kompetitif perusahaan. JIT merupakan kemampuan untuk
mendapatkan jumlah material yang sesuai dalam waktu yang tepat
dan tidak hanya terfokus pada aliran material saja. JIT didasarkan
pada filosofi eliminasi pemborosan yang secara logis mencakup
aliran material dan juga memperhitungkan sumber daya seperti
waktu untuk permesinan dan kapasitas pekerja. JIT bertujuan untuk
meminimalkan bahan baku dalam persediaan, barang dalam proses,
persediaan barang jadi dan membantu mengekspos kekurangan
lainnya dalam siklus produksi (Alcaraz et al., 2014).
3. Metode MRP (Material Requirement Planning)
Materials Requirement Planning (MRP) adalah teknik untuk
menentukan jumlah dan waktu untuk membeli barang-barang
permintaan dependen yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
Master Production Schedule (MPS). Material Requirement
Planning (MRP) sebagai suatu teknik yang menggunakan daftar bill
of material, inventory, perkiraan penerimaan, dan jadwal induk
produksi untuk menentukan kebutuhan material. Penerapan MRP
akan menciptakan persaingan dan efisiensi, yang akan mengarah
pada kualitas hidup yang lebih baik bagi pelanggan dengan biaya
yang lebih rendah (Hasanati et al., 2019).
2.6. Sistem Inventory
Sistem inventory adalah gabungan dari kebijakan perusahan yang
digunakan untuk mengendalikan, mengawasi, dan menjaga tingkat inventory
jika memerlukan penambahan jumlah stok serta jumlah pemesanan stok barang
(Saputra, 2020).
31
Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga dan mengawasi
persediaan barangnya serta memberikan manajemen tanggung jawab terhadap
kegiatan pemesanan dan penerimaan barang mulai dari pesanan apa, jumlah
barang pesanan, dan siapa pemasoknya (Fourwansyah, 2020).
2.7. Website
2.7.1. Pengertian Website
Web ialah suatu layanan internet yang diperoleh pengguna
komputer, sedangkan website ialah hyperlink di sebuah domain yang
menampilkan dan menyediakan informasi berupa teks, gambar, audio dan
video (Nasril & Saputra, 2016).
Hyperlink ialah sebutan untuk halaman web yang saling memiliki
keterkaitan dan saling bergantung. Untuk dapat dimanfaatkan oleh
penggunanya, website memerlukan akses melalui jejaring internet
(Kinaswara et al., 2019).
2.7.2. Jenis-Jenis Website
Website biasanya memiliki 3 jenis yang didasarkan atas bahasa
pemrograman penyusunnya, tujuannya, dan sifatnya. Jenis website menurut
sifat yang dimilikinya yaitu sebagai berikut (Saputra, 2020):
1. Website statis, yakni website yang jarang dilakukan perubahan pada
bagian isi atau kontennya.
2. Website dinamis, kebalikan dari website statis dimana isi dari
website sering mengalami perubahan.
Jenis website menurut tujuan yang dimilikinya yaitu sebagai berikut
(Saputra, 2020):
32
1. Website Pribadi, yaitu website yang memiliki isi konten berupa
informasi personal.
2. Website Korporat, yaitu website yang memiliki isi konten berupa
data profil dari sebuah perusahaan.
3. Website Portal, yaitu website yang memiliki banyak fasilitas dan
layanan.
4. Website Forum, yaitu website sebagai tempat atau media untuk
berdiskusi.
Jenis website menurut bahasa pemrograman penyusunnya yaitu
sebagai berikut (Saputra, 2020):
1. Server side, yaitu website yang tersusun atas bahasa pemograman
khusus untuk perintah eksekusi dari sekumpulan fungsi pada sisi
server, contohnya PHP, dan bertugas untuk mengoperasikan website
berjenis client side.
2. Client side, yaitu website yang tersusun atas bahasa pemrograman
khusus untuk tampilan pada sisi pengguna, contohnya HTML,
sehingga pengguna hanya cukup mengakses website melalui
browser dengan terhubung ke jejaring internet.
2.8. Metode Klasifikasi ABC
Klasifikasi ABC adalah metode manajemen inventory berdasarkan
prinsip yang ditemukan oleh Vilfredo Pareto. Prinsip yang ditemukan oleh
Vilfredo Pareto dikenal sebagai hukum Pareto. Awalnya hukum Pareto
mengamati bahwa 20% dari populasi Italia memiliki 80% dari tanah yang
digunakan. Pareto menemukan distribusi yang sama dalam proses ekonomi dan
33
alam lainnya dan ia merumuskan temuan ini sebagai: "dalam setiap set elemen,
mencoba untuk mencapai jumlah kecil dalam jumlah kecil akan memiliki efek
terbesar” (Asana et al., 2020).
Klasifikasi ABC dapat mengelompokkan item berdasarkan peringkat
nilai dari yang tertinggi ke yang terendah, kemudian dibagi menjadi kelas-kelas
utama berprioritas, biasanya kelas bernama A, B, C, dan seterusnya secara
berurutan dari peringkat tertinggi ke nilai terendah, oleh karena itu, metode ini
dinamakan klasifikasi ABC. Klasifikasi ABC dilakukan terhadap riwayat
penjualan barang. Periode transaksi yang digunakan dalam klasifikasi ABC
dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Tidak ada
standar industri yang menentukan periode klasifikasi. Oleh karena itu, periode
dapat ditentukan berdasarkan kemudahan bagi penggunanya (Asana et al.,
2020).
Metode klasifikasi ABC menjelaskan bahwa item yang berjumlah
sedikit tetapi memiliki nilai investasi yang besar, akan memiliki pengaruh di
dalam inventory. Dengan mengawasi item pada kategori A (item dengan jumlah
20% dan nilai investasi sebesar 80%), perusahaan dapat mengendalikan
inventory secara keseluruhan, sedangkan item pada kategori C (item dengan
jumlah 50% dan nilai investasi sebesar 5%), perusahaan tidak perlu melakukan
pengawasan secara ketat (Novarika et al., 2021).
34
2.9. Metode Pengumpulan Data
2.9.1. Studi Pustaka
Studi pustaka adalah salah satu metode pengumpulan data dengan
cara mempelajari buku, skripsi, atau jurnal yang berkaitan dengan
penelitian dari internet atau perpustakaan untuk dijadikan sebagai bahan
referensi dan acuan dalam penelitian (Septryanti & Fitriyanti, 2017).
2.9.2. Studi Lapangan
Studi lapangan adalah salah satu pengumpulan data dengan cara
melakukan kunjungan lapangan ke lokasi objek penelitian untuk
selanjutnya dilakukan kegiatan observasi dan wawancara.(Hidayatullah et
al., 2014).
2.9.2.1. Observasi
Observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan
cara mengamati segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian secara
terperinci yang kemudian dilakukan notulensi secara akurat
(Purnamayudhia & Subaderi, 2020).
2.9.2.2. Wawancara
Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data dengan
cara melakukan proses diskusi dan tanya-jawab kepada pihak-pihak
yang memiliki keterkaitan dengan suatu permasalahan dalam penelitian
(Premana, 2019).
2.9.3. Studi Literatur
Studi literatur adalah salah satu metode pengumpulan data dengan
cara mempelajari, mengamati, membandingkan, dan menyimpulkan
35
penelitian sejenis sebelumnya untuk mendapatkan sebuah penyelesaian
masalah yang lebih baik (Hidayatullah et al., 2014).
2.10. Metode Pengembangan Sistem
2.10.1. Rapid Application Development (RAD)
Rapid Aplication Development (RAD) adalah salah satu metode
dalam Systems Development Life Cycle (SDLC) dengan keunggulan
berupa proses pengembangan dengan jangka waktu yang lebih singkat.
RAD memiliki proses pengembangan sistem dengan melakukan metode
pengulangan dimana model kerja sistem direncanakan dan dirancang pada
tahap awal dengan tujuan menentukan dan menyepakati kebutuhan dari
pengguna. Pada umumnya, waktu pengembangan dari sebuah sistem
berjalan selama minimal 180 hari, namun metode RAD mampu
menyelesaikannya dengan waktu selama 30-90 hari (Aswati & Siagian,
2016).
Gambar 2.2. Siklus RAD (Nuryasin et al., 2019)
Dalam RAD, proses pengembangan sistem memiliki 3 tahapan
yaitu sebagai berikut (Aswati & Siagian, 2016):
36
1. Requirement Planning
Pada tahap pertama ini, user dan analyst melakukan meeting awal
untuk mengidentifikasi tujuan sistem dan kebutuhannya dalam
upaya menggapai tujuan dari proyek pengembangan sistem.
Dalam tahap ini terjadi keterlibatan langsung dari kedua belah
pihak, user dan tim proyek.
2. Design Workshop
Pada tahap kedua ini, terdapat proses desain sistem, proses umpan
balik, dan perbaikan desain. User sangat menentukan kesuksesan
proyek, karena diperlukan peran aktif dari keterlibatan user secara
langsung. User dapat memberikan masukan apabila masih terdapat
ketidaksesuaian desain antara user dan analyst. Tahapan ini
memproduksi spesifikasi perangkat lunak secara detail dan
menyeluruh.
3. Implementation
Pada tahap ketiga ini, developer melakukan pengkodean mengacu
pada desain sistem yang telah ditentukan dan disepakati bersama.
Pada umumnya, developer melakukan proses pengujian terhadap
sistem sebelum dilakukan proses implementasi, guna memastikan
sistem berjalan dalam keadaan benar dan baik serta tidak adanya
error. Dalam tahap ini, biasanya user melakukan review dan
memberikan tanggapan terhadap sistem yang sudah dibuat dan
selanjutnya melakukan persetujuan akhir untuk sistem tersebut.
37
Di bawah ini ialah beberapa keunggulan yang metode RAD miliki
daripada metode lain dalam SDLC yaitu sebagai berikut (Aswati &
Siagian, 2016):
1. RAD dapat digunakan secara fleksibel dengan
mendokumentasikan tiap-tiap fungsi utama dalam jangka waktu
kurang dari tiga bulan dan mendiskusikannya dengan tim yang
terpisah dari tim utama untuk selanjutnya dilakukan sinkronisasi
bersama. Hal ini menjadikan waktu proyek agar lebih efisien.
2. Selain itu, tim dari proyek metode RAD dapat memakai kembali
objek-objek dan komponen yang telah dibuat sebelumnya,
sehingga mampu memberikan waktu pengembangan yang lebih
singkat.
Akan tetapi, terdapat juga beberapa kelemahan dari metode RAD,
yakni sebagai berikut (Aswati & Siagian, 2016):
1. RAD perlu sumber daya manusia yang memiliki kemampuan
handal dan tinggi ketika suatu proyek mempunyai skala yang besar
dan luas, guna memenuhi deliverables dari metode RAD.
2. Proyek dengan metode RAD dapat mengalami kegagalan total,
apabila tim proyek dan user tidak menjunjung komitmen yang
tinggi pada tiap-tiap tahapan.
2.10.2. Analisis PIECES
Analisis PIECES digunakan untuk menganalisis perbedaan di
antara sistem berjalan dan sistem yang akan diusulkan. Analisis PIECES
merupakan langkah yang dilakukan untuk melakukan perbaikan terhadap
sistem informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan di dalam
38
suatu organisasi. Analisis PIECES ialah singkatan dari analisis terhadap
Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service
(Ernawati, 2020).
Menurut Setiyani dkk, analisis PIECES ialah sebuah kerangka
kerja guna mengelompokkan permasalahan, peluang, dan pedoman dari
tahapan pendefinisian ruang lingkup proyek pada proses analisis dan
perancangan sistem. Hasil pengelompokkan tersebut kemudian digunakan
sebagai sebuah acuan dalam proses pengembangan sistem. Adapun
penjelasan dari tiap-tiap dimensi yang terdapat di dalam analisis PIECES
yaitu sebagai berikut (Setiyani et al., 2020) :
1. Performance
Yaitu kapabilitas sistem atas tercapainya target dari penyelesaian
suatu perintah secara cepat. Terdapat beberapa indikator dalam
dimensi performance yaitu response time, throughput, audibility,
konsistensi, dan toleransi terhadap kesalahan.
2. Information
Yaitu kapabilitas sistem atas nilai informasi yang relevan, tepat
waktu, dan akurat. Terdapat beberapa indikator dalam dimensi
information yaitu fleksibilitas data, relevansi informasi, akurasi,
dan penyajian informasi.
3. Economy
Yaitu nilai biaya dari usaha ketika mendapatkan dan
memanfaatkan informasi tersebut. Terdapat dua indikator dalam
dimensi economy yaitu sumber daya dan reusability.
39
4. Control
Yaitu kapabilitas sistem yang dilihat dari sudut pandang
kemudahan penggunaan, keamanan sistem, dan integritas sistem.
5. Efficiency
Yaitu kapabilitas sistem atas penggunaan sumber daya secara
optimal. Terdapat dua indikator dalam dimensi efficiency yaitu
maintainability dan usability.
6. Service
Yaitu kapabilitas sistem terhadap kualitas pelayanan yang
dilakukan oleh sistem. Terdapat beberapa indikator dalam dimensi
service yaitu kesederhanaan, reliability, dan akurasi.
Gambar 2.3. Analisis PIECES (Hasurungan & Elizabeth, 2022).
2.10.3. Rich Picture Diagram
Rich pictures (RP) dikembangkan oleh Peter Checkland pada
tahun 1981 sebagai bagian dari metodologi SSM (Soft System
Methodology). RP adalah alat bantu yang digunakan untuk analisis sistem
40
dalam situasi yang kompleks dan kacau, dan menyediakan ruang di mana
para “participants” dapat merundingkan pemahaman bersama tentang
sebuah situasi atau kondisi secara detail dengan melibatkan mereka secara
langsung untuk saling berbagi sudut pandang dan melakukan
pembelajaran dari situasi tersebut. RP telah banyak digunakan selama
bertahun-tahun dan diterapkan pada berbagai proyek. Dari semua
penerapan itu, RP diterapkan sebagai alat bantu yang handal untuk
mengatasi situasi yang kompleks dan yang memiliki banyak pandangan
dari suatu perdebatan masalah (Bell et al., 2019).
Pada umumnya, RP berfungsi secara maksimal dalam suatu situasi
yang berisi kelompok kecil (2 sampai 6 orang), sehingga memotivasi
proses identifikasi masalah secara kreatif melalui pemahaman visual dari
sistem sosio-teknis yang kompleks. RP menjadi seperti “front end” dari
metode penataan masalah dan hingga saat ini, RP telah dilihat sebagai alat
bantu desain sistem pada tahap awal dan kegunaannya akan habis setelah
fase desain telah selesai. RP dikenal sangat “versatile” sehingga dapat
diterapkan dalam berbagai konteks. Dalam hal pengambilan data dari
kelompok, RP memiliki keuntungan karena memiliki sedikit aturan formal
dan biasanya hanya berbentuk gambaran fisik yang digambar oleh para
“participants” untuk mendorong jalannya diskusi dan debat (Bell et al.,
2019).
41
Gambar 2.4. Rich Picture Sistem Inventory dan Purchasing (Fourwansyah, 2020)
2.10.4. Unified Modeling Languange (UML)
Unified Modelling Languange (UML) ialah suatu bahasa pada
bidang profesional yang telah memiliki standar dan dipakai untuk
melakukan visualisasi, perancangan, dan pendokumentasian sistem
peranti lunak. UML memberikan alternatif di dalam merancang model
sebuah sistem yang sesuai dengan standar profesional. UML sangat tepat
apabila digunakan bersamaan dengan bahasa pemrograman yang memiliki
orientasi terhadap objek. Sebab, UML memiliki konsep dasar yaitu
menggunakan operasi dan kelas. Akan tetapi, UML juga dapat digunakan
untuk memodelkan berbagai aplikasi yang berbentuk prosedural (Sugiarti,
2018).
42
UML menerjemahkan notasi dan syntax. Notasi UML adalah
himpunan dari berbagai macam bentuk khusus yang berfungsi untuk
mengilustrasikan berbagai diagram peranti lunak. Sedangkan, syntax
UML mendefinisikan setiap bentuk khusus tersebut yang memiliki makna
tertentu dan kemudian mengkombinasikannya. Notasi UML merupakan
turunan dan pengembangan dari notasi Object-Oriented Design (OOD)
oleh Grady Booch, notasi Object Modeling Technique (OMT) oleh James
Rumbaugh, dan notasi Object-Oriented Software Engineering (OOSE)
oleh Ivar Jacobson (Sugiarti, 2018).
Sebagai bahasa visual profesional pada bidang peranti lunak untuk
memodelkan sebuah sistem peranti lunak, UML memiliki beberapa
kegunaan, yaitu sebagai berikut (Sugiarti, 2018):
1. UML mengilustrasikan fungsi dan batasan sistem secara umum.
2. UML mengilustrasikan proses bisnis atau aktivitas sistem secara
umum.
3. UML mengilustrasikan struktur statis sebuah sistem.
4. UML mengilustrasikan model perilaku sebuah sistem.
5. UML mengilustrasikan arsitektur implementasi fisik sebuah
sistem.
6. UML mengilustrasikan fungsionalitas sistem secara umum.
Di dalam UML terdapat banyak diagram yang memiliki definisi
dan kegunaannya masing-masing dengan tujuan untuk memfasilitasi
proses pemodelan peranti lunak dari berbagai sudut pandang. Diagram-
diagram UML tersebut terbagi ke dalam beberapa kelompok yaitu sebagai
berikut (Sugiarti, 2018) :
43
1. Model Usecase Diagram
2. Diagram Struktur Statis
a) Class Diagram
b) Object Diagram
3. Diagram Interaksi
a) Sequence Diagram
b) Collaboration Diagram
4. Diagram State
a) Statechart Diagram
b) Activity Diagram
5. Diagram Implementasi
a) Component Diagram
b) Deployment Diagram
2.10.4.1. Use Case Diagram
Use case diagram ialah pemodelan dalam UML yang
mengilustrasikan hubungan yang terdapat di antara satu aktor atau
lebih dengan sistem yang akan dibangun. Use case diagram digunakan
untuk menganalisis dan mengidentifikasi fungsi-fungsi di dalam
sebuah sistem dan aktor yang memiliki hak terhadap fungsi-fungsi
tersebut (Sugiarti, 2018).
44
Gambar 2.5. Simbol Use Case Diagram (Sabharwal et al., 2017)
Dari gambar di atas, terdapat beberapa simbol yang di gunakan
sebagai notasi dalam use case diagram, adapun penjalasan dari
simbol-simbol tersebut yaitu sebagai berikut (Sabharwal et al., 2017):
Use Case, mengilustrasikan persyaratan fungsional yang
diberikan oleh para stakeholder.
Actor, mengilustrasikan pengguna sistem yang dapat berupa
seseorang, device, atau sistem lain.
Dependency, mengilustrasikan keterkaitan di antara 2 use case
atau lebih dari implementasi use cases yang mungkin saling
bergantung.
o Include, dimana satu dependent use case secara eksplisit
termasuk di dalam satu use case utama.
o Extend, dimana satu dependent use case dependen
secara implisit tergabung di dalam satu use case utama
dan tidak mampu untuk berdiri sendiri.
Association, merupakan garis yang berfungsi sebagai
penghubung antara aktor dan use case.
45
Gambar 2.6. Use Case Diagram Inventory Control (J. I. Saputro et al., 2020)
2.10.4.2. Activity Diagram
Activity diagram ialah pemodelan dalam UML yang
mengilustrasikan alur aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis.
Activity diagram tidak menjelaskan aktivitas dari aktor sistem,
melainkan dari aktivitas sistem yang akan dibangun. Activity diagram
mengilustrasikan alur aktivitas sistem dari awal mula aliran, keputusan
yang dapat terjadi di antaranya, dan keadaan akhir dari aliran tersebut.
Activity diagram juga mengilustrasikan proses paralel yang dapat
terjadi pada beberapa eksekusi (Sugiarti, 2018).
46
Tabel 2.1 Simbol-simbol dalam Activity Diagram (Sugiarti, 2018)
Nama Simbol Deskripsi
Start Simbol yang mengawali
aliran aktivitas sistem.
Aktivitas Simbol aktivitas yang
dilakukan oleh sistem.
Decision Simbol keputusan yang
Fork/Join dapat terjadi di antara
End
Swimlane aliran awal dan aliran
akhir sistem.
Simbol penggabungan
aktivitas yang lebih dari
satu.
Simbol yang
mengakhiri aliran
aktivitas sistem.
Simbol yang mengemas
aktivitas sistem dan
sebagai pemisah antara
organisasi atau aktor
dan aktivitas sistem.
47
Gambar 2.7. Activity Diagram Permintaan ATK (Handayani & Diana, 2019)
2.10.4.3. Sequence Diagram
Sequence diagram ialah pemodelan dalam UML yang
mengilustrasikan urutan waktu dan peristiwa dari sebuah pesan yang
terjadi di antara objek di dalam sebuah use case. Sequence diagram
menjelaskan objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima di antara
objek-objek berdasarkan lifeline-nya (Sugiarti, 2018).
Sebelum seorang analis membuat sebuah sequence diagram, ia
harus mengetahui terlebih dahulu objek-objek yang mungkin terlibat
di dalam sebuah use case beserta apa yang dapat dilakukan oleh objek-
objek tersebut (operasi). Jumlah sequence diagram harus sesuai
dengan jumlah use case yang telah di identifikasi di dalam use case
diagram (Sugiarti, 2018).
48
Tabel 2.2 Simbol-simbol dalam Sequence Diagram(Sugiarti, 2018)
Nama Simbol Deskripsi
Aktor Simbol pengguna yang
berinteraksi dengan
sistem.
Entity class Simbol hubungan
kegiatan yang akan
dilakukan.
Boundary Simbol dari sebuah
class form.
Control class Simbol penghubung
boundary dengan tabel.
Focus of Simbol tempat mulai
control dan berakhirnya sebuah
pesan.
Message Simbol spesifikasi dari
komunikasi yang terjadi
antar objek yang
memiliki informasi atas
aktivitas yang terjadi.
49
Gambar 2.8. Sequence Diagram Sistem Inventory (Nuryasin et al., 2019)
2.10.4.4. Class Diagram
Class diagram ialah pemodelan dalam UML yang
mengilustrasikan struktur sistem dengan mengidentifikasi kelas-kelas
penyusun sistem. Class diagram menjelaskan jenis-jenis objek dan
relasinya yang terdapat di dalam sistem (Sugiarti, 2018).
Di dalam sebuah kelas, terdapat 3 area pokok yang memiliki
maksud yaitu sebagai berikut (Sugiarti, 2018):
50
Nama, merupakan nama kelas atau judul kelas
Atribut, merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu
kelas
Operasi, merupakan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu
kelas
Tabel 2.3 Simbol-simbol dalam Class Diagram (Sugiarti, 2018)
Nama Simbol Deskripsi
Package Simbol yang
mengemas
satu kelas
atau lebih.
Kelas Simbol kelas
di dalam
struktur
sistem.
Interface Simbol
interface
dalam
pemrograman
berorientasi
objek.
Asosiasi Simbol relasi
antar kelas
dengan
makna umum
51
Asosiasi yang disertai
Berarah multiplicity.
Simbol relasi
Generalisasi antar kelas
Dependency dengan
makna kelas
yang satu
digunakan
oleh kelas
yang lain
yang disertai
multiplicity.
Simbol relasi
antar kelas
dengan
makna
generalisasi-
spesialisasi.
Simbol relasi
antar kelas
dengan
makna
dependency.
52
Agregasi Simbol relasi
antar kelas
dengan
makna
semua-
bagian.
Dalam class diagram, keterkaitan hubungan antar kelas secara
konseptual disebut sebagau relasi antar kelas. Terdapat empat relasi
antar kelas yaitu sebagai berikut (Sugiarti, 2018) :
1. Asosiasi, yakni hubungan statis di antara kelas-kelas.
2. Agregasi, yakni hubungan berupa bagian dari atau bagian ke
keseluruhan dari kelas-kelas.
3. Generalisasi, yakni hubungan beberapa subclass terhadap
superclass di atasnya.
4. Dependency, yakni hubungan perubahan pada suatu kelas akan
mempengaruhi kelas lain sehingga kelas terakhir akan
bergantung pada kelas sebelumnya.
53
Gambar 2.9. Class Diagram Sistem Inventory Obat (Monalisa et al., 2018)
2.10.5. PHP
PHP Hypertext Preprocessor (PHP) ialah sebuah bahasa
pemrograman web server. Pertama kali, PHP ditemukan secara tidak
sengaja oleh seorang programmer bernama Rasmus Lerdoft. Pada
awalnya, PHP merupakan sekumpulan script biasa dan seiring waktu,
ditambahkan fitur pemrograman berorientasi objek pada PHP (Kinaswara
et al., 2019).
PHP menawarkan programmer untuk menuliskan kode dan
sintaks didalam bahasa pemrograman HTML tanpa merubah penggunaan
bahasa PHP sedikitpun (Ruhul, 2017).
PHP adalah bahasa scripting pada server yang bekerja sama
dengan bahasa HTML dan menjadi kesatuan untuk menghasilkan halaman
web yang berjalan dengan dinamis. Oleh karenanya, sintaks dan perintah-
perintah dari bahasa PHP akan dijalankan pada server, hasil dari
eksekusinya kemudian diteruskan melalui browser pengguna dalam
bentuk bahasa HTML (Nasril & Saputra, 2016).
54
2.10.6. Framework
2.10.6.1. Pengertian Framework
Framework adalah potongan bagian-bagian dari program yang
dikumpulkan dan disusun sedemikian rupa untuk dipakai dalam
pembuatan aplikasi yang menyeluruh tanpa perlu memulai menuliskan
semua kode dari nol (Gunawan et al., 2021).
Framework dapat meningkatkan stabilitas dan kualitas dari
susunan kode program dengan cara menstrukturisasi kode fungsi dan
kode operasi program yang berulang menjadi lebih sederhana serta
mengerjakan banyak aktivitas yang bersifat umum seperti database
library dan session management. Sehingga, framework mampu
mengurangi waktu, usaha, dan sumber daya dalam proses pembuatan
aplikasi secara signifikan dan mampu menciptakan aplikasi yang
sesuai dengan kebutuhan pengguna secara lebih cepat (Pasaribu,
2021).
2.10.6.2. Fungsi Framework
Melanjutkan dari penjelasan sebelumnya, beberapa fungsi dari
penggunaan framework dalam proses pembuatan aplikasi yaitu
sebagai berikut (Mashadov, 2020):
1. Mempersingkat waktu dari proses pembuatan aplikasi, seperti
aplikasi web, aplikasi desktop, dan aplikasi mobile.
2. Mempermudah programmer dalam merencanakan,
membangun, dan memelihara aplikasi.
55
3. Mempermudah programmer maupun orang lain dalam
menemukan dan memperbaiki error dan bug.
4. Mempermudah programmer dalam menyusun dokumentasi
dari aplikasi yang dibangun.
5. Menghasilkan aplikasi yang handal, stabil, dan sesuai dengan
kebutuhan pengguna, serta berdasarkan standar umum yang
dimiliki oleh sebuah framework.
6. Menghasilkan aplikasi yang memiliki sistem keamanan yang
lebih baik, karena framework sudah membantu menangani dan
melakukan antisipasi keamanan.
2.10.6.3. Jenis-jenis Framework
Dalam dunia pengembangan aplikasi web, terdapat beberapa
jenis framework yang dapat membantu seorang web developer dalam
membangun aplikasi web, yaitu sebagai berikut (Mashadov, 2020) :
1. Framework PHP
a. CodeIgniter
b. Symfony
c. Laravel
d. CakePHP
e. Zend Framework
f. Yii
g. FuelPHP
2. Framework CSS
a. Bootstrap
b. Less Framework
56
c. Blue Print CSS
d. Foundation
e. Gumby
2.10.7. Model MVC (Model, View, Controller)
2.10.7.1. Pengertian Model MVC
MVC (Model, View, Controller) didasarkan pada konsep yang
diperkenalkan oleh Trygve Reenskaug pada tahun 1970-an di Xerox
Parc untuk aplikasi Smalltalk-80 dan berfungsi sebagai konsep sentral
di balik pengembangan antarmuka pengguna Smalltalk-80.
Penggunaan MVC telah membuat aplikasi menjadi elegan dan
sederhana, tetapi sangat berbeda dengan pendekatan program aplikasi
tradisional pada waktu itu. MVC juga dianggap sebagai sistem yang
fleksibel dan kuat saat itu (Shukor et al., 2021).
MVC adalah pola arsitektur yang digunakan sebagai kerangka
kerja untuk mengembangkan aplikasi dan populer di pengembangan
aplikasi web dan mobile. Seperti namanya, arsitektur ini memisahkan
aplikasi yang dirancang menjadi tiga komponen utama yaitu model,
view, dan controller. Apabila didefinisikan pada tingkat teknis yang
lebih rendah, komponen ini dapat diartikan sebagai data, tampilan, dan
permintaan (request). Karena kemampuannya untuk membedakan
dengan jelas peran antara data, tampilan, dan logika, membuat
mengapa MVC banyak diadopsi oleh para praktisi di industri.
Interaksi antara masing-masing komponen dalam MVC dapat
ditunjukkan pada gambar di bawah ini (Tang, 2020):
57
Gambar 2.10. Arsitektur Framework MVC (Ahmad et al., 2021)
2.10.7.1.1. Model
Model adalah bagian dari program yang menghubungkan
data dan berinteraksi dengan antarmuka tampilan melalui query
pada database atau layanan web. Modelnya sendiri adalah
representasi dari struktur data dalam aplikasi, yang diwujudkan
dalam bentuk kelas dan fungsi (Mumpuni et al., 2020).
2.10.7.1.2. View
View berhubungan dengan segala sesuatu yang akan
ditempatkan pada end-user, biasanya berupa halaman web, RSS,
Javascript, dan lain-lain. Programmer harus menghindari logika
pemrosesan data apa pun dalam view. Di dalam view, hanya ada
58
variabel yang mengandung data yang siap ditampilkan (Mumpuni
et al., 2020).
View dapat dikatakan sebagai halaman website yang dibuat
menggunakan HTML dengan bantuan CSS, Javascript dan
Jquery. Dalam view, programmer dibatasi untuk membuat koneksi
langsung ke database. View hanya dikhususkan untuk
menampilkan data yang dihasilkan dari model dan controller.
Bagian ini tidak memiliki akses langsung ke bagian model
(Mumpuni et al., 2020).
2.10.7.1.3. Controller
Controller adalah bagian khusus yang menghubungkan
komponen model dengan view atau antarmuka. Controller juga
dimanifestasikan dalam kelas dan fungsi struktur, dan tidak berisi
pertanyaan langsung ke data. Tugas utamanya adalah
mempersiapkan berbagai variabel yang akan dipanggil oleh view,
yaitu model untuk memanggil akses ke database dan memvalidasi
data yang akan dimasukkan ke dalam database (Mumpuni et al.,
2020).
2.10.8. CodeIgniter
CodeIgniter adalah framework aplikasi web bersifat open source
yang digunakan untuk membentuk aplikasi PHP yang dinamis.
CodeIgniter memiliki library yang lengkap untuk melakukan berbagai
operasi yang dibutuhkan, misalnya mengakses database dan memvalidasi
form. CodeIgniter juga merupakan satu-satunya framework dengan
59
dokumentasi yang lengkap dan mudah dipahami. Sourcecode CodeIgniter
juga dilengkapi dengan komentar di dalamnya sehingga lebih
memperjelas fungsi dari suatu kode pemrograman (Mery & Bernanda,
2022).
Selain itu, website yang diproduksi dengan CodeIgniter menjadi
sangat bersih dan search engine friendly. Dalam penggunaannya,
CodeIgniter menggunakan metode MVC (Model, View, Controller) untuk
memudahkan para developer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis
web tanpa harus membuatnya dari awal. Tepatnya, alur kerja aplikasi PHP
CodeIgniter melibatkan pengoperasian komponen MVC, seperti yang
diilustrasikan pada gambar dibawah ini (Mery & Bernanda, 2022).
Gambar 2.12. Alur Kerja Framework CodeIgniter (Mashadov, 2020)
Gambar diatas menunjukkan bahwa setiap request untuk halaman
web di PHP CodeIgniter dimulai di index.php yaitu halaman yang di-host
di root situs untuk memfilter dan menemukan halaman untuk diproses
(routing). Kemudian, tahap routing akan memverifikasi jika halaman web
tersebut telah diproses atau belum di dalam cache (Vidal-Silva et al.,
2020).
Jika halaman web yang diperlukan tidak ada dalam cache, maka
filter keamanan akan dilakukan untuk kemudian memberi jalan ke
60
controller yang berkomunikasi dengan serangkaian modul untuk
menghasilkan sebuah halaman. Controller kemudian menghasilkan
halaman yang sesuai melalui view yang dikirim ke browser. Terakhir,
proses akan menyimpan halaman itu di cache dan mengoptimalkan
aksesnya jika terdapat request di masa mendatang (Vidal-Silva et al.,
2020).
2.10.9. Bootstrap
Bootstrap adalah kerangka kerja frontend web untuk
pengembangan desain responsif dengan kompatibilitas lintas-browser.
Bootstrap adalah produk open source. Bootstrap telah berkembang dari
proyek yang sepenuhnya digerakkan oleh CSS untuk menyertakan
sejumlah plugin dan ikon JavaScript yang sesuai dengan forms dan
tombol (Vázquez et al., 2020).
Bootstrap dibuat oleh Mark Otto dan Jacob Thornton yang bekerja
di twitter. Framework ini merupakan produk open source yang
diluncurkan pada Agustus 2011 di GitHub. Bootstrap menyediakan
banyak sekali fitur komponen yang sangat bagus untuk halaman interface
yaitu seperti Typography, Navigations, Dropdowns, Alert, Modals, Tabs,
Accordion, Carousel, Forms, Buttons, Tables, dan lain sebagainya
(Mandasari & Tampubolon, 2021).
Dalam merancang tampilan halaman web, Bootstrap menyediakan
fitur yang dinamakan grid. Grid dapat dideskripsikan sebagai kolom-
kolom dalam sebuah tabel yang berjumlah total sebanyak 12 kolom yang
menyusun sebuah halaman web menjadi beberapa bagian. Selain itu,
61
Bootstrap juga menyediakan kelas-kelas CSS yang sudah terintegrasi
dengan JavaScript dan jQuery (Putra, 2020).
2.10.10. Database
2.10.10.1. Pengertian Database
Database ialah sistem terkomputerisasi dengan tujuan dan
fungsi melakukan pengelolaan informasi dari hasil pengolahan data
agar selalu tersedia ketika dibutuhkan dengan pengaksesan secara
cepat dan mudah (Susanti & Haevi, 2018). Data merupakan produk
dari representasi terhadap fakta yang digunakan untuk menggantikan
sebuah objek, salah satu contohnya yaitu seorang manusia bisa
mewakili pengguna, karyawan, mahasiswa, staff, manajer, dan
lainnya (Wibawa & Julianto, 2016).
Database merupakan sekumpulan data yang saling
berinteraksi, tersimpan secara beraturan di dalam perangkat keras,
dan digunakan untuk proses manipulasi oleh perangkat lunak (Sugito
& Sugiarti, 2018). Data secara fisik disimpan dalam bentuk kumpulan
bit yang terekam pada perangkat penyimpanan. Data disusun secara
terstruktur dan logis sehingga membentuk himpunan tabel yang
menyusun sebuah database. Tabel tersebut merupakan susunan dari
sejumlah record. Di dalam record terdapat sejumlah field yang
tersimpan dalam bentuk sekumpulan bit (Dalimunthe, 2020).
2.10.11. Tabel Potential Object
Tabel potential object adalah tabel yang digunakan untuk
mencari objek-objek yang memiliki potensi dari use case diagram.
Tabel potential object berfungsi untuk mengidentifikasi objek dari use
62
case dan mencari kata dari nama-nama yang memiliki keterkaitan
dengan suatu entitas atau peristiwa (Hidayatuloh & Setyaningsih, 2021).
Tabel potential object juga digunakan untuk menentukan objek-
objek sebelum merancang dan membuat sebuah class diagram (Laksono
et al., 2016).
Gambar 2.13. Tabel Potential Object (Zulfallah & Hidayatuloh, 2021)
2.10.12. Mapping Cardinality
Mapping cardinality adalah jumlah minimum dan maksimum
dari suatu entitas yang boleh berasosiasi dengan entitas lain. Terdapat
beberapa bentuk dari kardinalitas, yaitu one to one, one to many, dan
many to many, yang menunjukkan perbedaan jumlah entitas yang terkait
(Budiman et al., 2018)
Mapping cardinality merupakan diagram perancangan database
yang digunakan untuk menggambarkan relasi hubungan antar kelas
dengan mendeskripsikan primary key (PK) dan foreign key (FK) pada
setiap kelasnya (Nuryasin et al., 2019).
63
Gambar 2.14. Mapping Cardinality Sistem Inventory (Nuryasin et al., 2019)
2.10.13. Matriks CRUD
Matriks Create, Read, Update, Delete (CRUD) merupakan
langkah dalam perancangan database yang digunakan untuk
mengidentifikasi entitas dan atribut yang menunjukkan hak akses
pengguna terhadap dokumen pada sistem (Izwar et al., 2012).
Matriks CRUD menyediakan suatu kualitas pemeriksaan yang
sederhana dan jauh lebih mudah untuk dipahami dibanding dengan
model proses atau model data (Sugito & Sugiarti, 2018).
Selain itu, matriks CRUD juga merupakan matriks yang
menggambarkan hubungan antara entitas, proses bisnis, dan operasi
yang terdapat di dalam suatu sistem (Amelia et al., 2013).
64
Gambar 2.15. Matriks CRUD Sistem Persediaan (Amelia et al., 2013)
2.10.14. Spesifikasi Database
Spesifikasi database adalah penjabaran yang terperinci dari
setiap file atau tabel atau relasi. Penjabaran yang dimaksud ialah
deskripsi dari field, tipe data, dan banyaknya tipe data yang diperlukan
(Fikry, 2016).
Pada perancangan database, spesifikasi database dipakai dan
dimanfaatkan untuk mendeskripsikan tipe dari data-data secara
terperinci dan detail. Spesifikasi database menjelaskan tipe dari data,
kemudian struktur yang dimiliki data, dan batasan-batasan yang dimiliki
data yang nantinya disimpan dan dikelola di dalam database (Alfarisy
& Diana, 2018).
Gambar 2.16. Spesifikasi Database (Rudianto & Achyani, 2020)
65
2.10.15. MySQL
MySQL adalah salah satu perangkat lunak server untuk database
yang dapat diakses secara gratis dan bersifat open source. MySQL dapat
dengan mudah diperoleh melalui internet dan dapat digunakan pada
sistem operasi apapun (multiplatform) (Ruhul, 2017).
Pada tahun 1990, MySQL banyak digemari untuk pengembangan
aplikasi web, akan tetapi hanya dapat digunakan pada sistem operasi
Linux. Saat ini MySQL dapat berjalan pada sistem operasi manapun, dan
mudah untuk digunakan bersama bahasa pemrograman apapun
(Kinaswara et al., 2019).
MySQL memiliki kemampuan untuk menyimpan data dengan
jumlah dan ukuran yang cukup besar dan mampu melakukan query data
dalam proses yang cepat, sehingga MySQL memberikan kemudahan
bagi tim proyek untuk melakukan pengembangan aplikasi, terutama
aplikasi web (Wibawa & Julianto, 2016).
2.10.16. User Interface
User Interface adalah seluruh bagian dari interaksi antara sistem
dan pengguna atau cara bagi sistem untuk berinteraksi dengan pengguna
melalui suatu tampilan pada layar dan melalui aktivitas pengguna
didalam menggunakan tampilan tersebut dengan bantuan peripheral
devices. User Interface memiliki fungsi untuk menerjemahkan dan
menghubungkan suatu informasi kepada pengguna sehingga suatu
sistem komputer dapat digunakan secara maksimal (Saputra, 2020).
66
Gambar 2.17. User Interface Data Barang (Hafedmawan & Anggoro, 2021)
2.10.17. Pengujian Sistem
2.10.17.1. Pengertian Pengujian
Pengujian adalah suatu tahapan yang dilakukan oleh orang
yang menguji dengan tujuan untuk menentukan kesalahan dari suatu
program aplikasi. Sebelum dilakukan implementasi sistem, suatu
sistem harus melalui tahap pengujian terlebih dahulu. Pengujian
harus dilakukan secara baik dan benar dengan merencanakan secara
terperinci dan teliti suatu tes dan data yang akan diujikan sehingga
keseluruhan tahap pengujian dapat sesuai dengan metode dan aturan
yang ada (Rizkiah, 2017).
2.10.17.2. Blackbox Testing
Blackbox testing ialah salah satu metode di dalam tahapan
pengujian yang digunakan untuk memeriksa suatu sistem tanpa
mengetahui cara kerjanya. Dinamakan blackbox karena item-item
67
yang diuji tidak diketahui logikanya (black), sehingga input dan
output saja yang hanya diketahui (Sugito & Sugiarti, 2018).
Blackbox testing melakukan pengujian terhadap suatu sistem
dari sudut pandang fungsionalnya, tanpa melakukan pengujian
terhadap desain dan kode sistem tersebut. Pengujian ini berfokus
untuk mengetahui fungsi, input, dan output dari sistem sudah
memenuhi spesifikasinya (Ruhul, 2017).
Gambar 2.18. Hasil Pengujian Blackbox (Irnawati & Listianto, 2018)
2.11. Tools Pendukung
2.11.1. Draw.io
Draw.io adalah adalah tumpukan teknologi open source yang
digunakan untuk membangun diagram aplikasi dan diagram perangkat
lunak yang berbasis web browser. Draw.io menyediakan simbol-simbol
untuk merancang dan membuat diagram perangkat lunak yang berkualitas
tinggi dengan akses secara gratis melalui internet dan browser apa saja
(Harahap, 2018).
68
2.11.2. Figma
Figma merupakan alat desain berbasis web yang powerful
sehingga siapa pun di dunia dapat bekerja sama dalam file desain yang
sama. Figma adalah alat desain yang digunakan untuk merancang dan
mengembangkan digital prototype secara realtime, sehingga mampu
mengubah sebuah ide menjadi produk. Figma menjadikan desain menjadi
kolaboratif, tanpa batas, transparan, berbasis komunitas, dan open source
(Geszten et al., 2019).
2.11.3. Microsoft Visual Studio Code
Microsoft Visual Studio Code adalah software IDE yang
dikembangkan oleh Microsoft. Integrated Development Environment
(IDE) menyediakan suatu lingkungan untuk melakukan sebagian besar
tugas pengembangan atau pengujian aplikasi dalam satu user experience.
Pada umumnya, IDE menyediakan lingkungan untuk mengedit, refactor,
dan mengkompilasi kode, mengedit antarmuka pengguna, logika diagram,
membangun aplikasi, dan melakukan beberapa tingkat analisis kode,
pengujian, dan integrasi kontrol source code (Ritchie, 2016).
Microsoft Visual Studio memiliki fitur-fitur tambahan, selain
hanya sebuah IDE, misalnya fitur autocomplete components IntelliSense,
yang memudahkan seorang developer untuk untuk menyelesaikan apa
yang mereka ketik berdasarkan konteks. Visual Studio juga memiliki
kemampuan debugging yang substansial pada fitur IntelliTrace, yaitu
debugger historis untuk kode yang terkelola yang merekam peristiwa
selama eksekusi dalam debugger, sehingga memungkinkan seorang
developer untuk me-rewind code di debugger (Ritchie, 2016).
69
2.11.4. XAMPP
XAMPP adalah paket instalasi untuk PHP yang bersifat open
source dan dikembangkan serta dikelola oleh komunitas open source
untuk melakukan penginstalan program Apache, MariaDB atau MySQL,
PHP, Filezila, dan PhpMyAdmin secara sekaligus. XAMPP menyediakan
kemudahan dengan memberi kebutuhan berupa paket instalasi bagi para
pengembang web. XAMPP juga dapat berfungsi sebagai server local host
(Putera & Ibrahim, 2018).
70
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Pengumpulan Data
Data dan informasi sangat diperlukan untuk menunjang suatu penelitian
karena data dan informasi merupakan bahan pendukung utama dalam sebuah
penelitian. Data penelitian terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data
sekunder. Penulis memperoleh data primer dari sumber penelitian secara
langsung. Metode pengumpulan data primer dapat dilakukan melalui kuesioner,
wawancara, dokumentasi, pengukuran, dan sejenisnya. Penelitian ini
menggunakan beberapa metode untuk melakukan pengumpulan data primer
yakni sebagai berikut (Anwas & Sugiarti, 2020) :
3.1.1. Studi Lapangan
Penulis melakukan studi lapangan dengan cara mengunjungi dan
mengamati secara langsung tempat objek penelitian untuk memperoleh data
dan informasi sebagai kebutuhan dan keperluan penulis di dalam melakukan
penelitian. Adapun objek dalam penelitian ini yaitu :
Tempat : Kantor Man Office PT. Sukses Kita Abadi (SKA)
Alamat : Jl. H. Mujenih No.19D, RT4/RW2, Tj. Barat, Kecamatan
Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
12530.
71
3.1.1.1. Observasi
Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara mengamati
objek penelitian secara langsung, untuk dapat mengidentifikasi
permasalahan yang terjadi. Selain itu, penulis melakukan obervasi untuk
mendapatkan data profil perusahaan, struktur organisasi perusahaan,
proses bisnis perusahaan, serta data dan informasi yang lainnya yang
memiliki keterkaitan dengan penelitian. Adapun observasi dilakukan
pada :
Waktu : 1 Juni 2021 – 18 Juni 2021
3.1.1.2. Wawancara
Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara mengadakan
sesi tanya jawab terhadap 2 orang yang memiliki keterkaitan dengan
bagian persediaan, diantaranya direktur perusahaan yaitu Bapak Hendi
Jaenudin dan staff barang yaitu Bapak Ardian Aditya. Penulis
mengajukan pertanyaan seputar kendala apa saja yang sedang dihadapi
pada bagian stok barang dan pertanyaan terkait sistem usulan yang akan
dibangun. Proses wawancara dilakukan secara langsung, bersamaan
dengan pelaksanaan observasi. Adapun daftar pertanyaan dan jawaban
wawancara dapat dilihat pada lampiran 1.
3.1.2. Studi Pustaka
Selanjutnya, penulis melakukan studi pustaka dengan
mengumpulkan dan mempelajari buku, skripsi, dan artikel pada website
yang berkaitan dengan penelitian ini, seperti teori rekayasa perangkat lunak,
UML, dan database yang peneliti dapatkan dari internet. Penulis melakukan
72
studi pustaka untuk menjelaskan definisi konsep dan definisi operasional
pada variabel penelitian. Selain itu, studi pustaka juga dibutuhkan penulis
dalam menyusun kerangka berpikir penelitian (Anwas & Sugiarti, 2020).
Adapun daftar bahan pembelajaran dan referensi yang telah berhasil penulis
peroleh berada di daftar pustaka.
3.1.3. Studi Literatur
Agar hasil dari penelitian ini memiliki makna yang lebih kepada
seluruh pihak, penulis perlu membahas hasil penelitian dengan
menggunakan konsep, teori, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dan
mutakhir. Penelitian yang baik mampu menghasilkan sebuah kebaruan
(novelty). Novelty merupakan temuan atau kontribusi yang dihasilkan dari
penelitian yang memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya.
Penelitian tidak perlu memiliki perbedaan yang besar, karena yang
terpenting ialah penelitian mampu memberikan kontribusi terhadap ilmu
pengetahuan dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, penulis perlu
melakukan review terhadap penelitian sebelumnya yang sejenis dan
menjelaskan perbedaan yang terdapat di penelitian ini dan yang sebelumnya
(Anwas & Sugiarti, 2020).
Dalam tahap ini, penulis mengumpulkan jurnal-jurnal penelitian
yang sejenis dengan penelitian ini, berupa rancang bangun sistem inventory
berbasis situs web, yang kemudian peneliti kaji dan bandingkan untuk
mendapatkan data dan informasi tambahan selain dari studi lapangan dan
studi pustaka. Selain itu, penulis juga menggunakan jurnal-jurnal sebagai
bahan masukan tambahan bagi penyelesaian masalah dalam penelitian ini.
Adapun beberapa jurnal yang telah peneliti kaji yaitu sebagai berikut :
73
1 Peneliti Tabel 3.1 Tabel Literatur Sejenis
Judul
Masalah (Nuryasin et al., 2019)
Tujuan Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Inventory Barang
Kelebihan pada PT Cipta Rasa Multindo
Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang makanan
Kekurangan sebagai produsen pastry dan bakery ini ternyata masih
2 Peneliti menggunakan sistem inventory manual yang memiliki banyak
kekurangan sehingga berdampak pada kinerja perusahaan.
Judul Sistem inventory manual belum mampu menyediakan segala
Masalah kebutuhan perusahaan, mulai dari pencatatan barang hingga
rekapitulasi laporan.
Tujuan Melakukan analisis dan perancangan sistem informasi
Kelebihan inventory guna menjadikan kinerja PT. Cipta Rasa Multindo
agar lebih efektif dan efisien.
Penggunaan metode analisis PIECES yang detail,
dokumentasi sistem yang detail dan lengkap seperti terdapat
diagram mapping cardinality, referensi penelitian yang jelas
dan banyak.
Tidak terdapat analisis sistem berjalan, sehingga sulit untuk
mengetahui kendala dari proses bisnis yang ada.
(Premana, 2019)
Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Barang (Sinbar)
Berbasis Website
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi di Universitas
Muhadi Setiabudi memiliki sistem pencatatan data inventory
barang secara manual dengan bantuan Microsoft Excel,
sehingga tidak efektif dan perlu ketelitian yang tinggi.
Pengumpulan data dalam jumlah besar menyebabkan
terjadinya redundancy data dan proses pengerjaan laporan
data inventory membutuhkan banyak waktu.
Melakukan perancangan sistem informasi inventory yang
online dan berbasis web guna mendukung kegiatan pencatatan
persediaan barang.
Desain interface pada aplikasi inventory berbasis web ini
menarik dan bagus. Selain itu, penelitian ini memiliki banyak
teori pada bagian metodologi penelitian, sehingga
memudahkan pembaca untuk melakukan kutipan.
74
Kekurangan Tidak terdapatnya satupun rancangan sistem usulan, sehingga
sulit untuk memahami alur kerja sistem yang di bangun oleh
3 Peneliti peneliti. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini hanya
Judul berisi desain interface dan narasi sistem yang diusulkan.
Masalah Selain itu, pada penelitian ini tidak terdapat pengujian
terhadap sistem.
Tujuan (Rudianto & Achyani, 2020)
Kelebihan
Penerapan Metode Rapid Application Development pada
Kekurangan Sistem Informasi Persediaan Barang berbasis Web
4 Peneliti Peneliti menemukan masih ada perusahaan yang
menggunakan cara manual pada kegiatan pencatatan barang
Judul masuk, penjualan barang, distribusi barang, pengembalian
Masalah barang dan penyusunan laporan. Hal ini memiliki dampak
negatif yang signifikan terhadap perusahaan. Seperti
menumpuknya nota penjualan barang, kesulitan dalam
pencatatan penjualan barang dari cabang untuk proses
distribusi barang, kesalahan barang yang diminta dan yang
dikirim, pencatatan pengembalian barang yang menjadi sangat
lama, kesalahan dalam perhitungan stok barang serta kesulitan
dalam memperoleh laporan ketika dibutuhkan.
Merancang sebuah sistem informasi aplikasi web untuk
menjadikan proses persediaan barang agar lebih mudah,
efektif, efisien, dan online.
Peneliti menyertakan tabel spesifikasi file pada perancangan
database, sehingga memudahkan penelitian sejenis yang
berikutnya dalam merancang database. Aplikasi pada
penelitian ini memiliki hak akses login yang berbeda-beda,
yaitu admin, staff, dan supervisor, sehingga tampilan halaman
juga akan berbeda sesuai dengan siapa penggunanya.
Pada penelitian ini, dokumentasi rancangan sistem usulan
masih kurang lengkap, sehingga menyulitkan pembaca untuk
memahami alur kerja dari sistem usulan tersebut.
(Haratua et al., 2021)
Web-based Inventory Application Development for PT.
Palugada Indonesia
PT. Palugada Indonesia yang bergerak di bidang distribusi air
redoks, setiap tahunnya menangani transaksi hingga empat ton
air redoks murni yang merupakan jumlah transaksi terbesar di
pulau Jawa dan Sumatera. Namun pencatatan transaksi dan
75
Tujuan persediaan barang masih dilakukan secara konvensional,
sehingga dapat menimbulkan beberapa permasalahan, seperti
Kelebihan perhitungan manual menyebabkan kesulitan dalam mencari
informasi ketersediaan barang secara akurat dan kurangnya
Kekurangan kesadaran perusahaan saat ketersediaan barang menipis,
5 Peneliti sehingga menimbulkan masalah serius dalam pengendalian
ketersediaan barang.
Judul Mengatasi permasalahan pada bagian persediaan dengan
Masalah mengembangkan aplikasi inventory berbasis web untuk PT.
Palugada Indonesia, yang memiliki kemampuan untuk
menghitung barang masuk, barang keluar dan barang tersedia
secara lebih mudah, detail dan akurat, membantu perusahaan
untuk menjaga ketersediaan barang dengan fitur notifikasi,
dan memperoleh informasi transaksi dan persediaan secara
cepat untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.
Penelitian ini menjelaskan tahapan pengembangan sistem
dengan baik dan lengkap, mulai dari tahap perancangan
hingga pengujian. Peneliti juga menyertakan lampiran untuk
hasil analisis sistem usulan dengan UML, berupa class
diagram dan table relationship diagram, serta salah satu
skenario pengujian dengan black box testing. Sistem usulan
dari hasil penelitian juga memiliki desain dan tampilan yang
bagus serta peneliti menjelaskan tiap-tiap menu dan fungsi
yang dimilikinya.
Kurangnya pemodelan UML dengan activity diagram dan
sequence diagram, untuk menjelaskan interaksi dan aktivitas
sistem serta alur kerjanya. Peneliti juga tidak menyebutkan
alat bantu pendukung yang digunakan dalam penelitian.
(Wahyudin & Kristiyanto, 2019)
Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Spare Part
Mobil Berbasis Web Menggunakan Metode ABC
Bengkel Tubagus Ban tidak melakukan produksi spare part,
melainkan membelinya dari pemasok, sehingga ketersediaan
stok memiliki peran krusial pada aktivitas bengkel. Akan
tetapi, pencatatan dan pengolahan data stok masih
menggunakan cara semi komputerisasi dengan bantuan
Microsoft Excel serta cara yang tidak efektif pada SOP
aktivitas persediaan. Selain itu, pemesanan stok barang yang
76
Tujuan tidak menentu menjadikan pengelolaan persediaan masih
tergolong buruk dan tidak memiliki prioritas.
Kelebihan Membantu standard operating procedure menjadi lebih
Kekurangan efektif dan pengendalian atas investasi tetap terjaga pada
Bengkel Tubagus Ban dengan membangun sistem informasi
6 Peneliti persediaan menggunakan metode klasifikasi ABC.
Judul Teori dan penjabaran tahapan metode klasifikasi ABC yang
jelas dan terperinci.
Masalah Tidak terdapat landasan teori yang digunakan, dokumentasi
rancangan sistem yang sangat sedikit, tidak terdapat metode
Tujuan analisis yang digunakan, serta referensi penelitian yang sangat
sedikit.
Kelebihan (Silaen & Fadhli, 2021)
Kekurangan
Penerapan LKPD Berbasis Android Untuk Meningkatkan
7 Peneliti Penerapan Metode Klasifikasi ABC Pada Sistem Informasi
Judul Persediaan Berbasis Website (Studi Kasus: Usaha Dagang
Masalah Bangun Tani)
Usaha Dagang Bangun Tani masih mengelola persediaan
barang secara manual dan pengelolaan tata letak barang yang
tidak teratur. Kemudian, pemilik juga tidak dapat mengetahui
informasi barang yang masuk dan keluar secara langsung serta
tingkat kelarisan barang.
Membangun sistem informasi persediaan yang berbasis
website menggunakan metode klasifikasi ABC untuk
mengorganisir peletakan barang, mengetahui tingkat
penggunaan barang, serta mendapatkan informasi barang
masuk dan barang keluar.
Terdapat penjelasan terkait penggunaan metode klasifikasi
ABC terhadap manajemen tata letak barang di gudang.
Tidak terdapat penjelasan mengenai metode pengembangan
perangkat lunak, tidak terdapat dokumentasi sistem yang
lengkap, tidak terdapat landasan teori, tidak terdapat
perhitungan dan data barang dari metode klasifikasi ABC.
(Soegoto & Palalungan, 2020)
Web Based Online Inventory Information System
Perusahaan sangat membutuhkan sistem teknologi informasi
untuk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektifitas
perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Fungsi dari
sistem persediaan adalah untuk dapat memenuhi permintaan
77
Tujuan pelanggan yang dapat diantisipasi. Di samping itu, persediaan
Kelebihan diharapkan dapat menjaga kepuasan pelanggan, yang kedua
Kekurangan adalah dengan memisahkan berbagai bagian atau komponen
produksi. Oleh karena itu, masalah dapat dihindari dari
8 Peneliti fluktuasi karena telah ada persediaan tambahan untuk
Judul memisahkan proses operasi produksi dari pemasok.
Masalah Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan penggunaan
sistem persediaan online berbasis web untuk memaksimalkan
Tujuan kinerja manusia dalam proses kerja di perusahaan.
Kelebihan Terdapatnya penjelasan dan pembahasan dari tiap-tiap menu
Kekurangan dan fungsi pada sistem inventory online yang dibuat oleh
peneliti.
9 Peneliti Peneliti tidak melakukan perancangan sistem sebagai tahapan
fundamental dalam rancang bangun sistem, akan tetapi hanya
membangun sistem inventory berbasis web dari hasil
membaca literatur sejenis. Penelitian ini juga tidak memiliki
studi kasus atau objek penelitian.
(J. Saputro & Septaningsih, 2020)
Design of Information Systems Inventory In Sinar Sakti
Racing Industry Based Web
SSR Industries merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang aksesoris sepeda terbesar di Indonesia, namun dalam
sistem pengelolaan datanya masih dikatakan kurang baik
karena masih mengandalkan Microsoft Excel, sehingga
menimbulkan banyak permasalahan bagi perusahaan.
Membuat aplikasi sistem informasi inventaris untuk
mendukung kinerja perusahaan yang semula manual menjadi
sistem yang terkomputerisasi untuk menghasilkan laporan
yang lebih detail.
Terdapatnya dua hasil analisis sistem berjalan dengan
flowmap dan metode analisis PIECES. Fitur dashboard pada
halaman utama memiliki tampilan yang menarik dan bagus.
Peneliti tidak menjelaskan metode pengembangan sistem
yang digunakan, beserta alat bantu pendukungnya. Selain itu,
penggunaan UML sebagai pemodelan masih kurang lengkap,
karena tidak terdapatnya activity diagram dan sequence
diagram.
(J. I. Saputro et al., 2020)
78
Judul Information System Design Reminder Inventory Control At PT
Masalah Nuansa Timur Lestari
PT Nuansa Timur Lestari merupakan perusahaan yang
Tujuan bergerak di bidang restoran. Sistem persediaan bahan baku
Kelebihan makanan masih menggunakan Microsoft Excel untuk
Kekurangan pendataan keluar masuknya bahan baku makanan dan
memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Seperti
10 Peneliti membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui jumlah
Judul persediaan bahan baku dikarenakan admin gudang harus
Masalah menghitung langsung jumlah stok fisik, pengeluaran bahan
baku yang sia-sia karena kesalahan perhitungan oleh admin
Tujuan gudang, membutuhkan waktu yang lama untuk membuat
Kelebihan laporan permintaan dan pengeluaran bahan baku sehingga
menyebabkan kinerja perusahaan terhambat, dan tidak adanya
sistem pengingat bahan baku jika sudah habis.
Membuat sistem untuk membantu staff admin stok dalam
mengelola permintaan dan pengeluaran bahan baku agar tidak
terjadi selisih stok bahan baku.
Penelitian ini memiliki metode analisis PIECES untuk
menganalisis permasalahan yang sedang dialami pada objek
penelitian.
Peneliti hanya mencantumkan use case diagram dan class
diagram pada jurnal, tidak keseluruhan UML seperti yang
peneliti jelaskan. Tidak terdapatnya penjelasan dari sistem
yang dibuat pada bagian pembahasan, hanya berupa gambar
saja.
(S Pasaribu, 2021)
Development of a Web Based Inventory Information System
Persediaan barang di gudang CV. T. Kardin Pisau Indonesia
masih dikelola secara manual, dengan menggunakan media
kertas, sehingga membuat data inventaris barang menjadi
tidak akurat. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian, ketika
stok barang kurang saat permintaan sedang tinggi atau stok
barang melimpah saat permintaan sedang rendah.
Merancang dan membangun aplikasi berbasis web yang dapat
membantu proses bisnis yang ada di bagian gudang CV. T.
Kardin Pisau Indonesia menjadi lebih cepat dan akurat.
Aplikasi inventory berbasis web ini memiliki halaman utama
berupa dashboard, yang berisi rangkuman informasi dari hasil
79