DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
FORMULIR
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI
UNTUK RUMAH TANGGA
DI
KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2021
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................. iv
A. PENDAHULUAN ............................................................................................... A-1
A.1. Identitas Pemrakarsa ............................................................................... A-1
A.2. Identitas Penyusun Dokumen UKL-UPL................................................... A-2
B. RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN ...................................................... B-1
B.1. Nama Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan .............................................. B-1
B.2. Lokasi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan.............................................. B-1
B.3. Skala/Besaran Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan ................................. B-5
B.4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan.................... B-10
B.4.1 Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)........... B-10
B.4.2 Komponen Rencana Kegiatan yang dapat Menimbulkan Dampak... B-13
C. DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA STANDAR PENGELOLAAN
DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP .................................................... C-1
D. JUMLAH DAN JENIS IZIN PERLINDUNGAN DAN PENGELOHAN
LINGKUNGAN HIDUP YANG DIBUTUHKAN .................................................... D-1
ii
DAFTAR TABEL
TABEL B.1. JENIS PIPA DAN PANJANG JARINGAN PIPA GAS RENCANA B-5
PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI UNTUK RUMAH
TABEL B.2. TANGGA .................................................................................. B-6
RENCANA CALON PELANGGAN JARINGAN GAS BUMI UNTUK B-6
TABEL B.3. RUMAH TANGGA ..................................................................... B-9
TABEL B.4. LOKASI RENCANA PENEMPATAN PRS, MRS DAN RS...........
TABEL B.5 KOMPOSISI GAS UNTUK JARGAS KABUPATEN OKU TIMUR B-13
JADWAL RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN B-15
TABEL B.6. PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI RUMAH TANGGA .... B-16
TABEL B.7. JADWAL KONSTRUKSI ............................................................ B-22
TABEL B.8. PERHITUNGAN SAMPAH DAN AIR LIMBAH DOMESTIK ......... B-22
TABEL B.9. KEDALAMAN MINIMAL GALIAN PIPA PE ................................. B-36
TABEL B.10 KEDALAMAN MINIMAL GALIAN PIPA BAJA .............................
TABEL C.1 KEBUTUHAN TEAGA KERJA OPERASI ................................... C-2
MATRIKS UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL)
TABEL D.1 DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL) D-1
DI KABUPATEN OKU TIMUR ...................................................
JENIS IZIN PERLINDUNGAN DAN PENGOLAHAN
LINGKUNGAN HIDUP ..............................................................
iii
DAFTAR GAMBAR B-2
GAMBAR B.1 PETA ADMINISTRASI KABUPATEN OKU TIMUR ........................... B-4
GAMBAR B.2 RENCANA JALUR PIPA JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI
B-7
UNTUK RUMAH TANGGA DI KABUPATEN OKU TIMUR...............
GAMBAR B.3 PFD JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH B-8
B-11
TANGGA DI KABUPATEN OKU TIMUR ......................................... B-22
GAMBAR B.4 P&ID JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH B-23
TANGGA DI KABUPATEN OKU TIMUR ......................................... B-23
GAMBAR B.5 PETA SISTEM JARINGAN ENERGI ............................................... B-25
GAMBAR B.6 ILUSTRASI PENGGALIAN UNTUK JARINGAN PIPA GAS.............
GAMBAR B2.7 PENEMPATAN PIPA GAS PADA BAHU JALAN KOTA .................. B-26
GAMBAR B.8 PENEMPATAN PIPA GAS PADA BAHU JALAN BERSAMA B-27
B-28
UTILITAS LAIN ............................................................................... B-29
GAMBAR B.9 PERLINTASAN PIPA DENGAN JALAN NASIONAL........................ B-31
GAMBAR B.10 PERLINTASAN PIPA DENGAN SUNGAI ATAU SALURAN B-33
C-29
IRIGASI .......................................................................................... C-30
GAMBAR B.11 PERLINTASAN PIPA DENGAN SALURAN AIR TERBUKA ............
GAMBAR B.12 PERLINTASAN PIPA DENGAN SALURAN AIR TERTUTUP .........
GAMBAR B.13 ILUSTRASI PENYAMBUNGAN PIPA ............................................
GAMBAR B.14 ILUSTRASI PENIMBUNAN KEMBALI ...........................................
GAMBAR B.15 ILUSTRASI PERBAIKAN BEKAS GALIAN .....................................
GAMBAR C.1 PETA UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP...................
GAMBAR C.2 PETA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ................................
iv
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 : IZIN PEMANFAATAN TATA RUANG WILAYAN
JARINGAN GAS RUMAH TANGGA DI KABUPATEN
LAMPIRAN 2 OKU TIMUR
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4 : DOKUMENTASI SOSIALISASI PENEMPATAN
REGULATOR SECTOR
: KEBUTUHAN TENAGA KERJA
: STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN
SPESIFIKASI KONSTRUKSI
v
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
A. IDENTITAS PEMPRAKARSA
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan Dan PengeloIaan Lingkungan Hidup, Lampiran
III, bahwa isi UKL-UPL dari Rencana Kegiatan Pembangunan Jaringan Gas
Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi
Sumatera Selatan, diuraikan sebagai berikut:
A.1. IDENTITAS PEMRAKARSA
Nama Pemrakarsa : Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi,
Kementerian Energi dan Sumber Daya
Jenis Kegiatan Mineral Republik Indonesia
Penanggung Jawab : Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rencana Kegiatan Rumah Tangga di Kabupaten Ogan
NIP Komering Ulu Timur
NIK
Jabatan : Noor Arifin Muhammad
Alamat Kantor
: 19680930 199503 1 001
Identitas Pemrakarsa : 3275053009680019
: Direktur Perencanaan dan Pembangunan
Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi
: Gedung Ibnu Sutowo, Jalan H.R. Rasuna
Said Kav. B-5 Jakarta Selatan 12910
B-6
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Telp/Fax : 021-5268910 / 021-5269114
Lokasi Kegiatan
: Desa Sidodadi, Desa Karang Kemiri, Desa
Triyoso dan Desa Sido Mulyo di Kecamatan
Belitang
A.2. IDENTITAS PENYUSUN DOKUMEN UKL - UPL
Nama Perusahaan : CV. Kreasi Indah Mandiri
Alamat
: Jl. Purnawirawan 7 No. 9A Gunung Terang
Telp/Fax Kecamatan Langkapura - Bandar Lampung
Penanggung Jawab
Tim Penyusun : 0813 6943 9543
: Rusdahlia Sari, S.S
: 1. Adi Guna Irawan, ST (Team Leader, Ahli
Teknik Lingkungan-Muda No.Reg.
1.5.501.3.076.05.1941463)
2. Kurnato (Ahli Teknik Plumbing dan
Pompa Mekanik No,Reg.
1.3.303.2.142.31.1110187)
3. Liona Dwi Sarisa, S.T (Surveyor)
4. Rani Putri Desniwati, S.T (Surveyor)
5. Feni Adhitia, S.Kom (Administrator)
6. Zulfia Hidayani, S.Pd (Operator
Komputer)
Identitas Pemrakarsa B-7
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
B. RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN
B.1. Nama Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
Nama rencana usaha dan/atau kegiatan yang diprakarsai oleh
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral Republik Indonesia adalah Pembangunan Jaringan
Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur,
Propinsi Sumatera Selatan. Pembangunan jaringan pipa gas bumi
meliputi pemasangan pipa induk, pipa servis, Sambungan Kompor (SK),
Sambungan Rumah (SR), Regulator Sektor (RS), Metering Regulating
Station (MRS) dan Pressure Regulating Station (PRS).
B.2. Lokasi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan Pengembangan Pembangunan
Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu
Timur berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Belitang. Berikut
disajikan pada gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten OKU Timur.
Identitas Pemrakarsa B-8
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.1. Peta Administrasi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur secara geografis
termasuk wilayah non-pantai. Secara umum, keadaan topografi Kecamatan
Belitang berupa tanah datar dan berombak dengan ketinggian setiap Desa
kurang dari 500 m dari permukaan laut. Kecamatan Belitang memiliki
jumlah desa sebanyak 24 Desa, dengan luas wilayah sebesar 354,50 Km2.
Desa Sidomulyo merupakan Desa paling luas di Kecamatan Belitang
dengan luas wilayah sebesar 31,52 Km2 atau 9% dari Luas Kecamatan
Belitang. Sedangkan Desa dengan luas wilayah paling kecil di Belitang
adalah Desa Serbaguna yaitu seluas 2,49 Km2 atau kurang dari 1% luas
Kecamatan Belitang. Adapun batas-batas administrasi Kecamatan Belitang
adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Belitang Madang Raya
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Buay Madang Timur
dan Kecamatan Belitang Jaya
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kecamatan Belitang III
dan Kecamatan Belitang Jaya.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Buay Madang Timur.
Identitas Pemrakarsa B-9
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Sedangkan untuk Desa yang menjadi penerima manfaat dari
Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kecamatan
Belitang, yaitu:
1. Desa Sidodadi
2. Desa Karang Kemiri
3. Desa Triyoso
4. Desa Sido Mulyo
Lokasi kegiatan pembangunan jaringan pipa gas untuk rumah tangga
di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Kecamatan Belitang disampaikan
pada gambar B.2 berikut ini.
Identitas Pemrakarsa B - 10
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.2. Rencana Jalur Pipa Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga di
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
B.3. Skala/Besaran Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
Besaran rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Jaringan Pipa
Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur,
untuk panjang pipa induk dan distribusi/servis sepanjang 59.854 meter
dengan rincian panjang pipa dapat dilhat pada Tabel B.1. dengan target
rumah terpasang sebanyak ± 3.015 Sambungan Rumah (SR), untuk jumlah
rencana calon pelanggan masing-masing desa dapat pada Tabel B.2. dan
lokasi penempatan PRS, MRS, RS dapat dilihat pada Tabel B.3.
Identitas Pemrakarsa B - 11
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Tabel B.1
Jenis Pipa dan Panjang Jaringan Pipa Gas
Rencana Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga
Jenis Pipa Tekanan Material Lokasi Total Panjang
No Operasi (barg) Pipa (meter)
Carbon Steel (CS) Ø Tie-in point to
1 Pipa DTET > 16 12” PRS 10
2 Pipa DTT 4 – 16 20
3 Pipa DTM 1–4 Carbon Steel (CS) Ø 4” PRS - MRS 6.392
4 Pipa DTR > 0,4 Polyethylene (PE) MRS – RS 53.432
Ø 180 mm RS - SR
Polyethylene (PE)
Ø 63 mm
Jaringan pipa induk menggunakan Pipa Polyethyilene (PE) Ø 180 mm
melalui jalan berikut ini:
1. Jalan Propinsi
2. Jalan Kabupaten
3. Jalan Desa Sidodadi
4. Jalan Desa Karang Kemiri
5. Jalan Desa Triyoso
Identitas Pemrakarsa B - 12
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
6. Jalan Desa Sidomulyo
Sedangkan jaringan pipa distribusi/servis menggunakan pipa Polyethyilene
(PE) Ø 63 mm akan melalui jalan lingkungan.
Sumber gas (tie-in point) akan diambil dari lokasi terdekat yaitu pada future
connection valve FC-01 yang pipa SSWJ 12” rating class 600#.
Penyambungan pipa baru jargas dapat dilakukan dengan memotong end
cap exisiting facilities dan mengganti seluruh future connection konfirgurasi
existing dengan yang baru sesuai dengan gambar isometrik yang terdapat
dalam project ini. Sambungan Tie-in harus sesuai dengan spesifikasi grade
material existing yang mana material pipa yang digunakan adalah API 5L
GR. X-52.
Tabel B.2
Rencana Calon Pelanggan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga
No. Kecamatan Desa/Kelurahan Jumlah Capel
I Belitang 1. Sidodadi 404 SR
2. Karang Kemiri 780 SR
3. Triyoso 452 SR
4. Sido Mulyo 1.379 SR
3.015 SR
Jumlah
Identitas Pemrakarsa B - 13
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Tabel B.3
Lokasi Rencana Penempatan Pressure Regulating Stasion (PRS),
Metering Regulating Stasion (MRS) dan Regulator Sektor (RS)
No. PRS/MRS Lokasi Koordinat Luas Keterangan
/ RS Desa/Kelurahan Tanah
UTARA ROW Latitude : 4.17390562”S Fasilitas
1 PRS/MRS SSWJ PGN KP Longitude : 104.62324666”E 30 M2 Umum Milik
68±680 Pemkab OKUT
2 RS-1 Kantor Desa Latitude : 4o10’5.19” S 10 M2 Fasilitas milik
Karang Kemiri Longitude : 104o37’11.35”E Kantor Desa
3 RS-2 Kantor Desa Latitude : 4o8’43.09”S Fasilitas milik
4 RS-3 10 M2 Kantor Desa
Sidodadi Longitude : 104o38’7.05”E
Fasilitas milik
Kantor Desa Latitude : 4o9’8.58” S 10 M2 Kantor Desa
Sidomulyo Longitude : 104o38’56.13”E
Identitas Pemrakarsa B - 14
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Identitas Pemrakarsa B - 15
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.3. Proses Flow Diagram (PFD) Jaringan Distribusi Gas Bumi
untuk Rumah Tangga di Ogan Komering Ulu Timur
Identitas Pemrakarsa B - 16
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Identitas Pemrakarsa B - 17
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.4. P & ID Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga
di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Desain Laju Alir Gas Pipa jaringan gas bumi dan fasilitasnya mulai dari tie-in
sampai ke kompor pelanggan di desain untuk dapat mengalirkan gas
ke semua pelanggan dengan basis laju alir sebesar 0.1 m3/h berdasarkan
pada Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.0141/10/DMI/2018 tentang
Parameter Dasar Desain Jargas. Setiap pelanggan rumah tangga
menggunakan gas sebesar 0.1 m3/h dengan tekanan 0.02-0.03 barg.
Adapun komposisi gas pada jaringan gas di area Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur dapat dilihat pada Tabel B.4.
Tabel B.4. Komposisi Gas Untuk Jargas Kabupaten OKUT
Komponen % Molekul
Methane (C1) 88.8877
Ethane (C2) 3.8506
Propane (C3) 1.2012
i-butane (iC4) 0.2664
n-butane (nC4) 0.2990
Identitas Pemrakarsa B - 18
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
i-pentane (iC5) 0,1202
n-pentane (nC5) 0,0665
n-hexane 0.1480
n-heptane 0.0000
n-octane 0.0000
n-nonane 0.0000
Hexane & Heaiver (C6+) 0.0000
Carbon dioxide (CO2) 4.7430
H2S 0.0000
Nitrogen (N2) 0.4173
H2O 0.0000
100.0000
Total
Kelas lokasi Sesuai dengan ASME B 31.8 dan SNI 3474, untuk Jargas
dengan penempatan pada lokasi yang padat, maka Kelas Lokasi nya
adalah Kelas 4, dengan demikian, sesuai 300.K/38/M.PE/1997 faktor design
yang digunakan adalah 0,3.
Secara umum jalur pipa induk menggunakan pipa PE Ø 180 mm. Jalur ini
melewati Jalan Provinsi dan Kabupaten sepanjang 6.392 meter, daerah
yang relatif tidak padat, namun sebagian besar memiliki bahu jalan yang
memadai untuk lokasi pemasangan pipa, sehingga pipa direncanakan
dipasang di bagian tepi bahu jalan. Terdapat 78 titik crossing jalan
Kabupaten dan 11 titik crossing sungai kecil. Sedangkan untuk jalur pipa
distribusi, merupakan jalan kabupaten dan jalan lingkungan, dengan lebar
bervariasi dari 1 – 6 m. Peletakan pipa juga bervariasi bisa di bahu jalan, di
tepi badan jalan, maupun di tengah-tengah badan jalan terutama untuk
jalan lingkungan. B - 19
Identitas Pemrakarsa
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
B.4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
B.4.1. Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Pembangunan jaringan distribusi gas untuk rumah tangga merupakan
salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk
diversifikasi energi, pengurangan subsidi, penyediaan energi
bersih dan murah serta program komplementer konversi minyak
tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk percepatan
pengurangan penggunaan minyak bumi. Melalui program ini,
masyarakat diharapkan mendapatkan bahan bakar yang lebih bersih,
aman, dan murah. Program pembangunan jaringan distribusi gas bumi
untuk rumah tangga ini dibangun di kota-kota atau daerah yang dekat
dengan sumber gas bumi dan memiliki jaringan transmisi gas bumi.
Berdasarkan peta lokasi kegiatan terhadap jaringan infrastruktur minyak
dan gas bumi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, masuk dalam
peta energy sehingga dapat diketahui bahwa lokasi kegiatan dekat
dengan pipa transmisi eksisting milik PT PGN. Peta jalur pipa tersebut
berasal dari Peraturan Daerah Kabupaten OKU Timur Nomor 7 Tahun
2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tahun 2021-
2041.
Berdasarkan rencana pola ruang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur tersebut, lokasi rencana kegiatan
pembangunan jaringan pipa gas untuk rumah tangga di Kabupaten
Ogan Komering Ulu Timur didominasi oleh kawasan peruntukan
permukiman, seperti yang dapat terlihat pada gambar B.5 Peta
Lokasi Kegiatan Rencana Pola Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu
Identitas Pemrakarsa B - 20
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan jaringan pipa gas
tersebut telah sesuai dengan peruntukan pola ruang, yang sasarannya
adalah penggunaan domestik (rumah tangga).
Merujuk pada Rekomendasi Izin Pemanfaatan Ruang Program Jaringan
Gas Rumah Tangga di Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur yang diterbitkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur selaku Ketua TKPRD Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur Nomor: 600/ 1121/ BappeldadanLitbang/ 2021 tanggal 02
Desember 2021, lokasi rencana kegiatan Pembangunan Jaringan Gas
Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur. Informasi tata ruang disampaikan pada Lampiran
1.
Identitas Pemrakarsa B - 21
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Identitas Pemrakarsa B - 22
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.5. Peta Sistem Jaringan Energi
B.4.2. Komponen Rencana Kegiatan yang Dapat Menimbulkan Dampak
Komponen rencana kegiatan Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga di Kabupaten OKUT dibagi dalam empat tahapan
kegiatan, yaitu tahap prakonstruksi, konstruksi, dan operasi jadwal
kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel B.5. Jadwal Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Pembangunan Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga
No. Tahapan Kegiatan Rencana Jadwal Kegiatan (Tahun)
2022 2022 - 2047 2048
I. Tahap Pra Konstruksi
1. Sosialisasi Rencana Kegiatan B - 23
2. Perekrutan Tenaga Kerja
II. Tahap Konstruksi
Identitas Pemrakarsa
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
1. Pembangunan jalur pipa dan
infrastruk-turnya
2 Pekerjaan Sistem Sambungan Rumah
Pelanggan
3 Pre-Comissioning
II. Tahap Operasi
1 Pemeliharaan Jalur Pipa
III. Tahap Pasca Operasi
1 Pembersihan pipa (flushing)
2 Penutupan pipa
Catatan : Tahap Pasca Operasi dilakukan apabila cadangan gasnya sudah tidak ada lagi, tetapi
apabila cadangan tersedia maka kegiatan operasi masih akan tetap berlangsung
1) Tahap Prakonstruksi
a. Sosialisasi rencana kegiatan
Kegiatan sosialisasi rencana kegiatan dimaksudkan untuk
menyampaikan informasi tentang rencana kegiatan pembangunan
jaringan pipa gas untuk rumah tangga di Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur kepada masyarakat calon pelanggan. Penyampaian
informasi dilakukan dengan pertemuan secara langsung masyarakat
terdampak atau calon pelanggan (perwakilan) dan tokoh
masyarakat.
Sosialisasi rencana kegiatan yang telah dilakukan salah satunya
dalam rangka persetujuan penempatan regulator sektor di beberapa
wilayah. Dokumentasi sosialisasi penempatan regulator sektor
disampaikan dalam Lampiran 2.
Identitas Pemrakarsa B - 24
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Dalam kegiatan sosialisasi rencana kegiatan berpotensi
menimbulkan dampak keresahan masyarakat. Dampak ini timbul
karena adanya kekhawatiran potensi kebakaran.
b. Perekrutan tenaga kerja
Perekrutan tenaga kerja ini dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan dalam pembangunan jaringan pipa gas bumi.
Perekrutan tenaga kerja disesuaikan dengan kriteria/spesifikasi
kerja yang dibutuhkan, yaitu meliputi tenaga formal dan non formal
(lokal). Tenaga non formal ini dapat diambil dari masyarakat desa
setempat. Perekrutan tenaga kerja dilakukan oleh pihak pelaksana
konstruksi dengan sistem yang telah disepakati bersama.
Kontrak kerja antar pelaksana dan tenaga kerja ini akan berakhir
sejalan dengan berakhirnya pelaksanaan kegiatan konstruksi.
Kebutuhan tenaga kerja diprakirakan 326 orang dengan rincian
terlampir Lampiran 3. Tenaga kerja yang terlibat tersebut akan
diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan perekrutan tenaga kerja yang dimaksudkan untuk
menjaring tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan
konstruksi berdampak positif, yaitu terbukanya kesempatan kerja
bagi masyarakat lokal.
2) Tahap Konstruksi
Konstruksi dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu 8 bulan
untuk kegiatan konstruksi dan 2 bulan sebagai tahapan persiapan.
Identitas Pemrakarsa B - 25
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kegiatan dimulai pada bulan Maret 2022 dan berakhir pada awal
November 2022. Perkiraan jadwal konstruksi pada tabel B.6 berikut
ini.
Tabel B.6. Jadwal Konstruksi
Kegiatan Feb Mar April Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nov
Mobilisasi tenaga kerja
Aktivitas direksi kit atau kantor proyek,
mess karyawan, dan gudang
Mobilisasi Peralatan dan Material
Penyiapan lahan & jalur pipa
Pekerjaan Penggalian
Penjajaran dan Penurunan Pipa
Pelintasan Pipa CS & PE
Penyambungan Pipa
Penimbunan Kembali
Perbaikan Kembali Bekas Galian (Re-
instatement)
Pembersihan Pipa (flushing)
Pekerjaan Pemasangan Pressure Regulator
Station, Metering Regulating Stasion (MRS)
dan Regulator Sektor (RS)
Uji Pneumatik (Pipa PE) dan Uji
Hidrostatik (Pipa CS)
Pemasangan Sambungan Rumah Pelanggan
Pre-Comissioning
a. Aktivitas direksi kit atau kantor proyek, mess karyawan,
dan gudang
Identitas Pemrakarsa B - 26
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Direksi kit memiliki fungsi sebagai tempat kerja bagi kontraktor,
pengawas dan tidak berfungsi sebagai tempat menginap staf maupun
pekerja proyek. Staf maupun pekerja proyek yang berasal dari
luar daerah bertempat tinggal di mess karyawan. Gudang
difungsikan sebagai tempat penyimpanan peralatan maupun
material. Kantor proyek, mess karyawan, dan gudang ini akan
disediakan dengan menyewa tempat yang sudah dilengkapi dengan
fasilitas sanitasi seperti fasilitas MCK dan sumber air bersih
serta pewadahan sampah. Lokasi kantor proyek, mess
karyawan, dan gudang nantinya akan ditentukan lokasinya oleh
kontraktor pelaksana konstruksi.
Kegiatan ini akan menghasilkan sampah dan air limbah domestik.
Perhitungan jumlah timbulan sampah dan air limbah domestik
dapat dilihat pada tabel B.7 sebagai berikut:
Tabel B .7. Perhitungan Sampah dan Air Limbah Domestik
Jumlah Standar Jumlah
No. Uraian Pekerja (m30/,o0r0a2n5g*/hari) (m03,/8h1a5ri)
1. Timbulan sampah 326 orang 16,
13,04
2. Kebutuhan air 326 orang 0,05**
3. Air limbah domestik 326 orang 80% kebutuhan
Keterangan : *) SNI 19-3983- air
1995
**) SNI 03-7065-2005
b. Mobilisasi peralatan dan material
Kegiatan mobilisasi merupakan kegiatan pengangkutan atau
pengiriman alat berat dan material dari luar menuju ke lokasi
Identitas Pemrakarsa B - 27
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
rencana kegiatan. Alat berat yang dibutuhkan dalam pekerjaan
ini diantaranya adalah excavator, cain saw, dozer, mesin auger
boring, mesin horizontal direct drilling (HDD, mesin pemadat tanah
(tamping rammer), dan sebagainya. Sedangkan material yang
dibutuhkan diantaranya adalah pipa PE, pipa casing, flanges, elbow,
gasket, pipe nipple, full coupling, ball valve, material pondasi,
paving block, dan lain sebagainya.
Akses mobilisasi alat berat maupun pengangkut material melalui
jalan arteri di Kecamatan Belitang dan dilanjutkan di akses jalan
lokasi kegiatan yang merupakan daerah permukiman. Kegiatan
mobilisasi ini dapat berdampak terhadap kualitas udara ambien di
akses jalan yang berada pada lokasi rencana kegiatan. Dampak
tersebut disebabkan oleh debu, beban muatan dari alat pengangkut
dan alat berat dapat berdampak pada kondisi jalan sehingga dapat
menimbulkan kerusakan jalan.
c. Penyiapan lahan & jalur pipa
Kegiatan penyiapan lahan ini merupakan pekerjaan pemotongan
pohon ataupun pembersihan tumbuhan lainnya yang berada di
sepanjang rencana jalur pipa yang merupakan lahan untuk
pengerjaan konstruksi dan pemasangan pipa atau fasilitas lainnya.
Pemotongan pohon ataupun pembersihan tumbuhan ini berpotensi
menimbulkan dampak kerusakan taman atau ruang terbuka hijau
(RTH) yang berada di jalur pipa distribusi baik itu RTH privat
maupun RTH publik. Untuk mengetahui apakah ada RTH publik yang
terdampak, perlu dilakukan observasi lapangan lebih lanjut untuk
inventarisasi RTH yang terdampak. Pembersihan lahan
Identitas Pemrakarsa B - 28
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
tersebut menghasilkan sampah berupa potongan pohon maupun
tumbuhan lainnya seperti semak ataupun rumput.
Kegiatan penyiapan lahan melibatkan alat berat diantaranya
adalah excavator dan dozer. Sedangkan peralatan pendukung lainnya
diantaranya adalah cangkul dan penggunting tanaman. Penggunaan
alat berat tersebut dapat menimbulkan dampak penurunan kualitas
udara ambien yang disebabkan oleh emisi alat berat maupun debu.
Pada saat operasional alat berat tersebut juga dapat menimbulkan
gangguan kenyamanan yang diakibatkan oleh debu ataupun
ketidaknyamanan akibat kebisingan serta gangguan lalu lintas
sehingga menimbulkan dampak gangguan aksesibilitas di lokasi
pembersihan. Kebisingan ditimbulkan dari penggunaan alat berat
dan dikhawatirkan dapat mengganggu masyarakat yang bermukim di
sekitar jalur pipa distribusi.
Persiapan Jalur
Persiapan jalur meliputi kegiatan penyiapan rute jalur pipa dan
Pembuatan tanda pengaman untuk konstruksi pipa pada sistem
jaringan pipa distribusi gas, dengan tujuan memberikan pedoman
umum persiapan jalur pipa untuk konstruksi pipa CS & PE pada
sistem jaringan pipa distribusi gas. Kegiatan ini terdiri dari:
Penyiapan Rute Jalur Pipa
Sebelum pelaksanaan konstruksi, harus dilakukan survei mengenai
kelayakan dan kejelasan rute jalur pipa serta pengumpulan data yang
relevan tentang jalur pipa yang akan dibangun pada saat survei awal.
Data-data yang dikumpulkan adaiah sebagai berikut :
Identitas Pemrakarsa B - 29
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Rintangan (obstacle) yang dihadapi dalam pelaksanaan konstruksi
:
Utilitas existing : utilitas PAM, PLN, Telpon dan instalasi bawah
tanah lainnya.
Bangunan semi permanen : warung, kios, taman dan tempat
parkir.
Periksa kondisi dan keadaan jalan di sekitar jalur sebelum
penggalian, catat dan potret hasilnya.
Periksa dan catat keadaaan latu lintas di sekitar rencana jalur pipa
yang dekat dengan perumahan, pasar dll.
Periksa dan catat jalur rencana pipa yang berhubungan langsung
dengan jalan dan juga disesuaikan dengan desain penampang
sungai, agar tidak mengganggu typical sungai. Setelah survei,
harus diberi tanda untuk memudahkan dalam pelaksanaan
konstruksi nantinya.
Pembersihan Jalur Pipa
Pelaksanaan pembersihan jalur pipa harus berada pada jalur yang
telah ditetapkan pada survei konstruksi. Jenis peralatan untuk
pembersihan jalur pipa harus memperhatikan kondisi lapangan dan
jenis pipa yang akan dipasang, pekerjaan persiapan/pembersihan
jalur pipa yang akan melewati jalan-jalan rumah, pintu masuk ke tanah
milik pribadi atau jalur-jalur jalan akses lainnya, harus memberikan
pemberitahuan sebelumnya setidaknya selama 24 jam dan tidak lebih
dari 48 jam tentang penyelesaian proses. Penebangan pohon hanya
dilakukan jika benar-benar diperlukan, dan diusahakan seminimal
mungkin terutama daerah jalur hijau, pohon-pohon tanaman pelindung
tidak boleh ditebang tanpa seizin dari yang berwenang. Jika
Identitas Pemrakarsa B - 30
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
diperlukan pembersihan dan pengerukan pada daerah luas dan
terbuka dapat dilakukan dengan memakal excavator, dozer dan dump
truck.
Pembuatan tanda pengaman
Pembuatan tanda pengaman dan pemasangan rambu Pengamanan
di jalur pemasangan pipa gas wajib dilakukan. Rambu- rambu
dipasang sebelum dan pada jalur pemasangan pipa gas dan
dipastikan rambu-rambu dapat terlihat jelas, hal ini bertujuan untuk
mencegah dampak kecelakaan kerja bagi pekerja konstruksi,
masyarakat sekitar, pengguna jalan dan juga untuk kenyamanan serta
kelancaran lalu lintas.
d. Pekerjaan Penggalian
Pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dilakukan
dengan open cut, manual boring dan Horizontal Directional Drilling
(HDD). Penggalian dimulai dari pipa ukuran terkecil, hal ini
dimaksudkan agar pekerjaan bisa dilakukan secara terus menerus.
Metode Manual boring yaitu dengan menggunakan Pipa PVC,
diujung pipa PVC dilengkapi dengan besi galvanis yang telah
diruncingkan, untuk membantu pekerjaan dibantu air guna
melunakkan tanah yang dirojok dengan ketentuan sebagai berikut :
Pekerjaan Test Pit dilakukan terlebih dahulu untuk melihat utilitas
yang ada pada jalur pemasangan pipa. Penggalian ini dilakukan
secara manual dengan tujuan untuk meminimalisasi atau
menghindari kerusakan utilitas pihak lain (PLN / PDAM/ Telkom,
dll).
Identitas Pemrakarsa B - 31
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pembuatan lubang galian pada saat berlangsungnya pekerjaan
akan dilaksanakan secara bertahap.
Pembuatan lubang galian mulai dari titik awal dengan lebar galian ±
0,5, meter dan panjang 1 meter serta kedalaman 1,5 meter - 2
meter dengan jarak antara lubang galian ± 6 – 10 meter,
selanjutnya dimulai dengan mengisi air ke lubang galian. Setelah
dirasa cukup, pipa yang mempunyai mata pisau dan besi galvanis
mulai ditusukkan ke dinding tujuan pengeboran dengan cara
mendorong-dorong pipa dibantu air, apabila sudah masuk pipa 1
meter disambung kembali dengan pipa tanpa mata pisau terus
menerus sampai menembus lubang galian kedua.
Selama proses pengeboran, diperlukan juga pengecekan pipa
dengan memakai waterpass untuk mendata elevasi tiap pipa
apakah masih dalam elevasi rencana.
Proses pengeboran atau pendorongan selesal bila pipa keluar di
lobang kedua dan seterusnya.
Setelah lobang bor menembus hingga ujung mata bor terlihat pada
lobang kedua, dilakukan penarikan dan selanjutnya dilakukan
pemindahan semua rangkaian peralatan kelobang berikutnya
sampai selesai.
Semua material bekas galian harus dirapihkan dan tidak
dibenarkan ditimbun di badan jalan atau trotoar.
Apabila karena sesuatu dan lain hal terpaksa ada lobang galian
penyambung/pengetesan dimana tidak ada pekerjaan (misalnya
menunggu material, alat-alat bantu, jadwal pemadatan, alat
pengetesan), maka lobang tersebut harus diberi pengaman yang
rapat, serta memadai dan diberi rambu yang jelas.
Identitas Pemrakarsa B - 32
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Batas waktu yang diperkenankan untuk lobang tersebut adalah
maksimal hanya 24 jam. Apabila dalam waktu tersebut kontraktor
tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya, maka lobang tersebut
harus diurug/ditutup.
Apabila setelah diadakan penelitian kualitas di lapangan ternyata
pekerjaan dimaksud tidak memenuhi spesifikasi teknis yang
ditetapkan, maka kontraktor memperbaiki/menyempurnakan
kembali pekerjaan yang dimaksud. Pengawasan lapangan akan
memeriksa lobang galian dan bila tidak memenuhi syarat yang
ditentukan seperti kedalaman, lebar atau kebersihannya kurang,
maka kontraktor wajib memperbaiki galian tersebut.
Kedalaman galian minimum adalah sebagaimana tertera pada
Tabel B.8. dan Tabel B.9. sebagai berikut:
Tabel B.8.
Kedalaman Minimal Galian Pipa PE
No Jenis Pipa Lokasi Kedalaman Metode
Galian
Pipa Induk/Pipa Jalan 110 cm + Manual
1 Distribusi Tekanan Utama/Jalan diameter luar pipa Boring
Menengah Umum
Pipa Induk/Pipa 80 cm + diameter Manual
Jalan
luar pipa Boring
2 Distribusi Tekanan
Lingkungan
Menengah
3 Pipa Servis Lahan Milik 40 cm + diameter
Tekanan Rendah Pelanggan Open Cut
luar pipa
Tabel B.9.
Identitas Pemrakarsa B - 33
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kedalaman Minimal Galian Pipa Baja
No Jenis Pipa Lokasi Kedalaman Galian
Pipa Jalan Utama/Jalan 150 cm +
1 Induk/Jalan Nasional diameter luar pipa
Transmisi
Penggalian tanah menggunakan metoda open cut/manual
boring. Prosedur penggalian disajikan pada Lampiran 4.
Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kadar debu di udara.
Identitas Pemrakarsa B - 34
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.6. Ilustrasi Penggalian Untuk Jaringan Pipa Gas
Gambar B.7 Penempatan Pipa Gas Pada Bahu Jalan Kota
Identitas Pemrakarsa B - 35
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.8. Penempatan Pipa Gas Pada Bahu Jalan Bersama Utilitas Lain
e. Penjajaran dan Penurunan Pipa B - 36
Identitas Pemrakarsa
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Penjajaran pipa dilakukan sebelum pekerjaan
pengelasan/penyambugan dan penurunan. Bila penjajaran dilakukan
sepanjang jalan raya, jalan masuk/keluar rumah atau kantor
diusahakan tetap terbuka.
Penempatan pipa dan aksesorisnya harus dilakukan sepanjang
sisi jalur galian pipa yang sudah disediakan atau disepanjang
galian atau lokasi yang terbuka dan berdekatan dengan jalur galian
pipa.
Setiap pipa harus diletakkan pada permukaan yang datar dan
sedekat mungkin dengan galian, berseberangan dengan material
atau tanah dari hasil penggalian.
Pipa harus dijajarkan sedemikian rupa sehingga mempunyai jarak
overlap sambungan dan akumulasi penumpukan pipa serta
menyediakan akses untuk pergerakan.
Pipa harus diletakkan di atas bantalan yang terbuat dari material
yang tidak merusak pipa atau coating pipa dengan ketinggian
minimum 15 cm dari permukaan tanah.
Ujung pipa dan fitting yang dijajarkan harus diberi penutup pada
setiap ujungnya, untuk menjaga kebersihan bagian dalam pipa
atau fitting.
Hasil pekerjaan penjajaran dan setiap perubahan seperti
perbedaan alignment sheet dengan aktual, harus dicatat didalam
laporan pekerjaan.
Kegiatan penjajaran dan penurunan pipa adalah peletakan pipa yg
sudah siap ditanam dibawah permukaan tanah atau saluran air.
Identitas Pemrakarsa B - 37
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Prosedur penjajaran dan penurunan pipa dapat dilihat pada Lampiran
4.
f. Pelintasan Pipa CS & PE
Pekerjaan pelintasan pipa CS & PE meliputi pelintasan jalan raya,
perlintasan rel kereta api dan badan air (sungai). Pelaksanaan atau
cara melakukan pelintasan dengan jalan raya dan badan air adalah
dengan cara pengeboran manual boring, sedangkan untuk perlintasan
rel kereta api dan sungai besar menggunakan auger boring/HDD.
Perlintasan dengan jalan raya/umum
Perlintasan di bawah jalan raya dengan cara membuat
konstruksi khusus atau dengan cara pengeboran yang harus
dilakukan dengan mechanical auger (horizontal auger boring),
atau alat lain yang disetujui, sehingga lalu lintas tidak
terganggu. Pelaksanaan pengeboran dengan cara manual tidak
diijinkan. Kedalaman pipa di bawah permukaan jalan raya
adalah minimal 1.500 mm terhitung dari permukaan jalan
raya sampai permukaan atas pipa. Ruang kerja untuk pekerjaan ini
harus diperhatikan untuk pemasangan mesin bor dan sebagainya.
Dalam pelaksanaan pengeboran ini, harus digunakan pipa
selubung (casing pipe). Bila dalam pengeboran terjadinya
adanya rongga diantara lubang bor dengan pipa, maka rongga
tersebut harus di isi dengan adukan semen pasir 1:3 dan
disemprotkan ke dalam rongga tersebut, sehingga rongga tersebut
terjamin penuh.
Perlintasan dengan jalan masuk/keluar perumahan atau
gedung
Identitas Pemrakarsa B - 38
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Perlintasan dengan jalan keluar masuk rumah penduduk,
kantor, pabrik, rumah sakit, kompleks perumahan, rumah
ibadat, dan bangunan umum lainnya, dapat dilakukan dengan
sistem open cut. serta menggunakan casing. Kedalaman pipa di
bawah permukaan jalan adalah 1.500 mm (min).
Gambar B.9 Perlintasan Pipa Dengan Jalan Nasional
Perlintasan dengan sungai dan saluran irigasi
Umumnya untuk perlintasan dengan saluran irigasi dengan ditanam
dengan kedalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) meter di bawah
dasar saluran sungai atau irigasi serta menggunakan casing.
Untuk sungai yang dangkal dan sempit, perlintasan dapat
dilakukan dengan sistem open cut, maka harus
menggunakan sinker. Untuk sungai yang lebar/luas, dapat
digunakan sistim horizontal direct boring.
Identitas Pemrakarsa B - 39
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.10 Perlintasan Pipa Dengan Sungai Atau Saluran Irigasi
Apabila banyak terdapat crossing sungai, dapat dipertimbangkan
penggunaaan pipa CS atau pipa Reinforced PE (RPE) agar
perlintasan sungai menggunakan jembatan pipa. Pilihan jembatan
pipa ini karena sungai-sungai yang ada pada jalur utama
mempunyai kedalaman lebih dari 3,5 meter dari permukaan
jalan dengan dasar sungai yang didominasi oleh batu-batu dan
tanah keras. Bila menggunakan pipa CS atau RPE, outlet MRS
dapat dinaikkan sampai ke 7 (tujuh) bar untuk memperkecil
ukuran regulator dan meningkatkan kehandalan sistem.
Identitas Pemrakarsa B - 40
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Perlintasan dengan rawa-rawa
Distribusi pipa induk yang digelar melintasi daerah rawa-rawa wajib
ditanam dengan kedalaman sekurang-kurangnya 1 (satu)
meter dibawah dasar rawa serta dilengkapi dengan sistem
pemberat (sinker) sedemikian rupa, sehingga pipa tidak akan
bergeser maupun terangkat ke atas permukaan rawa.
Perlintasan dengan saluran air terbuka/ tertutup drainase kota
Tanpa seijin dari yang berwenang, tidak diperkenankan melakukan
pengrusakan pada saluran-saluran air pembuangan
perkotaan/ drainase yang ada di sekitar tempat pemasangan
pipa gas. Dalam keadaan terpaksa, dengan tujuan untuk
memudahkan penggalian dan pemasangan pipa gas, aliran air
dapat dipindahkan untuk sementara dengan catatan, bahwa
setelah pemasangan pipa selesai, aliran tersebut dapat
dikembalikan seperti keadaan semula.
Umumnya untuk perlintasan dengan saluran air pembuangan
perkotaan/sewer dengan ditanam dengan kedalaman sekurang-
kurangnya 1.100 mm di bawah dasar saluran serta
menggunakan casing. Sistim yang digunakan adalah sistim open
cut.
Identitas Pemrakarsa B - 41
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.11 Perlintasan Pipa Dengan Saluran Air Terbuka
Gambar B.12 Perlintasan Pipa Dengan Saluran Air Tertutup
g. Penyambungan Pipa
Pekerjaan ini dilakukan oleh operator Pipa PE yang memiliki sertifikat.
Pada beberapa proyek, operator diwajibkan mengikuti Training Ulang
untuk merefresh kemampuan mereka, lalu biasanya sekaligus
dilakukan pula Uji coba penyambungan Pipa (Mock Up).
Penyambungan Pipa Jalur MDPE dilakukan dengan 2 cara. Metode
Butt Fussion untuk penyambungan Pipa ke pipa. Dan metode
Identitas Pemrakarsa B - 42
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Electrofussion untuk penyambungan Fitting, dan aksesories
dilapangan (Stub End, Valve), Sedangkan untuk penyambungan pipa
CS dilakukan dengan pengelasan dan dilakukan oleh welder yang
memiliki sertifikat kualifikasi juru las.
Metode Butt Fusion
Metode Butt Fusion, Direkomendasikan untuk sambungan diameter
≥ 63 mm, sistem penyambungan Heat Fusion/Butt Fusion pada
dasarnya menggunakan prinsip melelehkan permukaan pipa
dengan menggunakan pemanas elektrik dan alat pengontrol
temperatur. Setelah Pemanasan mencapai titik leleh, maka kedua
permukaan pipa ditemukan dan terjadilah penyambungan.
Penyambungan Butt Fusion melibatkan pemanasan secara
bersama di kedua ujung pipa yang akan disambung sampai kondisi
leleh.
Metode Electrofusion
Metode penyambungan Elektrofusion direkomendasikan untuk
penyambungan pada daerah sulit dan perbaikan instalasi/ repairing
diameter 20 mm s/d diameter 400 mm, cara menyambung pipa
MDPE / fitting electro fusion dengan menggunakan mesin
electrofusion. Sambungan pipa MDPE yang menggunakan fitting
electrofusion memiliki kekuatan 2 kali lebih kuat dibandingkan
dengan kekuatan pipanya. Hal ini disebabkan fitting electrofusion
membungkus bagian yang disambung, jadi ketebalan bagian yang
disambung menjadi lebih tebal daripada bagian lainnya. Sistem
penyambungan dengan electro fusion socket yang telah dilengkapi
dengan built-in heating element. Electrical fusion socket
dihubungkan dengan alat peleburan otomatis.
Penyambungan Pipa CS B - 43
Identitas Pemrakarsa
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Untuk pekerjaan penyambungan pipa Carbon Steel (CS) dilakukan
oleh Welder yang berkualifikasi yang memiliki sertifikat. Pada
beberapa proyek, operator diwajibkan mengikuti Training Ulang
untuk merefresh kemampuan mereka, lalu biasanya sekaligus
dilakukan pula Uji coba penyambungan Pipa (Mock Up). Sampel
Penyambungan tersebut dijadikan untuk Spesimen dalam
pengujian sambungan, baik itu pengujian metode Test Tensile
ataupun Test Bending. Penyambungan Pipa CS dilakukan dengan
pengelasan menggunakan mesin las (genset) ,
Gambar B.13. Ilustrasi Penyambungan Pipa
Pengujian Coating Pipa
Pengujian dilakukan sebelum pipa ditanam dalam parit galian.
Untuk mengetahui kerusakan coating pada pipa digunakan alat
spark tester (holiday detector). Alat ini diset pada tegangan
10.000 sampai 12.000 volt. Bila terjadi kerusakan, maka coating
tersebut diperbaiki sampai dinyatakan baik dan pipa siap
ditanam.
Identitas Pemrakarsa B - 44
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Sebelum Pipa diturunkan harus dilakukan pemeriksaan
sambungan pipa dan fitting PE, serta NDT & Field Joint Coating
dan Holiday Test untuk pipa baja telah dilaksanakan dan
dibuktikan dengan laporan yang sudah diterima dan disetujui.
Jenis pipa yang akan digunakan terdiri atas pipa CS (carbon
steel) Ø 4” & Ø 2” dan pipa PE (Polyethylene) Ø63 mm.
Penyambungan pipa menggunakan peralatan mekanis yang
menggunakan energi berasal dari genset. Prosedur
penyambungan dan pemasangan pipa dapat dilihat pada
Lampiran 4. Kegiatan penyambungan dan pemasangan pipa
akan berdampak peningkatan kebisingan.
h. Penimbunan Kembali
Penimbunan kembali galian pipa harus segera dilaksanakan begitu
proses penurunan pipa ke dalam galian selesai dan telah dapat
persetujuan bahwa posisi pipanya sudah sesuai, pipa memiliki
penutup yang disyaratkan serta tidak ada kerusakan pada pipa.
Penimbunan Galian harus dilakukan setelah hasil inspeksi
Penurunan Pipa telah diterima oleh Migas dan as-built survei telah
dilakukan.
Penggunaan alat berat (clamshell bucket, front end loaders dan
backhoes) untuk penimbunan galian harus dilakukan secara hati-
hati agar tidak merusak pipa.
Untuk penimbunan pipa PE, concrete slab dipasang sepanjang pipa
tanpa interval, diletakkan sekitar 25 cm dari atas permukaan
pipa.Concrete slab mempunyai ukuran 20 cm x 40 cm x 5 cm.
Lapisan awal dengan ketebalan penimbunan sebesar 150 mm
diatas pipa harus menggunakan pasir atau material lain yang telah
Identitas Pemrakarsa B - 45
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
bebas dari material keras atau bebatuan dan dipadatkan secara
manual.
Material yang akan digunakan untuk penimbunan galian dapat
diambil dari material yang berasal dari galian jalur pipa dan
lingkungan sekitarnya, dan bukan diambil dari milik seseorang. Jika
diperlukan, material tersebut harus dipilah. Pita penanda (marker
tape) harus dipasang sekitar + 50 cm diatas permukaan pipa
menutup lubang galian secara keseluruhan dan dikembalikan
menyerupai kodisi awal atau aslinya.
Penimbunan galian pipa harus diselesaikan segera mungkin
(maksimum 1x 24 jam) setelah proses penurunan pipa, dan
dipastikan bahwa pipa telah berada pada posisi yang sesuai
didalam galian.
Setiap material sisa pekerjaan penimbunan harus dibersihkan dan
jalur yang telah ditimbun tidak boleh menimbulkan genangan air.
Spesifikasi beton (concrete slab) dan ketentuan penimbunan akhir
dapat merujuk kepada Panduan Gambar Konstruksi.
Gambar B.14. Ilustrasi Penimbunan Kembali
Identitas Pemrakarsa B - 46
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kegiatan penimbunan adalah pengisian kembali galian dengan tanah
atau material lainnya setelah pipa diturunkan ke dalam lahan galian.
Prosedur penimbunan galian dapat dilihat pada Lampiran 4.
i. Perbaikan Kembali Bekas Galian (Re-instatement)
Kegiatan perbaikan kembali bekas galian adalah kegiatan
pengembalian kembali kondisi material di sekitar konstruksi setelah
pemasangan jaringan pipa selesai dikerjakan. Dalam pekerjaan
perbaikan galian ini, kondisi lokasi jaringan pipa harus dikembalikan
pada kondisi awal. Kerusakan yang terjadi akibat aktifitas pengerjaan
pemasangan jalur pipa secepatnya diatasi dan kondisi lahan tempat
jalur pipa dibersihkan. Langkah rehabilitasi yang dilakukan adalah:
Sisa penimbunan galian harus ditempatkan dan disebarkan secara
merata sehingga dapat menutupi lubang galian secara sempurna,
dengan demikian tidak ada ruangan yang tidak terisi. Batuan yang
besar ataupun puing-puing yang berdiameter besar harus dibuang.
Mesin gilas vibrasi dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan atau
peralatan lainnya yang dapat di gunakan untuk pemadatan
permukaan akhir.
Perbaikan secara permanen semua sisi jalan yang digunakan
masyarakat umum atau (jalan raya dan jalan setapak, tepi jalan
dan terusan, dan lain-lain), drainase, kanal serta bangunan-
bangunan lain yang terkena imbas pekerjaan pemasangan pipa
akan dilakukan dan diawasi oleh petugas yang berwenang
(Petugas Dinas PUPR maupun otoritas setempat)
Kontraktor bertanggung jawab terhadap perbaikan kembali semua
sisi jalan.
Identitas Pemrakarsa B - 47
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Setiap material yang tersisa dari penutupan kembali galian harus
dibersihkan
Penggenangan air harus dikurangi seminimal mungkin.
Permukaan tanah bekas galian harus diratakan disepanjang jalur
pipa.
Sampah atau material tanah sisa hasil pengurugan harus
dipindahkan ke lokasi penampungan akhir
Dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan re-instatement ini adalah
penurunan kualitas udara dan gangguan lalu lintas. Prosedur
perbaikan galian dapat dilihat pada Lampiran 4.
Gambar B.15. Ilustrasi Perbaikan Bekas Galian
j. Pembersihan Pipa (flushing)
Kegiatan flushing adalah salah satu tahap yang pasti akan dikerjakan
ketika melakukan kegiatan sebelum commissioning. Pipa yang telah
dipasang tentu saja harus bisa dijamin dari segi kebersihannya.
Identitas Pemrakarsa B - 48
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Cara membersihkan PE adalah memasukan udara dengan compressor
lalu ditahan hingga tekanan 3 bar selanjutnya dilepas sehingga
kotoran dalam pipa ikut keluar dan dilakukan berulang-ulang hingga
dalam pipa sampai bersih. Sedangkan flushing diperuntukkan untuk
fluida cair/gas, misalkan instalasi jargas. Pembersihan Pipa CS
dilakukan dengan cara peluncuran pig. Pig berupa bahan padat yang
dimasukkan kedalam pipa dan ditekan dengan kompresor. Pig akan
keluar di ujung pipa.Pigging pertama menggunakan brush pig dan poly
pig, ditujukan untuk membersihkan kotoran padat di dalam pipa.
k. Pekerjaan Pemasangan Metering Regulating Stasion (MRS) dan
Stasiun Sektor (RS)
Pekerjaan pembuatan pondasi dan pemasangan MRS dan RS adalah
salah satu kesatauan dengan pemasangan pipa dimana akan
berfungsi dengan baik bila pekerjaan pemasangan keduanya dilakukan
sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Penyedia jasa bertanggung
jawab penuh atas pekerjaan pembuatan pondasi dan pemasangan
MRS dan RS mulai dari pengangkutan ke lokasi Pekerjaan yang telah
ditentukan sampai dengan tahapan Pre- Commissioning.
l. Uji Pneumatik (Pipa PE) dan Hidrostatik (Pipa CS)
Setelah jalur pipa selesai dipasang, maka dilakukan pengujian jalur
pipa Pneumatik (Pipa PE) dan Hidrostatik (Pipa CS) untuk mengetahui
adanya kebocoran. Uji jalur pipa yang dilakukan yaitu:
Uji Hidrostatik
Pada tahap akhir dilakukan uji hydrostatic. Uji hidrostatic dilakukan
untuk mengetahui kemungkinan kebocoran dan ketahanan tekanan.
Uji hydrodtatic dilakukan pada pipa Carbon Steel (CS) sepanjang
Identitas Pemrakarsa B - 49
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
30 m. Prinsip uji ini adalah pengamatan perbedaan tekanan pipa di
sepanjang ruas pipa yang diuji. Jika terdapat perbedaan tekanan
pipa, maka dalam ruas tersebut terdapat kebocoran. Uji ini
dilakukan dengan menggunakan air. Air dialirkan dan ditekan
dengan pompa sampai pada tekanan 6 Bar dan tahan selama 24
jam. Volume air yang dimasukkan sesuai dengan volume ruas pipa
yang diuji yaitu ± 7,74 m2. Air yang digunakan adalah air bersih
yang tidak korosif. Sumber air berasal dari mobil tangki yang
didatangkan ke area pengujian atau dari sumber mata air bersih
disekitar lokasi. Dalam pengujian ini tidak digunakan bahan kimia
atau bahan tambahan yang lain.
Uji Pneumatik
Uji pneumatic dilakukan untuk menguji adanya kebocoran pada
pipa PE. Metode pelaksanaan uji pneumatic dilakukan dengan
menggunakan udara yang bersih, dimana setelah udara
dimasukkan, pada titik tertentu tekanan pipa dipantau selama
beberapa saat untuk melihat kestabilan tekanan di setiap titik
pengamatan. Penekanan dilakukan selama 24 jam.
m. Pemasangan Sambungan Rumah Tangga
Kegiatan ini berupa pemasangan tipping sadle dan pipa servis dari pipa
distribusi menunju gas meter ke rumah tangga. Gas Meter adalah alat
ukur yang digunakan untuk mengukur secara akurat volume gas
bumi/natural gas yang digunakan untuk keperluan rumah tangga/domestic.
Prosedur kegiatan Instalasi Meter Gas Rumah Tangga dapat dilihat pada
Lampiran 4.
n. Pre-Comissioning B - 50
Identitas Pemrakarsa