OVERVIEW MANAJEMEN
KEUANGAN
Materi 1
Materi Pembelajaran
■ Memahami Konsep Dasar Manajemen Keuangan
■ Memahami Fungsi Manajemen Keuangan
■ Memahami Tujuan Manajemen Keuangan
■ Memahami Lingkungan Manajemen Keuangan
Pendahuluan Planning
Organizing
Fungsi Pokok Pemasaran Fungsi
Perusahaan Keuangan Manajemen Staffing
Produksi Actuating
HRD Controlling
Model Neraca Keuangan untuk
Memahami Manajemen Keuangan
■ Tugas Manajer Keuangan adalah mengambil keputusan investasi,
pendanaan, dan modal kerja dengan tujuan akhirnya
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham (nilai saham)
■ Sisi kiri Neraca (ASET) menggambarkan tugas manajer keuangan
untuk INVESTASI; menanamkan dana pada aktiva lancer maupun
aktiva tetap.
■ Sisi kanan Neraca (UTANG + MODAL) menggambarkan tugas manajer
keuangan untuk PENDANAAN; mencari dana yang bersumber entah
dari utang jangka pendek, utang jangka panjang, maupun dari
penerbitan saham yang nantinya akan digunakan untuk investasi
aktiva-aktiva yang ada di sisi kiri
Model Neraca Keuangan untuk
Memahami Manajemen Keuangan
■ Tujuan manajemen keuangan—memaksimumkan kemakmuran pemegang saham--
diperlukan karena prestasi manajer keuangan perlu dievaluasi berdasarkan standar
tertentu: Dapat dikatakan “Berhasil” atau “Gagal” melakukan tugasnya sebagai
perwakilan para pemegang saham?
Bisnis Yang Bagus Adalah
Bisnis Yang Bisa Dijual Dengan
Harga Tinggi
Menciptakan Nilai: Meningkatkan Aliran
Kas Masuk
■ Fokus manajemen keuangan yang kedua adalah aliran kas yang positif (positive
cashflow); fokusnya berbeda dengan keuntungan akuntansi (accounting profit)
Tidak benar- Penjualan Accounting Profit Cashflow
benar terjadi Biaya Operasional 1,000,000 1,000,000
perpindahan Depresiasi 500,000
aliran kas Keuntungan Kotor 200,000 500,000
dalam Pajak (40%) 300,000 -
konsep 120,000 -
Depresiasi 180,000
120,000
380,000
Menciptakan Nilai: Meningkatkan Aliran
Kas Masuk
■ Tiga dimensi aliran kas yang perlu diperhatikan:
1. Magnitude; jumlah aliran kas yang positif
2. Timing; berkaitan dengan konsep nilai waktu uang yang berfokus pada masalah
inflasi & “biaya kesempatan” yang hilang
3. Risk; jika ada dua skenario penerimaan kas dengan jumlah yang sama, namun ada
kemungkinan pembayaran di salah satu skenario di masa depan ternyata lebih
tidak pasti
■ Nilai tertinggi yang bisa didapatkan perusahaan adalah, jika berhasil mendapatkan
aliran kas positif yang besar, serta diterima oleh perusahaan di awal atau secepat
mungkin, dan memiliki risiko yang rendah
Maksimisasi Keuntungan vs.
Maksimisasi Nilai Saham
■ Ingat sebelumnya bahwa KEUNTUNGAN identik dengan Laba Bersih di Laporan L/R,
sedangkan yang menjadi fokus manajer keuangan adalah ALIRAN KAS POSITIF di
Laporan Arus Kas. Sehingga kedua konsep di atas sudah barang tentu adalah
konsep yang benar-benar berbeda.
■ Nilai saham akan ditentukan oleh banyak faktor: keuntungan perusahaan, risiko,
dan faktor lain-lain.
■ Harga saham sendiri merupakan konsensus / kesepakatan antara para pembeli
dan penjual saham berbasis auction di pasar keuangan, terhadap prospek
sekaligus risiko yang mungkin dialami perusahaan di masa depan. Informasi
besarnya aliran kas, timing, risiko, dan lain-lainnya akan dianggap relevan oleh
investor.
Manajer dan Pasar Keuangan
■ Pasar keuangan yang dimaksud di sini adalah PASAR MODAL, dimana tugas
manajer keuangan adalah sebagai jembatan antara perusahaan dengan Pasar
Modal.
(2) (1)
OPERASI Manajer (4b) PASAR MODAL:
PERUSAHAAN Keuangan (4a)
- Saham
(3) - Obligasi
- Reksadana
- Sertifikat Deposito
- Derivatif (Valas,
Komoditas)
KONFLIK KEAGENAN (Agency Conflict)
■ Baik Pemegang Saham, Pemegang Obligasi, dan Manajer Keuangan tidak harus
memiliki tujuan yang selaras satu sama lain. Tujuan Yang Sama ≠ Tujuan Bersama
■ Beberapa jenis konflik keagenan:
1. Konflik Pemegang Saham dengan Manajer
2. Agency Free Cash Flow
3. Konflik Pemegang Saham dengan Pemegang Kontrak Utang
4. Konflik Pemegang Saham Mayoritas dengan Pemegang Saham Minoritas
5. Konflik internal perusahaan, seperti Karyawan vs Manajer
Konflik Pemegang Saham dengan
Manajer
■ Manajer memiliki agenda sendiri yang tidak selalu sejalan dengan tujuan yang
dibebankan kepada mereka oleh para pemegang saham.
■ Seringkali menyebabkan keluarnya biaya-biaya yang “tidak perlu” karena adanya 2
motivasi dasar manajer (Donaldson):
1. Survival → manajer berusaha menguasai sumber daya agar perusahaan
terhindar dari kebangkrutan
2. Independent → manajer ingin mengambil keputusan yang bebas dari tekanan
pihak luar, termasuk dari pasar modal dimana manajer cenderung tidak
mendukung adanya IPO atau pun Right Issue, dimana manajer ingin
menggunakan dana hanya dari sumber internal (baca: laba ditahan)
Konflik Pemegang Saham dengan
Manajer
■ Sehingga dikatakan, manajer cenderung bertujuan memaksimumkan kemakmuran
perusahaan; bukan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.
■ Agency Cost (Biaya Keagenan) = biaya yang digunakan untuk memonitor dan
mengimplementasikan alat kontrol perilaku manajer.
■ Contoh tindakan yang menimbulkan agency cost:
– Pembentukan Dewan Komisaris (Board of Directors)
– Sistem bonus terkait prestasi perusahaan maupun adanya Opsi Saham
– Mengingatkan potensi hostile takeover dari perusahaan lain yang berujung
pencopotan manajer, sebagai akibat dari ‘salah urus’ yang tidak disukai oleh
para pemegang saham yang baru.
Agency Free Cash Flow
■ Pada prinsipnya → Laba Ditahan vs Pembagian Dividen
■ Jika ada ‘kelebihan kas’, para manajer lebih suka menahannya untuk kelak
diberlakukan sebagai BONUS, tetapi para pemegang saham lebih suka jika
kelebihan itu dibagikan kepada mereka dalam bentuk DIVIDEN.
■ Perusahaan yang sudah mencapai tahap kedewasaan (mature) di perekonomian
saat ini cenderung lebih sering memiliki masalah ini, contohnya pertambangan
minyak, rokok, dan produk kehutanan.
■ Ancaman hostile takeover biasanya lebih sering digunakan untuk mengontrol
manajer. Dan biasanya diikuti dengan restrukturisasi kapital dengan ‘dipaksa’
berhutang supaya Free Cash Flow (FCF) yang tidak produktif bisa keluar.
■ Note: bunga dari utang sifatnya WAJIB dibayarkan setiap periode, sementara dividen
sifatnya TIDAK WAJIB dibagikan karena tergantung kebijaksanaan manajemen
setelah melihat kinerja dan kondisi perusahaan saat ini dan prospeknya di masa
depan
Konflik Pemegang Saham dengan
Pemegang Kontrak Utang
■ Pemegang saham (melalui manajer) bisa menjalankan aktivitas yang berisiko tinggi.
Karena proyek yang berisiko tinggi, jika sukses dijalankan, maka mendatangkan
keuntungan yang tinggi pula. Ingat! Pembagian Dividen berdasarkan kinerja
perusahaan. Makin ciamik kinerjanya, makin tinggi pula potensi Dividen diberikan
■ Padahal mau kinerja perusahaan ciamik atau tidak, risiko proyeknya besar atau
kecil, para pemegang kontrak utang hanya bisa menerima sejumlah bunga yang
sifatnya TETAP sesuai kontrak.
■ Tentunya para pemegang kontrak utang ingin perusahaan ambil aman saja jika
beroperasi supaya memastikan kewajiban pembayaran bunga utangnya tetap
berjalan baik.
SELESAI
ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN
Materi 2
Materi Pembelajaran
Laporan Keuangan
(Financial Statement)
1) NERACA (Balance Sheet)
➢ Ringkasan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan pada waktu tertentu, atau bisa
disebut sebagai ‘Snapshot’ kekayaan perusahaan per tanggal tertentu.
➢ Aktiva = Kewajiban + Modal Saham atau bisa dikatakan sebagai Sisi Kiri hasil investasi
= Sisi Kanan sumber pendanaan
➢ Aset = manfaat ekonomis yang akan diterima di masa depan, atau manfaat ekonomis
yang akan dikuasai oleh perusahaan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian tertentu
➢ Utang = pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul di masa depan akibat kewajiban
perusahaan saat ini untuk mentransfer aset atau memberikan jasa ke pihak lain di
masa depan. Bisa juga merupakan akibat adanya penundaan pembayaran untuk barang
atau jasa yang telah diterima oleh organisasi dan dari dana yang dipinjam.
Laporan Keuangan
(Financial Statement)
2) LAPORAN LABA-RUGI (Income Statement)
➢ Meringkaskan aktivitas operasional perusahaan selama periode tertentu.
➢ Merupakan bagian laporan terpenting dalam laporan tahunan
➢ Laba = Penjualan – Biaya
➢ Biasanya biaya yang ada di dalam Laporan Laba-Rugi terbagi menjadi 4 area:
➢ Harga Pokok Penjualan → menjadi Laba Kotor / Gross Profit
➢ Biaya Umum, Administrasi, dan Penjualan → menjadi Laba Operasional /
EBITDA
➢ Depresiasi & Amortisasi → menjadi EBIT
➢ Bunga Utang dan Pajak → menjadi Laba Bersih / EAT
Laporan Keuangan
(Financial Statement)
3) LAPORAN ARUS KAS (Cashflow Statement)
➢ Meringkas informasi Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar yang dapat bersumber
dari 3 aktivitas utama: Aktivitas Operasional, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas
Pendanaan
➢ Tujuan Laporan Arus Kas:
➢ Memberikan informasi terkait jumlah penerimaan & pengeluaran kas
perusahaan selama periode tertentu
➢ Memberikan informasi terkait efek kas dari 3 aktivitas utama perusahaan.
➢ Cara pembentukan Laporan Arus Kas yang beragam, lebih lanjutnya akan kalian
pelajari di mata kuliah Penganggaran
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
■ Laporan keuangan perusahaan seperti yang bisa kalian unduh di
https://bit.ly/2QZhKex, masih menyediakan data yang ‘relatif
mentah’, sementara banyak pihak butuh data yang sudah diolah
sehingga lebih bermakna untuk kepentingannya masing-masing.
■ Misal, seorang analis kredit perbankan butuh informasi likuiditas
jangka pendek sebuah perusahaan sebelum berkeputusan apakah
perusahaan tersebut layak diberikan kredit atau tidak.
■ Seorang investor saham juga butuh informasi terkait prospek
perusahaan secara jangka panjang, baik dari kemampuan
perusahaan menghasilkan keuntungan maupun risiko perusahaan.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
■ Hal-hal yang harus diperhatikan seorang Manajer Keuangan:
1. Tren / Perkembangan; sebaiknya membandingkan laporan keuangan
perusahaannya 5-6 tahun ke belakang
2. Angka Pembanding (Benchmark); suatu angka bisa dengan yakin dikatakan
baik/buruk jika kita memiliki perusahaan lain yang sejenis atau rata-rata satu
industri secara keseluruhan yang bisa menjadi tolok ukur usaha kita dalam
mengelola perusahaan. Perhatikan juga kriteria kemiripannya supaya proses
pembandingan bisa menjadi lebih valid
3. Analisa Integral Perusahaan; misalnya diskusi strategi perusahaan dan diskusi
rencana ekspansi atau restrukturisasi.
4. Informasi Tambahan; misalnya analisa penurunan penjualan yang digabungkan
dengan analisa perkembangan pangsa pasar.
(1) ANALISIS RASIO KEUANGAN
Rasio Likuiditas mengukur kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek
• Rasio Lancar (Current Ratio)
• Rasio Quick (Acid-test Ratio)
• Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio Aktivitas mengukur kemampuan menggunakan asetnya dengan efektif dan efisien
• Perputaran Piutang (Receivable Turnover) dan Rata-Rata Umur Piutang (Average Collection Period)
• Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) dan Rata-Rata Umur Persediaan (Average Days in Inventory)
• Perputaran Aktiva Tetap (Current Asset Turnover) dan Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover)
Rasio Solvabilitas mengukur kemampuan seberapa besar perusahaan didanai dengan utang
• Total Utang terhadap Total Aset (Debt to Asset Ratio--DAR) dan Total Utang terhadap Total Aset (Debt to Equity Ratio—DAR)
• Times Interest Earned (TIE)
• Fixed Charged Coverage (FCC)
Rasio Profitabilitas mengukur kemampuan menghasilkan keuntungan
• Profit Margin: Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin
• Return on Asset (ROA)
• Return on Equity (ROE)
Rasio Pasar mengukur prestasi pasar relatif terhadap nilai buku, pendapatan, atau dividen
• Earning per Share (EPS) dan Price to Earning Ratio (PER)
• Dividend Payout Ratio (DPR) dan Dividend Yield (DY)
• Price to Book Value (PBV) Ratio
(1.1) Rasio Likuiditas Semakin Besar,
Semakin Baik
Rasio Lancar •Rumus:
Rasio Quick • Rumus: −
Rasio Kas • Rumus: + +
(1.2) Rasio Aktivitas
Perputaran • Rumus:
Piutang
• Semakin besar, semakin baik / efektif
menggunakan asetnya
Rata-Rata • Rumus: 365 ℎ
Umur Piutang
• Semakin lama umurnya, semakin tidak baik /
tidak efektif menggunakan asetnya
Perhatikan soalnya, apakah
ditentukan 1 tahun = 365
hari atau 360 hari
(1.2) Rasio Aktivitas
Perputaran • Rumus:
Persediaan
• Semakin tinggi, semakin efektif menggunakan
asetnya
Rata-Rata Umur • Rumus: 365 ℎ
Persediaan
• Semakin lama umurnya, semakin tidak efektif
menggunakan asetnya
Perhatikan soalnya, apakah
ditentukan 1 tahun = 365
hari atau 360 hari
(1.2) Rasio Aktivitas
Perputaran • Rumus:
Aktiva Tetap
• Semakin tinggi, semakin efektif mengelola asetnya
Perputaran Total • Rumus:
Aktiva • Semakin tinggi, semakin efektif mengelola asetnya
(1.3) Rasio Solvabilitas / Utang /
Leverage
Debt to Asset • Rumus:
Ratio (DAR)
•Semakin tinggi, semakin berisiko sebuah perusahaan
dalam kemampuan membayar bunga hutangnya
Debt to Equity • Rumus:
Ratio (DER)
•Semakin tinggi, semakin berisiko sebuah perusahaan
dalam kemampuan membayar bunga hutangnya
(1.3) Rasio Solvabilitas / Utang /
Leverage
Times Interest • Rumus: ( )
Earned (TIE)
• Semakin tinggi, makin aman karena banyaknya
dana tersedia untuk bayar bunga utang
Fixed Charged •Rumus: +
Coverage (FCC)
+
• Semakin tinggi, makin aman karena banyaknya
dana tersedia untuk bayar bunga utang
(meskipun dengan profitabilitas rendah)
(1.4) Rasio Profitabilitas Semakin Besar,
Semakin Baik
Gross Profit Margin •Rumus:
Operating Profit •Rumus:
Margin
Net Profit Margin •Rumus: ℎ ( )
(1.4) Rasio Profitabilitas Semakin Besar,
Semakin Baik
Return on •Rumus: ℎ ( )
Assets (ROA)
Return on •Rumus: ℎ ( )
Equity (ROE)
(1.5) Rasio Pasar
Earning per • Rumus: ℎ ( )
Share (EPS)
ℎ ℎ
• Semakin besar, semakin bagus dari sudut
pandang investor (punya hak atas Rp… per
lembar saham)
Price-Earning • Rumus: ℎ
Ratio (PER)
•Semakin besar, maka (1) pertumbuhan perusahaan
tinggi namun (2) akan dirasa terlalu mahal harganya
oleh investor
(1.5) Rasio Pasar
Dividend Payout • Rumus: ℎ
Ratio (DPR)
ℎ ( )
• Semakin besar, semakin investor merasa
diuntungkan
Dividend Yield • Rumus: ℎ
(DY)
ℎ
• Semakin besar, semakin investor merasa
diuntungkan
(1.5) Rasio Pasar
Price to • Rumus: ℎ
Book Value
(PBV) Ratio ℎ
• Semakin besar, maka investor akan merasa
‘rugi’. Mereka merasa bahwa mereka harus
‘membayar’ saham dengan harga yang
semakin tinggi ketimbang jika mereka bisa
membeli sahamnya di harga buku /
asalnya.
(2) ANALISIS PERBANDINGAN
■ Dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya (Common Size Analysis)
2. Perbandingan dengan rata-rata industri dimana perusahaan menjalankan inti
bisnisnya, misalnya Industri Manufaktur, Perbankan, Infrastruktur, dsb
■ Cara kedua cenderung lebih sulit dilakukan di Indonesia, alasannya adalah karena
tidak adanya data yang pasti.
■ Alternatifnya adalah dengan mengumpulkan data keuangan dari banyak
perusahaan pesaing langsung untuk selanjutnya kemudian dirata-rata jumlahnya.
(data umum diambil dari perusahaan terbuka; akan lebih baik jika bisa punya data
perusahaan tertutup).
Lihat Hal.48-50
Du-Pont Chart
ROA Profit Net Sales Cost of good sold
Margin Profit Adm. expenses
_ Selling expenses
x : Interest expenses
Total Costs Taxes
Asset Sales + Taxes
Turnover Cash
Sales Current Account Receivable
Assets Inventory
:
+
Total
Assets Fixed
Assets
(2.1) Analisis Du Pont
■ ROE bisa dihitung sebagai kelanjutan dari ROA hasil dari analisis Du Pont, dengan
memasukkan unsur utang ke dalamnya dengan rumus:
= 1 − ( )
■ Inti dari analisis Du Pont adalah, Manajer Keuangan dapat menaikkan ROE dengan
mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menaikkan ROA yang dilakukan dengan menaikkan profit margin, atau menaikkan
perputaran aktiva, atau keduanya, sambil mempertahankan tingkat utang.
2. Menaikkan utang (financial leverage) sambil mempertahankan ROA
3. Menaikkan ROA & utang secara bersamaan
(3) EVA & MVA
■ Economic Value Added (EVA) adalah ukuran kinerja yang menggabungkan 2 unsur:
(1) perolehan nilai dan (2) biaya untuk memperoleh nilai tambah tersebut.
■ EVA mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan
cara mengurangi beban biaya modal (cost of capital)
EVA = NOPAT – BIAYA MODAL
Biaya Modal = Modal Yang Diinvestasikan x WACC
NOPAT = Modal Yang Diinvestasikan x ROIC
(3) EVA & MVA
■ Market Value Added (MVA) menghitung selisih antara nilai pasar
dengan nilai buku saham.
■ MVA dihitung berdasarkan nilai buku saham awal. Maka MVA dapat
mengukur prestasi perusahaan sejak perusahaan tersebut berdiri.
■ MVA hanya digunakan untuk menilai perusahaan secara keseluruhan,
sedangkan EVA dapat digunakan untuk menilai dari tingkat
perusahaan secara keseluruhan sampai ke tingkat divisional yang
paling mikro.
LATIHAN / TUGAS
■ Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang sudah kalian unduh
dan print:
1. Hitunglah semua jenis rasio keuangan yang bisa kalian temukan
dalam jangka waktu 2 tahun!
2. Lakukanlah perbandingan rasio keuangan dari tahun sebelumnya ke
tahun yang paling baru. Analisalah makna kenaikan dan penurunan
angka yang dihasilkan dari hitungan rasio keuangan yang kalian
temukan!
SELESAI
MANAJEMEN MODAL KERJA
(WORKING CAPITAL
MANAGEMENT)
Materi 3
Materi Pembelajaran
■ Konsep Dasar Manajemen Modal Kerja
■ Jenis-Jenis Modal Kerja
■ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
■ Kebijakan Investasi & Pendanaan Modal Kerja
■ Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
– Periode Perputaran Modal Kerja
– Perhitungan Kebutuhan Kas Rata-Rata
Review sekilas pandang…
Kebijakan Modal Kerja mengacu 60%
pada Rasio Likuiditas waktu
kerja
manajer
Konsep Dasar Manajemen Modal Kerja
■ Modal kerja kotor, yaitu sama dengan jumlah Aktiva Lancar
(= Kas + Piutang Usaha atau Dagang + Persediaan)
■ Modal kerja bersih (Net Working Capital), yaitu sama
dengan Jumlah Aktiva Lancar (Operasional) dikurangi
dengan Jumlah Utang Lancar (Operasional).
■ Aktiva Lancar Operasional → Kas + Piutang Usaha atau
Dagang + Persediaan
■ Utang Lancar Operasional → Utang Dagang + Utang Akrual
(Utang Gaji dan Utang Pajak)
Mengapa Perusahaan Harus Punya
Modal Kerja?
KETIDAKSEMPURNAAN PASAR, ada risk-return trade off dimana akan lebih baik bagi
perusahaan memiliki semakin banyak modal kerja untuk meminimalisir risiko (meskipun
profitabilitas bisa dikorbankan karenanya)
■ Biaya Transaksi → mencakup Biaya Eksplisit (biaya komisi pembelian / penjualan aset) +
Biaya Implisit (harga terlalu murah/mahal jika perusahaan menjual/membeli suatu aset
dengan terburu-buru)
■ Keterlambatan Aktivitas → seringkali bisa terjadi, misalnya, keterlambatan kedatangan
bahan mentah, produk jadi tidak bisa langsung dikirim ke distributor, atau permintaan
produk tidak diketahui dengan pasti [Konsep ideal: Just-In-Time]
■ Kemungkinan Kebangkrutan → penjualan tinggi, namun kebanyakan dari penjualan kredit
yang menyebabkan tidak adanya cukup kas untuk membayar utang jangka pendek.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Tingkat Modal Kerja
Kebijakan Investasi Modal Kerja
■ Berdasarkan jumlah modal kerja (aktiva lancar) yang dimiliki
perusahaan untuk mencapai penjualan tertentu, kebijakan
investasi modal kerja dibedakan menjadi:
✓ Kebijakan Konservatif → jumlah aktiva lancar banyak, risiko
rendah dan profitabilitas rendah.
✓ Kebijakan Moderat → jumlah aktiva lancar sedang, risiko
sedang dan profitabilitas sedang.
✓ Kebijakan Agresif → jumlah aktiva lancar sedikit, risiko tinggi
dan profitabilitas tinggi.
Kebijakan Investasi Modal Kerja
Gambar grafik kebijakan investasi modal kerja
Aktiva Konservatif
Moderat
Aktiva Agresif
lancar
Aktiva Penjualan
tetap
Kebijakan Pembelanjaan Modal Kerja
Berdasarkan jenis sumber dana yang dipakai untuk membelanjai modal kerja
(aktiva lancar) suatu perusahaan, kebijakan pembelanjaan modal kerja
dibedakan menjadi:
❖ Kebijakan konservatif → Sebagian aktiva lancar variabel didanai dengan
sumber dana jangka pendek. Sementara sebagian lagi aktiva lancar variabel +
aktiva lancar permanen + aktiva tetap didanai dengan sumber dana jangka
panjang.
❖ Kebijakan moderat/matching → Seluruh aktiva lancar variabel didanai dengan
dana jangka pendek. Sementara seluruh aktiva lancar permanen + aktiva tetap
didanai dengan dana jangka panjang.
❖ Kebijakan agresif → Seluruh aktiva lancar variabel dan sebagian aktiva lancar
permanen didanai dengan dana jangka pendek. Sementara sebagian lagi
aktiva lancar permanen + aktiva tetap dibelanjai dengan dana jangka panjang.