LAPORAN PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT
DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH
Disusun oleh:
Lina Retnowati, S.Pd.,M.M.
SMP Kristen Petra 3 Surabaya
Jl. Manyar Tirtoasri Raya 1-3
DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2021
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa yang menolong dan
memampukan penulis dalam menyelesaikan Diklat CKS dan Laporan Tindak
Lanjut (RTL) dapat terselesaikan dengan baik.
Laporan Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut sederhana ini terwujud
berkat bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak, baik secara langsung maupun
tidak langsung dan merupakan sumbangan yang amat berharga bagi kami. Oleh
sebab itu dengan tulus kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya
2. Ibu Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Mamik Suparmi,
M.Pd
3. Ibu Reisky Bestari, M.Pd. sebagai pembimbing Kelas I Diklat Calon
Kepala Sekolah Kota Surabaya.
4. Bapak Sapto Hadi Riono, S.Kom.,M.Kom sebagai fasilitator Kelas I
Diklat Calon Kepala Sekolah Kota Surabaya
5. Ibu Dra. Ni Nyoman Panji P S., M.M Kepala SMP Kristen Petra 3
Surabaya
6. Bapak Erwin Darmono Kepala SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
7. Seluruh guru dan karyawan SMP Kristen Petra 3 Surabaya yang telah
membantu dalam penelitian.
8. Seluruh guru dan karyawan SMP Kristen YBPK 1 Surabaya yang telah
membantu dalam mengadakan penelitian ini.
9. Semua pihak yang telah membantu dan tidak bisa saya sebut satu persatu
Semoga laporan RTL yang sudah dilakukan dapat bermanfaat dan menjadi acuan
untuk kegiatan berikutnya.
Surabaya, 17 Desember 2021
Calon Kepala Sekolah
3
ABSTRAK
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah merupakan
pembekalan bagi calon kepala sekolah untuk memantapkan wawasan,
pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan dalam memimpin sebuah sekolah,
sebagaimana dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018.
Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) merupakan salah satu dari
penjabaran rencana pengembangan sekolah secara operasional yang didalamnya
memuat proyek kepemimpinan calon kepala sekolah dalam menjalankan program
ataupun kegiatan untuk peningkatan kinerja sekolah. Penyusunan RPK merupakan
suatu upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja sekolah, serta mampu
meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian students wellbeing. Rencana
Proyek Kepemimpinan (RPK) adalah proyek kepemimpinan yang dilakukan calon
kepala sekolah hendaknya mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan pembelajaran,
pengembangan kewirausahaan serta kepemimpinan sekolah. Pelaksanaan RPK
pada sekolah magang 1, yaitu di SMP Kristen Petra 3 Surabaya yang dilakukan
minimal 2 siklus.
Kajian Managerial (KM) adalah upaya pemetaan capaian SNP yang
didasarkan pada kondisi nyata dan rapor mutu sekolah untuk menemukan potensi
dan tantangan dalam rangka meningkatkan layanan pembelajaran yang
berorientasi pada peserta didik.
Upaya peningkatan kompetensi berbasis AKPK di sekolah lain adalah
kegiatan calon kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensinya berdasarkan
kebutuhan individu dengan belajar dari kepala sekolah magang 2. Untuk kali ini
tempat magang 2 ada di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya. Peserta diklat memilih
salah satu indikator dari setiap kompetensi pada AKPK yang paling rendah,
kemudian berupaya untuk meningkatkan kompetensi tersebut dengan belajar dari
kepala sekolah mentor 2 di sekolah magang. Untuk AKPK terendah dari calon
kepala sekolah adalah kompetensi kewirausahaan. Maka untuk itu perlu belajar
melalui wawancara, studi dokumentasi, observasi kegiatan yang dilakukan kepala
sekolah mentor 2. Seorang calon kepala sekolah dapat mempelajari keunggulan
sekolah magang 2 tersebut di bidang apapun sebagai alternatif terakhir.
4
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
Halaman Sampul …………………………………………………………… 1
2
Halaman Pengesahan ………………………………………………………. 3
4
Kata Pengantar …………………………………………………………….. 5
6
Abstrak ……………………………………………………………………… 7
7
Daftar Isi ……………………………………………………………………. 8
Daftar Tabel ………………………………………………………………… 9
11
Daftar Grafik ……………………………………………………………….. 12
Daftar Gambar ……………………………………………………………… 13
24
Daftar Lampiran …………………………………………………………….
33
BAB I Pendahuluan 59
A. Latar Belakang ……………………………………………….... 67
B. Tujuan …………………………………………………………..
C. Hasil yang Diharapkan …………………………………………. 73
74
BAB II PROFIL SEKOLAH 76
A. Kondisi Sekolah Magang 1 ……………………………………. 77
B. Kondisi Sekolah Magang 2…………………………………….
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Rencana Proyek Kepemimpinan ………………………………..
B. Kajian Managerial ……………………………………………....
C. Peningkatan Kompetensi ………………………………………..
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………..
B. Saran …………………………………………………………....
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………....
LAMPIRAN ………………………………………………………………..
5
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Data pendidik SMP Kristen YBPK 1 Surabaya ………………….. 30
Tabel 2.2 Data tenaga kependidikan SMP Kristen YBPK 1 Surabaya ……… 30
Tabel 3.1 Jadwal workshop penggunaan aplikasi canva ……………………… 36
Tabel 3.2 Rekapitulasi hasil pretest dan post test siklus 1 ……………………. 37
Tabel 3.3 Rekapitulasi hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop
siklus 1……………………………………………………………… 39
Tabel 3.4 Rekapitulasi hasil peningkatan kompetensi berdasarkan
AKPK siklus 1…………………………………………………….... 40
Tabel 3.5 Rekapitulasi hasil evaluasi kegiatan siklus 1………………………... 41
Tabel 3.6 Data rekapitulasi keberhasilan RPK terhadap peserta didik
siklus 1 …………………………………………………………….. 42
Tabel 3.7 Rekapitulasi hasil pencapaian students wellbeing (Kebahagiaan)...... 43
Tabel 3.8 Jadwal workshop penggunaan aplikasi canva pada siklus 1……….. 47
Tabel 3.9 Rekapitulasi hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop
siklus 2 …………………………………………………………….. 48
Tabel 3.10 Rekapitulasi hasil peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK
siklus 2 …………………………………………………………….. 49
Tabel 3.11 Rekapitulasi hasil evaluasi kegiatan siklus 2 ……………………… 50
Tabel 3.12 Data rekapitulasi keberhasilan RPK terhadap peserta didik
siklus 2 ……………………………………………………………. 51
Tabel 3.13 Rekapitulasi pencapaian students wellbeing (kebahagiaan)
siklus 2 ……………………………………………………………. 52
Tabel 3.14 Pencapaian SNP SMP Kristen Petra 3 Surabaya …………………. 62
Tabel 3.15 Pencapaian SNP SMP Kristen YBPK 1 Surabaya ………………… 65
Tabel 3.16 Instrumen wawancara kompetensi kewirausahaan…………………. 68
DAFTAR GRAFIK
Grafik 3.1 Data hasil pretest dan post test peserta workshop siklus 1……… 38
Grafik 3.2 Hasil pretest dan post test peserta workshop pada siklus 2…….. 48
Grafik 3.3 Perbandingan Hasil post test 1 dan post test 2………………….. 54
Grafik 3.4 Perbandingan hasil nilai pelaksanaan kegiatan workshop siklus
55
1 dan siklus 2 …………………………………………………….
Grafik 3.5 Perbandingan peningkatan kompetensi AKPK pada siklus 1 dan 56
siklus 2…………………………………………………………..
6
Grafik 3.6 Perbandingan hasil evaluasi kegiatan siklus 1 dan siklus 2…….. 57
Grafik 3.7 Perbandingan rekapitulasi keberhasilan RPK siklus 1 dan 2…… 58
Grafik 3.8 Perbandingan siklus 1 dan 2 pencapaian student wellbeing…….. 58
Grafik 3.9 Perbandingan supervisi kelas siklus 1 dan 2……………………. 59
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Gedung SMP Kristen Petra 3 Surabaya ……………………….. 13
Gambar 2.2 Gedung SMP Kristen YBPK 1 Surabaya bagian dalam……….. 24
Gambar 3.1 Grafik Radar PMP SMP Kristen Petra 3 Surabaya ……………. 61
Gambar 3. 2 Grafik Radar PMP SMP YBPK 1 Surabaya…………………… 66
Gambar 3.3 Grafik Radar AKPK Lina Retnowati ………………………….. 67
DAFTAR LAMPIRAN
A. Lampiran Bagian Awal
A.1 Matrik RTL …………………………………………………….. 77
A.2 Jurnal Harian Kegiatan OJT 2 …………………………………. 78
A.3 Foto Sekolah Asal dan Sekolah Magang ………………………. 81
B. Lampiran Bagian Isi
B.1 Lampiran RPK (Rencana Proyek Kepemimpinan)
B.1.1 Surat tugas magang 2 …………………………………… 83
B.1.2 Matrik RPK ……………………………………………… 84
B.1.3 Surat undangan untuk narasumber dan peserta …………. 86
B.1.4 Daftar hadir narasumber dan peserta ……………………. 89
B.1.5 Buku panduan kegiatan …………………………………. 95
B.1.6 SK panitia kegiatan ……………………………………… 98
B.1.7 Berita acara …………………………………………….... 101
B.1.8 Proposal AKPK …………………………………………. 104
B.1.9 Instrumen Monev ……………………………………….. 106
B.1.10 Instrumen Monev yang sudah terisi …………………… 113
B.1.11 Materi dari narasumber ……………………………… 144
B.1.12 Produk/hasil output dari kegiatan RPK ………………. 147
B.1.13 Foto-foto kegiatan RPK ………………………………. 150
B.2 Lampiran Kajian Managerial
B.2.1 Matrik Kajian Managerial Sekolah Magang 1 ………… 155
B.2.2 Foto kegiatan di sekolah magang 1 ……………………. 158
7
B.2.3 Fasilitas sekolah magang 1 …………………………….. 159
B.2.4 Matrik Kajian Managerial Sekolah Magang 1 ………… 165
B.2.5 Foto kegiatan di sekolah magang 2 ……………………. 168
B.2.6 Fasilitas sekolah magang 2 …………………………….. 170
B.3 Lampiran Peningkatan Kompetensi Hasil AKPK yang lemah di
sekolah magang
B.3.1 Foto-foto kegiatan PK …………………………………. 174
B.3.2 Instrumen Aspek Kewirausahaan Peningkatan Kompetensi
berdasarkan AKPK yang kurang di sekolah Lain ……... 176
B.3.3 Foto kegiatan wawancara dengan Kepala Sekolah Magang 2
AKPK ………………………………………………….. 179
B.3.4 AKPK CKS ……………………………………………. 181
B.3.5 Kegiatan tindak lanjut AKPK ………………………….. 183
8
BAB II
PROFIL SEKOLAH
A. Latar Belakang Masalah
Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) yang merupakan penjabaran
rencana pengembangan sekolah secara operasional yang di dalamnya memuat
tindakan-tindakan kepemimpinan calon kepala sekolah dalam menjalankan
program/kegiatan untuk memecahkan masalah pembelajaran dalam rangka
meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah dan kinerja sekolah/madrasah
serta berdampak kepada peningkatan kualitas pembelajaran dan pencapaian
student wellbeing (Utomo, 2020:4). Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon
Kepala Sekolah adalah penyiapan kompetensi calon kepala sekolah untuk
memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan dalam
memimpin sekolah, sebagaimana dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 6
Tahun 2018.
Adapun tujuan dari pelaksanaan Diklat Calon Kepala Sekolah adalah
sebagai berikut : 1) memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap,
pengetahuan, dan keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian,
manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial dengan pengalaman empirik
(kontekstual) sesuai karakteristik calon kepala sekolah; 2) mengembangkan
kemampuan calon kepala sekolah dalam mengidentifikasi masalah
pembelajaran untuk meningkatkan capaian belajar peserta didik; 3)
mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam menentukan strategi
penyelesaian masalah sehingga dapat membangun budaya belajar sekolah
dalam satu ekosistem persekolahan; dan 4) mengembangkan kemampuan
kepemimpinan calon kepala sekolah dalam menggerakkan warga sekolah
untuk membantu penyelesaian masalah pembelajaran di sekolah, yang
bermuara pada terwujudnya student wellbeing.
Diklat Calon Kepala Sekolah dilaksanakan dengan 4 (empat) tahap yaitu
tahap On the Job Training (OJT) 1, tahap In Service Training (IST) 1, tahap On
9
the Job Training (OJT) 2, dan tahap In Service Training (IST) 2. Kegiatan OJT
merupakan tahapan yang penting dalam rangka melatih calon kepala sekolah
membiasakan bekerja meningkatkan kualitas sekolah berbasis masalah nyata di
sekolah. Peserta dilatih melakukan pengamatan (observe) dan mengidentifikasi
masalah pembelajaran, melakukan refleksi (reflect) atas hasil observasi,
mencari alternatif pemecahan masalah dan menyusun rencana kegiatan
pemecahan masalah dalam bentuk Rencana Proyek Kepemimpinan dan
Peningkatan Kompetensi (plan). Peserta diklat diberikan kesempatan
melaksanakan kegiatan sesuai rencana (Act), melakukan monitoring dan
evaluasi kegiatan dan hasil kegiatan (evaluate) serta merefleksi tindakan yang
dilakukan (reflect).
Kepala sekolah merupakan pimpinan sebuah lembaga pendidikan formal
yang hendaknya memiliki lima kompetensi berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi
Kepala Sekolah yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan,
supervise dan sosial. Kelima kompetensi kepala sekolah tersebut diharapkan
dapat membuat perubahan yang positif di sekolah yang mereka pimpin. Karena
kepala sekolah memiliki posisi strategis yang sangat penting dalam paradigma
peningkatan kualitas pendidikan terutama berkaitan dengan upaya
mengembangan sekolah. Kepala sekolah yang memiliki lima kompetensi
tersebut dapat melihat kekurangan dan kelebihan lembaga pendidikan yang
dipimpinnya dan dapat mengembangkan sumber daya manusia yang ada di
sekolahnya (Savitri, 2020:204).
Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai
Kepala Sekolah sebagai pengganti peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 28 Tahun 2010, menyatakan bahwa salah satu syarat mengikuti proses
pengangkatan menjadi calon kepala sekolah harus memiliki Nomor Unik
Kepala Sekolah (NUKS).
Berdasarkan hasil Pelaksanaan On The Job learning (OJL) in I diperoleh
Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) yang menganalisis 5
dimensi kompetensi kepala sekolah yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi
10
sosial, kompetensi manajerial, kompetensi supervisi, kompetensi
kewirausahaan, ditemukan kelemahan calon kepala sekolah pada kompetensi
sosial. Nilai AKPK pada kompetensi kewirausahaan tersebut paling rendah
dibandingkan dengan kompetensi lainnya.
Selanjutnya berdasarkan hasil PMP di SMP Kristen Petra 3 Surabaya
diperoleh hasil analisis bahwa ditemukan kelemahan pada standar guru dan
tenaga kependidikan khususnya pada kompetensi profesional guru dalam
membuat media ajar yang menarik dan tidak membuat bosan peserta didik
dalam pembelajaran.
Berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian
(AKPK) dan analisis PMP SMP Kristen Petra 3 Surabaya maka penulis
memilih judul “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran melalui
Penggunaan Aplikasi Canva di SMP Kristen Petra 3 Surabaya”.
B. Tujuan
Menindaklanjuti kegiatan in service 1 yang telah dilaksanakan oleh para
calon kepala sekolah, sebagai bekal dalam melaksanakan OJL di sekolah
sendiri maupun sekolah magang, maka peserta diklat calon kepala sekolah
diwajibkan melaksanakan kegiatan OJL yang secara umum bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kinerja calon kepala sekolah melalui kegiatan RPK
2. Meningkatkan kompetensi guru secara langsung dalam mengembangkan
media ajar yang menarik.
3. Meningkatkan kemampuan calon kepala sekolah dalam mengembangkan
media ajar melalui penggunaan aplikasi canva.
4. Meningkatkan hasil belajar siswa sebagai wujud students wellbeing.
5. Meningkatkan kemampuan mengkaji dokumen manajerial di sekolah
berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional dan pedoman yang
standar.
6. Meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah khususnya kompetensi
kewirausahaan melalui kunjungan belajar di SMP Kristen YBPK 1
Surabaya .
11
C. Hasil Yang Diharapkan
Berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian
(AKPK) calon kepala sekolah, maka hasil yang ingin dicapai oleh calon
melalui On the Job Learning (OJL ) adalah :
1. Meningkatkan kinerja calon kepala sekolah melalui kegiatan RPK
2. Meningkatkan kompetensi guru secara langsung dalam mengembangkan
media ajar yang menarik.
3. Meningkatkan kemampuan calon kepala sekolah dalam mengembangkan
media ajar melalui penggunaan aplikasi canva.
4. Meningkatkan hasil belajar siswa sebagai wujud students wellbeing
5. Meningkatkan kemampuan mengkaji dokumen manajerial di sekolah
berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional dan pedoman yang
standar.
6. Meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah khususnya kompetensi
kewirausahaan melalui kunjungan belajar di SMP Kristen YBPK 1
Surabaya .
12
BAB II
PROFIL SEKOLAH
A. Kondisi Sekolah Magang 1 (SMP Kristen Petra 3 Surabaya)
Gambar 2.1 Gedung SMP Kristen Petra 3 Surabaya
SMP Kristen Petra 3 Surabaya, merupakan sekolah yang memiliki
program unggulan atau disebut dengan excellent point yaitu di bidang sains. SMP
Kristen Petra 3 terletak di Manyar Tirtoasri Raya 1-3, Manyar Sabrangan,
Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sebagai sekolah yang di
bawah naungan Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra dan
beberapa gereja seperti: GKI, GKA, GPIB dan GKJW maka sekolah menjaring
siswa dari berbagai wilayah untuk bergabung dan mendidik siswa memasuki
pendidikan era new normal.
13
SMP Kristen Petra 3 Surabaya didirikan bersamaan dengan SMA Kristen
Petra 2 pada tanggal 3 September 1979 dan mulai melakukan proses belajar
mengajar pada tahun pelajaran 1980/1981. Identitas SMP Kristen Petra 3 yaitu
Nomor Statistik Sekolah (NSS) : 204056020350, Nomor Pokok Sekolah Nasional
(NPSN) : 20532521 dan terakreditasi A. Pada tahun 1983, SMP Kristen Petra 3
makin berkembang dan banyak mengalami perubahan/perbaikan di bidang fisik
sekolah maupun tenaga pendidik. SMP Kristen Petra 3 hingga saat ini tetap terus
berbenah dalam berbagai bidang termasuk dalam melakukan pembelajaran
interaktif dengan mengaplikasikan collaboration, communication, critical
thinking, creativity dan blended learning dengan memaksimalkan penggunaan IT,
supaya dapat menjangkau peserta didik yang ada di rumah dan tetap melakukan
bimbingan, pendampingan serta menjalin komunikasi dengan orang tua dalam
mendampingi putra-putri mereka.
Saat ini SMP Kristen Petra 3 di bawah kepimpinan Dra. Ni Nyoman Panji
Prihatini Satyawathi. M.M terus mengembangkan sayapnya dan melakukan
perubahan dengan bekerjasama dengan ACT untuk melengkapi keterampilan
berbahasa Inggris bagi siswa melalui English Proficiency Program (EPP) dan
Foundation English A (FEA). SMP Kristen Petra 3 mengembangkan kemampuan
di bidang IT bagi guru dan tenaga kependidikan selain itu juga mengembangkan
media komunikasi di era digital. Berikut beberapa media komunikasi yang
dimiliki SMP Kristen Petra 3 yang berisi tentang seluruh kegiatan siswa, materi
pelajaran dan juga karya peserta didik:
1. Website sekolah smp3.pppkpetra.or.id
2. Instagram sekolah @smppetra3
3. Youtube sekolah
https://www.youtube.com/channel/UCoFehcWrny_lfSuMHm8OReg.
4. Creativity Based Learning di youtube
https://www.youtube.com/channel/UCG_eyXM3nJO0nzWCNoMgIGA/fe
atured,
14
5. Excellent Point Corner
https://sites.google.com/pppkpetra.sch.id/mipa-corner/home/math-corner?
authuser=0
6. English Corner https://padlet.com/englishcornerpetra3/6qtag96takt3fhlc
7. Bible Corner https://padlet.com/dian_manuela/at47n4ijeo5qshkn
8. Bimbingan Konseling https://padlet.com/bowoyuniarto/whbr2psozjlrkkkq
9. Perpustakaan on line SMP Kristen Petra 3 https://linktr.ee/LIBRARY.P3
10. E-libary SMP Kristen Petra 3 https://library.pppkpetra.sch.id/smp3/
11. Majalah Arena http://online.anyflip.com/xxqmw/sakm/mobile/index.html
Adapun visi SMP Kristen Petra 3 adalah “Menjadi lembaga pendidikan
Kristen yang holistik, inspiratif, dan berprestasi bagi Tuhan dan menjadi berkat
bagi sesama”. Visi tersebut diimplementasikan dalam Student Learning Outcomes,
PETRA (Physical Growth, Emotional Intelligence, Talent Development, Religious
Education, Academic Excellence). Sedangkan misinya adalah “Melaksanakan
proses pendidikan yang menekankan siswa, pengajar, dan staf lainnya, serta
pengurus mampu mengenal, menumbuhkan, dan menggunakan, serta menikmati,
seluruh potensi yang Tuhan sudah berikan sebagai berkat-Nya, sehingga dirinya
secara pribadi dan bersama menjadi berkat bagi orang lain”. Sedangkan untuk
motto sekolah SMP Kristen Petra 3, yaitu “Smart in Words, Attitude dan
Thought”.
Kinerja SMP Kristen Petra 3 Surabaya dilihat dari pencapaian 8 (delapan)
standar nasional Pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan
Pada tahun 2020 pelaksanaan UNBK ditiadakan karena situasi
pandemic Covid-19, sehingga SMP Kristen Petra 3 Surabaya hanya
melaksanakan Ujian Sekolah dan telah meluluskan 299 siswa dengan
prosentase kelulusan 100%. Dari hasil Ujian Sekolah tersebut nilai yang
dicapai rata-rata 90,93 Dari hasil tersebut menandakan bahwa siswa sudah
mencapai kriteria ketuntasan minimal sekolah yaitu 75.
Peserta didik di SMP Kristen Petra 3 Surabaya berasal dari SD
15
Kristen Petra yang ada di Surabaya, beberapa SD non Petra dan ada yang
berasal dari luar kota bahkan luar Pulau Jawa. Peserta didik tertarik untuk
sekolah di SMP Kristen Petra 3 Surabaya karena berbagai prestasi yang
pernah diraih oleh peserta didik di SMP Kristen Petra 3 Surabaya.
Kemampuan peserta didik yang beraneka ragam menyebabkan peserta didik
di SMP Kristen Petra 3 Surabaya dapat meraih berbagai prestasi dalam
bidang akademik maupun bidang olah raga dan seni. Prestasi akademik yang
pernah diraih, tahun pelajaran 2020/2021 antara lain :
1. Perfect Score (Gold 2), Matematika, Sasmo (Singapore & Asia School
Math Olympiad) 2020 Secondary 1 (Grade 7), tingkat internasional, tahun
2020
2. Silver, Matematika, Sasmo (Singapore & Asia School Math Olympiad)
2020 Secondary 1 (Grade 7), tingkat internasional, tahun 2020
3. Bronze, Matematika, Sasmo (Singapore & Asia School Math Olympiad)
2020 Secondary 1 (Grade 7), tingkat internasional, tahun 2020
4. Silver, Matematika, Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2020, Kemdikbud,
tingkat nasional, tahun 2020
5. Juara 2, matematika, KOMAT (Kompetisi Matematika Universitas Katolik
Parahyangan), tingkat nasional, tahun 2020
6. Gold, Matematika, MCR (Mathematics Competition Revolution)-UNESA,
tingkat nasional, tahun 2020
7. Silver, Matematika, MCR (Mathematics Competition
Revolution)-UNESA, tingkat nasional, tahun 2020
8. Brozen, Matematika, MCR (Mathematics Competition
Revolution)-UNESA, tingkat nasional, tahun 2020
9. Juara 2, Bahasa Inggris, EPIC, tingkat provinsi, tahun 2020
10. Bronze, Matematika, Big Bei Bay 2020, tingkat internasional, tahun 2021
11. Juara 1, Matematika. SMAN 15 Surabaya, tingkat kota, tahun 2021
12. Juara 2, Matematika, SMAN 15 Surabaya, , tingkat kota, tahun 2021
13. Juara 1, Bahasa Inggris-Story telling, SMA Kristen Petra 5, tingkat kota,
tahun 2021
16
14. Juara 2, Matematika, SMA Negeri 20 Surabaya, tingkat kota, tahun 2021
15. Juara 1, Fisika-Matematika, SMA Negeri 5 Surabaya, tingkat kota, tahun
2021
16. Juara 1, Bahasa Indonesia, SMA Negeri 5 Surabaya, tingkat kota, tahun
2021
17. Juara 2, Bahasa Indonesia, SMA Negeri 5 Surabaya, tingkat kota, tahun
2021
18. Juara 3, Bahasa Indonesia, SMA Negeri 5 Surabaya, tingkat kota, tahun
2021
19. Bronze, Matematika, PhiMO (Philippine International Mathematical
Olympiad) Secondary 2, tingkat internasional, tahun 2021
20. Harapan 2, Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta, tingkat nasional,
tahun 2021
21. Bronze, Matematika, ASMO (Asian Science and Mathematics
Olympiads), tingkat internasional, 2021
Sedangkan prestasi non akademik yang diaraih SMP Kristen Petra 3 pada
tahun pelajaran 2020/2021 antara lain :
1. Juara 1, Menyanyi, Rose Talent Organizer, tingkat kota, tahun 2020
2. Juara 1, Design Poster, SMA Kristen Petra 1, tingkat provinsi, tahun 2020
3. Juara 3, Design Poster, SMA Kristen Petra 1, tingkat provinsi, tahun 2020
4. Juara 3, Solo vokal, SMA Kristen Petra 1, tingkat provinsi, tahun 2020
5. Juara 1, Basket – Trickshot, SMA Kristen Petra 4, tingkat Surabaya-
Sidoarjo, tahun 2021
6. Juara 2, Basket - Handle Challenge, SMA Kristen Petra 4, tingkat
Surabaya Sidoarjo, tahun 2021
7. Juara 3, Basket - Handle Challenge, SMA Kristen Petra 4, tingkat
Surabaya Sidoarjo, tahun 2021
Secara umum kondisi dan potensi siswa yang ada masih didominasi
kemampuan fisik dibanding kemampuan IQ (olah otak), Kegiatan
pembelajaran yang dikembangkan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
17
aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik.
Untuk memenuhi kebutuhan masa depan dan menyongsong Generasi
Emas Indonesia Tahun 2045, SMP Kristen Petra 3 Surabaya telah
menetapkan Standar Kompetensi Lulusan yang berbasis pada Kompetensi
Abad 21. Ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi peserta didik
dirumuskan dalam Standar Isi untuk setiap mata pelajaran.
2. Standar Isi
Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional
dalam domain sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Oleh karena itu, Standar Isi di SMP Kristen Petra 3 Surabaya dikembangkan
untuk menentukan kriteria ruang lingkup dan tingkat kompetensi yang sesuai
dengan kompetensi lulusan yang dirumuskan pada Standar Kompetensi
Lulusan, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
SMP Kristen Petra 3 Surabaya saat ini berupaya terus-menerus untuk
meningkatkan mutu pendidikan baik di bidang akademis maupun non
akademis, terutama bidang manajemen mutu. Secara akademis berdasarkan
hasil monitoring alumni tahun pelajaran 2020/2021 jumlah siswa yang lulus
sebanyak 299 siswa. Sebagian besar melanjutkan ke sekolah di lingkungan
PPPK Petra, baik SMA maupun SMK.
Proses pembelajaran di SMP Kristen Petra 3 Surabaya di awal tahun pelajaran
ini diselenggarakan secara daring yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik walaupun saat ini kita sedang dalam pandemi Covid 19.
Berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri dalam Negeri Nomor
01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020,
18
Nomor 440-882 Tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran
pada tahun ajaran 2020/2021 dan Tahun akademik 2021/2022 di masa
pendemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Satuan Pendidikan yang
berada di daerah zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan proses
pembelajaran tatap muka di satuan Pendidikan dan tetap melanjutkan BDR
sesuai dengan Surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4
Tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) dan Surat Edaran
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15
Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam
Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).
3. Standar Proses
Pembelajaran tatap muka di satuan Pendidikan yang berada di daerah
Zona Hijau dilaksanakan melalui dua fase yaitu masa transisi berlangsung
selama 2 (bulan) sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan
Pendidikan. Jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dilakukan dengan
pembagian rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh satuan pendidikan
dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga
satuan Pendidikan. Masa Kebiasaan Baru setelah masa transisi selesai,
apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai Zona Hijau maka satuan
Pendidikan masuk dalam masa kebiasaan baru.
Guru-guru di SMP Kristen Petra 3 Surabaya membuat perencanaan
pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, serta penilaian proses
pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian
kompetensi lulusan tidak hanya untuk siswa reguler tetapi juga untuk siswa
berkebutuhan khusus dan juga terintegrasi pada lingkungan yang
dilaksanakan secara daring.
19
4. Standar Penilaian
Penilaian di SMP Kristen Petra 3 Surabaya dilakukan secara
berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil,
dalam bentuk penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir
semester, dan penilaian kenaikan kelas. Pelaksanaan penilaian tengah
semester, penilaian akhir semester, dan penilaian kenaikan kelas dilaksanakan
berbasis komputer. Penilaian tersebut bertujuan untuk menilai pencapaian
standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran yang mengacu pada
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
5. Standar Pendidik dan Kependidikan
Pendidik di SMP Kristen Petra 3 Surabaya, pada tahun pelajaran
2021/2022 berjumlah 56 guru. Rata-rata berada pada usia produktif dengan
100% berkualifikasi dan kelayakan ijazah minimal S-1 dan S-2 sejumlah 8
guru. Jumlah pendidik yang sudah tersertifikasi sebanyak 19 guru, 1 guru
dalam proses pengajuan dan 36 guru belum tersertifikasi. Untuk layanan
bimbingan dan konseling siswa SMP Kristen Petra 3 memiliki 6 guru,
berlatar belakang 5 guru berpendidikan S-1 jurusan bimbingan konseling dan
1 guru berpendidikan S-1 Psikologi. Lebih dari 34%, pendidik
berpengalaman kerja lebih dari 10 tahun.
6. Standar Sarana Prasarana
SMP Kristen Petra 3 Surabaya merupakan salah satu SMP swasta
yang terletak di Jalan Manyar Tirtoasri Raya 1-3, Kelurahan Manyar
Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, yang berdiri sejak tahun
1983 dan menempati tanah seluas ± 3.000 m2 dengan bangunan terdiri dari 3
lantai serta luas bangunan ± 6792 m2. Letak sekolah yang berada di tengah
perumahan elit menyebabkan keamanan dan kenyamanan peserta didik
terjamin. Lingkungan SMP Kristen Petra 3 Surabaya berdekatan dengan
fasilitas umum berupa sekolah-sekolah mulai TK sampai perguruan tinggi
serta rumah sakit.
20
SMP Kristen Petra 3 Surabaya memiliki 28 ruang kelas serta fasilitas
yang menunjang proses pembelajaran meliputi wifi dalam pembelajaran
khususnya IT, 1 (satu) ruang laboratorium IPA-Fisika, 1 (satu) ruang
laboratorium IPA-Biologi, 1 (satu) ruang laboratorium Bahasa, 1 (satu) ruang
laboratorium prakarya, 1 (satu) ruang galeri sebagai tempat untuk menyimpan
hasil karya siswa dan alat peraga pembelajaran, 1 (satu) ruang perpustakaan,
1(ruang) ruang laboratorium komputer dan 1 ruang green house dan taman
yang dipergunakan sebagai laboratorium alam.
7. Standar Pengelolaan
Berdasarkan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Tahun Pelajaran 2019/2020
perolehan nilai dari masing-masing standar sebagai berikut: Standar
Kompetensi Lulusan 6,37, Standar Isi 5,94, Standar Proses 6,13, Standar
Penilaian Pendidikan 6,23, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6,24,
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,21, Standar Pengelolaan
Pendidikan 5,9, Standar Pembiayaan 5,18 Nilai rata-rata 5,93 sedang nilai
maksimal adalah 6,99. Berdasarkan kondisi di atas SMP Kristen Petra 3
Surabaya berusaha untuk meningkatkan diri agar tercapai kondisi yang ideal
sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Implementasi
Manajemen Partisipatif Berbasis Sekolah (MBS) telah berjalan dengan
mengedepankan demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas.
Dari faktor demografis, latar belakang pendidikan orang tua siswa
rata-rata berpendidikan S-1, mata pencaharian orang tua murid heterogen,
meliputi PNS (5%), karyawan swasta (35%), dan wiraswasta (60%). Sebagian
besar wali murid berdomisili di sekitar sekolah. Dalam pengembangan
program-program sekolah, SMP Kristen Petra 3 Surabaya selalu
mensosialisasikan kepada komite, wali murid dan stakeholder. Pelaksanaan
Program Sekolah dan peningkatan mutu sekolah menggunakan dana murni
dari wali murid.
Beberapa faktor yang masih menjadi ancaman adalah adanya
pergeseran nilai kehidupan yang cenderung menjadikan pola pikir dan pola
21
hidup yang mudah terpengaruh dan meniru perilaku sosok yang diidolakan
secara fisik dan menghambat terbentuknya nilai dan karakter berjiwa juang.
Diperkuat juga dengan adanya pengaruh budaya dan teknologi global yang
kurang diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan dari orang tua
secara maksimal sehingga menyulitkan proses pembentukan budi
pekerti/karakter yang tangguh.
Kehadiran lembaga-lembaga pendidikan baru baik yang negeri
maupun swasta telah menjadikan SMP Kristen Petra 3 Surabaya semakin
tertantang untuk berbenah secara berkelanjutan, melakukan upaya peningkatan
mutu tenaga pendidik dan kependidikan, melengkapi sarana dan prasarana,
meningkatkan kerja sama dengan orang tua siswa/masyarakat, dan instansi
lain yang terkait. Sekolah berupaya menyeimbangkan pengelolaan
kemampuan akademik (IQ) dan non akademik (EQ, SQ) secara maksimal.
Untuk memfasilitasi pengembangan heterogenitas potensi dan karakter siswa
dilaksanakan program pengembangan diri yang disesuaikan dengan kondisi
dan kebutuhan siswa.
Secara umum rencana ke depan yang diprogramkan untuk memperbaiki
perolehan nilai dari masing-masing standar antara lain:
a. Meningkatkan budaya literasi yang sudah dilaksanakan sekolah untuk
seluruh warga sekolah.
b. Membentuk tim pengelolaan yang kuat, komite yang mendukung dan
melibatkan diri pada pada seluruh kegiatan untuk menjamin
keterlaksanaan layanan sekolah.
c. Mengembangkan kurikulum berkarakter yang menampung kebutuhan
peserta didik dalam upaya agar peserta didik mampu bersaing dalam era
globalisasi.
d. Mengembangkan kurikulum berbasis Pendidikan Lingkungan hidup
melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah
yang selanjutnya disebut Gerakan PBLHS dan Penerapan Perilaku Ramah
Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut Penerapan PRLH.
Meningkatkan kompetensi guru sesuai latar belakang pendidikannya dan
22
memberikan kesempatan mengikuti pelatihan pelatihan untuk
pengembangan diri.
e. Meningkatkan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler
yang dapat meningkatkan kompetensi peserta didik.
f. Meningkatkan pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan dan
kebutuhan peserta didik (berdiferensiasi) dengan pembelajaran yang
kreatif dan inovatif.
g. Mengembangkan sarana prasarana sekolah yang mencerminkan
lingkungan pengelolaan lingkungan hidup melalui pengembangan fungsi
sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup,
peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar
kawasan sekolah, penghematan sumber daya alam (listrik, air dan ATK),
peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat, pengembangan sistem
pengelolaan sampah.
8. Standar Pembiayaan
Untuk menjalankan proses belajar mengajar di SMP Kristen Petra 3
Surabaya, tentunya diperlukan dana. Daya yang diambil seluruhnya bersumber
dari dana dari orang tua/wali murid, berupa dana pengembangan dan uang
sekolah. Akan tetapi pihak PPPK Petra juga melaksanakan kebijakan berupa
bantuan uang sekolah yang disebut dengan BUSS (Bantuan Uang Sekolah
Siswa), yang diberikan kepada siswa yang orangtuanya sedang mengalami
kesulitan keuangan, serta beasiswa bagi siswa yang memiliki prestasi
akademis dan non akademis mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional.
23
B. Kondisi Sekolah Magang 2 (SMP Kristen YBPK 1 Surabaya)
Gambar 2.2 Gedung SMP Kristen YBPK 1 Surabaya bagian dalam
SMP Kristen YBPK 1 Surabaya, merupakan salah satu sekolah yang
diperhitungkan oleh masyarakat Kota Surabaya dan satu kompleks mulai dari
TK, SD, SMP dan SMA. Dimana SMP Kristen YBPK 1 berada di kawasan
Surabaya Timur tepatnya terletak di jalan Luntas 33 Surabaya RT 003/RW
008, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya,
Provinsi Jawa Timur. Sebagai Sekolah Kristen yang di bawah naungan
GKJW jemaat Surabaya berantusias untuk menjaring siswa yang berada di
lingkungan Gubeng dan sekitarnya. Masyarakat sekitar SMP Kristen YBPK 1
Surabaya yang heterogen menambah derajat keberagaman latar belakang
siswa dan orang tuanya. Hal ini mengundang segenap stakeholder SMP
Kristen YBPK 1 yang bercita-cita menorehkan beragam prestasi untuk
bekerja keras demi keunggulan dan kemajuan sekolah ini.
SMP Kristen YBPK 1 berdiri tahun 1953 memiliki Nomor Statistik
Sekolah (NSS) 203056007031, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
20532736 dan terakreditasi A. SMP Kristen YBPK 1 memiliki luas lahan
1539 m2 dan luas bangunan 630 m2. Saat ini SMP Kristen YBPK 1 dipimpin
oleh Erwin Darmogo, S.Pd, M.M. dengan memiliki 15 tenaga pendidik dan 5
24
tenaga kependidikan. SMP Kristen YBPK 1 juga meluncurkan website
sekolah www.smpkr-ybpk1surabaya.sch.id sebagai sumber informasi bagi
guru, karyawan, siswa, orang tua/wali murid serta masyarakat umum. Website
ini dapat sebagai media komunikasi yang positif antar sesama warga sekolah
maupun pemerhati pendidikan pada umumnya karena berisi segala kegiatan
dalam proses pendidikan. Selain itu juga ada instagram
https://instagram.com/smpkristenybpk1?utm_medium=copy_link .
Adapun visi SMP Kristen YBPK 1 adalah “Terwujudnya Siswa yang
Beriman, Berkarakter Kristus, Cerdas, Terampil, Cinta Lingkungan dan
Berwawasan Global”. Sedangkan untuk misi dari SMP Kristen YBPK 1
adalah:
1. Membina siswa agar memiliki spiritualitas dan karakter seperti Kristus
2. Mendidik siswa unggul dalam prestasi akademik dan non akademik
3. Membentuk siswa peduli terhadap sesama dan lingkungan
4. Memperlengkapi siswa dengan keterampilan yang relevan dan
bermanfaat.
Visi dan misi yang diusung oleh SMP Kristen YBPK 1 ini telah
memberi arah dan motivasi bagi warga sekolah untuk senantiasa berkreasi
dan berprestasi. Adapun strategi yang digunakan untuk suksesnya visi dan
misi tersebut adalah senantiasa membenahi diri dalam rangka membangun
sekolah yang layak untuk belajar peserta didik, meningkatkan prestasi guru,
tenaga kependidikan dan peserta didik serta meningkatkan hubungan yang
harmonis antara sekolah dengan masyarakat atau dengan instansi lain.
Mengacu dari visi-misi sekolah dan tujuan pendidikan nasional serta
relevan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar satuan pendidikan, tujuan
SMP Kristen YBPK 1 dirumuskan sebagai berikut:
1. Terwujudnya siswa yang unggul dalam spiritualitas dan religius
dibuktikan dengan perubahan sikap dan perilaku siswa sebagai akibat
penghayatan akan ajaran agama yang dianutnya. Siswa memiliki
kesadaran dan tanggung jawab untuk menjalankan kewajibannya
sebagai umat beragama seperti : berdoa, membaca dan merenungkan
25
kitab suci, beribadah dan berbuat baik kepada sesamanya tanpa melihat
perbedaan yang ada.
2. Terwujudnya siswa yang lebih disiplin, mandiri dan bertanggung jawab
terutama dalam mematuhi tata tertib sekolah, mandiri dan bertanggung
jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru,
terhindar dari kebiasaan untuk menunda- nunda pekerjaan yang bisa
dikerjakan .
3. Terwujudnya siswa yang unggul dalam prestasi akademik dan non
akademik, yang dibuktikan dengan keterlibatan siswa dalam berbagai
macam perlombaan/kejuaraan akademik dan non akademik di luar
sekolah baik tingkat kota maupun daerah dan meraih prestasi yang
dapat dibanggakan. Disamping itu siswa juga dapat berprestasi dalam
kegiatan belajar mengajar di sekolah melalui nilai – nilai prestasi
belajarnya yang jauh lebih tinggi dari KKM yang telah ditetapkan
dengan predikat A atau B.
4. Terwujudnya siswa yang lebih terampil sesuai dengan potensi dirinya.
Siswa memahami dan mengenal dengan baik bakat dan potensi dirinya
yang bisa dikembangkan secara maksimal . Siswa memiliki daya cipta
dan kreativitas yang lebih baik sehingga siswa lebih terampil dibanding
dengan keadaan sebelumnya.
5. Terwujudnya siswa yang memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi
terhadap sesama dan lingkungan. Hal ini tampak melalui kesadaran
siswa terhadap pentingnya kebersihan lingkungan kelas dan sekolah.
Siswa membuang sampah tidak sembarangan, mengurangi
penggunaan sampah plastik, siswa terlibat aktif dalam gerakan
adiwiyata sekolah yaitu green community.
Kinerja SMP Kristen YBPK 1 Surabaya dilihat dari pencapaian 8
(delapan) standar nasional Pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan
Peserta didik yang mendaftar di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
memiliki berbagai prestasi terutama di bidang non akademik seperti:
26
olahraga dan seni. Peserta didik dari SMP Kristen YBPK 1 cukup
membanggakan kita meskipun belum sampai ke tingkat Nasional. Namun,
pada even-even tingkat kecamatan, kota bahkan propinsi kita sudah dapat
berbicara, melalui pembinaan yang terprogram dan dilaksanakan dengan
pantauan yang memadai, siswa SMP Kristen YBPK 1 Surabaya yaitu :
− Juara III Smack Ball Competition di SMAK St Hendrikus
− Juara II Rally Games , Gelar Karya Pemuda 2013
− Juara Penyaji Terbaik, Baca Puisi Kelompok Pensi Se Kota
Surabaya
− Band Competition, Best Performer Heart Festival Cita Hati
− Best Gitaris, Heart Festival 2013
− Juara I Lomba Terompa Panjang, Olimpiade Tradisional 2014 di
SAIM
− Juara II Solo Vokal, Heart Festival 2013
− Juara I Smack Ball, 2014 Dispora Kota Surabaya
− Juara I Smack Ball, 2016 Dispora Kota Surabaya
− Juara I Geguritan tingkat Kecamatan
− Juara II Rangking 1 Program Trans TV 2018
− Juara II Lomba Debat Rotary Club 2019
2. Standar Isi
Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan
nasional dalam domain sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan. Oleh karena itu, standar isi di SMP Kristen YBPK 1
Surabaya dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup dan
tingkat kompetensi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yang
dirumuskan pada Standar Kompetensi Lulusan, yakni sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. SMP Kristen YBPK 1 Surabaya saat ini berupaya terus
menerus untuk meningkatkan mutu pendidikan baik di bidang akademis
maupun non akademis, terutama bidang manajemen mutu.
Proses pembelajaran di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya di awal
tahun pelajaran ini diselenggarakan secara daring yang interaktif,
27
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik walaupun saat ini kita
sedang dalam pandemi covid 19.
Berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri dalam
Negeri Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor
HK.03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440-882 Tahun 2020 tentang
panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan
Tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi corona virus disease 2019
(Covid-19). Satuan Pendidikan yang berada di daerah zona kuning,
oranye, dan merah, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka
di satuan Pendidikan dan tetap melanjutkan BDR sesuai dengan Surat
edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang
pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran
Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) dan Surat Edaran Sekretaris
Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020
tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa
Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
3. Standar Proses
Pembelajaran tatap muka di satuan Pendidikan yang berada di
daerah Zona Hijau dilaksanakan melalui dua fase yaitu masa transisi
berlangsung selama 2 (bulan) sejak dimulainya pembelajaran tatap muka
di satuan pendidikan. Jadwal pembelajaran ditentukan oleh satuan
pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan
keselamatan warga satuan Pendidikan. Masa Kebiasaan Baru setelah masa
transisi selesai, apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai Zona Hijau
maka satuan Pendidikan masuk dalam masa kebiasaan baru.
Semua guru yang berada di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran,
28
serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan yang terintegrasi pada
lingkungan yang dilaksanakan secara daring dengan hybrid learning.
Hybrid learning adalah menggabungkan berbagai pendekatan dalam
pembelajaran yakni pembelajaran tatap muka, pembelajaran berbasis
komputer, dan pembelajaran berbasis online (internet dan mobile
learning) (lpmpdki.kemdikbud.go.id). Oleh karena itu semua guru
diwajibkan menggunakan IT saat melaksanakan proses pembelajaran.
4. Standar Penilaian Pendidikan
Penilaian di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya dilakukan secara
berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan
hasil, dalam bentuk penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian
akhir semester, dan penilaian akhir tahun. Pelaksanaan penilaian tengah
semester, penilaian akhir semester, dan penilaian akhir tahun dilaksanakan
berbasis komputer/online. Penilaian tersebut bertujuan untuk menilai
pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran yang
mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian Pendidikan.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kualitas tenaga pendidik, SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
memiliki keunggulan yang cukup memadai. Seluruh pendidik sudah
memenuhi kualifikasi pendidik yaitu 1 orang guru yang berlatar belakang
pendidikan S2 dan 14 guru yang berlatar pendidikan S1. Sedangkan untuk
karyawan ada 5 tenaga kependidikan yang berkompeten di bidangnya. Di
SMP Kristen YBPK ini secara rutin juga mengadakan supervisi baik
untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan
kompetensi dan pelayanan. Data pendidik di SMP Kristen YBPK 1
Surabaya pada tabel 2.1.
29
Tabel 2.1 Data pendidik SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
No Nama Jabatan
1 Erwin Darmogo, S.Pd.,M.M Kepala Sekolah
2 Kristianto Johannes, S.Th PAK - Wakasek Kurikulum
3 Christina Widi Astuty, S.Psi Bimbingan Konseling
4 Dra. Elok Pangastuti PPKn
5 Rumondang Silitonga, S.Pd Bahasa Inggris
6 Muji Hastuti, S.Pd Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa
7 Yuliana Sari Puji Rahayu, S.Si IPA - Biologi
8 Milatun Khasanah, S.Pd IPA - Fisika
9 Rizky Risfilianty, S.Pd Matematika
10 Tri Winarni, S.Pd Seni Budaya
11 Bella Elmar Putri Tida, S.Pd Prakarya
12 Herribertus Aji Martono, S.Pd Pend. Jasmani dan Kesehatan
13 Lely Liquisawaty, S.Sos IPS
14 Bobby Agustinus Facher, S.S Bahasa Inggris
15 Drs. Beni Barkah Pend. Jasmani dan Kesehatan
Data tenaga kependidikan sebagai berikut:
Tabel 2.2 Data tenaga kependidikan SMP Kristen YBPK 1
Surabaya
No Nama Jabatan
1 Ninik Sudaryanti Kepala Tata Usaha
2 Doso Winengku Petugas UKS
3 Lely Liquisawati Petugas Perpus
4 Sarwono Petugas Keamanan
5 Nirsa Tenaga kebersihan
30
6. Standar Sarana dan Prasarana
SMP Kristen YBPK 1 Surabaya berdiri sejak tahun 1953 di atas
lahan seluas ±1529 m2 yang secara geografis terletak di wilayah Timur
Kota Surabaya namun berada dengan pusat kota. Lingkungan SMP
Kristen YBPK 1 Surabaya juga cukup strategis, karena mudah dijangkau
dan dekat dengan fasilitas umum berupa sekolah-sekolah mulai TK
sampai perguruan tinggi serta rumah sakit.
SMP Kristen YBPK 1 Surabaya memiliki fasilitas pendidikan
yaitu 5 ruang kelas (rombel), 1 lab. komputer Multimedia , 1 ruang lab.
bahasa, 1 ruang lab. IPA, 1 ruang keterampilan, 1 ruang UKS, 1 ruang
koperasi siswa, 1 ruang rapat, 1 ruang PMR, 1 ruang pramuka, dan 1
gudang, bank sampah, green house.
7. Standar Pengelolaan
Berdasarkan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Tahun Pelajaran
2020/2021 perolehan nilai dari masing- masing standar sebagai berikut:
Standar Isi 5,96, Standar Proses 5,57, Standar Kompetensi Lulusan 6,21,
Standar Penilaian Pendidikan 5,8, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan 6,38, Standar Sarana dan Prasarana 5,01, Standar
Pengelolaan Pendidikan 7,73, Standar Pembiayaan 5,26 dan nilai
rata-rata 5,74, sedang nilai maksimal adalah 8,38. Berdasarkan kondisi di
atas SMP Kristen YBPK 1 Surabaya berusaha untuk meningkatkan diri
agar tercapai kondisi yang ideal sebagaimana yang diamanatkan oleh
Undang-Undang. Implementasi Manajemen Partisipatif Berbasis Sekolah
(MBS) telah berjalan dengan mengedepankan demokrasi, transparansi,
dan akuntabilitas.
Dari faktor demografis, latar belakang pendidikan orang tua siswa
sangat bervariasi, mata pencaharian orang tua murid heterogen. Sebagian
besar wali murid berdomisili di sekitar sekolah. Pelaksanaan Program
Sekolah dan peningkatan mutu sekolah menggunakan dana dari BOSDA
dan BOSNAS serta dana masyarakat/wali murid (uang sekolah).
31
Sejalan dengan kebijakan Kota Surabaya yang tertuang dalam
Grand Design Pendidikan Kota Surabaya menuju tahun 2021 yang
merumuskan bahwa pendidikan merupakan wahana untuk mewujudkan
keinginan memanusiakan manusia (homonisasi), membuat manusia
menjadi berdaya dalam mengembangkan sisi kemanusiaannya
(humanisasi), pendidikan juga harus memberdayakan manusia
(empowering), mencerahkan (enlightening), serta memuliakan kehidupan
manusia (ennobling). Dalam kajian ini, SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
sebagai salah satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar yang
ada di Kota Surabaya berkewajiban untuk menindaklanjuti kebijakan
tersebut dengan menyelenggarakan layanan pendidikan kepada
masyarakat dengan menganut asas pemerataan, berkualitas, bermakna,
berkelanjutan, dan akuntabel.
8. Standar Pembiayaan
Pembiayaan operasional sekolah didanai dari dana BOSNAS dan
BOPDA serta dana orang tua wali murid atau SPP. Untuk biaya personal
seperti uang seragam, buku dan juga biaya kegiatan dibiayai oleh orang
tua, sedangkan untuk pembangunan gedung-gedung baru dan rehabilitasi
gedung SMP Kristen YBPK 1 Surabaya mendapatkan bantuan dari
Yayasan.
32
BAB III
PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT
A. Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK)
1. Judul RPK :“Peningkatan Kompetensi Guru dalam
Pembelajaran melalui Penggunaan Aplikasi Canva di SMP Kristen Petra 3
Surabaya''.
2. Tujuan RPK :
a. Meningkatkan rasa optimis, pantang menyerah, dan berpikir
alternatif. (guru)
b. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru (Calon Kepala
Sekolah)
c. Melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program dan kegiatan
sekolah - (siswa)
d. Tercapainya student wellbeing yang menyenangkan
3. Indikator keberhasilan:
a. Guru memiliki rasa optimis, pantang menyerah dan berpikir
alternatif
b. Guru dapat membuat media ajar yang menarik dengan aplikasi
canva
c. Peserta didik mampu meningkatkan prestasi
d. Pencapaian student wellbeing
4. Program kegiatan : Workshop secara daring
Siklus Pertama
a. Persiapan
Pada tahap persiapan Rencana Proyek Kepemimpinan, Calon
Kepala Sekolah mengkomunikasikan dan mendiskusikan terlebih dahulu
secara seksama dengan kepala sekolah dan Penjaminan Mutu Pendidikan
(PMP) SMP Kristen Petra 3 Surabaya. Hasil identifikasi dan analisis
33
tersebut disimpulkan bahwa khusus pada Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan terdapat kelemahan terutama pada aspek kompetensi
profesional guru dalam membuat media ajar yang lebih menarik.
Kompetensi Profesional merupakan kemampuan penguasaan
materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan
membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Seorang guru profesional
tidak hanya berkompeten dalam penguasaan materi, penggunaan metode
yang tepat, akan tetapi juga ada keinginan untuk selalu meningkatkan
kemampuan profesional tersebut dan keinginan untuk selalu
mengembangkan strategi-strategi dalam melaksanakan tugasnya sebagai
pengajar sekaligus pendidik agar proses belajar-mengajar dapat mencapai
tingkat yang optimal (Prayitno, 2020:19).
Berdasarkan hasil koordinasi maka diperoleh rekomendasi untuk
menyelenggarakan workshop pembuatan media pembelajaran yang lebih
menarik bagi siswa dan tidak membosankan. Maka untuk itu terlebih
dahulu menyusun rencana program, dengan rencana tindak lanjut,
sebagai berikut :
1. Persiapan workshop
a. Mendata guru yang belum pernah menggunakan aplikasi canva
untuk membuat media ajar yang lebih menarik.
b. Membuat susunan panitia workshop.
c. Mengadakan sosialisasi workshop secara daring menggunakan
zoom meeting.
d. Membuat rencana kegiatan pelaksanaan workshop.
e. Membuat administrasi yang diperlukan.
f. Menghubungi narasumber yang pernah mengikuti pelatihan
aplikasi canva dan telah menerapkan penggunaan canva.
g. Bersama narasumber membuat panduan workshop dan juga
materi yang menjadi kebutuhan dari peserta workshop.
34
2. Materi yang akan dikembangkan dalam kegiatan workshop:
a. Fungsi dari aplikasi canva yang akan digunakan.
b. Komponen yang digunakan pada aplikasi canva
c. Langkah-langkah membuat presentasi, Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) menggunakan aplikasi canva
3. Target dan sasaran workshop:
Target dari pelaksanaan workshop ini adalah guru SMP
Kristen Petra 3 Surabaya yang belum pernah mengenal dan
menggunakan aplikasi canva dan diharapkan setelah mengikuti
workshop ini mampu memahami:
a. Pentingnya media ajar yang menarik bagi peserta didik
sehingga meningkatkan kompetensi siswa.
b. Membuat media ajar yang menarik sebagai wujud kompetensi
yang perlu dimiliki oleh pendidik dengan memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi dalam proses
pembelajaran dan juga pengembangan diri.
c. Mampu mengembangkan penggunaan aplikasi canva sesuai
dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
4. Metode workshop yang dilakukan:
a. Metode ceramah
b. Metode diskusi
c. Metode tutorial
5. Narasumber
Narasumber untuk workshop ini dari guru sendiri yang mampu dan
sering menggunakan aplikasi canva untuk keperluan sekolah
seperti pembelajaran, promosi sekolah, IG sekolah.
Di bawah ini juga disiapkan instrumen-instrumen yang terkait dengan
kegiatan yang dapat dilihat di lembar lampiran.
35
b. Pelaksanaan siklus 1
Kegiatan workshop yang mengangkat tentang aplikasi canva
dilaksanakan secara daring menggunakan zoom meeting. Mengingat
kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan tatap muka
secara langsung. Pelaksanaan workshop diadakan pada hari Jumat, 12
November 2021 dan diikuti oleh 22 peserta dengan jadwal sebagai
berikut:
Tabel 3.1 Jadwal workshop penggunaan aplikasi canva
No Keterangan Waktu
13.00 - 13.15
1 Pembagian ID zoom 13.00 - 13.15
13.15 - 13.25
2 Presensi peserta, nara sumber, dan panitia
13.25 - 13.30
3 Pembukaan oleh Kepala Sekolah SMP Kristen
PETRA 3 dpo.Ibu Dra. Ni Nyoman Panji P.S,M.M 13.30 - 13.40
4 Doa oleh Guru Agama Ibu Jubelina Inosensia 13.40 - 13.45
K,S.Si.Teol 13.45 - 14.45
14.45 - 15.00
5 Menyampaikan tujuan dan rencana workshop Lina 15.00 - 15.05
Retnowati
6 Perkenalan Pembicara
7 Pelaksanaan Workshop
8 Warna warni - Rosa Wurih
9 Doa Penutup - Vivin Arit
c. Monitoring dan Evaluasi
Pada siklus pertama pelaksanaan RPK di SMP Kristen Petra 3
Surabaya, yang dimonitor adalah bagaimana kompetensi dari calon
Kepala Sekolah dalam melaksanakan workshop yang menjadi kebutuhan
bagi guru. Selain kebutuhan guru juga memiliki tujuan utama untuk
proses belajar mengajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
Berikutnya yang perlu dimonitor adalah hasil dari guru setelah
melakukan workshop yaitu mengembangkan media ajar yang
36
menggunakan aplikasi canva agar lebih menarik bagi peserta didik dan
menghasilkan student wellbeing yang menyenangkan.
Pelaksanaan workshop terlebih dahulu diadakan pretest untuk
mengukur kemampuan peserta terkait dengan kegiatan dilaksanakan dan
setelah selesai kegiatan juga diadakan postest. Berikut gambaran
rekapitulasi hasil pretest dan post test:
Tabel 3.2 Rekapitulasi hasil pretest dan post test siklus 1
No Responden Guru mata pelajaran Mengajar Nilai
kelas Pre Test Post Test
1 Responden 1 Bahasa Inggris VII
2 Responden 2 Bahasa Inggris IX 76 84
3 Responden 3 VIII 82 88
4 Responden 4 PPKN VII 76 92
5 Responden 5 Rekayasa IX 54 100
6 Responden 6 IPA-Fisika IX 82 84
7 Responden 7 IPA-Fisika IX 52 80
8 Responden 8 Matematika VIII 72 80
9 Responden 9 IPA -Biologi VIII 76 86
10 Responden 10 IX 62 94
11 Responden 11 PAK VIII 66 86
12 Responden 12 Biologi IX 50 64
13 Responden 13 VII 74 88
14 Responden 14 IPS VII 26 78
15 Responden 15 PAK VIII 62 80
16 Responden 16 Bahasa Indonesia VII 60 86
17 Responden 17 Ekonomi VII 60 94
18 Responden 18 Bahasa Indonesia VIII 54 80
19 Responden 19 Matematika VIII 40 62
20 Responden 20 IPA-Fisika IX 40 82
21 Responden 21 Bahasa Inggris VII 86 88
22 Responden 22 PAK VII 80 92
Matematika 76 88
PAK
Penjas Orkes
37
Dan berikut ikut ini grafik yang menunjukkan perkembangan hasil dari test:
Grafik 3.1 Data hasil pretest dan post test peserta workshop siklus 1
Berdasarkan pada tabel 3.2 dan grafik 3.1 data pretest dan post test terlihat
perubahan kenaikan hasil tes bahkan ada kenaikan yang signifikan.
Berikut ini hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop diperoleh
hasil rata-rata 88.11 terlihat pada tabel 3.3 dan ada kekurangan di bagian
penyusunan anggaran yang tidak ada karena semua dilakukan secara daring.
Di samping itu semua kegiatan menggunakan perangkat sekolah dan juga
internet dari sekolah. Selain dilaksanakan secara daring anggaran untuk
narasumber juga tidak ada karena narasumber dari guru SMP Kristen Petra 3
sendiri.
Pada pelaksanaan kegiatan workshop kali ini untuk pembagian id
card tidak ada karena penggunaan id card melalui daring tidak terlihat maka
diganti dengan menggunakan background yang sudah disiapkan akan tetapi
ada kendala karena tidak semua komputer/laptop yang digunakan ada yang
tidak support dengan backgroundnya.
38
Tabel 3.3 Rekapitulasi hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop
siklus 1
Persiapan Pelaksanaan
No Keterangan TSoktoarl Nilai
1234567812345
1 Responden 1 1011111110111 11 84.61
2 Responden 2 1011111111111 12 92.31
3 Responden 3 1011111111111 12 92.31
4 Responden 4 1011111110111 11 84.61
5 Responden 5 1011111110111 11 84.61
6 Responden 6 1011111110111 11 84.61
7 Responden 7 1011111111111 12 92.31
8 Responden 8 1011111110111 11 84.61
9 Responden 9 1011111110111 11 84.61
10 Responden 10 1011111110111 11 84.61
11 Responden 11 1011111111111 12 92.31
12 Responden 12 1011111111111 12 92.31
13 Responden 13 1011111110111 11 84.61
14 Responden 14 1011111111111 12 92.31
15 Responden 15 1011111111111 12 92.31
16 Responden 16 1011111111111 12 92.31
17 Responden 17 1011111111111 12 92.31
18 Responden 18 1011111111111 12 92.31
19 Responden 19 1011111110111 11 84.61
20 Responden 20 1011111110111 11 84.61
21 Responden 21 1011111110111 11 84.61
22 Responden 22 1011111110111 11 84.61
Rata-rata nilai 88.11 1938.42
Berdasarkan instrumen peningkatan kompetensi kepala sekolah
berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK)
yang terlihat pada tabel 3.3 menyatakan bahwa dari 22 responden juga
mengalami kekurangan pada kompetensi kewirausahaan dibandingkan
kompetensi kepribadian dan sosial. Kompetensi kewirausahaan yang kurang
adalah dalam memahami program-program inovatif yang bisa meningkatkan
39
keefektifan dibandingkan dengan memiliki rasa optimis, pantang menyerah
dan berpikir alternatif terbaik untuk mencapai keberhasilan. Akan tetapi
secara umum hasil analisis mendapatkan 92,31 secara kualitatif dikriteria A
atau sangat baik di hampir seluruh kompetensi. Berikut tabel yang
menunjukan hasil kompetensi calon kepala sekolah berdasarkan AKPK:
Tabel 3.4 Rekapitulasi hasil peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK
No Responden Kepribadian Kompetensi Kewirausahaan
12 Sosial 12
1 Responden 1 44 34
2 Responden 2 34 12 34
3 Responden 3 44 34 44
4 Responden 4 33 43 34
5 Responden 5 44 44 34
6 Responden 6 43 43 44
7 Responden 7 34 34 34
8 Responden 8 34 33 44
9 Responden 9 44 34 43
10 Responden 10 44 44 43
11 Responden 11 44 34 43
12 Responden 12 44 44 34
13 Responden 13 44 44 23
14 Responden 14 44 44 44
15 Responden 15 34 44 33
16 Responden 16 34 43 43
17 Responden 17 44 44 43
18 Responden 18 44 44 24
19 Responden 19 43 44 44
20 Responden 20 44 43 34
21 Responden 21 34 33 24
22 Responden 22 33 44 44
80 84 44 74 81
Jumlah 44 77.5
Rata-Rata 82 82 82
Hasil Analisis
82
91,67
40
Sedangkan untuk evaluasi hasil kegiatan workshop untuk meningkatkan
kompetensi guru dalam pembelajaran melalui penggunaan aplikasi canva di
SMP Kristen Petra 3 Surabaya dapat dilihat melalui tabel berikut ini:
Tabel 3.5 Rekapitulasi hasil evaluasi kegiatan siklus 1
No Responden Indikator Keberhasilan Hasil Analisis
1 Responden 1 12 3 91.67
2 Responden 2 83.33
3 Responden 3 43 4 91.67
4 Responden 4 100.00
5 Responden 5 33 4 75.00
6 Responden 6 83.33
7 Responden 7 34 4 83.33
8 Responden 8 91.67
9 Responden 9 44 4 91.67
10 Responden 10 91.67
11 Responden 11 33 3 91.67
12 Responden 12 91.67
13 Responden 13 33 4 83.33
14 Responden 14 91.67
15 Responden 15 33 4 75.00
16 Responden 16 100.00
17 Responden 17 43 4 91.67
18 Responden 18 83.33
19 Responden 19 34 4 83.33
20 Responden 20 100.00
21 Responden 21 43 4 83.33
22 Responden 22 91.67
34 4 88.64
Jumlah
43 4
33 4
34 4
33 3
44 4
34 4
33 4
33 4
44 4
33 4
43 4
74 74 86
Tabel 3.5 memperlihatkan hasil evaluasi kegiatan bagi peserta
workshop pada siklus 1 ini menunjukan bahwa dengan penggunaan aplikasi
canva dapat membuat pembelajaran daring menjadi lebih menarik dan
41
menyenangkan bagi siswa. Secara kuantitatif masuk rentang nilai 88,64
dengan kualitatif A atau sangat baik. Dari hasil angket memperlihatkan ada
dampak terhadap kegiatan workshop terkait tentang penggunaan aplikasi
canva.
Tabel 3.6 Data rekapitulasi keberhasilan RPK terhadap peserta didik siklus 1
No Nama Indikator N Nama Indikator
1 2345 o 12 3 45
1 AARON BRYAN CIA
2 ADITYA ARDITANTO 2 3332 1 ALDO PUTRA SULAIMAN 3 2 3 3 3
3 BERYL AYANTA O 3 3444
4 CLARESTA LUCRETIA P 3 3443 2 ALEXANDRA XAVIERA L 4 3 3 4 3
5 DANIELLA OCTAVIANA C 4 3344
6 DARRELL ZACHARY D 3 3344 3 AMADEO CONSTANTINE P 4 3 4 4 4
7 DESAK PUTU MAHARANI 4 3333
8 EFFANICOLE JOYNALLY G 4 4444 4 AXEL IMMANUEL A 3 2 3 43
9 FELICIA WIYOGO 3 2334
10 HENDRA ADIWIJAYA HO 4 3333 5 CENNETH WILSON 3 4 3 43
11 IVANA MARGARETHA 3 2344
12 JASSON IRWANTONO 4 4444 6 CHRISTOPHER JASON S 4 4 4 44
13 JENNIFER GRACE S 3 2443
14 JEREMY REINHARD A 4 4334 7 CHRYSANTIA OKTAVINE E 3 2 3 4 3
15 JESSICA POERWANTO 3 2443
16 KEISHIA DJOVANKA 4 3344 8 CLAIRINE GRAZIELLA C 4 4 4 44
17 KENNY EZEKIEL H 4 4443
18 LAETITIA EILEEN S 4 2344 9 CLARENZA SAFIRA D 4 3 3 44
19 LEVINA WULIUTOMO 3 2444
20 MATTHEW WIELING O 4 3343 10 EDRICK OWEN 3 3 3 44
21 MICHAEL KEANE JAPOLA 4 3444
22 MICHELLE PRINCESSA I 3 2343 11 EVAN WIJAYA 4 4 4 44
23 MONIQUE KOE 4 3344
24 NIXON RIKY IDDEN 4 3443 12 FELICIA GLENNYS L 4 4 4 44
25 PETRA JOSEPHA S 3 3443
26 PUTU ANANTA 4 4344 13 FREDERICK ARNOLD H 3 3 3 43
27 SAMUEL JASON LIWANTO 3 4334 14 GERALD CELLO YOSUA J 3 3 4 44
28 STEVEN CRISTIANO S 4 3344
29 VANESSA NAOMI C 3 3344 15 JACQLIEN ANGELA W 4 4 3 33
4 3434
16 JAYNERO MIKHAIL S 4 3 3 44
17 JESSELYN KENZIE 3 2 3 33
18 JESSICA AMALIA SARTIO 4 3 3 4 4
19 KAREN MAIYA TJIA 3 4 3 43
20 KEN ESTEVEN NJOTO 3 4 4 34
21 KLARISA DOMINIC E 3 2 4 43
22 LOVELY RUTH S 4 4 4 44
23 NICHOLAS REUBEN K 3 3 3 43
24 SABRINA HANS 4 4 3 44
25 SAMUEL AURELIO OEI 4 3 4 43
26 SEBASTIAN SANTOSA 4 4 4 34
27 STEVE ANDREW T 3 2 4 43
28 THEONA SHALMANESER P 4 4 4 4 3
29 TIMOTHY WILLIAM K 4 3 3 44
42
30 VANIA BENITA SUSILO 4 2 4 4 4 30 VANESSA QUEEN D 4 3 3 43
31 VICTOR HANS 4 3444 31 VICTOR DEVINO TJANDRA 2 2 3 4 3
32 WILLIAM FABIAN SETIADI 4 3 3 4 3
32 VIVIAN ANABELLE SUNGK 3 2 3 4 3
Jumlah per indikator 113 93 110 121 115 Jumlah per indikator 113 101 109 123 111
Jumlah total 552 Jumlah total 557
Rata-rata 86,25 Rata-rata 87,03
Pada tabel 3.6 merupakan hasil angket kepada peserta didik di dua kelas yang
berbeda, kelas ini yang gurunya dilakukan supervisi. Setiap kelas terdiri dari
32 siswa dan didapati data angket yang hampir sama secara keseluruhan. Dari
kedua kelas setelah di rata-rata diperoleh hasil 86,64 secara kuantitatif
sedangkan kualitatif termasuk kategori A dan keduanya tinggi pada indikator
siswa tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru setelah menggunakan
aplikasi canva.
Tabel 3.7 Rekapitulasi hasil pencapaian students well being (Kebahagiaan)
Indikator Indikator
1 2345 6
No Nama No Nama
1234567 7
1 AARON BRYAN CIA 3 3 3 3 2 4 3 1 ALDO PUTRA SULAIMAN 3 4 4 3 3 4 3
2 ADITYA ARDITANTO 3 3 4 4 4 4 3 2 ALEXANDRA XAVIERA L 4 3 3 4 3 4 3
3 BERYL AYANTA O 3 3 4 4 3 4 4 3 AMADEO CONSTANTINE 4 3 4 4 4 4 4
4 CLARESTA LUCRETIA P 4 4 3 4 4 4 3 4 AXEL IMMANUEL A 3 33434 3
5 DANIELLA OCTAVIANA 3 3 3 4 4 4 3 5 CENNETH WILSON 3 44434 3
Jumlah per indikator 16 16 17 19 17 20 16 Jumlah per indikator 17 17 18 18 16 20 16
Jumlah total 121 Jumlah total 123
Rata-rata 86,43 Rata-rata 87,86
Dari rekapitulasi hasil pencapaian students well being pada tabel 3.7 yang
terdiri dari 2 kelas yang berbeda menunjukan bahwa secara kuantitatif 86,43
dan 87,86, jika dirata-rata memperoleh 87,145 maka dapat dinyatakan secara
kualitatif masuk pada kategori A atau sangat baik. Pencapaian yang
diinginkan adalah kebahagian peserta didik juga tercapai terlihat pada
indikator keenam yang menyatakan “Dengan kegiatan ini proses
pembelajaran jadi tidak membosankan” memiliki nilai tertinggi. Dari
43
indikator ini terlihat bahwa siswa tertarik sehingga mereka tidak bosan
melakukan kegiatan pembelajaran meskipun secara daring.
d. Refleksi
Dalam kegiatan workshop pada siklus pertama, guru-guru sangat
antusias mengikuti kegiatan walaupun diadakan setelah jam KBM berakhir.
Pada kegiatan ini sebagian besar guru-guru yang mengikuti workshop
merasa perlu untuk meningkatkan diri dan mengembangkan pembuatan
media ajar. Kegiatan yang diawali dengan mendownload aplikasi canva,
dilanjutkan membuat akun yang akan digunakan, mengenal fitur-fitur
bagian dari canva, hal apa saja yang bisa digunakan dengan menggunakan
canva, memasukkan gambar atau video yang sudah ada ke dalam aplikasi
dan guru mencoba membuat presentasi ajar yang menarik dan hidup.
Calon kepala sekolah selaku pendamping pada kegiatan ini berusaha
menyemangati dan memberikan motivasi dengan selalu menanyakan sudah
sampai bagian yang mana mengingatkan acara pendampingan bagi
guru-guru sesuai dengan kesepakatan awal. Dari penilaian narasumber
pembuatan, ada sekitar 15 guru peserta pelatihan telah menyelesaikan tugas
membuat presentasi sesuai mata pelajaran yang diampu meskipun belum
secara maksimal selesai. Dan ada 7 guru yang membuat lembar kegiatan
peserta didik (LKPD) sesuai mata pelajaran yang diampu belum selesai
karena masalah waktu dan kurang persiapan dalam gambar-gambar/video
yang akan dituangkan pada aplikasi canva. Berdasarkan hal tersebut di atas,
sangat perlu untuk melaksanakan kegiatan ini kembali di siklus yang kedua.
e. Supervisi
Pada kegiatan siklus 1 ini juga dilaksanakan pada tanggal 15
November 2021 kegiatan supervisi ke kelas IX.2 dan kelas IX.8 dimana
guru telah mengikuti kegiatan workshop penggunaan aplikasi canva. Untuk
kelas IX.2 diajar oleh Ibu Liske Febi Mintarsih mata pelajaran IPA Fisika
dan IX.8 oleh Ibu Gita Ariyaningsih mata pelajaran IPA Biologi. Pada
44
supervisi kali ini terlihat bahwa siswa lebih antusias dan merespon
pembelajaran saat guru menggunakan media ajar yang telah dibuat.
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa jika guru mengajar dengan
media ajar yang lebih menarik maka dapat membuat siswa lebih aktif
sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengikuti kegiatan
belajar mengajar. Hasil supervisi memperlihatkan pada kategori Baik dalam
mengajar yaitu 80,76 dan 84,61.
f. Rencana Tindak lanjut
Berdasarkan kegiatan siklus 1 yang sudah dilaksanakan maka dari monitor
dan evaluasi yang sudah dilakukan maka perlu dilakukan siklus 2 untuk
pelaksanaan workshop. Akan tetapi untuk mempermudah peserta workshop
untuk memahami dan membuat media ajar dengan menggunakan aplikasi
canva, maka workshop dilakukan dengan menggunakan breakout room.
2. Hasil Siklus Kedua
a. Persiapan
Pada tahap persiapan rencana tindak kepemimpinan, Calon Kepala
Sekolah mengkomunikasikan dan mendiskusikan hasil siklus pertama
dengan Kepala SMP Kristen Petra 3 Surabaya dan juga narasumber
dengan mempelajari hasil monev secara seksama. Hasil identifikasi dan
analisis tersebut disimpulkan bahwa untuk menyelesaikan presentasi
ataupun LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) diperlukan waktu yang
lama untuk membuat dan guru perlu menyiapkan video atau
gambar-gambar yang diperlukan terlebih dahulu. Hal itu diperlukan agar
waktu pembuatan lebih efektif dan bisa terselesaikan tepat waktu.
Berdasarkan hasil konsultasi dan juga hasil media ajar yang sudah
dibuat, diperoleh rekomendasi untuk menyelenggarakan workshop siklus
kedua, dengan rencana tindak lanjut, sebagai berikut :
45
1. Perencanaan
a. Merencanakan kegiatan workshop lanjutan dengan panitia
termasuk tanggal dan waktunya agar tidak bertabrakan dengan
kegiatan sekolah yang lain.
b. Menganalisis keperluan untuk membuat media ajar.
c. Menginfokan kepada peserta workshop untuk mempersiapkan
materi yang akan dibuat berupa gambar atau video yang akan
digunakan untuk membuat media ajar menggunakan aplikasi
canva.
d. Menyiapkan administrasi yang diperlukan termasuk id zoom
meeting yang akan digunakan.
e. Menyiapkan 3 tutor disetiap breakout room dan
mengkomunikasikan kebutuhan dari peserta workshop.
2. Materi yang akan dikembangkan dalam kegiatan workshop:
a. Fungsi dari aplikasi canva yang akan digunakan.
b. Komponen yang digunakan pada aplikasi canva.
c. Langkah-langkah membuat presentasi, Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) menggunakan aplikasi canva.
3. Target dan sasaran workshop:
Target dari pelaksanaan workshop ini adalah guru SMP
Kristen Petra 3 Surabaya yang belum pernah mengenal dan
menggunakan aplikasi canva dan diharapkan setelah mengikuti
workshop ini mampu memahami:
a. Pentingnya media ajar yang menarik bagi peserta didik
sehingga meningkatkan kompetensi siswa.
b. Membuat media ajar yang menarik sebagai wujud kompetensi
yang perlu dimiliki oleh pendidik dengan memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi dalam proses
pembelajaran dan juga pengembangan diri.
c. Mampu mengembangkan penggunaan aplikasi canva sesuai
dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
46
4. Metode workshop yang dilakukan:
a. Metode diskusi
b. Metode tutorial
5. Narasumber
Narasumber untuk workshop ini dari guru sendiri yang mampu dan
sering menggunakan aplikasi canva untuk keperluan sekolah
seperti pembelajaran, promosi sekolah, IG sekolah.
b. Pelaksanaan siklus 2
Pelaksanaan workshop untuk siklus kedua dilaksanakan hari Senin, 22
November 2021 dengan peserta workshop yang sama pada siklus yang
pertama.
Tabel 3.8 Jadwal workshop penggunaan aplikasi canva pada siklus 1
No Keterangan Waktu
1 Pembagian ID zoom 13.00 - 13.15
2 Presensi peserta, nara sumber, dan panitia 13.00 - 13.15
3 Doa oleh Guru Agama Ibu Jubelina Inosensia K,S.Si.Teol 13.15 - 13.20
4 Menyampaikan tujuan dan rencana workshop Lina 13.20 - 13.40
Retnowati 13.40 - 13.45
5 Pembagian kelompok dengan breakout room 13.45 - 14.45
6 Pelaksanaan workshop - dengan tutor 14.45 - 15.00
7 Warna warni - Rosa Wurih 15.00 - 15.05
8 Doa Penutup - Vivin Arit
Kegiatan workshop diawali dengan kegiatan pretest dan diakhir
dengan kegiatan post test.
c. Monitoring dan Evaluasi Siklus 2
Pelaksanaan monev pada siklus 2 ini juga menggunakan instrumen
yang sama pada siklus 1 bahkan untuk soal pretest dan post test juga
menggunakan soal yang sama akan tetapi dilakukan pengacakan. Dan
diperoleh hasil post test rata-rata dari seluruh peserta workshop adalah
47
89,64 Dari pelaksanaan RPK ini telah dilakukan analisis dari setiap
instrumen dan didapatkan hasil perbandingan sebagai berikut:
Grafik 3.2 Hasil pretest dan post test peserta workshop pada siklus 2
Berikut ini hasil penilaian dari 22 peserta workshop terkait pelaksanaan
kegiatan workshop penggunaan aplikasi canva.
Tabel 3.9 Rekapitulasi hasil penilaian pelaksanaan kegiatan
workshop siklus 2
Persiapan Pelaksanaan
No Keterangan TSoktoarl Nilai
1234567812345 1
1
1 Responden 1 1011111110111 84.61 1
2 Responden 2 1011111111111 92.31 1
3 Responden 3 1011111111111 92.31 1
4 Responden 4 1011111111111 92.31 1
5 Responden 5 1011111110111 84.61 1
6 Responden 6 1011111111111 92.31 1
7 Responden 7 1011111111111 92.31 1
8 Responden 8 1011111110111 84.61
9 Responden 9 1011111110111 84.61
48
10 Responden 10 1011111110111 84.61 1
11 Responden 11 1011111111111 92.31 1
12 Responden 12 1011111111111 92.31 1
13 Responden 13 1011111110111 84.61 1
14 Responden 14 1011111111111 92.31 1
15 Responden 15 1011111111111 92.31 1
16 Responden 16 1011111111111 92.31 1
17 Responden 17 1011111111111 92.31 1
18 Responden 18 1011111111111 92.31 1
19 Responden 19 1011111110111 84.61 1
20 Responden 20 1011111111111 92.31 1
21 Responden 21 1011111110111 84.61 1
22 Responden 22 1011111110111 84.61 1
1961.52
Rata-rata nilai 89.16
Untuk hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop pada siklus 2 terlihat
pada tabel 3.9 hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop diperoleh
nilai rata-rata 89,16 sehingga termasuk kategori A (sangat baik) karena
pada indikator penyusunan anggaran kegiatan tidak ada dan untuk id card
tidak diperlukan karena workshop dilakukan secara daring diganti dengan
pembagian background zoom meeting.
Tabel 3.10 Rekapitulasi hasil peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK
siklus 2
Kompetensi
No Responden Kepribadian Sosial Kewirausahaan
12 1 2 1 2
1 Responden 1 44 3 4 4 4
2 Responden 2 44 4 3 3 4
3 Responden 3 44 4 4 4 4
4 Responden 4 44 4 4 3 4
5 Responden 5 44 3 4 4 4
6 Responden 6 43 4 3 4 4
49
7 Responden 7 34 34 44
8 Responden 8 44 44 44
9 Responden 9 44 34 43
10 Responden 10 44 44 43
11 Responden 11 44 44 44
12 Responden 12 44 44 34
13 Responden 13 44 44 34
14 Responden 14 44 43 44
15 Responden 15 34 44 33
16 Responden 16 44 44 43
17 Responden 17 44 44 44
18 Responden 18 44 43 34
19 Responden 19 43 44 44
20 Responden 20 44 44 34
21 Responden 21 34 44 34
22 Responden 22 34 44 44
84 86 84 84 80 84
Jumlah
Rata-Rata 85 84 82
Hasil analisis 95,07
Untuk hasil evaluasi kegiatan pada siklus ke-2 kali ini dapat dilihat
hasilnya melalui tabel berikut ini:
Tabel 3.11 Rekapitulasi hasil evaluasi kegiatan siklus 2
No Responden Indikator Keberhasilan Hasil Analisis
123
1 Responden 1 444 100.00
2 Responden 2 434 83.33
3 Responden 3 344 91.67
4 Responden 4 444 100.00
5 Responden 5 433 83.33
6 Responden 6 334 83.33
7 Responden 7 434 91.67
50