The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sebuah buku Fotografi esai yang diciptakan memuat mengenai beberapa aspek seperti, daily activities, potret diri dan keadaan
lingkungan sekitar. Informasi yang ingin disampaikan dalam perancangan ini berupa pentingnya dukungan lingkungan terhadap penyintas PMKS, dengan harapan para penyintas bisa melanjutkan hidup dengan baik dan sejahtera.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rizkafauziyah369, 2023-04-07 09:52:23

E-Book Aktivitas Masyarakat Penyandang Masalah Sosial di Jepara

Sebuah buku Fotografi esai yang diciptakan memuat mengenai beberapa aspek seperti, daily activities, potret diri dan keadaan
lingkungan sekitar. Informasi yang ingin disampaikan dalam perancangan ini berupa pentingnya dukungan lingkungan terhadap penyintas PMKS, dengan harapan para penyintas bisa melanjutkan hidup dengan baik dan sejahtera.

Keywords: Fotografi Esai,Human Interest,Juranalistik,PMKS,Sosial,Kepedulian,Lansia,Ekspsikotik,Punk,Panti Anak,Disablitas,Difabel

51 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pemasukan ponpes masih sangat bergantung kepada para donatur untuk mendukung misi kemanusiaan dan keberlangsungan kegiatan operasional ponpes Irhamny Robby agar terus memberikan manfaat kepada para santri penyandang disabilitas lebih banyak lagi. Selama ini kaum disabilitas kurang mendapatkan perhatian, bahkan nyaris tidak tersentuh pendidikan keagamaan. Pendidikan formal yang ada hanya sebatas pendidikan pengetahuan umum, padahal mereka mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan keagamaan. Harapan Ketua Yayasan, Badarudin Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby Jepara Harapan Ketua Yayasan Badarudin Lutfi menyampaikan, guna guna terwujudnya visi dan misi Ponpes Irhamny Robby, besar harapan adanya sinergitas dan peran pemerintah dalam hal ini Pemkot Jepara, Kemenag Kota Jepara dan juga masyarakat Kota Jepara terpenuhinya kebutuhan sarpras ponpes bagi penyandang disabilitas. serta sebagai bentuk langkah kepedulian untuk menjadikan Kota Jepara ramah terhadap difabel. Sumber: Penulis


52 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


53 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby Jepara Sumber: Penulis


54 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


55 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sekilas mereka terlihat normal seperti anak-anak lain, namun mereka memiliki keistimewaan bukti Kasih Tuhan pada Hamba-Nya. “ Pondok Pesantren Tahfidz Tuna Rungu dan Tuna Wicara Irhamny Robby Jepara


56 Sahabat Marjinal


57 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Komunitas Motor Difabel Jepara Sumber: Penulis


58 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


59 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ) BERSILATURAHMI DENGAN KOMUNITAS MOTOR DIFABEL JEPARA (KMDJ) 4 Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ) dibentuk pada tanggal 30 Agustus tahun 2020 oleh para penyandang disabilitas di Jepara. Selain sebagai ajang silaturahmi, diharapkan komunitas ini juga dapat membantu para difabel agar mendapatkan akses untuk berkendara dengan aman dan nyaman. Menurut Bapak Zakariya selaku Pembina KMDJ mengatakan bahwa keinginan teman-teman difabel Jepara membentuk sebuah komunitas pengendara sepeda motor khusus difabel ini sudah ada sekitar lima tahun lalu. Oleh karena terhalang pandemi, sehingga baru terbentuk pada tahun 2020. Para pengendara difabel sudah sering bertukar pikiran dan pendapat untuk bisa membentuk sebuah komunitas seperti komunitas sepeda motor yang sering berkumpul di Alun-Alun Jepara. Harapan tersebut akhirnya berhasil diwujudkan pada tanggal 30 Agustus tahun 2020. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Zakariya bahwa melalui KMDJ ini diharapkan dapat menjalin silaturahmi serta kekompakan antar sesama pengguna motor difabel.


60 Sahabat Marjinal Selain itu, dapat bekerja sama dengan kepolisian agar para difabel bisa berkendara dengan aman, nyaman, selamat, dan mematuhi aturan lalu lintas. Sementara itu, Bapak Syamsudin selaku Ketua KMDJ menyampaikan, bahwa komunitasnya sudah membentuk beberapa kegiatan di antaranya adalah bakti sosial, city touring, dan kumpulan selapanan (setiap 40 hari) di rumah anggota KMDJ secara bergiliran. Kegiatan city touring sendiri diarahkan untuk mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Jepara dan luar kota Jepara. Sumber: Penulis


61 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ) Sumber: Penulis


62 Sahabat Marjinal Bapak Syamsudin selaku ketua Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ) sedang memberikan sambutan dan pemaparan kegiatan kumpulan selapanan di kediaman Bapak Zakariya Anshori selaku pembina KMDJ. Sumber: Penulis


63 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI


64 Sahabat Marjinal


65 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sumber: Penulis


66 Sahabat Marjinal “Able does not mean enable. Disable does not mean less able.” “Mampu bukan berarti memung - kinkan. Penyandang cacat tidak berarti kurang mampu.” - Khang Kijarro Nguyen Sumber: Penulis


67 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI


68 Sahabat Marjinal MENILIK AKTIVITAS SIMBAH DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPSLU) POTROYUDAN JEPARA 5 Setiap orang tentu mendambakan hidup layak dan sehat sepanjang hayat, dilimpahkan rezeki sebelum ajal menjemput, umur yang berkah, dikelilingi banyak teman, dan sahabat untuk bercengkrama, dan bisa hidup langgeng “dumugi tekaning pati“ bersama istri atau suami dan buah hati kesayangan. Setidaknya, hal tersebut menjadi harapan penulis sendiri dan sebagian orang untuk menikmati hidup di masa tua nantinya. Namun, Sumber: Penulis


69 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI pada kenyataannya tidak sedikit masa tua hanya dihabiskan dengan kesendirian. Kesepian seakan telah menjadi teman sejati yang menemani, seolah-olah dunia ini akan kiamat esok hari. Seringkali hidup dihantui rasa tidak nyaman dan selalu was-was. Bahkan, terkadang kita terhanyut kalut dalam bayangbayang kenangan dengan orang tercinta, yang sudah pergi ke alam sana mendahului kita hingga tiba saatnya giliran kita. Sebuah alam kepastian yang kekal dan tidak bisa ditolak oleh siapa pun. Alam keabadian yang penuh misteri dan teka-teki. Sebuah alam yang hanya bisa diimani dan tidak dapat dihindari oleh setiap insan di alam dunia. Terlepas di mana tempat yang akan kita lalui nanti, tentunya hanya berujung pada Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Pengasih yang mampu memastikan kemana tempat tujuan kita untuk menikmati masa tua tersebut. Meskipun pada akhirnya Tuhan lah yang akan mengetuk palu pernasiban semua makhluk-Nya: apakah kita akan memasuki hidup sengsara bagaikan hidup dalam penjara atau memasuki kehidupan bahagia seperti hidup dalam surga? Tentunya yang kita lakukan selama di masa muda sebelum tua inilah yang akan membawa kita berlayar mengarungi kehidupan masa tua yang bermartabat dan layak tersebut. PPSLU Potroyudan Jepara


70 Sumber: Penulis Sahabat Marjinal


71 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Sumber: Penulis


72 Sahabat Marjinal Dalam sebuah pidato perjuangan, presiden pertama Indonesia, Sukarno pernah menyampaikan demikian, “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Ini artinya bahwa pemuda (baca: masa muda) itu dipenuhi energi dan ide-ide luar biasa, sehingga akan membawa kehidupan seseorang lebih baik di masa tuanya nanti. Jadi, kehidupan di masa tua itu akan bahagia atau tidak bahagia sangat bergantung dengan sepak terjang kita semasa muda. Beragam perhatian serius terhadap lansia ini turut dirasakan di setiap negara. Di Indonesia contohnya, sependek pengetahuan penulis masih sangatlah memprihatikan. Sistem jaminan sosial yang sudah ada selama ini, dalam pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Sering terjadi ketidaksesuaian antara pemegang kebijakan dengan kenyataan di lapangan. Aturan dan pelaksanaan sering berbenturan sehingga tidak sedikit masyarakat yang dibuat bingung, hingga akhirnya hanya berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan tinggal harapan, namun kenyataanlah yang berbicara lain. Sumber: Penulis


73 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI PPSLU Potroyudan Jepara Pada bulan Desember 2022 penulis mengunjungi salah satu tempat rehabilitasi untuk masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di bawah naungan lembaga Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang memfasilitasi para penerima manfaat untuk para lansia, yaitu Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia yang beralamat di Jl. Pemuda No. 95A, Potroyudan IV, Desa Potroyudan, Kecamaan Jepara, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah 59412. PPSLU Potoroyudan Jepara memiliki ruang kantor dinas, rumah dinas staf, musala, asrama, gedung serbaguna, lahan parkir, taman, dan dapur. Di panti lansia ini keterpaduan antara para perawat, rasa kekeluargaan antar penerima manfaat, staf, dan para pegawai yang ramah sangat tercermin di sini. “Ngopeni sing ora kopen ben kopen”, kira-kira itulah motto para petugas di PPSLU Potroyudan Jepara, penulis menangkap sinyal melalui senyuman para lansia yang penulis lihat di tempat ini, karena di sini mereka dirawat dengan baik dan sangat diperhatikan pola hidup serta kesehatannya. Awal Kunjungan Sumber: Penulis


74 Sahabat Marjinal


75 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Kegiatan yang dilakukan di panti lansia ini, di samping diciptakan untuk pengalih kejenuhan dan proses penyembuhan dari para pegawainya, juga dilakukan cek kesehatan rutin, rekreasi, dan senam. Selain itu, juga ada berbagai kegiatan untuk menjaga kepikunan seperti berlatih keterampilan sederhana seperti menggambar dan melukis, membuat beragam kerajinan sederhana, menanam tumbuhan, pembuatan pot, memainkan alat musik rebana dengan diiringi sholawatan, penginjilan, kajian keagamaan, dan lainnya. Jika penulis perhatikan konsep lima 5S, di antaranya; senyum, sapa, salam, sopan, dan santun, benar-benar tercermin di lingkungan panti lansia ini. Di panti lansia ini terdapat kamar/asrama dan masing-masing kamar dilengkapi dengan toilet dan wastafel. Ragam para penghuninya terdiri atas orang-orang yang sehat dan mandiri (masih dapat melakukan aktivitas keseharian secara mandiri), orang-orang yang baru keluar dari rumah sakit (sebagai rehabilitasi), atau yang sudah lumpuh, orang yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dan orang yang sudah pikun. PPSLU Potroyudan Jepara Sumber: Penulis


76 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


77 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI PPSLU Potroyudan Jepara Sumber: Penulis


78 Sahabat Marjinal Layanan lainnya, yaitu para perawat dan dokter akan berkunjung ke panti dan mengecek kesehatan secara berkala. Hal yang lebih penting adalah ketika kesehatan para lansia tiba-tiba memburuk maka dengan sigap para perawat tersebut akan menanganinya dengan optimal. Selain itu, juga diberikan obatobatan dan multivitamin sesuai dengan kebutuhan para lansia. Saat ini PPSLU Potroyudan Jepara menampung sekitar 82 penerima manfaat dengan rincian lansia mandiri 52 dan lansia pendampingan sebanyak 30. Sumber: Penulis


79 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Para penyintas di PPSLU (Panti Pelayanan Sosisal Lanjut Usia) Potroyudan Jepara yang dinaungi Dinas Sosial Jawa Tengah ini bukan hanya didominisili oleh orang Jepara saja, melainkan ada yang berasal dari luar kota Jepara, yakni penerima manfaat tersebut ada yang hidup sebatang kara tanpa sanak saudara hasil asesmen oleh Dinas Sosial Kabupaten, serta ada keluarga yang tidak mampu merawat lansia dengan layak sehingga dititipkan di PPSLU Potroyudan Jepara. PPSLU Potroyudan Jepara Sumber: Penulis


80 Sahabat Marjinal Kegiatan Kajian Agama Sumber: Penulis


81 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI PPSLU Potroyudan Jepara Sumber: Penulis Sumber: Penulis


82 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis Sumber: Penulis


83 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI PPSLU Potroyudan Jepara Sumber: Penulis


84 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


85 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI PPSLU Potroyudan Jepara


86 Sahabat Marjinal


87 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Eks Psikotik adalah orang dengan gangguan jiwa yang telah dinyatakan pulih oleh Rumah Sakit Jiwa dan termasuk ke dalam jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang menderita gangguan jiwa dan menjadi salah satu tugas penanganan oleh pemerintah atau masyarakat yang dilakukan dengan cara merehabilitasi. Menurut tinjauan UU No. 4 Tahun 1997, penyandang disabilitas mental atau eks psikotik merupakan sebutan bagi seseorang yang mengalami gangguan jiwa yang telah dirawat di rumah sakit jiwa dan direkomendasikan dalam kondisi tenang yang oleh karenanya merupakan rintangan atau hambatan baginya untuk melakukan fungsi sosialnya seperti pemenuhan kebutuhan, pemecahan masalah, dan permasalahan untuk melakukan kegiatan rutinitas sehari-hari. Gesti Yulian (2017) berpendapat bahwasannya eks psikotik adalah gelandangan psikotik yang termasuk ke dalam jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang menderita gangguan jiwa dan menjadi salah satu tugas penanganan pemerintah atau masyarakat yang dilakukan dengan cara merehabilitasi atau mengembalikan keberfungsian sosialnya. MELIHAT AKTIVITAS PENYINTAS EKS PSIKOTIK DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL DISABILITAS MENTAL (RPSDM) WALUYOTOMO JEPARA RPSDM Waluyotomo Jepara 6 Sumber: Penulis


88 Sahabat Marjinal Eks Psikotik yaitu mantan penderita gangguan jiwa yang sudah dinyatakan baik dan pulih oleh Rumah Sakit Jiwa, namun fungsi sosialnya belum sepenuhnya pulih dan bisa jadi akan mengalami kekambuhan nantinya, sehingga perlu penanganan rehabilitasi. Salah satu contohnya yaitu Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Waluyotomo yang merupakan sebuah tempat rehabilitasi eks psikotik dari Dinas Sosial Kota Jepara yang menjadi satu manajemen dengan Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, salah satunya yang menangani dan melayani Eks Psikotik secara sementara sebelum dikembalikan ke tempat asal ataupun keluarganya. Sebenarnya penanganan Eks Psikotik itu perlu berbagai tenaga profesional, sehingga dapat menghasilkan pada pemulihan Eks Psikotik. RPSDM Waluyotomo Jepara bekerja sama dengan: 1. Kelurahan Kauman Jepara; 2. Polsek Jepara; 3. Dinsospermades Jepara; 4. Kemenag Kabupaten Sumber: Penulis


89 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Jepara; 5. Koramil Jepara; 6. Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara; 7. RSUD RA. Katini Jepara; 8. Puskesmas Jepara; 9. Disdukcapil Kabupaten Jepara; 10. Instruktur profesional, dengan begitu mereka dapat memaksimalkan dengan menangani dan melayani para penyintas Eks Psikotik dengan memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Data terbaru pada Bulan Februari 2023 jumlah penerima manfaat di RPSDM Waluyotomo Jepara berjumlah sebanyak 82, dengan rincian laki-laki sebanyak 45 orang, dan perempuan sebanyak 37 orang. Para penyintas di RPSDM (Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental Waluyotomo Jepara) dan di PPSLU (Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia) Potroyudan Jepara yang dinaungi Dinas Sosial Jawa Tengah tidak hanya didomisili dari orang Jepara saja, melainkan ada yang berasal dari luar kota Jepara, yang mana penerima manfaat tersebut hidup lontang-lantung di jalanan di sekitar Jepara. Orang-orang yang berakal di dalam RPSDM Waluyotomo Jepara yaitu, hasil dari penjaringan razia yang dilakukan Dinas Sosial Jepara, Satpol PP, dan instansi terkait yang berdomisili di Kabupaten Jepara. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk menertibkan kota Jepara dan membuat kenyamanan lingkumgan masyarakat kabupaten Jepara. Sama halnya suasana yang terbangun di PPSLU Potroyudan, di RPSDM Waluyotomo RPSDM Waluyotomo Jepara Sumber: Penulis


9 0 Sahabat Marjinal ini keterpaduan antara para perawat, rasa kekeluargaan antar penerima manfaat, staf, dan para pegawai yang ramah juga sangat tercermin. Motto “Ngopeni sing ora kopen ben kopen” nampaknya telah menjadi senjata bagi para staf dan pegawai RPSDM Waluyotomo untuk tetap semangat mengurus dan memberikan pelayanan terbaik kepada para penyintas Eks Psikotik yang seringkali keberadaannya mengalami pengabaian dan penolakan oleh masyarakat. Selama kunjungan ke RPSDM Waluyotomo penulis juga turut menyaksikan senyuman para penerima manfaat di tempat ini, sebab di sini mereka dirawat dengan baik, telaten, dan sangat diperhatikan pola hidup serta kesehatannya. Dalam pemulihan mental penderita gangguan jiwa atau penerima manfaat untuk rehabilitasi diberikan pelayanan sesuai dalam SOP dengan waktu selama 1 tahun.


91 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI RPSDM Waluyotomo Jepara Sumber: Penulis


92 Sahabat Marjinal Namun, seiring berjalannya waktu proses pemulihan, situasi dan kondisi para penyandang sosial tersebut belum tentu sesuai dengan apa yang direncanakan dalam SOP untuk menjadikan para penyandang masalah sosial menjadi mandiri, sehingga tidak sesuai proses yang diharapkan agar terealisasi dengan cepat. Sama halnya kegiatan yang dilaksanakan di PPSLU Potroyudan, di RPSDM Waluyotomo juga terdapat kegiatan rehabilitas serupa untuk melatih motorik dan emosional mereka supaya betah dan nyaman selama proses rehabilitasi di RPSDM Waluyotomo, yaitu yang pertama; rehabilitasi sosial yang pelaksanaannya diisi dengan kegiatan seperti senam, menanam tumbuhan, pembuatan pot, menggambar, membuat batik, memainkan alat musik rebana dengan diiringi sholawatan, penginjilan, dan kajian keagamaan. Kedua, rehabilitasi medis yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dan Rumah sakit seperti pemeriksaan jiwa dan psikologis secara periodik, dikarenakan para penyintas RPSDM Waluyotomo hampir seluruhnya mengkonsumsi obat untuk proses penyembuhan. Sumber: Penulis


93 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI RPSDM Waluyotomo Jepara


94 Sahabat Marjinal


95 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI Adapun karya batik Ciprat yang diproduksi oleh para penyintas Eks Psikotik RPSDM Waluyotomo telah berhasil menarik atensi lembaga dinas terkait untuk dijadikan seragam batik dinas. Batik Ciprat eksklusif Waluyotomo Jepara binaan RPSDM ini sudah mampu mengembangkan batik Ciprat yang sudah bisa dimanfaatkan dan dijual. RPSDM Waluyotomo Jepara Sumber: Penulis


96 Sahabat Marjinal Saat ini pihak RPSDM sedang mengurus untuk pembuatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) batik ciprat ini guna keberlangsungan produksi batik di masa mendatang. Sumber: Penulis


97 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI


98 Sahabat Marjinal Sumber: Penulis


99 AKTIVITAS MASYARAKAT PMKS DALAM FOTOGRAFI ESAI RPSDM Waluyotomo Jepara Sumber: Penulis


100 Sahabat Marjinal Penyintas Ekspsikotik dapat sembuh total Penyintas Ekspsikotik dapat sembuh dengan obat yang efektif Penyintas Ekspiskotik dapat berinteraksi sosial Penyintas Ekspsikotik dapat berhasil hidup normal Sumber: Penulis


Click to View FlipBook Version