FERTILISASI & PEMBELAHAN ZIGOT DI SUSUN OLEH : NAMA : NURSELA DO UMAR NPM : 38420521011 SEMESTER : V
Fertilisasi Fertilisasi adalah istilah yang sangat umum dibahas dalam bidang biologi dan ilmu kedokteran. Fertilisasi atau yang disebut juga dengan pembuahan ini merupakan proses ketika sel telur dan sel sperma bertemu hingga terbentuk embrio. Proses pembuahan cukup kompleks dan terbagi menjadi beberapa tahap. Konsep fertilisasi cukup penting untuk dipahami. Pasalnya, proses pembuahan ini menentukan seberapa besar kesempatan seorang wanita untuk bisa hamil. Kondisi fertilisasi seseorang juga menjadi salah satu indikator dalam menentukan solusi kehamilan.
Pengertian Fertilisasi adalah suatu proses pertemuan kedua sel gamet, yang terdiri dari sel sperma dari laki-laki dan sel telur (ovum) dari perempuan. Apabila proses pembuahan berhasil terjadi, maka proses ini akan menghasilkan sel tunggal yang disebut dengan zigot. Tempat terjadinya fertilisasi adalah di tuba falopi wanita (oviduct). Ada beberapa syarat yang perlu dilakukan agar proses fertilisasi bisa tercapai, di antaranya:
1. Ada hubungan kontak antara ovum dan sperma. 2. Ada proses masuknya sperma ke dalam ovum. 3. Terjadi penggabungan bahan genetik dari ovum maupun sperma. 4. Terjadi proses aktivasi metabolik ovum agar memungkinkan dimulainya tahap perkembangan.
Proses fertilisasi pada manusia selama proses pembuahan, sperma dan ovum akan bersatu di salah satu saluran tuba dan membentuk zigot. Kemudian, zigot tersebut berjalan menuruni tuba falopi, lalu berubah menjadi morula. Setelah mencapai rahim, morula akan berkembang menjadi blastosista (embrio). Blastosista atau embrio tersebut kemudian menempel dan tertanam pada lapisan dinding rahim (endometrium), proses ini disebut juga dengan implantasi
1. Masuknya Sperma 2. Sel Sperma dan Sel Telur Bertemu Pada dasarnya, masuknya sel sperma dari vagina wanita tidak secara otomatis membuahi ovum yang telah dilepaskan oleh ovarium selama masa ovulasi. Sperma tersebut akan terlebih dahulu melalui proses adaptasi atau yang disebut juga dengan kapasitasi. Tahapan selanjutnya dari proses fertilisasi adalah bertemunya sel telur dan sel sperma. Namun, untuk mencapai tahap ini sebenarnya tidaklah mudah. Pasalnya, sel telur mempunyai zona pellucida yang tebal dan berpotensi membuat sperma tidak mampu penetrasi atau memasuki ovum, sehingga pembuahan bisa gagal
3. Sel Sperma dan Sel Telur Menyatu Ketika sperma bertemu dengan ovum, tidak serta-merta langsung terjadi pembuahan. Untuk membuahi ovum, sperma masih membutuhkan protein PH30 atau fertilin. Fertilin tersebut digunakan untuk meleburkan dua membran pada sel telur dan sperma, sehingga sperma bisa masuk ke dalam ovum. Pada tahap ini, sel sperma akan melepaskan ekornya, termasuk bagian mitokondria yang terletak pada pangkal ekor dari sperma. Bagian mitokondria sel sperma ini berfungsi sebagai penghasil energi untuk mendukung pergerakan sperma menuju ovum.
Setelah itu, barulah terjadi pembuahan atau fertilisasi. Waktu yang diperlukan oleh kedua sel untuk melakukan fertilisasi adalah 24 jam. Setelahnya, sel telur yang telah dibuahi masih memerlukan waktu sekitar 3– 4 hari untuk bisa mencapai rahim. 4. Aktivasi Tahap terakhir dari fertilisasi adalah aktivasi, yakni respons ovum terhadap pembuahan yang dilakukan oleh sel sperma. Pertama-tama, ovum akan melakukan upaya untuk mencegah terjadinya polispermi (pembuahan oleh lebih dari satu sel sperma).
Dalam rentang waktu 24 jam setelah pembuahan terjadi, sel telur akan berkembang menjadi zigot, dan tumbuh sebagai embrio. Dalam waktu 5–10 hari kemudian, embrio tersebut akan menempel dan tertanam di lapisan dinding rahim. Proses ini disebut juga dengan implantasi. Pembelahan zigot Perlu diketahui bahwasannya zigot merupakan sebuah sel yang terbentuk dari pembuahan sel telur oleh sperma di dalam rahim seorang wanita. Selanjutnya, zigot tersebut akan menjadi cikal bakal terbentuknya janin yang akan terusmenerus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu di dalam rahim ibu.
Zigot juga mengalami pembelahan yang pada awalnya adalah sel tunggal, hal ini selanjutnya akan membelah melalui sebuah proses yang dinamakan mitosis. Pembelahan tersebut menjadikan zigot menjadi sel yang berlipat ganda dan bahkan jumlahnya hingga ratusan.
Pengertian Di dalam sel zigot juga terdapat kromosom yang jumlahnya 46 buah. 46 buah kromosom tersebut terbagi menjadi 23 buah kromosom genetik dari ibu dan 23 buah lainnya kromosom genetik yang berasal dari ayah. Selanjutnya, kromosom yang ada pada zigot tersebut akan menjadi penentu genetik baik itu sifat dan juga bentuk tubuh dari si bayi jika sudah terlahir kelak.
Di dalam zigot juga pasti terdapat kromosom seks yang mana hal tersebut berupa kromosom X dari sel telur dan kromosom Y dari sel sperma. Jika kromosom yang terbentuk adalah XX, maka jenis kelamin bayi adalah perempuan. Namun jika kromosomnya XY, jenis kelamin bayi yang terlahir adalah laki-laki. Dari Zigot Menjadi Embrio Selama tujuh hari setelah pembuahan, zigot terus bergerak ke arah tuba falopi, sembari membelah diri melalui proses mitosis.
Dalam waktu 12 jam pertama setelah pembuahan, zigot hanya memiliki satu sel. Sekitar 30 jam kemudian, ia membelah menjadi dua sel. Sekitar 15 jam atau lebih setelahnya, menjadi empat sel. Setelah tiga hari, zigot sudah mengandung 16 sel dan kini disebut dengan morula. Di akhir period transisi ini, embrio menjadi sebuah massa sel yang sangat terorganisasi dan disebut blastula atau blastokista.
Tahapan zigot pada kehamilan manusia 1. Pembuahan dan terbentuknya zigot : Zigot terbentuk dari mulai bersatunya sel sperma yang membuahi sel telur di dalam tuba fallopi. Sel telur yang dibuahi oleh sel sperma tersebutlah yang dapat dikatakan sebagai zigot. Kemudian, selama beberapa jam setelah proses fertilisasi atau pembuahan tersebut berakhir, maka zigot akan berjalan dengan sendirinya dari tuba falopi menuju rahim ibu.
2. Pembelahan sel zigot : Setelah kurang lebih 24 hingga 36 jam dari proses pembuahan dan zigot sudah berada di rahim, proses pembelahan sel akan dimulai. Zigot akan membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, dan seterusnya hingga jumlahnya menjadi ratusan sel. Dari ratusan sel tersebut tidak semuanya akan hidup selamanya dalam rahim, tetapi setengah dari sel tersebut hanya mampu bertahan hidup selama 2 minggu saja dan selanjutnya akan mati dengan sendirinya.
Setelah proses pembelahan dan tertinggal setengah sel yang mampu bertahan hidup, selanjutnya mereka akan dibedakan menurut jenis selnya dan mengalami perkembangbiakan. Sel bagian luar akan membentuk plasenta dan sel bagian dalam akan berubah menjadi embrio cikal bakal janin. Lalu, pembelahan tersebut juga masih akan berlangsung selama 1 minggu hingga mereka memiliki struktur yang berbeda-beda.
TERIMAKASIH
Disusun oleh : Nama : Risna Ahmad NPM : 38420521007 Semester : v Embriologi ikan (pisces)
A. Embriologi ikan Gambar. Perkawinan pada ikan Embriogenesis atau perkembangan embrio yaitu keseluruhan proses yang meliputi proses perkembangan setelah fertilisasi (pembuahan) sampai dengan organogenesis sebelum ikan menetas (Rahardjo dkk., 2011). Pisces (ikan) merupakan salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis (berdarah dingin), memiliki ciri khas pada tulang pada tulang belakang, insang (operculum) dan siripnya serta bergantungan pada air tempatnya tinggal sebagai medium kehidupannya. Kuncoro (2003) dan Rahayu bahwa proses perkawinan diawali dengan jantan yang membuat cekungan didasar wadah sebagai tempat pembuahan. Setelah itu, jantan mencari betina yang sudah siap memijah. Ketika telah menemukan betina yang cocok maka jantan akan berenang beriringan dengan betina dan jika ada jantan lain disekitarnya maka jantan tersebut akan menyerang untuk mempertahankan betinanya. Setelah itu akan terjadi proses matting (bercumbu) yang ditandai dengan ikan jantan mengejar ikan betina.
1. Alat reproduksi ikan (Pisces) Gambar : Alat reproduksi ikan Alat kelamin ikan betina memiliki sepasang indung telur (ovarium) yang menyatu, sel telur dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran telur (oviduk) yang bermuara dilubang urogenital terletak dibelakang anus. Lubang tersebut berfungsi untuk keluarnya sel telur dan urine dari dalam tubuh. Alat kelamin ikan jantan memiliki sepasang kelenjar kelamin (testis) yang menghasilkan sel sperma, kemudian sperma tersebut dialirkan keluar tubuh melalui saluran sperma (vas deferens) yang bermuara di lubang urogenital terletak dibelakang anus. Keluarnya sel sperma dan sekaligus urin dari dalam tubuh.
B. Proses fertilisasi pada ikan (pisces) Fertilisasi adalah penggabungan antara dua gamet yaitu gamet jantan dan gamet betina yang diakhiri dengan bergabungnya nukleus dari dua gamet tersebut sehingga terbentuk zigot. Proses fertilisasi atau pembuahan pada ikan ada dua cara, yakni pembuahan didalam (fertilisasi internal) dan pembuahan diluar (fertilisasi eksternal). Berikut penjelasan dua macam fertilisasi atau pembuahan pada ikan : 1. Fertilisasi internal adalah fertilisasi yang dilakukan dengan cara sperma dimasukkan kedalam alat reproduksi betina, selanjutnya terjadi fertilisasi. Ikan yang melakukan pembuahan didalam tubuh induknya disebut ikan jenis ovovivipar, Ikan jenis ini berkembang biak dengan cara dengan cara bertelur. Pembuahan terjadi didalam tubuh ikan betina, sperma memasuki sel telur (oosit) melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil. Oosit yang telah dibuahi oleh sel sperma disebut zigot. Embrio berkembang didalam tubuh induk betina, kemudian ikan yang berkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili poecilidae, seperti platy, guppy, dan molly. Gambar 3: Fertilisasi internal Gambar : Ikan sedang melahirkan
2. Fertilisasi eksternal Ikan yang melakukan pembuahan diluar tubuh induknya disebut ikan jenis ovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh ikan jantan. Ikan betina mengeluarkan ovum tersebut yang dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk. Kemudian ikan betina mencari tempat untuk berlindung, biasanya dekat dengan bebatuan atau tumbuhan air. Setelah itu, ikan jantan mendekati telur-telur tersebut sambil mengeluarkan spermatozoidnya. Jika ovum bertemu dengan spermatozoid terjadilah pembuahan atau fertilisasi menghasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio ikan. Telur-telur yang telah dibuahi akan menetas dalam waktu 24-40 jam. Anak ikan yang baru menetas mendapat makanan dari sisa kuning telurnya yang masih menempel didalam perutnya. Gambar : Fertilisasi eksternal
C. Embriogenesis pada ikan Awal perkembangan embrio ikan dimulai pada saat pembuahan (fertilisasi) sebuah sel telur oleh sel sperma yang membentuk zygot. Proses perkembangan yang berlangsung dari gametogenesis sampai dengan membentuk zygot disebut progenesis. Proses selanjutnya disebut embriogenesis (blastogene) yang mencakup pembelahan sel zygot (cleavage), morula, blastulasi, gastrulasi, dan neurulasi. Proses selanjutnya adalah organogenesis, yaitu pembentukan alat-alat tubuh. a. Cleavage Cleavage merupakan proses pembelahan sel paling awal dan teratur setelah fertilisasi selesai yang di alami oleh sel tunggal zigotik menuju proses kedewasaan. Cleavage ini menciptakan embrio multiseluler atau blastula dari zigot. Pembelahan atau cleavage juga disebut segmentasi dan proses pembelahannya diaktivasi oleh enzim MPF, dengan pembelahan tersebut zigot yang mulanya uniseluler berubah menjadi multiseluler.
Setelah terjadi pembelahan sel awal (cleavage), maka sel pada embrio akan membelah secara miosis secara cepat menjadi sel-sel kecil yang banyak yang disebut blastomer. Dengan demikian, zigot akan berubah bentuk dari sel tunggal berubah menjadi sebuah massa sel yang solid yang dikenal dengan nama morula. b. Morula Gambar : Pembentukan Morula
c. Blastulasi Morula akan mengalami pembelahan yang terus menerus sehingga terbentuklah rongga di tengah. Rongga ini makin lama makin besar berisi cairan. Embrio yang memiliki rongga ini disebut blastula. Rongganya disebut blastosel. Sedangkan sel-sel kecil hasil pembelahan disebut blastomer. Gambar : Pembelahan Blastula
d. Gastrulasi Gastrula berasal dari kata gaster (lambung) karena pada tingkatan ini akan berbentuk rongga yang akan jadi saluran pencernaan. Rongga gastrula tersebut disebut gastrosel (arkenteron). Setelah mencapai bentuk blastula, pertambahan masa sel masih terus terjadi dengan pembelahan mitosis. Akibatnya sel mendesak kebawah sehingga terjadi pelipatan sel kedalam atau yang dikenal dengan invaginasi. Yang akan membentuk sebuah lekukan yang disebut blastopore. Proses inilah yang menandai di mulainya gastrulasi. Sel-sel yang mengalami invaginasi akan terus tumbuh ke arah dalam sehingga terbentuk rongga arkenteron. Sehingga dalam proses ini sel-sel blastula akan diatur kembali dan akan mengalami tranformasi embrionik menjadi embrio berlapiis 3 (eksoderm, mesoderm, dan endodem). Gambar : Pembelahan Gastrulasi
e. Neurulasi Setelah terbentuk gastrula, embrio akan berdeferensiasi yaitu perubahan sel-sel yang belum terspesialisasi menjadi sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi khusus. Yang berarti perubahan sifat fisik dan fungsi sel sewaktu sel berpoliferasi dari embrio untuk membentuk struktur tubuh yang berbeda-beda. Organ yang pertama terbentuk adalah organ neural tube (bumbung neuron) dari pelipatan lempeng neuron ektodermal, dan notocord (batang skeletal) yang terbentuk melalui kondensasi mesoderm dorsal, serta pembentukan selom dari pemisahan mesodermal lateral. Sehingga proses ini disebut neurulasi yaitu tahapan terbentuknya tabung neural (neural tube) dan notocord pada embrio. Pada tahapan ini general ektoderm akan berdeferensiasi menjadi epidermal ektoderm, neural plate, ektoderm, neural crest ektoderm. General mesoderm akan terspelisasi menjadi epimere, mesomere, hypomere. Sedangkan daerah general endoderm akan terspesialisasi menjadi foregut, hidgut dan midgut. Gambar : Pembelahan Neurulasi
f. Organogenesis Setelah berlangsungnya neurulasi, embrio memulai reorganisasi membentuk embrio lebih sempurna melalui beberapa tahap, yaitu : perubahan polaritas, yaitu dari kutub animal-vegetal menjadi arah anterior-posterior dari tubuh embrio. Histogenesis, yaitu penempatan diri 3 lapisan germinal (ektoderm, mesoderm, dan endoderm) berkembang menjadi jaringan organ dewasa organ ogenesis, yaitu ketiga lapisan germinal tersebut saling berinteraksi untuk membentuk organ dari jaringan yang sudah terbentuk. Embriologi mencangkup proses perkembangan setelah fertilisasi sampai dengan organogenesis sebelum menetas atau lahir Gambar : Organogenesis
Gambar : Proses metamorfosis pisces keterangan gambar pada proses metamorfosis pisces : 1. Pra-rengkah 2. 2 sel 3. 4 sel 4. 8 sel 5. 16 sel 6. 32 sel 7. Pertengahan-tahap blastula 8. Gastrula 9. Penampilan embrio 10. 20 myomere embrio 11. Embrio maju 12. Menetas pra-embrio 13. Larva 4 jam posthatch 14. Pembelahan asimetris di blastula 15. Tidak jelas margin sel dalam blastula.
Daftar Pustaka https://balebengong.id/fakta-tentang-ikan http://gurungeblog.blogspot.co.id/2009/02/perkembangan-embrio.html http://www.akuakultur.blogspot.com/metamorfosis-pisces.html http://shareandeare123.blogspot.com/2015/08/makalah-perkembanganreproduksi-ikan.html https://id.scribd.com/document/422186965/Makalah-Embriologi-Pisces
Thankyou
EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI PROSES FERTILISASI KATAK (AMPHIBI) Oleh : Sukmawati Iksan Npm: 38420521015
A. Organ reproduksi katak jantan dan betina Katak (Amfibi) termasuk dalam hewan vertebrata yang mampu hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Secara umum, morfologi katak adalah memiliki dua pasang kaki berukuran pendek dilengkapi selaput, tidak berekor, mata besar bulat dengan warna coklat hingga kehitaman, leher tidak jelas, dan memiliki mulut besar. 1. Organ reproduksi katak jantan Organ reproduksi katak jantan adalah sepasang testis yang berfungsi menghasilkan sperma. Testis katak berbentuk oval, berwarna kuning, dan terletak di atas ginjal. Sel sperma yang dihasilkan oleh testis disalurkan melalui vas deferes menuju ke ginjal. Sel sperma ini nantinya akan dikeluarkan bersama urine melalui kloaka. Pada katak terdapat organ yang dinamakan vestigial oviduct. Bagian tersebut memiliki struktur yang mirip oviduk pada katak betina, akan tetapi pada katak jantan organ ini tidak berfungsi dalam sistem reproduksi. Gambar : organ reproduksi katak jantan
01 2. Organ reproduksi katak betina Organ reproduksi katak betina terdiri atas sepasang ovarium. Ovarium katak terletak pada bagian belakang rongga tubuh dan diikat oleh penggantungnya yang disebut mesovarium. Ovarium pada katak betina berfungsi untuk menghasilkan ovum. Apabila telah matang, ovum tersebut akan ditampung oleh suatu corong yang dinamakan infundibulum. Oviduk katak betina terpisah dengan ureter dan bermuara pada kantong kloaka. Setiap ovum yang keluar dari dalam tubuh induk betina akan dilapisi selaput telur (membrane vitelin). B. Organ reproduksi katak betina Gambar : organ reproduksi katak betina
Fertilisasi merupakan peleburan sperma dengan sel telur atau lebih dikenal juga dengan pembuahan. Fertilisasi terdiri dari fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal. Fertilisasi eksternal banyak ditemui pada beberapa species dari kelas Pisces dan Amfibia (misalnya katak). Fertilisasi eksternal biasanya sel telur (ovum) dibentuk dalam jumlah besar/banyak, karena kemungkinan terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara internal dan dapat pula terjadi karena hewan tersebut tidak memiliki alat kelamin luar. Fertilisasi eksternal memerlukan media air atau tempat yang basah. B. Proses fertilisasi katak
proses fertilisasi pada katak dimulai ketika betina mengeluarkan gelembung telur ke air, dan jantan mengeluarkan sel sperma sekitar tempat telur tersebut berada, sel sperma akan bergerak ke arah sel telur dan terjadi penyatuan antara sel sperma dan sel telur. Gambar : pertemuan antara sel sperma dan sel telur
Pembelahan Inti zigot mengalami serangkaian mitosis yang menghasilkan inti anak yang dipartisis melalui sitokinesis, menjadi sel-sel yang terpisah dan semakin kecil. Pembelahan pertama terjadi segerah setelah inti zigot terbentuk. Muncul alur yang memanjang melalui kutub sel telur melalui titik masuknya sperma dan membagi telur menjadi 2 bagian membentuk tahap 2 sel. Pembelahan kedua membentuk tahap 4 sel, pembelahan ketiga berjalan secara hirizontal. C. Embriogenesis katak Gambar : pembelahan pada sel
Tahap morula Pembelahan adalah proses pembelahan sel pada embrio awal. Zigot katak mengalami pembelahan sel yang cepat tanpa mengalami pertumbuhan secara keseluruhan, sehingga menghasilkan sekelompok sel dengan volume dan massa yang sama dengan zigot aslinya. Sel-sel berbeda yang berasal dari pembelahan disebut blastomer dan membentuk massa kompak yang disebut morula. Gambar : tahap morula
Tahap blastula Blastula merupakan bentuk lanjutan dari morula yang terus mengalami perkembangan. Sementara sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus, terbentuklah rongga ataupun celah di bawah piringan germinal yang memisahkan dengan kuning telur. Rongga ini makin lama makin membesar dan berisi cairan Gambar : tahap blastula
Tahap gastrula Gastrulasi adalah fase awal dalam perkembangan embrio sebagian besar hewan, di mana blastula berlapis tunggal direorganisasi menjadi struktur berlapis-lapis yang dikenal sebagai gastrula. Fase ini dapat disebut juga sebagai fase ketika sel-sel yang sudah terbentuk akan dirombak. Dalam tahap ini, akan dihasilkan tiga buah lapisan germinal yang disebut lapisan embrionik. Ketiga lapisan tersebut yaitu: 1. Lapisan ektoderm yang merupakan lapisan paling luar dari embrio 2. Lapisan mesoderm yang merupakan lapisan bagian tengah 3. Lapisan endoderm yang merupakan lapisan inti sel dari embrio yang akan mengalami perubahan menjadi sebuah janin Itulah ketiga lapisan yang akan melindungi embrio dari dalam maupun luar. Gambar: tahap gastrula
Tahap neurulasi Neurulasi adalah proses penempatan jaringan yang akan tumbuh menjadi sistem saraf pusat, neurulasi juga biasa di sebut dengan proses awal pembentukan sistem saraf yang melibatkan perubahan sel-sel ektoderm bakal neuron pusat berikut merupakan tahap neurulasi pada katak: Neurulasi pada amphibia diawali dengan terbentuknya notocord dari mesoderm bagian dorsal yang berkondensi persis diatas gastrocoel atau arkenteron. Pada tahap ini lempeng neural melipat dan menggulung
Pada tahap ini, jarinagan pada daerah pertemuan pinggir-pinggir tabung memisah dari tabung sebagai pial neuron (neural cest) neural cest merupakan sumber sel-sel yang akan bermigrasi untuk membentuk banyak struktur, meliputi tulang dan otot tengkorak, sel-sel pigmen kulit, sel-sel adrenal, dan ganglia periferal sistem saraf. Pada tahap ini, embrio dengan tabung neuron suda selesai terbentuk dan mempunyai banyak somit yang mengapi notokord
Organegenesis Organogenesis adalah proses pembentukan organ-organ tubuh dari tiga lapisan-lapisan lembaga yang dihasilkan dari proses gastrulasi yaitu lapisan ektoderem sebelah luar, endoderem disebelah dalam, dan mesoderem dibagian tengah. Organogenesis katak sendiri terjadi dimulai dari setelah selesainya proses grastulasi yang menghasilkan ektoderem , mesoderem, dan endoderem. Setelah itu lapisan-lapisan tersebut mengalami diferensiasi atau dinamakan tahapan neurulasi dimana lapisan eksoderem akan menebal dan melipat membentuk neural plate yang akan berkembang menjadi neural crest yang merupakan bakal dari otak dan sum-sum tulang belakang dan dari lapisan ini juga akan berkembang ingsang, kuping, alat optic dan saluran eustachius.
TERIMAH KASIH
OLEH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI ISDIK KIE RAHA MALUKU UTARA 2023 Nama : Gisna parangi Npm : 38420521004 Emriologi dan reproduksi
A. Organ reproduksi cicak Cicak berkembang biak dengan berbagai cara, tergantung pada spesiesnya. Cicak jantan menghasilkan sperma di organ reproduksinya, sedangkan sang betina memiliki ovarium dan saluran telur tempat sel telur terbentuk dan dilalui. Cicak bereproduksi dengan pembuahan internal, di mana cicak jantan menyimpan sperma ke dalam tubuh betina. Spesies cicak lain bereproduksi melalui pembuahan ekstrnal, di mana sperma disimpan secara ekstrnal dan kemudian menembus sel telur cicak betina. Selain itu, cicak juga bereproduksi melalui ovoviparity, di mana telur dierami di dalam tubuh cicak betina dan lahirnya cicak muda. Cicak tembok Hemidactylus platyurus Taksonomi Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Reptilia Ordo : Squamata Family : Gekkonidae
B. Proses fertelisasi Cicak berkembang biak dengan cara, yang paling ummu adalah pembuahan internal. Proses ini melibatkan cicak jantan yang memasukan sperma ke dalam saluran reproduksi cicak betina. Sperma kemudian bergabung Bersama dengan sel telur betina didalam saluran telur. Setelah telur dibuahi, mereka kemudian diletakkan di sarang, tempat merekah mengerami dan menetes. Selama proses ini, induk cicak dapat meberikan perlindungan dan atau makanan. C. Emriogenesis Cicak mampu bereproduksi, baik secara seksual maupun aseksual. Dalam reproduksi seksual, cicak bertelur, yang menetas dan melalui tiga tahap perkembangan yang berbeda. Tahap pertama , yang dikenal sebagai pembelahan, adalah saat sel membelah dengan cepat, membentuk massa sel yang padat. Tahap kedua, yang dikenal sebagai gastrulasi, adalah saat sel mulai berdiferensiasi dan bergerak untuk membuat organ dan struktur internal embrio. Tahap ketiga dan terakir, yang dikenal sebagai organogenesis, adalah ketika organ dan struktur emrio terbentuk dan cicak berkembang mengembang ciri-cirinya. Selama tahap ini, emrio akan diberikan makan oleh kantung kuning telur sebelum menetas.
Selesai
PROSES FERTILISASI PADA AYAM Nama: sutni sari lawer fitriyani anwar FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INSTITUT SAINS DAN KEPENDIDIKAN(ISDIK) KIE RAHA MALUKU UTARA 2023
Semua jenis unggas, termasuk ayam (Gallus sp) berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Ayam mengalami pembuahan dalam, tetapi perkembangan embrionya terjadi di luar tubuh dengan dierami selama 21 hari. Pada proses pembuahannya, ayam jantan akan melepaskan berjuta-juta sperma, tetapi hanya satu sperma yang dapat membuahi sel telur. Ayam jantan dan ayam betina memiliki alat perkembangbiakan yang berbeda. Organ reproduksi Jantan dan betina pada ayam