8 Responden 8 4 3 4 91.67
91.67
9 Responden 9 3 4 4 91.67
91.67
10 Responden 10 4 3 4 100.00
83.33
11 Responden 11 3 4 4 100.00
83.33
12 Responden 12 4 4 4 100.00
91.67
13 Responden 13 4 3 4 91.67
83.33
14 Responden 14 4 4 4 100.00
91.67
15 Responden 15 3 4 4 91.67
91.67
16 Responden 16 4 4 4
17 Responden 17 3 4 4
18 Responden 18 3 4 4
19 Responden 19 3 3 4
20 Responden 20 4 4 4
21 Responden 21 4 3 4
22 Responden 22 4 3 4
Jumlah 80 78 87
Tabel 3.12 Data rekapitulasi keberhasilan RPK terhadap peserta didik siklus 2
N Nama Indikator N Nama Indikator 5
o 1 2345 o 1234
1 AARON BRYAN CIA 3 3333 1 ALDO PUTRA SULAIMAN 3 3 3 3 3
2 ADITYA ARDITANTO 4 3444
3 BERYL AYANTA O 3 4443 2 ALEXANDRA XAVIERA L 4 3 3 4 3
4 CLARESTA LUCRETIA P 4 3344
5 DANIELLA OCTAVIANA C 3 4444 3 AMADEO CONSTANTINE P 4 3 4 4 4
6 DARRELL ZACHARY D 4 3333
7 DESAK PUTU MAHARANI 4 4444 4 AXEL IMMANUEL A 32 3 43
8 EFFANICOLE JOYNALLY G 3 2434
9 FELICIA WIYOGO 4 3343 5 CENNETH WILSON 34 3 43
10 HENDRA ADIWIJAYA HO 3 2344
11 IVANA MARGARETHA 4 4444 6 CHRISTOPHER JASON S 44 4 44
12 JASSON IRWANTONO 3 2443
13 JENNIFER GRACE S 4 4434 7 CHRYSANTIA OKTAVINE E 3 2 3 4 3
14 JEREMY REINHARD A 3 2443
15 JESSICA POERWANTO 4 3344 8 CLAIRINE GRAZIELLA C 4 4 4 4 4
16 KEISHIA DJOVANKA 4 4443
17 KENNY EZEKIEL H 4 3344 9 CLARENZA SAFIRA D 43 3 44
10 EDRICK OWEN 33 3 44
11 EVAN WIJAYA 44 4 44
12 FELICIA GLENNYS L 44 4 44
13 FREDERICK ARNOLD H 33 3 43
14 GERALD CELLO YOSUA J 3 3 4 4 4
15 JACQLIEN ANGELA W 44 3 33
16 JAYNERO MIKHAIL S 43 3 44
17 JESSELYN KENZIE 33 4 33
51
18 LAETITIA EILEEN S 3 2444 18 JESSICA AMALIA SARTIO 43 3 44
19 LEVINA WULIUTOMO 4 3343 19 KAREN MAIYA TJIA 44 3 43
20 MATTHEW WIELING O 4 3 4 4 4 20 KEN ESTEVEN NJOTO 34 4 34
21 MICHAEL KEANE JAPOLA 3 3 3 4 3 21 KLARISA DOMINIC E 32 4 43
22 MICHELLE PRINCESSA I 4 3344 22 LOVELY RUTH S 44 4 44
23 MONIQUE KOE 4 3444 23 NICHOLAS REUBEN K 43 3 43
24 NIXON RIKY IDDEN 3 3 4 4 3 24 SABRINA HANS 44 3 44
25 PETRA JOSEPHA S 4 4 3 4 4 25 SAMUEL AURELIO OEI 43 4 43
26 PUTU ANANTA 3 4334 26 SEBASTIAN SANTOSA 44 4 44
27 SAMUEL JASON LIWANTO 4 3344 27 STEVE ANDREW T 33 4 44
28 STEVEN CRISTIANO S 3 3 4 4 4 28 THEONA SHALMANESER P 4 4 4 4 3
29 VANESSA NAOMI C 4 3 4 3 4 29 TIMOTHY WILLIAM K 43 3 44
30 VANIA BENITA SUSILO 4 2444 30 VANESSA QUEEN D 43 3 43
31 VICTOR HANS 4 3444
31 VICTOR DEVINO TJANDRA 3 3 3 4 3
32 VIVIAN ANABELLE SUNGK 3 3 3 4 3 32 WILLIAM FABIAN SETIADI 4 3 3 4 4
Jumlah per indikator 115 98 114 122 117 Jumlah per indikator 116 105 110 124 113
Jumlah total 566 Jumlah total 568
Rata-rata 88,43 Rata-rata 88,75
Kegiatan workshop yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk
meningkatkan dan mengembangkan kompetensi guru akan tetapi juga
mengarah pada peserta didik. Bagaimana dampak terhadap peserta didik
dalam mengikuti proses pembelajaran, maka untuk itu pada siklus 2 ini
kita dapat melihat hasil student wellbeing dari sampel peserta didik pada
tabel 3.13.
Tabel 3.13 Rekapitulasi pencapaian students wellbeing (kebahagiaan) siklus 2
Indikator Indikator
1 2345 6
No Nama No Nama
1234567 7
1 AARON BRYAN CIA 4 3 3 3 3 4 3 1 ALDO PUTRA SULAIMAN 3 4 4 3 3 4 4
2 ADITYA ARDITANTO 3 3 4 4 4 4 3 2 ALEXANDRA XAVIERA L 4 3 3 4 3 4 3
3 BERYL AYANTA O 3344344 3 AMADEO CONSTANTINE 4 3 4 4 4 4 4
4 CLARESTA LUCRETIA P 4434443
4 AXEL IMMANUEL A 4 33434 3
5 DANIELLA OCTAVIANA 3 3 4 4 4 4 3 5 CENNETH WILSON 3 44444 4
Jumlah per indikator 17 16 18 19 18 20 16 Jumlah per indikator 18 17 18 19 17 20 18
Jumlah total 124 Jumlah total 127
Rata-rata 88,57 Rata-rata 90,71
52
d. Refleksi siklus 2
Dalam kegiatan workshop penggunaan aplikasi canva pada
siklus 2 ini, berjalan sesuai dengan rencana dan peserta workshop telah
membuat dan menyelesaikan media ajar dengan menggunakan aplikasi
canva. Beberapa contoh media ajar yang telah dibuat bisa dilihat pada
lampiran.
Media ajar yang sudah dibuat oleh peserta didik saat mengikuti
workshop selanjutnya digunakan untuk media ajar saat pembelajaran.
Hal ini sangat mempengaruhi ke peserta didik sehingga mereka tidak
bosan saat mengikuti pembelajaran dan pembelajaran akan lebih
menarik. Dari siklus 2 ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan workshop
tentang penggunaan aplikasi canva ini dapat meningkatkan kompetensi
guru dalam membuat media ajar yang lebih kreatif dan menarik. Jadi
workshop seperti ini dapat dilanjutkan dengan tema yang lain untuk
membekali guru untuk mengembangkan kemampuannya untuk
meningkatkan kualitas dari peserta didik.
e. Supervisi
Setelah dilakukan workshop pada siklus 2, maka dilakukan
kembali supervisi pada tanggal 25 November 2021 untuk 2 kelas yang
sama yaitu kelas IX.2 dan kelas IX.8 untuk mata pelajaran IPA-Fisika
oleh Ibu Liske Febi Mintarsih dan IPA-Biologi oleh Ibu Gita
Ariyaningsih. Dari hasil supervisi ada peningkatan yang dilakukan oleh
pendidik terkait dengan media ajar yang mereka tampilkan. Terlihat
sekali peserta didik antusias dalam hal bertanya dan menanggapi
pendidik ketika menerangkan materi pembelajaran. Dari kondisi ini
memperlihatkan siswa merespon dengan baik dan tidak bosan meskipun
pembelajaran dilakukan secara daring di masa pandemi saat ini. Dan
hasil supervisi mengalami peningkatan yaitu 84,62 dan 88,46 dengan
kategori baik.
53
f. Rencana Tindak lanjut
Berdasarkan analisis monev maka guru di SMP Kristen Petra 3
Surabaya dapat dinyatakan telah mampu membuat media ajar yang
menarik dengan menggunakan aplikasi canva. Dan kegiatan workshop
tentang pengembangan kompetensi guru dengan menggunakan aplikasi
canva dinyatakan cukup berhasil sehingga tidak perlu melakukan siklus
ketiga. Semua itu dapat terlihat dari indikator RPK yang semuanya
terpenuhi dan mengalami kenaikan.
3. Pembanding kegiatan siklus 1 dan siklus 2
Pelaksanaan monev pada siklus 1 dan 2 ini menggunakan instrumen
yang sama. Dari pelaksanaan RPK ini telah dilakukan analisis dari setiap
instrumen dan didapatkan hasil perbandingan sebagai berikut:
1. Hasil rekapitulasi nilai pretest dan post test pada 22 guru peserta workshop
diperoleh data bahwa secara umum peserta mengalami kenaikkan nilai
dapat dilihat pada grafik 3.3. Nilai yang terlihat beda selisih kenaikkan ada
di pre test ke post test pada siklus 1. Sedangkan pretest dan post test pada
siklus 2 tidak terlalu mengalami perubahan meskipun ada. Maka dapat
disimpulkan bahwa peserta workshop dari yang kurang tahu tentang apa
itu aplikasi canva menjadi lebih tahu saat workshop siklus 1.
Grafik 3.3 Perbandingan Hasil post test 1 dan post test 2
54
Hasil post test pada siklus 1 dan siklus 2 mengalami perubahan dan
mengalami kenaikkan di beberapa responden. Pada grafik warna biru
memperlihatkan siklus 1 dan warna merah untuk post test siklus 2.
2. Hasil penilaian pelaksanaan kegiatan workshop dilakukan oleh 22 peserta
workshop dan diperoleh hasil yang sedikit berbeda dari siklus 1 maupun
siklus 2. Siklus 1 rata-rata nilai 88,11 sedangkan siklus 2 memiliki nilai
rata-rata 89,16 dan keduanya masuk pada kategori A atau sangat baik.
Permasalahan ada di bagian penyusunan anggaran yang tidak ada
dikarenakan semua kegiatan dilaksanakan secara daring sehingga tidak
perlu mengeluarkan dana dan juga narasumber berasal dari rekan guru
sendiri yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan juga sering
menggunakan dalam pembelajaran maupun di media sosial sekolah. Selain
itu permasalahan ada di pembagian ID card karena secara daring jadi
penggunaan tidak terlihat, maka diganti dengan pembagian background
workshop.
Grafik 3.4 Perbandingan hasil nilai pelaksanaan kegiatan workshop
siklus 1 dan siklus 2
3. Hasil peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK dibagi menjadi 3
bagian yaitu: kompetensi kepribadian, sosial dan kewirausahaan.
Instrumen ini diambil dari data 22 peserta workshop dan pada siklus 1 ke
siklus 2 mengalami peningkatan. Dan peningkatan kompetensi paling
55
tinggi ada di bagian kewirausahaan, bisa dilihat dari grafik 3.3 tentang
perbandingan peningkatan kompetensi AKPK pada siklus 1 dan siklus 2.
Grafik 3.5 Perbandingan peningkatan kompetensi AKPK pada siklus 1
dan siklus 2
Berdasarkan tabel 3.10 pada siklus 1 dan tabel 3.16 pada siklus 2 terlihat
kenaikkan hasil analisis peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK
91,67 naik menjadi 95,07. Secara umum tingkat kompetensi baik
kepribadian, sosial dan kewirausahaan mengalami perubahan akan tetapi
tidak terlalu jauh terlihat dari grafik 3.3.
4. Berikutnya untuk evaluasi hasil kegiatan berdasarkan hasil angket dari
peserta workshop mengalami kenaikan. Kenaikan yang terlihat mencolok
dari siklus 1 ke siklus 2 adalah indikator 1 yaitu tentang guru yang mampu
membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi canva untuk lebih
jelas dapat dilihat dari grafik 3.4 perbandingan hasil evaluasi kegiatan
siklus 1 dan siklus 2.
Dari tabel 3.5 dan tabel 3.11 keduanya menampilkan data hasil
evaluasi kegiatan dari peserta workshop yang terdiri dari 22 guru. Terlihat
bahwa pada siklus 1 menunjukkan analisis kuantitatif sebesar 88,64 dan
pada siklus 2 naik menjadi 91,67. Secara data angket yang didapat ada
yang memberikan penilaian yang bertambah dan ada yang menilai sama
baik siklus 1 maupun siklus 2. Jika dibandingkan terlihat pada grafik 3.6
di bawah ini.
56
Grafik 3.6 Perbandingan hasil evaluasi kegiatan siklus 1 dan siklus 2
5. Hasil rekapitulasi keberhasilan RPK terhadap peserta didik diambil sampel
dari 2 kelas dimana kelas ini telah dilakukan supervisi kelas yaitu kelas
IX.2 dan IX. 8 masing-masing 32 siswa. Dari siklus 1 dan siklus 2 ada
dampak kegiatan workshop yang dilakukan terhadap peserta didik dan
dapat dilihat dari grafik 3.5 tentang perbandingan rekapitulasi keberhasilan
RPK siklus 1 dan 2. Pada grafik terlihat ada peningkatan dan pada siklus 2
dari 2 kelas ini memiliki rata-rata yang hampir sama. Jadi bisa
disimpulkan bahwa seluruh siswa merasakan dampak yang positif dengan
diadakannya workshop aplikasi canva terhadap guru dan peserta didik.
Data hasil rekapitulasi keberhasilan RPK terhadap peserta didik
pada siklus 2 dapat dilihat dari tabel 3.12 yang mana angket diambil dari 2
kelas yang berbeda. Meskipun data diambil dari sampel kelas yang
berbeda akan tetapi hasilnya mendekati jika kelas IX.1 sebesar 88,43
sedangkan IX.8 sebesar 88,75. Dari data ini bisa disimpulkan secara
umum peserta didik memberikan nilai yang sama terkait keberhasilan
kegiatan RPK terhadap guru dan peserta didik. Berikut dapat dilihat hasil
analisis tentang keberhasilan RPK pada siklus 1 dan siklus 2 melalui
grafik 3.7.
57
Grafik 3.7 Perbandingan rekapitulasi keberhasilan RPK siklus 1 dan 2
6. Pencapaian students wellbeing yang menjadi sasaran yang membuat siswa
bahagia mengikuti pembelajaran dari sampel yang di dapat menunjukkan
bahwa peserta didik mengalami perubahan yang meningkat terkait dengan
keberanian untuk berpendapat dan merasakan pembelajaran yang tidak
membosankan.
Sedangkan untuk perbandingan hasil dari siklus 1 dan 2 dapat
dicermati melalui grafik 3.8. Dari 7 indikator untuk student wellbeing ada
2 indikator yang tidak mengalami perubahan dari semula sudah maksimal
hasilnya. Indikator itu 4 dan 6, yaitu tentang menumbuhkan keberanian
untuk berpendapat dan pembelajaran yang tidak membosankan.
Grafik 3.8 Perbandingan siklus 1 dan 2 pencapaian student wellbeing
58
7. Untuk supervisi kelas dilaksanakan pada 2 peserta workshop di kelas IX.2
dan IX.8 baik siklus 1 maupun siklus 2 dan secara umum kedua guru telah
melakukan kegiatan pembelajaran yang interaktif meskipun melalui
daring. Dan terlihat bahwa siswa menunjukan antusias dan tidak bosan
meskipun pembelajaran dilakukan secara daring.
Grafik 3.9 Perbandingan supervisi kelas siklus 1 dan 2
B. Kajian Managerial
Kajian Managerial (KM) adalah kegiatan calon kepala dalam
melakukan pemetaan capaian SNP yang didasarkan pada kondisi nyata dan
raport mutu sekolah untuk menemukan potensi dan tantangan yang
dipertimbangkan dalam menyusun rancangan peningkatan layanan
pembelajaran berorientasi pada peserta didik selanjutnya. KM dilaksanakan
baik di sekolah sendiri maupun sekolah magang untuk meningkatkan
kompetensi manajerial Calon Kepala Sekolah.
Kajian Managerial Pelaksanaan KM baik disekolah sendiri maupun
sekolah magang agar dapat mencapai tujuan yang ditetapkan perlu
memperhatikan rambu-rambu berikut: 1) Peserta diklat menyusun aspek-aspek
atau komponen kajian untuk masing-masing standar nasional pendidikan. 2)
Peserta memasukkan aspek-aspek atau komponen kajian untuk masing-masing
standar nasional pendidikan ke dalam matrik kajian (matrik terlampir). 3)
Peserta diklat menyusun kondisi ideal dari semua aspek-aspek atau komponen
masing-masing standar nasional pendidikan berdasarkan regulasi yang
berlaku, dan dimasukan ke dalam matrik kajian. 4) Peserta diklat menentukan
59
kondisi semua aspek atau komponen SNP yang telah ditetapkan berdasarkan
rapor mutu sekolah terakhir yang dimiliki, dan dituliskan dalam matrik kajian.
5) Peserta diklat menentukan kondisi nyata semua aspek atau komponen yang
telah ditetapkan berdasarkan bukti nyata yang ada di sekolah, sewaktu peserta
diklat melakukan pengamatan, wawancara, dan juga studi dokumentasi, dan
dimasukan dalam matrik kajian. 6) Peserta diklat menentukan potensi yaitu
kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh sekolah masing-masing standar
nasional pendidikan, dengan mempertimbangkan kondisi nyata dan raport
mutu yang sudah melampaui kondisi ideal, selanjutnya dituliskan dalam
matrik kajian. 7) Peserta diklat menentukan kelemahan dan tantangan yang
ada pada masing-masing standar nasional pendidikan dengan memperhatikan
kondisi nyata dan raport mutu yang masih dibawah kondisi ideal, selanjutnya
dimasukan ke dalam matrik kajia. 8) Dengan mempertimbangkan potensi
yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi sekolah, peserta diklat memberikan
rekomendasi strategi dalam upaya peningkatan capaian masing-masing SNP
untuk meraih student wellbeing. Student wellbeing adalah gambaran kondisi
peserta didik yang bersemangat, antusias, dan senang mengikuti kegiatan
pembelajaran.
1. Persiapan
Persiapan yang dilakukan untuk mengkaji aspek manajerial
diantaranya calon kepala sekolah membaca materi penyusunan aspek
manajerial agar calon memahami dan mengetahui materi dimaksud
sehingga dapat mengetahui kondisi ideal, menyusun daftar pertanyaan
untuk wawancara lembar observasi, dan lembar kajian managerial,
koordinasi dengan kepala sekolah asal dan sekolah magang 2 dan
merencanakan jadwal kegiatan pengkajian. Kajian Managerial (KM) adalah
kegiatan calon kepala dalam melakukan pemetaan capaian SNP yang
didasarkan pada kondisi nyata dan rapor mutu sekolah untuk menemukan
potensi dan tantangan yang dipertimbangkan dalam menyusun rancangan
peningkatan layanan pembelajaran berorientasi pada peserta didik
selanjutnya.
60
2. Pelaksanaan
Setelah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah Magang 1 dan Kepala
Sekolah Magang 2, calon Kepala Sekolah mengisi lembar kajian
managerial di sekolah asal dan sekolah magang 2 sesuai dengan kondisi
nyata yang ditemukan. Ada beberapa hal yang sudah sesuai dengan kondisi
ideal baik di sekolah asal maupun di sekolah magang 2, begitupun ada
beberapa kesenjangan dengan alternatif yang ditemukan.
3. Hasil
a. Sekolah magang 1, SMP Kristen Petra 3 Surabaya
Gambar 3.1 Grafik Radar PMP SMP Kristen Petra 3 Surabaya
Penyelenggaraan pendidikan saat ini tidak lepas dari kondisi
pandemi, ada banyak perubahan yang terjadi termasuk kegiatan proses
pembelajaran. Ada banyak pembenahan cara pembelajaran dan sekolah
terus melengkapi kompetensi baik pendidik dan tenaga kependidikan
dengan berbasis IT karena hampir semuanya berjalan secara virtual. Selain
tenaga pendidik dan kependidikan sekolah juga mempersiapkan siswa dan
orang tua untuk melengkapi dan mengikuti kegiatan sekolah secara daring.
61
Untuk mewujudkan itu semua di masa pandemi ini sekolah
membangun komitmen bersama seluruh warga sekolah dengan
memperhatikan 8 standar. Berdasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
covid -19 pada tahun 2020 ini SMP Kristen Petra 3 Surabaya terlihat ada
penurunan dan peningkatan dari tahun sebelumnya. Sekolah terus
mengusahakan untuk meningkatkan kualitas dan memperbaiki hal-hal yang
kurang dengan berdasarkan 8 standar.
Tabel 3.14 Pencapaian SNP SMP Kristen Petra 3 Surabaya
KODE STANDAR RATING
TAHUN 2019 TAHUN 2020
1.0.0.0.0 Standar Kompetensi lulusan
2.0.0.0.0 Standar Isi 6,99 6,37
3.0.0.0.0 Standar Proses 6,99 5,94
4.0.0.0.0 Standar Penilaian Pendidikan 6,99 6,13
5.0.0.0.0 Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 6,99 6,23
6.0.0.0.0 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,72 6,46
7.0.0.0.0 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,39 5,21
8.0.0.0.0 Standar Pembiayaan 6,92 5,90
0.0.0.0.0 Rata – Rata 6,64 5,18
6,45 5,92
Berdasarkan tabel 3.14 terlihat bahwa penyelenggaraan pendidikan
di SMP Kristen Petra 3 Surabaya semuanya menuju SNP 4. Untuk Standar
kompetensi lulusan terlihat bahwa lulusan memiliki kompetensi pada
dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Hal ini karena adanya
program-program sekolah yang mendukung baik secara karakter peserta
didik maupun kemampuan. Untuk karakter diantaranya ada program
Kompas Generasi Baru (KGB) yang dilakukan secara rutin bergantian
dengan Persekutuan Doa (PD) setiap hari jumat dan untuk meningkatkan
spiritual dari peserta didik, setiap pagi ada renungan pagi dan doa
sebelum masuk kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk pengetahuan dan
62
keterampilan sekolah memiliki program seperti Excellent Life Skill (ELS)
program wajib bagi siswa kelas 8, Basic Life Skill (BLS) wajib bagi siswa
kelas VII dan juga Ekstrakurikuler untuk siswa kelas VII, VIII dan IX
yang ingin mengembangkan kemampuannya baik secara pengetahuan
maupun keterampilan. Dan untuk pengembangan siswa di bidang bahasa
Inggris SMP Kristen Petra 3 menggandeng ICT untuk program EPP dan
FEA.
Untuk Standar Isi yang terdiri dari komponen perangkat
pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan, Kurikulum tingkat
satuan pendidikan yang dikembangkan dan sekolah telah melaksanakan
kurikulum sesuai dengan ketentuan. Secara umum semua sudah tercapai
bahkan sekolah juga mengembangkan kemampuan guru dalam hal materi
dan media ajar untuk dapat diakses dan dikonsumsi untuk khalayak umum
yang membutuhkan melalui Creativity Based Learning yang diupload di
youtube. Selain guru juga karya-karya dari peserta didik yang dapat
menginspirasi peserta didik yang lain.
Pada Standar Proses dengan indikator sekolah merencanakan
proses pembelajaran sesuai ketentuan, proses pembelajaran yang
dilaksanakan dengan tepat waktu, dan pengawasan dan penilaian otentik
dilakukan dalam proses pembelajaran telah dilaksanakan sesuai kapasitas
yang ada. Dan untuk mengontrol semua itu maka sekolah mengadakan dan
mengaktifkan MGMP yang ada di dalam supaya semua sesuai dengan
porsi yang ada dan setiap ada permasalahan dapat teratasi dan ada
solusinya. Dan pada masa pandemi ini kreativitas guru ditingkatkan untuk
dapat mengajar secara daring dan luring dengan hybrid learning sehingga
seluruh peserta didik dapat menerima proses kegiatan pembelajaran yang
menarik dan tidak membosankan.
Standar Penilaian Pendidikan yang terdiri dari indikator aspek
penilaian sesuai ranah kompetensi, teknik penilaian obyektif dan
akuntabel, dan penilain sesuai prosedur. Yang telah dilakukan oleh pihak
sekolah adalah dengan melengkapi program aplikasi penilaian sekolah dan
63
kegiatan pembelajaran dilengkapi dengan LMS, dan semua guru sudah
dapat membuat instrumen penilaian sesuai dengan prosedur.
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terdiri dari
indikator : ketersediaan dan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga
administrasi sesuai ketentuan. SMP Kristen Petra 3 Surabaya seluruh guru
sudah berpendidikan minimal S-1, kepala sekolah sudah memiliki NUKS,
dan tenaga kependidikan minimal berpendidikan SMA dan
berpengalaman. Semua sudah sesuai ketentuan dan terus dilakukan
regenerasi untuk meningkatkan kemampuan dan semua guru diberi
kesempatan untuk mengikuti workshop ataupun pelatihan dari luar Petra di
samping itu wajib juga untuk mengikuti kegiatan pelatihan dari Petra
sendiri.
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan yang terdiri dari
kapasitas daya tampung sekolah memadai, memiliki sarana dan prasarana
pembelajaran dan pendukung yang lengkap dan layak. Untuk sarana
prasarana sekolah terus melengkapi untuk proses pembelajaran apalagi
secara daring dengan melengkapi perangkat hybrid learning di setiap kelas
dan ada dua kelas yang dilengkapi kamera yang bisa mengikuti gerakan
dari guru sehingga siswa baik di sekolah maupun di rumah bisa
mengikutinya dengan baik. Disamping itu sekolah juga menambah
kapasitas internet untuk mendukung pembelajaran serta terus dilakukan
perbaikan dan perawatan untuk sarana dan prasarana secara rutin.
Standar Pengelolaan Pendidikan memiliki indikator : sekolah
melakukan perencanaan pengelolaan, program pengelolaan dilaksanakan
sesuai ketentuan dan kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan
tugas kepemimpinan. Segala pengelolaan pendidikan mengacu pada visi
dan misi sekolah dan segala perencanaan program terutama untuk peserta
didik bisa dilakukan secara offline maupun online.
Standar Pembiayaan semuanya terpusat dan sumber biaya dari
uang sekolah siswa. Semua pembiayaan diatur berdasarkan RAPB dan
semua dana yang dikeluarkan harus ada laporan yang jelas. Sekolah juga
64
memiliki program Bantuan Uang Sekolah Siswa (BUSS) yang merupakan
program untuk membantu peserta didik yang kurang mampu agar mereka
bisa sekolah dengan layak.
b. Sekolah magang 2, SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
Penyelenggaraan pendidikan merupakan proses pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam
proses pendidikan sepanjang hayat tersebut diperlukan peran pendidik
yang mampu serta mau menjadi teladan, membangkitkan motivasi,
membangun kemampuan, dan mengembangkan potensi serta kreativitas
peserta didik. Prinsip ini bila dipegang teguh membawa pergeseran
paradigma proses pendidikan. Proses pendidikan yang lazim
berparadigma pengajaran menjadi paradigma pembelajaran. Hal ini
mengandung pengertian bahwa peserta didik menempati posisi sentral
yang perlu memperoleh layanan dan fasilitasi pendidikan agar mampu
mengembangkan serta memberdayakan potensi dan daya kreasinya
secara mandiri dan optimal.
Tabel 3.15 Pencapaian SNP SMP Kristen YBPK 1 Surabaya
KODE STANDAR RATING
TAHUN 2019 TAHUN 2020
1.0.0.0.0 Standar Kompetensi lulusan 6,99 6,51
2.0.0.0.0 Standar Isi 6,99 6.96
3.0.0.0.0 Standar Proses 6,99 6.57
4.0.0.0.0 Standar Penilaian Pendidikan 6,99 6.82
5.0.0.0.0 Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 5,93 6.98
6.0.0.0.0 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 6,11 6.96
7.0.0.0.0 Standar Pengelolaan Pendidikan 6,92 6.78
8.0.0.0.0 Standar Pembiayaan 6,99 6.86
0.0.0.0.0 Rata – Rata 6,74 6,81
Terkait dengan hal di atas SMP Kristen YBPK 1 Surabaya selalu
berupaya secara dinamis mewujudkan pendidikan di SMP Kristen
65
YBPK 1 Surabaya ini dengan terus bergerak maju menuju pendidikan
yang betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas
dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan
moral yang baik, SMP Kristen YBPK 1 Surabaya berharap peserta didik
memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan, dan kebangsaan, sebagaimana Visi SMP Kristen YBPK
1 Surabaya.
Untuk mewujudkan itu semua sekolah membangun komitmen
bersama seluruh warga sekolah dengan memperhatikan 8 standar.
Berdasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) covid -19 pada tahun
2020 ini SMP Kristen YBPK 1 Surabaya terlihat ada peningkatan dari
tahun sebelumnya. Standar yang mengalami peningkatan yang tampak
signifikan adalah Standar Pendidikan dan Tenaga Pendidik yang pada
tahun sebelumnya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena
beberapa Standar Pendidik dan tenaga Pendidik yang telah diperbaiki,
dan Standar Sarana Prasarana yang pada tahun sebelumnya juga
mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena beberapa sarana
prasarana yang telah diperbaiki atau pengadaan sarana yang baru.
Gambar 3. 2 Grafik Radar PMP SMP YBPK 1 Surabaya
66
C. Peningkatan Kompetensi (PK)
1. Perencanaan
Kegiatan Peningkatan Kompetensi (PK) merupakan kegiatan
yang akan dilaksanakan di sekolah magang 2, kali ini sekolah magang
2 adalah SMP Kristen YBPK 1 Surabaya. Sebelum melakukan atau
melaksanakan PK terlebih dahulu bersosialisasi dengan kepala sekolah
magang 2 atau mentor 2, untuk mengetahui secara dalam yang menjadi
keunggulan dari sekolah ini. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk
mencocokkan atau yang menjadi kebutuhan dari calon kepala sekolah.
Sebagai calon kepala sekolah juga harus mempelajari AKPK
yang dimiliki untuk tujuan saat melakukan PK sesuai dengan sasaran.
Maka untuk itu calon kepala sekolah dapat melihat skor terendah dari
AKPK, kemudian mengambil satu kompetensi untuk ditingkatkan
dengan belajar di sekolah magang.
Gambar 3.3 Grafik Radar AKPK Lina Retnowati
Berdasarkan gambar 3.3 tentang grafik radar AKPK, calon kepala
sekolah melihat kompetensi yang paling rendah ada di kompetensi
kewirausahaan dengan jumlah 70, berikutnya kompetensi sosial 90,
67
manajerial 92, sedangkan kepribadian dan supervisi memiliki jumlah
kompetensi yang sama yaitu 100. Dari data AKPK yang diperoleh
maka diputuskan untuk peningkatan kompetensi calon kepala sekolah
di sekolah magang 2 belajar tentang kompetensi kewirausahaan.
Setelah dilakukan penetapan peningkatan kompetensi untuk
calon kepala sekolah, maka dilakukan penyusunan instrumen
kompetensi kewirausahaan.
Tabel 3.16 Instrumen wawancara kompetensi kewirausahaan
No Pertanyaan Jawaban
1 Bagaimana cara mengembangkan kewirausahaan di SMP
Kristen YBPK 1 Surabaya?
2 Bagaimana cara menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada
guru dan tendik di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya?
3 Program kewirausahaan apa saja yang ada di SMP Kristen
YBPK 1 Surabaya?
4 Apa yang menjadi kesulitan atau kendala dalam
mengembangkan aspek kewirausahaan?
5 Bagaimana solusi untuk mengatasi kesulitan atau kendala,
yang dihadapi dalam mengembangkan aspek
kewirausahaan?
6 Apa pengaruh pengembangan kewirausahaan terhadap
peserta didik di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya?
2. Pelaksanaan PK
Pelaksanaan PK dimulai sejak mendapatkan surat izin dari
PPPK Petra tempat saya menjadi guru untuk melaksanakan magang.
Sebelum kami datang ke sekolah magang 2, kami melakukan
pertemuan terlebih dahulu pada hari Selasa, 2 November 2021 melalui
zoom meeting dengan kepada sekolah dan juga wakil kepala sekolah.
Zoom meeting di mulai pukul 13.00 dengan topik “Orientasi CKS
Magang di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya”. Pada pertemuan awal ini
kami saling berkenalan dan membahas tentang kompetensi terendah
68
dari AKPK yang akan kami pelajari dari sekolah magang 2 selain itu
juga mengatur jadwal magang.
Setelah kegiatan orientasi yang dilakukan lewat zoom
meeting pada hari Rabu, 3 November 2021 maka dimulailah magang
secara berkala. Saya pada hari pertama magang menyerahkan surat
perintah tugas magang dari PPPK Petra kepada Kepala Sekolah SMP
Kristen YBPK 1 Surabaya.
Selain magang langsung ke sekolah, saya juga melakukan
wawancara secara daring dengan menggunakan zoom meeting dengan
kepala sekolah magang 2. Wawancara saya terkait langsung dengan
kompetensi kewirausahaan yang dimiliki oleh kepala sekolah magang
2. Wawancara juga kami lakukan dengan staf dan juga tenaga pendidik
tentang bagaimana kondisi tentang sekolah dan pengembangan bagi
tenaga pendidik dan kependidikan di tempat magang 2.
3. Hasil PK
a. Cara mengembangkan kewirausahaan di SMP Kristen YBPK 1
Surabaya.
Banyak orang yang menyalah artikan tentang makna
kewirausahaan, sebagian besar orang menilai kewirausahaan
dengan menjual suatu produk. Kewirausahaan adalah proses
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda maka untuk itu Kepala
Sekolah SMP Kristen YBPK 1 merasa sangat perlu
mengembangkan kompetensi dari warga sekolah terutama guru.
Beberapa tahapan yang dilakukan sebelum mengembangkan
kewirausahaan, diantaranya:
1. Melakukan pemetaan bagi pendidik berdasarkan kemampuan
khususnya di bidang IT.
2. Menganalisis dari hasil pemetaan yang sudah dilakukan.
3. Melakukan perencanaan
4. Pelaksanaan
69
5. Evaluasi
6. Tindak lanjut
b. Cara menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada guru dan tendik di
SMP Kristen YBPK 1 Surabaya.
Cara untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di lingkungan SMP
Kristen YBPK 1 yaitu dengan memberikan motivasi lewat kegiatan
briefing setiap pagi, saat rapat, dan juga motivasi melalui
narasumber. Tapi hal utama untuk meningkatkan jiwa entrepreneur
adalah kepala sekolah harus menjadi role model bagi seluruh
warga sekolah. Jadi kepala sekolah memberikan contoh secara
langsung bahwa beliau juga mau dan bersedia mengikuti pelatihan
seperti office 365 dan dapat menjadi tutor sebaya dan sharing.
c. Program kewirausahaan yang ada di SMP Kristen YBPK 1
Surabaya
Ada beberapa program yang dikembangkan di SMP Kristen YBPK
1 pada tahun ajaran 2020/2021 hingga sekarang dan terus
berkelanjutan, diantaranya:
1. Untuk tenaga pendidik adalah pengembangkan
keterampilan dalam membuat LMS untuk pembelajaran
dengan menggunakan office 365.
2. Adiwiyata bekerjasama dengan SMP Katolik St. Stanislaus,
mengembangkan dalam pembuatan kompos, resapan
biopori.
3. Sedangkan untuk siswa dalam mendukung kegiatan
adiwiyata juga dikembangkan jiwa kewirausahaan melalui
Green Community seperti budidaya tanaman terong yang
dapat dinikmati dan dijual selain itu pembuatan pupuk
kompos. Green Community juga bekerja sama dengan tunas
hijau.
Dan rencana kedepan juga mengembangkan pustaka maya untuk
melatih program literasi bagi peserta didik, maka untuk itu telah
70
dilakukan kerja sama dengan SMP Negeri 6 Surabaya.
d. Kesulitan atau kendala dalam mengembangkan aspek
kewirausahaan di SMP Kristen YBPK 1.
Kendala yang dialami oleh SMP Kristen YBPK 1 dalam
mengembangkan kewirausahaan diantaranya:
Sarana prasarana :
1. Tidak semua tenaga pendidik memiliki laptop/komputer
yang digunakan untuk pembelajaran
2. Kapasitas internet yang kapasitasnya tidak mencukupi
untuk kegiatan belajar mengajar.
Pembiayaan :
1. Pengadaan laptop
2. Menaikkan kapasitas internet
Aplikasi office 365 yang terus berkembang sehingga menuntut
untuk terus belajar dan mengikuti perkembangannya.
e. Solusi untuk mengatasi kesulitan atau kendala, yang dihadapi
dalam mengembangkan aspek kewirausahaan di SMP Kristen
YBPK 1
Dari kendala yang dihadapi maka seorang kepala sekolah sangat
perlu mencari solusi yang terbaik bagi semuanya. Salah satu
kendala saat memulai mengembangkan kewirausahaan untuk
pendidik dan tenaga kependidikan terkait dengan IT adalah tidak
banyak yang memiliki perangkat komputer/laptop. Untuk masalah
pengadaan laptop yang tidak dimiliki oleh tenaga pendidik, maka
sekolah bersama pihak yayasan memberi kesempatan untuk dapat
membeli dengan cara mencicil melalui koperasi sehingga
meringankan dan rencana pengembangan di bidang IT dapat
berjalan saling beriringan.
Kendala yang lain adalah kapasitas internet yang digunakan oleh
sekolah maupun peserta didik. Kendala kapasitas internet dapat
teratasi karena ada program dari pemerintah yang memberikan
71
kuota internet untuk kegiatan belajar mengajar. Program
pemerintah memberikan bantuan internet baik bagi guru maupun
siswa, hal ini sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk aplikasi office 365 yang terus berkembang maka terus
belajar dan saling sharing dan menjadi tutor bagi tenaga pendidik
yang lain.
f. Pengaruh pengembangan kewirausahaan terhadap peserta didik di
SMP Kristen YBPK 1 Surabaya.
Pengaruh pengembangan kewirausahaan ini ada banyak
diantaranya:
1. Dengan guru yang menguasai dan mengembangkan LMS
dengan office 365 sangat berpengaruh kepada siswa dalam
melakukan proses belajar mengajar secara daring
2. Untuk Green Community mempengaruhi bagi diri siswa
untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan.
3. Selain diri siswa sendiri Green Community juga memiliki
pengaruh pada keluarga dari siswa sendiri.
4. Hubungan yang baik dengan pihak luar seperti Tunas Hijau
dan SMPK St. Stanislaus.
Sebagai bentuk aplikasi dari kegiatan PK yang sudah
dilakukan maka calon kepala sekolah meningkatkan jiwa
kewirausahaan dari sekolah magang 1 untuk mengumpulkan buku
yang sudah tidak digunakan lagi untuk dapat dimanfaatkan oleh
sekolah magang 2. Dengan tujuan supaya baik pendidik dan
peserta didik untuk terus mengembangkan jiwa kewirausahaan
serta terus mau mengembangkan diri dengan berbagi cara dengan
memanfaat apa yang ada di sekitar kita. Selain itu sebagai aplikasi
langsung dengan memberikan role model kepada seluruh warga
sekolah.
72
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah dilaksanakan menjadi 4 (empat)
tahap yaitu tahap On the Job Training (OJT) 1, tahap In Service Training (IST)
1, tahap On the Job Training (OJT) 2, dan tahap In Service Training (IST) 2.
Kegiatan OJT merupakan tahapan dalam rangka melatih calon kepala sekolah
membiasakan bekerja meningkatkan kualitas sekolah berbasis masalah nyata di
sekolah. Peserta dilatih melakukan pengamatan (observe) dan mengidentifikasi
masalah pembelajaran, melakukan refleksi (reflect) atas hasil observasi,
mencari alternatif pemecahan masalah dan menyusun rencana kegiatan
pemecahan masalah dalam bentuk Rencana Proyek Kepemimpinan dan
Peningkatan Kompetensi (plan).
Peserta diklat diberikan kesempatan melaksanakan kegiatan sesuai
rencana (Act), melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dan hasil kegiatan
(evaluate) serta merefleksi tindakan yang dilakukan (reflect), yang meliputi:
1. Memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap, pengetahuan,
dan keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi, dan sosial dengan pengalaman empirik
(kontekstual) sesuai karakteristik calon kepala sekolah;
2. Mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam mengidentifikasi
masalah pembelajaran untuk meningkatkan capaian belajar peserta didik;
3. Mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam menentukan
strategi penyelesaian masalah sehingga dapat membangun budaya belajar
sekolah dalam satu ekosistem persekolahan; dan
4. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan calon kepala sekolah dalam
menggerakkan warga sekolah untuk membantu penyelesaian masalah
pembelajaran di sekolah, yang bermuara pada terwujudnya student
wellbeing.
73
5. Dari pelaksanaan Peningkatan Kompetensi (PK) di sekolah magang 2 yaitu
SMP Kristen YBPK 1 Surabaya. Berdasarkan AKPK peserta Diklat
diperoleh hasil nilai terendah ada di kompetensi kewirausahaan. Dan
diperoleh hasil bahwa sekolah magang 2 sangat membantu peserta CKS
dalam membuka wawasan untuk mengembangkan kompetensi
Kewirausahaan dan menemukan aspek-aspek kewirausahaan yang
diperlukan untuk ditingkatkan di sekolah magang 1 yaitu SMP Kristen Petra
3 Surabaya.
B. Saran
1. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).
Secara umum pelaksanaan diklat calon kepala sekolah berjalan dengan
baik, termasuk LMS yang sudah dipersiapkan, akan tetapi lebih baik
dalam pelaksanaannya secara daring bisa menggunakan zoom meeting agar
lebih stabil.
2. Universitas Negeri Surabaya.
Untuk UNESA sebagai salah satu penyelenggara diklat calon kepala
sekolah, telah mempersiapkan diklat dengan baik sehingga perlu
dipertahankan dengan baik.
3. Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Secara umum Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah memberi kesempatan
dan bimbingan yang sangat baik terkait dengan pelaksanaan diklat.
Hendaknya diklat calon kepala sekolah dapat dilakukan secara berkala
sehingga memberi kesempatan bagi tenaga pendidik yang memenuhi
kompetensi.
4. SMP Kristen Petra 3 Surabaya - magang 1
Untuk sekolah magang 1 sudah sangat membantu terlaksananya proses
terlaksananya diklat calon kepala sekolah. Dan berdasarkan hasil RPK
perlu untuk terus mengembangkan kompetensi pendidik untuk
meningkatkan student wellbeing.
74
5. SMP Kristen YBPK 1 Surabaya - magang 2
Sekolah magang 2 telah sangat membantu membuka wawasan terkait
dengan kewirausahaan, maka untuk itu perlu untuk terus mengembangkan
jiwa entrepreneur untuk seluruh warga sekolah.
6. Peserta diklat perlu untuk memperhatikan pembelajaran di lapangan dalam
situasi pekerjaan yang nyata dilakukan di 2 (dua) sekolah, yakni di sekolah
magang 1 dan di sekolah magang 2. Di sekolah asal peserta diklat
melaksanakan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) dan Kajian
Managerial (KM). Di sekolah magang peserta belajar dari kepala sekolah
(mentor 2) untuk peningkatan kompetensi yang masih lemah berdasarkan
hasil AKPK dan melakukan Kajian Managerial.
7. Peserta diklat perlu melakukan koordinasi dengan kepala sekolah mentor
untuk menyampaikan hasil IST 1, RPK, KM, dan PK yang akan
dilaksanakan, membangun tim kerja dengan cara mempengaruhi,
menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan teman sejawat di
sekolah sendiri sebagai sarana untuk mempermudah pelaksanaan OJT 2;
8. Peserta diklat wajib melakukan peningkatan kompetensi berbasis AKPK
di sekolah lain adalah kegiatan calon kepala sekolah untuk meningkatkan
kompetensinya berdasarkan kebutuhan individu dengan belajar dari kepala
sekolah mentor 2.
75
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno, Agus. 2020. Kompetensi Profesional Guru MA An-Nur Setupatok
Kabupaten Cirebon. Volume 1 Nomor 1 (2020) Pages 19 ± 25 Jurnal
Manajemen Pendidikan Jurnal Eduvis
Savitri, dkk. 2020. Pengelolaan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Untuk
Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah (Studi Kepala Sekolah Sdn Di
Kabupaten Sukabumi). Jurnal Obor Penmas Pendidikan Luar Sekolah Vol.
3, No. 1, April 2020, hlm.203-213
Utomo, dkk. 2021. Rencana Tindak lanjut. Direktorat Pendidikan Profesi dan
Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI
76
LAMPIRAN
A. Lampiran bagian awal
A.1 Matrik RTL
N Masalah Utama Solusi Terbaik Program/ Langkah-langkah Students
O (Gagasan Kegiatan kegiatan wellbeing
Inovasi) yang ingin
dicapai
ab c de
f
Kurangnya Sekolah Peningkatan Persiapan Siswa
senang
1 kemampuan guru memberikan Kompetensi - Menyusun program mengikuti
perencanaan workshop proses
dalam penggunaan pelatihan Guru dalam - Membentuk kepanitiaan belajar
Pembelajaran - Menyusun instrumen mengajar
media ajar untuk penggunaan melalui workshop
Aplikasi - Mensosialisasikan
menunjang media ajar agar
kegiatan proses siswa lebih
mengajar baik aktif dalam Canva di SMP kegiatan workshop
secara daring mengikuti Kristen Petra - Menyiapkan
pemateri/narasumber
maupun luring. pembelajaran. 3 Surabaya - Membuat buku panduan
- Membuat undangan
- Membuat daftar hadir
- Menyiapkan sarana
prasarana
- Membuat jadwal
kegiatan
Pelaksanaan
- Melaksanakan Registrasi
peserta
- Membagikan ID zoom
meeting
- Pengarahan Panitia
Penyelenggara
- Pemberian pre test
- Pemberian Materi oleh
Narasumber
- Praktik pembuatan
Media Pembelajaran
- Presentasi hasil
Pembuatan media
Pembelajaran
- Pemberian post test
- Pelaksanaan siklus ke-2
- Pendampingan
pelaksanaan siklus 2
- Menutup kegiatan
workshop siklus 2
Monitoring dan evaluasi
- Monitoring
keterlaksanaan program
- Evaluasi ketercapaian
77
program
Refleksi
- Mencermati setiap
tahapan
- Mencermati hasil monev
dari kepala sekolah
- Menganalisis hasil yang
telah dan belum dicapai
Tindak Lanjut
- Siklus 2 bagi seluruh
peserta workshop di
siklus 1 agar
memaksimalkan
penggunaan aplikasi
canva dalam
pembelajaran
A. 2 Jurnal Kegiatan Harian
No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
ab c d
1 Selasa, 2 Perkenalan dengan Kepala Sekolah dan staf Dokumen dan foto
November 2021 sekolah magang (SMP Kristen YBPK 1) https://drive.google.com/drive/fo
secara daring dengan menggunakan zoom lders/15y7tbsGgZIzZ_ctMXxqW
meeting zSQp7X_FnYUC?usp=sharing
2 Rabu, 3 Koordinasi dengan Kepala Sekolah dan staf Dokumen dan foto
November 2021 sekolah magang (SMP Kristen YBPK 1) https://drive.google.com/drive/fo
secara langsung untuk membahas jadwal lders/1D43puNc2UAay1awb6lI
wawancara dan penyerahan surat tugas DYC9tcquHfMQ3?usp=sharing
3 Kamis, 4 Berkoordinasi dengan tim tentang
November 2021 pelaksanaan workshop yang akan https://drive.google.com/file/d/1
dilaksanakan di tempat magang 1 dan usIPAfguPjE_6ApWBJbAjawcA
membuat dokumen workshop (proposal 6QfX741/view?usp=sharing
workshop, SK panitia)
4 Jumat, 5 Membuat perangkat workshop (surat https://drive.google.com/drive/fo
November 2021 undangan, surat permohonan nara sumber) lders/1sNqoZFl9XQOjXe8FQjat
YKZvR1wa7Fds?usp=sharing
5 Sabtu, 6 Menyelesaikan perangkat workshop (daftar https://drive.google.com/drive/fo
November 2021 hadir, instrumen ) lders/1hCe98lQ9wEVsyAOt8G
QVCvgbseHhRdEM?usp=sharin
g
6 Senin, 8 Sosialisasi ke guru terkait workshop https://drive.google.com/drive/fo
November 2021 Waktu : 13.00-13.30 lders/1wutBY6L_221riyY7du7S
Melalui media zoom meeting ugIV3tdVezrx?usp=sharing
7 Selasa,9 Menyiapkan instrumen wawancara dan Dokumen
November 2021 membuat desain background zoom
78
8 Rabu, 10 Wawancara di sekolah magang 2 ( SMP https://drive.google.com/file/d/1r
949b5SqLz1oou3ZCgWAON4ie
November 2021 Kristen YBPK 1 Surabaya)-melalui zoom GXuZbQ8/view?usp=sharing
meeting mulai pukul 16.00
Magang dilaksanakan pagi
9 Kamis, 11 Melakukan pembimbingan 2 dengan Dokumentasi Video dan foto
November 2021 pengajar
10 Jumat, 12 Pelaksanaan workshop penggunaan aplikasi Dokumen video dan foto
November 2021 canva untuk pembuatan media ajar https://drive.google.com/drive/fo
Waktu 13.00 - 15.05 secara daring melalui lders/1mqh8CixvPNJZRH6INu
zoom meeting m5AQNDssdsfBMN?usp=sharin
g
11 Sabtu, 13 Mengevaluasi kegiatan workshop yang Dokumen
November 2021 sudah dilakukan
12 Senin, 15 Merencanakan kegiatan siklus 2 Dokumen
November 2021
13 Selasa, 16 Membuat profil sekolah magang 1 Dokumen
November 2021
14 Rabu, 17 Pembimbingan OJT 2 melalui g meet Dokumen
November 2021
15 Kamis, 18 Membuat profil sekolah magang 1 Dokumen
November 2021 Dokumen
16 Jumat, 19 Membuat profil sekolah magang 2 Dokumen
November 2021
Dokumen
17 Senin, 22 Workshop siklus 2
November 2021 Waktu 13.00-15.00 Dokumen foto
https://drive.google.com/drive/fo
Zoom meeting lders/1sW18QHCqE-HrDpoB_g
FyVOKmmfnbeBTA?usp=sharin
18 Selasa, 23 Mengevaluasi kegiatan workshop 2 g
November 2021 Dokumen
19 Rabu, 24 Melakukan wawancara dengan guru dan Dokumen
November 2021 karyawan di magang 2
Dokumen
20 Kamis, 25 Melakukan kajian hasil wawancara
November 2021 Dokumen
21 Jumat, 26 Melakukan kajian hasil wawancara Kegiatan magang dengan
November 2021 meningkatkan kewirausahaan
dengan berbagi buku dari sekolah
22 Senin, 29 Menganalisis instrumen asal ke magang 2
November 2021 https://drive.google.com/drive/fol
ders/1WHXqXQiZraFICpIXCqSi
23 Selasa, 30 Menganalisis instrumen _NHOtgk7UxjA?usp=sharing
November 2021
24 Rabu, 1 Melakukan kegiatan magang di SMP
Desember 2021 Kristen YBPK 1 Surabaya
Pembimbingan 5 OJT 2 ( V Con)-zoom
meeting
79
Waktu 13.30-17.15
25 Kamis, 2 Menyusun Laporan RTL Bab 3 Dokumen
Desember 2021
26 Jumat 3 Menyusun Laporan RTL Bab 2 Dokumen, foto
Desember 2021 Sekolah Magang 1 dan sekolah magang 2
27 Senin, 6 Pembimbingan 6 OJT 2 ( V Con) Foto
Desember 2021 Waktu : 09.00-12.00
28 Selasa, 7 Menyusun Laporan RTL Bab 3 Dokumen, foto
Desember 2021 a. Siklus 1 dan siklus 2
b. Supervisi 1 dan supervise 2
c. Kajian manajerial 1 dan kajian
menejerial 2
d. Penyusunan perangkat
e. Peningkatan kompetensi berdasarkan
AKPK
29 Rabu, 8 Menyusun Laporan RTL Bab 4 Dokumen, foto
Desember 2021 a. Kesimpulan
b. Saran
30 Kamis, 9 Menyusun laporan RTL dan membuat Video Dokumen, foto dan Video
Desember 2021
31 Jum’at 10 Menyusun laporan RTL dan membuat Video Dokumen, foto dan Video
Desember 2021
32 Sabtu 11 Menyusun laporan RTL dan membuat Video Foto
Desember 2021
33 Semin, 13 Menyusun laporan RTL dengan mengedit Dokumen, foto dan Video
Desember 2021 Video
34 Selasa, 14 Pembimbingan 7 OJT 2 ( V Con) Dokumen
Desember 2021 Waktu : 09.00
Menampilkan laporan RTL yang sudah
diselesaikan
35 Rabu, 15 Finalisasi laporan dan video unjuk kerja Dokumen, foto dan Video
Desember 2021
36 Kamis, 16 Mengunggah video ke laman youtube Video
Desember 2021 channel
80
A. 3 Foto Sekolah Asal dan Sekolah Magang
A. 3.1 Foto Sekolah Asal
81
A.3.2 Foto Sekolah Magang
82
B. Lampiran Bagian Isi
B. 1 Lampiran RPK (Rencana Proyek Kepemimpinan)
B.1.1 Surat tugas magang 1
83
B.1.2 Lampiran RPK
Tujuan Indikator Program/ Langkah-langkah Kegiatan Sumber Metode Pencapai
Keberhasilan Kegiatan Daya Pengumpul an
d
a b c e an Data Students
Workshop Siklus 1 : - Pendidik Wellbeing
Meningkatka - waktu dalam penggunaan Persiapan: - Tenaga f
n rasa mengikuti aplikasi 1. Kepala sekolah - Wawanca g
optimis, kegiatan canva di Kependidik
pantang workshop SMP Kristen mengadakan rapat dengan an ra Siswa
menyerah, - Semua guru Petra 3 guru untuk membentuk - Foto - Observasi merasa
dan berpikir semangat Surabaya kepanitiaan workshop - Video senang
alternatif. mengikuti 2. Ketua panitia mengajukan pembelajar ,
(guru) kegiatan proposal kegiatan an - Dokumen
workshop workshop
- Pembelajaran 3. Panitia workshop tasi
secara daring menentukan tanggal
maupun luring pelaksanaan
menjadi menarik 4. Panitia mensosialisasikan
dan kepada guru
menyenangkan 5. Panitia menghubungi
narasumber yang
Meningkatk Kompotensi berkompeten
an kepribadian: Pelaksanaan:
pengetahuan 1. mampu 1. Workshop di laksanakan
dan sesuai jadwal
keterampila melaksanakan 2. Panitia memantau dan
n guru tugas dengan memastikan pelaksanaan
(Kepala perencanaan workshop sesuai dengan
sekolah) yang matang dan susunan acara
evaluasi Monev:
berkelanjutan 1. Kepala sekolah membuat
instrumen monitoring
2. Mampu berbagi kegiatan
pengetahuan dan 2. Kepala sekolah menentukan
pengalaman pelaksanaan monitoring
kepada teman kegiatan
sejawat 3. Kepala sekolah
berkaitan dengan merencanakan tindak lanjut
tugas sehari hari kegiatan
Refleksi:
Kompetensi 1. Guru mampu membuat
Sosial: media pembelajaran yang
1. Memiliki menarik dengan aplikasi
canva
pengalaman 2. Masih adanya beberapa
dalam guru yang belum mampu
melakukan kerja membuat media
sama dengan pembelajaran yang menarik
perseorangan dikarenakan persiapan yang
dan institusi lain, kurang
baik institusi Tindak lanjut:
pemerintah atau 1. Kepala sekolah melakukan
swasta, untuk supervisi penerapan media
mendukung pembelajaran yang
pelaksanaan menarik dengan aplikasi
kegiatan canva
Kompetensi dalam pembelajaran
Kewirausahaan: daringMerencanakan
1. Mampu workshop pembuatan media di
memahami tahap 2
program-progra
m inovatif yang
bisa
84
meningkatkan Siklus 2 :
keefektifan Persiapan:
2. Membuat media 1. Panitia workshop
ajar yang
menarik menentukan tanggal
pelaksanaan
Melakukan - Melakukan 2. Panitia memberikan
evaluasi dan monitoring dan undangan kepada guru
perbaikan evaluasi kegiatan Pelaksanaan:
terhadap 1. Workshop di laksanakan
program dan sesuai jadwal
kegiatan 2. Panitia memantau dan
sekolah - memastikan pelaksanaan
(siswa) workshop sesuai dengan
susunan acara
Monev:
1. Kepala Sekolah membuat
instrumen monitoring
kegiatan
2. Kepala Sekolah
menentukan pelaksanaan
monitoring kegiatan
3. Kepala Sekolah
merencanakan tindak
lanjut kegiatan
Refleksi:
1. Semua Guru mampu
membuat media
pembelajaran yang
menarik dengan aplikasi
canva
Tindak lanjut:
1. Kepala sekolah melakukan
supervisi penerapan media
pembelajaran yang
menarik dengan
penggunaan aplikasi canva
dalam pembelajaran daring
2. Merencanakan workshop
pembuatan media yang
lain
85
B. 1. 3 Surat undangan untuk narasumber dan peserta kegiatan
Permohonan narasumber
86
Surat undangan workshop siklus 1
87
Undangan workshop siklus 2
88
B.1.4 Daftar Hadir Narasumber dan Peserta
Daftar hadir sosialisasi
89
Daftar hadir workshop siklus 1
90
Daftar hadir panitia workshop siklus 1
91
Daftar hadir peserta workshop siklus 2
92
Daftar hadir narasumber
93
Daftar hadir panitia workshop
94
B.1.5 Buku Panduan Kegiatan
95
96
97
B.1.6 SK Panitia Kegiatan
98
99
100