Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pre-Comissioning merupakan kegiatan inspeksi kelayakan dan
pengujian fungsional pipa dan fasilitas penunjang dalam keadaan tidak
beroperasi untuk memastikan bahwa semua pekerjaan telah selesai
dilakukan sebelum pengujian Comissioning. Prosedur Pre-Comissioning
dapat dilihat pada Lampiran 4.
3) Tahap Operasi
Setelah selesai tahap konstruksi, segera dilaksanakan tahap operasi.
Peralihan antara tahap konstruksi dengan tahap operasi terjadi saat aliran
gas dimasukkan ke dalam jaringan sistem perpipaan. Langkah ini disebut
gas in, dilakukan dengan mengalirkan gas dibawah tekanan operasinya,
sampai nitrogen yang telah diisikan ke dalam jaringan pipa terdorong keluar
semua. Jika konsentrasi gas alam ini telah mencapai lebih dari 95%, maka
operasi penuh siap dilaksanakan. Beberapa tahapan kegiatan pada tahap
operasional diantaranya.
a. Penerimaan Tenaga Kerja Operasi
Pada tahap operasi dibutuhkan sejumlah tenaga kerja. Pada prinsipnya
setiap penerimaan tenaga kerja akan mengutamakan ketersediaan
tenaga lokal sepanjang kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
terpenuhi. Adapun perkiraan kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja
operasi dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel B.10. Kebutuhan Tenaga Kerja Operasi
No. Kualifikasi Jabatan Jumlah
1. Ilmu Tehnik, Migas (S1) Kepala Operasi 1
Identitas Pemrakarsa B - 51
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
No. Kualifikasi Jabatan Jumlah
2. Ilmu Teknik, Migas (D3) Operator 4
3. Ilmu Tehnik (S1) Div. Pengamanan 2
4. Ilmu Ekonomi (D3) Administrasi 2
5. Ilmu Tehnik, Informatika (D3) Div. Pemeliharaan ROW 4
6. Ilmu Tehnik, MIPA, Kesehatan Div. Kesehatan, Keselamatan 3
Masyarakat, Hukum, Sosial Kerja dan Lindung Lingkungan
(S1)
7. disesuaikan kebutuhan Tenaga Teknis 20
(Kontraktor)
Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja 36
Sumber : Ditjen Migas Kementerian ESDM, 2021
b. Pendistribusian dan Pengaliran Gas
Pengoperasian adalah menjalankan sistem jaringan dan fasilitas
sesuai dengan yang direncanakan yaitu untuk menyalurkan gas mulai
titik serah terima (awal) sampai stasiun pengatur tekanan (akhir).
Pendistribusian gas bumi untuk rumah tangga dilakukan dengan
menggunakan sarana transportasi pipa tekanan rendah sampai sedang
(0,1 - 4 bar), dimana dalam suatu wilayah jalur pipa distribusi gas bumi,
pipa-pipa distribusi tersebut terhubung satu sama lain membentuk suatu
jalur jejaring pipa (network). Titik pasokan gas ke jalur pipa distribusi
dikenal dengan istilah stasiun penerima yang berada dekat dengan
sumber pasokan, misalnya berdekatan dengan pipa transmisi atau
lapangan produksi.
Identitas Pemrakarsa B - 52
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pada kondisi normal, jaringan pipa distribusi dioperasikan pada tekanan
yang sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan. Alat pengatur tekanan
pada distribusi tekanan rendah adalah Metering Skid, sedangkan untuk
menurunkan tekanan pada meter konsumen rumah tangga
menggunakan service regulator. Tekanan Operasi Boleh Maksimum
(TOBM) harus lebih kecil dari :
Tekanan desain elemen terlemah dan sistem jaringan pipa.
Tekanan yang diperoleh dengan jalan membagi tekanan tes sistem
jaringan pipa sesudah konstruksi dengan faktor yang sesuai pada
kelas lokasi yang dilibatkan.
Tekanan aman maksimum yang dialami oleh sistem jaringan pipa
yang didasarkan pada sejarah pengoperasian dan pemeliharaan.
c. Pencegahan dan Penanganan Keadaan Darurat Saat Gas
Dioperasikan
Dalam hal ini yang dimaksud dengan keadaan darurat adalah suatu
kejadian kebakaran, peledakan dan/atau kebocoran bahan gas dalam
skala besar yang menimbulkan kerusakan dahsyat di daerah sekitar
tempat kejadian dan dapat mengancam keselamatan jiwa karyawan
serta masyarakat di sekitarnya.
Penerapan sistem penanganan keadaan darurat pada jalur pipa
terintegrasi dengan penerapan keadaan darurat yang mengacu pada
prosedur tertulis, yaitu:
Prosedur kecelakaan dan kegagalan operasi;
Prosedur organisasi keadaan darurat;
Prosedur rencana tanggap darurat.
Perbaikan sambungan rumah, memaksimalkan tim ECC
Identitas Pemrakarsa B - 53
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
(Emergency Central Control) yang tugasnya memantau seluruh
jaraingan pipa. Ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kebocoran
atau kerusakan sambungan pelanggan. Ada juga SOP dari Ditjet
Migas tentang penanggulangan keadaan darurat.
Perbaikan pipa bocor dengan melalukan prosedur Operasi stasiun
“takeoff” pada prinsipnya untuk memonitor seluruh proses utama.
Jika terjadi peledakan dan/atau kebocoran bahan gas, akan
melakukan proses penutupan kebocoran dan/atau pemberian
kompensasi sesuai SOP yang berlaku.
Penanggulangan bahaya jika terjadi kebocoran, tanggap darurat saat
gas dioperasikan, penanganan gas liar dan pedoman pengoperasian
pipanisasi dalam perubahan tekanan, inspeksi berkala dalam keadaan
normal, pemeriksaan ketebalan pipa secara periodik sudah mencakup
pedoman dan merupakan suatu kesatuan SOP operasi distribusi gas.
a. Pencegahan kerusakan jaringan
Bila konstruksi dan prosedur pemliharaan selalu dipatuhi, maka
yang paling mungkin menjadi penyebab kemacetan pasokan gas
adalah kerusakan karena sebab-sebab luar. Oleh karena itu
tindakan pencegahan perlu diupayakan dari kemungkingan
kerusakan, diantaranya:
Inspeksi saluran pipa secara teratur
Pemberitahuan resmi dan prosedur komunikasi dengan instansi-
instansi lain mengenai tempat dan gardu pipa gas.
Pemasangan papan nama atau keterangan-keterangan lain
yang perlu diketahui masyarakat umum ditempat-tempat
strategis.
Letak susunan kran dan block valve sebagai katup pengaman
Identitas Pemrakarsa B - 54
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
selalu dalam keadaan aman saat patroli keliling.
b. Survei Kebocoran Gas
Urutan kegiatan yang wajib dilakukan untuk menanggulangi
kebocoran gas antara lain :
Mengamankan manusia di sekitar lokasi kebocoran
Mencari penyebab kebocoran dan memperbaikinya.
Mengamankan harta benda dari kerusakan.
Memeriksa perbaikan tersebut.
Pengaturan dan pemeriksaan MR/S secara berkala
Penutupan valve. Pengaturan, pemeriksaan MRS dan pengaturan
valve dilakukan dalam sistem zona.
c. Kesiagaan waktu untuk menangani gas bocor
Gas yang bocor dari pipa yang tertanam biasanya mencari alur
yang mudah untuk lepas ke udara bebas. Bila pipa gas tertutup
oleh permukaan keras dan padat (jalan atau trotoar), maka gas
bocor dapat
terlepas ke udara melalui parit/got, pipa dan jalur kabel tanam.
Bila memungkinkan, buangan gas liar ini diperkecil selama
pekerjaan berlangsung. Beberapa tindakan yang dilakukan:
Menutup dan mematikan semua kemungkinan sumber api, agar
tidak menimbulkan kebakaran.
Jika terpaksa harus memotong pipa logam, maka pipa yang
dipotong harus dibalut atau mengisolasi CP impressed current
system untuk mencegah penjalaran.
Pemasangan papan peringatan di sekitar lokasi kebocoran.
Memperkecil timbulan listrik statis dan percikan api dari alat
kerja penanggulangan. B - 55
Identitas Pemrakarsa
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
d. Pencegahan Kebakaran Untuk mengantisipasi, mencegah dan
meminimalisir bahaya kebakaran yang mungkin bisa timbul di
areal pipa gas maupun stasiun pengatur tekanan gas. Operator
menyiagakan diri dan memiliki fasilitas untuk penanggulangan
terjadinya kebakaran tersebut dengan peralatan yang meliputi
racun api, hidrant, dan selang air serta rambu-rambu anti
kebakaran di areal stasiun pengatur tekanan gas, sedangkan pada
jalur pipa akan dipasang rambu-rambu peringatan pada tiap-tiap
100-500 m untuk memberitaukan kepada masyarakat sekitar
bahwa di areal tersebut terdapat pipa gas bertekanan tinggi.
e. Pemeliharaan
Pemeliharaan pipa ditujukan agar bahan konstruksi pipa tetap
aman dipakai sampai dengan batas umur pakainya. Perawatan
khusus akan dilakukan secara intensif jika terjadi keadaan yang
luar biasa seperti gempa bumi.
Kegiatan pemeliharaan meliputi :
Kontrol Korosi
Pemeliharaan kontrol korosi internal dapat dilakukan
dengan inhibitor dan/atau intelligent pig untuk pendeteksian
korosi dalam pipa.
Pemeriksaan korosi atmosferik (eksternal pipa) yakni
memeriksa dan memastikan permukaan luar semua
jaringan dan fasilitas pipa gas yang berada diatas
permukaan tanah yang dilakukan secara visual untuk
mengetahui kondisi cat apakah ada kerusakan, retak,
pengelupasan dan korosi.
Inspeksi Jaringan Pipa
Pemeriksaan dan pemantauan terhadap kondisi di atas jalur
Identitas Pemrakarsa B - 56
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
pipa dan fasilitas pendukungnya meliputi: Kondisi jalur pipa,
perubahan lingkungan di sekitas jalur pipa, tingkat kepadatan
bangunan di sekitarnya, tingkat kepadatan lalu lintas di jalur
perlintasan pipa, aktifitas pihak ketiga di sepanjang jalur pipa.
Pemeriksaan dan pengetesan terhadap jaringan pipa dan
fasilitas pendukung yang berada di atas tanah (jembatan)
meliputi kondisi coating (cat) pipa, kondisi support pipa,
kondisi pagar pengaman jembatan pipa, kondisi fisik dan
coating (cat) jembatan pipa, dan ketebalan pipa.
Pengukuran terhadap sistem proteksi pipa secara sampling.
Pemeriksaan kondisi dan fungsi kerangan meliputi : kondisi
fisik bak kerangan, kondisi fisik kerangan, kondisi coating
kerangan, fungsi kerja kerangan.
Patroli Jaringan
Patroli jaringan dilakukan pada area sepanjang jalur pipa
untuk mengamati adanya aktifitas konstruksi, erosi, pipa yang
terekspos, kebocoran serta faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi keselamatan pengoperasian pipa. Patroli dapat
dilakukan bersamaan dengan kegiatan yang lain yang
berkaitan seperti pemberian tanda pada jalur pipa, survei
kebocoran, monitoring (pencatatan) dan kegiatan lainnya.
4) Tahap Pasca Operasi
Pada tahap pasca operasi kegiatan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk
Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur tahap
pelaksanaan kegiatan yang dapat menimbulkan dampak terhadap
lingkungan adalah pembersihan pipa (flushing) dan penutupan pipa.
Pembersihan pipa (flushing) dilakukan untuk memastikan gas yang
Identitas Pemrakarsa B - 57
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
terdapat dalam pipa benar-benar hilang dan diisi dengan gas nitrogen.
Setelah itu dilakukan penutupan pipa (plug) sehingga tidak berpotensi
menimbulkan kebakaran ataupun ledakan. Berdampak pada persepsi
masyarakat, dimana adanya sosialisasi tentang pembersihan pipa
(flushing) dan penutupan pipa pada masyarakat secara berkala sehingga
masyarakat tidak khawatir.
Identitas Pemrakarsa B - 58
KATA PENGANTAR
Sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2001 yang mengamanatkan
penyelenggaraan kegiatan usaha minyak dan gas bumi harus menjamin efisiensi
dan efektifitas tersedianya minyak dan gas bumi, baik sebagai sumber energi
maupun sebagai bahan baku untuk kebutuhan dalam negeri serta Peraturan
Presiden RI Nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional agar
diambil langkah-langkah penggunaan energi alternatif sebagai substitusi BBM
dalam rangka mengurangi subsidi BBM khsususnya minyak tanah yang
digunakan oleh sektor rumah tangga.
Rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Jaringan Distribusi Gas
Bumi Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Kemering Ulu Timur
diprakirakan akan menimbulkan dampak lingkungan, sehingga dalam
pelaksanaannya perlu dilengkapi dengan suatu dokumen sebagai instrumen
pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup sebagaimana
diatur pada Pasal 34 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pembangunan jaringan distribusi gas bumi ini akan menggunakan
pipanisasi. Agar pembangunannya berwawasan lingkungan, maka kegiatan ini
harus dilengkapi dengan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan
Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang dalam penyusunannya mengacu
kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 4 Tahun
2021 tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib Memiliki Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Hidup atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelola. Output dari kegiatan ini
berupa dokumen UKL UPL dan sampai dikeluarkannya pengesahan dan
pengajuan izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Republik Indonesia.
Terima kasih kami sampaikan kepada pihak yang telah membantu dalam
penyusunan dokumen UKL-UPL ini.
Jakarta, 15 Desember 2021
Direktur Perencanaan dan Pembangunan
Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi
Noor Arifin Muhammad
NIP 19680930 199503 1001
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL .................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ iv
A. PENDAHULUAN ............................................................................................... I-1
A.1. Identitas Pemrakarsa............................................................................... I-1
A.2. Identitas Penyusun Dokumen UKL-UPL .................................................. I-2
B. RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN ...................................................... II-1
B.1. Nama Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan .............................................. II-1
B.2. Lokasi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan ............................................. II-1
B.3. Skala/Besaran Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan................................. II-3
B.4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan ................... II-9
B.4.1 Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)........... II-9
B.4.2 Komponen Rencana Kegiatan yang dapat Menimbulkan Dampak... II-12
C. DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN SERTA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ........ III-1
D. JUMLAH DAN JENIS IZIN PERLINDUNGAN DAN PENGELOHAN
LINGKUNGAN HIDUP YANG DIBUTUHKAN .................................................... IV-1
ii
DAFTAR TABEL
TABEL B.1.JENIS PIPA DAN PANJANG JARINGAN PIPA GAS RENCANA
PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI UNTUK RUMAH
TANGGA ..................................................................................... II-4
TABEL B.2. RENCANA CALON PELANGGAN JARINGAN GAS BUMI UNTUK
RUMAH TANGGA ...................................................................... II-5
TABEL B.3. LOKASI RENCANA PENEMPATAN PRS, MRS DAN RS............ II-5
TABEL B.4. KOMPOSISI GAS UNTUK JARGAS KABUPATEN OKU TIMUR. II-8
TABEL B.5. JADWAL RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI RUMAH TANGGA ...... II-12
TABEL B.6. JADWAL KONSTRUKSI .............................................................. II-14
TABEL B.7. PERHITUNGAN SAMPAH DAN AIR LIMBAH DOMESTIK........... II-15
TABEL B.8. KEDALAMAN MINIMAL GALIAN PIPA PE................................... II-20
TABEL B.9. KEDALAMAN MINIMAL GALIAN PIPA BAJA............................... II-20
TABEL B.10 KEBUTUHAN TEAGA KERJA OPERASI .................................... II-34
TABEL C.1 RINGKASAN MATRIKS UKP UPL KEGIATAN PEMBANGUNAN
JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH TANGGA
DI KABUPATEN OKU TIMUR...................................................... III-1
TABEL D.1 JENIS IZIN PERLINDUNGAN DAN PENGOLAHAN
LINGKUNGAN HIDUP ................................................................ IV-1
iii
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR B.1 PETA ADMINISTRASI KABUPATEN OKU TIMUR.................... II-1
GAMBAR B.2 RENCANA JALUR PIPA JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI
UNTUK RUMAH TANGGA DI KABUPATEN OKU TIMUR ........ II-3
GAMBAR B.3 PFD JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH
TANGGA DI KABUPATEN OKU TIMUR..................................... II-6
GAMBAR B.4 P&ID JARINGAN DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH
TANGGA DI KABUPATEN OKU TIMUR ................................... II-7
GAMBAR B.5 PETA SISTEM JARINGAN ENERGI......................................... II-11
GAMBAR B.6 ILUSTRASI PENGGALIAN UNTUK JARINGAN PIPA GAS....... II-21
GAMBAR B2.7 PENEMPATAN PIPA GAS PADA BAHU JALAN KOTA .......... II-21
GAMBAR B.8 PENEMPATAN PIPA GAS PADA BAHU JALAN BERSAMA
UTILITAS LAIN .......................................................................... II-22
GAMBAR B.9 PERLINTASAN PIPA DENGAN JALAN NASIONAL.................. II-24
GAMBAR B.10 PERLINTASAN PIPA DENGAN SUNGAI ATAU SALURAN
IRIGASI.................................................................................. II-25
GAMBAR B.11 PERLINTASAN PIPA DENGAN SALURAN AIR TERBUKA ... II-26
GAMBAR B.12 PERLINTASAN PIPA DENGAN SALURAN AIR TERTUTUP . II-26
GAMBAR B.13 ILUSTRASI PENYAMBUNGAN PIPA .................................... II-28
GAMBAR B.14 ILUSTRASI PENIMBUNAN KEMBALI .................................... II-30
GAMBAR B.15 ILUSTRASI PERBAIKAN BEKAS GALIAN ............................. II-31
GAMBAR 3.1 PETA UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP.............. III-29
GAMBAR 3.2 PETA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN .......................... III-30
iv
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 : IZIN PEMANFAATAN TATA RUANG WILAYAN
JARINGAN GAS RUMAH TANGGA DI KABUPATEN
LAMPIRAN 2 OKU TIMUR
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4 : DOKUMENTASI SOSIALISASI PENEMPATAN
REGULATOR SECTOR
: KEBUTUHAN TENAGA KERJA
: STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN
SPESIFIKASI KONSTRUKSI
v
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
A. IDENTITAS PEMPRAKARSA
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan Dan PengeloIaan Lingkungan Hidup, Lampiran
III, bahwa isi UKL-UPL dari Rencana Kegiatan Pembangunan Jaringan Gas
Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi
Sumatera Selatan, diuraikan sebagai berikut:
A.1. IDENTITAS PEMRAKARSA
Nama Pemrakarsa : Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi,
Kementerian Energi dan Sumber Daya
Jenis Kegiatan Mineral Republik Indonesia
Penanggung Jawab : Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rencana Kegiatan Rumah Tangga di Kabupaten Ogan
NIP Komering Ulu Timur
NIK
Jabatan : Noor Arifin Muhammad
Alamat Kantor : 19680930 199503 1 001
: 3275053009680019
Telp/Fax : Direktur Perencanaan dan Pembangunan
Lokasi Kegiatan
Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi
: Gedung Ibnu Sutowo, Jalan H.R. Rasuna
Said Kav. B-5 Jakarta Selatan 12910
: 021-5268910 / 021-5269114
: Desa Sidodadi, Desa Karang Kemiri, Desa
Triyoso dan Desa Sido Mulyo di Kecamatan
Belitang Kabupaten OKU Timur Provinsi
Sumatera Selatan.
Identitas Pemrakarsa A-1
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
A.2. IDENTITAS PENYUSUN DOKUMEN UKL - UPL
Nama Perusahaan : CV. Kreasi Indah Mandiri
Alamat : Jl. Purnawirawan 7 No. 9A Gunung Terang
Telp/Fax Kecamatan Langkapura - Bandar Lampung
Penanggung Jawab : 0813 6943 9543
Tim Penyusun : Rusdahlia Sari, S.S
: 1. Adi Guna Irawan, ST (Team Leader, Ahli
Teknik Lingkungan-Muda No.Reg.
1.5.501.3.076.05.1941463)
2. Kurnato (Ahli Teknik Plumbing dan
Pompa Mekanik No,Reg.
1.3.303.2.142.31.1110187)
3. Liona Dwi Sarisa, S.T (Surveyor)
4. Rani Putri Desniwati, S.T (Surveyor)
5. Feni Adhitia, S.Kom (Administrator)
6. Zulfia Hidayani, S.Pd (Operator
Komputer)
Identitas Pemrakarsa A-2
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
B. RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN
B.1. Nama Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
Nama rencana usaha dan/atau kegiatan yang diprakarsai oleh Direktorat
Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral Republik Indonesia adalah Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Propinsi Sumatera
Selatan. Pembangunan jaringan pipa gas bumi meliputi pemasangan
pipa induk, pipa servis, Sambungan Kompor (SK), Sambungan Rumah
(SR), Regulator Sektor (RS), Metering Regulating Station (MRS) dan
Pressure Regulating Station (PRS).
B.2. Lokasi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan Pengembangan Pembangunan
Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu
Timur berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Belitang. Berikut
disajikan pada gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten OKU Timur.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-1
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.1. Peta Administrasi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur B-2
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur secara geografis
termasuk wilayah non-pantai. Secara umum, keadaan topografi Kecamatan
Belitang berupa tanah datar dan berombak dengan ketinggian setiap Desa
kurang dari 500 m dari permukaan laut. Kecamatan Belitang memiliki jumlah
desa sebanyak 24 Desa, dengan luas wilayah sebesar 354,50 Km2. Desa
Sidomulyo merupakan Desa paling luas di Kecamatan Belitang dengan luas
wilayah sebesar 31,52 Km2 atau 9% dari Luas Kecamatan Belitang.
Sedangkan Desa dengan luas wilayah paling kecil di Belitang adalah Desa
Serbaguna yaitu seluas 2,49 Km2 atau kurang dari 1% luas Kecamatan
Belitang. Adapun batas-batas administrasi Kecamatan Belitang adalah
sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Belitang Madang Raya
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Buay Madang Timur
dan Kecamatan Belitang Jaya
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kecamatan Belitang III
dan Kecamatan Belitang Jaya.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Buay Madang Timur.
Sedangkan untuk Desa yang menjadi penerima manfaat dari Pembangunan
Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kecamatan Belitang, yaitu:
1. Desa Sidodadi
2. Desa Karang Kemiri
3. Desa Triyoso
4. Desa Sido Mulyo
Lokasi kegiatan pembangunan jaringan pipa gas untuk rumah tangga
di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Kecamatan Belitang disampaikan
pada gambar B.2 berikut ini.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-3
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.2. Peta Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga di Kecamatan Belitang Kab Ogan Komering Ulu Timur
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-4
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
B.3. Skala/Besaran Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
Besaran rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Jaringan Pipa
Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur,
untuk panjang pipa induk dan distribusi/servis sepanjang 59.854 meter
dengan rincian panjang pipa dapat dilhat pada Tabel B.1. dengan target
rumah terpasang sebanyak ± 3.015 Sambungan Rumah (SR), untuk jumlah
rencana calon pelanggan masing-masing desa dapat pada Tabel B.2. dan
lokasi penempatan PRS, MRS, RS dapat dilihat pada Tabel B.3.
Tabel B.1
Jenis Pipa dan Panjang Jaringan Pipa Gas
Rencana Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga
No Jenis Pipa Tekanan Material Lokasi Total Panjang
1 Pipa DTET Operasi (barg) Pipa (meter)
2 Pipa DTT
3 Pipa DTM > 16 Carbon Steel (CS) Ø 12” Tie-in point to PRS 10
4 Pipa DTR 4 – 16
1–4 Carbon Steel (CS) Ø 4” PRS - MRS 20
> 0,4 6.392
Polyethylene (PE) MRS – RS 53.432
Ø 180 mm RS - SR
Polyethylene (PE)
Ø 63 mm
Jaringan pipa induk menggunakan Pipa Polyethyilene (PE) Ø 180 mm
melalui jalan berikut ini:
1. Jalan Propinsi
2. Jalan Kabupaten
3. Jalan Desa Sidodadi
4. Jalan Desa Karang Kemiri
5. Jalan Desa Triyoso
6. Jalan Desa Sidomulyo
Sedangkan jaringan pipa distribusi/servis menggunakan pipa Polyethyilene
(PE) Ø 63 mm akan melalui jalan lingkungan.
Sumber gas (tie-in point) akan diambil dari lokasi terdekat yaitu pada future
connection valve FC-01 yang pipa SSWJ 12” rating class 600#.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-5
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Penyambungan pipa baru jargas dapat dilakukan dengan memotong end cap
exisiting facilities dan mengganti seluruh future connection konfirgurasi
existing dengan yang baru sesuai dengan gambar isometrik yang terdapat
dalam project ini. Sambungan Tie-in harus sesuai dengan spesifikasi grade
material existing yang mana material pipa yang digunakan adalah API 5L
GR. X-52.
Tabel B.2
Rencana Calon Pelanggan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga
No. Kecamatan Desa/Kelurahan Jumlah Capel
I Belitang 1. Sidodadi 404 SR
2. Karang Kemiri 780 SR
3. Triyoso 452 SR
4. Sido Mulyo 1.379 SR
3.015 SR
Jumlah
Tabel B.3
Lokasi Rencana Penempatan Pressure Regulating Stasion (PRS),
Metering Regulating Stasion (MRS) dan Regulator Sektor (RS)
No. PRS/MRS Lokasi Koordinat Luas Keterangan
/ RS Desa/Kelurahan Tanah
UTARA ROW Latitude : 4.17390562”S Fasilitas
1 PRS/MRS SSWJ PGN KP 30 M2 Umum Milik
Longitude : 104.62324666”E
68±680 Pemkab OKUT
2 RS-1 Kantor Desa Latitude : 4o10’5.19” S 10 M2 Fasilitas milik
Karang Kemiri Longitude : 104o37’11.35”E Kantor Desa
3 RS-2 Kantor Desa Latitude : 4o8’43.09”S 10 M2 Fasilitas milik
Sidodadi Longitude : 104o38’7.05”E Kantor Desa
4 RS-3 Kantor Desa Latitude : 4o9’8.58” S 10 M2 Fasilitas milik
Sidomulyo Longitude : 104o38’56.13”E Kantor Desa
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-6
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.3. Proses Flow Diagram (PFD) Jaringan Distribusi Gas Bumi
untuk Rumah Tangga di Ogan Komering Ulu Timur
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-7
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.4. P & ID Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga
di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-8
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Desain Laju Alir Gas Pipa jaringan gas bumi dan fasilitasnya mulai dari tie-in
sampai ke kompor pelanggan di desain untuk dapat mengalirkan gas
ke semua pelanggan dengan basis laju alir sebesar 0.1 m3/h berdasarkan
pada Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.0141/10/DMI/2018 tentang
Parameter Dasar Desain Jargas. Setiap pelanggan rumah tangga
menggunakan gas sebesar 0.1 m3/h dengan tekanan 0.02-0.03 barg.
Adapun komposisi gas pada jaringan gas di area Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur dapat dilihat pada Tabel B.4.
Tabel B.4. Komposisi Gas Untuk Jargas Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Komponen % Molekul
Methane (C1) 88.8877
Ethane (C2) 3.8506
Propane (C3) 1.2012
i-butane (iC4) 0.2664
n-butane (nC4) 0.2990
i-pentane (iC5) 0,1202
n-pentane (nC5) 0,0665
n-hexane 0.1480
n-heptane 0.0000
n-octane 0.0000
n-nonane 0.0000
Hexane & Heaiver (C6+) 0.0000
Carbon dioxide (CO2) 4.7430
H2S 0.0000
Nitrogen (N2) 0.4173
H2O 0.0000
100.0000
Total
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B-9
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kelas lokasi Sesuai dengan ASME B 31.8 dan SNI 3474, untuk Jargas
dengan penempatan pada lokasi yang padat, maka Kelas Lokasi nya adalah
Kelas 4, dengan demikian, sesuai 300.K/38/M.PE/1997 faktor design yang
digunakan adalah 0,3.
Secara umum jalur pipa induk menggunakan pipa PE Ø 180 mm. Jalur ini
melewati Jalan Provinsi dan Kabupaten sepanjang 6.392 meter, daerah yang
relatif tidak padat, namun sebagian besar memiliki bahu jalan yang memadai
untuk lokasi pemasangan pipa, sehingga pipa direncanakan dipasang di
bagian tepi bahu jalan. Terdapat 78 titik crossing jalan Kabupaten dan 11 titik
crossing sungai kecil. Sedangkan untuk jalur pipa distribusi, merupakan jalan
kabupaten dan jalan lingkungan, dengan lebar bervariasi dari 1 – 6 m.
Peletakan pipa juga bervariasi bisa di bahu jalan, di tepi badan jalan, maupun
di tengah-tengah badan jalan terutama untuk jalan lingkungan.
B.4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan
B.4.1. Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Pembangunan jaringan distribusi gas untuk rumah tangga merupakan
salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk
diversifikasi energi, pengurangan subsidi, penyediaan energi
bersih dan murah serta program komplementer konversi minyak
tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk percepatan
pengurangan penggunaan minyak bumi. Melalui program ini, masyarakat
diharapkan mendapatkan bahan bakar yang lebih bersih, aman, dan
murah. Program pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah
tangga ini dibangun di kota-kota atau daerah yang dekat dengan
sumber gas bumi dan memiliki jaringan transmisi gas bumi.
Berdasarkan peta lokasi kegiatan terhadap jaringan infrastruktur minyak
dan gas bumi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, masuk dalam peta
energy sehingga dapat diketahui bahwa lokasi kegiatan dekat dengan
pipa transmisi eksisting milik PT PGN. Peta jalur pipa tersebut berasal dari
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 10
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Peraturan Daerah Kabupaten OKU Timur Nomor 7 Tahun 2021 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tahun 2021-2041.
Berdasarkan rencana pola ruang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur tersebut, lokasi rencana kegiatan
pembangunan jaringan pipa gas untuk rumah tangga di Kabupaten
Ogan Komering Ulu Timur didominasi oleh kawasan peruntukan
permukiman, seperti yang dapat terlihat pada gambar B.5 Peta Lokasi
Kegiatan Rencana Pola Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Peta tersebut menunjukkan sisten jaringan energy di Kabupaten OKU
Timur yang melintasi 6 (enam) Kecamatan yaitu Kecamatan Madang Suku
III, Madang Suku I, Madang SUku II, Belitang Madang Raya, Belitang dan
Kecamatan Belitang Jaya. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan
jaringan pipa gas tersebut telah sesuai dengan peruntukan pola ruang,
yang sasarannya adalah penggunaan domestik (rumah tangga) yang
berada di 4 (empat) Desa dalam Kecamatan Belitang diantaranya Desa
Karang Kemiri, Desa Triyoso, Desa Sidodadi dan Desa Sido Mulyo.
Merujuk pada Rekomendasi Izin Pemanfaatan Ruang Program Jaringan
Gas Rumah Tangga di Kecamatan Belitang Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur yang diterbitkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur selaku Ketua TKPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu
Timur Nomor: 600/ 1121/ BappeldadanLitbang/ 2021 tanggal 02
Desember 2021, lokasi rencana kegiatan Pembangunan Jaringan Gas
Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur telah
sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur. Informasi tata ruang disampaikan pada Lampiran 1.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 11
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.5. Peta Sistem Jaringan Energi B - 12
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
B.4.2. Komponen Rencana Kegiatan yang Dapat Menimbulkan Dampak
Komponen rencana kegiatan Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga di Kabupaten OKUT dibagi dalam empat tahapan
kegiatan, yaitu tahap prakonstruksi, konstruksi, dan operasi jadwal
kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel B.5. Jadwal Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Pembangunan Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga
No. Tahapan Kegiatan Rencana Jadwal Kegiatan (Tahun)
2022 2022 - 2047 2048
I. Tahap Pra Konstruksi
1. Sosialisasi Rencana Kegiatan
2. Perekrutan Tenaga Kerja
II. Tahap Konstruksi
1. Pembangunan jalur pipa dan
infrastruk-turnya
2 Pekerjaan Sistem Sambungan Rumah
Pelanggan
3 Pre-Comissioning
III. Tahap Operasi
1 Pemeliharaan Jalur Pipa
IV. Tahap Pasca Operasi
1 Pembersihan pipa (flushing)
2 Penutupan pipa
Catatan : Tahap Pasca Operasi dilakukan apabila cadangan gasnya sudah tidak ada lagi, tetapi apabila
cadangan tersedia maka kegiatan operasi masih akan tetap berlangsung
1) Tahap Prakonstruksi
a. Sosialisasi rencana kegiatan
Kegiatan sosialisasi rencana kegiatan dimaksudkan untuk
menyampaikan informasi tentang rencana kegiatan pembangunan
jaringan pipa gas untuk rumah tangga di Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur kepada masyarakat calon pelanggan. Penyampaian
informasi dilakukan dengan pertemuan secara langsung masyarakat
terdampak atau calon pelanggan (perwakilan) dan tokoh masyarakat.
Sosialisasi rencana kegiatan yang telah dilakukan salah satunya
dalam rangka persetujuan penempatan regulator sektor di beberapa
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 13
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
wilayah. Dokumentasi sosialisasi penempatan regulator sektor
disampaikan dalam Lampiran 2.
Dalam kegiatan sosialisasi rencana kegiatan berpotensi
menimbulkan dampak keresahan masyarakat. Dampak ini timbul
karena adanya kekhawatiran potensi kebakaran.
b. Perekrutan tenaga kerja
Perekrutan tenaga kerja ini dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan dalam pembangunan jaringan pipa gas bumi.
Perekrutan tenaga kerja disesuaikan dengan kriteria/spesifikasi
kerja yang dibutuhkan, yaitu meliputi tenaga formal dan non formal
(lokal). Tenaga non formal ini dapat diambil dari masyarakat desa
setempat. Perekrutan tenaga kerja dilakukan oleh pihak pelaksana
konstruksi dengan sistem yang telah disepakati bersama.
Kontrak kerja antar pelaksana dan tenaga kerja ini akan berakhir
sejalan dengan berakhirnya pelaksanaan kegiatan konstruksi.
Kebutuhan tenaga kerja diprakirakan 326 orang dengan rincian
terlampir Lampiran 3. Tenaga kerja yang terlibat tersebut akan
diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan perekrutan tenaga kerja yang dimaksudkan untuk
menjaring tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan konstruksi
berdampak positif, yaitu terbukanya kesempatan kerja bagi
masyarakat lokal.
2) Tahap Konstruksi
Konstruksi dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu 8 bulan
untuk kegiatan konstruksi dan 2 bulan sebagai tahapan persiapan.
Kegiatan dimulai pada bulan April 2022 dan berakhir pada awal
Desember 2022. Perkiraan jadwal konstruksi pada tabel B.6 berikut ini.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 14
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Tabel B.6. Jadwal Pra Konstruksi dan Konstruksi
Kegiatan Feb Mar April Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nov Des
Sosialisasi
Mobilisasi tenaga kerja
Aktivitas direksi kit atau kantor proyek,
mess karyawan, dan gudang
Mobilisasi Peralatan dan Material
Penyiapan lahan & jalur pipa
Pekerjaan Penggalian
Penjajaran dan Penurunan Pipa
Pelintasan Pipa CS & PE
Penyambungan Pipa
Penimbunan Kembali
Perbaikan Kembali Bekas Galian (Re-
instatement)
Pembersihan Pipa (flushing)
Pekerjaan Pemasangan Pressure
Regulator Station, Metering Regulating
Stasion (MRS) dan Regulator Sektor (RS)
Uji Pneumatik (Pipa PE) dan Uji
Hidrostatik (Pipa CS)
Pemasangan Sambungan Rumah
Pelanggan
Pre-Comissioning
a. Aktivitas direksi kit atau kantor proyek, mess karyawan,
dan gudang
Direksi kit memiliki fungsi sebagai tempat kerja bagi kontraktor,
pengawas dan tidak berfungsi sebagai tempat menginap staf maupun
pekerja proyek. Staf maupun pekerja proyek yang berasal dari luar
daerah bertempat tinggal di mess karyawan. Gudang difungsikan
sebagai tempat penyimpanan peralatan maupun material. Kantor
proyek, mess karyawan, dan gudang ini akan disediakan dengan
menyewa tempat yang sudah dilengkapi dengan fasilitas sanitasi
seperti fasilitas MCK dan sumber air bersih serta pewadahan
sampah. Lokasi kantor proyek, mess karyawan, dan gudang
nantinya akan ditentukan lokasinya oleh kontraktor pelaksana
konstruksi.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 15
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kegiatan ini akan menghasilkan sampah dan air limbah domestik.
Perhitungan jumlah timbulan sampah dan air limbah domestik
dapat dilihat pada tabel B.7 sebagai berikut:
Tabel B .7. Perhitungan Sampah dan Air Limbah Domestik
No. Uraian Jumlah Standar Jumlah
Pekerja (m3/orang/hari) (m3/hari)
0,815
1. Timbulan sampah 326 orang 0,0025* 16,3
13,04
2. Kebutuhan air 326 orang 0,05**
3. Air limbah domestik 326 orang 80% kebutuhan
Keterangan : *) SNI 19-3983-1995 air
**) SNI 03-7065-2005
b. Mobilisasi peralatan dan material
Kegiatan mobilisasi merupakan kegiatan pengangkutan atau
pengiriman alat berat dan material dari luar menuju ke lokasi
rencana kegiatan. Alat berat yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini
diantaranya adalah excavator, cain saw, dozer, mesin auger boring,
mesin horizontal direct drilling (HDD, mesin pemadat tanah
(tamping rammer), dan sebagainya. Sedangkan material yang
dibutuhkan diantaranya adalah pipa PE, pipa casing, flanges, elbow,
gasket, pipe nipple, full coupling, ball valve, material pondasi,
paving block, dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk pengangkutan material pipa dan lainnya akan
dilakukan secara abertahap sesuai dengan progress pelaksanaan
dengan menggunakan kendaraan pick up dan fuso yang melintasi
ruas jalan provinsi diangkut menuju lokasi penampungan material
yang berada di ruas jalan Kabupaten OKU Timur dan berada di
Desa Sido Mulyo. Material tersebut diangkut pada waktu-waktu
tertentu pada malam hari sehingga tidak mengganggu aktifitas
masyarakat sekitar.
Akses mobilisasi alat berat maupun pengangkut material melalui
jalan arteri di Kecamatan Belitang dan dilanjutkan di akses jalan
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 16
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
lokasi kegiatan yang merupakan daerah permukiman yang
sebagian besar jalan kewenangan Desa, ruas jalan Kabupaten OKU
Timur serta ruas jalan Provinsi. Kegiatan mobilisasi ini dapat
berdampak terhadap kualitas udara ambien di akses jalan yang
berada pada lokasi rencana kegiatan. Dampak tersebut disebabkan
oleh debu, beban muatan dari alat pengangkut dan alat berat dapat
berdampak pada kondisi jalan sehingga dapat menimbulkan
kerusakan jalan.
c. Penyiapan lahan & jalur pipa
Kegiatan penyiapan lahan ini merupakan pekerjaan pemotongan
pohon ataupun pembersihan tumbuhan lainnya yang berada di
sepanjang rencana jalur pipa yang merupakan lahan untuk pengerjaan
konstruksi dan pemasangan pipa atau fasilitas lainnya. Pemotongan
pohon ataupun pembersihan tumbuhan ini berpotensi menimbulkan
dampak kerusakan taman atau ruang terbuka hijau (RTH) yang
berada di jalur pipa distribusi baik itu RTH privat maupun RTH publik.
Untuk mengetahui apakah ada RTH publik yang terdampak, perlu
dilakukan observasi lapangan lebih lanjut untuk inventarisasi RTH
yang terdampak. Pembersihan lahan tersebut menghasilkan
sampah berupa potongan pohon maupun tumbuhan lainnya seperti
semak ataupun rumput.
Adapun jalur lahan yang akan dilalui atau dipasang pipa dan fasilitas
lainnya di 4 (empat) lokasi Desa dalam Kecamatan Belitang
Kabupaten OKU Timur merupakan lahan yang bukan termasuk RTH
Publik, melainkan sebagian kecil lahan persawawah dan lahan
perkarangan milik masyarakat. Setelah pelaksanaan pemasangan
pipa akan dilakukan pembersihan kembali terhadap area yang
terkena dampak tersebut, terutama disepanjang jalan yang dilalui
oleh jalur pipa tersebut. Sedangkan untuk penempatan PRS dan
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 17
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
MRS berada di area milik PT PGN dan Kantor Desa setempat,
dengan ukuran masing masing PRS membutuhkan lahan 10 Meter x
20 Meter yang merupakan lahan , sedangkan untuk MRS masing-
masing berukuran 3 Meter x 3 Meter yang berada di halaman 3 (tiga)
kantor Desa setempat.
Kegiatan penyiapan lahan melibatkan alat berat diantaranya
adalah excavator dan dozer. Sedangkan peralatan pendukung lainnya
diantaranya adalah cangkul dan penggunting tanaman. Penggunaan
alat berat tersebut dapat menimbulkan dampak penurunan kualitas
udara ambien yang disebabkan oleh emisi alat berat maupun debu.
Pada saat operasional alat berat tersebut juga dapat menimbulkan
gangguan kenyamanan yang diakibatkan oleh debu ataupun
ketidaknyamanan akibat kebisingan serta gangguan lalu lintas
sehingga menimbulkan dampak gangguan aksesibilitas di lokasi
pembersihan. Kebisingan ditimbulkan dari penggunaan alat berat dan
dikhawatirkan dapat mengganggu masyarakat yang bermukim di
sekitar jalur pipa distribusi.
Persiapan Jalur
Persiapan jalur meliputi kegiatan penyiapan rute jalur pipa dan
Pembuatan tanda pengaman untuk konstruksi pipa pada sistem
jaringan pipa distribusi gas, dengan tujuan memberikan pedoman
umum persiapan jalur pipa untuk konstruksi pipa CS & PE pada sistem
jaringan pipa distribusi gas. Kegiatan ini terdiri dari:
Penyiapan Rute Jalur Pipa
Sebelum pelaksanaan konstruksi, harus dilakukan survei mengenai
kelayakan dan kejelasan rute jalur pipa serta pengumpulan data yang
relevan tentang jalur pipa yang akan dibangun pada saat survei awal.
Data-data yang dikumpulkan adaiah sebagai berikut :
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 18
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Rintangan (obstacle) yang dihadapi dalam pelaksanaan konstruksi :
Utilitas existing : utilitas PAM, PLN, Telpon dan instalasi bawah
tanah lainnya.
Bangunan semi permanen : warung, kios, taman dan tempat
parkir.
Terdapat beberapa lokasi yang melintasi jaringan irigasi BBWS
Sumatera VIII.
Terdapat penggunaan lahan di SSWJ PT. PGN.
Periksa kondisi dan keadaan jalan di sekitar jalur sebelum
penggalian, catat dan potret hasilnya.
Periksa dan catat keadaaan latu lintas di sekitar rencana jalur pipa
yang dekat dengan perumahan, pasar dll.
Periksa dan catat jalur rencana pipa yang berhubungan langsung
dengan jalan dan juga disesuaikan dengan desain penampang
sungai, agar tidak mengganggu typical sungai. Setelah survei, harus
diberi tanda untuk memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi
nantinya.
Pembersihan Jalur Pipa
Pelaksanaan pembersihan jalur pipa harus berada pada jalur yang
telah ditetapkan pada survei konstruksi. Jenis peralatan untuk
pembersihan jalur pipa harus memperhatikan kondisi lapangan dan
jenis pipa yang akan dipasang, pekerjaan persiapan/pembersihan jalur
pipa yang akan melewati jalan-jalan rumah, pintu masuk ke tanah milik
pribadi atau jalur-jalur jalan akses lainnya, harus memberikan
pemberitahuan sebelumnya setidaknya selama 24 jam dan tidak lebih
dari 48 jam tentang penyelesaian proses. Penebangan pohon hanya
dilakukan jika benar-benar diperlukan, dan diusahakan seminimal
mungkin terutama daerah jalur hijau, pohon-pohon tanaman pelindung
tidak boleh ditebang tanpa seizin dari yang berwenang. Jika diperlukan
pembersihan dan pengerukan pada daerah luas dan terbuka dapat
dilakukan dengan memakal excavator, dozer dan dump truck. B - 19
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pembuatan tanda pengaman
Pembuatan tanda pengaman dan pemasangan rambu Pengamanan
di jalur pemasangan pipa gas wajib dilakukan. Rambu- rambu dipasang
sebelum dan pada jalur pemasangan pipa gas dan dipastikan rambu-
rambu dapat terlihat jelas, hal ini bertujuan untuk mencegah dampak
kecelakaan kerja bagi pekerja konstruksi, masyarakat sekitar,
pengguna jalan dan juga untuk kenyamanan serta kelancaran lalu
lintas.
d. Pekerjaan Penggalian
Pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dilakukan
dengan open cut, manual boring dan Horizontal Directional Drilling
(HDD). Penggalian dimulai dari pipa ukuran terkecil, hal ini
dimaksudkan agar pekerjaan bisa dilakukan secara terus menerus.
Metode Manual boring yaitu dengan menggunakan Pipa PVC, diujung
pipa PVC dilengkapi dengan besi galvanis yang telah diruncingkan,
untuk membantu pekerjaan dibantu air guna melunakkan tanah yang
dirojok dengan ketentuan sebagai berikut :
Pekerjaan Test Pit dilakukan terlebih dahulu untuk melihat utilitas
yang ada pada jalur pemasangan pipa. Penggalian ini dilakukan
secara manual dengan tujuan untuk meminimalisasi atau
menghindari kerusakan utilitas pihak lain (PLN / PDAM/ Telkom, dll).
Pembuatan lubang galian pada saat berlangsungnya pekerjaan akan
dilaksanakan secara bertahap.
Pembuatan lubang galian mulai dari titik awal dengan lebar galian ±
0,5, meter dan panjang 1 meter serta kedalaman 1,5 meter - 2 meter
dengan jarak antara lubang galian ± 6 – 10 meter, selanjutnya
dimulai dengan mengisi air ke lubang galian. Setelah dirasa cukup,
pipa yang mempunyai mata pisau dan besi galvanis mulai
ditusukkan ke dinding tujuan pengeboran dengan cara mendorong-
dorong pipa dibantu air, apabila sudah masuk pipa 1 meter
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 20
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
disambung kembali dengan pipa tanpa mata pisau terus menerus
sampai menembus lubang galian kedua.
Selama proses pengeboran, diperlukan juga pengecekan pipa
dengan memakai waterpass untuk mendata elevasi tiap pipa apakah
masih dalam elevasi rencana.
Proses pengeboran atau pendorongan selesal bila pipa keluar di
lobang kedua dan seterusnya.
Setelah lobang bor menembus hingga ujung mata bor terlihat pada
lobang kedua, dilakukan penarikan dan selanjutnya dilakukan
pemindahan semua rangkaian peralatan kelobang berikutnya
sampai selesai.
Semua material bekas galian harus dirapihkan dan tidak dibenarkan
ditimbun di badan jalan atau trotoar.
Apabila karena sesuatu dan lain hal terpaksa ada lobang galian
penyambung/pengetesan dimana tidak ada pekerjaan (misalnya
menunggu material, alat-alat bantu, jadwal pemadatan, alat
pengetesan), maka lobang tersebut harus diberi pengaman yang
rapat, serta memadai dan diberi rambu yang jelas.
Batas waktu yang diperkenankan untuk lobang tersebut adalah
maksimal hanya 24 jam. Apabila dalam waktu tersebut kontraktor
tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya, maka lobang tersebut
harus diurug/ditutup.
Apabila setelah diadakan penelitian kualitas di lapangan ternyata
pekerjaan dimaksud tidak memenuhi spesifikasi teknis yang
ditetapkan, maka kontraktor memperbaiki/menyempurnakan kembali
pekerjaan yang dimaksud. Pengawasan lapangan akan memeriksa
lobang galian dan bila tidak memenuhi syarat yang ditentukan
seperti kedalaman, lebar atau kebersihannya kurang, maka
kontraktor wajib memperbaiki galian tersebut.
Kedalaman galian minimum adalah sebagaimana tertera pada Tabel
B.8. dan Tabel B.9. sebagai berikut:
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 21
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Tabel B.8.
Kedalaman Minimal Galian Pipa PE
No Jenis Pipa Lokasi Kedalaman Metode
Pipa Induk/Pipa Jalan Galian
Utama/Jalan
1 Distribusi Tekanan Umum 110 cm + Manual
Menengah diameter luar pipa Boring
Pipa Induk/Pipa Jalan
Lingkungan 80 cm + diameter Manual
2 Distribusi Tekanan luar pipa Boring
Menengah
3 Pipa Servis Lahan Milik 40 cm + diameter Open Cut
Tekanan Rendah Pelanggan luar pipa
Sumber : SNI 3507:2019, Konstruksi Sistem Pipa Polietilena untuk Gas Bumi
Tabel B.9.
Kedalaman Minimal Galian Pipa Baja
No Jenis Pipa Lokasi Kedalaman Galian
1 Pipa Jalan Utama/Jalan 150 cm +
Transmisi Induk/Jalan Nasional diameter luar pipa
Sumber : SNI 3507:2019, Konstruksi Sistem Pipa Polietilena untuk Gas Bumi
Penggalian tanah menggunakan metoda open cut/manual boring.
Prosedur penggalian disajikan pada Lampiran 4. Kegiatan ini
berdampak pada peningkatan kadar debu di udara.
Gambar B.6. Ilustrasi Penggalian Untuk Jaringan Pipa Gas B - 22
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.7 Penempatan Pipa Gas Pada Bahu Jalan Kota
Gambar B.8. Penempatan Pipa Gas Pada Bahu Jalan Bersama Utilitas Lain
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 23
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
e. Penjajaran dan Penurunan Pipa
Penjajaran pipa dilakukan sebelum pekerjaan
pengelasan/penyambugan dan penurunan. Bila penjajaran dilakukan
sepanjang jalan raya, jalan masuk/keluar rumah atau kantor
diusahakan tetap terbuka.
Penempatan pipa dan aksesorisnya harus dilakukan sepanjang sisi
jalur galian pipa yang sudah disediakan atau disepanjang galian
atau lokasi yang terbuka dan berdekatan dengan jalur galian pipa.
Setiap pipa harus diletakkan pada permukaan yang datar dan
sedekat mungkin dengan galian, berseberangan dengan material
atau tanah dari hasil penggalian.
Pipa harus dijajarkan sedemikian rupa sehingga mempunyai jarak
overlap sambungan dan akumulasi penumpukan pipa serta
menyediakan akses untuk pergerakan.
Pipa harus diletakkan di atas bantalan yang terbuat dari material
yang tidak merusak pipa atau coating pipa dengan ketinggian
minimum 15 cm dari permukaan tanah.
Ujung pipa dan fitting yang dijajarkan harus diberi penutup pada
setiap ujungnya, untuk menjaga kebersihan bagian dalam pipa atau
fitting.
Hasil pekerjaan penjajaran dan setiap perubahan seperti perbedaan
alignment sheet dengan aktual, harus dicatat didalam laporan
pekerjaan.
Kegiatan penjajaran dan penurunan pipa adalah peletakan pipa yg
sudah siap ditanam dibawah permukaan tanah atau saluran air.
Prosedur penjajaran dan penurunan pipa dapat dilihat pada Lampiran
4.
f. Pelintasan Pipa CS & PE
Pekerjaan pelintasan pipa CS & PE meliputi pelintasan jalan raya,
perlintasan rel kereta api dan badan air (sungai). Pelaksanaan atau cara
melakukan pelintasan dengan jalan raya dan badan air adalah dengan
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 24
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
cara pengeboran manual boring, sedangkan untuk perlintasan rel kereta
api dan sungai besar menggunakan auger boring/HDD.
Perlintasan dengan jalan raya/umum
Perlintasan di bawah jalan raya dengan cara membuat
konstruksi khusus atau dengan cara pengeboran yang harus
dilakukan dengan mechanical auger (horizontal auger boring),
atau alat lain yang disetujui, sehingga lalu lintas tidak terganggu.
Pelaksanaan pengeboran dengan cara manual tidak diijinkan.
Kedalaman pipa di bawah permukaan jalan raya adalah
minimal 1.500 mm terhitung dari permukaan jalan raya sampai
permukaan atas pipa. Ruang kerja untuk pekerjaan ini harus
diperhatikan untuk pemasangan mesin bor dan sebagainya. Dalam
pelaksanaan pengeboran ini, harus digunakan pipa selubung
(casing pipe). Bila dalam pengeboran terjadinya adanya
rongga diantara lubang bor dengan pipa, maka rongga tersebut
harus di isi dengan adukan semen pasir 1:3 dan disemprotkan
ke dalam rongga tersebut, sehingga rongga tersebut terjamin penuh.
Perlintasan dengan jalan masuk/keluar perumahan atau gedung
Perlintasan dengan jalan keluar masuk rumah penduduk,
kantor, pabrik, rumah sakit, kompleks perumahan, rumah
ibadat, dan bangunan umum lainnya, dapat dilakukan dengan
sistem open cut. serta menggunakan casing. Kedalaman pipa di
bawah permukaan jalan adalah 1.500 mm (min).
Gambar B.9 Perlintasan Pipa Dengan Jalan Nasional B - 25
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Perlintasan dengan sungai dan saluran irigasi
Umumnya untuk perlintasan dengan saluran irigasi dengan ditanam
dengan kedalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) meter di bawah
dasar saluran sungai atau irigasi serta menggunakan casing.
Untuk sungai yang dangkal dan sempit, perlintasan dapat
dilakukan dengan sistem open cut, maka harus menggunakan
sinker. Untuk sungai yang lebar/luas, dapat digunakan sistim
horizontal direct boring.
Gambar B.10 Perlintasan Pipa Dengan Sungai Atau Saluran Irigasi
Apabila banyak terdapat crossing sungai, dapat dipertimbangkan
penggunaaan pipa CS atau pipa Reinforced PE (RPE) agar
perlintasan sungai menggunakan jembatan pipa. Pilihan jembatan
pipa ini karena sungai-sungai yang ada pada jalur utama
mempunyai kedalaman lebih dari 3,5 meter dari permukaan
jalan dengan dasar sungai yang didominasi oleh batu-batu dan
tanah keras. Bila menggunakan pipa CS atau RPE, outlet MRS
dapat dinaikkan sampai ke 7 (tujuh) bar untuk memperkecil
ukuran regulator dan meningkatkan kehandalan sistem.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 26
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Perlintasan dengan rawa-rawa
Distribusi pipa induk yang digelar melintasi daerah rawa-rawa wajib
ditanam dengan kedalaman sekurang-kurangnya 1 (satu)
meter dibawah dasar rawa serta dilengkapi dengan sistem pemberat
(sinker) sedemikian rupa, sehingga pipa tidak akan bergeser maupun
terangkat ke atas permukaan rawa.
Perlintasan dengan saluran air terbuka/ tertutup drainase kota
Tanpa seijin dari yang berwenang, tidak diperkenankan melakukan
pengrusakan pada saluran-saluran air pembuangan
perkotaan/ drainase yang ada di sekitar tempat pemasangan
pipa gas. Dalam keadaan terpaksa, dengan tujuan untuk
memudahkan penggalian dan pemasangan pipa gas, aliran air dapat
dipindahkan untuk sementara dengan catatan, bahwa setelah
pemasangan pipa selesai, aliran tersebut dapat dikembalikan
seperti keadaan semula.
Umumnya untuk perlintasan dengan saluran air pembuangan
perkotaan/sewer dengan ditanam dengan kedalaman sekurang-
kurangnya 1.100 mm di bawah dasar saluran serta
menggunakan casing. Sistim yang digunakan adalah sistim open cut.
Gambar B.11 Perlintasan Pipa Dengan Saluran Air Terbuka B - 27
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Gambar B.12 Perlintasan Pipa Dengan Saluran Air Tertutup
g. Penyambungan Pipa
Pekerjaan ini dilakukan oleh operator Pipa PE yang memiliki sertifikat.
Pada beberapa proyek, operator diwajibkan mengikuti Training Ulang
untuk merefresh kemampuan mereka, lalu biasanya sekaligus
dilakukan pula Uji coba penyambungan Pipa (Mock Up).
Penyambungan Pipa Jalur MDPE dilakukan dengan 2 cara. Metode
Butt Fussion untuk penyambungan Pipa ke pipa. Dan metode
Electrofussion untuk penyambungan Fitting, dan aksesories dilapangan
(Stub End, Valve), Sedangkan untuk penyambungan pipa CS dilakukan
dengan pengelasan dan dilakukan oleh welder yang memiliki sertifikat
kualifikasi juru las.
Metode Butt Fusion
Metode Butt Fusion, Direkomendasikan untuk sambungan diameter
≥ 63 mm, sistem penyambungan Heat Fusion/Butt Fusion pada
dasarnya menggunakan prinsip melelehkan permukaan pipa dengan
menggunakan pemanas elektrik dan alat pengontrol temperatur.
Setelah Pemanasan mencapai titik leleh, maka kedua permukaan
pipa ditemukan dan terjadilah penyambungan. Penyambungan Butt
Fusion melibatkan pemanasan secara bersama di kedua ujung pipa
yang akan disambung sampai kondisi leleh.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 28
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Metode Electrofusion
Metode penyambungan Elektrofusion direkomendasikan untuk
penyambungan pada daerah sulit dan perbaikan instalasi/ repairing
diameter 20 mm s/d diameter 400 mm, cara menyambung pipa
MDPE / fitting electro fusion dengan menggunakan mesin
electrofusion. Sambungan pipa MDPE yang menggunakan fitting
electrofusion memiliki kekuatan 2 kali lebih kuat dibandingkan
dengan kekuatan pipanya. Hal ini disebabkan fitting electrofusion
membungkus bagian yang disambung, jadi ketebalan bagian yang
disambung menjadi lebih tebal daripada bagian lainnya. Sistem
penyambungan dengan electro fusion socket yang telah dilengkapi
dengan built-in heating element. Electrical fusion socket dihubungkan
dengan alat peleburan otomatis.
Penyambungan Pipa CS
Untuk pekerjaan penyambungan pipa Carbon Steel (CS) dilakukan
oleh Welder yang berkualifikasi yang memiliki sertifikat. Pada
beberapa proyek, operator diwajibkan mengikuti Training Ulang
untuk merefresh kemampuan mereka, lalu biasanya sekaligus
dilakukan pula Uji coba penyambungan Pipa (Mock Up). Sampel
Penyambungan tersebut dijadikan untuk Spesimen dalam pengujian
sambungan, baik itu pengujian metode Test Tensile ataupun Test
Bending. Penyambungan Pipa CS dilakukan dengan pengelasan
menggunakan mesin las (genset) ,
Gambar B.13. Ilustrasi Penyambungan Pipa B - 29
Rencana Usaha dan atau Kegiatan
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pengujian Coating Pipa
Pengujian dilakukan sebelum pipa ditanam dalam parit galian.
Untuk mengetahui kerusakan coating pada pipa digunakan alat
spark tester (holiday detector). Alat ini diset pada tegangan
10.000 sampai 12.000 volt. Bila terjadi kerusakan, maka coating
tersebut diperbaiki sampai dinyatakan baik dan pipa siap ditanam.
Sebelum Pipa diturunkan harus dilakukan pemeriksaan
sambungan pipa dan fitting PE, serta NDT & Field Joint Coating
dan Holiday Test untuk pipa baja telah dilaksanakan dan
dibuktikan dengan laporan yang sudah diterima dan disetujui.
Jenis pipa yang akan digunakan terdiri atas pipa CS (carbon
steel) Ø 4” & Ø 2” dan pipa PE (Polyethylene) Ø63 mm.
Penyambungan pipa menggunakan peralatan mekanis yang
menggunakan energi berasal dari genset. Prosedur
penyambungan dan pemasangan pipa dapat dilihat pada
Lampiran 4. Kegiatan penyambungan dan pemasangan pipa akan
berdampak peningkatan kebisingan.
h. Penimbunan Kembali
Penimbunan kembali galian pipa harus segera dilaksanakan begitu
proses penurunan pipa ke dalam galian selesai dan telah dapat
persetujuan bahwa posisi pipanya sudah sesuai, pipa memiliki
penutup yang disyaratkan serta tidak ada kerusakan pada pipa.
Penimbunan Galian harus dilakukan setelah hasil inspeksi
Penurunan Pipa telah diterima oleh Migas dan as-built survei telah
dilakukan.
Penggunaan alat berat (clamshell bucket, front end loaders dan
backhoes) untuk penimbunan galian harus dilakukan secara hati-hati
agar tidak merusak pipa.
Untuk penimbunan pipa PE, concrete slab dipasang sepanjang pipa
tanpa interval, diletakkan sekitar 25 cm dari atas permukaan
pipa.Concrete slab mempunyai ukuran 20 cm x 40 cm x 5 cm.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 30
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Lapisan awal dengan ketebalan penimbunan sebesar 150 mm diatas
pipa harus menggunakan pasir atau material lain yang telah bebas
dari material keras atau bebatuan dan dipadatkan secara manual.
Material yang akan digunakan untuk penimbunan galian dapat
diambil dari material yang berasal dari galian jalur pipa dan
lingkungan sekitarnya, dan bukan diambil dari milik seseorang. Jika
diperlukan, material tersebut harus dipilah. Pita penanda (marker
tape) harus dipasang sekitar + 50 cm diatas permukaan pipa
menutup lubang galian secara keseluruhan dan dikembalikan
menyerupai kodisi awal atau aslinya.
Penimbunan galian pipa harus diselesaikan segera mungkin
(maksimum 1x 24 jam) setelah proses penurunan pipa, dan
dipastikan bahwa pipa telah berada pada posisi yang sesuai didalam
galian.
Setiap material sisa pekerjaan penimbunan harus dibersihkan dan
jalur yang telah ditimbun tidak boleh menimbulkan genangan air.
Spesifikasi beton (concrete slab) dan ketentuan penimbunan akhir
dapat merujuk kepada Panduan Gambar Konstruksi.
Gambar B.14. Ilustrasi Penimbunan Kembali
Kegiatan penimbunan adalah pengisian kembali galian dengan tanah
atau material lainnya setelah pipa diturunkan ke dalam lahan galian.
Prosedur penimbunan galian dapat dilihat pada Lampiran 4.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 31
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
i. Perbaikan Kembali Bekas Galian (Re-instatement)
Kegiatan perbaikan kembali bekas galian adalah kegiatan pengembalian
kembali kondisi material di sekitar konstruksi setelah pemasangan
jaringan pipa selesai dikerjakan. Dalam pekerjaan perbaikan galian ini,
kondisi lokasi jaringan pipa harus dikembalikan pada kondisi awal.
Kerusakan yang terjadi akibat aktifitas pengerjaan pemasangan jalur
pipa secepatnya diatasi dan kondisi lahan tempat jalur pipa dibersihkan.
Langkah rehabilitasi yang dilakukan adalah:
Sisa penimbunan galian harus ditempatkan dan disebarkan secara
merata sehingga dapat menutupi lubang galian secara sempurna,
dengan demikian tidak ada ruangan yang tidak terisi. Batuan yang
besar ataupun puing-puing yang berdiameter besar harus dibuang.
Mesin gilas vibrasi dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan atau
peralatan lainnya yang dapat di gunakan untuk pemadatan
permukaan akhir.
Perbaikan secara permanen semua sisi jalan yang digunakan
masyarakat umum atau (jalan raya dan jalan setapak, tepi jalan dan
terusan, dan lain-lain), drainase, kanal serta bangunan-bangunan
lain yang terkena imbas pekerjaan pemasangan pipa akan dilakukan
dan diawasi oleh petugas yang berwenang (Petugas Dinas PUPR
maupun otoritas setempat)
Kontraktor bertanggung jawab terhadap perbaikan kembali semua
sisi jalan.
Setiap material yang tersisa dari penutupan kembali galian harus
dibersihkan
Penggenangan air harus dikurangi seminimal mungkin.
Permukaan tanah bekas galian harus diratakan disepanjang jalur
pipa.
Sampah atau material tanah sisa hasil pengurugan harus
dipindahkan ke lokasi penampungan akhir
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 32
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan re-instatement ini adalah
penurunan kualitas udara dan gangguan lalu lintas. Prosedur perbaikan
galian dapat dilihat pada Lampiran 4.
Gambar B.15. Ilustrasi Perbaikan Bekas Galian
j. Pembersihan Pipa (flushing)
Kegiatan flushing adalah salah satu tahap yang pasti akan dikerjakan
ketika melakukan kegiatan sebelum commissioning. Pipa yang telah
dipasang tentu saja harus bisa dijamin dari segi kebersihannya.
Cara membersihkan PE adalah memasukan udara dengan compressor
lalu ditahan hingga tekanan 3 bar selanjutnya dilepas sehingga kotoran
dalam pipa ikut keluar dan dilakukan berulang-ulang hingga dalam pipa
sampai bersih. Sedangkan flushing diperuntukkan untuk fluida cair/gas,
misalkan instalasi jargas. Pembersihan Pipa CS dilakukan dengan cara
peluncuran pig. Pig berupa bahan padat yang dimasukkan kedalam pipa
dan ditekan dengan kompresor. Pig akan keluar di ujung pipa.Pigging
pertama menggunakan brush pig dan poly pig, ditujukan untuk
membersihkan kotoran padat di dalam pipa.
k. Pekerjaan Pemasangan Metering Regulating Stasion (MRS) dan
Stasiun Sektor (RS)
Pekerjaan pembuatan pondasi dan pemasangan MRS dan RS adalah
salah satu kesatauan dengan pemasangan pipa dimana akan berfungsi
dengan baik bila pekerjaan pemasangan keduanya dilakukan sesuai
spesifikasi yang telah ditentukan. Penyedia jasa bertanggung jawab
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 33
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
penuh atas pekerjaan pembuatan pondasi dan pemasangan MRS dan
RS mulai dari pengangkutan ke lokasi Pekerjaan yang telah ditentukan
sampai dengan tahapan Pre- Commissioning.
l. Uji Pneumatik (Pipa PE) dan Hidrostatik (Pipa CS)
Setelah jalur pipa selesai dipasang, maka dilakukan pengujian jalur pipa
Pneumatik (Pipa PE) dan Hidrostatik (Pipa CS) untuk mengetahui
adanya kebocoran. Uji jalur pipa yang dilakukan yaitu:
Uji Hidrostatik
Pada tahap akhir dilakukan uji hydrostatic. Uji hidrostatic dilakukan
untuk mengetahui kemungkinan kebocoran dan ketahanan tekanan.
Uji hydrodtatic dilakukan pada pipa Carbon Steel (CS) sepanjang
30 m. Prinsip uji ini adalah pengamatan perbedaan tekanan pipa di
sepanjang ruas pipa yang diuji. Jika terdapat perbedaan tekanan
pipa, maka dalam ruas tersebut terdapat kebocoran. Uji ini dilakukan
dengan menggunakan air. Air dialirkan dan ditekan dengan pompa
sampai pada tekanan 6 Bar dan tahan selama 24 jam. Volume air
yang dimasukkan sesuai dengan volume ruas pipa yang diuji yaitu
± 7,74 m2. Air yang digunakan adalah air bersih yang tidak korosif.
Sumber air berasal dari mobil tangki yang didatangkan ke area
pengujian atau dari sumber mata air bersih disekitar lokasi. Dalam
pengujian ini tidak digunakan bahan kimia atau bahan tambahan
yang lain.
Uji Pneumatik
Uji pneumatic dilakukan untuk menguji adanya kebocoran pada pipa
PE. Metode pelaksanaan uji pneumatic dilakukan dengan
menggunakan udara yang bersih, dimana setelah udara dimasukkan,
pada titik tertentu tekanan pipa dipantau selama beberapa saat untuk
melihat kestabilan tekanan di setiap titik pengamatan. Penekanan
dilakukan selama 24 jam.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 34
Formulir UKL dan UPL Pembangunan Jaringan Gas Bumi
Untuk Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
m. Pemasangan Sambungan Rumah Tangga
Kegiatan ini berupa pemasangan tipping sadle dan pipa servis dari pipa
distribusi menunju gas meter ke rumah tangga. Gas Meter adalah alat
ukur yang digunakan untuk mengukur secara akurat volume gas
bumi/natural gas yang digunakan untuk keperluan rumah tangga/domestic.
Prosedur kegiatan Instalasi Meter Gas Rumah Tangga dapat dilihat pada
Lampiran 4.
n. Pre-Comissioning
Pre-Comissioning merupakan kegiatan inspeksi kelayakan dan pengujian
fungsional pipa dan fasilitas penunjang dalam keadaan tidak beroperasi
untuk memastikan bahwa semua pekerjaan telah selesai dilakukan
sebelum pengujian Comissioning. Prosedur Pre-Comissioning dapat
dilihat pada Lampiran 4.
3) Tahap Operasi
Setelah selesai tahap konstruksi, segera dilaksanakan tahap operasi.
Peralihan antara tahap konstruksi dengan tahap operasi terjadi saat aliran
gas dimasukkan ke dalam jaringan sistem perpipaan. Langkah ini disebut
gas in, dilakukan dengan mengalirkan gas dibawah tekanan operasinya,
sampai nitrogen yang telah diisikan ke dalam jaringan pipa terdorong keluar
semua. Jika konsentrasi gas alam ini telah mencapai lebih dari 95%, maka
operasi penuh siap dilaksanakan. Beberapa tahapan kegiatan pada tahap
operasional diantaranya.
a. Penerimaan Tenaga Kerja Operasi
Pada tahap operasi dibutuhkan sejumlah tenaga kerja. Pada prinsipnya
setiap penerimaan tenaga kerja akan mengutamakan ketersediaan
tenaga lokal sepanjang kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
terpenuhi. Adapun perkiraan kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja
operasi dapat dilihat pada tabel berikut.
Rencana Usaha dan atau Kegiatan B - 35