkan diri dari dosa-dosa dan sikap-sikap negatif sebelum beribadah kepada Allah. 3. Rukun Shalat dan Syarat Sahnya: Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa menjalankan wudhu dengan benar dan


154 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r lengkap adalah salah satu rukun (pilar) dari shalat. Dalam konteks ini, ayat tersebut menegaskan pentingnya memenuhi syarat-syarat sahnya shalat, termasuk menjalankan wudhu dengan tepat sebelum melaksanakan shalat. 4. Pedoman Fiqh dalam Ibadah: Wahbah Zuhaili menyoroti bahwa ayat ini memberikan pedoman fiqh yang konkret dalam ibadah shalat. Penafsiran ini memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana menjalankan wudhu yang benar, serta menegaskan pentingnya menjaga kebersihan jasmani dan spiritual dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Dalam contoh penafsiran di atas, Tafsir Al-Munir memberikan pemahaman yang komprehensif tentang masalah fiqh yang terkait dengan ibadah shalat, khususnya dalam konteks menjalankan wudhu. Penafsiran ini memberikan panduan praktis dan hukum-hukum yang berkaitan dengan persyaratan sahnya shalat.


155 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r DAFTAR PUSTAKA Al-Tanahi, Thahir, Mudzakkirat al-Imam Muhammad Abduh, Mesir: Daar al-Hilal. Jad, Ahmad, “Terjemah al-Syarif al-Imam Muhammad Abduh” dalam Muhammad Abduh, Syarh Najh al-Balaghah, Kairo: Daar al-Ghad al-Jaddid, 2006. Nawawi, Rif’at Syauqi, Rasionalitas Tafsir Muhammad Abduh: Kajian Masalah Akidah dan Ibadah, Jakarta: Paramadina, 2002. Ali, Mukti, Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah, Jakarta: Jambatan, 1995. Shihab, Muhammad Quraish, Studi Kritis Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha, Jakarta: Pustaka Hidayah, cet. 1, 2004. Ridwan, H. Kafrawi, Ensiklopedi Islam Juz 3, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, cet. 9, 2000. Nasution, Khoruddin, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: Academia+Tazzafa, 2012. Adz-Dzahabi, Tafsir Wa al-Mufassirun, Juz. III, Beirut: Darul Fikr. Samsurrahman, Pengantar Ilmu Tafsir, Jakarta: Amzah, cet. I, 2014. IMZI, M.A, Dr. A. Husnul Hakim, Ensiklopedi Kitab-kitab Tafsir (Depok : Lingkar Studi al-Quran (elSiQ), 2019) Abduh, al-Ustadz al-Imam al-Syaikh Muhammad, dan Ridha, alSayyid Muhammad Rasyid, Tafsir al-Qur’an al-Hakim alSyahir bi Tafsir al-Manar (Mesir : Dar al-Manar, 1367 H) Husnul Hakim. Ensiklopedia Kitab-Kitab Tafsir (Kumpulan KitabKitab Tafsir Klasik Dari Masa Klasik Sampai Masa Konteporer). Pondok Cabe: Elsiq, 2019.


156 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Al-Qaththan, Manna‟, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur‟an, Jakarta: Pustaka AlKautsar, 2005. Al-Dzahabi, Muhammad Husain, Al-Tafsir wa Al-Mufassirun, Dar al-Kutub: Kairo. Jauhari. Thantowi. Al-Jawahir Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Azdim. Mustofa Al-Bab Al-Halbi Wa auladuh, Mesir, 1928. Al-Iyazi. Sayyid Muhammad Ali, Al-Mufassirun Hayatum Wa Manhajuhum, Taheran, Muassasah al-Thiba’ah wa An-Nasyr Wizarat Al-Tsaqafah Al-Irsyad Al-Islamy, 1212 H, Dewan redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam 2, Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1993. Al-Kholidi, Shalah Abd Fatah. Pengantar Memahami Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an, (Surakarta: Era Intermedia, 2001). Hidayat, Nuim. Sayyid Qutub dan Kejernihan Pemikiran nya (Jakarta:Gema Insani, 2015). Imzi, A. Husnul Hakim. Ensiklopedi Kitab Kitab Tafsir. Cetakan II. 2019. Depok: Lingkar Studi al-Quran (eLSiQ). Qutub, Sayyid. Fi Zhilal Al-Qur’an, diterjemahkan As’ad dkk, (Jakarta: Gema Insani Press 1992). Qutub, Sayyid. Fi Ziilal al-Qur’an. Jilid 1. 2003. Beirut: Daar alSyuruq https://almizan.uin suka.ac.id/id/kolom/detail/309/pemikiran-sayyidqutub-dalam-tafsir-fi-zhilalil-quran Fauzan, Ahmad. Manhaj Tafsir Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an karya Muhammad Husain Tabataba'i. Jurnal Al Tadabbur, vol. 3, no. 2, 2018


157 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Achmad, Amrillah. Telaah Tafsir al-Mizan Karya Thabathabai. Jurnal Tafsere, UIN Alauddin Makassar, 2021. https://tafsiralquran.id/sayyid-muhammad-husain-al-thabathabaiarsitek-tafsir-al-mizan/ Muhammad al-Thâhir Ibnu ‘Asyûr dan metodologinya dalam tafsir Ibnu ‘Asyûr, al-Tahrîr wa al-Tanwîr jilid.1. Jam’ al Jami’ al ‘Azham, Ibnu ‘Asyûr, Tahrîr al-Tanwîr, pada lembaran pertama tauhid Ibnu Asyûr Jam al Jâmi‟ al- A‟dhzim, Ibnu ‘Asyûr, Tahrîr al-Tanwîr, jilid 1. Hakim IMZI , A. Husnul, M.A. Ensiklopedi Kitab-kitab Tafsir (Depok : Lingkar Studi al-Quran (elSiQ), 2019). al-Farmawi, Abd. al-Hayy. Metode Tafsir Maudhu'i. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994), h. 13. Al-Jazairi, Syaikh Abu Bakar Jabir. Tafsir Al-Qur'an al-Aisar. (Jakarta: Darus Sunnah, 2008), Jilid 1, h. XX. al-Shabuni, Muhammad Ali. al-Tibyan fi 'Ulum al-Qur'an. (Dimasyq: Maktabah al-Ghazali, 1981), h. 78-79. Diyan Fatmawati, Penafsiran Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Terhadap Ayat-Ayat Yang Berkaitan Tentang Lingkungan Hidup Dalam Tafsir Al-Aisar, Skripsi pada Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Semarang, 2015, h. 47. Ichwan, Muhammad Nur. Memasuki Dunia Al-Qur'an. (Semarang: Lubuk Raya Semarang, 2001), h. 168. https://tafsirweb.com/56-surat-al-fatihah-ayat-5.html/ diakses pada 8 Juni 2023


158 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r https://tafsirweb.com/687-surat-al-baqarah-ayat-183.html/ diakses pada 8 Juni 2023 Al-Bayumi, Muhammad Rajab. 2010. al-Imam Muhammad Sayyid Tantawi; Hayat ‘Amirah bi al-Ilm waal-‘Amal wa al-Iman. Majalah al-Azhar. Al-Dhahabi, Muhammad Husain. 2005. Al-Tafsir Wa al-Mufassirun. Cairo: Dar al-Hadith. Al-Sallus, Ali Ahmad. 1418 H/ 1998 M. al-Iqtishad al-Islami wa alQadhaya al-Fiqhiyyah al-Mu’ashirah. Qatar: DaralTsaqafah. Al-Sallus, Ali Ahmad. 1418 H/ 1998 M. al-Iqtishad al-Islami wa alQadhaya al-Fiqhiyyah al-Mu’ashirah. Qatar: Dar alTsaqafah. Al-Thanthawi, Muhamad Sayyid. 2001. Kepiawaian Berdialog Para Nabi dan Figur-Figur Terpilih. Terjemah dari. Zuhairi Misrawi. Jakarta: Azam. Bayyoumi, Muhammad. 2001. Rajab al-Imam Muhammad Sayyid al-Thanthawi; Baina al-Tafsir wa al-Ifta” (Bagian I)”, Majalah Al-Azhar, edisi Januari tahun ke-73. Biografi Muhammad sayyid Tantawi dan Intelektualitasnya, skripsi pada Institut Agama Islam Negri Syekh Nurjati. Fithrotin, Metodologi Tafsir Al-Wasith Sebuaah Karya Besar Grand Syeikh Muhammad Sayyid Thanthawi. Hasdin, Muhammad. Sayyid Muhammad Thanthawi dan Perannya Dalam Tafsir Al-Qur’an. Tantawi, Muhammad Sayyid. 2008 M. al-Tafsir al-Wasit li AlQur’an al-Karim. Cairo: Dar al- Sa’adah.


159 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Al-Aridh, Ali Hasan, Tarkh ‘Ilm Al-Tafsi>r Wa Manahij AlMufassiri>n (Dar Al-I’tisham). al-Farmawi>, Abdul Hay, Muqoddimah fi Tafsi>r al-Maudhu’I, (Kairo: al-hadroh al-Arabiyah, 1977). Al-Sya`rawi, Muhammad-Mutawalli, Tafsir Al-sya`rawi (kairo: Akhbar Al-Yaum Idarah Al-Kutub Wa Al-Maktabât, 1991). as-Sya’rowi, Muhammad Mutawalli, Khowatir as-Sya’rowi, (Kairo: Dar an-Nasyr li Thob’i 2010) juz 1. as-Sya’rowi, Muhammad Mutawalli, Khowatir as-Sya’rowi, (Kairo: Dar an-Nasyr li Thob’i 2010) juz 2. Dimya>ti>, Muhammad Afi>f ad-Di>n, Jam’ u’ al-Abi>r fi> Kutub at-Tafsi>r, (Malang: Lisan Arabi, 2019) Juz 2. file:///C:/Users/syari/Downloads/471-Article%20Text-2056-1-10- 20230120 .pdf Hakim, A.Husnul, Ensiklopedi Kitab-Kitab Tafsir. (Depok: Lingkar Studi Al Qur’an, 2019). Iya>zi, As-Sayyid Muhammad Ali>>, al-Mufassiru>n Haya>tihim wa Manhajihim, (Teheran: Muasasah at-Thoba>ah wa anNasr, 1212 H.) Jauhar, Ahmad al-Mursy> Husain, al-Syekh Muhammad Mutawali> Asy-Sya’ra>wi> Imam al-Ashry, (kairo: Handasah Mishr, 1990). Rahmawati, Jihan, Kontribusi asy-Syara>wi> Terhadap perkembangan Tafsir (Kajian Terhadap Kitab Tafsir asysyara>wi>) vol. 1, Al-Mustafid: Jurnal of Quran and Hadith Studies, 2022. Stibsyaroh, Hak-Hak Perempuan Relasi Jender menurut Tafsir alSya’rawi, (Jakarta: Teraju, 2004).


160 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Syibromalisi, Faizah Ali., & Azizy, Jauhar, Membahas Kitab Tafsir Klasik-Modern, (Tanggerang selatan: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011). Yunus, Badruzzaman M., Tafsir al-Sya’rawi: Tinjauan Terhadap Sumber, Metode dan Ittijah, Disertasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009. al-Farmawi, Abd. al-Hayy. Metode Tafsir Maudhu'i. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994), h. 13. Al-Jazairi, Syaikh Abu Bakar Jabir. Tafsir Al-Qur'an al-Aisar. (Jakarta: Darus Sunnah, 2008), Jilid 1, h. XX. al-Shabuni, Muhammad Ali. al-Tibyan fi 'Ulum al-Qur'an. (Dimasyq: Maktabah al-Ghazali, 1981), h. 78-79. Diyan Fatmawati, Penafsiran Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Terhadap Ayat-Ayat Yang Berkaitan Tentang Lingkungan Hidup Dalam Tafsir Al-Aisar, Skripsi pada Universitas Islam Negeri (UIN) Wali Songo Semarang, 2015, h. 47. Ichwan, Muhammad Nur. Memasuki Dunia Al-Qur'an. (Semarang: Lubuk Raya Semarang, 2001), h. 168. https://tafsirweb.com/56-surat-al-fatihah-ayat-5.html/ diakses pada 8 Juni 2023 https://tafsirweb.com/687-surat-al-baqarah-ayat-183.html/ diakses pada 8 Juni 2023


161 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Al-Bayumi, Muhammad Rajab. 2010. al-Imam Muhammad Sayyid Tantawi; Hayat ‘Amirah bi al-Ilm waal-‘Amal wa al-Iman. Majalah al-Azhar. Al-Dhahabi, Muhammad Husain. 2005. Al-Tafsir Wa al-Mufassirun. Cairo: Dar al-Hadith. Al-Sallus, Ali Ahmad. 1418 H/ 1998 M. al-Iqtishad al-Islami wa alQadhaya al-Fiqhiyyah al-Mu’ashirah. Qatar: DaralTsaqafah. Al-Sallus, Ali Ahmad. 1418 H/ 1998 M. al-Iqtishad al-Islami wa alQadhaya al-Fiqhiyyah al-Mu’ashirah. Qatar: Dar alTsaqafah. Al-Thanthawi, Muhamad Sayyid. 2001. Kepiawaian Berdialog Para Nabi dan Figur-Figur Terpilih. Terjemah dari. Zuhairi Misrawi. Jakarta: Azam. Bayyoumi, Muhammad. 2001. Rajab al-Imam Muhammad Sayyid al-Thanthawi; Baina al-Tafsir wa al-Ifta” (Bagian I)”, Majalah Al-Azhar, edisi Januari tahun ke-73. Biografi Muhammad sayyid Tantawi dan Intelektualitasnya, skripsi pada Institut Agama Islam Negri Syekh Nurjati. Fithrotin, Metodologi Tafsir Al-Wasith Sebuaah Karya Besar Grand Syeikh Muhammad Sayyid Thanthawi. Hasdin, Muhammad. Sayyid Muhammad Thanthawi dan Perannya Dalam Tafsir Al-Qur’an. Tantawi, Muhammad Sayyid. 2008 M. al-Tafsir al-Wasit li AlQur’an al-Karim. Cairo: Dar al- Sa’adah. Al-Aridh, Ali Hasan, Tarkh ‘Ilm Al-Tafsi>r Wa Manahij AlMufassiri>n (Dar Al-I’tisham).


162 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r al-Farmawi>, Abdul Hay, Muqoddimah fi Tafsi>r al-Maudhu’I, (Kairo: al-hadroh al-Arabiyah, 1977). Al-Sya`rawi, Muhammad-Mutawalli, Tafsir Al-sya`rawi (kairo: Akhbar Al-Yaum Idarah Al-Kutub Wa Al-Maktabât, 1991). as-Sya’rowi, Muhammad Mutawalli, Khowatir as-Sya’rowi, (Kairo: Dar an-Nasyr li Thob’i 2010) juz 1. as-Sya’rowi, Muhammad Mutawalli, Khowatir as-Sya’rowi, (Kairo: Dar an-Nasyr li Thob’i 2010) juz 2. Dimya>ti>, Muhammad Afi>f ad-Di>n, Jam’ u’ al-Abi>r fi> Kutub at-Tafsi>r, (Malang: Lisan Arabi, 2019) Juz 2. file:///C:/Users/syari/Downloads/471-Article%20Text-2056-1-10- 20230120 .pdf Hakim, A.Husnul, Ensiklopedi Kitab-Kitab Tafsir. (Depok: Lingkar Studi Al Qur’an, 2019). Iya>zi, As-Sayyid Muhammad Ali>>, al-Mufassiru>n Haya>tihim wa Manhajihim, (Teheran: Muasasah at-Thoba>ah wa anNasr, 1212 H.) Jauhar, Ahmad al-Mursy> Husain, al-Syekh Muhammad Mutawali> Asy-Sya’ra>wi> Imam al-Ashry, (kairo: Handasah Mishr, 1990). Rahmawati, Jihan, Kontribusi asy-Syara>wi> Terhadap perkembangan Tafsir (Kajian Terhadap Kitab Tafsir asysyara>wi>) vol. 1, Al-Mustafid: Jurnal of Quran and Hadith Studies, 2022. Stibsyaroh, Hak-Hak Perempuan Relasi Jender menurut Tafsir alSya’rawi, (Jakarta: Teraju, 2004).


163 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Syibromalisi, Faizah Ali., & Azizy, Jauhar, Membahas Kitab Tafsir Klasik-Modern, (Tanggerang selatan: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011). Yunus, Badruzzaman M., Tafsir al-Sya’rawi: Tinjauan Terhadap Sumber, Metode dan Ittijah, Disertasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009. Aiman, Ummul. Metode Penafsiran Wahbah Al-Zuhayli: Kajian Tafsir Al-Munir (Miqot Vol. XXXVI No. 1 : 2002) 3 Ainol, Metode Penafsiran Al-Zuhayli Dalam Al-Tafsir Al-Munir (Volume 1, Nomor 2; Mutawâtir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis 2011) 144 Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir, jilid I, Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir, terj. Abdul Hayyi al-Kattani, Mujiburrahman Subadi, Ahmad Ikhwani, dkk (Cet. I; Jakarta: Gema Insani 2013) Baihaki. Studi Kitab Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili Dan Contoh Penafsirannya Tentang Pernikhan Beda Agama. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis/article/vie w/740 Hariyono. Analisis Metode Tafsir Wahbah Zuhaili dalam Kitab AlMunir. Jurnal Al-Dirayah. 2018 Jul 17;1(1). Hidayatullah,Arif. Hukum Membuat Seni Rupa Patung (Studi Komparatif Pendapat Wahbah az-Zuhaili dan Quraish Shihab). UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 6 Jan. 2023. repository.ar-raniry.ac.id, https://repository.arraniry.ac.id/id/eprint/25269/.. Hosen, Nadirsyah. Tafsir Al-Quran di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (Republish). Bentang Pustaka, 2019


164 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Huda, Shofiah Nurul. Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhaili Dalam Tafsir Al-Munir Fi Al-‘Aqidah Wa Al-Syari’ah Wa Al-Manhaj Pada Surah Al-Isra’ Ayat 22-30. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, 2021. Muna. Khusnul, Muhamad. and Subekti, Yusuf Agung . “Tujuan Pendidikan Islam Dalam Al-Quran [Kajian Surah Al-Hujurat Ayat 11-13 Tafsir Al- Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili].” Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 2, no. 2, Mar. 2020, pp. 167–89. e-journal.staima-alhikam.ac.id, https://doi.org/10.32478/piwulang.v2i2.3766 Novia, Wahyu Andriani. Studi Komperatif Pandangan Wahbah Zuhaili Dan Abdul Karim Tentang Operasi Plastik. UIN Prof.K.H.Saefuddin Zuhri Purwokero, 2021. repository.uinsaizu.ac.id, http://repository.uinsaizu.ac.id/11999/.. repository.uinsu.ac.id, http://repository.uinsu.ac.id/15385/.. Salim, Salim. Fitnah Dalam Al-Qur’an Analisis Penafsiran Wahbah Al Zuhaili Dalam Tafsir Al-Munir. IAIN Palu, 2020. repository.iainpalu.ac.id, http://repository.iainpalu.ac.id/id/eprint/1076/. Setiawan, Wahyu Eka, and M. Ag Saifudin. "Konsep Hak Asasi Manusia Telaah Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili." PhD diss., Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2022. Shihab, M. Quraish. Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 2007) (Pengertian corak ini lihat Shihab, Membumikan alQur’an, h. 108. ) Al-Syanqithy, Adhwa’ al-Bayan fi Idhah al-Qur’an bi al-Qur’an, t.th. Saudi: Dar Alam Al Fawaid.


165 | S t u d i K i t a b - K i t a b T a f s i r M o d e r n - K o n t e m p o r e r Hakim IMZI, A Husnul. Ensiklopedi Kitab-Kitab Tafsir. 2019. Depok: eLSiQ. http://www.alsofwa.com/25179/syaikh-muhammad-al-amin-asysyinqithi-1325-h-1393-h.html http://syeevaulfa.blogspot.com/2015/02/tafsir-adhwaulbayan.html?m=1 http://makalahpendidikanislamlengkap.blogspot.com/2015/07/tafsiradwaul-bayan.html http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=884208 &val=12586&title=DISTINGSI%20TAFSIR%20ADHWAU %20AL-BAYAN%20FI%20IDHAH%20ALQURAN%20BI%20AL-QURAN https://shamela.ws/book/22918/491


Click to View FlipBook Version