SKRIPSI
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY BERBASIS WEB
MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI ABC
(Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
MUHAMMAD ZHAFARI
11170930000096
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2022 M / 1443
SKRIPSI
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY BERBASIS WEB
MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI ABC
(Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
MUHAMMAD ZHAFARI
11170930000096
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2022 M / 1443
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY BERBASIS WEB
MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI ABC
(Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Disusun Oleh :
Muhammad Zhafari
11170930000096
Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
Yuni Sugiarti, M.Kom Sarip Hidayatuloh, MMSI.
NIDN. 2006067602 NIP. 19750811 200912 1 001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
i
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN
ii
LEMBAR PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR
HASIL KARYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI
SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU
LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, 11 April 2022
Muhammad Zhafari
11170930000096
iii
ABSTRAK
Muhammad Zhafari – 11170930000096, Rancang Bangun Sistem Informasi
Inventory Berbasis Web Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi Kasus: PT.
Sukses Kita Abadi), dibawah bimbingan Yuni Sugiarti, M. Kom dan Sarip
Hidayatuloh, MMSI..
PT. Sukses Kita Abadi merupakan perusahaan perdagangan sebagai pemasok all
packaging and industrial tape yang masih menggunakan cara semi manual dalam
pencatatan dan pengolahan inventory barangnya, sehingga menimbulkan permasalahan
seperti kesalahan akibat faktor manusia yang berdampak pada proses penjualan dan
pembelian barang menjadi terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan
membangun sistem inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC
untuk memudahkan proses pencatatan dan pengolahan inventory barang pada PT.
Sukses Kita Abadi. Metode klasifikasi ABC digunakan sebagai rekomendasi terhadap
manajemen inventory untuk mengurangi terjadinya out of stock. Metode PIECES
digunakan untuk analisis sistem. Metode pengembangan sistem menggunakan RAD.
Pemodelan menggunakan UML. Pengumpulan data dengan metode studi lapangan,
studi pustaka, dan studi literatur sejenis. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi
inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC yang dapat melakukan
proses pencatatan dan pengolahan inventory barang dan menghasilkan laporan secara
online dan menyediakan informasi yang realtime sehingga dapat meminimalisir
kesalahan akibat faktor manusia serta menjadikan proses penjualan dan pembelian
barang menjadi lebih mudah, cepat, transparan, serta memiliki mobilitas dan
fleksibilitas yang lebih baik.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Inventory, Klasifikasi ABC, PIECES, RAD
5 Bab + 225 Halaman + 86 Gambar + 49 Tabel + Daftar Pustaka + Lampiran
Pustaka Acuan (2012 - 2021)
iv
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil’aalamin, puji syukur yang sebesar-besarnya kehadirat
Allah SWT. dengan limpahan rahmat, hidayah, dan taufiq-Nya, penulis diberikan
nikmat sehat dan ilmu sehingga dapat melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan
skripsi dengan judul “Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Berbasis Web
Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)”.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW
beserta keluarga, sahabat, kerabat, serta muslimin, dan muslimat, semoga kita semua
mendapatkan syafa’at dari beliau di akhirat kelak. Aamiin.
Penulis menyadari bahwa terlaksananya penulisan skripsi ini dapat diselesaikan
berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., MA selaku Rektor
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Ir. Nashrul Hakiem, M.T., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak A’ang Subiyakto, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
4. Bapak Nuryasin, M. Kom selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
v
5. Ibu Yuni Sugiarti, M. Kom selaku dosen pembimbing pertama dan Bapak Sarip
Hidayatuloh, MMSI. selaku dosen pembimbing kedua yang selalu sabar dan
telah menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan arahan,
dukungan dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan penelitian
skripsi ini.
6. Dosen-dosen program studi Sistem Informasi yang telah memberikan ilmunya
selama penulis duduk dibangku kuliah.
7. Bapak Hendi Jaenudin selaku pimpinan perusahaan PT. Sukses Kita Abadi yang
telah mengizinkan penulis untuk melakukan riset serta bersedia meluangkan
waktunya untuk melakukan wawancara.
8. Bapak Ardian Aditya selaku karyawan perusahaan PT. Sukses Kita Abadi yang
telah membantu penulis selama riset di PT. Sukses Kita Abadi dan bersedia
meluangkan waktunya untuk melakukan wawancara.
9. Orang tua penulis yaitu Bapak Trisna Hamdani dan Ibu Siti Mudyati yang selalu
memberikan semangat, motivasi, kasih sayang, dan doa yang melimpah
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
10. Saudari kandung dan Abang ipar beserta seluruh keluarga yang selalu
memberikan semangat, dukungan, dan motivasi selama penulis mengerjakan
skripsi ini.
11. Sahabat penulis semasa perkuliahan, Hamzah Aji Pratama, M. Alip Noor, Daffa
Al Aziz, Arindini Nuri, Azzah Faizah A., Sarah Farha S., Felia Anjani, Novi
Ariyanti, Dewi Siti Khadijah, Syawaliah, Salsabilla Azzahra, Eka Putri N., Dadi
Ilham S., Gibran Padlan, dan yang lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu
persatu, yang selalu memberikan bantuan moral maupun teknis selama penulis
mengerjakan skripsi ini.
vi
12. Sahabat penulis di setiap waktu, Sumbogo Priyo Atmojo, Syaharani Putri Allya,
M. Adam Ghazali, Luthfan Adyan Kalalo, Ahmad Rafif, Andi Suherman,
Hafidz Manoer, M. Auzan W., M. Milzam W., Bang Madun, Bang Aden, Bang
Fitrah, Bang Ican, Bang Gatong yang selalu memberikan semangat, dukungan,
dan bantuan apapun selama penulis mengerjakan skripsi ini.
13. Seluruh teman-teman Sistem Informasi angkatan 2017, terimakasih atas
kebersamaan dan kerjasamanya selama ini.
14. Dan seluruh pihak yang terkait dan banyak berjasa dalam proses penyelesaian
skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu namun tidak mengurangi
rasa terimakasih dari penulis.
Akhir kata, penulis berharap, insya Allah semoga skripsi ini dapat bermanfaat
bagi diri penulis dan para pembaca. Terutama teman-teman Sistem Informasi UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta, baik sebagai bahan karya tulis berupa informasi,
perbandingan, maupun dasar untuk penelitian materi lebih lanjut.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 11 April 2022
Muhammad Zhafari
11170930000096
vii
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN.........................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN ............................................................................ii
LEMBAR PERNYATAAN ....................................................................................... iii
ABSTRAK ...................................................................................................................iv
KATA PENGANTAR..................................................................................................v
DAFTAR ISI............................................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................................xii
DAFTAR TABEL ......................................................................................................xv
BAB 1 ............................................................................................................................1
PENDAHULUAN ........................................................................................................1
1.1. Latar Belakang ..............................................................................................1
1.2. Identifikasi Masalah ......................................................................................7
1.3. Rumusan Masalah .........................................................................................7
1.4. Batasan Masalah............................................................................................7
1.5. Tujuan Penelitian ..........................................................................................9
1.6. Manfaat Penelitian ......................................................................................10
1.7. Metodologi Penelitian .................................................................................11
1.7.1. Metode Pengumpulan Data ...............................................................11
1.7.2. Metode Pengembangan Sistem..........................................................12
1.8. Sistematika Penelitian .................................................................................16
BAB 2 ..........................................................................................................................18
LANDASAN TEORI .................................................................................................18
2.1. Pengertian Rancang Bangun .......................................................................18
2.2. Sistem..........................................................................................................19
2.2.1. Pengertian Sistem ..............................................................................19
2.2.2. Karakteristik Sistem ..........................................................................19
2.2.3. Klasifikasi Sistem..............................................................................20
2.3. Informasi .....................................................................................................21
2.3.1. Pengertian Data .................................................................................21
2.3.2. Pengertian Informasi .........................................................................22
2.3.3. Kualitas Informasi .............................................................................23
viii
2.3.4. Nilai Informasi...................................................................................23
2.4. Sistem Informasi .........................................................................................24
2.4.1. Pengertian Sistem Informasi..............................................................24
2.4.2. Komponen Sistem Informasi.............................................................25
2.4.3. Klasifikasi Sistem Informasi .............................................................27
2.5. Inventory .....................................................................................................27
2.5.1. Pengertian Inventory..........................................................................27
2.5.2. Fungsi Inventory................................................................................28
2.5.3. Jenis-Jenis Inventory .........................................................................28
2.5.4. Manajemen Inventory ........................................................................29
2.5.5. Metode Inventory...............................................................................30
2.6. Sistem Inventory..........................................................................................31
2.7. Website ........................................................................................................32
2.7.1. Pengertian Website ............................................................................32
2.7.2. Jenis-Jenis Website ............................................................................32
2.8. Metode Klasifikasi ABC .............................................................................33
2.9. Metode Pengumpulan Data .........................................................................35
2.9.1. Studi Pustaka .....................................................................................35
2.9.2. Studi Lapangan ..................................................................................35
2.9.3. Studi Literatur....................................................................................35
2.10. Metode Pengembangan Sistem ...................................................................36
2.10.1. Rapid Application Development (RAD)............................................36
2.10.2. Analisis PIECES................................................................................38
2.10.3. Rich Picture Diagram........................................................................40
2.10.4. Unified Modeling Languange (UML) ...............................................42
2.10.5. PHP....................................................................................................54
2.10.6. Framework ........................................................................................55
2.10.7. Model MVC (Model, View, Controller)............................................57
2.10.8. CodeIgniter........................................................................................59
2.10.9. Bootstrap ...........................................................................................61
2.10.10. Database............................................................................................62
2.10.11. Tabel Potential Object.......................................................................62
2.10.12. Mapping Cardinality .........................................................................63
ix
2.10.13. Matriks CRUD...................................................................................64
2.10.14. Spesifikasi Database .........................................................................65
2.10.15. MySQL ...............................................................................................66
2.10.16. User Interface ....................................................................................66
2.10.17. Pengujian Sistem ...............................................................................67
2.11. Tools Pendukung.........................................................................................68
2.11.1. Draw.io..............................................................................................68
2.11.2. Figma.................................................................................................69
2.11.3. Microsoft Visual Studio Code............................................................69
2.11.4. XAMPP .............................................................................................70
BAB 3 ..........................................................................................................................71
METODOLOGI PENELITIAN ...............................................................................71
3.1. Metode Pengumpulan Data .........................................................................71
3.1.1. Studi Lapangan ..................................................................................71
3.1.2. Studi Pustaka .....................................................................................72
3.1.3. Studi Literatur....................................................................................73
3.2. Metode Pengembangan Sistem ...................................................................80
3.2.1. Tahap Perencanaan Kebutuhan (Requirement Planning)..................81
3.2.2. Tahap Proses Desain Sistem (Design Workshop) .............................82
3.2.3. Tahap Implementasi (Implementation)..............................................87
3.3. Kerangka Berpikir Penelitian......................................................................88
BAB 4 ..........................................................................................................................70
HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................................90
4.1. Tahap Perencanaan Kebutuhan (Requirement Planning) ...........................90
4.1.1. Gambaran Umum Perusahaan PT. Sukses Kita Abadi......................90
4.1.2. Analisis Proses Berjalan ....................................................................94
4.1.3. Identifikasi Masalah ..........................................................................96
4.1.4. Analisis PIECES................................................................................97
4.1.5. Analisis Sistem Usulan....................................................................101
4.1.6. Analisis Kebutuhan Sistem..............................................................104
4.2. Tahap Proses Desain Sistem (Design Workshop) .....................................106
4.2.1. Metode Klasifikasi ABC .................................................................106
4.2.2. Perancangan Proses Sistem .............................................................117
x
4.2.3. Perancangan Database ....................................................................162
4.2.4. Perancangan Tampilan Antarmuka Sistem (User Interface)...........194
4.3. Tahap Implementasi (Implementation) .....................................................206
4.3.1. Pengkodean (Coding) ......................................................................206
4.3.2. Pengujian Sistem .............................................................................207
BAB 5 ........................................................................................................................223
PENUTUP.................................................................................................................224
5.1. Kesimpulan ...............................................................................................224
5.2. Saran..........................................................................................................225
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................226
LAMPIRAN..............................................................................................................233
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Perubahan Data Menjadi Informasi (Wibawa & Julianto, 2016) ..........22
Gambar 2.2. Siklus RAD (Nuryasin et al., 2019).......................................................36
Gambar 2.3. Analisis PIECES (Hasurungan & Elizabeth, 2022). .............................40
Gambar 2.4. Rich Picture Sistem Inventory dan Purchasing (Fourwansyah, 2020) .42
Gambar 2.5. Simbol Use Case Diagram (Sabharwal et al., 2017).............................45
Gambar 2.6. Use Case Diagram Inventory Control (J. I. Saputro et al., 2020).........46
Gambar 2.7. Activity Diagram Permintaan ATK (Handayani & Diana, 2019) .........48
Gambar 2.8. Sequence Diagram Sistem Inventory (Nuryasin et al., 2019) ...............50
Gambar 2.9. Class Diagram Sistem Inventory Obat (Monalisa et al., 2018) ............54
Gambar 2.10. Arsitektur Framework MVC (Ahmad et al., 2021).............................58
Gambar 2.12. Alur Kerja Framework CodeIgniter (Mashadov, 2020)......................60
Gambar 2.13. Tabel Potential Object (Zulfallah & Hidayatuloh, 2021) ....................63
Gambar 2.14. Mapping Cardinality Sistem Inventory (Nuryasin et al., 2019)..........64
Gambar 2.15. Matriks CRUD Sistem Persediaan (Amelia et al., 2013) ....................65
Gambar 2.16. Spesifikasi Database (Rudianto & Achyani, 2020) ............................65
Gambar 2.17. User Interface Data Barang (Hafedmawan & Anggoro, 2021) ..........67
Gambar 2.18. Hasil Pengujian Blackbox (Irnawati & Listianto, 2018) .....................68
Gambar 3.1. Kerangka Berpikir Penelitian ................................................................89
Gambar 4.1. Logo PT. Sukses Kita Abadi .................................................................90
Gambar 4.2. Struktur Organisasi PT. Sukses Kita Abadi ..........................................91
Gambar 4.3. Contoh Barang Dagangan PT. Sukses Kita Abadi ................................92
Gambar 4.4. Rich Picture Diagram Proses Berjalan..................................................95
Gambar 4.5. Rich Picture Diagram Sistem Usulan .................................................101
Gambar 4.6. Use Case Diagram Sistem Inventory Sukses Kita Abadi (SISKA) ....122
Gambar 4.7. Activity Diagram SISKA – Pendaftaran..............................................141
Gambar 4.8. Activity Diagram SISKA – Login .......................................................142
Gambar 4.9. Activity Diagram SISKA – Kelola Data Pengguna.............................144
Gambar 4.10. Activity Diagram SISKA – Kelola Data Jabatan...............................145
Gambar 4.11. Activity Diagram SISKA – Kelola Data Stok ...................................146
xii
Gambar 4.12. Activity Diagram SISKA – Pengaturan Klasifikasi...........................147
Gambar 4.13. Activity Diagram SISKA – Kelola Data Barang ...............................148
Gambar 4.14. Activity Diagram SISKA – Kelola Barang Masuk............................149
Gambar 4.15. Activity Diagram SISKA – Konfirmasi Barang Masuk ....................150
Gambar 4.16. Activity Diagram SISKA – Kelola Surat Jalan .................................151
Gambar 4.17. Activity Diagram SISKA - Konfirmasi Surat Jalan...........................152
Gambar 4.18. Activity Diagram SISKA – Kelola Data Pemasok ............................153
Gambar 4.19. Activity Diagram SISKA – Kelola Data Pelanggan ..........................154
Gambar 4.20. Activity Diagram SISKA – Laporan..................................................155
Gambar 4.21. Activity Diagram SISKA – Logout....................................................156
Gambar 4.22. Class Diagram SISKA ......................................................................162
Gambar 4.23. Mapping Cardinality SISKA.............................................................163
Gambar 4.24. Sequence Diagram SISKA – Pendaftaran.........................................175
Gambar 4.25. Sequence Diagram SISKA – Login...................................................175
Gambar 4.26. Sequence Diagram SISKA – Lupa Password ...................................176
Gambar 4.27. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Pengguna ........................176
Gambar 4.28. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Jabatan............................177
Gambar 4.29. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Stok (tambah) .................178
Gambar 4.30. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Stok (ubah) .....................179
Gambar 4.31. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Stok (hapus) ...................180
Gambar 4.32. Sequence Diagram SISKA – Pengaturan Klasifikasi........................181
Gambar 4.33. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Barang ............................182
Gambar 4.34. Sequence Diagram SISKA – Kelola Barang Masuk (tambah) .........183
Gambar 4.35. Sequence Diagram SISKA – Kelola Barang Masuk (ubah) .............184
Gambar 4.36. Sequence Diagram SISKA – Kelola Barang Masuk (hapus) ............185
Gambar 4.37. Sequence Diagram SISKA – Konfirmasi Barang Masuk .................186
Gambar 4.38. Sequence Diagram SISKA – Kelola Surat Jalan (tambah) ...............187
Gambar 4.39. Sequence Diagram SISKA – Kelola Surat Jalan (ubah) ...................188
Gambar 4.40. Sequence Diagram SISKA – Kelola Surat Jalan (hapus&unduh).....189
Gambar 4.41. Sequence Diagram SISKA – Konfirmasi Surat Jalan .......................190
Gambar 4.42. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Pemasok .........................191
Gambar 4.43. Sequence Diagram SISKA – Kelola Data Pelanggan .......................192
Gambar 4.44. Sequence Diagram SISKA – Laporan Stok Barang..........................192
xiii
Gambar 4.45. Sequence Diagram SISKA – Laporan Barang Masuk ......................193
Gambar 4.46. Sequence Diagram SISKA – Laporan Surat Jalan ............................193
Gambar 4.47. Sequence Diagram SISKA – Logout.................................................193
Gambar 4.48. Rancangan halaman login..................................................................194
Gambar 4.49. Rancangan halaman pendaftaran .......................................................195
Gambar 4.50. Rancangan halaman dashboard bagi admin......................................195
Gambar 4.51. Rancangan halaman dashboard bagi user selain admin....................196
Gambar 4.52. Rancangan halaman data pengguna...................................................197
Gambar 4.53. Rancangan halaman data jabatan.......................................................197
Gambar 4.54. Rancangan halaman data stok ...........................................................198
Gambar 4.55. Rancangan halaman data stok (tambah) ............................................198
Gambar 4.56. Rancangan halaman data stok (ubah) ................................................199
Gambar 4.57. Rancangan halaman data stok (hapus) ..............................................200
Gambar 4.58. Rancangan halaman data barang .......................................................200
Gambar 4.59. Rancangan halaman data barang masuk............................................201
Gambar 4.60. Rancangan halaman data barang masuk (tambah) ............................201
Gambar 4.61. Rancangan halaman data barang masuk (ubah) ................................202
Gambar 4.62. Rancangan halaman data barang masuk (hapus)...............................202
Gambar 4.63. Rancangan halaman data surat jalan..................................................203
Gambar 4.64. Rancangan halaman data pemasok ....................................................204
Gambar 4.65. Rancangan halaman data pelanggan..................................................204
Gambar 4.66. Rancangan halaman laporan..............................................................205
Gambar 4.67. Rancangan halaman laporan (tampilkan) ..........................................205
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Jumlah Kerugian Materi PT. Sukses Kita Abadi Akibat Stok Habis............4
Tabel 2.1 Simbol-simbol dalam Activity Diagram (Sugiarti, 2018) ...........................47
Tabel 2.2 Simbol-simbol dalam Sequence Diagram(Sugiarti, 2018) .........................49
Tabel 2.3 Simbol-simbol dalam Class Diagram (Sugiarti, 2018)...............................51
Tabel 3.1 Tabel Literatur Sejenis ................................................................................74
Tabel 4.1 Analisis PIECES .........................................................................................98
Tabel 4.2 Data Barang Keluar Bulan Januari-Juni 2021...........................................107
Tabel 4.3 Nilai Investasi Per Kategori Barang..........................................................111
Tabel 4.4 Hasil metode Klasifikasi ABC ..................................................................116
Tabel 4.5 Identifikasi Aktor ......................................................................................118
Tabel 4.6 Identifikasi Use Case ................................................................................118
Tabel 4.7 Narasi Use Case Pendaftaran ....................................................................122
Tabel 4.8 Narasi Use Case Login..............................................................................123
Tabel 4.9 Narasi Use Case Lupa Password ..............................................................124
Tabel 4.10 Narasi Use Case Kelola Data Pengguna .................................................125
Tabel 4.11 Narasi Use Case Kelola Data Jabatan.....................................................126
Tabel 4.12 Narasi Use Case Kelola Data Stok..........................................................127
Tabel 4.13 Narasi Use Case Pengaturan Klasifikasi.................................................129
Tabel 4.14 Narasi Use Case Kelola Data Barang .....................................................130
Tabel 4.15 Narasi Use Case Kelola Barang Masuk ..................................................131
Tabel 4.16 Narasi Use Case Konfirmasi Barang Masuk ..........................................133
Tabel 4.17 Narasi Use Case Kelola Surat Jalan........................................................134
Tabel 4.18 Nasari Use Case Konfirmasi Surat Jalan ................................................135
Tabel 4.19 Narasi Use Case Kelola Data Pemasok ..................................................136
Tabel 4.20 Narasi Use Case Kelola Data Pelanggan ................................................138
Tabel 4.21 Narasi Use Case Laporan........................................................................139
Tabel 4.22 Narasi Use Case Logout..........................................................................140
Tabel 4.23 Daftar Objek Potensial SISKA................................................................157
xv
Tabel 4.24 Identifikasi Objek Potensial SISKA........................................................158
Tabel 4.25 Daftar Objek Potensial Usulan SISKA ...................................................161
Tabel 4.26 Tabel Matriks CRUD SISKA..................................................................164
Tabel 4.27 Tabel Jabatan...........................................................................................167
Tabel 4.28 Tabel User...............................................................................................168
Tabel 4.29 Tabel Barang ...........................................................................................168
Tabel 4.30 Tabel Stok ...............................................................................................169
Tabel 4.31 Tabel Kategori.........................................................................................169
Tabel 4.32 Tabel Barang Masuk ...............................................................................170
Tabel 4.33 Tabel Item_bm ........................................................................................171
Tabel 4.34 Tabel Surat Jalan .....................................................................................171
Tabel 4.35 Tabel Item_sj...........................................................................................172
Tabel 4.36 Tabel Pemasok ........................................................................................173
Tabel 4.37 Tabel Pelanggan ......................................................................................174
Tabel 4.38 Pengujian Blackbox Seluruh Aktor .........................................................207
Tabel 4.39 Pengujian Blackbox Level Admin...........................................................209
Tabel 4.40 Pengujian Blackbox Level Direktur ........................................................211
Tabel 4.41 Pengujian Blackbox Level Manajer ........................................................212
Tabel 4.42 Pengujian Blackbox Level Staff Inventory..............................................214
Tabel 4.43 Pengujian Blackbox Level Staff Barang .................................................219
Tabel 4.44 Pengujian Blackbox Level Staff Penjualan .............................................220
xvi
i
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Peran teknologi informasi dalam menunjang kualitas suatu perusahaan
memiliki andil yang cukup besar. Penggunaan teknologi informasi bukan hanya
untuk proses otomatisasi terhadap akses informasi, akan tetapi juga untuk
meningkatkan tingkat akurasi dan kecepatan respon pada sebuah sistem yang
terintegrasi, sehingga keseluruhan proses dan prosedur kegiatan pada
perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Bahkan saat ini perkembangan
teknologi informasi semakin mendapat energi positif dari seluruh masyarakat.
Perkembangan teknologi informasi bukan hanya diterapkan dan dimanfaatkan
oleh para pemilik bisnis atau pemerintahan saja, akan tetapi mulai banyak
diterapkan dan dimanfaatkan ke dalam bidang pendidikan. Oleh karenanya,
ketersediaan informasi yang semakin mudah dan cepat untuk diakses menjadi
hal penting dalam mendukung upaya terciptanya generasi penerus bangsa yang
kreatif, inovatif, dan kompetitif.
Belakangan ini, istilah industri 4.0 semakin banyak terdengar dan
tersebar luas di media informasi maupun di media sosial. Secara umum, industri
4.0 mencakup pengembangan dan integrasi informasi inovatif dan teknologi
komunikasi ke dalam industri. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong
jaringan cerdas dari proses dan produk di sepanjang rantai nilai, sehingga
memungkinkan untuk menggunakan proses organisasi secara lebih efisien, ke
1
dalam kreasi barang dan jasa untuk meningkatkan manfaat bagi pelanggan
dengan menawarkan produk dan jasa yang baru (Barreto et al., 2017).
Industri 4.0 adalah sebuah konsep integrasi otomatisasi industri,
pertukaran data, dan teknologi manufaktur modern. Industri 4.0 berfokus pada
Cyber-Physical Systems (CPS), produksi yang cerdas, interaksi manusia dan
komputer, 3D printing, operasi jarak jauh, Internet of Things, cloud computing,
big data dan teknologi modern lainnya. Industri 4.0 adalah realisasi integrasi
horizontal dan vertikal di dalam sebuah rantai nilai. Integrasi horizontal adalah
keterkaitan antara jaringan informasi dan komunikasi dengan sumber daya
untuk produksi dan layanan yang realtime. Integrasi vertikal adalah konversi
dari sistem produksi yang klasik ke dalam proses produksi yang dikendalikan
oleh web yang modern (Khan et al., 2017).
Tentunya perkembangan industri 4.0 ini membawa dampak terhadap
negara di seluruh dunia. Jerman, sebagai pelopor dan pembanding utama, telah
merilis versi pertama dari roadmap mereka, yaitu “German Standardization
Roadmap on Industry 4.0” pada tahun 2015. Tidak mau kalah, Indonesia
sebagai salah satu negara industri berkembang, mengambil langkah tegas
dengan merilis roadmap-nya yaitu Making Indonesia 4.0. Roadmap bertujuan
mempersiapkan Indonesia untuk meraih keuntungan yang ditawarkan oleh
industri 4.0, dengan memperhatikan prioritas nasional, yang diproyeksikan akan
rampung pada tahun 2030 (Hidayatno et al., 2019).
PT. Sukses Kita Abadi (SKA) sebagai salah satu perusahaan yang
merupakan salah satu bagian dari roda industri di Indonesia, turut ikut
terdampak dari roadmap Making Indonesia 4.0. PT. SKA bergerak sebagai
2
salah satu pemasok High Density Polypropylene (HDPE), Low Line Density
Polypropylene (LLDPE), all packaging and industrial tape, serta ATK dari
perusahaan-perusahaan besar di bidang industri seperti PT. Medifarma
Laboratories, PT. Darya Varya, PT. Bayer Indonesia, PT. Fastfood Indonesia,
dan masih banyak lagi. Namun, PT. SKA masih memiliki permasalahan di
dalam proses bisnis mereka.
PT. SKA belum menerapkan sistem yang berjalan secara online pada
proses bisnis mereka, sehingga proses pencatatan dan pengolahan inventory
masih bersifat semi manual dengan menggunakan bantuan Microsoft Office.
Mereka juga masih menyimpan data inventory barang pada komputer
operasional saja. Dampaknya, kendala akibat faktor kesalahan manusia menjadi
sering terjadi yang mengakibatkan bagian penjualan dan pembelian barang
sering mengalami konflik dengan bagian persediaan karena data stok barang
pada komputer sering tidak sesuai dengan jumlah fisik stok barang di gudang.
Permasalahan data inventory yang tidak ter-update dan tidak tersebar
kepada staff lain secara langsung mengakibatkan informasi terkait inventory
tidak bersifat realtime sehingga mengakibatkan proses penjualan dan pembelian
barang menjadi terhambat. Pada proses penjualan, beberapa transaksi penjualan
harus menunggu stok barang untuk ready terlebih dahulu, sehingga pelanggan
membutuhkan tambahan waktu hingga pesanan datang. Terkadang dalam
mengatasi masalah ini, PT. SKA harus segera membeli stok barang dengan
biaya yang tidak sedikit (menalangi) agar pelanggan tidak dirugikan waktu atas
pesanannya. Belum lagi, jika ada proses pengembalian barang yang cacat atau
rusak, maka pelanggan juga semakin dirugikan. Pada proses pembelian, PT.
SKA tidak melakukan pembelian secara langsung kepada produsen, melainkan
3
melalui perantara, sehingga proses pembelian barang menghabiskan banyak
waktu.
Tabel 1.1 Jumlah Kerugian Materi PT. Sukses Kita Abadi Akibat Stok Habis
Tahun Total Kerugian
2019 (Agustus – Desember) Rp 12.149.054
2020 Rp 40.785.286
2021 (Januari – Juni) Rp 53.181.775
Berdasarkan tabel 1.1 di atas, data total kerugian akibat dari stok yang
habis memiliki jumlah yang tidak sedikit. Data tersebut merupakan jumlah
kumulatif dari beberapa transaksi penjualan yang memiliki permasalahan
berupa stok yang habis, yang disebabkan oleh faktor kesalahan manusia dalam
proses pencatatan dan pengolahan data inventory barang PT. Sukses Kita Abadi,
sehingga sebagai solusinya, perusahaan sering melakukan pembelian stok
secara langsung (saat itu juga) kepada pedagang lain dengan harga barang yang
2 kali lipat lebih mahal jika dibandingkan melakukan pembelian kepada
pemasok (produsen). Dalam setahun, permasalahan seperti yang telah
dijelaskan, dapat terjadi sebanyak 12 hingga 20 transaksi, atau dalam sebulan
terdapat 1 hingga 2 transaksi.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nuryasin dkk, dilakukan analisis
dan perancangan sistem informasi inventory guna menjadikan kinerja PT. Cipta
Rasa Multindo agar lebih efektif dan efisien. Perusahaan manufaktur yang
bergerak di bidang makanan sebagai produsen pastry dan bakery ini ternyata
masih menggunakan sistem inventory manual yang memiliki banyak
kekurangan sehingga berdampak pada kinerja perusahaan. Sistem inventory
4
manual belum mampu menyediakan segala kebutuhan perusahaan, mulai dari
pencatatan barang hingga rekapitulasi laporan. Sehingga, peneliti
mengembangkan sistem informasi inventory berbasis web dengan
memanfaatkan metode analisis PIECES untuk menganalisis sistem berjalan,
metode RAD untuk pengembangan sistem, dan menggunakan UML sebagai alat
pemodelannya. Dan hasil dari penelitian tersebut yaitu sistem informasi
inventory barang yang dapat membantu memudahkan PT Cipta Rasa Mutindo
dalam pengolahan data barang sehingga menjadi lebih efektif dan efisien serta
menyelesaikan masalah kekurangan dan kelebihan stok yang ada pada PT Cipta
Rasa Multindo (Nuryasin et al., 2019).
Permasalahan seperti pencatatan inventory barang dengan cara yang
masih tradisional juga terjadi di PT. Palugada Indonesia, yang mengakibatkan
beberapa kesalahan yang terutama disebabkan oleh faktor human error. Tujuan
dari penelitian tersebut ialah untuk membantu PT. Palugada Indonesia
mengontrol persediaannya melalui sistem informasi yang dikembangkan
dengan menerapkan metode RAD dan diagram UML 2.0, serta teknologi
HTML, PHP, MySQL, dan pengujian blackbox testing. Hasilnya, aplikasi
berbasis web yang dibangun tersebut dapat mengolah data produk, data
pemasok, data pelanggan, data pengguna dan data transaksi. Selain itu, aplikasi
yang dikembangkan tersebut juga memiliki fitur notifikasi dan ramalan
penjualan (Haratua et al., 2021).
Selain itu, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Rudianto dan
Achyani, saat ini pencatatan persediaan barang dagang yang masih bersifat
manual menyebabkan kesulitan dalam pendataan permintaan barang, kesalahan
pengiriman, pencatatan pengembalian barang yang lama, kesalahan dalam
5
perhitungan stok barang serta mendapatkan laporan ketika dibutuhkan. Oleh
karena itu, dibutuhkan suatu sistem informasi inventory barang berbasis web
agar dapat memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengelola proses
inventory barang, termasuk proses pencatatan, penyimpanan, pencarian serta
pembuatan laporan. Hasilnya, aplikasi yang dibangun dengan menerapkan
metode Rapid Application Development (RAD) tersebut mampu mengatasi
berbagai kendala dan permasalahan yang terdapat dalam proses inventory
barang dalam waktu yang relatif lebih singkat (Rudianto & Achyani, 2020).
Berdasarkan uraian diatas, untuk membantu PT. SKA dalam mengatasi
permasalahan pada proses bisnis mereka serta ikut serta berpartisipasi dalam
membantu PT. SKA menjadi bagian dari roadmap Making Indonesia 4.0, maka
penulis memberikan solusi berupa “Rancang Bangun Sistem Informasi
Inventory Berbasis Web Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi
Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)”. Penulis menggunakan metode klasifikasi
ABC sebagai rekomendasi manajamen inventory yang sesuai dengan proses
bisnis perusahaan, yang merupakan salah satu metode inventory untuk
membantu mengurangi terjadinya out of stock. Metode pengembangan
perangkat lunak yang digunakan yaitu Rapid Application Development (RAD),
yang memiliki tahapan pengembangan yang lebih modern dan lebih cepat
dengan tetap memiliki dokumentasi proyek yang jelas dan terperinci.
Kemudian, penulis juga menggunakan analisis PIECES dan Rich
Picture Diagram dalam menganalisis proses berjalan dan sistem usulan, Unified
Modelling Languange (UML) sebagai alat pemodelan berbasis objek, PHP
sebagai bahasa pemrograman back-end dengan Framework CodeIgniter 4,
HTML dan Framework CSS Bootstrap 5 sebagai penyusun front-end, MySQL
6
sebagai database, Apache sebagai web server localhost, dan alat bantu
pendukung berupa Microsoft Visual Studio Code, XAMPP, Figma, dan
Draw.io.
1.2. Identifikasi Masalah
Dari penjelasan penulis di latar belakang penelitian sebelumnya, maka
permasalahan dalam penelitian ini yaitu :
1. PT. Sukses Kita Abadi belum menerapkan sistem yang berjalan secara
online pada proses bisnis mereka. Proses pencatatan dan pengolahan
inventory masih bersifat semi manual, sehingga kendala akibat faktor
kesalahan manusia masih sering terjadi.
2. Permasalahan data inventory yang tidak ter-update dan tidak tersebar
kepada staff lain secara langsung mengakibatkan informasi terkait
inventory tidak bersifat realtime, sehingga mengakibatkan proses
penjualan dan pembelian barang menjadi terhambat.
1.3. Rumusan Masalah
Dari penjelasan penulis di latar belakang dan identifikasi masalah
sebelumnya, selanjutnya penulis melakukan perumusan pertanyaan sebagai
rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu “Bagaimana Melakukan
Perancangan dan Pembangunan Sistem Inventory Berbasis Web Menggunakan
Metode Klasifikasi ABC sebagai Solusi dari Permasalahan pada PT. Sukses
Kita Abadi?”
1.4. Batasan Masalah
Penulis menentukan batasan dan ruang lingkup permasalahan yang akan
diterapkan pada penelitian ini, yaitu :
7
1. Ruang lingkup dari objek penelitian ini yaitu kantor PT. Sukses Kita
Abadi yang beralamat di Jl. H. Mujenih No.19D, RT 4/RW 2, Kel.
Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 12530.
2. Sistem informasi inventory berbasis web hanya dapat melakukan
pencatatan dan pengolahan data barang, data stok, data barang masuk,
data surat jalan, data pemasok, data pelanggan, data pengguna, data
jabatan, melakukan pendaftaran, login, logout, konfirmasi barang
masuk, konfirmasi surat jalan, pengaturan klasifikasi, dan menghasilkan
laporan stok barang, laporan barang masuk, dan laporan surat jalan.
3. Sistem informasi inventory berbasis web hanya dapat menampilkan
visualisasi data sederhana pada dashboard seperti total penjualan barang
per tahun (item), total penjualan barang per bulan (item), pengingat stok
menipis, pengingat stok habis, grafik penjualan barang per tahun, dan
grafik pelanggan per tahun. Dashboard tidak memiliki fitur forecasting
stok barang dan forecasting penjualan.
4. Penelitian ini tidak membahas tentang keamanan sistem.
5. Penulis menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Rapid
Application Development (RAD) dan pemodelan berbasis objek Unified
Modelling Languange (UML).
6. Penulis menggunakan metode manajemen inventory yaitu metode
klasifikasi ABC dan metode analisis yaitu PIECES dan Rich Picture
Diagram.
7. Penulis menggunakan HTML dengan Framework CSS Bootstrap 5
untuk front-end, bahasa pemrograman back-end yaitu PHP dengan
8
Framework CodeIgniter 4, penyimpanan database MySQL, dan web
server localhost Apache serta tools pendukung, Draw.io, Figma,
Microsoft Visual Studio Code, dan XAMPP.
8. Penulis menguji sistem inventory berbasis web dengan metode Blackbox
testing.
1.5. Tujuan Penelitian
Dari penjelasan penulis pada sub-sub bab sebelumnya, penulis
menentukan dua tujuan pada penelitian ini yaitu :
1. Tujuan umum
Melakukan perancangan dan pembangunan sistem informasi
inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC sebagai
solusi permasalahan pada PT. Sukses Kita Abadi.
2. Tujuan khusus
1) Menghasilkan sistem informasi inventory berbasis web yang
dapat melakukan proses pencatatan dan pengolahan inventory
barang dan menghasilkan laporan secara online pada PT. Sukses
Kita Abadi, sehingga dapat meminimalisir kendala akibat faktor
kesalahan manusia.
2) Menghasilkan sistem informasi inventory berbasis web yang
dapat menyediakan data yang selalu ter-update dan informasi
yang realtime pada PT. Sukses Kita Abadi, sehingga proses
penjualan dan pembelian barang menjadi lebih mudah, cepat,
transparan, serta memiliki mobilitas dan fleksibilitas yang lebih
baik.
9
1.6. Manfaat Penelitian
Penulis memiliki harapan agar penelitian ini memiliki manfaat yang
positif bagi beberapa pihak, yaitu sebagai berikut :
a. PT. Sukses Kita Abadi
Penelitian ini dapat bermanfaat bagi PT. Sukses Kita Abadi dengan :
1. Menghasilkan sistem inventory berbasis web yang mudah
digunakan dan interaktif pada PT. Sukses Kita Abadi.
2. Menjadikan proses bisnis pada PT. Sukses Kita Abadi lebih
mudah, cepat, transparan, serta memiliki mobilitas dan
fleksibilitas yang lebih baik.
3. Menambah peluang PT. Sukses Kita Abadi dalam mendapatkan
keuntungan.
4. Menambah peluang PT. Sukses Kita Abadi dalam memperluas
sektor bisnisnya.
b. Universitas
Penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk bahan acuan dan
referensi bagi pengembangan penelitian dan penelitian yang sejenis di
masa depan.
c. Penulis
Penelitian ini dapat bermanfaat bagi pribadi penulis dalam
menerapkan pengetahuan selama masa perkuliahan ke dalam bidang
profesi dan masyarakat luas dan menambah pengetahuan serta
pengalaman pribadi penulis untuk mempersiapkan diri sebelum
memasuki dunia profesi.
10
d. Pembaca
Penelitian ini bisa bermanfaat sebagai bahan informasi dan
pengetahuan tambahan tentang salah satu bentuk contoh penerapan
teknologi informasi pada sebuah perusahaan atau organisasi.
1.7. Metodologi Penelitian
1.7.1. Metode Pengumpulan Data
1.7.1.1. Studi Pustaka
Studi pustaka digunakan oleh penulis untuk mengutip teori
ataupun beberapa pendapat dari beberapa buku, jurnal, atau
dokumentasi lainnya untuk mendukung penelitian dari beberapa bacaan
yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini (Monalisa et al., 2018).
1.7.1.2. Studi Lapangan
Studi lapangan dilakukan secara langsung di kantor PT. SKA
pada bagian inventory barang untuk mendapatkan data-data yang
diperlukan pada penelitian ini (Handayani & Diana, 2019).
1.7.1.2.1. Observasi
Observasi dilakukan oleh penulis dengan melakukan
pengamatan secara langsung pada objek penelitian ini. Peneliti
melakukan observasi di kantor PT. SKA untuk mengamati
permasalahan yang terjadi di bagian inventory barang (Premana,
2019).
1.7.1.2.2. Wawancara
Wawancara dilakukan oleh penulis untuk melakukan proses
diskusi dan tanya-jawab kepada pihak-pihak yang memiliki
11
keterkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Penulis
melakukan wawancara kepada direktur dan staff barang di kantor
PT. SKA untuk memperoleh informasi tambahan pada permasalahan
yang terjadi di bagian inventory barang (Premana, 2019).
1.7.1.3. Studi Literatur
Studi literatur dilakukan oleh penulis untuk mendapatkan
gambaran penyelesaian masalah yang dapat dilakukan dari penelitian
sejenis sebelumnya. Dari hasil studi literatur ini, peneliti dapat
mengambil kesimpulan dari penelitian sejenis sebelumnya untuk
membuat usulan sistem yang lebih baik. Penelitian sejenis tersebut dapat
berasal dari skripsi dan jurnal yang ada pada internet (Hidayatullah et
al., 2014).
1.7.2. Metode Pengembangan Sistem
Penulis menggunakan metode pengembangan perangkat lunak yaitu
Rapid Application Development (RAD). RAD adalah salah satu metode dari
Systems Development Life Cycle (SDLC) dengan menerapkan sebuah
pendekatan yang memiliki orientasi terhadap objek dalam suatu proses
pengembangan perangkat lunak.
RAD memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode
tradisional lain dalam SDLC, yaitu siklus pengembangan yang hanya
memerlukan waktu yang relatif lebih cepat dan singkat. RAD mengadopsi
dan melakukan penyesuaian “kecepatan tinggi” dari metode Waterfall,
dimana arsitektur pendekatan yang berbasis komponen dapat dicapai
dengan perkembangan yang pesat. Ketika tim telah berhasil menganalisis
12
segala kebutuhan dan cakupan dari perangkat lunak yang akan dibangun,
maka proses RAD mempermudah tim untuk membangun dan menghasilkan
sebuah “sistem yang berfungsi secara menyeluruh” dalam jangka waktu
yang sangat singkat (Rudianto & Achyani, 2020).
Dalam metode RAD terdapat beberapa tahapan atau fase
pengembangan yang penulis adaptasi di dalam penelitian ini, yaitu sebagai
berikut (Rudianto & Achyani, 2020) :
1) Requirements Planning
Tahapan ini merupakan langkah awal yang penulis lakukan
untuk menyusun perencanaan dari pembuatan sistem informasi
inventory berbasis web yang akan dibangun sesuai dengan
kebutuhan user. Dalam tahap ini, terdapat pertemuan yang
dilaksanakan oleh user dan analyst untuk mengetahui,
merencanakan, dan menentukan gambaran umum perusahaan,
analisis sistem berjalan, analisis kebutuhan sistem, dan analisis
sistem usulan untuk sistem informasi inventory berbasis web pada
PT. Sukses Kita Abadi. Tools yang akan digunakan penulis untuk
mendukung proses analisis tersebut yaitu analisis PIECES dan
Rich Picture Diagram.
2) Design Workshop
Tahapan ini merupakan langkah kedua yang penulis
lakukan untuk merancang sistem inventory berbasis web. Di
langkah awal, penulis akan melakukan perhitungan metode
klasifikasi ABC yang digunakan sebagai rekomendasi terhadap
13
manajemen inventory pada PT. Sukses Kita Abadi untuk
membantu pengambil keputusan dalam melakukan pengawasan
dan pembelian terhadap kelompok barang yang memiliki nilai
investasi tinggi sehingga dapat mencegah terjadinya out of stock.
Metode klasifikasi ABC digunakan dalam membantu
perusahaan ritel dalam membuat rekomendasi pengecekan stok
barang berdasarkan prosedur dan waktu yang ditentukan oleh
perusahaan. Metode tersebut diimplementasikan bersamaan
dengan sistem rekomendasi Physical Inventories yang mampu
membagi stok barang berdasarkan frekuensi pembelian, stock
opname, dan kriteria-kriteria lainnya secara otomatis (Fiarni et al.,
2018). Sedangkan pada penelitian lain, rancang bangun sistem
informasi persediaan dengan memanfaatkan metode ABC berguna
untuk mengubah proses bisnis menjadi lebih efektif dan
manajemen investasi inventory dapat menjadi lebih minimal pada
Bengkel Tubagus Ban (Wahyudin & Kristiyanto, 2019).
Dalam mengatasi permasalahan pengelolaan data
inventory yang manual, dibangun sebuah sistem informasi
persediaan berbasis website dengan menggunakan metode
klasifikasi ABC untuk menghasilkan 3 kelas kategori barang yang
berguna untuk menyusun tata letak barang di gudang usaha dagang
bangun tani (Silaen & Fadhli, 2021). Metode klasifikasi ABC
menjelaskan bahwa item yang berjumlah sedikit tetapi memiliki
nilai investasi yang besar, akan memiliki pengaruh di dalam
inventory. Dengan mengawasi item pada kategori A (item dengan
14
jumlah 20% dan nilai investasi sebesar 80%), perusahaan dapat
mengendalikan inventory secara keseluruhan, sedangkan item
pada kategori C (item dengan jumlah 50% dan nilai investasi
sebesar 5%), perusahaan tidak perlu melakukan pengawasan
secara ketat (Novarika et al., 2021).
Langkah berikutnya, penulis akan merancang sistem
dengan data inventory hasil dari perhitungan metode klasifikasi
ABC pada tahap sebelumnya menggunakan pemodelan Unified
Modelling Language (UML) dengan tools pendukung yaitu
Draw.io, dengan tahap-tahap diantaranya yaitu membuat Use Case
Diagram, Activity Diagram, Tabel Potential Object, Class
Diagram, Mapping Cardinality, Matriks CRUD, Spesifikasi
Database, dan Sequence Diagram. Kemudian akan dilakukan
desain interface dengan menggunakan Figma.
3) Implementation
Tahapan ini merupakan langkah terakhir yang penulis
lakukan untuk membangun dan menerapkan sistem informasi
inventory berbasis web yang telah penulis rancang ke dalam
bahasa pemrograman serta melakukan pengujian terhadap sistem
tersebut. Dalam tahap ini, penulis melakukan pengkodean dengan
Framework CodeIgniter 4 dalam bahasa pemrograman PHP, serta
HTML dan Framework CSS Bootstrap 5 dengan tools pendukung
Microsoft Visual Studio Code. Selain itu, penulis membuat
database dengan MySQL dan menjalankan sistem ini pada web
server localhost Apache dengan menggunakan tools pendukung
15
yaitu XAMPP. Terakhir, penulis menguji sistem dengan metode
black-box testing.
1.8. Sistematika Penelitian
Penelitian ini memiliki susunan penelitian dengan pembahasan yang
terbagi menjadi lima bab yakni :
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini, penulis memaparkan penelitian “Rancang
Bangun Sistem Informasi Inventory Berbasis Web
Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi Kasus:
PT. Sukses Kita Abadi)” secara padat dan singkat
menjadi latar belakang, identifikasi masalah, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika
penelitian.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Pada bab ini, penulis memaparkan seluruh teori yang
penulis gunakan sebagai dasar landasan penelitian
“Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Berbasis
Web Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi
Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)”.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini, penulis memaparkan beberapa metodologi
yang penulis gunakan di dalam penelitian “Rancang
Bangun Sistem Informasi Inventory Berbasis Web
Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi Kasus:
16
BAB 4 PT. Sukses Kita Abadi)” yang terdiri dari metode
BAB 5 pengumpulan data dan metode pengembangan sistem.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini, penulis memaparkan hasil penelitian dan
penjelasan tahapan RAD yang penulis gunakan dalam
penelitian “Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory
Berbasis Web Menggunakan Metode Klasifikasi ABC
(Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)”.
PENUTUP
Pada bab ini, penulis memaparkan kesimpulan dari isi
dan hasil penelitian “Rancang Bangun Sistem Informasi
Inventory Berbasis Web Menggunakan Metode
Klasifikasi ABC (Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)”
serta saran penulis terhadap pengembangan penelitian
dan penelitian yang sejenis di masa depan.
17
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Rancang Bangun
Perancangan ialah definisi dari suatu proses pembangunan atau
pengembangan dari spesifikasi sistem baru yang didapat dari hasil analisis
sistem. Dalam proses perancangan, tim harus merancang sistem sesuai dengan
kebutuhan pengguna kedalam sebuah lembar kerja dengan tetap memperhatikan
prosedur dan metode yang sesuai dengan standar. Di dalam lembar kerja
tersebut, berisi uraian rancangan sistem usulan secara detail mulai dari input,
proses, dan output (Nasril & Saputra, 2016).
Perancangan memiliki kata dasar “rancang” yang diartikan sebagai
suatu proses penejermahan hasil analisis sistem ke dalam bahasa pemrograman
untuk menggambarkan komponen dari sistem saat diimplementasikan secara
terperinci dan jelas. Selain itu, perancangan juga memiliki definisi lain, yaitu
rangkaian dari sekumpulan prosedur yang dilakukan untuk membangun sebuah
sistem baru dengan mempersiapkan spesifikasi sistem secara detail (Pratami,
2020).
Sedangkan pembangunan memiliki kata dasar “bangun” yang diartikan
sebagai aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah sistem baru atau
memperbaiki sistem secara menyeluruh atau sebagian (Pratami, 2020).
Rancang bangun merupakan kegiatan merancang dan membangun
sebuah sistem baru atau memperbaiki sistem yang sudah ada dengan
mengimplentasikan hasil analisis rancangan sistem ke dalam bentuk perangkat
18
lunak (Susanti & Haevi, 2018). Rancangan sistem merupakan gambaran dari
alur sketsa sistem beserta spesifikasi perangkat kerasnya dengan tujuan untuk
memberikan daftar kebutuhan sistem dan untuk memberikan pemodelan sistem
secara detail (Kinaswara et al., 2019).
2.2. Sistem
2.2.1. Pengertian Sistem
Sistem merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani dan
memiliki arti yaitu “kesatuan”. Faktor lingkungan memiliki pengaruh yang
besar terhadap sistem, karena sistem dan lingkungan saling memiliki
keterkaitan, saling memiliki hubungan, dan saling memiliki ketergantungan.
Sistem adalah sebuah pendekatan secara prosedur dan komponen.
Pendekatan prosedur merupakan serangkaian prosedur yang memiliki suatu
tujuan tertentu. Sedangkan pendekatan komponen merupakan sekumpulan
komponen dan tiap-tiap komponen tersebut saling berinteraksi antara satu
dengan yang lain dan bekerja sama dengan membentuk suatu kesatuan
untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu (Farell et al., 2018).
Sistem adalah sebuah kesatuan dari bagian-bagian yang saling
terhubung dan berkaitan antara satu dengan yang lainnya untuk menggapai
suatu tujuan tertentu. Bagian-bagian dari kesatuan tersebut saling bekerja
dan menjalankan fungsinya secara bersama-sama untuk menggapai suatu
tujuan tertentu (Widhyaestoeti, 2019).
2.2.2. Karakteristik Sistem
Sistem memiliki sejumlah karakteristik yang dapat dijelaskan yaitu
sebagai berikut (Rizkiah, 2017) :
19
1) Components
Sistem terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi.
Setiap komponen memiliki sifat dan fungsinya tersendiri. Sehingga,
komponen memiliki pengaruh terhadap keseluruhan sistem.
2) Boundary
Sistem memiliki batasan yang memisahkan sistem dari lingkungan
eksternalnya.
3) Environment
Sistem memiliki lingkungan luar yaitu segala sesuatu selain
lingkungan internal sistem yang dapat berdampak terhadap kinerja
sistem secara keseluruhan.
4) Interface
Sistem memiliki perantara berupa penghubung yang menjembatani
suatu sumber daya satu bagian dengan bagian yang lain, atau
mengalirkan output suatu bagian menjadi input pada bagian lain.
5) Goal
Sistem dapat berjalan dengan seharusnya dan sebaik-baiknya jika
sistem tersebut memiliki sebuah tujuan, begitupun sebaliknya.
2.2.3. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sistem jika dilihat
dari beberapa sudut pandang, diantaranya yakni sebagai berikut (Saputra,
2020):
20
1) Phyiscal and Abstract Systems
Sistem abstrak ialah sistem yang tidak dapat dilihat wujudnya, dapat
berupa pemikiran atau gagasan. Sistem fisik ialah sistem yang dapat
dilihat wujudnya.
2) Man-made and Natural Systems
Sistem alamiah ialah sistem yang berjalan berkat proses alam dan
bukan dioperasikan oleh manusia. Sistem buatan manusia ialah
sistem yang berjalan berkat interaksi antara manusia dan mesin
(komputer).
3) Probalistic and Determenistic Systems
Sistem deterministik ialah sistem yang dapat ditebak berkat hasil
pengaturan yang dilakukan oleh pembuat sistem. Sistem
probabilistik ialah sistem yang tidak dapat ditebak, karena memiliki
unsur peluang didalamnya.
4) Closed and Open Systems
Sistem terbuka ialah sistem yang bisa terkena dampak dari
lingkungan eksternalnya. Sistem tertutup ialah sistem yang tidak
bisa terkena dampak dari lingkungan eksternalnya (sistem otomatis).
2.3. Informasi
2.3.1. Pengertian Data
Data merupakan bagian penting dan mendasar dari informasi yang
tersusun dari huruf, angka, karakter, dan simbol (Widhyaestoeti, 2019).
Data merupakan fakta-fakta yang dibentuk dalam sekelompok lambang
yang mendeskripsikan hal, jumlah, dan tindakan. Biasanya, data dapat
21
berbentuk catatan pada kertas, buku, atau yang sudah tersusun dan
tersimpan di dalam sebuah basis data (Wibawa & Julianto, 2016).
Data ialah gambaran kenyataan yang menjelaskan terjadinya suatu
peristiwa, data terdiri atas angka dan fakta. Data dapat berbentuk nilai yang
berformat teks, citra, video, audio, dan data terformat. (Azizah et al., 2017).
2.3.2. Pengertian Informasi
Informasi adalah sekumpulan fakta-fakta terorganisir yang sudah
diproses sehingga mempunyai nilai tambah selain dari nilai tunggalnya.
Yang dimaksud dari nilai tambah yaitu bagaimana informasi tersebut dapat
membantu anggota dari organisasi agar menjalankan tupoksi secara efektif
dan efisien (Adhawiyah et al., 2017).
Informasi yakni data yang sudah diterjemahkan dan dikelompokkan
untuk membantu dalam mengambil sebuah keputusan. Informasi ialah data
yang diolah sedemikian rupa agar berguna bagi pemakainya. Dari beberapa
penjelasan tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah
data yang telah diproses atau dimanipulasi sedemikian rupa untuk keperluan
tertentu bagi penggunanya (Wibawa & Julianto, 2016).
Gambar 2.1. Perubahan Data Menjadi Informasi (Wibawa & Julianto, 2016)
22
Informasi adalah pemrosesan data menjadi sesuatu yang bisa untuk
dimanfaatkan, memiliki nilai, dan memiliki arti bagi yang menerimanya.
Suatu informasi dianggap memiliki nilai jika informasi yang digunakan
lebih efektif daripada usaha mendapatkannya (Putera & Ibrahim, 2018).
2.3.3. Kualitas Informasi
Informasi memiliki kualitas yang bergantung pada 3 hal sebagai
berikut (Azizah et al., 2017):
1) Akurat, yaitu informasi harus sesuai, jelas, tidak bias, dan tidak
terdapat kesalahan sehingga tidak menyesatkan, mulai dari sumber
hingga penerima informasi.
2) Tepat waktu, yaitu informasi yang diterima oleh penerima informasi
tidak boleh terlambat, karena informasi sudah tidak memiliki nilai
apabila informasi tidak sampai dengan tepat waktu.
3) Relevan, yaitu suatu informasi akan memiliki manfaat bagi
penggunanya apabila sesuai dengan tiap-tiap individu yang
membutuhkannya.
2.3.4. Nilai Informasi
Informasi memiliki kegunaan untuk meminimalisir ketidakpastian
didalam proses sebuah pengambilan keputusan. Informasi memiliki nilai
yang bergantung terhadap dua hal yaitu biaya memperolehnya dan
manfaatnya. Nilai tersebut dapat diukur dengan menggunakan Analysis Cost
Effectiveness dan Cost Benefit. Informasi memiliki nilai-nilai yang
ditentukan oleh 10 sifat sebagai berikut (Azizah et al., 2017):
23
1) Accesibility, yaitu informasi harus bisa diperoleh dengan semudah
mungkin.
2) Comprehensiveness, yaitu informasi harus mempunyai ruang
lingkup yang lengkap dan luas.
3) Accuracy, yaitu informasi harus mempunyai tingkat akurasi yang
tinggi.
4) Relevance, yaitu informasi harus cocok dengan kebutuhan penerima
dan pengguna.
5) Timelines, yaitu informasi harus bisa dipakai pada waktu dan
keadaan yang tepat.
6) Clarity, yaitu informasi harus mempunyai kejelasan.
7) Flexibility, yaitu informasi harus mempunyai tingkat fleksibilitas
yang tinggi.
8) Verified, yaitu informasi harus mempunyai bukti kebenaran.
9) Unprejudiced, yaitu informasi tidak boleh mempunyai keraguan.
10) Measurable, yaitu informasi harus bisa untuk diukur.
2.4. Sistem Informasi
2.4.1. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi yakni sistem yang berjalan secara manual atau
dengan bantuan komputer untuk dapat mengumpulkan, menyimpan, dan
memproses data guna memproduksi informasi yang dapat digunakan dalam
aktivitas mengambil keputusan (Maulani et al., 2018). Sistem informasi
merupakan penggabungan dari pengertian sistem dan informasi, yaitu
kumpulan dari bagian-bagian yang satu sama lain melakukan interaksi
untuk secara bersama-sama mengumpulkan dan memproses data yang
24
hasilnya dapat membantu dalam menyelesaikan masalah (Fatoni & Dwi,
2016).
Sistem informasi adalah variabel-variabel yang tergabung, tersusun,
terhubung, dan memiliki ketergantungan diantara satu dengan yang lainnya.
Selain itu, sistem informasi juga merupakan sistem yang terdapat di suatu
organisasi yang menghubungkan kebutuhan-kebutuhan organisasi mulai
dari pengolahan transaksi setiap harinya, dukungan kegiatan operasional,
strategi organisasi, dan bersifat manajerial serta mampu menyediakan
berbagai macam laporan (Ruhul, 2017).
Sistem informasi adalah gabungan dari beberapa variabel yaitu
manusia, media, prosedur, teknologi, dan pengendalian yang saling
berkolaborasi dalam manajemen jejaring komunikasi, mengolah transaksi
harian rutin, mendukung manajemen dan pengguna internal-eksternal, dan
menyediakan landasan dalam pengambilan keputusan (Putera & Ibrahim,
2018). Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai sebuah prosedur yang
menghimpun, mengolah, menyimpan, melakukan analisis, dan
mendistribusikan informasi untuk tujuan tertentu. Sehingga sistem
informasi ialah prosedur-prosedur yang dikumpulkan pada suatu organisasi
untuk dijalankan dan digunakan untuk memberikan informasi bagi orang
yang mengendalikan informasi dan yang mengambil keputusan (Wibawa &
Julianto, 2016). .
2.4.2. Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri atas komponen-komponen yaitu sebagai
berikut (Farell et al., 2018):
25
1) Input
Merupakan data yang dimasukkan kedalam sistem informasi dan
bersifat sebagai komponen terpenting untuk kemudian diolah
menjadi informasi. Data yang akan digunakan perlu ditangkap dan
dicatat ke dalam dokumen dasar yang selanjutnya di-input kedalam
sistem informasi.
2) Model
Merupakan model-model tertentu yang diperlukan dalam proses
mengolah data yang di-query dari database untuk memproduksi
informasi.
3) Output
Merupakan hasil akhir dari aktivitas pengolahan data yang
dijalankan oleh sistem informasi untuk selanjutnya dimanfaatkan
oleh pengguna.
4) Technology
Merupakan hal lain yang penting dalam sistem informasi yang
digunakan dan dimanfaatkan untuk mendukung kinerja sistem
informasi agar lebih efektif dan efisien.
5) Database
Merupakan komponen yang memiliki tugas sebagai media
penyimpanan data yang berisi data-data yang telah terstruktur dan
terorganisasi, tersimpan di dalam sebuah hardware dan terhubung
dengan software.
Di samping hal diatas, sistem informasi terbagi menjadi beberapa
komponen seperti (Fatoni & Dwi, 2016):
26
1) Human resources
2) Hardware
3) Software
4) Data resources
5) Network research
2.4.3. Klasifikasi Sistem Informasi
Terdapat beberapa klasifikasi sistem informasi dimana tiap sistem
informasi dibangun dengan tujuan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan
masing-masing organisasi. Klasifikasi dari sistem informasi yaitu sebagai
berikut (Wibawa & Julianto, 2016):
1) Berdasar atas tingkatan organisasi
Terbagi ke dalam level manajerial, operasional, dan fungsional.
2) Berdasar atas kegiatan manajemen
Terbagi ke dalam sistem informasi bidang pendidikan, kesehatan,
keuangan, asuransi, ekonomi dan bisnis.
3) Berdasar atas fungsionalitas bisnis
Terbagi ke dalam sistem informasi manufaktur, akuntansi,
pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.
2.5. Inventory
2.5.1. Pengertian Inventory
Inventory pada umumnya yaitu stok barang yang terdapat di suatu
perusahaan. Inventory digunakan oleh suatu perusahaan sebagai usaha
untuk menjaga ketersediaan stok mereka, dengan tujuan untuk menjaga
kepuasan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya (Widhyaestoeti,
27
2019). Inventory juga merupakan beberapa barang yang disediakan oleh
suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan (Maulani et al.,
2018).
Suatu kegiatan untuk mencatat dan memanajemen inventory disebut
sebagai inventarisasi. Inventarisasi dilakukan dengan benar dan teliti sesuai
dengan kebijakan dari suatu perusahaan. Inventarisasi adalah salah satu cara
dan solusi suatu perusahaan untuk mengawasi pemakaian suatu sumber
daya perusahaan, agar sumber daya tersebut selalu siap digunakan kapanpun
ketika dibutuhkan (Kinaswara et al., 2019).
2.5.2. Fungsi Inventory
Sebuah perusahaan memerlukan fleksibilitas tinggi dalam proses
bisnis mereka, salah satu caranya ialah dengan menggunakan fungsi-fungsi
dari inventory, yaitu sebagai berikut (Fourwansyah, 2020):
1. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, yaitu inventory sebagai
usaha perusahaan dalam mengantisipasi jumlah stok.
2. Untuk melindungi perusahaan dari situasi kekurangan stok.
3. Untuk melindungi perusahaan dari inflasi dan perubahan harga yang
meningkat.
4. Untuk mengontrol dan meminimalisir pembelian dan biaya
persediaan
2.5.3. Jenis-Jenis Inventory
Didalam memanfaatkan fungsi inventory, biasanya perusahaan
menjaga empat jenis inventory pada proses bisnis mereka, yaitu sebagai
berikut (Fourwansyah, 2020):
28
1. Inventory Bahan Baku
Adalah bahan baku yang dibeli dalam keadaan mentah atau belum
jadi dan digunakan secara terpisah dalam hal pasokannya dari proses
produksi.
2. Inventory Work In Process (WIP)
Adalah bahan baku yang masih dalam proses produksi dan bukan
berbentuk barang jadi.
3. Inventory Maintenance/Repair/Operating Supplier (MROs)
Adalah komponen untuk kebutuhan pemeliharaan agar mesin-mesin
selalu dalam kondisi optimal sehingga proses produksi tetap
produktif.
4. Inventory Barang Jadi
Adalah barang hasil proses produksi yang disimpan untuk
menunggu proses distribusi produk.
2.5.4. Manajemen Inventory
Manajemen inventory merupakan bagian dari SCM yang
merencanakan, menerapkan, dan mengendalikan aliran dan penyimpanan
barang, jasa, dan informasi yang terkait di antara titik asal dan titik konsumsi
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara efisien dan efektif.
Manajemen inventory adalah proses berkelanjutan dari perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian persediaan yang bertujuan untuk
meminimalkan investasi dalam persediaan sambil menyeimbangkan
pasokan dan permintaan. Proses tersebut diantaranya yaitu seperti
pengawasan pasokan, penyimpanan, dan aksesibilitas barang untuk
29
memastikan pasokan yang memadai tanpa terjadinya pasokan yang
berlebihan (Singh & Verma, 2018).
Manajemen inventory dilakukan guna mencapai keseimbangan
antara kelebihan dan kekurangan persediaan dalam sebuah perencanaan
persediaan yang memiliki beberapa risiko ketidakpastian. Dalam prosesnya,
beberapa kegiatan koordinasi ikut dilibatkan, yaitu antara persediaan,
produksi, dan konsumsi di beberapa lokasi yang terkait dan tahapan proses
(Chrisna & Hernawaty, 2018).
2.5.5. Metode Inventory
Terdapat beberapa macam metode pengendalian inventory yang
digunakan oleh perusahaan untuk melakukan kontrol terhadap inventory
mereka, yaitu sebagai berikut :
1. Metode EOQ (Economic Order Quantity)
Merupakan salah satu metode inventory yang membantu mengambil
keputusan pesanan pasokan agar investasi tetap aman, serta
mencegah terjadinya persediaan habis, kehilangan laba, penundaan
pesanan, terhentinya proses produksi, hingga kehilangan pelanggan.
Metode EOQ adalah perhitungan jumlah pembelian pasokan yang
ekonomis di setiap proses pembelian (Rambitan et al., 2018).
2. Metode JIT (Just In Time)
JIT adalah pendekatan manufaktur yang awalnya digunakan di
Jepang yang menekankan pada keunggulan melalui peningkatan
berkelanjutan dalam produktivitas dan indeks kualitas di semua fase
siklus produksi. JIT adalah alat yang mendorong keunggulan
30