5Pelajaran
Hukum Bacaan Mim Mati/
Sukun
Sumber : www.belajarbacaal-qur’an.com
Gambar 5.1
Pada bab sebelumnnya di semester pertama kita telah mempel
ajari hukum bacaan nun mati dan tanwin yang terbagi ke dalam
beberapa hukum bacaan, yaitu izhar halqi, idghom bighunnah,
idghom bila ghunnah, iqlab, dan ikhfa’ haqiqi. Pada bab ini juga
ada persamaan kata dan arti hukum bacaan, tetapi maksud dan tu-
juannya berbeda, seperti izhar, idghom, dan ikhfa’. Jadi, diharapkan
bagi pembaca betul-betul bisa membedakan antara nun mati / tanwin
dan mim mati.
Standar Kompetensi
Memahami dan menerapkan hukum bacaan mim mati.
Kompetensi Dasar
1.1. Menunjukkan dan menjelaskan hukum bacaan mim mati.
1.2. Membedakan hukum baca mim mati.
1.3. Menerapkan hukum baca mim mati dalam bacaan surah-surah Al-Qur’an.
90 Pemahaman BTQ SMA 1
A. Pengertian Hukum Bacaan Mim Mati/Sukun
Ketika kita membaca Al-Qur’an dan menemukan huruf mim mati/sukun bertemu
dengan salah satu huruf hijaiyah yang terdapat dalam suatu kata atau kalimat, hukum
bacaannya ada 3 macam, yaitu ikhfa’ syafawi (úqZExäZ5ã), idghom mimi (ûj~ihäU8ã),
dan izhar syafawi (úqZE <ätÎã ).
Huruf mim mati/sukun adalah setiap huruf mim mati (sukun) yang terdapat dalam
kata atau kalimat. Ketika membaca Al-Qur’an, kita akan menemukan dalam kata atau
kalimat yang terdapat mim mati/sukun yang bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah.
H ukum bacaan ini dinamakan hukum bacaan mim mati/sukun.
Contoh perhatikan tabel berikut!
No. Potongan ayat Cara membaca Ket. ayat
12 3 4
annalahum jannaatin
1 #n- kte lã ba‘dhukum ba‘dhoo mim mati/sukun bertemu
2 äNRæ kbNRæ wahum muhtaduun huruf jim
3 lp9&ti ksp mim mati/sukun bertemu
huruf ba’
mim mati/sukun bertemu
huruf mim
B. Macam-Macam Hukum Mim Mati/Sukun
1. Ikhfa’ Syafawi (úqZE xäZ5ã )
åKetika ada mim mati/sukun bertemu dengan huruf ba’ ( ), hukum bacaannya
adalah ikhfa’ syafawi.
Adapun arti dari kata ikhfa’ adalah samar-samar, sedangkan arti dari kata syafawi
adalah bibir dengan ketentuan memenuhi tiga syarat sebagai berikut.
a. Apabila huruf ba’ berada setelah huruf mim mati/sukun.
b. Terdapat di antara dua kata.
c. Membacanya secara ghunnah (dibaca dengung).
Contoh : Hukum bacan ikhfa’ syafawi .
No Potongan ayat Cara membacanya Ket. ayat
12 3 4
1 o}?.R] k&mã äip wamaa antum bimu‘jiziina mim mati/sukun bertemu huruf
ba’
mim mati/sukun bertemu huruf
2 äNRæ kbNRæ ba‘dhukum ba‘dhoo ba’
Hukum Bacaan Mim Mati/Sukun 91
Cara mengucapkan hukum bacaan ikhfa’syafawi adalah dengan membunyikan huruf
mim berdasarkan makhroj dan sifatnya serta sebelum mengucapkan huruf ba’ �(å),��d�i�b��a�c�a�
secara ghunnah atau dengung selama dua atau tiga harokat. Hal ini berdasarkan pendapat
jumhur ahli tajwid. Sementara itu, ada sebagian kecil ulama seperti di Iraq yang membaca
hukum bacaan ikhfa’ syafawi secara izhar tanpa memberi ghunnah pada hukum bacaan
mim mati/sukun ini jika bertemu dengan huruf ba’.
Mim mati/sukun bertemu dengan huruf ba’, hukum bacaannya adalah ikhfa’ sya-
fawi karena kedua huruf yang bertemu tersebut letak makhrojnya sama, yaitu sama-
sama keluar dari makhroj dua bibir. Di samping itu, juga untuk membedakan dengan
ikhfa’ haqiqi.
Pada hakikatnya ikhfa’ itu terbagi dua macam, yaitu ikhfa’ harokat dan ikhfa’
huruf.
a. Ikhfa’ harokat adalah menyembunyikan sebagian dari harokat. Bacaan seperti
ini ada ketentuannya secara tersendiri dalam ilmu qira’at, misalnya lafal “laa
ta’manna” (Q.S. Yuusuf/12: 11) yang disebut dengan bacaan isymam. Dalam
Qira’at Imam Hafs, cara membacanya adalah sebelum tasydid nun diucapkan, ada
suara harokat dhommah yang samar.
b. Ikhfa’ huruf adalah menyembunyikan sebagian huruf, yang terbagi menjadi dua
bagian.
1) Menyembunyikan sebagian huruf sehingga secara umum zat huruf tertutup,
tetapi tidak hilang sama sekali. Bentuk ini terjadi pada hukum ikhfa’ syafawi dan
iqlab, keduanya sama-sama disuarakan dengan mim. Perbedaannya adalah dalam
ikhfa’syafawi huruf mim asli, sedangkan dalam bacaan iqlab suara mim tidak asli
karena terjadi perubahan dari bunyi bacaan nun mati menjadi mim mati/sukun.
Adapun perbedaan dalam pengucapannya masih diperselisihkan. Menurut
Syekh Ibnul Jazari antara ikhfa’ syafawi dan iqlab tidak terdapat perbedaan
dalam pengucapannya, keduanya diucapkan dengan suara huruf mim mati/su-
kun. Perbedaan hanya terletak pada masalah hukumnya, yaitu hukum ikhfa’
telah disepakati, tetapi hukum ikhfa’ syafawi tidak terdapat kesepakatan
k arena masih ada yang membaca dengan hukum izhar (dibaca jelas).
Syekh al-Mar’asyi berpendapat bahwa setiap ada dua istilah seharusnya
terdapat perbedaan. Alasannya adalah meskipun kedua huruf tersebut keluar
dari syafatain (dua bibir), makhroj ba’ letaknya lebih ke dalam dan lebih kuat
tertutupnya bibir daripada huruf mim. Dalam hukum bacaan iqlab, kedudukan
huruf mim sebagai perantara huruf nun mati dan ba’ agar sifat ghunnah
nun tidak hilang dan makhrojnya dekat dengan huruf ba’, sebaliknya dalam
h ukum bacaan ikhfa’ syafawi huruf asli. Dengan demikian, hukum bacaan
iqlab diucapkan dengan ghunnah (dengung) yang jelas, tetapi bibir tidak
terlalu menempel, kemudian baru huruf ba’ diucapkan. Hukum bacaan ikhfa’
syafawi diucapkan dengan suara huruf mim yang jelas walaupun sebagian
tertutup mengingat bacaan ghunnah tidak kuat terpegang pada makhroj.
Masing-masing pendapat tersebut ada kelebihan dan kesulitannya. Dari
pendapat pertama kelebihannya adalah akan memudahkan pengucapannya.
92 Pemahaman BTQ SMA 1
Siapa pun yang membaca, baik baru belajar maupun sudah terlatih pasti dapat
mengucapkan suara mim dengan guhnnah. Kesulitannya adalah akan terjadi
kesamaran bagi yang mendengar karena tidak dapat dibedakan apakah mim itu
asli atau perubahan bunyi dari huruf nun mati.
Sebaliknya, dengan cara kedua akan dapat dibedakan huruf dalam iqlab dan
dalam ikhfa’ syafawi, sedangkan kesulitannya dalam hal ini tidak mudah di-
laksanakan karena harus melalui proses latihan yang cukup lama.
Dari sinilah kemudian diketahui mengapa ada pendapat yang mengatakan
bahwa hukum bacaan nun mati atau tanwin itu hanya ada tiga hukum
bacaannya, yang tergabung dengan hukum bacaan iqlab dan hukum bacaan
ikhfa’. Pendapat ini dari segi cara pengucapannya karena keduanya bersamaan
dalam hal membunyikan sebagian huruf. Sedangkan, bagi yang memisahkan
keduanya melihat dari segi bunyi nun mati yang ditukar dengan mim mati/su-
kun tidak terdapat dalam bentuk lain.
2) Menghilangkan zat huruf secara sempurna selain menjaga sifat ghunnah.
B acaan ini terdapat pada hukum bacaan ikhfa’ haqiqi.
2. Idghom Mimi (ûj~ihäU8ã )
hApabila ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf mim ( ), hukum
bacaannya adalah idghom mimi atau idghom mutamatsilain. Dinamakan idghom mimi
karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan kedalam huruf mim juga.
S edangkan, dinamakan idghom mutamatsilain karena huruf yang berhadapan huruf
mim mati/sukun sama persis, baik makhrojnya maupun sifatnya.
Adapun pengertian dari idghom mimi adalah memasukkan bunyi huruf mim yang
pertama ke dalam bunyi huruf mim kedua sehingga bunyi kedua huruf mim itu men-
jadi satu, yakni menjadi mim yang bertasydid dengan tasydid yang agak lemah untuk
mewujudkan menjadi bacaan ghunnah.
hHuruf idghom mimi hanya ada satu, yaitu huruf mim ( ).
Cara melafalkan hukum bacaan idghom mimi adalah dengan cara memasukkan
suara huruf mim mati/sukun ke dalam huruf mim yang bersyakal yang ada di depan-
nya. Kemudian suara diidghomkan (dimasukkan) secara sempurna dengan tiga harokat
disertai suara ghunnah yang keluar dari pangkal hidung. Adapun cara menulisnya
dengan memberi tasydid pada huruf mim yang kedua atau yang ada di depannya.
Contoh hukum bacaan idghom mimi.
No Potongan ayat Cara membacanya Ket. ayat
12 3 4
wa-antummuslimuun
1 lqjfBi k&mãp ingkuntummu’miniin mim mati/sukun bertemu huruf
2 GniÒi k&nalã mim
mim mati/sukun bertemu huruf
mim
Hukum Bacaan Mim Mati/Sukun 93
3. Izhar Syafawi ( úqZE <ätÎã )
Izhar artinya jelas atau terang. Sedangkan, syafawi artinya bibir. Jadi, cara melafal-
kan hukum bacaan izhar syafawi adalah secara terang, tegas, atau tanpa dengung.
Apabila ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf hijaiyah selain huruf ba’
dan huruf mim, hukum bacaannya adalah izhar syafawi.
Cara membaca izhar syafawi harus terang dan jelas. M���a�k�s�u�d�n�y�a��, �j�ik�a��a�d��a�h��u�r�u�f
mim mati/sukun bertemu dengan huruf selain mim dan ba’, cara membacanya dengan
merapatkan bibir dan dibaca secara jelas dan terang, tanpa dengung. Yang dimaksud
jelas pengucapannya adalah bacaan mim mati/sukun cukup dibaca satu ketukan dan
tidak boleh lebih. Jika dibaca lebih dari satu ketukan, dikhawatirkan akan berubah men-
jadi bacaaan ikhfa’ atau ghunnah.
Contoh hukum bacaan izhar syafawi.
No Potongan ayat Cara membacanya Ket. ayat
12 3 4
‘alaihim a-andzartahum
1 kt%<9mã xkt~fQ la‘allakum tattaquun mim mati bertemu huruf
2 lq^&% kbfRe hamzah/alif
3 Z kb&~j} Z
4 #n- kte lã mim mati bertemu huruf ta’
5 .1 kbAp x<
6 kb~Ë5 kbe tsumma yumiitukum tsumma mim mati bertemu huruf tsa’
7 kbn}8 kbe
8 Ö}<:ktZf5 oi annalahum jannaatin mim mati bertemu huruf jim
9 vqA< kt~Y
10 ã?i<vã ru-uusakum hattaa mim mati bertemu huruf ha’
11 ã9A kt}9}ã
12 ã9~tE kb~fQ lakum khothooyaakum mim mati bertemu huruf kho’
lakum diinukum mim mati bertemu huruf dal
min kholfihim dzurriyyatan mim mati bertemu huruf dzal
fiihim rosuulaa mim mati bertemu huruf ro’
illaa romzaa mim mati bertemu huruf zain
aidiihim saddaa mim mati bertemu huruf sin
‘alaikum syahiidaa mim mati bertemu huruf syin
94 Pemahaman BTQ SMA 1
13 $ qfI kt~fQ ‘alaihim sholawaatun mim mati bertemu huruf shod
14 k&æ=M k&mã antum dhorobtum mim mati bertemu huruf dhod
15 ãRÊ kt~fQ ‘alaihim thoiroo mim mati bertemu huruf tho’
16 lqjfÎ k&mãp wa-antum zhoolimuun mim mati bertemu huruf zho’
17 2Q ktn6Bje lamasakhnaahum ‘alaa mim mati bertemu huruf ‘ain
mim mati bertemu huruf
18 ÕpäFU ks<äJæã abshoorihim ghisyaawah ghoin
mim mati bertemu huruf fa’
19 lqRjAäY kbæ =æ birobbikum fasma‘uun
mim mati bertemu huruf qof
20 Ö~B] ktæ qf] quluubahum qoosiyah
mim mati bertemu huruf kaf
21 ã<äZa kbm äj}ã iimaanukum kuffaaroo
mim mati bertemu huruf lam
22 lqfA =je kb~eã ilaikum lamursaluun
mim mati bertemu huruf nun
23 è~Jm kte lahum nashiibun mim mati bertemu huruf
wawu
24 ätnip ktæqa< rokuubuhum waminhaa mim mati bertemu huruf ha’
25 xätZBeã ks ktmã innahum humussufahaa-u mim mati bertemu huruf ya’
26 lqR-=} ktfsã 1ã ilaa ahlihim yarji‘uun
Untuk melafalkan izhar syafawi khusus huruf wawu dan fa’ ketika bertemu dengan
mim mati/sukun, perlu ada penekanan karena sering terjadi kesalahan baca ikhfa’ atau
dengung. Hal ini dikarenakan huruf wawu dan fa’ makhrojnya berdekatan dengan huruf
mim.
Contoh huruf mim mati/sukun yang bertemu dengan huruf wawu dan fa’.
gR-p kbîîzFmü Ç p
Õ=5vãð ktîîep Ç X
Khusus huruf wawu dan fa’ bacaannya memang tidak di-idghom-kan walaupun
makhroj-nya sama atau berdekatan karena keduanya tidak memiliki sifat ghunnah
s eperti huruf mim. Sifat tersebut akan hilang apabila di-idghom-kan, padahal ia sifat
asli bagi huruf mim. Di samping itu, apabila huruf wawu di-idghom-kan dengan huruf
Hukum Bacaan Mim Mati/Sukun 95
mim, bunyinya akan sama dengan huruf nun yang di-idghom-kan dengan wawu. Akibat
nya, tidak akan diketahui huruf apa yang sebenarnya masuk pada huruf wawu tersebut,
apakah huruf mim atau huruf nun.
Adapun alasan dengan huruf fa’ karena ia termasuk huruf yang lemah jika
dibandingkan dengan huruf mim sehingga tidak mungkin dan tidak dibenarkan yang
kuat masuk ke yang lemah. Hukum ikhfa’ juga tidak dapat diterapkan karena tidak
memenuhi syarat karena makhroj huruf tersebut sama dan berdekatan.
Tips Doa Penyesalan
Áo}=Aä>ã oi omqbne änj1=%p äne=ZV% ke lãp änBZmã änjfÎ änæ<
Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau
tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
kami termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. a��l�-A�‘�r�a��a�f�/7�:�� 2�3�)�
Ini adalah doa Nabi Adam a.s. dan istrinya, Hawa, ketika keduanya
terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt. se-
hingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Mereka sangat
menyesal karena telah atas melanggar larangan Allah Swt. Atas
penyesalannya itu, mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih
detailnya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Qur’an
Surah al-A‘raaf/7: 11-25.
Khazanah
Keistimewaan dan Keutamaan Al-Qur’an Dibandingkan dengan Kitab Lain
1. Memberi petunjuk lengkap disertai hukumnya untuk kesejahteraan manusia segala
z aman, tempat, dan bangsa.
2. Susunan ayat yang mengagumkan dan memengaruhi jiwa pendengarnya.
3. Dapat digunakan sebagai dasar pedoman kehidupan manusia.
4. Menghilangkan ketidakbebasan berpikir yang melemahkan daya upaya dan kreativitas
manusia (memutus rantai taqlid).
5. Memberi penjelasan ilmu pengetahuan untuk merangsang perkembangannya.
6. Memuliakan akal sebagai dasar memahami urusan manusia dan hukum-hukumnya.
7. Menghilangkan perbedaan antarmanusia dari sisi kelas dan fisik serta membedakan
manusia hanya dari takwanya kepada Allah Swt.
96 Pemahaman BTQ SMA 1
Skema Hukum Mim Mati/Sukun
Mim ber-sukun
h
ûj~ihäU8ã úqZE <ätÎã úqZE xäZ5ã
Izhar syafawi mengha- Izhar syafawi yang
dapi huruf yang berbeda harus betul-betul izhar,
makhroj dengan mim
bersukun karena sama makhrojnya
dengan mim bersukun
Huruf Huruf-huruf selain Huruf Huruf
h å hXp Xp å
Contoh Contoh Contoh Contoh
GniÒi k&nalã è~Jm kte ÖM<p kbæ< o}?Rjæ k&mã äip
lqjfBi k&mãp Ö~B] ktæ qf] ät~Y ks äNRæ kbNRæ
Hukum Bacaan Mim Mati/Sukun 97
Latihan Soal
A. Berilah tanda silang (×) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling
benar!
1. Menurut pendapat para ulama, hukum bacaan mim mati/sukun ada ....
a. lima macam hukumnya d. tujuh macam hukumnya
b. empat macam hukumnya e. sepuluh macam hukumnya
c. tiga macam hukumnya
2. Dalam membaca Al-Qur’an jika ada mim mati/sukun bertemu dengan huruf-huruf
hijaiyah, hukum bacaannya adalah ....
a. idghom syamsiyah dan izhar qomariyah
b. izhar syafawi, idghom mimi, ikhfa’ syafawi
c. izhar syafawi, izhar qomariyah, idghom mimi
d. izhar syafawi, izhar qomariyah, idghom mimi
e. izhar mimi, izhar qomariyah, idghom bighunnah
3. Arti dari kata ikhfa’ adalah .... d. mendengung
a. jelas dan tegas e. samar-samar dengan mendengung
b. samar-samar
c. memasukkan
4. Sedangkan arti syafawi adalah .... d. tenggorokan
a. bibir e. hidung
b. lidah
c. gigi
5. Berdasarkan pendapat jumhur ulama ahli ilmu tajwid, cara membaca hukum bacaan
ikhfa’ syafawi adalah ....
a. dibaca jelas dan terang tidak boleh mendengung
b. dibaca secara samar-samar ketika melafalkan huruf tersebut
c. dibaca ghunnah huruf mim mati/sukunnya selama dua setengah alif
d. diidghomkan dengan huruf di depannya selama dua sampai tiga harokat
e. dibaca ghunnah huruf mim mati/sukunnya selama dua atau tiga harokat
6. Hukum bacaan ikhfa’ syafawi apabila ada ....
a. mim mati/sukun bertemu dengan huruf fa’
b. mim mati/sukun bertemu dengan huruf wawu
c. mim mati/sukun bertemu dengan huruf qof
d. mim mati/sukun bertemu dengan huruf ba’
e. mim mati/sukun bertemu dengan huruf mim
98 Pemahaman BTQ SMA 1
7. Berdasarkan soal nomor enam di atas dinamakan hukum bacaan ikhfa’syafawi karena ....
a. ada dua huruf yang bertemu sama-sama keluar dari makhroj dua bibir
b. ada dua huruf yang bertemu sama-sama keluar dari makhroj tenggorokan
c. ada dua huruf yang bertemu sama-sama keluar dari makhroj rongga mulut
d. ada dua huruf yang bertemu sama-sama keluar dari makhroj rongga hidung
e. ada dua huruf yang bertemu sama-sama keluar dari makhroj dalam mulut
8. Hukum bacaan idghom mimi apabila ada ....
a. mim mati/sukun bertemu dengan huruf wawu
b. mim mati/sukun bertemu dengan huruf qof
c. mim mati/sukun bertemu dengan huruf ba’
d. mim mati/sukun bertemu dengan huruf mim
e. mim mati/sukun bertemu dengan huruf fa’
9. Hukum bacaan pada huruf mim mati/sukun ada yang dinamakan idghom mimi. Hal ini
disebabkan ....
a. karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan pada huruf hijaiyah
b. karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan pada huruf mim juga
c. karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan pada huruf ba’
d. karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan pada huruf fa ‘
e. karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan pada huruf wawu
10. Hukum bacaan idghom mimi disebut juga idghom mutamatsilain karena ....
a. karena huruf yang berhadapan persis, baik makhroj maupun sifatnya huruf
b. karena huruf yang berhadapan sama persis, baik makhroj maupun sifatnya huruf
c. karena huruf yang berhadapan sejenis, baik makhroj maupun sifatnya huruf
d. karena huruf yang berhadapan hampir sama, baik makhroj maupun sifatnya huruf
e. karena huruf yang berhadapan memiliki kesamaan makhroj dan sifatnya huruf
11. Arti izhar adalah .... d. samar-samar
a. jelas atau terang e. jelas dan samar-samar
b. dengung
c. memasukkan
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan tiga macam syarat-syarat terjadinya hukum bacaan ikhfa’ syafawi!
2. Bagaimana cara melafalkan hukum bacaan ikhfa’ syafawi? Jelaskan!
3. Sebutkan perbedaan alasan mengapa mim mati/sukun bertemu dengan huruf mim disebut
idghom mimi dan disebut juga idghom mutamatsilain! Jelaskan masing-masing!
4. Bagaimana cara melafalkan hukum bacaan idghom mimi? Jelaskan!
5. Bagaimana cara melafalkan hukum bacaan izhar syafawi? Jelaskan!
6Pelajaran
Hukum Mim d��a�n� Nun
Ber-tasydid
Sumber: http://www.muslimblog.co.in
Gambar 6.1
Membaca Al-Qur’an tidak semudah membaca buku, koran,
komik, atau majalah. Lebih dari itu, membaca Al-Qur’an dibutuh-
kan ilmu-ilmu tertentu yang harus diterapkan, di antaranya adalah
ilmu tajwid yang hukum penerapannya dalam membaca Al-Qur’an
adalah fardhu ‘ain. Bab berikut merupakan lanjutan dari bab se-
belumnya yang telah membahas hukum bacaan mim sukun. Pem-
bahasan dalam bab ini tidak jauh berbeda dengan pembahasan se-
belumnya yang masih berhubungan dengan huruf mim, yaitu mim
tasydid dan nun tasydid.
Standar Kompetensi
Memahami dan menerapkan hukum bacaan mim tasydid dan nun tasydid.
Kompetensi Dasar
6.1. Menunjukkan dan menjelaskan hukum bacaan mim dan nun tasydid.
6.2. Membedakan hukum bacaan� mim dan nun tasydid.
6.3. Menerapkan hukum bacaan mim dan nun tasydid dalam bacaan surah-surah
Al-Qur’an.
100 Pemahaman BTQ SMA 1
A. Pengertian Mim dan Nun Ber-tasydid
Hukum mim tasydid dan nun tasydid adalah wajib dibaca ghunnah. Dalam buku
lain ada yang menyebutnya dengan ghunnah musyaddadah. Ghunnah menurut bahasa
adalah dengung atau sengau, sedangkan menurut istilah adalah suara yang jelas (yang
nyaring) yang keluar dari al-khoisyum (pangkal hidung) dan tidak menggunakan lidah
pada waktu mengucapkannya.
Cara membacanya adalah dengan menghentakkan suara mim atau nun bertasydid,
lalu didengungkan secara nyata ke pangkal hidung selama dua sampai tiga harokat atau
disesuaikan dengan irama lagu yang dibaca oleh qari’. Ketika mengghunnahkan huruf
mim yang bertasydid, kedua bibir harus dalam keadaan tertutup karena makhroj mim
hanya terjadi jika kedua bibir dalam keadaan tertutup. Sebaliknya, ketika mengghun-
nahkan huruf nun bertasydid, kedua bibir tidak boleh tertutup karena makhroj mim
terjadi jika kedua bibir dalam kedaan terbuka dan pada saat yang sama ujung lidah
menekan lahmatul asnan (daging tempat tumbuhnya gigi seri atas).
B. Istilah-Istilah Mim dan Nun Ber-tasydid
Ada istilah lain untuk hukum bacaan mim dan nun bertasydid ini, selain istilah
ghunnah, yaitu:
a. Izhar bighunnah, diberi istilah ini karena dalam hukum mim dan nun yang
bertasydid terdapat bunyi dengung yang jelas.
b. Ghunnah ashliyyah, dinamakan istilah ini karena mim dan nun bertasydid
merupakan bentuk ghunnah yang asli yang nyata serta bagian dari makhroj al-
khoisyum, yaitu tempat keluarnya ghunnah itu sendiri.
c. Ghunnah lazimah, dinamakan demikian karena mengghunnahkan mim dan nun
yang bertasydid adalah wajib dan tetap berlaku selamanya, baik ketika washol
maupun waqof.
Ghunnah
hl
Z @äneã
Hukum Mim dan Nun Ber-tasydid 101
C. Contoh Bacaan Ghunnah
No Huruf Bacaan Dibaca Sebab
an-nujuumu nun ber-tasydid
1 ّن hq.neã nun ber-tasydid
2 ّن an-naasu nun ber-tasydid
3 ّن @äneã in-nasa mim ber-tasydid
4 ّم Cmü tsumma mim ber-tasydid
5 ّم Z mimmaa mim ber-tasydid
6 ّم äjîîîi ummatan
Öiü
D. Praktik Bacaan Ghunnah
Surah al-Baqarah/2: 167-169.
kteäjQãufeãkt}=}ce;aÚäni ãpx=ç%äjaktni ã=ç&nY Õ=aänelãqeãqRç%ão};eãdä]p
L<vãð äji ãqfa@äneãät}ä} ê4<äneã oiG-<ä6æksäipÚkt~fQ$ã=B1
ê5Gçi p9QkbeumãÚoË~Feã$ãqË5 ãqRç&%vpÛäç~Ê wf1
Analisa hukum bacaan ghunnah: Bacaan
Alasan
lü
nun bertasydid äni
nun bertasydid <äneü
nun bertasydid @äneü
nun bertasydid äji
mim bertasydid äjmü
nun bertasydid umü
nun bertasydid
102 Pemahaman BTQ SMA 1
Tips
Doa Mohon Diberi Kemudahan
ã9E< äm=iü oi äne {~sp ÖM< cm9e oi än%ü änæ<
Artinya:
“... Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu
dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan
kami.” (Q.S. al-Kahfi/18: 10)
Doa itu sangat baik dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan
agamaAllah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Doa ini
adalah doa yang dibaca pemuda ashhabu al-kahfi, yakni sekelompok
pemuda yang beriman kepada Allah SWT, hingga mendapatkan
petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini mereka baca ketika
akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan
agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan
orang-orang zalim. Allah SWT mengabulkan doa mereka kisah ash-
habu al-kahfi dapat dibaca dalam Surah al-Kahfi/18: 9-26.
Khazanah
Dasar Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Ada dua dasar hukum mengenai wajibnya membaca Al-Qur’an dengan tajwid, yaitu:
a. Al-Qur’an
w~%=% lü=^eã g%< p ÁÁÁ
Artinya:
“... dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Q.S. al-Muzzammil/73: 4)
Ayat ini memerintahkan kita agar membaca Al-Qur’an dengan perlahan-lahan sehingga
akan membantu pemahaman dan perenungan terhadap Al-Qur’an.
b. Hadits
Dari Abi Hamzah, ia berkata, “Aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas bahwa aku membaca
dengan cepat dan dapat menamatkan Al-Qur’an dalam tiga hari.” Ibnu Abbas menjawab,
“Membaca Surah al-Baqarah semalam dengan memperhatikan isinya dan tartil lebih baik
dan lebih aku sukai daripada yang engkau katakan.”
Hukum Mim dan Nun Ber-tasydid 103
Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Hukum mempelajari ilmu tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardhu kifayah atau kewajiban
kolektif. Artinya, mempelajari ilmu tajwid secara mendalam tidak diharuskan bagi setiap
orang, tetapi cukup diwakili oleh beberapa orang. Namun, jika dalam suatu kaum tidak ada
seorang pun yang mempelajari ilmu tajwid, berdosalah kaum itu.
Adapun hukum membaca Al-Qur’an dengan menggunakan ilmu tajwid atau kaidah tajwid
adalah fardhu ‘ain atau kewajiban bagi setiap individu. Oleh karena itu, jika seseorang
membaca Al-Qur’an dengan tidak menggunakan ilmu tajwid, hukumnya adalah berdosa.
Dalam kitab Hidayatul Mustafid fii Ahkamit Tajwid dijelaskan bahwa tidak ada perbedaan
pendapat tentang mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah. Sementara itu,
mengamalkannya dalam membaca Al-Qur’an hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim
dan muslimah yang telah mukallaf.
Latihan Soal
A. Berilah tanda silang (×) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling
benar!
1. Ghunnah secara bahasa artinya .... d. makhroj
a. dengung e. memasukkan
b. jelas
c. samar
2. Suara yang jelas (nyaring) yang keluar dari al-khoisyum (pangkal hidung) dan tidak
menggunakan lidah pada waktu mengucapkannya adalah pengertian dari ....
a. idghom d. ghunnah
b. ikhfa’ e. tajwid
c. iqlab
3. Cara membaca bacaan ghunnah adalah didengungkan selama ....
a. dua alif d. satu harokat
b. dua harokat e. dua sampai tiga harokat
c. tiga alif
4. Di bawah ini istilah-istilah dari mim dan nun bertasydid, kecuali ....
a. izhar bighunnah d. izhar halqi
b. ghunnah ashliyyah e. ghunnah haqiqi
c. ghunnah lazimah
5. Di bawah ini adalah contoh bacaan ghunnah, kecuali ....
a. hq.neã b. @äneã
104 Pemahaman BTQ SMA 1
c. äjmü e. <qZU
d. umü
6. äç~Ê wf1L<vã ð äji ãqfa @äneã ät}ä}
Ada berapakah bacaan ghunnah dalam ayat di atas?
a. 1 d. 4
b. 2 e. tidak ada
c. 3
7. w~%=% lü=^eã g%< p
Ada berapakah bacaan ghunnah dalam ayat di atas?
a. 1 d. 4
b. 2 e. tidak ada
c. 3
@än>ã @ãqAqeã =E oi8. Manakah yang termasuk ke dalam bacaan ghunnah?
a. @än>ã d. @ãqAqeã
b. Oi e. =E oi
c. =E
9. Dalam hukum mim dan nun yang bertasydid terdapat bunyi dengung yang jelas. Bacaan
tersebut dinamakan istilah ....
a. izhar bighunnah d. izhar halqi
b. ghunnah ashliyyah e. ghunnah haqiqi
c. ghunnah lazimah
10. Hukum bacaan mim dan nun bertasydid merupakan bentuk ghunnah asli yang nyata
serta bagian dari makhroj al-khoisyum, yaitu tempat keluarnya ghunnah itu sendiri,
bacaan tersebut dinamakan istilah ....
a. izhar bighunnah d. izhar halqi
b. ghunnah ashliyyah e. ghunnah haqiqi
c. ghunnah lazimah
Hukum Mim dan Nun Ber-tasydid 105
11. Yang merupakan bacaan ghunnah adalah ....
a. cfUã d. Kbni
b. oi ã oi e. Ön:ã
c. 9Ræ oi
12. k~fQ S~K ufeãlü
Bacaan ghunnah dalam ayat tersebut adalah ....
a. k~fQ S~jA d. S~jA
b. ufeã e. k~fQ
c. lü
13. Pada Surah al-Ikhlaash yang kamu ketahui, ada berapakah bacaan ghunnah ....
a. 1 d. 4
b. 2 e. tidak ada
c. 3
14. Ada berapakah bacaan ghunnah dalam Surah al-Lahab?
a. 1 d. 4
b. 2 e. tidak ada
c. 3
15. Bacaan ghunnah yang terdapat dalam Surah al-Kautsar salah satunya adalah ....
a. äji cmd.
Zb. e. äjmã
lüc.
16. Bacaan ghunnah dalam Surah an-Nashr berjumlah ....
a. 1 d. 4
b. 2 e. Tidak ada
c. 3
106 Pemahaman BTQ SMA 1
cmü17. Bagaimanakah cara membaca kalimat di samping?
a. innaka d. inaaka
b. inaka e. innakaa
c. innak
ÖnA18. Bagaimanakah cara membaca kalimat di samping?
a. sunatu d. sunaatu
b. sunahu e. suunatu
c. sunnatu
19. Letak perbedaan antara mim tasydid dan nun tasydid adalah sebagai berikut, kecuali
....
a. pada bentuk tulisan
b. pada pengucapan
c. pada suara yang keluar
d. pada bentuk bibir saat pengucapan
e. pada hukum bacaan
20. Bacaan ghunnah yang benar adalah harus didengungkan selama ....
a. 1 harokat d. 4 harokat
b. 2 harokat e. 5 harokat
c. 3 harokat
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan baik dan benar!
1. Jelaskan pengertian ghunnah menurut bahasa dan istilah!
2. Bagaimanakah cara membaca bacaan ghunnah yang benar?
3. Sebutkan istilah-istilah lain dari bacaan ghunnah!
4. Mengapa ghunnah diistilahkan juga dengan izhar bighunnah, jelaskan!
5. Bukalah Surah an-Naas, kemudian identifikasi atau carilah bacaan-bacaan yang
mengandung bacaan ghunnah, kemudian tulislah dengan benar!
7Pelajaran
Hukum Bacaan
“Lam Ta‘rif” ([}=R%hv)
Sumber : www.belajarbacaal-qur’an.com
Gambar 7.1
Hukum mempelajari tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardhu
kifayah. Artinya mempelajari ilmu tajwid secara mendalam tidak
diharuskan bagi setiap orang, tetapi cukup diwakili oleh beberapa
orang saja. Akan tetapi, jika dalam suatu kaum tidak seorang pun
yang mempelajari ilmu tajwid, berdosalah kaum itu. Sedangkan,
hukum membaca Al-Qur’an dengan menggunakan kaidah-kaidah
tajwid yang benar adalah fardhu ‘ain. Oleh karena itu, jika sese
orang membaca Al-Qur’an dengan tidak menggunakan ilmu tajwid,
hukumnya berdosa.
Standar Kompetensi
[}=R%hv dãMemahami hukum bacaan ”lam ta‘rif” (
) / ”al” ( ) izhar qomariyah
Kompetensi Dasar dan idghom syamsiyah”.
7.1. Menunjukkan dan menjelaskan hukum bacaan”lam ta‘rif (al) izhar qomari-
yah dan idghom syamsiyah”.
7.2. Membedakan hukum bacaan ”lam ta‘rif (al) / izhar qomariyah dan idghom
syamsiyah”.
7.3. Mempraktikkan hukum bacaan ”lam ta‘rif(al) izhar qomariyah dan idghom
syamsiyah” dalam surah-surah Al-Qur’an.
108 Pemahaman BTQ SMA 1
A. Pengertian ”Lam Ta‘rif”��([}=R%hv)
[}=R%hvYang dimaksud dengan hukum bacaan ”lam ta‘rif” ( ) adalah apabila
kAãhuruf alif dan lam yang terdapat/terletak di depan kata/ diikuti oleh salah satu
huruf hijaiyah dan huruf lam-nya berharokat sukun sehingga lamnya melebur ke huruf
depannya.
Bisa juga diartikan bahwa hukum bacaan ”lam ta‘rif” merupakan ketentuan mem-
baca ”alif lam” mati yang diikuti oleh salah satu dari huruf hijaiyah, apakah ”alif lam”
mati itu dibaca terang atau tidak terang (lam mati lebur ke dalam huruf yang ada di
depannya).
Contoh: GnB2Uã d1. dibaca “al-muhsiniin”. Bacaan “lam sukun” ( ) harus di-
baca terang “izhar” ( =tÎã ).
$=j*eã d2. dibaca “ats-tsamaroot”. Bacaan “lam sukun” ( ) tidak di-
häU8ãbaca terang“idghom” (
) sehingga lam lebur ke dalam huruf di
depannya dan huruf tersebut ditasydidkan.
dã dPada dua contoh kata di atas terdapat huruf “al” ( ) nya, yang huruf “lam” ( )nya
dberharokat sukun. Jadi, huruf“lam” ( ) itulah yang disebut dengan “lam ta‘rif”.
dãJika dikelompokkan, ada dua macam bacaan “alif lam” ( )/ lam ta‘rif berikut.
dã =tÎã1. “Alif lam” ( ) dibaca terang dan jelas atau “izhar” ( ) apabila berhadapan
dengan huruf-huruf tertentu.
dã2. “Alif lam” ( ) yang bacaannya tidak dibunyikan/dihilangkan atau dibaca
häU8ã“ idghom” ( ) apabila berhadapan dengan huruf-huruf tertentu.
Untuk lebih jelasnya, lihatlah bagan di bawah ini!
Izhar Qomariyah (dã ) Huruf-huruf Qomariyah
(Ö}=j]=tÎã ) s h | \ P X 4 p !, 0 Tå ã
Hukum Bacaan
dã“Lam Ta‘rif”( )
Idgham Syamsiyah Huruf-huruf Syamsiyah
(Ö~BjEhäU8ã ) (dã ) ldÍÉLHD@><: 8 ( $
Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv) 109
B. Macam-Macam Hukum Bacaan ”Lam Ta‘rif” ([}=R%hv)
Ö}=j^eã1. “Al-Qomariyah” ( ) atau sering disebut dengan “izhar qomariyah”
Ö}=j]=tÎã( ), yaitu huruf alif lam dibaca terang/jelas apabila bertemu dengan salah
satu huruf “qomariyah” yang berjumlah 14 (empat belas), yaitu sebagai berikut.
(sÀhÀ|À\ÀPÀXÀ4À pÀ!À,À0ÀTÀåÀã).
Keempat belas huruf tersebut apabila dikumpulkan dalam sebuah kalimat untuk
memudahkan menghafalkannya akan terbaca:
Öj~^Q[5pc.1Wæã
Untuk mempermudah dalam memahami hukum bacaan “al-qomariyah”
(Ö}=j^eã) atau “izhar qomariyah”(Ö}=j]=tÎã), “lam ta‘rif” kita umpamakan
s ebagai bintang yang ada di langit, sedangan huruf “qamariyah”nya sebagai bulan.
Sebagaimana kita ketahui bahwa bintang akan tetap kelihatan terang pada malam
hari walaupun ada sinar bulan di sekitarnya. Artinya, bintang tidak akan hilang
atau dapat dipengaruhi oleh kehadiran bulan. Begitu juga, bulan akan tetap terang
dan jelas kita lihat dengan mata telanjang.
Ö}=j]dãDemikian pula,“alif lam qomariyah” ( ) atau “izhar qomariyah”
(Ö}=j]=tÎã ) tidak akan hilang bacaan “lam”nya meskipun berharokat sukun (d )
dan tetap dibaca sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, cara membacanya harus
terang/jelas atau diizharkan.
Perhatikan tabel di bawah ini!
Potongan Ayat Keterangan Bacaan Cara Membacanya
al-anhaaru
<ätmvã dã ãalif lam ( ) bertemu huruf alif ( ) al-baathil
dã åalif lam ( ) bertemu huruf ba’ ( ) al-ghoniyy
gÊäçeã dãalif lam ( ) bertemu huruf ghoin (T) al-haqqu
%äVeã dã 0alif lam ( ) bertemu huruf ha’ ( ) al-jaahiliina
_<ã dã ,alif lam ( ) bertemu huruf jim ( ) al-kitaabu
Gfsä.eã dã !alif lam ( ) bertemu huruf kaf ( )
è&beã
110 Pemahaman BTQ SMA 1
8p8qeã dã palif lam ( ) bertemu huruf wawu ( ) al-waduudu
dã 4alif lam ( ) bertemu huruf kho’ ( ) al-khoosyi‘iina
GRF6eã dã Xalif lam ( ) bertemu huruf fa’ ( ) al-fadhlu
gNZeã dã Palif lam ( ) bertemu huruf ‘ain ( ) al-‘adlu
dã \alif lam ( ) bertemu huruf qof ( ) al-qowiyyu
d9Reã dã |alif lam ( ) bertemu huruf ya’ ( ) al-yataamaa
dã halif lam ( ) bertemu huruf mim ( ) al-mu’minuuna
|q^eã dã salif lam ( ) bertemu huruf ha’ ( ) al-haadiy
ûiä&~eã
lqniÒUã
ú9teã
Ö~BjFeã2. “Asy-Syamsiyah” ( ) atau sering disebut dengan “idghom syamsiyah”
(Ö~BjEhäU8ã ), yaitu huruf “alif lam” (dã ) tidak dibaca/dihilangkan atau melebur
ke dalam huruf di depannya apabila bertemu dengan salah satu huruf “syamsi-
yah”. Huruf “syamsiyah” adalah huruf-huruf selain dari huruf “qomariyah” yang
berjumlah empat belas.
(lÀdÀÍÀÉÀLÀHÀD À@À>À<À:À8À(À$)
Keempat belas huruf tersebut apabila dikumpulkan dalam sebuah kalimat agar
mudah dihafalkan akan terbaca:
hã=bfeäZ}=E<>oÎxqAP8 kRmã:[M?Z%äj1<gIZèÊ
Untuk mempermudah dalam memahami hukum bacaan “asy-syamsiyah”
(Ö~BjFeã) atau “idghom syamsiyah” (Ö~BjEhäU8ã), kita umpamakan “lam
ta‘rif” sebagai bintang yang ada di langit, sedangan huruf “syamsiyah”nya sebagai
matahari. Sebagaimana diketahui bintang akan tidak kelihatan/hilang di siang hari
ketika sinar matahari sudah mulai menyinari sekitarnya. Artinya, bintang akan
tidak kelihatan/hilang sama sekali oleh kehadiran matahari. Dengan kata lain, jika
matahari sudah mulai bersinar, tidak akan bisa kita lihat dengan mata telanjang
sehingga tampak kabur/melebur.
Ö~BjEdãDemikian juga, “alif lam syamsiyah” ( ) atau “idgham syamsiyah”
(Ö~BjEhäU8ã ) akan menjadi hilang bacaan “lam”nya yang berharokat sukun (d)
karena bertemu dengan huruf syamsiyah. Jadi, cara membacanya adalah dengan
mengidghomkan dan mentasydidkan huruf hijaiyah sesudahnya dan huruf “lam”
yang berharokat sukun tersebut tidak dibaca walaupun tulisannya ada.
Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv) 111
Perhatikan tabel di bawah ini!
Potongan Ayat Keterangan Bacaan Cara Membacanya
åq&eã dã $alif lam ( ) bertemu huruf ta’ ( ) at-tawwaab
dã (alif lam ( ) bertemu huruf tsa’ ( ) ats-tsamaroot
$=j*eã dã 8alif lam ( ) bertemu huruf dal ( ) ad-dun-yaa
dã :alif lam ( ) bertemu huruf dzal ( ) adz-dzikro
ä~m9eã dã <alif lam ( ) bertemu huruf ro’ ( ) ar-rohiim
=a;eã dã >alif lam ( ) bertemu huruf zain ( ) az-zakaah
k~1=eã dã @alif lam ( ) bertemu huruf sin ( ) as-salwaa
Õqa?eã dã Dalif lam ( ) bertemu huruf syin ( ) asy-syahaadah
dã Halif lam ( ) bertemu huruf shod ( ) ash-sholaah
úqfBeã dã Lalif lam ( ) bertemu huruf dhod ( ) adh-dhorroo’
dã Éalif lam ( ) bertemu huruf tho’ ( ) ath-thoyyibu
Õ8ätFeã dã Íalif lam ( ) bertemu huruf zho’ ( ) azh-zhoolimiin
dã dalif lam ( ) bertemu huruf lam ( ) al-laa‘inuun
ÕqfJeã dã lalif lam ( ) bertemu huruf nun ( ) an-nashooro
xã=Neã
è~Ëeã
GjfÏeã
lqnQweã
=Jneã
C. Perbedaan “Alif Lam Qomariyah”(Ö}=j]dã ) dan “Alif Lam
Syamsiyah”(Ö~BjEdã )
[}=R%hvUntuk mempermudah dalam mempelajari hukum bacaan “lam ta‘rif” ( ),
perhatikan secara cermat perbedaan pokok yang sangat mendasar pada “alif lam qo-
mariyah” (Ö}=j]dã )dan “alif lam syamsiyah” (Ö~BjEdã ).
1. Pada “alif lam qomariyah” (Ö}=j]dã ).
dãa. “Alif lam” ( )nya harus dibaca jelas.
dã db. “Alif lam” ( ) pada penulisan huruf “lam” ( ) ada sukun di atasnya.
112 Pemahaman BTQ SMA 1
2. Pada “alif lam syamsiyah” (Ö~BjEdã ).
dãa. “Alif lam” ( )nya tidak terbaca/hilang karena melebur pada huruf di depan-
nya.
dã db. “Alif lam” ( ) pada penulisan huruf “lam” ( ) tidak ada harokat di atas-
nya karena sudah digantikan dengan tasydid pada huruf di depannya sehingga
h arus dibaca “idghom” ( häU8ã )
Perhatikan tabel berikut ini!
Hukum Nama lain Macam Cara Penulisannya Contoh
“Lam hurufnya membacanya
Ta‘rif”
([}=R% hv)
“alif lam “izhar sh|\P “alif lam” (dã) memakai é<ã,
qomariyah” qomariyah” X 4 p !, sukun di atas Ön:ã,
dibaca jelas kfReã
(Ö}=j]dã) (Ö}=j]=tÎã ) 0 Tå ã “al” (dã)
“alif lam “idghom ldÍÉL suara “al” (dã) digantikan oM=eã,
syamsiyah” syamsiyah” HD@><: hilang/tidak tasydid pada Öæq&eã,
huruf di depan lä59eã
(Ö~BjEdã ) (Ö~BjEhäU8ã ) 8 ( $ terbaca
“al” (dã )
D. Mempraktikkan Bacaan “Alif Lam Qomariyah” (Ö}=j]dã ) dan “Alif Lam
Syamsiyah” (Ö~BjEdã)
Di bawah ini ada beberapa potongan ayat yang terdapat bacaan “alif lam qomari-
yah” (Ö}=j]dã ) dan “alif lam syamsiyah” (Ö~BjEdã ). Baca kembali potongan ayat
Ö}=j]dãtersebut secara benar dengan memperhatikan bacaan “alif lam qomariyah” (
)
dan “alif lam syamsiyah” (Ö~BjEdã ) nya.
ÇÍÈläBmvãän^f59^e &Givã9fçeãã;sp % o~n~A<qÊp$lq&}?eãpG&eãp
#2fJeãgjQpãqnião};eãvã (GfYäAgZAã um88<Z#k}q^%oB1ãéY
Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv) 113
*o}9eäæ9Ræcæ;b}äjY )lqnjiRU=-ãktfY
+ Gjb2eã kb1äæ ufeã C~eã
Isilah tabel di bawah ini berdasarkan Q.S. at-Tiin/95: 1-8 di atas dengan potongan
Ö}=j]dãayat yang disesuaikan dengan bacaan “alif lam qomariyah” ( ) dan “alif lam
syamsiyah” (Ö~BjEdã ).
No. Potongan ayat Nama bacaan Cara membacanya Alasannya
G&eãp1 alif lam alif lam matinya diikuti oleh huruf
syamsiyah tidak dibaca (melebur ta’, salah satu huruf
pada huruf di syamsiyah
depannya)
2
3
4
5
6
7
Rangkuman
ÿ Hukum lam ta‘rif adalah ketentuan membaca alif lam mati yang diikuti oleh salah
satu dari huruf hijaiyah.
ÿ� Hukum lam ta‘rif ada dua macam, yaitu alif lam qomariyah dan alif lam syamsi-
yah.
ÿ� Alif lam qomariyah adalah bacaan alif lam yang diikuti oleh salah satu huruf
q omariyah.
ÿ� Yang termasuk huruf alif lam qomariyah adalah s h | \ P X 4 p ! , 0 T å ã
ÿ� Alif lam syamsiyah adalah bacaan alif lam yang diikuti oleh salah satu huruf syam-
siyah.
ÿ� Yang termasuk huruf alif lam syamsiyah adalah ldÍÉLHD@><: 8 ( $
ÿ� Cara membaca alif lam qomariyah adalah huruf lam mati (yang disukunkan) di-
baca izhar jelas).
ÿ� Cara membaca alif lam syamsiyah adalah lam mati (yang disukunkan) tidak di-
baca/melebur pada huruf di depannya.
114 Pemahaman BTQ SMA 1
Skema Lam Ta‘Rif
HUKUM [}=R% hv
Ö}=j]dã Ö~BjEdã
Huruf-huruf Huruf-huruf
p !, 0 Tå ã D@><: 8 ( $
sh|\PX4 ldÍÉLH
Dikumpulkan Dikumpulkan
dalam kalimat dalam kalimat
Öj~^Q[5pc.1Wæã [M?Z%äj1<gIZèÊ
hã=bfeäZ}=E<>oÎxqAP8 kRmã:
Contoh
Contoh
é<ã, 9fçeã
Ön:ã, Gjb2eã oM=eã, G&eãp
kfReã, läBmvã Öæq&eã, lq&}?eãp
lä59eã, #2fJeã
Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv) 115
Tips Doa untuk Mendapatkan Rezeki yang Halal
cffe &nUü 8p8pä} k~1<ä} 9~Ri ä} Ó9çiä} 9~j1ä} énUä} ktfeã
2Q êã ûfIp !ãqA ojQ cfNZæ ûnZaãp ciã=1 oQ
Á kfAp uç2Ip ueãp 9jI
Artinya:
“Wahai Allah, wahai Dzat Yang Mahakaya, wahai Dzat Yang Maha
Terpuji, wahai Dzat Yang Memulai, wahai Dzat Yang Mengemba-
likan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha
Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-
Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita
Nabi Muhammad saw. keluarga dan sahabat beliau.”
Doa ini dibaca setiap selesai melaksanakan shalat Jum’at minimal
3 kali. Khasiatnya, insya Allah akan dilimpahkan dengan harta
yang halal. Bahkan, sebagian ulama berpendapat, barang siapa
mendawamkan (membiasakan) membaca doa ini setelah shalat
fardhu, Allah akan menjadikannya orang kaya di antara orang-orang
kaya lainnya.
Khazanah
Adab Mendengarkan Al-Qur’an
Seorang mukmin sejati adalah orang yang mempunyai ciri-ciri, sebagaimana yang ditunjuk-
kan dalam Al-Qur’an sebagai berikut.
1. Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna.
2. Apabila disebut ayat-ayat Allah, bertambahlah imannya.
3. Mendengarkan Al-Qur’an dengan penuh khidmat.
4. Mencucurkan air mata karena Al-Qur’an, kagum akan kebenaran isi kandungan, dan
takut jika tidak dapat melaksanakannya.
5. Ketika Al-Qur’an dibaca orang, ia akan tersungkur sujud dan menangis.
6. Mengikuti bacaan yang telah dibaca oleh orang yang mampu membaca Al-Qur’an.
7. Memperhatikan bacaan Al-Qur’an dengan cara merenung, memahami, menghayati,
dan mengamalkannya.
116 Pemahaman BTQ SMA 1
Latihan Soal
A. Berilah tanda silang (��)���p���a��d���a����h��u��r���u���f��a��,���b�,�c�,��d�,�a�t�a�u��e��p�a��d�a��ja��w�a�b��a�n��y�a�n�g��p��a�li�n�g�
benar!
1. Manakah huruf hijaiyah di bawah ini yang termasuk huruf-huruf “izhar qomariyah”?
a. P X 4 p ldÍÉ d. ( $p !, 0 Tå ã
b. LHD@s h | e. D@><: 8 ( $
c. \ P X 4 p !, 0
2. Manakah huruf hijaiyah di bawah ini yang termasuk huruf-huruf “idghom
syamsiyah”?
a. D @ > < : 8 ( $ d. D@> < : 8 ( $
b. ( $ p ! , 0 T å ã e. \ P X 4 p ! , 0
c. LHD@ s h |
3. Perhatikan beberapa huruf hijaiyah berikut!
1. ><D@
2. LH: 8
3. ldÍÉ
4. \ P X 4
5. s h | \
Yang termasuk susunan huruf “idghom syamsiyah” ditunjukkan oleh nomor ....
a. 1, 2, 4 d. 1, 2, 3
b. 1, 3, 4 e. 1, 3, 5
c. 2, 3, 4
4. Perhatikan beberapa huruf hijaiyah berikut!
1. 0 Tå ã
2. LH: 8
3. ldÍÉ
4. \ P X 4
5. s h | \
Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv) 117
Yang termasuk susunan huruf “izhar qomariyah” ditunjukkan oleh nomor ....
a. 1, 2, 4 D. 1, 2, 3
b. 1, 4, 5 e. 1, 3, 5
c. 2, 3, 4
5. Manakah potongan ayat di bawah ini yang terdapat bacaan “alif lam qomariyah”?
a. ÕqfJeã d. k~1=eã
b. è~Ëeã e 8p8qeã
c. =Jneã
6. Manakah potongan ayat di bawah ini yang terdapat bacaan “alif lam syamsiyah”?
a. GjfÏeã d. 8p8qeã
b. GRF6eã e. 9fçeã
c. ú9teã
7. lq^Zn}ktn]><äjipÕqfJeãlqj~^}pè~VeäælqniÒ}o};eã
Yang bergaris bawah pada potongan ayat tersebut termasuk bacaan ....
a. Izhar syafawi karena ada lam matinya.
b. Izhar qomariyah karena lam mati diikuti dengan huruf lam.
c. Idghom bila ghunnah karena lam dibaca tidak jelas.
d. Idghom syamsiyah karena lam mati diikuti dengan huruf lam.
e. Idghom bighunnah karena ada lam tasydidnya.
8. lq^Zn}ktn]><äjipÕqfJeãlqj~^}pè~VeäælqniÒ}o};eã
Yang bergaris bawah pada potongan ayat tersebut termasuk bacaan ....
a. Izhar syafawi karena ada lam matinya.
b. Izhar qomariyah karena lam mati diikuti dengan huruf lam.
c. Idghom bila ghunnah karena lam dibaca tidak jelas.
d. Idghom syamsiyah karena lam mati diikuti dengan huruf lam.
e. Idghom bighunnah karena ada lam tasydidnya.
9. Berikut adalah contoh potongan ayat yang terdapat bacaan izhar qomariyah,
kecuali....
a. läBmvã d. Gjb2eã
b. 9fçeã e. #2fJeã
c. kfReã
118 Pemahaman BTQ SMA 1
10. Berikut adalah contoh potongan ayat yang terdapat bacaan idghom syamsiyah, kecuali
....
a. GÊä~Feã
b. k~fReã
c. û2Neã
d. úq^&eã
e. \>=eã
11. Dari pernyataan di bawah ini, yang benar adalah ....
a. Idghom syamsiyah, huruf lam mati dibaca jelas.
b. Alif lam jika diikuti huruf dal, alif lam tersebut dibaca jelas.
c. Alif lam jika diikuti huruf kaf, alif lam tersebut dibaca jelas.
d. Alif lam jika diikuti huruf kaf, alif lam tersebut melebur pada huruf kaf.
e. Alif lam jika diikuti huruf nun, termasuk bacaan izhar qomariyah.
12. Dari pernyataan di bawah ini, yang benar adalah ....
a. Izhar syafawi termasuk hukum bacaan lam ta‘rif.
b. Izhar qomariyah, huruf lam mati melebur pada huruf di depannya/tidak dibaca.
c. Izhar qomariyah, huruf lam mati harus dibaca jelas/terang.
d. Huruf fa’ setelah lam ta‘rif harus dibaca ghunnah/berharokat tasydid.
e. Huruf syin setelah lam ta‘rif tidak boleh dibaca ghunnah.
13. Apabila alif lam diikuti oleh huruf ba’, termasuk bacaan ....
a. izhar qomariyah
b. izhar syamsiyah
c. izhar syafawi
d. idghom qomariyah
e. idghom syamsiyah
14. Apabila alif lam diikuti oleh huruf ta’, termasuk bacaan ....
a. izhar qomariyah
b. izhar syamsiyah
c. izhar syafawi
d. idghom qomariyah
e. idghom syamsiyah
15. Suara (lam mati/alif lam) yang dibaca jelas, termasuk ketentuan bacaan ....
a. ikhfa’ syafawi
Hukum Bacaan “Lam Ta‘rif” ([}=R%hv) 119
b. izhar qomariyah
c. izhar syafawi
d. idghom syamsiyah
e. izhar halqi
16. Suara (lam mati/alif lam) yang dibaca tidak jelas, termasuk ketentuan bacaan ....
a. ikhfa’ syafawi
b. izhar qomariyah
c. izhar syafawi
d. idghom syamsiyah
e. izhar halqi
17. Dalam hukum bacaan lam ta‘rif apabila huruf alif lam diikuti oleh huruf kaf maka ....
a. huruf lam dibaca izhar.
b. huruf lam dibaca samar.
c. huruf lam tidak dibaca.
d. huruf lam melebur pada huruf kaf.
e. huruf lam suranya hilang.
18. Dalam hukum bacaan lam ta‘rif apabila huruf alif lam diikuti oleh huruf ‘ain maka ....
a. huruf lam tidak dibaca.
b. huruf lam melebur pada huruf ‘ain.
c. huruf lam suranya hilang.
d. huruf lam dibaca izhar.
e. huruf lam dibaca samar.
19. Apabila huruf alif lam diikuti oleh huruf dal maka ....
a. huruf dal melebur pada huruf lam.
b. huruf dal berharokat sukun.
c. huruf lam berharokat sukun.
d. huruf lam tidak dibaca.
e. huruf lam melebur pada huruf dal.
20. Apabila huruf alif lam diikuti oleh huruf tho’ maka ....
a. huruf tho’ melebur pada huruf lam.
b. huruf lam melebur pada huruf tho’.
c. huruf tho’ berharokat sukun.
d. huruf lam berharokat sukun.
e. huruf lam tidak dibaca.
120 Pemahaman BTQ SMA 1
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian hukum bacaan lam ta‘rif!
2. Ada berapa hukum bacan lam ta‘rif? Sebutkan pula huruf-hurufnya!
3. Bagaimana cara membaca bacaan izhar qomariyah? Jelaskan!
4. Bagaimana cara membaca bacaan idghom syamsiyah? Jelaskan!
5. Buatlah masing-masing dua contoh bacaan alif lam qomariyah dan alif lam
syamsiyah!
8Pelajaran
Kaidah Penulisan Kata
dan Kalimat Al-Qur’an
Sumber : www.islamedia.web.id
Gambar 8.1
Untuk memahami Al-Qur’an, seseorang perlu menguasai
dasar-dasar ilmuAl-Qur’an. Beberapa ilmu tersebut di antaranya
adalah Ilmu Rasmil Qur’an, yaitu ilmu yang membahas tentang
cara-cara menulis Al-Qur’an. Dalam bab berikut kita akan
belajar bagaimana pedoman atau kaidah penulisan huruf Al-
Qur’an dengan baik dan benar.
Standar Kompetensi Memahami kaidah menulis kata dan kalimat dalam Al-Qur’an dengan baik dan
Kompetensi Dasar benar.
8.1. Siswa mampu menjelaskan kaidah menulis huruf-huruf Al-Qur’an lepas
dengan baik dan benar.
8.2. Siswa mampu menjelaskan kaidah menulis huruf-huruf Al-Qur’an ber
sambung ber-harokat dengan baik dan benar.
122 Pemahaman BTQ SMA 1
A. Cara Penulisan Kata/Kalimat Arab Bersambung
Sistem penulisan huruf-huruf hijaiyah kebalikan dari sistem penulisan huruf-huruf
latin (Indonesia), yaitu dimulai dari samping kanan menuju ke kiri. Misalnya, menulis
dua ayat dari Surah al-Faatihah berikut.
k~1=eã oj1=eã ufeã kBæ
ê k~1=eãoM=eã
Adapun cara penulisan antara huruf yang dirangkai dan huruf lain mempunyai
beberapa bagian berikut ini.
1. Dapat disambung ke kanan dan ke kiri. Bagian ini terdapat 22 huruf.
À! À\ÀX ÀT ÀP ÀÍ ÀÉ ÀL ÀH ÀD À@À4 À0 À, À( À$ Àå
îs Àp ÀlÀh Àd
2. Hanya dapat disambung ke kiri. Bagian ini terdapat 6 huruf.
p À> À< À: À8 Àã
3. Tidak dapat disambung ke kanan dan ke kiri. Bagian ini hanya ada 1 huruf, yaitu
hamzah (x).
B. Kaidah Penulisan�H��u�ru��f� �y�a�n�g�B��is�a��D�i�p�is�a�h��d�a�n��D��is�a�m��b�u�n�g�
Alif Ä ã Å
ã Alif (dalam bahasa Arab posisi lepas) adalah huruf ke-1 dalam abjad Arab. Alif terma-
suk salah satu dari 22 huruf Arab yang diwarisi dari huruf Fenisia. Alif juga berkerabat
dengan huruf Aleph (Ibrani), α (Yunani), dan A (Latin).
Cara penulisan huruf (ã)
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
ã (Tidak ada) (Tidak ada) ä
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 123
Ba’ Ä å Å
å Ba’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-2 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /b/.
Posisi Lepas åCara penulisan huruf ( ) Posisi Akhir
Posisi Awal Posisi Tengah
å îîîîîîîîîîæ îîçîî èîî
Ta’ Ä $ Å
$ Ta’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-3 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /t/.
$Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
$ îî% îîî&• #îî
Tsa’ Ä ( Å
( Tsa’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-4 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [ts], seperti dwihuruf “th” dalam bahasa Inggris untuk
kata think dan thin.
Ä ( ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
( îî) îî*• +
124 Pemahaman BTQ SMA 1
Jim Ä , Å
, Jim (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-5 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /j/.
,Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
, îîîî- î.îîî• /îîîî
Ha’ Ä 0 Å
0 Ha’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-6 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /h/.
0Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
0 îîîî1 îîîî2îîî 3îîîî
Kho’ Ä 4 Å
4 Kho’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-7 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /kh/.
Ä 4 ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
4 îîîîî5 îîîîî6î 7îîî
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 125
Dal Ä 8 Å
8 Dal (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-8 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [d].
Ä 8 ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
8 9îî(Tidak ada) (Tidak ada)
Dzal Ä : Å
: Dzal (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-9 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [dz].
Ä : ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
: ;îîîî(Tidak ada) (Tidak ada)
Ro’ Ä < Å
< Ro’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-10 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /r/.
Ä < ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
< =îîîîîîîî(Tidak ada) (Tidak ada)
126 Pemahaman BTQ SMA 1
Zain Ä > Å
> Zain (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-11 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [z].
Ä > ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
> ?îîîîîîî(Tidak ada) (Tidak ada)
Sin Ä @ Å
@ Sin (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-12 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [s].
@Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
@ îîîîîîA îîîîBîî Cîî
Syin Ä D Å
D Syin (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-13 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [sy].
Ä D ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
D îîîîîE îîîîFî Gîîî
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 127
Shod Ä H Å
H Shod (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-14 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [sh].
HCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
H îîîîîîîîîI îîîîJîîî Kîîî
Dhod Ä L Å
L Dhod (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-15 dalam abjad
Arab. Huruf ini dilambangkan dengan [dh].
Ä L ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
L îîîîîîM îîîîNîîî Oîî
Tho’ Ä Ê Å
É Tho’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-16 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [th].
Ä Ê ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
É îîîîÊ îîîËî Ìîîî
128 Pemahaman BTQ SMA 1
Zho’ ÄÍ Å
Í Zho’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-17 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [zh].
ÄÍ ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
Í îîîîîÎ îîîîÏîîîî Ðîîîî
‘Ain Ä P Å
P ‘Ain (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-18 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [‘a].
PCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
P îîîîîîîQ îîîîRîî Sîîî
Ä T ÅGhoin
T Ghoin (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-19 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [gh].
TCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
T îîîîîU îîîVîî Wîî
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 129
Fa’ Ä X Å
X Fa’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-20 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /f/, yang memiliki varian penulisan di antaranya
s ebagai berikut.
X : pada bahasa Arab standar modern;
X : pada bahasa Arab Maghrib yang dipakai di beberapa negara Arab di Afrika
Utara kecuali Libya.
XCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
X îîîîîY îîîîîZ• [îîîî
Qof Ä\ Å
Ä\ Å Qof (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-21 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /q/.
Ä\ ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
\ ïîîîîî] îîîî^îîî _îîîîîîîîîî
Kaf Ä! Å
! Kaf (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-22 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [k]. Di Persia, huruf kaf ditulis agak berbeda ( )کketika
ditulis pada posisi lepas dan akhir.
130 Pemahaman BTQ SMA 1
!Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
! îîîîîîa îîîîîîbîî cîîî
Lam Äd Å
d Lam (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-23 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [l].
dCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
d îîîîîe îîîîfîî gîî
Mim Äh Å
h Mim (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-24 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [m].
hCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
h îîîîîi îîîjîî kîîî
Nun Äl Å
l Nun (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-25 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan [n].
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 131
lCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
l îîîîîm îîînîî oîîî
Wawu Ä p Å
p Wawu (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-27 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /w/.
Ä p ÅCara penulisan huruf
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
p qîîîîîîî(Tidak ada) (Tidak ada)
Ha’ Ä îs Å
îs Ha’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-26 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /h/. Huruf ha’ memiliki beberapa varian penulisan
berikut ini.
r (ha’ standar): dalam penulisan bahasa Arab standar;
îs (dochasmee ha’): dalam penulisan Jawi atau Pegon, juga dalam bahasa Urdu dan
Sorani.
rCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
r / s îîs îîîîtîî uîîî
132 Pemahaman BTQ SMA 1
xHamzah( )
x Õ?jteã Hamzah ( ) (Bahasa Arab: , al-Hamzah) adalah salah satu huruf arab yang
melambangkan vokal A, I, U atau hentian glotal, seperti huruf K pada kata rakyat dalam
bahasa Indonesia.
Ä P Å Bentuk hamzah berasal dari bagian kepala huruf ‘Ain yang diletakkan sebagai
tanda bantu atau harokat dan diakritik bagi beberapa huruf Arab. Huruf hamzah juga
bisa berdiri sendiri yang dibaca layaknya huruf alif. Varian bentuk hamzah:
x• Berdiri sendiri:
• Sebagai diakritik:
ü ü ã dan (di atas huruf alif ( ))
Ñ p (di atas huruf wawu ( ) )
Ó ú | (di atas huruf alif maksurah ( ), atau huruf ya’ ( ) tanpa titik di bawahnya)
Posisi Lepas xCara penulisan huruf ( ) Posisi Akhir
(Tidak ada)
x Posisi Awal Posisi Tengah
Posisi Akhir
(Tidak ada) (Tidak ada)
ýîîîîî
üCara penulisan alif hamzah ;
üCara penulisan huruf ( ) Posisi Akhir
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Òîî
ü (Tidak ada) (Tidak ada)
ÑCara penulisan waw hamzah ;
ÑCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah
(Tidak ada) (Tidak ada)
Ñ
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 133
ÓCara penulisan ya’ hamzah ;
ÓCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
{ îîîîy îîîîîîzîîîîî –Ó
Ya’ Ä | Å
| Ya’ (dalam bahasa Arab pada posisi lepas) adalah huruf ke-28 dalam abjad Arab.
Huruf ini dilambangkan dengan /y/.
|Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
| îîîîîîî} îîî~îîîî éîîî
Ä Õ ÅTa’ Marbuthoh
Õ $ÖÊqæ=i ýîî% Ta’ marbuthoh ( ) (
, huruf ta’ yang bulat) adalah varian dari huruf ta’ ( )
yang dilambangkan dengan /t/ atau /h/. Pada aturan bahasa Arab standar modern, ta’
marbuthoh dipakai pada akhir sebuah kata yang mengacu pada kata-kata feminin atau
ÄÕ=^çeãÅbersifat kewanitaan (muannats). Misalnya, kata al-Baqarah yang berarti sapi
betina.
Dalam alih aksara bahasa Indonesia, ta’ marbuthoh disepadankan dengan T atau H.
ÄÖaã=æÅContohnya, kata dialihaksarakan barokat dan barokah yang diserap ke dalam
bahasa Indonesia menjadi berkah atau berkat.
Ta’ marbuthoh merupakan varian dari huruf ta’, tetapi penulisannya memiliki
perbedaan. Huruf ini juga tidak dijumpai pada awal kata. Penulisan ta’marbuthoh lebih
ÄîsÅmirip dengan huruf ha’ di akhir kata. Jika berada di tengah kata, penulisannya
sama seperti huruf ta’ normal.
134 Pemahaman BTQ SMA 1
ÄÖaã=æÅ Contoh: kata barakat, ta’ marbuthoh ditulis layaknya huruf ha’, tetapi pada
Äu%äa=æÅkata barakatuh , ta’ marbuthoh tertulis layaknya huruf ta’ normal.
Cara penulisan huruf Ä $ Å
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
$ îîîî% îîî&îîî #î
rCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
r îs îîîtîî uîîîî
ÕCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
Õ Öîî(Tidak ada) (Tidak ada)
úAlif Maksurah/Alif Layyinah ( )
ú Õ<qJ^i [eã Alif maksurah/alif layyinah (bahasa Arab: , alif maqshuurot) adalah
salah satu huruf Arab varian dari huruf alif. Alif maksurah bukanlah salah satu dari
ke-28 huruf hijaiyah/huruf Arab. Alif maksurah melambangkan fonem /a/ yang dibaca
panjang dan selalu berada di akhir kata atau kalimat dalam keadaan mad dan tidak
p ernah mendapatkan tasykil lain, seperti fathah, kasroh, atau dhommah.
| Alif maksurah serupa dengan huruf ya’ ( ), tetapi tanpa dua titik di bawahnya. Menurut
aturan baku bahasa Arab standar, huruf ini berbeda dengan huruf ya’ sehingga sering
òmenimbulkan kesalahan dalam penulisan. Misalnya, pada lafal yang seharusnya di-
ðtulis walaupun alif maksurah terlihat serupa dengan huruf ya’ dalam bahasa Persia.
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 135
Contoh penggunaan alif maksurah pada lafal û2îî} yang serupa dengan äîî~2îî} /
Yahya.
úCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
ú (Tidak ada) (Tidak ada) ûîî
|Cara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
| îîîî} îîî~îî éîî
dãLam Alif( )
Lam alif atau lamalif adalah ligatur atau dua buah huruf yang dikombinasikan menjadi
satu dalam huruf Arab. Lam alif adalah kombinasi dari huruf lam dan huruf alif.
Kombinasi dari huruf lam dan alif selalu dituliskan dalam sebuah ligatur, tetapi pada
beberapa kasus dan variasi ligatur tersebut kadang tidak digunakan, seperti pada be-
berapa kaligrafi Arab.
Correct Penulisan yang benar (atas)
Incorrect dan yang salah (bawah)
Penulisan lam alif:
vCara penulisan huruf ( )
Posisi Lepas Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
v wîîîîî(Tidak ada) (Tidak ada)
136 Pemahaman BTQ SMA 1
Berikut ini adalah contoh huruf lepas dan cara menyambungnya:
C. Bentuk-Bentuk Tanda Baca dalam Menulis Huruf Al-Qur’an
Tanda baca/harokat huruf-huruf hijaiyah terdapat lima macam berikut ini.
Ä1. Tanda baca baris satu Å.
Jika di atas berupa alif disebut fathah, jika di bawah berupa alif disebut kasroh, dan
jika di atas berupa wawu disebut dhommah.
Ä2. Tanda baca baris dua Å atau tanwin.
Tanda baca ini disebut tanwin, yang sama dengan tanda baca baris satu dengan
dirangkap dua.
Ä3. Tanda baca mati Å.
Tanda baca ini disebut sukun.
Ä4. Tanda baca ganda Å.
Tanda baca ini disebut tasydid.
Kaidah Penulisan Kata dan Kalimat Al-Qur’an 137
Ä5. Tanda baca panjang Å.
Tanda baca ini digunakan untuk bacaan mad, cara membacanya dipanjangkan.
Tanda baca tersebut telah digunakan untuk penulisan semua Mushaf Utsmani, mushaf
yang digunakan dewasa ini.
Contoh penulisan kalimat Arab (Al-Qur’an) dengan kaidah-kaidah yang benar.
$ @äneã å=æ :qQü g]
% @äneã cfi
& @äneã ueã
Û#@än>ã@ãqAqeã =Eoi
(@äneã <p9IéY@qAq}|;eã
) @äneã p Ön:ãoi
Salinlah kalimat-kalimat di atas dalam buku kalian dengan baik dan benar!
Tips Doa Kelapangan Hati
ûmäBe oi Õ9^Q gf1ãp |=iã ûe=B}p |<9I ûe 0=Eã å<
Áûeq] ãqt^Z}
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku
urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka
mengerti perkataanku.” (Q.S. Thaahaa/20: 27)
138 Pemahaman BTQ SMA 1
Doa di atas baik sekali dibaca ketika menghadapi kezaliman
s eseorang, kelompok, dan penguasa. Bisa juga agar mendapatkan
kelancaran dan kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula yang
sering dibaca oleh para mubalig.
Al-Quran mengisahkan bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa
a.s. ketika mendapat perintah dari Allah SWT agar menyampai-
kan risalah kepada Fir’aun. Akhirnya, Allah SWT mengabulkan
permintaan Nabi Musa a.s. Kisah ini bisa dilihat dalam Al-Qur’an
Surah al-Kahfi/18: 24-36.
Tulislah Surah al-Faatihah dengan kaidah yang baik dan benar pada
garis yang tersedia!