The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Winda Dwi Hudhana, 2023-12-22 05:14:04

BAHAN AJAR PENELITIAN SASTRA

BAHAN AJAR PENELITIAN SASTRA

10) Teori Clifford Geertz mengungkpkan sistem symbol kebudayaan. 11) Teori Feminis membicarakan mengenai latarbelakang gerakan kaum wanita yang berorientasi pada sistem patriarki sebagai kesetaraan gender. Selain teori-teori tersebut terdapat teori sosiologi sastra Gramsci mengungkapkan bahwa dunia gagasan, superstruktur, bukan hanya refleksi atau ekspresi dari struktur kelas ekonomik atau infrastruktur yang bersifat material, melainkan sebagai salah satu kekuatan material itu sendiri (Faruk, 2010:131). Di dalam teori sosiologi sastra Gramsci bahwa persalan kultural dan ideology menjadi hal yang penting karena berlangsung secara rumit. Pemikiran tidak timbul secara tiba-tiba namun melalui pusat-pusat informasi dan penyebaran yang bersifat persuasi yang dinamakan dengan hegemoni. Secara lebih sedarhana, hegemoni merupakan suatu pengaruh luarbiasa yang mampu mempengaruhi ideology masyarakat. Teori Gramsci terdapat enam kunci yaitu kebudayaan, hegemoni, ideology, kepercayaan popular, kaum intelektual dan Negara (Faruk, 2010:137). Pendekatan sosiologi sastra yang dikemukakan oleh Wellek dan Warren terdapat 3 sasaran yait:


a) Sosiologi pengarang yaitu membicarakan latar belakang status sosial pengarang, ideologi pengarang, dan faktor sosial lain mengenai pengarang dalam emnghasilkan karya sastra, b) Sosiologi karya sastra yaitu membicarakan tentang aspek sosial yang terdapat dalam karya sastra c) Sosiologi pembaca yaitu membicarakan tentang masalah pembaca dan pengaruh sosial karya sastra menurut pembaca (Winarni, 2013:187-188). 7. Pendekatan Antropologi Sastra Analisis dan pemahaman mengenai karya sastra yang berkaitan dengan kebudayaan disebut dengan antropologi sastra. Pendekatan antropologi sastra merupakan pendekatan yang menggabungkan ilmu antropologi dan sastra. Pendekatan antropologi sastra terdapat dua cara yaitu analisis terhadap suatu karya sastra secara tunggal, analisis terhadap beberapa karya sastra. Analisis terhadap beberapa karya sastra melibatkan beberapa cara yaitu a) analisis terhadap beberapa karya sastra dari pengarang yang sama, b) analisis dari pengarang yang berbeda, c) analisis dari periode tertentu, d) analisis dari genre yang berbeda secara keseluruhan yang dianggap sebagai analisis antar budaya (Ratna, 2011:33).


Pendekatan antropologi sastra merupakan pemberian identitas pada suatu karya sastra dengan mengungkapkan ciri kebudayaannya. Menurut Ratna (2011:39) ciri-ciri tersebut antara lain: kecenderungan ke masa lampau, citra primordial, citra arketipe. Selain itu ciri yang lain adalah aspek kearifan lokal dengan fungsi dan kedudukan masing-masing. Antropologi berkaitan dengan tradisi, adat istiadat, mitos, dan peristiwa kebudayaan lainnya (Ratna, 2011:73). 8. Pendekatan Psikologi Sastra Definisi psikologi sastra diungkapkan oleh Ratna (2011:16) bahwa psikologi sastra adalah pemahaman terhadap karya sastra yang mempertimbangkan aspek kepribadian karya tersebut. psikologi sastra berkenaan dengan pemahaman mengenai manusia yang berhadapan dengan berbagai permasalahan kejiwaan. Permasalahan tersebut misalnya gangguan hubungan sosial antar tokoh dan masyarakat, gangguan pada kejiwaan seorang tokoh dan ganggun kejiawaan tokoh dengan masyarakat. Secara teoritis Wellek dan Warren (dalam Ratna, 2011:18) mengungkapkan bahwa pendekatan psikologi dibedakan menjadi tiga aspek yaitu: a. Pendekatan melalui pengarang sebagai pencipta, b. Pendekatan melalui karya sastra,


c. Pendekatan melalui pembaca. Menurut Wellek dalam mengkaji karya sastra melalui pendekatan psikologi sastra harus menitikberatkan pembacaan yang ketat dan mendalam sehingga memerlukan langkah sebagai berikut: a. Analisis secara keseluruhan dan global terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik, b. Unsur bahasa khias perlu diidentifikasikan untuk mendapatkan makna tersirat, c. Hubungan peristiwa penting yang dikaji dengan mencari alur yaitu menurut waktu dan peristiwa yang ditampilkan, d. Kejiwaan pengarang dapat dianalisis melalui tokoh dan perwatakan, e. Unsur ekstrik yang perlu diperhatikan adalah riwayat hidup pengarang dari masa kanak-kanan sampai saat pengarang menghasilkan karya sastra yang digunakan untuk penelitian, f. Proses kreatif dalam menciptaan perlu diperhatikan (Winarni, 2013:197-198). 9. Pendekatan Feminis Pendekatan feminis berkembang dalam budaya barat di Inggris dan Amerika, hal ini ditujukan untuk meningkatkan


kedudukan dan derajad perempuan agar sejajar dengan kedudukan laki-laki (Winarni, 2013:198). Konsep penelitian feminisme yaitu berkaitan dengan gerakan wanita seputar citra wanita, kedudukan wanita dan peranan wanita yang dilukiskan dalam karya sastra, baik karya sastra yang diciptakan oleh wanita maupun laki-laki. Tujuan penelitian yang menggunakan pendekatan feminis yaitu: a. Feminis menafsirkan dan menilai karya sastra yang diciptakan pada masa lalu, maka kajian ini menjadi pendekatan baru yang mengkaji dan mendekati teks sastra. b. Kajian feminis dapat membantu penikmat sastra dalam memahami, menafsirkan dan menilai karya-karya pengarang wanita. Oleh karena, beberapa penikmat sastra laki-laki sulit untuk menafsirkan karya sastra pengarang wanita. c. Di dalam penilaian karya sastra, para penikmat sastra laki-laki memiliki tolok ukur tradisional, sedangkan untuk menilai karya sastra pengarang wanita tidak dapat diukur dengan tolok ukur tradisional (Winarni, 2013:202). Pengkajian menggunakan pendekatan feminis yaitu:


a. Peranan tokoh wanita dalam karya sastra itu baik sebagai tokoh protagonis atau tokoh antagomis atau tokoh bawahan, b. Hubungan tokoh wanita dengan tokoh lain yaitu tokoh laki-laki dan tokoh wanita lain, c. Perwatakan tokoh wanita, cita-citanya, tingkah lakunya, perkataannya (tutur bahasanya), dan pandangannya tentang dunia dan kehidupan, d. Sikap penulis wanita dan pengarang laki-laki terhadap tokoh wanita (Winarni, 2013:204). 10. Pendekatan Intertekstual Pada pendekatan intertekstual berasal dari bahasa Perancis yang bersumber pada aliran strukturalisem Perancis yang dipengaruhi pemikiran Jaques Derrida dan dikembangkan oleh Julia Kristeva. Pendapat ini berarti setiap teks sastra dibaca dan harus dengan latar belakang teks lain, tidak ada teks yang mandiri dalam hal penciptaannya dan pembacaannya tidak dapat dilakukan tanpa adanya teks lain sebagai teladan (Winarni, 2013:148) Menurut Teeuw bahwa karya sastra tidak lahir dalam kekosongan budaya maka karya sastra merupakan sebuah response pada karya yang telah terbit sebelumnya (Winarni, 2013:149). Munculnya semuah teks sastra tidak dapat


dilepaskan dari teks sastra yang lain karena saling berkaitan. Teks sastra yang telah ada biasanya menjadi panutan teks sastra yang lainnya. Menurut Riffaterre karya sastra yang melatarbelakangi penciptaan karya sastra yang lain sesudahnya disebut dengan karya hologram (Sangidu, 2004:24). Pada penelitian pendekatan intertekstual, teknik yang digunakan yaitu dengan analisis kedua karya sastra dan menjabarkan isi kedua karya sastra yang disesuaikan dengan kondisi karya sastra. Maka, penjabaran tersebut akan terlihat hubungan antara dua karya sastra tersebut. Hubungan tersebut dapat dilakukan dengan cara membandingkan kedua karya sastra tersebut dengan pembanding yang seimbang. Maka, akan tercapai hubungan yang erat antara dua karya sastra. Teknik pembandingan dapat menggunakan teknik struktural.


BAB V RANCANGAN PENELITIAN SASTRA A. INDIKATOR 1. Mahasiswa dapat memahami ikhwal penelitian sastra 2. Mahasiswa dapat memahami bentuk-bentuk penelitian sastra 3. Mahasiswa dapat memahami rancangan penelitian sastra B. MATERI 1. Ikhwal Penelitian Sastra Studi sastra dalam karya sastra telah menjadi sebuah ilmu yang berdiri sendiri. Hakikat studi sastra merupakan karya sastra itu sendiri yang ditinjau secara keilmuan. Objek studi sastra yaitu karya sastra yang diciptakan (Sangidu, 2004:10). Sastra memfokuskan pada kreatifitas dalam menciptakan karya, sedangkan studi sastra memfokuskan ilmu yang mempelajari mengenai kesastraan. Maka, sastra berkaitan dengan imajinasi diluar logika, dengakan studi sastra berkaitan dengan logika ilmu pengetahuan. Genre studi sastra dibedakan menjadi tiga, antara lain:


a) Teori sastra yaitu kelimuan sastra yang menetapkan sastra dalam konteks analisis karya sastra. b) Kritik sastra yaitu menerapkan kaidah arau teori tertentu dalam karya sastra sebagai penilaian terhadap karya sastra. c) Sejarah sastra yaitu perkembangan karya sastra yang terjadi dalam masa ke masa. Penelitian sastra adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah jawaban ilmiah mengenai suatu permasalahan dalam karya sastra. Penelitian sastra dilakukan karena mempertimbangkan karya sastra sebagai suatu bentuk keindahan bahasa yang mengandung makna sehingga perlu ditafsirkan secara mendalam makna yang terkandung di dalam karya sastra. Penelitian sastra penting dalam kemajuan ilmu, pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan masyarakat (Sangidu, 2004:11). Penelitian sastra memiliki ciri khusus dibandingkan penelitian non kesastraan, antara lain: a) Penelitian sastra mempelajari kesastraan dalam konteks alamiah sehingga data-data manipulatif sulit munculkan, b) Fenomena gejala dalam karya sastra dipelajari secara keseluruhan dan tidak dapat dibagi-bagi,


c) Pendeskripsian data dilakukan secara detail dan mendalam untuk memunculkan penafsiran karya sastra, d) Segala bentuk penelitian sastra berkaitan dengan masyarakat, personal, situasi dan kondisi, maupun gejala-gejala sosial yang sudah terjadi atau sedang terjadi, e) Pada setiap penelitian sastra, permasalahan yang diteliti bersifat khusus dan khas, f) Temuan penelitian sastra berkaitan dengan sosialbudaya karya sastra, dan sejarah karya sastra, g) Pada penelitian sastra dilakukan secara objektif, Desain penelitian harus bersifat terbuka dan fleksibel disesuaikan dengan perubahan situasi dan kondisi. 2. Bentuk-Bentuk Penelitian Sastra Penelitian sastra berbeda dengan metode dalam penelitian nonsastra. Metode penelitian sastra memiliki ciri dan tujuan yang berbeda pula. Berikut ini metode dalam penelitian sastra antara lain: a) Metode Intuitif Pada metode intuitif, manusia diharuskan mampu menafsirkan dan memahami karya sastra dengan akal pikiran dan perasaan. Metode ini juga menonjolkan pada kontemplasi,


pemahaman mengenai fenomena kultur dengan keseimbangan antara masyarakat dengan penafsiran. Metode ini telah lama digunakan sebelum adanya metode struktural. b) Metode Hermeneutika Hermeneutika dari kata hermeneuin yang berarti menafsirkan. Metode ini banyak diterapkan dalam penelitian terhadap puisi karena puisi memerlukan penafsiran secara khusus untuk dapat mengetahui makna yang terkandung dalam puisi. Namun, penggunaannya dapat dilakukan dalam karya sastra lainnya misalnya novel maupun cerita pendek yang membutuhkan penafsiran mendalam. Oleh karena beberapa karya sastra mempunyai makna-makna yang tersembunyi. c) Metode Kualitatif Pada metode kualitatif memiliki persamaan dengan metode hermeneutik yaitu dengan menelaah karya sastra. Metode ini digunakan untuk mendeksripsikan karya sastra dan menafsirkan makna karya sastra. Metode ini bersumber pada masyarakat sebagai pelaku sosial dan data formal berupa naskah karya sastra. Ciri-ciri metode penelitian kualitatif yaitu 1) sebagai studi kultur yang memperhatikan makna karya sastra, 2) terjadi interaksi secara langsung pada subjek penelitian dan objek penelitian, 3) penelitian yang dilakukan


bersifat terbuka, 4) penelitian juga bersifat alamiah sesuai dengan perkembangan sosial-budaya masyarakat. d) Metode Analisis Isi Pada metode analisis isi yang diutamakan adalah isi dari suatu komunikasi dalam penelitian sastra. Bentuk analisis isi berkaitan dengan bentuk verbal bahasa dan nonverbal. Apabila penelitian sastra dengan metode analisis ini, peneliti diharuskan untuk menganalisis isi sebuah komunikasi dalam karya sastra yang mengandung pesan. Pada dasarnya, metode ini juga merupakan metode penafsiran karya sastra. Namun, metode ini lebih memperhatikan isi komunikasi dalam karya sastra. Peneliti diharuskan mampu memaknai isi komunikasi, dan isi interkasi secara simbolis dalam karya sastra. e) Metode Formal Analisis pada metode formal dipertimbangkan melalui unsur karya sastra. Tujuan utama penelitian ini yaitu mengenali sastra dengan menperhatikan sifat dalam teks sastra. Metode formal berkaitan erat dengan pendekatan strukturalisme. Teknik analisis metode ini yaitu dengan menganalisis unsur karya sastra dan menghubungkan antara unsur karya sastra. Sehingga tercipta jalinan kuat antara unsur karya sastra dan dalam menfasirkan sifat karya sastra dapat lebih mudah dilakukan.


f) Metode Dialektika Dialektika berarti membahas, kata dialektika dari bahasa Latin yaitu dialectica. Metode ini memiliki kesamaan dengan metode hermeneutik yaitu menelusuri unsur karya sastra secara mendalam dan totalitas sehingga peneliti mampu menafsirkan karya sastra. Penafsiran karya sastra dalam metode hermeneutik sebatas pada makna bahasa. Namun, pada metode dialektika makna yang ditafsirkan bahasa dan gejala sosial yang muncul sehingga makna mampu ditafsirkan secara totalitas. g) Metode Deskriptif Analisis Deskriptif analitik memiliki kesamaan dengan metode kualitatif yaitu dengan menganalisis suatu karya sastra dan menggambarkan suatu gejala melalui bahasa. Di dalam metode ini, peneliti diharuskan mampu menguraikan permasalahan dengan sedetail mungkin. Metode ini juga memerlukan penjabaran mengenai unsur karya sastra dan menganalisis karya sastra tersebut. 3. Rancangan Penelitian Sastra a. Abstrak Pada penelitian sastra maupun penelitian nonsastra, abstrak merupakan hal yang penting untuk dipaparkan. Oleh karena abstrak merupakan gambaran isi penelitian sehingga


pembaca mampu mengetahui isi penelitian melalui abstrak. Teknik penulisan abstrak antara lain: 1) Abstrak ditulis menggunakan spasi tunggal, 2) Abstrak ditulis dalam 100 hingga 250 kata, 3) Di akhir penulisan abstrak terdapat kata kunci minimal 5 kata yang disesuaikan dengan judul penelitian, 4) Isi abstrak yaitu tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil peneltian, 5) Abstrak dapat ditulis menggunakan bahasa asing misalnya bahasa Inggris apabila diperlukan. b. Pendahuluan Pada pendahuluan biasanya diikuti dengan penulisan BAB, pendahuluan merupakan awal penelitian sehingga ditulis sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan berisi beberapa sub-bab dalam penelitian yang disesuaikan dengan jenis penelitian. Berikut ini sub-bab dalam pendahuluan: 1) Latar Belakang Masalah


Pada latar belakang masalah ditulis permasalahan yang akan diteliti permasalahan ini berkaitan dengan objek penelitian dan gejala sosial yang terjadi pada karya sastra maupun masyarakat. Latar belakang berisi mengenai tinjauan permasalahan secara umum dan dipersempit dengan menentukan pokok permasalahan. Penggambaran permasalahanjuga mempertimbangkan urgensi topik-topik yang akan diteliti dan penelitian tersebut belum pernah diteliti sebelumnya (Sangidu, 2004:102). Di dalam menentukan permasalahan, peneliti diharuskan mendapatkan objek penelitian. Objek penelitian ini diuraikan dan ditentukan permasalahan sesuai dengan gejala sosial yang terjadi dalam karya sastra maupun masyarakat. 2) Batasan Masalah Di dalam penelitian, batasan masalah diperlukan. Oleh karena, batasan masalah merupakan hal-hal yang membatasi permasalahan. Sehingga permasalahan tidak melenceng maupun melebar ke dalam permasalahan lain yang bukan kajian permasalahan. Teknik menulis batasan masalah yaitu dengan mengungkapkan permasalahan, dan objek penelitian. 3) Rumusan Masalah Pada rumusan masalah, peneliti mengemukakan pokok permasalahan yang akan diteliti. Penyusunan rumusan masalah


dilakukan dengan penggunakan kalimat pertanyaan. Adanya rumusan masalah maka permasalahan lebih mudah diketahui secara singkat. 4) Tujuan Penelitian Hal yang terdapat dalam tujuan penelitian merupakan apa yang akan didapatkan dalam penelitian atau sesuatu yang akan dicapai dalam penelitian. Tujuan disusun berdasarkan permasalahan apa yang akan dipecahkan sehingga tujuan dapat selaras dengan permasalahan. 5) Manfaat Penelitian Penelitian apapun dilakukan untuk mencapai tujuan dan memiliki daya guna atau manfaat. Pada manfaat penelitian harudlah dikatkan dengan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan nusa bangsa. Susun manfaat penelitian sesuai dengan jenjang yaitu: siswa, guru, sekolah dan peneliti lainnya. c. Kajian Pustaka, Penelitian Relevan, dan Kerangka Berfikir 1) Kajian Pustaka Pada penelitian kajian pustaka sering disebut juga dengan landasan teori. Peranan kajian pustaka yaitu sebagai panutan dalam melakukan penelitian. Teori-teori yang berkaitan dengan penelitian sastra digunakan untuk memperkuat argumen


peneliti sehingga penelitian tidak melenceng jauh dari koridor penelitian. 2) Penelitian Relevan Kebutuhan mengenai penelitian relevan sangat penting, karena penelitian tidak akan berdiri sendiri. Artinya, setiap penelitian akan membutuhkan penelitian lain yang relevan sebagai acuan. Selain itu, dapat menghindari dari plagiatisme dan menjaga keorisinilitas penelitian. 3) Kerangka Berfikir Rancangan penelitian disebut dengan kerangka berfikir. Kegunaan kerangka berfikir sebagai mind mapping dalam penelitian. Sehingga penelitian mampu berjalan sesuai dengan rencana dan sesuai dengan waktu pelaksanaan penelitian. d. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian terkait dengan cara kerja, berkaitan dengan teori dan urutan penelitian. Berikut ini subbab mengenai metodologi penelitian: 1) Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian merupakan teori yang digunakan dalam memecahkan permasalahan dalam penelitian. Pendekatan dalam penelitian sastra antara lain: pendekatan strukturalisme, pendekatan strukturalisme genetik, pendekatan resepsi sastra, pendekatan semiotik, pendekatan intertekstual,


pendekatan sosiologi sastra, pendekatanstilistika, pendekatan feminis, pendekatan antropologi sastra, pendekatan psikologi, dan sebagainya. 2) Metode Penelitian Metode penelitian berkaitan dengan teknik kerja penelitian. Metode penelitian sastra telah dijelaskan pada bab sebelumnya. 3) Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian membutuhkan waktu dan tempat penelitian. Waktu penelitian dapat dirancang oleh peneliti. Waktu penelitian pada umumnya antara 6-12 bulan, namun tidak menutup kemungkinan penelitian dapat berlangsung hingga beberapa tahun. Sedangkan tempat penelitian dalam penelitian sastra tidak terbatas pada ruang. Tempat penelitian disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. 4) Data dan Sumber Data Pada penelitian sastra, data yang dibutuhkan naskahnaskah karya sastra. Apabila naskah karya sastra tidak dimiliki maka dapat dengan naskah hasil wawancara kepada narasumber. Sumber data yang diambil yaitu karya sastra yang didokumentasikan dan dibuat naskah maupun wawancara kepada narasumber yang berkaitan dengan sastra. 5) Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian sastra antara lain: a) Teknik baca yaitu dengan membaca karya sastra secara berulang-ulang untuk mendapatkan data yang diinginkan. b) Teknik simak yaitu dengan menyimak narasumber mengenai data kesastraan (lisan) yang sulit ditemukan bukti autentik data. c) Teknik catat yaitu dengan mencatat hal-hal penting mengenai kesastraan. d) Teknik pustaka yaitu pencarian data dari buku-buku pustaka. 6) Teknik Analisis Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian sastra yaitu dibagi menjadi 3 antara lain: a) Reduksi data yaitu teknik pemilihan data yang dianggap penting dan tidak penting sehingga data menjadi lebih sederhana (Sangidu, 2004:73. b) Penyajian data yaitu menyajikan data dengan disertai bukti autentik dan penjelasan-penjelasan sesuai dengan teori yang digunakan


c) Penarikan simpulan yaitu langkah akhir peneliti dalam pengumpulan data dengan menarik simpulan sementara dan dilakukan pula diseverifikasi data. Analisis data yaitu langkah peneliti dalam mendeskripsikan dan menjelaskan data-data yang telah dikumpulkan. Analisis data bertujuan untuk menyederhanakan data agar mudah untuk diinterpretasikan (Sangidu, 2004:73). e. Temuan dan Pembahasan Pada bab Temuan dan Pembahasan merupakan hal yang berbeda. Temuan merupakan data-data yang telah ditemukan dan belum ada interpretasi, sedangkan pembahasan memuat mengenai deskripsi dan penjelasan mengenai data-data yang telah ditemukan. f. Simpulan dan Saran Simpulan merupakan ringkasan penelitian sehingga muda untuk dibaca oleh pembaca secara singkat. Sedangkan saran berisi mengenai hal-hal yang disarankan setelah melakukan penelitian. Saran digunakan untuk memberikan masukan kepada para pembaca untuk meningkatkan khasanah keilmuan. g. Daftar Pustaka Penggunaan daftar pustaka yaitu daftar untuk memuat sumber-sumber teori yang digunakan. Teori yang terdapat pada


penelitian dicantumkan dalam daftar pustaka. Maka, daftar pustaka disusun sesuai dengan teori yang digunakan dan untuk menghindari plagiat. Penyusunan daftar pustaka harus sesuai dengan abjad.


DAFTAR PUSTAKA Anwar, Chairil. 1993. Kumpulan Puisi: Deru Campur Debu. Jakarta:PT Dian Rakyat Anwar, Chairil; Rivai Apin; dan Asrul Sani. 2010. Kumpulan Puisi: Tiga Menguak Takdir. Jakarta: PT Balai Pustaka Damono, Sapardi Djoko. 1983. Kumpulan Puisi: Perahu Kertas. Jakarta: Balai Pustaka _______________________. 1994. Kumpulan Puisi: Hujan Bulan Juni. Jakarta: PT Grasindo Faruk. 2010. Pengatar Sosiologi Sastra dari Strukturalisme Gentik sampai Post-Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Hamzah, Amir. 2008. Kumpulan Puisi: Buah Rindu. Jakarta: Dian Rakyat Jassin, H.B. 1985. Kumpulan Puisi: Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Jakarta: PT Gunung Agung Pane, Sanoesi. 1978. Kumpulan Puisi: Madah Kelana. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia Ratna, Nyoman Kutha. 2011.Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


_____________________ . 2013. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar _____________________ . 2012. Antropologi Sastra: Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar _____________________ . 2013. Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Rendra, W.S. 1995. Kumpulan Puisi: Sajak-Sajak Sepatu Tua. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya Sangidu. 2004. Penelitian Sastra: Pendekatan, Teori, Metode, Teknik dan Kiat. Yogyakarta: Unit Penerbitan Sastra Asia Barat FIB UGM Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi Robert Stanton. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset Tarigan, Henry Guntur. 2015. Prinsip Dasar Sastra. Bandung:Penerbit Angkasa Teeuw, A. 2017. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Pustaka Jaya Waluyo, Herman .J. 2003. Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama ___________________. 2010. Pengkajian dan Apresiasi Puisi. Salatiga: Widya Sari Press


Wellek, Rene dan Austin Warren. 2014. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Winarni, Retno. 2013. Kajian Sastra. Salatiga: Widya Sari Press


LAMPIRAN


PEMBACAAN HEURISTIK DAN HERMENEUTIK PADA PUISI SURAT DARI IBU KARYA ASRUL SANI (KAJIAN SEMIOTIKA) ABSTRAK Penelitian yang berjudul Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik pada Puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani (Kajian Semiotika) bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan dan menfasirkan puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani melalui pembacaan heuristik, 2) Mendeskripsikan dan menfasirkan puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani melalui pembacaan heurmeneutik. Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan Semiotika. Hasil penelitian pada penlitian ini yaitu melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik didapatkan bahwa makna puisi Surat dari Ibu karya Asrul Sani yaitu mengenai seorang ibu yang menginginkan anak-anaknya menuntut ilmu dan pengalaman serta bergaul dengan teman sebanyak-banyaknya dan sang ibu berpesan agar anak-anaknya tidak melupakan jasa ibunya. Kata Kunci: Heuristik, Hermeneutik, Puisi, Semiotika


AB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Puisi yang dikenal merupakan karya sastra dengan padat bahasa namun memiliki arti mendalam. Puisi diciptakan sebagai ungkapan perasaan dan pemikiran penyair sebagai tanggapan mengenai gejala-gejala sosial yang muncul di masyarakat. Memalui puisi penyair mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman berkaitan dengan gejala sosial tersebut. Puisi juga sebagai alat komunikasi dalam berbagi gagasan, ide maupun perasaan penyair kepada pembaca. Bahasa dalam puisi dirancang dan disusun secara estetika, karena puisi mengutamakan unsur keindahan. Oleh karena itu, pengarang memiliki keleluasaan dalam menggunakan bahasa secara istemewa, menyimpang dari kaidah bahasa, dan menghiasi (Winarni, 2013:8). Bahasa yang digunakan dalam sastra sebagai pembungkus makna sehingga makna yang terdapat dalam puisi tersembunyi (tersirat). Untuk itu, banyak mpembaca yang merasa kesulitan dalam menafsirkan makna yang terdapat dalam puisi.


Salah satu puisi yang mengandung estetika bahasa dan mengandung makna mendalam yaitu puisi karya Asrul Sani yang berjudul Surat dari Ibu. Puisi tersebut mengandung pesan seorang ibu terhadap anaknya. Alasan pemilihan puisi tersebut bahwa 1) pesan yang terkandung dalam puisi sesuai perkembangan remaja zaman sekarang yang membutuhkan nasihat-nasihat dari orang tua dalam menjalani kehidupan, 2) Tokoh pengarang yaitu Asrul Sani merupkan sastrawan terkenal pelopor angkatan ‟45 dan sutradara film yang mendapat pengahargaan Bintang Mahaputra dari pemerintah, 3) Asrul Sani merupakan sutradara film terkenal Nagabonar dan Nagabonar Jadi 2 serta film lainnya yang telah banyak mendapatkan penghargaan. Pembacaan heuristik dan hermeneutik merupakan solusi tepat dalam memaknai dan menafsirkan puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani. Pembacaan heuristik merupakan pembacaan sastra yang berlandaskan struktur bahasa dalam sastra (Winarni, 2013:138). Sedangkan pembacaan hermeneutik merupakan pembacaan sastra melalui penafsiran secara keseluruhan. Pembacaan heuristik dan hermeneutik sangat cocok dalam penafsiran puisi sehingga makna puisi dapat diungkap dengan sedetail mungkin. Maka, perlu diadakan penelitian mengenai puisi yang berjudul “Pembacaan


Heuristik dan Hermeneutik pada Puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani (Kajian Semiotika).” B. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana pembacaan heuristik dalam puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani? 2. Bagaimana pembacaan hermeneutik dalam puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1. Mendeskripsikan dan menfasirkan puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani melalui pembacaan heuristik. 2. Mendeskripsikan dan menfasirkan puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani melalui pembacaan heurmeneutik. D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat pada penelitian ini yaitu: 1. Sebagai bahan pengajaran terutama mengenai puisi, 2. Sebagai penambah pengetahuan mengenai khasanah keilmuan berkaitan dengan puisi, 3. Sebagai landasan penelitian berikutnya


BAB II KAJIAN PUSTAKA, PENELITIAN RELEVAN DAN KERANGKA BERFIKIR A. KAJIAN PUSTAKA 1. Pengertian Puisi Puisi adalah karya sastra yang penyajiannya dilakukan dengan memadatkan bahasa, menggunakan bahasa singkat dan memberikan irama dan bunyi sehingga menghasilkan karya imajinatif (Waluyo, 2003:1). Sedangkan menurut Tarigan (2015:5), Puisi merupakan sesuatu yang menyenangkan dengan bahasa atau kata yang digunakan untuk mengungkapkan melalui bahasa yang berbeda. Maka, simpulan dari pengertian puisi yaitu pemadatan bahasa yang dibubuhi dengan irama dan bunyi yang menyenangkan dan melalui bahasa berbeda sehingga menghasilkan suatu karya imajinatif. 2. Semiotika Kajian semiotika yaitu kajian mengenai tanda dalam karya sastra. Semiotik merupakan ilmu mengenai tanda yang mempelajari sistem, aturan, dan konvensi sastra yang memungkinkan tanda tersebut memiliki arti (Sangidu, 2004:18). Sedangkan menurut Nurgiyantoro (2013:70) bahwa


bahasa sebagai suatu tanda dalam teks kesastraan yang menyarankan pada sistem makna pertama saja, namun lebih pada sistem makna kedua. Semiotik adalah ilmu yang menganggap bahwa fenomena sosial dan kebudayaan sebagai suatu tanda (Winarni, 2013:121). Di dalam ilmu semiotik dipelajari mengenai sistem aturan yang menandakan sesuatu. Karya sastra dianggap sebagai tanda gejala sosial yang timbul di masyarakat. Maka, simpulan dari pendapat tersebut bahwa semiotik merupakan ilmu yang mempelajari mengenai sistem dan aturan dalam karya sastra yang dianggap sebagai suatu tanda. 3. Heuristik Heuristik merupakan metode penafsiran puisi sesuai dengan susunan kata. Pada pembacaan heuristik , kata-kata dapat ditambahkan maupun dihilangkan untuk menyusun makna. Di dalam upaya memperjelas makna, maka dapat disisipkan kata atau mengubah struktur kalimat menjadi struktur kalimat yang mengandung kaidah kebahasaan (Winarni, 2013:140). Pembacaan heuristik dilakukan dengan memaknai puisi per-kata atau per-kalimat. Maka, metode ini dirasa dapat memudahkan pembaca dalam memahami makna puisi. 4. Hermeneutik


Pembacaan hermeneutik merupakan teknik pembacaan secara keseluruhan. Pembacaan heuristik yaitu dilakukan dengan teknik pembacaan yang dilakukan oleh pembaca dengan cara pembacaan terus menerus teks sastra dengan memahami puisi secara mendalam (Sangidu, 2004:19). Sehingga terungkap makna secara keseluruhan dalam sebuah puisi untuk mempermudah memaknai karya sastra. Kelanjutan dari pembacaan heuristik yaitu pembacaan hermeneutik. Pembacaan ini harus diulang kemabli melalui pembacaan retroaktif dan menafsirkan secara hermeneutik berdasarkan konvensi sastra (Winarni, 2013:141). Tanpa pembacaan hermeneutik maka makna karya sastra khususnya puisi yang tersirat akan sulit untuk dimaknai secara keseluruhan. B. PENELITIAN RELEVAN Penelitian yang dilakukan oleh Agusni Yahya pada tahun 2014 yaitu berjudul Pendekatan Hermeneutik dalam Pemahaman Hadis (Kajian Kitab Fath Al-Bari Karya Ibn Hajar Al-„Asqalani) yaitu bertujuan untuk 1) mengetahui pensyarahab hadis yang dilakukan Imam Ibnu Hajar ALAsqalaniy dalam Fath AL-Bari melalui pendekatan hermeneutik, 2) mengetahui prinsip pemahaman hadisnya. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu dengan analisis


isi. Hasil temuannya yaitu penfsiran teks hadis Ibn Hajar AlAsqalani bertumpu pada masa lampau yaitu masa awal Islam. Ia tidak melibatkan isu yang terjadi di masyarakat Mesir, Makkah dan Madina dalam abad keenam hijriyah. Penafsiran hermeneutik Ibn Hajar bersifat normatifdan berorientasi dalam Islam klasik. Hermeneutika kebahasaan dan cakupannya Ibn Hajar tidak bertumpu pada pendekatan bahasa namun pada pendekatan usul fiqh ulumul hadis dan sejarah. Persamaan dengan penelitian ini yaitu penggunaan pembacaan hermeneutik. Perbedaan dengan penelitian ini yaitu pada objek penelitian yaitu penelitian ini menggunakan objek puisi sedangkan penelitian oleh Agusni Yahya yaitu kitab Fath AlBari. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Saptono pada tahn 2012 dengan judul Pembelajaran Reflektif:Upaya Membumikan Hermeneutik dalam Praktik Pendidikan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai hermeneutik terhadap siswa dalam implikasi pendidikan. Metode dalam penelitian ini yaitu studi pustaka dengan pendekatan dialogis. Hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu hermeneutik dalam pembelajaran tidak sebatas pada tataran teoritis namun juga praktis. Hermeneutik praktis yaitu perspektif praktik pendidikan yaitu seni sekaligus pencarian


makna dalam segala pengalaman manusia untuk membangun kehidupan yang utama. Persamaan penelitian ini yaitu sama dalam pemakaian hermeneutik, perbedaan dengan penelitian ini pada objek yaitu penelitian ini menggunakan objek puisi, sedangkan penelitian Saptono menggunakan objek pendidikan. C. KERANGKA BERFIKIR Penelitian ini menggunakan kajian semiotikan dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Pembacaan heuristik pada puisi dilakukan dengan menelaah kata dan kalimat pada puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani. Sedangkan pembacaan hermeneutik pada puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani. Maka, akan tercipta makna puisi yang mendalam dan secara keseluruhan. Berikut ini tabel kerangka berfikir: Puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani Pembacaan Hermeneutik Makna Puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani Pembacaan Heuristik


BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan semiotika. Oleh karena, untuk menafsirkan puisi dibutuhkan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Pada penelitian ini puisi berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani ditafsirkan menggunakan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Sehingga makna puisi yang terkandung di dalam puisi tersebut mampu ditelaah dan digali lebih mendalam. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini tidak terbatas pada ruang karena penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Waktu pelaksanaan penelitian digambarkan pada tabel berikut: No Kegiatan Penelitian Bulan (2018) Jan Feb Mar April Mei Juni Juli 1 Penentuan permasalahan dan pengajuan


judul 2 Penyusunan Proposal Penelitian 3 Seminar Proposal Penelitian 4 Pengumpulan Data 5 Analisis Data 6 Penyusunan Laporan Penelitian Tabel 3.1 Jadwal Penelitian C. Data dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian yang berjudul “Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik pada Puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani (Kajian Semiotika)” yaitu teks naskah puisi Puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani yang dapat ditafsirkan melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Sumber data penelitian ini yaitu naskah uisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani yang diterbitkan oleh PT Gramedia Utama tahun 1987 dalam buku Antologi Puisi Indonseia Modern 1-2.


D. Teknik Pengumpulan Data Pada teknik pengumpulan data dilakukan dengan: 1. Reduksi data yaitu merampingkan pada puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani sesuai dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik, 2. Menyajikan data yaitu dengan melakukan penyajian data yang akan dianalisis mengenai puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani, 3. Menarik simpulan yaitu dengan memberikan simpulan semantara mengenai pembacaan heuristik dan hermeneutik pada puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani. E. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan dengan teknik pembacaan heuristik yaitu dengan memberikan penjelasan dan penjabaran mengenai kata-kata dalam puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani. Kemudian penafsiran dilakukan dengan pembacaan hermeneutik yaitu dengan memberikan penafsiran secara keseluruhan dalam puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani.


BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Penelitian Pada puisi yang berjudul Surat dari Ibu Karya Asrul Sani terdapat beberapa penafsiran yaitu: Bait 1 Pergi (lah) ke dunia (yang) luas, anakku sayang pergi (lah) ke (ke-)hidup(-an) bebas! Selama angin masih angin buritan (Selama angin masih berhembus) dan matahari pagi menyinar daun-daunan (Pagi masih menyinari) dalam rimba dan padang hijau. (Hutan masih hijau) Bait 2 Pergi (lah) ke dunia (yang) luas, anakku sayang pergi (lah) ke (ke-)hidup(-an) bebas! Selama hari belum petang (hari belum gelap) dan warna senja belum kemerah-merahan (sebelum terlambat) menutup pintu waktu lampau.


Bait 3 Jika bayang telah pudar (kalau panutan hidup telah tiada) dan elang laut pulang ke sarang (para pemimpin telah pulang) angin bertiup ke benua (musim telah berbeda) Tiang-tiang akan kering sendiri (maka perekonomian menjadi surut) dan nakhoda sudah tak pedoman, (Pemimpin tidak mampu lagi menjadi pedoman) boleh engkau datang padaku (bolehlah anak datang kepada orang tuanya) Bait 4 Kembali pulang, anakku sayang (kembali kepada orang tua) kembali ke balik malam! (kembali kalau rantauan sudah tak mampu menghidupi) Jika kapalmu telah rapat ke tepi (jika telah tiba seorang anak) Kita akan bercerita (Kerinduan anak dan orang tua akan diceritakan ketika telah bertemu) “Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”


B. PEMBAHASAN Berikut ini pembacaan secara heuristik: Bait 1 Pergi (lah) ke dunia (yang) luas, anakku sayang pergi (lah) ke (ke-)hidup(-an) bebas! Selama angin masih angin buritan (Selama angin masih berhembus) dan matahari pagi menyinar daun-daunan (Pagi masih menyinari) dalam rimba dan padang hijau. (Hutan masih hijau) Pada bait pertama diceritakan bahwa seorang ibu yang menghendaki anaknya untuk pergi untuk menimba ilmu seluasluasnya sehingga pengetahuan menjadi luas dan pergaulan menjadi luas. Bait 2 Pergi (lah) ke dunia (yang) luas, anakku sayang pergi (lah) ke (ke-)hidup(-an) bebas! Selama hari belum petang (hari belum gelap) dan warna senja belum kemerah-merahan (sebelum terlambat) menutup pintu waktu lampau.


Pada bait 2 menceritakan mengenai seorang ibu yang menyuruh anaknya mencari ilmu tidak mengenal waktu dan disaat masih muda sehingga mereka mendapatkan pembelajaran dan pengalaman. Oleh karena kehidupan membutuhkan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. Bait 3 Jika bayang telah pudar (kalau panutan hidup telah tiada) dan elang laut pulang ke sarang (para pemimpin telah pulang) angin bertiup ke benua (musim telah berbeda) Tiang-tiang akan kering sendiri (panutan hidup akan hilang) dan nakhoda sudah tak pedoman, (Pemimpin tidak mampu lagi menjadi pedoman) boleh engkau datang padaku (bolehlah anak datang kepada orang tuanya) Bait 3 mengisahkan sang ibu menginginkan anaknya mandiri dalam mengurus kehidupan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipelajari. Apabila sesorang yang menjadi panutan hilang maka ibu menginginkan anaknya untuk kembali ke rumah. Bait 4


Kembali pulang, anakku sayang (kembali kepada orang tua) kembali ke balik malam! (kembali kalau rantauan sudah tak mampu menghidupi) Jika kapalmu telah rapat ke tepi (jika telah tiba seorang anak) Kita akan bercerita (Kerinduan anak dan orang tua akan diceritakan ketika telah bertemu) “Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.” Bait 4 menceritakan bahwa kehidupan anak yang menimba ilmu dan pengalaman yang diaplikasikan pada kehidupan. Seorang ibu meminta anak untuk selalu ingat padanya ketika sudah mampu hidup mandiri. Ibu menginginkan anaknya untuk selalu mengunjunginya ketika anak tersebut teringat pada ibunya. Pembacaan hermeneutik pada puisi berjudul Surat dari Ibu Karya Asrul Sani yaitu mengenai seorang ibu yang menginginkan anaknya mencari ilmu dan pengetahuan sesuai dengan keinginan mereka. Beliau menginginkan anaknya mencari ilmu, pengetaahuan, dan memperluas pergaulan karena ibu mengiknginkan anaknya hidup mandiri. Di usia muda yang harus diisi dengan kegiatan positif yaitu dengan menimba ilmu sehingga kelak mampu menjadi orang yang berguna bagi


agama, orang tua, nusa dan bangsa. Sang ibu menginginkan anaknya tidak melupakan dirinya yang telah mengandung dan membesarkannya.


BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN Penelitian mengenai pembacaan heuristik dan hermeneutik puisi Surat dari Ibu Karya Asrul Sani mengungkapkan makna puisi yang mendalam yaitu mengenai seorang ibu yang menginginkan anaknya untuk mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dan selusa-luasnya. Oleh karena dengan ilmu dan pengalaman mampu memberikan kehidupan yang layak dan mandiri. Selian itu, sang ibu menginginkan anaknya untuk tidak melupakan dirinya yang telah melahirkan dan merawat anak-anaknya. B. SARAN Saran untuk penelitian ini yaitu: 1. Pembacaan heuristik dan hermeneutik perlu diterapkan dalam pembelajaran puisi karena dengan pembacaan ini, makna puisi akan lebih mendalam, 2. Para guru dan siswa disarankan untuk menggunakan pembacaan ini dalam memahami puisi


3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian mengenai pembacaan heuristik dan hemeneutik.


DAFTAR PUSTAKA Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Saptomo. 2012. Pembelajaran Reflektif: Upaya Membumikan Hermeneutik dalam Praktik Pendidika. Satya Widya: Jurnal Penelitian Pengembangan Kependidikan.Volume 28 No 1 Juni 2012 http://ejournal.uksw.edu/satyawidya/article/view/141 Tarigan, Henry Guntur. 2015. Prinsip Dasar Sastra. Bandung: penerbit Angkasa Waluyo, Herman .J. 2003. Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Winarni, Retno. 2013. Kajian Sastra.Salatiga: Widya Sari Press Yahya, Agusni. 2014. Pendekatan Hermeneutik dalam Pemahaman Hadis (Kajian Kitab Fath Al-Bari Karya Ibn Hajar Al-„Asqalani). Ar Raniry:Jurnal Internasional of Islamic Studies. Volume 1 Nomor 2 Tahun 2014 http://journalarraniry.com/ojs/index.php/jar/article/view /23


HEDONISME PADA NOVEL DILAN:DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990 KARYA PIDI BAIQ (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) ABSTRAK Penelitian dengan judul Hedonisme pada Novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq (Kajian Sosiologi Sastra) bertujuan untuk: 1) menjelaskan sosiologi pengarang mengenai hedonisme pada novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq, 2) menjelaskan hedonisme yang ditemukan dalan novel Novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq, 3) menjelaskan relasi hedonisme yang ditemukan dalan novel Novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq dengan realitas sosial yang terdapat dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiologi sastra dengan metode penelitian yaitu deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian in yaitu ditemukan beberapa bentuk gaya hidup hedonis antara lain: 1) Band dan nongkrong, 2) gaya hidup konsumtif, 3) melanggar peraturan sekolah, 4) vandalis dan grafiti, 5) genk motor dan tawuran. Kata kunci: Hedonisme, Novel, Sosiologi Sastra


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Modernisasi di masyarakat kian menjadi, hal ini ditandai dengan kemajuan teknologi yang sulit dihidari. Banyak sekali tercipta teknologi setiap harinya, banyak mesin-mesin yang diciptakan hanya untuk memuaskan hasrat masyarakat. Gaya hidup hedonis menjadi semakin menjamur, tidak mengenal lagi ststus sosial. Banyak orang-orang melakukan segala cara untuk memenuhi hasrat hedonis dalam dirinya. Kebutuhan sehari-hari yaitu sandang, pangan dan papan haruslah sesuatu yang mewah. Mereka berlomba-lomba untuk saling mengungguli dalam tiga hal tersebut. Di kalangan remaja, fashion dan gadget menjadi alat untuk bergaya hidup hedonis. Hampir semua remaja memiliki handphone super canggih dengan berbagai fitur di dalamnya. Menurut Ritzer (2008:160) bahwa modernisasi merupakan sebuah kode dan fashion merupakan lambang. Modernisasi telah lama dijalankan sejak fashion menjadi sebuah kebutuhan. Pusat perbelanjaan di kota yang disebut mall menjadi sesuatu y ang digandrungi remaja. Di dalamnya dijual produk-produk fashion dari brand terkenal. Remaja-remaja lebih memilih


berbelanja fashion di tempat tersebut daripada di pasar tradisional. Kaum remaja merupakan kaum yang mudah menjadi sasaran perkembangan modernisasi. Oleh karena remaja memiliki keingintahuan yang tinggi mengenai sesuatu yang baru. Remaja lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis serta cenderung menyukai hal-hal yang berbau kebaratan. Maka, menanggapi fenomena modernitas di kalangan remaja, banyak muncul novel remaja yang mengangkat sisi hedonis remaja. Novel remaja yang disebut dengan novel teenlit merupakan salah satu jenis novel remaja yang sangat digandrungi. Novel tersebut mengungkap mengenai hal-hal yang berkaitan dengan remaja misalnya percintaan, gaya hidup, pergaulan remaja, dan sebagainya. Pada novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 merupakan contoh novel remaja yang menjadi booming dikalangan remaja. Novel ini menceritakan gaya hidup remaja yang pekat dengan tema percintaan, gaya hidup hedonis, dan tawuran remaja. Novel ini telah menjadi novel best seller diantara novel remaja lainnya, novel ini juga telah dibuat film dan menjadi film yang sangat laris di kalangan remaja. dengan demikian menjadikan landasan peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul Hedonisme pada Novel Dilan:Dia


Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq (Kajian Sosiologi Sastra). B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka penelitian ini mengungkapkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana sosiologi pengarang mengenai gaya hidup hedonis pada novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq? 2. Bagaimana hedonisme yang ditemukan dalan novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq? 3. Bagaimana relasi hedonisme yang ditemukan dalan novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq dengan realitas sosial yang terdapat dalam masyarakat? C. Tujuan Penelitian Pada penelitian ini, tujuannya yaitu: 1. Menjelaskan dan mendeskripsikan sosiologi pengarang mengenai gaya hidup hedonis pada novel Dilan:Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq.


Click to View FlipBook Version