Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur bentuk ulang utuh) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah, serta nama media massa, kecuali kata tugas yang tidak terletak pada posisi awal. Dalam keterangan tersebut, kata tugas yang dimaksud dapat berupa kata hubung atau konjungsi, kata sandang, kata partikel, atau kata penegas. Contoh kata hubung yang tidak diawali dengan huruf kapital dapat dilihat pada kata yang berwarna hijau. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing, yaitu: Buzzer (dalam judul nomor 1, kata berwarna biru) dan Destination Branding (dalam judul nomor 3, kata berwarna biru). Kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, yaitu: di Masa Pandemi Covid-19, di Twitter, di Sekolah Menengah Kejuruan, di Desa Tirtomoyo Wonogiri (kata berwarna merah). Berdasarkan ketiga contoh judul artikel ilmiah dalam Tabel 4.1, terdapat beberapa penulisan kata yang disesuaikan dengan pedoman EYD edisi V, yaitu: 1. 2. 3.
2. Kiat Menulis Abstrak Artikel Ilmiah Tujuan penelitian: Jelaskan dengan singkat tujuan atau masalah penelitian yang ingin Anda pecahkan. Gambarkan latar belakang atau konteks yang relevan untuk memperkenalkan pembaca pada topik penelitian Anda. Metode penelitian: Singkatkan metode yang Anda gunakan untuk menjalankan penelitian. Jelaskan pendekatan atau desain penelitian, populasi sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis statistik yang diterapkan. Pastikan untuk menyertakan informasi yang penting dan relevan. Temuan utama: Ringkaslah temuan utama atau hasil penelitian yang paling signifikan. Jelaskan dengan jelas dan singkat apa yang telah Anda temukan atau buktikan melalui penelitian Anda. Hindari memasukkan detail yang terlalu spesifik atau rumit. Implikasi dan kontribusi: Singkatkan implikasi temuan Anda dalam konteks penelitian sebelumnya atau relevansi lebih luas. Jelaskan bagaimana temuan Anda dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman atau praktek di bidang studi yang relevan. Kesimpulan: Akhiri abstrak dengan ringkasan kesimpulan yang menyoroti hasil dan temuan penting dari penelitian Anda. Jelaskan dengan singkat apa yang dapat disimpulkan dari penelitian tersebut. Kata kunci: Cantumkan kata kunci yang relevan dalam abstrak. Kata kunci ini akan membantu pembaca dan basis data untuk menemukan dan mengindeks artikel Anda dengan lebih baik Abstrak adalah ringkasan atau gambaran secara umum tentang isi artikel ilmiah. Abstrak merupakan unsur yang wajib ada pada artikel ilmiah dan terletak di awal artikel ilmiah sehingga dapat disebut bahwa abstrak adalah pembuka artikel ilmiah. Abstrak tersusun atas beberapa komponen atau elemen, yakni: tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan, dan dapat disertai dengan implikasi maupun saran. Abstrak juga dilengkapi dengan kata kunci yang terdiri atas tiga hingga 5 kata yang mencerminkan topik utama penelitian. Berikut adalah elemen-elemen yang harus ada dan kiat menyusun abstrak artikel ilmiah. 1. 2. 3. 4. 5. 6.
3.Contoh Abstrak dengan Keterangan MasingMasing Elemen Untuk memperjelas elemen abstrak dan bagaimana penulisannya, berikut disajikan contoh abstrak yang telah dilengkapi dengan keterangan penjelas untuk masingmasing elemen. a) Contoh abstrak dari artikel “Buzzer di Masa Pandemi Covid-19: Studi Analisis Wacana Kritis Kicauan Buzzer di Twitter” b) Contoh abstrak dari artikel “Strategi Visual pada Promosi Desa Wisata Batu Akik melalui Destination Branding di Desa Tirtomoyo Wonogiri”
4. Contoh Abstrak Agar mahasiswa dapat mengetahui wujud dan memahami penulisan abstrak dalam artikel ilmiah, berikut disajikan contoh abstrak dari artikel ilmiah yang telah dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi Sinta.
BAB V Oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd. MENYUSUN PENDAHULUAN (INTRODUCTION) DAN KAJIAN LITERATUR (LITERATURE REVIEW)
1. Elemen dalam Pendahuluan (Introduction) Artikel Ilmiah Bagian Pendahuluan pada artikel ilmiah memuat latar belakang penelitian yang memaparkan uraian lebih lanjut tentang permasalahan yang diteliti, tujuan penelitian, dan kesenjangan penelitian dengan didukung oleh teori dan hasil penelitian lain yang relevan. Ketika menulis pendahuluan artikel ilmiah, terdapat komponen/elemen penting yang harus disertakan untuk menghasilkan Pendahuluan yang baik. Adapun komponen/elemen dalam Pendahuluan artikel ilmiah, yaitu sebagai berikut. Latar belakang penelitian dimulai dengan menjelaskan tentang topik penelitian yang dilakukan. Penulis juga hendaknya menjelaskan urgensi topik dengan bidang studi yang diteliti. Untuk mendukung pemaparan tersebut, penulis perlu melengkapi dengan tinjauan teori maupun kajian literatur yang sesuai serta mengidentifikasi kekurangan atau kelebihan penelitian sebelumnya, hingga menentukan kesenjangan penelitian yang ada. Uraian lengkap pada bagian ini membantu pembaca memahami konteks dan alur penelitian. a) Latar Belakang Penelitian Setelah menguraikan latar belakang penelitian, penulis mendeskripsikan masalah penelitian dan tujuan penelitian yang dilaksanakan. Penjelasan tentang masalah penelitian ini penting dilakukan untuk memberi gambaran kepada pembaca serta memastikan adanya korelasi antara masalah dan tujuan penelitian; metode penelitian; hasil analisis dan pembahasan; serta simpulan pada akhir artikel ilmiah. b) Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian
Hipotesis penelitian perlu ada dalam penelitian dengan metode kuantitatif dan eksperiman. Oleh karena itu, dalam artikel ilmiah yang ditulis juga perlu mencantumkan hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian adalah asumsi atau jawaban sementara dari hasil uji penelitian yang akan dilakukan. Hipotesis penelitian berkorelasi dengan pertanyaan atau masalah penelitian dan tujuan penelitian. c) Hipotesis Penelitian Penulis dapat menyertakan kerangka konseptual atau teori yang menjadi dasar penelitian dari artikel ilmiah yang ditulis. Paparan kerangka konseptual dnegan menyajikan teori atau penelitian lain yang relevan akan membantu penulis dan pembaca dalam membangun kesamaan persepsi sebagai landasan untuk memahami isi artikel ilmiah. d) Kerangka Konseptual Pendahuluan dalam artikel ilmiah juga hendaknya memuat manfaat dan kontribusi penelitian. Manfaat penelitian dapat diuraikan dari manfaat teoretis dan manfaat praktis, selain itu menguraikan bagaimana hasil penelitian memberi kontribusi terhadap bidang ilmu maupun masyarakat secara umum. e) Manfaat dan Kontribusi Penelitian
Meskipun Pendahuluan memiliki berbagai komponen, penulis tetap harus memastikan bahwa Pendahuluan ditulis dengan ringkas, tapi tetap memberikan gambaran penelitian secara jelas. Pendahuluan tidak boleh lebih Panjang dibandingkan dengan bagian Hasil Penelitian dan Pembahasan. Pendahuluan yang disusun dengan ringkas dan cermat akan meningkatkan minat pembaca untuk melanjutkan membaca artikel ilmiah. Latar Belakang Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian Hipotesis Penelitian Kerangka Konseptual Manfaat dan Kontribusi Penelitian Pendahuluan
Latar belakang dalam artikel ilmiah merupakan pembuka bagian Pendahuluan yang seringkali dirasa sulit dalam penyusunannya. Oleh karena itu, berikut disajikan kiat untuk menyusun latar belakang artikel ilmiah. Langkah pertama adalah dengan mengidentifikasi area penelitian yang relevan dengan topik penelitian yang ditulis. Proses identifikasi dapat dilakukan dengan meninjau literatur dan mengidentifikasi penelitian sebelumnya untuk menemukan kesenjangan penelitian. Berdasarkan identifikasi tersebut dapat dijelaskan relevansi topik penelitian dengan perkembangan keilmuan di bidang studi dan kontribusi manfaatnya. Langkah kedua, meskipun bukan merupakan sebuah kewajiban untuk menyertakan tinjauan literatur di bagian Pendahuluan, tetapi penulis perlu mempertimbangkan untuk menyajikan tinjauan literatur secara singkat. Tinjauan literatur yang dimaksud dapat berupa teori dasar dari topik tertentu dan kekhasan penelitian yang akan dilaksanakan berdasarkan temuan gap/kesenjangan penelitian yang ditemukan. Penulis dapat pula menjelaskan pertanyaan penelitian yang belum dibahas atau ditemukan dalam penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya. Langkah ketiga adalah merangkum uraian dalam latar belakang dengan jelas dan padat. Penulis hendaknya memastikan bahwa tidak ada informasi yang berulang dalam setiap susunan paragraf. Selain itu, penulis juga memastikan bahwa informasi yang disampaikan di latar belakang bukan informasi yang terlalu umum atau terlalu jauh dari topik artikel ilmiah tersebut. Jika penulis menyantumkan kutipan tertentu, maka penulis juga harus memastikan bahwa referensi dan kutipan tersebut sudah dicantumkan dan menghindari plagiasi 2. Menyusun Latar Belakang dalam Artikel Ilmiah
Mengidentifikasi area penelitian. Meninjau literatur. Merangkum dengan jelas Kutipan teori dalam Pendahuluan atau lebih khusus pada latar belakang atikel ilmiah tidak selalu diperlukan untuk bukan merupakan suatu hal yang wajib. Namun, menyertakan kutipan teori yang relevan dapat memperkuat dan memberikan landasan teoretis yang kuat dalam artikel ilmiah. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saat akan mengutip teori dalam Pendahuluan artikel ilmiah, yaitu: (a) menguatkan justifikasi penelitian; (b) mengarahkan pembaca pada konteks teoretis; (c) menyampaikan gap dalam penelitian; dan (d) membangun kredibilitas penelitian Meskipun demikian, penting untuk menggunakan kutipan teori dengan bijaksana dan memastikan hanya mengutip literatur yang relevan dengan artikel ilmiah. Pemilihan kutipan dari sumber literatur juga hendaknya mendukung paparan atau argument yang disampaikan, setelah itu juga penulis memastikan telah menuliskan referensi atau daftar pustaka di akhir artikel
Kesenjangan penelitian diperlukan saat penulis mulai mengidentifikasi permasalahan penelitian dan urgensi penelitian tersebut dilakukan. Miles (2017) merumuskan tujuh kesenjangan penelitian, yaitu: (a) Evidence Gap; (b) Knowledge Gap; (c) Practical-Knowledge Conflict Gap; (d) Methodological Gap; (e) Empirical Gap; (f) Theoretical Gap; dan (g) Population Gap. Berikut akan dipaparkan pengertian masing-maisng kesenjangan penelitian berdasarkan teori dari Miles (2017). 3. Kesenjangan/Gap Penelitian (Research Gap) Evidence Gap/ Gap Bukti dan Hasil Penelitian A. B. C. F. D. E. G. Knowledge Gap/ Gap Pengetahuan Practical-Knowledge Conflict Gap/ Gap Pengetahuan Praktis Methodological Gap/ Gap Metode Empirical Gap/ Gap Empiris Theoretical Gap/ Gap Teoritis Population Gap/ Gap Populasi
Gap bukti dan hasil penelitian menganalisis tentang kontradiksi dari temuan penelitian yang sudah pernah dilaksanakan sebelumnya. Gap Bukti dan hasil penelitian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi bukti dan menemukan kesenjangan antara fenoma dengan bukti lapangan yang ditemukan. a) Evidance Gap/ Gap Pengetahuan Gap pengetahuan adalah upaya untuk menemukan kesenjangan untuk melakukan penelitian yang belum ada. Kesenjangan atau gap pengetahuan (knowledge void) dimungkina terjadi karena dua hal, yaitu: pengetahuan atau teori yang belum ada di lapangan atau hasil penelitian yang berbeda. b) Knowledge Gap/ Gap Pengetahuan Gap pengetahuan praktis adalah kesenjangan yang timbul karena perilaku profesional yang tidak terpenuhi oleh peneliti. Kesenjangan ini dapat muncul apabila perilaku profesional dalam penelitian berbeda dari perilaku yang seharusnya dianjurkan. c)Practical-Knowledge Conflict Gap/ Gap Pengetahuan Praktis Kesenjangan metode penelitian adalah menemukan perbedaan pada metode penelitian yang sudah dilaksanakan dan menawarkan jenis atau pendekatan penelitian lain yang berbeda. d. Methodological Gap/ Gap Metode Penelitian Kesenjangan empiris adalah kesenjangan yang berkaitan dengan temuan atau proposisi penelitian yang perlu dievaluasi atau diverifikasi secara empiris. e. Empirical Gap/ Gap Empiris
Kesenjangan teoritis adalah jenis kesenjangan yang menghubungkan kesenjangan teori dengan penelitian sebelumnya. Kesenjangan teoretis mungkin terjadi apabila penelitian menggunakan landasan teori yang berbeda. f) Theoretical Gap/ Gap Teoretis Kesenjangan populasi adalah kesenjangan yang terjadi karena perbedaan jangkauan atau jenis populasi penelitian. Kesenjangan ini dapat pula terjadi apabila dalam penelitian sebelumnya terdapat populasi yang tidak terwakili, misalnya dari tinjauan gender, ras, atau usia. g) Population Gap/ Gap Populasi
Membuat Iktisar dan Mengembangkan Paragraf Kajian literatur (Literature Review), atau dalam beberapa jurnal disebut pula dengan Landasan Teori, merupakan bagian dari artikel ilmiah yang berisi uraian teori dan analisis dari berbagai hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Menyusun kajian literatur acapkali menjadi hal yang menantang bagi penulis artikel ilmiah, oleh karena itu, berikut diuraikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menyusun kerangka teori atau kajian literatur. 4. Menyusun Kajian Literatur Teori (Literature Review) F. E. G. Mereviu Kembali Menyusun Kerangka Teori Menyusun Kerangka Teori Analisis Sumber Pustaka Pengorganisasian Sumber Pustaka Identifikasi Sumber Pustaka Tentukan Tujuan dan Cakupan Topik Penelitian
Langkah pertama adalah dengan menentukan tujuan dan cakupan topik penelitian dalam menyusun kerangka teori atau literature review. Cakupan topik dapat ditentukan dari topik umum dari artikel penelitian yang sedang disusun. Cakupan topik juga termasuk limitasi tahun dari literatur yang akan digunakan. Langkah selanjutnya, yaitu mengindentifikasi sumber dan bahan pustaka, misalnya dengan menentukan apakah akan menggunakan sumber pustaka dari jurnal ilmiah, buku, artikel, makalah konferensi, atau sumber pustaka lainnya. Setelah selesai menentukan sumber pustaka, langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan sumber pustaka yang telah dikumpulkan. Pengorganisasian sumber dapat dilakukan berdasarkan jenis sumber dan topik dari sumber tersebut. Kemudian, penulis dapat melakukan analisis sumber melalui proses membaca kritis. Membaca kritis adalah aktivitas membaca untuk mengindentifikasi hal-hal penting yang dibutuhkan, misalnya: metode penelitian yang digunakan dan hasil penelitian yang disajikan. Apabila proses analisis sumber telah selesai, penulis dapat mulai menyusun kerangka teori atau kajian literatur. Kerangka teori dapat berupa subjudul yang akan ditulis dalam artikel ilmiah. Setelah itu, penulis dapat mulai membuat ikhtisar dari hasil identifikasi sumber pustaka. Apabila ikhtisar telah tersusun dengan baik, langkah penyusunan dapat dilakukan dengan cara mengembangkan paragraf agar menjadi sebuah paragraf yang padu. Langkah terakhir adalah melakukan riviu, yaitu meninjau kembali apakah landasan teori yang disusun sudah tepat, yaitu kajian literatur yang dapat mendukung tujuan hingga hasil penelitian.
Teori terkait secara langsung dengan topik penelitian. Menjelaskan konsep teori dengan jelas. Meninjau penelitian-penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya. Mendiskusikan implikais teori dalam konteks penelitian. Melakukan analisis kritis dan merangkum simpulan pada setiap teori. Saat menyusun kajian literatur, teori yang ditulis adalah teori yang relevan dengan topik penelitian. Karena tujuan dari landasan teori atau kajian literatur adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan dilakukan atau ditulis. Oleh karena itu, teori yang ditulis harus mendukung dan menginformasikan pemahaman secara mendalam dari topik artikel penelitian. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang dapat digunakan saat menulis landasan teori atau kajian literatur 1. 2. 3. 4. 5.
Pada era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah tersedia berbagai aplikasi yang dapat membantu mahasiswa untuk menyusun kajian literatur dan menemukan kesenjangan penelitian. Oleh karena itu, penyusunan kajian literatur dan gap penelitian saat ini tidak hanya mengandalkan buku-buku atau hanya dari skripsi, tesis dan disertasi yang tersimpan di perpustakan, tetapi dapat dilakukan dengan menggunakan artikel ilmiah yang sudah dipublikasikan di berbagai jurnal, baik di jurnal dalam negeri maupun dari jurnal-jurnal luar negeri. Keberagaman sumber pustaka tentu saja dapat memperkuat artikel ilmiah yang ditulis, apalagi jika berasal dari sumber pustaka yang berkualitas. 5. Aplikasi Bantu untuk Menyusun Kajian Literatur dan Gap Penelitian Ada empat aplikasi bantu berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan dalam proses pencarian sumber pustaka dan menyusun gap penelitian, yaitu: (a) Google Scholar, (b) Scopus, (c) Dimensions AI, dan (d) Open Knowledge Maps. Keempat aplikais tersebut dapat teman-teman pelajari dan praktikkan untuk mencari sumber pustaka.
Google Scholar dapat diakses melalui https://scholar.google.com/. Google Scholar dalam terjemahan bahasa Indonesia disebut dengan Google Cendekia. Setelah muncul halaman Google Scholar, mahasiswa dapat mengetikkan kata kunci pada kolom pencarian (yang bertanda panah). a. Google Scholar
Jika penulis akan mencari artikel dalam bahasa Indonesia, maka ketikkan kata kunci dalam bahasa Indonesia. Kemudian berlaku sebaliknya, jika akan mencari artikel dalam bahasa Inggris, silakan ketikkan kata kunci dalam bahasa Inggris. Setelah penulis mengetikkan kata kunci dan mengklik cari (ikon kaca pembesar) pada kolom pencarian, selanjutnya akan muncul berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan kata kunci. Selanjutnya, penulis dapat memilah artikel yang sesuai dengan cara mengunduh artikel-artikel tersebut.
Scopus adalah salah satu layanan indeksasi dan penyedia database atau pusat data jurnal berskala internasional. Scopus dapat diakses melalui www.scopus.com . Untuk dapat menggunakan Scopus sebagai aplikasi bantu pencarian sumber pustaka, penulis perlu mendaftar atau login terlebih dahulu. Meskipun Scopus merupakan aplikasi yang berbayar jika akan menggunakan keseluruhan fasilitasnya, tetapi penulis dapat menggunakan secara gratis dengan cara mendaftar melalui akun email universitas masingmasing jika universitas tersebut sudah berlanggan Scopus. Ketika penulis sudah mendaftar dan masuk ke laman Scopus selanjutnya dapat mengetikkan kata kunci dalam bahasa Inggris pada kolom pencarian (bertanda panah merah). b. Scopus
Selanjutnya, akan muncul hasil pencarian literatur yang dapat disesuaikan hasil pencarian, mulai dari tahun terbit, jenis terbitan, hingga kata kunci yang relevan dengan topik penelitian secara spesifik.
Dimension AI dapat diakses dalam www.dimension.ai. Setelah itu akan muncul tampilan website dari Dimension AI, kemudian silakan mencari tombol Akses Dimension (access Dimensions) dan meng-klik tombol tersebut. Setelah meng-klik tombol tersebut, sama halnya dengan aplikasi pencarian lainnya, ketikkan kata kunci pada kolom pencarian. c. Dimension AI Penulis dapat menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing untuk mengetikkan kata kunci di kolom pencarian tersebut. Setelah itu akan muncul hasil pencarian literatur sesuai dengan kata kunci yang diketikkan.
Hampir sama dengan Scopus, penulis dapat melimitasi hasil pencarian, mulai dari tahun terbitan artikel yang dicari, jenis artikel, nama jurnal, hingga pada topik atau tertentu saja.
Aplikasi lain yang dapat digunakan untuk mencari kajian literatur adalah Open Knowledge Maps yang dapat diakses https://openknowledgemaps.org/. Setelah muncul tampilan laman dari Open Knowledge Maps penulis dapat mengetikkan kata kunci di dalam kolom pencarian. Kata kunci dapat berupa bahasa Indonesia maupun bahasa asing d. Open Knowledges Maps Setelah menuliskan kata kunci, dapat dilanjutkan dengan meng-klik Go. Kemudian, hasil pencarian akan muncul seperti yang ada dalam contoh gambar yang terlampir, yaitu dalam wujud mind mapping atau peta konsep dan berisi berbagai literatur terkait
Untuk mendapatkan detail literatur dari masingmasing topik atau kata kunci, penulis dapat memilih/ menyorot salah satu dari lingkaran dalam mind mapping.
BAB VI Oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd. METODE PENELITIAN DALAM ARTIKEL ILMIAH
A. Hakikat Metode Penelitian Metode penelitian dapat dipahami sebagai semua metode atau teknik yang digunakan untuk pelaksanaan penelitian (Kothari, 2004). Pengertian lain, metode penelitian merupakan proses kegiatan dalam bentuk pengumpulan data, analisis, dan memberikan interprestasi yang terkait dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2020:2). Berdasarkan beberapa teori tersebut dapat disimpulkan bahwa metode penelitian mengacu pada pendekatan, teknik, dan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian merupakan unsur penting dalam artikel ilmiah karena memiliki peran yang penting dalam menghasilkan data penelitian yang valid, reliabel, dan dapat dipercaya. Pentingnya metode penelitian dalam artikel ilmiah dapat dijelaskan berdasarkan empat alasan berikut. Metode penelitian berkaitan erat dengan etika penelitian. Etika penelitian adalah seperangkat prinsip-prinsip moral yang disepakati dalam pelaksanaan penelitian mulai dari proses perencanaan hingga penyusunan laporan penelitian. Metode penelitian memegang kunci dari etika penelitian karena memastikan jalannya penelitian sesuai dengan prosedur ilmiah yang berlaku. Penelitian yang dilaksanakan harus memperhatikan perihal etika, seperti etika privasi subjek penelitian, etika penggunaan data dengan objektif, atau persetujuan etis lainnya. 1. Etika Penelitian
Validitas penelitian mengacu pada sejauh mana pengukuran dan hasil penelitian mencerminkan konsep yang dituju. Adapun reliabilitas mengacau pada ketelitian dan keterandalan teknik pengukuran yang digunakan dalam penelitian. 2. Validitas dan Reliabilitas Data yang dikumpulkan dan analisis yang dilakukan relevan dengan topik penelitian dan menciptakan transparansi dari berbagai unsur metode yang digunakan. 3. Relevansi dan Transparansi Metode penelitian yang dipaparkan dengan detail akan memungkinkan peneliti lain untuk melakukan reproduksi dan replikasi untuk membuktikan penelitian atau untuk melakukan penelitian lain yang serupa. 4. Reproduksi dan Replikasi
B. Jenis Metode Penelitian Secara umum, ada beberapa jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam penelitian akademik serta penyusunan artikel ilmiah, yaitu: (1) metode penelitian kualitatif, (2) metode penelitian kuantitatif, (3) metode penelitian eksperimental, (4) metode penelitian survey, (5) metode penelitian deskriptif, (6) metode penelitian korelasional, (7) metode penelitian historis, dan (8) metode penelitian komparatif. Metode penelititian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting) (Sugiyono, 2020:17). Metode ini digunakan untuk memahami dan menjelaskan fenomena atau peristiwa dengan memeriksa konteks sosial, budaya, dan subjektivitas. Metode penelitian kualitatif melibatkan pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipan, analisis dokumen, atau studi kasus. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data berisfat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipoteis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2020:17). Metode ini melibatkan pengukuran dan analisis data berdasarkan angka dan statistik.
Metode penelitian eksperimental, yaitu metode yang melibatkan manipulasi variabel bebas untuk mengamati efeknya terhadap variabel tergantung. Penelitian eksperimental sering dilakukan di bawah kondisi yang dikendalikan dan menggunakan kelompok kontrol untuk membandingkan hasil penelitiannya. Metode penelitian survei adalah metode yang melibatkan pengumpulan data dari responden melalui kuesioner atau wawancara terstruktur. Survei sering digunakan untuk mengumpulkan data dari populasi yang luas untuk menganalisis pendapat, kebiasaan, atau karakteristik mereka. Metode penelitian deskriptif yakni metode ini digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu fenomena atau keadaan secara terperinci. Penelitian deskriptif mencoba menjawab pertanyaan "apa", "bagaimana", atau "mengapa" mengenai fenomena yang diteliti. Metode penelitian korelasional adalah metode yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel dan menentukan sejauh mana variabel tersebut berhubungan. Metode ini tidak menentukan sebab-akibat, melainkan hanya menggambarkan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Metode penelitian historis yaitu metode yang melibatkan penelitian masa lalu untuk memahami peristiwa, kejadian, atau perkembangan sejarah. Metode penelitian historis menggunakan sumber-sumber primer dan sekunder untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Adapun metode penelitian komparatif adalah metode yang melibatkan perbandingan dan analisis terhadap beberapa kelompok, wilayah, atau fenomena untuk memahami perbedaan dan persamaan antara mereka. Metode penelitian komparatif sering digunakan dalam studi lintas budaya atau lintas negara
C. Elemen dalam Metode Penelitian Metode penelitian sebagai salah satu unsur pembangun dalam artikel ilmiah memiliki beberapa elemen yang wajib ada untuk mendukung deskripsi metode dalam artikel ilmiah. Elemen tersebut, yaitu: (1) desain penelitian, (2) populasi dan sampel penelitian, (3) instrumen penelitian, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) teknik analisis data. Setidaknya metode penelitian dalam artikel ilmiah berisi paparan tentang lima elemen tersebut. Penulis dapat menjelaskan desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam artikel ilmiah ini. Jelaskan pula bagaimana desain penelitian ini memiliki korelasi atau kesesuaian dengan pertanyaan penelitian. Pada desain penelitian, peneliti juga dapat menjelaskan tentang kemungkinan adanya kombinasi beberapa desain atau teknik yang digunakan dalam keseluruhan penelitian. 1. Desain Penelitian Populasi dan sampel penelitian yang digunakan sebagai sumber data wajib dijelaskan dalam metode penelitian. Penulis dapat menguraikan secara detail identifikasi atau batasan populasi dan sampel yang digunakan serta bagaimana metode pemilihan populasi dan sampel tersebut. 2. Populasi dan Sampel Penelitian
Sesuai dengan etika penelitian, bagian metode penelitian akan menjamin bahwa penelitian dilaksanakan sesuai kaidah, termasuk pula dalam pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tertentu. Penulis hendaknya menguraikan jenis atau kisi-kisi instrumen yang digunakan dalam proses penelitian untuk menghindari asumsi bahwa data penelitian dikumpulkan dengan tidak terstuktur. Instrumen penelitian juga menjamin adanya korelasi antara pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan data yang dikumpulkan. 3. Instrumen Penelitian Untuk mendukung keterbukaan metode penelitian bagi para pembaca, penulis perlu menjelaskan perihal teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data adalah metode, atau teknik, atau cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data-data penelitian. Teknik pengumpulan data ini disesuaikan dengan pendekatan penelitian yang digunakan, misalnya menggunakan teknik observasi, wawancara, libat simak catat, maupun teknik pengumpulan data lainnya. Penjelasan mengenai teknik pengumpulan data yang digunakan boleh didukung dengan penambahan teori yang relevan. 4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik analisis data masih berkorelasi dengan teknik pengumpulan data. Setelah menjelaskan bagaimana data diperoleh, peneliti atau penulis dapat memaparkan bagaimana data tersebut selanjutnya dianalisis. Apabila diperlukan untuk memperkuat alasan pemilihan teknik analisis data tertentu, penulis dapat mencantumkan referensi atau sumber teori yang mendukung hal tersebut. 5. Teknik Analisis Data D. Contoh Metode Penelitian Berikut adalah contoh teks metode penelitian yang disusun sesuai dengan elemen-elemen Metode Penelitian dalam artikel ilmiah.
Kothari, C. R. (2004). Research Methodology, Methods DAFTAR PUSTAKA and Techniques (Second Rev). New Age International Publishers. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
MENULIS Bab VII HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI DALAM ARTIKEL ILMIAH oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.
Hasil penelitian dan diskusi merupakan bagian utama dari isi artikel ilmiah. Bagian ini akan mendeskripsikan secera terperinci temuan data penelitian dan mendiskusikannya dengan konteks penelitian serta kajian literatur yang relevan. Bagian utama artikel ilmiah ini terdiri atas lebih dari satu paragraf yang setiap paragraf memiliki kalimat topik dan beberapa kalimat pendukung yang tetap menyatu pada topik utama penelitian (Oshima & Hogue, 2007). Untuk menyusun hasil penelitian yang baik dalam artikel ilmiah, penulis dapat menggunakan panduan berikut sebagai acuan menulis. A. KIAT MENYUSUN HASIL PENELITIAN Gambar 7.1 Panduan Menyusun Hasil Penelitian
Uraian lebih lanjut dari ketujuh panduan tersebut adalah sebagai berikut. Organisasi Hasil Penelitian Penulis perlu menentukan struktur dan organisasi penyajian hasil penelitian yang akan ditulis ke dalam artikel ilmiah. Organisasi ini dapat mengacu pada pertanyaan atau tujuan penelitian dengan memilah menjadi beberapa sub-bagian yang akan dibahas. 1. Gambar 7.2 Contoh Organisasi Hasil Penelitian Menggunakan Sub-bab Selain itu, sub-bab juga dapat digunakan untuk memisahkan hasil penelitian utama dengan diskusi penelitian. Pada pemaparan hasil penelitian, penulis hanya menyajikan atau mendeskripsikan data penelitian saja. Adapun pembahasan secara terperinci menyangkut interpretasi maupun korelasi dengan kontribusi penelitian lainnya dapat diulas dalam sub-bab diskusi. Pengorganisasian hasil penelitian dapat disesuaikan pula dengan pendekatan atau metode penelitian yang digunakan.
Deskripsikan Data Penelitian Setelah menyusun rencana pengorganisasian hasil penelitian, penulis dapat mendeskripsikan data yang telah terkumpul dari penelitian yang dilaksanakan. Data dapat dideskripsikan dengan detail meliputi: sumber data, variabel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, atau hal lain yang dianggap perlu. Karena bisa jadi pada bagian metode penelitian belum dijelaskan secara mendetail. Data penelitian yang disajikan dapat menyesuaikan dengan karakteristik penelitian, misalnya; apakah dalam bentuk kutipan data wawancara (penelitian kualitatif) atau dalam bentuk daftar tabel persentase angka (penelitian kuantitatif). Penulis harus memastikan bahwa data yang dicantumkan hanya data penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian dalam artikel ilmiah tersebut. 2. Analisis Data Penelitian Penulis dapat mengulang kembali penjelasan tentang teknik analisis data penelitian atau alat analisis data yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menegaskan kembali bahwa data penelitian yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan teknik yang tepat untuk menghasilkan temuan penelitian yang valid. Namun, penulis disarankan tidak mengulang kembali penjelasan yang sama dengan teknik analisis data yang sudah diuraikan pada bagian metode penelitian. Jadi, hanya proses atau langkah spesifik pada analisis data yang belum dijelaskan di bagian Metode Penelitian yang sebaiknya diulas pada bagian Hasil dan Diskusi Penelitian. 3.
Temuan Data Penelitian Setelah selesai memaparkan proses analisis data penelitian, penulis dapat menjelaskan ihwal temuan data penelitian secara jelas dan mendetail. Temuan penelitian dapat diuraikan dengan metode naratif atau disajikan dengan dukungan tabel, grafik, atau visualisasi lainnya. Penyajian temuan data penelitian disesuaikan dengan organisasi hasil penelitian yang sudah dikonsep sebelumnya. Temuan data penelitian kemudian dapat dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan landasan teori atau keilmuan yang digunakan. 4. Merujuk pada Tujuan Penelitian Temuan data penelitian yang disajikan harus merujuk kepada tujuan penelitian. Jadi, penulis harus memastikan bahwa isi hasil penelitian dan diskusi telah sesuai dengan keseluruhan bagian dalam artikel ilmiah, yaitu: tujuan penelitian dalam pendahuluan, metode penelitian, dan nantinya relevan pula dengan simpulan penelitian. Hal ini untuk memastikan bahwa terdapat korelasi dan koneksi yang jelas pada keseluruhan artikel ilmiah sehingga menghasilkan artikel yang padu. 5. Gunakan Grafik, Tabel, dan Visualisasi Penulis disarankan untuk menggunakan tabel, grafik, foto, dan visualisasi lainnya untuk membantu mempresentasikan dan menjelaskan hasil penelitian. Penggunaan grafik, tabel, atau visualisasi lainnya bertujuan agar hasil penelitian dapat dipahami dengan lebih mudah oleh pembaca. 5.
Uraikan Batasan Penelitian Setiap penelitian pasti memiliki batasan penelitian sebagai pembeda dari penelitian lainnya. Oleh karena itu, penulis diharapkan dapat menguraikan batasan penelitian pada bagian Hasil Penelitian dan Diskusi. Batasan penelitian yang dimaksud, misalnya: pemilihan sampel atau populasi penelitian, metode penelitian yang digunakan, atau dasar teori yang digunakan sebagai teknik analisis data. Batasan penelitian ini perlu disampaikan kepada pembaca karena tentu saja akan mempengaruhi hasil penelitian yang diulas. 7. Gambar 7.2 Contoh Penggunaan Grafik dalam Penyajian Data Oleh karena itu, penulis juga wajib memastikan bahwa tabel, grafik, foto, atau visualisasi lainnya disajikan dengan proporsi yang tepat, mudah terbaca, dan hanya mencantumkan gambar yang mendukung pembahasan penelitian saja. Untuk memastikan bahwa penyajian tabel, grafik, foto, atau visualisasi lainnya sudah tepat, penulis perlu memastikan kaidah penyajian gambar pendukung tersebut pada format artikel di jurnal yang dituju.
Penyajian hasil penelitian yang baik akan mendukung keseluruhan artikel ilmiah yang disusun. Penulis harus memastikan bahwa pemaparan hasil penelitian dalam artikel ilmiah sudah dilakukan dengan jelas, detail, dan terorganisasi dengan baik. Terdapat beberapa ciri dari penyajian hasil penelitian yang baik, yaitu: (a) jelas dan terperinci, (b) menjawab pertanyaan penelitian, (c) berbasis pada bukti dan data, (d) relevan dengan tujuan penelitian, (e) konteks teoretis dan literatur yang tepat, serta (f) objektif dan akurat. B. CIRI HASIL PENELITIAN YANG BAIK Gambar 7.2. Ciri Hasil Penelitian yang Baik Ciri yang pertama adalah penyajian hasil penelitian harus jelas dan terperinci. Penulis memastikan bahwa penyajian data dilakukan dengan mendetail dan dapat dipahami pembaca dengan jelas. Selanjutnya, ciri yang kedua, sajian hasil penelitian tersebut harus menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian yang disajikan dengan kategori sub-bab dipastikan harus sesuai dengan pertanyaan penelitian yang diajukan sebelumnya.
Jangan sampai justru mengulas data yang tidak menjadi tujuan penelitian dalam artikel ilmiah tersebut. Pertanyaan penelitian nantinya akan berkaitan pula dengan pembahasan perihal kontribusi penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan topik yang diulas. Ciri ketiga, hasil penelitian harus berbasis pada bukti dan data yang kuat. Artikel ilmiah berpegang pada kaidah ilmiah yang harus dilakukan dengan penuh integritas, salah satunya perihal penyajian data berdasarkan fakta di lapangan. Penyajian bukti dan data tersebut selanjutnya dapat diolah sesuai dengan teknik analisis yang sesuai dengan metode penelitian. Untuk mendukung penyajian data secara baik, penulis dapat menggunakan tabel, grafik, atau visualisasi lainnya. Selanjutnya, hasil penelitian yang baik harus relevan dengan tujuan penelitian. Ciri ini masih berkorelasi dengan ciri kedua, yaitu menjawab pertanyaan penelitian. Karena tujuan penelitian merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian, sehingga kedua hal ini harus saling sinkron untuk menciptakan hasil penelitian yang baik. Penulis harus memastikan ada keterkaitan antara data yang disajikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Lalu, ciri yang kelima adalah menggunakan konteks teoretis dan kajian literatur yang tepat. Artikel ilmiah yang baik menggunakan dasar teori dan kajian literatur yang sesuai dengan topik penelitian. Karena konteks teoretis ini akan menentukan jenis penelitian dan bagaimana hasil penelitian tersebut dianalisis dan disimpulkan sebagai sebuah temuan yang memiliki kontribusi bagi keilmuan tertentu. Penggunaan teori dan kajian literatur dalam penyajian hasil penelitian tetap harus mengikuti kaidah penulisan kutipan dan daftar pustaka yang berlaku untuk mencegah plagiarisme.
Ciri yang terakhir, yaitu hasil penelitian disajikan dengan objektif dan akurat. Artikel ilmiah berbeda dengan esai opini yang mengutamakan pemikiran subjektif dari penulis. Artikel ilmiah menyajikan dan mengulas data dengan objektif berdasarkan data di lapangan dan dikorelasikan dengan berbagai kajian literatur maupun konteks teori yang ada. Penulis harus memastikan bahwa interpretasi data dilakukan dengan teliti, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Keseluruhan ciri-ciri hasil penelitian yang baik tersebut akan membantu penulis dalam memastikan bahwa hasil penelitian dalam artikel ilmiah telah disajikan dengan informatif dan memiliki kontribusi bagi perkembangan keilmuan. C. MENYUSUN DISKUSI HASIL PENELITIAN Sama halnya dengan menyusun hasil penelitian, proses menyusun diskusi penelitian dalam artikel ilmiah juga memerlukan ketelitian dan stuktur yang sistematis. Berikut adalah kiat menyusun diskusi hasil penelitian yang dapat menjadi panduan awal bagi penulis.
Gambar 7.3 Menyusun Diskusi Hasil Penelitian Langkah pertama adalah dengan mengulang temuan penelitian, yaitu menyajikan poin utama atau menyebutkan sub-bab dari hasil penelitian yang akan diulas dalam bagian diskusi penelitian. Selanjutnya, penulis dapat mulai mengorelasikan temuan penelitian dengan tujuan penelitian. Pada tahap ini penulis menyebutkan kembali tujuan penelitian yang ingin dicapai sehingga ulasan diskusi relevan dengan tujuan penelitian tersebut. Langkah selanjutnya adalah meninjau kembali konteks teoretis dan membandingkan dengan penelitian sebelumnya. Diskusi penelitian pada intinya berisi ulasan hasil penelitian yang dibahas kembali dengan cara menghubungkannya dengan konteks teoretis ataupun membandingkan dengan penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan sebelumnya. Proses membandingkan dengan penelitian lain dapat berupa perbedaan maupun persamaan hasil penelitian yang mendukung. Diskusi ini akan meyakinkan pembaca bahwa artikel ilmiah yang ditulis menggunakan berbagai sumber data penelitian yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Penulis juga harus melakukan analisis secara mendalam pada bagian diskusi. Pada bagian diskusi ini diharapkan penulis memberi simpulan terhadap penelitian yang telah dilakukan, bagaimana hasil penelitian tersebut memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Analisis secara mendalam tidak hanya berkaitan dengan teori atau kajian literatur saja, tetapi juga dapat dikaitkan dengan konteks atau faktor-faktor lain yang sedang berkembang atau dapat mempengaruhi hasil penelitian. Diskusi penelitian yang disusun dengan analisis yang baik selanjutnya akan dapat menjelaskan implikasi penelitian. Implikasi adalah hubungan atau keterlibatan hasil penelitian dengan berbagai hal yang menjadi subjek penelitian atau hal lain secara umum.
Misalnya, memiliki hubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sesuai topik atau berimplikasi pada suatu kebijakan di masyarakat. Diskusi hasil penelitian selanjutnya diakhiri dengan penarikan simpulan dari temuan utama berdasarkan analisis data dan diskusi penelitian. Referensi Oshima, A., & Hogue, A. (2007). Introduction to Academic Writing: Second Edition. In Pearson Education (Third Edit). Pearson Education.
MENULIS Bab VIII SIMPULAN ARTIKRL ILMIAH oleh: Firstya Evi Dianastiti, M.Pd. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.
Simpulan adalah bagian akhir dari sebuah artikel ilmiah yang berisi rangkuman hasil penelitian dan menegaskan kembali bahwa tujuan penelitian telah terpenuhi. Pada beberapa jurnal, menggunakan istilah “Penutup” atau “Kesimpulan”. Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat kata “Simpulan” dan “Kesimpulan” sebagai sinonim dan keduanya merupakan kata yang baku. Simpulan dalam artikel ilmiah dapat ditambahkan dengan saran pengembangan atau penelitian lain yang dapat dilakukan berdasarkan hasil dan analisis penelitian. Gambar 8.1. Pengertian “Simpulan” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Simpulan sebagai sebuah penutup dari isi artikel ilmiah memiliki tiga tujuan, yaitu: (a) menandai akhir artikel; (b) mengingatkan pembaca terhadap poin-poin utama dalam penelitian; dan (c) memberikan gambaran atau pemikiran akhir pada pembaca tentang topik yang diulas dalam penelitian (Oshima et al., 2014).
Simpulan penelitian yang baik harus dapat memberikan pemahaman yang jelas dan mendalam dari penelitian yang telah dilakukan dan memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan di bidang studi tersebut. Menandai akhir artikel Mengingatkan pembaca terhadap poin-poin utama dalam penelitian Memberikan gambaran atau pemikiran akhir pada pembaca tentang topik yang diulas dalam penelitian (Oshima et al., 2014) Tiga tujuan penulisan Simpulan, yaitu: 1. 2. 3. Terdapat tiga hal utama yang menjadi karakter dari Simpulan, yaitu: (a) ringkas dan padat, (b) konklusif, dan (c) objektif. Karakteritistik yang pertama, yaitu ringkas dan padat. Simpulan disajikan secara ringkas dan padat denggan cara menguraikan hasil penelitian menjadi poin penting yang relevan dengan tujuan penelitian. Penulisan Simpulan diusahakan secara padat dengan menggunakan kalimat yang efektif. Karakteristik yang kedua adalah konklusif, yaitu Simpulan harus dapat memberikan keputusan akhir yang jelas berdasarkan temuan dan analisis data dari penelitian yang telah dilakukan. Karena Simpulan dalam artikel ilmiah merupakan bagian yang menggambarkan secara ringkas hasil akhir dari penelitian tersebut. Oleh karena itu, penulis juga hendaknya memastikan bahwa isi Simpulan telah sesuai dengan keseluruhan bagian artikel ilmiah lainnya, yaitu Pendahuluan, Kajian Literatur, Metode, Hasil Penelitian, serta Diskusi.