Kegiatan Rohani Umat
Sebagai sebuah paroki yang sudah berusia bertepatan dengan hari raya St. Vincensius, dan
50 tahun, paroki Langsep memiliki berbagai perayaan-perayaa lain yang masuk dalam kalender
kegiatan yang dilakukan untuk Vincen an.
menumbuhkan iman umat. Kegiatan-kegiatan itu
adalah perayaan sakramen, doa lingkungan, Di paroki Langsep ini juga diselenggarakan
pendalaman Kitab Suci, pembinaan-pembinaan, misa arwah se ap Selasa minggu kedua secara
rekoleksi umat, dan kegiatan amal. online dan offline. Latar belakang diadakannya
misa arwah se ap bulan ini adalah untuk
Kegiatan sakramen yang paling utama tentu mendoakan para saudara yang meninggal tanpa
Ekaris . Sakramen Ekaris dilakukan sepanjang mendapatkan pelayanan rohani yang layak dan
tahun liturgi Gereja dan bertempat baik di paroki, pendampingan keluarga di masa pandemi Covid-
lingkungan, kapel, maupun komunitas-komunitas. 19 ini. Melalui pelayanan misa arwah ini
Khusus di paroki, ada perayaan Ekaris harian yang diharapkan banyak orang mendapatkan
diadakan se ap hari pukul 05.30 dan mingguan kesempatan untuk berdoa bagi sanak kerabat yang
yang diadakan empat kali yakni: Sabtu sore pukul telah meninggal, namun belum sempat
17.00, Minggu pukul 06.00, 08.00, dan 17.00. memberikan penghormatan terakhir maupun doa
bagi mereka. Selain melayani misa arwah secara
Di antara perayaan Ekaris yang dilakukan, umum, diadakan juga pelayanan misa arwah
ada beberapa perayaan yang menjadi kekhasan individual, yang juga dilakukan secara online dan
paroki Langsep yang berdiri di bawah offline.
perlindungan St. Vincen us. Perayaan itu adalah
misa novena medali wasiat, misa HUT paroki yang
Misa Syukur Imlek Penerimaan Komuni Pertama
Rekoleksi PraPaskah Misa Paskah Lansia 099
DOA MENJADI KEKUATAN KITA DALAM BERKARYA
Pembukaan Bulan Maria Misa Kudus
Ziarah umat lingkungan dalam rangka bulan Maria
Selain sakramen Ekaris , di paroki Langsep untuk pendalaman Kitab Suci. Selain misa yang
juga dilakukan pelayanan sakramen bap s, baik dikhususkan untuk pembukaan dan penutupan
bayi maupun dewasa, penerimaan sakramen bulan Kitab Suci, di lingkungan-lingkungan juga
Ekaris /komuni pertama, sakramen penguatan, diadakan pendalaman Kitab Suci dengan tema-
sakramen tobat, khususnya selama masa Adven tema yang diberikan oleh keuskupan. Hal ini
dan Prapaskah (namun dak menutup lakukan karena sadar bahwa Kitab Suci merupakan
kemungkinan juga dilakukan di waktu lain sesuai sumber iman bagi kita semua.
dengan keperluan umat), sakramen pengurapan
orang sakit, dan sakramen pernikahan. Demikianlah kegiatan-kegiatan rohani yang
diadakan di paroki Langsep yang menjadi
Hidup rohani umat paroki Langsep juga penopang iman umat. Sebagai sebuah paroki
ditumbuhkan melalui kegiatan-kegiatan rohani Vinsensian, umat dak hanya diajar bagaimana
seper rekoleksi dan seminar, baik untuk umat melakukan karya karita f tetapi juga diajar
maupun untuk para petugas liturgi. Doa-doa bagaimana karya karita f itu harus bersumber dari
lingkungan dengan berbagai tema dan intensi, hubungan yang mesra dengan Tuhan. Semangat
adorasi, dan jalan salib juga diadakan secara ru n Vincen us menjadi inspirasi nyata dalam
baik di lingkungan maupun di paroki untuk menhaya hidup rohani dan pelayanan: “Berilah
semakin mendorong pertumbuhan iman umat. aku seorang pendoa, dan ia akan mampu
melakukan segala-galanya.” (Sugiyo)
Se ap bulan September, bersama dengan
bidang pewartaan diadakan berbagai kegiatan
100 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Melayani dalam MisaLLiivvee--SSttrreeaammiinngg
T erdapat banyak pilihan dalam pelayanan Hal tersebut disadari oleh Pak Hadi Subroto,
di bidang liturgi. Menjadi lektor, selaku koordinator audio-visual di gereja. Akhirnya
pemazmur, petugas kor, maupun petugas beliau mengumpulkan mereka yang bisa dan mau
lain. Secara khusus di paroki St. Vincen us a Paulo, melayani misa live streaming, dan terbentuklah
terdapat satu tugas yang cukup pen ng namun
m streaming.
dak umum di Keuskupan Malang, yaitu menjadi Sesungguhnya pembentukan m streaming
petugas operator LCD. Ya, sejak sekitar tahun 2010,
di paroki St. Vincen us a Paulo disediakan LCD dak semudah itu. Karena berangkat dari nol,
untuk menayangkan lagu-lagu misa, guna pengetahuan tentang streaming belum terlalu
memudahkan umat dalam mengiku perayaan banyak, sehingga masih harus meminta bantuan
ekaris . dari berbagai pihak di luar Paroki Langsep. Bahkan
waktu itu untuk kamera, masih menggunakan
Awal mulanya, LCD hanya digunakan pada kamera pribadi milik anggota m streaming
saat hari raya, seper Natal dan Paskah. Namun (kamera milik Pak Rudi).
seiring berjalannya waktu, melihat bahwa banyak
umat mulai nyaman dan terbantu dengan adanya Awal sebuah langkah juga pas daklah
LCD, maka petugas operator LCD dibuat ru n dan sempurna. Sempat pada awal mula berjalannya
ada dalam se ap misa mingguan. streaming di Paroki Langsep, ada kendala teknis
seper suara yang dak keluar, atau ba- ba
Petugas operator LCD biasanya adalah anak- siaran langsung berhen di tengah jalan. Selain itu,
anak muda (usia Remaka-OMK) dari lingkungan karena keterbatasan sumber daya manusia
yang bertugas kor. Alasannya sederhana, untuk terutama dalam hal teknologi, pengambilan
memudahkan koordinasi antara urutan teks yang gambar seringkali kurang tepat dan pergerakan
ditampilkan dengan yang dinyanyikan. Selain itu kamera masih kasar. Hal tersebut sering menjadi
secarea khusus anak-anak muda dilibatkan karena keluhan umat. Kri k dan masukan tersebut
para pengurus gereja waktu itu merasa bahwa ditampung oleh m streaming untuk terus
anak muda lebih paham tentang teknologi, serta melakukan perbaikan.
anak muda harus dirangkul untuk mau melayani
sejak dini. Berkat segala permasalahan yang hadir, m
streaming menjadi lebih paham dan tahu
Kehadiran petugas LCD dengan
memberdayakan anak-anak muda ini, akhirnya
menjadi sebuah “kebutuhan” bagi umat. Bukan
hanya bagi umat paroki kita, namun juga umat dari
paroki lain yang mengiku perayaan ekaris di
paroki St. Vincen us a Paulo ini.
Namun sejak pandemi, kebutuhan umat
sudah bukan tentang LCD saja. Karena banyak
umat yang dak bisa misa di gereja, petugas LCD
dak dibutuhkan lagi dan yang dibutuhkan umat
adalah pelayanan dalam bentuk misa streaming.
DOA MENJADI KEKUATAN KITA DALAM BERKARYA 101
penanganan seper apa yang harus diambil saat arwah umum se ap bulannya secara live
menghadapi aneka situasi yang dak terduga. Saat streaming.
ini, m streaming sudah semakin profesional
dalam melakukan tugasnya. Selain itu, peralatan Selain melayani misa arwah umum, m
yang dimiliki dan digunakan sudah cukup lengkap, streaming juga melayani misa arwah individu dan
mulai dari kamera, kabel, maupun perlengkapan- pelayanan misa untuk komunitas-komunitas yang
perlengkapan sekunder lain untuk mendukung membutuhkan misa secara live streaming. Sejauh
kelancaran live streaming. Aneka peralatan ini, seper nya Paroki St. Vincen us a Paulo
tersebut diperoleh dari sumbangan dan ada yang Malang, adalah paroki pertama yang mengadakan
dibeli menggunakan dana paroki. misa arwah individu secara streaming. Sebab,
banyak warga paroki lain yang pernah meminta
Didukung oleh perlengkapan yang cukup misa arwah individu secara live streaming di Paroki
memadai dan merupakan milik sendiri (bukan dari Langsep. Hingga bulan Mei lalu, masih ada umat
menyewa), m streaming Paroki St. Vincen us a yang membutuhkan pelayanan misa arwah
Paulo mampu untuk memberikan pelayanan lebih individu secara live streaming.
maksimal dan fleksibel. Se ap bulannya, diadakan
misa arwah umum secara online. Tidak hanya misa arwah, se ap bulannya m
streaming juga menerima permintaan pelayanan
Misa arwah umum ini adalah ide dan misa secara live streaming oleh m doa VAM. Tim
permintaan dari Rm. Petrus Maria Handoko, CM doa VAM (Vox Angelica Mariae) adalah m doa
selaku pastor paroki. Beliau memiliki ide untuk yang dibentuk oleh Rm. Petrus Maria Handoko, CM
mengadakan misa arwah umum, karena melihat sejak tahun 2008. Se ap bulan, Rm. Petrus Maria
bahwa akibat pandemi, banyak warga yang Handoko, CM bersama VAM ru n mengadakan
kesulitan mengadakan doa maupun misa arwah di misa untuk orang sakit.
rumah atau di lingkungan untuk anggota
keluarganya yang sudah meninggal. Apalagi, pada Sebelum pandemi, misa untuk orang sakit
masa pandemi ada larangan untuk berkumpul, diadakan secara luring dan dihadiri oleh banyak
sedangkan ada umat kita yang meninggal (entah sekali umat dari luar kota. Karena kebanyakan
karena covid-19 maupun karena penyakit lain), umat yang mengiku misa orang sakit datang dari
yang juga perlu didoakan. Sebelum adanya misa luar kota, mereka kesulitan datang ke gereja saat
arwah secara streaming, banyak orang yang pandemi. Selain karena dari luar kota, juga karena
melakukan doa secara virtual menggunakan ada pembatasan jumlah umat yang boleh datang
aplikasi zoom, sehingga doa menjadi dak nyaman ke gereja. Itulah sebabnya mengapa misa untuk
dan sulit khusyuk. Atas dasar itulah, diadakan misa orang sakit diadakan secara daring.
Terhitung sejak awal pandemi hingga bulan
Juli ini (saat penulis menulis ar kel ini), m
streaming Paroki Langsep masih melakukan
pelayanan misa orang sakit secara daring. Karena
membutuhkan pelayanan misa secara live
streaming, kelompok doa VAM juga turut
menyumbangkan sebuah kamera demi kelancaran
live streaming. Puji Tuhan, kamera tersebut sangat
membantu Paroki Langsep dalam mengadakan
misa live streaming.
Begitulah sekilas tentang m streaming atau
yang dulu disebut m audio-visual. Semoga m
streaming tetap kuat dan terus semangat dalam
melayani. Tuhan memberka . (Veda)
102 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Asisten Imam (AI)
Paroki Langsep adalah salah satu dari Langsep.
delapan Paroki yang ada di wilayah Permasalahan juga terjadi saat ada
Dekenat Malang Kota Keuskupan Malang.
Paroki Langsep merupakan paroki yang di agenda-agenda internal komunitas yang dak bisa
wilayahnya terdapat beberapa komunitas religius, di nggalkan oleh para suster/frater, atau pada
di antaranya Seminari Tinggi CM, komunitas Suster saat ba masa libur suster/frater sekitar bulan Juli-
Sang Timur, komunitas Karmel, ALMA, dan Agustus.
komunitas suster-suster Santa Perawan Maria.
Kondisi tersebut dirasa cukup merepotkan
Sejak awal berdirinya paroki Langsep, romo paroki selama beberapa tahun, karena dak
komunitas-komunitas ini kerapkali terlibat ada solusinya. Meskipun sempat tercetus wacana
langsung dalam kegiatan-kegiatan liturgis dan untuk membentuk Asisten Imam (AI), namun umat
pelayanan umat dalam misa kudus, terutama dirasa belum siap untuk menerima komuni dari
dalam hal membagi komuni. Kerjasama antara awam. Padahal kehadiran Asisten Imam pas
Paroki Langsep dan komunitas-komunitas ini telah sangat membantu dan dibutuhkan dalam
terjalin dengan sangat baik selama bertahun- perayaan Ekaris .
tahun.
Dengan aneka per mbangan, akhirnya
Namun pertumbuhan jumlah umat paroki Romo Adi Saptowidodo CM (romo paroki saat itu)
Langsep berdampak pada jumlah misa hari memutuskan untuk segera membentuk Asisten
Minggu. Yang awalnya hanya dua kali menjadi Imam pada tahun 2018. Dua puluh orang dipilih
empat kali misa. Munculnya banyak perumahan di secara langsung oleh romo untuk bertugas sebagai
seputar wilayah Gereja (Bandulan dan sekitarnya) Asisten Imam. Pemilihan Asisten Imam dilakukan
menjadi faktor utama penyumbang jumlah umat. langsung oleh romo paroki, karena pada saat itu
Pada beberapa kali misa besar seringkali paroki lingkungan-lingkungan belum siap untuk
sampai meminta bantuan komunitas ALMA Dieng, mengajukan nama-nama dari warganya untuk
Karmel Rajabasa, komunitas Karmel Talang, diajukan sebagai Asisten Imam.
komunitas SMM, bahkan komunitas CP
Pandanlangdung yang sebenarnya berada di luar Pada awal masa tugasnya sebagai Asiaten
wilayah paroki untuk membagi komuni di gereja Imam, banyak yang merasa kurang percaya diri dan
kurang pantas. Namun, setelah mendapat
pengarahan dan pembinaan yang berkelanjutan
pada akhirnya mereka dapat melaksanakan tugas
DOA MENJADI KEKUATAN KITA DALAM BERKARYA 103
dengan baik. Mereka dilan k oleh Bapa Uskup hari Jumat mereka dites rapid. Romo mengajak
bersamaan dengan pelan kan pengurus DPP & para asisten imam melayani umat agar mereka
BPGDA periode 2018 - 2021. yang dak terlayani di Gereja tetap mendapatkan
“imun rohani” bagi iman mereka.
Awalnya Asisten Imam hanya bertugas
sebagai pembagi komuni di dalam Gereja. Namun Hingga saat ini, paroki kita memiliki 19 orang
seiring perkembangan kebutuhan umat, selain Asisten Imam yang melayani umat baik di gereja
membagi komuni dalam misa di gereja, fokus maupun di lingkungan-lingkungan. Paroki Langsep
pelayanan pun diperluas, antara lain: membagi sangat terbantu dengan adanya Asisten Imam.
komuni untuk orang sakit di lingkungan, juga Semoga Tuhan selalu memberka para Asisten
memimpin doa-doa di lingkungan dan Imam agar dapat menjalankan tugas perutusannya
pemakaman. dengan baik. (Anas/Sugiyo/Chris ne)
Selama masa pandemi Covid-19, Asisten
Imam menjadi ujung tombak pastor paroki dalam
melayani kebutuhan umat yang dak terlayani di
Gereja. Seper kita tahu selama pandemi, peserta
misa sangat dibatasi. Misa hanya boleh diiku oleh
mereka yang sehat dan dan sudah divaksin. Maka
umat lansia dak boleh ikut datang di Gereja dan
hanya bisa mengiku misa secara online dari
rumah. Rm. Petrus Maria Handoko, CM mengajak
para asisten imam untuk menjadi m garda depan
selama pandemi untuk memberikan pelayanan
kepada mereka yang mengiku misa secara daring.
Untuk memas kan para asisten imam ini sehat dan
bisa membagi komuni pada hari MInggu, se ap
104 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
IBADAT PAGI DI GEREJA
ST. VINCENTIUS A PAULO MALANG
PProlog offline di paroki. Seper nya, ini bisa dianggap sebagai
ada suatu kesempatan usai misa pagi dan ide awal munculnya ibadat pagi di paroki.
setelah selesai menyapa umat, Romo Handoko
ba- ba menghampiri kami di dekat pagar Cetusan pertanyaan di atas mengundang rasa
gereja dan bertanya. penasaran bagi kami yang menjadi lawan bicara Romo
“Bagaimana ya caranya supaya gereja ini 'ramai' lagi?” saat itu. Dalam bahasa tulisan, dua kalimat tadi
“Apakah kalian ada ide?” memang terkesan hanya sebuah pertanyaan
sederhana. Namun dari penekanan intonasi dan
Pembuka percakapan yang sedikit berbeda ekspresi Romo saat bertanya, kami yakin ini bukanlah
dibanding hari-hari biasanya. Ya, benar. Menurut kami semata pertanyaan, melainkan suatu awalan dari
ini sedikit di luar kebiasaan. Mengapa kami perbincangan mengenasi gagasan atau ide dari Romo
menyebutnya di luar kebiasaan? Karena biasanya sendiri, yang tentunya dak dapat selesai dibahas
Romo akan mengawali pembicaran dengan menyebut dalam durasi lima sampai sepuluh menit.
nama kami dahulu, baru kemudian menanyakan kabar
dan berbicara tentang hal-hal yang dirasa perlu untuk Sembari mencerna pertanyaan guna mencari
beliau sampaikan. ide untuk memberi jawaban atau sekadar tanggapan,
sekelebat terlintas di benak saya, betapa pandemi
Perbincangan yang dak biasa itu terjadi pada mengubah banyak hal dalam hidup menggereja.
Rabu, ga belas Oktober 2021, kurang lebih setahun Sebelum pandemi, Gereja Langsep sarat dengan
setelah dimulainya kembali misa harian pagi secara pelbagai kegiatan peribadatan, pastoral, dan sosial.
Namun dengan diberlakukannya masa pandemi covid-
19, kegiatan-kegiatan di gereja harus vakum guna
mencegah penularan wabah melalui pembatasan-
pembatasan komunal. Pada paska pandemi ini, Gereja
harus mencari cara untuk kembali bangkit,
menemukan ide dan metode baru untuk
mengembalikan nafas hidup gereja, yakni semangat
umat untuk “ak f par sipa f” seper sediakala.
Belum sempat saya membayangkan lebih jauh, Romo
menimpali lagi.
“Ini kan sudah bisa misa pagi ru n lagi, bagaimana
kalau kita adakan Ibadat pagi juga?”
“Bagaimana, apakah kalian ada waktu?”
--------------------00000000000000000-----------------------
Sekelumit Tentang Ibadat Harian
Perlu diketahui bahwa Gereja Katolik memiliki
kekayaan rohani yang luar biasa. Secara liturgis, Ibadat
Ilahi dak hanya dihadirkan dalam perayaan ekaris
saja, melainkan juga lewat pujian syukur dengan
pendarasan mazmur, pembacaan ayat-ayat kitab suci,
nyanyian kidung atau madah serta doa yang
dipanjatkan dalam waktu tertentu secara teratur oleh
Gereja. Penyembahan Ilahi inilah yang dikenal dengan
Ibadat Harian.
DOA MENJADI KEKUATAN KITA DALAM BERKARYA 105
Perayaan Ekaris dan Ibadat Harian seper dua harian sebagai suatu kegiatan Gereja.“
sisi mata uang yang tak terpisahkan. Dua peribadatan “Tapi yang pas , salah satu alasan saya mengajak
utama ini diwariskan semenjak zaman Gereja Perdana umat untuk ak f (ibadat pagi), karena ibadat pagi
secara turun temurun dalam berbagai ritus. Dua ibadat sebelum perayaan ekaris sungguh dapat menyiapkan
ini dipegang teguh dan dipertahankan dak hanya oleh umat dalam penghayatan yang lebih mendalam akan
Gereja Katolik Ritus Romawi atau disebut Gereja Ritus misteri ekaris harian yang dirayakan. Sehingga buah-
Barat, tetapi juga oleh Gereja Katolik Ritus Timur dan buah ekaris makin dapat dipe k melalui persiapan
komunitas gerejawi yang lain. Jadi seluruh tradisi dari ba n yang memadai,” sambung Romo.
berbagai ritus membenarkan bahwa ekaris dan ibadat
harian menjadi makanan rohani harian gereja sejak Romo juga menambahkan, “Di buku Puji
zaman para rasul. Syukur juga dicantumkan ibadat harian yang pokok
(pagi=laudes, sore=vesper dan
Dari sumber wikipedia, ibadat harian yang penutup=completorium) secara sederhana, lebih
dalam bahasa La n disebut liturgia horarum atau ofisi ringkas dari buku brevir (buku resmi ibadat harian),
(officium divinum) dimenger sebagai serangkaian supaya umat bisa mendoakan itu dalam keseharian
ibadat resmi gerejawi guna "menandai waktu sehari- mereka.”
hari dan menguduskan hari dengan doa". “Brevir juga harganya lumayan, sehingga mungkin
Hal ini ditegaskan magisterium Gereja melalui Kitab versi puji syukur lebih tepat sasaran untuk umat.”
Hukum Kanonik, di mana tertulis : “Oh iya, kan sekarang banyak situs (internet) dan
“Gereja, dalam melaksanakan tugas imamat Kristus, aplikasi android seper e-katolik yang ada brevirnya.
merayakan ibadat harian; dalam ibadat itu Gereja Bagus itu.” sambung Romo.
mendengarkan Allah yang bersabda kepada umat-Nya,
merayakan peringatan akan misteri keselamatan,
dengan tak hen -hen nya memuji-Nya dengan
nyanyian dan doa, serta mendoakan keselamatan
seluruh dunia.” [Kanon 1173]
Ibadat harian wajib hukumnya ditunaikan oleh
para klerus tertahbis (Uskup, Imam dan Diakon).
Sementara Kons tusi lembaga-lembaga religius pada
umumnya seper suster dan bruder mewajibkan
anggota-anggotanya untuk sekurang-kurangnya
menunaikan bagian-bagian tertentu dari ibadat harian,
dan adakalanya mewajibkan mereka sebagai anggota
komunitas untuk menunaikannya secara bersama.
[bdk. KHK Kan. 1174 – § 1].
Ibadat Pagi di Paroki
“Jika ibadat harian itu adalah hal wajib bagi para
rohaniwan, lalu bagaimana dengan awam? Bukankah
awam yang dak berkaul juga bagian dari Gereja?”
demikian pertanyaan saya kepada Romo.
Romo Handoko menyampaikan bahwa umat
awam memang dak diwajibkan untuk menunaikan
ibadat harian secara “berjamaah”, tetapi sangat
dianjurkan dan dapat dibenarkan apabila mereka
“mewajibkan diri” dengan kaul pribadi untuk
menunaikannya. Hal ini sungguh sesuai dengan amanat
Gereja dalam Kitab Hukum Kanonik Kan. 1174 - § 2,
“Umat beriman kris ani lain, menurut keadaannya,
diajak dengan sangat untuk ambil bagian dalam ibadat
106 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Sungguh merupakan anugerah Tuhan, bak
gayung bersambut, antara keinginan Romo dengan
munculnya pelbagai kemudahan untuk dapat segera
memulai ibadat pagi. Maka hanya berselang dua hari
setelah ide awal dicetuskan, yaitu tanggal 15 Oktober
2021, dimulailah ibadat pagi di Paroki oleh Romo
Handoko bersama ga orang umat. Memang belum
banyak yang bergabung, namun seruan kepada umat
yang lain untuk ikut bergabung dalam ibadat harian
pagi terus digaungkan melalui pengumumam gereja.
Mengapa Harus Dibentuk Komunitas Ibadat Pagi?
“Memang umat bisa berdoa brevir secara individu,
namun akan lebih mencerminkan communio kalau
dapat dilakukan bersama-sama, bersama sesama
awam, komunitas, maupun bersama para romo di
Gereja.”
“Kalau ada komunitasnya kan enak, bisa lebih
komunika f, bisa saling belajar dan menyemanga ”,
tukas Romo Handoko.
Maka, setelah hampir delapan bulan berjalan,
tepatnya 18 Juni 2022, kurang lebih dua belas orang
telah tergabung dalam komunitas bernama KASIH
(Komunitas Awam San swara Ibadat Harian) dengan
izin ad-experimentum secara lisan oleh Romo Paroki.
Romo sungguh berharap, terlebih dalam menyongsong
hari jadi paroki yang ke-50 ini, komunitas ibadat harian
pagi makin berkembang dan berbuah seper halnya
Legio Maria dan organisasi gereja yang lain.
Ad Majorem Dei Gloriam.
(P. L. Hadi Sigit Se awan)
DOA MENJADI KEKUATAN KITA DALAM BERKARYA 107
MISA ARWAH
SETIAP BULAN
Ke ka saya mendapat penugasan baru untuk semakin melandai. Jadi hingga bulan September 2022
menjadi pastor paroki St. Vincen us a Paulo, ini, Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang, masih terus
Malang, status pandemi covid-19 mulai mengadakan Misa Arwah se ap bulan. Pemohon
ditetapkan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan intensi Misa Arwah ini paling banyak justru datang dari
Masyarakat (PPKM) diterapkan dengan cukup ketat luar paroki Langsep. Pada peringatan semua arwah
untuk menekan laju pertambahan pasien covid-19. tanggal 2 November dan juga pada peringatan arwah
Salah satu dampak dari situasi ini ialah dak menurut tradisi Tionghoa, Cing Bing (5 April), jumlah
diperbolehkannya penyelenggaraan misa khusus bagi pemohon akan meningkat pesat, bahkan bisa dua kali
umat di lingkungan. Padahal banyak umat yang lipat dari jumlah pemohon se ap bulan.
membutuhkan pelayanan doa/misa karena anggota
keluarga, kerabat, atau teman mereka meninggal Dalam perjalanan waktu hingga saat ini,
akibat covid-19. Semakin banyaknya korban covid-19, pelayanan Misa Arwah bulanan di Paroki St. Vincen us
maka semakin meningkat kebutuhan umat untuk a Paulo menjadi pelayanan tetap. Biasanya diadakan
mendoakan mereka yang sudah meninggal. pada hari Selasa kedua se ap bulan. Tetapi karena satu
dan lain hal, bisa dipindahkan pada hari Selasa pertama
Adanya banyak kebutuhan mendesak akan doa atau ke ga. Misa Arwah se ap bulan menjadi
arwah ini, maka saya berinisia f mengadakan Misa penghiburan dan peneguhan iman terutama pda masa
Arwah secara daring. Disebarkanlah flyer di antara pandemi covid-19.
umat yang ingin mendoakan secara daring para arwah,
baik keluarga, handai-taulan, kerabat, maupun siapa Selain pelayanan Misa Arwah se ap bulan yang
saja yang membutuhkan. Ternyata sambutan umat ditujukan untuk umum, Paroki St. Vicen us a Paulo juga
begitu antusias. Pemohon intensi misa untuk arwah menerima permohonan Misa Arwah individual secara
begitu membludak. Permohonan datang bukan hanya daring. Misa Arwah individual secara daring ini juga
dari umat paroki Langsep, tetapi juga umat dari luar sangat dimina , terutama pada masa pandemi, karena
paroki di kota Malang, umat dari luar kota, bahkan juga bisa diiku oleh anggota keluarga yang nggal di
dari luar negeri. Hal ini dikarenakan flyer berbagai kota, bahkan di berbagai negara, dan di mana
pemberitahuan tentang Misa Arwah bulanan saja. Para anggota keluarga dak perlu lagi berkumpul
disebarkan seluas mungkin. Puji Tuhan, banyak yang di suatu tempat untuk mendoakan arwah anggota
meneruskan ke grup-grup WA yang ada. Permohonan keluarganya, kerabat atau teman yang meninggal,
intensi bisa mencapai hampir 1.000 intensi. Pada se ap tetapi bisa mendoakan dan mengiku Misa Arwah ini
intensi, bisa dituliskan puluhan nama yang didoakan. dari tempat masing-masing. Permohonan Misa Arwah
Intensi-intensi itu ditayangkan, baik sebelum misa individual ini tetap bertahan bahkan sampai sekarang.
maupun sekali lagi pada akhir sesudah misa selesai. Penyelenggaraan secara daring telah memenuhi
kebutuhan yang dak bisa dilaksanakan melalui misa
Permohonan intensi untuk Misa Arwah se ap arwah biasa. Paroki St. Vincen us a Paulo siap
bulan ini ternyata dak hilang atau berkurang melayani, menjadi Pelita bagi umat yang
meskipun grafik pandemi covid-19 dinyatakan sudah membutuhkan pelayanan doa/misa arwah.
108 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
7 Tuhan
Memampukan
Kita Menjadi
Pelita Bagi Orang
Miskin dan Papa
“Jika di antara kita ada yang berpikir bahwa tugas kita
hanya untuk mewartakan Injil kepada kaum miskin, dan
bukan untuk meringankan penderitaan mereka, hanya
untuk memenuhi kebutuhan rohani dan bukan
kebutuhan jasmani mereka, maka saya menegaskan
bahwa kita harus menolong mereka dan memas kan
bahwa mereka ditolong dengan segala cara, baik oleh
kita sendiri maupun oleh orang-orang lain… Melakukan
hal ini berar mewartakan Injil baik dengan kata-kata
maupun dengan perbuatan-perbuatan. Inilah cara yang
paling sempurna.” (SV XII, 87)
Kata-kata Santo Vincen us a Paulo di atas sungguh
tercermin dalam kehadiran Paroki Santo Vincen us a
Paulo Malang melalui Bidang Pelayanan Paroki,
Poliklinik, SSV, Pangkru Laya, dan Satuan Penanganan
Covid-19. Pelayanan jasmani kepada kaum miskin dan
papa -melipu kebutuhan pokok, pendidikan anak,
kesehatan, bahkan saat kema an- bagaikan nyala pelita,
yang membawa terang dan harapan bagi kesulitan yang
mereka hadapi.
TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENJADI PELITA BAGI ORANG MISKIN DAN PAPA 109
Melayani Seturut Teladan
Santo Vincentius a Paulo
Serikat Sosial St. Vincen us a Paulo yang SSV Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang
biasa disebut SSV, adalah serikat sosial atau SSV di Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang
komunitas sosial kaum awam yang berskala
internasional. SSV dibentuk oleh Beato Frederick dengan nama Konfrensi St. Vincen us a Paulo
Ozanam dan teman-temannya pada tahun 1833 di telah berdiri selama puluhan tahun. Awal mula SSV
Paris, dengan meneladan semangat St. Vincen us dibentuk di paroki adalah sekitar tahun 1978-
a Paulo. 1979an. Namun baru diresmikan oleh SSV pusat
yang ada di Paris pada tanggal 23 Juni tahun 1980.
SSV bersifat Katolik, terbuka bagi siapa saja
yang berminat menyatakan imannya dalam SSV dibentuk oleh Frater Hario Subianto, CM
semangat cinta kasih melayani sesama. SSV untuk membantu umat yang sakit, yang
melayani siapa saja yang membutuhkan, tanpa kekurangan bahan makanan, dan yang
memandang agama, suku, ras, jenis kelamin, membutuhkan biaya pendidikan. Karena hingga
golongan, maupun latar belakang poli knya. SSV tahun 1990-an belum ada Seksi Sosial Paroki, maka
bekerja tanpa menunggu mereka yang semua ditangani oleh SSV.
membutuhkan untuk datang, namun mencari dan
menemukan. Anggota SSV dulu adalah warga Paroki St.
Vincen us a Paulo dan frater-frater CM, sebelum
Bentuk pelayanan yang diberikan oleh SSV akhirnya frater-frater CM membentuk konferensi
beragam, mulai dari bantuan bahan pangan, sendiri. Anggota SSV masa itu didominasi oleh
bantuan pendidikan berupa pengajaran maupun Mudika (baik yang asli warga Paroki St. Vincen us
beasiswa, hingga bantuan untuk mereka yang a Paulo, Malang maupun mahasiswa UNMER yang
sakit. SSV berusaha hadir di tengah mereka yang kos di area paroki) sehingga SSV Konfrensi St.
membutuhkan bantuan, baik jasmani maupun Vincen us a Paulo bisa menjadi sangat hidup.
rohani.
Meski sempat berjaya selama puluhan
Secara struktural, kelompok terkecil SSV tahun, namun sekitar tahun 2004-2006an SSV di
(yang berada di paroki dan komunitas) diberi nama Paroki St. Vincen us a Paulo sempat ma .
“konfrensi”. Kemudian konfrensi-konfrensi
dipersatukan dalam Dewan Daerah. Dewan-
dewan Daerah dipersatukan dalam Dewan
Wilayah. Dewan-dewan Wilayah dipersatukan
dalam Dewan Nasional. Terakhir, Dewan-dewan
Nasional dipersatukan dalam Dewan Umum di
Paris.
110 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Disebabkan oleh masalah yang dibuat oleh Pemberian sembako ini ditujukan untuk
ketua pada saat itu, sehingga umat paroki menjadi warga paroki pra-sejahtera. Sama halnya seper
kehilangan kepercayaan pada SSV. Dampaknya, bantuan biaya pendidikan. Sasaran dari penerima
donatur mundur dan dak ada biaya untuk bantuan biaya pendidikan adalah warga paroki
melayani lagi. pra-sejahtera yang ingin menempuh pendidikan.
Apalagi pada masa itu, masih belum ada sekolah
Hingga pada tahun 2014, Rm. Ka janarso, negri yang bebas SPP seper saat ini. Hingga tahun
CM mengak an kembali SSV. Dengan semua 1997, penerima bantuan sembako dan biaya
wajah baru yang hadir. Berbekal kas awal sebesar pendidikan seluruhnya adalah warga Paroki St.
Rp.83.000,00, para anggota baru mengumpulkan Vincen us a Paulo, Malang. Kemudian pada tahun
donatur. Tidak sampai 1 tahun sejak ak f kembali, 1997 Seksi Sosial Paroki berdiri sehingga untuk
SSV Paroki St. Vincen us a Paulo mampu melayani bantuan sembako seluruhnya ditangani oleh Seksi
mereka yang membutuhkan, baik berupa bahan Sosial Paroki, sementara SSV membantu yang non-
makanan maupun biaya pendidikan. Meskipun Katolik. Sedangkan untuk bantuan biaya
sayangnya, s gma nega f dari kesalahan yang lalu pendidikan, Seksi Sosial Paroki dan SSV
masih sering menghantui. membaginya menjadi dua.
Kegiatan Konfrensi St. Vincen us a Paulo Bantuan berupa pemberian modal usaha
Kegiatan yang dilakukan SSV Konfrensi St. bukan hanya bantuan berupa dana. Pemberian
modal awal untuk usaha di sini bisa berupa dana
Vincen us a Paulo sejak tahun 1980 adalah kegiatan atau barang untuk memulai usaha. Memang dak
sosial seper memberi bantuan sembako pada semua warga yang dibantu modal usaha ini
warga paroki yang membutuhkan, membantu biaya mampu bertahan. Ada yang diberi bantuan dana,
pendidikan, memberi modal usaha, membantu tapi dak ada rupanya. Ada yang dibantu barang
biaya pengobatan, hingga bedah rumah bagi warga berupa gerobak untuk jualan, tapi gerobaknya
paroki yang rumahnya dak layak huni.
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 111
malah dijual. Meski demikian, ada beberapa warga “Bedah Rumah”. Pada masa itu, ada beberapa
Paroki St. Vincen us a Paulo penerima modal warga yang rumahnya benar-benar dak layak
usaha berupa dana yang hingga hari ini usahanya huni. Seper hampir roboh, rusak sana-sini.
masih berdiri dan terbilang sukses. Sehingga Konfrensi St. Vincen us a Paulo
membantu dengan membangun rumah yang lebih
Supaya Konfrensi St. Vincen us a Paulo bisa layak.
maksimal dalam melayani warga yang sakit, sejak
tahun 1980 mereka menjalin kerja sama dengan Sesungguhnya, baik SSV yang dulu (tahun
beberapa pihak. Antara lain: Rumah Sakit Pan 1980-an) maupun SSV saat ini dak memiliki
Waluya Sawahan atau RKZ, dokter-dokter Katolik perbedaan yang jauh. Karena SSV saat ini sudah
di RKZ, dan SSV Konfrensi St. Agnes. Kerjasama mulai kembali seper sedia kala. Sasaran
yang dijalin dengan RKZ membuat se ap asuhan pelayanan juga masih sama; untuk sembako masih
SSV Konfrensi St. Vincen us a Paulo yang perlu orang-orang non-Katolik di wilayah paroki, dan
dirawat di rumah sakit, bisa masuk dan keluar untuk SPP juga sebagian adalah warga Paroki St.
rumah sakit tanpa membayar uang muka atau Vincen us a Paulo dan sebagian lagi adalah orang-
melunasi tagihan. Untuk kerja sama dengan orang non-Katolik yang nggal di wilayah paroki.
dokter-dokter Katolik, biasanya pasien dak
perlu membayar biaya jasa dokter dan hanya Kegiatan atau bentuk pelayanan yang
perlu membayar biaya rawat inap dan obat- diberikan juga masih sama; pemberian bantuan
obatan. SSV Konfrensi St. Agnes, adalah SSV yang sembako, bantuan biaya pendidikan, pemberian
dulu anggotanya adalah para perawat RKZ. modal usaha, membantu biaya pengobatan, dan
Sehingga jika asuhan butuh obat dan kebetulan juga sempat dilakukan bedah rumah milik salah
obat itu ada di stok Konfrensi St. Agnes, maka satu warga Paroki St. Vincen us a Paulo. Hanya
asuhan dak perlu membayar obat tersebut. saja, ada sedikit perbedaan pada bantuan
pengobatan.
Kemudian ada program SSV bernama
112 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Sebab, saat ini dak ada ikatan dokter Katolik yang Seringkali orang salah kaprah dan berpikir
bisa membantu SSV, serta anggota SSV Konfrensi bahwa SSV akan membantu seratus persen.
St. Agnes sudah dak ada lagi yang perawat RKZ. Padahal dak demikian. Alasannya sederhana,
Sehingga untuk bantuan keringanan biaya jasa supaya orang-orang yang dibantu dak menjadi
dokter serta bantuan obat-obatan sudah dak malas dan dak mangkir dari tanggung jawab yang
tersedia lagi. seharusnya diembannya. Hal ini ternyata yang
masih belum dipahami oleh masyarakat umum,
Konsep pelayanan baik SSV dulu maupun sehingga seringkali SSV dianggap dak ikhlas
sekarang juga sama. Untuk bantuan biaya membantu karena masih meminta orang yang
pendidikan, biaya pengobatan, dan biaya bedah dibantu pembiayaannya untuk tetap membayar.
rumah, dak seratus persen menjadi tanggung
jawab SSV. Penerima bantuan juga tetap harus Penutup
membayar beberapa persen. Seper contoh SPP Akhir kata, semoga di ulang tahun emas
yang harus dibayarkan adalah Rp.175.000,00, yang
dibayar SSV hanya Rp.75.000,00 sedangkan Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang ini SSV bisa
sisanya adalah tanggungan orang tua. Lalu untuk terus mempertahankan pelayanannya. Serta,
biaya pengobatan seper operasi yang harus semoga semua s gma kurang baik akibat dari
dibayarkan adalah Rp.7.000.000,00, yang dibayar masa lalu bisa hilang sepenuhnya. Sehingga
SSV hanya sebesar Rp.2.000.000,00 sedangkan seluruh warga Paroki St. Vincen us a Paulo bisa
sisanya adalah tanggung jawab dari pihak keluarga membantu keberlangsungan SSV tanpa ada
yang dibantu biaya pengobatannya. Hanya saja, prasangka-prasangka nega f tak berdasar. Akan
untuk biaya yang cukup besar, mereka yang lebih baik lagi, jika semakin banyak yang terpanggil
dibantu bisa membayarnya secara bertahap (atau untuk melayani bersama SSV Konfrensi St.
dicicil) hingga lunas. Vincen us a Paulo. (Nanang/Veda)
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 113
Poliklinik Santo Vincentius:
Hadir Sebagai Wujud Pewartaan
Keselamatan Bagi Sesama
Awal Berdirinya Poliklinik Santo Vincen us kurang lebih, ada 10 dokter yang bersedia
membantu pelayanan poliklinik secara sukarela.
Tahun 2008, Romo Silvano Ponticelli CM, Maka tepat 19 Oktober 2009, Poliklinik Santo
yang saat itu menjabat sebagai Pastor Paroki Vincen us resmi beroperasi.
St. Vincentius a Paulo Malang,
menyampaikan kepada Dewan Pastoral Paroki Berkat-Nya Berlimpah Sepanjang Pelayanan
tentang program Keuskupan Malang yakni Poliklinik
membantu orang yang kurang beruntung. Ajakan ini
ditanggapi Ibu Caroline Handajani, Bidang Awalnya, Poliklinik Santo Vincen us hanya
Pelayanan Paroki saat itu, dengan mengajukan menempa 1 (satu) ruangan kecil di area bangunan
gagasan mendirikan poliklinik. Beliau kurang setuju gereja. Biaya penda aran pasien sebesar Rp 1.000
dengan kegiatan bagi-bagi nasi bungkus. melipu pemeriksaan kesehatan dan pemberian
Menurutnya, lebih baik orangnya yang disehatkan obat yang diperlukan.
agar mampu bekerja. Meski tarif periksa terbilang sangat murah, namun
Gagasan membuka poliklinik disambut baik oleh pelayanan yang diberikan bisa diterima dengan
Romo Pon celli. Ibu Caroline lalu mencari informasi sangat baik oleh pasien yang berobat di poliklinik. Ini
pengurusan ijin operasional poliklinik. Ternyata terbuk dengan makin bertambahnya jumlah
proses tersebut dak mudah dan mengalami pasien.
hambatan. Ibu Caroline kemudian mencari
informasi ke poliklinik Paroki Ha Kudus Yesus Melihat perkembangan poliklinik, pastor
Kayutangan, yang saat itu ditangani dokter Elly paroki saat itu, Romo Stanislaus Eylannor Beda CM
Tiajasmono. Puji Tuhan, dokter Elly masih memiliki 1 melakukan pelebaran ruangan poliklinik dengan
(satu) Surat Ijin Praktek yang bisa digunakan untuk mengalihkan ruangan MUDIKA menjadi ruang
operasional Poliklinik Santo Vincen us. Akhirnya, operasional poliklinik, yang berlangsung hingga saat
ijin poliklinik bisa diperoleh yakni berupa ijin
sementara dengan masa waktu 19 Oktober 2008
sampai dengan 4 Agustus 2009.
Berbekal perolehan ijin sementara tersebut,
dan bantuan awal berupa dana dari Dewan Pastoral
Paroki (DPP) sebesar Rp 1.500.000, maka pada
tanggal 1 Maret 2008, Ibu Caroline mengundang
beberapa dokter untuk mengenalkan rencana
pembukaan Poliklinik Santo Vincen us. Dana dari
DPP tersebut juga digunakan untuk pembelian
beberapa jenis obat. Dari pertemuan tersebut,
114 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
ini. Ruangan poliklinik pun menjadi lebih luas dan pada 11 Juli 2009 dengan biaya hanya Rp.11.000
pelayanan kesehatan bisa dilakukan lebih op mal. dan Rp.15.000.
Maka pada tanggal 8 Maret 2009, Romo Stanis CM
memberka Poliklinik Santo Vincen us agar Kegiatan bak sosial pun berlangsung
berkat-Nya sungguh mengalir dalam pelayanan kon nu. Tanggal 9 Agustus 2009, dibantu 2 (dua)
poliklinik, terutama bagi kaum miskin dan papa. dokter ahli tulang dari RS Syaiful Anwar, poliklinik
Tanggal 8 Maret kemudian ditetapkan sebagai hari mengadakan pemeriksaan osteoporosis. Ini
berdirinya poliklinik. Peringatan hari jadi poliklinik berlanjut pada ulang tahun poliklinik yang
selalu dirayakan dengan mengadakan bak sosial pertama, yaitu dengan mengadakan kembali
berupa pemeriksaan kesehatan gra s maupun pemeriksaan osteoporosis secara gra s.
murah, yang melipu di antaranya pemeriksaan Tahun 2010, jumlah dokter yang membantu
asam urat, gula darah, dan osteoporosis. poliklinik bertambah lagi, menjadi kurang lebih 28
dokter. Pada April 2010, Yayasan Pan Nirmala
Ketulusan pelayanan dari mereka yang menaikkan donasinya menjadi Rp
bergabung di Poliklinik Santo Vincen us berbuah 1.000.000/bulan.
indah. Yayasan Pan Nirmala, melalui dokter Gita
Lampita dan Bapak Guntur Gunawan (Ketua Layanan pemeriksaan yang disediakan
Yayasan Pan Nirmala), sejak tanggal 29 April 2009 poliklinik terus meningkat ragamnya. Salah
memberikan donasi ke poliklinik sebesar Rp satunya dengan mulai menyelenggarakan
750.000/bulan. Sementara itu, Ja m Park Group pemeriksaan papsmear pada tahun 2011.
selalu memberikan sumbangan berupa obat- Pemeriksaan tersebut dilakukan bekerja sama
obatan melalui dokter Madiantoro. dengan Laboratorium Pa mura. Pasien poliklinik
Rahmat yang luar biasa akhirnya diterima Poliklinik hanya perlu membayar Rp 25.000 dari total Rp
Santo Vincen us pada tanggal 10 Juli 2009, yakni 60.000 untuk pemeriksaan papsmear. Kekurangan
diperolehnya ijin tetap operasional poliklinik. Hal biaya disubsidi oleh poliklinik.
ini menjadi penyemangat bagi Ibu Caroline dan m Peralatan kesehatan yang dimiliki poliklinik lambat
untuk meningkatkan kualitas pelayanan poliklinik. laun bertambah lengkap, yang diperoleh dari
Salah satunya dengan menyelenggarakan donatur dan kas poliklinik.
pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol
Seper peralatan untuk pemeriksaan kanker
payudara. Alat tersebut diperoleh dari seorang
TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENJADI PELITA BAGI ORANG MISKIN DAN PAPA 115
dokter yang berdomisili di Jerman. Dokter Kiki agar dak terbuang sia-sia karena kadaluarsa.
SpOG, T.C.M., adalah saudara dari isteri dokter
Effendy Hidayat. Ke ka tahun 2014 liburan ke Penutup
Malang, Beliau diajak ke gereja dan melihat Sebelum poliklinik ditutup karena pandemi,
pelayanan poliklinik. Lalu yang bersangkutan
tertarik memberikan bantuan. Tentu saja ini tercatat 55 dokter yang secara bergan an
(kembali) menjadi berkat yang amat indah bagi memberikan pelayanan kesehatan di poliklinik.
pelayanan poliklinik. Tutorial penggunaan alat itu Sebagian besar adalah dokter spesialis. Pasien
dipelajari secara daring dari Jerman kepada dua poliklinik hanya perlu membayar Rp 3.000 sebagai
orang dokter radiologi dari RS Pan Nirmala dan biaya periksa dan obat-obatan.
Blitar. Sejak itu, poliklinik bisa memberikan Semoga Poliklinik Santo Vincen us bisa segera
pelayanan deteksi kanker payudara dan cukup kembali memberikan pelayanan kesehatan
banyak pasien suspect yang terbantu karena kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,
pemeriksaan bisa dilakukan sedini mungkin dan sangat merindukan pelayanan penuh cinta
dengan biaya yang amat murah, hanya Rp.25.000. kasih dari m poliklinik. (Kris en)
Poliklinik Santo Vincen us dak hanya
memberikan layanan pemeriksaan dan Narasumber: Ibu Caroline Handajani
pengobatan di tempat. Namun juga memberikan
rekomendasi jika pasien harus menjalani
pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya untuk pasien
yang perlu periksa ke laboratorium. Maka
poliklinik akan memberikan surat rujukan ke
Laboraturium Pa mura dan pasien akan
mendapatkan potongan biaya sebesar 30%.
Pelayanan Di Masa Pandemi Covid-19
Pemberlakuan masa pandemi akibat
penyebaran virus covid-19 memberikan dampak
kepada operasional poliklinik. Tenaga kesehatan
yang melayani poliklinik sangat disibukkan dengan
kasus pasien covid-19 di rumah sakit. Pelayanan
kesehatan di poliklinik pun berisiko nggi karena
keterbatasan sarana protokoler kesehatan. Maka
pada bulan Maret 2020, yakni setelah
penyelenggaraan bak sosial dalam peringatan
HUT Poliklinik, Ibu Caroline mengambil kebijakan
untuk menutup pelayanan poliklinik, yang masih
berlangsung sampai dengan wawancara ini
dilakukan.
Tutupnya pelayanan poliklinik memunculkan
gagasan untuk menyelenggarakan layanan
konsultasi dokter secara daring, melalui sarana
Whatsapp. Kegiatan ini dimulai tanggal 3 Agustus
2021, yang terutama ditujukan untuk
mengop malkan stok obat yang ada di poliklinik
116 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Bidang Pelayanan
Paroki Santo Vincentius a Paulo
Kehadiran Gereja Bagi Kaum Miskin dan Papa Untuk biaya pendidikan anak-anak dari
keluarga kurang mampu, Bidang Pelayanan
Gereja Katolik yang berlokasi di Jalan mengadakan program bantuan uang sekolah
Ananas 41 Malang menjadikan Santo (SPP). Bantuan diberikan untuk jenjang TK, SD,
Vincen us a Paulo sebagai nama SMP, dan SMA, yang besarannya varia f.
pelindungnya. Pilihan nama pelindung tersebut Pemberian bantuan SPP ini dimaksudkan untuk
mendatangkan konsekuensi bagi gereja, yakni meringankan beban orang tua, dan sama sekali
peran ak f untuk menghidupkan semangat dan
keutamaan Santo Vincen us dalam kehidupan dak mengan kan tanggung jawab orang tua.
atau kegiatan parokinya. Karena itu, keluarga tetap ikut menanggung sisa
uang SPP sebagai bentuk tanggung jawab
Semangat yang amat melekat pada sosok mereka.
Santo Vincen us adalah pelayanan bagi kaum
miskin dan papa. Inilah yang diterjemahkan Perha an juga diberikan kepada umat
secara konkret oleh Bidang Pelayanan Paroki kurang mampu yang meninggal dunia. Bidang
melalui karya-karya sosialnya. Karya sosial bagi Pelayanan memberikan bantuan biaya kema an,
umat paroki yang kurang mampu melipu yang melipu pengadaan pe atau biaya
pembagian sembako, bantuan uang sekolah pemakaman. Bantuan ini diberikan jika umat
(SPP), bedah rumah, bantuan untuk orang tersebut dak ikut Pangruk Laya.
sakit/meninggal, peduli warga terlantar, dan Bidang Pelayanan dak hanya memberikan
pengobatan murah melalui poliklinik (yang bantuan berupa materi (bantuan fisik), tetapi
diuraikan dalam tulisan tersendiri). juga mengadakan program-program yang
ditujukan sebagai bentuk perha an kasih kepada
Pembagian sembako gra s mulai mereka yang membutuhkan. Wujud programnya
dijalankan Paroki sejak tahun 2001. Kegiatan ini
digagas Rm. Silvano Pon celli CM, yang menjadi
pastor paroki saat itu. Beliau pula yang mencari
dan menyiapkan dananya. Kegiatan pembagian
sembako gra s diadakan pada Hari Raya Paskah,
HUT Paroki, dan Natal. Kemudian sejak tahun
2016 diadakan pemberian sembako murah se ap
bulan yang melipu beras, minyak goreng, mie,
dll. Umat yang kurang mampu bisa memperoleh
paket sembako murah seharga kurang lebih
Rp100.000 itu dengan hanya membayar
Rp10.000.
TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENJADI PELITA BAGI ORANG MISKIN DAN PAPA 117
melipu rekreasi bagi umat lansia yang kurang memfasilitasi penda aran umat untuk
mampu yang diisi juga dengan mengunjungi pan mendapatkan vaksin di beberapa tempat
jompo, kunjungan ke keluarga-keluarga kurang penyelenggara vaksinasi. Pada Agustus 2021,
mampu, rekreasi bagi para penerima sembako. bekerja sama dengan Satgas Covid Paroki dan
beberapa tempat pelayanan kesehatan, Bidang
Selain kegiatan yang sudah tertuang dalam Pelayanan menyelenggarakan kegiatan vaksinasi
program kerja, Bidang Pelayanan juga cukup di area halaman gereja, yang dak hanya
responsif pada kebutuhan lainnya. Seper ditujukan bagi umat tetapi juga masyarakat
memberikan bantuan pinjaman uang tanpa bunga umum. Kegiatan vaksinasi di gereja berlangsung
bagi beberapa umat yang membutuhkan biaya beberapa kali. Sampai dengan April 2022,
besar untuk kontrak rumah, biaya operasi, dll. tercatat 26 kali penyelenggaraan vaksinasi, baik
Pinjaman uang tersebut selanjutnya dikembalikan vaksin primer maupun booster.
dengan cara diangsur.
Penggalian Dana Melalui Pengadaan Bank
Aksi Sosial Di Masa Pandemi Sampah
Bulan April 2020, penyebaran virus covid-19
Tahun 2016, Bidang Pelayanan merin s
di Indonesia semakin meningkat dan Pemerintah bank sampah dengan mengajak umat
memberlakukan masa pandemi dengan mengumpulkan barang-barang seper botol air
menetapkan beberapa kebijakan tegas. Masa kemasan, kertas, kardus, dll yang masih memiliki
pandemi memberikan dampak bagi nilai jual. Termasuk juga pakaian layak pakai,
perekonomian masyarakat, yakni menurunnya sepatu, tas, maupun mainan dan perlengkapan
penghasilan atau bahkan hilangnya pekerjaan.
Menanggapi kesulitan ekonomi yang mbul akibat
pandemi covid-19, Bidang Pelayanan bekerja sama
dengan Keuskupan Malang mengadakan kegiatan
berbagi kasih berupa pembagian aneka sembako,
susu, dan masker, kepada masyarakat di sekitar
gereja, baik yang Katolik maupun non Katolik.
Kegiatan ini berlangsung selama 1 (satu) tahun.
Sementara bagi umat paroki yang terkena covid,
diberikan bantuan berupa sembako, vitamin, serta
obat yang diperlukan.
Bidang Pelayanan juga berupaya
menyediakan akses vaksinasi bagi umat dengan
118 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
rumah tangga. Barang-barang tersebut dak Pelayanan mampu menyelenggarakan bedah
hanya diperoleh dari umat paroki namun juga rumah di kediaman salah satu umat paroki yang
dari donatur di luar paroki. rumahnya hampir roboh.
Lambat laun, barang yang terkumpul di Uluran Kasih Dari Banyak Pihak
bank sampah paroki cukup banyak. Tidak hanya Bidang Pelayanan mendapatkan dukungan
yang ditempatkan di sebuah ruangan di area
gereja, namun juga yang disimpan di Jalan dari banyak pihak dalam pelaksanaan karya
Gandaria 9. Bidang Pelayanan kemudian sosialnya. Paroki memberikan dukungan berupa
mengajak beberapa relawan untuk membantu dana dan fasilitas tempat. Pendanaan program
pemilahan barang-barang tersebut. Kelompok Bidang Pelayanan diperoleh dari dana APP dan
relawan inilah yang selanjutnya menamai dirinya Aksi Natal, dengan persentase tertentu. Paroki
sebagai Tim Pemulung. juga mengijinkan pemakaian ruang pertemuan
yang sebenarnya milik kelompok Misdinar, Legio
Sebagian barang yang sudah dipilah lalu Maria, dan WKRI sebagai tempat penyimpanan
disetor (dijual) ke Bank Sampah Malang yang barang-barang sumbangan dari donatur. Ke ka
berlokasi di Sukun. Sementara barang yang masih tahun 2017 Paroki membeli rumah di Jalan
layak pakai dijual melalui kegiatan bazar murah Papaya 1, maka kegiatan Bidang Pelayanan pun
sebagai sarana pengumpulan dana untuk dipusatkan di rumah tersebut, salah satunya
kegiatan sosial. Tahun 2018 diselenggarakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang
bazar murah untuk pertama kalinya. Animo umat (barang bekas maupun layak pakai/jual).
paroki dan masyakarat sekitar cukup nggi. Bidang Pelayanan juga dibantu beberapa donatur
Melalui kegiatan bazar tersebut, Bidang yang mengulurkan kasihnya melalui bantuan
sembako secara ru n, kiriman barang-barang
yang bisa dijual di bazar murah, maupun
sumbangan dana. Sementara itu dalam
pelaksanaan pemberian bantuan berupa
sembako dan biaya SPP, para ketua lingkungan
bersama seksi sosial lingkungannya berperan
dalam hal pemberian data dan penyaluran
TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENJADI PELITA BAGI ORANG MISKIN DAN PAPA 119
bantuan. dan papa yang dijalankan Bidang Pelayanan
Paroki Santo Vincen us a Paulo. Melalui karya
Tantangan Dan Harapan sosial yang dilakukannya, semoga semangat
Masalah sosial yang dihadapi keluarga pelayanan tumbuh berkembang di umat paroki
sehingga bisa semakin menjawab kebutuhan
kurang mampu amat beragam, melipu umat yang kurang mampu. (Chris ne Susilowa )
pemenuhan kebutuhan pokok, pendidikan anak,
ataupun layanan kesehatan. Untuk bisa
menjawab kebutuhan tersebut diperlukan
dukungan dana yang cukup besar. Upaya op mal
terkait penyediaan dana/bantuan terus
dilakukan Bidang Pelayanan hingga saat ini. Tidak
hanya ketersediaan dana, namun juga
dibutuhkan orang-orang yang bersedia melayani,
bersedia ambil bagian dalam karya sosial. Aksi
pilah sampah, pemilihan barang untuk dijual di
bazar, maupun penyediaan paket sembako tentu
perlu keterlibatan banyak orang, yang bersedia
menyediakan waktu dan tenaga di tengah-tengah
kesibukannya.
Pemberian bantuan juga menuntut kerja
sama dari pihak yang dibantu. Ada beberapa
umat yang kurang bertanggung jawab atas
pinjaman dana. Kerap kali mereka dak
mengangsur tepat waktu tanpa pemberitahuan.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi
Bidang Pelayanan.
Tantangan yang ada saat ini kiranya dak
menyurutkan semangat melayani kaum miskin
120 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Satgas Covid-19
Paroki Santo Vincentius a Paulo
Bulan Maret 2020, masyarakat Indonesia mulai Dekenat Malang Kota dan Relawan Katolik Kota
dirisaukan dengan bertambahnya pasien yang Malang. Melalui grup Whatsapp Bakor Satgas Covid,
terpapar virus corona (covid-19). Grafik kami selalu berkoordinasi untuk informasi yang benar
penyebaran covid-19 semakin meluas di Indonesia, terkait penanganan pasien covid-19 dan bantuan
termasuk di Malang. Dampak ekonomi akibat sarana medis serta kebutuhan pangan, agar umat
pemberlakuan pandemi covid-19 dak bisa dihindari. Katolik yang terpapar covid-19 bisa tertangani dengan
Banyak orang mengalami penurunan penghasilan, cepat dan baik.
cukup banyak pekerja kantoran yang diberhen kan,
yang kemudian berpengaruh pada kemampuan se ap Upaya memutus penyebaran virus corona juga
orang/keluarga untuk bisa memenuhi kebutuhan dilakukan Satgas Paroki dengan menerapkan
hidupnya. Paroki Santo Vincen us a Paulo berupaya protokoler kesehatan ke ka pelaksanaan perayaan
untuk hadir di tengah-tengah umat yang terdampak ekaris dan kegiatan lainnya di gereja, dengan
pandemi covid-19, melalui kegiatan Bidang Pelayanan mengiku petunjuk pemerintah. Wajib pemakaian
dan pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 masker, bahkan pernah diterapkan larangan
(Satgas Covid). menggunakan masker berbahan kain, tetap diterapkan
Pada tanggal 18 Juli 2021, Rm. P.M. Handoko CM
membentuk Satgas Covid-19. Tugas Satgas Paroki
melipu pendataan umat paroki yang terpapar covid-
19 melalui ketua lingkungan, memberikan informasi
yang benar terkait penyebaran covid-19, dan
pengawasan atas penetapan protokoler kesehatan di
gereja. Ke ka ada umat yang dinyatakan posi f
terinfeksi covid-19, maka Satgas akan memberikan
bantuan bahan pangan dan obat-obatan yang
diperlukan umat tersebut dan keluarganya yang
menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Paroki juga
tanggap untuk menyediakan fasilitas tabung oksigen
yang menjadi kebutuhan pen ng dan mendesak yang
harus ada dan siap untuk penanganan cepat pada saat
grafik covid-19 meningkat tajam di wilayah Malang.
Penanganan covid-19 di paroki juga bekerja sama
dengan Badan Koordinasi (Bakor) Satgas Paroki
TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENJADI PELITA BAGI ORANG MISKIN DAN PAPA 121
hingga sekarang. Sementara pemeriksaan suhu dan
cuci tangan sebelum masuk gedung gereja dan jarak
antar umat di bangku gereja dak lagi diberlakukan
sejak Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus.
Satgas Paroki juga terlibat dalam
penyelenggaraan vaksinasi, bekerja sama dengan
Bidang Pelayanan Paroki, RS Hermina, Balai
Pemerintahan Desa, RSIA Rumkitban, dan beberapa
instansi lain. Sejak Agustus 2021 hingga April 2022,
tercatat 22 kali penyelenggaraan vaksinasi bertempat
di halaman gereja. Melalui penyelenggaraan vaksin di
gereja, Paroki ingin memberikan kemudahan akses
kepada umatnya untuk bisa menerima vaksin dosis
lengkap. Kegiatan vaksinasi tersebut bersifat umum,
ar nya terbuka bagi masyarakat luas. Ini adalah
langkah gereja untuk ambil bagian secara ak f dalam
upaya pemutusan rantai penyebaran covid-19.
Satgas berharap umat tetap menerapkan
protokoler kesehatan, sesuai anjuran pemerintah, agar
pandemi bisa segera berakhir.
(Kris en Yuliar , Ketua Satgas Covid-19 St. Vincen us a Paulo)
122 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
8 Tuhan 123
Mengutus
Kita sebagai
Pelita di Tengah
Masyarakat
K ita sebagai anggota gereja, telah diutus untuk menjadi terang
dunia, menjadi pelita di tengah masyarakat yang majemuk.
Tuhan ingin kita mewartakan sabda Allah kepada mereka yang
dak mengenal Allah, serta menjadi saksi nyata karya-karya Allah.
Sejalan dengan dua dari Panca Tugas Gereja, yaitu pewartaan (kerygma)
dan kesaksian (martyria). Panca Tugas Gereja sendiri berasal dari cara
hidup jemaat perdana.
Agar tugas pewartaan dan kesaksian kita dapat berjalan dengan
maksimal, kita perlu terlebih dahulu mengenal Tuhan secara lebih
dalam. Maka dari itu, paroki kita, Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang
memiliki Kelompok Santo Klaus untuk membantu keluarga-keluarga
muda memperdalam iman anggota keluarganya. Sebab kita semua
tahu, bahwa Gereja yang pertama adalah keluarga.
Setelah mendapat penguatan melalui kegiatan dan ak vitas
dalam Kelompok Santo Klaus, orang-orang dewasa dalam keluarga akan
lebih mampu dan mantap mewartakan sabda Allah melalui ndakan
nyata di tengah masyarakat. Menjadi saksi Allah, dak hanya melalui
perkataan namun juga ndakan.
Tidak hanya orang dewasa saja, namun anak-anak dalam keluarga
juga akan mampu mewartakan dan menjadi saksi nyata karya Kristus.
Jika dak sempat mendapat penguatan iman melalui keluarga, maka
anak-anak dapat mendalami dan menguatkan iman mereka lewat
kegiatan kategorial seper BIAK dan REKAT.
Setelah anak-anak beranjak lebih dewasa, anak-anak mampu
memprak kkan iman mereka melalui kegiatan dalam OMK. Seper
yang telah dilakukan OMK Langsep, yaitu terjun langsung dalam
kegiatan lintas agama bersama anggota GUSDURian. Serta melalui
kegiatan-kegiatan lain baik dalam gereja maupun luar gereja.
Sebab, Tuhan akan memampukan kita untuk menjalan tugas
perutusan-Nya, menjadi pelita di tengah masyarakat.
TUHAN MENGUTUS KITA SEBAGAI PELITA DI TENGAH MASYARAKAT
Kelompok Santo Klaus,
Harta Karun Tersembunyi
Paroki Langsep
K elompok Santo Klaus, mungkin adalah pendalaman iman. Secara bergiliran di
terdengar asing bagi sebagian warga rumah-rumah anggotanya, diadakan pembacaan
Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang kitab suci kemudian dilanjutkan dengan
saat ini. Padahal kelompok itu sempat ak f dan merenungkan pe kan kitab suci tersebut.
eksis di paroki. Lantas, apa itu Kelompok Santo
Klaus? Selain kegiatan ru n, seringkali kelompok
Santo Klaus mengadakan kegiatan besar di paroki,
Kelompok Santo Klaus adalah kelompok seper lomba karaoke, ziarek, dan lain sebagainya.
keluarga muda yang dibentuk oleh “mantan” Demi kelancaran kegiatan di luar kegiatan ru n,
mudika (Muda-mudi Katolik) tahun 80-90an. Awal Sekjen akan menunjuk anggotanya untuk menjadi
mula pembentukannya adalah, karena kerinduan ketua pani a acara. Bahkan dulu kelompok Santo
sekelompok mudika untuk berkegiatan dan ak f Klaus pernah mengadakan lomba ngkat Dekenat
bersama seper saat masih belum menikah, Malang Kota.
namun dak memiliki wadah. Sehingga
terbentuklah wadah kecil, yaitu kelompok Santo Kegiatan lain dari kelompok ini adalah
Klaus. membantu kelancaran hari raya di paroki. Seper
misalnya pada saat Natal, Paskah, dan HUT Paroki,
Anggota awal dari kelompok Santo Klaus ini kelompok Santo Klaus menjadi tenaga
kebanyakan adalah mudika ak f yang menikah sukarelawan yang membantu pani a acara. Entah
dengan sesama mudika Paroki Langsep, kemudian membantu menata bangku, atau membantu detail
pelaksanaan acara.
nggal di wilayah Paroki Langsep. Karena sudah
ak f sejak masih di mudika, maka para pendiri ini Kelompok Santo Klaus bisa dikatakan sebagai
sudah terla h berorganisasi. Hingga kelompok wujud nyata pelita di tengah masyarakat. Baik
Santo Klaus bahkan memiliki AD-ART sendiri, yang umat Katolik, maupun masyarakat umum ngkat
mencantumkan bahwa kelompok Santo Klaus RT/RW. Sebab, mereka selalu siap membantu di
memiliki Sekjen serta pengurus harian. lingkungan gereja dan lingkungan tempat nggal.
Kegiatan ru n dari kelompok Santo Klaus
124 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Mereka telah tersebar dan menjadi saksi nyata Santo Klaus masih tetap ak f di lingkungan gereja
umat Katolik. dan lingkungan tempat nggal. Baik kepala
keluarga, maupun anak-anaknya. Ada yang
Sempat vakum sejak tahun 2009 karena menjadi pengurus gereja seper ketua lingkungan
kesibukan masing-masing, akhir-akhir ini dan pengurus DPP, ada yang menjadi ak vis di
kelompok Santo Klaus perlahan mulai dihidupkan bidang seni dan dikenal baik, ada yang menjadi
lagi. Kebetulan kebanyakan dari anggota Santo ak vis di bidang sosial, serta ada yang menjadi
Klaus telah pensiun dan anak-anaknya juga sudah ak vis maupun pengurus ngkat RT/RW.
dewasa. Keluarga-keluarga yang termasuk ke
dalam anggota Santo Klaus adalah; keluarga Pak Semoga Santo Klaus bisa hidup lagi, dan
Anselmus Suraji, keluarga Pak Kandar, keluarga Pak merangkul lebih banyak keluarga muda untuk
Imam, keluarga Pak Nanang Suhernadi, keluarga bersama-sama mendapat makanan rohani agar
alm. Pak Nanang Suwito, keluarga Pak Hadi bisa menjadi pelita di tengah-tengah masyarakat.
Subroto, keluarga Pak Eko Subianto, keluarga Pak Semoga di ulang tahun Paroki St. Vincen us a
Bambang Kris, keluarga Bu Trisya , keluarga Pak Paulo, Malang yang ke-50 tahun ini, paroki
Samsul, keluarga Pak Hermawan, keluarga Pak menjadi semakin kuat, teguh, dan rukun. Serta
Agus Brewok, keluarga Pak Fidelis Suhadi, dan bisa menjadi pelita bagi hidup masyarakat
masih banyak lagi. Indonesia, bukan hanya umat paroki dan umat
Katolik, namun juga dengan umat agama lain.
Meskipun sempat vakum dan dak
mengadakan pertemuan ru n, namun anggota (Nanang/Veda)
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 125
Kita Semua Bersahabat
Gereja sebagai persekutuan umat beriman mengenai pluralitas (agama, budaya, ekonomi)
dak bisa lepas dari Panca Tugas Gereja. dan dialog. Juga pengembangan kesadaran dan
Panca Tugas Gereja sendiri adalah dasar par sipasi umat dalam keterlibatan hidup di
pelayanan Gerejawi, yang diambil dari cara hidup tengah masyarakat. Nilai yang dihaya adalah
jemaat perdana. Adapun Panca Tugas Gereja terdiri keyakinan akan ja dirinya dan keterbukaan untuk
dari: pewartaan (kerygma), persekutuan (koinonia), menerima perbedaan. Serta ketulusan untuk
peribadatan (liturgia), pelayanan (diakonia), dan menampilkan apa yang dihaya atau diyakini.
kesaksian (martyria). Diantara kelima tugas Gereja
tersebut, terdapat kesaksian atau martyria yang Sementara prioritas program atau tugas Seksi
erat kaitannya dengan kehidupan sosial dengan Kerawam adalah penyebaran dan peresapan Ajaran
masyarakat umum di luar gereja. Sosial Gereja (ASG) ke dalam hidup umat beriman,
serta pendampingan dan pengembangan insan
Martyria sendiri berasal dari bahasa Yunani Katolik yang menjadi tokoh atau pemuka
“marturion” yang berar kesaksian. Kesaksian yang masyarakat, baik formal maupun non formal. Nilai
berasal dari kata “saksi” ini merujuk pada orang yang dihaya adalah kerasulan garam dan terang
yang telah mengalami suatu kejadian dan mampu serta kesatuan dalam perutusan gereja.
bersaksi mengenai kejadian itu secara benar.
Kesaksian yang diberikan kepada masyarakat umum Program Kerja Bidang Kesaksian
ini dapat berupa ndakan atau kata-kata. Program pertama yang dilakukan oleh Bidang
Kita sebagai saksi Kristus, jemaat Kristus yang
mengalami kasih Allah melalui Sang Penebus,
hendaknya memberikan kesaksian tentang kasih itu
kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang
ada di luar gereja. Oleh sebab itu, gereja memiliki
Bidang Kesaksian dalam struktur Dewan Pastoral
Parokinya, termasuk di Paroki St. Vincen us a Paulo,
Malang.
Seksi-Seksi di Bawah Bidang Kesaksian
Bidang Kesaksian Paroki St. Vincen us a Paulo
membawahi (dua) seksi yaitu Seksi Hubungan Antar
Agama dan Kepercayaan (HAAK) dan Seksi
Kerasulan Awam (Kerawam). Kedua seksi tersebut
memiliki panduan prioritas program masing-
masing.
Prioritas program atau tugas Seksi HAAK
adalah pengembangan pemahaman umat
126 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Kesaksian periode 2019-2022 adalah pendataan oleh Komisi Kesaksian Keuskupan Malang.
dan pertemuan tokoh-tokoh Katoik yang berkarya di Beberapa kegiatan tersebut melipu Vaksinasi
pemerintahan seper ASN, ABRI, TNI, Polri, dan Lintas Iman, Kunjungan Persaudaraan ke
LSM. Kehadiran mereka sebagai implementasi komunitas Budha dan pondok pesantren.
karya-karya nyata gereja Katolik dalam
mengembangkan iman dan menjadi garam dalam Kegiatan Dalam Rangka 50 Tahun Paroki St.
lintas agama. Vincen us a Paulo, Malang
Pertemuan tersebut diadakan pada awal Dalam rangka 50 tahun Paroki, Rm. Petrus
bulan Oktober 2019 di Griya Agape, bersama Rm. Maria Handoko, CM selaku Pastor Paroki ingin
Adi Saptowidodo, CM dan dihadiri lebih dari seratus mengadakan rangkaian kegiatan, untuk membina
orang. Dalam pertemuan, terdapat sharing dari komunikasi dan relasi dengan komunitas agama
beberapa peserta yang hadir. Sharing tersebut lain di wilayah Paroki Langsep melalui kunjungan.
menjadi buk bagaimana kesaksian telah dilakukan Antara lain kunjungan ke masjid dan pura, serta
oleh warga Paroki St. Vincen us a Paulo di tengah dialog dengan saudara dari agama lain.
masyarakat. Ada yang di lingkungan RT/RW, ada juga
yang di lingkungan pendidikan. Kegiatan pertama dalam rangkaian yang
dilaksanakan adalah buka bersama dengan warga
Sebagai ndak lanjut dari pertemuan sekitar Pondok Doa dan Gusdurian. Kegiatan itu
tersebut, pada tanggal 15 November 2020 diadakan diiku oleh banyak orang, baik dari perwakilan
Seminar di Gereja St. Vincen us a Paulo tentang mereka yang berpuasa maupun dari warga Paroki
“Ensiklik Fratelli Tu ”. Tema yang diangkat adalah Langsep. Dalam kegiatan buka bersama itu juga
“Persahabatan Sosial Umat Katolik di Masyarakat diadakan dialog sederhana antara kita dengan
Plural”, dengan pembicara Rm. Prof. Dr. F.X. Armada saudara yang muslim.
Riyanto, CM. Kegiatan yang dilakukan secara luring
dan daring ini mendapat respon posi f dari warga Kegiatan kedua adalah kunjungan ke Pura
Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang. yang ada di wilayah Paroki Langsep. Kunjungan ke
Pura ini diwakilkan oleh beberapa orang saja, dari
Selain kegiatan yang telah disebutkan, warga Paroki Langsep. Dalam kunjungan ini juga
bidang Kesaksian juga terlibat dan berkolaborasi terjadi dialog singkat.
dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan
Kemudian kegiatan terakhir adalah
TUHAN MENGUTUS KITA SEBAGAI PELITA DI TENGAH MASYARAKAT 127
kunjungan ke masjid yang ada di dekat Pondok oleh Bidang Kesaksian, kita semua mampu
Doa. Masjid yang dikunjungi adalah Masjid menjadi saksi di tengah masyarakat. Saksi akan
Abubakar Ash-shiddiq, ran ng Pandanlandung - kasih Allah yang telah kita alami sendiri. Memberi
Wagir. Kegiatan ini dihadiri oleh pemuka agama kesaksian dak hanya melalui kata-kata, namun
setempat, serta oleh Pastor Paroki, Rm. Petrus juga melalui ndakan. Dengan hal-hal sederhana,
Maria Handoko, CM. kita juga bisa menjadi saksi kasih Allah kepada
sesama umat manusia. (Evie)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan
tersebut adalah bentuk perwujudan dari
himbauan Bapa Paus bahwa “semua bersahabat”.
Selain itu Mentri Agama juga sangat menekankan
bahwa upaya persahabatan antar umat beragama
itu pen ng. Gerakan-gerakan untuk bisa lebih
saling mengenal, bisa juga dilakukan dengan
bekerja sama dalam hal-hal yang terjadi di dalam
masyarakat.
Seper yang telah terjadi yaitu dalam
penanganan covid-19 kemarin. Tanpa melihat
apapun agamanya, para tetangga juga sudah
saling membantu. Covid mungkin sudah mereda,
namun hal-hal lain bisa dilakukan, seper
penanganan virus hepa s yang sedang
melanda. Bisa saja dilakukan vaksinasi di paroki
atau di halaman masjid, sehingga bisa saling
mengenal, bekerja sama, dan persaudaraan
menjadi lebih mendalam.
Penutup
Semoga melalui kegiatan yang telah
direncanakan dan dilaksanakan dengan dipimpin
128 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Mewujudkan
Kerja sama Lintas Agama
bersama GUSDURian
Bangsa Indonesia memiliki semboyan yang dak paham akan Katolik. Rm. Gani
“Bhinneka Tunggal Ika” yang berar : bergabung dengan GUSDURian sekitar tahun
berbeda-beda tetapi tetap satu. Hal 2009, saat beliau masih berdomisili di Surabaya.
tersebut merujuk bukan hanya pada ras, suku, dan Kebetulan Rm. Gani, CM dan Ketua GUSDURian
adat, namun juga pada agama. Indonesia Surabaya tahun 1997 saling mengenal karena
mengakui 6 (enam) agama, yaitu: Islam, Kristen, sama-sama menjadi pendamping sekolah yang
Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. didirikan untuk anak-anak kurang mampu di pasar.
Hal itu disadari oleh Rm. Yohanes Gani, CM, Saat Rm. Gani, CM dipindah tugas ke Malang,
pastor rekan di Paroki St. Vincen us a Paulo. Rm. Ketua GUSDURian Surabaya
Gani, CM menyadari, bahwa dengan adanya menginformasikannya kepada teman-teman
keberagaman agama tersebut, maka dak semua Gusdurian Malang. Kemudian teman-teman
orang tahu dan paham apa itu agama Katolik. GUSDURian Malang menghubungi Rm. Gani, CM.
Ke dakpahaman ini bisa menimbulkan Hingga hari ini, Rm. Gani, CM masih turut serta
kecurigaan-kecurigaan. Misalnya tentang katolik dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh
dan Kristen yang lain yaitu Protestan. Kristen GUSDURian Malang.
Protestan bisa melakukan ibadah di rumah-rumah,
ibadah dengan memakai band bernyanyi dengan Apa itu GUSDURian?
agak keras, sedangkan Katolik dak. Hal-hal inilah Mengu p dari tempo.co, GUSDURian adalah
yang perlu dijelaskan kepada masyarakat non-
Katolik, terutama mereka yang dak paham. kelompok yang beranggotakan individu,
komunitas atau lembaga yang sama-sama
Ke dakpahaman menimbulkan kekua ran, memiliki pemikiran untuk meneruskan perjuangan
dan kekua ran itu bisa menimbulkan anarkis. Gus Dur. Dengan kata lain, GUSDURian adalah
Maka salah satu kesaksian kita sebagai umat kelompok yang berisi para murid dan pengagum
Katolik adalah kehadiran kita di tengah-tengah Gus Dur, yang sama-sama memiliki pemikiran
mereka. Misalnya kita sebagai orang katolik bisa untuk meneruskan perjuangan Gus Dur.
terlibat di RT, RW menunjukkan kita mampu
menjadi warga yang bisa memberikan sumbangsih GUSDURian dak hanya terdiri dari sesama
yang baik di tengah mereka. Itulah makna dari kata muslim dan keluarga besar NU saja tapi juga dari
“Pergilah kita diutus”. berbagai elemen masyarakat dari lintas agama,
lintas gender, suku, dan ras. Mereka semua bisa
Saat ini, sebagai perwujudan kesaksian di dinamakan GUSDURian karena memiliki 9
tengah masyarakat, Rm. Gani terlibat ak f dalam (sembilan) nilai dan pandangan Gus Dur yang
GUSDURian. Latar belakang Rm. Gani, CM dekat sama.
dengan GUSDURian, karena banyak orang Islam
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 129
Kenapa Dinamakan GUSDURian? 2. Kemanusiaan. Ke ka ada Tuhan pas ada
Setelah berpulangnya Kyai Haji Abdurrahman makhluk ciptaan-Nya termasuk alam semesta.
Ke ka manusia dak ada ke mpangan sosial,
Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur pada tahun dak ada keserakahan maka alampun akan
2009, para santri- santri Gus Dur mengadakan seimbang juga. Karena manusialah yang bisa
pertemuan. Tahun 2010 sudah ada gambaran menjaga dan menyeimbangkan semua secara
bahwa cara pandang Gus Dur sangat menarik universal.
terutama untuk masa depan bangsa Indonesia.
Dari situ terbentuk gerakan yang pada awalnya 3. Keadilan. Merdeka tanpa keadilan hanya
dinahkodai oleh puteri sulung Gus Dur sendiri slogan. Bagi gusdurian, keadilan dan kesetaraan
yaitu neng Alissa Qotrunnada M. Wahid, yang adalah puncak dari kemanusiaan itu sendiri.
sekarang menjadi ketua nasional GUSDURian. Dan itu harus kita mulai dari diri kita sendiri.
Beliau merangkul para tokoh-tokoh yang dekat
dengan Gus Dur dan yang satu pandangan. Itulah 4. Kesetaraan. Hendaknya kita saling menghargai,
awal mula adanya gerakan gusdurian. menghorma orang lain. Sehingga keadilan
akan tercipta.
Pada tahun 2011, GUSDURian
mendeklarasikan menjadi gerakan nasional. Tapi 5. Pembebasan. Se ap individu mempunyai hak
dalam lingkup Jawa Timur memiliki jaringan- yang sama terkait kons tusi terutama di
jaringan di Surabaya, Malang, Blitar, Bojonegoro, hadapan hukum sesuai Pancasila dan UUD 45.
Mojokerto. Di Malang sendiri gerakannya
dinamakan GARUDA (Gerakan GUSDURian Muda 6. Kesederhanaan. Ini adalah pola yang pen ng
Kota Malang), untuk ngkat kabupaten dinamakan dalam cara pandang kita agar kita tetap rendah
GUSDURian Kanjuruhan, dan GUSDURian Batu ha , dak terbuai bujuk rayu duniawi.
Menjadi hal yang sangat luar biasa dan patut 7. Persaudaraan. Toleransi
diapresiasi karena GUSDURian bisa lebih terbuka, 8. Kesatriaan. Hendaknya kita berani membela
bergerak bersama dengan Rm. Gani khususnya
dalam kegiatan dengan Paroki St. Vincen us a kaum yang membutuhkan pembelaan dengan
Paulo dalam mengatasi pandemi secara gotong cara mediasi.
royong. Pernah berkegiatan juga dengan teman- 9. Lokal wisdom/ kearifan lokal. Pandangan dan
teman OMK dalam gerakan-gerakan sosial tradisi harus tetap kita pertahankan agar
bersama, menumbuhkan rasa kepedulian kepada tercipta keseimbangan. Ke ka tradisi hilang
sesama lintas keagamaan, suku, dll. Baru dengan maka ja diri/ iden tas lokal akan hilang juga.
OMK Paroki St. Vincen us a Paulo-lah pengurus Mempertahankan tradisi merujuk pada rasa
GUSDURian Malang merasakan kedekatan sebagai nasionalisme kita.
bagian dari keluarga besar.
Apa Dampak Kegiatan Lintas Iman untuk Paroki?
Sembilan Nilai Utama Gusdurian Kemudian muncul pertanyaan, apa dampak
GUSDURian mempunyai 9 nilai utama dari
kegiatan lintas agama bersama GUSDURian ini,
pandangan Gus Dur: untuk paroki kita? Rm. Gani, CM berpendapat
1. Ketauhitan (Kepercayaan, keyakinan) se ap bahwa dampaknya dak hanya untuk paroki tetapi
wilayah yang lebih luas, yaitu keamanan ngkat
agama masing-masing. Se ap manusia keuskupan maupun gereja Kristen lainnya contoh
mempunyai hak dalam menentukan GKJW arah Jedong. Kita bisa juga menjadi
keyakinannya masing-masing. Kita dak boleh mediator antara umat dan pihak pemerintahan
memaksakan, mendoktrin kepercayaan kita setempat. Contoh, Malang pernah ada konflik
kepada orang lain. Karena fungsi dari dengan Papua. Rm. Gani, CM sempat diundang m
ketauhitan adalah kemanusiaan. dari kantor gubernur Jawa Timur dalam rangka
membantu program menciptakan Jawa Timur
yang aman dan harmonis.
130 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
“Berpikir Global ndakan Lokal” ar nya “homey”. Tempat yang aman bagi keluarga.
bagaimana membumikan toleransi bagi Indonesia Dengan padatnya penduduk dan majemuknya di
secara global dengan cara mau berkumpul dan wilayah sebelah selatan, kalau gereja ingin
bersosialisasi dengan teman-teman majemuk kita menjadikan diri sebagai rumah, harusnya ini
di ngkat lokal di wilayah kita masing-masing. dikembangkan sebagai tempat yang aman dan
Karena kalau toleransi itu sudah tumbuh dan bisa bersekutu dengan warga sekitar lingkungan
berkembang, maka kita sebagai umat di paroki mbebek'an sampai Wagir (dicari nama
akan merasakan kebebasan dan kenyamanan kita lingkungannya) karena mengingat ada Kapel
dalam melaksanakan acara-acara keagamaan kita, Bandulan dan Pondok Doa.
tanpa ada rasa takut, was was.
Contoh masyarakat sekitar Kapel Bandulan.
Kegiatan-kegiatan Yang Telah Dilakukan Beranikah mereka duduk-duduk santai di sekitar
Rm. Gani, CM dan GUSDURian ingin kapel, bahkan ngobrol dengan pihak kapel yang
ada, atau bahkan berani meminjam beberapa
memberikan pengajaran kepada banyak fasilitas yang ada mungkin lahan kosongnya untuk
masyarakat bahwa Indonesia adalah Negara yang rapat atau acara yang lain? Atau pondok doa yang
toleransi, saling menghargai satu sama lain. Baik lahannya bisa dipakai untuk acara olah raga warga
Rm. Gani, CM maupun GUSDURian ingin sekitar, pertemuan RT/RW bukan hanya eksklusif
mewujudkan kembali Indonesia yang dulu, untuk acara doa-doa saja.
berbeda-beda namun tetap satu. Saling
menghargai antar umat beragama, baik antar ras, Kalau masih hanya untuk intern dan eksklusif
suku, maupun bahasa. maka Gereja belum bisa menjadi saksi bagi orang-
orang sekitar. In nya kita mau membuka diri
Guna mewujudkannya, Rm. Gani, CM dan sehingga Gereja sungguh-sungguh menjadi benih
GUSDURian bekerja sama mengadakan berbagai yang tumbuh sehingga banyak burung hinggap.
macam kegiatan. Seper Natal bersama Seper perumpamaan Yesus dalam biji sesawi
menampilkan tari sufi, membangun posko yang tumbuh sehingga banyak burung yang
bersama untuk membantu orang-orang yang hinggap pada pohonnya seper dalam Injil Ma us
terdampak COVID-19, dan masih banyak lagi. 13:31-32 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji
sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di
Penutup ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari
Harapan dari perwakilan GUSDURian, supaya segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh,
sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain,
Gereja atau Paroki St. Vincen us a Paulo, Malang bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung
bisa menjadi saksi pergerakan masyarakat, di udara datang bersarang pada cabang-
pergerakan sosial anak bangsa. Dengan gereja cabangnya”. (bdk. Markus 4:31-32 dan Lukas
mau membaur dengan agama lain, maka mereka 13:19) (Evie/Veda)
jadi tahu isi dan nilai-nilai posi f dari elemen
gereja. Seper salah satunya yang telah dialami
sendiri oleh GUSDURian dengan berkegiatan
bersama OMK. Hendaknya kita semua saling
peduli, saling menjaga untuk kedepannya.
Harapan dari Rm. Gani, CM untuk ulang tahun
paroki yang ke-50 adalah kembali mewujudkan
visi misi gereja terdahulu yaitu menjadikan gereja
sebagai rumah. Itu sangat bagus karena
menjadikan gereja dak hanya sebagai
gedung/bangunan tapi situasi keluarga atau
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 131
OMK atau Mudika,
tetaplah Masa Depan Gereja
OMK (Orang Muda Katolik) atau yang termasuk OMK adalah orang Katolik yang berusia
hingga satu dekade lalu akrab disapa 18 – 25 tahun.
sebagai Mudika (Muda-mudi Katolik)
adalah seluruh kaum muda beragama Katolik, Karakter manusia dalam rentang usia yang
terlepas darimana ia berasal. Selama 50 tahun dijabarkan di atas adalah masa manusia sedang
Paroki Langsep ini berdiri, regenerasi OMK dapat asyik mencari ja diri. Mereka cenderung kri s,
dikatakan berjalan dengan baik. Dan patut diakui krea f, inova f, visioner, dan update terkait
juga bahwa kehadiran OMK memberi warna perkembangan zaman. Mereka juga cenderung
tersendiri dalam kehidupan paroki kita tercinta. berani mengambil resiko. Dengan karakter
tersebut, kaum muda bisa menjadi sebuah
Rentang Usia OMK persekutuan yang kuat, yang mampu memberi
OMK di Paroki Langsep selama 50 tahun ini, warna dalam kehidupan menggereja.
secara garis besar terbagi ke dalam 5 (lima) Peran Serta OMK Dalam Hidup Menggereja
generasi; generasi 80'an, 90'an, 2000-an, 2010- Sesungguhnya, sejak dahulu kala, sejak masa
an, dan generasi saat ini. Pembagian rentang usia
OMK di se ap generasi juga nampak memiliki awal mula berdirinya Paroki Langsep,
sedikit perbedaan. Seper pada generasi 80'an, Mudika/OMK telah berperan ak f dalam
warga Paroki Langsep mulai dari usia SMP mewarnai hidup menggereja. Saat OMK
(sekitar 13-14 tahun) hingga usia mahasiswa berkumpul, bersekutu, mereka akan saling
telah dianggap sebagai Mudika/OMK. Sementara memberi semangat dan saling menguatkan.
pada generasi 90'an, Mudika dimulai dari rentang Kehadiran OMK sebagai persekutuan dengan
usia SMA (sekitar 16-17 tahun) hingga usia semangatnya, akan ikut memacu semangat
Mahasiswa. Sedangkan untuk generasi 2000-an, orang-orang dewasa, baik Pastor Paroki maupun
pembagian rentang usianya dak berbeda awam. Bayangkan saja jika OMK dak ada, dak
dengan generasi 90'an. Pembagian rentang usia nampak sebagai satu kesatuan, bukan dak
tahun 80'an digunakan kembali pada generasi mungkin gereja akan loyo.
tahun 2010-an. Pada generasi 2010-an, anak-
anak yang sudah duduk di bangku SMP terbuka Selain berperan melalui persekutuan
untuk bergabung ke dalam Mudika. mereka, OMK juga berperan dalam peribadatan
di gereja. Seper terlibat ak f sebagai anggota
Sementara saat ini, OMK menurut Pedoman Kor Paroki, menjadi misdinar, lektor, dan
Karya Pastoral Kaum Muda (PKPKM) yang pemazmur. Baik pada masa awal berdirinya
dikeluarkan oleh KWI (Konferensi Waligereja Paroki Langsep hingga saat ini, se daknya ada
Indonesia) adalah orang Katolik yang berusia 13 – anak muda atau OMK yang berperan ak f dalam
35 tahun. Namun dalam pelaksanaannya di peribadatan, mengambil tugas sebagai pelayan
Keuskupan Malang agak bed. Menurut Pedoman Ekaris .
Pastoral Keuskupan Malang 2020 - 2032 yang
Mungkin perbedaan yang mencolok antara
OMK generasi awal dengan generasi saat ini
132 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
adalah keterlibatan ak f OMK dalam bidang Kegiatan OMK Selama Ini
pelayanan, terutama pelayanan kategorial. Dulu, Terkait kegiatan OMK, selain berperan ak f
sekitar tahun 80-an, SSV (Serikat Sosial St.
Vincen us) didominasi oleh kaum muda. Kaum dalam kehidupan menggereja, juga ada beberapa
muda atau Mudika pada masa itu sangat kegiatan ru n dan kegiatan khas untuk
mencintai pelayanan terhadap sesama. Seper mempererat kerukunan antar OMK. Tentunya, ada
mengunjungi orang-orang miskin dan terlantar, perbedaan di se ap generasi mengingat zaman
mengantar berobat, dan berbagai macam terus berubah dan berkembang. Dan di se ap
pelayanan lainnya. Selain karena memang generasinya, ada se daknya satu kegiatan yang
mereka ingin menolong sesama, melalui paling berkesan dan menjadi icon generasi itu.
pelayanan di SSV mereka juga merasakan Dimulai dari kegiatan generasi pertama. Kegiatan
kehangatan dan kenyamanan sebagai sesama OMK generasi 80'an yang paling memorable
kaum muda penerus gereja. adalah kegiatan LDK (La han Dasar
Kepemimpinan) yang diadakan se ap tahun
Lantas, apakah generasi saat ini dak suka dengan konsep camping. Biasanya, setelah kegiatan
melayani? Belum tentu. Bisa jadi semarak LDK akan langsung dilanjutkan dengan penyusunan
pelayanan di Paroki kita oleh kaum muda cukup program kerja selama satu tahun ke depan. Melalui
berkurang, karena mereka kurang dikenalkan kegiatan camping ini juga, ada OMK yang akhirnya
kepada kegiatan pelayanan ini. Mereka kurang saling mengenal lebih dekat, kemudian membentuk
diajak terjun dan terlibat dalam pelayanan. Saya keluarga. Kebanyakan dari OMK yang akhirnya
yakin, sekali OMK mengenal adanya pelayanan berkeluarga dengan sesama OMK Paroki Langsep ini
ini, pas ada satu dua anak yang ha nya tergerak dan menetap di wilayah Paroki Langsep, hingga hari
dan terpanggil untuk konsisten melayani. Hanya ini tetap ak f dan eksis di Paroki Langsep beserta
saja kegiatan pelayanan orang miskin ini kurang dengan anak-anaknya.
diperkenalkan, baik oleh biarawan-biarawa ,
maupun awam. Sementara kegiatan OMK tahun 90'an yang
paling berkesan adalah kegiatan pentas seni.
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 133
Bahkan pernah di akhir tahun 90'an (atau malah di jembatan kecil. Jarak antar rumah yang masih cukup
awal tahun 2000-an), diadakan lomba menyanyi di jauh juga menjadi tantangan tersendiri. Alat
Paroki Langsep. Kebetulan OMK/Mudika yang komunikasi yang terbatas, juga membuat OMK
waktu itu mendapatkan posisi pertama, kemudian generasi awal harus berjuang lebih saat akan
menjadi penyanyi, ar s ibu kota. menyebarkan undangan kegiatan. Undangan harus
dikirimkan langsung ke rumah OMK yang dituju.
Sedangkan kegiatan OMK generasi 2000-
2010'an yang paling diingat adalah Tablo, yang Berbeda dengan generasi saat ini, yang sangat
hingga tahun 2019 lalu ru n dilaksanakan se ap mudah dalam komunikasi dan kendaraan.
dua- ga tahun sekali. Selain tablo, pada tahun 2014 Kebanyakan dari mereka sudah memiliki
OMK Langsep pernah dipercaya penuh untuk smartphone, sehingga jika ingin mengundang
bertugas kor. Masih teringat dengan jelas dalam seluruh OMK untuk berpar sipasi dalam sebuah
ingatan, karena saat itu adalah salah satu k balik kegiatan, bisa dilakukan dengan satu kali klik.
OMK Langsep yang semangatnya (terutama dalam Namun sayangnya, keunggulan yang mereka miliki
tugas pelayanan kor) sempat redup. ini sekaligus menjadi hambatan bagi mereka.
Karena alat komunikasi sudah canggih, kaum
Kemudian, jika kita agak maju ke akhir tahun muda saat ini cenderung mager (malas gerak).
2010-an, ada perkusi yang menjadi icon atau ciri Sehingga sangat sulit untuk di suruh keluar rumah
khas OMK Langsep. Bahkan perkusi OMK Langsep dan berkumpul dengan manusia. Kebanyakan dari
sudah terkenal bukan hanya di Keuskupan Malang mereka menghabiskan waktu berkumpul dengan
atau umat Katolik, namun juga di masyarakat komputer, laptop, atau smartphone mereka.
umum. Memang, tentunya ada plus minus terkait
perkembangan zaman.
Se ap generasi, dalam merealisasikan idenya
menjadi kegiatan, tentu memiliki hambatan dan Sesungguhnya, pandemi covid-19 ini juga
tantangan yang berbeda. Seper pada generasi menghambat dan memberikan dampak buruk
awal, hambatan yang terasa adalah sulitnya akses pada kegiatan OMK. Sejujurnya, sebelum pandemi
terhadap seluruh wilayah paroki. Ada wilayah yang OMK sempat merancang kegiatan e-sport (yang
bisa digapai dengan cara melewa hutan dan
134 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
digagas oleh OMK yang saat ini menjabat sebagai menunggu untuk bisa membuk kan peran OMK
Ketua OMK Paroki Langsep). Mereka sudah dalam hidup menggereja.
semangat menyusun rancangan kegiatan tersebut.
Namun sayangnya, pandemi ini datang. Lockdown Kegiatan Turun Temurun
diberlakukan. Akibat ketakutan akan pandemi dan Jika kita membahas tentang kegiatan OMK,
juga terlalu lama di dalam rumah, banyak OMK
yang down secara mental. Sehingga krea vitas kita dak boleh melewatkan 1 kegiatan turun-
mereka memudar. Pandemi covid-19 ini sungguh temurun. Satu kegiatan dari OMK yang sudah ada
menjadi hambatan yang besar. sejak awal mula Paroki Langsep berdiri dan terus
dilakukan hingga hari ini, yaitu: jaga parkir. Jaga
Padahal sebenarnya secara kesempatan dan parkir oleh OMK sudah ada sejak tahun 80'an dan
peluang, mereka ini dapat berperan membantu turun temurun dilakukan oleh kaum muda di
dalam kegiatan-kegiatan gereja seper ikut paroki kita hingga saat ini. Hasil dari jaga parkir
terlibat dalam Tim Streaming (karena selama akan masuk ke dalam kas OMK dan nan nya akan
pandemi, di gereja selalu mengadakan Misa secara digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan
Online), lalu dapat ikut terlibat juga dalam kegiatan OMK. Sayangnya, jaga parkir saat ini dipandang
vaksinasi, dan kegiatan-kegiatan pelayanan sebelah mata dan mendapat cap buruk. Kegiatan
lainnya. Karena peran OMK ini dapat menjadi salah jaga parkir oleh sebagian orang dianggap sebagai
satu alat ukur seberapa kualitas OMK di Paroki kita. kegiatan yang membuat OMK menjadi “ dak
Orang tua akan memberikan lebih banyak punya masa depan” atau hanya memiliki masa
kesempatan ke OMK jika OMK bisa membuk kan depan sebagai “tukang parkir”. Bahkan ada yang
perannya yang ak f di gereja. Sementara OMK beranggapan bahwa jaga parkir ini membuat OMK
mau berperan ak f kadang kala mereka juga menjadi malas dan dak krea f (Andreas/Veda)
bingung, mau berperan di bagian mana dan
sebagai apa? Kondisi ini yang menjadi saling
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 135
Remaja Katolik
Paroki Santo Vincentius A Paulo
Remaja adalah seseorang yang berada melakukan tugas pelayanan secara bersama-
dalam masa peralihan dari anak-anak sama di hari raya Paskah, Natal, ataupun saat
menuju dewasa. Tentu saja remaja Komuni Pertama. Tantangan lain yang dihadapi
memiliki karakter psikologis yang unik dengan kelompok REKAT adalah kesulitan anggaran
segala persoalan dan kebutuhan untuk tumbuh karena belum tersedianya anggaran khusus dari
kembang pribadinya. Kebutuhan inilah yang DPP untuk kategori REKAT.
melatarbelakangi lahirnya kelompok kategorial
Remaja Katolik (disingkat REKAT) di Paroki Santo Seiring dengan berjalannya waktu,
Vincen us a Paulo. Beberapa waktu sebelumnya tantangan yang muncul di awal pembentukan
sempat menggunakan is lah RESAVIN, REKAT dapat diatasi, seper penentuan jenis
kependekan dari Remaja Santo Vincen us. kegiatan yang tepat dan ketersediaan anggaran.
Koordinasi dengan pembina REKAT lingkungan
Kelompok kategorial REKAT ini mulai mulai terbangun dengan baik. Namun kendala
terbentuk dan ak f di paroki setelah kelompok baru muncul, yakni sulitnya mengumpulkan anak-
BIAK (Bina Iman Anak Katolik) berkembang. Yang anak REKAT untuk dapat terlibat ak f dalam se ap
termasuk kategori REKAT adalah anak berusia kegiatan yang telah diprogramkan. Salah satu
kelas V SD sampai dengan kelas X (3 SMA). Hal ini faktornya karena ada sebagian anggota REKAT
didasarkan pada kesepakatan bersama dalam yang juga menjadi anggota Misdinar. Kegiatan
pertemuan para pembina BIAK dan REKAT REKAT dan Misdinar sering berbenturan waktunya.
separoki. Per mbangannya adalah kurangnya Koordinasi dengan pembina misdinar menjadi
pembina dan jumlah anak kelas 5-6 SD terlalu tantangan tersendiri yang masih terus diupayakan
sedikit, sehingga dak efek f jika dibentuk hingga saat ini agar kedua kelompok kategorial ini
kelompok tersendiri yaitu BIAK senior. Dengan bisa saling mendukung.
penetapan kategori usia tersebut, maka saat ini
jumlah anggota kelompok REKAT di Paroki St. REKAT St. Vincen us a Paulo sangat ak f
Vincen us a Paulo Malang ± 150 anak yang terlibat dalam tugas pelayanan di paroki. Para
tersebar di 14 lingkungan. pembinanya pun ru n mengadakan kegiatan
pembinaan. Berikut ini adalah kegiatan yang
Di awal terbentuknya, kelompok REKAT pernah dan sedang dilakukan kelompok REKAT.
belum memiliki rekanan kerja di ngkat
lingkungan dan masih mencari bentuk kegiatan
yang tepat. Kondisi ini dikarenakan pembina BIAK
dan REKAT di ngkat lingkungan dipegang oleh
orang yang sama karena keterbatasan jumlah
pembina. Lalu diadakanlah pertemuan bersama
antara koordinator REKAT, koordinator BIAK dan
para pembina BIAK lingkungan untuk
mendiskusikan program bersama. Dari
pertemuan itu, ditetapkan bahwa untuk
sementara waktu, BIAK dan REKAT akan
136 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
A. Kegiatan Ru n 4. KKI Remaja Regio Jawa di Bogor Jawa Barat
1. Tugas koor minggu ke-5 tahun 2013
2. Tugas koor Paskah pagi
3. Rekoleksi masa prapaskah 5. SOMA Regio Jawa di Malang Jawa Timur
4. APP tahun 2014
5. Aksi nyata berbagi kasih ke berbagai tempat
6. BKSN dan lomba-lomba 6. KKI Remaja Regio Jawa di Malang Jawa Timur
7. Camping/outbond tahun 2018
8. Pertemuan pembina
9. Minggu misi 7. Safari Rosario bulan Mei ke beberapa Paroki
di Malang tahun 2021
B. Kegiatan insiden l
1. Jambore Nasional Remaka di Palasari Bali 8. Misa Remaka Dekenat Malang Kota(
tahun 2013 DeMako ) ke berbagai Paroki di Malang sejak
2. Jambore Nasional Remaka di Pon anak Mei 2022
Kalimantan Barat tahun 2013
3. Jambore Nasional Remaka di Probolinggo Adapun koordinatornya sejak berdiri hingga
Jawa Timur sekarang:
1. Bapak Markus Wawan
2. Ibu Anna Sa ni
3. Bapak Darwin Yapenrui
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 137
Kami sangat berterima kasih dan memberikan
apresiasi yang besar atas dukungan yang diberikan
paroki melalui DPP. Dukungan berupa dana
maupun fasilitas lain serta dukungan moril yang
diberikan telah amat berperan dalam
mewujudkan kegiatan-kegiatan kelompok REKAT
sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Melalui perayaan HUT emas paroki, kami
berharap semakin banyak REKAT yang terlibat ak f
dalam kegiatan-kegiatan gereja agar
sungguhsemakin menghaya iman kris ani dalam
hidup sehari-hari, sehingga dapat menjadi pelita
bagi sesama. Dengan demikian semakin banyak
orang melihat terang Kristus dan berbalik kepada
Allah.
(kontributor: Tim Pembina REKAT)
138 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
BIAK, Malaikat Kecil Paroki
BIAK adalah singkatan dari Bina Iman Anak Yang termasuk dalam kategori kelompok BIAK
Katolik. Kelompok kategorial ini mulai ak f adalah anak mulai usia Play Group sampai dengan
dan berkembang di paroki sekitar tahun kelas 4 Sekolah Dasar. Sedangkan anak yang sudah
2007, karena sebelumnya disebut dengan is lah menerima komuni pertama sampai dengan kelas
Sekolah Minggu (sebutan katekese anak kala itu) IX, masuk dalam kategori REKAT. Pembagian
dan kegiatannya dipusatkan di paroki. Sejak rentang usia ini diputuskan berdasarkan
pergan an koordinator BIAK sekitar tahun 2007, kesepakatan bersama dalam pertemuan para
kegiatan BIAK diak an di ap- ap lingkungan. pembina separoki. Alasan pembagian kelompok
Tetapi dak semua lingkungan dapat tersebut adalah kurangnya pembina di ap- ap
mengak an kelompok kategorial ini. Ada lingkungan, dan jumlah anak usia kelas 5-6 sangat
beberapa kendala yang harus dihadapi seper , sedikit di ap- ap lingkungan. sehingga dak
jumlah anak terlalu sedikit, dak ada umat yang prak s kalau dibentuk kelompok sendiri yaitu BIAK
bersedia mendampingi atau menjadi penggerak di senior.
lingkungan, pembina atau penggerak merasa dak
memiliki skill yang cukup dalam hal pembinaan Jumlah anggota kelompok BIAK di paroki St.
iman dan lain-lain. Vincen us a Paulo Malang adalah 173 anak,
tersebar di 10 lingkungan (YP, Agus nus, Carolus,
Hingga saat ini lingkungan yang memiliki Monika, Maria, Bernadus, Cicilia, Andreas, Petrus,
kelompok kategorial BIAK adalah: St. Andreas, St. FX).
Agus nus, St. Bernardus, St. Carolus, St. Cicilia, St.
Maria, St. Petrus, dan St. Yohanes Pemandi. Tantangan yang dihadapi pembina dalam
Sedangkan lingkungan yang dak ada kelompok pendampingan BIAK sangat bervaria f, terutama
kategorial ini, dapat mengiku kegiatan Bina Iman ke ka pertama kali wacana menghidupkan
di Paroki, yang diselenggarakan di TKK Santa kegiatan BIAK di ngkat lingkungan. Ada
Maria III, pukul 08.00 WIB, dengan penerimaan kekhawa ran dari beberapa anggota dewan pada
berkat setelah umat menerima komuni Kudus. waktu itu, bahwa Sekolah Minggu di paroki akan
Tetapi di masa pandemi covid-19 tepatnya mulai ma . Namun kekhawa ran tersebut dapat ditepis,
sekitar pertengahan bulan April 2020, semua dengan kemeriahan tugas Misa Natal Anak dan
kegiatan BIAK dihen kan. Misa Paskah Anak yang sukses dilakukan oleh
kelompok BIAK dan REKAT dari beberapa
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 139
lingkungan yang ditunjuk. Bahkan dalam · Pendalaman iman dalam APP dan BKSN
penerimaan komuni pertama, kelompok · Menyisihkan uang jajan selama masa natal dan
kategorial, BIAK dan REKAT yang bertugas dalam
pelayanan kor. Sejak saat itu tugas Misa Natal pagi, prapaskah. Hasilnya dikumpulkan dan
Paskah pagi dilakukan oleh kelompok BIAK dan dibelanjakan sembako untuk membantu orang-
REKAT paroki secara bergan an (sebelumnya orang yang kurang beruntung.
tugas Misa Natal dan Paskah anak dihandel dari · Lomba-lomba dalam rangka BKSN dan Pesta
SDK atau TKK santa Maria). pelindung paroki, serta beberapa kali lomba
dalam rangka pesta Paskah.
Tantangan selanjutnya adalah mengenai · Ziarah ke gua Maria Mon ort Malang ( Seminari
anggaran. Pada awal ak fnya kelompok BIAK, SMM)
belum ada anggaran yang cukup dari pihak DPP. · Mengiku kegiatan-kegiatan yang diadakan di
Penyediaan materi/bahan ajar, kegiatan la han-
la han kor persiapan tugas dan lain-lain, banyak ngkat keuskupan yang biasanya
dilakukan secara mandiri dan iuran para pembina, diselenggarakan oleh KKI Keuskupan Malang
serta bantuan dari lingkungan-lingkungan. Perlu (hari anak misioner dan pembekalan pembina)
perjuangan dan advokasi yang panjang untuk
meyakinkan beberapa pihak, agar dapat memberi Kami sangat berterima kasih dan
dukungan kepada kelompok kategorial ini. Setelah memberikan apresiasi yang besar atas dukungan
satu periode kepengurusan, dan kelompok BIAK yang diberikan paroki melalui DPP bagi kegiatan-
dapat menunjukkan semua laporan secara kegiatan yang kami adakan dalam BIAK. Dewan
terperinci dan lengkap, akhirnya kendala dana Pastoral Paroki selalu memberikan dukungan
dapat diatasi. DPP sangat mendukung dan dana, fasilitas dan memberi suport yang
menyiapkan dana yang diperlukan untuk membangun bagi terlaksana dan suksesnya
memfasilitasi semua kegiatan BIAK sampai saat ini. kegiatan-kegiatan BIAK.
Namun tantangan terbesar yang sampai saat ini Harapannya, dengan HUT emas paroki, semakin
masih menjadi tugas rumah bagi para pembina menjadi pelita yang menyala dengan terang,
adalah 1) dukungan dari orang tua yang mau sehingga lebih banyak orang yang melihat terang
mengantarkan putra-putrinya untuk mengiku itu dan berbalik kepada Allah. Umat semakin
kegiatan-kegiatan BIAK, 2) regenerasi pembina menghaya iman Kris aninya dalam hidup sehari-
dan 3) peningkatan pengetahuan dan ketrampilan hari, dan menjadi terang di tengah masyarakat.
pembina.
(Tim Pembina BIAK)
Kegiatan BIAK di lingkungan-lingkungan
selama ini dapat berjalan dengan baik karena
didukung oleh mahasiswa-mahasiswi STP- IPI
Malang Prodi Pelayanan Pastoral, yang melakukan
kegiatan weekend pastoral di paroki ini. Kehadiran
mereka sangat membantu terlaksananya kegiatan
BIAK dan REKAT.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
kelompok BIAK adalah sebagai berikut:
· Pembinaan iman di lingkungan masing-masing
(hari Sabtu sore atau Minggu pagi).
· Tugas dalam Misa Natal dan Paskah Anak, Misa
Hari Anak Misioner
· Rekoleksi APP
140 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
Misdinar,
Pelayanan Yang Tak Lekang Oleh Waktu
Misdinar atau putra-putri altar, mereka juga bertugas membantu menyiapkan
merupakan salah satu bentuk perlengkapan misa sebelum misa, serta
pelayanan dalam gereja. Misdinar membantu menyiapkan bangku umat. Kemudian
sendiri berasal dari bahasa Belanda misdienaar selesai misa, mereka juga bertugas
yang memiliki ar pelayan atau asisten misa. mengembalikan peralatan misa ke tempatnya
Sesuai namanya, misdinar bertugas untuk semula.
melayani atau mendampingi dan membantu
Romo dalam perayaan-perayaan liturgis, terutama Kemudian seiringnya berkembangnya paroki,
dalam Perayaan Ekaris . dari yang semula nunut lalu memiliki gedung
sendiri, misdinar juga ikut berkembang. Mulai
Misdinar di Paroki St. Vincen us saat ini banyak anak yang terpanggil untuk melayani
didominasi oleh anak-anak usia remaka hingga dengan menjadi misdinar. Meskipun masih tetap
OMK awal yang ingin terlibat ak f dalam anak-anak yang boleh menjadi misdinar hanya
pelayanan di gereja. Kebanyakan dari mereka ingin anak laki-laki saja.
menjadi misdinar dengan tekad membantu romo
dalam misa atau perayaan ekaris . Sebelum Karena misdinar sudah semakin banyak, maka
menjadi seper saat ini, misdinar Paroki St. petugas misdinar bisa mulai dibagi. Baik petugas
Vincen us a Paulo telah mengalami berbagai mingguan, harian, maupun hari raya. Tidak seper
macam perubahan dan perkembangan di dulu, yang petugasnya hanya itu-itu saja. Walau
dalamnya. kadang, untuk petugas misa harian yang bertugas
masih itu-itu saja.
Awal Mula Terbentuknya Misdinar di Paroki St.
Vincen us a Paulo Paroki akhirnya memiliki misdinar perempuan
pertama sekitar tahun 1990. Waktu itu
Ke ka Paroki St. Vincen us a Paulo masih bergabungnya anak-anak perempuan
“nunut” di Seminari CM, belum ada yang namanya menimbulkan pro dan kontra dari misdinar yang
misdinar. Selama perayaan ekaris berlangsung, lama. Karena selama ini yang tampak melayani
yang membantu atau melayani romo adalah Romo di pan imam hanya anak laki-laki dan dak
frater-frater CM. Kemudian pastor paroki pada
waktu itu berinisia f mengajak beberapa anak
muda untuk menjadi putra altar. Ya, misdinar pada
awalnya hanya terdiri dari anak laki-laki saja.
Waktu itu, misdinar awal hanya terdiri dari 8
(delapan) anak laki-laki usia SMP-SMA. Karena
keterbatasan jumlah misdinar, maka satu anak bisa
tugas hingga berkali-kali. Dan pada waktu itu,
masih belum ada yang namanya pembagian tugas
atau penjadwalan.
Selain bertugas misdinar pada saat misa,
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 141
perempuan mulai diterima. Bahkan saat ini, muda yang usianya dak terpaut jauh dengan
jumlah misdinar perempuan lebih banyak anak-anak misdinar. Sebab, dengan perbedaan
daripada misdinar laki-laki. usia yang dak jauh, anak-anak misdinar akan
lebih terbuka dengan pendampingnya. Sehingga
Pendampingan Misdinar pendampingan terhadap anak misdinar akan lebih
Saat misdinar baru dibentuk, pendampingan op mal. Tentunya, pendamping misdinar haruslah
orang yang pernah menjadi misdinar.
diberikan oleh frater-frater CM. Sekitar tahun
1980-an, awal dari pembentukan misdinar, Anggota Misdinar
pendamping misdinar adalah Rm. Petrus Maria Syarat untuk menjadi anggota misdinar
Handoko, CM yang waktu itu masih menjadi frater.
Beliau mengajarkan secara detail mengenai adalah sudah menerima komuni pertama.
peralatan liturgi dan menuntut misdinar untuk Sehingga anggota misdinar yang paling muda
hafal semua namanya satu persatu. Bahkan, adalah yang berusia 9-10 tahun. Anggota misdinar
misdinar saat itu ditugaskan untuk membantu ak f sendiri terdiri dari anak-anak usia 9-17 tahun.
koster menata piala sesuai urutan dan harus benar. Jika sudah di atas usia 17 tahun, masih diizinkan
Rm. Petrus Maria Handoko, CM yang waktu itu bertugas namun namanya dak akan dimasukkan
masih frater, sangat telaten mendampingi di dalam jadwal tugas ru n (seper misa mingguan
misdinar. Sayangnya, masa tugas frater-frater dan misa harian).
untuk mendampingi hanya satu tahun.
Karena berisi anak-anak usia 9-17 tahun, maka
Kemudian sekitar tahun 1980-an akhir, Rm. prak s misdinar terdiri dari 2 kelompok kategorial
Pon celli, CM melihat misdinar saat itu dak usia, yaitu Remaka dan OMK. Sehingga merupakan
teratur dan dak terarah. Misdinar membutuhkan anggapan yang salah bahwa misdinar sama
sosok awam yang mampu mendampingi mereka, dengan remaka. Padahal misdinar dak hanya
karena, periode satu tahun pendampingan frater- berisi anak-anak usia Remaka. Bahkan misdinar
frater dak berjalan dengan efek f. Akhirnya Rm. usia OMK juga sama ak fnya dengan misdinar usia
Pon celli, CM menunjuk ga orang awam untuk Remaka.
mendampingi misdinar. Tiga orang inilah
pendamping misdinar pertama yang bukan Kegiatan-kegiatan Misdinar
berasal dari kaum berjubah. Kegiatan-kegiatan misdinar ap generasinya
Sistem pendampingan oleh awam ini ada yang sama dan ada yang berbeda, mengiku
kemudian berlanjut hingga hari ini. Biasanya, perkembangan zaman. Kegiatan yang sama,
pendamping memiliki periode pendampingan tentunya adalah kegiatan seputar altar seper
selama ga tahun, dan diambil dari orang-orang tugas ru n dalam Perayaan Ekaris . Perbedaan
dari tugas ru n ap generasi hanya ada pada
komposisi petugasnya. Untuk petugas dari
generasi awal hanya laki-laki. Kemudian generasi
selanjutnya sudah ada misdinar perempuan, tapi
petugas se ap misa dibagi berdasarkan gender.
Jadi yang bertugas antara laki-laki semua atau
perempuan semua. Sementara untuk misdinar
saat ini, petugasnya sudah dicampur menjadi laki-
laki dan perempuan.
Membahas soal kegiatan yang berbeda, ap
generasi memiliki kegiatan yang berbeda sesuai
142 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
kondisi pada masanya. Seper misdinar generasi komunikasi dari pihak luar. Karena waktu itu belum
awal, karena paroki baru berdiri dan masih ada sosial media seper saat ini.
kekurangan dana, maka untuk berkegiatan
misdinar ak f melakukan penggalangan dana Kemudian untuk kaderisasi, anak-anak yang
bersama. Penggalangan dana yang dilakukan baru menerima komuni pertama dak diwajibkan
antara lain: mengumpulkan barang bekas, menjadi misdinar. Namun jika ada yang tertarik
berjualan parsel saat Natal dan Paskah, dan dan ingin mengenal misdinar lebih dulu, bisa
sebagainya. Karena gereja awal umatnya masih mengin p AMPUL PAPITAR sebelum
sedikit, maka seluruh anak yang baru menerima memantapkan diri menjadi misdinar. Pembuatan
komuni pertama langsung dila h menjadi jadwal juga lebih mudah, karena pada generasi ini
misdinar tanpa terkecuali. Tentu saja, sudah ada komputer. Sehingga jadwal bisa dike k
sebelumnya telah dilakukan pendekatan secara dan di-print.
personal oleh misdinar-misdinar senior.
Pembuatan jadwal pada masa generasi awal Selain kegiatan AMPUL PAPITAR, misdinar
masih menggunakan mesin ke k. Sehingga generasi 2000-an juga ru n mengadakan retret di
dalam pembuatan jadwal, pengurus dila h villa ap tahun dan rujakan bareng. Rujakan
kesabaran dan keteli annya. bareng ini biasa dilakukan di rumah salah satu
misdinar, atau dulu di Goa Maria saat gereja masih
Meski dengan banyaknya keterbatasan, Gereja Le er L.
namun misdinar generasi awal mampu dan tetap
semangat mengadakan keiatan-kegiatan besar. Perbedaan paling mencolok tentang kegiatan
Seper pada saat Natal dan Paskah, biasanya justru ada pada generasi saat ini. AMPUL PAPITAR
sesudah Misa Malam Natal dan Paskah, akan sudah dak ada lagi, digan kan dengan MILAN
diadakan kegiatan bersama di halaman gereja. GEMBIRA yang diadakan ga bulan sekali. Sebab
Yang bertugas mengatur kegiatan tersebut adalah untuk anak-anak generasi sekarang, mereka dak
anak-anak misdinar. Sehingga misdinar saat itu terlalu antusias dengan pertemuan ru n. Mereka
menjadi sangat rukun. Pada masa itu juga, malah mudah bosan dengan pertemuan ru n.
misdinar dekenat sudah ada, dan se ap tahunnya Sehingga untuk menjaga kerukunan antar
diadakan acara camping misdinar se-Dekenat misdinar, frekuensi pertemuan justru lebih efek f
Malang Kota. saat dikurangi. Karena mereka lebih suka
menghabiskan waktu di dunia maya, bermain
Selain kegiatan-kegiatan besar, misdinar game, scroll media sosial, dan sebagainya.
generasi awal juga memiliki kegiatan ru n. Nama Kegiatan ru n yang mengharuskan mereka sering
dari kegiatan ru n mereka adalah “AMPUL berkumpul justru membuat mereka menjadi
PAPITAR” atau kepanjangannya adalah: Ajang mudah bosan.
Kumpul Putra-Putri Altar. Orang yang memberikan
nama itu adalah Rm. Pon celli, CM. Sesuai
namanya, kegiatannya berupa pertemuan ru n
se ap bulan, entah untuk bermain bersama,
maupun untuk merancang kegiatan bersama.
Sementara untuk kegiatan generasi
menengah, misdinar tahun 2000-an, kegiatan yang
dilakukan dak terlalu berbeda jauh dengan
generasi awal. AMPUL PAPITAR masih ada, hanya
saja pelaksanaannya menjadi se ap minggu.
Tujuan diadakan se ap minggu, supaya evaluasi
bisa dilakukan lebih ru n dan mempermudah
BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP 143
Kegiatan MILAN GEMBIRA sendiri adalah kegiatan dak langsung memberikan kesaksian sebagai umat
ru n berisi pendalaman iman singkat oleh frater Katolik. Banyak dari anak-anak misdinar yang di
pendamping, dilanjutkan dengan permainan- sekolahnya (sekolah negri) ak f di organisasi dan
permainan di halaman gereja dengan sistem pos. memberi sumbangsih posi f dalam organisasinya.
Mereka dak takut menjadi minoritas, karena
Kemudian untuk pembagian jadwal saat ini melalui misdinar paroki dan misdinar dekenat,
sudah dak lagi di-print, melainkan jadwal dibagi mereka jadi mengenal lebih banyak teman seiman.
dalam bentuk file di grup whatsapp. Mereka menjadi sadaar bahwa mereka dak pernah
sendirian karena masih ada saudara seiman.
Selain kegiatan internal, misdinar Paroki
Langsep juga ak f di kegiatan Misdinar Dekenat Penutup
Malang Kota. Bahkan dari Misdinar Langsep ada Harapan di pesta emas Paroki St. Vincen us a
yang terlibat sebagai pengurus ak f Misdinar
Dekenat Malang Kota. Paulo ini, supaya anak-anak muda khususnya
misdinar diberi perha an lebih. Sebab mereka
Buah dari Kegiatan-kegiatan Misdinar adalah penerus Gereja, dan upaya mereka sebagai
Karena memiliki pola pendampingan teratur pelita di tengah lingkungan perlu diberi apresiasi
lebih. Tidak ada sesuatu kemajuan yang dak
dan turun temurun, serta memiliki kegiatan ru n memerlukan biaya, tapi semua itu akan terbayar
yang jelas, maka anak-anak misdinar menjadi anak dengan kemajuan yang akan dicapai oleh anak-
yang terla h. Terla h dalam ar an secara rohani anak. Mungkin juga perlu lebih ditanamkan dalam
dan sosial. Mereka terbiasa fokus selama misa jiwa anak muda, rasa tanggung jawab yang besar,
supaya dak salah dalam bertugas, sehingga secara Kalau mereka diberi ruang gerak yang luas, dengan
bimbingan yang benar kita semua akan terkejut
dak langsung fokus juga pada sabda Tuhan dan dengan hasil yang akan mereka tampakkan.
khotbah yang diberikan oleh Romo.
Semoga anak-anak misdinar terus semangat
Selain itu, karena terbiasa berkegiatan bersama melayani dan dak pernah lupa dengan semboyan
maka jiwa sosial anak-anak misdinar juga terla h. PTOW “Pelayananku Tak lekang Oleh Waktu”
Tidak jarang orang tua menyampaikan rasa syukur, mereka. Dan semoga, segala tugas dan kinerja
karena sejak anaknya ikut misdinar, anaknya misdinar mendapat dukungan dari berbagai pihak di
menjadi dak kuper (kurang pergaulan), dak paroki. (veda)
mudah jijik, dan dak mengurung diri terus di dalam
kamar.
Berkat itu semua, anak-anak misdinar ini saat
berada di lingkungan masyarakat majemuk secara
144 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP
9 145
Lampiran
Rangkaian
Kegiatan
HUT Emas
SVAP
SUNGGUH AGUNG
KARYA-MU
MENJADIKAN KAMI PELITA
bdk. Mzm 18 : 29
1972 - 2022
RANGKAIAN KEGIATAN HUT EMAS SVAP
VISI PAROKI
Paroki Santo Vincen us a Paulo Malang adalah persekutuan
Umat Allah yang mewartakan Injil dengan membangun sikap
terbuka dalam melaksanakan panca tugas Gereja dilandasi
oleh semangat Santo Vincen us a Paulo.
MISI PAROKI
1. Menyemanga umat untuk lebih
menghaya iman Kris ani secara
mendalam, dewasa, dan mandiri.
2. Merayakan misteri keselamatan
dengan liturgi yang hidup dan
menyentuh.
3. Mendorong umat umat untuk menjadi
saksi dan pewarta iman yang hidup.
4. Menggerakkan umat untuk lebih
memerha kan kaum miskin.
5. Membangun komunitas basis yang
koopera f, solider, dan komunika f.
146 BUKU KENANGAN 50 TAHUN PAROKI SVAP