TANYA JAWAB
PENELITIAN
OBAT BAHAN ALAM
MENUJU OBAT HERBAL
TERSTANDAR DAN
FITOFARMAKA
Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
Badan Pengawas Obat dan Makanan
2022
TANYA JAWAB
PENELITIAN
OBAT BAHAN ALAM
MENUJU OBAT HERBAL
TERSTANDAR DAN
FITOFARMAKA
Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
Badan Pengawas Obat dan Makanan
2022
Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
TIM PENYUSUN
Pembina : Dr. Penny K. Lukito, MCP
Pengarah : Dra. Reri Indriani, Apt, M.Si
Ketua : Dra. Dwiana Andayani, Apt
Anggota : 1. Dra. Kristiana Hayati, MKM
2. Lia Ardiana KN, S.Si, Apt, M.Si
Editor : 3. Laurentia Venita Kusumaningrum S.Si, Apt, M.Si
4. Nurfitri S.Si Apt, M.Biomed
Sekretariat : 5. Lucky Argasetya Apt, M.Farm.Klin
6. Arikadia Noviani, S.Farm, Apt, M.Si
7. Oktianti Alifanisa Kuswardana S.Farm, Apt
8. drh. Khonsa
9. Anita Cellin Ayuningtias, S.Gz
1. Ideasanti, S.Si., Apt
2. Elin Novia Sembiring, S.Si, Apt, M.Si
3. Dra. Sri Pujiati, Apt, M.Epid
4. Suci Damayanti S.Si, Apt, M.Farm.Ind
1. Dra. Farida Anwar, Apt
2. Noviati Panca Sari, SF, Apt
3. Arifiya Fazian, S.Kom
i
Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
atas rahmat dan karunia-Nya, buku yang berjudul “Tanya Jawab Penelitian
Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka”, dapat
diterbitkan sesuai dengan rencana. Buku ini merupakan kumpulan
pertanyaan dan jawaban seputar penelitian obat bahan alam, yang
ditujukan untuk memudahkan peneliti dan para pihak yang terlibat dalam
penelitian untuk memahami regulasi di bidang pengembangan obat bahan
alam.
Sesuai dengan Reformasi Sistem Kesehatan Nasional, untuk mewujudkan
Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan, Badan POM memiliki kontribusi
dalam percepatan hilirisasi Obat Bahan Alam melalui pengawalan fungsi
persetujuan uji praklinik dan uji klinik. Untuk dapat dihilirisasi, suatu hasil
riset obat bahan alam harus memberikan tingkat pembuktian khasiat dan
keamanan yang meyakinkan yaitu memiliki kemaknaan yang baik secara
statistik maupun klinis. Data dari hasil uji praklinik dan klinik yang akan
digunakan untuk mendukung registrasi obat bahan alam, harus diperoleh
dari penelitian yang dilakukan dengan memenuhi kaidah regulasi dan
dengan metodologi ilmiah yang sesuai.
Peneliti dan para pihak yang terlibat dalam penelitian obat bahan alam
diharapkan memahami tahapan-tahapan pengembangan obat bahan alam
serta memahami regulasi yang menjadi rambu-rambu sehingga dihasilkan
data hasil penelitian yang valid, objektif dan kredibel.
Dengan penerbitan buku ini, kami berharap memberi dampak positif pada
peningkatan jumlah dan jenis fitofarmaka yang terdaftar yang dapat
dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan. Semoga buku ini memberi
manfaat bagi semua pihak yang memerlukan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Dr. Penny K. Lukito, MCP iiii
DDiirreekkttoorraattRReeggiissttrraassii OObbaatt TTrraaddiissiioonnaall,, SSuupplleemmeenn KKeesseehhaattaann,, ddaann KKoossmmeettiikk
DDiirreekkttoorraattRReeggiissttrraassii OObbaatt TTrraaddiissiioonnaall,, SSuupplleemmeenn KKeesseehhaattaann,, ddaann KKoossmmeettiikk
DAFTAR ISI
Tim Penyusun .................................................... i
Kata Pengantar .................................................. ii
Daftar Isi .......................................................... iii
Bagian I Informasi Umum ................................... 1
Bagian II Uji Praklinik ........................................ 7
II A. Uji Toksisitas .................................... 29
II B. Uji Farmakodinamik .......................... 35
Bagian III Uji Klinik ............................................ 41
Bagian IV Pendampingan ................................... 74
Bagian V Registrasi Produk ................................. 79
iii
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrrtaraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrrtaraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrrtaraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UMUM 1
BAGIAN I
Informasi Umum
2 UMUM
Apa yang dimaksud
obat bahan alam?
Obat bahan alam adalah bahan atau ramuan bahan
yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan
mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari
bahan tersebut yang telah digunakan untuk
pengobatan.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggisistrtaraasssii iOObbaat tTTrraraadddisisioionnaal,l,SSSuuuppplleelemmmeennKKeeesseseehhhaatatann,, ,dddaanannKKKooossmsmmeetiitkkik
UMUM 3
Apa saja yang termasuk
sebagai Obat Bahan Alam ?
Berdasarkan cara pembuatan, serta jenis klaim
penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat, Obat
Bahan Alam Indonesia dikelompokkan menjadi Jamu,
Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka.
Jamu
adalah obat tradisional Indonesia.
Obat Herbal Terstandar
adalah sediaan obat bahan alam yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah
melalui uji praklinik (uji pada hewan coba) dan telah
dilakukan standardisasi terhadap bahan baku dan
produk jadi.
Fitofarmaka
adalah sediaan obat bahan alam yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah
melalui uji praklinik dan uji klinik (uji pada subjek
manusia), dan telah dilakukan standardisasi terhadap
bahan baku dan produk jadi.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
4 UMUM
Apakah perbedaan utama
antara Jamu, Obat Herbal
Terstandar (OHT), dan
Fitofarmaka (FF)?
1. Jamu :
a. Dapat diproduksi oleh Usaha Mikro Obat
Tradisional (UMOT), Usaha Kecil Obat
Tradisional (UKOT), Industri Obat Tradisional
(IOT) yang telah menerapkan Cara Pembuatan
yang Baik.
b. Bahan baku dan produk jadi memenuhi
persyaratan mutu sesuai ketentuan perundang-
undangan.
c. Keamanan dan khasiat didasarkan pada bukti
penggunaan secara empiris.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UMUM 5
~ Lanjutan
2. Obat Herbal Terstandar (OHT) :
a. Dapat diproduksi oleh Usaha Kecil Obat
Tradisional (UKOT), Industri Obat Tradisional
(IOT) yang telah mempunyai sertifikat CPOTB
paripurna.
b. Mutu bahan baku dan produk jadi telah
distandardisasi.
c. Keamanan dan khasiat dibuktikan secara
ilmiah melalui uji praklinik.
3. Fitofarmaka :
a. Harus diproduksi di fasilitas yang telah
memiliki sertifikat CPOTB paripurna.
b. Mutu bahan baku dan produk jadi telah
distandardisasi.
c. Keamanan dan khasiat dibuktikan secara
ilmiah melalui uji praklinik dan uji klinik.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
6 UMUM
~ Lanjutan
Aspek Sarana Aspek Aspek Aspek
Kelompok Khasiat Mutu Keamanan
Obat Bahan Produksi
Alam
UMOT UKOT IOT Tingkat Standar Uji Uji
pembuktian disasi pra Klinik
klinik
Jamu √ √ √ Empiris - --
Obat
Herbal - √√ Ilmiah √ √-
Terstandar
-
√ √√
√√ Ilmiah
Fitofarmaka
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrrtaraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 7
BAGIAN II
UJI PRAKLINIK
8 UJIPRAKLINIK
Apakah yang dimaksud dengan
Uji Praklinik?
Uji praklinik adalah uji yang dilakukan pada hewan
coba untuk menilai keamanan serta khasiat produk
yang diuji (PerBPOM No 10 Tahun 2021)
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 9
Apa saja yang termasuk
dalam uji praklinik?
Uji praklinik terdiri dari:
1. Uji Toksisitas
Uji ini dilakukan pada hewan untuk mendeteksi
eeffeekk ttookssiikk pada sistem biologi dan untuk
memperoleh data dosis respon yang khas dari
produk/ bahan uji
2. Uji Farmakodinamik
Uji ini ditujukan untuk pepmembubkutikatniaknhaskiahtasiat
secara ilmiah dengan mempelajari efek produk/
bahan uji terhadap fungsi berbagai organ tubuh
hewan uji.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
10 UJIPRAKLINIK
Apakah Badan POM
menyediakan pedoman atau
rujukan untuk pelaksanaan uji
praklinik?
Badan POM telah menerbitkan peraturan tentang
pedoman uji praklinik sebagai berikut:
1. Peraturan Badan POM Nomor 10 Tahun 2022
tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik Secara
in Vivo
2. Peraturan Badan POM Nomor 18 Tahun 2021
tentang Pedoman Uji Farmakodinamik Praklinik
Obat Tradisional
Peraturan ini dapat diakses melalui jdih.pom.go.id
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 11
Kapan suatu Uji Praklinik perlu
dilakukan?
Uji praklinik merupakan pembuktian keamanan dan
kemanfaatan suatu produk/ bahan obat bahan alam
pada hewan. Uji tersebut diperlukan untuk
pengembangan produk obat bahan alam sebagai
data pendukung registrasi jamu/ OHT/ FF. Produk
yang memerlukan uji praklinik adalah produk yang
mengandung bahan baku yang belum diketahui
keamanannya, kombinasi bahan baku baru, atau
kombinasi bahan baku yang berpotensi memiliki efek
yang tidak diinginkan. Atau dapat pula dilakukan
pada produk jamu yang ingin didaftarkan sebagai
OHT atau Fitofarmaka.
Pelaksanaan uji praklinik dalam rangka registrasi
produk, dilakukan setelah memperoleh persetujuan
Badan POM berupa Persetujuan Pelaksanaan Uji
Praklinik (PPUPK).
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
12 UJIPRAKLINIK
Apakah BPOM menyediakan
hewan uji?
Bagaimana pemesanan hewan
uji?
Badan POM pada unit Pusat Pengembangan Pengujian
Obat dan Makanan Nasional - Badan POM
menyediakan penjualan hewan uji yang dibutuhkan
untuk pelaksanaan penelitian. Terdapat 3 spesies yaitu
(mencit strain DDY, tikus strain Sprague Dawley,
kelinci strain Japanesse White). Tarif PNBP mengacu
pada Peraturan Pemerintah No 32 tahun 2017 tentang
Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan
Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan
Makanan. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi
infalabs.pom.go.id
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 13
Bagaimana alur permohonan
Persetujuan Pelaksanaan Uji
Praklinik (PPUPK) sampai obat
bahan alam dapat didaftarkan?
Alur permohonan PPUPK adalah sebagai berikut:
1.Pemohon mengajukan permohonan PPUPK dengan
melampirkan protokol uji praklinik dan dokumen
pendukung
2.Dilakukan evaluasi oleh Badan POM sampai
diterbitkan PPUPK.
3.Pelaksanaan Uji praklinik mengacu pada protokol
yang telah disetujui oleh Badan POM.
4.Data hasil uji praklinik dibuat dan dikirimkan ke
Badan POM untuk dievaluasi. Hasil evaluasi data uji
praklinik dapat digunakan sebagai data pendukung
registrasi produk.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
14 UJIPRAKLINIK
Bagaimana cara mengajukan
permohonan PPUPK?
Pemohon mengajukan permohonan PPUPK secara
online melalui email :
[email protected] dengan tembusan ke
email [email protected], dengan menyertakan
kelengkapan dokumen.
Daftar kelengkapan dokumen dapat diakses pada
asrot.pom.go.id/asrot
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 15
Siapa saja yang dapat
mengajukan permohonan
PPUPK?
Permohonan PPUPK dapat diajukan oleh pelaku
usaha atau lembaga penelitian yang akan
mengembangkan Obat Bahan Alam (OBA).
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
16 UJIPRAKLINIK
Dokumen apa saja yang perlu
dilampirkan pada pengajuan
PPUPK?
Permohonan PPUPK melampirkan dokumen berupa
dokumen administrasi dan dokumen teknis.
1. Dokumen administratif meliputi:
a. Surat permohonan persetujuan pelaksanaan
uji praklinik ditujukan kepada Kepala Badan
Pengawas Obat dan Makanan
b. Surat perjanjian kerja sama antara peneliti
dengan pelaku usaha (jika ada)
2. Dokumen teknis meliputi:
a. Protokol uji praklinik
b. Sertifikat analisis produk/ bahan uji
c. Persetujuan pendaftaran produk obat
tradisional (jika ada)
d. Persetujuan Komisi Etik hewan (jika ada)
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 17
Berapa tarif PNBP (Penerimaan
Negara Bukan Pajak) untuk
pengajuan PPUPK ?
Peneliti atau sponsor yang mengajukan protokol uji
praklinik, sesuai PP Nomor 32 Tahun 2017 tentang
Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) yang Berlaku pada BPOM, diharuskan
membayar biaya sebesar Rp 1.000.000,- per
pengajuan (per pengajuan)
Pembayaran dilakukan setelah diterbitkan Surat
Perintah Bayar (SPB) oleh Badan POM
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
18 UJIPRAKLINIK
Berapa lama proses evaluasi
pengajuan PPUPK ?
Apa bentuk keputusan yang
diterbitkan ?
Badan POM melakukan evaluasi terhadap protokol
uji praklinik beserta dokumen pendukung lain paling
lambat dalam 20 (dua puluh) hari kerja setelah
pemohon menyerahkan bukti pembayaran biaya
PNBP. Hasil evaluasi yang dilakukan secara
komprehensif terhadap dokumen administratif dan
teknis, berupa:
1. Persetujuan (PPUPK); atau
2. Surat permintaan tambahan data untuk
melengkapi atau memperbaiki dokumen; atau
3. Penolakan
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 19
Apa yang harus dilakukan oleh
pelaku usaha/peneliti setelah
mendapatkan PPUPK?
Pelaku usaha/peneliti dapat melaksanakan uji
praklinik sesuai dengan protokol yang telah
disetujui setelah memperoleh persetujuan dari
Komite Etik hewan.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
20 UJIPRAKLINIK
Apakah pelaku usaha/peneliti
diperbolehkan mengubah
protokol uji praklinik yang telah
disetujui oleh Badan POM?
Perubahan protokol dapat dilakukan apabila didasari
oleh justifikasi ilmiah yang kuat.
Perubahan atau amandemen terhadap protokol uji
praklinik harus diajukan ke Badan POM, dan dapat
dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari
Badan POM.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 21
Apakah pengajuan permohonan
PPUPK dapat dilakukan secara
bersamaan dengan
Permohonan Persetujuan
Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK)?
Uji praklinik ditujukan untuk memperoleh informasi
terkait profil keamanan produk, potensi risiko dan
potensi khasiat, perkiraan dosis efektif, sebagai
dasar dan rasionalitas pemilihan dosis, pertimbangan
dalam penetapan kriteria inklusi dan eksklusi serta
potensi risiko yang harus dimitigasi pada saat
penyusunan protokol dan metodologi uji klinik. Oleh
karena itu protokol uji klinik disusun setelah
diperoleh hasil uji praklinik, sehingga pengajuan
PPUK dilakukan setelah diperoleh hasil uji praklinik.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
22 UJIPRAKLINIK
Apakah semua uji
praklinik/klinik yang dilakukan
oleh Perguruan
Tinggi/akademisi, peneliti atau
pelaku usaha memerlukan
persetujuan dari Badan POM?
Penelitian berupa uji praklinik/klinik yang harus
mendapatkan persetujuan Badan POM berupa PPUPK/
PPUK adalah penelitian obat bahan alam yang
ditujukan untuk registrasi produk, baik untuk
pendaftaran produk baru atau sebagai data dukung
pencantuman klaim/ tagline.
BPOM
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 23
Apakah ada persyaratan
khusus untuk laboratorium
pengujian praklinik?
Validitas dan kualitas data hasil uji sangat
dipengaruhi oleh penerapan sistem manajemen
mutu, baik dalam pengelolaan laboratorium,
prosedur, personel yang terlatih dan kompeten,
peralatan terpelihara, alat ukur tervalidasi dan
terkalibrasi, ruangan dan peralatan terpelihara dan
terawat, serta metode dan hasil uji yang tervalidasi.
Persyaratan sarana fisik dan lingkungan laboratorium
hewan uji dapat merujuk pada Bab II poin (C)
PerBPOM No 18 Tahun 2021 atau Peraturan Menteri
Pertanian No. 44/Permentan/OT.140/5/2007 Tahun
2007
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
24 UJIPRAKLINIK
Apakah sediaan uji yang
diberikan kepada hewan coba
harus sudah berupa produk
jadi?
Pada uji praklinik (uji toksisitas dan uji
farmakodinamik), sediaan uji dapat berupa bahan
baku atau produk jadi yang terstandardisasi, baik
dalam bentuk tunggal maupun dalam kombinasi
sesuai dengan komposisinya. Namun untuk
mendapatkan hasil uji yang ajeg (konsisten), uji
farmakodinamik, sebaiknya berupa produk jadi yang
terstandar.
Apabila menggunakan produk uji dengan bahan baku
yang tidak memiliki riwayat empiris, pengujian
disarankan menggunakan produk jadi agar dapat
menilai keamanan dan manfaat produk maupun
interaksi antar bahan secara lebih memadai
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 25
Titik kritis apa yang perlu
diperhatikan pada saat
penyiapan produk uji?
Dalam penyiapan produk uji, hal-hal yang perlu
diperhatikan antara lain:
1. Informasi terkait produk uji (bagian tanaman,
asal perolehan, metode ekstraksi, pelarut
ekstraksi, formula dan cara pembuatan produk
uji, bahan tambahan serta bahan pembanding
sebagai kontrol positif jika ada),
2. Bentuk sediaan yang direncanakan
3. Standardisasi (bahan baku dan produk jadi)
melalui penentuan senyawa marker, sebagai
indikator untuk memastikan konsistensi mutu/
kadar kandungan bahan aktif pada setiap kali
produksi.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
26 UJIPRAKLINIK
Pada uji toksisitas sub kronik
maupun uji toksisitas kronik,
apakah diperbolehkan
pemberian sediaan uji kurang
dari 7 (tujuh) hari dalam
seminggu?
Sesuai PerBPOM No 10 Tahun 2022. Pemberian
sediaan uji harus dilakukan selama 7 (tujuh) hari
dalam seminggu. Hal ini dilakukan dengan
mempertimbangkan bahwa terdapat organ yang
regenerasinya cepat dan dalam rangka
mempertahankan konsentrasi sediaan uji dalam tubuh
tetap/ steady state sehingga efek bahan uji bisa
diamati.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIPRAKLINIK 27
Apabila hasil uji praklinik
(farmakodinamik) tidak
memberikan hasil yang
bermakna, apakah dapat
digunakan sebagai data dukung
dan dilanjutkan ke tahap uji
klinik untuk menjadi
Fitofarmaka?
Hasil uji praklinik digunakan sebagai dasar untuk uji
klinik. Jika data yang diperoleh tidak menunjukkan
kebermaknaan secara klinis dan/ atau statistik perlu
dilakukan analisis dan evaluasi terhadap penyebab
ketidakbermaknaan tersebut, sebelum melakukan
pengujian ulang. Uji klinik dapat dilakukan setelah
diperoleh potensi kemanfaatan yang meyakinkan.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
28 UJIPRAKLINIK
Apakah hasil uji in vitro dapat
digunakan sebagai data
pendukung registrasi produk?
Uji in vitro merupakan tahapan screening awal guna
melihat potensi bahan uji untuk khasiat tertentu,
misalnya cell line pada pengujian produk antikanker.
Hasil uji in vitro digunakan sebagai dasar pelaksanaan
uji in vivo.
Hasil uji in vivo belum dapat digunakan untuk
mendukung registrasi produk sebagai Obat Herbal
Terstandar
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJITOKSISITAS 29
Apakah data hasil uji yang
menggunakan hewan uji
zebrafish dapat digunakan
sebagai data pendukung
registrasi produk OHT ?
Uji menggunakan zebrafish merupakan uji awal untuk
melihat potensi awal bahan uji, dilanjutkan dengan
menggunakan uji secara in vivo dengan
menggunakan hewan uji yang sesuai misalnya
mencit, tikus, dan lain lain. Uji menggunakan
zebrafish belum dapat digunakan untuk mendukung
registrasi produk sebagai OHT.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
30 UJITOKSISITAS
Ada berapa jenis uji toksisitas
yang dipersyaratkan untuk
mendukung registrasi produk
obat bahan alam ?
Berdasarkan PerBPOM No 10 Tahun 2022 tentang
Pedoman Uji Toksisitas Praklinik secara in vivo, Uji
toksisitas terdiri dari uji toksisitas akut, uji toksisitas
subkronik, dan uji toksisitas kronik.
1. Uji toksisitas akut
adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efek
toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah
pemberian sediaan uji yang diberikan secara oral
dalam dosis tunggal, atau dosis berulang yang
diberikan dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam
2. Uji toksisitas subkronik
adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efek
toksik yang muncul setelah pemberian sediaan uji
dengan dosis berulang yang diberikan secara oral
pada hewan uji selama sebagian umur hewan,
tetapi tidak lebih dari 10% seluruh umur hewan.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJITOKSISITAS 31
~ Lanjutan
3. Uji toksisitas kronik
adalah suatu pengujian untuk mendeteksi efek
toksik yang muncul setelah pemberian sediaan
uji secara berulang selama sebagian besar umur
hewan uji.
4. Uji toksisitas khusus (bila diperlukan), seperti:
uji teratogenisitas, uji karsinogenisitas, uji
sensitisasi kulit, uji iritasi mata, uji iritasi/korosi
akut dermal, uji iritasi mukosa vagina.
Pelaksanaan uji mengacu pada PerBPOM No 10
Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas
Praklinik secara in vivo.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
32 UJITOKSISITAS
Bagaimana cara menentukan
suatu produk/bahan
memerlukan uji toksisitas akut,
toksisitas sub kronik, atau
toksisitas kronik?
Penentuan suatu produk memerlukan uji toksisitas
akut, sub kronik, atau kronik dilakukan berdasarkan
durasi pengobatan atau penggunaan klinis pada
manusia dan potensi toksisitas produk/ bahan.
Panduan pelaksanaan ketiga uji toksisitas tersebut
dapat mengacu kepada PerBPOM No 10 Tahun 2022
tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik Secara in
Vivo dan Guidelines for Methodologies on Research &
Evaluation Traditional Medicine WHO, 2000.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJITOKSISITAS 33
Apa saja elemen dalam
protokol uji toksisitas?
Elemen protokol uji toksisitas terdiri dari :
1. Judul
2. Nomor/Versi Protokol
3. Tim Peneliti
4. Sponsor
5. Tempat Pelaksanaan
6. Lama Penelitian
7. Bahan Uji
a. Dicantumkan kualitatif dan kuantitatif
b. Tidak mengandung bahan yang dilarang
8. Tujuan, misal sebagai data dukung :
a. Pendaftaran OHT
b. Pendaftaran Variasi
c. Data keamanan pendaftaran baru
d. Sebagai dasar uji klinik
9. Pemilihan dan Persiapan Hewan Uji
10. Jumlah Hewan Uji
11. Dosis Uji
12. Kondisi Pakan dan Kandang
13. Persiapan Herbal Uji; Dasar perhitungan dosis
14. Perlakuan Uji, volume pemberian sediaan uji,
cara pembuatan
15. Parameter Pengamatan
16. Analisis Statistik dan Evaluasi Hasil
17. Daftar Pustaka
18. Lampiran
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
34 UJITOKSISITAS
Berapa lama
durasi pengujian toksisitas?
1. Uji toksisitas akut dilaksanakan dengan dosis 1 (satu) kali
pemberian dengan pengamatan pada 30 menit pertama
setelah pemberian sediaan uji, dan secara periodik selama 4
jam pertama setelah 24 jam pemberian sediaan uji dan
dilanjutkan setiap hari selama 14 (empat belas) hari.
2. Uji toksisitas subkronis dilakukan bervariasi tergantung lama
pemakaian produk.
a. Uji toksisitas subkronis singkat oral dilaksanakan selama
14 (empat belas) hari terhadap produk/ bahan yang
digunakan dalam bentuk sekali pakai atau berulang
dalam waktu kurang dari 3 (tiga) hari.
b. Uji toksisitas subkronis singkat oral dilaksanakan selama
28 (dua puluh delapan) hari terhadap produk/ bahan
yang digunakan secara berulang dalam waktu 3 (tiga)
sampai dengan 7 (tujuh) hari.
c. Uji toksisitas subkronis oral dilaksanakan selama 90
(sembilan puluh) hari terhadap produk/ bahan yang
digunakan berulang dalam waktu 1 (satu) sampai
dengan 4 (empat) minggu.
3. Sedangkan uji toksisitas kronis oral dilaksanakan terhadap
produk/ bahan yang digunakan dalam jangka waktu lebih
dari 4 (empat) minggu untuk pengobatan penyakit kronis. Uji
toksisitas kronis oral 9 (sembilan) bulan dilakukan untuk
produk/bahan yang secara umum telah dikenal aman,
sedangkan untuk produk/bahan yang belum diketahui
keamanannya maka uji toksisitas kronis oral dilakukan
selama 12 (dua belas) bulan.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
UJIFARMAKODINAMIK 35
Apa yang dimaksud dengan Uji
Farmakodinamik?
Uji Farmakodinamik merupakan bagian dari
pembuktian khasiat secara ilmiah melalui uji untuk
mempelajari efek produk/bahan terhadap fungsi
berbagai organ tubuh pada hewan uji. Lama
pelaksanaan uji farmakodinamik bervariasi
tergantung pada pembuktian khasiat yang dilakukan
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik
36 UJIFARMAKODINAMIK
Bagaimana cara penentuan dosis
pada Uji Farmakodinamik?
Penentuan dosis pada Uji Farmakodinamik dilakukan
dengan mengelompokan hewan uji ke dalam
kelompok. Pengelompokan hewan uji sebagai berikut
1. Kelompok kontrol normal
2. Kelompok kontrol positif
3. Kelompok kontrol negatif
Penentuan dosis uji farmakodinamik untuk produk
yang telah terdaftar berbeda dengan produk yang
belum terdaftar, sebagai berikut:
1. Untuk produk terdaftar, informasi dosis yang
tercantum pada label digunakan sebagai dosis
tengah. Kelompok dosis pertama lebih rendah
dari dosis tengah, sedangkan kelompok dosis
ketiga lebih tinggi dari dosis tengah. Dosis
dikonversikan dari manusia ke hewan uji.
2. Untuk produk yang belum terdaftar, penentuan
dosis dapat dilakukan dengan uji pendahuluan
dan/atau berdasarkan literatur.
DDDiirriereekkkttotoorraraatttRRReeegggiissisttrtraraasssii iOOObbbaaatttTTTrraraadddiissisiiooionnnaaall,,l,SSSuuuppplleelemmmeeennnKKKeeesseseehhhaaattaatannn,, ,dddaanannKKKooossmsmmeeettiitkkik