The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sebuah buku Fotografi esai yang diciptakan memuat mengenai beberapa aspek seperti, daily activities, potret diri dan keadaan
lingkungan sekitar. Informasi yang ingin disampaikan dalam perancangan ini berupa pentingnya dukungan lingkungan terhadap penyintas PMKS, dengan harapan para penyintas bisa melanjutkan hidup dengan baik dan sejahtera.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rizkafauziyah369, 2023-04-07 09:52:23

E-Book Aktivitas Masyarakat Penyandang Masalah Sosial di Jepara

Sebuah buku Fotografi esai yang diciptakan memuat mengenai beberapa aspek seperti, daily activities, potret diri dan keadaan
lingkungan sekitar. Informasi yang ingin disampaikan dalam perancangan ini berupa pentingnya dukungan lingkungan terhadap penyintas PMKS, dengan harapan para penyintas bisa melanjutkan hidup dengan baik dan sejahtera.

Keywords: Fotografi Esai,Human Interest,Juranalistik,PMKS,Sosial,Kepedulian,Lansia,Ekspsikotik,Punk,Panti Anak,Disablitas,Difabel

Sahabat Marjinal AKTIVITAS MASYARAKAT PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN JEPARA Dalam Fotografi Esai


3 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI AKTIVITAS MASYARAKAT PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN JEPARA Dalam Fotografi Esai RIZKA FAUZIYAH


4 Sahabat Marjinal DAFTAR ISI Pengantar 5 Ucapan Terima Kasih 7 Penutup 106 Pendahuluan 11 Tentang Penulis 108 Mengenal Lebih Dekat Kawan-Kawan Komunitas Punk Gotri 18 Sowan Ke Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu Dan Tuna Wicara Irhamny Robby Ngabul Jepara 46 Berkenalan Dengan Adik-Adik Yayasan Panti Anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Bina Insani Jepara 32 Silaturahmi Dengan Komunitas Motor Difabel (KMDJ) Jepara 58 Menilik Aktivitas Simbah Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Potroyudan Jepara 68 Melihat Aktivitas Penyintas Ekspsikotik Di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental (RPSDM) Waluyotomo Jepara 86 1. 2. 3. 4. 5. 6.


5 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI DiJepara, masih b a n y a k masyarakat penyandang masalah sosial yang luput dari perhatian, sehingga beberapa dari mereka memiliki kehidupan yang tergolong kurang layak dan sejahtera. Fenomena kehidupan penyandang masalah sosial menarik untuk dijadikan tema dalam penciptaan sebuah karya fotografi esai. Ketertarikan penulis merancang sebuah buku fotografi esai tentang aktivitas masyarakat penyandang masalah sosial di Jepara dapat dijadikan sumber inspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan memperlihatkan aktivitas masyarakat penyandang masalah sosial untuk membantu perekonomian keluarga, dari memaparkan aktivitas keseharian hingga mencari tahu tentang kehidupan dan perekonomian masyarakat. Pemilihan tema aktivitas masyarakat penyandang masalah sosial merupakan bentuk empati kepada para penyintas yang terkadang masih disisihkan keberadaanya oleh masyarakat setempat serta eksistensinya dalam kehidupan seharihari. Fotografi esai termasuk dalam ranah fotografi jurnalistik. Foto jurnalistik dapat dibuat oleh siapa saja, tidak hanya wartawan foto atau pekerja pers selayaknya foto berita. Menurut tinjauan fotografi jurnalistik, dasar kelahiran foto jurnalistik dipengaruhi oleh tiga faktor: 1. Rasa ingin tahu manusia yang merupakan naluri dasar, yang menjadi wahana dasar kemajuan. 2. Pertumbuhan media massa sebagai media audio visual, yang memuat tulisan (atau uraian mulut) dan gambar (termasuk gambar yang hidup). 3. Kemajuan teknologi, yang memungkinkan terciptanya kemajuan fotografi dengan pesat (termasuk perfilman dan video untuk pemberitaan). Semakin banyak rasa ingin tahu seseorang, maka akan semakin banyak pula informasi yang ingin didapatkan. Rasa ingin tahu ini ditunjang dengan kemajuan media massa dan teknologi yang ada seperti saat ini. Foto esai merupakan laporan yang PENGANTAR Pengantar


6 Sahabat Marjinal mengandung opini pemotret dari sudut pandang tanpa penyelesaian dari peristiwa yang diangkatnya. Opini-opini pemotret menjadi salah satu ciri dari foto esai. Fotogarafi esai dipilih sebagai media visual karena dianggap mampu menampilkan kedekatan terhadap penyandang masalah sosial, sehingga informasi yang lebih dalam dan personal dapat diperoleh. Tujuannya supaya dapat memengaruhi penikmat foto. Selain itu, dengan adanya karya foto esai ini diharapkan mampu mengubah stigma yang ada pada masyarakat yang masih kurang menyadari keberadaan saudara-saudara kita yang memiliki nasib kurang beruntung dan sangat memerlukan uluran materiil maupun non materiil dari masyarakat, pemerintah dinas setempat, dan lembaga sosial yang terkait, serta untuk membangun empati dan simpati dari masyarakat Jepara. Karya yang memvisualkan penyandang masalah kesejahteraan sosial sejauh ini masih kurang dipublikasikan. Sehingga kurang populer di kalangan masyarakat. Padahal, penyandang masalah sosial semakin lama akan semakin bertambah karena merebaknya pertumbuhan demografi serta inflasi global. Dengan demikian, karya foto esai ini menjadi penting untuk diciptakan agar dapat menambah informasi dan wacana tentang aktivitas keseharian masyarakat penyandang masalah sosial melalui Fotografi Esai. Sumber: Penulis


7 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Ucapan Terima Kasih UCAPAN TERIMA KASIH Terwujudnya buku ini merupakan hasil dari cinta kasih dan karunia Tuhan YME yang diberikan kepada hamba-Nya. Maka dari itu, saya ingin mengucapkan perasaan kasih yang tak terhingga ini kepada: 1. Allah SWT, yang tidak henti-hentinya mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya. 2. Alm. Ayah yang selalu menjadi penyemangat saya, Ibu dan adik-adik yang selalu mendoakan dan menjadi sumber kekuatan saya. 3. Dosen-dosen Desain Komunikasi Vsual Unisnu Jepara yang luar biasa dan yang sangat saya banggakan 4. Bapak Fivin Bagus Septiya P., Bapak Zainul Arifin, Bapak Tristan Alfian, yang senantiasa memberikan semangat dan dukungannya, serta dengan sabar membimbing saya. 5. Bapak Iman Bagus selaku Ka. Koor rehabsos DInsos Jepara. 6. Bapak Teguh dan mbak Sinta selaku petugas di PPS Lansia Potroyudan yang telah memberikan izin dan mendampingi selama proses pengambilan data. 7. Ibu Rafika selaku Kepala RPSDM Waluyotomo Jepara dan Bapak Wawan selaku petugas yang telah memberikan izin dan mendampingi selama proses pengambilan data. 8. Bapak Zakariya Anshori selaku pembina Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ) yang telah memberikan izin dan mendampingi selama proses pengambilan data. 9. Mas Imam alias Planktoon dan mas Yusuf alias Ucil, dan seluruh kawankawan Komunitas Punk Gotri yang telah memberikan izin dan mendampingi selama proses pengambilan data. 10. Bapak Dirman Sudirman dan Mas Diki Ulil Yusuf selaku pengurus YPPA LKSA Bina Insani Jepara yang telah memberikan izin dan mendampingi selama proses pengambilan data 11. Ibu Murniati, Mas Anam, dan Mbak Wahyu selaku pengurus dan pengasuh ponpes tahfidz tuna rungu dan tuna wicara Irhamny Robby, yang telah memberikan izin dan mendampingi selama proses pengambilan data. 12. Rekan-rekan saya Auwelly, Alfian, Kharis, Ammar, yang telah bersedia membantu saya selama proses peliputan. 13. Semua pihak yang telah membantu, baik spiritual, material, non-material, yang tidak mampu saya sebutkan satu-persatu, sehingga kumpulan tulisan ini dapat tersusun.


8 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


9 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI


10 Sahabat Marjinal


11 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pendahuluan Negara Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar, yang terdiri dari beribu-ribu pulau tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pada saat ini negara Indonesia sedang mengalami perkembangan dalam berbagai bidang seperti perkembangan di bidang industri, pertanian, politik, hukum, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ini tidak lain untuk mewujudkan tercapainya negara yang maju, rakyat Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun telah ada kemajuan dan perkembangan, namun masih banyak persoalan dan masalah sosial yang masih belum terselesaikan, seperti kemiskinan, tuna sosial, dan masalah perlindungan terhadap hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Menurut tinjauan dari Permensos No. 9 tahun 2018 terdapat dua puluh enam macam kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial, namun yang menjadi urgensi atau yang diutamakan oleh pemerintah daerah dan setempat hanya terdapat lima macam kategori PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) pada SPM (Standar Pelayanan Minimal) di bidang sosial yaitu: 1. lansia terlantar; 2. anak terlantar; 3. penyandang disabilitas; 4. bencana sosial; 5. pengemis dan gelandangan. Menurut hasil dari wawancara penulis dengan narasumber dari Dinas Sosial Jepara yang menangani langsung perihal masalah PENDAHULUAN Sumber: Penulis


12 Sahabat Marjinal sosial bahwa Dinsospermades Kabupaten Jepara lebih mengutamakan menangani lima macam kategori masalah sosial yang sesuai dengan Permensos No. 9 tahun 2018. Hal ini dikarenakan pengutamaan proses rehabilitasi yang perlu ditangani oleh pemerintah daerah dan berhak mendapatkan urunan wajib dari daerah, namun tanpa mengesampingkan dua puluh satu jenis permasalahan sosial lainnya. Saat ini masyarakat dengan kategori lima urgensi PMKS juga telah mendapatkan rehabilitasi dari Dinas Sosial melalu program yang dijalankan oleh Dinsospermades Jepara, seperti pelatihan kewirausahaan, pengobatan psikologis dan mental, dan bantuan materiil secara berkala. (Wawancara 17 Oktober 2022) Contoh lima urgensi PMKS yang penulis lihat sendiri di lapangan yaitu, masih terdapat anakanak terlantar di lampu merah atau yang sering kali disebut dengan anak jalanan atau pun anak punk, gelandangan, pengamen, pedagang asongan, penyandang disabilitas yang masih berkeliling berjualan pulsa atau makanan ringan di sekitar pasar Jepara, serta ada juga yang meminta-minta di jalanan. Hal ini tentu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebab, anak-anak seharusnya mengenyam Sumber: Penulis Sumber: Penulis


13 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pendahuluan pendidikan, bermain dengan anak seusianya, mendapatkan perhatian, dan kasih sayang dari keluarga terutama orang tua. Sementara itu, masyarakat penyandang masalah sosial berhak menjadi warga negara yang hidup sejahtera di negaranya, dengan mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang layak, serta keberadaannya diterima oleh masyarakat. Meskipun telah banyak kemajuan dan perkembangan terkait penanganan masalah sosial di Indonesia, namun masih banyak tantangan persoalan bangsa ini yang belum terselesaikan khususnya di Kota Jepara provinsi Jawa Tengah, seperti kemiskinan dan permasalahan perlindungan terhadap hak-hak di antaranya seperti yang diberitakan oleh media massa. Menurut berita Harian Joglo Jateng (17 Oktober 2022). Laporan menunjukkan angka kemiskinan di Jepara mengalami peningkatan secara signifikan. Kenaikan tersebut, menurut Edy Marwoto selaku Kadinsospermasdes Jepara, terlihat dari data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistika (BPS) Kabupaten Jepara. Angka kemiskinan yang naik dari tahun 2021 berada di angka 6,7 persen sedangkan di tahun 2022 berada di angka 7,4 persen. Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, kenaikan angka Sumber: Penulis Sumber: Penulis


14 Sahabat Marjinal kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Jepara disebabkan dari dampak pandemi virus covid-19. Sehingga ekonomi masyarakat tergoncang dan mengalami terjun payung. Tidak hanya satu dua orang saja, melainkan banyak masyarakat Jepara yang ekonominya “oleng”, sehingga mau tidak mau hidup dalam kemiskinan. Faktor utamanya berawal dari imbas adanya pandemi covid-19. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa kemiskinan di Jepara yang meningkat karena dampak dari pandemi turut menyumbang akar dari permasalahan sosial di Jepara. Berdasarkan data yang dikeluarkan media cetak Muria News (26 Desember 2019), menunjukkan bahwa di Jepara ternyata masih banyak warga yang mengalami kesusahan hidup. Mereka dikelompokan dalam masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sumber: Penulis Sumber: Penulis


15 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pendahuluan Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko menyebut, PMKS di Jepara jumlahnya bahkan mencapai 178.200 orang. Persoalan mereka, paling tidak juga mewajibkan Pemkab Jepara dan semua pihak untuk ikut memberikan perhatian. Menurut Edy Sujatmiko, dari 178.200 PMKS tersebut sebanyak 6.047 merupakan warga penyandang disabilitas. Kemudian ada 247 balita telantar, 1.448 anak terlantar, 3.300 lansia terlantar dan 119 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Lalu masih ada 6.557 perempuan rawan sosial ekonomi, dan 142 keluarga bermasalah sosial psikologis. Harapan Edy Sujatmiko agar mereka semua bisa kita bantu dan diberdayakan supaya kehidupannya bisa jauh lebih baik. Masalah lain juga masih ada, yaitu kasus anak yang berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, korban trafficking, hingga fenomena persoalan anak punk yang saat itu marak di Jepara. Kesetiakawanan sosial adalah salah satu gerakan moral yang harus bisa dibumikan di masyarakat Jepara. Kesetiakawanan sosial mengandung esensi kepekaan sosial tanpa batas yang diwujudkan dalam semangat kebersamaan. Sikap simpati, empati, membangun integrasi sosial, dan menyatukan ikatan, serta meniadakan perbedaan harus bisa dihadirkan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Jepara. Menurut Edy Sujatmiko, persoalan ini tentu tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Masalah ini harus bisa mendapatkan perhatian bersama. Melalui gerakan kesetiakawanan sosial adalah salah satunya. Sumber: Penulis Sumber: Penulis


16 Sahabat Marjinal “Terkait hal itu, kesetiakawanan sosial harus dijadikan sebagai sarana menuju kesejahteraan masyarakat melalui gerakan peduli dan berbagi. Oleh, dari dan untuk masyarakat, baik secara individu maupun bersama sesuai asas kemanusiaan dan kegotong-royongan”. -Edy Sujatmiko (Sekda Kabupaten Jepara) Sumber: Penulis


17 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pendahuluan Sumber: Penulis


18 Sahabat Marjinal I stilah punk dalam benak masyarakat Indonesia merupakan sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi, atau bahkan sudah melekat dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Akan tetapi, keberadaan punk atau komunitas punk di Indonesia tersebut seringkali dihadapkan pada stigma masyarakat tentang punk sebagai anak jalanan atau sampah masyarakat. Stigma ini mengacu pada sebuah tanda reaksi malu yang dapat mendorong penghindaran, pengabaian atau reaksi negatif orang lain. Oleh karena pemberian stigma, dapat mengurangi harga diri individu dan meningkatkan reaksi negatif orang lain. MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN KAWAN-KAWAN KOMUNITAS PUNK GOTRI 1 Sumber: Penulis


19 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Komuntas Punk Gotri Gaya hidup mereka yang cenderung kepada kebebasan individu seringkali dikaitkan dengan perilaku-perilaku menyimpang dari norma, tindak kekerasan, perusuh, pembuat onar, mabuk-mabukan, seks bebas, dan bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri. Adapun kejadian yang seringkali terjadi dalam masyarakat, yaitu adanya orang-orang yang berdandan ala punk dan melakukan berbagai tindakan kriminal seperti pencurian dan pemalakan. Hal tersebut tentu mengakibatkan pandangan masyarakat akan anak punk adalah sekumpulan pemuda berandalan yang bertindak kriminal, mengganggu masyarakat, dan ketertiban umum. Sehingga, berbagai macam pemaknaan negatif seringkali dilabelkan kepada para punkers. Di sisi lain, persepsi tentang menjadi punk juga turut disalahartikan oleh sebagian generasi muda yang melabeli diri sebagai punker. Gaya berpakaiannya ala punk, bersepatu “Kami memang tidak sebaik yang dilihat, namun kami juga tidak seburuk yang dipikirkan masyarakat selama ini”. - Komunitas Punk Gotri Sumber: Penulis Sumber: Penulis


20 Sahabat Marjinal boot, bertindik, bertato, pemabuk, dan mereka sudah menyebut dirinya sebagai punker. Sebagian pemuda mengartikan punk memiliki kehidupan yang bebas tanpa terikat aturan apapun. Berawal dari pemahaman yang salah dan setengahsetengah ini lah yang mengakibatkan banyak dari mereka melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Bagi sebagian masyarakat yang masih awam, mereka berasumsi bahwa punk hanya lah sekumpulan pemuda dengan dandanan aneh dan berperilaku negatif. Tampilan visual anak punk yang nyeleneh tersebut, menurut sebagian masyarakat awam dianggap menyimpang, tidak memiliki masa depan dan tujuan hidup, perusuh yang mengganggu, dan dianggap sebagai gangguan bagi ketentraman dan ketertiban umum, serta kriminal dan berbahaya. Pengertian punk itu sendiri merupakan Sumber: Penulis Sumber: Penulis


21 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Komuntas Punk Gotri Sumber: Penulis


22 Sahabat Marjinal perilaku yang lahir dari sifat benci, melawan, kontradiksi, tidak puas hati, dan bersikap apatis atau tidak peduli pada sesuatu yang tidak pada tempatnya (sosial, ekonomi, politik, dan budaya), terutama terhadap tindakan yang menindas. Para punker mewujudkan rasa itu ke dalam musik, gaya pakaian dan kemudian menyampaikan kritikan. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh punk dalam kehidupannya tidak mencerminkan bentuk kritik, malahan cenderung bertindak negatif. Dengan demikian, terbentuklah stigma masyarakat tentang punk. Keberadaan sebuah komunitas punk di Indonesia tidak hadir karena gejolak yang terjadi di Inggris dan Amerika. Punk merupakan sebuah gerakan subkultur di Inggris dan Amerika yang muncul dari lorong-lorong kehidupan perkotaan (urban), serta muncul dari masyarakat industrial. Masuknya punk di Indonesia berkat pemberitaan media mainstream, kultur punk yang dikenal pertama kali di Indonesia dalam bentuk musik dan fashion. Pada masa awal, punk banyak digandrungi oleh kelas menengahatas kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Bandung, sebagai bentuk perilaku atau gaya hidup khas anak muda perkotaan. Kini, perkembangan punk sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat hingga ke pelosok pedesaan di Indonesia. Ideologi kuat yang mendasari gerak aktivitas punk adalah anarkisme. Kehidupan sehari-hari anarkis yang dimaknai dalam hidup yakni tanpa aturan-aturan yang mengekang baik dari masyarakat atau pemerintah. Sebab, mereka memiliki prinsip bisa menciptakan sendiri aturan hidup sesuai dengan keinginannya. Keadaan seperti ini lazim disebut dengan istilah do it yourself (DIY/lakukan sendiri). Sumber: Penulis Sumber: Penulis


23 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Komunitas Punk Gotri Kehidupan sehari-hari komunitas punk senantiasa mengaplikasikan konsep DIY dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Misalnya yang terjadi dalam Komunitas Punk Gotri Jepara atau Marjinal, budaya DIY di tangan punkers Gotri menjadi sebuah unit wirausaha yang dilakukan sesuai kemampuan yang dimiliki oleh tiap-tiap punkers Gotri seperti berwirausaha di bidang sablon, angkringan, dan barista. Pada awalnya, konsep DIY tersebut juga membuat Komunitas Punk Gotri menjadi independen dan mengembangkan sikap Berdikari (berdiri di kaki sendiri). Tidak dipungkiri dampak pandemi membuat sebagian keadaan usaha punkers sempat mengalami guncangan. Sumber: Penulis Sumber: Penulis


24 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


25 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Setelah itu, para aktivis Komunitas punk Gotri menyampaikan aspirasi kepada lembaga sosial masyarakat bahwasannya anak-anak jalanan berhak mendapat santunan wajib dari Dinas Sosial. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Komunitas punk Gotri mendapat penyaluran bantuan wirausaha dari Dinsospermades Jepara dan Baznas Jepara untuk melanjutkan usaha mereka yang sempat mengalami guncangan. Komunitas Punk Gotri pada awalnya hanya berupa kumpulan tongkrongan antar anak punk dari berbagai daerah di Jepara, dan seringkali menjadi tempat transit punkers yang berdatangan dari berbagai daerah di luar Jepara. Kini, Komunitas Punk Gotri memiliki sebuah usaha bersama bernama Kedai Kopi Kami yang beralamat di Desa Nalumsari Jepara, bidang usaha yang dirintis adalah coffe shop, angkringan, dan sablon. Di samping berdirinya usaha bersama ini, turut menjadikan sebuah komunitas punk yang independen, dan juga dikenal sebagai marginal. Bahwasannya, mereka Komuntas Punk Gotri Sumber: Penulis Sumber: Penulis


26 Sahabat Marjinal menganggap bahwa punk bukan sekedar pernyataan fashion dan gaya musik, punk adalah sebuah ideologi cara hidup tentang menjadi independen dan menentang ketidakadilan. Komunitas Punk Gotri juga turut menjalankan peran untuk mengembangkan anggota, komunitas atau masyarakat yang berada diluar komunitas agar mempunyai daya guna untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Adapun aktivitas mereka selain berwirausaha dan mengamen yaitu melakukan kegiatan bakti sosial berupa konser amal, penggalangan dana, santunan yatama, dan relawan bencana alam. Hal tersebut dilakukan sebagai Sumber: Penulis Sumber: Penulis


27 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI musik yang berbeda, serta bertindak merugikan masyarakat. Oleh karena itu, Komunitas Punk Gotri memiliki misi untuk menyamakan persepsi bersama komunitas punk yang lain untuk lebih kritis, peduli terhadap sesama, dan peka terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar. Sehingga pemahaman punk yang keliru di benak masyarakat dapat terluruskan. “Penampilan fisik kami hanya sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat”. -Komunitas Punk Gotri bukti untuk menepis stigma yang telah mengakar pada masyarakat bahwa punk merupakan sekumpulan pemuda kriminal, urakan, tidak memiliki norma bermasyarakat, dan tidak peduli pada sesama adalah tidak benar adanya, karena punk hanyalah sebuah ideologi yang memprotes penyimpangan dan penindasan yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintah. Di sisi lain, sejatinya punk merupakan kelompok yang peduli dengan isu-isu sosial politik dampak dari penindasan, birokrasi kepemerintahan, dan masih memiliki norma bermasyarakat. Namun hal tersebut, hanya sedikit yang dipahami oleh komunitas punk di Indonesia, seringkali pemahaman mereka yang masih dangkal mengenai punk hanya sebatas apatisme politik dan budaya, fashion dan selera Komuntas Punk Gotri Sumber: Penulis


28 Sahabat Marjinal


29 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sumber: Penulis


30 Sumber: Penulis Sahabat Marjinal


31 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sumber: Penulis


32 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


33 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Panti Asuhan adalah sebuah lembaga yang menggantikan fungsi orang tua bagi anak-anak yang terlantar dan anak yatim maupun piatu. Selain itu, lembaga atau Yayasan Panti Asuhan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial bagi anak-anak yang terlantar terutama pada kebutuhan mental, fisik, dan sosial. Dengan begitu, anak-anak tersebut dapat kembali percaya diri mengembangkan potensi dirinya, sehingga dapat menjadi gerenasi penerus bangsa dan turut serta dalam pembangunan sosial. Hal ini dikarenakan tidak semua anak dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga normal yang harmonis serta mendapat cinta serta kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Sebagian dari mereka telah ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya atau salah satu dari orang tuanya. Ada pula akibat perceraian orang tua, atau sangat miskin sehingga tidak diperhatikan orang tuanya, dan tidak terpenuhinya hakhak dalam pengasuhan anak, serta ditelantarkan atau dibuang karena tidak diharapkan kehadirannya. BERKENALAN DENGAN ADIK-ADIK YAYASAN PANTI ASUHAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK BINA INSANI JEPARA YPA LKSA Bina Insani Jepara 2 “Ukirlah senyum di wajah mereka maka Allah SWT dan Rasul-Nya akan tersenyum pada anda”.


34 Sahabat Marjinal Salah satu contohnya yaitu Yayasan Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (YPA LKSA) Bina Insani Jepara yang merupakan sebuah lembaga untuk memberikan pelayanan dan memfasilitasi anak-anak, baik yang terlantar, yatim piatu, anak-anak fakir miskin dan duafa untuk memperoleh kesejahteraan sosial. Hal tersebut dilakukan dengan harapan supaya kebutuhan mental, fisik, dan sosial mereka dapat terpenuhi. Selain itu, mereka juga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga kelak akan tumbuh sebagai generasi bangsa yang aktif dalam pembangunan sosial. YPA LKSA Bina Insani Jepara didirikan pada tahun 2008 oleh Bapak Dirman Sudirman (Sulaiman) warga asli Sukabumi. Beliau merupakan seorang aktivis dan pegiat di bidang sosial kesukarelawanan. Awal berdirinya panti asuhan masih mengontrak di salah satu rumah yang beralamat di Desa Bandengan Rt: 13 Rw: 4 Kabupaten Jepara. Kemudian pada tahun 2011 pindah dari rumah tersebut karena sudah mempunyai tanah wakaf berkat bantuan masyarakat serta lembaga terkait, sehingga dapat dibangun asrama YPA LKSA Bina Insani Jepara. Kini rumah yang ditempati dulu telah menjadi TK Bina Insani dengan satu manajemen YPA LKSA Bina Insani Jepara. Sumber: Penulis


35 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sarana dan fasilitas yang ada di YPA LKSA Bina Insani terdiri dari gedung asrama, gedung serba guna, musala, ruang kantor, kamar mandi, dapur umum, gudang logistik, gudang barang, lapangan, dan area parkir. Tahun 2022 YPA LKSA Bina Insani menampung total 30 anak panti yang terdiri dari 15 anak luar dan 15 anak dalam. Pengertian anak luar adalah anakanak yang hanya diundang ketika ada kegiatan santunan atau k e g i a t a n panti, sedangkan anak dalam adalah anakanak yang dititipkan dan tinggal di dalam panti. Keseluruhan anak panti berjumlah 30 anak, yang terdiri dari anak yatim piatu, duafa, dan jalanan. Panti Bina Insani menjadi tempat rujukan lembaga sosial kemasyarakatan. Selain itu juga menjadi tempat rujukan Dinsos Jepara ketika melakukan penjaringan razia anak-anak jalanan dan anak-anak terlantar di bawah umur. Sehingga setiap tahunnya rutin mendapat bantuan materiil maupun non materiil untuk k e b u t u h a n panti. YPA LKSA Bina Insani Sumber: Penulis


36 Sahabat Marjinal Panti Bina Insani Jepara juga sudah terdaftar resmi dengan memegang surat-surat perizinan seperti surat izin operasional panti, SK Menkumham, akta notaris, dan sertifikat akreditasi. Dari segi pemasukan, panti bergantung pada donatur tetap (mulai 5.000 – 2 juta per orang) dan donatur insidental. Selain itu, panti mendirikan sebuah kedai kopi kecil dalam rangka meningkatkan ekonomi. Dari segi pelatihan anak, panti Bina Insani Jepara telah beberapa kali mengirimkan perwakilan anak panti untuk mengikuti pelatihan, misalnya pelatihan menjahit pada tahun 2015, pelatihan membuat susu kedelai tahun di 2019, dan pelatihan desain grafis yang diselenggarakan oleh Yayasan Baitul Maal PLN. Adapun program kerja tahunan di panti meliputi; Malam Bina Iman dan Takwa setiap bulan, khitanan masal setiap tahun, santunan muharam saat 17 Agustus, mengirim setiap pengurus panti Sumber: Penulis Sumber: Penulis Sumber: Penulis


37 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI YPA LKSA Bina Insani Jepara mengikuti bimbingan teknis kepengasuhan yang difasilitasi oleh dinas sosial, buka puasa bersama, dan pembagian kurban ke masyarakat. Kehidupan antara masyarakat sekitar dan panti asuhan saling merangkul, aman, dan rukun satu sama lain, serta masyarakat sekitar di wilayah panti asuhan saling membantu baik dari segi sosial maupun ekonomi. Jika dilihat dari segi budaya, warga YPA LKSA Bina Insani Jepara memegang budaya 5S, yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Hal ini tercermin dari sikap dan kebiasaan warga panti yang ramah terhadap setiap ada tamu yang datang. Anak panti asuhan Bina Insani Jepara memiliki materi pembelajaran yang lebih beragam. Selain belajar di sekolah formal, anak panti juga belajar di panti asuhan. Mereka akan belajar lebih banyak materi sehingga mereka memiliki tubuh dan mental yang lebih kuat serta lebih mandiri. Anak panti dapat bersekolah di mana saja, sehingga bisa mendapatkan bekal ilmu pelajaran yang beragam dan bermanfaat. Beberapa materi yang dipelajari anak-anak panti adalah materi keagaman, pengembangan bakat minat, kemandirian, kedisiplinan, dan berbagai ilmu serta materi penting lainnya. Dengan berbagai materi tersebut, anak-anak dapat mengetahui lebih banyak tentang pola Sumber: Penulis


38 Sahabat Marjinal kehidupan di luar panti dan dapat dijadikan sebagai bekal di masa depan. Sama halnya yang diajarkan oleh YPA LKSA Bina Insani Jepara kepada anak pantinya. Selain mereka belajar di sekolah formal, YPA LKSA Bina Insani Jepara juga memberikan pendidikan kewarganegaraan terkait bagaimana menjadi warga negara yang baik dan cinta tanah air melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh YPA LKSA Bina Insani Jepara. Kegiatan tersebut seperti mengikuti kegiatan yang diadakan oleh masyarakat, rangkaian kegiatan untuk memeriahkan hari-hari nasional, dan kegiatan lainnya. Mereka juga rutin mengaji pada waktu sore dan malam hari, serta melakukan istighosah. Hal ini dilakukan untuk menciptakan generasi yang berakal, berbudi pekerti luhur, serta taat agama. Selain dibekali rasa cinta tanah air dan nasionalisme anak-anak panti juga dibekali dengan iman dan takwa. Sumber: Penulis


39 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sejatinya kebutuhan seorang anak panti tidak semata-mata berupa materi seperti uang, makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya. Hal yang paling penting dibutuhkan saat usia anak-anak adalah limpahan kasih sayang dan perhatian yang tulus dari tempat mereka tinggal. Suatu hal yang tidak mudah, sebab panti asuhan mendidik anak-anaknya harus terbiasa berbagi dengan anak-anak lainnya. Oleh karena itu, disarakankan kepada orang-orang baik untuk sekali-kali berkunjung ke panti asuhan. Berikan sedikit saja cinta, perhatian, kepedulian, dan kasih sayang pada mereka, karena mereka sangat membutuhkannya. Berikan apa saja semampu kita untuk meperlihatkan kepada mereka bahwa masih ada orang-orang baik yang peduli, perhatian, dan sayang pada mereka. YPA LKSA Bina Insani Jepara Sumber: Penulis


40 Sahabat Marjinal


41 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sumber: Penulis


42 Sahabat Marjinal


43 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI YPA LKSA Bina Insani Jepara Sumber: Penulis


44 Sahabat Marjinal


45 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI YPA LKSA Bina Insani Jepara Sumber: Penulis


46 Sahabat Marjinal SOWAN KE PONDOK PESANTREN TAHFIDZ TUNA RUNGU &TUNA WICARA IRHAMNYY ROBBY NGABUL JEPARA 3 Para penyandang disabilitas di sejumlah daerah masih mengalami keterbatasan akses pendidikan. Di tengah situasi itu, muncul beberapa pondok pesantren yang membuka diri untuk mereka. Di pondok pesantren, para penyandang disabilitas tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga keterampilan lain. Salah satu pondok pesantren bagi penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara adalah Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby di Desa Ngabul Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Berawal dari keprihatinan terhadap anak-anak penyandang disabilitas dalam hal syariat agama dan sekolah keagamaan, pendidikan keterampilan (vokasi), sehingga pondok pesantren Irhamny Robby berupaya memfasilitasi kelompok anak-anak disabilitas yang berada di Kabupaten Jepara agar dapat belajar dan mendalami ilmu agama (fikih, akidah, tauhid), Al-Quran, serta belajar keterampilan yang berguna untuk masa depannya. Sumber: Penulis


47 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby Jepara


48 Sahabat Marjinal Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby didirikan pada tanggal 27 Desember 2022 oleh sebuah yayasan Thoriqoh Syadziliyah Peta Tulungagung Cabang Jepara, berangkat dari misi kemanusiaan dan keprihatinan terhadap keterbatasan pembelajaran keagamaan kepada anak disabilitas. Saat ini, ponpes Irhamny Robby masih menyewa rumah untuk kegiatan operasional pondok, dengan jumlah santri enam orang yang semuanya masih usia sekolah. Kebetulan para santri semuanya bersekolah di SLB Jepara. Setelah pondok tersebut diresmikan dan mulai beroperasi, pembuatan flyer, observasi, dan sosialisasi untuk menyebarkan informasi mengenai pondok pesantren tahfidz Irhamny Robby makin dikenal. Hingga saat ini antusiasme warga difabel tuli untuk belajar di pondok tersebut juga mulai mendapat respon dari luar kota Jepara. Sumber: Penulis Sumber: Penulis Sumber: Penulis


49 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby Jepara Sumber: Penulis


50 Sahabat Marjinal Seperti yang disampaikan Ibu Murniati selaku pengasuh ponpes, dalam persiapan pembukaan ponpes khusus disabilitas ini, para calon asatid (pengasuh) ponpes yang berjumlah sepuluh orang telah dipersiapkan mengikuti kursus bahasa isyarat dan membaca huruf braille. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kemampuan berkomunikasi dengan santri tuna rungu dan wicara. Namun, untuk saat ini hanya berfokus pada santri putri khusus tuna rungu dan tuna wicara dengan alasan bahwa perempuan adalah madrasatul ‘ula bagi anak-anaknya kelak. Sehingga sedari dini harus dipersiapkan keilmuan dan keterampilan supaya dapat hidup mandiri untuk bekal di masa depannya. Keberlanjutannya, ponpes tahfidz tuna rungu dan tuna wicara Irhamny Robby ini tidak menutup kemungkinan akan terbuka bagi semua masyarakat disabilitas baik putra maupun putri yang ingin memperdalam ilmu keagamaan. Ponpes ini termasuk ke dalam lembaga sosial swadaya bersama, para wali santri hanya membayar biaya operasional sesuai kemampuan mereka. Adapun bagi wali yang memiliki keadaan ekonomi belum mampu, pihak ponpes bersedia menggratiskan biaya operasional pondok dan semua santri mendapatkan hak yang sama dalam bidang pendidikan, pelatihan keterampilan, dan fasilitas. Sumber: Penulis


Click to View FlipBook Version