The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by srimuliyani asis, 2024-01-15 09:27:14

EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI

EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI

Keywords: BIO021

1.Pengertian Reproduksi Alami Manusia Reproduksi alami manusia merupakan proses alami yang melibatkan interaksi antara sistem reproduksi pria dan wanita. Reproduksi alami manusia merujuk pada proses reproduksi yang terjadi secara alami tanpa campur tangan teknologi reproduksi. Proses reproduksi alami melibatkan hubungan seksual antara seorang pria dan seorang wanita, di mana sperma dari pria bertemu dengan sel telur yang dilepaskan oleh wanita selama siklus menstruasi. Reproduksi alami manusia merupakan proses yang kompleks dan melibatkan berbagai tahapan untuk terjadinya kehamilan. Salah satu tahapan penting dalam reproduksi adalah pembuahan, di mana sperma bertemu dengan sel telur dan membentuk embrio. Namun, tidak semua embrio yang terbentuk dapat berkembang dengan baik. Beberapa embrio mengalami kematian pada tahap awal perkembangannya, yang dikenal sebagai embrio dini.


2. Kematian Embrio Dini Embrio dini merujuk pada embrio manusia yang mengalami kematian pada tahap awal perkembangannya, biasanya dalam waktu dua minggu setelah pembuahan. Pada tahap ini, embrio belum berkembang menjadi janin yang lebih kompleks. Kematian embrio dini dapat terjadi sebelum atau setelah implantasi embrio ke dalam dinding rahim. Kematian embrio dini merupakan fenomena yang terjadi pada tahap awal perkembangan embrio manusia. Kematian embrio dini mengacu pada keguguran yang terjadi pada tahap awal kehamilan, biasanya sebelum embrio mencapai usia kehamilan 20 minggu. Ini berarti bahwa embrio tidak berkembang dengan baik dan tidak dapat bertahan hidup. Penyebab kematian embrio dini dapat bervariasi, termasuk kelainan genetik, masalah kromosom, masalah hormonal, atau masalah kesehatan ibu. Ketika terjadi kematian embrio dini, gejala yang mungkin terjadi termasuk perdarahan vagina, kram perut, dan penurunan tanda-tanda kehamilan seperti mual dan nyeri payudara.


3. Penyebab Kematian Embrio Dini Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kematian embrio dini pada reproduksi alami manusia. Beberapa di antaranya termasuk: 1. Gangguan kromosom 2. Kelainan genetik 3. Gangguan hormonal 4. Dampak Emosional 5. Gangguan implantasi 6. Gangguan vaskular


Sekian & Terimakasi


Perkembangan embrio menjadi organisme


Perkembanan embrio menjadi organisme merupakan proses yang sangat kompleks dan menarik.ini dimulai dengan pembuahan, dimana sperma dan seltelur bergabung untuk membentuk zigot. Zigot ini kemudian mulai membelah dan kembang menjadi embrio. Tahap awal prkembangan embrio disebut blastulasi, dimana zigot membelah menjadi banyak sel yang di sebut blastomer. Ini kemudian membentuk struktur berongga yang disebut blastula.


Selanjutnya adalah tahap gastrulasi, dimna blastula berubah bentuk dan membentuk tiga lapisan sel yang berbeda: yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Masing-masing lapisan ini akan berkembang menjadi bagian-bagian yang berbeda dari organisme. Ektoderm berkembang menjadi system saraf dan kulit, mesoderm menjadi otot dan system sirkulasi, dan endoderm menjadi organ-organ dalam seperti paruparu dan usus.


Setelah gastrulasi, embrio memasuki tahap organogenesis, dimana organ-organ mulai terbentuk. Ini adalah tahap dimana struktur seperti jantung otak dan paru-paru mulai terlihat. Proses ini berlanjut sampe embrioberkembang menjadi fetus, dan akhirnya lahir sebagai organisme yang sepenuhnya berkembang.


SEKIAN DAN TERIMAKASI


Fase perkembangan Embrio Dalam Sistem Reproduksi Pada Manusia Disusun Oleh: Nama: Kiswanti Samsudin Npm: (38420521018) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIPKIE RAHA KOTA TERNATE (2023)


A. Fase perkembangan embrio Embrio adalah sel atau organisme yang hidup pada tahap awal perkembangan manusia di mana organ-organ penting dalam struktur tubuh mulai terbentuk. Namun, pada dasarnya, definisi embrio dapat bervariasi tergantung pada sel atau organisme masing-masing. Sebagai contoh, pada manusia, embrio adalah organisme yang berkembang biak secara seksual saat sel sperma membuahi ovum (sel telur). Hasil dari proses tersebut disebut dengan zigot. Setelah menjadi zigot, kemudian sel-sel itu akan mengalami pembelahan hingga akhirnya terpisah. Ketika ratusan sel sudah terpisah, maka fase pembentukan embrio mulai terjadi. Sementara itu, dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista, zigot akan mulai membelah untuk menghasilkan organisme multisel atau embrio. Embrio pada manusia terbentuk antara umur 3—5 minggu dalam masa kehamilan. Pada rentang waktu tersebut, biasanya telah mulai terbentuk struktur organ-organ penting yang nantinya akan berkembang sebagai janin.


B 4 Tahapan perkembangan embrio 1. Tahap morula Setelah mengalami pembuahan, maka akan terjadi proses pembelahan. Pembelahan tersebut dilakukan dengan menggunakan proses mitosis untuk mereplikasi genom dan kemudian membagi sel menjadi dua. Pembelahan pertama terjadi sekitar satu hari setelah pembuahan dan pembelahan berikutnya terjadi setiap 12—24 jam setelah itu. Morula sendiri merupakan tahap perkembangan embrio yang terdiri dari massa padat dengan jumlah 16 sel atau lebih. Morula termasuk tahap embrionik pertama di mana sel-sel dapat dikategorikan sebagai internal atau eksternal dan akan terus membelah. Ketika morula mencapai tahap 64 sel, maka sel-sel internal dan eksternal menjadi garis keturunan yang terpisah. Sel-sel internal disebut massa sel dalam atau disingkat ICM nantinya akan menjadi embrio itu sendiri dan membran sekitarnya. Sementara itu, sel luar disebut sel trofoblas. Sel tersebut berperan penting dalam proses implantasi pada dinding rahim, kemudian akan menjadi korion yang merupakan bagian embrionik dari plasenta


2. Tahap blastula Tahap blastula ditandai dengan proses pembelahan yang telah menghasilkan lebih dari 100 sel. Blastula biasanya merupakan lapisan sel berbentuk bola (blastoderm) yang mengelilingi rongga berisi cairan. Pada manusia, blastula membentuk blastokista pada tahap perkembangan selanjutnya. Di sini sel-sel dalam blastula mengatur diri mereka sendiri dalam dua lapisan, yakni massa sel dalam dan lapisan luar yang disebut trofoblas. Massa sel bagian dalam juga dikenal sebagai embrioblas, di mana massa sel ini akan terus membentuk embrio. Pada tahap perkembangan ini, massa sel dalam terdiri dari sel puncak embrionik yang akan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan oleh organisme. Sementara itu, trofoblas akan berkontribusi pada plasenta dan memberi nutrisi pada embrio


3. Tahap gastrula Fungsi penting dari gastrula adalah untuk menetapkan arah perkembangan embrio, Sementara itu, sel-sel dalam blastula mengatur ulang diri mereka sendiri secara spasial untuk membentuk tiga lapisan sel dalam proses yang dikenal sebagai gastrula. Dalam proses gastrula, blastula melipat dirinya sendiri untuk membentuk tiga lapisan sel yang disebut lapisan germinal. Lapisan tersebut berdiferensiasi menjadi sistem organ yang berbeda, di antaranya sebagai berikut. • Ektoderm, membentuk sistem saraf dan lapisan luar kulit. • Mesoderm, mengembangkan otot dan jaringan ikat. • Endoderm, membentuk lapisan sistem pencernaan dan organ dalam lainnya.


4. Tahap organogenesis Organogenesis adalah proses di mana tiga lapisan jaringan germinal embrio, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm, berkembang menjadi organ internal organisme. Proses tersebut biasanya terjadi pada minggu ke-6 sampai ke-8 yang ditandai dengan adanya diferensiasi jaringan menjadi organ. Selama minggu ketiga, proses gastrulasi terjadi, yang membentuk tiga lapisan sel yang berbeda, yakni mesoderm, endoderm, dan ektoderm. Ketiganya adalah lapisan sel germinal utama dari mana organ muncul selama organogenesis, meliputi berikut ini. • Endoderm, yang membentuk organ-organ sistem pencernaan dan pernapasan, termasuk timus, paratiroid, kandung kemih, dan uretra. • Ektoderm, yang bertanggung jawab untuk perkembangan kulit dan pelengkap kulit, sistem saraf, serta bagian dari organ sensorik. • Mesoderm, yang membentuk sistem peredaran darah dan darah, sistem limfatik, tulang, tulang rawan, otot, dan banyak organ dalam lain. Misalnya, ginjal, limpa, ureter, dan korteks adrenal yang semuanya berasal dari mesoderm.


Pada akhir minggu ke-8, sistem organ telah berkembang dan siap untuk pematangan lebih lanjut. Sementara di minggu ke-9 kehamilan, periode perkembangan janin dimulai dan berlangsung sampai lahir yang melibatkan pertumbuhan dan diferensiasi struktur anatomi.


• Kesimpulan Perkembangan embrio manusia adalah proses yang kompleks dan dinamis yang melibatkan berbagai tahap pembelahan sel dan diferensiasi sel. Tahap-tahap perkembangan embrio manusia adalah fase morula, blastula, gastrula, dan organogenesis. Setiap tahap memiliki karakteristik dan hasil yang berbeda-beda. Perkembangan embrio manusia dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan yang dapat menyebabkan kelainan atau keguguran.


Terima Kasih


Click to View FlipBook Version