The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tanya Jawab Penelitian Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by miranda.darsono, 2023-07-11 03:46:43

Tanya Jawab Penelitian Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka

Tanya Jawab Penelitian Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka

Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan 2022 TANYA JAWAB PENELITIAN OBAT BAHAN ALAM MENUJU OBAT HERBAL TERSTANDAR DAN FITOFARMAKA


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan 2022 TANYA JAWAB PENELITIAN OBAT BAHAN ALAM MENUJU OBAT HERBAL TERSTANDAR DAN FITOFARMAKA


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Tanya Jawab Penelitian Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka ISBN : Penerbit: Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan Cetakan Pertama : Jakarta, Desember 2022 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit.


TIM PENYUSUN Dr. Penny K. Lukito, MCP Dra. Reri Indriani, Apt, M.Si Dra. Dwiana Andayani, Apt 1. Dra. Kristiana Hayati, MKM 2. Lia Ardiana KN, S.Si, Apt, M.Si 3. Laurentia Venita Kusumaningrum S.Si, Apt, M.Si 4. Nurfitri S.Si Apt, M.Biomed 5. Lucky Argasetya Apt, M.Farm.Klin 6. Arikadia Noviani, S.Farm, Apt, M.Si 7. Oktianti Alifanisa Kuswardana S.Farm, Apt 8. drh. Khonsa 9. Anita Cellin Ayuningtias, S.Gz 1. Ideasanti, S.Si., Apt 2. Elin Novia Sembiring, S.Si, Apt, M.Si 3. Dra. Sri Pujiati, Apt, M.Epid 4. Suci Damayanti S.Si, Apt, M.Farm.Ind 1. Dra. Farida Anwar, Apt 2. Noviati Panca Sari, SF, Apt 3. Arifiya Fazian, S.Kom Pembina : Pengarah : Ketua : Anggota : Editor : Sekretariat : Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik i


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Dengan penerbitan buku ini, kami berharap memberi dampak positif pada peningkatan jumlah dan jenis fitofarmaka yang terdaftar yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan. Semoga buku ini memberi manfaat bagi semua pihak yang memerlukan. KATA PENGANTAR iiii Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya, buku yang berjudul “Tanya Jawab Penelitian Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka”, dapat diterbitkan sesuai dengan rencana. Buku ini merupakan kumpulan pertanyaan dan jawaban seputar penelitian obat bahan alam, yang ditujukan untuk memudahkan peneliti dan para pihak yang terlibat dalam penelitian untuk memahami regulasi di bidang pengembangan obat bahan alam. Sesuai dengan Reformasi Sistem Kesehatan Nasional, untuk mewujudkan Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan, Badan POM memiliki kontribusi dalam percepatan hilirisasi Obat Bahan Alam melalui pengawalan fungsi persetujuan uji praklinik dan uji klinik. Untuk dapat dihilirisasi, suatu hasil riset obat bahan alam harus memberikan tingkat pembuktian khasiat dan keamanan yang meyakinkan yaitu memiliki kemaknaan yang baik secara statistik maupun klinis. Data dari hasil uji praklinik dan klinik yang akan digunakan untuk mendukung registrasi obat bahan alam, harus diperoleh dari penelitian yang dilakukan dengan memenuhi kaidah regulasi dan dengan metodologi ilmiah yang sesuai. Peneliti dan para pihak yang terlibat dalam penelitian obat bahan alam diharapkan memahami tahapan-tahapan pengembangan obat bahan alam serta memahami regulasi yang menjadi rambu-rambu sehingga dihasilkan data hasil penelitian yang valid, objektif dan kredibel. Dr. Penny K. Lukito, MCP Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Tim Penyusun .................................................... Kata Pengantar .................................................. Daftar Isi .......................................................... Bagian I Informasi Umum ................................... Bagian II Uji Praklinik ........................................ II A. Uji Toksisitas .................................... II B. Uji Farmakodinamik .......................... Bagian III Uji Klinik ............................................ Bagian IV Pendampingan ................................... Bagian V Registrasi Produk ................................. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik DAFTAR ISI iii Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik i ii iii 1 7 29 35 41 74 79 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


UMUM 1 BBAAGGIIAANN II IInnffoorrmmaassii UUmmuumm


Apa yang dimaksud obat bahan alam? Obat bahan alam adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang telah digunakan untuk pengobatan. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 2 UMUM


UMUM 3 Apa saja yang termasuk sebagai Obat Bahan Alam ? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Berdasarkan cara pembuatan, serta jenis klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat, Obat Bahan Alam Indonesia dikelompokkan menjadi Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. adalah obat tradisional Indonesia. adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik (uji pada hewan coba) dan telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku dan produk jadi. adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik dan uji klinik (uji pada subjek manusia), dan telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku dan produk jadi. Jamu Obat Herbal Terstandar Fitofarmaka Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Apakah perbedaan utama antara Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka (FF)? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 1. Jamu : Dapat diproduksi oleh Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Industri Obat Tradisional (IOT) yang telah menerapkan Cara Pembuatan yang Baik. Bahan baku dan produk jadi memenuhi persyaratan mutu sesuai ketentuan perundangundangan. Keamanan dan khasiat didasarkan pada bukti penggunaan secara empiris. a. b. c. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 4 UMUM


UMUM 5 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik ~ Lanjutan Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik a. b. c. a. b. c. Dapat diproduksi oleh Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Industri Obat Tradisional (IOT) yang telah mempunyai sertifikat CPOTB paripurna. Mutu bahan baku dan produk jadi telah distandardisasi. Keamanan dan khasiat dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinik. Harus diproduksi di fasilitas yang telah memiliki sertifikat CPOTB paripurna. Mutu bahan baku dan produk jadi telah distandardisasi. Keamanan dan khasiat dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinik dan uji klinik. 2. Obat Herbal Terstandar (OHT) : 3. Fitofarmaka : Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik ~ Lanjutan Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Kelompok Obat Bahan Alam Aspek Sarana Produksi Aspek Khasiat Aspek Mutu Aspek Keamanan UMOT UKOT IOT Tingkat pembuktian Standar disasi Uji pra klinik Uji Klinik Jamu √ √ √ Empiris - - - Obat Herbal Terstandar - √ √ Ilmiah √ √ - Fitofarmaka - √ √ Ilmiah √ √ √ Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 6 UMUM


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


UJIPRAKLINIK 7 BBAAGGIIAANN IIII UUJJII PPRRAAKKLLIINNIIKK


Apakah yang dimaksud dengan Uji Praklinik? Uji praklinik adalah uji yang dilakukan pada hewan coba untuk menilai keamanan serta khasiat produk yang diuji (PerBPOM No 10 Tahun 2021) Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 8 UJIPRAKLINIK


Uji praklinik terdiri dari: 1. 2. Apa saja yang termasuk dalam uji praklinik? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK 9 Uji Toksisitas Uji ini dilakukan pada hewan untuk mendeteksi efek toksik pada sistem biologi dan untuk memperoleh data dosis respon yang khas dari produk/ bahan uji Uji Farmakodinamik Uji ini ditujukan untuk pembuktian khasiat secara ilmiah dengan mempelajari efek produk/ bahan uji terhadap fungsi berbagai organ tubuh hewan uji. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik efek toksik pembuktian khasiat


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM telah menerbitkan peraturan tentang pedoman uji praklinik sebagai berikut: 1. 2. Peraturan ini dapat diakses melalui jdih.pom.go.id Apakah Badan POM menyediakan pedoman atau rujukan untuk pelaksanaan uji praklinik? Peraturan Badan POM Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik Secara in Vivo Peraturan Badan POM Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pedoman Uji Farmakodinamik Praklinik Obat Tradisional Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 10 UJIPRAKLINIK


Uji praklinik merupakan pembuktian keamanan dan kemanfaatan suatu produk/ bahan obat bahan alam pada hewan. Uji tersebut diperlukan untuk pengembangan produk obat bahan alam sebagai data pendukung registrasi jamu/ OHT/ FF. Produk yang memerlukan uji praklinik adalah produk yang mengandung bahan baku yang belum diketahui keamanannya, kombinasi bahan baku baru, atau kombinasi bahan baku yang berpotensi memiliki efek yang tidak diinginkan. Atau dapat pula dilakukan pada produk jamu yang ingin didaftarkan sebagai OHT atau Fitofarmaka. Pelaksanaan uji praklinik dalam rangka registrasi produk, dilakukan setelah memperoleh persetujuan Badan POM berupa Persetujuan Pelaksanaan Uji Praklinik (PPUPK). Kapan suatu Uji Praklinik perlu dilakukan? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK 11 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM pada unit Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional - Badan POM menyediakan penjualan hewan uji yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penelitian. Terdapat 3 spesies yaitu (mencit strain DDY, tikus strain Sprague Dawley, kelinci strain Japanesse White). Tarif PNBP mengacu pada Peraturan Pemerintah No 32 tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi infalabs.pom.go.id Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Apakah BPOM menyediakan hewan uji? Bagaimana pemesanan hewan uji? 12 UJIPRAKLINIK


Bagaimana alur permohonan Persetujuan Pelaksanaan Uji Praklinik (PPUPK) sampai obat bahan alam dapat didaftarkan? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK 13 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pemohon mengajukan permohonan PPUPK dengan melampirkan protokol uji praklinik dan dokumen pendukung Dilakukan evaluasi oleh Badan POM sampai diterbitkan PPUPK. Pelaksanaan Uji praklinik mengacu pada protokol yang telah disetujui oleh Badan POM. Data hasil uji praklinik dibuat dan dikirimkan ke Badan POM untuk dievaluasi. Hasil evaluasi data uji praklinik dapat digunakan sebagai data pendukung registrasi produk. Alur permohonan PPUPK adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pemohon mengajukan permohonan PPUPK secara online melalui email : [email protected] dengan tembusan ke email [email protected], dengan menyertakan kelengkapan dokumen. Daftar kelengkapan dokumen dapat diakses pada asrot.pom.go.id/asrot Bagaimana cara mengajukan permohonan PPUPK? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 14 UJIPRAKLINIK


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK Permohonan PPUPK dapat diajukan oleh pelaku usaha atau lembaga penelitian yang akan mengembangkan Obat Bahan Alam (OBA). Siapa saja yang dapat mengajukan permohonan PPUPK? 15 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Permohonan PPUPK melampirkan dokumen berupa dokumen administrasi dan dokumen teknis. 1. 2. Dokumen administratif meliputi: a. b. Dokumen teknis meliputi: a. b. c. d. Surat permohonan persetujuan pelaksanaan uji praklinik ditujukan kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Surat perjanjian kerja sama antara peneliti dengan pelaku usaha (jika ada) Protokol uji praklinik Sertifikat analisis produk/ bahan uji Persetujuan pendaftaran produk obat tradisional (jika ada) Persetujuan Komisi Etik hewan (jika ada) Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Dokumen apa saja yang perlu dilampirkan pada pengajuan PPUPK? 16 UJIPRAKLINIK


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK Berapa tarif PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk pengajuan PPUPK ? Peneliti atau sponsor yang mengajukan protokol uji praklinik, sesuai PP Nomor 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada BPOM, diharuskan membayar biaya sebesar Rp 1.000.000,- per pengajuan (per pengajuan) Pembayaran dilakukan setelah diterbitkan Surat Perintah Bayar (SPB) oleh Badan POM 17 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Badan POM melakukan evaluasi terhadap protokol uji praklinik beserta dokumen pendukung lain paling lambat dalam 20 (dua puluh) hari kerja setelah pemohon menyerahkan bukti pembayaran biaya PNBP. Hasil evaluasi yang dilakukan secara komprehensif terhadap dokumen administratif dan teknis, berupa: 1. 2. 3. Persetujuan (PPUPK); atau Surat permintaan tambahan data untuk melengkapi atau memperbaiki dokumen; atau Penolakan Berapa lama proses evaluasi pengajuan PPUPK ? Apa bentuk keputusan yang diterbitkan ? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 18 UJIPRAKLINIK


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK Pelaku usaha/peneliti dapat melaksanakan uji praklinik sesuai dengan protokol yang telah disetujui setelah memperoleh persetujuan dari Komite Etik hewan. Apa yang harus dilakukan oleh pelaku usaha/peneliti setelah mendapatkan PPUPK? 19 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Perubahan protokol dapat dilakukan apabila didasari oleh justifikasi ilmiah yang kuat. Perubahan atau amandemen terhadap protokol uji praklinik harus diajukan ke Badan POM, dan dapat dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Badan POM. Apakah pelaku usaha/peneliti diperbolehkan mengubah protokol uji praklinik yang telah disetujui oleh Badan POM? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 20 UJIPRAKLINIK


UJIPRAKLINIK Uji praklinik ditujukan untuk memperoleh informasi terkait profil keamanan produk, potensi risiko dan potensi khasiat, perkiraan dosis efektif, sebagai dasar dan rasionalitas pemilihan dosis, pertimbangan dalam penetapan kriteria inklusi dan eksklusi serta potensi risiko yang harus dimitigasi pada saat penyusunan protokol dan metodologi uji klinik. Oleh karena itu protokol uji klinik disusun setelah diperoleh hasil uji praklinik, sehingga pengajuan PPUK dilakukan setelah diperoleh hasil uji praklinik. Apakah pengajuan permohonan PPUPK dapat dilakukan secara bersamaan dengan Permohonan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK)? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 21 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Apakah semua uji praklinik/klinik yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi/akademisi, peneliti atau pelaku usaha memerlukan persetujuan dari Badan POM? BPOM Penelitian berupa uji praklinik/klinik yang harus mendapatkan persetujuan Badan POM berupa PPUPK/ PPUK adalah penelitian obat bahan alam yang ditujukan untuk registrasi produk, baik untuk pendaftaran produk baru atau sebagai data dukung pencantuman klaim/ tagline. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 22 UJIPRAKLINIK


UJIPRAKLINIK Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Validitas dan kualitas data hasil uji sangat dipengaruhi oleh penerapan sistem manajemen mutu, baik dalam pengelolaan laboratorium, prosedur, personel yang terlatih dan kompeten, peralatan terpelihara, alat ukur tervalidasi dan terkalibrasi, ruangan dan peralatan terpelihara dan terawat, serta metode dan hasil uji yang tervalidasi. Persyaratan sarana fisik dan lingkungan laboratorium hewan uji dapat merujuk pada Bab II poin (C) PerBPOM No 18 Tahun 2021 atau Peraturan Menteri Pertanian No. 44/Permentan/OT.140/5/2007 Tahun 2007 Apakah ada persyaratan khusus untuk laboratorium pengujian praklinik? 23


Pada uji praklinik (uji toksisitas dan uji farmakodinamik), sediaan uji dapat berupa bahan baku atau produk jadi yang terstandardisasi, baik dalam bentuk tunggal maupun dalam kombinasi sesuai dengan komposisinya. Namun untuk mendapatkan hasil uji yang ajeg (konsisten), uji farmakodinamik, sebaiknya berupa produk jadi yang terstandar. Apabila menggunakan produk uji dengan bahan baku yang tidak memiliki riwayat empiris, pengujian disarankan menggunakan produk jadi agar dapat menilai keamanan dan manfaat produk maupun interaksi antar bahan secara lebih memadai Apakah sediaan uji yang diberikan kepada hewan coba harus sudah berupa produk jadi? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 24 UJIPRAKLINIK


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Dalam penyiapan produk uji, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1. 2. 3. Titik kritis apa yang perlu diperhatikan pada saat penyiapan produk uji? 25 Informasi terkait produk uji (bagian tanaman, asal perolehan, metode ekstraksi, pelarut ekstraksi, formula dan cara pembuatan produk uji, bahan tambahan serta bahan pembanding sebagai kontrol positif jika ada), Bentuk sediaan yang direncanakan Standardisasi (bahan baku dan produk jadi) melalui penentuan senyawa marker, sebagai indikator untuk memastikan konsistensi mutu/ kadar kandungan bahan aktif pada setiap kali produksi. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Sesuai PerBPOM No 10 Tahun 2022. Pemberian sediaan uji harus dilakukan selama 7 (tujuh) hari dalam seminggu. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa terdapat organ yang regenerasinya cepat dan dalam rangka mempertahankan konsentrasi sediaan uji dalam tubuh tetap/ steady state sehingga efek bahan uji bisa diamati. Pada uji toksisitas sub kronik maupun uji toksisitas kronik, apakah diperbolehkan pemberian sediaan uji kurang dari 7 (tujuh) hari dalam seminggu? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 26 UJIPRAKLINIK


Hasil uji praklinik digunakan sebagai dasar untuk uji klinik. Jika data yang diperoleh tidak menunjukkan kebermaknaan secara klinis dan/ atau statistik perlu dilakukan analisis dan evaluasi terhadap penyebab ketidakbermaknaan tersebut, sebelum melakukan pengujian ulang. Uji klinik dapat dilakukan setelah diperoleh potensi kemanfaatan yang meyakinkan. Apabila hasil uji praklinik (farmakodinamik) tidak memberikan hasil yang bermakna, apakah dapat digunakan sebagai data dukung dan dilanjutkan ke tahap uji klinik untuk menjadi Fitofarmaka? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJIPRAKLINIK 27 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Uji in vitro merupakan tahapan screening awal guna melihat potensi bahan uji untuk khasiat tertentu, misalnya cell line pada pengujian produk antikanker. Hasil uji in vitro digunakan sebagai dasar pelaksanaan uji in vivo. Hasil uji in vivo belum dapat digunakan untuk mendukung registrasi produk sebagai Obat Herbal Terstandar Apakah hasil uji in vitro dapat digunakan sebagai data pendukung registrasi produk? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 28 UJIPRAKLINIK


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJITOKSISITAS Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Uji menggunakan zebrafish merupakan uji awal untuk melihat potensi awal bahan uji, dilanjutkan dengan menggunakan uji secara in vivo dengan menggunakan hewan uji yang sesuai misalnya mencit, tikus, dan lain lain. Uji menggunakan zebrafish belum dapat digunakan untuk mendukung registrasi produk sebagai OHT. Apakah data hasil uji yang menggunakan hewan uji zebrafish dapat digunakan sebagai data pendukung registrasi produk OHT ? 29 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Berdasarkan PerBPOM No 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik secara in vivo, Uji toksisitas terdiri dari uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronik, dan uji toksisitas kronik. 1. 2. Ada berapa jenis uji toksisitas yang dipersyaratkan untuk mendukung registrasi produk obat bahan alam ? Uji toksisitas akut adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian sediaan uji yang diberikan secara oral dalam dosis tunggal, atau dosis berulang yang diberikan dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam Uji toksisitas subkronik adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efek toksik yang muncul setelah pemberian sediaan uji dengan dosis berulang yang diberikan secara oral pada hewan uji selama sebagian umur hewan, tetapi tidak lebih dari 10% seluruh umur hewan. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 30 UJITOKSISITAS


UJITOKSISITAS 3. 4. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 31 ~ Lanjutan Uji toksisitas kronik adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efek toksik yang muncul setelah pemberian sediaan uji secara berulang selama sebagian besar umur hewan uji. Uji toksisitas khusus (bila diperlukan), seperti: uji teratogenisitas, uji karsinogenisitas, uji sensitisasi kulit, uji iritasi mata, uji iritasi/korosi akut dermal, uji iritasi mukosa vagina. Pelaksanaan uji mengacu pada PerBPOM No 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik secara in vivo. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Penentuan suatu produk memerlukan uji toksisitas akut, sub kronik, atau kronik dilakukan berdasarkan durasi pengobatan atau penggunaan klinis pada manusia dan potensi toksisitas produk/ bahan. Panduan pelaksanaan ketiga uji toksisitas tersebut dapat mengacu kepada PerBPOM No 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik Secara in Vivo dan Guidelines for Methodologies on Research & Evaluation Traditional Medicine WHO, 2000. Bagaimana cara menentukan suatu produk/bahan memerlukan uji toksisitas akut, toksisitas sub kronik, atau toksisitas kronik? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 32 UJITOKSISITAS


Elemen protokol uji toksisitas terdiri dari : 1. Judul 2. Nomor/Versi Protokol 3. Tim Peneliti 4. Sponsor 5. Tempat Pelaksanaan 6. Lama Penelitian 7. Bahan Uji 8. Tujuan, misal sebagai data dukung : 9. Pemilihan dan Persiapan Hewan Uji 10. Jumlah Hewan Uji 11. Dosis Uji 12. Kondisi Pakan dan Kandang 13. Persiapan Herbal Uji; Dasar perhitungan dosis 14. Perlakuan Uji, volume pemberian sediaan uji, cara pembuatan 15. Parameter Pengamatan 16. Analisis Statistik dan Evaluasi Hasil 17. Daftar Pustaka 18. Lampiran Apa saja elemen dalam protokol uji toksisitas? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik UJITOKSISITAS 33 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik a. Dicantumkan kualitatif dan kuantitatif b. Tidak mengandung bahan yang dilarang a. Pendaftaran OHT b. Pendaftaran Variasi c. Data keamanan pendaftaran baru d. Sebagai dasar uji klinik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Uji toksisitas akut dilaksanakan dengan dosis 1 (satu) kali pemberian dengan pengamatan pada 30 menit pertama setelah pemberian sediaan uji, dan secara periodik selama 4 jam pertama setelah 24 jam pemberian sediaan uji dan dilanjutkan setiap hari selama 14 (empat belas) hari. Uji toksisitas subkronis dilakukan bervariasi tergantung lama pemakaian produk. a. b. c. Sedangkan uji toksisitas kronis oral dilaksanakan terhadap produk/ bahan yang digunakan dalam jangka waktu lebih dari 4 (empat) minggu untuk pengobatan penyakit kronis. Uji toksisitas kronis oral 9 (sembilan) bulan dilakukan untuk produk/bahan yang secara umum telah dikenal aman, sedangkan untuk produk/bahan yang belum diketahui keamanannya maka uji toksisitas kronis oral dilakukan selama 12 (dua belas) bulan. Berapa lama durasi pengujian toksisitas? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 1. 2. 3. Uji toksisitas subkronis singkat oral dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari terhadap produk/ bahan yang digunakan dalam bentuk sekali pakai atau berulang dalam waktu kurang dari 3 (tiga) hari. Uji toksisitas subkronis singkat oral dilaksanakan selama 28 (dua puluh delapan) hari terhadap produk/ bahan yang digunakan secara berulang dalam waktu 3 (tiga) sampai dengan 7 (tujuh) hari. Uji toksisitas subkronis oral dilaksanakan selama 90 (sembilan puluh) hari terhadap produk/ bahan yang digunakan berulang dalam waktu 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) minggu. Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 34 UJITOKSISITAS


UJIFARMAKODINAMIK Uji Farmakodinamik merupakan bagian dari pembuktian khasiat secara ilmiah melalui uji untuk mempelajari efek produk/bahan terhadap fungsi berbagai organ tubuh pada hewan uji. Lama pelaksanaan uji farmakodinamik bervariasi tergantung pada pembuktian khasiat yang dilakukan 35 Apa yang dimaksud dengan Uji Farmakodinamik? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik


Penentuan dosis pada Uji Farmakodinamik dilakukan dengan mengelompokan hewan uji ke dalam kelompok. Pengelompokan hewan uji sebagai berikut 1. 2. 3. Penentuan dosis uji farmakodinamik untuk produk yang telah terdaftar berbeda dengan produk yang belum terdaftar, sebagai berikut: 1. 2. Kelompok kontrol normal Kelompok kontrol positif Kelompok kontrol negatif Untuk produk terdaftar, informasi dosis yang tercantum pada label digunakan sebagai dosis tengah. Kelompok dosis pertama lebih rendah dari dosis tengah, sedangkan kelompok dosis ketiga lebih tinggi dari dosis tengah. Dosis dikonversikan dari manusia ke hewan uji. Untuk produk yang belum terdaftar, penentuan dosis dapat dilakukan dengan uji pendahuluan dan/atau berdasarkan literatur. Bagaimana cara penentuan dosis pada Uji Farmakodinamik? Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik 36 UJIFARMAKODINAMIK


Click to View FlipBook Version