The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Siswa Tematik Kelas 4 Tema 1
Indahnya Kebersamaan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aryaduta penerbit, 2020-12-12 00:27:33

BS Tematik 4 Tema 1 Indahnya Kebersamaan

Buku Siswa Tematik Kelas 4 Tema 1
Indahnya Kebersamaan

”Kalau kamu ingin memakai kostum apa saat menari?” tanya Kak Doni.
”Tentu saja kostum seperti penari di televisi itu, Kak. Kan, Ratna sedang
belajar tari Bondan,” ujar Ratna sambil tersenyum.

Sumber: Dokumen Penerbit

Gambar 2.18 Keluarga Pak Arman sedang menonton televisi
bersama.

Mari Mencari Tahu

Carilah informasi mengenai kostum dan perlengkapan yang digunakan dalam tari
kreasi daerah di Indonesia! Tuliskan hasil penelusuran informasimu pada tabel berikut!

Tabel 2.11 Kostum dan Perlengkapan Tari Kreasi Daerah

No. Tari Kreasi Daerah Kostum Perlengkapan

1. Para penari Tari Bondan biasanya
menggunakan kain menggunakan
Sumber: patembayancitralekha.com wiron, jamang, baju perlengkapan berupa
Gambar 2.19 Tari Bondan kemben, dan rambut selendang, boneka
dibentuk menjadi bayi, payung kertas,
2. sanggul. dan kendi.

Sumber: indonesiakaya.com Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1
Gambar 2.20 Tari Kipas Pakarena

86

No. Tari Kreasi Daerah Kostum Perlengkapan
3.

Sumber: pinterest.com
Gambar 2.21 Tari Piring

4.

Sumber: beritabanjarmasin.com
Gambar 2.22 Tari Radap Rahayu

5.

Sumber: afifa05.student.umm.ac.id
Gambar 2.23 Tari Lenso

Ayo Peragakan

Peragakan gerakan tari kreasi daerah yang kamu ketahui! Pilihlah gerakan yang
menunjukkan ciri khas dari tarian tersebut!

Kegiatan Bersama Orang Tua

Orang tua dapat mengajak anak menonton pertunjukan tarian daerah yang sedang
diselenggarakan di sekitar daerah tempat tinggal, mengunjungi festival tarian
daerah, atau menonton tayangan mengenai tarian daerah dari berbagai sumber.

Kebersamaan dengan Keluarga 87

Rangkuman

Manusia diciptakan beragam atau berbeda-beda oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Jika kita mau memperhatikan lingkungan sekitar, akan terlihat keragaman dalam
masyarakat. Misalnya, keragaman suku bangsa, keragaman sosial, dan keragaman
ekonomi. Keragaman suku bangsa di Indonesia disebabkan oleh bentuk negara
Indonesia yang berupa kepulauan. Setiap provinsi bahkan daerah di Indonesia
memiliki suku bangsa tersendiri. Contohnya suku Baduy di Banten, suku Batak di
Sumatra Barat, dan suku Kutai di Kalimantan Timur. Keragaman sosial terjadi akibat
interaksi antarmasyarakat yang berbeda tersebut, seperti interaksi antara masyarakat
dengan suku bangsa, status sosial, maupun sistem kekerabatan berbeda. Adapun
keragaman ekonomi dapat terlihat dari jenis kegiatan ekonomi di satu daerah
yang berbeda dengan di daerah lain. Hal tersebut tentunya menyebabkan mata
pencaharian masyarakat di setiap daerah berbeda pula.

Keragaman di Indonesia adalah sumber kekuatan bangsa. Keragaman tersebut
memperkaya kebudayaan bangsa. Hal tersebut dapat terlihat saat diadakan festi-
val budaya. Keindahan beragam tari kreasi daerah di Indonesia tak hanya menarik
perhatian masyarakat lokal, namun juga mengundang decak kagum turis asing.
Setiap tari kreasi daerah memiliki kostum dan perlengkapan yang menjadi ciri khas
tarian tersebut. Tari Bondan, misalnya, para penari mengenakan kostum berupa
kain wiron, jamang, baju kemben, dengan rambut dibentuk sanggul. Penari juga
membawa selendang, boneka bayi, payung kertas, dan kendi.

Saat diadakan pertunjukan tari kreasi daerah, bunyi yang ditimbulkan oleh
lagu pengiring dapat terdengar dari luar gedung pertunjukan. Hal tersebut
disebabkan oleh salah satu sifat bunyi, yaitu dapat merambat melalui benda padat,
cair, dan gas (udara). Meski demikian, tidak semua bunyi dapat didengar oleh
manusia. Manusia hanya dapat mendengar bunyi dengan rentang frekuensi tertentu.
Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi bunyi infrasonik, bunyi
audiosonik, dan bunyi ultrasonik. Bunyi infrasonik adalah bunyi yang getarannya
kurang dari 20 getaran per detik, bunyi ini dapat didengar oleh jangkrik dan gajah.
Bunyi audiosonik adalah bunyi yang jumlah getarannya berkisar antara 20 hingga
20.000 getaran per detik. Manusia dapat mendengar bunyi audiosonik ini. Adapun
bunyi ultrasonik adalah bunyi yang getarannya lebih dari 20.000 getaran per detik.
Bunyi ultrasonik hanya dapat didengar oleh lumba-lumba dan kelelawar.

Pengetahuan mengenai perambatan bunyi dan jenis-jenis bunyi tersebut dapat
diperoleh dari berbagai sumber bacaan, seperti buku, artikel, maupun situs internet.
Saat memahami teks bacaan, kita tidak hanya harus menemukan gagasan pokok
dalam teks. Kita juga harus dapat menemukan gagasan pendukung dari tiap paragraf
dalam teks tersebut. Gagasan pendukung terdapat dalam kalimat penjelas yang
berfungsi menjelaskan gagasan pokok. Dengan menemukan gagasan pokok dan
gagasan pendukung dalam teks, kita juga akan menemukan informasi penting
yang terdapat dalam teks bacaan.

8 8 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Indonesia memiliki beragam suku bangsa yang mendiami wilayah dari Sabang

sampai Merauke. Sebutkan keragaman suku bangsa yang ada di Indonesia!

2. Adanya keragaman suku bangsa harus dijadikan sebagai alat pemersatu, bukan
pemecah belah bangsa. Ungkapkan pendapatmu tentang sikap yang harus
dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia dalam memandang keragaman
suku bangsa!

3. Dalam sebuah paragraf, kamu akan menemukan gagasan pokok dan gagasan
pendukung. Setiap gagasan memiliki fungsinya masing-masing. Coba kamu
uraikan yang dimaksud dengan gagasan pendukung serta fungsinya pada teks!

4. Uraikan pendapatmu mengenai perbedaan gagasan pokok dan gagasan
pendukung dalam teks!

5. Jika kamu amati lingkungan sekitarmu, terdapat banyak benda dalam wujud
dan bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berwujud cair, padat, dan gas. Ada
pula yang berbentuk balok, tabung, dan bola. Dari benda-benda yang ada di
sekitarmu, apa saja benda yang dapat dijadikan sebagai media perambatan
bunyi?

Kebersamaan dengan Keluarga 89

6. Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kamu mendengar bunyi yang keras,
kadang kamu mendengar bunyi yang lemah. Kuat lemah bunyi dipengaruhi
oleh kuat lemahnya getaran sumber bunyi atau simpangan getaran sumber
bunyi. Satu kali gerak ke atas dan ke bawah disebut satu getaran. Adapun
banyak getaran dalam satu detik disebut frekuensi. Coba kamu uraikan jenis-
jenis bunyi berdasarkan frekuensinya!

7. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat banyak sekali keragaman sosial.
Misalnya saja perbedaan pendidikan, pekerjaan, dan status sosial. Coba sebutkan
contoh keragaman sosial di provinsi tempat tinggalmu!

8. Indonesia mempunyai wilayah yang luas. Ada lautan, daratan, pegunungan, perdesaan,
perkotaan, dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut akan memunculkan
keberagaman ekonomi seperti pertanian, perindustrian, jasa, dan lain-lain. Coba
kamu sebutkan contoh keragaman ekonomi di provinsi tempat tinggalmu!

9. Setiap daerah di Indonesia memiliki tari kreasi daerah. Tari kreasi daerah antara
daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda-beda. Sebutkan gerak tari
kreasi daerah yang ada di Indonesia!

10. Perhatikan gerak tari kreasi daerah berikut!
Sebutkan kostum dan perlengkapan dari
tari di samping!

Sumber: id.wikipedia.org Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1
Tari Topeng Betawi

90

Refleksi

Berilah tanda sesuai pemahamanmu terhadap materi!

Tabel 2.12 Refleksi Subtema 2

No. Materi Paham Belum
Paham
1. Memahami keragaman suku bangsa dan keragaman
sosial di Indonesia yang terikat persatuan dan
kesatuan, serta dapat menyebutkan contohnya.

Belum paham karena ........................................................
................................................................................................

2. Memahami pengertian gagasan pendukung dan
cara menemukannya pada setiap paragraf dalam
teks, serta dapat menunjukkan perbedaan gagasan
pokok dan gagasan pendukung.

Belum paham karena ........................................................
................................................................................................

3. Memahami perambatan sumber bunyi dan cara
membuktikannya, serta menyebutkan jenis-jenis
bunyi berdasarkan frekuensinya.

Belum paham karena ........................................................
................................................................................................

4. Memahami keragaman sosial dan keragaman
ekonomi di provinsi setempat beserta contohnya.

Belum paham karena ........................................................
................................................................................................

5. Mengenal gerak tari kreasi daerah yang ada di
Indonesia, serta dapat mengidentifikasi kostum
dan perlengkapan yang digunakan dalam gerak tari
kreasi daerah tersebut.

Belum paham karena ........................................................
................................................................................................

Kebersamaan dengan Keluarga 91

92 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1 Jaringan Tema 1 Indahnya Kebersamaan
Subtema 3 Kebersamaan dengan Teman

Kebersamaan dengan Teman

Mempelajari tentang

• Keragaman sosial. • Gagasan pokok dan • Sifat bunyi, yaitu • Keragaman budaya. • Musik pengiring tari
• Keragaman budaya. gagasan pendukung. dapat dipantulkan • Kebiasaan budaya kreasi daerah.
dan diserap.
Melalui • Hubungan masyarakat desa dan • Tari kreasi daerah di
antargagasan. • Gema dan gaung. kota. tempat tinggal
• Mengidentifikasi masing-masing.
keragaman di daerah Melalui Melalui Melalui
tempat tinggal. Melalui
• Menemukan gagasan • Mencari informasi • Mencari informasi
• Menceritakan pokok dan gagasan tentang bunyi pantul. tentang keragaman • Mencari informasi
keragaman di daerah pendukung. budaya, desa, dan tentang musik
tempat tinggal. • Melakukan percobaan. kota. pengiring tari kreasi
• Menyajikan hubungan daerah.
antargagasan dalam • Berdiskusi tentang
bentuk diagram. perbedaan budaya • Menceritakan tari
masyarakat desa dan kreasi daerah di
• Menyusun kerangka kota. tempat tinggal dan
tulisan. memperagakannya.

Diharapkan siswa mampu memahami

Berbagai pengetahuan terkait keragaman sosial, keragaman budaya, perbedaan kebiasaan budaya masyarakat desa dan kota, gagasan pokok dan
gagasan pendukung dalam teks, hubungan antargagasan, bunyi pantul, sifat bunyi dapat dipantulkan dan diserap, serta gerak tari kreasi daerah
di Indonesia melalui kegiatan mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain. Kemudian siswa dapat menyajikan pengetahuannya tersebut dalam
bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan siswa sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku siswa beriman dan berakhlak mulia.

Subtema 3

Kebersamaan dengan Teman

Selain dengan keluarga, rasa kebersamaan dapat kita bina dengan orang-orang
terdekat lainnya. Misalnya, teman-teman di sekolah atau teman sepermainan di
rumah. Dengan adanya rasa kebersamaan, akan tercipta persatuan dan kesatuan
dengan teman tanpa mempermasalahkan perbedaan masing-masing individu.

Kebersamaan dengan teman dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan.
Misalnya, kegiatan belajar bersama atau bermain bersama teman. Ada banyak
permainan yang dapat dilakukan bersama teman, seperti permainan gobak sodor,
benteng, ular naga, engklek, dan masih banyak lagi. Ayo, bermain bersama teman.
Bermain bersama teman menyenangkan.

Kebersamaan dengan Teman Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.1 Ratna bermain bersama teman-temannya.

93

Pembelajaran 1

Liburan kali ini Ratna, Frans, Gito, Made, Asep, Rita, Siska, Mirna, dan Amey
berjanji untuk berkumpul di lapangan kelurahan. Mereka akan bermain sepeda
bersama-sama. Ratna dan Amey menjemput Rita karena rumah mereka searah.
Sementara teman-teman yang lain akan bertemu di lapangan.

”Hai, Rita!” sapa Amey saat melihat Rita dengan sepedanya di depan rumah.
”Hai!” balas Rita lesu.
”Ada apa? Mengapa kamu terlihat sedih?” tanya Ratna sambil turun dari
sepeda.
”Ban sepedaku bocor. Aku tidak bisa bermain bersama kalian,” jawab Rita
sedih.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.2 Rita sedih karena ban sepedanya bocor.

”Aduh! Sayang sekali. Bagaimana kalau kamu membonceng sepedaku saja?”
usul Ratna.

”Bolehkah?” sahut Rita.
”Tentu saja! Kita berdua bisa bergantian mengayuh sepeda,” tukas Ratna.
”Terima kasih, Na,” ujar Rita sambil tersenyum.
”Sama-sama. Ayo, sebaiknya kita segera berangkat. Teman-teman pasti
sudah menunggu,” ajak Ratna.
”Ayo, ayo!” sahut Amey penuh semangat.
Ratna dan teman-temannya memiliki keragaman suku bangsa, agama,
maupun kegemaran. Namun, Ratna dan teman-temannya hidup dengan rukun.
Mereka selalu mengutamakan kebersamaan. Keragaman sosial di antara mereka
tidak menjadi penghambat dalam berteman.

***

94 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Ayo Menjelaskan

Bagaimana sebaiknya kamu bersikap terhadap keragaman sosial di sekitarmu?
Tulis penjelasanmu menggunakan kalimat sendiri!

Ayo Bercerita

Apa saja keragaman yang terdapat pada masyarakat di daerah tempat tinggalmu?
Apakah masyarakat di daerah tempat tinggalmu dapat berinteraksi dengan baik
dan saling menghormati? Coba kamu ceritakan! Sebelumnya kamu dapat menuliskan
ceritamu pada kolom berikut.

Sesampainya di lapangan, Frans, Gito, Sumber: Dokumen Penerbit
Made, Asep, Siska, dan Mirna telah
menunggu. Sebagai pemanasan, Gambar 3.3 Ratna dan teman-teman bersepeda
mereka bersepeda mengelilingi mengelilingi lapangan.
lapangan. Frans, Asep, Gito, dan Made
berlomba untuk menjadi paling cepat.
Sementara Ratna, Rita, Amey, Siska,
dan Mirna bersepeda dengan santai
di belakang mereka.

***

Kebersamaan dengan Teman 95

Ayo Membaca

Bacalah teks berikut dengan cermat di dalam hati!

Bermain Sepeda
Hari Minggu pagi Yoga sudah bangun. Pagi itu Yoga akan bermain sepeda
dengan Tegar, Udin, dan Gusti. Setelah melaksanakan ibadah, Yoga menyiapkan
sepeda yang biasa ia gunakan. Ban sepeda diperiksa dengan cermat. Begitu
pula dengan rem dan pedal sepeda.
Setelah semuanya siap, Yoga segera berangkat menuju rumah Tegar. Tak
lupa Yoga berpamitan pada ayah dan ibu. Sampai di rumah Tegar, ternyata
Udin dan Gusti telah tiba terlebih dahulu.
Yoga, Tegar, Udin, dan Gusti berangkat bersepeda setelah berpamitan kepada
orang tua Tegar. Meskipun masih pagi, jalan yang mereka lewati sudah cukup
ramai. Banyak orang berolahraga pagi. Ada yang berjalan santai. Ada yang berlari
kecil. Ada pula yang bersepeda seperti Yoga dan teman-temannya. Maklum
saja hari itu adalah hari libur.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.4 Yoga, Tegar, Udin, dan Gusti bersepeda bersama.

Udara pagi itu terasa sejuk. Tidak ada asap kendaraan bermotor ataupun
debu jalanan. Angin yang bertiup semilir menambah sejuknya udara pagi itu.

Yoga dan teman-temannya asyik sekali bersepeda. Tanpa terasa mereka
sudah cukup lama bersepeda. Mentari tampak mulai bersinar di ufuk timur.
Dinginnya udara pagi berangsur-angsur mulai menghangat. Suasana di jalan
pun mulai ramai. Yoga dan teman-temannya bersiap untuk pulang ke rumah
masing-masing. Minggu depan mereka akan bersepeda bersama lagi.

Sumber: Apud Syarifudin (2012: 100–101), dengan perubahan

96 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Ayo Menemukan

Tuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks Bermain Sepeda pada
tabel berikut!

Tabel 3.1 Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung dalam Teks Bermain Sepeda

Paragraf Gagasan Pokok Gagasan Pendukung

Kesatu

Kedua

Ketiga
Keempat

Ayo Menemukan

Temukan informasi dari gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam teks Bermain
Sepeda! Tulis pada tabel berikut!

Tabel 3.2 Informasi dari Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung dalam Teks
Bermain Sepeda

Paragraf Informasi dari Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung

Kesatu

Kebersamaan dengan Teman 97

Paragraf Informasi dari Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung
Kedua

Ketiga

Keempat

Mari Menyusun Kesimpulan

Berdasarkan informasi yang telah kamu peroleh, buatlah kesimpulan informasi
utama dari teks! Dari informasi utama tersebut, kamu dapat menentukan topik
teks.

Informasi utama:

Topik teks:

98 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Ratna dan teman-teman memutuskan untuk bersepeda mengelilingi
Kelurahan Mulya. Mereka mengambil jalur yang tidak terlalu ramai kendaraan
bermotor agar dapat bersepeda dengan nyaman. Saat melewati stadion olahraga,
mereka mendengar suara yang cukup gaduh.

”Bunyi apa itu?” tanya Gito tampak bingung.
”Bunyi orang bersorak sorai. Mungkin di stadion sedang ada pertandingan
olahraga. Lihat saja banyak kendaraan yang memenuhi tempat parkir,” jawab Frans.
”Iya, sepertinya begitu,” sambung Mirna.
”Kenapa bunyinya bisa sekeras itu, ya?” tanya Rita.
”Karena bunyinya dipantulkan oleh dinding-dinding stadion,” jelas Ratna.
”Oh, ternyata begitu,” sahut Rita.

***

Ayo Mencoba

Lakukan kegiatan berikut untuk menyelidiki pemantulan bunyi!

Alat dan Bahan:
1. Dua lembar karton
2. Jam beker
3. Gabus atau busa

Langkah Kegiatan:
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Bentuklah setiap lembaran karton menjadi sebuah tabung. Kamu akan

memperoleh dua buah tabung. Usahakan kedua tabung tersebut berbentuk
kurang lebih sama.
3. Susun alat seperti pada gambar di bawah. Usahakan sudut yang dibentuk kedua
karton sama.

Jam beker

A

N Dinding

Pendengar B

Sumber: Dokumen Penerbit 99
Gambar 3.5 Ilustrasi percobaan untuk menyelidiki pemantulan bunyi.

Kebersamaan dengan Teman

4. Dengarkan bunyi detak jam melalui tabung B. Apakah kamu dapat
mendengarkan bunyi detak jam tersebut?

5. Letakkan sebuah gabus atau busa di depan dinding lalu dengarkan bunyi detak
jam melalui tabung B. Apakah kamu dapat mendengarkan bunyi detak jam
tersebut?

Mari Menyusun Laporan

Susunlah sebuah laporan sederhana berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan!
Perhatikan penulisan tanda baca dan ejaan, serta penggunaan kosakata baku!

Laporan Percobaan

Judul Percobaan :

Tujuan Percobaan :

Alat dan Bahan : 1.
2.
3.
4.
5.

Langkah Kerja : 1.
2.
3.
4.
5.

Hasil Percobaan :

Kesimpulan :

100 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Pembelajaran 2

Dalam perjalanan, Ratna dan teman-temannya melewati rumah Made.
Tampak ayah Made sedang memandikan burung di depan rumah.

”Kring kring .... Kring kring ...,” bunyi bel sepeda terdengar bersahutan.
”Selamat pagi, Pak!” sapa Frans.
”Selamat pagi! Sudah sampai mana saja kalian?” tanya ayah Made.
”Baru mulai berkeliling, Ayah,” sahut Made.
”Kami lanjut bersepeda, ya, Pak,” pamit Ratna.
”Ya, ya, silakan. Hati-hati di jalan,” pesan ayah Made sambil melambaikan
tangan.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.6 Ratna dan teman-teman bersepeda melewati
depan rumah Made.

”Rumahmu unik sekali, Made. Aku belum pernah melihat rumah yang seperti
itu,” ujar Siska setelah agak jauh dari rumah Made.

”Itu rumah adat daerah Bali, Siska. Ayah membangun rumah kami mirip
dengan rumah kakek dan nenek di Bali,” jelas Made.

***

Ayo Membaca

Bacalah teks berikut dengan cermat dalam hati!

Rumah Adat Bali
Rumah adat Bali dikenal dengan nama Gapura Candi Bentar, terdiri atas
dua candi dengan bentuk identik dan diletakkan sejajar sebagai gerbang utama

Kebersamaan dengan Teman 101

untuk masuk menuju area rumah. Meski demikian, rumah adat Bali yang
sebenarnya adalah sebuah bangunan berbentuk segi empat di mana di dalamnya
terdapat beberapa macam bangunan dengan fungsi tersendiri. Seluruh bangunan
tersebut dikelilingi oleh tembok atau pagar pemisah dari lingkungan luar yang
disebut panyengker karang.

Dalam mengatur tata letak rumah, rumah adat Bali memiliki aturan
tersendiri mengenai tata cara, tata letak, dan tata bangunan rumah untuk
ditempati serta bangunan suci yang ada di Bali. Ada syarat dan aturan dari
kitab suci Weda yang disebut Asta Kosala Kosali. Aturan tersebut menjelaskan
bahwa keselarasan dan kedinamisan hidup dapat tercapai jika terjadi hubungan
yang damai dan harmonis antara tiga aspek (Tri Hita Karana). Tri Hita Karana
mencakup pawongan (manusia atau pemilik rumah), palemahan (lokasi di mana
rumah dibangun), dan parahyangan (spiritual). Selain tata letak, konstruksi
bangunan pada rumah adat Bali juga berdasarkan konsep agama Hindu yang
dinamakan Tri Angga, yaitu nista, madya, dan utama.

Arsitek atau perancang dari rumah adat Bali disebut dengan undagi. Dalam
proses pembuatan rumah, para undagi berpedoman pada Asta Kosala Kosali
sehingga tersusunlah beberapa bangunan dalam rumah adat Bali sebagai berikut.
1. Angkul-angkul, merupakan pintu masuk utama dan satu-satunya menuju

bagian dalam rumah adat Bali.
2. Aling-aling, merupakan tembok sekat dari batu dengan tinggi sekitar 150

cm yang menjadi pembatas antara angkul-angkul dengan pekarangan rumah
maupun tempat suci.
3. Sanggah atau pamerajan (pura keluarga), merupakan tempat suci bagi
seluruh penghuni rumah yang terletak di sudut timur laut.
4. Bale meten/bale daja, merupakan ruang tidur bagi kepala keluarga atau
anak gadis yang terletak di area utara.
5. Bale dauh/bale tiang saga (bale loji), merupakan tempat menerima tamu
dan tempat tidur anak remaja atau anak muda yang terletak di bagian barat.
6. Bale sakepat, merupakan bangunan terbuka dengan jumlah tiang empat
yang digunakan sebagai paviliun atau kamar tidur anak. Selain itu, juga
dimanfaatkan untuk bersantai. Terletak di area selatan.
7. Bale dangin/bale gede, merupakan bangunan yang difungsikan sebagai
tempat upacara adat dan juga sebagai tempat beristirahat bila tidak sedang
digunakan untuk upacara. Terletak di bagian timur.
8. Paon atau pawaregan, merupakan dapur atau tempat untuk mengolah dan
memasak makanan bagi penghuni rumah yang terletak di sisi selatan atau
barat daya.
9. Jineng/klumpu, merupakan lumbung padi atau gudang tempat penyimpanan
beras yang terletak di bagian tenggara (dekat dengan paon).

Masyarakat Bali selalu memulai dan mengakhiri suatu pembangunan dengan
upacara atau ritual. Dimulai dengan proses mengukur tanah yang disebut nyikut

102 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

karang. Lalu dilanjutkan dengan ritual persembahan kurban dan meminta izin untuk
membangun rumah yang disebut caru pengerukan karang. Setelah itu dilakukan
nasarin dan prayascita. Nasarin adalah upacara ritual peletakan batu pertama,
sedangkan prayascita adalah upacara agar pekerja diberi bimbingan dan keselamatan.
Pembangunan rumah dilakukan setelah seluruh ritual selesai dilakukan.

Sumber: baabun.com
Gambar 3.7 Rumah adat Bali

Secara umum, rumah adat Bali memiliki warna natural dan menyejukkan,
dengan dominasi warna cokelat, krem, dan merah bata. Selain warna, rumah
adat Bali identik dengan patung dan ukiran-ukiran. Patung menyimbolkan
pemujaan terhadap Sang Pencipta dan juga rasa syukur. Adapun ukiran atau
pahatan menggambarkan makhluk hidup di bumi, yaitu manusia, binatang,
dan tumbuhan.

Sumber: www.budayanusantara.web.id (dengan perubahan)

Ayo Menjawab

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks yang kamu baca!

1. Apa yang menjadi syarat dan aturan dalam mengatur tata letak rumah adat
Bali?

2. Apa saja yang tercakup dalam Tri Hinata Karana?

Kebersamaan dengan Teman 103

3. Apa sebutan untuk arsitek atau perancang dari rumah adat Bali?

4. Jelaskan fungsi dari bale dangin!

5. Jelaskan makna dari patung dan ukiran pada rumah adat Bali!

Ayo Menjelaskan

Jelaskan yang dimaksud dengan keragaman budaya! Apakah keragaman budaya
merupakan salah satu faktor yang mempererat persatuan dan kesatuan? Tulis
jawabanmu menggunakan kalimat sendiri pada kolom berikut!

Keragaman budaya adalah:

Keterkaitan keragaman budaya dengan persatuan dan kesatuan bangsa:

Mari Menulis

Tuliskan bentuk-bentuk keragaman budaya di Indonesia beserta contohnya pada
tabel berikut!

Tabel 3.3 Bentuk Keragaman Budaya di Indonesia

No. Bentuk Keragaman Budaya Contoh

1. Rumah adat

104 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

No. Bentuk Keragaman Budaya Contoh
2. Pakaian adat

3.

4.

5.

”Suara apa itu? Seperti ada suara iringan musik,” ujar Rita.
”Masa, sih?” tukas Mirna.
”Coba dengarkan lebih cermat,” desak Rita.
”Oh, iya betul. Ada suara iringan musik,” sahut Mirna.
”Dari mana, ya?” tanya Gito bingung.
”Mungkin dari rumah Bu Dewa. Rumah Bu Dewa kan di dekat sini. Sepertinya
ada yang sedang berlatih menari di rumah Bu Dewa,” jelas Amey.
”Iya. Suara iringan musiknya pasti terbawa oleh angin hingga ke sini,”
sambung Ratna.
”Apakah kalian berlatih menari dengan iringan musik ini juga?” tanya Made
ingin tahu.
”Tidak. Kami mempelajari tari yang berbeda. Jadi, lagu pengiringnya juga
berbeda,” jelas Siska.
”Oh, ternyata begitu,” ujar Made.
”Aku kira semua tari menggunakan iringan yang sama. Mungkin aku yang
kurang memperhatikan saat ada pertunjukan tari,” celetuk Asep.
”Lain kali kamu boleh menonton kami berlatih menari, Sep,” saran Mirna.
”Boleh juga. Kapan-kapan aku akan menonton kalian berlatih,” tukas Asep.

***

Kebersamaan dengan Teman 105

Ayo Menyimak

Simaklah teks yang dibacakan oleh guru atau temanmu berikut!

Tari Piring
Tari Piring merupakan tari tradisional Minangkabau, Sumatra Barat. Dalam
bahasa Minangkabau, tari Piring disebut tari Piriang. Sesuai dengan namanya,
pertunjukan tari Piring menggunakan piring sebagai propertinya.

Sumber: pinterest.com
Gambar 3.8 Tari Piring, tari kreasi daerah dari Sumatra Barat.

Pada zaman dahulu, tari Piring digunakan dalam ritual ucapan syukur kepada
dewa-dewa. Tarian dilakukan setelah mendapatkan panen yang berlimpah. Ritual
dilakukan dengan membawa sajian makanan yang diletakkan dalam piring
sambil melangkah dengan gerakan tertentu. Kemudian agama Islam masuk ke
daerah Minangkabau sehingga tari Piring tidak lagi digunakan sebagai ritual
persembahan kepada dewa-dewa. Agar tari Piring tetap lestari, tarian ini
digunakan sebagai sarana hiburan masyarakat. Tari Piring sering ditampilkan
dalam acara pernikahan maupun acara perayaan lainnya. Lama-kelamaan unsur
ritual dalam tari Piring pun hilang.

Tari Piring memiliki 3 jenis gerakan, yaitu tupai bagaliuk (tupai bergeliuk),
bagalombang (bergelombang), dan aka malik (akar melilit). Jumlah penarinya
ganjil, antara tiga sampai tujuh penari. Kostum yang digunakan penari adalah
pakaian berwarna cerah, dengan nuansa merah dan kuning keemasan.

Gerakan tari Piring dimulai dengan meletakkan dua buah piring di atas
kedua telapak tangan. Piring-piring tersebut diayunkan secara cepat tanpa
terlepas dari genggaman tangan. Pertunjukan yang paling menarik dari tari
Piring adalah saat penari melemparkan piring ke atas. Gerakan ini

106 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

menggambarkan kegembiraan atas hasil panen yang berlimpah. Piring tersebut
akan jatuh dan pecah ke lantai, menyebabkan pecahannya tersebar di sekitar
penari. Penari tetap melakukan gerakan tari di atas pecahan piring. Sungguh
ajaib karena kaki penari tidak mengalami luka-luka padahal tidak menggunakan
alas kaki saat menginjak pecahan piring.

Musik pengiring tari Piring biasanya menggunakan talempong, gendang
tambua, sarunai, dan pupuik batang padi. Tempo gendang yang semakin
meninggi, ditambah iringan talempong dan sarunai membuat penonton menjadi
bersemangat. Selain itu, biasanya penari menggunakan cincin yang terbuat
dari batu pada salah satu jarinya. Sambil menari, mereka menjentikkan cincin
ke piring. Suara cincin tersebut sekaligus menjadi pengatur tempo tarian.

Sumber: Yomi Hanna dalam bobo.grid.id (dengan perubahan)

Mari Mencari Tahu

Carilah informasi mengenai musik pengiring yang digunakan dalam berbagai tari
kreasi daerah di Indonesia! Tuliskan hasil penelusuran informasimu pada tabel
berikut!

Tabel 3.4 Musik Pengiring dari Tari Kreasi Daerah di Indonesia

No. Nama Tari Daerah Asal Musik Pengiring
Kreasi Daerah Sumatra Barat
Talempong, gendang tambua, sarunai,
1. Tari Piring dan pupuik batang padi. Selain itu,
suara jentikan cincin batu yang
dikenakan penari ke piring yang
mereka bawa.

2.

3.

Kebersamaan dengan Teman 107

No. Nama Tari Daerah Asal Musik Pengiring
Kreasi Daerah

4.

5.

6.

7.

8.

Ayo Peragakan

Peragakan sepenggal tari kreasi daerah yang kamu ketahui! Kamu dapat menari
menggunakan iringan musik yang sesuai dengan tarian tersebut.

108 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Pembelajaran 3

Ratna dan teman-temannya menuju bukit kecil dekat rumah Made. Mereka
ingin melihat pemandangan Kelurahan Mulya dari tempat yang lebih tinggi.
Walaupun tidak berada di daerah pedesaan, Kelurahan Mulya masih memiliki
lingkungan yang asri. Pohon-pohon ditanam dan ditata dengan rapi sehingga
udara terasa lebih segar dan sejuk.

”Wah, indah sekali pemandangan dari atas sini!” seru Ratna.
”Betul sekali. Rasanya tidak bosan-bosan melihat pemandangan di depan
kita ini,” ujar Amey membenarkan perkataan Ratna.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.9 Ratna dan teman-temannya menikmati pemandangan dari atas
bukit.

”Pasti menyenangkan jika kita bisa sering bermain di sini,” celetuk Gito.
”Kamu ingin bermain apa?” tanya Frans.
”Hmm ... permainan petak umpet. Lihat! Banyak pohon dan semak yang
bisa dijadikan tempat bersembunyi,” sahut Gito.
”Kalau aku ingin bermain benteng. Tempatnya luas, udaranya bersih dan
sejuk lagi. Kita pasti bisa bermain sampai puas,” timpal Rita.
”Betul-betul,” ujar Amey setuju.
”Kalau begitu, ayo kita bermain petak umpet saja!” usul Mirna.
”Ayo, aku mau. Siapa yang jaga?” tanya Rita.
”Kita hompimpa saja,” usul Gito.
”Hompimpa ...,” seru Ratna dan teman-temannya.

***

Kebersamaan dengan Teman 109

Ayo Membaca

Bacalah teks berikut dengan lafal dan intonasi yang tepat!

Enggo Lari, Petak Umpet Khas Maluku
Permainan petak umpet ada di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Maluku.
Kalau di Maluku, permainan petak umpet mempunyai tiga nama, yaitu enggo
lari, enggo raja, dan enggo basambunyi. Tetapi hanya namanya saja kok yang
berbeda. Cara bermainnya tetap sama, dengan sedikit keunikan khas Maluku.

Sumber: bobo.grid.id
Gambar 3.10 Enggo lari, permainan tradisional dari Maluku.

Enggo lari dimainkan oleh lebih dari dua orang. Satu orang akan menjadi
penjaga enggo. Enggo adalah satu titik di mana si penjaga harus menutup
mata dan menghitung sementara pemain lainnya berlari dan mencari tempat
bersembunyi. Si penjaga harus menjaga enggo agar tidak ada pemain yang bisa
menyentuhnya.

Hal unik dari petak umpet ala Maluku ini adalah permainan dimainkan
sambil bernyanyi. Ada lirik khusus yang harus dinyanyikan oleh si penjaga.
Liriknya kira-kira ”Satu cari tampa, dua basambunyi, tiga grak”. Dilanjutkan
dengan menghitung sampai batas waktu yang ditentukan.

Setelah selesai menghitung, si penjaga akan mencari semua pemain yang
bersembunyi. Jika ia menemukan salah satu pemain yang bersembunyi, ia harus
ber teriak ’Enggo!’. Hal ini berar ti pemain tersebut harus keluar dari
persembunyiannya. Tetapi, ia belum kalah. Ia masih bisa berlari ke enggo dan
menyentuhnya sambil berteriak ’Enggo!’ sebelum si penjaga kembali ke sana.
Dengan begitu, pemain tersebut masih bisa memenangkan permainan.

Sumber: Aisha Safira dalam bobo.grid.id (dengan perubahan)

110 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Mari Menyusun Kerangka Tulisan

Temukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam teks Enggo Lari, Petak
Umpet Khas Maluku! Kemudian susunlah sebuah kerangka tulisan dari gagasan
pokok dan gagasan pendukung tersebut!

Kerangka Tulisan

Topik utama :

Judul :

Paragraf 1 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

4.

5.

Paragraf 2 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

4.

5.

Paragraf 3 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

4.

5.

Kebersamaan dengan Teman 111

Paragraf 4 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

4.

5.

”Teman-teman, ayo kita istirahat dulu. Aku capek,” ajak Rita pada teman-
temannya setelah bermain petak umpet lima putaran.

”Ya, sudah. Ayo kita duduk dulu,” sahut Ratna setuju.
Ratna dan teman-temannya beristirahat sambil menikmati semilir angin
yang sejuk. Tiba-tiba Frans berdiri dari duduknya.
”He ... ho ...!” seru Frans dengan suara keras.
”He ... ho ...!” terdengar gema suara Frans tak berapa lama kemudian.
”Wah, sepertinya seru. Aku juga ingin mendengar gema suaraku,” ujar Amey.
”Halo ...!” seru Amey.
”Ha ... lo ...!” bunyi gema suara Amey terdengar kemudian.
”Kenapa suara gemaku lebih lemah, ya?” tanya Amey.
”Itu karena teriakanmu juga lebih pelan dari teriakan Frans,” jelas Ratna.
”Coba berteriak lebih keras lagi, Mey,” usul Gito.
”Betul juga, ya,” sahut Amey bersiap untuk berteriak lagi.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.11 Amey dan Frans berteriak untuk menghasilkan gema.

***

112 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Aku Tahu

Bunyi dapat dipantulkan dan diserap. Pemantulan bunyi terjadi jika saat merambat,

bunyi mengenai benda yang memiliki permukaan keras, seperti kayu, kaca, dinding,

atau besi. Bunyi pantul dapat dibedakan menjadi gema dan gaung (kerdam) berdasarkan

perbedaan selang waktu antara bunyi asli dan bunyi pantul. Perbedaan tersebut

dipengaruhi oleh jarak sumber bunyi dengan benda yang menjadi pemantul bunyi.

Selain memiliki sifat dapat dipantulkan,

bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang

dapat menyerap bunyi adalah benda yang

permukaannya lunak. Benda yang demikian

disebut peredam bunyi, misalnya karpet,

gabus, busa, dan wol. Benda-benda tersebut

dapat digunakan untuk mencegah terjadinya

gaung atau kerdam. Sumber: sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
Sifat pemantulan bunyi sangat penting
Gambar 3.12 Kelelawar memiliki kemampuan
untuk beberapa hewan, seperti kelelawar. ekolokasi untuk mendeteksi posisi mangsa.

Kelelawar dapat menentukan posisi suatu benda dengan mendengarkan gema

dari bunyi yang ia keluarkan. Kemampuan tersebut dinamakan ekolokasi.

Ekolokasi digunakan kelelawar untuk menghindari dinding penghalang ketika

terbang di malam hari. Selain itu, kelelawar juga dapat mengetahui posisi mangsanya

dengan tepat.

Mari Mencari Tahu

Carilah informasi dari berbagai sumber (baik buku maupun internet) mengenai
gema dan gaung! Berdasarkan hasil penelusuran informasimu, jelaskan perbedaan
antara gema dan gaung!

Tabel 3.5 Perbedaan Gema dan Gaung

Perbedaan

No. Gema Gaung

1.

Kebersamaan dengan Teman 113

Perbedaan

No. Gema Gaung

2.

3.
4.

5.

Ayo Lakukan

Berdirilah di tengah lapangan kemudian berteriaklah sekeras-kerasnya. Dengarkan
apa yang terjadi. Bandingkan jika kamu berteriak di dalam ruang kelas. Apakah ada
perbedaannya? Coba kamu jelaskan menggunakan kalimatmu sendiri!

114 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Ayo Pasangkan

Pasangkan gambar benda-benda berikut dengan sifatnya sebagai pemantul atau
penyerap bunyi!

Sumber: amazon.com Memantulkan bunyi
Gambar 3.13 Busa Menyerap bunyi
115
Sumber: cantik.tempo.com
Gambar 3.14 Karpet

Sumber: woodzon.com
Gambar 3.15 Kayu

Sumber: gif.ep-unm.id
Gambar 3.16 Styrofoam

Sumber: dreamstime.com
Gambar 3.17 Dinding

Sumber: rumahmaterial.com
Gambar 3.18 Kaca

Kebersamaan dengan Teman

Pembelajaran 4

”Mirna, nanti pulangnya aku mampir ke rumahmu, ya. Aku mau meminjam
buku,” ujar Siska kepada Mirna.

”Iya, boleh. Aku pikir kamu mau mengambil buku itu kemarin sepulang les
tari,” sahut Mirna.

”Iya, aku kira kemarin ibu senggang jadi bisa mengantarku ke rumahmu
dulu. Tapi ternyata ibu harus menemani adikku membeli peralatan sekolah,”
jelas Siska.

”Memang kamu mau meminjam buku apa dari Mirna, Sis?” tanya Frans
yang ikut mendengar percakapan Siska dan Mirna.

”Buku cerita, Frans. Untuk tugas sekolah kita. Kamu sudah mengerjakannya?”
tanya Siska.

”Oh, itu. Aku sudah mengerjakannya semalam, dibantu oleh papaku,” jawab
Frans.

”Ada tugas sekolah apa?” celetuk Gito kebingungan mendengar percakapan
teman-temannya.

”Tugas untuk mencari hubungan antargagasan dalam teks. Kamu tidak
tahu?” ujar Ratna menjelaskan pada Gito.

”Benarkah? Aku lupa!” ujar Gito sambil menepuk dahinya.
”Dasar pelupa!” tukas Amey yang diikuti tawa dari anak-anak lainnya.
Gito pun ikut tertawa bersama teman-temannya. Gito tidak marah karena
ia tahu bahwa teman-temannya hanya bercanda tanpa bermaksud mengolok-
olok atau menghinanya.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.19 Ratna dan teman-teman tertawa karena Gito yang pelupa.

116 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

”Sudah, sudah. Masih ada waktu hari ini untuk mengerjakannya, kok,” ujar
Rita pada Gito.

”Untung ada kalian. Aku benar-benar lupa. Bisa-bisa besok aku kena hukum
Bu Ilma karena tidak menyerahkan tugas,” sahut Gito lega.

”Asal nanti jangan lupa lagi saja,” pesan Frans.

***

Ayo Mengidentifikasi

Carilah sebuah teks (minimal 4 paragraf), baik fiksi maupun nonfiksi! Identifikasi
gagasan-gagasan dalam teks tersebut! Kemudian temukan hubungan antargagasan
dalam teks! Sajikan dalam sebuah diagram seperti contoh berikut!

Contoh diagram:

Laut sebagai
sumber energi

Laut sebagai Kandungan air laut
sarana transportasi

Peranan laut Laut Kekayaan hasil laut
terhadap
Kehidupan di
kehidupan ekonomi dalam laut
masyarakat

Hasil Identifikasi:

Kebersamaan dengan Teman 117

Menyusun Laporan Hasil Identifikasi

Susunlah laporan hasil identifikasi hubungan antargagasan dalam teks yang telah
kamu lakukan! Susun dan sajikan laporanmu dalam bentuk tulisan (karangan)!
Perhatikan penulisan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam tulisan!

”Sejak kapan kalian ikut les menari?” tanya Asep pada teman-teman
perempuannya.

”Sejak minggu pertama masuk sekolah lagi,” jelas Amey.
”Iya, untuk mengisi waktu luang,” tambah Mirna.
”Tari apa yang sedang kalian pelajari?” tanya Asep lagi.
”Tari Bondan, Sep,” sahut Rita.
”Tarian daerah mana itu?” tanya Frans bingung.
”Itu tari kreasi daerah dari Jawa Tengah,” jelas Ratna.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.20 Ratna dan teman-temannya berlatih menari di bawah bimbingan Bu Dewa.

118 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

”Apa tiap daerah punya tari kreasi, Na?” tanya Gito.
”Tentu saja. Misalnya, tari Pendet dari daerah Bali dan tari Tor-Tor dari
daerah Sumatra Utara,” lanjut Ratna.
”Ternyata negeri kita kaya akan budaya, ya,” celetuk Made.
”Benar sekali. Kita harus bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia,”
ujar Amey.
”Selain itu, kekayaan budaya Indonesia tidak hanya berupa tari kreasi
daerah. Masih ada banyak bentuk kekayaan budaya yang harus kita ketahui
dan lestarikan. Misalnya, lagu daerah, bahasa daerah, dan permainan
tradisional,” tambah Siska.

***

Mari Mencari Tahu

Carilah informasi dari berbagai sumber mengenai keragaman budaya di provinsi
tempat tinggalmu! Susunlah sebuah laporan singkat berdasarkan hasil penelusuran
informasi yang telah kamu dapatkan! Lengkapi laporanmu dengan gambar yang
sesuai! Kemudian serahkan hasilnya pada Bapak/Ibu Guru.

Ayo Melengkapi

Lengkapi tabel berikut berdasarkan hasil penelusuran informasimu!

Tabel 3.6 Ragam Budaya di Provinsi Tempat Tinggal
Provinsi: ...................................................

No. Ragam Budaya Contoh

1. Rumah adat

2. Bahasa daerah

3. Pakaian adat

4. Lagu daerah

Kebersamaan dengan Teman 119

No. Ragam Budaya Contoh
5. Senjata tradisional
6. Alat musik tradisional
7. Tari daerah
8. Makanan tradisional
9. Permainan tradisional
10. Adat istiadat

Ayo Bercerita

Ceritakan keragaman budaya di provinsi tempat tinggalmu! Tulis ceritamu pada
kolom berikut menggunakan kalimatmu sendiri!

120 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Pembelajaran 5

Ratna dan teman-teman memutuskan untuk pulang. Mereka bersepeda
pulang melalui taman kota. Meskipun hari sudah agak siang, taman kota tampak
masih ramai. Ada yang berolahraga. Ada yang sekadar duduk-duduk dan
berwisata. Ada pula yang menikmati jajanan dari penjual makanan di sekitar
taman.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.21 Ratna dan teman-teman bersepeda pulang melewati taman kota.

Warga Kelurahan Mulya sebagian besar bekerja sebagai pegawai dan
wirausahawan. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik warga di daerah
perkotaan. Oleh karena itu, hari libur dimanfaatkan sepenuhnya untuk
menghilangkan kepenatan dari kegiatan rutin sehari-hari.

***

Mari Mencari Tahu

Carilah informasi mengenai desa dan kota, meliputi pengertian, ciri-ciri, serta
karakteristik budaya dari warganya! Kamu dapat mencari informasi dari buku,
internet, maupun bertanya pada orang dewasa di sekitarmu. Tulis hasil penelusuran
informasimu pada buku tugas!

Kebersamaan dengan Teman 121

Mari Berdiskusi

Lakukan diskusi dengan teman sekelompokmu mengenai perbedaan karakteristik
budaya masyarakat desa dan kota! Tulislah hasil diskusi kalian pada tabel berikut!

Tabel 3.7 Perbedaan Karakteristik Budaya Masyarakat Desa dan Kota

Perbedaan Karakteristik Budaya Masyarakat

No. Desa Kota

1.

2.
3.

4.

5.

Ayo Presentasi

Sampaikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas! Bandingkan dengan hasil
diskusi kelompok lain!

Di persimpangan dekat taman kota, Gito berpisah dengan teman-temannya.
”Hati-hati, Gito!” pesan Frans.
”Siap!” sahut Gito.
”Kalian juga hati-hati,” sambung Gito.
”Jangan lupa tugasnya,” celetuk Amey.
”Hahaha .... Oke!” balas Gito.
”Mudah-mudahan Gito tidak lupa lagi,” ujar Ratna.
”Kurasa, nanti sore salah satu dari kita harus menelepon rumahnya untuk
mengingatkan,” tukas Made yang disambut tawa teman-temannya.

***

122 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Mari Menyusun Kerangka Tulisan

Perhatikan jaring gagasan yang memuat topik utama dan gagasan pokok berikut!

Asal-usul
atau sejarah

Kostum Makna tarian

Tari Reog Ponorogo

Musik pengiring Gerakan tari

Susunlah sebuah kerangka tulisan berdasarkan jaring gagasan di atas! Tentukan
judul yang sesuai, serta gagasan pendukungnya! Susun seperti kerangka tulisan
berikut!

Topik utama :

Judul :

Paragraf 1 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

Paragraf 2 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

Paragraf 3 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

Kebersamaan dengan Teman 123

Paragraf 4 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

Paragraf 5 :
Gagasan pokok

Gagasan pendukung : 1.

2.

3.

Mari Menulis

Susunlah sebuah tulisan (karangan) sesuai dengan kerangka tulisan yang telah
kamu buat sebelumnya! Tulis dengan rapi pada kolom berikut!

..............................................................

......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

124 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Aku Tahu

Saat menulis, ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu pemakaian huruf,
penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Semua hal tersebut ada aturannya,
tercantum dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Mari kita pelajari aturan pemakaian huruf kapital.
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang, kecuali

pada penulisan kata bin atau binti.
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contoh:
1. Keragaman di Indonesia harus dijaga dan dilestarikan.
2. Ibu berpesan, “Jangan membeda-bedakan teman!”
3. Ratna dan Rita belajar tari Bondan.
4. Suku Kutai adalah salah satu suku di Provinsi Kalimantan Timur.

Mari Berlatih

Salinlah kalimat berikut dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital!
1. asep dan kedua orang tuanya bercakap-cakap menggunakan bahasa sunda.

2. kak doni bertanya, ”apa kamu pandai berbahasa inggris, ratna?”

3. ambilkan peta negara belanda di atas lemari!

4. kita harus menggunakan bahasa indonesia dengan benar.

5. suku jawa dan suku baduy adalah suku bangsa yang tinggal di pulau jawa.

Kebersamaan dengan Teman 125

Pembelajaran 6

Ratna pulang melalui jalanan di depan rumah tetangganya. Ternyata banyak
tetangga Ratna yang menikmati hari libur di rumah. Ada yang bersantai dengan
keluarga. Ada pula yang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah.

Tetangga Ratna cukup beragam. Mereka berasal dari berbagai suku bangsa.
Keragaman budaya itu terpancar dari pilihan lagu yang sering mereka dengarkan.
Keluarga Pak Prayitno gemar mendengarkan langgam Jawa. Keluarga Pak Ujang
gemar mendengarkan lagu-lagu berbahasa Sunda. Adapun keluarga Pak Edo
gemar mendengarkan lagu-lagu berbahasa Ambon.

Sumber: Dokumen Penerbit
Gambar 3.22 Ratna mendengar suara musik dari rumah tetangganya.

***

Ayo Menjelaskan

Jelaskan bagaimana keragaman budaya dapat mempererat persatuan dan kesatuan
bangsa! Tulis penjelasanmu menggunakan kalimat sendiri!

126 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Ayo Bercerita

Ceritakan tentang keragaman budaya di daerah tempat tinggalmu yang terikat
persatuan dan kesatuan! Tuliskan ceritamu pada kolom berikut kemudian bacakan
di depan kelas dengan penuh percaya diri!

Sesampainya di rumah, Ratna melihat ibu dan Rio sedang menonton televisi.
”Sedang menonton acara apa?” tanya Ratna.
”Ini di televisi ada acara mengenai tari kreasi dari daerah Jawa Tengah.
Pembawa acaranya sedang menjelaskan asal-usul, gerakan, makna tiap gerakan,
kostum, perlengkapan, dan musik pengiring yang digunakan,” jelas ibu.
”Oh, ya? Tari apa, Bu?” tanya Ratna sambil duduk di sebelah ibunya.
”Tari Gambyong,” sahut ibu.
”Wah, sepertinya acaranya menarik,” tukas Ratna.
”Tentu saja. Acara semacam ini bagus untuk anak-anak sekolah maupun
orang dewasa. Tujuannya agar penonton lebih mengenal dan memahami tari
kreasi daerah di Indonesia yang merupakan salah satu kekayaan bangsa,” jelas
ibu.
”Kalau begitu, Ratna akan menonton dengan cermat, Bu. Agar lebih paham
budaya Indonesia,” ujar Ratna.
”Rio juga,” seru Rio tidak mau kalah.

Kebersamaan dengan Teman 127

Ayo Bercerita

Ceritakan tentang tari kreasi daerah yang ada di tempat tinggalmu! Meliputi asal-
usul, gerakan, makna tiap gerakan, kostum, perlengkapan, dan musik pengiring
yang digunakan. Sebelumnya, kamu dapat mencari informasi mengenai tari tersebut
terlebih dahulu. Ceritakan dengan runtut dan gunakan kalimatmu sendiri!

Ayo Peragakan

Pilihlah salah satu tari kreasi daerah yang ada di tempat tinggalmu! Amati gerakan-
gerakan dalam tari tersebut kemudian praktikkan di depan teman-temanmu!
Lakukan dengan penuh percaya diri!

Kegiatan Bersama Orang Tua

Orang tua mengajak anak untuk mengenal dan mencintai kebudayaan di Indonesia,
khususnya kebudayaan yang ada di daerah tempat tinggalnya. Misalnya, tari daerah,
lagu daerah, makanan tradisional, permainan tradisional, dan adat istiadat.

128 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Rangkuman

Salah satu keragaman budaya Indonesia yang terkenal hingga mancanegara
adalah keragaman tarian daerah. Dalam banyak kesempatan, tarian daerah
Indonesia ditampilkan pada acara berskala internasional. Contohnya tari Saman,
tari Reog Ponorogo, tari Pendet, dan masih banyak lagi. Setiap tarian daerah di
Indonesia memiliki keunikan tersendiri, dari gerakan, kostum penari, hingga
musik yang mengiringi tarian.

Kesadaran masyarakat untuk melestarikan budaya asli bangsa Indonesia kian
meningkat. Terlihat dari sering diadakannya pertunjukan tari daerah. Pada beberapa
gedung pertunjukan, dindingnya dipasangi bahan peredam bunyi, seperti busa
dan karpet. Tujuannya agar bunyi musik pengiring tarian tidak dipantulkan oleh
dinding gedung dan menimbulkan bunyi pantul yang dapat mengganggu
pertunjukan. Bunyi pantul dapat dibedakan menjadi gema dan gaung berdasarkan
perbedaan selang waktu antara bunyi asli dan bunyi pantul. Terjadinya bunyi pantul
menunjukkan bahwa salah satu sifat bunyi adalah dapat dipantulkan dan diserap.
Benda-benda yang dapat memantulkan bunyi memiliki permukaan keras, seperti
dinding, kayu, dan kaca. Adapun benda-benda yang dapat menyerap bunyi memiliki
permukaan lunak, seperti busa, karpet, dan gabus.

Keragaman budaya Indonesia tidak hanya berupa tarian daerah. Masih banyak
bentuk budaya lainnya seperti rumah adat, permainan tradisional, dan bahasa
daerah. Budaya terbentuk dari kebiasaan dalam suatu kelompok masyarakat. Budaya
di satu daerah akan berbeda dengan budaya di daerah lain. Budaya di desa juga
akan berbeda dengan budaya di kota karena masyarakatnya memiliki kebiasaan
dan karakteristik berbeda. Interaksi antara masyarakat desa dan kota dengan
perbedaan-perbedaan tersebut akan menimbulkan keragaman sosial. Baik
keragaman budaya maupun keragaman sosial di Indonesia harus menjadi kekuatan
bangsa, seperti halnya pelangi yang indah pun tersusun atas warna yang berbeda-
beda.

Agar dapat mencintai budaya bangsa Indonesia, tentu pertama kali kita harus
mengenal keragaman budaya di Indonesia. Salah satu caranya melalui membaca
teks yang menjelaskan mengenai budaya-budaya di Indonesia. Saat membaca
sebuah teks, kita harus dapat menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung
dalam teks. Kita juga harus menemukan hubungan antargagasan agar dapat
memahami informasi yang tertuang dalam teks tersebut.

Kebersamaan dengan Teman 129

Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jika kamu amati di lingkungan sekitarmu terdapat banyak keragaman sosial.

Mulai dari perbedaan pekerjaan, pendidikan, status sosial, dan lain-lain.
Menurutmu bagaimana cara menyikapi keragaman sosial agar dapat
mempererat persatuan dan kesatuan bangsa?

2. Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke mempunyai banyak sekali
budaya meliputi tarian daerah, lagu daerah, dan rumah adat. Budaya yang
dimilikipun beraneka ragam antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.
Coba kamu sebutkan contoh keragaman budaya di Indonesia!

3. Baca kembali teks Rumah Adat Bali pada Pembelajaran 3. Temukan gagasan
pokok dalam setiap paragrafnya kemudian sajikan keterhubungan antargagasan
dalam bentuk diagram berikut!
.... ....

Rumah Adat Bali

.... .... ....

4. Bacalah teks dengan topik keragaman budaya di Indonesia. Temukan gagasan
pokok dan gagasan pendukung dari teks tersebut. Kemudian susunlah sebuah
kerangka tulisan berdasarkan gagasan pokok dan gagasan pendukung yang
telah kamu temukan!

130 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

5. Pak Arman memiliki sebuah gudang tidak terpakai. Rencananya gudang tersebut
akan dijadikan studio tempat Doni, Ratna, dan Rio berlatih musik. Pak Arman
harus mempertimbangkan kenyamanan para tetangga agar tidak terganggu oleh
suara bising dari studio musik. Karenanya, Pak Arman akan membuat studio
musik tersebut menjadi sebuah ruangan kedap suara. Menurutmu, benda-benda
apa saja yang dapat digunakan Pak Arman untuk melapisi dinding gudang?

6. Bunyi memiliki sifat dapat dipantulkan. Jika kamu berteriak sekeras-kerasnya
di tengah lapangan, teriakanmu akan dapat dipantulkan, namun hasil pantulan
teriakan tersebut akan berbeda jika kamu berteriak di dalam ruang kelas. Hal
tersebut dikarenakan pantulan bunyi dibedakan menjadi gema dan gaung.
Coba kamu jelaskan perbedaan antara gema dan gaung!

7. Kebudayaan masyarakat antara daerah yang satu dengan daerah yang lain
akan berbeda, tergantung di mana mereka bertempat tinggal. Misalnya saja
masyarakat yang tinggal di kota dengan di desa akan memiliki kebudayaan
yang berbeda. Coba jelaskan karakteristik kebudayaan masyarakat kota!

8. Pada jawaban nomor 7 kamu telah dapat menjelaskan kebudayaan masyarakat
kota, sekarang coba jelaskan karakteristik kebudayaan masyarakat desa!

9. Suatu tarian akan lebih indah jika diiringi oleh musik pengiring. Musik pengiring
juga dapat digunakan dalam berbagai tari kreasi daerah Indonesia. Sebutkan
musik pengiring dari 5 (lima) tari kreasi daerah di Indonesia!

10. Suatu daerah pasti memiliki tari kreasi daerah masing-masing. Terkadang tari
kreasi daerah yang dimiliki suatu daerah jumlahnya lebih dari satu. Coba
ceritakan salah satu tari kreasi daerah yang ada di tempat tinggalmu!

Kebersamaan dengan Teman 131

Refleksi

Berilah tanda sesuai pemahamanmu terhadap materi!
Tabel 3.8 Refleksi Subtema 3

No. Materi Paham Belum
Paham
1. Memahami serta menceritakan keragaman sosial
dan budaya di daerah tempat tinggalnya yang
terikat persatuan dan kesatuan.

Belum paham karena ......................................................
.................................................................................................

2. Menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung
dalam sebuah teks serta keterhubungan
antargagasan.

Belum paham karena ......................................................
.................................................................................................

3. Memahami cara menyusun kerangka tulisan dan
membuat karangan sesuai dengan kerangka tulisan
yang telah disusun.

Belum paham karena ......................................................
.................................................................................................

4. Memahami perbedaan bunyi pantul (gema dan
gaung), serta membuktikan bahwa bunyi dapat
dipantulkan dan diserap.

Belum paham karena ......................................................
.................................................................................................

5. Mengidentifikasi keragaman budaya di provinsi
setempat, serta memahami perbedaan kebiasaan
budaya masyarakat di desa dan di kota.

Belum paham karena ......................................................
.................................................................................................

6. Mengidentifikasi musik pengiring dalam gerak tari
kreasi daerah di Indonesia, serta menceritakan tari
kreasi daerah di tempat tinggalnya.

Belum paham karena ......................................................
.................................................................................................

132 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Kegiatan Berbasis Proyek

Pembelajaran 1

Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan. Bentuk negara Indonesia
menjadi salah satu penyebab tingginya keragaman di Indonesia, antara lain
keragaman suku bangsa, agama, sosial, ekonomi, dan budaya. Ayo, membuat kliping
keragaman suku bangsa dan agama di Indonesia.

Kegiatan 1

Kliping Keragaman Suku Bangsa dan Agama

Buatlah kliping tentang keragaman suku bangsa dan agama di Indonesia. Hal-
hal yang harus dicantumkan pada keragaman agama adalah kitab suci, pemuka
agama, tempat beribadah, dan hari-hari besar keagamaan.

Langkah Kerja
1. Siswa menyiapkan peralatan untuk membuat kliping, meliputi buku atau kertas

sebagai media untuk menempelkan gambar, penggaris, lem kertas, gunting,
dan pulpen.
2. Siswa mengumpulkan gambar keragaman suku bangsa dan agama di Indonesia
dari berbagai sumber referensi. Untuk provinsi yang memiliki banyak suku
bangsa, dapat dipilih beberapa suku bangsa saja yang dapat mewakili provinsi
tersebut. Guru mengingatkan siswa untuk selalu berhati-hati saat menggunakan
benda tajam, seperti gunting.
3. Siswa menempelkan gambar pada media yang telah disiapkan.
4. Siswa menuliskan judul dan keterangan singkat pada setiap gambar.

Kriteria Keberhasilan
1. Kerapian dalam menyusun dan menempelkan gambar.
2. Kelengkapan gambar sesuai topik.
3. Keakuratan gambar dan penjelasannya.

Kegiatan Berbasis Proyek 133

Kegiatan 2

Membuat Peta Persebaran Suku Bangsa di Indonesia
Berdasarkan kliping yang telah kamu susun, buatlah peta persebaran suku bangsa
yang ada di Indonesia.
Langkah Kerja
1. Siswa menyiapkan kertas berukuran A3, pensil warna, pulpen, dan penggaris.
2. Siswa menggambar peta Indonesia menggunakan pensil warna pada kertas
yang telah disiapkan.
3. Siswa menuliskan dua atau tiga suku bangsa yang paling banyak mendiami
setiap provinsi di Indonesia pada peta yang telah dibuat.
Kriteria Keberhasilan
1. Kerapian gambar peta.
2. Kesesuaian gambar peta.
3. Ketepatan pemilihan suku bangsa untuk setiap provinsi.

134 Buku Siswa Tematik Kelas IV – Tema 1

Pembelajaran 2

Ada sebuah pepatah terkenal yang berbunyi ”Mencegah lebih baik daripada
mengobati”. Salah satu cara mencegah timbulnya penyakit adalah dengan menjaga
dan merawat kesehatan. Begitu juga dengan kesehatan organ pendengaran
manusia, yaitu telinga. Telinga sangat penting bagi kita. Tanpa telinga, kita tidak
dapat mendengar bunyi. Oleh karenanya, rawatlah telingamu dengan baik.

Membuat Poster Ajakan Merawat Telinga

Buatlah poster untuk mengajak orang lain menjaga kebersihan dan kesehatan
telinga.

Langkah Kerja
1. Siswa mencari informasi mengenai cara merawat telinga, serta gangguan dan

penyakit pada telinga.
2. Topik poster adalah ajakan merawat telinga. Siswa menentukan apa saja yang

ingin disampaikan melalui poster.
3. Siswa membuat gambar yang sesuai topik poster dan dapat menarik perhatian

orang yang melihatnya.
4. Siswa melengkapi gambar dengan informasi yang jelas, singkat, dan komunikatif,

namun sesuai dengan topik poster.

Kriteria Keberhasilan
1. Kesesuaian gambar yang digunakan.
2. Keakuratan informasi pada poster.
3. Poster yang dibuat menarik perhatian orang untuk membacanya.

Kegiatan Berbasis Proyek 135


Click to View FlipBook Version