The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gamesdpro9, 2022-09-22 15:14:57

BUKU KENANGAN SANTO VINCENTIUS A PAULO

BUKU KENANGAN

1 001
SUNGGUH AGUNG
KARYA-MU
MENJADIKAN KAMI PELITA
bdk. Mzm 18 : 29

1972 - 2022

Tema Hari Ulang Tahun Emas lahir dari perenungan
tentang perjalanan Paroki St. Vincen us a Paulo,
Langsep, selama 50 tahun ini. Berawal dari nol, ar nya
dak memiliki apa-apa pada awal pendirian paroki di tahun 1972.
Kini 50 tahun kemudian, tahun 2022, Paroki Langsep sudah
berkembang pesat, baik dari sudut gedung gereja yang dimiliki,
jumlah umat, aset, maupun dari sudut pelaksanaan misi gereja
yaitu menjadi garam dan terang dunia. Pencapaian yang
demikian besar itu dak bisa dak, telah melahirkan rasa syukur
untuk memuji Tuhan yang telah berkarya dan menjadikan Gereja
Paroki Langsep berkembang luar biasa. Ungkapan “Sungguh
agung karya-Mu” hendak mengekspresikan rasa syukur yang
mendalam itu kepada Tuhan. Karena kita, umat Paroki Langsep,
meyakini bahwa Tuhanlah yang telah berkarya sedemikian hebat
dengan menggunakan usaha-usaha kita yang kecil dan tak
berar , tetapi ternyata menghasilkan buah yang luar biasa. Jika
memper mbangkan keterbatasan dan betapa tak berar nya
usaha kita, maka tak terbendunglah ungkapan ha kita bersama
Bunda Maria, “Yang Maha Kuasa telah melakukan perbuatan-
perbuatan besar kepadaku (kami) dan nama-Nya adalah kudus”
(Luk 1:49). “Apakah kami ini, sehingga Engkau mengingatnya?

TEMA

Apakah anak manusia sehingga Engkau dan kerja sama dengan kelompok Gusdurian, dll.
mengindahkannya” (Mzm 8: 5). Semua pelayanan selama 50 tahun itu membuat
kehadiran Paroki Langsep menjadi Pelita yang terus
Melihat gedung gereja kita yang megah dan menyala untuk menerangi umatnya dan masyarakat
menjulang nggi, menilik bentuknya bagai bahtera luas.
yang sedang berlayar di tengah samudra, hanya rasa
syukur yang terus mengalir ada hen . Apalagi jika (P.M. Handoko, CM)
mengenang saat kita harus nunut menggunakan kapel
Seminari Tinggi CM untuk melaksanakan misa umat
pada hari Minggu dan hari biasa. Kita juga nunut di
lapangan olah raga SMAK St. Maria untuk melakukan
ibadat pada hari-hari besar. Tentu kita juga dak bisa
melupakan gedung serba guna yang kita gunakan
sebagai tempat beribadat, yang karena temboknya
dikeramik pu h kecil, lahirlah sebutan “gereja kamar
mandi”. Belum lagi jika kita mengingat aset-aset tanah
yang boleh kita miliki karena kemurahan Tuhan.
Melalui semua masa itu, syukur kita sungguh
berlimpah kepada Tuhan.

Jumlah umat juga membuat rasa syukur itu
terus menggelora. Pada awalnya, hanya ada 4 (empat)
lingkungan (“kring” pada masa itu). Kini ada 14
lingkungan teritorial dan 1 (satu) lingkungan kategorial,
dengan jumlah umat kurang lebih sebanyak 2.896 jiwa
atau 786 kepala keluarga (berdasarkan data sta s k
per 31 Desember 2021). Jumlah ini masih akan terus
bertambah karena munculnya perumahan-perumahan
baru di wilayah Paroki Langsep. Kita percaya Tuhan
masih akan terus mengembangkan umat-Nya di paroki
Langsep ini.

Sejak awal kelahirannya, Paroki Langsep dak
pernah ada hanya untuk diri sendiri, melainkan selalu
siap melayani dan menjadi pelita, baik di antara umat
sendiri maupun di dalam masyarakat sekitar. Banyak
umat yang terlibat dalam kepengurusan strukural di RT,
RW, kelurahan, dan kecamatan, serta di lembaga-
lembaga pemerintahan. Aneka kegiatan pun
menunjukkan pelaksanaan misi gereja menjadi pelita,
seper pelayanan kepada umat yang kurang mampu
berupa pemberian sembako, bantuan SPP untuk anak-
anak paroki yang kurang mampu, bantuan kepada
sekolah-sekolah minus di daerah maupun di wilayah
paroki, pendampingan para mahasiswa/i rantau yang
berdomisili di sekitar paroki. Di samping itu, Gereja juga
hadir sebagai pelita bagi orang-orang non Katolik, yakni
melalui pelayanan poliklinik, penyelenggaraan
vaksinasi pada masa pandemi covid-19, usaha satgas
Covid-19 menjangkau anggota masyarakat sekitar yang
membutuhkan bantuan selama masa pandemi, dialog

002 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP





Kata Sambutan

Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.

Uskup Keuskupan Malang

Tidak terasa Paroki Santo Vincen us a Paulo, Malang, sudah
berusia 50 tahun. Sejak lahirnya sampai sekarang, Paroki ini
digembalakan oleh para imam Kongregasi Misi (CM). Sejarah
paroki ini berkaitan erat dengan kehadiran para imam CM di kota Malang pada tahun 1971. Saat itu
Kongregasi Misi memutuskan untuk—bersama dengan Ordo Karmel—mendirikan sekolah nggi
pendidikan calon imam, yang waktu itu bernama Ins tut Filsafat Teologi dan kini sudah bergan menjadi
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana.

Keuskupan Malang bersyukur kepada Allah karena paroki yang semula kecil itu kini menjadi satu
paroki yang cukup besar dan memiliki bangunan gereja yang indah dan megah. Keuskupan Malang juga
berterima kasih kepada Kongregasi Misi yang sampai saat ini masih bersedia menggembalakan umat di
paroki ini. Kehadiran para imam CM ditandai dengan Santo Vincen us a Paulo, sang pendiri kongregasi,
sebagai pelindung dan nama paroki ini. Kehadiran mereka memperkaya Keuskupan Malang bukan hanya
dengan menyediakan beberapa tenaga imam yang menggembalakan umat paroki ini, tetapi juga dengan
membawa spiritualitas mereka, suatu spiritualitas yang memberikan perha an besar kepada kaum miskin.

Tema pesta emas paroki Santo Vincen us a Paulo adalah “Sungguh Agung Karya-Mu Menjadikan
Kami Pelita.” Kami berharap, umat paroki St. Vincen us a Paulo benar-benar menjadi pelita yang mampu
memancarkan cahaya Kristus kepada masyarakat sekitar. Suatu pelita hanya berguna jika diletakkan di atas
“kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu” (Mat 5:15).

Pada kesempatan ini kami mengucapkan selamat dan memberikan berkat kami kepada Paroki St.
Vincen us a Paulo. Kami berdoa, semoga paroki ini mampu terus berkembang dan sungguh-sungguh
menjadi berkat bagi Keuskupan Malang dan bagi masyarakat sekitar.

Malang, 3 Februari 2022

Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.
Uskup Keuskupan Malang

SAMBUTAN 005



SAMBUTAN 007

Kata Sambutan

RP. Petrus Maria Handoko, CM

Pastor Kepala Paroki Langsep – Malang

Syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas semua rahmat-Nya bahwa
Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang, boleh merayakan Pesta Emas
berdirinya paroki. Momen ini menjadi kesempatan untuk menyadari
kembali dan mensyukuri semua karya agung yang telah dilakukan Tuhan bagi
umat paroki ini. Tidak bisa dak, luapan syukur itu akan mengalir deras ke ka
kita membandingkan keadaan awal saat Paroki St. Vincen us a Paulo -yang
dikenal dengan sebutan Paroki Langsep- didirikan dan keadaannya saat ini, setelah 50 tahun.
Dalam hal gedung gereja, pada awal mulanya, umat “nunut” baik di kapel Seminari Tinggi CM maupun di aula
SMAK St. Maria. Saat ini, paroki sudah memiliki gedung gereja yang megah. Dalam hal jumlah umat dan par sipasi
umat dalam hidup menggereja, kita juga patut berbangga dan bersyukur bahwa sangat banyak umat yang ak f dan
berpar sipasi dalam hidup menggereja, baik pada ngkat paroki maupun pada ngkat lingkungan dan masyarakat.
Sebagai orang yang dipercaya untuk memimpin paroki ini (sejak 1 Oktober 2020), saya sungguh sangat merasakan
luapan syukur ini di dalam relung ha yang terdalam. Rasa syukur itu semakin nyata karena saya sudah mengenal
Paroki Langsep sejak tahun 1978, 6 (enam) tahun sesudah didirikan. Saat itu saya diterima menjadi frater ngkat I di
Seminari Tinggi CM. Pada waktu itu, peribadatan umat Paroki Langsep masih meminjam kapel Seminari Tinggi CM, Jl.
Raya Langsep 45. Saya yang mempersiapkan dan mela h misdinar-misdinar pertama Paroki Langsep. Rasa syukur
saya semakin tak terbendung jika mengingat saya juga menjadi anggota pani a pembangunan gedung gereja bahtera
yang sekarang berdiri megah. Saya sungguh mengalami pencurahan belas kasih Tuhan pada saat pembangunan, baik
berupa dana yang mengalir deras maupun berupa materi. Karunia yang diberikan masih terus berlanjut, yaitu berupa
hadiah Ruang Adorasi St. Katarina Laboure, yang diberka dan diresmikan penggunaannya pada Pesta Emas ini.
Sungguh agung karya-Mu menjadikan kami pelita.
Melihat par sipasi umat Paroki Langsep pada saat ini dan, dak bisa dak, teringat pula par sipasi umat pada
tahun 1978, rasa syukur saya semakin berlimpah. Kegiatan pelayanan yang sangat mengesan antara lain, vaksinasi
pada masa pendemi yang dilakukan berulang-ulang. Juga pelayanan untuk korban covid-19 yang sungguh
menunjukkan kepedulian dan keterlibatan umat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat. Par sipasi umat paroki
pada kegiatan dekenat atau keuskupan juga patut dibanggakan. Dalam hal jumlah umat, Paroki Langsep juga semakin
berkembang, dan masih memberikan janji pertambahan karena ada beberapa perumahan baru yang dibangun di
wilayah Paroki Langsep. Keikutsertaan umat dalam struktur pengurus di lingkungan dan kegiatan-kegiatan lingkungan
sangat menjanjikan untuk masa depan. Sungguh Paroki Langsep akan masih berkembang menjadi paroki yang besar!
Karunia selalu membawa serta misi dari Tuhan. Logo pesta emas Paroki Langsep menggambarkan bahtera yang
sedang berlayar. Gerak-maju paroki nampak dari deburan ombak yang menerpa bahtera. Gerak-maju ini
menunjukkan bahwa Paroki Langsep terus berlayar menjalankan misi yang dipercayakan Tuhan, baik untuk melayani
orang miskin dan terpinggirkan, mendukung pembinaan para calon imam, maupun terus dengan se a mewartakan
kabar gembira. Menimbang luasnya wilayah Paroki Langsep, perlu dipikirkan kemungkinan pemekaran paroki, untuk
menjangkau umat yang berdomisili cukup jauh dari pusat paroki.
Rasa syukur kepada Tuhan tentu selalu mengingatkan pada orang-orang yang telah dipilih Tuhan untuk
menjadi sarana rahmat-Nya. Pada pesta emas ini, terima kasih yang tak terhingga kepada para Romo Seminari Tinggi

008 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

CM yang telah babat alas, melahirkan dan “menyusui”, dan sampai saat ini terus menyertai perjalanan Paroki Langsep
untuk menjadi semakin dewasa. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kepada Kongregasi Suster SPM, khususnya
mereka yang telah berkarya di SMAK St. Maria. Merekalah yang telah turut membidani lahirnya Paroki Langsep, dan
juga terus menerus mendampingi, bahkan sampai pada perayaan puncak Pesta Emas Paroki tahun 2022. Banyak
tokoh umat yang telah ikut serta membesarkan Paroki Langsep, antara lain, Pak Ismanu, Pak Ismael, Pak Idjono, Pak
Brotoatmojo, Pak Brotosuyoso, Pak Totok Paryogo, dll. Saya mengenal mereka ke ka saya masih frater. Juga banyak
tokoh umat lain yang dak bisa saya sebutkan satu per satu, dari satu masa ke masa yang lain. Banyak di antara mereka
telah menghadap Tuhan. Maka kita mengenang mereka dalam doa-doa kita dan mereka akan menjadi pendoa bagi
kita.

Terima kasih kami tujukan kepada Bapak Uskup Malang, yang telah merestui berdirinya Paroki Langsep pada
tahun 1972, dan terus menerus memberikan bimbingan kepada Paroki Langsep hingga saat ini. Juga kepada para
rekan pastor paroki sedekenat kota Malang, terima kasih atas kerja samanya yang sangat memperkaya dan saling
menumbuhkan. Terima kasih juga atas segala par sipasinya selama ini kami tujukan kepada biara-biara yang berada
di lingkup Paroki Langsep, yaitu Kongregasi Suster SPM, Ordo Karmel, Suster PIJ, dan Alma Putra. Kepada para
pengurus BPGDA dan DPP Paroki Langsep selama 50 tahun ini, juga para karyawan-karyawa , dan seluruh umat
Paroki Langsep, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Tak lupa saya ucapkan limpah terima kasih kepada
para donatur, baik dari dalam maupun dari luar paroki, yang karena kemurahan ha nya telah berbagi dengan kami,
umat Paroki Langsep. Semoga Tuhan membalas dengan aneka berkat melimpah.

Biarlah syukur kita menjadi minyak yang membuat sinar pelita kita tetap bertahan dan semakin terang.
Sungguh agung karya-Mu menjadikan kami Pelita.

RP. Petrus Maria Handoko, CM
Pastor Kepala Paroki Langsep – Malang

SAMBUTAN 009

Kata Sambutan

RD. Ignasius Adam Suncoko

Pastor Paroki Ijen – Malang

P roficiat atas pesta emas Paroki St. Vincensius a Paulo kepada para Romo, Dewan Pastoral Paroki,
dan seluruh umat.
Kehadiran Paroki St. Vincen us a Paulo di kota Malang sungguh dirasakan telah menjadi berkat bagi
umat dan masyarakat. Kerja sama yang baik dengan paroki-paroki di Dekenat Malang Kota dan Keuskupan
membuahkan relasi yang saling melengkapi dan menginspirasi.

Semoga Paroki St. Vincen us a Paulo semakin memancarkan “belas kasih” seturut teladan St.
Vincensius a Paulo, menjadi garam dan terang dunia di dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Gereja hidup dalam kasih atau ambisius
Pilihlah Kasih Yesus tetap menjadi perekat
Dirgahayu 50 tahun Paroki St. Vincensius
Jadilah berkat bagi umat dan masyarakat.

RD. Ignasius Adam Suncoko
Pastor Paroki St. Perawan Maria dari Gunung Karmel –

Katedral Ijen Malang

010 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

Kata Sambutan

RP. Henrikus Suwaji, O.Carm.

Pastor Paroki Kayutangan – Malang

PAROKI YANG BERKARAKTER

Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada Paroki Santo
Vincen us a Paulo, Langsep—Malang, yang merayakan hari
ulang tahunnya ke-50. Peringatan pesta emas ini patut
dirayakan agar mendatangkan rasa syukur yang mendalam sehingga
akan meningkatkan semangat seluruh umat Paroki Langsep untuk
meneruskan perjalanan selanjutnya, terutama pada masa pandemi seper saat ini.
Kedua, kita patut mengucapkan syukur kepada Allah karena Ia berkenan hadir dan berkarya di tengah-
tengah umat Paroki Langsep, sehingga seluruh umat merasakan penyertaan-Nya. Selain itu, Allah juga
berkenan berkarya melalui orang-orang yang berada di wilayah Paroki Langsep untuk menghadirkan
Kerajaan Allah di dunia ini.
Ke ga, kita pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada semua umat yang selama ini terlibat
dalam mengembangkan Paroki Langsep. Hidup umat beriman pas banyak mengalami pasang surut dalam
kehidupan berparoki. Namun, justru dalam seluruh dinamika hidup berparoki akan ditemukan orang yang
benar-benar tulus dan se a dalam pelayanan. Mereka berani mengalami kege ran dan kepahitan dalam
melayani umat karena imannya yang kuat kepada Allah. Ha mereka seper Allah sendiri yang senan asa
mengasihi, meski dak dikasihi. Orang-orang seper itu patut kita ingat, kita teladani dan kita apresiasi pada
hari yang penuh syukur ini.
Keempat, kita hendaknya berani menyelaraskan hidup berparoki kita dengan semangat sang
pelindung paroki. Hidup dan karya Santo Vincen us a Paulo hendaknya selalu menjadi panduan perjalanan
seluruh umat paroki. Semangat Santo Vincen us a Paulo harus menjadi semangat yang dimiliki oleh se ap
umat di paroki ini, dengan demikian Paroki Langsep akan memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda, yang
dak dimiliki oleh umat paroki lain.
Akhirnya, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh umat paroki Langsep yang telah
merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-50. Semoga hidup dan karya umat Paroki Langsep seper emas.
Kehadirannya selalu dicari oleh banyak orang dan karya-karyanya memberi jawaban terhadap apa yang
diperlukan oleh banyak orang, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan.

RP. Henrikus Suwaji, O.Carm.
Pastor Paroki Ha Kudus Yesus, Kayutangan

dan Ketua Dekenat Keuskupan Malang

SAMBUTAN 011

Kata Sambutan

RD. Alf. Krismiyanti

Pastor Paroki Janti – Malang

PELITA YANG MENYINARI DUNIA MAYA
DAN DUNIA NYATA

K ami mengucapkan selamat atas ulang tahun Paroki St.
Vincen us a Paulo ke-50. Saya senang diberi kesempatan
menyampaikan harapan dan doa pada Pesta Emas Paroki
Langsep ini.

Sejak seminari menengah (sekitar tahun 1982) dan sebagai frater (sekitar tahun 1990-an), saya sudah
mengenal Paroki Langsep karena pernah berkunjung ke paroki ini. Setelah menjadi imam, saya menjadi kenal
dengan para pastor paroki dan anggota DPP-nya, mulai sejak masa gereja lama sampai saat ini, ke ka gedung
gereja sudah berdiri megah. Ke ka menghadiri peresmian gedung gereja yang baru, saya merasakan bahwa
kita sungguh bersaudara dan satu bagian dalam gereja Keuskupan Malang.

Kehadiran gereja Paroki St. Vincen us a Paulo memang membawa ciri khas karya pastoral dan pelayanan
para imam CM. Namun demikian, para imam, anggota DPP dan umat di paroki Langsep selalu terbuka terhadap
karya pastoral, baik di dekenat maupun Keuskupan Malang. Selama 25 tahun terakhir ini, saya merasakan
sendiri kerja sama dan kebersamaan yang baik dengan para romo paroki melalui kerekanan pastores dekenat
kota Malang, maupun dengan para pengurus DPP-nya, contohnya melalui aneka kepani aan yang pernah
dilakukan, seper dalam Misa Arwah Dekenat di makam Sukun atau dalam kepani aan Natal Kota.

Sebagai Ketua Komisi Liturgi, saya juga bekerja sama dengan pastor paroki dan DPP, khususnya Bidang
Liturgi dalam hal pembinaan dan pela han liturgi untuk mewujudkan perayaan liturgi yang baik, indah, dan
benar.

Sebagai pastor di Paroki St. Yohanes Pemandi–Jan , yang secara teritorial berada dalam satu kecamatan
dengan Paroki Langsep, kerja sama dan kebersamaan ini terasa semakin nyata, khususnya dalam acara-acara
yang diadakan di ngkat pemerintahan. Saya berpikir perlunya duduk bersama untuk melihat lagi batas-batas
dua paroki ini mengingat kondisi perumahan yang sedang berkembang.

Akhir kata, saya berdoa dan berharap semoga dengan semangat pesta emas ini, Paroki St. Vincen us a
Paulo tumbuh berkembang, baik dalam kuan tas maupun kualitas sehingga tema Pesta Emas Paroki Langsep
“Sungguh Agung Karya-Mu Menjadikan Kami Pelita” sungguh menjadi nyata. Semoga seluruh umat Paroki
St. Vincen us a Paulo sungguh mampu menjadi garam dan pelita yang menyinari dunia nyata dan dunia maya
di mana pun berada. Amin. Berkah Dalem

RD. Alf. Krismiyan
Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi – Jan

012 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

Kata Sambutan

RP. Medyanto, O.Carm.

Pastor Paroki Tidar – Malang

Pujian dan syukur bagi Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus yang
telah melindungi dan mendampingi selama 50 tahun perjalanan
Paroki St. Vincen us A Paulo, Malang. Perayaan Emas ini patut
disyukuri oleh para pastor dan umat, di tengah masa pandemi. Gereja
hadir untuk mewartakan kabar gembira kepada orang lemah, kecil,
miskin, terlantar dan mereka yang berkebutuhan khusus, baik secara
jasmani maupun rohani. Pengalaman ini telah diolah bersama-sama oleh segenap para pastor dan umat Allah
di dalam berbagai peris wa sepanjang 50 tahun.
Kehadiran Gereja Paroki St. Vincen us A Paulo tentu saja dak terlepas dari kehadiran Seminari Tinggi
CM yang membina para frater calon imam. Paroki menjadi sarana bagi para frater untuk menjalani praktik
pastoral, katekese dan pendampingan umat dari berbagai kalangan. Inilah cikal bakal yang sangat indah.
Perpaduan antara pembinaan sekaligus pelayanan kepada umat. Inilah sebuah kesaksian hidup bagi dunia.
Umat dapat merasakan kehadiran kaum religius secara langsung dalam hidupnya.
Paroki menjadi wadah bagi umat agar semakin mengenal Kristus dan segala dimensi pelayanan
kemanusiaan bagi se ap orang yang berkehendak baik. Selama kurun waktu 50 tahun, umat terus bertambah
dan ikut menyemarakkan kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Paroki menjadi mercusuar yang
menuntun, membimbing dan mengantar se ap orang kepada Kristus, dan juga mengantar Kristus kepada
se ap orang agar semakin banyak yang terpesona, terpikat, dan akhirnya mengiku -Nya. Sungguh agung karya
Tuhan yang menjadikan para pastor dan umat sebagai pelita yang bernyala-nyala.
Kehadiran Paroki St. Vincen us A Paulo tentu saja dak hanya dirasakan oleh umat paroki sendiri. Paroki
ini ikut berperan serta dan mewarnai kehidupan umat Katolik di Dekenat Malang Kota dan di wilayah
Keuskupan Malang. Berbagai pertemuan dan kegiatan anak-anak, remaja dan orang muda, serta dewasa dan
lansia pun turut diiku . Kekhasan spiritualitas Kris ani dan Vinsensian yang ditawarkan kepada umat, turut
mewarnai gerak bersama berjalan seiring membesarkan dan memuliakan Kerajaan Allah. Di masa pandemi,
gerak langkah kebersamaan para pastor bersama Dewan Pastoral dan umat sangat dirasakan hasilnya bagi
umat di Dekenat ini dan juga warga masyarakat pada umumnya. Kerja sama lintas paroki menggugah se ap
ha untuk ambil bagian pada karya kemanusiaan di berbagai bidang. Paroki pun hadir di tengah kerapuhan
keluarga, agar keluarga mendapatkan energi baru di tengah masa pandemi ini.
Kita semua sungguh berbahagia dengan kehadiran Paroki St. Vincen us A Paulo di tengah kemajemukan
masyarakat. Semoga para pastor dan umat berpadu dan saling mendukung dalam karya pelayanan bagi
kemuliaan Allah. Semoga umat semakin mencintai gereja dan tak hen -hen nya terlibat ak f memberi warna
bagi masyarakat, menjadi pelita bernyala yang tak pernah padam sampai kapan pun. Berkah Dalem.

RP. Medyanto, O.Carm.
Pastor Paroki St. Andreas Tidar

SAMBUTAN 013



SAMBUTAN 015

016 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

SAMBUTAN 017

Kata Sambutan

Aloysius Samino

Ketua Panitia

Puji syukur ke hadirat Allah yang Maha Pengasih atas segala
penyertaan, bimbingan dan pemeliharaan-Nya selama 50 tahun
kepada kita semua, umat Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang.
Paroki St. Vincen us a Paulo lahir pada tahun 1972. Keberadaannya
dak dapat dipisahkan dari SMAK St. Maria dan Seminari Tinggi CM yang
berada di Jl. Raya Langsep 45. Oleh karena ikatan sejarah yang sangat kuat
akhirnya orang lebih banyak menyebut Paroki St. Vincen us a Paulo
sebagai Paroki Langsep.

Paroki Langsep merupakan paroki kelima di Kota Malang. Pada
tanggal 9 April 1972, Rm. AJ. Wignjapranata,CM diangkat sebagai kepala pastor paroki Langsep yang pertama.
Saat itu kapel Seminari Tinggi CM-lah yang digunakan untuk mengadakan sakramen Ekaris . Sungguh luar
biasa perjalanan iman umat Paroki Langsep, dari awal berdirinya sampai sekarang. Dalam perjalanannya tentu
ada banyak rintangan dan godaan, namun karena iman dan ketekunan semuanya bisa terlewa dan teratasi,
bahkan kini Paroki Langsep terus berkembang, baik secara kualitas maupun kuan tas, baik dari sisi manusia
maupun sarana prasarana yang semakin memadai.

Kita bersyukur karena sekarang memiliki gedung gereja yang cukup megah, sirkulasi udaranya dan
situasinya mendukung umat untuk beribadah dengan layak. Ini tak lepas dari jasa orang-orang yang dengan
tulus ha dan ikhlas mau menyumbangkan pikiran, tenaga, waktu, dan materi bagi paroki kita yang tercinta ini.
Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua saja yang dengan se a dan penuh semangat ikut
ambil bagian membangun Paroki St. Vincensius a Paulo ini.

Tak lupa kami mengucapkan limpah terima kasih kepada segenap pani a yang telah bekerja keras tanpa
mengenal lelah sehingga segala rencana dan kegiatan dalam rangka HUT Paroki St. Vincen us a Paulo ke-50
tahun dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Keterlibatan umat di se ap kegiatan sungguh membuahkan
persaudaraan, baik dengan umat satu paroki, maupun dengan masyarakat.

Terima kasih pula kepada para donatur, seluruh umat Paroki St. Vincen us a Paulo Malang, dan semua
pihak yang turut membantu suksesnya rangkaian kegiatan HUT Paroki ke-50, baik secara moril maupun
materiil. Kiranya Tuhan senan asa memberikan berkat-Nya yang berlimpah kepada Anda semua.

Kami sungguh berharap semoga umat Paroki St. Vincen us a Paulo senan asa mampu menerapkan lima
keutamaan St. Vincen us, yakni kerendahan ha , kesederhanaan, kelembutan ha , semangat ma raga dan
semangat merasul untuk keselamatan jiwa-jiwa. Dengan demikian, seturut kharisma St. Vincen us kita
menjadi umat yang semakin peduli dan solider kepada mereka yang miskin dan terlantar, demi kemuliaan
nama Tuhan.

Buku kenangan yang diterbitkan dalam rangka pesta emas paroki ini diharapkan dak hanya sekadar
menjadi sebuah buku kenangan. Lebih dari itu, kami berharap kehadiran buku ini bisa menambah wawasan
dan kecintaan kita kepada paroki kita sekaligus mengingatkan kita untuk terus mensyukuri kasih dan
penyertaan-Nya yang luar biasa. Tuhan memberka .

Aloysius Samino
Ketua Pani a

018 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

3
Bagaimana
Semuanya Bermula:
Kronologis Berdirinya Gereja

Peziarahan selama 50 tahun...
Berawal dari ke adaan,

Membangun dalam perjuangan,
Dengan peluh dan kebersamaan,
Kini saatnya menuai berkat-Nya yang amat luar biasa,
Yang telah menganugerahkan BAHTERA dan memampukan
kami untuk menjadi PELITA dalam hidup menggereja.

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA 019

SEJARAH PAROKI ST. VINCENTIUS A PAULO, MALANG

Tuhan itu hidup dan secara ak f berkarya di tengah -tengah kita. Buk yang sangat
jelas nampak dalam sejarah gedung gereja paroki kita, yang tahun ini merayakan Hari Ulang
Tahun Emas, tepatnya pada 9 April 2022. Perayaan Ulang Tahun Emas ini akan dipusatkan
melalui Gebyar HUT Emas pada Minggu, 25 September 2022, berdekatan dengan perayaan
pesta pelindung paroki, yaitu Pesta Santo Vincen us a Paulo, 27 September.

Dalam merayakan 50 tahun keberadaannya, Paroki St. Vincen us a Paulo Malang
ingin merefleksikan kembali rahmat Tuhan yang berlimpah selama kurun waktu 50 tahun ini.
Harapannya ialah agar generasi penerus paroki menyadari betapa murah ha nya Tuhan
kepada Paroki Langsep ini. Karenanya generasi penerus patut menjadikan pengalaman ini
sebagai pijakan dalam perjalanan paroki selanjutnya.

Perkembangan gedung gereja paroki berjalan seiring dengan pertambahan umat
yang terus meningkat. Hal ini juga nampak dalam bertambahnya jumlah lingkungan di Paroki
Langsep. Ini juga buk kelimpahan rahmat Tuhan kepada Paroki Langsep khususnya, dan
Keuskupan Malang pada umumnya, dan akhirnya juga pada Gereja Indonesia dan universal.
Tanda kelimpahan rahmat Tuhan itu akan menjadi lebih konkrit lagi jika kita melihat
perkembangan lima bidang kehidupan berparoki, yaitu liturgi, pewartaan, paguyuban,
pelayanan dan kesaksian.

Menyadari rahmat Tuhan yang amat berlimpah itulah, maka Pani a Perayaan Ulang
Tahun Emas telah memilih tema perayaan 50 tahun Paroki St. Vincen us a Paulo: “Sungguh
Agung Karya-Mu Menjadikan Kami Pelita”.

Usia 50 tahun tentunya memberikan tantangan bagi gereja, khususnya Paroki St.
Vincen us a Paulo, terutama berhadapan dengan perkembangan zaman yang sangat pesat.
Paroki dituntut untuk mampu mendampingi dan mengembangkan kehidupan iman umat di
tengah segala perubahan zaman ini.

RP. Petrus Maria Handoko, CM

020 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

PENDAHULUAN

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Emas Paroki St. Vincen us a Paulo Malang
(yang dikenal dengan sebutan Paroki atau Gereja Langsep), sejarah paroki ditulis kembali
dengan menghimpun keterangan dan penjelasan yang lebih lengkap dari saksi-saksi
sejarah yang masih hidup. Catatan sejarah ini diharapkan akan menjadi sarana yang selalu
mengingatkan semua umat, terutama generasi muda, betapa besar kasih Tuhan kepada
umat di Paroki Langsep. Dengan demikian akan membangkitkan rasa syukur yang terus-
menerus dan mendalam, yang selanjutnya akan mendorong kita semua untuk membalas
kasih Tuhan melalui kata dan ndakan kerasulan nyata.

Pada saat merayakan Ulang Tahun Emas ini, masih terdapat pribadi-pribadi yang ikut
serta berperan dan menyaksikan lahirnya Paroki Langsep. Beberapa dari tokoh sejarah itu
dihadirkan dalam talk show yang diadakan oleh OMK pada tanggal 8 Januari 2022 yang
lalu. Mereka memberikan keterangan yang melengkapi catatan perihal sejarah gereja
yang tertuang dalam tulisan ini. Keterangan-keterangan juga dihimpun melalui
wawancara dengan beberapa sesepuh, yang menjadi saksi hidup kelahiran Paroki Langsep
pada 1972.

II. NAPAK TILAS BERDIRINYA PAROKI ST. VINCENTIUS A PAULO MALANG

A. Periode Gereja Nunut (9 April 1972 s/d 28 September 1986)

Lahirnya Paroki St. Vincen us a Paulo Malang terkait erat dengan kepindahan
Seminari Tinggi CM dari Kediri ke Jl. Raya Langsep 45, Malang, pada sekitar bulan April
1971 di bawah kepemimpinan Romo Emile Victor Bieler, CM. Kongregasi Misi telah
membeli tanah dan rumah yang sebelumnya bernama “Wisma Bhak ” yaitu asrama
mahasiswa Sekolah Tinggi Kedokteran Malang. Saat itu, Jalan Raya Langsep masih
berlumpur, sehingga ke ka truk pembawa perabot-perabot seminari lewat, para frater
harus memasang “sesek bambu” supaya truk bisa lewat dengan baik. Menurut Kons tusi
CM, Seminari Tinggi CM harus berada di dalam wilayah sebuah paroki agar para frater
yang dididik bisa mendapatkan tempat untuk la han pastoral.

Setelah Seminari Tinggi CM berada di Jl. Raya Langsep 45, Malang, mulailah dipikirkan
untuk mendirikan sebuah paroki baru. Menurut info dari Bpk. Nanang Suhernadi, Romo
Yulius Haryanto, CM pernah mengatakan bahwa Paroki St. Vincen us a Paulo Malang
diawali dengan dibentuknya sebuah quasi paroki, yang wilayahnya mencakup daerah
yang sebelumnya adalah wilayah Paroki Ijen, yaitu Kelapa Sawit, Bebekan (sekarang
lingkungan St. Andreas), Buah-buahan baru (sekarang lingkungan St.Louisa) dan wilayah
yang sebelumnya berada di bawah paroki Kayutangan, yaitu Tanjung-Mergan (sekarang
lingkungan St. Caecilia dan Fransiskus Xaverius), dan Bandulan-Kocek. Tidak jelas, sejak
kapan status quasi-paroki ini mulai dinyatakan.

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA 021

Sebelum didirikan secara resmi atau ke ka masih berstatus “quasi paroki”, sudah
dirin s adanya perayaan ekaris pada hari Minggu untuk umat. Perayaan ekaris nunut
diadakan di ruang tamu SMAK St. Maria di Susteran SPM yang saat itu berada di SMAK St.
Maria, Jl. Raya Langsep 41. Hal ini dilakukan karena adanya keterbatasan ruangan untuk
ibadat. Penyelenggaraan ekaris berlangsung atas kebaikan Suster Gerarda Maria
Verhoef, SPM, Kepala Sekolah SMAK St. Maria, serta atas izin dari Pastor Kepala Paroki St.
Maria Bunda Karmel, Ijen, Romo F. Wignyap rasetya, O.Carm.

Ke ka Seminari Tinggi CM sudah mempunyai kapel sendiri, dan seiring dengan
semakin bertambahnya umat, maka lokasi perayaan ekaris pun dipindah, yakni nunut di
kapel Seminari Tinggi CM di Jl. Raya Langsep 45. Sejak itu, secara ru n, perayaan ekaris
selalu berlangsung di Seminari Tinggi CM. Kecuali pada hari-hari besar, seper Natal,
Paskah, ataupun pesta nama pelindung paroki, perayaan ekaris diadakan di aula SMAK
St. Maria, atau di lapangan basket sekolah tersebut. Seper nya, karena kegiatan ibadat
Paroki St. Vincen us a Paulo banyak diselenggarakan di Jl. Raya Langsep, maka kemudian
lebih dikenal dengan nama Paroki Langsep.

022 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

Sejak bermukim di Jl. Raya Langsep 45, para frater CM mulai terlibat kegiatan di
kring-kring (lingkungan-lingkungan) baik di sekitar Taman Buah-buahan Baru maupun
daerah Tanjung, Mergan , Bandulan, dan Wagir. Meski sarana dan prasarana masih serba
sangat terbatas pada saat itu, namun karena penyertaan Roh Kudus, maka kerja sama
antara umat setempat dengan para romo dan frater CM semakin hari semakin kokoh. Hal
ini menambah jumlah umat yang mengiku perayaan Ekaris di seminari.

Saat jumlah umat yang hadir dalam perayaan ekaris di Seminari Tinggi CM mulai
mencapai angka seratus orang, muncullah kerinduan dalam diri umat untuk segera
menjadi sebuah paroki. Roh Kudus menjawab kerinduan umat tersebut, karena ternyata
sejalan dengan keinginan Uskup Diosis Malang waktu itu, yakni Mgr. A.E.J. Albers , O.Carm
(Alm), yang menginginkan berdirinya paroki baru. Beliau kemudian memberikan izin
berdirinya sebuah paroki baru, paroki kelima di Kota Malang, yaitu Paroki St. Vincen us a
Paulo, pada tanggal 9 April 1972. Sebagai pastor kepala paroki ditunjuklah Rm. A.J.
Wignjapranata, CM. Meski sudah resmi sebagai sebuah paroki, namun untuk sementara
waktu umat paroki masih nunut di Kapel Seminari Tinggi CM saat perayaan ibadat. Jumlah
umat paroki pada tahun 1972 itu mencapai sekitar 200 orang.

Sebagai pastor paroki pertama, Romo A.J. Wignjapranata, CM langsung mengadakan
pendekatan dengan beberapa warga paroki untuk membentuk pani a pembangunan
gedung gereja. Terpilih sebagai ketua ialah Bpk. R.M.I.P Djaja Endra dengan Bpk. J. Tatok
Sunarto sebagai k-etua II. Jabatan sekretaris dipercayakan kepada Bpk. J.B. Sakry dan

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA 023

posisi bendahara dipegang oleh Bpk. J. Tirto Muljo. Mereka berusaha mencari lokasi yang
tepat untuk digunakan sebagai tempat beribadah, namun usaha mereka belum berhasil.

Selama periode ini, perayaan ekaris untuk umat pada hari Minggu diadakan di Kapel
Seminari Tinggi CM. Sementara itu, perayaan ekaris harian mengiku jadwal misa harian
para frater yang juga diadakan di kapel yang sama. Ke ka Paskah dan Natal, perayaan
ekaris tetap diselenggarakan di aula SMAK St. Maria. Pada awal mulanya, petugas-
petugas misa termasuk koster ditangani oleh para frater. Termasuk menyiapkan segala
kebutuhan untuk misa. Sekitar tahun 1978-1979, Frater Antonius Sad Budianto, CM yang
banyak berperan sebagai koster dalam menyiapkan kebutuhan misa. Kor paroki terdiri
atas para frater dan umat terdekat yang berminat menyanyi. Para frater dan umat
berla h bersama, dengan organis dan dirigen juga dari frater. Dirigen dan pemimpin kor
yang ulung pada periode ini ialah Bpk. Andreas Idjono dari Lingkungan Bebekan. Saat itu,
belum dibentuk DPP atau BPGDA.

Pada periode ini, sekitar tahun 1979, sudah didirikan organisasi Legio Maria dengan
bantuan Ibu Be y Diah Wahyuningsih sebagai Ketua Senatus Malang. Ibu Be y
melakukan kunjungan ke paroki dan kemudian dibentuklah Presidium Maria Pertolongan
Orang Kristen (MPOK) dengan frater Lauren us Karsiyanto , CM sebagai pembimbing.
Sebagai ketua: Bpk. Brotosuyoso; sekretaris: Frater Petrus Maria Handoko, CM;
bendahara: Ibu Benyamin.

024 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP



hanya boleh dibangun sekolahan yang kemudian dilengkapi dengan aula serba guna.
Maka Romo Paroki mengadakan kerja sama dengan para suster dari Kongregasi Suster
Santa Perawan Maria yang sepakat akan mendirikan sarana pendidikan TKK dan SDK
Santa Maria III di lokasi tersebut, bersamaan dengan pembangunan aula serba guna. Aula
serba guna inilah yang kemudian digunakan sebagai gedung gereja awal.

Banyak umat yang nggal di wilayah Paroki Langsep yang ikut membantu upaya
pembangunan gedung serba guna yang berbentuk huruf L itu. Meski sekarang bangunan
gedung serba guna itu sudah dak ada lagi, jasa mereka yang ikut membangun tetap
tertanam di ha semua umat Paroki St. Vincen us a Paulo , Malang.

Gedung serba guna yang dimanfaatkan sebagai gedung gereja ini diberka oleh
Uskup Malang saat itu, yakni Mgr. F.X. Hadisumarta, O.Carm dan diresmikan oleh
Walikota Malang, Bapak Tom Uripan, S.H., pada tanggal 28 September 1986. Gedung
serba guna ini hadir kurang lebih setahun setelah pembelian tanahnya.

Romo Vikaris Jendral Keuskupan Malang pada waktu itu, Romo Piet Go Twan An, O.
Carm, ke ka datang dan merayakan ekaris di gedung serba guna itu sempat menyeletuk,
“gedung gerejanya seper kamar mandi” . Sebutan itu muncul karena tekel yang dipasang
di tembok adalah tekel pu h empat persegi, yang memang biasanya dipakai di kamar
mandi. Sejak itu, gedung serba guna sering dijuluki banyak umat sebagai “Gereja Kamar
Mandi.”

026 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

- 027

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA

Pembangunan Kantor dan Pastoran
Semakin hari Paroki Langsep semakin berkembang. Setelah masa jabatan Rm. Yulius

Haryanto, CM, berakhir, beliau digan kan oleh Rm. Johannes Widajaka Pranata, CM.
Romo Widajaka mempunyai gagasan untuk melengkapi kebutuhan perkantoran dan
pastoran. Maka pada masa jabatan beliau, dibangunlah gedung perkantoran dan
pastoran, yang memang sangat dibutuhkan untuk sebuah paroki. Gedung pastoran dan
perkantoran ini diberka dan diresmikan penggunaannya oleh Uskup Malang, Mgr. H.J.S.
Pandoyoputro, O.Carm pada tanggal 30 Nopember 1990 .

Pembangunan Aula Griya Agape
Pada tahun 2002, Paroki St. Vincen us a Paulo telah sangat berkembang. Jika pada

awal berdirinya, jumlah umat hanya sekitar 200 jiwa, maka pada tahun 2002, yaitu 30
tahun setelah perjalanannya, jumlah umat berkembang menjadi sekitar 1.800 jiwa.
Dengan kondisi demikian, paroki membutuhkan lebih banyak sarana dan prasarana untuk
menumbuhkembangkan iman umat, baik di dalam lingkup paroki maupun dalam
masyarakat.

Pada saat itu juga telah mbul pemikiran untuk pemugaran gedung gereja. Sebagai
langkah awal, Rm. Silvano Pon celli, CM yang pada waktu itu menjadi pastor paroki,
mengagas pembangunan aula Griya Agape. Pembangunan Griya Agape ini dipandang
sebagai persiapan jika di kemudian hari gedung gereja benar-benar dipugar, maka
kegiatan peribadatan umat paroki bisa dilakukan di Griya Agape dan dak terhambat.

028 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

Aula Griya Agape mempergunakan areal tanah yang merupakan ex gedung SDK Santa
Maria 3, yang saat itu sudah dipindahkan dari Jl. Ananas 41 ke Jalan Markisa. Melalui
pembicaraan dengan pihak Yayasan Dharma Putri yang mengelola sekolah -sekolah milik
Kongregasi SPM, disepaka bahwa gereja memberi gan uang sebesar Rp. 87.000.000,00.
(delapan puluh tujuh juta rupiah). Untuk dapat mengumpulkan dana ini, dibentuklah
pani a kecil yang diketuai oleh Ibu Sarna Tritya . Ibu Sarna menggali dana dengan cara
membuka kotak sumbangan dan mengadakan undian berhadiah. Ke ka dana sudah
terkumpul, maka bangunan lama dirobohkan dan dibangunlah kembali menjadi gedung
dua lantai. Lantai bawah menjadi tempat kegiatan-kegiatan paroki, sedangkan lantai atas
dipergunakan sebagai aula.

Dalam kurun waktu kira-kira sebulan setelah pani a pembangunan dibentuk sampai
sebelum penyelesaian pembangunan aula Griya Agape, terjadi pergan an pastor paroki
beberapa kali, yaitu dari Romo Johannes Widajaka Pranata, CM ke Romo Ber nus Bani
Suatmadji, CM dan kemudian dari Romo Bani ke Romo Paulus Eko Nurbandrio, CM. Romo
Eko Nurbandrio inilah yang akhirnya menyelesaikan pembangunan aula Griya Agape.

Pembangunan gedung Griya Agape menelan biaya sebesar Rp. 186.249.747,00
dengan sisa uang di kas pani a masih sebesar Rp. 33.970.739,00. Bila ditambah dengan
biaya pembelian tanah untuk aula maka total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp.
270.000.000,00 (dua ratus tujuh puluh juta rupiah).

Bagian dalam/depan Griya Agape 029
-

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA

Pembangunan Rumah Tinggal Untuk Karyawan Gereja
Untuk kesejahteraan karyawan paroki serta ak vitas pewartaan di lingkungan, Romo

S. Pon celli, CM berinisia f membeli sebuah rumah di daerah Mergan (ada di wilayah
Lingkungan Cecilia), tepatnya di Jl. Mergan Kelurahan Blok E No. C5, Kelurahan
Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Rumah itu direnovasi terlebih dahulu
sebelum ditempa atau digunakan oleh staf kantor paroki.

Perbaikan Makam Katolik Milik Lingkungan Bernardus
Lingkungan Bernardus memiliki sebidang tanah yang telah dimanfaatkan untuk makam

Katolik bagi warga paroki, terutama warga Lingkungan Bernardus, Agus nus, dan Carolus
(beserta lingkungan sekitarnya hasil pemekaran). Pada tahun 2000, pengurus makam
melaporkan terjadinya tanah longsor di lokasi pemakaman yang berada di atas tebing,
sehingga diperlukan pembuatan plengsengan untuk menahan longsoran. Dengan
persetujuan BPGDA, maka dibangunlah plengsengan tersebut.

030 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

Poliklinik Beata Rosalie Rendu
Pada saat pe-ndirian gedung serba guna Griya Agape, Seksi Sosial Paroki (SSP)

mendapat ruang khusus untuk kegiatan SSP. Dalam perayaan-perayaan gerejani tertentu

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA 031

(Natal, HUT Paroki, Paskah, dsb) SSP mengadakan pengobatan gra s untuk umat dan
masyarakat umum dengan meminta bantuan para dokter yang berdomisili di Paroki
Langsep.

Dalam perkembangannya, pada tahun 2002 diputuskan untuk menambah kegiatan
SSP dengan mendirikan Poliklinik. Untuk itu dipilih nama Poliklinik Beata Rosalie Rendu
dan diresmikan oleh Rm. Eko Nurbandrio, CM sebagai pastor paroki. Poliklinik ini berdiri
di bawah SSP.

Pada tahun 2009, ada peraturan pemerintah yang mengharuskan poliklinik
mempunyai izin dari Instansi kesehatan pemerintah. Karena pengurus SSP mengalami
kesulitan dalam pengurusannya, maka kegiatan poliklinik diis rahatkan.
C. Periode Gereja Bahtera (4 Mei 2008 s/d sekarang)

Umat Paroki Langsep adalah umat yang tulus dan bersyukur, tekun beribad ah tanpa
mempermasalahkan wujud gedung gereja mereka, yang pada waktu itu dikenal sebagai
“Gereja Kamar Mandi”. Namun, jauh di lubuk ha mereka, lahir sebersit harapan untuk
bertemu Tuhan dalam ‘rumah’ yang lebih layak.

Gedung serba guna yang disulap menjadi gereja sudah dak memadai untuk
menampung umat yang semakin bertambah dan bertumbuh. Gedung itu juga mulai rusak

032 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

di beberapa k dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya.
Keadaan inilah yang mendorong anggota BPGDA bersama Romo Agustinus Sukaryono,
CM (Romo Yoyon, Pastor Paroki pada waktu itu) untuk melanjutkan cita-cita Romo
Silvano Pon celli, CM merenovasi gedung gereja tersebut. Per mbangan-per mbangan
tersebut dapat digambarkan lebih rinci sebagai berikut:

i. Kapasitas gedung kurang memadai

Pada saat gedung gereja dibangun sekitar tahun 1985, jumlah umat paroki tercatat
sekitar 867 jiwa, sehingga gedung gereja yang saat itu dibangun dianggap sudah
sangat memadai sebagai tempat ibadat. Namun beberapa tahun kemudian ternyata
jumlah umat di paroki ini semakin berkembang, sehingga gedung aula yang pada
awalnya dimaksudkan sebagai gedung pertemuan bagi umat terpaksa dibuka dan
dimanfaatkan juga sebagai ‘perluasan’ dari gedung gereja.

ii. Kondisi bangunan keropos dan sering mengalami banjir
Pemugaran gedung gereja dirasakan sangat mendesak karena kondisi obyek f
gedung gereja “kamar mandi” saat itu sudah membutuhkan perbaikan total. Hal yang
dimaksudkan dengan kondisi obyek f adalah posisi gedung gereja yang lebih rendah
dari Jalan Ananas. Posisi ini mengakibatkan gedung gereja pas kemasukan air yang
mengalir dari jalan jika datang hujan lebat. Untuk mengatasi kondisi ini telah dibuat
pula saluran pembuangan yang lebih besar, namun ternyat a hasilnya kurang
memuaskan. Selain itu, kondisi atap dan beberapa kayu atap memang sudah
membutuhkan penggan an karena di banyak tempat ditemukan kayu yang sudah
lapuk (keropos).

- 033

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA

iii. Tidak adanya izin resmi gereja

Selama hampir 21 tahun, perizinan gedung gereja Paroki St. Vincen us a Paulo masih
sedikit mengambang dari sisi hukum, karena gedung gereja yang saat itu digunakan
belum mempunyai izin sebagai sebuah gedung gereja. Izin yang ada hanyalah sebagai
suatu tempat ibadat dan aula dari SDK Santa Maria 3, plus ser fikat kepemilikan tanah
yang diperoleh pada tanggal 28 September 1997.

Bila menilik proses kerja pani a pembangunan gedung gereja kala itu yang berjuang
untuk memperoleh hasil yang op mal, maka yang ada saat itu tentu merupakan sebuah
hasil pemikiran dan kerja keras yang luar biasa. Sebab kala itu izin gereja memang dak
mungkin diberikan. Namun saat situasi masyarakat sudah berubah, sepantasnya kita
perlu meneruskan upaya pani a pembangunan gedung gereja waktu itu, yaitu
menjadikan gedung gereja Paroki St. Vincen us a Paulo sebagai gedung gereja yang
sungguh-sungguh memiliki izin sebagai gedung gereja. Hal ini tentu mendesak dilakukan,
mengingat pemimpin pemerintahan Kodya Malang saat itu sudah memberikan isyarat
bahwa bila kita mau mengurus surat izin gereja maka mereka dak akan mempersulit.
“Lampu hijau” dari pemimpin pemerintahan Kodya Malang dan juga penerimaan
masyarakat sekitar terhadap keberadaan gedung gereja Paroki St. Vincen us a Paulo
tentu perlu segera disikapi. Sebab selain dak bisa berdiam diri dengan izin yang sudah
ada sekarang, tentu kita juga perlu mewaspadai gerakan kelompok tertentu yang sering
mencari-cari alasan untuk menutup tempat ibadah tertentu. Jangan sampai kekurangan

034 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

dari sudut perizinan yang ada pada gedung gereja kita membuat kerugian yang lebih
besar karena hanya mendiamkan saja perizinan yang ada.

Pani a Pembangunan Gereja dan Kekuatan Doa Yang Membuat Semuanya
Terjadi

Pada masa Romo Agus nus Sukaryono, CM menjabat sebagai pastor paroki,
dibentuklah Pani a Pembangunan Gereja. Ketua Umum I: Romo Agus nus Sukaryono,
CM; Ketua Umum II: Romo Petrus Maria Handoko, CM. Sebagai Ketua Pani a ialah Bpk.
Drs. Ekita Lokmansuy, Ak. Seksi perencanaan ialah Ibu V .M. Hermien Sasmito dan Zenia
Astrid Sasmito, ST. Pani a pembangunan gereja dibantu oleh Seksi Pelaksanaan, yang
kemudian lebih sering disebut sebagai Tim 6, yaitu enam orang yang secara sukarela
membantu pelaksanaan pembangunan gedung gereja. Mereka ini bukan pemborong,
tetapi ikut merencanakan, mendampingi, dan mengawasi pembangunan tanpa
mendapatkan upah apapun. Mereka itu ialah Bapak F.X. Hidayat, Bapak Paulus Singgih H.
Wijaya, Bapak Gan William L, Bapak R. Tjahyono L, Bapak L. Buntario, Bapak M. Ch. Heru
Juwono. Keenam orang itu berasal dari paroki tetangga, dan bertekad untuk membantu
pembangunan gereja tanpa upah. Dalam pelaksanaannya, mereka dimotori oleh Bpk.
Hidayat yang hampir se ap hari terlibat dalam proses pembangunan , langkah demi
langkah.

Tentu pada awalnya pan i a kecil yang dibentuk hanya ‘berani’ merencanakan
membangun gedung gereja yang sederhana, karena kita hanya memiliki mo dal awal yang
rela f minim. Dari berita di Bule n Sinar Kecil edisi 6 Agustus 2006, ditulis: dana yang
terkumpul sampai dengan 28 Juli 2006 adalah sebesar Rp. 285.296.937,00. Dengan modal
yang sangat kecil ini boleh dibilang mereka adalah orang-orang pemberani dan nekat.
Tapi ada satu kenyakinan , “Kalau memang ini adalah proyek Allah, Dia sendiri yang akan
mencukupi segala sesuatunya. Dan memang inilah yang terjadi! Allah telah bekerja
melalui tangan-tangan yang dikehendaki-Nya.”

Pada tanggal 25 November 2006, dimulailah pembangunan Gedung Gereja yang
baru. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bapak Uskup Malang, Mgr. H .J.S.
Pandoyoputro, O. Carm.

- 035

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA

Ke ka izin pembangunan telah diperoleh dan pani a pembangunan mulai bekerja,
Romo Yoyon dipindahtugaskan ke Paroki Regina Pacis di Magetan. Pimpinan paroki
kembali diberikan kepada Romo Silvano Pon celli, CM yang sekaligus menjadi Ketua
Umum I Pani a Pembangunan Gereja. Ketua Umum II tetap dijabat oleh Romo Petrus
Maria Handoko, CM yang menerima tongkat estafet pembangunan dengan penuh
semangat dan dedikasi.

Seksi dana yang diketuai Bpk. C.J. Ardian dan didampingi oleh Romo Handoko, CM,
giat mencari dana di paroki-paroki CM di Surabaya. Sambutan umat paroki sendiri, umat
Surabaya, dan para sahabat yang murah ha di luar paroki sungguh luar biasa. Pani a
pembangunan gereja ini bekerja tanpa le h dan putus asa, disertai dukungan umat paroki
yang sepenuh ha dalam doa, baik dalam misa kudus, doa-doa lingkungan, dan terutama
dalam doa-doa pribadi mereka.

Dengan segala keahlian masing masing, Tim 6 telah mewujudkan impian umat Paroki
Langsep akan sebuah gedung gereja yang representa f. Tim 6 telah bekerja keras tanpa
upah—menurut Mat 10:10, se ap pekerja patut mendapat upahnya—kita berdoa
semoga upah yang besar telah dilimpahkan Tuhan kepada mereka di dunia ini dan kelak
di surga.

Gagasan dasar sebagai bahtera berasal dari Tim 6 yang kemudian dikembangkan oleh
seksi perencanaan dalam kerja sama dengan Tim 6. Juga perencanaan dekorasi kaca

mah merupakan hasil kerja sama antara Pani a dan Tim 6. Kekayaan dan kedalaman
rohani tercermin dalam dekorasi yang dipilih.

036 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

- 037

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA

Tidak dapat dilupakan jasa Romo Agus nus Sukaryono, CM yang berani memulai
semua ini dengan keyakinannya yang besar akan penyertaan Allah. Beliau pernah
mengatakan, “Sebetulnya, mana yang lebih dulu, ayam atau telur? Modal atau mengurus
perizinan?” Romo Yoyon telah memulainya dengan modal yang sangat besar , yakni IMAN
bahwa Tuhan akan menyelesaikan semuanya dengan baik.

Banyak donasi yang mengalir untuk pembangunan gedung gereja kita. Romo
Handoko, di sela kesibukannya mengajar di STFT dan mengemban tugas struktural
Kongregasi Misi, tanpa kenal lelah mendampingi Pani a Pembangunan dan Tim 6 dalam
merampungkan pembangunan. Peran dan kehandalan pani a pembangunan gereja

038 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

dalam bernegosiasi, dimotori oleh Ibu Lanny Pangat dan Bpk. Ardian, nampak dalam
penawaran untuk pembelian rumah Jalan Ananas 30, yang kemudian menjadi rumah
Pastoran yang baru.

Berkat tangan dingin pani a pembangunan gereja dan dibantu oleh Tim 6, pada
akhirnya berhasil dibangun Gedung Gereja senilai Rp. 4.200.000.000,00 (empat miliar dua
ratus juta rupiah). Tangan Tuhan bekerja !

Allah telah memilih orang-orang yang tepat untuk mengerjakan proyek-Nya.
Semuanya terjadi dan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Inilah sekarang yang dapat
kita saksikan dan nikma : GEDUNG GEREJA BARU YANG MEGAH, yang kita semua dak
pernah membayangkan akan memilikinya. Gedung gereja yang indah, yang diharapkan
dapat lebih mengarahkan ha segenap umat kepada -Nya. Gedung gereja yang baru ini
diberka oleh Uskup Malang, Mgr. H.J.S. Pandoyoputro , O. Carm dan diresmikan
penggunaannya oleh Walikota Malang Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP. pada tanggal 4 Mei
2008.

- 039

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA

Berdasarkan data yang ada, maka pendanaan pembangunan gedung gereja ini telah
melibatkan semua pihak, mulai dari Hierarki Gereja (Keuskupan Malang dan Kepausan),
warga paroki, umat Katolik di luar paroki serta perusahaan dan pribadi yang dijamah
Tuhan untuk ikut berpar sipasi. Dana yang terkumpul mencapai Rp. 5.000.000.000,00
(lima miliar rupiah). Kelebihan dana 800 juta rupiah disimpan dalam bentuk deposito
untuk biaya pemeliharaan gedung gereja.
Rumah Pastoran Yang Terpisah

Baru saja pembangunan gedung gereja selesai, datang penawaran dari pemilik rumah
Jalan Ananas No. 30 yang lokasinya tepat berseberangan dengan gedung gereja, agar
rumahnya dapat dibeli. Dengan banyak per mbangan , antara lain agar romo paroki dapat
menikma saat is rahatnya dengan baik dan ruang pastoran lama dapat dimanfaatkan
untuk kebutuhan gereja yang lain, maka penawaran ini disambut dengan baik. Untuk itu,
BPGDA menjual investasi tanah yang dibeli Romo Pon celli, CM di daerah Bandulan pada
bulan September 2007 dengan harga Rp. 285.000.000,00. Pada tanggal 30 Mei 2008,
BPGDA bersama Romo S. Pon celli, CM membeli rumah tersebut dengan down payment
sebesar Rp.300 juta. Sisanya Rp. 323.410.000 dicicil selama 2 (dua) tahun dan telah lunas
pada 30 Desember 2010. Berar pasturan baru itu dibeli dengan nilai Rp. 623.000.000.
Jika ditambahkan dengan renovasi dan lain-lain, angkanya mencapai sekitar Rp.
650.000.000,00.

Terima kasih Tuhan untuk berkat-Mu bagi Paroki kami.

040 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGBISUKBUERKDEINRAINNYGAAGNE5R0ETJAHUN PAROK0I 4S1VAP



IV. LINGKUNGAN

Awal berdirinya, Paroki Langsep terdiri dari ga kring eks Paroki Ijen dan Kayutangan,
yaitu kring Taman Buah-buahan baru (eks Paroki Ijen), kring Bebekan (eks Paroki Ijen),
dan kring Bandulan (eks Paroki Kayutangan). Oleh Romo Haryanto, CM ke ga kring
diubah namanya dengan memakai nama santo santa pelindung, masing-masing
Lingkungan St. Louisa (Taman Buah-buahan Baru), St. Andreas (Bebekan), dan St.
Bernardus (Bandulan).

Dalam perkembangannya, wilayah Tanjung diserahkan juga ke Paroki Langsep dan
menjadi dua lingkungan, masing-masing adalah Lingkungan St. Caecilia dan St. Fransiskus
Xaverius. Mengingat luasnya wilayah Lingkungan St. Bernardus yang mencakup sampai
Mulyorejo, maka lingkungan ini kemudian dipecah menjadi ga lingkungan yaitu St.
Bernardus, St. Karolus, dan St. Agus nus. Dengan adanya daerah permukiman baru di
utara Jl. Raya Langsep, maka oleh Paroki Ijen diserahkan kepada paroki Langsep pada
tahun 1982 dan diberi nama Lingkungan St. Agnes.

Pada tahun 2000, dengan berkembangnya pemukiman baru di daerah Terusan Dieng,
maka Lingkungan St. Agnes harus dipecah menjadi ga, yakni menjadi Lingkungan St.
Agnes, St. Katarina, dan St. Kristoforus. Secara geografis, Lingkungan St. Kristoforus masuk
wilayah Paroki St. Andreas, Tidar. Namun karena belum adanya sarana jalan yang
menghubungkan lingkungan ini dengan Paroki Tidar, maka oleh Keuskupan
di pserahkan kepada Paroki Langsep.

Pada tahun 2-006 dirasakan wilayah Lingkungan St. Agus nus terlalu luas, maka
dipecah menjadi dua lingkungan yaitu St. Agus nus dan St. Yohanes Pemandi. Tahun

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA 043

044 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP

BAGAIMANA SEMUANYA BERMULA : KRONOLOGIS BERDIRINYA GEREJA 045

: Jl. Bandulan Gang VIII

046 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP


Click to View FlipBook Version