n a ©r=1 4Gsi) t> Q U l ■ 2 1 :5 4Bab 26IstimewaBukan BeRaRtiLebih Enak
Stop MengeluhMaukah kamu diperhatikan secara istimewa? Kalau kamu mau keluar atau masuk ke dalam sebuah ruangan, ada orang khusus yang membukakan pintu dan menutupnya buat kamu. Nanti saat makan tiba, ada seseorang yang menghidangkan makanan secara rutin, tiga kali sehari, untukmu. Saat kamu terlelap, ada orang yang tak pernah lupa mengingatkanmu untuk bangun pagi. Kamu pun bisa bermain sepuasnya bersama teman-temanmu tanpa harus khawatir terkena teguran saat seperti di sekolah atau di tempat kerja. Praktisnya, hampir segala kebutuhan dasar hidupmu diberi secara gratis oleh orang lain termasuk kesehatan dan jaminan hidup. Bahkan, gilanya lagi kamu juga bisa masuk koran!Hebat bukan? Tapi kabar buruknya adalah, kondisi seperti itu bisa kamu “raih secara m udah” di dalam... penjara! Di dalam penjara, kamu bakal dapat fasilitas eksklusif seperti di atas. Petugas-petugas lapas akan selalu mengawasimu siang-malam dan menjamin hidupmu. Jadi pertanyaannya sekarang, masihkah kamu mau menikmati fasilitas istimewa di atas?Sesuatu yang istimewa belum tentu lebih enak. Dalam dunia makanan, menu istimewa belum tentu lebih aman untuk disantap. Misalnya, soto sapi porsi istimewa yang lebih lengkap daging dan lemaknya memang terasa menggoyang pertahanan lidah. Tapi bagi penyandang kolesterol, soto seperti itu seperti mengandung racun.
Istimewa Bukan Berarti Lebih EnakSering kali, keistimewaan-keistimewaan seperti itu membuat hidup kita seperti katak dalam tempurung. Kadang enak, tapi juga bisa mematikan karena kebebasan kita terancam. Segala sesuatu sudah diatur dan dikendalikan sehingga pikiran kita menjadi sulit mencari ide-ide kreatif. Seperti seorang putri raja yang \"disekap” di dalam istana mewah, secara materi hidup mereka terjamin tapi secara emosional, hidup mereka serba “terjepit”.Oleh karena itu, mumpung kamu masih bisa terbang bebas, rayakanlah kemerdekaan yang kamu punyai saat ini. Ketika masih bisa bereksplorasi dan menciptakan hal-hal baru tanpa terikat oleh orang atau dunia kerja, buatlah hasil karya yang monumental dan mengubah hidupmu sendiri dan hidup ribuan orang. Jangan biarkan kamu iri dengan keistimewaan yang dimiliki oleh orang lain. Sebab siapa tahu, keistimewaan yang dimiliki oleh orang lain— termasuk kekayaan dan nama tenar— merupakan jebakan yang menghimpit kreativitasmu dalam berkarya. Alih-alih memikirkan \"nasib baik” orang lain, lebih baik ciptakan masa depanmu sendiri selagi kamu tidak diistimewakan oleh pihak lain.
n £ © r= 1 4G isS it Q U l ■ 21:54Stop MengeluhIN SP IR A S I # 2.6\"HEHJAD1ISTIMEW A TIDAK SELALU MENGUNTUNGKAN. 1R1 DENGAN ORANG LAIN YANG DIPERLAKUKAN ISTIMEWA PUN JUGA TAK ADA CUNANYA. YANG PALING BERGUNA DALAM HIDUPHU ADALAH KEBEBASAN UNTUK MENCIPTAKAN HAL-HAL HEBAT DEMI HIDUP BANYAK ORANG.\"rDi 1uar Dugaan“Aku menduga salah satu ironi dalam hidup adalahmelakukan hal yang salah di waktu yang tepat—Charlie ChaplinSering kali, produktivitas terhenti karena ada masalah yang datang di luar dugaan. Misalnya, seorang staf penting tiba-tiba jatuh sakit atau mengundurkan diri. Komputer kantor terserang virus. Listrik mati. Ada pertemuan dadakan yang harus dihadiri yang bisa m erusak ritme kerja. Begitu seterusnya.Keadaan-keadaan seperti ini mem engaruhi produktivitas. Dengan kata lain, produktivitas menjadi begitu
Istimewa Bukan Berarti Lebih Enakterganggu dan terpukul oleh kondisi yang ada di luar dugaan.Kalau terjadi masalah “darurat” seperti itu, respons utama yang kita lakukan adalah membuat keputusankeputusan dadakan yang meluncur begitu saja dari mulut kita. Tanpa ada informasi pendukung. Tanpa ada latihan sebelumnya. Pokoknya serba terbatas. Kondisi ini bukannya menolong Anda membuat keputusan yang baik dan menormalkan produktivitas. Yang terjadi justru sebaliknya. Keputusan yang serba dadakan dan “tak dipikir dulu” bisa memicu masalah.Lantas? Dalam kondisi normal (tidak darurat), luangkan waktu untuk menciptakan standard operating procedure. Anda bisa menamainya dengan istilah macam-macam, mulai dari “emergency sheet\", “10 langkah penyelamatan data”, “prosedur mengundurkan diri”, dan lain sebagainya. Yang penting, prosedur itu ditulis secara step-by-step dan mudah dipahami karena akan dibaca oleh orang yang sehari-hari belum tentu memiliki wewenang untuk mengerjakan sebuah tugas. Misalnya, seorang customer service yang tiba-tiba “naik pangkat” menjadi seorang layouter akibat ada seorang pegawai produksi yang tak masuk kerja.
Stop MengeluhINSPIRASI UNTUK DUNIA KERJASetiap saat, bersiaplah untuk “kondisi darurat”. Ketika kondisi ini datang, satu-satunya cara untuk \"menyelamatkan produktivitas” adalah menugaskan orang-orang, siapapun, untuk menyelesaikan tugas itu. Apakah bisa? Tentu selama Anda membuat prosedur yang runtut, sederhana, dan mudah diaplikasikan oleh siapapun. Kondisi darurat memang tidak berlangsung abadi. Kondisi darurat selalu muncul satu-dua kali dalam rentang waktu yang pendek. Oleh karena itu, cukuplah berharap jika ada orang lain yang bisa mengerjakan tugas itu walaupun hasilnya tak maksimal. Yang penting, produktivitas tidak anjlog secara hebat.INSPIRASI UNTUK DUNIA SEKOLAHSeorang mahasiswa atau anak sekolah mungkin saja jatuh dalam kondisi darurat mulai dari sakit sampai tak menghadiri mata kuliah tertentu karena berurusan dengan polisi di tengah jalan. Apapun bisa terjadi. Oleh karena itu, buatlah daftar-daftar cara alternatif untuk mengatasi masalah darurat seperti itu. W alaupun tak dipraktekkan secara luas, para mahasiswa tahu kalau meminjam catatan adalah salah satu cara untuk keluar dari masalah produktivitas belajar. Selain meminjam catatan, ada cara-cara lain yang bisa ditempuh seperti mengecek silabus dan kurikulum dan mencari informasi
Bab WRambutRatusan Juta
n £ © r= 1 4G isS it J .,ll ■ 21:55Stop MengeluhApakah kamu pernah dengar motto yang berbunyi “Prasetyaning Nayaka Amangun Praja”? Motto ini merupakan “atribut” salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang bernama Purbalingga. Kota yang terkenal dengan mendoan dan srotonya ini— “bahasa” Purbalingga untuk soto—adalah tempat kelahiran salah satu personil Warkop DKI yang masih hidup saat ini, yaitu Drs. H. Indrojoyo Kusumonegoro alias Indro Warkop. Tapi dunia kesenian yang tak kalah terkenalnya dari Indro Warkop dan sama-sama dari Purbalingga adalah seni kerajinan rambut palsu. Para pengrajin itu mengumpulkan rambut-rambut palsu yang “dibuang” oleh para pengusaha salon untuk “disulap” menjadi produk bulu mata palsu (eye-lash), wig, ataupun sanggul serta hair piece untuk menciptakan efek rambut tambahan. Tidak tanggung-tanggung, usaha pembuatan rambut palsu ini mampu mempekerjakan 28 ribu orang dan hasil karyanya diekspor ke Amerika Serikat serta Eropa.Rambut memang mahkota manusia. Harganya bisa sangat murah kalau kamu adalah orang yang biasa-biasa saja. Setelah rambutmu digunting, potongan rambut yang “tak berguna” itu hanya akan menghuni bak tempat sampah saja menunggu orang lain untuk membelinya dengan harga ekstra miring. Tapi kalau yang dipotong adalah rambutnya Justin Bieber, maka lain ceritanya.
n X © r= 1 4G isS it Q M ■ 21:56Rambut Ratusan JutaAnak remaja super ngetop yang fasih berbicara Perancis ini memiliki aset berharga di rambutnya. Tak tanggungtanggung, seorang fans pernah menjual potongan rambut Justin Bieber di situs eBay dengan harga 40 ribu USD atau sekitar 360 juta rupiah! Jadi, memiliki potongan rambut Justin Bieber serasa mengendarai mobil Mitsubishi Pajero yang digandrungi anak muda itu.Atau kamu ingin punya potongan rambut ala Justin Bieber? Jangan khawatir, kamu bisa mendapatkannya seperti seorang anak yang sangat fans berat dengan Justin Bieber yang harus mengeluarkan uang sebesar 150 USD (sekitar Rp. 1.1350.000,-) hanya agar potongannya tampak mirip dengan idolanya tersebut. Tentu angka yang besar jika dibandingkan kebanyakan salon yang hanya men-charge sekali potong rambut sebesar Rp. 10.000,- walaupun model potongannya tak jelas.Apapun yang dimiliki oleh selebritis pasti berharga lebih mahal karena dianggap langka dan tergolong barang koleksi. Mulai dari rambut, sepatu, rompi, kaca mata, hingga tanda tangannya. Umumnya, pemilik barang-barang koleksi dari para selebritis itu juga tak ingin memilikinya seumur hidup. Mereka “mengintai” nilai barang itu terus menerus. Jika harganya tinggi, mereka akan menjualnya lagi ke orang lain dengan harga berlipat-lipat dari harga saat ia membelinya. Dengan begitu ketahuan kalau seseorang membeli “produk”
Stop Mengeluhmilik selebritis hanya semata-mata untuk urusan dagang saja. Suatu saat kalau kamu menjadi selebriti dan segala hal yang terkait dengan dirimu dijual dengan harga mahal, sebaiknya tidak perlu ber-gede rasa. Milikmu itu hanya dijadikan barang investasi saja yang sewaktuwaktu bisa dijual ke orang lain dengan harga lebih tinggi. Kalau sudah begini, cinta seorang fans pada apa yang kamu miliki semata-mata berdasarkan hitung-hitungan ekonomi-bisnis dan bukan karena kamu memang benarbenar spesial di hatinya yang terdalam. Jika cinta mereka sudah luntur, maka tak patutlah kita mengeluh karena cinta seperti itu memang tak berumur panjang. Dengan kata lain, cinta sejati dari “orang lain yang kurang penting\" seperti orang tua, saudara, dan sahabat akan jauh lebih berharga dibanding cinta muluk dari para fans yang bisa luntur seiring waktu.
n £ © 4 G4t Q M ■ 21:56Rambut Ratusan JutaINSPIRASI # 2 .7\"MENJADI TERKENAL BERARTI MEMILIKI BANYAK PENGGEMAR. TAPI SERING KALI, PENGGEMAR HANYA MENCINTAIMU SELAMA KAMU MASIH PATUT UNTUK DICINTAI CMASIH TENARJ. JIKA KETENARAN ITU REDUP, REDUP PULA CINTA MEREKA. CINTA SEPERTI INI HANYALAH SEMU DAN BERUS1A PENDEK. ’Cara Cepat fflemiriuikan froduhUvilad“Dari sejumlah orang yang aku abaikan, aku beruntungbekerja di kota ini\".—Helena Bonham Carter“Seorang gadis belajar sambil mendengarkan musik.” “Pria muda berjalan menyusuri lorong sekolah sambil mendengarkan musik dari iPod dan berjalan kaki secara teratur.”“Seorang pria 30 tahunan mengambil dua bidang studi sekaligus, kedokteran dan hukum.”“Pemilik perusahaan menggarap dua proyek sekaligus, merancang bangunan dan mengorganisasi anggaran arsitektur”.
n X © r= 1 4G isS it Q M ■ 21:56Stop MengeluhApa kesamaan dari “fenomena-fenomena\" di atas? Ya, mereka sedang menjalankan aktivitas yang disebut multi tasking. Apa itu? Secara umum, multi tasking adalah beberapa tugas—minimal sebanyak dua tugas— yang dikerjakan serentak. Tampaknya, multi tasking merupakan solusi untuk meningkatkan produktivitas. Bayangkanlah kalau dalam 5 tahun ke depan Anda bisa menjadi sarjana kedokteran dan hukum sekaligus. Bukankah itu lebih baik jika Anda mengambil bidang studi secara paralel yang artinya, kedua gelar itu baru bisa “direbut\" setelah 10 tahun?Tapi banyak penelitian yang membuktikan kalau otak kita tidak dirancang untuk ber-multi tasking-ria. John Madina lewat bukunya yang berjudul “Brain Rules” mengatakan kalau otak kita tak bisa digunakan untuk mengerjakan dua tugas sekaligus secara serentak. Penelitian ini juga didukung oleh seorang profesor dari Universitas Denver yang mengatakan hal sama.Lantas, mengapa seseorang bisa tampak berkonsentrasi ketika belajar dan mendengarkan musik sekaligus? Bukankah membaca buku sambil berjalan kaki juga termasuk “gerakan\" multi tasking? Keduanya memang benar-benar multi tasking. Tapi penelitian itu memiliki jawabannya mengapa dalam beberapa hal, multi tasking bisa dipraktikkan. Apa itu?
Rambut Ratusan JutaPertama, salah satu aktivitas yang dilakukan merupakan aktivitas sederhana yang sudah sangat terbiasa dipraktekkan. Berjalan kaki, misalnya, merupakan gerakan yang bekerja secara otomatis. Selain jalan kaki, ada banyak “profesi” yang bisa dilakukan tanpa membutuhkan fokus ekstra, seperti makan, bernapas, minum, dan lain sebagainya.Kedua, aktivitas-aktivitas itu diproses dengan cara berbeda oleh otak. Sebagai contoh, membaca buku dan mendengarkan musik merupakan aktivitas yang berbeda jika dilihat dari bagaimana otak memproses dua kegiatan yang berbeda tersebut. Syaratnya, musik itu tak boleh mengandung lirik. Jika ada lirik, maka bagian otak yang memproses kemampuan bahasa akan menangani dua tugas sekaligus, mencema kata-kata dari buku dan lirik musik. Ini menyebabkan proses belajar menjadi terganggu karena konsentrasi otak terpecah menjadi dua.Menyetir sambil mendengarkan radio merupakan multi tasking juga. Tapi, kemampuan motorik manusia dan kemampuan mencema bahasa yang kita dengar dilakukan oleh dua bagian otak yang berbeda. Inilah mengapa multi tasking berfungsi dengan baik saat berada di balik kemudi.Penemuan lain dikemukakan oleh seorang pengajar dari University of Illinois bernama Eric Horvitz. la meneliti
Stop Mengeluhbeberapa orang yang bekerja di Microsoft untuk melihat kaitan antara multi tasking dan produktivitas. Tentu multi tasking yang diteliti bukan berasal dari salah satu fitur dari MS Windows, tapi kemampuan para pegawai jika mereka mengalihkan perhatian dari satu hal ke hal lainnya. Hasilnya, mereka tak dapat lagi berkonsentrasi untuk menulis kode-kode pemrograman atau membuat laporan ketika beberapa waktu sebelumnya baru saja menulis email atau menanggapi pesan masuk lewat messenger.Multi tasking hanya akan menurunkan produktivitas, memperlambat kerja, dan memicu timbulnya kesalahan. Gangguan dan berhentinya pekerjaan secara mendadak (karena dialihkan oleh tugas lainnya) menurunkan kemampuan otak memproses informasi. Masalahnya, banyak orang ingin tampak hebat kalau mereka bisa mengerjakan banyak tugas sekaligus. Tapi faktanya, otak manusia hanya satu dan tidak didesain untuk ber-multi tasking.Tahu berapa kerugian yang terjadi akibat adanya konsep “multi tasking\" ini? Salah seorang konsultan dari Basex bernama Jonathan B. Spira mengestimasi bahwa kerugian yang timbul akibat multi tasking menembus angka 650 miliar USD per tahun. Dimana letak kerugiannya? Karena berusaha untuk ber-multi tasking, konsentrasi pegawai mudah hilang dan pada akhirnya
Rambut Ratusan Jutamalah menurunkan produktivitas. Sebagai contoh, salah satu penelitian yang dibuat oleh Institute for the Future mencatat kalau pegawai-pegawai yang bekerja di perusahaan yang termasuk dalam 1000 perusahaan terbaik menurut majalah Fortune rata-rata menerima email sebanyak 178 pesan per hari. Pesan sebanyak ini akan membuat konsentrasi pegawai terganggu kira-kira tiga kali dalam setiap jam.Produktivitas kerja membutuhkan konsentrasi tinggi. Kalau kantor Anda melarang Facebook, maka alasannya menjadi jauh lebih jelas, mereka “melindungi” Anda dari gangguan yang tak perlu. Tapi seperti telah diuraikan di bab lain, pencegahan dari dalam diri sendiri— misalnya hasrat tak mengecek Facebook— akan jauh lebih efektif daripada mendapat larangan dari luar.Ini penting! Karena menurut penelitian lain yang dirilis oleh American Psychology Association menyebutkan kalau kita terbiasa ber-multi tasking, bukan saja produktivitas menjadi semakin mengendur. Lebih dari itu, kita pun menjadi lebih mudah stres dan cepat terlihat lebih tua.INSPIRASI UNTUK DUNIA KERJABagaimana kalau Anda mendapat proyek dari dua klien yang berbeda namun dengan tenggat waktu ketat yang sama? Lihat dulu pekerjaan itu. Jika satu
Stop Mengeluhpekerjaan dengan pekerjaan lainnya memiliki kemiripan, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menerima proyek tersebut. Misalnya, di saat sama Anda harus membangun rumah dengan tingkat kesulitan yang sama di dua lokasi yang berbeda. Ini tidak masalah karena otak tidak perlu bekerja keras dari awal terus-menerus. Tapi jika salah satu tugas mensyaratkan Anda bekerja ekstra keras, misalnya membangun gedung pencakar langit, lebih baik tolak tugas itu. Anda akan temukan begitu berbedanya nuansa antara membangun rumah dan gedung tinggi. Intensitas emosinya pun berbeda. Jika tak berpengalaman membangun gedung pencakar langit, masalah yang Anda hadapi akan tambah runyam. Kalau sudah begini, kita menjadi paham bahwa menolak pekerjaan atau proyek sering kali kita lakukan atas dasar profesionalitas (tidak ingin mengecewakan klien hanya karena tugas itu gagal dieksekusi secara cermat).INSPIRASI UNTUK DUNIA SEKOLAHDunia pendidikan memang tampak “kejam”. Dalam satu hari, mungkin Anda akan berhadapan dengan ujian dari dua mata kuliah sekaligus yang sama sekali sulit dan tak berkaitan. Secara alamiah, Anda tak bisa mempelajari materi sulit hanya dalam satu malam. Terlebih jika materi itu melimpah ruah. Oleh karena itu, hindari “sistem kebut semalam” karena itu sama saja Anda menceburkan diri
Rambut Ratusan Jutapada konsep multi tasking. Mengapa? Karena Anda harus mempelajari banyak hal sekaligus dari dua mata pelajaran yang sama sekali berbeda. Ini membutuhkan upaya yang serius alih-alih hanya upaya kecil-kecilan yang bisa disambi sambil mendengarkan musik.
□ .a \\ m 22:39p 'L> A _______________rBab 28h J a s i h d t d d R irP e n a n g k o p B o l la
Stop MengeluhPenangkap bola (keeper) berambut dan beralis pirang ini adalah keturunan seorang Latvia, negara Eropa utara yang jauh dari Jerman. Tapi pada tanggal 15 Juni 1969, Oliver Rolf Kahn lahir di salah satu kota bernama Karlsruhe yang berada di barat daya negara Jerman sehingga tak heran saat piala dunia tahun 2002 diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang beberapa waktu yang lalu, ia menjadi pemain “timnas” Jerman.Ciri khas Oliver Kahn sangatlah mudah ditebak. la memiliki postur tinggi dan gagah, kira-kira 1.88 meter. Dadanya pun busung. Yang paling mudah dikenali adalah rambut dan alisnya yang putih pirang menyerupai keturunan albino. Walaupun Jerman tidak menjadi juara dunia pada piala dunia 2002 lalu, tapi Oliver Kahn berhasil mencetak rekor tersendiri. la menjadi penjaga gawang pertama yang dianggap sebagai the most valuable player pada piala dunia.Mengapa ia bisa menjadi penjaga gawang pertama yang dianggap terbaik? Karena sejak kecil, ia sudah dilatih menjadi seorang penjaga gawang. Sejak usia 6 tahun, ayahnya, Rolf, memasukkan Oliver Kahn ke klub sepak bola lokal bernama Karlsruher SC. Di sana, ia memulainya menjadi seorang penjaga gawang. Menang berkali-kali di klub lokal tersebut dan didukung performanya yang terampil, salah satu group sepak bola terkenal di dunia bernama Bayern Munich “menggaet” kiper ini dengan
Nasihat dari Ftenangkap Bolanilai 4.6 juta DM atau sekitar 28.7 miliar rupiah dengan menggunakan kurs saat ini (Rp. 9000 untuk 1 USD).Selain karena faktor \"berlatih sejak kecil” sama seperti David Beckham, sukses Oliver Kahn juga berawal dari prinsip-prinsip hidupnya sebagai seorang pemain bola. Dengar saja pendapatnya saat akan berhadapan dengan kesebelasan negara Czechs, \"mengeluh dan bertengkar tidak menolong apapun. Kita harus berkonsentrasi penuh dalam permainan melawan Czechs”. Atau sebut saja ketika ia berhadapan dengan Brazil di piala dunia 2002 lalu. Ketika itu ia mengatakan kalau \"the most gifted players do not always win”. Atau dengan kata lain, para pemain yang paling dianugerahi keterampilan bermain sepak bola pun tidak selalu menang. Harus ada kerja keras dan keberanian untuk menang, seperti katanya saat membela Jerman, \"tim Jerman tidak boleh takut saat menghadapi pertandingan.”Memiliki keterampilan yang terlatih sejak kecil memang menjadi poin tambahan. Tapi mental pemenang yang ditanam dalam prinsip-prinsip hiduplah yang menentukan mengapa seseorang menjadi pemenang atau pecundang. Ketika kita kalah walaupun seharusnya menang, sebaiknya tak perlu mengeluhkan hal tersebut. Sebaliknya, perbaiki diri dengan prinsip-prinsip yang lebih membangun agar prinsip hidup itu mendukung keahlian yang sudah kamu miliki sejak kecil.
Stop MengeluhINSPIRASI\"KEAHLIAN SERTA KETERAHPILAN YANG DIBANGUN SEJAK KECIl HERUPAKAN NILAI TAMBAH. TAPI PRI1ISIP HIDUPIAH YANG MEMBEDAKAN ANTARA PEHENANG DAN PECUNDANG.\"Hening dalam HeAendirian“Sepuluh orang yang berbicara membuat suasanalebih berisik daripada sepuluh ribu orang yang diam.”- Napoleon BonapartePablo Picasso pernah berkata, “tanpa ada kesendirian yang baik, tak mungkin ada pekerjaan yang serius”. Sedangkan Nikola Tesla, penemu gelombang electromagnet berkata, “inilah rahasia penemuan: sendirian, yaitu saat sebuah gagasan lahir”. Atau sebut saja Albert Einstein yang mengatakan, “aku punya jadwal kerja yang rutin, aku meluangkan waktu untuk berjalan di pantai sehingga aku dapat mendengar apa yang terjadi di dalam kepalaku.”Ketika orang terkenal dalam sejarahnya masingmasing di atas setuju atas satu hal, yaitu kesendirian,
Nasihat dari Ftenangkap Bolamampu memicu kreativitas. Kreativitas menjadi bahan bakar produktivitas. Jadi, “sendiri” merupakan salah satu cara menjadi produktif secara ekstrem. Mungkin ini berlawanan dengan pendapat umum yang mengatakan bahwa produktivitas berasal dari kerja tim, dan bukan kerja perorangan.Pendapat di atas yang mengatakan bahwa produktivitas terkait kerja tim, sering kali ada benarnya selama tugas yang akan diselesaikan sudah didefinisikan dengan baik sehingga tiap-tiap anggota tim tinggal mengeksekusi tugas itu. Tapi adakalanya sebagai pemimpin perusahaan yang bertanggung jawab mendistribusikan tugas-tugas kepada bawahan, Anda harus berpikir sendirian.Ada penelitian menarik dari Harvard University yang dibuat oleh seorang psikologi bernama Daniel Gilbert. Menurut penelitian itu, pikiran manusia akan terbentuk lebih efektif saat seseorang berpikir kalau mereka mengalami masalah sendirian. Otak manusia akan lebih “kuat” ketika kita percaya bahwa kita adalah satusatunya orang yang harus menyelesaikan sebuah tugas.Kalau sudah begini, apabila kita punya masalah yang harus dipecahkan sendirian— misalnya bagaimana caranya membuat produk minuman kemasan dengan harga “miring”— maka otak akan cenderung lebih siaga dan memproses segala kemungkinan secara lebih
©4G4t □ ii\\ & 22:40Stop Mengeluhefektif. Di saat sendirian, kita menjadi satu-satunya orang yang harus berpikir secara kreatif. Dari sinilah, kita menemukan terobosan-terobosan baru.Anda tahu brainstorming? “Alat” ini sudah sangat sering dipakai untuk menemukan ide-ide baru. Produktivitas berasal dari “alat” yang berfungsi untuk \"memuntahkan” ide apapun yang ada di kepala untuk mencari cara-cara terobosan yang menarik. Tapi banyak hasil penelitian yang menunjukkan kalau brainstorming akan lebih efektif jika dilakukan sendirian. Sebagai contoh, Wall Street Journal pernah merilis penelitian bahwa brainstorming yang dilakukan seorang diri (individual brainstorming) akan lebih efektif dibanding brainstorming keroyokan. Penelitian yang sama dibuat oleh Texas A&M University yang mengatakan kalau brainstorming keroyokan (group brainstorming) hanya akan mengarahkan pada satu terobosan atau ide saja. Bisa jadi, karena Anda dekat dengan salah satu anggota group, Anda “mengamini” ide-ide yang ia lontarkan sehingga membuat Anda mengerem hasrat untuk memuntahkan ide-ide juga.Individual brainstorming juga punya beberapa nilai tambah “tak terduga”. Sebagai contoh, tak ada ikatan waktu dan tempat. Anda bisa melakukan brainstorming kapanpun otak siap. Bisa dalam rentang satu hari, bisa pula dalam waktu ketika otak Anda siap “meledak”. Tak
© m If D Q j ,.ll . 22:40Nasihat dari Ftenangkap Bolaada paksaan ruang dan waktu seperti kalau Anda harus melakukan sesi brainstorming bersama rekan-rekan yang lain.Tak ada orang lain berarti tak ada yang menginterupsi ide-ide Anda. Anda dapat menciptakan ide-ide yang benar-benar steril dan sesuai dengan selera sendiri. Tak ada kritik sehingga ide apapun bisa dimuntahkan tanpa ada yang menghadang.Jadi jika Anda ingin mendapatkan ide-ide brilian untuk “membakar” semangat produktivitas, cobalah untuk menyingkir sendirian ke tempat yang menurut Anda ideal untuk memicu ide-ide baru. Biarkan otak Anda bekerja keras menemukan solusi-solusi. Jangan khawatir jika tak menemukan jalan keluar. Otak akan “memaksa diri” menemukan altem atif apapun yang bisa dicoba!INSPIRASI UNTUK DUNIA KERJASering kali, berpikir sendirian lebih efektif dibanding menggelar rapat untuk sesi “tukar ide”. Sebagai pemimpin tim, Anda bisa pertimbangkan untuk mengijinkan siapapun melakukan brainstorming ide secara pribadi tanpa terikat waktu dan tempat. Ini akan membebaskan pikiran mereka dengan harapan ada ideide bagus yang tersaring. W alaupun tampaknya para pegawai ingin berada di sesi diskusi yang formal, namun
© m 4.5 D Q j ,.ll . 22:41Stop Mengeluhsering kali upaya tersebut “disalahgunakan” untuk menggantungkan harapan pada anggota yang lain.INSPIRASI UNTUK DUNIA SEKOLAHUmumnya, siswa dan mahasiswa akan jauh lebih mudah melakukan individual brainstorming karena sebagian besar “hidupnya” tidak tergantung dengan mahasiswa yang lain. W aktu dimana para siswa melakukan group brainstorming adalah saat-saat mereka menggabungkan diri dengan organisasi siswa yang ada di sekolah. Saat itu, Anda bisa menyarankan kepada pemimpin organisasi— yang adalah teman Anda sendiri— untuk membiarkan tiap-tiap anggota berpikir sendiri-sendiri. Nanti, pemimpin tim cukup merekapitulasi ide yang masuk dan memilih mana yang terbaik di antara sekian ide yang ada.
© m If D 0 ,.ll . 22:41Stop MengeluhAwalnya, Kim Junsu bukan orang “penting”. la hanya lulusan sekolah seni DongA School for the Arts jurusan broadcasting dan hiburan. Namanya sangat melejit saat ini— terlebih lagi di Korea Selatan dan kawasan Asia lainnya— ketika ia dipertemukan dengan anak muda seusianya bernama Nichkhun, Taecyeon, Wooyouong, Junho, dan Chansung dalam sebuah group boy band bernama 2PM.Sukses mereka tak lepas dari tangan dingin Park JinYoung, pemilik JYP Entertainment, manajemen artis yang membidani kesuksesan 2PM. Mengapa mereka diberi nama 2PM? Karena awalnya, mereka beranggotakan i i orang dan kemudian, oleh Park Jin-Young dipecah menjadi dua. Satu bernama 2PM, dan lainnya bernama 2AM. Dalam perkembangannya, 2PM lebih mampu menciptakan histeria gadis-gadis dibanding 2AM yang lebih formil dan sedikit personilnya.Kembali ke Kim Junshu. Awalnya, artis kelahiran 15 Januari 1988 ini, tidak direstui oleh ayahnya untuk memilih jalan hidup sebagai penyanyi. Tapi akhirnya hati ayahnya luntur juga. Mengapa? Karena Junshu sering memenangkan “turnam en” menyanyi. Tidak hanya itu saja. la membawa pulang hadiah-hadiah dari kontes menyanyi yang berhasil ia menangkan itu seperti televisi layar datar keluaran terbaru. Hadiah inilah yang
Bukti Harus Ada“berbicara” sendiri ke ayahnya sampai-sampai si ayah memberinya restu.Acapkali, kita pun menemukan orang tua yang menolak gagasan-gagasan serta cita-cita kita. Mengapa? Karena menurut mereka, segala ide yang kita lakukan tak mampu membawa efek apapun karena belum ada buktinya. Mana buktinya kalau kamu bisa sukses menjadi seorang penyanyi? Mana buktinya kalau kamu bisa sukses menjadi pemain teater? Mana buktinya kalau kamu bisa sejahtera hanya dengan menendang bola? Ketika orang tua menuntut kita menunjukkan bukti-buktinya, maka janganlah mengeluh. Sebaliknya, tuntutan mereka menjadi tanda bahwa kita harus bekerja keras mencari dan menunjukkan bukti yang dapat dilihat dan disentuh. Pada akhirnya, bukti akan menunjukkan kalau jalan hidup yang kamu tempuh bukanlah cita-cita muluk yang kosong. Pernah nonton film “Tendangan dari Langit\" yang disutradarai Hanung Bramantyo? Di situ tokoh Wahyu (diperankan oleh Yosie Kristanto) punya cita-cita menjadi pemain sepak bola. Tapi ayahnya (diperankan Sujiwo Tejo) tidak mengizinkannya sampai habis-habisan. Pada akhirnya, si ayah yang bekerja sebagai penjual minuman di Gunung Bromo itu mengizinkan Wahyu bermain hanya gara-gara Wahyu memenangkan sebuah turnamen dan membawa hadiah kuda untuk ayahnya
Stop Mengeluhitu. Kalau sudah begini, bukti jauh lebih punya khasiat daripada keluhan!INSPIRASI\"CARILAH BUKTI DAN TUNJUKKANLAH KEPADA SEHUA ORANG BAHWA YANG KAMU LAKUKAN SUDAH BENAR.”Jendela HeAaiipatan\"Aku lebih takut oleh penundaan dan kemalasan.”—Denzel WashingtonMenunda. Inilah musuh paling wahid untuk menghadang produktivitas yang ekstrem. Bagaimana mau produktif kalau apapun harus ditunda sampai esok. Orang Jawa bahkan punya \"ungkapan” untuk menggambarkan situasi seseorang yang suka menunda-nunda ini, yaitu \"kapan-kapan”. Kalau Anda bertanya kepada orang Jawa kapan tugas Anda akan dikerjakan dan mereka menimpalinya seperti itu, maka artinya tak ada target khusus untuk merampungkan tugas Anda. Tunggu saja
Bukti Harus Adatugas tersebut benar-benar selesai. Kapan itu? Ya, kapankapan.Tapi sebenamya, apa yang membuat orang— bahkan profesional sekalipun— suka menunda? Kalau ada uang di balik setiap proyek yang dikerjakan, bukankah penundaan itu menjadi tak ada lagi? Proyek selesai, ada uang! Begitu sederhana cara pikirnya. Namun meskipun demikian, penundaan adalah masalah klasik, penyakit lama yang sampai sekarang masih suka menular hingga ke penjuru dunia. Apa penyebab orang suka menundanunda? Ada beberapa alasan.DORONGAN UNTUK MENCIPTAKANKARYA YANG SEMPURNAPerfeksionis sering kali berubah bentuk menjadi “pembunuh” produktivitas. Meskipun ada pepatah “tiada gading yang tak retak” tetap ada banyak orang yang ingin “menambal gading itu” agar “tak retak” lagi. Secara naluriah, orang ingin menciptakan produk yang perfect agar menarik perhatian dan— dengan pikiran yang sederhana— memuaskan konsumen. Tapi perfeksionis membawa konsekuensi sederhana— seluruh pikiran Anda terpusat pada satu titik, yaitu produk atau jasa yang sedang Anda buat, sehingga berpotensi mengabaikan hal-hal lain yang punya porsi tak kalah penting.
Stop MengeluhDan repotnya, yang sering diabaikan itu adalah “deadline\" atau tenggat waktu. Sebagai contoh, untuk m enyempumakan masalah kompabilitas hardware, keamanan, dan performa, Microsoft menunda peluncuran W indows Vista sampai awal tahun 2007. Padahal saat itu sudah santer dikabarkan kalau W indows Vista akan meluncur di pasaran pada akhir musim panas tahun 2006. Kabar lain menyebutkan, penundaan peluncuran W indows Vista terjadi karena M icrosoft berkonsentrasi pada penyempurnaan masalah keamanan pada Windows versi lawas mereka, XP dan W indows Server 2003.PANDANGAN SALAH KALAUKERJA KREATIF DIPENGARUHI “ M O O D \"Artis— dan pekerja kreatif lainnya— sering “membawabawa nama\" suasana hati untuk membenarkan penundaan. Kalau lagi tak produktif, maka jawabannya adalah karena “baru nggak mood\". Apakah ada hubungan antara suasana hati dan produktivitas?Sepertinya hanya mitos! Pablo Picasso bisa rutin melukis 6-8 kali per hari. Stephen King punya jadwal menulis yang rutin dari pagi hingga siang hari. Begitu pun Haruki Murakami. John Grisham, seorang penulis dan pengacara sekaligus itu, juga punya jadwal kerja yang rutin. Jam 5 pagi ia sudah bangun dan pukul 5:30 harus sudah menulis. Begitu terus lima hari dalam seminggu.
Bukti Harus AdaBahkan, ia pernah mengatakan, \"aku harus disiplin untuk itu. Kalau sudah begini, ketahuan kalau mood hanyalah mitos. Bahkan orang-orang yang diakui paling kreatif di dunia hidup dengan penuh disiplin, tak peduli apakah mereka dikuasai suasana hati yang \"cerah” atau \"m endung”.TAK ADA DEADLINE YANG JELASKalau Anda membuka creative advertising agency, maka klien akan memberi tenggat waktu secara jelas. Iklan harus selesai tanggal sekian dan iklan itu harus sudah tayang beberapa hari berikutnya. Tapi masalahnya, ada banyak pekerjaan yang tak memiliki \"ikatan” deadline secara ketat. Misalnya, penulis lepas, pencipta lagu, pelukis, atau orang-orang profesional yang cara kerjanya sederhana, ada barang ada uang!Bagaikan lari sprint tanpa tahu di mana garis finishnya, bekerja tanpa ada deadline yang ketat membuat seseorang kurang termotivasi. Mengapa? Pertama, karena tak ada sanksi. Kalau tidak ada sanksi maka tak akan ada perasaan urgency (kemendesakan). Kedua, karena tak terlihat ujung pangkalnya. Deadline bagaikan garis finish. Kalau Anda berlari tanpa melihat dimana garis finish diletakkan, kemungkinan besar Anda akan ragu untuk berlari kencang karena tak tahu apakah Anda sudah masuk ke area finish atau belum. Ketiga, tak ada
© m £ Q [jjj) ,.ll . 22:42Stop Mengeluhdeadline tak ada fokus! Anda bebas mencari kegiatan lain dan mengabaikan tugas utama Anda karena tak ada yang melarang Anda seperti itu.TAK ADA MOTIVASI YANG “ MENGGIGIT”Produktivitas selalu terkait dengan motivasi. Apa yang memotivasi J.K. Rowling menulis Harry Potter? Anak perempuan satu-satunya yang masih kecil. Karena begitu miskin dan tak mampu membayar tagihan listrik, ia pergi ke kafe dan menulis di situ. Bagi yang sudah berkeluarga, anak memang sering dijadikan motivasi hidup. Bermimpi agar anaknya mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak bisa menjadi salah satu pemicu untuk meningkatkan produktivitas secara gila-gilaan.Jadi, kalau ada orang yang suka menunda-nunda tugas, maka mungkin tak ada motivasi yang cukup “menggigit”.MERASA PEKERJAAN TERSEBUT TERLAMPAU BERATOrang suka menunda tugas yang berat, sulit, menumpuk, melimpah, atau kombinasi dari semuanya itu. Merasa tugasnya terlalu berat dan “tak terbereskan”, seseorang akan mudah “turun derajatnya” menjadi sosok yang “rendah diri\". Untuk mengatasinya, Anda bisa “mencicil” tugas itu sedikit demi sedikit. Jawab pertanyaan ini,
© m 3,f D 3 ,<ll . 22:43Bukti Harus Ada“bagaimana caranya makan daging ikan paus?” Jawabannya, “sedikit demi sedikit.\"Begitu otak kita “menceburkan” diri ke pekerjaan, secara alam bawah sadar, otak kita akan mencari solusi terus-menerus. Oleh karena itu, bekerja sedikit demi sedikit menjadi cukup masuk akal karena Anda bisa terus menerus “menggali\" cara baru untuk menyelesaikan tugas yang menumpuk itu satu tahap demi satu tahap. Jadi menghadapi tugas yang menumpuk, tetaplah kerjakan tugas itu.INSPIRASI UNTUK DUNIA KERJADi dunia kerja, tak ada istilah “mood\". Klien ingin tugas yang mereka berikan cepat selesai tak peduli apakah Anda baru bertengkar dengan pacar atau sedang berbungabunga karena kredit motor Kawasaki Anda diterima oleh finance. Kalau Anda masih dikuasai “mood\", cobalah untuk bersikap profesional. Cara termudah adalah dengan mendisiplinkan diri lewat jadwal-jadwal dan target yang ketat.INSPIRASI UNTUK DUNIA SEKOLAH Mahasiswa sering menunda “deadline\" kelulusan karena tak punya motivasi yang “menggigit\". Hal ini diperparah lagi pada kenyataan bahwa mencari kerja itu sulit. Tak ada motivasi dan ada ancaman menjadi pengangguran
Stop Mengeluhdi masa depan merupakan kombinasi yang “mematikan” bagi seorang mahasiswa. Bukannya menjadi semakin produktif belajar, seorang mahasiswa yang berada di bawah “todongan ancaman berat” seperti ini malah menjadi semakin loyo. Untuk mengatasinya, buatlah target-target yang lebih ketat dan memicu semangat.
?,+ D [1 ,<ll . 22:43
Stop MengeluhPernah nonton Mr. Bean? Berapa kali Mr. Bean mengucapkan sesuatu? Hampir tak pernah. Kalaupun mengucapkan sesuatu, pasti sangat singkat. Misalnya saja, ketika ia memperkenalkan namanya di depan petugas registrasi rumah sakit. “Bean,” katanya. Setelah itu, ia berbisik seperti gumaman tokoh kartun. Atau sebut saja ketika ia sekilas mengucapkan “my flexible friend” setelah selesai mengoles mentega menggunakan kartu kreditnya. Kata-kata yang panjang mungkin ia lontarkan saat seorang pesulap “melenyapkan” jam tangannya dan saat ia masuk ke kotak ajaib, ia membuka jendela kecil yang ada di kotak itu sambil bertanya, “Excuse me, I am looking for my watch,” Setelah itu, jendela di tutup dan tak ada dialog sama sekali yang benar-benar mudah ditangkap telinga kecuali gumaman nakal.Mr. Bean memang film yang nyaris-bisu. Dagelandagelan yang diperankan oleh Rowan Atkinson ini sebagian besar diciptakan hanya lewat olah gerak dan permainan mimik wajah saja, plus suara gelak-tawa yang terdengar “di balik layar”. Tapi tahukah kamu kalau Rowan Atkinson menguji karakter-bisu bernama Mr. Bean ini jauh-jauh hari sebelum “mahluk” Mr. Bean itu ditayangkan di televisi?Ceritanya, tokoh Mr. Bean diciptakan ketika Atkinson masih sekolah di Oxford University. Awalnya, ia memperkenalkan karakter ini di “kalangan terbatas”
S J - 22:43Ffelajaran dari fvfr. Beanyang adalah orang-orang Inggris sendiri saat ia manggung di Festival Edinburgh Fringe, acara kesenian terakbar di Inggris yang diselenggarakan di Skotlandia, pada tahun 1980. Namun titik balik Mr. Bean sebenamya muncul ketika ia tampil di acara “Just for Laugh\" yang rutin diselenggarakan di Montreal, Canada. Ketika itu, ia memaksa agar tayangan Mr. Bean itu ditujukan untuk penonton berbahasa-Perancis, walaupun sebenamya, Mr. Bean tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun dalam acara itu sama seperti kalau kita melihat Mr. Bean di layar kaca. Lantas mengapa ia memilih “penonton” dari Prancis? Satu-satunya alasan mengapa Atkinson menyuguhi dagelan-bisu tanpa dialog ke pemirsa berbahasa-Prancis adalah karena ia ingin menguji apakah konsep “film-bisunya” ini bisa diterima oleh orang dari kebudayaan dan negara lain di luar Inggris, tempat Rowan Atkinson berasal. Dari sinilah, ia yakin kalau konsepnya itu bisa diterima di negara lainnya di seluruh dunia.Kalau kamu punya ide, ujilah terlebih dulu sebelum ide itu benar-benar diwujudkan dalam bentuk produk atau tayangan yang menguras biaya. Mengapa? Supaya kamu tidak mudah mengeluh dan kecewa apabila hasilnya benar-benar di luar harapan. Dengan menguji, minimal kamu tahu mengapa konsep serta ide-idemu tidak jalan dengan baik. Kalau sudah begini, kamu jadi tahu mana
Stop Mengeluhyang gagal dan mana yang berhasil tanpa harus menguras banyak uang. Tapi masalahnya, sebagian besar orang terjangkiti penyakit “tidak sabaran” dan ingin tampil total walaupun belum ada pengujian terlebih dulu. Kalau sudah begini, umumnya mereka akan mengalami kekecewaan tingkat-tinggi apabila rencana yang telah mereka susun “berdarah-darah” akhirnya memang benar-benar mengalami “pertumpahan darah” setelah mengalami kegagalan telak!Jadi pilihannya ada dua. Minimalkan rasa bersalah dan keluhan dengan menguji dulu apa yang kamu pikirkan atau lakukan saja rencana tersebut tanpa menguji terlebih dulu. Yang terakhir ini memiliki Konsekuensi lebih dahsyat, yaitu rasa kecewa yang mungkin sulit terobati jika rencana itu gagal-telak!
©r=n 4G iSS it Q U l . 22:44Ftelajaran dari M: BeanIN S P IR A S I # 3 0\"HANYA ORANG SABAR YANG BERSEOIA MENGUJI RENCANA RENCANA. NAMUN KESABARAN ITU MEMBUAHKAN HASH DALAM BENTUK KEFUASAN KETIKA RENCANA ITU BERHASIL ATAU RASA BESAR HATI KETIKA RENCANA ITU GAGAL TOTAL.”Kontrol ‘Diri“Berawal dari disiplin diri dan kontrol diri yangkonstan, Anda dapat mengembangkan karakter yanghebat.”—Grenville KleiserSekarang ini lebih sulit untuk produktif dibanding 10 tahun lalu. Alasannya? Karena ada social media. Pikiran kita mudah terpecah hanya gara-gara kita terlalu sering menanggapi “keramaian” dunia persahabatan internet. Kontrol diri kita menjadi lemah setelah dunia social media begitu “merusak” konsentrasi.Ada penelitian yang menarik tentang kontrol diri ini. Di akhir tahun 1960, seorang psikolog dari Universitas Stanford bernama Walter Mischel membuat penelitian
© m 150 Q M -2 2 :4 4Stop Mengeluhyang diberi nama Marshmallow Test. Dalam penelitian itu, ia mengumpulkan beberapa anak dalam satu ruangan dan menyajikan sebuah “makanan yang lezat” di depan mereka. Mereka bilang terus terang ke anakanak itu kalau mereka boleh menyantap kudapan lezat itu sekarang. Tapi kalau mereka mau menahan diri (tak memakannya) dan menunggu hingga 15 menit, mereka akan mendapat kudapan lain yang tak kalah enaknya.Hasil penelitian ini sederhana. Ada yang mau menunggu hingga kudapan kedua, tapi ada juga yang tak bisa menahan diri. Lantas, perilaku tersebut dikaitkan dengan hasil pencapaian anak-anak itu di sekolah. Hasilnya, mereka yang mampu menahan diri (menunggu 15 menit) memiliki tingkah laku yang lebih baik dan mampu meraih nilai yang lebih tinggi di sekolah dibanding anak-anak lain yang tak mampu mengontrol diri.Bagi para remaja dan orang dewasa seperti kita saat ini, kudapan yang lezat itu bisa berupa situs-situs social media seperti Facebook dan Twitter. Katakanlah ada orang asing berwajah tampan dan manis mengajak Anda chatting di tengah pekerjaan, apakah Anda akan mengabaikan ajakan itu? Atau Anda akan berhenti sejenak dari pekerjaan dan menanggapi ajakan itu dengan membalas menyapanya?Pada intinya, “marshmallow” adalah semua hal yang enak-enak rasanya dan sekaligus membuat kita mudah
© m 150 Q M -2 2 :4 4Ftelajaran dari M: Beantergoda. Maksudnya, tergoda untuk berhenti bekerja, tergoda untuk mengabaikan tugas sekolah, dan tergoda untuk menurunkan konsentrasi yang sudah dibangun. Kalau begini terus, produktivitas pun akan menurun.Kembali lagi ke penelitian Marshmallow Test di atas. Lantas pertanyaannya, apa rahasianya kok anak-anak itu bisa menahan diri? Seorang penulis artikel dari The New Yorker bernama Jonah Lehrer melaporkan kalau anak-anak yang “tahan godaan” itu mengabaikan kudapan yang ada di depannya dengan cara menutup mata, pura-pura bermain petak umpet di bawah meja, atau mendendangkan lagu “Sesame Street\". Jadi, anakanak itu mengabaikan kelezatan kudapan dengan cara membuang bayangan tentang begitu menggodanya kue itu dari otak mereka. Salah satu caranya adalah dengan menyibukkan diri dan bermain. Kuncinya adalah, hindari untuk berpikir tentang kudapan itu sesegera mungkin.Nah, dalam realitasnya kita tahu bagaimana caranya mengontrol diri dan mengabaikan “kudapan-kudapan” yang mengganggu produktivitas kita. Caranya, kita abaikan saja. Lebih dari itu, jangan bayangkan statusstatus teman Anda yang seru, abaikan wajah kenalan baru yang menggoda itu, buat menjadi tidak-penting tawaran-tawaran yang masuk lewat email dan media lainnya. Abaikan secara cepat dan langsung semua hal yang merusak konsentrasi Anda.
g j Hesan aari +b^ « iy -u 4 /u -1 14^ (a) batraStop MengeluhINSPIRASI UNTUK DUNIA KERJABanyak kantor yang memilih kebijakan “memotong” jaringan internet untuk menjamin para pegawai mampu berkonsentrasi tanpa gangguan. Tapi kontrol diri, yaitu kemampuan untuk “memotong” akses internet, secara pribadi jauh lebih efisien. Mengapa? Pertama, semua pegawai bisa mengakses Facebook dan Twitter lewat ponsel tanpa harus tergantung pada jaringan kantor. Kedua, kontrol diri akan lebih efektif kalau dilakukan dari inisiatif diri sendiri.INSPIRASI UNTUK DUNIA SEKOLAHJika besok ada ujian yang “menentukan” dan ada seorang teman mengajak Anda pergi ke bioskop, mana yang Anda pilih? Jika berteori, maka Anda pilih opsi pertama karena seperti kata pepatah, “Anda adalah tunas bangsa”. Tapi dalam praktiknya, mungkin Anda mempertimbangkan opsi kedua karena lebih enak, asyik, ramai, dan setia kawan. Terlebih jika teman Anda berjanji untuk mengajak pula si Tasya, gadis kampus yang amat rupawan.Lantas bagaimana menolaknya? Alihkan perhatian Anda dari “meriahnya acara nonton itu”. Pikirkanlah hal* hal lain yang menjauhkan Anda dari ajakan itu, termasuk membayangkan poster film yang ingin Anda tonton. Kembalilah ke meja belajar, baca kisah-kisah sukses
Ffelajaran dari fvfr. Beanpara penemu dunia yang tak kenal lelah belajar, dan dengarkan musik yang membuat Anda merasa nyaman belajar kembali.
Bab 31BeRmodal Mimpi
Stop MengeluhHampir segala sesuatu berawal dari mimpi. Seperti kisah seorang Stephenie Meyer yang suatu hari, tanggal 2 Juni 2003, bermimpi tentang seorang gadis— dari ras manusia— dan lelaki—dari ras vampire— yang saling jatuh cinta. Tapi, si vampire itu, karena “kodratnya” sebagai penyedot darah, tetap menginginkan darah si gadis itu. Tiga bulan kemudian, mimpi itu diwujudkan dalam gerakan tangan sehingga jadilah sebuah novel yang terkenal hingga sekarang, berjudul Twilight. Sama seperti penulis lainnya, novel ini pun ditolak oleh banyak penerbit. Rinciannya, dari 15 surat penawaran yang ia kirim, 5 di antaranya “sunyi” tak dijawab. Sedangkan 9 surat balasan lainnya bernada menolak. Hanya surat terakhir yang berisi ajakan kerja sama yang positif. Surat itu dijawab oleh Jodi Reamer, agensi penerbitan dari Writers House. Novel pertama itu langsung ludes sebanyak 75 ribu kopi dalam sebulan dan berhasil nangkring dalam jajaran 5 buku best seller menurut New York Times.Novel Twilight pun berlanjut. Kisah cinta Bella Swan dan Edward Cullen tidak berhenti dalam satu novel saja. Ada kisah-kisah lanjutan yang mengharu biru, mulai dari New Moon, Eclipse, hingga yang terakhir Breaking Dawn. Semuanya laris manis! Padahal, Stephenie Meyer mengawali “hokinya” itu dari sebuah mimpi.
Bermodal MmpiYang membedakan Stephenie Meyer dan orang lain yang punya mimpi sama, bahkan lebih heboh, adalah aksinya. Ketika punya mimpi “indah” Stephenie Meyer yang tak punya background sekolah menulis ini langsung mewujudkannya dalam bentuk kata-kata indah. Memang awalnya ia tak bermaksud “menjual” tulisannya ini dalam bentuk buku. Setelah didesak orang-orang terdekatnyalah, si anti-rokok dan minuman beralkohol ini mempertimbangkan tawaran untuk memasukkan novel itu ke penerbit besar. Hasilnya, 100 juta kopi seri Twilight terjual di seluruh dunia.Ada banyak kisah sukses yang awalnya bermula dari mimpi. Selagi mimpi itu gratis, mengapa kita mengeluhkan mimpi-mimpi indah itu. Mimpi hanyalah bayangan imajinasi dari kerja otak. Agar menjadi kisah sukses, mimpi itu harus diwujudkan. Seringkali kita mengeluh karena tidak punya keahlian yang cukup untuk mengubah mimpi menjadi aksi. Tapi Stephenie Meyer sendiri membuktikan kalau secara teknis, tulisannya tidak “terlatih”. la pun mengakui kalau tulisan-tulisannya itu hanya untuk kepuasan pribadinya sendiri.Kalau sudah begini, sudikah kita mengeluh tak bisa mewujudkan mimpi hanya gara-gara tak memiliki keahlian? Jika memang benar tak memiliki keahlian tersebut, ada dua jalan keluar yang bisa Anda pilih. Pertama, carilah orang atau rekan kerja yang bisa
Stop Mengeluhmembantumu. Atau cara kedua, berlatihlah yang keras— sampai 110%-agar keahlian itu bisa segera kamu kuasai.\"MIMPI HANYA tISA DIWUJUDKAN JIKA ADA KEINGINAN UNTUK MEWUJUDKANNYA. SERINCKALI. KEAHLIAN MENDUDUKI PERINGKAT KEDUA ATAU KETIGA. TAPI PERINGKAT PERTAMA ADALAH KEMAUAN UNTUK MEWUJUDKAN MIMPI ITU SENDIRI.\"Thinking 1n&pirationdan ThyAical Creation“Jika perang datang di atas kita, ia akan datang sepertipencuri di malam hari.\"— Eamon de ValeraHampir tak ada yang terlewatkan dari pengamatan Sequoia Capital. Semua diamati secara jeli, mulai dari Youtube hingga Yahoo. Pada tanggal 5 April 1995, perusahaan ini menginvestasikan dananya ke Yahoo. Lantas, beberapa tahun kemudian, situs Zappos danINSPIRASI
Bermodal MmpiYoutube menjadi incaran berikutnya. Kedua situs itu dibiayai pada tahun 2004 dan 2005. Di dunia ini, mungkin belum ada perusahaan investasi teknologi yang bisa menyamai “kerajaan” Sequoia Capital dalam hal banyaknya situs yang mereka \"miliki”. Oleh karena itu, tak heran jika pada tahun 2010, mereka membiayai salah satu situs organisasi-ide terbesar di dunia yang diberi nama Evernote. Berhasil mencapai jumlah pengguna hingga 11 juta orang di bulan Juli 2011, Evernote mendapat gelontoran dana senilai 20 juta USD dari Sequoia.Evernote sendiri adalah situs untuk mengorganisasi ide-ide. Si penciptanya, lelaki keturunan Azerbaijan bemama Stepan Alexandrovich Pachikov, tahu kalau internet bergelimang data, ide, informasi, dan sumber daya tulisan dan audio-video, yang mungkin akan dibutuhkan oleh banyak orang. Masalahnya, manusia itu dihimpit oleh semacam “jeda”. Bayangkanlah kalau Anda menggarap proyek A dan tiba-tiba mendapat inspirasi dari internet untuk penggarapan proyek C. Apa yang Anda lakukan? Apakah akan mengabaikan proyek A dan berpindah ke proyek C?Atau bayangkanlah Anda menemukan fakta-fakta dan data-data untuk memperkuat penelitian Anda di sekolah. Masalahnya saat itu hanya satu, Anda mengakses komputer di vvamet dan tak membawa USB Flash Disk atau CD ROM untuk menyimpan data itu. Apa yang Anda
© m If D 0 ,.ll . 22:46Stop Mengeluhlakukan? M encetak informasi itu mungkin merupakan solusi sejauh tidak menghabiskan bermeter-meter kertas.Kalau Anda menghadapi kedua masalah seperti itu, maka satu-satunya alternatif paling ideal adalah “m enyimpannya” ke tempat yang mudah diakses di mana pun. Jawabannya bukan di USB Flash Disk karena alat ini rentan hilang atau tertinggal. Jawabannya tem yata ada di dalam sebuah situs. Evernote bekerja dengan cara membantu orang-orang menyimpan informasi apapun yang ada di dunia internet, entah situs berita, forum diskusi, atau lainnya. Para anggota tinggal “menandai” informasi itu, menjadi anggota Evernote, dan menyimpannya ke dalam akun milik kita. Kapan pun kita butuh— entah di sekolah, rumah, luar negeri, atau manapun selama ada akses internet— kita bisa membuka informasi itu kembali.Dalam dunia produktivitas, ada istilah yang disebut “thinking inspiration” dan “physical creation”. Yang pertama mengacu pada kemampuan kita berpikir atau menemukan inspirasi. Kabar baiknya, inspirasi bisa ditemukan di mana saja. Inspirasi juga bisa datang dalam wujud apa saja, bisa foto maupun video (oleh karena itulah, Evernote mengizinkan Anda menyimpan foto dan video juga). Tapi kabar buruknya, untuk menciptakan sesuatu berdasarkan inspirasi itu, Anda butuh waktu,