Alat perkembang biakan ayam jantan
Organ reproduksi ayam Jantan ❖ Testis Ayam jantan memiliki dua testis yang terletak di rongga badan dekat tulang belakang atau di depan ginjal. Meskipun berdekatan dengan rongga udara, testis selalu bersuhu antara 41º sampai 43º Celcius, karena proses pembentukan sperma akan terjadi di suhutersebut. Testis ayam berbentuk seperti biji buah buncis berwarna putih kekuningan atau putih krem, dan dibungkus dua lapisan tipis transparan serta lapisan albuginea yang lunak. Bagian dalam testis terdiri dari tubulus seminiferous dan jaringan interstitial. Tubulus seminiferous merupakan tempat terjadinya spermatogenesis yang beratnya sekitar 85 persen sampai 95 persen dari volume testis. Sementara, jaringan interstitialnya terdiri dari sel glanduler (sel Leydig), yaitu tempat disekresikannya hormon steroid, androgen, dan testosteron. Adapun besar testis tergantung umur, strain (hasil biakan), musim, dan pakan.
❖ Duktus deferens atau vas deferens menjadi dua bagian, yaitu atas dan bawah. Duktus deferens atau saluran epididimis adalah muara sperma dari testis. Vas deferens bagian bawah merupakan perpanjangan dari saluran tersebut Dalam vas deferens, sperma mengalami pemasakan dan penyimpanan sebelum diejakulasikan. Sel sperma yang telah matang kemudian menuju kloaka ❖ Kloaka Kloaka Adalah organ kopulasi atau penghubung antara alat kelamin jantan dan betina sewaktu reproduksi. Fertilisasi terjadi secara internal, sehingga diperlukan alat kopulasi untuk menyalurkan sperma ke dalam tubuh ayam betina. Kloaka merupakan muara tiga saluran, yaitu sistem reproduksi, ekskresi, dan sistem pencernaan. Ketika mengeluarkan sperma, saluran pengeluaran urine dan feses akan ditutup sehingga tidak dikeluarkan secara bersamaan.
Alat perkembangbiakan ayam betina
Organ reproduksi ayam betina ❖ Ovarium Ovarium (kantung telur) Terletak di antara rongga dada dan rongga perut pada garis punggung. Ovum adalah alat perkembangbiakan yang berfungsi sebagai penghasil ovum atau sel telur. Ovarium biasanya terdiri atas tiga ribu ovum yang belum matang berwarna putih, dan sekitar lima sampai enam ovum yang telah matang. Kuning telur merupakan tempat disimpanya sel benih yang dibungkus oleh lapisan membran folikuler. Lapisan kuning telur ini mengandung banyak kaliper darah, berguna untuk menyuplai komponen penyusun kuning telur lewat aliran darah menuju sel benih. Ovum juga dibungkus oleh membran vitelin. Pada ovum yang telah masak, membran tersebut dibungkus oleh membran folikel.
2. Oviduk Berjumlah sepasang, dan merupakan saluran penghubung ovarium dan uterus. Oviduk merupakan tempat berlangsungnya fertilisasi. Setelah fertilisasi berlangsung, zigot akan dipersiapkan untuk berkembang di luar tubuh sang induk. Dalam saluran oviduk, kuning telur dibungkus dengan cairan putih sekitar 3,5 jam. Setelah itu, seluruh permukaan telur yang telah dibuahi akan disekresikan membran atau selaput telur. 3. Uterus Dalam uterus, telur yang telah dibuahi dilengkapi cangkang berwarna putih atau cokelat tergantung genetik tiap individu. Uterus adalah tempat perkembangbiakan telur yang paling lama, yaitu sekitar 18 sampai 20 jam. 4. Kloaka Telur yang telah dibuahi, akan dikeluarkan dengan bantuan rangsangan dari hormon oksitosin. Telur yang sudah dilapisi cangkang kuat, dikeluarkan oleh induk betina melalui kloaka. Selain itu, organ reproduksi ini juga berperan sebagai alat kopulasi ayam betina yang menerima sperma dari ayam jantan.
B. Embrio genesis pada ayam Perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh ayam betina dalam bentuk telur yang dilindungi oleh cangkang. Telur adalah tempat penimbunan zat gizi seperti, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan oleh embrio selama masa perkembangan sampai menetas. Telur embrio dilengkapi dengan kantung kuning yang merupakan nutrisi untuk menyuplai perkembangan embrio selama di dalam cangkang. Telur ayam memerlukan suhu hangat, sehingga induk ayam akan mengerami telurnya untuk menjaga telur agar tetap hangat.
Gambar Prosen Embrio Genesis Pada Telur
Induk ayam mengerami telurnya dalam waktu 21 hari sebelum kemudian menetas. Berikut ini adalah tahapan perkembangan embrio ayam mulai dari hari pertama hingga menetas: Hari pertama Pada hari pertama, bentuk awal embrio belum terlihat jelas. Sel benih berkembang menjadi bentuk bulat seperti cincin dengan bagian tepinya yang berwarna gelap dan bagian tengah agak terang. Bagian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi yang dinamakan zigot blastoderm. HARI KEDUA Pada hari kedua, embrio mulai membentuk jantung, hati, dan pembuluh darah mulai berkembang. Letak telinga dan pembuluh saraf columna vertebrae (rangkaian tulang belakang) mulai terlihat. Fase ini adalah saat yang penting dari kehidupan, sebab jantung sudah mulai. Peredaran darah dimulai dengan adanya kerja sama antara kantung darah dan kantung selaput kuning telur.
HARI KETIGA HARI KEEMPAT Pada hari ketiga, bentuk jantung embrio mulai terlihat jelas, kaki, dan sayap mulai terbentuk dan berkembang, posisi embrio mulai berputar, mulai tampak pembuluh darah, organ tubuh semakin lengkap, serta terbentuknya lidah. Mulai terdapat adanya selaput amnion, cairan korio-alantois, dan umbilicalis. Ketiga cairan ini berfungsi menyalurkan nutrisi atau makanan ke embrio. Pada hari keempat perkembagan embrio mulai jelas. Mata mulai terbentuk, begitu juga dengan kaki dan sayap. Organ paruparu dan hati sudah terbentuk, tetapi tidak terlihat dengan kasat mata.
HARI KELIMA Pada hari kelima, bentuk embrio sudah semakin tampak jelas dan bakal anggota tubuh mulai terbentuk. Ekor dan kepala sudah berdekatan sehingga tampak seperti huruf C. Embrio terletak di dalam amnion. Pembuluh darah semakin banyak dibandingkan pada hari sebelumnya. HARI KEDELAPAN Pada hari kedelapan, bakal paruh dan kaki sudah mulai terbentuk, tulang punggung mulai mengeras, dan optik fesikel telah berubah sempurna menjadi mata. HARI KESEMBILAN Jari kaki dan sayap mulai terbentuk. Selain itu, perut mulai menonjol karena organ dalamnya mulai berkembang. Pada masa-masa ini, embrio semakin mirip dengan ayam, dan mulutnya terlihat mulai membuka. Alat reproduksi, jantung, pernapasan, wajah, dan hidung mulai terlihat nyata.
HARI KETIGA BELAS Sayap dan kaki mulai terlihat jelas dan tampak nyata. Paruh mulai mengeras, sisik dan kuku juga sudah mulai terlihat. Alantois menyusut menjadi membran korioalantois. Tubuh embrio sudah ditumbuhi bulu. Embrio akan berputar sehingga kepalanya tepat berada di bagian telur yang tumpul. HARI KEEMPAT BELAS Kepala embrio ayam mulai memutar ke kantong udara dan tubuhnya sudah mulai ditutupi bulu. HARI KEENAM BELAS Pada hari ke-16, perkembangan yang terjadi yaitu cakar, sisik, dan paruh sudah semakin mengeras. Bentuk kepala hampir sempurna dan posisi embrio telah sejajar dengan bentuk telur yang memanjang. Kuning telur membeku, sedangkan putih telur mengental dan semakin sedikit. Telinga, mata, dan ekor embrio menuju ke arah sempurna. Ginjal mulai dapat memproduksi urates (garam dari asam urat).
HARI KETUJU BELAS Pada hari ke-17 terjadi pengurangan cairan embrionik. Selain itu, perkembangan yang terjadi adalah bentuk kepala, mata, ekor, sayap, dan kaki telah sempurna. Bulu sudah menutupi seluruh permukaan tubuh dan paruh mengarah ke kantong udara. HARI KESEMBILAN BELAS Pada hari ke-19, vitellus (kuning telur) terserap dan menutup pusar (umbilicus). Anak ayam menembus selaput cangkang telur bagian dalam dan bernapas melalui rongga udara. Paruh ayam sudah cukup kuat untuk mematuk selaput cangkang dalam. Pernapasan dengan paru-paru mulai berlangsung.
HARI KEDUA PULUH Kuning telur sudah masuk sepenuhnya ke dalam tubuh embrio. Embrio yang bentuknya hampir sempurna ini menembus selaput cairan dan mulai bernapas menggunakan udara di kantung udara. Saluran pernapasan mulai berfungsi dan bekerja sempurna. HARI KEDUA PULUH SATU Pada hari ke 21, embrio di dalam cangkang telur telah berbentuk anak ayam dengan sempurna. Anak ayam akan mematuk cangkang telur dengan paruhnya dan menetas keluar dari cangkang.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, and includes icons by Flaticon, infographics & images by Freepik and content by Eliana Delacour TERIMAKASIH
DI SUSUN OLEH NAMA : JIHAN SARI YULIYANTI UMASUGI EMBRIOLOGI KELINCI (MAMALIA) ORGAN REPRODUKSI JANTAN DAN BETINA, PROSES FERTILISASI, DAN EMBRIOGENESIS
Organ repoduksi jantan dan betina pada kelinci Kelinci adalah mamalia herbivora yang memiliki sistem reproduksi dioik, artinya ada kelinci jantan (jantan) dan kelinci betina (betina) yang memiliki organ reproduksi yang berbeda. Berikut adalah penjelasan tentang organ reproduksi pada kelinci jantan dan betina: Klasifikasi ilmiah : Kerajaan : Animalia Superfilim : Chordata Filum : Vertebrata Kelas : Mammalia Ordo : Lagomorpha Famili : Leporidae KELINCI (RABBIT)
Organ Reproduksi Jantan : - Kelinci jantan mempunyai sepasang testis. Bentuknya oval. Mereka disimpan dalam dua kantung yang disebut skrotum yang digantung di perut. Setiap testis terbentuk dari banyak tubulus halus yang disebut tubulus seminiferus. - Tubulus melingkar yang disebut epididimis terbentuk di ujung tubulus seminiferus. Epididimis mengarah ke saluran sperma yang disebut vas deferens. - Vas deferens berjalan ke depan dan memasuki rongga perut melalui kandung kemih. Uretra berjalan kembali dan masuk ke penis. - Ada tiga kelenjar aksesori yang berhubungan dengan system reproduksi pria. Yaitu kelenjar prostat, kelenjar cowper, dan kelenjar perineum. - Sekresi mereka memberi nutrisi dan mengaktifkan reproduksi.
Organ Reproduksi Betina : ● Ovarium: Ovarium adalah organ reproduksi utama pada kelinci betina. Mereka menghasilkan sel telur atau ovum selama siklus reproduksi. ● Tuba Fallopi (Saluran Telur): Setiap ovarium terhubung ke tuba Fallopi yang memungkinkan sel telur yang telah matang untuk bergerak menuju rahim. ● Rahim (Uterus): Rahim adalah organ tempat sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio. Kelinci memiliki dua rahim. ● Vagina: Vagina adalah saluran di dalam tubuh betina yang menghubungkan vulva (bagian luar organ reproduksi) dengan rahim. Inilah tempat di mana penis kelinci jantan dimasukkan selama kopulasi. ● Kelenjar Seks: Betina juga memiliki kelenjar seks yang menghasilkan lendir untuk membantu melumasi vagina selama kawin.
Fertilisasi adalah proses bersatunya kedua jenis sel kelamin (jantan dan betina),dimana masingmasing gamet mengandung 1n kromosom yang disebut haploid sehinggamenghasilkan sel baru yang disebut zigot. Karena itu, fertilisasi merupakan proses yangsangat penting dan merupakan titik puncak dari serangkaian proses yang terjadisebelumnya dan kadang-kadang merupakan proses yang cukup kompleks. Penting diingat bahwa fertilisasi merupakan proses dengan kekhususan yang tergantung pada spesies. Artinya, spermatozoa dari satu spesies tidak dapat membuahi ovum dari spesiesyang berlainan. Fertilisasi pada kelinci terjadi dengan serangkaian tahap-tahap mulai dari kematangan jenis kelamin terjadi setelah waktu 6 minggu maka kelinci betina dan jantan yang pubertas maupun dewasa menampakkan hasrat birahi seperti pada betina yang memiliki ciri-ciri menggosokkan lehernya ke kandang dan kelaminnya berwarna merah dan basah tanda-tanda dimana hasrat kelinci untuk kawin sangatlah besar. Proses Fertilisasi
Hasrat kelinci untuk melakukan perkawinan terjadi pada satu periode musim dinamakan masa kawin (musim kawin), kelinci betina yang beruntung mendapatkan pejantan akan melakukan aktivitas kawin, proses pembuahan (fertilisasi) awal memiliki tahapan yang dimulai dari gametogenesis, yaitu dengan terbentuknya empat sperma pada jantan dan satu ovum pada betina. Gametogenesis terjadi pada individu dewasa, yang kemudian dilanjutkan ovum spermatozoa dapat membuahi sel ovum. Setelah fertilisasi kelinci akan bunting, masa periode gestasi (waktu bunting) pada kelinci memerlukan waktu sekitar normal 30-31 hari, paling cepat 29 hari, dan lambat 35 hari. Kelinci betina dapat melahirkan anak sebanyak 1-12 ekor dan dapat bunting kembali setelah beberapa hari melahirkan. Kelinci dapat memproduksi banyak anak sebab kelinci dapat melahirkan 6 kali dalam setahun.
Embriogenesis kelinci Embriogenesis pada kelinci adalah proses perkembangan embrio dari saat pembuahan sel telur oleh sperma hingga terbentuknya organisme yang sepenuhnya berkembang dan siap untuk lahir. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan penting yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Berikut adalah rangkaian tahapan embriogenesis pada kelinci: ● Fertilisasi: Fertilisasi terjadi ketika sperma menyatukan diri dengan sel telur (ovum) di dalam saluran reproduksi betina. Hasil dari fertilisasi adalah pembentukan zigot, yang memiliki materi genetik dari kedua orang tua. ● Pembelahan: Setelah fertilisasi, zigot mengalami serangkaian pembelahan sel. Awalnya, zigot membelah menjadi dua sel, kemudian empat, delapan, dan seterusnya. Tahap-tahap awal ini disebut dengan tahap morula. ● Blastulasi: Pada tahap selanjutnya, embrio terus membelah dan membentuk struktur yang disebut blastula. Blastula terdiri dari sejumlah sel yang disusun di sekitar rongga yang berisi cairan. ● Gastrulasi: Proses ini mengubah struktur blastula menjadi struktur yang lebih kompleks yang disebut gastrula. Pada tahap gastrulasi, embrio mengalami perkembangan tiga lapisan germinal utama yang menjadi dasar bagi pembentukan berbagai jaringan dan organ di masa depan: endoderm, mesoderm, dan ektoderm.
• Neurulasi: Pada tahap ini, sistem saraf dasar mulai terbentuk. Ektoderm mengalami penebalan dan membentuk struktur yang disebut piringan saraf. Piringan ini akan berkembang menjadi sistem saraf pusat dan tepi. • Organogenesis: Proses ini terjadi selama periode waktu yang panjang dan melibatkan diferensiasi dan spesialisasi sel untuk membentuk berbagai organ dan jaringan, seperti jantung, paru-paru, hati, otak, dan lain-lain. Organogenesis biasanya dimulai setelah gastrulasi dan terus berlanjut selama beberapa minggu atau bahkan bulan tergantung pada spesiesnya. • Pengembangan dan Pertumbuhan: Setelah organogenesis, embrio terus berkembang dan tumbuh. Pada tahap ini, organ-organ dan jaringan terus matang dan berkembang sesuai dengan fungsinya masingmasing. • Pra-Lahiran: Pada tahap akhir embriogenesis, embrio telah berkembang menjadi janin yang hampir siap untuk lahir. Pada saat ini, janin telah mengembangkan sistem organ dan jaringan yang lebih matang. Penting untuk diingat bahwa embriogenesis pada kelinci dapat bervariasi dari satu spesies ke spesies lainnya. Faktor seperti genetik, lingkungan, dan nutrisi dapat mempengaruhi proses ini. Selain itu, tiap fase dapat memakan waktu yang berbeda tergantung pada spesies kelinci dan kondisi lingkungannya.
THANK YOU 9
Reproduksi pria dan wanita (embriologi manusia) Disusun : Yurna Buabes (38420521008)
Sistem Reproduksi pada Manusia ● Sistem reproduksi pada manusia, baik pada pria maupun wanita, memiliki struktur organ internal dan eksternalnya masing-masing. Setiap organ dalam sistem tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda pula dan bekerja secara spesifik untuk masing-masing jenis kelamin. ● Awal kehidupan manusia terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur yang umumnya terjadi dalam hubungan seksual. Proses ini dapat berlangsung berkat adanya organ pada sistem reproduksi yang berfungsi dengan baik. Organ reproduksi, beserta kelenjar dan hormon, membentuk sistem reproduksi yang berperan dalam proses reproduksi manusia.
Sistem reproduksi pria berfungsi untuk memproduksi, menyimpan, dan menyalurkan sperma untuk membuahi sel telur. Sementara itu, sistem reproduksi wanita memiliki fungsi untuk memproduksi sel telur dan sebagai tempat janin berkembang hingga proses persalinan tiba. Kedua fungsi tersebut saling melengkapi dalam proses reproduksi. Sistem organ reproduksi pria dan wanita sama-sama terdiri dari bagian eksternal dan internal. Sebagian besar organ sistem reproduksi pria berada di luar tubuh, berbeda dengan wanita yang lebih banyak berada di dalam tubuh. Sistem Reproduksi Pria dan Wanita
Struktur organ reproduksi eksternal pada pria meliputi: Penis Penis adalah organ vital pria yang digunakan untuk berhubungan seksual. Saat mencapai klimaks, sperma akan keluar melalui saluran di dalam penis. Skrotum Skrotum adalah kantong kulit yang menggantung pada pangkal penis. Kantung kecil dan berotot ini melindungi testis, beserta saraf dan pembuluh darah. Testis Testis adalah sepasang organ pada sistem reproduksi laki-laki yang yang terletak di dalam skrotum. Testis merupakan kelenjar tempat sperma dan testosteron diproduksi. Sistem reproduksi pria
Selain itu, struktur organ reproduksi pria juga didukung oleh organ internal yang dikenal sebagai organ aksesoris. Organ-organ ini meliputi uretra, vas deferens, epididimis, vesikula seminalis, duktus ejakulatorius, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbourethral. Berbagai jenis organ aksesoris tersebut berfungsi untuk memproduksi, menyimpan, dan memfasilitasi keluarnya sperma. Kinerja organ reproduksi pria tergantung pada kondisi hormon reproduksi dalam tubuh pria, yaitu hormon testosteron. Hormon ini memiliki manfaat dalam perkembangan karakteristik seorang pria, termasuk bentuk tubuh dan gairah seksual. Hormon testosteron, beserta FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone), juga berperan dalam produksi sperma.
Sistem reproduksi wanita Beberapa organ dalam sistem reproduksi wanita, antara lain: Ovarium Ovarium adalah kelenjar berbentuk oval dan berukuran kecil yang terletak di kedua sisi rahim. Ovarium menghasilkan sel telur dan hormon estrogen serta progesteron. Tuba Falopi Organ ini berbentuk menyerupai tabung kecil yang menempel di bagian atas rahim. Tuba falopi berfungsi sebagai jalur sel telur untuk bergerak dari ovarium ke rahim. Proses pembuahan biasa terjadi pada organ ini. Uterus (rahim) Rahim adalah organ berongga berbentuk menyerupai buah pir yang merupakan tempat bagi janin untuk berkembang semasa kehamilan. Bagian bawah atau leher rahim, yang berhubungan dengan vagina, dikenal sebagai serviks. Vagina Vagina adalah jalur yang menghubungkan serviks (mulut rahim) ke bagian luar tubuh. Vagina dikenal juga sebagai jalan lahir. Saat berhubungan seksual, sperma akan disalurkan oleh penis melalui dalam organ ini.
Organ repoduksi wanita turut dilengkapi dengan organ reproduksi eksternal, yaitu labia mayora, labia minor, kelenjar Bartholin, dan klitoris. Organ-organ eksternal ini berfungsi untuk memicu hasrat seksual wanita, melindungi organ reproduksi internal wanita dari berbagai penyebab infeksi, dan membantu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sistem reproduksi wanita juga bekerja sama dengan empat hormon reproduksi utama, yaitu FSH, LH, estrogen dan progesteron. FSH dan LH membantu proses pembentukan sel telur di ovarium, sedangkan estrogen dan progesteron berperan penting untuk kehamilan.
TERIMA KASIH
EMBRIOLOGI PADA TUMBUHAN ANGIOSPERMAE Di Susun: Risda Tidore (38420521012)
Pengertian Embriologi pada Tumbuhan Tumbuhan biji tertutup dikelompokan sebagai tumbuhan “angiospermae” (berasal dari bahasa Yunani: angion berarti wadah dan sperma berarti biji; berarti biji yang terdapat pada wadah atau biji tertutup) atau disebut tumbuhan bunga adalah tumbuhan yang telah memiliki organ reproduksi seksual berupa bunga, yang melekat pada sumbu tubuh tumbuhan. bagian dari sumbu tempat melekatnya bunga disebut dasar bunga (reseptaculum). Sedangkan bagian sumbu yang merupakan ruas batang yang mendukung bunga dinamakan tangkai bunga (pedicellus). Bunga yang lengkap tersusun dari bagian yang steril dan bagian yang fertil. Gambar 1.1 (morfologi bunga dengan bagian reproduksi dan hiasan).
Bagian steril dari bunga adalah kelopak (calyx) dan mahkota (corolla). Kelopak terdiri atas sejumlah daun kelopak (sepala) dan mahkota terdiri atas sejumlah daun mahkota (petala). Kelopak dan mahkota bersama-sama disebut hiasan bunga (perianthium). Pada suatu bunga, kadang-kadang hiasan bunganya tidak dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkotanya. Hiasan bunga yang demikian dinamakan tenda bunga (petala) yang terdiri atas daun tenda bunga (tepala). Bagian fertil dari bunga adalah benang sari (stamen) dan putik (pistilum). Benang sari terdiri atas kepala sari (anthera) dan tangkai sari (filament). Putik terdiri atas kepala putik (stigma) dan tangkai putik (stilus). Kelopak Kelopak adalah hiasan bunga yang terletak pada lingkatan luar, masih jelas sebagai organ yang berasal dari daun, lebih kecil dan lebih kasar dibanding hiasan bunga yang lebih dalam. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak yang umumnya berwarna hijau, menyerupai daun kecil. Daun-daun kelopak dapat berlekatan (gamosepalus) dan membentuk sebuah tabung (tubus), atau dapat pula hanya bagian pangkal daun kelopaknya saja yang berlekatan. Jika daun-daun kelopak bebas tidak berlekatan satu sama lain dan masing-masing duduk terpisah pada dasar bunga, maka daun-daun kelopak yang demikian disebut lepas (polysepalus). Kelopak berfungsi untuk melindungi bunga, terutama pada saat bunga masih kuncup (sebelum mekar) dan segera gugur setelah bunga mekar penuh (anthesis).
Mahkota Mahkota bunga atau tajuk (corolla) merupakan hiasan bunga yang terletak di sebelah dalam kelopak, terdiri atas beberapa daun mahkota. Berbeda dengan daun-daun kelopak, daun-daun mahkota pada umumnya dengan warna yang indah, menarik, lebih halus, dan ada yang mempunyai bau yang harum atau sedap. Seperti halnya dengan daun-daun kelopak, daun-daun mahkota dapat saling berlekatan (gamopetalus, monopetalus, sympetalus). Jika daun-daun mahkota bebas satu sama lain dinamakan polysepalus. Selain berfungsi sebagai pelindung organ reproduksi muda, mahkota bunga juga membantu dalam penyerbukan (polinasi) dengan bentuk dan warna mahkotanya yang cerah dan indah sehingga menarik bagi polinator. Unit Reproduksi Jantan Atau Benang sari (Androecium) Benang sari (stamen) merupakan suatu metamorfosis daun yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai organ reproduksi jantan. Keseluruhan unit reproduksi jantan atau benang sari disebut androecium. Gambar 1.2 (Struktur benang sari).
Pada umumnya benang sari berfungsi sebagai organ reproduksi seksual jantan. Namun demikian, pada beberapa spesies, benang sarinya termodifikasi menjadi benang sari steril (staminodium) yang berfungsi sebagai penghasil madu (nektar). Dalam keadaan normal, benang sari tersusun atas kepala sari dan tangkai sari. Kepala sari adalah bagian benang sari yang terletak pada ujung tangkai sari, merupakan suatu badan yang bentuknya bermacam-macam: bulat telur, bulat, jorong, dan lain-lain. Kepala sari adalah organ yang sangat penting karena di dalam kepala sari terdapat kantung serbuk sari atau ruang serbuk sari (sporangium) yaitu tempat terbentuknya serbuk sari atau tepung sari (pollen) adalah sel-sel jantan yang berperan untuk penyerbukan. Tangkai sari berbentuk benang, biasanya duduk terpisah-pisah di atas dasar bunga (receptaculum), namun demikian ada tangkai sari yang berlekatan satu sama lain sehingga merupakan sebuah tabung yang bagian tengahnya berongga dan hanya bagian ujung tangkai sari yang mendukung kepala sari saja yang masih bebas satu sama lain, maka benang sari yang demikian dinamakan setukal atau satu tukal (monadelphus), dapat dijumpai pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.).
Putik (Gynaecium) Ginesium adalah organ reproduksi seksual betina pada bunga yang terletak paling dalam. Istilah lama yang digunakan untuk menyebut ginesium adalah putik (pistilum), yang tersusun atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah (ovarium). Gambar 1.3 (struktur gynaecium), sebuah bunga biasanya hanya Mempunyai beberapa putik, misalnya pada kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), bunga sirsak (Annona muricata L.). Kepala putik merupakan bagian putik yang paling atas, terletak pada ujung tangkai putik yang mempunyai peran penting dalam penyerbukan yaitu berfungsi menangkap serbuk sari, dan dimulainya perkecambahan serbuk sari (pertumbuhan buluh serbuk sari). Bentuknya bermacam-macam, yaitu: bulu ayam, benang halus, dan lain-lain. Kepala putik yang masak (dewasa) menghasilkan lendir yang mengandung gula, protein, fenol, dan senyawa organik yang merupakan media yang baik untuk perkecambahan serbuk sari yang mungkin berhubungan dengan sifat kesesuaian atau
Kecocokan (compatibility) atau ketidak cocokan (incompatibility) pada saat penyerbukan. Tangkai putik adalah bagian dari putik yang terletak diatas bakal buah, biasanya berbentuk pipa atau tabung panjang dan merupakan penghubung antara kepala putik dan bakal buah. Tangkai putik dapat berongga membentuk saluran di tengah atau padat. Pada kebanyakan Angiospermae, tangkai putiknya padat dan jaringan tengah terspesialisasi menjadi jaringan transmisi yang menyediakan zat hara bagi buluh serbuk sari yang tumbuh melaluinya. Jaringan dasar tangkai putik adalah parenkim dan ditembus oleh berkas pembuluh angkut. Pada umumnya sebuah bunga hanya mempunyai satu tangkai putik. Di dalam tangkai putik terdapat saluran tangkai putik (canalis stylinus). Beberapa jenis tumbuhan mempunyai putik yang tidak bertangkai, sehingga kepala putiknya duduk di atas bakal buah (sessilis). Bakal Buah Bakal buah adalah bagian putik yang menggelembung, terletak paling bawah dan duduk pada dasar bunga (receptaculum). Bakal buah tersusun atas daun buah (carpellum). Bakal buah yang terdiri atas satu daun buah dapat membentuk sebuah ruangan di dalamnya dan disebut beruang tunggal (unilocularis). Sedangkan yang terdiri atas 2 daun buah membentuk 2 ruangan (bilocularis), ada yang beruang 3 (trilocularis), beruang 4
(tetralocularis), beruang 5 (pentalocularis). Dan banyak ruangan (multilocularis), pada bakal buah Yang miltilocularis terdapat Dinding-dinding sekat (septum) Yang membagi bakal buah dalam Ruangan-ruangan sempurna. Kadang-kadang dinding tersebut Tidak tumbuh terus kearah dalam Melainkan hanya menonjol sedikit Kedalam. Dengan demikian bakal Buahnya membentuk ruang yang Tidak sempurna. Jika dinding sekat tersebut lenyap, maka pada bagian tengah dari bakal buah hanya akan tampak placenta yang letaknya di pusat. Gambar 1.4 (struktur bakal buah).
Berdasarkan posisi bakal buah pada dasar bunga, dibedakan bakal buah: 1. Menumpang diatas dasar bunga (superus), yaitu terjadi jika posisi bakal buah lebih tinggi daripada pangkal daun-daun kelopak, daun mahkota, dan benang sari. 2. Setengah tenggelam (semi inferus). Bakal buah hanya sebagian atau tidak seluruhnya melekat pada dasar bunga, sehingga daun-daun mahkota, daun kelopak dan benang sari tampak seperti terletak di sekililing putik dan lebih tinggi daripada bakal buah. 3. Tenggelam di dalam dasar bunga (inferus), terjadi jika bakal buah melekat seluruhnya pada dinding dasar bunga, sehingga daun-daun kelopak, daun mahkota, dan benang sari tampak seperti terletak diatas bakal buah. Gambar 1.5 (posisi bakal buah terhadap dasar bunga.
Bakal buah dipandang sebagai bagian yang terpenting dari putik, karena mempunyai ruangan yang berisi bakal biji (ovulum). Bila putik telah mengalami penyerbukan, bakal buah berkembang menjadi buah dan bakal biji menjadi biji. Tergantung dari jenis tanaman, maka jumlah bakal biji di dalam bakal buah dapat bervariasi. Bakal biji tersusun pada jaringan di sepanjang tepi daun buah yang disebut tempat bakal biji atau papan bakal biji (placente). Bakal biji dapat melekat atau menggantung pada placenta dengan sebuah tangkai yang dinamakan tali pusat (funiculus). Tembuni (placenta) adalah bagian khusus dari bakal buah yang menjadi pendukung bakal biji, atau tempat duduknya bakal-bakal biji. Didalam bakal buah terdapat bakal biji yang berjumlah satu atau lebih. Bakal Biji Struktur bakal biji pada umumnya sebagai berikut: 1. Kulit bakal biji (integumentum), yaitu lapisan bakal biji yang paling luar, yang kelak akan berkembang menjadi kulit biji. Bakal biji dapat mempunyai satu atau dua lapisan kulit bakal biji. 2. Inti (badan) bakal biji (nucellus), yaitu jaringan yang diselubungi oleh kulit bakal biji. 3. Kandung lembaga (saccus embryonalis), sebuah sel dalam nuselus yang mengandung sel telur (ovum), dan kalau sudah terjadi pembuahan
(peleburan inti sel telur dengan inti sel sperma) akan menjadi lembaga atau embrio (embryo) yaitu calon individu baru. 4. Celah atau liang bakal biji atau mikrofil (micropyle), yaitu celah pada kulit bakal biji yang menjadi jalan bagi inti sel sperma yang dibawa buluh serbuk sari untuk dapat bertemu dengan inti sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga, sehingga dapat berlangsung pembuahan. 5. Tali pusat atau funikulus (funiculus), adalah tangkai pendukung bakal biji yang menghubungkan bakal biji dengan tembuni (placenta). Berkas pembuluh dari funikulus yang masuk kedalam bakal biji akan berhenti pada kalaza. 6. Kalaza adalah pangkal dari nuselus dimana integumen itu melekat. 7. Pusat biji (hilus atau hilum), adalah tempat dimana ujung funikulus mulai masuk kedalam bakal biji atau tempat melekatnya ujung funikulus pada permukaan bakal biji. Kalaza, hilus dan mikrofil adalah tiga titik penting yang menentukan tepi bakal biji.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Embriologi pada tumbuhan gymnospermae DISUSUN OLEH : NAMA : NUNUNG PARASAJA NPM : 38420521010
Gymnospermae tumbuhan berbiji terbuka Gymnospermae adalah tumbuhan tanpa bunga yang menghasilkan biji terbuka. Maksudnya gimana tuh biji terbuka? Jadi, biji dari tumbuhan gymnospermae ini nggak terbungkus dalam ovarium atau bakal buah. bijinya terletak di luar bakal buahnya. Makanya, gymnospermae dinamakan tumbuhan berbiji terbuka. Gymnospermae punya saudara dekat nih, namanya angiospermae. Walaupun saudaraan mereka punya perbedaan yang cukup mencolok, lho. Perbedaan gymnospermae dan Angiospermae terletak di bagian bijinya, di mana angiospermae merupakan tumbuhan berbunga yang bijinya terletak di dalam bakal buah.
Setiap jenis tumbuhan punya ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan tumbuhan lain. Untuk tumbuhan Gymnospermae, selain bentuk bijinya yang terletak di luar bakal buah, ada ciriciri khas lainnya juga, nih. Inilah ciri-ciri tumbuhan Gymnospermae: 1. Akarnya merupakan akar tunggang. 2. Tidak memiliki bunga sejati. 3. Memiliki bentuk daun yang cenderung sempit, tebal, dan teksturnya kaku. 4. Sistem reproduksi atau pertumbuhannya berbentuk seperti kerucut (strobilus). 5. Memiliki alat kelamin yang terpisah. 6. Batang dan akarnya berkambium.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, and includes icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik selain ciri-ciri yang disebutkan di atas, bentuk kayu dari tumbuhan Gymnospermae juga lebih lembut jika dibandingkan sama Angiospermae dan bisa digunakan untuk membuat kertas dan potongan-potongan kayu.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
EMBRIOLOGI DAN REPRODUKSI Kematian Embrio Dini pada Reproduksi Alami Manusia Sri Mulyani.Asis Npm : 38420521006