The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mudarrissultoni, 2022-06-06 04:53:45

BTQ SMA KELAS X

Pemahaman BTQ SMA 1

Keywords: BTQ

1 untuk Kelas X
SMA/SMK

• A.H. Mursyid
• Mudarris Sultoni
• Suroso Imam
• Sugiyanto
• Muhtaris Syafi’i
• Khairil Anwar
• Zulchan Sholeh
• Hari Cahyono
• Hulilatur Rahniah
• Kamilatul Badriyah

PT Wangsa Jatra Lestari
Solo

untuk Kelas X SMA/SMK

Penulis : A.H. Mursyid; Mudarris Sultoni; Suroso

Imam; Sugiyanto; Muhtaris Syafi’i; Khairil

Anwar; Zulchan Sholeh; Hari Cahyono;

Hulilatur Rahniah; Kamilatul Badriyah

Editor : Yusuf Hasim

Perancang kulit : Agung W.

Perancang tata letak isi : Agung W.

Penata letak isi : Tim Layout

Ilustrator : Bowo

Tahun terbit : 2012

Diset dengan Power Mac G5, font: Times 11 pt

Preliminary : xii
Halaman Isi : 180 hlm.
Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

ISBN 978-979-084-810-8 (no. jil. lengkap)
978-979-084-811-5 (jil. 1)
SKU 141105.001

Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran © Hak cipta dilindungi oleh
undang-undang.
Pasal 72
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 All rights reserved.
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987
tentang Hak Cipta Dicetak oleh percetakan
PT Wangsa Jatra Lestari
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan
atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu,
dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 1 (satu) bulan
dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah),
atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

2. Barang siapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan,
memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum sesuatu
ciptaan barang atau hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

iii

Kata Pengantar

Tilawah Al-Qur’an merupakan salah satu sarana untuk men­dekat­
kan diri dan meningkatkan kekhusyukan beribadah kepada Allah Swt.
Membaca Al-Qur’an dengan tartil bagi setiap muslimin dan muslimat
hukumnya adalah fardhu ‘ain.

Sebagaimana firman Allah Swt:

Artinya: wîî~îî%=îî% lü=îîî^eã gîîî%<p ÁÁÁÁÁÁ

”…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Q.S. al-

Muzzammil/73: 4)

Kaum muslimin dan muslimat pada umumnya dan para siswa
pada khususnya di jenjang pendidikan menengah Sekolah Menengah
Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagian
besar dari mereka pada umunya ketika membaca Al-Qur’an masih
belum terarah bacaannya atau belum sesuai dengan kaidah-kaidah
yang tertera dalam disiplin ilmu qira’ah. Terlebih lagi dalam tulis-
menulis huruf-huruf Al-Qur’an di kalangan siswa dan siswi dari
tingkat pendidikan dasar sampai dengan menengah, khususnya di
sekolah umum dan kejuruan, sampai saat ini kenyataannya masih
menduduki tingkatan yang sangat rendah.

Ditambah lagi ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an terdapat
sejumlah thariq (jalur atau metode dan cara membaca) yang ber-
beda-beda antara satu thariq dan thariq lainnya sehingga terdapat
sejumlah perbedaan cara membacanya yang harus diterapkan secara
berbeda pula. Dalam upaya mengantisipasi kondisi riil kemampuan
para siswa saat ini agar ke depan mereka lebih mudah dan mampu
dalam menerapkan membaca dan menulis huruf-huruf dan ayat-
ayat Al-Qur’an, kami bersama dengan guru-guru yang tergabung
dalam kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Baca Tulis Al-
Qur’an (MGMP Baca Tulis Al-Qur’an), Kabupaten Bondowoso, in-
gin membantu sekaligus memberikan solusi kepada para siswa dan
siswi, yaitu menulis sebuah buku atau bahan ajar Jilid I untuk siswa
Kelas X SMA/SMK. Buku ini kami beri judul Pemahaman Baca
Tulis Al-Qur’an untuk SMA/SMK Kelas X.

Buku pemahaman Baca Tulis Al-Qur’an ini disusun untuk
membantu para siswa serta para pengajar mata pelajaran muatan lo-
kal membaca dan menulis Al-Qur’an yang berupaya mempermudah
dan memperbaiki metode/cara membaca dan menulis Al-Qur’an
(Thariqotu Qiroati Wakitabatil Qur’an).

iv

Buku ini kami susun berdasarkan Peraturan Bupati Bondowoso
Nomor 28 Tahun 2011 Tanggal 13 Juli 2011 tentang Maksud, Tu-
juan, dan Fungsi Kurikulum Muatan Lokal Wajib Baca Tulis Al-
Qur’an, pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an sebagai salah satu upaya
mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Bondowoso. Pendidikan
Baca Tulis Al-Qur’an sebagai media pembelajaran nilai-nilai agama
Islam bagi peserta didik yang beragama Islam. Adanya media ini
diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik
saat membaca dan menulis Al-Qur’an. Di sampan gitu, diharapkan
peserta didik mampu mendorong, membimbing, dan membina kem-
auan, serta kegemaran untuk membaca Al-Qur’an.

Selanjutnya, ditujukan bagi kaum muslimin dan muslimat umum­
nya dan para pelajar khususnya siswa SMA/SMK, yakinlah bahwa
belajar Al-Qur’an itu mudah, baik mempelajari bacaannya, bahasa­
nya, huruf-huruf dan ayat-ayatnya, memahami isinya, membaca dan
menulis ayat-ayatnya, maupun mengamalkan dan meng­ajarkannya.
Kemudahan-kemudahan ini telah dijanjikan oleh Allah Swt. dengan
firman-Nya di dalam Al-Qur’an Surat al-Qomar ayat 17:

=a9ioigtY=a;felü=^eã äm=B}9^îep

Artinya:
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan,
maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Q.S. al-Qo-
mar/54: 17)

Semoga hadirnya buku panduan ini akan membantu dalam upa-
ya mempermudah dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan menulis
huruf-hurufnya serta memahami kaidah-kaidah ilmu tajwid. Apa-
bila dalam buku ini terdapat kesalahan, diperkenankan kepada para
ahli ilmu qira’at dan para pembaca untuk memperbaikinya.

Akhirnya, penulis bersama kelompok MGMP Baca Tulis Al-
Qur’an berharap semoga Allah Swt. membimbing dan meridai lang-
kah-langkah kita dalam upaya menjaga Al-Qur’an agar tetap dibaca
dan ditulis dengan baik dan benar. Semoga buku ini bermanfaat.
Amin.

Bondowoso, April 2012

Tim Penulis

Kata Sambutan

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Bondowoso

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat-Nya
yang telah memberi kita ilmu yang bermanfaat bagi hidup dan ke-
hidupan, shalawat serta salam semoga selalu tercurah ke haribaan
junjungan nabi besar kita, Muhammad saw. yang telah membawa
kita dari alam kegelapan ke alam yang terang benderang.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Bondowoso
yang beriman, berdaya, dan bermartabat, perlu penyelenggaraan
pendidikan bermutu yang dapat memberikan pelayanan dan kemu­
dahan bagi setiap warga masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Bondowoso mayoritas beragama Islam
yang religius dan sangat kuat kehidupan beragamanya. Akan tetapi,
masih banyak peserta didik di satuan pendidikan umum yang be-
lum mampu membaca dan menulis huruf Al-Qur’an. Oleh karena
itu, perlu kiranya ada pelajaran Muatan Lokal Wajib Baca Tulis Al-
Qur’an bagi peserta didik yang beragama Islam sebagaimana yang
dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2011.

Membaca adalah memahami isi dari apa yang ditulis, baik de­
ngan mengucapkan secara lisan maupun cukup dalam hati. Adapun
menulis adalah suatu keterampilan, proses dan kegiatan berpikir un-
tuk membuat huruf, angka, dan sebagainya, dengan menggunakan
pena, pensil, atau peralatan lainnya. Dengan demikian, pembelajaran
baca tulis Al-Qur’an merupakan suatu kegiatan membelajarkan peser-
ta didik dalam membaca dan menulis Al-Qur’an secara teoretis dan
praktis untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada segenap pihak,
khususnya tim MGMP Pendidikan Agama Islam yang telah ber­
upaya meluangkan waktu dan pikiran dengan sepenuh hati untuk
menyelesaikan buku ini. Semoga Allah Swt. memberi ridho dan
barokah kepada kita semua.

Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadikan putra dan putri
kita bisa lebih mencintai Al-Qur’an dan memperdalam ketakwaan
kepada Allah Swt. Amin ya robbal alamin.

Dra. Hj. Endang Hardiyanti, MM

NIP. 19610325 198703 2 002

vi

Analisis Progam Pengajaran

SMT Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

I Memahami makhorijul 1. Siswa mampu menunjuk-

huruf dan menerapkan kan dan menjelaskan ma­

dalam praktik mem- khorijul huruf dengan baik

baca dan menulis Al- dan benar

Qur’an dengan baik 2. Siswa mampu mempra�k�-

dan benar tikkan makhorijul huruf

dengan baik dan benar

Memahami dan mene- 1. Menunjukkan dan menje-
rapkan hukum bacaan laskan hukum bacaan nun
nun mati� (sukun) dan� mati� (sukun) dan� tanwin.
tanwin.
2. Membedakan hukum ba-
caan nun mati� (sukun) dan�
tanwin.

3. Menerapkan hukum ba-
caan nun mati� (sukun) dan�
tanwin� dalam bacaan s�u��-
rat-�s�u��ra�t��p�e�n�d��e�k�.

Memahami kaidah me- 1. Siswa mampu menjelas-
nulis huruf-huruf Al- kan kaidah menulis huruf
Qur’an dengan baik huruf Al-Qur’an lepas ber-
dan benar. harokat dengan baik dan
benar.

2. Siswa mampu menerap-
kan kaidah menulis huruf
huruf Al-Qur’an lepas ber-
harokat dengan baik dan
benar.

3. Siswa mampu menjelas-
kan kaidah menulis huruf
huruf Al-Qur’an bersam-
bung berharokat dengan
baik dan benar.

4. Siswa mampu menerapkan
kaidah menulis huruf hu-
ruf Al-Qur’an bersambung
berharokat dengan baik
dan benar.

vii

Membaca dan meng- 1. Membaca Al-Qur’an su-

hafal Al-Qur’an surah- rah-surah pendek.

surah pendek pilihan 2. Menghafal Al-Qur’an su-

dengan baik dan benar rah-surah pendek.

(tartil).

II Memahami dan mene- 1. Menunjukkan dan menje-

rapkan hukum bacaan laskan hukum bacaan mim

mim mati. mati.

2. Membedakan hukum baca

mim mati.

3. Menerapkan hukum baca

mim mati dalam bacaan

surat-surat Al-Qur’an.

Memahami dan mene- 1. Menunjukkan dan menje-
rapkan hukum bacaan laskan hukum bacaan mim
mim �ta�s�y�d��id� �d�a�n� nun dan nun tasydid.
tasydid.
2. Membedakan hukum ba-
caan� mim dan nun tasydid.

3. Menerapkan hukum ba-
caan mim dan nun tasydid
dalam bacaan surah-surah
Al-Qur’an.

Memahami hukum 1. Menunjukkan dan menje-
ba­ca­an ”lam ta‘rif” laskan hukum bacaan”lam
ta‘rif (al) izhar qomariyah
([}=R%hv ) / ”al” (dã ) dan idghom syamsiyah”.

izhar qomariiyyah dan 2. Membedakan hukum ba-
idghom syamsiyah”. caan ”lam ta‘rif(al) / izhar
qomariyah dan idghom
syam­siyah”.

3. Mempraktikkan hukum ba­
ca­an ”lam ta‘rif(al) izhar
qomariyah dan idghom
syamsiyah” dalam surah-
surah Al-Qur’an.

viii

Memahami kaidah me­ 1. Siswa mampu menjelaskan
nulis kata dan kalimat kaidah menulis huruf-hu-
dalam Al-Qur’an de­ ruf Al-Qur’an lepas de­
ngan baik dan benar. ngan baik dan benar.

2. Siswa mampu menjelaskan
kaidah menulis huruf-hu-
ruf Al-Qur’an bersambung
berharokat dengan baik
dan benar.

Membaca dan meng- 1. Membaca Al-Qur’an su-
hafal Al-Qur’an surah- rah-surah pendek.
surah pendek pilihan
dengan baik dan benar 2. Menghafal Al-Qur’an su-
(tartil). rah-surah pendek.

ix

Daftar Isi

Kata Pengantar iii
Kata Sambutan v
Analisis Program Pembelajaran vi
Daftar Isi ix

Semester 1

Pelajaran 1 Makhorijul Huruf

A. Pengertian Makhorijul Huruf 2

B. Cara Mengetahui Tempat Keluarnya
Huruf 2

C. Pembagian Makhorijul Huruf 3

D. Perincian Makhorijul Huruf 3

Tips 19

Khazanah 19

Latihan Soal 21

Pelajaran 2 Hukum Bacaan Nun Sukun (l)

dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)

lA. Pengertian Hukum Nun Mati/Sukun ( )

dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 26

lB. Perbedaan Hukum Nun Mati/Sukun ( )

dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 26

lC. Hukum Bacaan Nun Sukun ( ) dan

Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 26
Tips 40

Khazanah 41

Latihan Soal 42

Pelajaran 3 Kaidah Menulis Huruf Al-Qur’an (Hijaiyah)
A. Pengertian Huruf Hijaiyah 46
B. Kaidah Penulisan Huruf Hijaiyah 48

C. Praktik Penulisan Huruf Hijaiyah 54

Tips 60

Khazanah 61

Latihan Soal 61

Pelajaran 4 Surah-Surah Pendek Al-Qur’an

A. Surah an-Naas 68

B. Surah al-Falaq 69

C. Surah al-Ikhlaash 71

D. Surah al-Lahab 72

E. Surah an-Nashr 73

F. Surah al-Kaafiruun 75

G. Surah al-Kautsar 76

Tips 77

Khazanah 78

Latihan Soal 79

Soal Semester Ganjil 83

Semester 2 Hukum Bacaan Mim Mati/Sukun
Pelajaran 5
A. Pengertian Hukum Bacaan
Pelajaran 6
Mim Mati/Sukun 90

B. Macam-Macam Hukum

Mim Mati/Sukun 90

Tips 95

Khazanah 95

Latihan Soal 97

Hukum Mim dan Nun Ber-tasydid
A. Pengertian Mim dan Nun Ber-tasydid 100
B. Istilah-istilah Mim dan Nun
Ber-tasydid 100

xi

C. Contoh Bacaan Ghunnah 101

D. Praktik Bacaan Ghunnah 101

Tips 102

Khazanah 102

Latihan Soal 103

Pelajaran 7 Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv)
Pelajaran 8 A. Pengertian ”Lam Ta‘rif” ([}=R%hv ) 108
B. Macam-Macam Hukum Bacaan ”Lam

Ta‘rif” ([}=R%hv ) 109

C. Perbedaan “Alif Lam Qomariyah”

(Ö}=j]dã ) dan “Alif Lam Syamsiyah”
(Ö~BjEdã )
111

D. Mempraktikkan Bacaan “Alif Lam

Qomariyah” (Ö}=j]dã ) dan “Alif Lam
Syamsiyah” (Ö~BjEdã )
112

Tips 115

Khazanah 115

Latihan Soal 116

Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-
Qur’an

A. Cara Penulisan Kata/Kalimat Arab

Bersambung 122

B. Kaidah Penulisan Huruf yang Bisa

Dipisah dan Disambung 122

C. Bentuk-Bentuk Tanda Baca dalam

Menulis Huruf Al-Qur’an 136

Tips 137

Khazanah 139

Latihan Soal 140

xii

Pelajaran 9 Surah-Surah Pendek Al-Qur’an

A. Surah al-Maa‘uun 146

B. Surah Quraisy 148

C. Surah al-Fiil 150

D. Surah al-Humazah 153

E. Surah al-‘Ashr 156

F. Surah at-Takaatsur 158

G. Surah al-Qaari‘ah 160

Tips 164

Khazanah 164

Latihan Soal 164

Soal Semester Genap 168

Daftar Pustaka 175
Glosarium 177

1Pelajaran

Makhorijul Huruf

Sumber : www.edukasi.compasiana.com

Gambar 1.1

Hukum mempelajari tajwid dalam membaca Al-Qur’an adalah
fardlu ‘ain atau kewajiban pribadi karena jika tidak menggunakan
ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an, hukumnya berdosa. Dalam
ruang lingkup ilmu tajwid, salah satunya terdapat haqqul huruf,
yaitu segala sesuatu yang lazim (wajib ada) pada setiap huruf. Hak
huruf ini salah satunya meliputi tempat-tempat keluarnya huruf
(makhorijul huruf). Apabila hak huruf ditiadakan, semua suara yang
diucapkan tidak mungkin mengandung makna karena bunyinya
menjadi tidak jelas.

Standar Kompetensi Memahami makhorijul huruf dan menerapkan dalam praktik membaca dan ­menulis
Kompetensi Dasar Al-Qur’an dengan baik dan benar.

1.1. Siswa mampu menunjukkan dan menjelaskan makhorijul huruf dengan baik
dan benar.

1.2. Siswa mampu memprak���t�i�k��k�a�n� makhorijul huruf dengan baik dan benar.

Pemahaman BTQ SMA 1

A. Pengertian Makhorijul Huruf

,=5Makhroj ditinjau dari morfologi berasal dari fi’il madhi “ “ yang berarti keluar.

Ç gRZi ÇKemudian diikutkan wazan yang ber-sighot isim makan sehingga menjadi

Ç,=6i Ç yang berarti tempat keluar. Bentuk jamak-nya adalah Ç,<ä6i Ç yang berarti

tempat-tempat keluar. Jadi, makhorijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf.

Secara bahasa makhroj, artinya ,p=6eãSMqi, yang berarti tempat keluar.

Sedangkan, makhroj menurut istilah adalah:

X=2eã unixäFn}ú;eãg2jfekAã

Suatu nama tempat, yang padanya huruf dibentuk diucapkan.

Jadi, makhorijul huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf pada waktu huruf-
huruf itu dibunyikan.

Ketika membaca Al-Qur’an, setiap huruf harus dibunyikan sesuai dengan makhroj-
nya. Kesalahan dalam pengucapan huruf dapat menimbulkan perbedaan makna atau
kesalahan arti pada bacaan yang sedang dibaca. Dalam kondisi tertentu, kesalahan ini
dapat menyebabkan kekafiran apabila dilakukan dengan sengaja dan benar.

Contoh kesalahan makhroj yang menyebabkan berubahnya arti adalah ketika huruf

ha’ pada lafal Çk~1=eãÇ terbaca kho’ Ç k~5=eã Ç. Arti Ç k~1=eã Ç dengan ha’ adalah Maha
Ç k~5=eã ÇPenyayang, sedangkan
dengan kho’ adalah suara merdu. Akibatnya, makna

dari kata tersebut menjadi sangat jauh dari apa yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Contoh lain, huruf ‘ain pada lafal Ç GjeäReã Ç pada kalimat Ç GjeäReã å< ufe9j2eãÇ
Ç GjeäReã Çberubah menjadi hamzah. Arti
dengan huruf ‘ain adalah semesta alam, se-

Ç Gjev ã Çdangkan dengan hamzah adalah (segala) penyakit. Makna yang sangat jauh

dari maksud sebenarnya.

B. Cara Mengetahui Tempat Keluarnya Huruf

Cara mengetahui tempat keluarnya huruf adalah dengan men-sukun atau men­
tasydid huruf yang dimaksud, kemudian menambahkan satu huruf hidup di belakang-
nya, kemudian dibaca. Jika suara tertahan, tampaklah makhroj huruf dari huruf yang
bersangkutan.

Contoh: å Menjadi åã atau åã
@ Menjadi @ã atau @
\ Menjadi \ã atau \

Makhorijul Huruf

C. Pembagian Makhorijul Huruf

Para ulama berbeda pendapat tentang pembagian makhorijul huruf. Imam
Syibawaih dan asy-Syatibi berpendapat bahwa makhorijul huruf terbagi atas 16
makhroj, sementara itu menurut Imam al-Fara’ terbagi atas 14 makhroj. Namun,
pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini adalah yang menyatakan bahwa
makhorijul huruf terbagi atas 17 makhroj. Imam Kholil bin Ahmad menjelaskan bahwa
pendapat inilah yang banyak dipegang oleh qori’, termasuk Imam Ibnu Jasariy dan para
ahli nahwu.

Selanjutnya, ketujuhbelas makhroj ini diklasifikasikan ke dalam lima tempat. Lima
tempat inilah yang merupakan letak makhroj dari setiap huruf. Lima tempat yang di-
maksud dalam makhorijul huruf ialah sebagai berikut.

Ä Xq.eã Å1. Al-Jauf , lubang (rongga) tenggorokan dan mulut = 1 makhroj

2. Al-Halq Ä _f<ã Å, tenggorokan = 3 makhroj

3. Al-Lisan Ä läBfeã Å, lidah = 1 makhroj
4. Asy-Syafatain Ä G&ZFeã Å, dua bibir = 2 makhroj

5. Al-Khoisyum Ä hqF~6eã Å, pangkal hidung = 1 makhroj

--------- +

17 makhroj

D. Perincian Makhorijul Huruf

1. Al-Jauf Ä Xq.eã Å

Al-Jauf artinya rongga tenggorokan dan mulut. Dari rongga tenggorokan dan mulut
ini muncul satu huruf makhroj yang dikenal dengan makhroj al-jauf. Dari makhroj al-

Ä ã Å Ä p Å Ä | Åjauf ini keluar tiga huruf mad, yaitu alif , wawu , dan ya’ yang bersukun.

Dalam memahami tiga huruf mad yang keluar dari makhroj al-jauf ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

a. Cara membunyikan alif tidak sama dengan cara membunyikan hamzah. Hamzah
keluar dari makhroj al-jauf dan tersifati oleh syiddah, sedangkan lafal alif tersifati
oleh rikhwa (lawannya). Alif yang keluar dari al-jauf ialah huruf mad dalam keadaan
mati dan huruf sebelumnya berharokat fathah. Cara membacanya ­ dipanjangkan
dua harokat karena menjadi mad ashli. Suara panjang tersebut keluar dari rongga
tenggorokan dan mulut (al-jauf).

b. Bunyi huruf wawu yang bersukun atau dalam keadaan mati tidak sama dengan
bunyi huruf wawu yang keluar dari dua bibir (asy-syafatain) ketika dalam keadaan
hidup atau berharokat. Bunyi wawu dalam makhroj al-jauf adalah wawu yang
­disukun atau mati dan huruf sebelumnya berharokat dhommah. Cara membacanya

Pemahaman BTQ SMA 1

dipanjangkan dua harokat karena menjadi mad ashli. Suara panjang tersebut ke-
luar dari rongga tenggorokan dan mulut (al-jauf).

c. Bunyi huruf ya’ yang bersukun tidak sama dengan ya’ yang keluar dari tengah
lidah (wasthul lisan), yang dalam keadaan hidup atau berharokat. Bunyi ya’ dalam
dhommah ialah ya’ yang disukun atau mati dan huruf sebelumnya berharokat
kasroh. Cara membacanya dibaca dua harokat karena menjadi mad ashli. Suara
panjang tersebut keluar dari rongga tenggorokan dan mulut (al-jauf).

Dalam nazham dijelaskan:

ût&n% xãqtfe 9iXp=1Úûspäsä&5ãpXq.eã[eäY

Huruf alif makhrojnya dari al-jauf, begitu juga kedua kawannya (huruf wawu dan
ya’), Semua huruf mad, yang pengucapannya menekan pada udara.

Ç Ö~Yq- ÇKetiga huruf mad disebut juga huruf yang artinya rongga tenggorokan

dan mulut.

2. Al-Halq Ä _f<ã Å

Al-Halq artinya tenggorokan. Maksudnya, tempat keluarnya huruf yang terletak
pada tenggorokan. Dari al-halq ini keluar dari tiga makhroj, yang digunakan untuk
tempat keluarnya 6 (enam) huruf. Ketiga makhroj tersebut antara lain sebagai berikut.

a. Aqshol halq Ä _f2eãûJ]ã Å adalah pangkal tenggrokan atau tenggorokan bagian
dalam. Dari makhroj ini keluar huruf hamzah Ä x Å dan ha’ Ä îs Å.

b. Wasthul halq Ä _f2eãÌAp Å adalah tenggorokan bagian tengah. Dari makhroj ini
keluar huruf ‘ain Ä P Å dan ha’ Ä 0 Å.

c. Adnal halq Ä _f2eãûm8ã Å adalah tenggorokan bagian luar atau ujung tenggorokan.
Dari makhroj ini keluar huruf kho’ Ä 4 Å dan ghoin Ä T Å.
äsxä5GUräm8ã xä1o~RYuËAqe Z Ú xäs ?js_f2eãûJ]vZ

Kemudian dari pangkal tenggorokan keluar huruf hamzah dan ha’, lalu dari ba-
gian tengahnya keluar huruf ‘ain dan ha’ dan dari ujungnya keluar huruf ghoin
dan kho’.

Keenam huruf di atas Ä x À îs À 0 À P À 4 À T Å disebut juga huruf Ç Ö~^f1 Ç

yang artinya tenggorokan karena huruf-huruf tersebut keluar dari tenggorokan.

3. Al-Lisan Ä läBfeã Å

Al-Lisan artinya lidah. Maksudnya, tempat keluarnya huruf terletak pada lidah.

Jumlah huruf hijaiyah yang keluar dari makhroj ini berjumlah 18 huruf dan terbagi atas

10 makhroj. Kesepuluh makhroj tersebut adalah sebagai berikut.

Makhorijul Huruf

a. Pangkal lidah dekat anak lidah dengan langit-langit yang lurus di atasnya, kaidahnya:

2Qvãcn<ãoiu]qYäiSi ÄÕätfeãoiåp=^eäæÅläBfeãûJ]ã

Pangkal lidah (dekat anak lidah) bertemu dengan sesuatu di atasnya, yakni langit-
langit bagian atas.

Ä \ ÅDari makhroj ini keluar huruf qof . Dalam istilah lain, makhroj ini disebut

juga aqshol lisan fauqa Äû]qY läBfeãûJ]ãÅ artinya pangkal lidah sebelah atas.

b. Pangkal lidah, tepatnya sebelah bawah (ke depan) sedikit dari makhroj qof, ­bertemu
dengan langit-langit bagian atas. Kaidahnya:

w~f] Xä^eã ,=6i gZAã oi läBfeãûJ]ã

Pangkal lidah, yakni sebelah bawah sedikit dari tempat keluar huruf qof.

Ä ! ÅDari makhroj ini keluar huruf kaf . Dalam istilah lain, makhroj ini disebut
juga aqshol lisan asfal ÄgZAã läBfeãûJ]ãÅ artinya pangkal lidah sebelah bawah.

Kedua huruf di atas Ä \ À ! Å disebut juga huruf Ç Öî}qte Ç yang artinya lidah

sebelah bawah.

c. Pertengahan lidah bertemu dengan langit-langit atas. Pertengahan lidah tersebut
dimantapkan (tidak menempel) pada langit-langit atas. Kaidahnya:

2Qvã cn<ã oi u}:äC äip läBfeãÌAp

Pertengahan lidah dengan sesuatu yang berada di hadapannya, yakni langit-langit
bagian atas.

Dari makhroj ini keluar huruf jim Ä,Å, syin Ä DÅ,dan ya’ Ä | Å. Dalam istilah

lain, makhroj ini disebut juga dengan Ç läBfeãÌAp Ç yang artinya tengah lidah.

Ç Ö}=.E ÇKetiga huruf ini disebut juga huruf yang artinya tengah lidah karena

keluarnya huruf-huruf tersebut dari tengah lidah.

d. Salah satu tepi lidah atau keduanya dengan gigi geraham yang atas.

Ada juga yang mengatakan tepi pangkal lidah dengan geraham atas kanan
atau kiri memanjang sampai ke depan. Kaidahnya:

@ã=Mvã Si läBfeã .Yä1

Dua tepi lidah bertemu dengan gigi geraham.

Ä L ÅDari makhroj ini keluar huruf dhod . Menggunakan tepi lidah sebelah

kiri itu mudah, menggunakan tepi lidah sebelah kanan itu agak sukar, sedangkan

menggunakan tepi lidah kiri dan kanan itu yang paling sukar. Cara yang ketiga

inilah yang selalu digunakan Rasulullah saw. dan sahabat Umar.

Pemahaman BTQ SMA 1

Huruf ini Ä L Å disebut juga huruf Ç Ö~çn- Ç yang artinya tepi lidah karena

keluarnya huruf tersebut dari tepi lidah.

e. Kedua tepi lidah secara bersama-sama sesudah makhroj dhod hingga ujung lidah

Ä ä}änFeã Ådengan gusi gigi yang atas, yakni gusinya gigi seri, gusinya gigi antara

gigi taring dan gigi seri Ä$ä~Q äæ=eã Å, gusinya gigi taring Ä åä~mvã Å, dan gusinya
gigi antara gigi taring dan gigi geraham Ä @ã=Mvã Å.

Dalam kaidah diterangkan:

ä~fReã Ö*îîfeãoiäjt}:äC äip 8äNeã ,=6i9Ræ äRiläBfeã.Yä1

“Dua tepi lidah (sebelah depan) secara bersamaan, setelah makhrojnya dhod
dengan gusi-gusi atas.”

Ä d ÅDari makhroj ini keluar huruf lam . Huruf lam ini juga bisa keluar dari

salah satu tepi lidah dengan gusi yang atas. Bisa juga menggunakan tepi lidah se-
belah kanan dan ini lebih mudah.

f. Ujung lidah dengan gusi dua buah gigi seri yang atas agak ke depan sedikit dari
makhrojnya lam. Dalam kaidah dikatakan:

w~fî] hvã gZAã läBfeã X=Ê oi

Ujung lidah, ke bawah sedikit dari makhrojnya lam.

Ä l ÅDari makhroj ini keluar huruf nun izhar, bukan nun yang dibaca idghom

atau ikhfa’. Karena nun yang dibaca idghom atau ikhfa’ adalah khoisyum.

g. Ujung lidah bagian atas dengan gusi dua buah gigi seri yang atas. Lidah tidak
­sampai menyentuh gusi. Dalam kaidah dijelaskan :

läBfeã=tÎð g58ãp lqneã ,=6iå<ä^}

Dekat makhroj nun dan masuk pada punggung lidah.

Ä < ÅDari makhroj ini keluar huruf ro’ . Ro’ lebih ke dalam daripada nun, se-

dangkan ro’ dan nun lebih keluar daripada lam.

Ketiga huruf di atas Ä d À l À < Å disebut juga huruf Ç Ö~îî^e: Ç yang artinya

ujung lidah.

h. Bagian atas dari ujung lidah dengan pangkal dua buah gigi seri yang atas. ­Kaidahnya
adalah:

ä~fîReã ä}änî*eãdqIã Si läBfeãX=Ê

Ujung lidah bertemu dengan pangkal dua buah gigi seri atas.

Makhorijul Huruf

Dari makhroj ini keluar huruf ta’ Ä $ Å, dal Ä 8 Å, dan tho’ ÄÉ Å. Ketiga huruf

Ç Öî~RËm Çtersebut disebut juga huruf yang artinya ujung langit-langit.

i. Antara ujung lidah dan ujung dua buah gigi seri. Dalam kaidah dikatakan:

ä}änî*eã Xã=Êã SiläBfeãX=Ê

Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri.

Dari makhroj ini keluar huruf zain Ä > Å, sin Ä @ Å, dan shod Ä H Å.

Antara ujung lidah dan ujung dua buah gigi seri tidak sampai menempel, tetapi

keduanya berada pada jarak yang sangat dekat.

Ä > Å1) Pada waktu mengucapkan huruf zain , ujung lidah berada di dekat

ÇÍ Ç­persambungan antara dua buah gigi seri dan gusi, di atas makhroj .

Ä H Å2) Pada waktu mengucapkan huruf shod , ujung lidah berada di dekat

Ä > Å­persambungan antara dua buah gigi seri dan gusi di atas makhroj zain .

Ä @ Å3) Pada waktu mengucapkan huruf sin , ujung lidah berada di dekat

ÄHÅp­ ersambungan antara dua buah gigi seri dan gusi di atas makhroj shod .

Syekh Ahmad Hajazi berpendapat bahwa makhroj ini merupakan perpaduan
antara ujung lidah dan rongga di antara gigi atas dan bawah.

Syekh Mahmud Raf’at bin Hazan Zalat berpendapat sama, tetapi beliau
mengemukakan bahwa ujung lidah lebih dekat dengan gigi sebelah bawah (dari-
pada atas).

ÄKetiga huruf di atas > À @ À H Å disebut juga huruf Ç Ö~îîfAã Ç yang artinya

lidah paling ujung (pucuk).

j. Bagian atas dari ujung lidah dengan dua buah gigi seri atas, berurutan mulai dari
ujung, tengah gigi, dan persambungan gusi dengan dua buah gigi seri yang atas.
Dalam kaidah dikatakan:

ä~fîReã ä}änî*eãXã=ÊãSiläBfeãX=Ê

Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas.

Dari makhroj ini keluar huruf tsa’ Ä ( Å, dzal Ä : Å, dan zho’ Ä Î Å.

Ä ( Å1) Pada waktu mengucapkan huruf tsa’ , lidah berada di ujung dua buah
gigi seri bagian atas.

Ä : Å2) Pada waktu mengucapkan huruf dzal , lidah berada di tengah dua buah
gigi seri bagian atas.

Pemahaman BTQ SMA 1

Ä Î Å3) Pada waktu mengucapkan huruf zho’ , lidah berada di dekat per­sambungan
antara gusi dan dua buah gigi seri bagian atas.
Ketiga huruf ini Ä ( À : À Í Å disebut juga dengan huruf Ç Ö} q*e Ç yang artinya
gusi.

4. Asy-Syafatain Ä G&ZFeã Å

Asy-Syafatain artinya dua bibir. Maksudnya, tempat keluarnya huruf yang terletak
pada dua bibir, bibir atas dan bibir bawah. Asy-Syafatain ini terbagi atas dua makhroj.

a. Perut (bagian dalam) bibir bawah atau bagian tengah bibir bawah dengan ujung
dua buah gigi seri yang atas. Dalam kaidah dijelaskan :

ä~fîReã ä}änî*eãXã=Êã Si2ZBeã ÖZFeãoËæ

Perut bibir bawah dirapatkan dengan ujung gigi seri yang atas.

Ä X ÅDari makhroj ini keluar huruf fa’ .

b. Kedua bibir atas dan bawah bersama-sama. Jika kedua bibir tersebut tertutup rapat,

Ä h Å Ä å Åkeluarlah huruf mim dan ba’ . Ba’ lebih rapat daripada mim. Dalam kai-

dah dikatakan:

\äçËîmväæ o~&ZFeã o~æäi

Di antara kedua bibir dalam keadaan tertutup.
Jika terbuka, keluarlah huruf wawu. Dalam kaidah dikatakan:

0ä&Zmväæ o~&ZFeã o~æäi

Di antara kedua bibir dalam keadaan terbuka (agak merenggang).

ÄKeempat huruf di atas p À å À h À X Å disebut juga huruf Ç Ö}qZE Ç yang

artinya dua bibir.

5. Al-Khoisyum Ä hqF~6eã Å

Al-Khoisyum artinya aqshal anfi (pangkal hidung). Dari al-khoisyum ini keluar
satu makhroj, yaitu al-ghunnah (sengau/dengung) sehingga dari makhroj inilah keluar
semua bunyi dengung/sengau. Bunyi sengau ini terjadi pada:

Ä l Åa. Nun sakinah atau tanwin ketika dibaca idghom bighunnah, ikhfa’, dan ketika
nun itu bertasydid.

Ä h Åb. Mim sakinah ketika dibaca idghom (mitslain), ikhfa’ (syafawi), dan ketika

mim itu ditasydid.

Makhorijul Huruf

Semua tempat pada bacaan di atas mengeluarkan bunyi dari pangkal hidung.
U­ ntuk memastikan adanya bunyi yang betul-betul keluar dari pangkal hidung, cobalah
pijit hidung ketika mengucapkan bacaan-bacaan di atas. Apabila suara tertahan, berarti
benar bahwa bacaan itu mengeluarkan bunyi dari pangkal hidung. Namun, jika ada
suara yang keluar, berarti bukan al-khoisyum.

Dalam bukunya Tajwidul Qur’an Karim, Ustadz Isma’il memberikan catatan yang
bagus tentang makhroj al-khoisyum ini, beliau menjelaskan sebagai berikut.

“Al-Khoisyum sebenarnya bukan tempat keluar huruf (makhroj), tetapi karena dengung
itu ada hubungannya dengan huruf, ia disebut juga sebagai makhroj. Harus diketahui bahwa
semua huruf itu tidak boleh dikeluarkan dari/melalui hidung, seperti halnya orang sengau.

Demikianlah penjelasan tentang makhroj huruf dan pembagiannya. Untuk mem-
perjelas dan merangkum seluruh pembahasan dalam bab ini, kami tampilkan skema
dan gambar makhroj serta gambaran sederhana mengenai posisi masing-masing huruf
dalam makhroj-makhrojnya.

Skema Makhroj Huruf

Gambar Makhroj

10 Pemahaman BTQ SMA 1

Keterangan gambar:

1. Xq.eã / Rongga mulut | p ã
2. läBfeãûJ]ã / Pangkal lisan \ !
3. läBfeã�ûËAp / Tengah lisan | D ,
4. läBfeãX=Ê / Ujung lisan
5. läBfeã ÖYä1 / Pinggir lisan L
6. ä~fîReã ä}änî*eã X=Ê / Ujung gigi seri atas Í : (
7. 2ZBeã ä}änî*eã X=Ê / Ujung gigi seri bawah H > @
8. ä~fîReã ä}änî*eã dqIã / Pangkal gigi seri atas 8 É $
9. o~&ZFeã / Dua bibir å h p
10. Ö*îîfeã / Gusi-gusi d l <
11. ä~fReã @ã=Mvã / Geraham atas
12. 2Qvãcn<ã / Langit-langit atas
13. Õätfeã / Tekak (rongga kerongkongan)
14. _f2eãûm8ã / Tenggorokan bagian luar T 4
15. _f2eã ûËAp / Tenggorokan bagian tengah P 0
16. _f2eãûJ]ã /Tenggorokan bagian dalam x îs
17. hqF~6eã / Pangkal hidung h l
X18. Antara bibir bawah dan ujung gigi seri atas

Makhorijul Huruf 11

Gigi pada kebanyakan orang berjumlah 32, yang dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

Ä ä}änî*eã Å1. Gigi seri yaitu berjumlah 4 (empat) gigi yang berada di depan mulut. Dua

di atas dan dua di bawah.

2. Antara gigi seri dan gigi taring Ä$ä~Q äæ=eã Å, yaitu sebanyak 4 gigi yang berada di
belakang gigi seri.

3. Gigi taring Ä åä~mvã Å, yaitu 4 gigi di belakang gigi Ä$ä~Q äæ=eã Å

Ä @ã=Mvã Å4. Gigi geraham , yaitu sebanyak 20 gigi, 10 di atas dan 10 di bawah yang

dibagi lagi menjadi 3 (tiga) yaitu:

a. c1ãqNeã, yaitu 4 gigi di belakang åä~mvã
b. G1ãqËeã , yaitu 12 gigi yang masing-masing 3 di belakang c1ãqNeã
c. ;-ãqneã , yaitu 4 gigi di belakang sendiri.

Gambar Makhroj Huruf Beserta Latihan Membacanya

Ä ã ÅLetak lidah pada waktu mengucapkan huruf alif mad.
Ä p ÅLetak lidah pada waktu mengucapkan huruf wawu

mad.

Ä | ÅLetak lidah pada waktu mengucapkan huruf ya’

mad.

12 Pemahaman BTQ SMA 1

üLetak lidah pada waktu mengucapkan huruf hamzah ( ).
üLatihan membaca makhroj hamzah ( ):

xäæ ü ü ü
äzmã äz~zi lÒUã oi lüã lãlã pã

Letak lidah dan anak lidah pada waktu mengucapkan huruf

ha’ (îs ).
îsLatihan membaca makhroj ha’ ( ):

uîîæ îs îs îs
ätns ät~ti otUã oi ots os os qs

Letak lidah dan anak lidah ketika mengucapkan huruf ha’
(0).

0Latihan membaca makhroj ha’ ( ):
3æ 0 0 0

ä2n1 ä2~2i o2Uã oio21o1 o1 q1

Letak lidah dan anak lidah ketika mengucapkan huruf ‘ain

( P ).
PLatihan membaca makhroj ‘ain ( ):

Sæ P P P
äRnQ äR~Ri oRUã oi oRQoQoQ qQ

Makhorijul Huruf 13

TLetak lidah ketika mengucapkan huruf ghoin ( ).
TLatihan membaca makhroj ghoin ( ):

Wæ T T T
äVnU äV~Vi oVUã oi oVU oUoU qU

4Letak lidah ketika mengucapkan huruf kho’ ( ).
4Latihan membaca makhroj kho’ ( ):

7æ 4 4 4
ä6n5 ä6~6i o6Uã oi o65o5o5q5

\Letak lidah ketika mengucapkan huruf qof ( ).
\Latihan membaca makhroj qof ( ):

_æ \ \ \

ä^n] ä^~^i o^Uã oi o^] o] o] q]

!Letak lidah ketika mengucapkan huruf kaf ( ).
!Latihan membaca makhroj kaf ( ):

cæ ! ! !
äbna äb~biobUãoi obaoaoa qa

14 Pemahaman BTQ SMA 1

,Letak lidah ketika mengucapkan huruf jim ( ).
,Latihan membaca makhroj jim ( ):

/æ , , ,
ä.n- ä.~.io.Uãoio.-o-o- q-

DLetak lidah ketika mengucapkan huruf syin ( ).
DLatihan membaca makhroj syin ( ):

Gæ D D D
äFnEäF~FioFUãoioFEoEoE qE

|Letak lidah ketika mengucapakan huruf ya’ ( ).
|Latihan membaca makhroj ya’ ( ):

éæ | | |
ä~n} ä~îî~îî~io~îîUãoiGîî} o} o} q}

LLetak lidah ketika mengucapkan huruf dhod ( ).
LLatihan membaca makhroj dhod ( ):

Oæ L L L
äNnM äN~Ni oNîUã oi oNM oM oM qM

Makhorijul Huruf 15

dLetak lidah ketika mengucapkan huruf lam ( ).
dLatihan membaca makhroj lam ( ):

gæ d d d
wîîne wîî~fi ofîîUã oi ofe oeoe qe

lLetak lidah ketika mengucapkan huruf nun ( ).
lLatihan membaca makhroj nun ( ):

oæ l l l
änîîînm änîîî~ni onîîUã oi onîîmomom qm

<Letak lidah ketika mengucapkan huruf ro’ ( ).
<Latihan membaca makhroj ro’ ( ):

=æ < < <
ã=m< ã=}=il=îîUãoil<<l<l< p<

$Letak lidah ketika mengucapkan huruf ta’ ( ).
$Latihan membaca makhroj ta’ ( ):

#æ $ $ $
ä&înîî% ä&îîî~&i oî&îîUã oi o&îî% o% o% q%

16 Pemahaman BTQ SMA 1

8Letak lidah ketika mengucapkan huruf dal ( ).
8Latihan membaca makhroj dal ( ):

9æ 8 8 8
ã9m8 ã9}9i l9îîUãoi l88 l8 l8 p8

ÉLetak lidah ketika mengucapkan huruf tho’ ( ).
ÉLatihan membaca makhroj tho’ ( ):

Ìæ É É É
äËnÊ äË~Ëi oËîUã oi oËÊ oÊoÊ qÊ

>Letak lidah ketika mengucapkan huruf zain ( ).
>Latihan mengucapkan makhroj zain ( ):

?æ > > >
ã?îm> ã?}?i l?îîUã oi l>> l> l> p>

@Letak lidah ketika mengucapkan huruf sin ( ).
@Latihan membaca makhroj sin ( ):

Cæ @ @ @
äBnA äB~Bi oBîUãoi oBAoA oA qA

Makhorijul Huruf 17

HLetak lidah ketika mengucapkan huruf shod ( ).
HLatihan membaca makhroj shod ( ):

Kæ H H H
äJnI äJ~Ji oJîUã oioJIoI oI qI

(Letak lidah ketika mengucapkan huruf tsa’ ( ).
(Latihan membaca makhroj tsa’ ( ):

+æ ( ( (
ä*îîînî) ä*~îî*îi o*îîUã oi o*îî)o) o) q)

ÍLetak lidah ketika mengucapkan huruf zho’ ( ).

ÍLatihan membaca makhroj zho’ ( ):

Ðæ Í Í Í

äÏnîîÎ äÏ~ÏioÏîUã oi oÏÎoÎoÎ qÎ

:Letak lidah ketika mengucapkan huruf dzal ( ).
:Latihan membaca makhroj dzal ( ):

;æ : : :
ã;m: ã;};il;îîUãoi l:: l:l: p:

18 Pemahaman BTQ SMA 1

XBentuk kedua bibir ketika mengucapkan huruf fa’ ( ).
XLatihan membaca makhroj fa’ ( ):

[æ X X X
äZnîîY äZ~ZioZîUãoioZYoYoY qY

pBentuk kedua bibir ketika mengucapkan huruf wawu ( ).
pLatihan membaca makhroj wawu ( ):

qæ p p p
ãqîîmp ãq}qi lqîUãoilpplplp pp

hBentuk kedua bibir ketika mengucapkan huruf mim ( ).
hLatihan membaca makhroj mim ( ):

kæ h h h
äjîîni äjîî~jiojîîUãoi ojioi oiqi

åBentuk kedua bibir ketika mengucapkan huruf ba’ ( ).
åLatihan membaca makhroj ba’ ( ):

èæ å å å
äçînîîæ äçîî~îîçioçîîUãoi oçîîæoæoæ qæ

Makhorijul Huruf 19

Tips Doa Mohon Keselamatan

o}=Yäbeã hq^eã oi c&M=æ än.mp GjeäÏeã hq^e Ön&Y änfR.% v änæ<ÁÁÁ

Artinya:

“... Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah
bagi kaum yang zalim, �d�a�n��se�l�a�m��a�tk�a�n��la�h��k�a�m��i�d�e�n�g�a��n�r�a�h�m��a�t�-M��u�
dari o��r�a�n�g�-�o�r�a�n�g��k���a��f��i�r.” (Q.S. Yuunus/10: 85-86)

Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman setelah
mereka menyaksikan kemukjizatan Nabi Musa a.s. di hadapan
Fir’aun. ­Ketika itu, kaum Nabi Musa a.s. yang terdiri atas pemuda-
pemuda dalam ­ keadaan takut jika Fir’aun dan pemuka-pemukanya
akan menyiksa mereka. Kemudian pada waktu itu pula Nabi Musa
a.s. memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menye­
rahkan sepenuhnya urusan itu kepada Allah Swt., seraya berdoa
dengan lafal doa di atas.

Khazanah

Adab Membaca Al-Qur’an

Imam al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddiin dan Imam Jalaluddin asy-Syuyuti
dalam kitabnya Al-Itqan fii Ulumil Qur’an merumuskan beberapa adab atau tata krama
dalam membaca Al-Qur’an berikut ini.

1. Bersuci sebelum membaca Al-Qur’an.

Imam Nawawi dalam At-Tibyan mengatakan bahwa menurut ijma’ ulama, berwudhu
sebelum membaca Al-Qur’an hukumnya sunnah. Sedangkan, jika tidak berwudhu,
menurut Imam Haramain tidak makruh, hanya saja meninggalkan keutamaan. Jika
­tidak ditemukan air, boleh dengan cara tayamum. Orang junub dan haid tidak boleh
membacanya, kecuali untuk kepentingan belajar dan zikir atau tahaffuzh (hafalan).
­Sebaliknya, hal itu menurut Imam Malik diperbolehkan.

2. Membaca Al-Qur’an dengan tangan kanan atau dengan kedua tangannya.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an tampak
sangat mulia dibanding dengan benda-benda lain. Jika membawanya untuk berjalan,
diapit di dada oleh kedua tangannya.

3. Membaca di tempat yang bersih.

Misalnya, rumah, mushola, masjid, atau tempat lain yang dinilai bersih. Tempat yang
bersih tidak hanya secara hissiyah, misalnya tidak terkena najis, melainkan juga bersih
dalam arti maknawiyah, yaitu dibaca di tempat yang suci dan terhindar dari tempat-
tempat maksiat.

20 Pemahaman BTQ SMA 1

4. Menghadap kiblat.
Hal ini bukan sebuah kewajiban, tetapi hanya sebuah anjuran, sebagaimana ketika

mengerjakan shalat, hendaknya berpakaian yang sopan, bersih dan suci. Bahkan, jika
perlu, menggunakan minyak wangi agar menambah ketenangan dan kesenangan dalam
membaca Al-Qur’an.
5. Dibaca dengan rasa khusyuk, tenang, dan niat yang ikhlas.
Hal itu ditempuh dengan berbagai jalan, yaitu menyucikan hadats terlebih dahulu,
kemudian bersiwak untuk membersihkan gigi, menghilangkan rasa riya’, membaca
s­ eakan-akan Allah SWT melihatnya, serta dibaca sesuai dengan ketentuan tajwidnya
dan tidak tergesa-gesa.
6. Diawali dengan bacaan ta’awudz dan basmalah agar terhindar dari godaan setan dan
menuju pada perbuatan yang diridai Allah SWT.
7. Dibaca dengan suara nyaring, merdu, dan enak didengar sehingga dapat menarik minat
membaca bagi dirinya dan juga orang yang mendengarkan.
8. Jangan membaca Al-Qur’an dengan melakukan aktivitas lain, misalnya berbicara atau
main-main saat membaca Al-Qur’an.
9. Hendaklah membaca Al-Qur’an dengan istiqomah atau kontinu walaupun pada setiap
harinya hanya satu maqra’.

Makhorijul Huruf 21

Latihan Soal

A. Berilah tanda silang (×) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling
benar!

Ä Xq.eã Å1. Al-Jauf termasuk salah satu tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah, yang

mempunyai arti ....

a. kerongkongan d. rongga

b. pangkal hidung e. lidah

c. dua bibir

2. Pangkal hidung di dalam istilah Arab disebut ....

a. Al-Jauf Ä Xq.eã Å d. Al-Halq Ä _f2eã Å
e. Asy-Syafatain Ä G&ZFeã� Å
b. Al-Lisan Ä läBfeã Å
c. Al-Khoisyum Ä hqF~6eã Å

Ä G&ZFeã� Å3. Menurut arti bahasa Arab, kata asy-syafatain mempunyai arti ....

a. kerongkongan d. dua bibir

b. pangkal hidung e. rongga

c. lidah

4. Istilah kata al-halq Ä _f2eã Å mempunyai arti ....
a. kerongkongan d. rongga

b. pangkal hidung e. dua bibir

c. lidah

Ä 0 Å Ä P Å5. Makhroj (tempat keluarnya huruf) ha’ dan ‘ain berada di ....

a. tengah tekak d. pangkal rongga selepas daripada mulut

b. tenggorokan e. lidah

c. ujung rongga (ke arah pangkal dada)

Ä 4 Å Ä T Å6. Huruf kho’ dan ghoin makhrojnya (tempat keluarnya huruf) terletak ....

a. di tengah tekak d. di pangkal rongga selepas daripada mulut

b. di tenggorokan e. di dua bibir

c. di ujung rongga (ke arah pangkal dada)

22 Pemahaman BTQ SMA 1

Ä x Å Ä îs Å7. Adapun huruf hamzah dan ha’ makhrojnya (tempat keluarnya huruf) ialah

....

a. tengah tekak d. tenggorokan

b. ujung rongga (ke arah pangkal dada) e. pangkal rongga selepas daripada mulut

c. dua bibir

8. Istilah kata Ç Xp=2eã,<ä6i Ç berasal dari kata dasar Ç ,=5 Ç yang mempunyai arti
....

a. masuk d. keluar

b. datang e. pergi

c. kembali

9. Kelompok huruf yang makhroj (tempat keluarnya huruf) di tenggorokan adalah ....

a. ha’, kho’, ‘ain, dhod, ba’ Ä 0 À 4 À P ­ À L ­ À å Å

b. ha’, kho’, ‘ain, ghoin, hamzah, ya’ Ä 0 À 4 À P ­ À T ­ À x À | Å

c. ha’, kho’, ‘ain, ghoin, sin, syin Ä 0 À 4 À P ­ À T ­ À @ À D Å

d. ha’, kho’, ‘ain, ghoin, hamzah, ha’ Ä 0 À 4 À P ­ À T ­ À x À îs Å

e. ba’, ha’, kho’, ‘ain, ghoin, dal Ä å À 0 À 4 À P ­ À T ­ À 8 Å

10. Huruf-huruf yang keluar dari kedua bibir adalah ....

a. qof, wawu, lam Ä \ À p À d Å d. sin, syin, kaf Ä @ À D À ! Å

b. fa’, mim, ba’, wawu ÄX ÀhÀåÀpÅ e. ha’, kho’, ta’, kaf Ä 0 À4 À$ À! Å

c. nun, lam, kaf, ba’ Ä l À d À ! À å Å

11. Huruf-huruf yang dihasilkan oleh pangkal hidung adalah ....

a. mim tasydid Ä h Å, nun tasydid Ä l Å d. fa’, ba’, ta’ Ä X À å À $ Å

b. lam, qof, kaf Ä d À \ À ! Å e. wawu, ta’, ba’ Ä p À $ À å Å

c. ha’, kho’, lam Ä 0 À 4 À d Å

12. Huruf yang keluar dari pangkal lidah, tetapi agak keluar sedikit dari makhroj huruf qof

Ä \ Å adalah ....

a. lam Ä d Å d. syin Ä D Å

b. dal Ä 8 Å e. kaf Ä ! Å

c. ba’ Ä å Å

Makhorijul Huruf 23

13. Huruf yang dibunyikan dengan cara tengah lidah dan agak menekan langit-langit mulut
adalah ....

a. ya’, lam, kaf Ä | À d À ! Å d. jim, syin, ya’ Ä , À D À | Å

b. ta’, ba’, ya’ Ä $ À å À | Å e. fa’, kaf, syin Ä X À ! À D Å

c. ha’, kho’, dal Ä 0 À 4 À 8 Å

14. Ketika ujung lidah ditempelkan ke gusi atas, huruf yang dikeluarkan adalah ....

a. lam Ä d Å d. kaf Ä! Å

b. qof Ä \ Å e. ba’ Ä å Å

c. kho’ Ä 4 Å

15. Tepi lidah kanan atau kiri yang diarahkan ke gigi geraham atas sehingga mulut tampak
monyong, mengeluarkan huruf ....

a. dhod Ä L Å d. shod ÄH Å

b. dal Ä 8 Å e. kho’ Ä 4 Å

c. ghoin Ä T Å

16. Huruf hijaiyah yang tempat keluarnya huruf terletak pada lidah ada ....

a. 18 huruf d. 15 huruf

b. 12 huruf e 20 huruf
c. 10 huruf

17. Kesalahan dalam pengucapan huruf bisa berdampak pada perubahan ....

a. harokat d. bacaan

b. makna e. maksud
c. perintah

18. Tujuan mempelajari makhorijul huruf adalah ....
a. agar bisa mengucapkan huruf dengan benar d. agar bisa membaca

b. agar bisa menghafal e. agar bisa mengartikan
c. agar bisa fasih membaca

19. Arti dari makhorijul huruf adalah ....

a. tempat keluarnya huruf-huruf d. tempat keluarnya bunyi

b. tempat keluarnya suara e. keluarnya kata
c. keluarnya ucapan

24 Pemahaman BTQ SMA 1

20. Secara global makhorijul huruf terdapat dalam ... tempat.

a. 3 d. 4

b. 6 e. 5

c. 2

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan baik dan benar!
1. Apa yang dimaksud makhorijul huruf? Jelaskan!
2. Mengapa saat membaca Al-Qur’an kita harus memperhatikan makhorijul huruf?
3. Sebutkan tiga tempat keluarnya huruf hijaiyah lengkap dengan hurufnya!
4. Berilah penjelasan tempat keluar huruf hijaiyah di bawah ini!

b. Qof Ä \ Å
c. Jim Ä,Å
d. Shod ÄH Å
e. Dhod ÄL Å
f. Ba’ Ä å Å

5. Sebutkan huruf-huruf yang keluar dari rongga mulut!

2Pelajaran

Hukum Bacaan Nun Sukun (l)
dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)

Sumber : www.edukasi.compasiana.com

Gambar 2.1

Ilmu tajwid adalah bagian dari ilmu Al-Qur’an yang memiliki
arti penting dan menjadi pelajaran wajib dalam studi Al-Qur’an.
Dalam ilmu tajwid akan diketahui secara detail tentang bacaan yang
benar dan hukum-hukumnya. Hal mendasar yang selalu ditampilkan
dalam setiap mushaf Al-Qur’an adalah tentang hukum bacaan “nun

sukun” (l) dan “tanwin” (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî).

Standar Kompetensi
Memahami dan menerapkan hukum bacaan nun mati (sukun) dan tanwin.

Kompetensi Dasar

2.1. Menunjukkan dan menjelaskan hukum bacaan nun mati (sukun) dan tanwin.

2.2. Membedakan hukum bacaan nun mati (sukun) dan tanwin.

2.3. Menerapkan hukum bacaan nun mati (sukun) dan tanwin� dalam bacaan s­u��r�a�h��-
surah pendek.

26 Pemahaman BTQ SMA 1

A. Pengertian Hukum Nun Mati/Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)
Nun mati/sukun adalah huruf nun yang tidak berharokat, baik fathah, kasroh, mau-
pun dhommah. Nun mati/sukun bisa terletak pada kalimat isim, fi’il maupun, huruf, bisa
juga terletak di tengah kalimat atau ujung kalimat. Keberadaan nun mati/sukun akan
selalu nyata, baik dalam bentuk tulisan, pengucapan, washol, maupun waqof. Maksud-
nya nyata terdengar suara (bunyi) nunnya.

Ä#}qJ&eãÅTanwin menurut bahasa adalah at-tashwiit , artinya suara seperti ­kicauan

burung. Sedangkan, menurut istilah ialah:

äZî]pp äË5 u]<äZ)p wIpp äÏZe kAvã =5ã _2f% ÖnaäAlqm

Nun mati/sukun yang terdapat pada akhir isim yang tampak dalam bentuk suara dan
ketika washol, tidak dalam penulisan dan pada saat waqof.

Contoh dalam hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tanwin Tanda Suara Contoh
Fathahtanwin an
Kasrohtanwin îîîî––˜˜îîîî in äæ ä&îa
Dhommahtanwin –î un å ä&îa
å ä&îa

B. Perbedaan Hukum Nun Mati/Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)
Perbedaan pokok antara nun mati/sukun dan tanwin ialah:

äZî]pp wIpp äÏZep äË5#ç*î% ÖnaäBeãlqneã

Nun mati/sukun tetap nyata dalam penulisan maupun pengucapan, baik ketika washol

maupun waqof.

äZî]pvp wIpp äÏZep äË5#ç*î% umäY o}qn&eã

(Sedang) tanwin tetap nyata (terdengar) dalam pengucapan dan ketika washol, tidak

dalam penulisan maupun waqof.

C. Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)

Hukum nun mati/sukun (l) dan tanwin (îîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)
îîîîî–îîîîîîîî˜lHukum nun mati/sukun ( ) dan tanwin (
) jika bertemu dengan salah satu

huruf hijaiyah mempunyai empat hukum bacaan berikut.

1. Izhar halqi

2. Idghom bighunnah

3. Idghom bila ghunnah

Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 27

4. Iqlab
5. Ikhfa’

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîîl1. Manakala ada nun sukun ( ) atau tanwin ( ) bertemu dengan salah

satu huruf halqi (x À s À0 À4 ÀP ÀT ) yang enam, yakni hamzah, ha’, ha’, kha’,

‘ain, dan ghoin. Hukum bacaannya disebut “izhar halqi” (û^f1<ätÎã).

Cara membacanya harus dibaca terang atau jelas sebab bertemu dengan huruf
halqi.

Contoh:

Perhatikan tabel di bawah ini!

No lNun Sukun ( ) Cara Membacanya
Potongan Ayat
Ket. Bacaan

1 oB1ã oip lNun sukun ( ) bertemu huruf alif/hamzah Waman-ahsana
lNun sukun ( ) bertemu huruf ha’ Min-hum
2 ktni lNun sukun ( ) bertemu huruf ha’ Watan-hituun
3 lq&2n%p lNun sukun ( ) bertemu huruf kho’ Min-khalfihim
4 ktZf5oi lNun sukun ( ) bertemu huruf ‘ain An-‘amta
5 #jRmã lNun sukun ( ) bertemu huruf ghoin Fasayun-ghidhuun

6 lqNVn~BY



No Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî)

Potongan Ayat Ket. Bacaan Cara Membacanya
‘adzaaban-aliimaa
1 äj~eãäæ ã;Q î–îtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf
kullan-hadainaa
alif/hamzah
‘aliiman-hakiima
2 än}9sga î–îtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf
qiradatan-khoosi-iin
ha’

3 äj~b1äj~fQ î–îtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf

ha’

4 GzAä5Õ8=] î–îtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf

kho’

28 Pemahaman BTQ SMA 1

5 r9nQÕ8ätE îî–îîtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf syahaadatan-
6 ú;eãRUvq] ‘indahuu
7 9B1ã:ã9Aä1 ‘ain
8 ã9skfQ
9 u^f5{~E îî–îîtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf qoulan-ghoirolladzii
10 9~n1g.Ræ
11 k~fQ {~E ghoin
12 Ð~fU åã;Q
13 k~eã åã;Q îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf haasidin-idzaa hasad
14 qs Öt-p
15 k~f1<qZU alif/hamzah
16 Õ=Aä5 Õ=a
17 kt~fQ xãqA îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf ‘ilmin-hudaa
18 RU =-ã
ha’

îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf syai-in-kholaqoh

kha’

îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf bi‘ijlin-haniid

ha’

îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf syai-in-‘aliim

‘ain

îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf ‘adzaabin-gholiizh

ghoin

–tanwin/dhommatain ( ) bertemu ‘adzaabun-aliim

huruf alif/hamzah

–tanwin/dhommatain ( ) bertemu huruf wijhatun-huwa

ha’

–tanwin/dhommatain ( ) bertemu huruf ghafuurun-haliim

ha’

–tanwin/dhommatain ( ) bertemu huruf karrotun-khoosiroh

kha’

–tanwin/dhommatain ( ) bertemu huruf sawaa-un-‘alaihim

‘ain

–tanwin/dhommatain ( ) bertemu huruf ajrun-ghoiir

ghoin

Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 29

Keterangan:

<ätÎãIzhar ( ) artinya menerangkan atau menjelaskan.

û^f1Halqi ( ) artinya kerongkongan.

Huruf yang enam itu disebut huruf halqi karena makhrojnya atau tempat ke-

luar suara dari mulut ada pada kerongkongan atau tenggorokan.

Secara teoretis, pengucapan izhar yang baik adalah dengan mengucapkan
h­ uruf nun mati/sukun dan tanwin sesuai dengan makhroj dan sifat yang ­dimilikinya,
k­ emudian diiringi pengucapan huruf izhar juga sesuai dengan makhroj dan sifat-
nya.

Pengucapannya berlangsung dengan lunak tanpa terputus antara kedua ­huruf,
tetapi tidak pula tercampur hingga keluar suara baru mirip qolqolah. Masing-
­masing huruf diucapkan sesuai ketentuannya dengan lembut tanpa dipaksa.

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîîl2. Apabila ada nun sukun ( ) atau tanwin ( ) bertemu dengan salah

qjn}| À l À h À psatu dari huruf: ya’, nun, mim, wawu (
) atau disingkat menjadi ,

hukum bacaannya disebut “idghom bighunnah” (unVæ häU8ã ).

häU8ãIdghom ( ) artinya memasukkan atau mentasydidkan.

åBi ( ) artinya dengan.

unUGhunnah ( ) artinya mendengung.

Jadi, cara membacanya harus dimasukkan atau ditasydidkan ke dalam salah satu
huruf yang empat itu dengan suara mendengung.

Contoh:

Perhatikan tabel di bawah ini!

No lNun Sukun ( ) Cara Membacanya
Potongan Ayat
Ket. Bacaan

1 gjR} ojY lnun sukun ( ) bertemu huruf ya’ famay-ya‘mal

2 =çJm oe lnun sukun ( ) bertemu huruf nun lan-nashbiro
3 uf*i oi mim-mitslihi
4 éep oi lnun sukun ( ) bertemu huruf mim miwwaliy-yin
lnun sukun ( ) bertemu huruf wawu

30 Pemahaman BTQ SMA 1

No Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) Cara Membacanya
Potongan Ayat
Ket. Bacaan

1 r=}ã R5 îî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf khoiroy-yaroh

ya’

2 Õ=2m äiäÏQ îî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf ‘izhooman-nahiroh

nun

3 ÖMqRæ w*i îî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf matsalam-
ba‘uudhoh
ba’

4 éBmp w*i îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf matsalaw-wanasiya

wawu

5 GIq} Ö~Ip îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf washiyyatiy-yuushiin

ya’

6 =bm {~E1ã îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf ilaa syai-in-nukur

nun

7 ktnbi l=] îî–îîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf qornim-

mim makkannaahum

îî–îî8 hä1vpÖf~Ip washiilatiw-
tanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf walaahaamin
wawu
hayaatuy-yaa-ulil
îî–îîî9 ) bertemu albaab
åäçevãéepä} Õq~1 tanwin/dhommatain (
huruf ya’ hiththotun-naghfiru
lakum
10 kbe=ZVm ÖË1 îîî–îîîtanwin/dhommatain ( ) bertemu
wa-ajalum-
huruf nun musamma

11 ûjBi g-ãp îîî–îîîtanwin/dhommatain ( ) bertemu muthohharotuw-
wahum
huruf mim

12 ksp Õ=tËi îîî–îîîtanwin/dhommatain ( ) bertemu

huruf wau

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîîlJika nun sukun ( ) atau tanwin ( ) bertemu dengan salah satu huruf

yang empat tersebut di dalam satu perkataan atau kalimat, tidak dibaca idghom dan

tidak ditasydidkan, bahkan harus dibaca terang atau jelas, layaknya bacaan izhar

( <ätÎã) sehingga disebut izhar wajib (è-ãp <ätÎã ).

Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 31

Contoh : lNun Sukun ( ) Cara Membacanya
No
Ket. Bacaan
Potongan Ayat

1 lãqn] lNun sukun ( ) bertemu huruf wawu qinwaanun

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîîl3. Apabila ada nun sukun ( ) atau tanwin ( ) bertemu dengan salah

d <satu dari huruf lam ( ) atau ro’ ( ), hukum bacaannya disebut idghom bila

­ghunnah (unU wæhäU8ã ).

häU8ãIdghom ( ) artinya memasukkan atau mentasydidkan.

unU wæBila ghunnah ( ) artinya dengan tidak mendengung.

dCara membacanya adalah dengan mengidghomkan nun atau tanwin pada lam ( )

<dan ro’ ( ), tetapi tanpa mendengung.

Contoh:

No lNun Sukun ( ) Cara Membacanya
Potongan Ayat
Ket. Bacaan

1 lqjfR} vobep lnun sukun ( ) bertemu huruf lam walaakillaaya‘lamuun
2 ktæ< oi lnun sukun ( ) bertemu huruf ro’ mirrobbihim

No Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) Cara Membacanya
Potongan Ayat rizqollakum
Ket. Bacaan
tawwaabarrohiima
1 kbeä]>< îîîî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu
zhulumaatil-
huruf lam laayubshiruun

2 äj~1<äæãq% îîîî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu

huruf ro’

îîîî–îîîî3
lp=Jç}v#jfÎ tanwin/kasrotain ( ) bertemu
huruf lam

32 Pemahaman BTQ SMA 1

4 ä]><Õ=j) îîîîî–îîîîîtanwin/kasrotain ( ) bertemu tsamarotirrizqoo

huruf ro’

5 kbe R5 îîîîî–îîîîîtanwin/dhommatain ( ) bertemu khoirullakum
6 k~1<<qZU
huruf lam

îîîîî–îîîîîtanwin/dhommatain ( ) bertemu ghofuururrohiim

huruf ro’

4. Apabila ada nun sukun (l ) atau tanwin (îîîîî–îîîîîî�î–îîîîî�î–îîîîîîî) bertemu dengan huruf
å åw]ãba’ ( ), hukum bacaannya disebut iqlab (
).

åw]ãIqlab ( ) artinya membalik atau menukar.

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîîlTegasnya huruf nun sukun ( ) atau tanwin ( ) ketika bertemu ­dengan

å hba’ ( ), cara membacanya dengan dibalik atau ditukar menjadi mim ( ).
C­ aranya, merapatkan dua bibir disertai mendengung yang keluar dari pangkalan

hidung, kemudian ditahan sejenak kira-kira dua ketukan sebagai tanda bahwa di

åw]ãsana terdapat hukum iqlab ( ).

åw]ãAda tiga alasan yang dikeluarkan oleh jumhur ulama tentang bacaan iqlab ( )

berikut ini.

a. Huruf nun sukun (l ) dan tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) mengandung ghunnah

unU å( ), sedangkan untuk mengucapkan huruf ba’ ( ), bibir harus tertutup

sehingga akan mengakibatkan terhalangnya ghunnah apabila dibaca dengan

izhar (<ätÎã).

b. Antara huruf nun sukun (l )/tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) dan huruf ba’ ( å )
berbeda makhroj dan sifat. Oleh karena itu, ia tidak memenuhi syarat untuk

dibaca idghom( häU8ã).

xäZ5ãc. Apabila dibaca dengan ikhfa’ ( ) juga tidak mungkin karena masih

­berada di antara izhar (<ätÎã) dan idghom( häU8ã).
Dengan demikian, cara yang baik adalah dengan menukar huruf nun mati/sukun

atau tanwin dengan huruf mim. Di samping huruf mim mempunyai sifat yang

sama dengan nun, yakni ghunnah, juga karena makhroj keduanya sama dengan

ba’ ­sehingga pengucapannya menjadi mudah dan sifat ghunnahnya tidak menjadi

hilang.

Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 33

Contoh:

No lNun Sukun ( ) Cara Membacanya
Potongan Ayat mim-ba‘di
Ket. Bacaan

1 9Ræ oi lnun sukun ( ) bertemu huruf ba’

No Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) Cara Membacanya
Potongan Ayat
Ket. Bacaan

1 äjæã9æã îîî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu huruf abadam-bimaa

ba’

3 #n~æ#}ã îîî–îîîtanwin/kasrotain ( ) bertemu huruf aayaatim-bayyinaat

ba’

îîîî–îîîî5 ) bertemu bashiirum-bimaa
lqfjR}äjæ=~Jæ tanwin/dhommatain ( ya‘maluun
huruf ba’

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîl5. Apabila ada nun sukun ( ) atau tanwin ( ) bertemu dengan salah satu

dari huruf yang 15, sebagaimana tersebut di bawah ini, hukum bacaannya disebut

ikhfa’ haqiqi (_~^1xäZ5ã).

xäZ5ãIkhfa’ ( ) artinya menyamar atau menyembunyikan.

_~^1Haqiqi( ) artinya sungguh-sungguh atau benar-benar.

Cara membacanya adalah samar-samar antara izhar ( <ätÎã ) dan idghom ( häU8ã ).
Artinya, harus terang, tetapi disambung dengan huruf yang lain di mukanya ­dengan

mendengung.

Huruf yang 15 itu ialah ! À \ À X À Í À É À L À H À D À @ À> À : À 8 À
, À( À $.

û^f1<ätÎãHuruf-huruf itu ialah semua huruf hijaiyah, selain dari huruf izhar halqi ( ),

idghom bighunnah( unVæhäU8ã ), idghom bila ghunnah (unU wæhäU8ã ), dan iqlab
(åw]ã ).

îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîlCara membacanya adalah suara nun sukun ( ) atau tanwin ( ) masih

tetap terdengar, tetapi samar antara izhar (<ätÎã) dan idghom (häU8ã) serta terus

bersambung dengan huruf di depannya sehingga terdengar beberapa suara, antara
lain berikut ini.

34 Pemahaman BTQ SMA 1

a. Suara “ng” jika bertemu ( ! \ X Í > ).

D @ : (b. Mirip suara“ny” dan “ng” jika bertemu ( ).

,c. Ada kalanya seperti “ny” jika bertemu jim ( ).

l É L 8d. Tetap berbunyi huruf nun ( ) jika bertemu dengan huruf-huruf (

$ ).

Contoh:

No lNun Sukun ( ) Cara Membacanya
Potongan Ayat
Ket. Bacaan

1 ãqfzB% lã lnun sukun ( ) bertemu huruf ta’ an-tas-aluu
2 r=j) oi lnun sukun ( ) bertemu huruf tsa’ mingtsamarihi
3 Pq- oi lnun sukun ( ) bertemu huruf jim minyjuu‘in
4 ufeã 9nQ lnun sukun ( ) bertemu huruf dal ‘in-dallaahi
5 û&}<: oi lnun sukun ( ) bertemu huruf dzal minydzurriyyatii
6 c~eã äne?mã lnun sukun ( ) bertemu huruf zain angzalnaa ilaika
7 uZA oi lnun sukun ( ) bertemu huruf sin manysafiha
8 ufeã=yäRE oi lnun sukun ( ) bertemu huruf syin minysya‘aa-irillaah
9 lp=Jn} lnun sukun ( ) bertemu huruf shod yun-shoruun
10 8qNni lnun sukun ( ) bertemu huruf dhod man-dhuudin
11 ã=tËmã lnun sukun ( ) bertemu huruf tho’ an-thohhiraa
12 lp=Ïn} lnun sukun ( ) bertemu huruf zho’ yungzhoruun
13 kbBZmã lnun sukun ( ) bertemu huruf fa’ angfusikum
14 gç]oi lnun sukun ( ) bertemu huruf qof mingqoblu
15 k&nalã lnun sukun ( ) bertemu huruf kaf ingkuntum

No Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîî)

Potongan Ayat Ket. Bacaan Cara Membacanya
fariiqan-taqtuluun
1 lqf&^% ä^}=Y îî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu

huruf ta’

Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 35

2 Z äR~j- îî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu jamii’anytsumma
3 o}<äç- äiq] qaumanyjabbaariin
4 ä]äs8 äAýap huruf tsa’ waka’sandihaaqoo
5 Öæ=^iã:äj~&} yatiimanydzaamaqrobah
6 ä^e> ã9~RI îî–îîîtanwin/fathatain ( ) bertemu sho‘iidangzalaqoo
7 äjfA äjfA salaamanysalaamaa
8 ã9}9E äæã;Q huruf jim ‘adzaabanysyadiidaa
9 ã9RI äæã;Q ‘adzaabansho‘adaa
10 äZRM äæã;Q îî–îîîtanwin/fathatain �(� )�b�e�r�t�e�m��u� ‘adzaabandhi‘faa
11 äç~Ê wf1 halaalanthoyyibaa
12 gÎ w*i huruf dal matsalangzholla
13 ofY än}8 diinangfalan
14 w~f] änj) îî–îîîtanwin/fathatain �(� )�b�e�r�t�e�m��u� tsamanangqoliilaa
15 ãp=Za äiq] qaumangkafaruu
16 |=.% l9Q huruf dzal ‘adnin-tajriy
17 Zåã=% oi minturoobinytsumma
îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf zain

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf sin

îî–îîîtanwin/fathatain (�� )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf syin

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf shod

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf dhod

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf tha’

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf zho’

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf fa’

îî–îîîtanwin/fathatain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf qof

îî–îîîtanwin/fathatain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf kaf

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf ta’

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf tsa’

36 Pemahaman BTQ SMA 1

18 änfR- gbe îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u� likullinyja‘alnaa
19 #-<8gbe likullindarojaatun
20 +f) |:gÎ huruf jim zhillinydziitsalaatsi
21 o-p> ÖtaäY faakihatingzaujaan
22 ãqA Öjfa îî–îîîtanwin/fathatain ( )�b�e�r�t�e�m��u� kalimatinysawaa
23 äz~E CZm nafsinysyaiaa
24 9}9I xäioi huruf dal mimmaa-inshodiidin
25 <äM {~E syai-indhoorin
26 ä]äçÊ $qjA îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u� samaawaatinthibaaqoo
27 ãqjeäÎ hq] qoumingzholamuu
28 ufeãläY {~E oi huruf dzal minsyai-ingfainnallaaha
29 Öfç] Sæä&æ bitaabi‘ingqiblatan
30 Rça gfM îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u� dholaalingkabiir
31 ÒB% ÖnB1 hasanatuntasu’
32 è]ä) åätE huruf zain syihaabunytsaaqibun
33 Ö}<ä- GQ ‘ainunyjaariyah
îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf sin

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf syin

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf shod

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf dhod

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf tho’

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf zho’

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf syin

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf qaf

îî–îîîtanwin/kasrotain ( )�b�e�r�t�e�m��u�

huruf kaf

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf ta’

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf tsa’

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf jim

Hukum Bacaan Nun Sukun (l) dan Tanwin (îîîîî–îîîîî–îîîîîî–îîîîî) 37

34 Ö~mã8 lãqn] tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî) qinwaanundaaniyah
35 hä^&neãp: ?}?Q ‘aziizunydzuntiqoom
36 ue o}> k~fQ bertemu huruf dal ‘aliimungzuyyinalahu
37 kte äA ,qY faujunysa-alahum
38 9}9E åã;Q tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî) ‘adzaabunysyadiidun
39 xã=ZI Õ=^æ baqorotunshofroou
40 äZRM Ö}<: bertemu huruf dzal dzurriyyatundhu‘afaa
41 lqUäÊ hq] qaumunthooghuuna
42 ktY éjQ tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî) ‘umyungfahum
43 #f59] Öiã ummatungqodkholat
44 Öfiäa Õ=FQ bertemu huruf zain ‘asyarotungkaamilah

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf sin

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf syin

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf shod

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf dhod

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf tho’

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf fa’

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf qaf

tanwin/dhommatain (îîîîî–îîîîî)

bertemu huruf kaf

Tingkat-Tingkat Bacaan Ikhfa’

Makhroj nun (bunyi nun pada tanwin) dengan makhroj kelima belas huruf ikhfa’
berbeda-beda sehingga karakteristik suara ikhfa’ yang dihasilkan dari masing-­masing
huruf ikhfa’ juga berbeda-beda. Oleh karena itu, hukum ikhfa’ dibagi menjadi tiga
­bagian berikut ini.

a. Ikhfa’ ab‘ad Ä9Rîîæ vã xäZ5vã Å
b. Ikhfa’ aqrob Äå=] vã xäZ5vã Å
c. Ikhfa’ ausath ÄËAp vã xäZ5vã Å

38 Pemahaman BTQ SMA 1

a. Ikhfa’ ab‘ad Ä9Rîîæ vã xäZ5vã Å
9RîîæIkhfa’ ab‘ad artinya paling jauh, berasal dari kata “ “. Ikhfa’ ab‘ad terjadi

apabila nun mati/sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari dua huruf ikhfa’,
yaitu qof dan kaf.

Dinamakan ikhfa’ ab‘ad karena nun mati/sukun atau tanwin bertemu dengan huruf
yang jarak makhroj nun (bunyi nun pada tanwin) paling jauh. Di antara kelimabelas
huruf ikhfa’ yang paling jauh dari nun adalah huruf qof dan kaf karena berasal dari
aqshol lisan (pangkal lidah).

Pada waktu mengucapkan hukum ikhfa’, suara dengungnya (ghunnah) lebih lama.
Berikut contoh-contoh bacaan ikhfa’ ab‘ad adalah sebagai berikut.

gç]oi w~f]änj) Ç \
k&nalã ãp=Zaäiq] Ç !

b. Ikhfa’ Aqrob Äå=] vã xäZ5vã Å
å=]Aqrob artinya dekat, berasal dari kata “ “. Ikhfa’ aqrob terjadi apabila nun mati/

8 À É À $.sukun atau tanwin menghadapi salah satu dari tiga huruf ikhfa’ berikut:

Dinamakan ikhfa’aqrob karena nun mati/sukun atau tanwin bertemu dengan huruf yang
jarak makhrojnya paling dekat dengan makhroj nun. Di antara kelimabelas huruf ikhfa’,
huruf yang paling dekat makhrojnya adalah ta’, tho’, dan dal karena berasal dari ushuuluts
tsanaayal ulyaa (pangkal gigi seri atas). Sedangkan, makhroj nun berada di atasnya sedikit,
yaitu pada lahmatul asnaan (gusi-gusi atau daging tempat tumbuhnya gigi seri atas).

Pada waktu mengucapkan huruf ikhfa’ aqrob ini, bacaan ikhfa’nya lebih pendek
daripada ghunnahnya.

Contoh-contoh bacaan ikhfa’ aqrob:

|=.%l9Q Ç$
ã=tËmã Ç É

#-<8gbe Ç 8

c. Ikhfa’ Ausath ÄËAp vã xäZ5vã Å
ËApAusath artinya pertengahan, berasal dari kata “ “. Ikhfa’ ausath terjadi apabila nun

mati/sukun atau tanwin menghadapi salah satu sepuluh huruf ikhfa’ di bawah ini.

X ÀÍ ÀL ÀH ÀD À@À > À : À,À(


Click to View FlipBook Version