The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Firstya Evi Dianastiti, 2023-10-25 20:51:55

Combine_Terampil Menulis Teks Akademik

Terampil Menulis Teks Akademik

TERAMPIL MENULIS TEKS AKADEMIK oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.


DAFTAR ISI Prakata A. Keterampilan Menulis Akademik 1. Hakikat Menulis Teks Akademik 2. Perbedaan Teks Akademik dengan Teks Non-Akademik 3. Tujuan dan Manfaat keterampilan Menulis Teks Akademik bagi Mahasiswa 4. Jenis Teks Akademik 5. Keterampilan Menulis Teks Akademik untuk Menunjang Keterampilan Karier (Career Skills) Referensi B. Kutipan dan Daftar Pustaka 1. Hakikat Daftar Pustaka 2. Jenis Daftar Pustaka 3. Tujuan Penulisan Daftar Pustaka 4. Aplikasi untuk Menulis Daftar Pustaka secara Otomatis 5. Kutipan 6. Cara Memilih Kutipan 7. Mengutip dengan Teknik Parafrase Referensi C. Artikel Ilmiah 1. Pengertian Artikel Ilmiah 2. Struktur Artikel Ilmiah 3. Sistematika Artikel Ilmiah Referensi D. Judul dan Abstrak 1. Menentukan Judul dalam Artikel Ilmiah 2. Kiat Menulis Abstrak Artikel Ilmiah 3. Contoh Abstrak dengan Keterangan Masing-Masing Elemen 4. Contoh Abstrak E. Pendahuluan dan Kajian Literatur 1. Elemen dalam Pendahuluan (Introduction) Artikel Ilmiah 2. Menyusun Latar Belakang dalam Artikel Ilmiah


3. Kesenjangan / Gap Penelitian (Research Gap) 4. Menyusun Kajian Literatur (Literature Review) 5. Aplikasi Bantu untuk Menyusun kajian Literatur dan Gap Penelitian F. Metode Penelitian dalam Artikel Ilmiah 1. Hakikat Metode Penelitian 2. Jenis Metode Penelitian 3. Elemen dalam Metode Penelitian 4. Contoh Metode Penelitian Referensi G. Hasil Penelitian dan Pembahasan dalam Artikel Ilmiah 1. Kiat Menyusun Hasil Penelitian 2. Ciri Hasil Penelitian yang Baik 3. Menyusun Diskusi Hasil Penelitian Referensi H. Simpulan Artikel Ilmiah 1. Hakikat Simpulan 2. Contoh Simpulan Referensi I. Plagiarisme 1. Pengertian Plagiarisme 2. Plagiarisme dan Similaritas 3. Bentuk-Bentuk Plagiarisme 4. Langkah untuk Menghindari Plagiarisme 5. Aplikasi Pendeteksi Plagiarisme Referensi


HAKIKAT BAB I KETERAMPILAN MENULIS TEKS AKADEMIK Oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.


A. PENGANTAR Menulis adalah suatu proses yang melibatkan serangkaian tahapan untuk menghasilkan suatu produk yang berupa tulisan (Mohammad & Maryam, 2015). Dalam ranah perguruan tinggi, keterampilan menulis yang dibutuhkan adalah jenis menulis akademik. Menulis akademik adalah proses yang saling berkorelasi antara kemampuan menulis dengan baik dan kemampuan untuk berpikir dengan baik. Berbagai data penelitian menemukan bahwa tuntutan bahasa akademik merupakan suatu hal yang menantang dan hal tersebut mempengaruhi hasil tulisannya (Jeyaraj, 2018). Menulis menjadi sebuah aktivitas yang menantang dikarenakan proses menulis melibatkan penulis untuk memetakan bahasa ke dalam pikirannya sendiri sementara di saat yang bersamaan penulis juga harus memperhitungkan harapan pembaca (Kashiha, 2018). Penulisan akademik adalah keterampilan produktif yang sangat penting untuk memastikan kesuksesan akademik (Singh, 2016). Tujuan menulis akademik yang dilakukan para akademisi diantaranya mulai dari mengusulkan proyek baru hingga berbagi temuan penelitian mereka kepada komunitas penelitian yang lebih luas (Chakma et al., 2021). Namun, hingga saat ini keterampilan menulis ilmiah masih dianggap sebagai keterampilan yang sulit bagi mahasiswa. Salah satu kendala yang muncul adalah tentang penggunaan bahasa dalam penulisan naskah akademik yang harus mengikuti aturan (Sujiono et al., 2023). Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut persepsi mahasiswa pascasarjana, tantangan dalam penulisan akademik terbagi ke dalam lima bagian, yaitu: tata bahasa, proses, produk, bentuk, dan isi (Kabaran, 2022). Keterampilan menulis teks akademik diperlukan sebagai sarana distribusi untuk bertukar pengetahuan sesuai kepakaran dalam bidang keilmuan tertentu. Selaras dengan hal tersebut, dengan keterampilan menulis teks akademik seorang akademisi dapat berpartisipasi dalam menyumbangkan gagasan melalui berbagai jurnal maupun konferensi ilmiah.


Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian menulis dan hakikat menulis teks akademik. Mahasiswa mampu menganalisis perbedaan teks akademik dengan teks non-akademik. Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan dan manfaat keterampilan menulis teks akademik bagi akademisi. Mahasiswa mampu mendeskripsikan jenis-jenis teks akademik. Mahasiswa mampu menjelaskan korelasi keterampilan menulis teks akademik dengan keterampilan karier (career skills). Dalam konteks perguruan tinggi, keterampilan menulis teks akademik diperlukan oleh setiap mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan berpikir secara terstruktur sebagai bekal keterampilan karier di masa depan. Pada bab ini, tujuan pembelajaran yang diharapkan, yaitu sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. Penulisan akademik adalah keterampilan produktif yang sangat penting untuk memastikan kesuksesan akademik (Singh, 2016). Tujuan menulis akademik yang dilakukan para akademisi diantaranya mulai dari mengusulkan proyek baru hingga berbagi temuan penelitian mereka kepada komunitas penelitian yang lebih luas (Chakma et al., 2021). Namun, hingga saat ini keterampilan menulis ilmiah masih dianggap sebagai keterampilan yang sulit bagi mahasiswa. Salah satu kendala yang muncul adalah tentang penggunaan bahasa dalam penulisan naskah akademik yang harus mengikuti aturan (Sujiono et al., 2023).


1. HAKIKAT MENULIS TEKS AKADEMIK Cendekiawan dan akademisi menggunakan bahasa khusus untuk menangkap kompleksitas masalah atau untuk memperkenalkan ide-ide spesifik dari disiplin ilmu mereka. Oleh karena itu, setiap disiplin memiliki kosa kata sendiri yakni istilah-istilah teknis tertentu sesuai bidang ilmunya. Setiap akademisi mungkin dapat memikirkan dan menuliskan kata-kata dan frasa yang tidak digunakan dalam komunikasi setiap hari tetapi justru merupakan kata atau frasa yang diperlukan untuk mengekspresikan ide-ide tertentu secara tepat. Selain itu, akademisi juga harus menghubungkan pemikiran dengan pengetahuan dan informasi (apa yang akademisi pikirkan), dan proses mengkomunikasikan ide-ide, baik dalam bentuk tertulis maupun lisan. Berpikir adalah salah satu aspek dari proses terpadu untuk menemukan, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi (Allen, 2004:2). Istilahistilah seperti itu membantu kita (pemelajar sebagai penulis dan atau pembaca) menggambarkan dunia secara khusus daripada secara umum. Pada teks akademik, struktur kalimat menghadirkan tantangan lain. Kalimat dalam tulisan akademis seringkali lebih panjang dan lebih rumit daripada kalimat di majalah populer. Tata bahasa, penggunaan, dan mekanisme penulisan menetapkan aturan dasar penulisan, membatasi apa yang biasanya bebas penulis lakukan. Dalam batasannya, akademisi memilih berbagai strategi dan menyusun strategi tersebut dalam bentuk kata, kalimat, dan paragraf (Kane, 2000:15). Akademisi berusaha untuk melampaui penyampain ide dengan apa yang cepat, jelas, dan umum. Penulisan teks akademik adalah apa yang dilakukan para pemelajar untuk berkomunikasi dengan para pemelajar lain di bidang studi mereka, sesuai dengan kepakaran dalam disiplin ilmu maisng-masing.


mendefinisikan situasi yang membutuhkan tanggapan secara tertulis; tunjukkan ketepatan argument dengan baik; mendirikan pendapat pribadi (point of view); menarik pembaca dengan memahami apa yang mereka pikirkan, yakini, dan nilai; mendukung argumen dengan alasan yang baik; dan mengantisipasi dan mengatasi alasan pembaca untuk tidak setuju dengan penulis, sambil mendorong mereka untuk mengadopsi posisi penulis, yakni memosisikan diri pada pihak penulis (Greene & Lidinsky, 2018:45). Pada dasarnya, penulisan teks akademik memerlukan pembuatan argumen, teks yang dibuat untuk membujuk atau mempengaruhi pembaca, seringkali dalam rangka mengubah pikiran dan perilaku seseorang. Saat menulis teks akademis seseorang hendaknya memerhatikan hal berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Agar dapat menulis teks akademik dengan cukup baik. Seorang akademisi disarankan untuk banyak membaca dan menyerap informasi dari berbagai sumber. Makalah bukan satu-satunya sumber informasi bagi seorang peneliti. Sumber informasi lainnya termasuk buku, tesis, disertasi, prosiding konferensi, catatan kuliah, laporan kegiatan laboratorium, laporan kerjasama, proposal hibah, majalah ilmiah, publikasi penjangkauan, dan banyak lagi. Bahkan, risikonya sering berada dalam status kelebihan informasi yang konstan. dengan demikian, penting untuk berpikir dan bekerja secara sistematis dalam cara mencari sumber informasi, kemudian disimpan, dan diambil kembali saat dibutuhkan. Namun, yang lebih penting lagi adalah belajar membaca sumber-sumber ini dan menggali wawasan berharga tidak hanya pada konten, tetapi juga pada struktur dan gaya penulisan sehingga seseorang lebih siap untuk menulis teks akademik dengan baik.


TEKS AKADEMIK TEKS NON-AKADEMIK Teks akademik digunakan untuk berkomunikasi dalam lingkungan akademik, seperti di perguruan tinggi Teks non-akademik digunakan untuk berkomunikasi di luar lingkungan akademik, seperti dalam media massa, iklan, blog pribadi, atau konten sosial media. Teks akademik digunakan untuk menyampaikan pengetahuan, hasil penelitian, atau analisis ilmiah kepada pembaca yang merupakan sivitas akademika. Teks non-akademik digunakan untuk menyampaikan berbagai hal, tidak harus berdasarkan hasil penelitian, seperti misalnya cerita perjalanan atau pengalaman sehari-hari. Tujuan utama penulisan teks akademik adalah untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan memajukan pemahaman dalam bidang studi tertentu. Tujuan utama penulisan teks non-akademik adalah menghibur, memberikan informasi umum, mempengaruhi pendapat pembaca, atau menginspirasi. 2. PERBEDAAN TEKS AKADEMIK DENGAN TEKS NON-AKADEMIK Perbedaan teks akademik dan teks non-akademik perlu diketahui sebelum memulai menulis teks akademik. Pemahaman akan perbedaan tersebut berguna untuk menyesuaikan strategi penulisan dan komunikasi yang tepat sesuai dengan konteks dan tujuan penulisan. Perbedaan antara teks akademik dan teks non-akademik dapat dianalisis berdasarkan empat hal, yaitu: (a) konteks dan tujuan komunikasi, (b) struktur dan organisasi, (c) gaya dan bahasa penulisan, serta (d) sumber dan kaidah penulisan yang digunakan. Berikut adalah uraian lengkap dari berbagai perbedaan tersebut. A. KONTEKS & TUJUAN KOMUNIKASI


TEKS AKADEMIK TEKS NON-AKADEMIK Teks akademik memiliki struktur yang sistematik, teratur, dan konsisten. Biasanya menggunakan subjudul dan alur logis untuk membantu pembaca mengikuti arus pikiran. Struktur pada teks nonakademik dapat bervariasi tergantung pada jenis teks dan tujuan penulisan. Introduction (pendahuluan) Method (metode) Results (hasil penelitian) Discussion (diskusi penelitian Struktur umum menggunakan IMRD, yaitu: 1. 2. 3. 4. Pendahuluan Inti Penutup Teks non-akademik tidak memiliki struktur yang baku. Struktur umum pada teks nonakademik, yaitu: 1. 2. 3. B. STRUKTUR DAN ORGANISASI TEKS AKADEMIK TEKS NON-AKADEMIK Teks akademik menggunakan bahasa formal, objektif, dan konsisten, serta menghindari penggunaan ungkapan informal, slang, atau ekspresi subjektif. Teks non-akademik menggunakan bahasa informal yang lebih santai, ekspresif, atau gaya bahasa yang lebih kreatif. Teks akademik mengutamakan ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan informasi dengan menggunakan istilah teknis dan ilmiah. Teks non-akademik mengutamakan daya tarik, keterlibatan emosional, dan gaya penulisan yang menghibur. Gaya penulisan sesuai dengan kaidah ilmiah dan Ejaan Yang Disempurnakan. Gaya penulisan dapat lebih bervariasi, tergantung pada jenis teks, tujuan penulisan, dan target pembaca. C. STRUKTUR DAN ORGANISASI


TEKS AKADEMIK TEKS NON-AKADEMIK Teks akademik menggunakan sumber-sumber akademik yang kredibel dan terverifikasi, seperti jurnal ilmiah dan buku referensi untuk menyusun kajian literatur maupun mendukung analisis data. Sumber informasi dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk media massa, situs website, atau pengalaman pribadi tanpa harus merujuk ke sumber ilmiah. Wajib menerapkan kaidah penulisan sitasi dan jenis penulisan daftar pustaka tertentu, seperti APA, MLA, Harvard, IEEE atau Chicago. Aturan penulisan sitasi dan daftar pustaka tidak terlalu ketat, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan penulisan. D. SUMBER DAN KAIDAH PENULISAN


3. TUJUAN DAN MANFAAT KETERAMPILAN MENULIS TEKS AKADEMIK BAGI MAHASISWA Keterampilan menulis teks akademik memiliki berbagai tujuan dan manfaat bagi mahasiswa. Tujuan dan manfaat menulis teks akademik berkaitan dengan konteks pendidikan dan pengembangan keterampilan pribadi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang tujuan dan manfaat tersebut A. TUJUAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS AKADEMIK BAGI MAHASISWA Menulis teks akademik bagi mahasiswa setidaknya memiliki tiga tujuan utama, yaitu: (a) membangun pemahaman yang mendalam terhadap keilmuan, (b) berpartisipasi dalam komunitas akademik, dan (c) meningkatkan kemampuan komunikasi. B. MANFAAT MENULIS TEKS AKADEMIK BAGI MAHASISWA Keterampilan menulis teks akademik memiliki manfaat yang luas bagi mahasiswa, tidak sekadar manfaat untuk meningkatkan komunikasi tertulis saja. Keterampilan menulis teks akademik bermanfaat dalam konteks akademik maupun dalam konteks pengembangan pribadi mahasiswa yang berkaitan dengan keterampilan karier di masa depan. Beberapa manfaat yang diperoleh mahasiswa, yaitu: (a) meningkatkan kemampuan berpikir kritis, (b) meningkatkan pencapaian akademik, (c) mengembangkan kemampuan meneliti, (d) meningkatkan kepercayaan diri, dan untuk (e) mempersiapkan karier profesional.


4. JENIS TEKS AKADEMIK Teks akademik memiliki berbagai jenis berdasarkan genre makronya. Jenis-jenis teks akademik ini memiliki ciri dan struktur yang berbeda satu sama lain sesuai dengan tujuan penulisannya. Berikut adalah beberapa jenis teks akademik yang ada. 1. ARTIKEL ILMIAH Artikel ilmiah adalah teks ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Artikel ini berisi gagasan, kajian literatur, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, baik secara individu maupun tim. Artikel ilmiah disusun dalam format IMRD (Introduction, Methods, Results, Discussion – Pendahuluan, Metode, Hasil, Diskusi) dan disesuaikan dengan gaya selingkung masing-masing jurnal. 2. PROPOSAL PENELITIAN Artikel ilmiah adalah teks ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Artikel ini berisi gagasan, kajian literatur, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, baik secara individu maupun tim. Artikel ilmiah disusun dalam format IMRD (Introduction, Methods, Results, Discussion – Pendahuluan, Metode, Hasil, Diskusi) dan disesuaikan dengan gaya selingkung masing-masing jurnal. 3. LAPORAN PENELITIAN Laporan penelitian adalah teks ilmiah yang merupakan laporan dari hasil penelitian yang telah selesai dilakukan. Sama halnya dengan proposal penelitian, pada laporan penelitian mencakup deskripsi tentang latar belakang, rumusan masalah dan tujuan, metode penelitian, jadwal penelitian, dan selanjutnya ditambahkan dengan temuan serta analisis data, serta simpulan penelitian. Jika rencana anggaran biaya disetujui, maka laporan penelitian juga wajib menyertakan laporan realisasi biaya penelitian.


4. ESAI ILMIAH Esai ilmiah atau esai akademik adalah adalah teks yang digunakan untuk mengemukakan opini, argument, atau analisis tentang topik tertentu. Berbeda dengan artikel ilmiah yang bersifat objektif, esai ilmiah memiliki sifat yang lebih subjektif. Esai ilmiah pada umumnya ditulis sebagi respon atas pernyataan atau peristiwa tertentu. Meskipun esai ilmiah bersifat subjektif, tetapi dalam penulisannya tetap disarankan untuk menggunakan sumber referensi yang tepat. Struktur esai ilmiah terdiri atas pendahuluan, isi yang berupa argument, dan simpulan sebagai penutup. 5. MAKALAH Makalah adalah teks akademik yang mengulas suatu topik tertentu secara mendalam. Makalah sering digunakan sebagai penugasan bagi mahasiswa untuk membahas materi perkuliahan. Makalah pada umumnya memiliki struktur yang minimal terdiri atas tiga bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Pembahasan, dan Bab III Penutup, serta diikuti oleh Daftar Pustaka. 6. TUGAS AKHIR, SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Teks akademik juga menjadi luaran wajib bagi mahasiswa dari jenjang ahli madya hingga doktoral. Tugas akhir adalah teks akademik sebagai luaran akhir bagi mahasiswa jenjang ahli madya; skripsi untuk mahasiswa jenjang sarjana, tesis untuk jenjang magister, dan pada jenjang doktoral disebut disertasi. Secara umum, strukturnya terdiri atas Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Literatur dan Kerangka Konseptual, Bab III Metode Penelitian, Bab IV Hasil dan Diskusi Penelitian, Bab V Penutup, dan disertai Daftar Pustaka. Perbedaan dari berbagai teks akademik tersebut terletak pada kedalaman rumusan penelitian dan ketentuan variable penelitian.


5. 1.KETERAMPILAN MENULIS TEKS AKADEMIK UNTUK MENUNJANG KETERAMPILAN KARIER (CAREER SKILL) berkomunikasi dengan efektif, memiliki kemampuan analitis dan penelitian, kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas, pengembangan diri secara kontinyu, reputasi profesional. (Lengelle & Meijers, 2014). Keterampilan menulis merupakan keterampilan penting yang terus berlanjut dalam jenjang pendidikan mulai dari jenjang wajib belajar hingga memiliki peran penting dalam ekspresi diri individu (Kabaran, 2022). Keterampilan menulis dapat digunakan untuk mendorong jenis pembelajaran karir yang dibutuhkan pada abad kedua puluh satu (Lengelle & Meijers, 2014). Tidak hanya itu, tulisan kreatif, ekspresif dan reflektif (atau berbagai kombinasi dari ketiganya) sangat cocok untuk membantu individu untuk mengeksplorasi dan membangun identitas karir mereka (Lengelle & Meijers, 2014). Keterampilan menulis tidak hanya bermanfaat secara berkelanjutan bagi mahasiswa dengan latar pendidikan kebahasaan saja, tetapi diperlukan bagi seluruh mahasiswa dengan berbagai latar belakang keilmuan. Keterampilan menulis dapat digunakan untuk mendorong jenis pembelajaran karier yang dibutuhkan pada abad-21, diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, keterampilan menulis teks akademik merupakan salah satu keterampilan yang tak dapat diabaikan oleh mahasiswa. Meskipun terkadang terlihat sebagai tugas yang membebani, menulis teks akademik memiliki manfaat jangka panjang yang akan membantu mahasiswa tidak hanya selama masa studi mereka, tetapi juga dalam menghadapi tantangan karier di dunia kerja. Dalam esai ini, kita akan mengeksplorasi mengapa keterampilan menulis teks akademik sangat penting dan bagaimana keterampilan ini akan berkontribusi dalam menunjang kesuksesan karier profesional di masa depan.


6. Video Presentasi Video dapat diakses dalam: https://youtu.be/RoxQsNqee1o Untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi Hakikat Keterampilan Menulis Teks Akademik, simaklah video presentasi berikut! Karena kami memahami kebutuhan mahasiswa Tuli, maka video dilengkapi dengan Juru Bahasa Isyarat dan telop (subtitle). 7. Latihan Setelah mempelajari tentang Hakikat Keterampilan Menulis Akademik, dengan dipandu oleh Dosen, silakan Anda mengerjakan kuis berikut! Kuis dapat diakses dalam: https://quizizz.com/admin/ quiz/6530c7addf1b0de62 7f87b11? source=quiz_share


Aliotta, M. (2018). Mastering Academic Writing in The DAFTAR PUSTAKA Sciences (A Step-by-step Guide). CRC Press (Taylor and Francis Group). Allen, M. (2004). Smart Thinking Skills for Critical Understanding and Writing (Second Edition). Oxford University Press. Barrass, R. (2002). Scientists must write. In Scientists Must Write. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203994115-4 Behzadi, P., & Gajdács, M. (2021). Writing a strong scientific paper in medicine and the biomedical sciences: a checklist and recommendations for early career researchers. Biologia Futura, 72(4), 395–407. https://doi.org/10.1007/s42977-021-00095-z Chakma, U., Li, B., & Kabuhung, G. (2021). Creating online metacognitive spaces: Graduate research writing during the covid-19 pandemic. Issues in Educational Research, 31(1), 37–55. El-Freihat, S., & Al-Shbeil, A. (2020). Effect of Child Literature Based Integrative Instructional Program on Promoting 7th Graders Writing Skills: An Empirical Study. International Journal of Instruction, 14(2), 197– 216. https://doi.org/https://doi.org/10.29333/iji.2021.1421 2a. Graham, S., Berninger, V., & Abbott, R. (2012). Are attitudes toward writing and reading separable constructs? a study with primary grade children. Reading and Writing Quarterly, 28(1), 51–69. https://doi.org/10.1080/10573569.2012.632732 Greene, S., & Lidinsky, A. (2018). From Inquiry to Academic Writing, A Text and Reader (Fourth Edition). Bedford/St. Martin’s. Jeyaraj, J. J. (2018). It’s a jungle out there: Challenges in postgraduate research writing. GEMA Online Journal of Language Studies, 18(1), 22–37. https://doi.org/10.17576/gema-2018-1801-02


Kabaran, G. G. (2022). Graduate students’ perceptions of the academic writing process and its problems: A qualitative study in Turkey. Issues in Educational Research, 32(3), 943–959. Kane, T. S. (2000). The Oxford, Essential Guide to Writing. Berkley Publishing Group. Kashiha, H. (2018). ESL Students ’ Perception Metadiscour s e in Essay Writing. Online Journal of Communication and Media Technologies, 8(3), 193– 201. Lengelle, R., & Meijers, F. (2014). Narrative identity: writing the self in career learning. British Journal of Guidance and Counselling, 42(1), 52–72. https://doi.org/10.1080/03069885.2013.816837 Mohammad, H. H., & Maryam, M. (2015). Writing on a Computer and Using Paper and Pencil : Is there any Difference in the Internal Cognitive Processes ? GEMA Online Journal of Language Studies, 15(June), 17–31. Paul, P. V. (2019). The education of the deaf and hard-ofhearing child (Vol. 42, Issue 1). MDPI. https://doi.org/10.1016/S0002-9610(38)91162-6 Sinaga, P., & Feranie, S. (2017). Enhancing critical thinking skills and writing skills through the variation in nontraditional writing task. International Journal of Instruction, 10(2), 69–84. https://doi.org/10.12973/iji.2017.1025a Singh, M. K. M. (2016). An emic perspective on academic writing difficulties among international graduate students in Malaysia. GEMA Online Journal of Language Studies, 16(3), 83–97. https://doi.org/10.17576/gema-2016-1603-06 Sujiono, Andayani, Setiawan, B., & Wardani, N. E. (2023). The Effectiveness of a Textbook Based on Multicultural and Contextual Understanding as a Learning Material for Scientific Writing. International Journal of Instruction, 16(2), 347–368. https://doi.org/10.29333/iji.2023.16220a


REFERENSI: BAB II CARA MENULIS KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA Oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.


1. Daftar pustaka Daftar pustaka atau bibliografi adalah bagian penting dari suatu karya ilmiah atau karya ilmiah lainnya yang mencantumkan sumber referensi yang digunakan dalam teks dan terletak di bagian akhir karya ilmiah. Daftar pustaka memberikan informasi lengkap mengenai sumber-sumber yang dikutip atau disebutkan dalam artikel, sehingga pembaca dapat mengakses dan memeriksa sumber-sumber tersebut jika diinginkan. Setiap sumber yang dikutip dalam artikel ilmiah harus disusun dalam daftar pustaka dengan format yang konsisten dan mengikuti gaya penulisan yang ditentukan, misalnya APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), atau gaya penulisan lainnya yang dapat digunakan dalam bidang studi tertentu. Setiap sumber dalam daftar pustaka biasanya memuat informasi seperti nama penulis, judul, penerbit, tahun terbit, dan halaman yang relevan. Biasanya daftar pustaka disusun sesuai urut abjad atau penomoran (sesuai jenis format yang digunakan). Bibliografi menjadi hal penting dalam penelitian akademis karena menunjukan sikap menghormati dan menghargai karya penulis lain dan memberikan referensi yang dapat diverifikasi kepada pembaca. Selain itu, daftar pustaka membantu pembaca untuk mengikuti dan melanjutkan penelitian terkait atau mendalam mengenai topik yang sama tanpa melakukan plagiarisme (Lipson, 2018). Saat menulis sebuah karya, Anda perlu merujuk dalam teks Anda ke materi yang ditulis atau diproduksi oleh orang lain. Prosedur ini disebut mengutip atau mengutip referensi.


Harvard Style Dalam sistem Harvard, semua publikasi yang dikutip di badan teks, dengan nama belakang penulis dan tahun penerbitan. Setiap publikasi yang dikutip harus memiliki referensi lengkap yang sesuai dalam daftar pustaka di akhir karya ilmiah. Daftar pustaka disusun berdasarkan abjad nama penulis (Library and Learning Support Bournemouth University, 2013). Berikut adalah panduan singkat untuk menulis daftar pustaka dalam format Harvard (Library and Learning Support Bournemouth University, 2013): 1. Buku: Nama belakang penulis, A. A. Tahun publikasi. Judul. isi. Contoh: Cottrell, S., 2013. The study skills handbook. 4th edition. Hampshire: Palgrave 2. Artikel Jurnal: Nama belakang penulis, A. A. Tahun publikasi. Judul Artikel. Judul Jurnal, Volume (jilid), Halaman. Contoh: Kavaratzis, M. and Hatch, M.J., 2013. The dynamics of place brands: an identity- based approach to place branding theory. Marketing theory, 13 (1), 69-86. 3. E-book: Nama belakang Penulis/Editor, A. A., Tahun. Judul (Online). Edisi. Tempat publikasi: Penerbit Contoh: McMillan, K. and Weyers, J., 2012. The study skills book [online]. 3rd edition. Harlow: Pearson 4. Sumber internet (Website): Nama belakang Penulis/Editor, A. A., Tahun. Judul (online). Tempat publikasi: Penerbit. Diambil dari: URL (Tanggal Akses) Contoh: Energy Saving Trust, 2011. Your carbon footprint explained [online]. London: Energy Saving Trust. 2. Jenis-jenis daftar pustaka


APA Style APA (American Psychological Association) adalah salah satu gaya penulisan yang paling umum digunakan dalam penelitian dan penulisan ilmiah. Gaya penulisan ini memiliki panduan yang ketat untuk format dan cara mengutip sumber dalam teks (kutipan) serta cara menyusun daftar pustaka. Berikut adalah panduan singkat untuk cara penulisan kutipan dan daftar pustaka dalam gaya APA untuk artikel, buku, dan sumber internet: Untuk kutipan langsung: Tuliskan nama penulis, tahun publikasi, dan halaman (jika ada) dalam tanda kurung. Contoh: (Smith, 2022, hal. 45) atau "Menurut Smith (2022), '..." (hal. 45). Untuk parafrase: Tuliskan hanya nama penulis dan tahun publikasi dalam tanda kurung. Contoh: (Smith, 2022). Untuk karya dengan dua penulis: Sebutkan nama kedua penulis dengan tanda "dan" di antaranya. Contoh: (Smith & Johnson, 2022). Untuk karya dengan tiga hingga lima penulis: Sebutkan nama semua penulis pada kutipan pertama, dan pada kutipan berikutnya gunakan nama penulis pertama diikuti dengan "et al." Contoh: (Smith, Johnson, & Williams, 2022) atau (Smith et al., 2022). Untuk karya dengan enam penulis atau lebih: Gunakan "et al." pada kutipan pertama dan seterusnya. Contoh: (Smith et al., 2022). 1. Kutipan dalam Teks (In-Text Citation): 2. Daftar Pustaka Contoh format daftar pustaka untuk artikel, buku, dan sumber internet dalam gaya APA:


a) Artikel Jurnal: Penulis, A. A., Penulis, B. B., & Penulis, C. C. (Tahun). Judul artikel. Judul Jurnal, volume(jilid), halaman Contoh: Smith, J. R., Johnson, L. K., & Williams, M. A. (2022). How to Write in APA Style. Journal of Academic Writing, 8(2), 156-168. b) Buku: Penulis, A. A. (Tahun). Judul Buku. Kota Penerbit: Nama Penerbit. Contoh: Johnson, L. K. (2021). Academic Writing Guide: A Comprehensive Handbook. New York: Academic Press. c) Sumber Internet: Penulis, A. A. (Tahun). Judul Artikel. Diambil dari URL Contoh: Williams, M. A. (2020). Tips for Effective Academic Writing. Diambil dari https://www.example.com/tipsacademic-writing Chicago Style Gaya referensi Chicago merupakan gaya penulisan referensi yang menuliskan nama penulis dan tahun penerbitan sumber. Gaya ini menggunakan hanya nama belakang penulis dan tahun penerbitan untuk menuliskan sebuah sitasi dalam teks. Tak hanya itu, penulisan sitasi juga menyertakan nomor halaman dan atau bagian yang didahului dengan koma diperlukan secara lebih spesifik. Daftar referensi ini diurutkan menurut abjad dengan nama belakang penulis utama.


1) Buku: Nama Penulis. Tahun Publikasi. Judul Buku. Kota Penerbit: Nama Penerbit. Contoh: Smith, John. 2022. Academic Writing Guide: A Comprehensive Handbook. New York: Academic Press 2) Buku dengan Editor: Nama Editor, ed. Tahun Publikasi. Judul Buku. Kota Penerbit: Nama Penerbit. Contoh: Johnson, Lisa, ed. 2021. Writing in the 21st Century. Chicago: University of Chicago Press. 3) Artikel Jurnal: Nama Penulis. Tahun Publikasi. "Judul Artikel." Nama Jurnal volume(jilid), nomor edisi: halaman Contoh: Williams, Mary. 2020. "Tips for Effective Academic Writing." Journal of Academic Writing. 8(2): 156-168. 4) Artikel dalam Buku: Nama Penulis. Tahun Publikasi. "Judul Artikel." Dalam Judul Buku, disunting oleh Nama Editor, halaman. Kota Penerbit: Nama Penerbit. Contoh: Brown, Robert. 2019. "The Role of Research in Academic Writing." Dalam The Handbook of Academic Writing, disunting oleh Linda Johnson, 45-62. London: Academic Publications 5) Sumber Internet: Nama Penulis. Tahun Publikasi. "Judul Artikel." Nama Situs Web. URL (Diakses tanggal). Contoh: Smith, Jane. 2021. "Strategies for Effective Academic Writing." Academic Writing Today. https://www.example.com/strategiesacademic-writing (Diakses 5 Oktober 2022).


1. Tujuan Penulisan Daftar Pustaka Menghormati Hak Cipta dan Etika Penelitian: Dengan menyantumkan daftar pustaka, penulis berarti menghormati hak cipta dan memberikan pengakuan kepada pemilik asli dari setiap karya atau informasi yang digunakan. Ini adalah bagian penting dari integritas akademik dan etika penelitian. Validasi dan Reproduksi Penelitian: Daftar pustaka membantu pembaca untuk memvalidasi dan mereproduksi penelitian atau tulisan Anda. Pemberian daftar pustaka atau referensi yang lengkap memungkinkan pembaca mengakses sumber asli dan memeriksa informasi lebih lanjut jika diperlukan. Memperkuat Argumentasi: Penulisan daftar pustaka meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pembaca terhadap tulisan Anda. Referensi yang kuat menunjukkan bahwa argumen Anda didukung oleh bukti dan penelitian yang solid. Memungkinkan Penelitian Lanjutan: Daftar pustaka juga berfungsi sebagai sumber referensi untuk penelitian lebih lanjut. Penulis lain dapat menggunakan daftar pustaka Anda sebagai sumber informasi untuk mengembangkan penelitian mereka sendiri. Mencegah Plagiarisme: Mengutip sumber dengan benar dalam daftar pustaka dapat terhindar dari plagiarisme, yaitu mengambil karya atau informasi orang lain tanpa memberikan atribusi yang tepat dan sesuai. Tujuan penulisan daftar pustaka dalam suatu karya tulis ilmiah adalah untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian atau penulisan. Daftar pustaka berfungsi sebagai referensi yang mengidentifikasi dan memberikan pengakuan kepada penulis atau pemilik asli dari setiap ide, informasi, atau data yang digunakan dalam karya ilmiah tersebut. Beberapa tujuan penting dari penulisan daftar pustaka adalah: 1. 2. 3. 4. 5.


Dalam penulisan daftar pusata yang baik, konsistensi merupakan hal yang penting (Lipson, 2018). Referensi harus ditulis dalam format yang konsisten dan mengikuti konvensi penulisan yang telah ditetapkan, seperti APA, MLA, atau gaya penulisan lain yang digunakan dalam bidang studi tertentu. Ikuti aturan dan format yang ditentukan, seperti tata letak, judul, nama penulis, tanda baca, huruf tebal, dan urutan yang konsisten. 2. Kelengkapan Informasi Tiap entri dalam daftar referensi harus mengandung informasi yang diperlukan dan komprehensif mengenai sumber referensi tersebut. Biasanya, hal ini mencakup identifikasi penulis, judul artikel atau buku, sumber jurnal atau penerbit, tahun publikasi, dan halaman yang relevan. Penting untuk memasukkan informasi yang memadai agar sumber referensi tersebut dapat diidentifikasi dan dicari dengan baik. Penting untuk menyusun daftar pustaka dengan cermat dan sesuai dengan gaya penulisan yang ditentukan (misalnya, APA, MLA, Chicago, dll.). Jika dirasa masih ragu, Anda bisa memastikan dengan beberapa cara seperti bertanya kepada profesor atau tenaga pendidik atau bertanya kepada jurnal yang ingin dijadikan tujuan dan patokan dalam menulis (Lipson, 2018). Kesesuaian ini untuk memastikan akurasi dan konsistensi dalam penulisan referensi. Daftar pustaka yang lengkap dan tepat membantu memperkuat kualitas karya ilmiah dan meningkatkan integritas akademik sebagai penulis. Berikut adalah beberapa ciri daftar pustaka yang baik dalam sebuah artikel ilmiah atau karya akademik: 1. Konsistensi Format


3. Keakuratan Data Pastikan bahwa semua data yang ada dalam daftar referensi terperinci dan tidak mengandung kesalahan. Periksa dengan teliti setiap entri untuk memverifikasi keakuratan informasi seperti nama penulis, judul, tahun, dan detail lainnya. Selain itu, pastikan untuk memeriksa kelangsungan dan keterjangkauan tautan serta referensi elektronik agar tetap valid dan dapat diakses oleh para pembaca. 4. Urutan yang Sesuai Urutan daftar referensi harus disusun secara tepat, sesuai dengan format yang berlaku, entah itu berdasarkan abjad nama penulis atau judul, atau mungkin dengan menggunakan penomoran, sesuai dengan ketentuan format yang digunakan. Pada umumnya, daftar referensi disusun secara alfabetis berdasarkan nama penulis atau judul, tergantung pada panduan gaya penulisan yang digunakan. Pastikan untuk mematuhi ketentuan pengurutan yang telah ditetapkan dan memastikan bahwa semua entri terpapar secara terstruktur. 5. Lengkap dan Relevan Daftar referensi harus mencakup secara komprehensif semua sumber referensi yang telah digunakan dalam penulisan, termasuk semua yang diambil sebagai kutipan atau rujukan dalam teks karya ilmiah atau akademik. Sejalan dengan itu, perlu dipastikan bahwa semua sumber yang dicantumkan relevan dan berkontribusi pada pernyataan atau argumen yang diajukan dalam tulisan.


Tersedia beberapa perangkat lunak dan aplikasi yang dapat secara automatik membantu Anda dalam membuat daftar referensi. Di bawah ini disebutkan beberapa contoh aplikasi yang sering digunakan: a) Zotero Zotero adalah sebuah aplikasi pengelolaan referensi yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan, mengelola, serta merapikan referensi-referensi mereka. Anda bisa mengimpor referensi dari beragam sumber, menyusun daftar referensi, dan membuat kutipan serta daftar referensi dalam berbagai format penulisan. Selain itu, Zotero juga dapat diintegrasikan dengan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word. b) Mendeley Mendeley adalah sebuah aplikasi pengelolaan referensi yang memberi Anda kemampuan untuk menyimpan, mengorganisasi, serta berkolaborasi pada referensireferensi penelitian. Anda dapat menambahkan referensi dari berbagai sumber, membuat daftar referensi, serta menghasilkan kutipan sesuai dengan berbagai gaya penulisan yang berbeda. Selain itu, Mendeley juga dapat berintegrasi dengan Microsoft Word serta berbagai perangkat lunak lainnya. 2. Aplikasi untuk Menulis Daftar Pustaka secara Otomatis


c) EndNote EndNote adalah perangkat lunak pengelolaan referensi yang banyak digunakan oleh kalangan peneliti dan akademisi. Dengan EndNote, Anda dapat mengimpor, merapikan, dan mengelola koleksi referensi Anda, serta menciptakan kutipan dan daftar referensi yang sesuai dengan aturan gaya penulisan yang diinginkan. EndNote juga dapat diintegrasikan dengan Microsoft Word dan beragam perangkat lunak pengolah kata lainnya.


Terdapat tiga jenis kutipan yang umum digunakan dalam penulisan akademik, yaitu: a) Kutipan Langsung Kutipan langsung adalah penulisan ulang teks yang diambil persis sama dari sumber aslinya. Teks yang dikutip langsung harus ditempatkan dalam tanda kutip ganda ("") dan disertai dengan atribusi yang tepat, seperti menyebutkan nama penulis, tahun terbit, serta halaman (bila ada). Kutipan langsung digunakan ketika Anda ingin mempertahankan teks asli yang memiliki pentingnya atau secara khusus merinci suatu gagasan atau pandangan. b) Kutipan Parafrase Kutipan parafase adalah pengungkapan kembali ide atau informasi dari sumber asal dengan menggunakan katakata Anda sendiri. Ketika melakukan kutipan parafase, penulis tidak perlu menggunakan tanda kutip, tetapi tetap harus memberikan pengakuan yang benar dengan menyebutkan nama penulis dan tahun penerbitan. Kutipan parafase digunakan ketika penulis ingin mengkomunikasikan informasi dari sumber asli dalam bahasa dan gaya penulisan yang sesuai dengan penulis. Contoh: Menurut Nama Penulis (Tahun), kontribusi ini penting dalam memahami... 3. Kutipan


1. Kutipan Langsung Kutipan langsung adalah ketika penulis mengambil kata-kata, frasa, atau kalimat secara tepat dari sumber asli dan memasukkannya ke dalam teks Anda dengan tanda kutip ("..."). Kutipan langsung harus disalin persis sesuai yang ada dalam sumber asli, termasuk tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Kutipan langsung digunakan ketika Anda ingin mengutip suatu pernyataan yang penting, menarik, atau memiliki kekuatan retoris dari sumber asli. Contoh: Sumber asli: "Mari kita maju bersama menuju masa depan yang cerah." (Soekarno) Kutipan langsung: Soekarno pernah berkata, "Mari kita maju bersama menuju masa depan yang cerah " Perbedaan antara kutipan langsung dan kutipan tidak langsung terletak pada cara informasi dari sumber asli disajikan dalam teks atau tulisan Anda. Berikut penjelasan singkat tentang keduanya:


2. Kutipan Tidak Langsung (Parafrase) Kutipan tidak langsung, atau parafrase, adalah ketika Anda menyampaikan informasi atau ide dari sumber asli dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri tanpa mengutip secara langsung. Anda menyampaikan ide atau informasi dari sumber asli dengan cara yang berbeda, tetapi tetap menjaga substansi dan arti inti dari sumber tersebut. Kutipan tidak langsung digunakan ketika Anda ingin menyampaikan informasi dari sumber asli dengan gaya atau bahasa yang sesuai dengan tulisan Anda. Contoh: Sumber asli: "Hasil penelitian menunjukkan bahwa polusi udara berdampak buruk pada kesehatan manusia." Kutipan tidak langsung: Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa pencemaran udara memiliki efek negatif terhadap kesehatan manusia. Kutipan langsung dan kutipan tidak langsung keduanya penting dalam penulisan akademik dan ilmiah. Kutipan langsung digunakan ketika Anda ingin mempertahankan presisi dan integritas informasi dari sumber asli, sementara kutipan tidak langsung membantu menyampaikan informasi dengan gaya penulisan Anda sendiri dan menghindari pengulangan kata-kata. Dalam kedua kasus, selalu cantumkan sumber asli dalam daftar pustaka Anda untuk memberikan pengakuan yang tepat kepada pemiliknya.


Memilih kutipan langsung yang baik melibatkan beberapa pertimbangan penting. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam memilih kutipan langsung yang tepat: a) Signifikansi Pilih kutipan langsung yang memiliki signifikansi penting dalam konteks tulisan. Prioritaskan kutipan yang menggambarkan inti dari suatu ide, pernyataan yang memiliki dampak besar, atau pandangan yang kuat dari sumber asal. 4. Cara Memilih Kutipan b) Kejelasan Pilihlah kutipan langsung yang memiliki kejelasan dan kemudahan pemahaman bagi pembaca. Pastikan bahwa kutipan tersebut tidak terlalu kompleks atau membingungkan, sehingga dapat dengan mudah dimengerti dan sesuai dengan konteks tulisan Anda. c) Relevansi Pastikan kutipan langsung yang Anda pilih sesuai dengan topik atau argumen yang sedang Anda bahas. Hindari menggunakannya hanya untuk mengisi ruang atau mengelabui pembaca. Sebaliknya, pastikan kutipan tersebut memberikan dukungan, ilustrasi, atau bukti yang relevan untuk argumen atau poin yang Anda sampaikan. c) Relevansi Pastikan kutipan langsung yang Anda pilih sesuai dengan topik atau argumen yang sedang Anda bahas. Hindari menggunakannya hanya untuk mengisi ruang atau mengelabui pembaca. Sebaliknya, pastikan kutipan tersebut memberikan dukungan, ilustrasi, atau bukti yang relevan untuk argumen atau poin yang Anda sampaikan.


d) Keterbacaan dan Kesesuaian Gaya Tulisan Berfokus pada keterbacaan kutipan langsung dan pastikan sesuai dengan gaya penulisan Anda. Pastikan bahwa kata-kata, frasa, atau kalimat yang Anda kutip tidak terlalu panjang atau rumit, sehingga tidak mengganggu aliran tulisan Anda. e) Konteks Sertakan konteks yang diperlukan sebelum atau sesudah kutipan langsung untuk membantu pembaca memahami relevansi dan arti kutipan tersebut. Jelaskan bagaimana kutipan tersebut mendukung atau berkaitan dengan argumen atau poin yang Anda kemukakan. f) Integritas dan Keakuratan Pastikan bahwa kutipan langsung yang Anda pilih tidak mengubah makna asli dari sumber tersebut. Hindari melakukan pemotongan, perubahan, atau manipulasi pada kutipan guna menciptakan kesan atau interpretasi yang tidak akurat. Selalu upayakan menjaga integritas teks asli saat menggunakan kutipan langsung. Selalu ingat untuk memberikan atribusi yang tepat dengan menyebutkan nama penulis, tahun penerbitan, dan halaman (jika ada) ketika menggunakan kutipan langsung. Selalu patuhi aturan format sitasi yang berlaku dalam bidang penelitian Anda dan pastikan bahwa kutipan langsung yang Anda gunakan mendukung tujuan dan argumen tulisan Anda.


Mengutip dengan cara parafrase yang efektif melibatkan penyampaian kembali ide atau informasi dari sumber asli dengan menggunakan ungkapan yang Anda buat sendiri. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membimbing Anda dalam menggunakan teknik parafrase yang baik. 5. Mengutip dengan Teknik Parafrase 1. Pahami Materi Sumber Bacalah dengan cermat sumber asli yang ingin Anda parafrase. Pastikan Anda benar-benar memahami ide, konsep, atau informasi yang ingin Anda sampaikan dalam parafrase Anda. 2. Buat Rangkuman Setelah Anda selesai membaca sumber asli, buatlah sebuah ringkasan yang mencakup ide atau informasi utama yang ingin Anda sampaikan melalui parafrase. Ungkapkan dalam bahasa Anda sendiri, tetapi pastikan Anda tetap setia pada inti dan makna dari sumber tersebut. 3. Ganti Struktur Kalimat dan Kata-kata Modifikasi struktur kalimat dan pilihan kata-kata yang ada dalam sumber asli agar terasa unik dan mencerminkan gaya Anda. Hindari meniru struktur kalimat secara langsung atau mengandalkan kata-kata yang sama seperti yang digunakan dalam sumber asli. Gantilah dengan sinonim atau frasa yang berbeda untuk menghindari praktik plagiarisme.


5. Cek Kembali dengan Sumber Asli Setelah menyelesaikan parafrase, selalu periksa ulang dengan sumber asli untuk memastikan bahwa Anda tidak secara tidak sengaja menyalin atau meniru teks asli. Pastikan bahwa parafrase Anda benar-benar mengungkapkan ide yang ada dalam sumber asli dengan menggunakan kata-kata yang khas Anda. 6. Beri Atribusi yang Tepat Ingatlah pentingnya memberikan atribusi yang tepat kepada penulis atau pemilik sumber asli yang Anda parafrase. Cantumkan nama penulis dan tahun publikasi sesuai dengan pedoman format kutipan yang berlaku dalam teks atau dalam kutipan yang sesuai. 4. Jaga Integritas Ide Pastikan bahwa parafrase yang Anda hasilkan tetap sama pada konsep dasar dari sumber asli. Jauhi dari perubahan makna asli atau menyimpulkan hal yang berbeda dari yang terdapat dalam sumber tersebut. Pertahankan kesetiaan terhadap tujuan dan pesan yang ingin Anda sampaikan melalui parafrase Anda.


Library and Learning Support Bournemouth University. DAFTAR PUSTAKA (2013). BU Guide to Citation and Referencing in the Harvard Style. Lipson, C. (2018). Cite Right: A Quick Guide to Citation Styles—MLA, APA, Chicago, the Sciences, Professions, and More (Third Edit, Issue 3). The University of Chicago Press. https://doi.org/https://doi.org/10.7208/chicago/9780 226431246.001.0001


ARTIKEL ILMIAH BAB III Oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.


1. PENGERTIAN ARTIKEL ILMIAH Salah satu jenis dari teks akademik adalah artikel ilmiah. Artikel ilmiah adalah jenis teks akademik yang berisi laporan tentang penelitian orisinal atau studi ilmiah yang dilakukan oleh penulis. Artikel ilmiah ditulis dengan tujuan untuk menyampaikan temuan penelitian serta penyebarluasan ide dan gagasan (diseminasi). Artikel ilmiah yang telah disusun selanjutnya dapat dipublikasikan pada jurnal ilmiah ataupun dipresentasikan dalam seminar dengan tujuan menyebarluaskan hasil penelitian kepada sivitas akademika lainnya. Mahasiswa sebagai akademisi dapat menyusun artikel ilmiah dengan topik sesuai kepakaran disiplin ilmu tertentu atau program studi yang sedang ditempuh. Penulisan artikel ilmiah berbeda dengan penulisan kreatif yang diperbolehkan menggunakan bahasa slang atau singkatan (Oshima & Hogue, 2007). Sebagai sarana komunikasi ilmiah, artikel ilmiah harus ditulis dengan bahasa ilmiah yang memenuhi standar tata bahasa dan ejaan yang berlaku, menggunakan kalimat efektif yang jelas dan tidak ambigu, serta bersifat objektif. Artikel ilmiah juga harus mematuhi etika penelitian, mengedepankan asas kejujuran dalam penyajian data, dan mencantumkan sumber referensi yang dikutip untuk menghindari plagiarisme. Melalui penulisan dan publikasi artikel ilmiah, mahasiswa sebagai peneliti diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan di bidang studi mereka dengan komunitas ilmiah secara lebih luas.


Artikel ilmiah memiliki struktur khusus yang terorganisasi dengan jelas. Secara umum dan berlaku di seluruh dunia, struktur artikel ilmiah mengikuti format IMRD (Introduction, Methods, Results, Discussion). Berikut adalah penjelasan dari setiap unsur tersebut 2. Jenis-jenis daftar pustaka a) Introduction (Pendahuluan) Bagian Pendahuluan merupakan bagian awal sebagai pembuka artikel yang memaparkan topik dan konteks penelitian, serta menjelaskan latar belakang penelitian. Tujuan pendahuluan adalah untuk memperkenalkan masalah penelitian, mengidentifikasi kebutuhan penelitian, dan merumuskan pertanyaan penelitian atau hipotesis yang ingin dijawab. Bagian ini menjelaskan rancangan penelitian dan metode yang digunakan dalam penelitian tersebut. Hal ini mencakup deskripsi tentang populasi sampel, instrumen yang digunakan, prosedur pengumpulan data, dan analisis statistik yang dilakukan. Tujuan dari bagian ini adalah agar penelitian dapat direplikasi oleh peneliti lain. b) Methods (Metode) Bagian Hasil dan Pembahasan menyajikan temuan atau hasil penelitian yang dipaparkan secara obyektif. Data yang diperoleh dijelaskan dan disajikan dengan detail yang dalam penyajiannya dapat didukung dengan penggunaan tabel, grafik, atau diagram. Peneliti juga menyajikan hasil pengolahan data analisis statistik dan interpretasi data dalam bagian ini. Data hasil penelitian dalam bagian ini dapat diuraikan berdasarkan sub-bab sesuai dengan rumusan atau tujuan penelitian yang akan dijawab. c) Results (Hasil)


d) Discussion (Diskusi) Diskusi merupakan bagian yang menyajikan interpretasi, analisis, dan pemahaman terhadap hasil penelitian. Diskusi sering pula disebut sebagai implikasi penelitian, yaitu bagian yang menelaah implikasi penelitian dari berbagai sudut pandang mengenai topik yang diteliti dengan melihat berbagai sisi masalah dan menunjukkan kelebihannya (Ellison, 2010). Pada bagian ini, penulis menghubungkan temuan mereka dengan penelitian sebelumnya, membahas implikasi hasil penelitian, dan mengajukan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya. Diskusi ini harus didukung oleh bukti dan argumen yang kuat.


Setelah mempelajari format artikel ilmiah secara umum, mahasiswa perlu mengetahui sistematika artikel ilmiah yang lebih lengkap. Sistematika artikel ilmiah dapat bervariasi bergantung pada bidang dan jurnal ilmiah yang dituju. Namun, secara umum artikel ilmiah memiliki sistematika sebagai berikut. 3. Sistematika Artikel Ilmiah Judul pada artikel ilmiah harus jelas, tidak ambigu, dan mencerminkan inti penelitian yang dilakukan. Judul artikel ilmiah juga disarankan tidak lebih dari dua belas kata. Selain padat dan ringkas, judul harus pula menarik minat pembaca dan jika perlu dapat menggunakan istilah ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. a) Judul (Title) Abstrak merupakan ringkasan singkat dari keseluruhan isi artikel. Abstrak ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Abstrak berisi tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan, hasil penelitian atau temuan utama penelitian, dan simpulan. Abstrak menjadi bagian yang dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang isi artikel bagi pembaca. Abstrak dilengkapi pula dengan kata kunci (keyword) yang terdiri atas tiga hingga lima kata yang merupakan istilah khusus sesuai inti penelitian. b) Abstrak (Abstract)


Pendahuluan memperkenalkan topik penelitian, memberikan latar belakang dan konteks penelitian, dan merumuskan pertanyaan penelitian atau hipotesis yang ingin dijawab. Pendahuluan juga mencakup tinjauan literatur yang relevan yang mendukung perlunya penelitian tersebut. c) Pendahuluan (Introduction) Metode penelitian merupakan bagian penting yang harus ada dalam artikel ilmiah. Bagian metode penelitian berisi desain penelitian, tempat dan subjek penelitian yang digunakan, prosedur pengumpulan data, teknik analisis data, instrumen yang digunakan, hingga analisis statistik dan penyajian data yang dilakukan. Metode penelitian harus dideskripsikan secara terperinci dan jelas sehingga penelitian dapat direplikasi oleh peneliti lain dan sebagai bentuk pertanggungjawaban bahwa penelitian sudah dilakukan sesuai etika penelitian dengan cara dan data yang valid. d) Metode (Methods) Hasil penelitian menyajikan temuan data yang telah diperoleh dari penelitian yang dilaksanakan. Data penelitian tersebut disajikan secara objektif. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram yang relevan untuk memudahkan peneliti menyampaikan informasi sekaligus memudahkan pembaca dalam memahami data tersebut. e) Hasil (Result)


Diskusi penelitian merupakan bagian yang berisi interpretasi atau tafsiran hasil penelitian, membuat korelasi atau menghubungkan hasil penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya, dan membahas implikasi temuan penelitian. Untuk mempertajam diskusi penelitian dan mendukung argumen, peneliti dapat menggunakan sumber referensi lainnya. Peneliti juga dapat membahas keterbatasan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Diskusi harus didukung oleh bukti dan argumen yang kuat. f) Diskusi (Discussion) Simpulan merangkum temuan utama dari penelitian dan menyimpulkan hasil yang telah dicapai. Simpulan penelitian disusun berdasarkan tujuan penelitian yang telah dipaparkan dalam pendahuluan. Simpulan juga mencerminkan relevansi penelitian terhadap bidang studi yang lebih luas. g) Simpulan (Conclusion) Daftar Pustaka wajib hadir dalam artikel ilmiah maupun dalam jenis karya ilmiah lainnya. Bagian ini mencantumkan seluruh sumber referensi yang dikutip dalam artikel dengan mengikuti format daftar pustaka yang ditentukan oleh jurnal tujuan. Beberapa format daftar pustaka yang sering digunakan, yaitu: APA, MLA, Harvard, IEEE, dan Chichago. h) Daftar Pustaka (Reference)


Aliotta, M. (2018). Mastering Academic Writing in The DAFTAR PUSTAKA Sciences (A Step-by-step Guide). CRC Press (Taylor and Francis Group). Ellison, C. (2010). McGraw-Hill’s Concise Guide to Writing Research Paper (2nd ed.). McGraw-Hill Companies. Greene, S., & Lidinsky, A. (2018). From Inquiry to Academic Writing, A Text and Reader (Fourth Edition). Bedford/St. Martin’s. Oshima, A., & Hogue, A. (2007). Introduction to Academic Writing: Second Edition. In Agenda.


BAB IV Oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd. MENENTUKAN JUDUL DAN MENULIS ABSTRAK


1. Menentukan Judul dalam Artikel Ilmiah Judul artikel ilmiah merupakan salah satu unsur penting untuk menarik minat pembaca sekaligus sebagai sarana menyampaikan topik penelitian dengan tepat. Judul artikel ilmiah yang baik harus mencerminkan isi dari penelitian yang ditulis, mudah dipahami, serta dapat menarik minat pembaca untuk membaca keseluruhan artikel. Mahasiswa perlu memberikan perhatian yang cukup pada proses pemilihan judul karena judul yang kuat dapat meningkatkan daya tarik artikel saat akan dikirimkan ke jurnal hingga artikel tersebut nantinya dipublikasikan. Adapun saran menentukan judul artikel ilmiah untuk membantu mahasiswa. Judul artikel ilmiah harus mencerminkan topik atau inti penelitian yang dilakukan. Judul artikel ilmiah diharapkan dapat memberikan gambaran singkat bagi pembaca tentang topik, pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian Anda, dan dalam beberapa kondisi dapat pula menyebutkan tempat penelitian. Selain memberikan informasi tentang inti penelitian, judul artikel ilmiah hendaknya juga mampu menarik minat pembaca. a. Mencerminkan Inti dan Topik Penelitian Judul artikel ilmiah disarankan menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas, dengan cara menghindari penggunaan kata-kata yang ambigu. Penulis diperbolehkan menggunakan istilah teknis atau katakata ilmiah khusus sesuai dengan bidang studi yang dibahas dalam artikel tersebut. Akan tetapi, penulis juga harus memahami kebutuhan pembaca yang bisa jadi tidak berasal dari bidang studi yang sama dengan penulis. Oleh karena itu, istilah teknis yang digunakan dalam judul artikel ilmiah sebaiknya dijelaskan lebih lanjut dalam isi artikel. b. Menggunakan Bahasa yang Jelas dan Ringkas


Judul artikel ilmiah pada umumnya akan berkorelasi dengan kata kunci (keywords) yang muncul dalam abstrak. Cara menentukan judul artikel ilmiah yang paling mudah adalah dengan mengidentifikasi kata kunci yang relevan dengan penelitian dan menggunakan kata kunci tersebut sebagai komponen dalam judul artikel. Selain menyesuaikan dengan isi penelitian, kata kunci juga akan membantu peneliti dan pembaca untuk menemukan artikel saat dilakukan pencarian melalui berbagai aplikasi pencarian artikel. c. Menggunakan Kata Kunci yang Relevan Usahakan untuk membuat judul yang singkat dan informatif, dengan kaidah selingkung maisng-masing jurnal pada umumnya terdiri atas 10 hingga 12 kata. Judul artikel ilmiah yang terlalu panjang dengan menggunakan kalimat kompleks akan membingungkan pembaca dalam memahami inti penelitian sehingga kehilangan minat untuk membaca artikel lebih lanjut. d. Singkat dan Informatif Mahasiswa harus mempertimbangkan gaya selingkung jurnal yang dituju apabila hendak mengirimkan artikel untuk dipublikasikan dalam jurnal. Mahasiswa hendaknya memperhatikan format dan gaya judul yang lazim digunakan dalam jurnal tersebut. Selain memperhatikan kaidah dari jurnal tersebut, mahasiswa juga sekaligus mempertimbangkan target pembaca dari artikel yang ditulis. e. Menyesuaikan dengan Gaya Selingkung Jurnal


Kaidah penulisan judul dalam artikel ilmiah juga tetap harus memperhatikan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan. Saat ini pedoman resmi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah EYD edisi V yang diluncurkan pada bulan Agustus 2022. Kaidah penulisan yang acapkali digunakan yaitu perihal; penggunaan tanda baca, penulisan huruf kapital/miring, dan penulisan unsur serapan atau kata asing. f. Memperhatikan kaidah penulisan sesuai EYD kembali setelah artikel ilmiah selesai ditulis. Mahasiswa sebagai penulis artikel disarankan untuk meninjau kembali judul artikel ilmiah setelah artikel selesai ditulis. Hal ini berfungsi untuk memastikan bahwa judul yang ditulis masih sesuai dengan isi artikel dan tidak lepas dari topik penelitian. Untuk memastikan bahwa judul telah sesuai, mahasiswa juga dapat meminta saran dan masukan dari teman atau dosen yang dianggap kompeten dan mengetahui tentang artikel ilmiah. g. Judul dapat dirumuskan di awal penulisan dan ditinjau


Berikut adalah contoh judul artikel ilmiah dari berbagai topik penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi. No. Judul 1. Buzzer di Masa Pandemi Covid-19: Studi Analisis Wacana Kritis Kicauan Buzzer di Twitter Hanif Jati Pambudi, Ario Lukito Adi Nugroho, Liliek Handoko, Firstya Evi Dianastiti Jurnal Masyarakat dan Budaya, Volume 23 No. 1 Tahun 2021 (Sinta 2) 2. Campur Kode Bahasa Jawa Banyumasan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan Bekty Tandaningtyas Sundoro, Sarwiji Suwandi, dan Budhi Setiawan RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Volume 11, Nomor 2, Agustus 2018, hlm. 129–139 (Sinta 2) 3. Strategi Visual pada Promosi Desa Wisata Batu Akik melalui Destination Branding di Desa Tirtomoyo Wonogiri Andreas Slamet Widodo, Jazuli Abdin Munib, Ercilia Rini Octavia Gelar: jurnal Seni Budaya, Volume 14, Nomor 1, Tahun 2016 (Sinta 2) Tabel 4.1 Contoh Judul Artikel Ilmiah


Click to View FlipBook Version