2.22. Pembimbing Akademik
Selama menjalani studi, di Unisnu Jepara setiap mahasiswa dibimbing
oleh seorang pembimbing akademik yang ditetapkan oleh dekan atas usul
ketua program studi. Setiap mahasiswa mendapat bimbingan akademik sejak
terdaftar menjadi mahasiswa sampai dengan lulus. Jumlah mahasiswa
bimbingan per dosen disesuaikan dengan rasio dosen terhadap mahasiswa.
a. Dosen yang berhak menjadi pembimbing akademik harus memenuhi
persyaratan dan ketentuan berikut:
1. Berstatus dosen tetap/dosen PNS DPK;
2. Memiliki jabatan akademik minimal Asisten Ahli;
3. Menguasai kurikulum program studi yang diikuti oleh mahasiswa.
b. Tugas Pembimbing akademik adalah sebagai berikut:
1. Membantu mahasiswa dalam merencanakan studi setiap semester
awal dan memantau perkembangan studi mahasiswa yang
dibimbingnya sampai selesai studi;
2. Membimbing mahasiswa untuk mendapatkan hak dan memenuhi
kewajibannya;
3. Membantu mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang menghambat
kelancaran studi;
4. Mengetahui berbagai program kemahasiswaan;
5. Menetapkan dan mengumumkan jadwal pembimbingan;
6. Melayani mahasiswa bimbingan dengan sebaik-baiknya;
7. Melapor kepada ketua prodi bila meninggalkan tugas;
8. Memiliki catatan hasil pemantauan mahasiswa bimbingan;
9. Meneruskan permasalahan mahasiswa yang bukan wewenangnya
kepada yang berwenang untuk menangani masalah tersebut.
c. Fungsi pembimbing akademik adalah sebagai berikut:
1. Memberi pertimbangan mahasiswa dalam mengambil mata kuliah
sesuai dengan beban sks yang dapat diambil;
2. Memberi persetujuan rencana studi mahasiswa;
3. Memonitor dan mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa;
4. Memberi nasihat kepada mahasiswa yang dibimbing;
5. Merekomendasikan mahasiswa bimbingan untuk berkonsultasi
kepada ketua program studi dan/atau wakil dekan apabila diperlukan.
d. Hak pembimbing akademik adalah sebagai berikut:
1. Mendapat Surat Keputusan sebagai pembimbing akademik dari
dekan/direktur;
33
2. Mendapatkan tunjangan yang besarannya sesuai peraturan di Yaptinu
Jepara.
Apabila seorang pembimbing akademik tidak dapat melaksanakan
tugas karena berhalangan sementara (sakit dan lain-lain), maka tugasnya
dapat digantikan oleh wakil dekan bidang akademik dan/atau ketua program
studi. Apabila pembimbing akademik meninggalkan tugas lebih dari 6 bulan,
maka tugasnya dialihkan kepada dosen lain dengan surat keputusan dekan
atau direktur. Apabila pembimbing akademik tidak dapat melaksanakan tugas
karena berhalangan tetap, maka dekan atau direktur akan menetapkan
penggantinya.
2.23. Semester Antara
Semester antara merupakan kegiatan akademik yang waktu
penyelenggaraannya akhir semester genap/bulan Agustus serta dilaksanakan
hanya satu kali dalam satu tahun akademik. Teknis pelaksanakan
pembelajaran semester antara diatur oleh dekan:
a. Program semester antara bertujuan untuk:
1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai
mata kuliah yang sudah pernah ditempuh dalam rangka meningkatkan
indeks prestasi kumulatif;
2. Terpenuhinya beban belajar mahasiswa untuk capaian pembelajaran
yang telah ditetapkan.
b. Adapun syarat-syarat untuk mengambil semester antara adalah sebagai
berikut:
1. Mahasiswa aktif;
2. Mata kuliah yang diambil adalah mata kuliah ulang dengan nilai
minimal CD;
3. Jumlah sks yang diambil maksimal 9 (sembilan) sks;
4. Membayar biaya semester antara sesuai ketentuan;
5. Kuliah semester antara dapat dilaksanakan bila peserta kuliah minimal
3 mahasiswa atau sesuai dengan kebijakan dekan;
6. Jumlah pertemuan paling sedikit 8 (delapan) kali pertemuan tatap
muka termasuk 1 (satu) kali ujian.
c. Tahapan pengambilan semester antara adalah :
1. Mahasiswa melakukan bimbingan pengambilan mata kuliah semester
antara dengan dosen pembimbing akademik;
34
2. Mahasiswa menginput KRS semester antara pada SIAma pada
waktu/sesi yang telah ditentukan;
3. Mahasiswa membayar biaya semester antara melalui bank yang
ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan;
4. Mahasiswa dapat melakukan perubahan atas mata kuliah yang diambil
bila mata kuliah yang diambil mahasiswa tidak dapat dilaksanakan,
dengan persetujuan ketua program studi;
5. Mahasiswa berhak memperoleh pengembalian biaya semester antara
yang telah dibayarkan jika ternyata mata kuliah yang diambil tidak
dilaksanakan.
2.24. Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan praktikum berupa kegiatan
belajar yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menambah wawasan dan
mendapatkan pengalaman nyata dari instansi, lembaga atau organisasi yang
berkaitan dengan disiplin keilmuan dan kompetensi yang dikembangkan
program studi. Adapun ketentuan KKL sebagaimana berikut:
a. Tujuan Kuliah Kerja Lapangan adalah:
1. Memperluas cara berfikir bagi mahasiswa dalam pelaksanaan Tri
Dharma Perguruan Tinggi;
2. Memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa di bidang masing-
masing dalam rangka link and match khususnya memadukan teori dan
praktik pengelolaan pendidikan, organisasi, usaha dan industri;
3. Menyiapkan mahasiswa dalam memasuki persaingan di lapangan
pekerjaan;
b. Beban sks KKL ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku;
c. Mahasiswa dapat mengikuti KKL apabila telah memenuhi persyaratan:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif bukan mahasiswa cuti atau mangkir;
2. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester dimana ia mengambil KKL;
3. Mencantumkan mata kuliah KKL pada KRS semester tersebut;
4. Untuk program sarjana, telah memperoleh 80 sks;
5. Untuk program magister, telah memperoleh 24 sks;
6. Membayar biaya pelaksanaan KKL sesuai ketentuan;
7. Memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh program studi.
35
d. KKL diselenggarakan dengan ketentuan:
1. Obyek KKL harus memiliki keterkaitan dengan disiplin keilmuan dan
kompetensi yang dikembangkan oleh program studi yang
bersangkutan;
2. KKL dilaksanakan 2 s/d 4 hari dengan tetap berpedoman pada kalender
akademik.
e. Pedoman teknis pelaksanaan KKL diatur dan ditetapkan oleh dekan
/direktur.
2.25. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan belajar
mahasiswa yang dilakukan dilapangan untuk mengintegrasikan pengetahuan
teoritis yang diperoleh di kampus dengan pengalaman praktik di lapangan
sehingga keahlian khusus yang merupakan target kompetensi program studi
dapat tercapai. Adapun ketentuan PPL sebagaimana berikut:
a. Beban sks PPL ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku;
b. Mahasiswa dapat mengikuti PPL, apabila memenuhi syarat:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif bukan mahasiswa cuti atau mangkir;
2. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester dimana ia mengambil PPL;
3. Mencantumkan mata kuliah PPL pada KRS semester tersebut;
4. Telah mengikuti dan lulus mata kuliah KKL;
5. Telah memperoleh 100 sks;
6. Membayar biaya pelaksanaan PPL sesuai ketentuan;
7. Memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh fakultas.
c. Tempat PPL harus memiliki keterkaitan dengan disiplin keilmuan program
studi yang bersangkutan;
d. PPL dilaksanakan sekurang-kurangnya 4 minggu dengan tetap
berpedoman pada kalender akademik.
e. Pedoman teknis pelaksanaan PPL diatur dan ditetapkan oleh Dekan
fakultas.
2.26. Kuliah Kerja
Kuliah Kerja merupakan kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan di dunia
kerja/ usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh di
36
kampus dengan pengalaman di dunia kerja sehingga keahlian khusus yang
merupakan target kompetensi fakultas/program studi dapat tercapai. Kuliah
kerja meliputi Kuliah Kerja Usaha, Praktek Kerja Nyata, Kerja Praktek, Kerja
Magang, Kerja Profesi.
Pedoman teknis pelaksanaan kuliah kerja diatur dan ditetapkan oleh
Dekan fakultas yang bersangkutan. Adapun ketentuan kuliah kerja
sebagaimana berikut:
a. Jumlah sks kuliah kerja ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku
oleh masing-masing program studi;
b. Mahasiswa dapat mengikuti kuliah kerja, apabila memenuhi syarat:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif bukan mahasiswa cuti atau mangkir;
2. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester dimana ia mengambil
kuliah kerja;
3. Telah memperoleh 100 sks dengan indeks prestasi kumulatif (IPK)
minimal 2,75;
4. Membayar biaya pelaksanaan kuliah kerja sesuai ketentuan;
5. Memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh fakultas.
c. Tempat kuliah kerja harus memiliki keterkaitan dengan disiplin keilmuan
program studi yang bersangkutan;
d. Kuliah kerja dilaksanakan sekurang-kurangnya 4 minggu dengan tetap
berpedoman pada kalender akademik.
e. Pedoman teknis pelaksanaan kuliah kerja diatur dan ditetapkan oleh Dekan
fakultas.
2.27. Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan belajar dan kerja
lapangan yang merupakan pengintegrasian dari pendidikan dan pengajaran,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan
interdisipliner dan lintas sektoral. Penanggungjawab kegiatan KKN adalah
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Pedoman teknis
pelaksanaan KKN diatur oleh LPPM dengan SK Rektor. Adapun ketentuan KKN
sebagaimana berikut:
a. KKN bertujuan :
1. Melatih kemampuan mahasiswa untuk menerapkan teori dan
informasi ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah pada
masyarakat;
37
2. Mengembangkan pemikiran dan wawasan mahasiswa dalam
memahami dan memecahkan masalah yang berkembang di
Masyarakat secara interdisipliner dan lintas sektoral;
3. menumbuhkan dan mematangkan jiwa pengabdian mahasiswa kepada
masyarakat dan bertanggung jawab terhadap proses pembangunan
dan masa depan bangsa, negara dan agama;
4. Meningkatkan komunikasi timbal balik antara Unisnu dengan
pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat.
b. Jumlah sks mata kuliah KKN ditetapkan berdasarkan kurikulum yang
berlaku;
c. KKN dilaksanakan sekurang-kurangnya 5 minggu dengan tetap
berpedoman pada kalender akademik;
d. KKN dilaksanakan dua kali dalam satu tahun akademik;
e. Mahasiswa dapat mengikuti KKN dengan ketentuan:
1. Sudah terdaftar pada semester di mana ia mengambil KKN;
2. Mencantumkan mata kuliah KKN pada KRS semester tersebut;
3. Telah memperoleh 110 sks dengan indeks prestasi minimal 2,75;
4. Telah Lulus mata kuliah KKL dan PPL/kuliah kerja dibuktikan dengan
piagam/sertifikat;
5. Telah membayar biaya penyelenggaraan KKN;
6. Tidak sedang hamil atau baru melahirkan, kecuali bagi mahasiswa yang
sedang menempuh semester terakhir (semester 14);
7. Telah memenuhi persyaratan administrasi KKN yang ditetapkan oleh
LPPM.
f. Laporan Pelaksanaan KKN kepada Rektor paling lambat 1 bulan setelah
pelaksanaan;
2.28. Pembelajaran di luar perguruan tinggi/Program Studi
Pembelajaran di luar program studi asal mempunyai tujuan untuk
memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion
dan bakatnya. Mahasiswa program sarjana memiliki hak belajar tiga semester
diluar program studiyaitu terdiri dari mengambil sks di program studi yang
berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1 (satu) semester atau setara
dengan 20 sks; dan hak mengambil sks di luar perguruan tinggi paling lama 2
(dua) semester atau setara dengan 40 sks.
38
Hak belajar diluar program studi dapat dilaksanakn dalam beberapa
bentuk pembelajaran, berupa : pertukaran pelajar, magang/praktik kerja,
asisiten mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek
kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan/atau
membangun desa / kuliah kerja nyata tematik. Pedoman pelaksanaan
pembelajaran di luar program studi diatur tersendiri dengan keputusan
Rektor.
2.29. Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa
Tujuan evaluasi adalah untuk menilai (1) Kemampuan mahasiswa
memahami dan menguasai bahan dari satuan mata kuliah yang telah
diajarkan sepanjang semester berjalan; (2) Pencapaian tujuan mata kuliah
yang diajarkan; (3) Kemajuan studi mahasiswa; (4) Kelayakan kelulusan
mahasiswa.
Evaluasi berkala dilaksanakan dalam berbagai cara seperti ujian tulis,
ujian lisan, ujian praktek, ujian dalam bentuk seminar, ujian dalam bentuk
pemberian tugas, ujian dalam bentuk karya ilmiah. Evaluasi akhir
diselenggarakan melaIui ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian
komprehenship, ujian proposal skripsi/tugas akhir/tesis, ujian skripsi, ujian
tugas akhir dan ujian tesis. Waktu evaluasi akhir baik sarjana/pascasarjana
dilaksanakan sesuai kalender akademik.
Penilaian hasil belajar mahasiswa hanya dapat dilakukan oleh dosen
yang mengajar mata kuliah tersebut dengan ketentuan bahwa persyaratan
jumlah tatap muka telah terpenuhi. Kegiatan dan kemajuan hasil belajar
mahasiswa program sarjana/program pascasarjana dinilai secara berkala
berdasarkan hasil ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen.
Maksud dan tujuan diselenggarakannya ujian adalah:
a. Untuk mengelompokkan mahasiswa dalam beberapa golongan
berdasarkan kemampuan Akademik;
b. Untuk menilai apakah bahan mata kuliah yang disajikan sesuai dengan cara
penyajian telah cukup baik sehingga mahasiswa dapat memahami dan
menguasai mata kuliah tersebut.
Ujian mata kuliah dilakukan dalam bentuk tugas terstruktur, ujian
tengah semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), dan ujian praktikum. UTS
dan UAS diselenggarakan oleh panitia ujian yang ditunjuk oleh dekan/direktur,
sedang materi ujian disediakan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan
39
sesuai dengan kewenangannya masing –masing setelah mendapatkan validasi
oleh kaprodi atau tim yang dibentuk oleh dekan/direktur;
Bentuk ujian dapat dilaksanakan secara tertulis, lisan, praktik atau
dengan berbagai kombinasi sesuai dengan jenis mata kuliah dan
pertimbangan dosen yang bersangkutan. Waktu dan jadwal ujian mata kuliah
UTS dan UAS ditetapkan oleh Dekan/Direktur dengan berpedoman pada
kalender akademik;
Syarat - syarat untuk mengikuti UTS dan UAS adalah :
a. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester di mana ujian itu diadakan;
b. Minimal telah mengikuti 75% dari jumlah kehadiran dosen 100% dari
jumlah tatap muka yang diwajibkan;
c. Memenuhi persyaratan administrasi keuangan dan akademik;
2.30. Sistem Penilaian
Penilaian hasil belajar untuk mahasiswa pada kurikulum regular
hanya dapat dilakukan oleh dosen yang mengajar mata kuliah tersebut dengan
ketentuan bahwa persyaratan jumlah tatap muka telah terpenuhi. Penilaian
hasil belajar mahasiswa pad kurikulum MBKM hanya dapat dilakukan oleh
dosen pendamping kegiatan pembelajaran MBKM, dengan melakukan
observasi dan memperhatikan laporan akhir kegiatan mahasiswa.
Kegiatan dan kemajuan hasil belajar mahasiswa program sarjana dan
program magister dinilai secara berkala berdasarkan hasil ujian, pelaksanaan
tugas dan pengamatan oleh dosen dinyatakan dengan huruf mutu dan angka
mutu A (4), AB (3,5) B (3), BC (2,5), C (2), CD (1,5) D (1), dan E (0). Mahasiswa
program sarjana dinyatakan lulus bila memiliki IPK minimum 2,50 dan nilai
transkrip akademik minimum nilai CD (sebanyak-banyaknya 5 mata kuliah).
Mahasiswa program pascasarjana dinyatakan lulus bila memiliki IPK
minimum 3,00 dan nilai transkrip akademik minimum nilai B.
Konversi angka nilai akhir berskala 100 menjadi huruf mutu dapat
dilakukan dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Dalam PAP, konversi angka
ke huruf mutu adalah sebagai berikut:
40
Nilai Akhir Konversi nilai akhir ke huruf mutu
Program Sarjana
> 81
76 - 80 Nilai Huruf Nilai Bobot Keterangan
71 - 75
66 - 70 A 4,0 Lulus
61 - 65 AB 3,5 Lulus
56 - 60 B 3,0 Lulus
51 - 55 BC 2,5 Lulus
C 2,0 Lulus
< 50 CD 1,5 Lulus
D 1,0 Tidak Lulus
E 0 Tidak Lulus
Konversi nilai akhir ke huruf mutu
Program Pascasarjana
Nilai Akhir Nilai Huruf Nilai Bobot Keterangan
> 81 A 4,0 Lulus
76 - 80 AB 3,5 Lulus
71 - 75 B 3,0 Lulus
66 - 70 BC 2,5 Tidak Lulus
61 - 65 C 2,0 Tidak Lulus
56 - 60 CD 1,5 Tidak Lulus
51 - 55 D 1,0 Tidak Lulus
E 0 Tidak Lulus
< 50
2.31. Indeks Prestasi
Hasil belajar mahasiswa dinyatakan dalam bentuk indeks prestasi (IP)
terdiri atas indeks prestasi semester (IPS) yang menunjukkan indeks prestasi
pada satu semester tertentu, dan indeks prestasi komulatif (IPK) yang
menunjukkan indeks prestasi pada akhir studi. Indeks prestasi merupakan
jumlah hasil perkalian antara sks dan angka mutu setiap mata kuliah dibagi
dengan jumlah seluruh sks yang telah diambil; baik yang lulus ataupun tidak
lulus. Indeks prestasi dinyatakan dengan penulisan dalam 3 digit dengan 2
desimal.
2.32. Nilai Ujian
Nilai ujian diunggah ke siakad (online) oleh dosen selambat-lambatnya
1 (satu) minggu setelah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) atau
41
berakhirnya kegiatan pembelajaran dalam MBKM. Setelah batas waktu input
nilai ujian di Siakad (online) selesai maka tidak diperkenankan mengubah atau
memperbaiki nilai. Nilai ujian yang telah ditandatangani oleh dosen
diserahkan kepada wakil dekan bidang akademik atau kepala tata usaha
selambat-lambatnya satu minggu setelah Ujian Akhir Semester (UAS).
2.33. Karya Ilmiah Mahasiswa
Mahasiswa wajib menyusun karya ilmiah individual dalam bentuk
skripsi/tugas akhir untuk program sarjana dan bentuk tesis untuk program
magister. Penyusunan karya ilmiah dilakukan selambatnya 12 bulan terhitung
sejak surat keputusan tentang pembimbing karya ilmiah diterbitkan oleh
ketua program studi. Jika dalam batas waktu sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) pasal ini, mahasiswa belum menyelesaikan karya ilmiah maka
mahasiswa wajib melakukan pengisian ulang/input KRS kembali sesuai
ketentuan berlaku;
Karya ilmiah mahasiswa yang akan diujikan harus dinyatakan bebas
plagiarisme dengan mengetahui dosen pembimbing karya ilmiah dan
dibuktikan melalui software anti plagiarisme. Karya ilmiah mahasiswa harus
memenuhi syarat-syarat dan standar penulisan yang diatur dalam pedoman
penulisan karya ilmiah mahasiswa.
Ujian karya ilmiah mahasiswa merupakan bentuk ujian secara lisan
yang dilaksanakan oleh tim penguji yang ditunjuk oleh dekan atau direktur
yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa program sarjana atau program
magister secara individu dalam mempertahankan hasil penelitian yang telah
dilakukan dan ditulis dalam bentuk skripsi/tugas akhir/tesis;Ujian karya ilmiah
mahasiswa ini sebagai evaluasi akhir untuk penentuan kelayakan kelulusan
mahasiswa. Pedoman penulisan dan ujian karya ilmiah mahasiswa program
sarjana/pascasarjana diatur tersendiri oleh fakultas/pascasarjana dengan
surat keputusan dekan/direktur.
2.34. Yudisium
Yudisium merupakan pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai
proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah di ambil mahasiswa
dan penetapan nilai dalam transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau
tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu.
Yudisium dapat dilakukan setelah mahasiswa memenuhi semua
persyaratan akademik dan administrasi.
42
a.Persyaratan akademik sebagimana berikut:
1. telah lulus semua mata kuliah dan memenuhi jumlah sks wajib dalam
kurikulum program studi;
2. telah lulus ujian skripsi/tugas akhir untuk program sarjana dan ujian
tesis untuk program pascasarjana;
3. Program sarjana memiliki IPK > 2,50 dengan jumlah huruf mutu minimal
CD (sebanyak-banyaknya 5 mata kuliah) dan program pascasarjana
memiliki IPK > 3,00 dengan jumlah huruf mutu minimal B;
4. Lulus Test of English as A Foreign Language (TOEFL) dari UPT
Pengembangan Bahasa Unisnu Jepara dengan score minimal 400
untuk mahasiswa program sarjana dan score minimal 450 untuk
mahasiswa program magister ;
5. Telah menyelesaikan persyaratan akademik yang ditetapkan oleh
program studi.
b. Persyaratan administrasi sebagimana berikut:
1. Berita acara ujian skripsi/tugas akhir/tesis dan dinyatakan lulus;
2. Transkrip nilai akademik sementara yang disahkan oleh dekan;
3. Surat keterangan bebas pinjaman perpustakaan;
4. Surat keterangan bebas keuangan;
5. Fotocopy kartu tanda mahasiswa;
6. Fotocopy ijazah terakhir, SK PNS (bagi yang punya), KTP dan KK semua
identitas harus sama;
7. Surat pernyataan kebenaran isian data yang dicetak via SIAma.
2.35. Predikat Kelulusan
Mahasiswa program sarjana dinyatakan lulus apabila telah menempuh
seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran
lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks prestasi kumulatif
(IPK) lebih besar atau sama dengan 2,50 (dua koma lima nol). Adapun
ketentuan predikat sebagaimana berikut:
a. Kelulusan mahasiswa dari program sarjana dapat diberikan predikat cukup
memuaskan, memuaskan, sangat memuaskan, dan pujian dengan kriteria:
1. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat cukup memuaskan
apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,50 (dua koma lima
nol) sampai dengan 2,75 (dua koma tujuh lima);
2. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila
mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,76 (dua koma tujuh enam)
43
sampai dengan 3,00 (tiga koma nol nol);
3. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan
apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01 (tiga koma nol
satu) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol); atau
4. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat pujian apabila mencapai
indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51 (tiga koma lima satu) sampai
dengan 4,00 (empat koma nol nol), dengan masa studi 8 (delapan)
semester dan tidak pernah mengulang atau memperbaiki nilai mata
kuliah.
5. Mahasiswa yang lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51 (tiga
koma lima satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol), namun
masa studinya lebih dari 8 (delapan) semester dan/atau pernah
mengulang atau memperbaiki nilai mata kuliah, diberi predikat sangat
memuaskan.
b. Mahasiswa program Magister dinyatakan lulus apabila telah menempuh
seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran
lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks prestasi
kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 3,00 (tiga koma nol nol).
Kelulusan mahasiswa dari program pascasarjana dapat diberikan predikat
memuaskan, sangat memuaskan, dan pujian dengan kriteria:
1. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila
mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,00 (tiga koma nol nol)
sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol);
2. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan
apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51 (tiga koma lima
satu) sampai dengan 3,75 (tiga koma tujuh lima) dengan masa studi 4
(empat) semester dan tidak pernah mengulang atau memperbaiki nilai
mata kuliah;
3. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat pujian apabila mencapai
indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,76 (tiga koma tujuh enam) sampai
dengan 4,00 (empat koma nol nol);
4. Mahasiswa yang lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,76 (tiga
koma tujuh enam) sampai dengan 4,00 (empat koma nol nol), namun
masa studinya lebih dari 4 (empat) semester dan/atau pernah
mengulang atau memperbaiki nilai mata kuliah, diberi predikat sangat
memuaskan.
44 6
2.36. Penetapan Lulusan Terbaik
Lulusan terbaik merupakan lulusan terbaik di tingkat program studi.
Lulusan terbaik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Mahasiswa kelas reguler 1 (satu) berstatus awal sebagai mahasiswa baru;
b. Mempunyai IPK sekurang-kurangnya 3,00;
c. Tidak ada pengulangan dan perbaikan mata kuliah; dan
d. Telah memenuhi seluruh persyaratan kelulusan yang ditetapkan oleh
program studi.
e. Mahasiswa kelas reguler 2 (dua)/pindahan/lintas jalur tidak bisa menjadi
lulusan terbaik;
f. Lulusan terbaik untuk program sarjana dipilih dengan kriteria sebagai
berikut:
IPK Masa Studi Organisasi Prestasi Administrasi Skor
40% ( Bulan ) 15% Skripsi 1
20% 20% 5%
3.10 - 3.19 Juara 1 Kab.
>50 Tidak Ikut Juara 3 Reg Belum Revisi
Anggota 1
3.20 - 3.29 50 Organisasi Juara 2 Reg Proses Revisi 2
Anggota 2
3.30 - 3.39 49 Organisasi Juara 1 Reg Revisi selesai 3
Anggota > 2 Proses 4
3.40 - 3.49 48 Organisasi
cek Plagiat
3.50 - 3.59 47 Sekretaris / Juara 3 Nas / - 5
3.60 - 3.69 46 Bendahara Publikasi Nasional 6
3.70 - 3.79 45 1 Organisasi Mengumpulkan 7
3.80 - 3.89 44 Sekretaris / Juara 2 Nas / Artikel 8
Bendahara Publikasi Sinta 3-5
2 Organisasi -
Sekretaris / Juara 1 Nas /
Bendahara Publikasi 1-2 Proses
>2 Organisasi Jilid Skripsi
Juara 3 Internas /
Ketua/Wakil Publikasi Internasional
1 Organisasi
3.90 - 3.99 43 Ketua/Wakil Juara 2 Internas / - 9
2 Organisasi Internasional Terindeks
4 42 Ketua/Wakil Juara 1 Internas / Sudah 10
>2 Organisasi Internasional Bereputasi bebas Pustaka
g. Bila ada dua calon mempunyai nilai yang sama, maka mutu kegiatan
kemahasiswaan dipakai sebagai kriteria penentu;
45
h. Lulusan terbaik program sarjana dipilih oleh ketua program studi dan
pimpinan fakultas;
i. Lulusan terbaik program magister dipilih oleh ketua program studi dan
pimpinan pascasarjana;
j. Cara dan teknik pemilihan lulusan terbaik berpedoman kriteria
sebagaimana poin f pasal ini;
k. Lulusan terbaik program studi ditetapkan oleh Rektor atas usulan
dekan/direktur terkait.
2.37. Upacara Wisuda
Lulusan program sarjana atau magister wajib mengikuti upacara
wisuda. Wisuda merupakan acara satu bentuk kegiatan akademik dan suatu
kegiatan yang dikemas dalam bentuk rapat senat terbuka universitas guna
melantik lulusan yang telah menyelesaikan studinya. Upacara wisuda
dilaksanakan dua kali dalam satu tahun akademik, yaitu pada semester ganjil
dan semester genap. Waktu pendaftaran dan rencana penyelenggaraan
upacara wisuda ditetapkan pada kalender akademik. Calon perserta wisuda
program sarjana atau magister wajib memenuhi seluruh persyaratan wisuda:
a. Telah diyudisium pada Siakad Unisnu Jepara oleh fakultas;
b. Telah mengumpulkan soft copy dan hard copy skripsi, tugas akhir/tesis ke
perpustakaan Unisnu Jepara;
c. Telah bebas tanggungan dari perpustakaan;
d. Mendaftar melalui Siama dengan mengisi formulir yang telah disediakan
pada sistem pendaftaran wisuda;
e. Telah melakukan pembayaran biaya wisuda di bank yang telah ditunjuk
oleh pihak Unisnu;
2.38. Transkrip, Ijazah dan SKPI
a. Transkrip
Transkip merupakan kumpulan nilai semua mata kuliah yang
jumlahnya sudah ditentukan, untuk program studi dan sudah ditempuh
seluruhnya oleh mahasiswa.
Transkrip Program Sarjana Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal
2,50 dengan jumlah huruf mutu minimal CD (sebanyak-banyaknya 5 mata
kuliah). Nilai dalam transkip tidak boleh ada yang bernilai D dan E. Transkip
dinyatakan sah jika sudah ditanda tangani oleh Dekan Fakultas.
46
Transkrip Program Pascasarjana Indeks Prestasi Komulatif (IPK)
minimal 3.00. Nilai dalam transkip tidak boleh ada yang bernilai BC, C, CD, D
dan E. Transkrip dinyatakan sah jika sudah ditanda tangani oleh Direktur
Pascasarjana. Isi pokok transkrip akademik terdiri atas :
1. Nama perguruan tinggi
2. Nama lulusan
3. Tempat dan tanggal lahir lulusan
4. Nomor induk mahasiswa (NIM)
5. Nomor Ijazah Nasional
6. Nama dan jenjang program studi
7. Tahun masuk perguruan tinggi
8. Tanggal lulus
9. Tanggal penandatanganan transkrip akademik
10. Pas foto lulusan
11. Nama dan tanda tangan dekan/direktur
12. Daftar mata kuliah, satuan kredit semester (SKS),dan nilai.
b. Ijasah
Isi pokok ijazah terdiri atas:
1. Nomor seri ijazah
2. Nomor Ijazah Nasional
3. Nomor Nomor Induk Kependudukan (NIK) / Paspor
4. Logo Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
5. Nama perguruan tinggi dan Nomor keputusan pendirian PT;
6. Nama lulusan
7. Tempat dan tanggal lahir lulusan
8. Nomor induk mahasiswa (NIM)
9. Nama dan jenjang program studi
10. Tahun masuk perguruan tinggi
11. Tanggal lulus
12. Gelar dan singkatan gelar atau sebutan dan singkatan sebutan
13. Tanggal penandatanganan ijazah
14. Pas foto lulusan
15. Nama dan tanda tangan rektor
16. Nama dan tanda tangan dekan/direktur
c. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) ini mengacu pada
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Konvensi Unesco
tentang pengakuan studi, ijazah dan gelar pendidikan tinggi.
47
Tujuan dari SKPI ini adalah menjadi dokumen yang menyatakan
kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap/moral
pemegangnya. Isi pokok SKPI terdiri atas:
1. Logo perguruan tinggi;
2. Nama perguruan tinggi;
3. Nomor keputusan pendirian PT;
4. Nama program studi;
5. Nama lengkap pemilik SKPI;
6. Tempat dan tanggal lahir pemilik SKPI;
7. Nomor induk mahasiswa
8. Tanggal, bulan, tahun masuk dan kelulusan;
9. Nomor seri ijazah,
10. Nomor ijazah Nasional; dan
11. Gelar yang diberikan beserta singkatannya;
12. Jenis pendidikan atau program pendidikan;
13. Capaian pembelajaran lulusan sesuai KKNI secara naratif;
14. Level KKNI;
15. Persyaratan penerimaan;
16. Bahasa pengantar kuliah;
17. Sistem penilaian;
18. Lama studi;
19. Jenis dan program pendidikan tinggi lanjutan;
20. Skema tentang sistem pendidikan tinggi;
21. Nama dan tanda tangan dekan/direktur.
d. Penyerahan Ijazah dan Transkrip Akademik
Adapun ketentuan peyerahan Ijazah dan Trakskrip Akademik
sebagaimana berikut:
1. Penyerahan ijazah dan transkrip akademik kepada lulusan setelah
mahasiswa menyelesaikan seluruh kegiatan studi di Unisnu Jepara;
2. Penyerahan ijazah dan transkrip akademik diberikan langsung kepada
lulusan dan tidak bisa diwakilkan;
3. Ijazah dan transkrip akademik untuk lulusan Unisnu Jepara dapat
diserahkan setelah lulusan memenuhi persyaratan yaitu:
a) Telah mengumpulkan skripsi, tugas akhir atau tesis di
perpustakaan dan fakultas/pascasarjana;
b) Telah mengikuti pelepasan fakultas/ pascasarjana;
c) Telah mengikuti upacara wisuda.
48
4. Tahapan pengambilan ijazah dan transkrip akademik adalah:
a) mahasiswa telah mengikuti upacara wisuda ;
b) mahasiswa telah mengumpulkan skripsi, tugas akhir atau tesis ke
perpustakaan;
c) mahasiswa melakukan pengambilan ijazah dan transkrip ke biro
bidang 1;
d) Biro bidang 1 bagian Administrasi Akademik selanjutnya
melakukan pengecekan persyaratan pengambilan ijazah dan
transkrip;
e) lulusan mengecek kebenaran identitas, foto dan isi dokumen;
f) apabila sudah lengkap, lulusan menandatangani bukti
pengambilan;
g) apabila ada kesalahan nama/identitas lain, maka dokumen asli
akan dilakukan pembetulan sesuai prosedur yang berlaku.
5. Waktu pengambilan ijazah dan transkrip akademik selambat-
lambatnya adalah 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan wisuda;
6. Pengambilan ijazah dan transkrip akademik di luar waktu yang telah
ditentukan maka akan dikenai sanksi. Keterlambatan pengambilan
ijazah dan transkrip akademik dikenai sanksi Rp. 50.000,- perbulan.
pembayaran sanksi ijazah melalui bank yang telah ditunjuk Unisnu
Jepara.
7. Pengambilan ijazah dan transkrip akademik lebih dari 1 tahun maka
Unisnu Jepara tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan atau
kehilangan.
e. Penyerahan SKPI
Adapun ketentuan peyerahan SKPI sebagaimana berikut:
1. Penyerahan SKPI kepada lulusan setelah mahasiswa menyelesaikan
seluruh kegiatan studi di Unisnu Jepara;
2. Penyerahan SKPI diberikan langsung kepada lulusan dan tidak bisa
diwakilkan;
3. SKPI untuk lulusan Unisnu Jepara dapat diserahkan pada saat
pelepasan fakultas/pascasarjana;
4. Pengambilan SKPI lebih dari 1 tahun maka Unisnu Jepara tidak
bertanggungjawab terhadap kerusakan atau kehilangan;
49
2.39. Gelar dan Sebutan
Gelar akademik diberikan untuk lulusan program sarjana dan magister.
Penggunaan gelar akademik dan sebutan dalam bentuk singkatan
ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan.
Penggunaan gelar Sarjana ditempatkan di belakang nama yang berhak atas
gelar tersebut, dengan mencantumkan huruf “S” diikuti titik (S.) disertai
singkatan atau akronim bidang keahlian dan diikuti dengan tanda titik tanpa
spasi. Penggunaan gelar Magister ditempatkan di belakang nama yang berhak
atas gelar tersebut, dengan mencantumkan huruf “M” diikuti titik (M.) disertai
singkatan atau akronim bidang keahlian dan diikuti dengan tanda titik tanpa
spasi.
Adapun gelar dan sebutan di Unisnu Jepara sebagai berikut:
a. Fakultas Syariah dan Hukum
1. Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah)
Gelar : Sarjana Hukum
2. Program Studi Perbankan Syari'ah
Gelar : Sarjana Ekonomi
b. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
1. Program Studi Pendidikan Agama Islam
Gelar : Sarjana Pendidikan
2. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Gelar : Sarjana Pendidikan
3. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Gelar : Sarjana Pendidikan
4. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Gelar : Sarjana Pendidikan
c. Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Gelar : Sarjana Sosial
d. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
1. Program Studi Manajemen
Gelar : Sarjana manajemen
2. Program Studi Akuntansi
Gelar : Sarjana Akuntansi
50
3. Program Studi Ekonomi Islam
Gelar : Sarjana Ekonomi
e. Fakultas Sains dan Teknologi
1. Program Studi Desain Produk
Gelar : Sarjana Desain
2. Program Studi Desain Komunikasi Visual
Gelar : Sarjana Desain
3. Program Studi Teknik Informatika
Gelar : Sarjana Komputer
4. Program Studi Sistem Informasi
Gelar : Sarjana Komputer
5. Program Studi Teknik Sipil
Gelar : Sarjana Teknik
6. Program Studi Teknik Elektro
Gelar : Sarjana Teknik
7. Program Studi Teknik Industri
Gelar : Sarjana Teknik
8. Program Studi Budidaya Perairan
Gelar : Sarjana Perikanan
f. Program Pascasarjana
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Gelar : Magister Pendidikan
51
BAB III
TATA KRAMA KEHIDUPAN KAMPUS
3.1 Hak Mahasiswa
a. Hak Mahasiswa secara Umum
Setiap mahasiswa Unisnu Jepara berhak sebagai berikut:
1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk
mengkaji ilmu pengetahuan sesuai dengan norma dan etika akademik;
2. Memperoleh pengajaran dan layanan bidang akademik dan
administratif dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan minat, bakat,
kegemaran dan kemampuan;
3. Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program
studi yang diikutinya dalam penyelesaian studi;
4. Memperoleh layanan informasi tentang hasil belajarnya yang berkaitan
dengan program studi yang diikutinya;
5. Menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai
dengan persyaratan yang berlaku;
6. Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
7. Memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki Unisnu Jepara, baik secara
pribadi maupun melalui perwakilan atau organisasi kemahasiswaan,
untuk kepentingan pembelajarannya;
8. Pindah antar perguruan tinggi atau program studi, sepanjang
memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada perguruan tinggi
atau program studi yang hendak dimasuki, dan atau bilamana daya
tampung perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan
memungkinkan;
9. Ikut serta dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan di tingkat
Universitas, Fakultas atau bagian lainya;
10. Memperoleh pelayanan khusus dalam hal-hal tertentu, seperti halnya
bagi penyandang cacat dan sebagainya, dalam hal apabila sarana dan
prasarana tersedia untuk itu.
b. Hak Penghargaan
1. Setiap mahasiswa berhak untuk mendapatkan penghargaan
Universitas, Fakultas dan atau bagian lainya sesuai dengan prestasi yang
diraih;
52
2. Dalam memberikan penghargaan Rektor, Dekan, Kepala Biro, Kepala
Bagian, Kepala UPT dan Kepala Lembaga dapat meminta pertimbangan
Komisi Disiplin.
3. Bentuk penghargaan bagi mahasiswa dapat berupa piagam, hadiah,
pembebasan uang kuliah, dan prioritas untuk mendapatkan beasiswa,
serta fasilitas lainnya.
c. Hak Beasiswa
Universitas memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang
mempunyai prestasi di bidang akademik dan bidang non akademik.
Beasiswa tersebut :
1. Beasiswa Tes Masuk
Beasiswa Nilai Tes Masuk, diberikan kepada Pendaftar jalur umum
kelas reguler I maupun reguler II Program Studi Manajemen, Akuntansi,
dan Ekonomi Islam yang telah mengikuti tes masuk dan dinyatakan lolos.
Beasiswa berupa pemotongan biaya SPI sebesar 50% jika nilai tes masuk
550 s.d. 600; pemotongan biaya SPI sebesar 25% jika nilai tes masuk 450
s.d. 540; dan pemotongan biaya SPI sebesar 10% jika nilai tes masuk 350
s.d. 440.
2. Beasiswa Pendaftar Bersaudara Kandung
Beasiswa Pendaftar Bersaudara Kandung, berupa pemotongan
biaya SPI sebesar 50% untuk masing-masing pendaftar, diberikan kepada
2 atau lebih pendaftar yang merupakan saudara kandung, berlaku bagi
pendaftar jalur umum Kelas Reguler I maupun Reguler II. Untuk
memperoleh beasiswa ini, para pendaftar harus melakukan proses
pendaftaran secara bersama-sama.
3. Beasiswa Jalur Khusus
Pendaftar jalur khusus diterima sebagai mahasiswa baru tanpa tes masuk
dan GRATIS biaya SPI. Khusus hafidz/hafidzah al Quran, juga GRATIS SPP
Tetap dengan ketentuan :
a) 10 juz GRATIS SPP Tetap 4 semester;
b) 20 juz GRATIS SPP Tetap 6 semester; dan
c) 30 juz GRATIS SPP Tetap 8 semester
53
4. Beasiswa Jalur Prestasi
a) GRATIS Biaya SPI bagi pendaftar yang memiliki Prestasi Juara I, II, atau
III tingkat Nasional atau Internasional;
b) Pemotongan biaya SPI sebesar 75% bagi pendaftar yang memiliki
prestasi juara I, II, atau III tingkat Provinsi; atau
c) Pemotongan SPI sebesar 50% bagi pendaftar yang memiliki prestasi
Juara I tingkat Kabupaten.
5. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK)
Yaitu beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa yang
mempunyai prestasi akademik tetapi orang tua atau walinya tidak
mampu membiayai pendidikannya.
Persyaratan :
a) Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan
lulus pada tahun 2020;
b) Lulusan tahun 2019, 2020 dan 2021 yang bukan penerima Bidikmisi
dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa
baru di masing-masing perguruan tinggi;
c) Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
d) Tidak mampu secara ekonomi sebagai berikut:
1) Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-
besarnya Rp 4.000.000,00 perbulan. Pendapatan yang dimaksud
meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan
non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata rata
penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir.
2) Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota
keluarga sebesar-besarnya Rp 750.000,00 setiap bulannya;
e) Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau
Diploma 4.
f) Berpotensi akademik baik, yaitu direkomendasikan sekolah.
g) Pendaftar difasilitasi oleh PTS.
6. Beasiswa Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) YAPTINU Jepara
Bagi golongan fakir miskin dibuktikan surat keterangan tidak
mampu dari Pemerintah Desa setempat
54
7. Beasiswa Rekomendasi YAPTINU Jepara
Beasiswa Rekomendasi Yaptinu Jepara, berupa pemotongan biaya
SPI sebesar 50% bagi pendaftar jalur umum kelas Reguler 1 yang
memperoleh rekomendasi dari Yaptinu Jepara, memiliki nilai rata-rata
rapor minimal 85, dan heregistrasi pada gelombang I.
8. Beasiswa Rekomendasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama
Kabupaten Jepara (PCNU Jepara)
Beasiswa Rekomendasi PCNU Jepara, berupa pemotongan biaya SPI
sebesar 50% bagi warga NU pendaftar jalur umum kelas Reguler 1 yang
memperoleh rekomendasi dari PCNU Jepara atas usulan MWC NU di
wilayah Kabupaten Jepara, memiliki nilai rata-rata rapor minimal 85, dan
heregistrasi pada gelombang I.
3.2 Kewajiban Mahasiswa
Setiap mahasiswa Unisnu Jepara berkewajiban sebagai berikut:
a. Belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh agar memperoleh prestasi
tinggi;
b. Mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku di Unisnu Jepara,
baik pada tingkat Universitas, Fakultas dan atau bagian yang lainnya;
c. Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan
keamanan dalam lingkungan kampus;
d. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian;
e. Ikut menjaga suasana akademik yang kondusif;
f. Terlibat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan;
g. Menjaga nama baik, citra dan kehormatan Unisnu Jepara;
h. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi
mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan
peraturan yang berlaku;
i. Berpakaian rapi, sopan dan patut;
j. Menjunjung tinggi adat-istiadat, sopan santun serta etika yang berlaku;
k. Menjaga kampus dari kegiatan politik praktis;
l. Menaati kewajiban-kewajiban yang dibebankan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
55
3.3 Tata Tertib Kehidupan Kampus
Demi terwujudnya tujuan pembinaan mahasiswa, maka dipandang
perlu adanya tata tertib kehidupan kampus yang berlaku bagi mahasiswa
selama menjadi peserta didik di Unisnu Jepara.
Adapun tata tertib yang berlaku bagi mahasiswa yaitu memiliki:
a. Sikap
1. Menjunjung tinggi nama Unisnu Jepara sebagai satu lembaga ilmiah.
2. Menghormati dosen, karyawan dan teman.
3. Menghormati dan mentaati semua ketentuan dan peraturan yang
berlaku di Unisnu Jepara.
b. Tingkah Laku
1. Menciptakan suasana yang mendukung kelancaran kegiatan
akademik.
2. Menciptakan suasana aman dan tenteram di lingkungan kampus.
3. Menciptakan iklim yang baik guna pengembangan kepribadian.
4. Menjaga kebersihan lingkungan kampus, antara lain:
a) Selalu menjaga kebersihan lingkungan fisik, baik berupa bangunan
dan ruangan serta sarana yang berada di Unisnu Jepara.
b) Menjaga kebersihan dinding bangunan, ruangan tertutup atau
terbuka, pagar, pohon-pohon serta asesori-asesori ruangan di
lingkungan kampus.
5. Membuang sampah sekecil apapun pada tempat sampah yang telah
disediakan.
6. Membuang air kecil atau air besar pada WC atau toilet yang telah
disediakan.
7. Menata dan membersihkan kembali ruang-ruang kelas yang telah
selesai digunakan untuk kegiatan kampus.
8. Menjaga keamanan atas sarana dan fasilitas milik kampus maupun
barang-barang milik orang lain di lingkungan kampus.
9. Melakukan pergaulan secara wajar dengan menghormati dan
menjunjung tinggi norma kesusilaan dan kesopanan.
10. Bertutur kata yang sopan kepada dosen, karyawan dan teman di
lingkungan kampus baik dalam situasi yang formal maupun informal.
c. Penampilan
1. Berpakaian pantas, sopan, rapi dan mengenakan sepatu sesuai dengan
sifat kegiatan.
56
2. Membawakan diri secara sopan baik secara formal maupun informal di
lingkungan kampus.
3.4 Larangan Bagi Mahasiswa
Setiap mahasiswa Unisnu Jepara dilarang:
a. Menghalangi dan/atau mengganggu kelancaran pelaksanaan proses belajar
mengajar dan kegiatan lainnya, baik di tingkat Universitas, Fakultas atau
bagian lainya;
b. Melakukan pemalsuan atas dokumen serta surat-surat yang berkaitan
dengan kegiatan akademik untuk kepentingan pribadi atau kelompok;
c. Melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana
kampus;
d. Melakukan kegiatan perjudian dan meminum minuman keras;
e. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan
psikotropika;
f. Membawa senjata tajam dan senjata api ke lingkungan kampus;
g. Memakai pakaian ketat, transparan dan berpakaian yang tidak menutup
pangkal leher, lengan, perut dan pinggang, rok yang tidak menutup lutut
serta memakai perhiasan dan make-up yang mencolok bagi wanita;
h. Memakai sandal, sandal bertali, dan T-shirt atau kaos tanpa kerah;
i. Melakukan kegiatan baik secara individu maupun kelompok dalam kampus
tanpa izin atau sepengetahuan pimpinan baik di tingkat Universitas, Fakultas
atau bagian lainya;
j. Melakukan perbuatan dan sikap lainnya yang bertentangan dengan nilai-
nilai agama, adat- istiadat, norma dan etika yang berlaku di lingkungan
kampus dan masyarakat pada umumnya;
k. Menginap di kampus, kecuali ada izin khusus dari Rektor;
l. Melaksanakan kegiatan kemahasiswaan antara pukul 21.00 sampai 06.00,
kecuali ada izin khusus dari Rektor;
3.5 Tata Tertib Perkuliahan bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa wajib mengikuti kuliah baik mata kuliah baru maupun
mengulang.
b. Mahasiswa wajib hadir di ruang kuliah tepat waktu sesuai jadwal kuliah.
c. Mahasiswa wajib berpakaian sopan dan dilarang menggunakan kaos
oblong (tanpa krah) dan sandal selama mengikuti perkuliahan.
57
d. Mahasiswa wajib memenuhi kehadiran minimal perkuliahan sebesar 75%
dari keseluruhan jadwal yang sudah ditentukan berdasarkan kalender
akademik.
e. Mahasiswa wajib mengisi/menandatangani daftar hadir kuliah.
f. Mahasiswa dilarang mengisikan daftar hadir untuk dan atas nama
mahasiswa lain yang tidak hadir dalam kuliah (titip absen).
g. Apabila terdapat mahasiswa yang tidak memenuhi jumlah kehadiran
minimal namun tetap mengikuti ujian akhir maka hasil ujian dianggap tidak
sah (kecuali atas rekomendasi Ka. Prodi).
h. Mahasiswa yang berhalangan mengikuti perkuliahan dengan alasan sakit,
maka mahasiswa dapat menyerahkan bukti surat keterangan sakit dari
dokter kepada Dosen Pengampu paling lambat 2 hari setelah
ketidakhadiran.
i. Mahasiswa yang berhalangan mengikuti perkuliahan dengan alasan ijin
ada keperluan, maka mahasiswa dapat menyerahkan surat ijin kepada
Dosen Pengampu sebelum perkuliahan berlangsung. Dosen Pengampu
mempunyai kewenangan untuk menyetujui ijin mahasiswa tersebut atau
tidak.
j. Mahasiswa wajib menjaga kebersihan, ketertiban, sopan santun dan
kenyamanan selama mengikuti perkuliahan.
k. Mahasiswa wajib ijin kepada Dosen Pengampu apabila ada keperluan dan
harus meninggalkan ruang kuliah.
l. Mahasiswa wajib menggunakan tutur kata dan bahasa yang resmi dan
sopan dalam memberikan pertanyaan kepada dosen.
m. Mahasiswa yang terlambat hadir mengikuti kuliah wajib melapor kepada
Dosen Pengampu untuk mendapatkan ijin mengikuti kuliah.
n. Apabila terdapat pelanggaran-pelanggaran atas tata tertib perkuliahan,
maka Dosen Pengampu berhak mengeluarkan mahasiswa dari ruang kuliah
dan/atau memberikan teguran dan peringatan yang bersifat mendidik.
3.6 Tata Tertib Perkuliahan Bagi Dosen
a. Dosen wajib hadir di ruang kuliah tepat waktu sesuai jadwal yang telah
ditentukan.
b. Pada pertemuan pertama dosen wajib mengenalkan diri kepada
mahasiswa
58
c. Pada pertemuan pertama dosen wajib menyampaikan tujuan instruksional
perkuliahan dalam satu semester, sistem penilaian dan buku-buku
referensi/ sumber-sumber belajar yang digunakan.
d. Pada setiap pertemuan dosen wajib menyampaikan tujuan perkuliahan
pada pertemuan tersebut.
e. Dalam menyampaikan materi perkuliahan, dosen selalu memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan selalu menjawab
pertanyaan mahasiswa dalam sebuah diskusi interaktif.
f. Dalam menyampaikan materi perkuliahan, dosen selalu menggunakan
bahasa yang resmi dan sopan.
g. Dosen harus selalu menggunakan manajemen kelas yang baik untuk
menjaga ketertiban dan kenyamanan suasana belajar.
h. Dosen selalu memberikan contoh-contoh yang relevan dan terkini untuk
mendukung penguasaan mahasiswa terhadap materi belajar.
i. Dosen memberikan tugas-tugas kuliah yang proporsional dan relevan
untuk mendukung penguasaan mahasiswa terhadap materi belajar.
j. Dosen selalu memeriksa, mengembalikan dan membahas tugas-tugas
mata kuliah untuk memberikan umpan balik hasil belajar.
k. Dosen menggunakan sistem penilaian hasil belajar yang transparan dan
dapat dipertanggungjawabkan.
l. Dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan
konfirmasi penilaian apabila terdapat ketidakpuasan mahasiswa terhadap
penilaian evaluasi hasil belajar.
m. Dosen selalu memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tekun belajar.
n. Dosen selalu melakukan kontrol daftar hadir mahasiswa di akhir
pertemuan untuk memeriksa kedisiplinan mahasiswa.
3.7 Pelanggaran dan Sanksi Akademik
Sanksi sebagaimana dimaksud dapat berupa sanksi ringan, sanksi
sedang dan sanksi berat, serta bentuk sanksi lainnya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
a. Sanksi ringan sebagaimana dimaksud dapat berupa:
1. Teguran lisan;
2. Teguran tertulis;
b. Sanksi sedang sebagaimana dimaksud dapat berupa:
1. Dikenakan pengurangan dua sampai enam satuan kredit semester (sks)
untuk semester berikutnya;
59
2. Tidak diizinkan mengikuti ujian akhir semester, sebanyak satu sampai
dua mata kuliah tertentu untuk semester berjalan;
3. Dicabut haknya untuk memperoleh fasilitas tertentu, seperti beasiswa;
4. Dicabut haknya dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan;
c. Sanksi berat, sebagaimana dimaksud dapat berupa:
1. Tidak diizinkan mengikuti kuliah dan ujian akhir semester seluruh mata
kuliah yang diikuti oleh mahasiswa tersebut selama jangka waktu 1 (satu)
sampai 4 (empat) semester;
2. Tidak diizinkan memperoleh layanan penulisan dan ujian skripsi selama
jangka waktu (satu) sampai 2 (dua) semester;
3. Diberhentikan sebagai mahasiswa dari Unisnu Jepara.
60
61
BAB IV
ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Organisasi kemahasiswaan di Unisnu Jepara dibedakan terdiri dari :
Organ legislatif yang berbentuk DPM
Organ eksekutif yang berbentuk BEM-U, BEM-F dan HMPS
Organ yudikatif yang berbentuk MK
Organ otonomi BEM berupa UKM dan UKK
4.1. Dewan Perwakilan Mahasiswa
Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas yang selanjutnya disebut
DPM adalah lembaga legislatif kemahasiswaan di tingkat Universitas.
a. Hak dan Kewajiban DPM
Setiap anggota DPM mempunyai hak:
1. Interpelasi, yaitu hak untuk meminta keterangan kepada Presiden
Mahasiswa dan atau Wakil Presiden Mahasiswa.
2. Angket, yaitu hak untuk menggali aspirasi mahasiswa.
3. Inisiatif, yaitu hak untuk mengajukan pernyataan pendapat atau
rancangan undang-undang.
4. Amandemen, yaitu hak untuk mengadakan perubahan atas rancangan
undang-undang.
5. Petisi, yaitu hak untuk mengusulkan suatu kegiatan kepada Presiden
Mahasiswa dan atau Wakil Presiden Mahasiswa.
6. Budget, yaitu hak untuk menetapkan rancangan pengeluaran dana
kegiatan kemahasiswaan di tingkat Universitas.
Penggunaan hak-hak sebagaimana tersebut di atas diatur dalam
peraturan tersendiri.
Berkewajiban menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Perwakilan
Mahasiswa yang bertanggung jawab.
b. Tugas dan Wewenang DPM
1. DPM mempunyai tugas
a) Mengawasi, mengevaluasi dan memberi pertimbangan kepada BEM
dalam melaksanakan GBHK BEM, serta ketetapan DPM lainya.
b) Bersama dengan BEM menyusun dan menetapkan Undang-Undang.
c) Menggali, mengelola dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
62
d) Mengajukan usul, kritik, saran, serta rancangan kebijakan kepada
penyelenggara pendidikan.
2. DPM mempunyai wewenang
a) Mengeluarkan memorandum kepada Presiden Mahasiswa dan atau
Wakil Presiden Mahasiswa apabila ternyata tidak melaksanakan
tugas atau menyimpang dari arah kebijakan Unisnu Jepara, dengan
ketentuan memorandum pertama dikeluarkan dengan batas waktu 3
(tiga) minggu, setelah batas waktu tersebut apabila Presiden
Mahasiswa dan atau Wakil Presiden Mahasiswa tidak melakukan
perbaikan kinerja, maka dikeluarkan memorandum kedua dengan
batas waktu 1 (satu) minggu dan apabila melampaui batas waktu
tersebut Presiden Mahasiswa tidak memperbaikinya maka DPM
dapat mengajukan rekomendasi penyelenggaraan Sidang Istimewa
kepada MPM.
b) Pengajuan rekomendasi Sidang Istimewa kepada MPM diatur dalam
peraturan tersendiri.
c. Keanggotaan DPM
1. Wakil-wakil mahasiswa yang dipilih melalui Pemilwa.
2. Anggota DPM berhenti antar waktu sebagai anggota karena:
a) Meninggal dunia/sakit permanen.
b) Mengundurkan diri dengan alasan yang jelas dan disetujui oleh
perangkat DPM.
c) Dinyatakan melanggar sumpah/janji sebagai anggota dengan
keputusan MPM.
d) Tidak lagi menjadi mahasiswa Unisnu Jepara.
e) Telah menjabat jabatan yang lebih tinggi.
f) Penggantian anggota antar waktu DPM diatur dalam ketentuan
tersendiri.
d. Forum Permusyawaratan DPM
Dalam menjalankan tugasnya DPM mempunyai Forum
Permusyawaratan:
1. Rapat Pleno, yaitu rapat yang dihadiri seluruh anggota.
2. Rapat Pimpinan, yaitu rapat yang dihadiri Ketua Dewan, Wakil Ketua
Dewan dan Ketua-Ketua Komisi.
3. Rapat Komisi, yaitu rapat yang dihadiri seluruh anggota Komisi yang
bersangkutan.
63
4. Rapat Koordinasi, yaitu rapat antara DPM dengan BEM dan atau untuk
mengkoordinasikan suatu kebijakan yang diadakan minimal 3 (tiga)
bulan sekali.
e. Pertanggungjawaban
DPM mempertanggungjawabkan kinerjanya secara moral kepada
mahasiswa dan secara administratif kepada Rektor Unisnu Jepara.
4.2. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas yang selanjutnya disebut BEM-
U adalah Lembaga Eksekutif Kemahasiswaan di tingkat Universitas.
a. Susunan Kepengurusan BEM-U
Susunan kepengurusan BEM-U, antara lain:
1. BEM-U dipimpin oleh seorang Presiden Mahasiswa.
2. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden Mahasiswa dibantu oleh
seorang Wakil Presiden Mahasiswa dan jajaran pengurus yang terdiri
Sekretaris Umum, Kementrian, para Sekretaris Bidang dan para Staff
Ahli Bidang.
3. Pengurus BEM-U sepenuhnya disusun dan ditentukan berdasarkan
kebutuhan oleh Presiden Mahasiswa BEM-U terpilih.
4. Pengurus bertanggung jawab kepada Presiden Mahasiswa.
5. Masa jabatan pengurus BEM-F adalah satu masa periode jabatan dan
untuk Presiden Mahasiswa tidak dapat dipilih kembali.
b. Hak, Kewajiban dan Wewenang BEM-U
1. BEM-U mempunyai hak:
a) Membuat keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam
melaksanakan Garis Besar Program Organisasi BEM-U.
b) Meminta keterangan yang diperlukan kepada Ketua HM berkenaan
dengan tugas-tugas BEM-U.
c) Mewakili mahasiswa Universitas di tingkat ke dalam dan keluar
dengan sepengetahuan pengurus BEM.
d) Melaksanakan program kerja tahunan.
2. BEM-U mempuyai kewajiban:
a) Menjunjung tinggi AD/ART KM-F.
64
b) Melaksanakan segala ketetapan-ketetapan Keluarga Mahasiswa
Fakultas.
c) Melakukan koordinasi dengan DPM-F.
3. BEM-U mempuyai wewenang:
a) Memberi pendapat, usul maupun saran kepada penyelenggara
pendidikan di tingkat Fakultas terutama yang berkaitan dengan
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
b) Melakukan koordinasi dengan Biro.
c) Melakukan koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa.
d) Bersama-sama DPM membentuk Undang-Undang.
c. Presiden Mahasiswa
1. Presiden Mahasiswa dipilih langsung oleh mahasiswa Unisnu Jepara
ditingkat Universitas melalui Pemilihan Umum.
2. Peraih suara kedua terbanyak dalam Pemilihan Umum ditetapkan
sebagai Wakil Presiden Mahasiswa.
3. Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa dan pengurus BEM-U
tidak diperkenankan merangkap jabatan struktural dalam perangkat
organisasi kemahasiswaan.
4. Presiden Mahasiswa mempertanggungjawabkan kinerjanya
berdasarkan program kerja BEM-U kepada mahasiswa melalui Dewan
Perwakilan Mahasiswa dan secara administratif kepada Rektor.
d. Rapat-Rapat BEM-U
Jenis rapat-rapat BEM-U:
1. Rapat Kerja, adalah rapat diawal kepengurusan yang membahas tentang
program kerja BEM-U selama satu periode yang dihadiri oleh seluruh
pengurus BEM-U.
2. Rapat Pengurus, adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus BEM-
U yang membahas tentang pelaksanaan program kerja, diadakan
minimal 1 (satu) bulan sekali.
3. Rapat Bidang, adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua, Sekretaris dan Staff
Ahli Bidang terkait.
4. Rapat Koordinasi, adalah rapat antara BEM-U, DPM-U, Biro atau dengan
HMPS
65
4.3. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disebut BEM-F
adalah Lembaga Eksekutif Kemahasiswaan di tingkat Fakultas.
a. Susunan Kepengurusan BEM-F
Susunan kepengurusan BEM-F, antara lain :
1. BEM-F dipimpin oleh seorang Gubernur Mahasiswa.
2. Dalam melaksanakan tugasnya Gubernur Mahasiswa dibantu oleh
seorang Wakil Gubernur Mahasiswa dan jajaran pengurus yang terdiri
Sekretaris Umum, para Ketua Bidang, para Sekretaris Bidang dan para
Staff Ahli Bidang.
3. Pengurus BEM-F sepenuhnya disusun dan ditentukan berdasarkan
kebutuhan oleh Gubernur Mahasiswa BEM-F terpilih.
4. Pengurus bertanggung jawab kepada Gubernur Mahasiswa.
5. Masa jabatan pengurus BEM-F adalah satu masa periode jabatan dan
untuk Gubernur Mahasiswa tidak dapat dipilih kembali.
b. Hak, Kewajiban dan Wewenang BEM-F
1. BEM-F mempuyai hak :
a) Membuat keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam
melaksanakan Program Kerja Organisasi BEM-F.
b) Meminta keterangan yang diperlukan kepada Ketua HMPS
berkenaan dengan tugas-tugas BEM-F.
c) Mewakili mahasiswa di tingkat Fakultas ke dalam dan keluar dengan
sepengetahuan pengurus BEM yang lain.
d) Melaksanakan program kerja tahunan.
2. BEM-F mempuyai kewajiban :
a) Menjunjung tinggi AD/ART organisasi.
b) Melaksanakan segala ketetapan-ketetapan Keluarga Mahasiswa
Fakultas.
c) Melakukan koordinasi dengan DPM.
3. BEM-F mempuyai wewenang :
a) Memberi pendapat, usul maupun saran kepada penyelenggara
pendidikan di tingkat Fakultas terutama yang berkaitan dengan
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
b) Melakukan koordinasi dengan BEM-U dan Fakultas.
c) Melakukan koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa.
66
c. Gubernur BEM-F
1. Gubernur Mahasiswa dipilih langsung oleh mahasiswa Unisnu Jepara
ditingkat Fakultas melalui Pemilihan Umum.
2. Peraih suara kedua terbanyak dalam Pemilihan Umum ditetapkan
sebagai Wakil Gubernur Mahasiswa.
3. Gubernur Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa dan pengurus BEM-F
tidak diperkenankan merangkap jabatan struktural dalam perangkat
organisasi kemahasiswaan.
4. Gubernur Mahasiswa mempertanggungjawabkan kinerjanya
berdasarkan GBHK BEM-F kepada mahasiswa dan secara administratif
kepada Dekan.
d. Rapat-Rapat BEM-F
Jenis rapat-rapat BEM-F :
1. Rapat Kerja, adalah rapat diawal kepengurusan yang membahas
tentang program kerja BEM-F selama satu periode yang dihadiri oleh
seluruh pengurus BEM-F.
2. Rapat Pengurus, adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus
BEM-F yang membahas tentang pelaksanaan program kerja, diadakan
minimal 1 (satu) bulan sekali.
3. Rapat Bidang, adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua, Sekretaris dan
Staff Ahli Bidang terkait.
4. Rapat Koordinasi, adalah rapat antara BEM-F, Biro atau dengan HMPS.
4.4. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
Himpunan Mahasiswa Program Studi (disingkat HMPS) adalah organisasi
mahasiswa di tingkat program studi di suatu perguruan tinggi. Keberadaan
himpunan mahasiswa program studi haruslah berdasarkan prinsip dari, oleh
dan untuk mahasiswa. Himpunan mahasiswa program studi merupakan media
bagi anggotanya untuk mengembangkan pola pikir dan kepribadian yang
berkaitan dengan disiplin ilmunya agar siap terjun ke masyarakat.
a. Susunan Pengurus HMPS
Susunan kepengurusan BEM-U, antara lain :
1. HMPS dipimpin oleh seorang Bupati.
2. Dalam melaksanakan tugasnya Bupati dibantu oleh seorang Wakil Bupati
dan jajaran pengurus yang terdiri Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara
67
Wakil Bendahara serta Departemen-departemen sesuai kebutuhan.
3. Pengurus HMPS sepenuhnya disusun dan ditentukan berdasarkan
kebutuhan oleh Ketua HMPS terpilih.
4. Pengurus bertanggung jawab kepada Ketua HMPS.
5. Masa jabatan pengurus HMPS adalah satu masa periode jabatan dan
untuk Bupati HMPS tidak dapat dipilih kembali.
b. Hak, Kewajiban dan Wewenang Pengurus HMPS
1. HMPS mempuyai hak:
a) Membuat keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam
melaksanakan Garis Besar Program HMPS
b) Meminta keterangan yang diperlukan kepada pengurus HMPS
berkenaan dengan tugas-tugas BEM-U.
c) Mewakili mahasiswa di tingkat Jurusan baik ke dalam maupun keluar
dengan sepengetahuan pengurus BEM.
d) Melaksanakan program kerja tahunan.
2. HMPS mempuyai kewajiban:
a) Menjunjung tinggi AD/ART organisasi.
b) Melaksanakan segala ketetapan-ketetapan .
c) Melakukan koordinasi dengan.
3. HMPS mempuyai wewenang:
a) Memberi pendapat, usul maupun saran kepada penyelenggara
pendidikan di tingkat Program Studi terutama yang berkaitan dengan
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
b) Melakukan koordinasi dengan Bupati Program Studi.
c) Melakukan koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi.
c. Ketua HMPS
1. Ketua HMPS dipilih langsung oleh mahasiswa UNISNU ditingkat
Program Studi melalui Pemilihan Umum.
2. Peraih suara kedua terbanyak dalam Pemilihan Umum ditetapkan
sebagai Wakil Bupati HMPS.
3. Bupati HMPS, Wakil Presiden HMPS dan pengurus HMPS tidak
diperkenankan merangkap jabatan struktural dalam perangkat
organisasi kemahasiswaan.
4. Bupati HMPS mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada
mahasiswa melalui Keluarga Mahasiswa Program Studi dan secara
administratif kepada Bupati Program Studi.
68
d. Rapat-Rapat HMPS
Jenis rapat-rapat HMPS:
1. Rapat Kerja, adalah rapat diawal kepengurusan yang membahas
tentang program kerja HMPS selama satu periode yang dihadiri oleh
seluruh pengurus HMPS.
2. Rapat Pengurus, adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus
HMPS yang membahas tentang pelaksanaan program kerja, diadakan
minimal 1 (satu) bulan sekali.
3. Rapat Departemen adalah rapat yang dihadiri oleh Bupati, Sekretaris.
4. Rapat Koordinasi, adalah rapat antara Presiden HMPS, Bupati Program
Studi
e. Pengenalan HMPS
Adapun HMPS yang ada di Unisnu Jepara antara lain :
1. HMPS Hukum Keluarga Islam
2. HMPS Perbankan Syari'ah
3. HMPS Pendidikan Agama Islam
4. HMPS Pendidikan Bahasa Inggris
5. HMPS Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
6. HMPS Pendidikan Guru Sekolah Dasar
7. HMPS Manajemen
8. HMPS Akuntansi
9. HMPS Ekonomi Islam
10. HMPS Tehnik Industri
11. HMPS Tehnik Elektro
12. HMPS Tehnik Sipil
13. HMPS Teknik Informatika
14. HMPS Sistem Informasi
15. HMPS Desain Produk
16. HMPS Desain Komunikasi Visual
17. HMPS Budidaya Perairan
4.5. Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas
Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas yang selanjutnya disebut UKM
adalah lembaga otonomi yang berkoordinasi dengan BEM-U yang merupakan
media pengembangan kreatifitas, keilmuan, atau bakat mahasiswa Unisnu
Jepara di tingkat Universitas.
69
a. Hak dan Kewajiban
1. UKM mempunyai hak :
a) Mendapatkan dana operasional dan fasilitas kegiatan
kemahasiswaan.
b) Mewakili kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi dalam
bidang tertentu yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
2. UKM mempunyai kewajiban :
a) Menjunjung tinggi AD/ART keluarga Mahasiswa Unisnu Jepara.
b) Menjalankan segala ketetapan DPM dan BEM-U.
c) Menjalankan program kerja UKM.
d) Berkoordinasi dengan BEM berkenaan dengan program kerjanya.
e) Berkoordinasi dengan Biro yang sesuai dengan bidangnya.
f) Menyerahkan LPJ kegiatan kepada Rektor melalui Biro
Kemahasiswaan.
g) Menjaga dan memelihara fasilitas yang telah diberikan Akademik.
b. Tanggung Jawab, Suksesi dan Syarat-syarat Berdirinya UKM
1. Pengurus UKM mempertanggungjawabkan kepengurusannya pada
forum tertinggi di UKM masing-,masing dan secara administratif kepada
Rektor.
2. Suksesi kepengurusan diserahkan kepada mekanisme atau tata tertib
yang berlaku di masing-masing UKM.
3. Syarat-syarat berdirinya UKM :
a) Merupakan kegiatan baru beranggotakan minimal 20 (dua puluh)
orang mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unisnu Jepara.
b) Mempunyai AD/ART, susunan kepengurusan serta program kerja
yang sesuai dengan bidang kerja UKM tersebut.
c) Telah disetujui oleh BEM berdasarkan mekanisme atau Tata tertib
yang berlaku.
d) Bila kegiatan UKM tersebut merupakan bagian dari organisasi resmi di
luar Unisnu Jepara harus mendapat rekomendasi berupa Surat
Keputusan Bersama (SKB) dari induk organisasi yang bersangkutan.
e) UKM disahkan dengan keputusan Rektor Unisnu Jepara
c. Pengenalan Unit Kegiatan Kemahasiswaan
Kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Unisnu Jepara terbagi dalam
dua bidang yaitu bidang minat bakat dan bidang penalaran
70
1. Kegiatan Kemahasiswaan Bidang Minat Bakat
Unisnu Jepara mempunyai beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM). Adapun daftar UKM sebagai berikut:
No. Kelompok Nama UKM Spesifikasi
1. Keagamaan
Dewan Kerja Pramuka Pendeka Racana Kalijaga
Gugus Depan 06.223
2. Pramuka Dewan Kerja Pramuka Pendeka Racana Ratu
Gugus Depan 06.224 Kalinyamat
3. Menwa Resimen Mahasiswa Mahadipa Singa Padang
Batalyon 956
4. KSR Korp Suka Rela (KSR) Palang
Merah Indonesia (PMI) UNISNU
5. Olahraga Organisasi Pengembangan Olah Volly
Raga (OPOR) Badminton
Basket
Futsal
Silat
Karate
6. Bahasa Organisasi Bahasa (Orsha)
7. Kesenian
8. Penalaran
Keberadaan UKM sebagai unit kegiatan mahasiswa sangat penting
dalam perwujudan strategi pengembangan program minat dan bakat.
Konsep keberadaan UKM adalah sebagai komunitas-komunitas dari
mahasiswa Unisnu Jepara yang keberadaannya adalah untuk
pengembangan pribadi mahasiswa sesuai minat dan bakat sehingga
mampu meningkatkan kualitas lulusan dalam hal pengembangan IQ
(Intelectual Quatient), SQ (Spiritual Quatient), dan EQ (Emotional
Quatient). Komunitas-komunitas UKM tersebut merupakan satu
kesatuan di bawah panji UNISNU yang diharapkan timbuh dan
berkembang bercirikan cendekia dan berakhlak mulia serta berhaluan
Aswaja.
71
2. Kegiatan Kemahasiswaan Bidang Penalaran
Beberapa kegiatan bidang penalaran antara lain:
a. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM)
Program Kreatifitas Mahasiswa merupakan salah satu bentuk
upaya yang ditempuh oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta
didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau
profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian
serta memperkaya budaya nasional.
Ada enam jenis kegiatan yang ditawarkan dalam Program
Kreatifitas Mahasiswa yaitu empat jenis PKM yang merupakan fisik
yang diusulkan untuk dibiayai dan dua jenis PKM yang merupakan
program kegiatan penulisan ilmiah dalam bentuk pengajuan artikel
ilmiah hasil karya mahasiswa yang diusulkan untuk mendapatkan
hadiah atau insentif. Keempat jenis PKM yang pertama meliputi PKM
Penelitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM
Kewirausahaan (PKMK) dan PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)
b. Program Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres)
Mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil dalam
bidang akademik dan aktif dalam kegiatan ko-kurikuler dan ekstra
kurikuler, memiliki jiwa Pancasila dan patut dijadikan kebanggaan oleh
perguruan tinggi yang bersangkutan. Sedangkan Pemilihan Mahasiswa
Berprestasi adalah sebuah kegiatan untuk memilih seorang mahasiswa
berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Kemampuan Bahasa
Inggris, Kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler serta Kepribadian.
UNISNU memasukan agenda Pemilihan Mahasiswa
Berprestasi sebagai kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan secara
berjenjang dimulai dari tingkat Fakultas, Universitas, Kopertis dan
Nasional.
Waktu pelaksanaan:
1) Tingkat Universitas : bulan Desember
2) Tingkat Kopertis wilayah VI : bulan April
3) Tingkat Nasional : bulan Agustus
72
4.6. Unit Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas
Unit Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas yang selanjutnya disebut UKK
adalah lembaga otonomi yang berkoordinasi dengan BEM Fakultas yang
merupakan media pengembangan kreatifitas, keilmuan atau bakat mahasiswa
Unisnu Jepara di tingkat fakultas.
a. Hak dan Kewajiban
1. UKK mempunyai hak:
a) Mendapatkan dana operasional dan fasilitas kegiatan
kemahasiswaan.
b) Mewakili kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi dalam
bidang tertentu yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
2. UKK mempunyai kewajiban:
a) Menjunjung tinggi AD/ART organisasi.
b) Menjalankan segala ketetapan DPM, BEM-Udan BEM-F.
c) Menjalankan program kerja UKM.
d) Berkoordinasi dengan BEM-F berkenaan dengan program kerjanya.
e) Berkoordinasi dengan Biro yang sesuai dengan bidangnya.
f) Menyerahkan LPJ kegiatan kepada Rektor melalui Biro
Kemahasiswaan.
g) Menjaga dan memelihara fasilitas yang telah diberikan Akademik.
b. Tanggungjawab, Suksesi dan Syarat –Syarat Berdirinya UKK
1. Pengurus UKK mempertanggung jawabkan kepengurusannya pada
forum tertinggi di UKK masing-masing dan secara administratif kepada
Dekan.
2. Suksesi kepengurusan diserahkan kepada mekanisme atau tata tertib
yang berlaku di masing-masing UKK.
3. Syarat-syarat berdirinya UKK :
a) Merupakan kegiatan baru beranggotakan minimal 20 (dua puluh)
orang mahasiswa dari satu fakultas yang ada di Unisnu Jepara
b) Mempunyai AD/ART, susunan kepengurusan serta program kerja
yang sesuai dengan bidang kerja UKK tersebut.
c) Telah disetujui oleh BEM berdasarkan mekanisme atau Tata tertib
yang berlaku.
73
d) Bila kegiatan UKK tersebut merupakan bagian dari organisasi resmi
di luar UNISNU harus mendapat rekomendasi berupa Surat
Keputusan Bersama (SKB) dari induk organisasi yang bersangkutan.
e) UKK disahkan dengan keputusan Dekan Fakultas.
c. Pengenalan Unit Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas
Unit Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas (UKK) sesuai fakultas yang ada.
Adapun daftar UKK sebagai berikut:
1. UKK Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum
No. Kelompok Jenis UKK Nama UKK
1. Penalaran Lembaga Pers Mahasiswa Bursa
2. Bantuan Hukum Lembaga Kajian & Bantuan Hukum LKBH
3. Penanggalan Lajnah Falakiyah LKIF
4. Pencinta Alam Wahana Pencinta Alam dan Wapalhi
Lingkungan Hidup
5. Kesenian Paduan Suara Mahasiswa Symphony Voice
2. UKK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
No. Kelompok Jenis UKK Nama UKK
1. Penalaran Lembaga Pers Mahasiswa Idea
2. Kesenian Band of Tarbiyah Bandth
3. Kesenian Nasyid The Bright Moon
4. Keagamaan Keagamaan Al Khidmah Al Khidmah
3. UKK Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Nama UKK
No. Kelompok Jenis UKK LPTQ
Nurul Qur’an
1. Seni Baca Lembaga Pengembangan Tilawah Tuman
Al Quran Qur’an Focus
Teater
2. Kesenian Lembaga Pers Mahasiswa Nama UKK
3. Penalaran
Gita S Wastika
4. UKK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cartens
Ekomonica
No. Kelompok Jenis UKK
1. Seni Budaya USB
2. Pencinta Alam Mapala
3. Penalaran Lembaga Pers Mahasiswa
74
5. UKK Fakultas Sains dan Teknologi
No. Kelompok Jenis UKK Nama UKK
1. Pencinta Alam Mapala Matarna
Lensa Media
2. Penalaran Lembaga Pers Mahasiswa
4.7. Pedoman Organisasi Kemahasiswaan
1) Dasar
Organisasi Kemahasiswaan Unisnu Jepara diselenggarakan
berdasarkan statuta Unisnu Jepara dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
2) Tujuan Organisasi
Tujuan Organisasi Kemahasiswaan Unisnu Jepara adalah:
1. meningkatkan kecendekiaan dan integritas kepribadian mahasiswa
yang berakhlak karimah;
2. meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang pengkajian ilmu
pengetahuan dan teknologi, sosial, seni dan budaya, dan penelitian;
3. meningkatkan pengabdian kepada masyarakat;
4. menumbuhkembangkan minat dan bakat mahasiswa; dan
5. meningkatan kesejahteraan mahasiswa.
3) Fungsi Organisasi
Organisasi Kemahasiswaan Unisnu Jepara mempunyai fungsi sebagai
wahana dan sarana:
1. perwakilan mahasiswa Universitas untuk menampung dan
menyalurkan aspirasi mahasiswa, menetapkan garis-garis besar
program kegiatan kemahasiswaan;
2. komunikasi antar mahasiswa;
3. pengembangan potensi mahasiswa sebagai insan akademis, calon
ilmuwan dan intelektual yang berguna bagi masyarakat;
4. Pengembangan intelektual, minat dan bakat, pelatihan ketrampilan,
organisasi, manajemen dan kepemimpinan mahasiswa;
5. Pembinaan dan pengembangan kader-kader agama dan bangsa yang
berorientasi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan
nasional; dan
75
6. Pemeliharaan dan pengembangan ilmu dan keagamaan yang dilandasi
oleh norma akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.
4) Bentuk Organisasi
1. Bentuk Organisasi Kemahasiswaan Unisnu Jepara terdiri dari tingkat
universitas dan organisasi tingkat fakultas yang menaungi semua
aktivitas kemahasiswaan;
2. Organisasi tingkat universitas terdiri atas:
a) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) sebagai badan
pelaksana kegiatan kemahasiswaan di tingkat universitas;
b) Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U) sebagai badan
tinggi normatif mahasiswa di tingkat universitas;
c) Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM) sebagai pelaksana
spesifik kegiatan kemahasiswaan, dengan ketentuan pendirian dan
pembubaran UKM ditetapkan dalam aturan tersediri berdasarkan
hasil musyawarah mahasiswa.
3. Organisasi intra tingkat fakultas terdiri atas:
a) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) sebagai pelaksana
kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas; dan
b) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPM-F) sebagai badan tinggi
normatif organisasi mahasiswa tingkat fakultas;
c) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKK) sebagai pelaksana spesifik
kegiatan kemahasiswaan, dengan ketentuan pendirian dan
pembubaran UKK ditetapkan dalam aturan tersediri berdasarkan
hasil musyawarah mahasiswa.
d) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) sebagai pelaksana
kegiatan kemahasiswaan di tingkat program studi;
5) Kelengkapan Organisasi
Kelengkapan organisasi kemahasiswaan tingkat universitas dan fakultas
ditetapkan berdasarkan kesepakatan antar mahasiswa, selama tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
Statuta Unisnu Jepara.
6) Kepengurusan
1. Struktur personalia Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Universitas
terdiri dari:
76
a) Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Universitas pada masing-
masing tingkat sekurang-kurangnya terdiri atas ketua, sekretaris,
bendahara, dan bidang-bidang, dengan sebutan untuk masing-
masing jabatan ditetapkan dalam peraturan tersendiri;
b) Bidang-bidang yang dimaksud poin (a) diatur dalam aturan tersendiri;
2. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas dan Fakulas diatur
dengan tata cara dan mekanisme yang ditetapkan dalam aturan
tersendiri berdasarkan hasil musyawarah mahasiswa;
3. Calon Ketua Organisasi Kemahasiswaan Universitas diharuskan memiliki
integritas moral, spiritual, prestasi akademik yang baik dan dedikasi yang
tinggi;
4. Calon Ketua Organisasi Kemahasiswaan Universitas harus memiliki
indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00 dan telah menempuh
sekurang-kurangnya 100 sks atau semester lima untuk tingkat
universitas;
5. Calon Ketua Organisasi Kemahasiswaan Fakultas harus memiliki indeks
prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00 dan telah menempuh sekurang-
kurangnya 80 sks atau semester lima untuk tingkat fakultas dan maksimal
duduk di semester delapan;
6. Calon Ketua Organisasi Kemahasiswaan di tingkat Program Studi harus
memperoleh rekomendasi kelayakan administratif dari Ketua Program
Studi, untuk tingkat fakultas harus memperoleh rekomendasi kelayakan
administratif dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dan untuk tingkat
universitas harus memperoleh rekomendasi kelayakan administratif dari
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
7) Masa Bakti
1. Masa bakti pengurus Organisasi Kemahasiswaan Intra Universitas pada
masing-masing tingkat selama satu tahun sejak dilantik;
2. Khusus untuk ketua tidak dapat dipilih kembali untuk periode
berikutnya.
8) Anggota
Anggota Organisasi Kemahasiswaan adalah seluruh mahasiswa yang aktif
terdaftar di bagian akademik dan kemahasiswaan Unisnu Jepara.
77
9) Kedudukan
Kedudukan Organisasi Kemahasiswaan Universitas merupakan kelengkapan
struktural pada organisasi dan tata laksana Kemahasiswaan Unisnu Jepara,
dengan ketentuan:
1. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U), Dewan Perwakilan
Mahasiswa Universitas (DPM-U) dan Unit Kegiatan Mahasiswa
Universitas (UKM) berkedudukan di tingkat Universitas;
2. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) dan Dewan Perwakilan
Mahasiswa Fakultas (DPM-F) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas
(UKK) berkedudukan di tingkat Fakultas;
3. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) berkedudukan di tingkat
Program Studi.
10) TanggungJawab
1. Mekanisme tanggung jawab Organisasi Kemahasiswaan ditetapkan
melalui kesepakatan antara mahasiswa dan Rektor atau Dekan sesuai
dengan kedudukan/tingkat organisasi, dengan ketentuan bahwa Rektor
atau Dekan merupakan penanggung jawab segala kegiatan di
Universitas;
2. Pengurus Organisasi Kemahasiswaan disahkan oleh Rektor atau dekan
sesuai dengan kedudukan/tingkat organisasi yang bersangkutan.
11) Mekanisme Kerja
1. Pengajuan Kepengurusan
a) Masa jabatan berlaku dari bulan Agustus sampai Juli
b) Batas akhir pelaksanaan re organisasi pada akhir bulan September
c) Pengurusan baru terbentuk paling lambat 1 Oktober
d) Daftar pengurus baru diserahkan ke Biro Bidang 1 untuk cek
kebenaran dan kelengkapan, yang seterusnya diajukan ke Rektor
melalui Wakil Rektor I untuk mendapatkan SK Pengangkatan
Kepengurusan.
e) Pengurus baru yang sudah mempunyai SK berhak untuk mengikuti
rapat kerja tahunan dan berhak untuk mengajukan rencana kerja
tahunan serta hak-hak lainnya.
2. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan
a) Pengurus Organisasi melakukan rapat kerja tahunan untuk membuat
Rencana kerja tahunan yang diajukan ke Biro Bidang 1
78
b) Biro Bidang 1 berkoordinasi dengan BEM-U dan Pengurus Organisasi
Kemahasiswaan melakukan Konsolidasi rencana kegiatan tahunan
serta alokasi dana.
c) Rencana kerja tahunan diajukan ke Rektor Melalui Wakil Rektor I.
d) Otorisasi rencana kerja tahunan oleh Wakil Rektor I.
3. Pelaksanaan Kegiatan
a) Mempersiapkan panitia pelaksana kegiatan
b) Membuat usulan kegiatan (proposal) dengan mengacu ke Rencana
Kerja Tahunan
c) Jumlah proposal 2 buah (softcopy dan hardcopy) untuk arsip
organisasi, dan untuk Biro Kemahasiswaan
d) Melaksanakan kegiatan sesuai persetujuan Wakil Rektor I.
e) Evaluasi pelaksaan kegiatan
f) Menyusun Laporan pertanggungjawaban
g) Menyerahkan LPJ kegiatan rangkap 2 (softcopy dan hardcopy) ke Biro
Kemahasiswaan untuk di cek kebenaran dan kelengkapan.
h) Wakil Rektor I memberi otorisasi LPJ kegiatan
12) Pembiayaan
1. Sumber pembiayaan Organisasi Kemahasiswaan terdiri atas:
a) Anggaran Unisnu Jepara yang bersumber dari SPP;
b) Dana Penunjang Pendidikan (DPP) yang berasal dari mahasiswa baru;
c) Usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat.
2. Alokasi dana dan mekanisme penggunaan anggaran kegiatan
kemahasiswaan diatur dalam peraturan tersendiri;
3. Penggunaan keuangan dipertanggungjawabkan kepada Rektor sesuai
peraturan yang berlaku.
13) Ketentuan Tambahan dan Peralihan
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Organisasi Kemahasiswaan
akan diatur kemudian.
2. Semua Organisasi Kemahasiswaan di Unisnu Jepara yang telah ada, pada
saat ditetapkannya Pedoman Organisasi Kemahasiswaa ini, agar
menyesuaikan dengan keputusan ini.
79
BAB V
FAKULTAS DAN PROGRAM STUDI
5.1. FAKULTAS DAN PROGRAM STUDI
Fakultas dan Program studi yang ada dilingkungan UNISNU Jepara
diselenggarakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan mengikuti regulasi
pemerintah yang terkait dengan penyelenggaraan perguruan tinggi, Unisnu
Jepara terdiri atas lima fakultas dan satu pascasarjana yang terdiri dari 19
program studi, yaitu:
a. Fakultas Syari'ah dan Hukum
1. Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) (S1)
2. Program Studi Perbankan Syari'ah (S1)
b. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (S1)
2. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
3. Program Studi Pendidikan Guru PAUD (S1)
4. Program Studi Pendidikan Guru SD (S1)
c. Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (S1)
d. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
1. Program Studi Manajemen (S1)
2. Program Studi Akuntansi (S1)
3. Program Studi Ekonomi Islam (S1)
e. Fakultas Sains dan Teknologi
1. Program Studi Desain Produk (S1)
2. Program Studi Teknik Industri (S1)
3. Program Studi Teknik Informatika (S1)
4. Program Studi Sistem Informasi (S1)
5. Program Studi Teknik Sipil (S1)
6. Program Studi Teknik Elektro (S1)
7. Program Studi Desain Komunikasi Visual (S1)
8. Program Studi Budidaya Perairan (S1)
f. Progran Pascasarjana
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (S2)
80
Fakultas Syari’ah dan Hukum
Program Studi Hukum Keluarga Islam
( Ahwal Syakhshiyyah )
Program Studi Perbankan Syariah
81
PEJABAT STRUKTURAL
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
Mayadina Rohmi M, S.H.I., MA.
Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum
Hudi, S.H.I., M.S.I.
Wakil Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum
Alfa Syahriar, Lc., M.Sy. H. Miswan Ansori, S.E., M.B.A. Aenurrifqy Maulana, M.Pd.
Ketua Program Studi Ketua Program Studi Kepala Tata usaha Fakultas
Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah ) Perbankan Syariah Syariah dan Hukum
82