The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PT. Sukses Kita Abadi merupakan perusahaan perdagangan sebagai pemasok all
packaging and industrial tape yang masih menggunakan cara semi manual dalam
pencatatan dan pengolahan inventory barangnya, sehingga menimbulkan permasalahan
seperti kesalahan akibat faktor manusia yang berdampak pada proses penjualan dan
pembelian barang menjadi terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan
membangun sistem inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC
untuk memudahkan proses pencatatan dan pengolahan inventory barang pada PT.
Sukses Kita Abadi. Metode klasifikasi ABC digunakan sebagai rekomendasi terhadap
manajemen inventory untuk mengurangi terjadinya out of stock. Metode PIECES
digunakan untuk analisis sistem. Metode pengembangan sistem menggunakan RAD.
Pemodelan menggunakan UML. Pengumpulan data dengan metode studi lapangan,
studi pustaka, dan studi literatur sejenis. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi
inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC yang dapat melakukan
proses pencatatan dan pengolahan inventory barang dan menghasilkan laporan secara
online dan menyediakan informasi yang realtime sehingga dapat meminimalisir
kesalahan akibat faktor manusia serta menjadikan proses penjualan dan pembelian
barang menjadi lebih mudah, cepat, transparan, serta memiliki mobilitas dan
fleksibilitas yang lebih baik.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhammad.zhafari17, 2022-06-27 00:05:30

Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Berbasis Web Menggunakan Metode Klasifikasi ABC (Studi Kasus: PT. Sukses Kita Abadi)

PT. Sukses Kita Abadi merupakan perusahaan perdagangan sebagai pemasok all
packaging and industrial tape yang masih menggunakan cara semi manual dalam
pencatatan dan pengolahan inventory barangnya, sehingga menimbulkan permasalahan
seperti kesalahan akibat faktor manusia yang berdampak pada proses penjualan dan
pembelian barang menjadi terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan
membangun sistem inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC
untuk memudahkan proses pencatatan dan pengolahan inventory barang pada PT.
Sukses Kita Abadi. Metode klasifikasi ABC digunakan sebagai rekomendasi terhadap
manajemen inventory untuk mengurangi terjadinya out of stock. Metode PIECES
digunakan untuk analisis sistem. Metode pengembangan sistem menggunakan RAD.
Pemodelan menggunakan UML. Pengumpulan data dengan metode studi lapangan,
studi pustaka, dan studi literatur sejenis. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi
inventory berbasis web menggunakan metode klasifikasi ABC yang dapat melakukan
proses pencatatan dan pengolahan inventory barang dan menghasilkan laporan secara
online dan menyediakan informasi yang realtime sehingga dapat meminimalisir
kesalahan akibat faktor manusia serta menjadikan proses penjualan dan pembelian
barang menjadi lebih mudah, cepat, transparan, serta memiliki mobilitas dan
fleksibilitas yang lebih baik.

Keywords: Sistem Informasi, Inventory, Klasifikasi ABC, PIECES, RAD

Kekurangan visualisasi data stok barang. Kemudian terdapat halaman data
supplier yang berisi informasi berupa daftar supplier bahan
baku bagi perusahaan.
Kurangnya dokumentasi perancangan sistem usulan, peneliti
hanya mencantumkan diagram konteks dan data flow diagram
sehingga sulit untuk memahami alur kerja dari sistem usulan.

Berdasarkan dari 10 penelitian sejenis terdahulu yang telah penulis
pelajari, kaji, dan bandingkan, terdapat perbedaan dengan penelitian yang
penulis lakukan, yaitu penggunaan metode klasifikasi ABC sebagai
rekomendasi metode manajemen inventory yang akan diterapkan sebagai
sistem usulan pada bagian inventory di PT. Sukses Kita Abadi. Metode
klasifikasi ABC membantu pengambil keputusan dalam melakukan
pengawasan dan pembelian terhadap kelompok barang yang memiliki nilai
investasi tinggi sehingga dapat mencegah terjadinya out of stock. Selain itu,
pada tahapan implementasi, sistem informasi inventory berbasis web akan
dibangun dengan memanfaatkan teknologi framework pada bagian back-
end maupun front-end, sehingga pengembangan sistem menjadi lebih cepat
dan mudah dalam melakukan pemeliharaan sistem di masa depan.

3.2. Metode Pengembangan Sistem
Metode Rapid Application Development (RAD) sebagai metode

pengembangan sistem dalam penelitian ini merupakan salah satu metode dari
System Development Life Cycle (SDLC). RAD sebagai metode pengembangan
perangkat lunak memiliki waktu siklus yang relatif lebih singkat jika
dibandingkan dengan metode tradisional seperti metode Waterfall. RAD
mampu menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas tinggi melalui
pendekatan berorientasi objek secara cepat dan berulang. RAD melibatkan user

80

secara langsung di dalam tahap pengembangannya, sehingga perangkat lunak
sesuai dengan perencanaan pengembangan perangkat lunak yang telah
ditentukan dan disepakati sebelumnya. Adapun rincian tahapan pengembangan
perangkat lunak di dalam RAD yaitu sebagai berikut :

3.2.1. Tahap Perencanaan Kebutuhan (Requirement Planning)
Pada tahap ini, penulis melakukan analisis dengan melakukan

pengamatan secara langsung pada objek penelitian untuk mengidentifikasi
masalah dan proses bisnis yang berjalan. Kemudian penulis melakukan
wawancara dan diskusi bersama staff barang, serta kepada direktur
perusahaan untuk mengidentifikasi keluhan dan masalah yang terjadi,
mendapatkan rancangan sistem usulan , dan mengumpulkan data profil dan
struktur organisasi perusahaan. Pada tahap ini diperlukan keterlibatan user
secara aktif, sehingga tahap ini dapat menghasilkan dokumentasi proyek
yang tepat dan sesuai dengan keinginan user. Adapun hasil atau output dari
tahapan ini yaitu sebagai berikut :

1. Gambaran Umum Perusahaan PT. Sukses Kita Abadi
Tahap ini bertujuan untuk mengumpulkan data profil

perusahaan, struktur organisasi perusahaan, aktivitas dan kegiatan
perusahaan, dan tupoksi karyawan.
2. Analisis Proses Berjalan

Tahap ini bertujuan untuk memahami dan menggambarkan
aktivitas dan kegiatan perusahaan, khususnya pada bagian inventory
barang. Pada tahap ini, peneliti akan menggunakan alat bantu
diagram Rich Picture untuk menggambarkan proses kegiatan yang

81

terjadi pada bagian inventory barang, mulai dari proses awal hingga
akhir.
3. Identifikasi Masalah

Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan
kendala yang terjadi di bagian inventory PT. Sukses Kita Abadi.
4. Analisis PIECES

Tahap ini bertujuan untuk menganalisis masalah dan kendala
yang terjadi pada perusahaan, khususnya pada bagian inventory
barang, mulai dari proses awal hingga akhir.
5. Analisis Sistem Usulan

Tahap ini bertujuan untuk merancang dan menggambarkan
sistem usulan secara umum kepada user. Perancangan sistem usulan
dilakukan bersama melalui diskusi antara analis dan user, agar
memiliki kesepahaman terhadap sistem dan tidak terjadi miss
communication, serta sesuai dengan keinginan user. Pada tahap ini,
peneliti akan menggunakan Rich Picture untuk menggambarkan
sistem usulan yang akan dibangun pada bagian inventory barang,
mulai dari proses awal hingga akhir.
6. Analisis Kebutuhan Sistem

Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis,
dan menjelaskan kebutuhan dari sistem yang akan dibangun, yaitu
kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional sistem.

3.2.2. Tahap Proses Desain Sistem (Design Workshop)
Pada tahap ini, penulis melakukan perancangan sistem berupa

perancangan proses sistem, perancangan database, dan perancangan

82

tampilan antarmuka sistem (user interface). Rancangan sistem tersebut
penulis kembangkan dari hasil analisis sistem usulan secara detail dan
mendalam. Dalam tahap ini, analis akan meminta timbal balik atau masukan
kepada user dari hasil perancangan yang telah selesai dibuat, apakah sudah
sesuai dengan keinginan user atau belum, sehingga keterlibatan user secara
aktif akan sangat mempengaruhi hasil akhir dari tahap desain sistem.
Adapun rincian tahapan proses desain sistem yaitu sebagai berikut :

1. Metode Klasifikasi ABC

Dalam tahap ini, penulis akan menggunakan metode
klasifikasi ABC sebagai rekomendasi terhadap manajemen
inventory pada PT. Sukses Kita Abadi untuk membantu
mengurangi terjadinya out of stock. Tahapan ini menghasilkan data
perhitungan inventory yang akan digunakan pada tahapan
berikutnya. Metode klasifikasi ABC menjelaskan bahwa item yang
berjumlah sedikit tetapi memiliki nilai investasi yang besar, akan
memiliki pengaruh di dalam inventory. Dengan mengawasi item
pada kategori A (item dengan jumlah 20% dan nilai investasi
sebesar 80%), perusahaan dapat mengendalikan inventory secara
keseluruhan, sedangkan item pada kategori C (item dengan jumlah
50% dan nilai investasi sebesar 5%), perusahaan tidak perlu
melakukan pengawasan secara ketat (Novarika et al., 2021).

Adapun tahapan dari metode klasifikasi ABC yang akan
diterapkan sebagai sistem usulan pada PT. Sukses Kita Abadi, yaitu
sebagai berikut (Novarika et al., 2021) :

83

1. Menentukan jumlah item barang, beserta harga pembelian
setiap item.

2. Menghitung nilai investasi, yang didapatkan dengan rumus :
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Beli

3. Mengurutkan data dari item yang memiliki nilai investasi

terbesar hingga terkecil.

4. Menghitung total nilai investasi dengan menjumlahkan

seluruh nilai investasi.

5. Menghitung persentase dengan rumus :

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

6. Mengelompokkan item barang sesuai dengan persentase

kumulatif kedalam 3 kategori dengan kriteria sebagai berikut

:

a. Kategori A, yaitu item barang yang memiliki

persentase kumulatif sebesar 70-75%.

b. Kategori B, yaitu item barang yang memiliki

persentase kumulatif sebesar 15-20%%.

c. Kategori C, yaitu item barang yang memiliki

persentase kumulatif sebesar 5-10%.

2. Perancangan Proses Sistem
Dalam tahap ini, penulis akan menggunakan UML dengan

alat bantu Draw.io sebagai aplikasi web untuk menggambar
diagram UML. Adapun rincian tahapan perancangan sistem yaitu
sebagai berikut :

84

a. Use Case Diagram
Bertujuan untuk mengilustrasikan hubungan yang

terdapat di antara satu aktor atau lebih dengan sistem
inventory berbasis web.
b. Activity Diagram

Bertujuan untuk mengilustrasikan alur aktivitas dari
dari awal mula aliran, keputusan yang dapat terjadi di
antaranya, dan keadaan akhir dari aliran pada sistem
inventory berbasis web serta proses paralelnya.
c. Class Diagram

Bertujuan untuk mengilustrasikan struktur dari kelas-
kelas yang terdapat di dalam sistem inventory berbasis web
dengan mendefinisikan atribut, operasi, dan interaksi yang
terjadi di antara kelas-kelas tersebut. Sebelum penulis
memodelkan class diagram, penulis akan mengidentifikasi
terlebih dahulu kelas-kelas yang terdapat di dalam sistem
inventory berbasis web dengan menggunakan tabel potential
object.
3. Perancangan Database
Dalam tahap ini, penulis akan menggunakan mapping
cardinality dengan alat bantu Draw.io sebagai aplikasi web untuk
menggambar diagram tersebut. Adapun rincian tahapan
perancangan database yaitu sebagai berikut :

85

a. Mapping Cardinality
Bertujuan untuk menggambarkan relasi hubungan

antar kelas dalam sistem inventory berbasis web dengan
mendeskripsikan primary key (PK) dan foreign key (FK)
pada setiap kelasnya.
b. Matriks CRUD

Bertujuan untuk mengidentifikasi entitas dan atribut
yang menunjukkan hak akses pengguna terhadap dokumen
serta menggambarkan hubungan antara entitas, proses bisnis,
dan operasi dalam sistem inventory berbasis web.
c. Spesifikasi Database

Bertujuan untuk mendeskripsikan field, tipe data, dan
jumlah record dari suatu file atau tabel data yang terdapat
dalam sistem inventory berbasis web secara terperinci dan
detail.
d. Sequence Diagram

Bertujuan untuk mengilustrasikan urutan waktu dan
peristiwa dari sebuah pesan yang terjadi di antara objek di
dalam sebuah use case pada sistem inventory berbasis web,
serta menjelaskan objek dan pesan yang dikirimkan dan
diterima di antara objek-objek berdasarkan lifeline-nya.
4. Perancangan Tampilan Antarmuka Sistem (User Interface)
Dalam tahap ini, penulis akan menggunakan alat bantu
Figma sebagai aplikasi web untuk menggambar dan mendesain
tampilan antarmuka sistem (user interface). Tampilan antarmuka

86

ini bertujuan sebagai media berinteraksi antara pengguna dan
sistem, sehingga tampilan antarmuka ini harus interaktif dan sesuai
dengan keinginan user agar user dapat nyaman dan mudah dalam
menggunakan sistem inventory berbasis web.

3.2.3. Tahap Implementasi (Implementation)
Pada tahap ini, penulis akan melakukan implementasi dari

perancangan sistem pada tahap desain sistem. Implementasi ini berupa
pengkodean dan pengujian terhadap sistem. Adapun rincian tahapan
implementasi yaitu sebagai berikut :

1. Pengkodean (Coding)
Dalam tahap ini, untuk bagian back end, penulis akan

menggunakan PHP versi 8.0.9 sebagai bahasa pemrograman dan
Framework CodeIgniter versi 4 dengan alat bantu Microsoft Visual
Studio Code versi 1.59. Untuk database, penulis menggunakan
MySQL versi 10.4.20 dengan alat bantu phpMyAdmin versi 5.1.1.
Penulis mendapatkan PHP dan MySQL dari paket instalasi XAMPP
versi 8.0.9. Penulis juga menggunakan Apache versi 2.4.48 dari
XAMPP sebagai server localhost. Sedangkan untuk bagian front
end, penulis akan melakukan pengkodean HTML dan CSS dengan
Framework Bootstrap versi 5.1.3.
2. Pengujian Sistem

Dalam tahap ini, penulis akan menggunakan metode
blackbox testing untuk pengujian sistem. Pengujian sistem
dilakukan untuk menguji sistem inventory berbasis web yang telah
dibangun, apakah masih terdapat errors (kesalahan-kesalahan) atau

87

tidak dan apakah sudah layak digunakan atau belum. Dengan metode
blackbox testing, penulis akan membuat beberapa skenario untuk
menguji fungsionalitas dan output dari sistem inventory berbasis
web. Penulis akan melakukan pengujian dengan menggunakan
browser yang umum dan banyak digunakan, yaitu Google Chrome.
3.3. Kerangka Berpikir Penelitian
Berdasarkan dari penjelasan metodologi penelitian di atas, maka
didapatkan kerangka berpikir terhadap penelitian di dalam menyusun penelitian
ini yaitu dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini :

88

Gambar 3.1. Kerangka Berpikir Penelitian

89



BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Tahap Perencanaan Kebutuhan (Requirement Planning)
4.1.1. Gambaran Umum Perusahaan PT. Sukses Kita Abadi
4.1.1.1. Profil Perusahaan

Gambar 4.1. Logo PT. Sukses Kita Abadi

PT. Sukses Kita Abadi (SKA) didirikan pada tahun 2019
sebagai perusahaan yang memiliki jenis usaha perdagangan dengan
barang dagangan utama berupa alat tulis kantor (ATK), lakban, bahan
kemasan, peralatan dan perlengkapan rumah tangga, dan barang besar
dari kertas dan karton. PT SKA dipimpin oleh Bapak Hendi Jaenudin
selaku direktur dan Ibu Nurul Sobah sebagai komisaris, sejak berdirinya
perusahaan dari tahun 2019 sampai sekarang. PT. SKA memiliki kantor
man office yang merupakan bagian dari fasilitas penunjang proses bisnis
perusahaan yang berlokasi di Jl. H. Mujenih No.19D, RT4/RW2, Tj.
Barat, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 12530.

90

4.1.1.2. Struktur Organisasi
Saat ini, PT. Sukses Kita Abadi (SKA) memiliki karyawan

sebanyak 10 orang, yang menempati beberapa jabatan dalam struktur
organisasi perusahaan. Sejak berdirinya, Bapak Hendi menyatakan
bahwa PT. SKA telah mengalami perubahan struktur organisasi
sebanyak tiga kali yang dilakukan oleh beliau untuk memanajemen
perusahaan ke arah yang sesuai dengan tujuan dan proses bisnis
perusahaan. Adapun struktur organisasi perusahaan yang dimiliki oleh
PT. Sukses Kita Abadi saat ini yaitu sebagai berikut :

Gambar 4.2. Struktur Organisasi PT. Sukses Kita Abadi

4.1.1.3. Aktivitas Perusahaan
PT. Sukses Kita Abadi (SKA) memiliki aktivitas atau kegiatan

utama yaitu melakukan pengadaan barang untuk persediaan dengan
pemasok, mengelola persediaan barang, dan menjual barang dagangan
kepada pelanggan. PT. SKA bergerak sebagai salah satu pemasok High
Density Polypropylene (HDPE), Low Line Density Polypropylene

91

(LLDPE), all packaging and industrial tape, serta ATK dari
perusahaan-perusahaan besar Indonesia di bidang industri. Adapun
beberapa pelanggan dari PT SKA yaitu sebagai berikut :

 PT. Medifarma Laboratories
 PT. Darya Varya
 PT. Bayer Indonesia
 PT. Fastfood Indonesia
 PT. Indo Korsa Tbk
 PT. IRC Inoac Indonesia
 PT. Corinthian Industri Indonesia
 PT. Daijo Indonesia

Gambar 4.3. Contoh Barang Dagangan PT. Sukses Kita Abadi

4.1.1.4. Tupoksi Karyawan
Seperti yang telah di paparkan sebelumnya, PT. Sukses Kita

Abadi (SKA) memiliki struktur organisasi yang dapat dilihat pada
gambar 4.2. Dari struktur organisasi tersebut, masing-masing jabatan
memiliki tugas pokok dan fungsinya dalam perusahaan, yaitu sebagai
berikut :

92

 Pemilik perusahaan memiliki tupoksi untuk memimpin dan
mengawasi perusahaan dengan membuat kebijakan
perusahaan, membuat visi dan misi perusahaan,
mengembangkan strategi bisnis, memberikan tugas kepada
karyawan, menyediakan biaya perusahaan, dan bertanggung
jawab terhadap resiko perusahaan.

 Komisaris memiliki tupoksi untuk mengawasi dan
memberikan nasehat kepada direktur yang mengelola dan
menjalankan perusahaan agar selalu sesuai dengan tujuan dan
visi misi perusahaan.

 Direktur memiliki tupoksi untuk mengelola perusahaan agar
tujuan dan visi misi perusahaan dapat tercapai dengan
melakukan pengawasan kinerja karyawan, membuat
keputusan yang menguntungkan perusahaan, dan
menyampaikan laporan kepada pemilik perusahaan.

 Bagian keuangan memiliki tupoksi untuk mengelola,
mengatur, menyusun, dan melaporkan seluruh keuangan
perusahaan, mulai dari pengadaan, penjualan, pengeluaran,
hutang-piutang, dan kewajiban (pajak) perusahaan.

 Bagian pengadaan dan persediaan memiliki tupoksi untuk
mengatur dan melakukan proses pembelian barang yang
diperlukan untuk persediaan barang yang didapatkan dari para
pemasok barang dengan tetap memperhatikan pembelian yang
menguntungkan bagi perusahaan serta mengelola, menyusun,
dan melaporkan stok barang yang terdapat di gudang.

93

 Bagian pemasaran dan penjualan memiliki tupoksi untuk
melakukan kegiatan pemasaran barang atau produk
perusahaan kepada para pelanggan dan para calon pelanggan
dan mencari, mempelajari, dan melaporkan situasi dan peluang
perusahaan pada pasar penjualan serta mengatur dan
melakukan proses penjualan barang dengan pelanggan dengan
tetap memperhatikan penjualan yang menguntungkan bagi
perusahaan.

 Bagian Logistik memiliki tupoksi untuk mengatur dan
melakukan proses distribusi barang dari atau ke gudang pada
proses pengadaan atau penjualan barang perusahaan.

4.1.2. Analisis Proses Berjalan
Dari hasil observasi dan wawancara yang telah peneliti lakukan,

berikut merupakan analisis Rich Picture diagram untuk menggambarkan
alur proses yang berjalan pada bagian inventory barang PT. Sukses Kita
Abadi yang dapat dilihat pada gambar di bawah.

94

Gambar 4.4. Rich Picture Diagram Proses Berjalan

Adapun penjelasan dari rich picture diagram proses berjalan pada
gambar diatas adalah sebagai berikut :

1. Ketika terdapat barang masuk dari proses pengadaan, staff barang
melakukan pencatatan data barang, data barang masuk dan data
pemasok ke dalam Microsoft Excel pada komputer.

2. Kemudian, staff barang menyimpan barang tersebut ke dalam
gudang dengan melakukan pengecekan kembali data pengadaan
dengan jumlah barang yang diterima.

3. Selanjutnya, staff barang melakukan pengolahan data barang, data
barang masuk, dan data pemasok menjadi data stok, Microsoft Excel
pada komputer

95

4. Setiap harinya, staff barang melakukan pengelolaan barang di
gudang untuk mengolah data stok agar selalu sesuai dengan jumlah
barang di gudang. Hasil pengolahan data stok adalah laporan stok
barang yang dilakukan secara semi manual dengan Microsoft Excel
pada komputer dan kemudian diberikan kepada direktur.

5. Ketika terdapat barang keluar dari proses penjualan, staff penjualan
melakukan komunikasi dengan staff barang untuk meminta dan
memastikan data stok barang. Selanjutnya staff penjualan membuat
surat jalan pada komputer dengan bantuan Microsoft Excel. Staff
barang kemudian memberi melakukan update data stok barang pada
komputer.

6. Selanjutnya, staff penjualan memberikan surat jalan kepada direktur
dalam bentuk laporan dan kepada staff logistik.

7. Staff logistik kemudian mengambil barang di gudang dan
melakukan distribusi barang kepada pelanggan.

4.1.3. Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil dari analisis proses berjalan, ditemukan beberapa

permasalahan yang terjadi di bagian inventory PT. Sukses Kita Abadi yaitu
sebagai berikut :

1. PT. SKA belum menerapkan sistem yang berjalan secara online pada
proses bisnis mereka, sehingga proses pencatatan dan pengolahan
inventory masih bersifat semi manual dengan menggunakan bantuan
Microsoft Office. Mereka juga masih menggunakan media
penyimpanan data berupa hardisk atau SSD saja pada komputer
operasionalnya. Dampaknya, kendala akibat faktor kesalahan
96

manusia menjadi sering terjadi yang mengakibatkan bagian
penjualan dan pembelian barang sering mengalami konflik dengan
bagian persediaan karena data stok barang pada komputer sering
tidak sesuai dengan jumlah fisik stok barang di gudang.
2. Permasalahan data inventory yang tidak ter-update dan tidak
tersebar kepada staff lain secara langsung mengakibatkan informasi
terkait inventory tidak bersifat realtime sehingga mengakibatkan
proses penjualan dan pembelian barang menjadi terhambat. Pada
proses penjualan, beberapa transaksi penjualan harus menunggu stok
barang untuk ready terlebih dahulu, sehingga pelanggan
membutuhkan tambahan waktu hingga pesanan datang. Terkadang
dalam mengatasi masalah ini, PT. SKA harus segera membeli stok
barang dengan biaya yang tidak sedikit (menalangi) agar pelanggan
tidak dirugikan waktu atas pesanannya. Belum lagi, jika ada proses
pengembalian barang yang cacat atau rusak, maka pelanggan juga
semakin dirugikan. Pada proses pembelian, PT. SKA tidak
melakukan pembelian secara langsung kepada produsen, melainkan
melalui perantara, sehingga proses pembelian barang menghabiskan
banyak waktu.

4.1.4. Analisis PIECES
Selanjutnya, penulis menganalisis proses berjalan dengan analisis

PIECES untuk mengidentifikasi dan menemukan akar permasalahan yang
terjadi di bagian inventory barang dan menggunakan hasil analisis sebagai
acuan dalam pengembangan sistem usulan. Adapun hasil dari analisis
PIECES yaitu sebagai berikut :

97

PIECES Tabel 4.1 Analisis PIECES Sistem Baru
Performance Sistem Lama

Information Proses pencatatan dan Dengan adanya sistem informasi

pengolahan inventory barang inventory berbasis web, proses

masih dilakukan secara semi pencatatan dan pengolahan

manual dan data tidak dapat ter- inventory barang dapat berjalan

update secara realtime, sehingga melalui sistem secara online,

proses pencatatan dan sehingga proses penjualan dan

pengolahan inventory barang pembelian barang menjadi lebih

cukup memakan waktu yang mudah dan cepat, serta memiliki

mengakibatkan proses penjualan mobilitas dan fleksibilitas yang

dan pembelian barang lebih baik.

mengalami kerugian waktu. (Proses pencatatan memakan

(Proses pencatatan memakan waktu selama 2-5 menit dan

waktu selama 20-30 menit dan pengolahan data memakan waktu

pengolahan data memakan waktu selama 5 menit.)

selama 1 jam.)

Kesalahan akibat faktor manusia Dengan adanya sistem informasi

dalam pencatatan dan inventory berbasis web, proses

pengolahan data inventory pencatatan dan pengolahan

barang mengakibatkan bagian inventory barang dapat berjalan

penjualan dan pembelian barang secara online, sehingga dapat

sering mengalami konflik dengan meminimalisir faktor human

bagian inventory barang, karena error dan menjadikan data

data inventory barang pada inventory yang selalu tersedia dan

komputer sering tidak sesuai ter-update secara realtime dan

dengan jumlah fisik di gudang. transparan.

(Frekuensi ketidaksesuaian data

sering terjadi sekitar 3-4 kali

selama sebulan.)

98

Economy Pada beberapa transaksi Dengan adanya sistem informasi

penjualan, data inventory yang inventory berbasis web, proses

tidak sesuai mengakibatkan PT. penjualan tidak perlu lagi merasa

SKA harus segera membeli stok khawatir akan terjadinya

barang dengan biaya yang tidak kekurangan stok (out of stock)

sedikit (menalangi) agar atau data stok yang tidak sesuai,

pelanggan tidak dirugikan waktu dikarenakan sistem sudah

atas pesanannya. menggunakan metode

(Pada bulan Januari-Juni 2021, manajemen inventory, sehingga

PT. SKA mengalami kerugian inventory barang pada PT. SKA

sebesar 2% dari seluruh omset menjadi terkontrol.

penjualan akibat menalangi stok

yang habis.)

Control Pada proses berjalan, data Dengan adanya sistem informasi

inventory barang masih disimpan inventory berbasis web, seluruh

di dalam satu komputer yang data tersimpan pada server

masih digunakan secara penyedia hosting dan hak akses

bersama-sama dalam kegiatan pengguna akan dibatasi sesuai

operasional sehari-hari, sehingga dengan jabatan pengguna

siapapun memiliki akses masing-masing, sehingga data

terhadap data inventory barang. inventory barang menjadi lebih

Selain itu, potensi hilangnya data aman dan terlindungi dari hal-hal

akibat virus, malfungsi, dan yang tidak diinginkan.

faktor lainnya menjadi lebih (Sistem baru memiliki resiko

besar. 25% atau 5 hari/20 hari kerja.)

(Sistem lama memiliki resiko

sebesar 70% atau 14 hari/20 hari

kerja.)

99

Efficiency Walaupun sudah menggunakan Dengan adanya sistem informasi
Service
bantuan komputer, namun proses inventory berbasis web, proses

pencatatan dan pengolahan data pengolahan data inventory barang

inventory barang yang dilakukan sudah dilakukan melalui sistem,

oleh staff barang masih bersifat sehingga dapat memudahkan dan

semi manual dengan Ms. Excel, menghemat waktu pengguna

sehingga staff barang sering didalam mengolah data inventory

mengalami kesulitan dan barang.

memerlukan waktu serta (Proses pengolahan data

ketelitian yang tinggi. membutuhkan waktu selama 5

(Proses pengolahan data menit.)

membutuhkan waktu selama 1

jam.)

Proses pencatatan dan Dengan adanya sistem informasi

pengolahan inventory barang inventory berbasis web, pengguna

yang berjalan belum mampu mendapatkan kemudahan dalam

memberikan kemudahan dan proses pencatatan dan

layanan yang lebih baik, serta pengolahan inventory barang.

memiliki banyak kekurangan dan Berkat fungsionalitas dasar dan

kesalahan yang masih terjadi fitur-fitur seperti notifikasi stok,

secara berulang, sehingga PT. pencarian, dan visualisasi data

SKA mengalami kerugian baik yang disediakan oleh sistem,

dari segi waktu maupun materi. pelayanan dari proses pencatatan

(Sistem lama memiliki dan pengolahan inventory barang

persentase kesalahan sebesar menjadi lebih baik.

200% atau 4/2 kali selama (Sistem baru diharapkan hanya

sebulan.) memiliki kesalahan sebesar 50%

atau 1/2 kali selama sebulan.)

100

4.1.5. Analisis Sistem Usulan
Selanjutnya, dari hasil identifikasi masalah, analisis proses berjalan,

dan analisis PIECES yang telah penulis lakukan sebelumnya, penulis
melakukan analisis dengan menggunakan rich picture diagram untuk
membuat sistem usulan yang akan digunakan untuk mengatasi kendala yang
terjadi pada bagian inventory barang PT. Sukses Kita Abadi yang dapat
dilihat pada gambar di bawah.

Gambar 4.5. Rich Picture Diagram Sistem Usulan

Dari gambar di atas, terdapat beberapa proses bisnis yang berbeda
dengan proses bisnis pada analisis proses berjalan, yaitu sebagai berikut :

1. Terdapat beberapa aktor tambahan dan aktor yang dihilangkan, yaitu
:

101

a. Administrator, merupakan aktor tambahan yang bertugas
untuk mengelola data pengguna, data jabatan, dan
melakukan pemeliharaan web.

b. Manajer, merupakan aktor tambahan yang bertugas untuk
melakukan konfirmasi barang masuk dan surat jalan, dan
mengatur periode klasifikasi ABC.

c. Staff inventory, merupakan aktor tambahan yang bertugas
untuk melakukan pencatatan dan pengelolaan data barang,
data stok, data pemasok, dan data barang masuk.

d. Staff logistik, merupakan aktor yang dihilangkan, karena
tidak memiliki peran dan hubungan terhadap sistem.

2. Terdapat beberapa proses bisnis baru yang menjadi usulan, yaitu :
a. Direktur tidak perlu lagi menerima laporan secara langsung,
melainkan dapat langsung melihat laporan pada sistem.
b. Manajer melakukan konfirmasi barang masuk dan surat jalan
sebagai validasi untuk mendapatkan persetujuan dan
melakukan pengaturan klasifikasi ABC untuk mengubah
periode data surat jalan yang digunakan untuk perhitungan
dan pengelompokkan stok barang dengan metode klasifikasi
ABC.
c. Staff barang melakukan konfirmasi barang masuk dan surat
jalan sebagai langkah pengecekan kembali data-data
inventory di gudang.

Adapun penjelasan dari rich picture diagram sistem usulan pada
gambar di atas adalah sebagai berikut :

102

1. Ketika terdapat barang masuk dari proses pengadaan, pada bagian
persediaan, staff inventory melakukan tambah data barang masuk ke
dalam web portal Sistem Inventory Sukses Kita Abadi (SISKA)
melalui melalui browser di komputer atau laptop.

2. Kemudian, staff barang melihat data barang masuk pada web portal
SISKA dan menyimpan barang tersebut ke dalam gudang dengan
melakukan pengecekan kembali data pengadaan dengan barang
yang diterima dan dengan informasi data barang masuk pada web
portal SISKA. Setelah itu, staff barang akan melakukan konfirmasi
barang masuk pada web portal SISKA.

3. Selanjutnya, manajer melakukan konfirmasi terhadap barang masuk
tersebut dengan mengecek kembali data permintaan pengadaan, data
pada surat delivery order dan invoice, dan data pada web portal
SISKA. Manajer juga dapat mengatur periode klasifikasi ABC.

4. Setiap hari, pada bagian persediaan, staff barang melakukan
pengelolaan barang dan staff inventory melakukan pencatatan data
stok di gudang untuk melakukan pengecekan dan penyesuaian
kembali data stok pada web portal SISKA dengan jumlah barang
yang tersedia di gudang.

5. Direktur dapat melihat, mengunduh, dan mencetak laporan stok
barang dan laporan barang masuk pada web portal SISKA untuk
melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan dan keadaan
proses bisnis yang berjalan pada saat proses barang masuk.

6. Ketika terdapat barang keluar dari proses penjualan, pada bagian
penjualan, staff penjualan melihat stok barang yang tersedia pada

103

web portal SISKA dan selanjutnya membuat surat jalan pada web
portal SISKA di halaman surat jalan melalui browser di komputer
atau laptop.
7. Kemudian, pada bagian persediaan, manager akan melakukan
konfirmasi terhadap surat jalan tersebut. Selanjutnya, staff barang
dapat segera menyiapkan dan mengemas barang yang akan dijual,
serta melakukan konfirmasi surat jalan untuk selanjutnya
didistribusikan kepada pelanggan.
8. Direktur melihat, mengunduh, dan mencetak laporan surat jalan
pada web portal SISKA untuk melakukan pengawasan terhadap
kinerja karyawan dan keadaan proses bisnis yang berjalan pada saat
proses barang keluar.
9. Admin merupakan aktor yang mengelola data pengguna dan data
jabatan yang terdapat di dalam SISKA untuk menyesuaikan hak
akses dalam sistem dengan struktur organisasi yang terdapat di
perusahaan.

4.1.6. Analisis Kebutuhan Sistem
Analisis kebutuhan digunakan untuk mengidentifikasi,

menganalisis, dan menjelaskan kebutuhan dari sistem usulan yang akan
dibangun oleh peneliti. Analisis kebutuhan ini didasarkan dari hasil analisis
sistem usulan bernama Sistem Inventory Sukses Kita Abadi (SISKA) yang
telah peneliti lakukan sebelumnya.

4.1.6.1. Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional sistem usulan ini adalah kebutuhan

berupa proses atau layanan yang harus dapat disediakan oleh sistem
104

usulan yang akan peneliti bangun. Adapun kebutuhan fungsional yang
terkait pada sistem usulan yang akan dibangun yaitu sebagai berikut :

1. SISKA dapat melakukan pendaftaran user baru.
2. SISKA dapat melakukan autentikasi user pada halaman login.
3. SISKA dapat melakukan request lupa password.
4. SISKA dapat melakukan update dan delete data pada halaman

data pengguna.
5. SISKA dapat melakukan CRUD pada halaman data jabatan, data

barang, data stok, data pemasok, data surat jalan, data barang
masuk, dan data pelanggan.
6. SISKA dapat melakukan upload pada halaman barang masuk
dan download pada halaman surat jalan.
7. SISKA dapat melakukan konfirmasi barang masuk dan surat
jalan.
8. SISKA dapat melakukan pengaturan periode klasifikasi ABC.
9. SISKA dapat menyediakan seluruh data secara realtime.
10. SISKA dapat menghasilkan laporan stok, barang masuk, dan
surat jalan.
11. SISKA dapat melakukan download laporan stok, barang masuk,
dan surat jalan.
12. SISKA dapat menampilkan visualisasi data pada halaman utama
(dashboard).
13. SISKA dapat melakukan logout.

105

4.1.6.2. Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan non fungsional sistem usulan ini adalah batasan

ruang lingkup dari proses atau layanan yang disediakan oleh sistem
usulan yang akan peneliti bangun. Adapun kebutuhan non fungsional
yang terkait pada sistem usulan yang akan dibangun yaitu sebagai
berikut :

1. SISKA dapat berjalan pada sistem operasi Windows (7,8,10).
2. SISKA dapat berjalan menggunakan aplikasi browser.
3. SISKA dapat berjalan dengan akses internet.
4. SISKA dapat berjalan dengan spesifikasi minimum prosesor

Intel Pentium, disk space 20GB, dan RAM 128Mb.
5. SISKA dikembangkan dengan metode RAD dan pemodelan

UML.
6. SISKA dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan

Framework CodeIgniter 4, HTML, CSS dengan Framework
Bootstrap 5, database MySQL dan web server localhost Apache.

4.2. Tahap Proses Desain Sistem (Design Workshop)
4.2.1. Metode Klasifikasi ABC
Pada tahap ini, penulis menghitung dan mengelompokkan data
inventory terlebih dahulu berdasarkan tahapan dalam model klasifikasi
ABC. Data yang digunakan merupakan data surat jalan dari bulan Januari-
Juni 2021 yang penulis dapatkan dari hasil observasi dan wawancara pada
objek penelitian. Berikut merupakan beberapa tahapan yang penulis lakukan
:

106

1. Penulis mengumpulkan dan merapihkan data item barang keluar
yang terdiri dari nama barang, jumlah item terjual, dan harga beli
barang yang dapat dilihat pada tabel 4.2 dibawah ini.

Tabel 4.2 Data Barang Keluar Bulan Januari-Juni 2021

No. Nama Barang Jumlah Item Harga Beli

Stretch Film

1. Handroll Wrapper 170mm 4.380 Rp. 46.500

2. 8mic x 50cm x 400m 2.614 Rp. 49.000

3. 17mic x 50cm x 170m 5.220 Rp. 42.160

4. 17mic x 10cm x 200m 400 Rp. 10.909

5. 17mic x 20cm x 200m 610 Rp. 21.500

6. 17mic x 30cm x 200m 516 Rp. 31.818

7. 17mic x 50cm x 150m 858 Rp. 33.000

8. 17mic x 50cm x 200m 3.364 Rp. 38.000

9. 17mic x 50cm x 270m 12 Rp. 70.000

10. 17mic x 50cm x 300m 306 Rp. 80.000

11. 20mic x 50cm x 125m 30 Rp. 60.000

12. 20mic x 50cm x 170m 4.626 Rp. 38.636

13. 20mic x 50cm x 300m 1.626 Rp. 71.000

14. 20mic x 50cm x 1400m 10 Rp. 325.000

15. 17mic x 50cm x 300m 30 Rp. 70.000

16. 50cm x 270m 216 Rp. 75.000

17. 50cm x 250m 30 Rp. 51.000

18. Hitam 20mic x 50cm x 125m 407 Rp. 50.000

19. Trans 50cm Width 850 Rp. 346.000

20. Black 50cm Width 260 Rp. 414.000

21. 10cm 544 Rp. 13.000

22. 20cm 140 Rp. 23.500

107

23. 30cm 240 Rp. 35.000
Rp. 356.000
24. Polyethylene 23mic 280 Rp. 300.000
Rp. 76.500
25. Trans. Polyeth. 17 x 1500m 550 Rp. 40.000
Rp. 50.000
26. 500mm x 300m 600 Rp. 7.000

27. 200mm x 200m 40 Rp. 9.350
Rp. 2.000
28. 500mm 26 Rp. 8.250
Rp. 8.250
29. 5cm 50 Rp. 5.700
Rp. 5.900
Opp Tape Rp. 2.600
Rp. 3.500
1. Clear 2" 3.960 Rp. 7.000
Rp. 22.000
2. Clear 0,5'' 100 Rp. 9.500
Rp. 6.500
3. Sumi Brown 48mm x 100yrd 5.328 Rp. 17.250
Rp. 6.500
4. Sumi Bening 48mm x 100m 96 Rp. 97.500
Rp. 8.500
5. SKA Coklat 45mm x 80m 216 Rp. 8.500

6. HG Bening 45mm x 75m 2.664 Rp. 2.700
Rp. 4.400
7. Fuku Bening 24mm x 72yrd 720 Rp. 4.950

8. Fuku Bening 24mm 2.160

9. Fuku Coklat 48mm x 72yrd 84

10. SKA Bening Jumbo 48mm 828

11. Fragile Merah 48mm 144

12. Fuku Clear 2" x 90yrd 14

13. Gume Print Nd "Medifarma" 5.000

14. SKA Trans 48 x 90yrd 406

15. Printed Cross Bayer 500yrd 977

16 Fuku Coklat 48mm x 85yrd 216

17. Fuku Bening 48mm x 85yrd 144

Packing Siku

1. 610 x 50 x 50 3.000

2. 1010 x 50 x 50 16.000

3. 1060 x 50 x 50 16.000

108

Strapp Band

1. Nippon 15mm 125 Rp. 140.000

Masking Tape Rp. 8.800
Rp. 9.200
1. 24mm x 50m 420 Rp. 4.800
Rp. 2.400
2. 2 inch 500 Rp. 22.086
Rp. 2.500
3. 1 inch 479
Rp. 105.000
4. 0,5 inch 500
Rp. 24.000
5. Big IS 60mm x 50m 2.560
Rp. 680.000
6. 12mm x 20m 140 Rp. 680.000

Air Bubble Rp. 90.000

1. 125 x 50m 140 Rp. 8.000
Rp. 13.750
Styrofoam Rp. 19.918
Rp. 17.250
1. Styrofoam Container 4.180
Rp. 818.181
Double Tape Rp. 818.181
Rp. 750.000
1. Jumbo 1060 x 50m 10
Rp. 5.500
2. 1020 x 50m 20

Bubble Pack

1. Bubble Pack 497

Adhesive Tape

1. Trans 1 Side 4.8cm x 100yrd 4.380

2. Green 4.8cm x 90yrd 406

3. 2 Side 36mm x 50yrd 850

4. Gumed Print SS 60mm x 100yrd 1.000

Protection Tape

1. Pollak Blue 1220 x 200m 10

2. Pollak Blue 1200 x 200m 4

3. Black White 1250 x 100m 1

Selotape

1. Logo Kfc 12mm x 72yrd 62.665

109

Arrow Tape

1. Dasar Putih Panah Merah 988 Rp. 20.250

2. Dari data pada tabel 4.2, penulis menghitung nilai investasi dan total
nilai investasi dan mengurutkannya dari yang terbesar hingga
terkecil. Selain itu, penulis mengolah data item menjadi item per
kategori agar lebih mudah dan sederhana, yang hasilnya dapat dilihat
pada tabel 4.3. Adapun beberapa contoh perhitungan nilai investasi
setiap item yaitu sebagai berikut :
a) Stretch Film Handroll Wrapper 170mm
Jumlah item = 4.380 item
Harga per kategori = Rp. 46.500
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Beli
Nilai Investasi = 4.380 item × Rp. 46.500
Nilai Investasi = Rp. 203.670.000
b) Opp Tape Sumi Brown 48mm x 100yrd
Jumlah item = 5.328 item
Harga per kategori = Rp. 8.250
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Beli
Nilai Investasi = 5.328 item × Rp. 8.250
Nilai Investasi = Rp. 43.956.000
c) Packing Siku 1060 x 50 x 50
Jumlah item = 16.000 item
Harga per kategori = Rp. 4.950
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Beli

110

Nilai Investasi = 16.000 item × Rp. 4.950
Nilai Investasi = Rp. 79.200.000
d) Masking Tape 24mm x 50m
Jumlah item = 420 item
Harga per kategori = Rp. 8.800
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Per Kategori
Nilai Investasi = 420 item × Rp. 8.800
Nilai Investasi = Rp. 3.696.000
e) Adhesive Tape Trans 1 Side 4.8cm x 100yrd
Jumlah item = 4.380 item
Harga per kategori = Rp. 8.800
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Beli
Nilai Investasi = 4.380 item × Rp. 8.800
Nilai Investasi = Rp. 35.040.000
f) Selotape Logo KFC 12mm x 72yrd
Jumlah item = 62.665 item
Harga per kategori = Rp. 5.500
Nilai Investasi = Jumlah Item × Harga Beli
Nilai Investasi = 62.665 item × Rp. 5.500
Nilai Investasi = Rp. 344.657.500

Tabel 4.3 Nilai Investasi Per Kategori Barang

No. Kategori Barang Nilai Investasi Kumulatif

1. Stretch Film Rp. 1.840.934.017

2. Selotape Rp. 344.657.500

3. Opp Tape Rp. 315.824.300

111

4. Packing Siku Rp. 157.700.000
5. Styrofoam Rp. 100.320.000
6. Adhesive Tape Rp. 74.802.800
7. Masking Tape Rp. 68.685.360
8. Bubble Pack Rp. 44.730.000
9. Double Tape Rp. 20.400.000
10. Arrow Tape Rp. 20.007.000
11. Strapp Band Rp. 17.500.000
12. Air Bubble Rp. 14.700.000
13. Protection Tape Rp. 12.204.545
Rp. 3.032.465.522
Total Nilai Investasi

3. Terakhir, penulis menghitung persentase dari setiap kategori barang

dan mengelompokkannya ke dalam kategori A (70-75%%), kategori

B (15-20%), dan kategori C (5-10%). Hasilnya dapat dilihat pada

tabel 4.4. Adapun perhitungan persentase setiap kategori yaitu

sebagai berikut :

a) Kategori Stretch Film

Nilai Investasi = Rp. 1.840.934.017

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 1.840.934.017 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 60,71%

b) Kategori Selotape

Nilai Investasi = Rp. 344.657.500

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

112

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 344.657.500 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 11,37%

c) Kategori Opp Tape

Nilai Investasi = Rp. 315.824.300

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 315.824.300 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 10,41%

d) Kategori Packing Siku

Nilai Investasi = Rp. 157.700.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 157.700.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 5,20%

e) Kategori Styrofoam

Nilai Investasi = Rp. 100.320.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 100.320.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 3,31%

113

f) Kategori Adhesive Tape

Nilai Investasi = Rp. 74.802.800

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 74.802.800 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 2,47%

g) Kategori Masking Tape

Nilai Investasi = Rp. 68.685.360

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 68.685.360 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 2,27%

h) Kategori Bubble Pack

Nilai Investasi = Rp. 44.730.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 44.730.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 1,48%

i) Kategori Double Tape

Nilai Investasi = Rp. 20.400.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

114

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 20.400.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 0,67%

j) Kategori Arrow Tape

Nilai Investasi = Rp. 20.007.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 20.007.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 0,66%

k) Kategori Strapp Band

Nilai Investasi = Rp. 17.500.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 17.500.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 0,58%

l) Kategori Air Bubble

Nilai Investasi = Rp. 14.700.000

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 14.700.000 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 0,48%

115

m) Kategori Protection Tape

Nilai Investasi = Rp. 12.204.545

Total Nilai Investasi = Rp. 3.032.465.522

Persentase = Nilai Investasi × 100%
Total Nilai Investasi

Persentase = Rp. 12.204.545 × 100%
Rp. 3.032.465.522

Persentase = 0,40%

Tabel 4.4 Hasil metode Klasifikasi ABC Kategori
No. Kategori Barang Persentase Nilai Persentase ABC
A
Investasi Kumulatif B

1. Stretch Film 60,71% 72,08% C
2. Selotape 11,37%

3. Opp Tape 10,41%

4. Packing Siku 5,20% 18,92%

5. Styrofoam 3,31%

6. Adhesive Tape 2,47%

7. Masking Tape 2,27%

8. Bubble Pack 1,48%

9. Double Tape 0,67% 9%
10. Arrow Tape 0,66%

11. Strapp Band 0,58%

12. Air Bubble 0,48%

13. Protection Tape 0,40%

Berdasarkan hasil dari pengelompokkan dan perhitungan inventory
barang dengan metode klasifikasi ABC, maka penulis mendapatkan bahwa
kategori A memiliki nilai investasi sebesar 72,08% dari seluruh inventory,

116

yang dimana terdapat 2 kategori barang, yaitu stretch film dan selotape.
Sedangkan, pada kategori B memiliki nilai investasi sebesar 18,92% dari
seluruh inventory, yang didalamnya terdapat 3 kategori barang, yaitu opp
tape, packing siku, dan styrofoam. Selain itu, pada kategori C memiliki nilai
investasi sebesar 9% dari seluruh inventory, yang didalamnya terdapat 8
kategori barang, yaitu adhesive tape, masking tape, bubble pack, double
tape, arrow tape, strapp band, air bubble, dan protection tape.

4.2.2. Perancangan Proses Sistem
Dalam tahap ini, penulis mendeskripsikan proses perancangan

sistem dengan pemodelan UML berupa use case diagram, activity diagram,
dan class diagram. Pemodelan UML dilakukan menggunakan alat bantu
Draw.io sebagai aplikasi web untuk menggambar diagram UML.

4.2.2.1. Use Case Diagram
Sebelum penulis membuat use case diagram, terdapat sejumlah

tahapan yang penulis lakukan untuk mendeskripsikan aktor dan
hubungannya dengan aktivitas sistem pada SISKA. Selanjutnya penulis
membuat use case diagram dan diakhiri dengan narasi use case.
Tahapan tersebut yakni sebagai berikut :

4.2.2.1.1. Identifikasi Aktor
Identifikasi aktor ialah tahapan pertama yang dilakukan

penulis dengan tujuan untuk menentukan dan mendeskripsikan
aktor-aktor yang memiliki peran dan andil dalam SISKA. Adapun
hasil dari tahap identifikasi aktor yakni sebagai berikut :

117

Tabel 4.5 Identifikasi Aktor

ID Nama Aktor Deskripsi

A1 Admin Aktor yang mengelola data pengguna dan data

jabatan.

A2 Direktur Aktor yang melihat laporan stok barang, laporan

barang masuk, dan laporan surat jalan.

A3 Manajer Aktor yang melakukan konfirmasi barang masuk dan

surat jalan.

A4 Staff Inventory Aktor yang mengelola data barang, data pemasok,

data barang masuk, dan data stok barang.

A5 Staff Barang Aktor yang melakukan konfirmasi barang masuk dan

surat jalan.

A6 Staff Penjualan Aktor yang mengelola data pelanggan dan data surat

jalan.

4.2.2.1.2. Identifikasi Use Case
Identifikasi use case ialah tahapan kedua yang dilakukan

penulis dengan tujuan untuk mendeskripsikan hubungan yang
terdapat di antara aktor dan aktivitas sistem. Adapun hasil dari tahap
identifikasi use case yakni sebagai berikut :

Tabel 4.6 Identifikasi Use Case

ID Nama Use Case Deskripsi Hak Akses

UC1 Pendaftaran Use case yang Seluruh aktor

menggambarkan proses

membuat sebuah akun baru

dalam SISKA.

118

UC2 Login Use case yang Seluruh aktor

menggambarkan proses

masuk ke dalam SISKA.

UC3 Lupa Password Use case yang Seluruh aktor

menggambarkan proses

mengubah password

apabila user mengalami

lupa dalam SISKA.

UC4 Kelola Data Use case yang Admin

Pengguna menggambarkan proses

mengelola data pengguna

dalam SISKA

UC5 Kelola Data Use case yang Admin

Jabatan menggambarkan proses

mengelola data jabatan

dalam SISKA

UC6 Kelola Data Stok Use case yang Staff inventory

menggambarkan proses

mengelola data stok dalam

SISKA.

UC7 Pengaturan Use case yang Manajer

Klasifikasi menggambarkan proses

pengaturan klasifikasi

metode ABC dalam

SISKA.

UC8 Kelola Data Barang Use case yang Staff inventory

menggambarkan proses

mengelola data barang

dalam SISKA

119

UC9 Kelola Barang Use case yang Staff inventory

Masuk menggambarkan proses

mengelola data barang

masuk dalam SISKA.

UC10 Konfirmasi Barang Use case yang Manajer dan

Masuk menggambarkan proses staff barang

konfirmasi barang masuk

dalam SISKA

UC11 Kelola Surat Jalan Use case yang Staff penjualan

menggambarkan proses

mengelola surat jalan dalam

SISKA.

UC12 Konfirmasi Surat Use case yang Manajer dan

Jalan menggambarkan proses staff barang

konfirmasi surat jalan

dalam SISKA

UC13 Kelola Data Use case yang Staff inventory

Pemasok menggambarkan proses

mengelola data pemasok

dalam SISKA.

UC14 Kelola Data Use case yang Staff penjualan

Pelanggan menggambarkan proses

mengelola data pelanggan

dalam SISKA.

UC15 Laporan Use case yang Direktur

menggambarkan proses

mencetak dan mengunduh

laporan stok barang,

laporan barang masuk, dan

120

UC16 Logout laporan surat jalan dalam
SISKA.
Use case yang Seluruh aktor
menggambarkan proses
keluar dari SISKA.

4.2.2.1.3. Pemodelan Use Case Diagram
Dari hasil pada tahapan sebelumnya, di tahap ketiga ini

penulis akan menggabungkan dan memodelkan hasil tahapan
tersebut ke dalam sebuah use case diagram yang dapat dilihat pada
gambar 4.6 dibawah ini.

121

Gambar 4.6. Use Case Diagram Sistem Inventory Sukses Kita Abadi (SISKA)

4.2.2.1.4. Narasi Use Case

Tabel 4.7 Narasi Use Case Pendaftaran

Nama Use Case : Pendaftaran ID : UC1

Aktor : Seluruh aktor

Deskripsi singkat : Use case untuk melakukan pendaftaran sebuah akun baru
Prasyarat : User telah membuka halaman login dan klik tombol “daftar”
Kondisi akhir : User berhasil masuk ke halaman pendaftaran

122

Aliran normal : Respon sistem :

1. User mengunjungi halaman login 2. Menampilkan halaman login yang
berisi form login, tombol “daftar”,
dan tombol “masuk”

3. User mengeklik tombol “daftar” 4. Menampilkan pop up overlay yang

berisi form pendaftaran, tombol
“batal”, dan tombol “daftar”

5. User mengisi form pendaftaran 6. Menyimpan data pendaftaran,

dan mengklik tombol “daftar” menampilkan notifikasi berhasil, dan

menampilkan halaman login

Aliran alternatif :

A1 : User salah mengisi data atau data yang diisi tidak sesuai dengan form

pendaftaran

6a. Menampilkan notifikasi gagal

Aliran kembali ke langkah 4

Subaliran : -

Aliran salah : -

Tabel 4.8 Narasi Use Case Login

Nama Use Case : Login ID : UC2

Aktor : Seluruh aktor

Deskripsi singkat : Use case untuk masuk ke dalam SISKA

Prasyarat : User telah mengunjungi halaman login, mengisi form login, telah
terdaftar, data login valid, dan mengeklik tombol “masuk”

Kondisi akhir : User berhasil masuk ke dalam SISKA sesuai dengan hak akses

yang dimiliki

Aliran normal : Respon sistem :

123

1. User mengunjungi halaman login 2. Menampilkan halaman login yang
berisi form login, tombol “daftar”,
dan tombol “masuk”

3. User mengisi form login dan 4. Menampilkan halaman utama

mengklik tombol “masuk” (dashboard)

Aliran alternatif :

A1 : Data login tidak sesuai dan tidak valid

4a. Menampilkan notifikasi gagal

Aliran kembali ke langkah 2

Subaliran : -

Aliran salah :

Tabel 4.9 Narasi Use Case Lupa Password
Nama Use Case : Lupa Password ID : UC3

Aktor : Seluruh aktor

Deskripsi singkat : Use case untuk mengubah password apabila user mengalami

lupa
Prasyarat : User telah membuka halaman login dan klik tombol “lupa password”

Kondisi akhir : User berhasil masuk ke halaman lupa password

Aliran normal : Respon sistem :

1. User mengunjungi halaman 2. Menampilkan halaman login yang

login berisi form login, tombol “daftar”,

dan tombol “masuk”

3. User mengklik tombol lupa 4. Menampilkan halaman lupa

password password yang berisi form ubah
password, tombol “kembali” dan
tombol “ubah”.

124

5. User mengisi form ubah 6. Berhasil melakukan validasi data

password dan mengklik tombol user, update password baru,
“ubah” menampilkan notifikasi berhasil,

dan menampilkan halaman login

Aliran alternatif :

A1 : Gagal melakukan validasi data user
5a. User mengisi form ubah password dan mengklik tombol “ubah”

6a. Gagal melakukan validasi data user, menampilkan notifikasi gagal, dan

menampilkan halaman login

Subaliran :

Aliran salah :

Tabel 4.10 Narasi Use Case Kelola Data Pengguna
Nama Use Case : Kelola Data ID : UC4

Pengguna

Aktor : Admin

Deskripsi singkat : Use case untuk mengelola data pengguna

Prasyarat : User telah berhasil masuk ke dalam SISKA sesuai dengan hak akses

yang dimiliki

Kondisi akhir : User dapat mengelola data pengguna

Aliran normal : Respon sistem :

1. User mengklik sub menu data 2. Menampilkan halaman data

pengguna pada halaman pengguna yang berisi tabel data
dashboard pengguna, tombol “ubah”, tombol
“hapus”, tombol pencarian, dan

tombol paginasi halaman

3. User mengklik tombol “ubah” 4. Menampilkan halaman ubah data

pengguna yang berisi form ubah

125

data pengguna, tombol “batal” dan
tombol “simpan”

5. User mengisi form ubah data 6. Menyimpan data pengguna,

pengguna dan mengklik tombol menampilkan notifikasi berhasil,
“simpan” dan aliran kembali ke langkah 2

Aliran alternatif :

A1 : User menghapus data pengguna
3a. User mengklik tombol “hapus”

4a. Menampilkan notifikasi konfirmasi
5a. User mengklik tombol “ya”

Aliran kembali ke langkah 6
5b. User mengklik tombol “tidak”

Aliran kembali ke langkah 2

Subaliran :

Aliran salah :

Tabel 4.11 Narasi Use Case Kelola Data Jabatan
Nama Use Case : Kelola Data ID : UC5

Jabatan

Aktor : Admin

Deskripsi singkat : Use case untuk mengelola data jabatan

Prasyarat : User telah berhasil masuk ke dalam SISKA sesuai dengan hak akses

yang dimiliki

Kondisi akhir : User dapat mengelola data jabatan

Aliran normal : Respon sistem :

1. User mengklik sub menu data 2. Menampilkan halaman data jabatan

jabatan pada halaman yang berisi tabel data jabatan,
dashboard tombol “ubah”, tombol “hapus”,

126

tombol “tambah”, tombol pencarian,

dan tombol paginasi halaman
3. User mengklik tombol “tambah” 4. Menampilkan pop-up overlay yang

berisi form tambah data jabatan,
tombol “batal” dan tombol “simpan”

5. User mengisi form tambah data 6. Menyimpan data jabatan,

jabatan dan mengklik tombol menampilkan notifikasi berhasil,
“simpan” dan aliran kembali ke langkah 2

Aliran alternatif :

A1 : User mengubah data barang
5a. User mengklik tombol “ubah”

6a. Menampilkan halaman ubah data yang berisi form ubah data jabatan , tombol
“batal” dan tombol “simpan”

7a. User mengubah data pada form ubah data jabatan dan mengklik tombol
“simpan”

Aliran kembali ke langkah 8

A2 : User menghapus data jabatan
5a. User mengklik tombol “hapus”

6a. Menampilkan notifikasi konfirmasi
7a. User mengklik tombol “ya”

Aliran kembali ke langkah 8
7b. User mengklik tombol “tidak”

Aliran kembali ke langkah 4

Subaliran :

Aliran salah :

Tabel 4.12 Narasi Use Case Kelola Data Stok
Nama Use Case : Kelola Data Stok ID : UC6
Aktor : Staff inventory

127

Deskripsi singkat : Use case untuk mengelola data stok barang

Prasyarat : User telah berhasil masuk ke dalam SISKA sesuai dengan hak akses

yang dimiliki

Kondisi akhir : User dapat mengelola data stok barang

Aliran normal : Respon sistem :

1. User mengklik menu stok 2. Menampilkan halaman data stok

barang yang berisi tabel data stok
barang, tombol “ubah”, tombol
“hapus”, tombol “tambah”, tombol

pengaturan, tombol pencarian, dan

tombol paginasi halaman
3. User mengklik tombol “tambah” 4. Menampilkan pop-up overlay yang

berisi form tambah data stok barang,
tombol “batal” dan tombol
“simpan”

5. User mengisi form tambah data 6. Menyimpan data stok barang,

stok barang dan mengklik menampilkan notifikasi berhasil,
tombol “simpan” dan aliran kembali ke langkah 2

Aliran alternatif :

A1 : User mengubah data stok barang
3a. User mengklik tombol “ubah”

4a. Menampilkan halaman ubah data yang berisi form ubah data stok barang ,
tombol “batal” dan tombol “simpan”

5a. User mengubah data pada form ubah data stok barang dan mengklik tombol
“simpan”

Aliran kembali ke langkah 6

A2 : User menghapus data stok barang
3a. User mengklik tombol “hapus”

4a. Menampilkan notifikasi konfirmasi
5a. User mengklik tombol “ya”

128


Click to View FlipBook Version