101 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI RPSDM Waluyotomo Jepara Sumber: Penulis
102 Sahabat Marjinal
103 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sumber: Penulis
104 Sahabat Marjinal “Semakin sedikit stigma yang diterima para penyandang ekspsikotik, maka peluang untuk sembuh total akan semakin besar. Sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupannya dengan baik“. Sumber: Penulis
105 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI RPSDM Waluyotomo Jepara Sumber: Penulis
106 Sahabat Marjinal Melalui bagian akhir buku esai fotografi ini, penulis memaparkan beberapa kesimpulan yang dapat ditinjau kembali yang didasarkan pada temuan hasil penelitian. Kehidupan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang ada di Kabupaten Jepara, sangat bervariatif, ada yang berjuang hingga titik batas kemampuan, ada yang hidup berkecukupan, ada juga yang terkadang masih sulit untuk memenuhi kebutuhannya. Aktivitas yang dilakukan pun layaknya orang normal pada umumnya, seperti bekerja, beristirahat, berkumpul dengan keluarga, dan lainnya. Dalam melakukan pendekatan kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial khusunya bagi penyandang disabilitas sebaiknya tidak perlu melihat bagaimana kondisi fisik yang dialami oleh mereka, namun lihatlah mereka dengan kacamata seperti melihat orang normal pada umumnya begitupun dengan pemuda yang tergabung di komunitas punk, lihatlah mereka selayaknya melihat orang normal pada umumnya sehingga, mereka tidak akan merasa terganggu maupun tersinggung dengan hal tersebut, dan sebaliknya mereka akan senang, karena akan mendapatkan pengakuan dari orang lain. Saat melakukan komunikasi dengan para penyandang disabilitas, mereka dapat melakukannya baik secara verbal maupun non verbal. Dikarenakan tanpa perlu bertemu, masyarakat luas dapat melihat kegiatan yang mereka lakukan sebagai masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial melalui karya foto. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan oleh penulis dalam proses pembuatan karya fotografi essai ini, di antaranya yaitu tahap persiapan, penulis mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, lalu dilanjutkan dengan obervasi dan penggalian data. Data yang terkumpul akan digunakan dalam tahap perencanaan dengan mencari referensi yang akan digunakan sebagai karya foto dan proses wawancara dengan narasumber. Tahap terakhir yaitu pelaksanaan pemotretan dengan para penyintas penyandang masalah kesejahteraan sosial serta proses editing pada karya foto. Hal seperti ditampilkannya visual menarik pada PENUTUP 106 Sahabat Marjinal
107 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI karya foto yang telah diciptakan dapat memberikan emosi kepada seorang yang melihatnya. Sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh audience. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kekuatan dari media yang dinamakan foto patut diakui mampu berbicara lebih kuat daripada buku. Pesan yang terkandung dari selembar foto memiliki arti lebih dari seribu kata. Pembuatan sebuah buku fotografi esai, penulis akui sangat menarik dan menantang. Bagian menariknya adalah bagaimana kita bereksplorasi dalam kata dari hasil foto. Adapun tantangan tersendiri dalam membuat buku fotografi esai adalah bagaimana menyusun kata-kata menjadi sebuah cerita naratif dari rangkaian foto serta bagaimana menyusun esai dari foto-foto tersebut agar tidak membosankan dan tidak membuat teks yang ada berkesan seperti hanya sekedar judul dari foto yang ada. Ada baiknya bila sebuah buku fotografi esai dapat menceritakan hal-hal yang tidak biasa ditemui orang pada umumnya setiap hari atau hal-hal yang mungkin luput dari perhatian masyarakat. Melalui buku fotografi esai aktivitas masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial ini, masyarakat diajak untuk dapat melihat sebuah kehidupan kaum marginal yang mungkin akrab bagi sebagian besar mereka yang juga hidup di tengahtengah masyarakat tetapi tidak menjadi perhatian atau bahkan tidak dipedulikan. Sebuah pengenalan hanya timbul dari sebuah keingintahuan aktivitas kaum terpinggirkan ini dalam menjalani kesehariannya yang terkadang keberadaan mereka di tengah-tengah masyarkat masih sering diabaikan. Melalui buku fotografi esai ini, kiranya dapat menambah pengetahuan dan informasi kepada masyarakat akan aktivitas masyarakat penyandang masalah sosial di Jepara yang terkadang masih tidak banyak diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Mereka sama halnya dengan kita, mereka bukanlah beban ataupun sampah masyarakat, mereka juga warga negara yang berhak memiliki hidup sejahtera di negaranya sendiri. Penutup
108 Sahabat Marjinal Rizka Fauziyah dilahirkan dan dibesarkan di Jepara, Jawa Tengah pada 17 Mei 2000. Saat ini tengah menempuh pendidikan Strata-1 di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara program studi Desain Komunikasi Visual semester akhir. Memiliki ketertarikan kegiatan di bidang sosial, menyukai tantangan, dan hal-hal baru. Awalnya, penulis sangat awam, dan bahkan tidak ada ketertarikan dengan dunia fotografi, hingga pada saat menempuh sekolah kejuruan di SMK Negeri 3 Jepara pada tahun 2015, penulis menjadi sangat tertarik ingin lebih banyak belajar tentang fotografi. Seolah-olah semesta turut mendukung keinginan penulis untuk belajar mengenai fotografi, pada saat SMK ketika ada perlombaan, event, maupun menjadi pengurus di organiasasi, penulis sering ditempatkan di divisi dokumentasi, dari sinilah pintu awal penulis banyak bertemu dengan senior sekolah dan guru yang berkemampuan di bidang fotografi. Setelah belajar dasar-dasar fotografi di bangku SMK penulis diberikan kesempatan untuk menjalani prakerin di studio foto Rina Mlonggo, di sini penulis turut belajar hal-hal baru mengenai fotografi. TENTANG PENULIS
109 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Hingga pada saat menjalani perkuliahan, penulis dipercaya untuk mengisi posisi pekerja lepas sebagai ass. photographer dan editor di studio Pitamerah Project, dan dari sini penulis mulai mengeksplor karakter serta minat penulis di ranah fotografi, sehingga membuat penulis untuk terus belajar mengenai fotografi dengan berusaha memotret dan memotret. Sampai pada kesimpulan, penulis tertarik di fotografi jurnalistik atau human interest, karena sependek pengetahuan penulis, penciptaan fotografi jurnalistik ataupun human interest bisa dilakukan oleh orang amatir sekalipun, dalam artian tidak ada kaidah yang terikat dalam penciptaan karya foto jurnalistik dan human interest. Namun, tanpa mengesampingkan makna dan pesan yang terkandung dalam foto, serta dapat mempertanggungjawabkan hasil dokumentasinya. Penciptaan karya fotografi jurnalistik atau human interest lebih menekankan makna serta pesan tersirat dari sebuah foto yang ingin disampaikan kepada audience (baca: foto yang dapat bercerita). Dalam hal ini, penulis juga memiliki ketertarikan dengan kegiatan sosial, sehingga penulis membuat karya buku esai foto jurnalistik atau human interest dengan mengusung topik “Aktivitas Masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Jepara dalam Fotografi Esai” sebagai karya tugas akhir untuk syarat menyelesaikan pendidikan Strata-1 di program studi Desain Komunikasi Visual, dengan tujuan membangun empati dan simpati dari masyarakat Jepara, serta dapat mengubah stigma yang ada pada masyarakat terhadap para penyandang masalah kesejahteraan sosial khususnya di daerah Jepara. “Sebuah bentuk ajakan bagi mesyarakat Jepara untuk lebih peduli dan mengasihi terhadap sesama”. Tentang Penulis
110 Sahabat Marjinal
111 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI
112 Sahabat Marjinal “ Cinta adalah ketika kau peduli dengan situasi yang tengah dihadapi oleh seseorang dengan kepedulian sama seperti terhadap situasimu sendiri. - Morrie Schwartz - AKTIVITAS MASYARAKAT PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN JEPARA Dalam Fotografi Esai