Refleksi Studi Pascasarjana 143 mahasiswa harus mempertimbangkan dengan matang dan cermat sebelum memutuskan pilihan akhir. Para calon mahasiswa harus mempertimbangkan berbagai faktor dan menetapkan tujuan prioritas pribadi dalam mengambil keputusan ini. Hal yang penting bagi calon mahasiswa adalah terlebih dahulu melakukan riset/refrensi menyeluruh tentang program studi yang ditawarkan, reputasi perguruan tinggi, para dosen, fasilitas dan peluang karir yang ada. Selain itu, dengan mempertimbangkan faktor finansial yang tersedia, seperti ketersedian beasiswa, juga menjadi hal penting. Dalam memilih antara studi pascasarjana dalam negeri atau di luar negeri, yang terbaik adalah melibatkan diri dalam diskusi dengan para dosen, pembimbing akademik dan alumni yang telah mengambil jalur yang sama. Dengan adanya diskusi dengan mereka dapat memberikan berbagai perspektif berharga berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Intinya, proses pemilihan dan memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana merupakan keputusan yang sangat penting dan harus dipertimbangkan dengan matang. Para calon mahasiswa perlu melihat semua aspek yang relevan. Dengan melakukan penelitian yang mendalam dan mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan pribadi sehingga dapat membuat keputusan yang terbaik. A. Pascasarjana Dalam Negeri 1. Konsep Pascasarjana Dalam Negeri Pascasarjana dalam negeri menawarkan program pendidikan lanjutan setelah menyelesaikan program sarjana pada perguruan tinggi dan universitas. Konsep pascasarjana dalam negeri menawarkan program
144 Refleksi Studi Pascasarjana magister dan doktor yang berfokus pada penelitian dan pembelajaran di dalam lingkup nasional. Program pascasarjana dalam negeri memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam bidang studi yang dituju. Mereka dapat bekerja sama dengan dosen dan rekan mahasiswa lainnya dalam memperluas wawasan dan membangun jejaring profesional di dalam negeri. Program ini dapat mendorong partisipasi aktif dalam pengembangan penelitian yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan dalam negeri. Konsep pascasarjana dalam negeri menekankan pentingnya pendalaman pengetahuan dan kontribusi terhadap kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di dalam negeri. Dengan demikian, program pascasarjana dalam negeri berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pembangunan sosial dan ekonomi menuju negara yang berdaulat dan maju. 2. Keunggulan Pascasarjana Dalam Negeri a. Aksesibilitas lebih mudah Kemudahan akses ke perguruan tinggi dalam negeri dan lokasinya yang berada di negara sendiri memberikan keuntungan yang signifikan bagi calon mahasiswa. Universitas dalam negeri dapat dijangkau dengan mudah karena berada di wilayah negara sendiri, mengurangi kendala perjalanan dan biaya yang terkait dengan studi di luar negeri. Mereka dapat dengan mudah mengeksplorasi pendidikan tinggi berkualitas tanpa meninggalkan negara dan
Refleksi Studi Pascasarjana 145 memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan akademik dan profesional dalam negeri. Dengan akses yang mudah, calon mahasiswa dapat menikmati berbagai fasilitas dan sumber daya yang tersedia di perguruan tinggi dalam negeri. Selain itu, mereka dapat tetap terhubung dengan keluarga dan lingkungan sosial mereka, tetap melestarikan ikatan budaya dan meminimalkan perasaan keterasingan budaya (shock culture) yang mungkin dapat muncul ketika belajar di luar negeri. b. Biaya kuliah lebih terjangkau Secara umum, biaya pendidikan pascasarjana dalam negeri lebih murah dibandingkan dengan biaya kuliah pascasarjana di luar negeri. Ini memberikan manfaat finansial yang signifikan bagi calon mahasiswa yang mau dan mempertimbangkan melanjutkan studi ke program pascasarjana. Perguruan tinggi dalam negeri cenderung menawarkan biaya pendidikan yang lebih terjangkau dan relative murah karena mereka dapat mengakses sumber daya dan infrastruktur di dalam negara sendiri. Perguruan tinggi tersebut dapat menerima pendanaan dari pemerintah atau lembaga pendidikan setempat, yang dapat membantu mengurangi biaya pendidikan. Selain itu, mahasiswa dalam negeri juga dapat memanfaatkan program beasiswa atau bantuan keuangan yang ditawarkan oleh berbagai institusi, lembaga atau organisasi di dalam negeri. Di sisi lain, pascasarjana luar negeri sering kali melibatkan biaya pendidikan yang jauh lebih tinggi. Para mahasiswa internasional biasanya dikenakan
146 Refleksi Studi Pascasarjana biaya kuliah yang lebih tinggi daripada mahasiswa domestik, ditambah dengan biaya hidup yang lebih tinggi, seperti sewa dorm/kos, transportasi, dan biaya hidup sehari-hari yang berkaitan dengan tinggal di luar negeri. Selain itu, adanya fluktuasi nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi biaya pendidikan pascasarjana luar negeri. Biaya pendidikan pascasarjana dalam negeri yang lebih rendah memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau bagi para mahasiswa pascasarjana yang ingin melanjutkan studi lanjut tanpa harus menghadapi beban dan masalah keuangan yang berat. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk fokus pada studi mereka tanpa terlalu terbebani oleh masalah keuangan yang berlebihan. Namun, penting untuk diingat bahwa biaya pendidikan pascasarjana dalam negeri dapat bervariasi antar institusi dan program studi tertentu. Hal tersebut, perlu dilakukan penelitian, pencarian lebih lanjut dan konsultasi terkait biaya pendidikan yang spesifik untuk memperoleh informasi yang akurat dan terbaru. c. Akreditasi dan Kualitas Unggul Pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam negeri menawarkan kualitas pendidikan yang tinggi dan memiliki reputasi yang kuat di dunia akademik. Banyak universitas dan program pascasarjana dalam negeri diakui baik secara nasional maupun internasional atas mutu akademik dan kontribusinya terhadap penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu indikator kualitas pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri adalah standar akreditasi yang diterapkan oleh lembaga akreditasi
Refleksi Studi Pascasarjana 147 nasional. Di Indonesia, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bertanggung jawab untuk menilai dan mengakreditasi program studi dan perguruan tinggi. BAN-PT memiliki standar akreditasi yang sangat ketat untuk memastikan bahwa perguruan tinggi memenuhi kriteria tertentu dalam hal kurikulum, fasilitas, tenaga pengajar, penelitian, dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Proses akreditasi melibatkan berbagai evaluasi yang komprehensif dan penilaian berkelanjutan terhadap institusi dan program studi oleh tim ahli yang independent dan mumpuni. Setelah lulus evaluasi, perguruan tinggi dan program studi yang memenuhi standar akreditasi diberikan sertifikat akreditasi yang menunjukkan kualitas dan keunggulan mereka. Reputasi universitas dan program pascasarjana dalam negeri juga menjadi faktor penting dalam menilai kualitas pendidikan. Universitas dengan reputasi yang baik memiliki pengakuan yang kuat di bidang akademik dan penelitian. Reputasi ini dapat diperoleh melalui prestasi dan kontribusi fakultas dan alumni dalam penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, penghargaan, dan pengakuan dalam bidang tertentu. Selain itu, program pascasarjana dalam negeri sering kali memiliki keunggulan dalam memahami konteks lokal, tantangan, dan kebutuhan di dalam negeri. Mereka dapat menawarkan kurikulum yang relevan, penelitian yang fokus pada isu-isu lokal, dan kerjasama dengan pemangku kepentingan nasional. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan
148 Refleksi Studi Pascasarjana pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas sosial, budaya, dan lingkungan di negara mereka sendiri. Dalam ringkasan, perguruan tinggi dalam negeri menawarkan kualitas pendidikan yang tinggi dan memiliki reputasi yang kuat. Standar akreditasi yang diterapkan oleh lembaga akreditasi nasional dan reputasi universitas serta program pascasarjana yang ditawarkan merupakan indikator kualitas dan keunggulan dalam konteks pendidikan tinggi di dalam negeri. d. Peluang Kerja lebih terbuka Menyelesaikan program pascasarjana dalam negeri memberikan peluang kerja yang menjanjikan bagi lulusannya. Hubungan antara program pascasarjana dalam negeri dengan kebutuhan industri dan pasar kerja lokal sangat penting dalam mempersiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja yang kompetitif. Program pascasarjana dalam negeri sering kali dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja lokal. Salah satu contoh karir yang dapat dikejar setelah lulus dari pascasarjana dalam negeri adalah di bidang akademik dan penelitian. Program pascasarjana dalam negeri sering kali menghasilkan lulusan yang siap untuk menjadi dosen atau peneliti di perguruan tinggi atau lembaga riset. Mereka dapat terlibat dalam pengajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah dalam bidang studi mereka. Selain itu, lulusan pascasarjana dalam negeri juga memiliki peluang kerja yang baik di
Refleksi Studi Pascasarjana 149 sektor industri dan bisnis. Mereka dapat mengejar karir sebagai manajer, konsultan, atau ahli di berbagai industri, seperti keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, teknologi informasi, atau logistik. Program pascasarjana dalam negeri sering kali menekankan pada pengembangan keterampilan kepemimpinan, analitis, dan pemecahan masalah, yang sangat dicari oleh perusahaan dan organisasi. Selain itu, para lulusan dapat menjadi pemimpin dalam sektor pemerintahan dan lembaga publik. Mereka dapat mengisi berbagai posisi manajerial atau kebijakan di berbagai departemen dan lembaga pemerintah/swasta, serta berkontribusi dalam merumuskan kebijakan publik yang relevan dengan bidang studi dan kajiannya. Peluang kerja setelah menyelesaikan program pascasarjana dalam negeri juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengalaman kerja sebelumnya, keterampilan tambahan/ skill yang dimiliki, serta kondisi pasar kerja yang sedang berlaku. 3. Kekurangan Kuliah di dalam Negeri Ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan akhir. Berikut adalah beberapa kekurangan yang mungkin terkait dengan kuliah dalam negeri: a. Terbatasnya sumber daya dan fasilitas: Perguruan tinggi dalam negeri mungkin memiliki keterbatasan dalam hal tersedianya fasilitas dan sumber daya yang diperlukan dalam menunjang penelitian dan pengembangan. Hal ini dapat mempengaruhi peluang untuk mengakses
150 Refleksi Studi Pascasarjana laboratorium, perpustakaan, atau infrastruktur yang diperlukan dalam bidang studi tertentu. b. Terbatasnya variasi program studi: Pilihan program studi dalam negeri mungkin terbatas dibandingkan dengan pilihan program studi di universitas luar negeri. Beberapa program studi khusus mungkin tidak tersedia secara luas, sehingga akan terasa sulit bagi calon mahasiswa yang memiliki minat khusus. c. Kolaborasi Jaringan internasional yang lebih terbatas: Kuliah di dalam negeri mungkin tidak memberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan jaringan ditingkat internasional karena terbatasnya kemampuan Bahasa asing. Studi di luar negeri sering kali memberikan dan membuka peluang untuk berinteraksi dengan mahasiswa dan profesional dari berbagai negara dengan lintas profesi yang dapat memperluas perspektif dan membangun koneksi yang sangat berharga. d. Keterbatasan pengalaman budaya: Kuliah di dalam negeri mungkin tidak memberikan pengalaman budaya yang sama seperti saat studi di luar negeri. Tinggal dan belajar di negara lain dapat memberikan kesempatan untuk memahami dan belajar tentang keragaman tradisi budaya, bahasa dan agama. 4. Persyaratan Pendaftaran dan Proses Seleksi Persyaratan pendaftaran dan proses seleksi untuk program pascasarjana dalam negeri dapat bervariasi
Refleksi Studi Pascasarjana 151 tergantung pada universitas dan program studi yang dituju. Namun, secara umum terdapat persyaratan umum yang diperlukan dan proses seleksi yang melibatkan beberapa tahapan dan sedikit lebih kompleks jika dibandingkan dengan kuliah di luar negeri. Berikut adalah informasi umum mengenai persyaratan dan proses seleksi tersebut: Persyaratan Pendaftaran: a. Gelar Sarjana: calon mahasiswa pascasarjana harus memiliki gelar Sarjana (S1) yang relevan dengan bidang studi yang diminati dan biasanya terakreditasi. Gelar Sarjana harus diakui dan disetarakan oleh lembaga yang berwenang. b. Transkrip Nilai: Calon mahasiswa harus menyertakan transkrip nilai resmi dari institusi pendidikan mereka sebelumnya. Transkrip nilai ini mencakup daftar mata kuliah yang telah diselesaikan dan nilai yang diperoleh selama menempuh studi Sarjana. c. Surat Rekomendasi: Biasanya, calon mahasiswa diminta untuk menyertakan surat rekomendasi dari dosen atau orang yang dapat memberikan penilaian tentang kemampuan akademik, non akademik dan potensi calon tersebut. d. Surat Motivasi/essai: Calon mahasiswa perlu menyusun surat motivasi yang menjelaskan alasan mereka memilih program pascasarjana tertentu dan tujuan karir keddepan yang ingin dicapai melalui program tersebut. e. Tes Bahasa Inggris: Beberapa program pascasarjana dalam negeri mensyaratkan tes
152 Refleksi Studi Pascasarjana kemampuan berbahasa Inggris, seperti TOEFL atau IELTS. Hasil tes ini digunakan untuk menilai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. f. Tes Potensi Akademik (TPA): Beberapa program pascasarjana dalam negeri mensyaratkan tes potensi akademik, seperti PPA di UGM, TPA OTO BAPENAS. Hasil tes ini digunakan untuk menilai kemampuan dan mengukur kapasitas berpikir calon mahasiswa. Proses Seleksi: a. Seleksi Administratif: Tahap awal proses seleksi melibatkan penilaian dokumen pendaftaran, termasuk transkrip nilai, surat rekomendasi, surat motivasi dan beberapa dokumen lainnya. Pada tahap ini, panitia seleksi akan menilai kecocokan calon mahasiswa dengan persyaratan program studi yang ditawarkan. b. Ujian Masuk: Beberapa program pascasarjana dalam negeri mengadakan ujian masuk yang meliputi tes tertulis atau ujian kemampuan akademik. Ujian ini dirancang untuk menguji pengetahuan dan kemampuan calon mahasiswa dalam bidang studi yang diminati. c. Wawancara: Calon mahasiswa yang lolos seleksi awal dapat diundang untuk mengikuti wawancara dengan panitia seleksi. Wawancara ini bertujuan untuk mengevaluasi motivasi, pemahaman tentang bidang studi, dan kesiapan calon mahasiswa dalam mengikuti program pascasarjana. d. Penelitian Proposal atau Karya Tulis: Beberapa program pascasarjana mungkin mengharuskan
Refleksi Studi Pascasarjana 153 calon mahasiswa untuk menyusun proposal penelitian atau karya tulis sebagai bagian dari proses seleksi. Proposal ini akan dievaluasi oleh panitia seleksi untuk menilai potensi penelitian calon mahasiswa. B. Pascasarjana Luar Negeri 1. Konsep Pascasarjana Luar Negeri Pascasarjana luar negeri merupakan tingkat pendidikan yang lebih tinggi setelah sarjana, yang mencakup program-program seperti magister (Master) dan doktor (Ph.D) untuk mendalami pengetahuan dan keahlian di bidang studi yang mereka pilih. Perguruan tinggi luar negeri yang menawarkan program pascasarjana sering kali terkenal karena keunggulan akademik mereka. Studi pascasarjana luar negeri membawa mahasiswa ke lingkungan yang internasional dan budaya yang beragam. Mahasiswa seringkali dilibatkan dalam berinteraksi dengan sesama mahasiswa dari berbagai negara yang dapat mendapatkan pemahaman tentang budaya dan perspektif yang berbeda, sekaligus membangun jaringan profesional yang luas. 2. Keunggulan Pascasarjana Luar Negeri a. Reputasi Internasional dan Pengakuan Akademik Global Universitas dan program pascasarjana luar negeri banyak diakui secara internasional dan memiliki reputasi yang luar biasa dalam dunia pendidikan.
154 Refleksi Studi Pascasarjana Reputasi ini memikat mahasiswa dari seluruh dunia untuk mengejar pendidikan lanjutan di lembagalembaga prestisius tersebut. Dengan adanya reputasi internasional yang kuat, universitas dan program pascasarjana ini memainkan peran penting dalam membentuk masa depan akademik dan profesional mahasiswa, memberikan pengaruh global yang luas, dan menawarkan jaringan profesional yang luas. Universitas-universitas dengan reputasi internasional yang kuat menawarkan peluang yang tak ternilai, seperti kualitas pendidikan yang tinggi, akses ke fakultas terkemuka, fasilitas modern, dan kurikulum yang berfokus pada perkembangan profesional dan akademik. Gelar dari universitas yang terkenal juga dapat meningkatkan prospek karir seseorang, karena diakui dan dihargai oleh perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Selain itu, ikut bergabung dengan jaringan alumni yang luas dari universitas terkenal dapat membuka pintu kesempatan dalam kolaborasi profesional, penelitian, dan jejaring bisnis. Seluruh pengalaman dapat membantu memperkaya pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperluas cakrawala berfikir seseorang dalam lingkup global. Dengan demikian, memperoleh gelar dari universitas yang terkenal secara global memberikan dampak yang besar dalam meraih kesuksesan akademik dan profesional. Universitas luar negeri seringkali memiliki dosen dan peneliti yang sangat berkualitas dan mumpuni di bidang mereka. Mereka adalah para ahli yang berpengalaman dalam bidang studi mereka dan sering
Refleksi Studi Pascasarjana 155 terlibat dalam penelitian yang relevan dan inovatif. Kualitas pengajar yang tinggi memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar dari para ahli di bidangnya dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang dipelajari. Banyak universitas luar negeri menjalani proses akreditasi oleh badan akreditasi yang diakui secara internasional. Akreditasi ini menjamin bahwa universitas memenuhi standar kualitas tertentu dalam hal kurikulum, fasilitas, pengajaran, penelitian, dan administrasi. Badan akreditasi terkemuka seperti AACSB International (bidang bisnis), ABET (bidang teknik), dan QS World University Rankings memberikan pengakuan internasional terhadap kualitas pendidikan yang disediakan oleh universitas tersebut. Universitas luar negeri sering kali dinilai dan diberi peringkat oleh lembaga independen seperti QS World University Rankings, Times Higher Education (THE) World University Rankings, atau Academic Ranking of World Universities (ARWU). Peringkat ini memberikan gambaran tentang reputasi universitas dan kualitas pendidikan yang mereka tawarkan. Namun, penting untuk diingat bahwa peringkat tidaklah satu-satunya faktor penentu kualitas pendidikan, dan setiap universitas memiliki keunggulan dan kekhasan masingmasing. b. Fasilitas dan Sumber Daya yang Canggih Berbagai universitas luar negeri memberikan dan menawarkan fasilitas pendidikan yang canggih, lengkap dan terkini. Universitas-universitas terkemuka secara internasional mempunyai banyak investasi
156 Refleksi Studi Pascasarjana dalam pengembangan fasilitas pendidikan yang modern dan mutakhir guna memberikan pengalaman pembelajaran terbaik bagi mahasiswa. Perpustakaan yang dilengkapi dengan koleksi buku dan sumber daya elektronik yang luas memberikan akses ke pengetahuan dan riset terbaru di berbagai disiplin ilmu. Laboratorium yang dilengkapi dengan peralatan dan teknologi terkini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian yang inovatif dan eksperimen praktis. Selain itu, universitas luar negeri juga menyediakan infrastruktur pendukung seperti auditorium modern, fasilitas olahraga, pusat kegiatan mahasiswa, dan lingkungan belajar yang didesain untuk mendorong kolaborasi dan interaksi antara mahasiswa dan dosen. Semua fasilitas ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang sangat memadai dan inspiratif bagi para mahasiswa dalam mengejar pendidikan mereka di luar negeri. c. Kolaborasi Internasional Kolaborasi internasional memungkinkan peneliti dan akademisi dalam membangun jaringan yang luas dengan mahasiswa dan rekan-rekan dari berbagai negara dan keilmuan. Dengan menjalin hubungan dengan mereka, para mahasiswa pascasarjana dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan, metode, pendekatan dan pengalaman yang beragam. Jaringan ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk pertukaran ide, diskusi, dan pemecahan masalah bersama. Kolaborasi internasional dalam penelitian dan pengembangan akademik memungkinkan pertukaran pengetahuan,
Refleksi Studi Pascasarjana 157 kolaborasi yang lebih kuat, dan akses terhadap sumber daya yang beragam. Ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jangkauan penelitian, dan mendorong inovasi melalui lintas perspektif yang beragam. d. Pengalaman Hidup Multikultural Hidup dan tinggal di luar negeri memberikan pengalaman hidup yang beragam sebagai hasil dari saling berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai budaya sehari-hari. Pemahaman yang kompleks tentang perbedaan budaya, tradisi, agama, bahasa dan nilai-nilai yang ada di dunia ini. Melalui interaksi tersebut dapat belajar menghargai dan menghormati keberagaman sehingga meningkatkan toleransi dan saling pengertian. Hidup dan tinggal di lingkungan multikultural dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya, Bahasa dan agama dapat memberikan manfaat yang signifikan, seperti pemahaman lintas budaya, perkembangan kemampuan komunikasi, pemikiran kritis yang lebih kuat, pembelajaran lintas disiplin, dan toleransi. e. Banyak bantuan keuangan dapat dengan mudah Banyak universitas di luar negeri menawarkan bantuan dalam pembiayaan studi, ada berbagai opsi beasiswa dan bantuan keuangan yang dapat diperoleh. Mereka biasanya menawarkan beasiswa bagi mahasiswa internasional berprestasi atau berdasarkan kebutuhan finansial. Selain itu, ada juga beasiswa yang disediakan oleh pemerintah, yayasan, organisasi nonprofit, atau lembaga pendidikan di negara tujuan.
158 Refleksi Studi Pascasarjana Selain itu bisa jadi alternatif dengan bekerja paruh waktu selama studi untuk mengatasi biaya hidup. Beberapa universitas memungkinkan mahasiswa internasional untuk bekerja paruh waktu (part time) dalam batasan jam tertentu. Pekerjaan yang ditawarkan dapat pekerjaan di kampus, seperti asisten penelitian atau pekerjaan administratif, atau pekerjaan di sektor layanan seperti restoran, toko, fotografer, desain atau tour guide dan pekerjan yang lainnya sesuai keahlian dan kebutuhan. f. Peluang Kerja Universitas luar negeri biasanya menyediakan program karir dan dukungan bagi mahasiswa dan lulusan mereka. Program-program ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan pencarian kerja, menawarkan kesempatan magang atau kerja sama industri, dan memberikan akses ke jaringan profesional. Dukungan ini dapat membantu lulusan universitas luar negeri dalam mencapai tujuan karir mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa peluang kerja tidak hanya bergantung pada latar belakang pendidikan, tetapi juga pada keterampilan, pengalaman, dan upaya individu dalam mencari pekerjaan. Lulusan universitas luar negeri tetap perlu mengikuti proses pencarian kerja yang tepat, termasuk menyusun CV yang kuat, menjalani wawancara, dan melibatkan diri dalam kegiatan pengembangan diri yang relevan.
Refleksi Studi Pascasarjana 159 3. Kekurangan kuliah di Luar negeri Ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan: a. Biaya yang tinggi: Salah satu kekurangan utama kuliah di luar negeri adalah biaya yang cukup tinggi. Biaya kuliah di universitas luar negeri sering kali lebih tinggi daripada di dalam negeri. Selain itu, biaya hidup, termasuk akomodasi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari, juga dapat menjadi beban keuangan yang signifikan. b. Tantangan budaya dan bahasa: Tinggal di luar negeri dapat menjadi tantangan budaya dan bahasa yang signifikan. Menghadapi lingkungan baru, bahasa yang berbeda, dan norma-norma budaya yang tidak dikenal dapat menjadi pengalaman yang menantang. Beberapa mahasiswa mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan ini dan mengatasi rasa keterasingan. c. Jauh dari keluarga dan teman: Kuliah di luar negeri seringkali berarti menjauh dari keluarga, teman, dan lingkungan sosial yang dikenal. Hal ini dapat menimbulkan rasa rindu dan kesepian (homesick), terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan hidup jauh dari rumah. Dukungan sosial dan emosional dapat menjadi penting untuk mengatasi kekurangan ini agar tidak shock culture. d. Tidak ada jaminan pekerjaan: Lulusan universitas luar negeri tidak dijamin
160 Refleksi Studi Pascasarjana mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Meskipun memiliki pengalaman studi di luar negeri dapat menjadi nilai tambah dalam pencarian kerja, persaingan di pasar kerja internasional bisa sangat ketat. Lulusan harus tetap bersaing dengan calon lainnya dan membuktikan nilai dan keterampilan mereka. e. Kesulitan adaptasi: Adaptasi dengan sistem pendidikan, metode pengajaran, dan sistem nilai yang berbeda juga bisa menjadi tantangan. Mahasiswa mungkin perlu beradaptasi dengan metode pembelajaran yang lebih mandiri atau berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas. Selain itu, perbedaan dalam sistem penilaian dan evaluasi dapat memerlukan penyesuaian. 4. Persyaratan Pendaftaran dan Proses Seleksi Persyaratan pendaftaran dan proses seleksi untuk program pascasarjana luar negeri lebih mudah dibandingkan dengan proses dalam negeri. Banyak tahapand ilakukan ecara online dan tanpa harus mengeluarkan biaya pendaftaran serta dapat menggeser jadwal kuliah (defer) jika belum mendapatkan pendanaan yang cukup atau beasiswa untuk menutupi biaya kuiah pascasarjana. Secara umum, berikut adalah beberapa persyaratan proses pendaftaran dan seleksi: a. Persyaratan akademik: Sebagian besar program pascasarjana di luar negeri membutuhkan gelar sarjana yang relevan dalam bidang yang sama
Refleksi Studi Pascasarjana 161 atau terkait sehingga perlu mengirimkan salinan transkrip akademik dan ijazah yang sudah di terjemahkan dan dilegalisir. Persyaratan ini dapat bervariasi, jadi pastikan untuk membaca persyaratan pendaftaran dari universitas yang akan dipilih. b. Tes bahasa: banyak universitas luar negeri memerlukan tes bahasa seperti TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System) untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris Anda. Beberapa universitas juga menerima sertifikat bahasa lainnya, seperti Cambridge English Proficiency (CPE) atau Pearson Test of English Academic (PTE Academic). c. Surat Rekomendasi: surat rekomendasi dapat diperoleh dari dosen atau orang yang mengenal secara personal yang dapat memberikan penilaian tentang kualitas akademik dan potensi Anda sebagai calon mahasiswa pascasarjana. Biasanya, dua atau tiga surat rekomendasi diperlukan, tetapi persyaratan ini dapat bervariasi. d. Pernyataan Tujuan (Statement of Purpose): menulis pernyataan tujuan yang menjelaskan alasan melanjutkan studi pascasarjana, minat riset atau bidang studi tertentu yang diminati, dan bagaimana program tersebut akan membantu pencapaian tujuan akademik dan karier dimasa mendatang.
162 Refleksi Studi Pascasarjana e. Curriculum Vitae (CV): Biasanya menyertakan CV yang mencantumkan pendidikan Anda, pengalaman kerja atau penelitian, publikasi, serta penghargaan atau prestasi akademik lainnya yang relevan untuk menunjang aplikasi. Proses seleksi: Proses seleksi dapat mencakup beberapa tahap, seperti peninjauan aplikasi, wawancara, dan tes tambahan, tergantung pada universitas dan program yang Anda pilih. Beberapa program juga mengharuskan Anda mengajukan proposal penelitian jika Anda melamar untuk program pascasarjana berbasis penelitian. C. Penutup Generasi emas Indonesia semakin antusias untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meningkatkan keahlian, memperdalam pengetahuan, dan memperluas peluang karir melalui studi di tingkat pascasarjana. Faktor-faktor seperti persaingan di pasar kerja, spesialisasi dalam bidang studi, peluang penelitian dan pengembangan, kemajuan teknologi, serta dukungan keuangan dan beasiswa, mendorong mereka untuk mencapai keunggulan kompetitif dan kesuksesan profesional. Namun, calon mahasiswa pascasarjana perlu mempertimbangkan dengan cermat apakah melanjutkan studi dalam negeri atau di luar negeri, dengan memperhatikan perbedaan dalam sistem pendidikan, akses sumber daya, peluang penelitian, keahlian khusus, dan karir global. Perlu melakukan riset menyeluruh tentang program studi, reputasi perguruan tinggi, dan peluang karir
Refleksi Studi Pascasarjana 163 yang ada, serta mempertimbangkan faktor finansial dan beasiswa. Diskusi dengan para dosen, pembimbing akademik, dan alumni yang telah mengambil jalur yang sama juga dapat memberikan sudut pandang beragam. Secara keseluruhan, keputusan untuk melanjutkan studi ke tingkat pascasarjana adalah keputusan penting dan tidak bisa asal-asalan sehingga harus dipertimbangkan dengan matang. Dan pada akhirnya, dimanapun nanti akan melanjutkan studi pada akhirnya memang akan bergantung pada pilihan dan prioritas dalam hidup. Meski demikian, harus benar-benar mempertimbangkan pilihan tersebut karena akan sangat berpengaruh pada hidup kedepannya. Semoga berhasil, semoga sukses!
164 Refleksi Studi Pascasarjana DAFTAR PUSTAKA Abdul Istiqlal (2018) ‘Manfaat Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Dan Mengajar’, Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 3(2), pp. 139–144. AIMST University (2023) Research Mode or Mixed/Coursework Mode for Postgraduate Programs? Available at: https://aimst.edu.my/event-news/research-mixedcoursework-mode-postgraduate-programs (Accessed: 16 June 2023). Astin, A. W., & Antonio, A. L. (2012). Pathways to success: Integrating learning with life and work to increase national college completion. Harvard University Press. Aditia, A. (2023) Kuliah Pascasarjana S2 dan S3 di Inggris Raya, www.hotcourses.co.id. Available at: https://www.hotcourses.co.id/study-in-the-uk/universityapplications/postgraduate-education/#:~:text=Disana%2C istilah pascasarjana (postgraduate),pendidikan sarjana atau yang setara. (Accessed: 26 June 2023). Anugrah, W. (2023) Apa Itu Pascasarjana: Pengertian, Manfaat, dan Prospek Karir, https://www.localstartupfest.id. Available at: https://www.localstartupfest.id/faq/apa-itupascasarjana/ (Accessed: 27 June 2023).
Refleksi Studi Pascasarjana 165 Alazka, Admin STIA. 2022. Etika Komunikasi Mahasiswa Dengan Dosen. https://www.stiaalazka.ac.id/etika-komunikasimahasiswa-dengan-dosen/ Anderson C (2016) TED Talks: The Official TED Guide to Public Speaking, Mariner Books. Aguiar, S., & Harrison, N. (2016). Returning from earning: UK graduates returning to postgraduate study, with particular respect to STEM subjects, gender and ethnicity. Journal of Education and Work, 29(5), 584–613. Amalia, I. (2020). Hubungan Lokus Kendali Internal dengan Kematangan Karir Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Malikussaleh. Jurnal Psikologi Terapan (JPT), 1(1), 12. https://doi.org/10.29103/jpt.v1i1.2870 Arnet, J. J. (2015). Emerging Adulthood: The Winding Road from the Late Teens Through the Tweties 2nd Edition (2nd Editio). Oxford Univercity Press. Asmawi, M.R. (2005). Strategi Meningkatakan Lulusan Bermutu di perguruan Tinggi, Makara Sosial Humaniora, Vol. 9, No.2, Desember 2005: 66-71. Amri, R. (2016) ‘Dinamika Gerakan Kritis Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta’, E-Societas, 5(1). Affrida, E, N, & Suprapti, V, 2017, ‘Makna pencapaian prestasi belajar pada mahasiswa program pascasarjana dengan peran ganda’, Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, vol. 2, no. 1 Brown, M. C. (2019). Comparing the Outcomes and Benefits of Bachelor's and Master's Degrees: A Literature Review. Journal of Education and Career Development, 11(1), 21- 38.
166 Refleksi Studi Pascasarjana Bok, Derek. 2003. Universities in the Marketplace: The Commercialization of Higher Education. Princeton University Press. New Jersey. Cuddy A (2012) Your Body Language Shapes Who You Are." TED Talk, accessed 23 June 2023. https://www.ted.com/talks/amy_cuddy_your_body_langu age_shapes_who_you_are Decker B (2010) You've Got to Be Believed to Be Heard: The Complete Book of Speaking... in Business and in Life!, St. Martin's Griffin. Duarte N (2014) Resonate: Present Visual Stories that Transform Audiences, Wiley. Data, P. (2015). Perkembangan Pendidikan Tinggi, tahun 1999/2000—2013/2014: buku 2. Dihni, V.A. (2023) Jumlah Wirausahawan di Indonesia Ganjal Pertumbuhan Ekonomi, https://katadata.co.id/. Available at: https://katadata.co.id/ariayudhistira/analisisdata/6464b3d 3c584e/jumlah-wirausahawan-di-indonesia-ganjalpertumbuhan-ekonomi. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2018). Keputusan Dirjen Belmawa No. 125/E/T/2018 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Izin Penyelenggaraan Program Pascasarjana. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Djaali dan M. Pudji. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : Grasindo
Refleksi Studi Pascasarjana 167 Efendy, M., & Haryanti, A. (2020). KONSEP DIRI DAN KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR. SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1). Ekaptiningrum, K. (2021) Kepala BRIN Paparkan Tiga Hambatan Utama Riset di Indonesia, https://ugm.ac.id/. Available at: https://ugm.ac.id/id/berita/21947-kepala-brinpaparkan-tiga-hambatan-utama-riset-di-indonesia/. Ennis RH (2011) ‘The Nature of Critical Thinking: An Outlineof Critical Thinking Dispositions’, In Univ. Illinois(Vol. 6). https://doi.org/10.22329/il.v6i2.2729 Frot, M. (2021) 7 of the Worst Reasons to Do a Master’s Degree. Available at: https://www.topuniversities.com/studentinfo/careers-advice/7-worst-reasons-do-masters-degree (Accessed: 3 July 2023). Fakih, M. 1996. Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta. Gardner, S. K. (2009). Student engagement and academic performance in college: A review of the literature. Review of Educational Research, 79(4), 1412-1431. Golde, C. M. (2005). The role of the department and discipline in doctoral student attrition: Lessons from four departments. The Journal of Higher Education, 76(6), 669-700. Gonzales, A. G. (2008). Career Maturity: A Priority for Secondary Education. Departement of Educational Research Methods Diagnostics, University of Barcelona, 6, 749–772. Greene, B. A. (2017). Self-Efficacy and Future Goals in Education. New York: Taylor & Francis Company.
168 Refleksi Studi Pascasarjana Gutmann, A. (1995). Democratic Education, Princeton, N.J: Princeton University Press Irianto, S. (eds) (2012). Otonomi Perguruan Tinggi: Suatu Keniscayaan, Yayasan Pustaka Obor, Jakarta. Gallo C (2014) Talk Like TED: The 9 Public-Speaking Secrets of the World's Top Minds, St. Martin's Press. Go Campus. Pertimbangan Kuliah Di Luar Negeri Vs Dalam Negeri. Diakses pada 12 Juni 2023. https://www.gokampus.com/blog/pertimbangan-kuliahdi-luar-negeri-vs-dalam-negeri?hideHeader=false Handini, D. (2021) Pakar IPB University: Jumlah Peneliti di Indonesia Masih Kurang, https://dikti.kemdikbud.go.id/. Available at: https://dikti.kemdikbud.go.id/kabardikti/kampus-kita/pakar-ipb-university-jumlah-penelitidi-indonesia-masih-kurang/. IDP. Manfaat Belajar di Luar Negeri. Diakses pada 10 Juni 2023. https://www.idp.com/indonesia/study-abroad/benefitsof-studying-abroad/ Johnson, R. L. (2017). The Value of a Bachelor's Degree: An Analysis of Its Importance in the Job Market. Journal of Higher Education, 88(4), 521-546. Julistian, U. (2022) ‘Rasio Lulusan Doktor Di Indonesia Masih Rendah’, Gatra.com, 11 November. Available at: https://www.gatra.com/news-558077-pendidikan-rasiolulusan-doktor-di-indonesia-masih-rendah.html (Accessed: 28 June 2023). Kementerian Pendidikan, K.R. dan T. (no date) Tentang PMDSU. Available at: https://www.pmdsu.id/tentang/ (Accessed: 1 July 2023).
Refleksi Studi Pascasarjana 169 Kintamani, I. (2013). Perkembangan pendidikan tinggi tahun 1999/2000-2011/2012: buku 1. Kuh, G. D. (2008). High-impact educational practices: What they are, who has access to them, and why they matter. Association of American Colleges and Universities. Kristina (2022) 4 Alasan Pentingnya Kuliah S2 dan S3, Tak Melulu Kejar Gelar Saja., detik.com. Available at: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d5963951/4-alasan-pentingnya-kuliah-s2-dan-s3-takmelulu-kejar-gelar-saja. Lovitts, B. E. (2011). Leaving the ivory tower: The causes and consequences of departure from doctoral study. Rowman & Littlefield Publishers. Muliani, A. et al. (2021) ‘Pentingnya Peran Literasi Digital bagi Mahasiswa di Era Revolusi Industri 4.0 untuk Kemajuan Indonesia’, Journal of Education and Technology, 1(2), pp. 87–92. Mulyadi, Dela Rizka., Subagio, Nasib., Riyadi, Riyo. 2022. Kemampuan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Pendidikan EkonomiUniversitas Mulawarman. Prosiding Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Mulawarman, 25-32. https://jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/escs/article/do wnload/1186/789 MA, Jejen Musfah. 2022. Menyoal Kualitas Tesis. https://www.uinjkt.ac.id/menyoal-kualitas-tesis/ Manan, I. (1987). Dasar-dasar Sosial Budaya Pendidikan, Depdikbud, Jakarta.
170 Refleksi Studi Pascasarjana Mourato, J., Patrício, M. T., Loures, L., & Morgado, H. (2021). Strategic priorities of Portuguese higher education institutions. Studies in Higher Education, 46(2), 215–227. Malhotra, S., & Sachdeva, S. 2005, ‘ Social roles and role conflict: An interprofessional study among Women’, Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, vol. 31, no. 2. Miarso, Yusufhadi. 2008. Pengembangan Terkini Sistem Pendidikan dan Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Unpublished Paper. Pajares, F. 1996. ‚Self Efficacy Beliefs in Academic Settings‛. Review of Educational Research 66 : 543-578. Putra, H. G. I. (2012) ‘Perilaku Belajar Mahasiswa Akuntansi: Aktivis, Hedonis, dan Study Oriented’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya, 1(2). Phillpott, S. (2021) How to Choose the Right Master’s Degree in 10 Simple Steps. Available at: https://www.careeraddict.com/choose-master-degree (Accessed: 15 June 2023). Pullen, C. (2015) How do I choose a master’s? Available at: https://www.timeshighereducation.com/student/advice/s tudent-blog-how-do-i-choose-masters (Accessed: 17 June 2023). Pangesti, R. (2022) 7 Peran Kewirausahaan Bangun Perekonomian Indonesia, detik.com. Available at: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5971898/7- peran-kewirausahaan-bangun-perekonomian-indonesia. Puspita, R. (2022) Kepala BRIN Jelaskan Masalah Riset di Indonesia, republika.co.id. Available at: https://republika.co.id/berita/r57idw428/kepala-brin-
Refleksi Studi Pascasarjana 171 jelaskan-masalah-riset-di-indonesia. Rangkuti, R.U. (2019) ‘Penggunaan Aplikasi Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Blended Learning Pada Mahasiswa Teknologi …’, 3(1996), pp. 888–893. Rizaty, M.A. (2022) 10 Negara Paling Terbaik untuk Wirausaha, Siapa Teratas?, https://databoks.katadata.co.id/. Available at: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/04/26/1 0-negara-paling-terbaik-untuk-wirausaha-siapa-teratas. Riset Ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Laporan Survei Angkatan Kerja Nasional 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Roxå, T., & Mårtensson, K. (2008). Strategic educational development: A national Swedish initiative to support change in higher education. Higher Education Research and Development, 27(2), 155–168. Runtulalo, Izaac. 2023. Rekrutmen Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)/ Pengawas Kuliah Kerja Terpadu Mahasiswa Unsrat Tahun 2023. https://lppm.unsrat.ac.id/?p=3132 Sari, H. and Shabri, S. (2016) ‘Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala’, Idea nursing journal, 7(2), p1-12. Siregar, R., & Situmorang, J. (2014) ‘Pengaruh strategi pembelajaran dan tipe kepribadian terhadap hasil belajar strategi belajar mengajar’, Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP), 7(2), p165-176. Surat Direktur Pekerjaan Umum J. Homan van der Heide kepada Gubernur Jenderal Idenburg‛ tanggal 27 Januari 1913
172 Refleksi Studi Pascasarjana 1606/D, dalam: Depdikbud RI. Pendidikan di Indonesia 1900-1940. Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. 1977. hal.1. Surat Direktur Pendidikan dan Agama G. A. J. Hazeu kepada Gubernur Jenderal Idenburg‛tanggal 27 November 1914 nomor 23814. Dalam: Ibid, hal.3. Syaharuddin, S., & Susanto, H. (2019). Sejarah Pendidikan Indonesia (Era Pra Kolonialisme Nusantara sampai Reformasi). Syarif, Roni. t.t. Definisi Pendidikan Menurut Para Ahli, (Online), (http://www.scribd.com/doc/24676437/DefinisiPendidikan-Menurut-Para-Ahli, diakses 20 Juni 2023) Saifuddin, A. (2018). KEMATANGAN KARIER : Teori dan Strategi Memilih Jurusan dan Merencanakan Karir (Riyanto (ed.); Cetakan I). Pustaka Pelajar. Schneider, J., Wilkerson, D., Solomon, B., Perlman, C., Duval Tsioles, D., Shelby, D., … Sadow, L. (2014). Psychoanalytic training experience and postgraduate professional development: A survey of six decades of graduate analysts. International Journal of Psychoanalysis, 95(6), 1211–1233. Smith, J. (2020). The Importance of Education in Society. Journal of Education and Social Sciences, 10(2), 78-92. Sidik. 2015. Peran Dosen Pembimbing Akademik (PA) Terhadap Peningkatan Motivasi dan Minat Belajar Mahasiswa. Jurnal Widya Cipta: VII (1), https://repository.nusamandiri.ac.id/index.php/unduh/it em/227364/WIDYA-CIPTA-Vol.VII-No.1-Maret-2015.pdf
Refleksi Studi Pascasarjana 173 Siswono TY E (2018) Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajuan dan Pemecahan Masalah (fokuspada berpikir kritis dan berpikir kreatif), PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Sofiah S, Peniati E and Lisdiana (2016) ‘Efektivitas Model Project Based Learning dengan Brainstorming Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Sistem Saraf’, Journal of Biology Education, 5(1), 72– 78.https://doi.org/10.15294/jbe.v5i1.12691 Susanti, S. (2014) ‘MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA’, https://jurnal.unimed.ac.id/, 1, p. 10. Available at: https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/handayani/ar ticle/view/1255/7249. Seftiawan, D. (2019) ‘Indonesia Kekurangan Doktor’, Pikiran Rakyat, 22 November. Available at: https://www.pikiranrakyat.com/pendidikan/pr-01323374/indonesiakekurangan-doktor (Accessed: 28 June 2023). Tinto, V. (2019). Leaving college: Rethinking the causes and cures of student attrition (2nd ed.). University of Chicago Press. Tinggi, S.D.J.P. (2020) Statistik Pendidikan Tinggi. 2020th edn. Kementrian Pendidikan. Tilaar, H.A.R. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif Untuk Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta. Tosepu, Y. A. (2018). Arah perkembangan pendidikan tinggi Indonesia. Jakad Media Publishing.
174 Refleksi Studi Pascasarjana Universitas Medan Area (2023) Perbedaan Pola Pikir yang Harus Dikuasai Lulusan S1,S2 dan S3, Bakai Universitas Medan Area. Available at: https://bakai.uma.ac.id/2023/03/13/perbedaan-pola-pikiryang-harus-dikuasai-lulusan-s1s2-dan-s3/ (Accessed: 28 June 2023). Universitas Negeri Jakarta (2022) Program Studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan., Pascasarjana UNJ. Available at: https://pps.unj.ac.id/program-studimagister-penelitian-dan-evaluasi-pendidikan/ (Accessed: 28 June 2023). Wulandari, Trisna. 2022. Survei Kuliah S2-S3: Mahasiswa Tak Cukup Uang untuk Makan-Gagal Lulus. https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/ Wiryawan, A.K. and Rahmawati, I.P. (2020) ‘Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Pegawai pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt’, Bisma: Jurnal Manajemen, 6(2). Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.23887/bjm.v6i2.26873. Wekke, I.S. (2019) ‘Akselerasi Pembelajaran Pascasarjana Dalam Pengembangan Tradisi Keilmuan’, INA-Rxiv, (August), pp. 1–14. Available at: https://doi.org/10.31227/osf.io/fw5r6. Yu, S. et al. (2018) ‘Self-determined motivation to choose college majors, its antecedents, and outcomes: A cross-cultural investigation’, Journal of Vocational Behavior, 108, pp. 132–150. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jvb.2018.07.002.
Refleksi Studi Pascasarjana 175 Yaseen, Safeena., Mazahir, Ibtesam., Izzati Surya, Y. W. 2022. Disengagement from Postgraduate Research: An Exploratory Analysis of Media Research Students Experiencing Disengagement from Studies in Karachi. International Journal of Media and Information Literacy: 7 (2), 606-617.
176 Refleksi Studi Pascasarjana TENTANG PENULIS M. Zaenal Abidin merupakan bagian dari lembaga Straya Language Institute, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Zaenal Lahir di Desa Batujai, Lombok Tengah, 29 Maret 1999 dan merupakan mahasiswa angkatan 2017 jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah di UIN Mataram. Sekarang, Zaenal sedang menempuh pendidikan Magister di bidang ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Singkatnya selain menjadi mahasiswa S2, Ia aktif menulis buku, essai, opini, dan menjadi penulis di kanal Duta Damai NTB 2019- 2021, Pernah menjadi narasumber dalam Program Holistik Pengembangan dan Pembinaan Desa (PHP2D) Bastrindo Universitas Mataram 2020, pemenang opini tingkat nasional FKIP Universitas Mataram 2021, Pemenang Esai Tiga Harapan Nasional 2023, juara pertama artikel MPR-RI NTB Hajjah Wartiah 2020, Juara ke tiga Artikel terbaik dari Fianosa.com, dan pemenang ke dua dan ketiga dalam kanal NineVibe.com periode SeptemberDesember 2022. Sekarang Ia merupakan penerima beasiswa bergengsi dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk studinya.
Refleksi Studi Pascasarjana 177 Deza Zalia P. D., S.Pd., M.M.. Sosoknya dikenal dengan panggilan Icha dengan nama lengkap Deza Zalia Permata Dewi, lahir di Sumatra Barat dan saat ini mendiami pulau Batam. Ia lulusan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Imam Bonjol Padang dan melanjutkan studinya di Program Magister jurusan Magister Management di Universitas Riau Kepulauan dan sekarang sedang mengambil gelar Master di dunia Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di S2 UNY. Beliau pendiri Brilliant Course dan seorang guru Bahasa Inggris di SMKN 3 Batam yang menyukai bahasa dan literasi. Karyanya sudah terbit berupa Antologi Cerpen yang berjudul Goresan Pena di Ujung Rindu dan kumpulan puisi pelipur hati yang berjudul Rutan Karsa, kumpulan puisi menyemangat di zona hangat berjudul Bom Corona, Pantun Sahabat yang berjudul Kado Awal Tahun dan beberapa puisinya sudah published di situs media online. Selain mengajar, ia juga aktif menjadi MC, Narasumber, Mentor Teater, Ketua Tim Debat, menjabat sebagai Pembina English Club Kepri dan Sekretaris Literasi Sumatera. Bagi beliau sekuat apapun ingatan maka akan termakan oleh masa dan jaman namun berbeda halnya dengan tulisan, ia akan tetap abadi walaupun penulisnya sudah dalam pemakaman. Penulis bisa ditilik dan bertegur sapa dalam akun Instagramnya @deliaperi_ & @dezazalia Nurul Hidayatul Ulum atau biasa dipanggil Nurul merupakan putri pertama dari pasangan suami istri Moh. Anwar dan Endang dan lahir di Sumenep pada 1997. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Negeri Yogyakarta dan aktif sebagai mentor bagi orang-orang yang akan mendaftar
178 Refleksi Studi Pascasarjana beasiswa LPDP, motto hidupnya adalah ‚Make it your dream, believe, and take action‛. find me on instagram @unni.yeppo [email protected] Evtriyandani yang biasa disapa dengan panggilan Tri. Tri merupakan seorang ASN yang saat ini menjadi Awardee LPDP yang menempuh Pendidikan pada Magister Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pada jenjang sebelumnya, Tri menyelesaikan studi sarjana dengan jurusan yang sama di Universitas Brawijaya Malang. Panca Lumbantobing, S.Pd. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Negeri Medan dan melanjutkan S2 pada Jurusan Pendidikan Dasar di Universitas Pendidikan Indonesia. Mahasiswa Pendidikan Dasar di Universitas Pendidikan Indonesia dengan konsentrasi di Pendidikan Dasar IPS SD. Dalam perjalanan akademiknya, Penulis telah menunjukkan dedikasi dan minat yang kuat dalam bidang pendidikan. Selain itu, Panca Lumbantobing juga telah mencapai prestasi dengan mempublikasikan artikel terakreditasi di jurnal Sinta.
Refleksi Studi Pascasarjana 179 Faksi Rana Al Kahfi, Seorang yang lahir pada 21 April 1998 dan berasal dari Desa Bujak, Lombok Tengah. Dia lulusan dari Universitas Mataram pada tahun 2021 dan saat ini sedang menempuh program Magister Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia dengan status penerima beasiswa LPDP 2023. Semasa mahasiswa sarjana dia aktif sebagai organisatoris seperti menjadi Sekretaris Jendral di BEM Universitas Mataram, Ketua di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris atau dengan nama lain Student Association of English Education Program (SAE2P) , menjadi ketua di Organisasi Kerohanian Majelis Taklim Al Kahfi FKIP Unram dan aktif mengikuti beberapa komunitas mengajar lainnya. Dengan pengalaman tersebut, membuat dia sadar akan pentingnya menulis karena dengan menulis dia bisa mengabadikan ilmunya dalam bentuk karya buku seperti buku Refleksi Studi Pascasarjana ini. Penulis bernama Achmad Errie Diru, lahir pada tanggal 12 Mei 1992 di Kota Kinabalu. Penulis merupakan seorang guru Bahasa Inggris sekaligus wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di SMA Negeri 4 Kota Tarakan. Saat ini penulis sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Yogyakarta.
180 Refleksi Studi Pascasarjana Rangga Alif Faresta lahir di Alas Kabupaten Sumbawa pada tanggal 21 Desember 1997. Dia menyelesaikan studi S1 nya di Universitas Mataram dengan mengambil jurusan Pendidikan Fisika. Selama menjadi mahapeserta didik, Rangga banyak mengikuti berbagi kegiatan organisasi khususnya di bidang riset dan keilmiahan. Rangga juga aktif mengikuti perlombaan karya ilmiah mahapeserta didik tingkat nasional dan beberapa kali menjadi juara dalam ajang tersebut. Rangga menyelesaikan kuliah S1 nya pada tahun 2020 dengan predikat memuaskan. Mahapeserta didik berprestasi Pendidikan Fisika ini juga aktif mengikuti kegiatan kemahapeserta didikan dan kegiatan sosial serta aktif memberikan pelatihan dan seminar kepenulisan kepada mahapeserta didik di Universitas-universitas yang ada di NTB. Setelah lulus dan mendapatkan gelar Sarjana, Rangga melanjutkan karirnya sebagai staf di Ruangguru dan Cakap, sebuah startup Pendidikan berbasis teknologi selama kurang lebih 2 tahun. Banyak pengalaman yang didapatkan Rangga selama berkarir di Startup tersebut dan salah satunya adalah literasi digital dan akses pemerataan Pendidikan. Rangga kemudian mendapatkan kesempatan mengambil S2 di Monash University dengan jurusan digital learning dengan beapeserta didik LPDP. Bernama lengkap Luthfy Al Razieb, Biasanya teman-teman memanggil dengan sebutan Raz. Saya lahir di Kalimantan Selatan pada bulan Desember 1997. Saat ini saya adalah mahasiswa S2 di Universitas Negeri Yogyakarta Program Studi Pendidikan Bahasa
Refleksi Studi Pascasarjana 181 Inggris. Saya Tertarik dalam Pengembangan Pendidikan, Gerakan Kemasyarakatan dan Kelestarian Lingkungan. Saya didorong oleh keyakinan mendalam pada kekuatan transformatif pendidikan, karena dengan memberdayakan individu melalui pendidikan, kita dapat membuka potensi mereka dan memungkinkan mereka memberikan kontribusi positif bagi komunitas mereka dan dunia pada umumnya. Saya terus mencari peluang untuk mendukung prakarsa pengembangan pendidikan dan mempromosikan akses yang setara ke pendidikan berkualitas untuk semua. Penulis bernama lengkap Fattah Zainnuha dengan tempat lahir Kebumen 19 Juli 1998, adalah mahasiswa S1 angkatan 2016 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sekarang, Fattah sedang menempuh Magister Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta. Pada tahun aktif saat S1, Fattah telah bergerak dalam penelitian bersama dosen dan guru, lalu beberapa kegiatan workshop pengabdian pada masyarakat bersama dosen. Penelitian yang dimaksud adalah Program Revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ‚Peningkatan HOTS Literacy Melalui Optimalisasi Pencapaian IKU dalam MBKM‛. Di sisi lain, workshop pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan oleh Fattah ditujukan untuk guru-guru SMP/Mts se-Kabupaten Kebumen. Workshop ini antara lain adalah Pembelajaran Berbasis Proyek, Designing Language Tasks and Activities, dan Pengembangan Soal Berbasis HOTS. Lalu, karena Fattah selalu tertarik dengan pengembangan dalam pembelajaran tentang English Pronunciation, saat ini ia
182 Refleksi Studi Pascasarjana sedang berusaha bergerak dalam memperkenalkan dan memperluas pengajaran Basic English Pronunciation bagi Young Learners di daerahnya. Arni Nazira lahir pada tanggal 15 Juni 1999, di Mt. Teker Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penulis merupakan anak ke satu dari tiga bersaudara. Penulis pertama kali masuk pendidikan di SDN 3 Padamara pada tahun 2005 dan tamat 2011, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke MTS Nurul Iman Dasan Makam tamat pada tahun 2014, setelah tamat di MTS penulis melanjutkan ke MA Nurul Iman Dasan Makam dan tamat pada tahun 2017. Dan pada tahun yang sama penulis terdaftar sebagai Mahasiswa di Universitas Islam Negri Mataram Fakultas fakultas Tarbiyah dan Keguruan prodi Tadris Bahasa Inggris dan tamat pada tahun 2021. Tentang Penulis Rizal M. Suhardi, S.Pd., M.Sc. adalah seorang pemuda yang lahir dan besar di Lombok Timur, NTB. Ia Meraih gelar Sarjana Pendidikan di STKIP Hamzanwadi Selong (Sekarang Universitas Hamzanwadi) di jurusan Pendidikan Biologi dengan menggunakan Beasiswa Pemerintah Provinsi NTB. Kemudian meraih gelar Master of Science di Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan beasiswa LPDP RI. Semasa kuliah, aktif terlibat dalam berbagai
Refleksi Studi Pascasarjana 183 konferensi nasional dan internasional. Saat ini menjadi PhD student di National Sun Yat-sen University, Taiwan dengan mendapatkan beasiswa kampus. Penulis adalah seorang pegiat pendidikan, aktivis kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman dan penghargaan yang pernah di peroleh adalah sebagai finalis 5 Besar Karya Tulis Ilmiah Tingkat Provinsi NTB tahun 2011, Juara 2 Debat Tingkat Kampus tahun 2012, The Best Team Market Research di Malaysia dan Singapura tahun 2016, Speaker International conference di Thailand tahun 2017, finalis Kategori Sosial Welcoming LPDP RI Tingkat Nasional tahun 2017 dan Inspirator Toreh CITA 1000 ANAK BANGSA tingkat Nasional tahun 2018. Saat ini, di amanahi menjadi Program Manager Sekolah Beasiswa Straya, Ketua Maritim Muda Nusantara Cabang Geopark Rinjani (2021-2022), Ketua Karang Taruna Andalan Selaparang (2021-2026) dan Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) bidang Lingkungan Hidup (2022- 2023). Penulis bisa bisa dihubungi melalui: ig: rizal_ensyamada, email: [email protected] linkedIn: Rizal M Suhardi dan WA:0859-0440-0106 Terus bergerak memberi dampak untuk Generasi Emas Indonesia 2045.
184 Refleksi Studi Pascasarjana