The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Strategi Muhammad Ramli Rahim (MRR) dalam membangun dunia pendidikan melalui organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang sekaligus sebagai ketua umum IGI. Sebagai ketum IGI akhirnya IGI bisa terbentuk di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten.

Bagaimana strategi MRR dapat dibaca dalam buku ini.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BHP RIAU, 2021-02-26 23:16:19

STRATEGI MRR MENGUBAH PENDIDIKAN INDONESIA MELALUI IGI

Strategi Muhammad Ramli Rahim (MRR) dalam membangun dunia pendidikan melalui organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang sekaligus sebagai ketua umum IGI. Sebagai ketum IGI akhirnya IGI bisa terbentuk di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten.

Bagaimana strategi MRR dapat dibaca dalam buku ini.

Keywords: MRR,IGI,PENDIDIKAN,STRATEGI,STRATEGI MRR MENGUABH WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA MELALUI IGI

STRATEGI MRR
MENGUBAH WAJAH
PENDIDIKAN INDONESIA

MELALUI IGI

(Kumpulan Pandangan Penulis tentang Strategi
Muhammad Ramli Rahim dalam mengubah wajah Pendidikan

Indonesia melalui Ikatan Guru Indonesia)

Nurbadriyah [et al.]

Antologi Bersama i

STRATEGI MRR
MENGUBAH WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA

MELALUI IGI

(Kumpulan Pandangan Penulis tentang Strategi
Muhammad Ramli Rahim dalam mengubah wajah Pendidikan

Indonesia melalui Ikatan Guru Indonesia)

Penulis : Nurbadriyah [et al.]

Penyunting: BHP
Penata Letak: Joko Susilo
Desain Sampul: Hendri Burhan

Copyright ©Arga Pustaka, 2020
x + 200 hlm, 21 cm

Diterbitkan oleh
CV. ARGA PUSTAKA
Jl. Pelem, RT 3/2 Kel. Pelem
Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah

E-mail:[email protected]

ISBN. 978-623-7497-98-1 (i)

Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan
cara apapun tanpa ijin dari penulis

ii MRR

PENGANTAR

Gubernur DKI Jakarta
Anis Baswedan, Ph.D.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Izinkan saya mengapresiasi para guru yang tergabung dalam
Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang berhasil mengumpulkan gagasan
mereka dalam bentuk buku dan menerbitkannya. Mereka ini adalah
guru-guru pejuang. Di tangan mereka kita titipkan perbaikan
pendidikan negeri ini.

Bagaimana pun guru adalah ujung tombak pendidikan kita.
Jika kita memperhatikan kualitas, distribusi dan kesejahteraan
guru maka sebagian masalah pendidikan kita bisa teratasi. Ini bisa
terjadi karena kita mengapresiasi guru dengan baik. Apresiasi tidak
mesti berbentuk materi, tetapi bisa juga dalam bentuk peningkatan
kualitas guru itu sendiri. Dalam hal ini, IGI berada di garda depan.
Tanpa mengandalkan dan menggunakan dana pemerintah, IGI
senantiasa saling berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk
menjadi guru andal.

Tak bisa dimungkiri, IGI hadir untuk membantu tugas
negara dalam melunasi salah satu janji kemerdekaan Indonesia:
mencerdaskan anak bangsa. Apa yang belum dan tidak terjangkau
oleh pemerintah maka IGI mengambil alih tanggung jawab
tersebut. Mereka melakukannya karena cinta terhadap murid dan
profesi. Juga karena begitu lekat mencintai Indonesia ini.

Sejak berdiri pada 2009 hingga sekarang ini IGI terus
berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia.
Tidak pernah sekali pun melenceng dari komitmen ini. Mengusung
moto Sharing and Growing Together IGI terus berinisiatif melahirkan
inovasi dalam hal pembelajaran untuk murid dan peningkatan
kualitas guru itu sendiri. Mereka bergerak dan menggerakkan hal-
hal positif dalam pendidikan di Indonesia.

Antologi Bersama iii

Di balik semua itu ada satu sosok penting dalam IGI, yaitu
Muhammad Ramli Rahim atau biasa dipanggil MRR. Beliau saat ini
memegang amanah sebagai Ketua Umum IGI. Berkat keuletan dan
keteguhannya dalam memimpin IGI, sudah tak terhitung guru di
Indonesia yang mendapatkan pengaruh positifnya.

Yang semula tak berani tampil dan menampilkan diri di
hadapan khalayak banyak setelah berproses di IGI justru menonjol
dan menjadi pembicara di tingkat lokal dan nasional; atau yang
semula tak memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman menjadi
guru yang kompeten, setelah mendapatkan bimbingan dan cerita
dari guru-guru lainnya di IGI maka menjadi guru yang bukan hanya
dicintai murid-murid melainkan juga menjadi pemimpin.

Kita bisa membaca sebagian ceritanya dalam buku ini.
Membaca buku ini saya seperti melihat perwujudan gagasan IGI.
Tak pelak, buku ini merupakan sumbangan penting bagi dunia
pendidikan kita, terutama bagi tenaga pendidikan dan seluruh
birokrasi pendidikan di tanah air. Melalui buku ini kita ditunjukan
bagaimana guru berperan sebagai pelaku dari perubahan itu
sendiri, bergerak melakukan perubahan dengan kesadaran
penuh dan tumbuh bersama dalam upaya meningkatkan kualitas
pendidikan di tanah air. Dengan semua proses yang dijalani IGI ini
kita, sekali lagi, diingatkan bahwa profesi guru itu sangat mulia;
mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepada sidang pembaca, insya Allah inspirasi yang ada dalam
buku ini bisa merembes ke dalam alam pikiran kita sehingga kita
bisa lebih mengapresiasi guru. Kepada para guru yang menulis
dalam buku ini, insya Allah ini akan menjadi amal jariah yang
pahalanya tidak akan kering.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Jakarta, Oktober 2020

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D

iv MRR

PENGANTAR

PJ SAGUSAKU
Nurbadriyah, M.Pd.

Berbicara tentang pendidikan, tentulah tak kan ada habisnya.
Begitu banyak permasalahan pendidikan di Indonesia yang belum
juga terpecahkan. Salah satu permasalahan pendidikan yang sampai
saat ini masih ditemukan di berbagai daerah Indonesia adalah
kompetensi guru yang masih tergolong kurang atau relatif rendah.
Empat kompetensi yang harus dikuasai guru merupakan pondasi
untuk menghasilkan lulusan yang bukan hanya berkarakter, tetapi
juga berkualitas dan menguasai teknologi. Bagaimana pendidikan
akan berkualitas jika kompetensi guru tidak mengalami perubahan.

Besarnya anggaran pendidikan yang telah dikeluarkan,
ternyata belum juga membawa perubahan yang signifikan dan ini
tidak dapat dijadikan penentu meningkatnya kualitas pendidikan.
Mengapa? Karena masalah kualitas atau kompetensi guru
dikembalikan kepada masing-masing individunya. Masih banyak
guru yang cara mengajarnya kurang efektif ataupun terkesan
membosankan karena tidak menguasai teknologi. Tingkat literasi
yang rendah juga merupakan modal dasar agar guru dan siswa
Indonesia menghasilkan banyak karya.

Sebagai organisasi guru, Ikatan Guru Indonesia merasa
bertanggung jawab untuk membantu pemerintah meningkatkan
kualitas pendidikan Indonesia dengan fokus pada peningkatan
kompetensi guru di segala bidang. Dengan berbagai kanal yang
dimiliki IGI, guru Indonesia di pelosok negeri bergerak mengikuti
pelatihan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia.

Sharing and Growing Together yang menjadi motto IGI dalam
bergerak dan menggerakkan seakan tidak pernah habis energi
untuk saling berbagi informasi dan kompetensi.

Guru-guru pun menjadi sadar, pantang mengajar jika tak
mau belajar. Kini perkembangan kemajuan guru-guru mampu

Antologi Bersama v

beradaptasi dengan segala perubahan termasuk dengan literasi
dan teknologi.

Dalam buku ini, guru penulis IGI banyak bercerita tentang
strategi Mrr mengubah pendidikan Indonesia melalui IGI. Gerakan
yang dibangun menginspirasi dan mengubah mindset para
pendidik melakukan perubahan.

Mari miliki dan baca buku ini agar lebih banyak lagi stakeholder
pendidikan yang bergerak dan menggerakkan untuk mencapai
pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.
Indonesia, Oktober 2020
PJSagusaku-IGI
Nurbadriyah, M.Pd.

vi MRR

DAFTAR ISI

Pengantar Gubernur DKI - Anis Rasyid Baswedan, Ph.D iii
Pengantar PJ Sagusasku v
Daftar isi vii

MRR dan IGI 1
3
Nurbadriyah 9
11
Kiprah dan Perjuangan MRR 13
14
Guslaini, S.Si., M.Pd 18
21
MRR… true LEADER 24
26
Eko Siswanto 32
35
MRR dan Kebangkitan IGI 39

Laila Suryani, S.Pd.

Jos Gandos Buat Putra dari Maros

Huzaimah

Penerbangan Pertamaku melalui IGI

Teddy Handika, S.Pd., M.T.

IGI Berlayar Bersama MRR

Mira Pasolong

MRR, Sagusaku dan Perjalanan Literasiku.

Eka Fitriani, S.Pd.

Sang Pemimpin yang Familiar

Aan Khojanah

Sejarah dan Perkembangan

Afrianti

Puisi untuk Muhammad Ramli Rahim

Aty Mulyani

IGI : Mesin Generator Guru Berkarya

Chalen Nur Aprilian Feliana

Sosok Terpercaya

Desi Futriana, S.Pd.

Antologi Bersama vii

Pejuang Pendidikan 44
46
Desmiri Yenti 49
50
Sosok Penggerak yang Menggerakkan 54
57
Diana Mulawarmaningsih 60
63
Sosok Pemimpin yang Revolusioner 66
68
Diny Hendrawati 73
77
IGI Berjaya Bersama MRR 79
81
Dra. Djamilah Sujana, M.Si 83
85
Rekam jejak Founder Sagusaku IGI Rokanhulu 88

Efitri yeni, S.Pi

IGI Membawaku Mewujudkan Impain

Fahrini, SP

MRR di mata Guru Indonesia

Fatlun Thaib

IGI di bawah kepemimpinan MRR

Fety Adi Setyana, S.Pd

Ternyata MRR

Hernita, S.Pd

MRR Pejuang Pendidikan Sejati

Indrawati Kusumawardhani, SH

IGI di Bawah Kepemimpinan MRR

Mekartinita, S.P, M.Sc

Memimpin dengan Hati

Mulyanah

IGI = MRR

Neli Fori Karliana

Sepucuk Surat dari Tanah Rambang untuk MRR

Nur Emika, S. Pd

Catatan Bersama Ketua Umum IGI

Poetra Joeang

Super Hero Pemantik

Relina, S.Pd

Hebat dari mereka yang sukses,

Srydewiyana Kolly

viii MRR

Kado Ultah untuk Sang Pemuka IGI 91

Siti Romelah

IGI di Negeri Hamparan Kelapa
Titin Triana, MH 94

MRR Figur Berdarah Putih Biru
Hj. Tuti Alawiyah, M.Pd.I 98

Ide Brilian Sang Inovator 100
Tuti Sumandani

Berlian dari Maros 102
Yarni N, S.Pd,SD

MRR menjadikan Guru Bermartabat 107
Yusfiarni

Kibaran Bendera KGI 110
Abdul Halim Rahmat

Sejarah Berdirinya Ikatan Guru Indonesia (IGI) 126
Indonesian Teachers Club
Satria Dharma 127

Antologi Bersama ix

x MRR

MRR dan IGI

Nurbadriyah

PJ Sagusaku-IGI

Siapa yang tak mengenal Ikatan Guru Indonesia di lima tahun
terakhir ini? semua tidak lain karena sepak terjang ketua umum
Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim yang sangat luar
biasa. Sosok pemimpin yang tegas dan berani mensiarkan IGI ke
seluruh pelosok negeri. Kepiawaiannya menggerakkan organisasi
patut diteladani. Banyak guru yang selama ini merasa dalam
tempurung dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk tampil di
depan publik, karena kehadiran MRR , mampu membangkitkan jiwa
guru yang selama ini hidup segan mati tak mau. Kini banyak guru
yang mampu menunjukkan keeksistensiennya di berbagai bidang.
Beliau mampu mewujudkan mimpi para guru Indonesia untuk
berkiprah bukan hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional.

Beliau mampu membuka mata pendidikan Indonesia agar
melibatkan semua guru dalam setiap kegiatan peningkatan
pendidikan. Karena selama ini didapati hanya guru tertentu yang
mendapat panggilan untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan
dinas pendidikan maupun kemendikbud.

Sejak kepengurusan IGI di hampir 534 kab/kota dilantik, guru
Indonesia semakin menggelora meningkatkan kompetensinya
di bidang teknologi, pembelajaran, dan kepenulisan. Guru-guru
IGI sesuai mottonya “Sharing and Growing Together” tanpa perlu
didanai pemerintah, terus bergerak dan menggerakkan. Berbagi
dan menggali ilmu ke seluruh pelosok negeri untuk peningkatan
pendidikan Indonesia. Semangat mereka tersulut. Kompetensi
mereka tergali dan jiwa berbagi mengaliri para guru hebat Ikatan
Guru Indonesia.

Antologi Bersama 1

Kini gaung Ikatan Guru Indonesia sudah terdengar sampai
ke luar negeri. Kini guru Ikatan Guru Indonesia berhasil mengukir
banyak prestasi. Nama Ikatan Guru Indonesia sudah tak asing lagi.
Hampir seluruh pejabat negeri mengakui pendidikan Indonesia
semakin berkualitas dengan bermunculannya guru-guru yang tak
kenal lelah berjuang dan berbagi kompetensi melalui wadah IGI.

Terima kasih IGI, terima kasih M.Ramli Rahim, semoga
semangatmu tetap mengalir ke seluruh guru Indonesia untuk
selalu berjuang demi pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas,
bermartabat, dan bermanfaat di mata dunia.

Siapa pun pemimpin IGI, harapannya terus mensiarkan
kebaikan, menyemangati dan mengangkat derajat guru Indonesia
melalui peningkatan kompetensi, tanpa money orientasi.

Jaya terus IGI, maju terus IGI, teruslah belajar jika ingin terus
mengajar. Ciptakan banyak karya agar guru selalu mulia bukan
hanya di mata manusia, tetapi juga di mata Sang Pencipta. Karena
sejatinya satu guru hebat akan menghasilkan jutaan manusia yang
lebih hebat, bermartabat, dan bermanfaat.

Nurbadriyah
PJ Sagusaku-IGI

2 MRR

Kiprah dan Perjuangan MRR Membangun IGI
untuk Dunia Pendidikan

Guslaini, S.Si., M.Pd

(SMPN 4 GAS – Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau)

Tantangan besar dalam dunia pendidikan adalah menggerak-
kan guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam bingkai kes-
adaran yang tinggi untuk menggali potensi dan beradaftasi dengan
perkembangan tuntutan zaman. Kondisi ini tidaklah mudah untuk
dilakukan apalagi untuk sebuah organisasi yang baru seumur jag-
ung dengan pendanaan yang sangat minim serta tanpa bantuan
dari pemerintah.

Tetapi hal ini sangat berbeda yang dilakukan oleh gerakan
sebuah organisasi profesi seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang
merupakan sebuah organisasi yang mandiri dan terus berkembang
pesar tentu bukanlah hal yang mudah untuk bisa dilakukan hingga
berkembang dengan pesat dan berdiri di 34 provinsi yang ada di In-
donesia. Organisasi yang terus bergerak dan memberikan pencer-
ahan kepada guru-guru Indonesia untuk bangkit dan sadar bahwa
profesi yang diembannya amat sangat penting untuk kemajuan
dunia pendidikan.

Spirit baru ini tidak lahir dengan sendirinya, akan tetapi ada
tokoh yang sangat berperan besar dalam membangkitkan seman-
gat perubahan dengan berbagai terobosan yang dilakukan. Beliau
adalah Muhammad Ramli Rahim atau yang dikenal dengan MRR.
Tokoh muda inspiratif pendidikan dengan penampilannya yang en-
ergik, casual, berani, inovatif dan cerdas itulah kesan pertama yang
ditangkap oleh sebagian besar guru termasuk saya terhadap Ketua
Umum IGI. Tidak hanya dari penampilan ataupun orasi yang beliau
sampaikan di podium setiap tampil di depan, akan tetapi kapasi-
tas keilmuan dan keberaniannya akan mengundang decak kagum
karena kepiawaiannya membakar semangat guru-guru Indonesia.

Sosok reformis pendidikan yang membuat banyak guru sa-
dar dan tahu tanggungjawabnya tidak hanya mengajar tetapi juga
mendidik dan harus mengembangkan kemampuan diri dalam

Antologi Bersama 3

bidang apapun. Kemampuan beliau dalam berorasi harus kuakui
sangat baik. Berani, berwawasan luas dan lugas dalam setiap kata
yang disampaikan. Apa yang beliau sampaikan sesungguhnya
merupakan kondisi real yang terjadi dalam dunia pendidikan dan
bagaimana peran pemerintah sebagai bagian dari perencana
untuk memajukan dunia pendidikan masih sangat terbatas jang-
kauannya. Melalui organisasi profesi menjadi wadah untuk bisa
bergerak dan berbagi untuk mempercepat segala proses yang su-
dah dicanangkan.

Sinergisitas pun harus dibangun dan terus dilakukan den-
gan berbagai pihak termasuk perusahaan-perusahaan. Itulah yang
dilakukan oleh sosok MRR melalui IGI melakukan percepatan da-
lam dunia pendidikan. Apa yang belum dan tidak terjangkau oleh
pemerintah, IGI berusaha memfasilitasi dan memulai melakukan
dengan gerakan yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai perkem-
bangan zaman dan sesuai kebutuhan setiap guru untuk mengem-
bangkan kemampuannya melalui berbagai sarana yang IGI miliki.
Gerakan inilah yang akhirnya melahirkan terobosan-terobosan
baru dari hasil pemikiran dan gebrakan seorang Ketum IGI Hingga
kanal-kanal IGI pun lahir dan menjamur mengikuti perkembangan
yang dibutuhkan oleh zaman dan dunia pendidikan. Kanal atau
program yang lahir semua mengarah pada peningkatan kompe-
tensi seorang guru atau pendidik.

IGI sangat menyadari majunya suatu bangsa terletak pada
pendidiknya. Sebuah mindset yang harus dibangun kembali dan
disadarkan bahwa pendidik menjadi ujung tombak perubahan di
suatu negara. Untuk itulah segala terobosan pun dilakukan agar
guru benar-benar menjadi agent of change bagi suatu negara.
Guru harus ke luar dari zona nyaman yang selama ini sangat di-
manjakan dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Berbagai
sarana pun diberikan, namun dalam pengembangan diri sangat
minim sehingga fungsi dan anggaran yang sudah diberikan ban-
yak tidak tepat sasaran.

Salah satu terobosan yang dilakukan oleh IGI adalah mem-
pertemukan semua pelatih dalam satu momentum bersama yang
dimulai pertama kalinya tanggal 5 Januari 2018 dalam ajang“Temu

4 MRR

Nasional Pelatih (TNP)” sebuah kegiatan yang bertujuan tidak han-
ya mempertemukan para pelatih seluruh Indonesia tetapi menjadi
ajang bagaimana setiap founder/penanggungjawab kanal mem-
presentasikan kanalnya sebagai langkah awal untuk bisa diverifika-
si sebagai kanal IGI. Cara ini dilakukan dengan tujuan sebagai cara
menjaga dan menguji kelayakan dari sebuah kanal yang dibangun.
Seluruh founder/pj mempresentasikan kanalnya di depan pihak
kementerian selama sepuluh menit. Presentasi yang disampaikan
berupa hal-hal yang subtansial dari kanal yang dibentuk. Pasca TNP
ini kanal tidak secara otomatis lolos namun ada tahapan berikutn-
ya yaitu gerakan yang dilakukan oleh kanal selama 3 bulan dengan
memberikan laporan kepada tim IGI yaitu Lembaga Penjaminan
Mutu Pendidikan (LPMP) yang sudah dibentuk oleh PP IGI.

Gebrakan dan terobosan yang dilakukan oleh Ketum MRR
melalui IGI menjadi sebuah gerakan dalam mewadahi organisasi
bagi guru sangat mengapresiasi setiap gerakan dan semangat
berkarya Bapak/Ibu dalam memajukan peningkatan kompetensi
guru. Bahkan IGI berusaha tidak hanya membenahi kondisi namun
juga berkomitmen memberikan apresiasi yang tinggi dalam bentuk
penghargaan terhadap siapapun yanh sudah bergerak, berjuang,
dan menyebarkan kebaikan ilmunya serta mendukung untuk
peningkatan kompetensi bagi guru akan diberikan reward sebagai
anugerah penghargaan IGI.

Adapun anugerah penghargaan yang digagas oleh MRR
melalui IGI ada beberapa kategori :
1. Anugerah Pendidikan Indonesia (API)

Penghargaan ini diberikan kepada setiap orang yang
peduli dengan kemajuan dunia pendidikan khususnya
mendukung gerakan yang IGI bangun. Adapun kategori
yang diberikan kepada setiap penerima API :

Gubernur/wakil, Walikota/wakil, Bupati/wakil, Politisi,

Legislator, Birokrat, Tokoh Masyarakat, Profesional/akademisi,

dan Enterpreuner.

Penghargaan API pertama kali diberikan pada

September 2018 di Jakarta Compention Centre (JCC) dengan

jumlah penerima API sekitar 60 orang dari seluruh Indonesia

Antologi Bersama 5

dengan berbagai kategori. Pemberian penghargaan
langsung diserahkan oleh Kemendikbud/Kemenag serta
dihadiri oleh para pejabat negara tanah air lainnya. Untuk
tahun 2019 API dilaksanakan di tempat yang sama yaitu JCC
pada tanggal 20 September 2019 yang akan dihadiri oleh
pejabat negara tanah air.
2. Anugerah Guru Indonesia (AGI)
Ada dua kategori penghargaan AGI :
A. Penghargaan ini perdana dilakukan oleh IGI untuk guru-

guru hebat Indonesia. Apa yang dilakukan IGI, ini sebagai
wujud apresiasi IGI terhadap guru-guru hebat tanah air
yang selalu giat dan semangat dalam meningkatkan
kompetensi diri. Untuk tahun ini penghargaan AGI
hanya diberikan kepada guru-guru yang menggunakan
teknologi samsung dalam pembelajaran dengan
mengirimkan video pembelajaran saat kegiatan belajar
mengajar berlangsung. Samsung sebagai promotor
tunggal untuk kegiatan AGI. Insya Allah tahun depan IGI
juga akan berupaya memberikan reward kepada guru-
guru tanah air yang meningkatkan kompetensi diri dan
menyebarkannya kepada guru-guru dalam peningkatan
kompetensi diri khususnya dalam memajukan IGI.
B. AGI juga diberikan khusus kepada Ketua Wilayah dan
Ketua Daerah dalam mengembangkan roda organisasi
dengan penilaian pertambahan keanggotaan IGI
di setiap wilayah ataupun daerah. Penghargaan
ini upaya IGI memberikan apresiasi dan semangat
terhadap pengurus untuk senantiasa bergerak dalam
mengembangkan organisasi profesi.
3. Perpusnas expo temu 1000 penulis
Penghargaan juga diberikan kepada seluruh penulis tanah air
untuk bisa menghadiri kegiatan yang ditaja oleh kanal SAGUSAKU
IGI bekerjasama dengan pihak Perpustakaan Nasional Republik
Indonesia (Perpusnas RI).

6 MRR

Dalam kegiatan ini juga menghadirkan : Prof. Dr. Muhajir
Effendy, MAP (Kemendikbud), Anies Baswedan, Ph.D. (Gubernur DKI
Jakarta), Drs. M. Syarief Bando, M.M. (Kepala Perpusnas RI), R. Alpha.
A., M.Phil., Ph.D. (Dir. Seamolec), Dr. Ir. Gayot Heri Priowirjanto
(Koordinator 7 Seameo), Helvi Tiana Rosa (Pendiri FLP), Arief Dhelta
Riswanto (Pustakawan Ahli Pertama), dan Aris Setyawan, S.TP, C.HT
(Motivator). Acara ini akan diberikan penyematan dan selempang
1000 penulis.

Inilah wujud komitmen IGI dalam memberikan apresiasi
terhadap guru-guru hebat untuk memajukan dunia pendidikan.

Semangat para guru pun dipompa dengan orasi ketum
bagaimana setiap guru secara sadar untuk berusaha meningkatkan
kemampuan diri. Setiap kegiatan IGI peserta pun berangkat dengan
mandiri. Semua strategi dan perjuangan pun dilakukan untuk bisa
mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh IGI di ibukota
secara nasional. Seperti Global Educational Suplies and Solutions
(GESS) yang dilaksanakan tahun 2017, 2018, hingga 2019 IGI satu-
satunya organisasi profesi yang dilibatkan dalam kegiatan ajang
internasional tersebut. Kegiatan Temu Nasional Pelatih (TNP) dan
Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) menjadi momentum yang selalu
ditunggu oleh peserta. tersebut.

IGI mengambil peran dan memfasilitasi guru-guru untuk
bergabung tanpa adanya dipungut iuran perbulan tetapi kegia-
tan tetap berjalan bahkan menjamur dan tersebar di seluruh Indo-
nesia melalui peran Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Wilayah
(PW). Pendaftaran sebagai anggota yang berlaku seumur hidup
hanya satu kali pembayaran sebesar lima puluh ribu rupiah den-
gan mendaftar dan cetak kartu sendiri setelah registrasi online di
laman  https://anggota.igi.or.id/login.php  mengisi semua yang
tersedia data di dalam laman IGI menjadi langkah awal dan tidak
biasa dilakukan akan tetapi gerakan IGI tetap eksis dan massif di
berbagai provinsi dan daerah.

Dalam hal kemandirian IGI Pusat berusaha menjalankan
strategi membangun jaringan dengan berbagai pihak baik negeri
maupun swasta seperti perusahaan samsung yang selalu menjadi
promotor kegiatan yang dilakukan oleh IGI. Kondisi tersebut tidak
membuat tim IGI surut dalam berbagi dan menggerakkan roda or-

Antologi Bersama 7

ganisasi. Kesadaran atas dana sertifikasi yang didapatkan sekian
persentasenya digunakan untuk peningkatan kualifikasi sebagai
seorang guru pun dijalankan dengam semangat.

Komitmen IGI tidak hanya sekadar ucapan lisan saja teta-
pi juga kontrak sosial pun terjadi. Buktinya pemateri IGI siap ti-
dak dibayar kecuali transport PP saja sebagaimana pembicara di
luar yang jika diundang harus sekian juta dana yang dikeluarkan.
Tetapi di IGI pemateri sudah memliki integritas yang tinggi dalam
setiap memberikan pencerahan ilmu kepada guru-guru untuk se-
lalu berbagi hingga motto “Sharing and Growing Together” selalu
digaungkan. Kemandirian itulah yang tercipta di tengah-tengah
jiwa sosial yang semakin surut, kesadaran semakin mahal, tanggu-
ngjawab semakin luntur. IGI dengan semangat MRR dan seluruh
IGIers terus berusaha membangun dan memberikan yang terbaik
sebagaimana kehausan para guru yang jngin mendapatkan oase
dalam profesinya.

Semangat dan pemikiran MRR untuk IGI terus menyebar di
seluruh Indonesia dalam menggerakkan guru-guru tanah air un-
tuk sadar dan terus berbenah dalam membangkitkan semangat
kompetensi diri agar kemajuan dan tujuan pendidikan Indonesia
bisa terealisasi dengan cepat dan tepat. Dalam kepemimpinannya
MRR berhasil mewadahi guru-guru untuk bergabung bersama IGI
dan membentuk IGI di setiap wilayah hingga 34 Provinsi terbentuk
dan 600an juga terbentuk disetiap kota/daerah.

Semangat inilah yang terus dijaga dan disebarkan untuk ke-
baikan dan kemajuan dunia pendidikan agar lebih baik lagi demi
mencapai tujuan pendidikan Indonesia.

8 MRR

MRR… true LEADER

Eko Siswanto

Sekretaris IGI Wonogiri & Tim Sagusaku

Akhir tahun 2015 saya memutuskan bergabung deengan
Ikatan Guru Indonesia. Keputusan ini saya ambil setelah beberapa
tahun mengikuti pergerakan IGI melalui media maupun media
sosial. Hingga akhirnya tahun 2016 memantapkan diri untuk
mendirikan IGI Wonogiri pada April 2016.

Belum banyak yang saya ketahui tentang Ketua umum IGI
Muhammad Ramli Rahim. Yang saya tahu beliau adalah orang
Makassar, seorang guru dan pengusaha. Ketua umum baru yang
terpilih pada kongres 2015 menggantikan pak Satria Darma. Seiring
berjalannya waktu, ternyata terjadi friksi pada tubuh IGI. Ada konflik
yang ternyata tidak cocok dengan “gaya” kepemimpinan MRR ini.
Bahkan beberapa “militan” juga harus bersitegang, bahkan banting
stir dengan gerakan-gerakan di luar IGI. Situasi yang menurut saya
begitu mengecewakan. Di saat saya lagi jatuh hati, merangkai
impian besar untuk pendidikan Wonogiri, saya harus melihat
perseteruan-perseteruan para petinggi IGI di media sosial. Sempat
ragu dengan keputusan apa yang akan saya ambil. Namun akhirnya
pertimbangan logis yang saya ambil. Apapun yang terjadi saat itu,
MRR adalah ketua umum yang sah secara organisasi maka saya juga
harus menerima dan melaksanakan keputusan organisasi tersebut.

Di saat terjadi konflik awal kepemimpinan MRR, saya melihat
ketenangan pribadi beliau yang tidak terlalu larut dengan orang-
orang yang berseberangan dalam pemikiran. MRR justru lebih fokus
pada pergerakan yang akan dilakukan oleh IGI. Pemikiran yang
simple, tidak bertele-tele akhirnya melahirkan gerakan-gerakan
IGI di seluruh Indonesia. IGI sudah tidak lagi ribet mikir program,
tetapi bergerak, bergerak dan terus bergerak. Maka lahirlah kanal-
kanal pelatihan IGI pada tahun 2017. Dengan gebrakan ini, lonjakan
anggota IGI secara nasional begitu luar biasa. Bahkan kepengurusan
IGI bisa didirikan hampir di seluruh kabupaten se Indonesia.

MRR adalah negosiator ulung. Selama kepemimpinannya,
IGI banyak dipercaya menggandeng banyak pihak yang bersedia

Antologi Bersama 9

bekerjasama dengan IGI dalam memajukan kualitas pendidikan
diantaranya Samsung, Casio,Tarsus dan lain-lain. Dengan kerjasama
tersebut maka gerakan IGI menjadi lebih kuat dan tentunya
meningkanya kualitas pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh
kanal-kanal. Bahkan IGI bias mmeberikan penghargaan kepada
pegiat pendidikan serta birokrat yang mendukung gerakan-
gerakan IGI di daerah.

MRR selalu berfikir out of the box. Kadang begitu sulit
memahami apa yang menjadi pemikiran MRR. Kadang dirasa
begitu berani, radikal, keras atau bahkan dirasa kurang pas bagi
seorang guru. Tetapi setelah kita amati pelan-pelan, memahami
dari sisi perkembangan organisasi, pemikiran tersebut ternyata
begitu besar maknanya. Dan itu memang diperlukan untuk
memicu gerakan kerakan selanjutnya. Hanya saja… kadang orang-
orang disekitar beliau yang kurang memahami ini. Tetapi ya wajar,
untuk organisasi yang sebesar ini dengan dinamika tersebut,

Satu sisi MRR tidak kenal kompromi. Desember 2018 ketika
saya jemput dari bandara Adisucipto Jogjakarta beliau bercerita
bagaimana IGI menolak dana APBN dari Kemdikbud sejumlah
4 Milyar untuk diberikan kepada IGI. MRR mau mengambil dana
tersebut dengan syarat, pola pelatihan dilaksanakan dengan pola
dan indeks IGI, tetapi Kemdikbud menharuskan menggunakan
dengan pola dan indeks Kemdikbud. MRR tidak mau dana sejumlah
itu justru hanya akan menyandera IGI dan menutup semua hasil
jerih payah yang dilakukan IGI selama ini. IGI tidak berharap APBN.

Saya banyak belajar dari kepemimpinan MRR selama ini.
Bagaimana harus tetap berpegang pada organisasi apapun
situasinya. Mengutamakan keberlangsungan organisasi daripada
kepentingan pribadi. Menatap jauh ke depan dengan ide-ide
gila tentang bagaimana pendidikan semakin maju. Menyelsaikan
masalah organisasi tentunya dengan mengutamakan keutuhan
dan kebersamaam seperti slogan IGI Sharing and Growing
Together. Hasilnya, dalam kurun waktu tiga tahun jumlah anggota
IGI Wonogiri mencapai 1100 guru.

10 MRR

MRR dan Kebangkitan IGI

Laila Suryani, S.Pd.

IGI Inhil

Muhammad Ramli Rahim alias MRR dan IGI merupakan
senyawa yang tak bisa dipisahkan. Ibarat air, dia mengalir ke segala
arah, mencari celah untuk terus bergerak dan menembuh setiap
rintangan menuju lautan. Ibarat tanah, merupakan tanah yang
gembur, yang siap menumbuhkan cikal bakal pohon yang akarnya
kuat menopang dan menjalar kemana-mana. Siap menumbuhkan
dahan, ranting, daun,bunga, bahkan buah yang banyak dan
rimbun. Ibarat angin, angin yang berhembus menyejukkan pori-
pori, menghilangkan rasa gerah. Cita-cita besar. Cita-cita untuk
menggerakkan dan mewarnai kehidupan dunia pendidikan. Sosok
ramah, “out of the box”. Pemikirannya ke depan, menembus ruang
dan waktu. Extra ordinary.

Hari ini, mendengarkan dan live di Sagusaku Spektakuler
Bersama Bintang bareng pendiri Ikatan Guru Indonesia, bersama
Mas Habe Arifin, Cak Satria Darma dan Mas Nanang Ahmad Rizali,
membuat diri ini semakin terkagum padanya. Mendengarkan para
narasumber ini berbicara, membuat diri wawasan makin terbuka
dan menyadari betapa perjuangan diri selama ini fi dunia pendidikan
belum ada apa-apanya. Bersama mereka dalam beberapa jam, jadi
tahu bagaimana sejarah, sepak terjang para pendiri Ikatan Guru
Indonesia ini. Bagaimana beliau-beliau ini berjuang, dan bagaimana
hebat dan tangguhnya MRR dalam memimpin dan menjadikan
IGI sebagai orprof yang pada awalnya di pandang sebelah mata,
menjadi orprof yang sejajar dengan organisasi lainnya.

Menggerakkan organisasi tanpa dana sering
dianggap mustahil, tetapi seorang MRR sudah membuktikan

Antologi Bersama 11

kepemimpinannya itu. Dengan atau tanpa bantuan, IGI kini
sudah menjalar melewati daratan, lembah, dan gunung. Mengalir
melewati sungai dan lautan. Merambah ke pelosok dan luar negeri
dengan banyak kanalnya yang selalu bergerak untuk meningkatkan
kompetensi guru Indonesia.

Bersama IGI dan MRR, dan dukungan pemerintah yang
sudah dibangun dalam kepemimpinannya, semoga kompetensi
guru Indonesia semakin berkembang dan mendunia. Dengan moto
“Sharing and Growing Together”, banyak hal yang bisa dilakukan
untuk pendidikan Indonesia. Bersama tumbuh, berkembang, dan
menjadi penggerak pendidikan menuju Indonesia Emas, Indonesia
Bisa.

Salam Sharing and Growing Together

12 MRR

Jos Gandos Buat Putra dari Maros

Huzaimah

Muhammad Ramli Rahim, lahir di Maros tanggal 23 Mei 1978,
Sulawesi Selatan, Indonesia. Mengawali Kiprahnya di kepengurusan
Ikatan Guru Indonesia ketika terpilih menjadi Ketua Ikatan Guru Indonesia
Wilayah Sulawesi Selatan. Dari jabatan ini membuka jalan menjadi Ketua
Umum pada kongres IGI II, 30-31 Januari 2016 di Makassar.

Daeng, sapaan akrabnya, adalah sosok kharismatik. Bagi para guru
yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI), beliau adalah “malaikat”.
Sejak menjabat sebagai ketua umum tahun 2016, beliau menjadikan
organisasi guru ini tidak hanya sebagai organisasi yang menaungi para
guru dalam hal legalitas eksistensi secara personal juga memberikan
warna baru dalam pergerakan organisasi para pendidik ini.

Banyak sekali Gagasan beliau dalam upaya menjadikan IGI
sebagai organisasi guru yang diakui bukan hanya di negeri sendiri juga
internasional dengan mengikutsertakan IGI di ajang pameran Pendidikan
Internasioanl GESS sejak tahun 2017. Selain itu ide brilian memperluas
kanal pengembangan kompetensi guru, menjadikan legalitas IGI semakin
bermartabat. Program-program ini semakin membuka wawasan para guru
tentang eksistensi sebagai seorang pendidik.

Bukan itu saja loyalitas beliau terhadap IGI dibuktikan dengan
begitu banyak kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan elektronik
raksasa seperti SAMSUNG, CASIO menjadikan para guru mengenal
dunia entepreneur.Sepanjang kepemimpinan beliau citra guru menjadi
cemerlang. Kecerdasan dan pemikiran yang memberika energi positif
pada guru-guru di seluruh indonesia untuk berbuat tanpa pamrih. Hal ini
ditandai dengan pergerakan kegiatan pengembangan kompetensi guru
yang begitu masiv di seluruh pelosok negeri yang terus bergerak sampai
hari ini.

Saya yakin catatan ini belumlah lengkap karena masih begitu banyak
cerita tentang kehebatan beliau yang tidak terekam. Bangga memiliki
seorang Ketua Umum seperti Muhammad Ramli Rahim. Semoga Allah swt,
akan membalas semua kebaikan yang telah didedikasikan kepada guru
indonesia.

Jayalah IGI, Majulah IGI.

Antologi Bersama 13

Penerbangan Pertamaku
melalui IGI

Teddy Handika, S.Pd., M.T.

Guru SMAN 1 Gunung Megang, Prov. Sumatra SelatanPelatih
Kanal SAGUSAKU

Pada awal bergabung dengan IGI (Ikatan Guru Indoensia)
karena tertarik dengan kegiatan PKB (Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan) yang secara periodik dilaksanakan
oleh pengurus di berbagai daerah dan wilayah. Bersama IGI
semuanya di luar dugaan, mendapatkan pengalaman rapat
daring dalam group telegram dengan berbagi ide, saling
memotivasi, memberi masukan, memberi semangat, dan
memupuk rasa persaudaraan yang luar biasa tanpa batasan
tempat dan waktu. Lebih luar biasanya lagi melalui IGI bisa
mendapatkan pengalaman penerbangan pertama. Tanpa
diduga melalui kegiatan Gerakan Literasi IGI mendapat tiket
Pulang Pergi secara gratis oleh pihak Panitia  yang dikirim
melalui email pribadi.

Awal pergerakan IGI yang kuikuti dimulai pada kegiatan
Training of Trainer (ToT) Literasi Produktif berbasis IT di LPMP
Jawa Timur Surabaya pada tanggal 6 s.d. 8 Oktober 2016. Melalui
Gerakan Literasi IGI pertama kali merasakan jiwa melesat
terbang tinggi untuk menjadi generasi yang produktif untuk
menghasilkan produk-produk literasi. Sebagai Trainer punya
kewajiban melesat tinggi bagai pesawat terbang menjemput
bola, mengajak teman guru dari berbagai tempat dan daerah
untuk membangun budaya literasi. Budaya membaca, menulis,
dan sekaligus mempublikasikannya.

14 MRR

Zaman telah berubah serba digital, Gerakan Literasi IGI
juga harus punya ciri khas dan menarik minat, untuk itulah IGI
bermitra dengan SAMSUNG memanfaatkan produk andalannya
Tablet A8. Sesuai dengan tuntutan zaman jargon SAGUSATAB
didengungkan, Satu Guru Satu Tablet yang mengajak guru untuk
membeli Tablet A8 untuk media pembelajaran di kelas. Tidak
ada rotan akar pun jadi, tidak mampu beli kontan beli kredit pun
bisa, dengan tujuan utama mempermudah guru mendapatkan
tablet tersebut.

Gerakan SAGUSATAB dilanjutkan dengan gerakan SAGU
yang lain untuk memaksimalkan pengguaan Tablet bagi guru,
diantaranya SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi), SAGUSAKU
(Satu Guru Satu Buku), SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis
Ilmiah), dan SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog). Semboyan
ini harus terpatri dalam jiwa guru, dalam sekali ikut kegiatan
harus ada satu produk yang dihasilkan. Dengan menghasilkan
satu karya dari satu kali pelatihan, guru yang bersangkutan
akan termotivasi untuk menghasilkan karya-karya berikutnya
sehingga mampu produktif dalam kegiatan literasinya. Ingat,
literasi bukan hanya sekedar membaca dan paham isi bacaan,
dalam literasi kita juga harus mampu menciptakan karya.

Gerakan Literasi IGI menyatukan kami dari berbagai daerah
di penjuru negeri bertemu dalam satu tempat yaitu LPMP Jatim,
seakan tidak percaya bisa bertemu dengan guru yang luar
biasa dari berbagai daerah. Kegembiraan tersebut dibagi ke
media sosial, membuat banyak teman yang sudah lama tidak
jumpa menyapa dan mau bergabung dengan IGI. Bersama IGI
keberagaman budaya Indonesia sangat terasa dan terbalut
dalam satu kesatuan Ikatan Guru Indonesia.

Januari 2016 Muhammad Ramli Rahim atau yang lebih
dikenal dengan sebutan MRR dilantik menjadi Ketua Umum
IGI periode 2016-2021, pada Oktober di tahun yang sama

Antologi Bersama 15

sudah mampu melaksanakaan kegiatan yang luar biasa tanpa
bantuan dana APBN dari Pemerintah. Suatu gebrakan yang
tidak masuk akal, dan pergerakan ini berlanjut tanpa henti serta
semakin gencar. Hadir di setiap sudut tempat, berusaha mengisi
kekeringan pelatihan bagi guru yang terkendala dana hibah
dari Pemerintah.

Januari 2018 kegiatan yang berhasil mengumpulkan para
Pelatih untuk menyusun program yang lebih serius. Semua yang
hadir datang dengan dana transportasi dan akomodasi sendiri,
kesadaran akan pentingnya berbagi dan tumbuh bersama.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, jikalau hanya
mengharapkan kemampuan dana Pemerintah, rasanya hal yang
mustahil cita-cita pendidikan nasional dapat segera terwujud.
Dahulu kita berjuang mengalahkan penjajah, dan sekarang
berjuang mengalahkan bangsa sendiri dari kebodohan.

Pada kegiatan Temu Nasional Pelatih (TNP) yang
diselenggarakan tanggal 5 dan 6 Januari 2018 di Gedung
A Kemendikbud Jakarta menghasilkan 67 Kanal baru, yang
sebelumnya pada tahun 2016 tidak sampai 10 kanal. Pada
tahun selanjutnya bermunculan lagi kanal-kanal pelatihan
baru dengan diawali kata SAGU dan ciri khasnya masing-
masing. Kegiatan yang awalnya pergerakan membuat berbagai
perusahaan tertarik dan menjalin kerja sama dengan IGI dalam
penyaluran dana CSR dan bagi hasil.

Tahun 2018 dan 2019 merupakan agenda padat
pengiriman pelatih ke setiap pelosok daerah di 34 Provinsi
yang diberikan tiket pesawat oleh dana kas Pengurus Pusat
IGI. Ini dapat terwujud berkat perjuangan dan pengorbanan
serta kecerdasan dari MRR yang didukung penuh oleh para
relawan yang tergabung dalam Pengurus Organisasi dan
Pengurus Kanal Pelatihan. Suatu perjuangan yang luar biasa,
MRR bergerak dengan kas PP yang nol rupiah berkunjung ke

16 MRR

berbagai tempat dengan dana pribadi atas nama IGI. Tanpa ada
yang mau mengorbankan diri, nama besar IGI tidak akan bisa
terdengar seperti sekarang.

Tahun 2020 dengan segala keterbatasan pergerakan secara
tatap muka, IGI tetap terdepan dalam melaksanakan kegiatan
seminar dan pelatihan melalui daring. Semua bergerak dari
pengurus daerah, wilayah, pusat, dan kanal pelatihan IGI untuk
meningkatkan kompetensi guru Indonesia. Terima kasih MRR,
perjuanganmu untuk dunia pendidikan luar biasa, IGI bisa
menjadi besar karena hal gila yang dilakukan dan tak terpikir
oleh akal sehat. Berkatmu IGI menjadi organisasi yang besar
dan mulai diperhitungkan keberadaanya. Ada hikmah luar biasa
yang dirasakan, “IGI membuatku bangga menjadi Guru”.

Antologi Bersama 17

IGI Berlayar Bersama MRR

Mira Pasolong

Awal Perkenalanku dengan IGI
Ikatan Guru Indonesia (IGI), sebuah organisasi guru yang

masih belia bila dibanding dengan organisasi guru lain yang
ada di Indonesia. Seandainya manusia, IGI baru memasuki masa
ABG. Namun, di usianya yang masih muda tersebut, kiprah IGI
tidak diragukan lagi. Kehadirannya bagi guru- guru yang haus
meningkatkan kompetensi bagaikan oase di padang gersang
tanpa setetes air. Sejuk dan menyejukkan.

Saya mengenal IGI tahun 2013 melalui sebuah grup di
facebook. Mengikuti sepak terjang pengurus- pengurusnya yang
luar biasa. Tertarik dengan jargon Sharing and Growing together,
saya memutuskan untuk mendaftar secara resmi. Mba Istiqamah,
salah seorang pengurus inti yang membantu saya saat itu.

Keuntunganpertamayangsayaperolehsetelahresmimenjadi
anggota adalah diberi kesempatan mengikuti seleksi naskah untuk
sebuah buku memoar. Memoar Buku 2, judulnya. Memoar Buku 1
sudah terbit beberapa saat sebelumnya. Alhamdulillah, dari sekian
banyak tulisan yang masuk, artikel saya termasuk salah satu di
dalamnya. Kumpulan artikel guru -guru dari seluruh penjuru tanah
air itu dibukukan dengan judul Kelas Kreatif, Guru Inovatif. Bangga
rasanya satu buku dengan para guru hebat yang belum pernah
saya kenal sebelumnya.

Saya tetap aktif mengikuti postingan-postingan IGI di
Facebook. Saat itu di tempat saya belum ada kepengurusan, maka
saya hanya mengikuti kiprah IGI dari kejauhan, via dunia maya.
Terbersit tekad dalam hati untuk kelak suatu hari membentuk IGI
di tempatku.

18 MRR

Hingga pada perayaan Hari Guru Nasional 2015, saya bertemu
dengan beberapa pengurus teras IGI, baik yang sudah kenal di
dunia maya, maupun yang baru saat itu. Oleh Mendikbud, seluruh
guru berprestasi dan guru pemenang lomba beberapa jenis lomba
yang diadakan Kemdikbud dikumpulkan di Istora Senayan Jakarta
tepat pada puncak perayaan HGN. Di situlah saya menemukan
betapa banyaknya orang – orang IGI yang berprestasi.

Setelah perhelatan HGN, PP IGI mengumpulkan kawan-
kawan guru yang merupakan anggota IGI dari seluruh Indonesia.
Kami berkumpul di salah satu ruangan lantai dua Istora Senayan
Jakarta. Pengurus Pusat yang seingatku hadir saat itu adalah Ibu
Istiqamah dan Sekretaris Jenderal PP IGI, Bapak Mohammad Ichsan.
Pada kesempatan itu pula untuk pertama kalinya bertemu MRR,
meskipun kami tidak berkenalan. Kala itu, bersama Pak Gusti Surian
dan Pak Sururi Azis, beserta saya dan Bu Istiqomah mengangkat
karung -karung berisi kaos bantuan dari Kementerian ESDM (
semoga tidak salah). Saya semakin kagum melihat kebersahajaan
para pengurus ini.

Sepulang dari acara HGN, IGI disibukkan persiapan Kongres
II di Makassar. Baru beberapa wilayah dan daerah yang terbentuk
ketika itu. Sulawesi Barat salah satu provinsi yang belum ada
kepengurusannya. Saya kemudian diminta mencari teman- teman
guru yang sevisi untuk bersama-sama menginisiasi terbentuknya
kepengurusan wilayah Sulawesi Barat. Januari 2016, beberapa hari
sebelum kongres, akhirnya Pengurus Wilayah IGI Sulawesi Barat
terbentuk.

IGI di Tangan Sang Nakhoda, Muhammad Ramli Rahim.
Kongres II Ikatan Guru Indonesia di Makassar mengamanahkan

Ketua Umum kepada Muhammad Ramli Rahim yang saat itu
menjabat sebagai Ketua Wilayah IGI Sulawesi Selatan. Melalui
proses pemilihan yang cukup alot dan penuh drama, MRR, sapaan
lelaki kelahiran Maros ini, didampingi Mampuono, dinyatakan

Antologi Bersama 19

secara sah terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal
Ikatan Guru Indonesia periode 2016 – 2021.

Paket Sulawesi Selatan- Jawa Tengah ini langsung beraksi.
Menyusun struktur kepengurusan dengan mengakomodir
hampir semua provinsi. Gebrakan- gebrakan yang dilakukan IGI
di bawah komando MRR membuat hanya dalam beberapa bulan
kepengurusan, terbentuk puluhaan IGI Daerah dan Wilayah. Di
tahun pertama MRR menyusuri hampir seluruh pelosok negeri
demi memperkenalkan IGI. Sebagian daerah menyambut dengan
tangan terbuka. Sebagian yang lain membutuhkan negosiasi dan
sosialisasi yang lebih kuat.

Layaknya organisasi, IGI tak luput juga mengalami pasang
surut. Hingga tahun keempat MRR memimpin sudah tiga kali
diadakan resuffle kepengurusan. Hal ini dilakukan agar semua
pengurus aktif menjalankan amanah yang dibebankan padanya.
Masalah internal dan eksternal lainnya tak kalah banyak. Namun
bukan lelaki Bugis namanya jika lari dari masalah. Bukankah tak
ada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tenang?

Biduk IGI dikayuh semakin jauh. Kepak sayap IGI semakin
tinggi dengan lebih 100 kanal pelatihan yang dimiliki. Organisasi
guru yang baru berusia 11 tahun ini semakin dikenal dan
diperhitungkan. Hampir setiap hari pemberitaan tentang IGI
merajai pencarian di google form. Di setiap daerah, anggota
IGI semakin sering dipercaya menjadi narasumber pelatihan-
pelatihan guru. Lomba- lomba guru pun sebagian besar juaranya
dari IGI.

Langkah IGI semakin mantap. MRR dengan otak brilian dan
kecepatan berpikirnya membuat para pengurus harus mampu
mengayuh langkah dengan semangat yang sama agar tak tertinggal.
Tak banyak kata yang mampu saya rangkai. Terlalu banyak hal baik
yang lahir melalui IGI. Fokusnya terhadap peningkatan kompetensi
guru layak menjadi perhatian pemerintah, meskipun selama ini IGI
mampu bekerja mandiri.

20 MRR

MRR, Sagusaku dan Perjalanan Literasiku.
Eka Fitriani, S.Pd.

“Jangan takut bermimpi karena itu adalah salah satu caramu
untuk mewujudkan salah satu mimpi.”
(Eka Fitriani)

Kutipan di atas selalu menjadi motivasi buat diri sendiri. Alhasil,
sebuah perubahan besar terjadi setelahnya. Meski pada hakikatnya,
motivasi muncul karena adanya sebuah tujuan dan tentu masing-
masing individu berbeda antara satu dengan yang lain.

Seperti halnya dengan saya. Bergabung dengan Ikatan Guru
Indonesia tahun 2017, tepatnya empat tahun yang lalu. Asing. Hal
yang pertama kali dirasakan saat pertama kali mendengar nama
organisasi profesi ini. Namun, rasa ingin tahu cukup besar. Berbagai
sumber dan informasi dicari demi ingin mengenal IGI lebih jauh.

Hal yang pertama kali saya lakukan adalah mencari tahu
sosok yang berkiprah di balik semua pelatihan yang dilaksanakan
di seluruh penjuru negeri di tanah air. Decak kagum Ketika
mengetahui bahwa beberapa tokoh-tokoh pendiri IGI merupakan
orang-orang hebat dan cerdas, seperti Satria Dharma yang saat
itu merupakan ketua umum dan Sekjen Muhammad Ihsan yang
sebelumnya dinamakan KGI di bawah kepemimpinan Ahmad Rizali
sampai dengan 2002.

Selang waktu berjalan, akhirnya IGI memutuskan Muhammad
Ramli Rahim sebagai Ketua Umumnya pada periode 2016-2021.
Di bawah kepemimpinan beliau, organisasi profesi yang satu ini
menjadi ‘bintang’ di kalangan para ‘guru muda’ di Indonesia. Banyak
pelatih berbagai kanal dilahirkan dari IGI. Mereka bergerak melatih
para guru hebat secara mandiri yang belum tentu dilakukan oleh
organisasi lainnya. Mulai dari melaksanakan workshop, seminar,

Antologi Bersama 21

sampai training yang melahirkan trainer-trainer professional dalam
rangka usaha meningkatkan kompetensi.

Tidak sampai di sini saja, IGI akhirnya benar-benar mampu
memikat hati. Terlebih Ketika diketahui bahwa Sagusaku (Satu
Guru Satu Buku) merupakan salah satu kanal dari hampir 64 buah
kanal lainnya. Di mana di dalamnya para guru bisa dilatih menulis
sampai menerbitkannya ber-ISBN. Bahkan bisa melahirkan pelatih
Sagusaku.

Awal tahun 2017 tepatnya pertama kali melangkahkan kaki
masuk menjadi anggota IGI lewat kegiatan pelatihan menulis
Sagusaku di Lubuklinggau. Di sanalah akhirnya rasa cinta tumbuh.
Rasa bahagia muncul dari lubuk hati terdalam. Terlebih setelah
diperkenalkan dengan para guru hebat di sana. Bukan hanya
ilmu yang didapat, namun juga keluarga baru. Menemukan dunia
menulis yang sudah sedari dulu dicari benar-benar seperti baru
saja mendapatkan sebongkah berlian bagi saya kala itu.

IGI selalu tidak pernah mau berkembang dan maju sendiri.
Sharing and Growing together bukan hanya menjadi motto, akan
tetapi sudah brand atau ya bisa dikatakan icon IGI. Mencari orang
hebat itu mudah, namun menjadi orang hebat tidak mudah, karena
orang hebat adalah orang yang mampu menjadikan orang-orang
sekitarnya hebat, dan itulah yang saya temukan di IGI.

Sepulang dari Lubuklinggau, terasa ada tanggungjawab
yang harus dilaksanakan setelahnya. Sepanjang perjalanan,
saya dan teman-teman memikirkan bahwa Sagusaku harus pula
dilaksanakan di kampung saya. IGI pula harus lahir dan besar di
sana. Maka setelah itulah, akhirnya IGI yang sudah lama pasif harus
bereinkarnasi menjadi yang lebih keren. Pengurus Daerah IGI
Kabupaten Muara Enim sekaligus panitia penyelenggara kegiatan
Sagusaku di Muara Enim pun dibentuk dan saya dilibatkan menjadi
salah satu di antaranya.

22 MRR

Sejak itu, kegiatan literasi menjadi bagian dari perjalanan
hidup. Menulis menjadi sebuah kebutuhan. Satu persatu saya
mulai melahirkan karya. Sagusaku membawa saya terbang
tinggi karena berhasil mewujudkan satu persatu mimpi. Tidak
pernah terbayangkan bisa bertemu seluruh para guru Sagusaku
IGI se-Indonesia. Namun, hal itulah yang terjadi. Sagusaku telah
mengantarkan saya ke even nasional Pekan Literasi Nasional
Sagusaku pada GESS tahun 2018 dan Temu 1000 Penulis di
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2019 lalu.
Di sanalah saya bisa bertemu guru-guru hebat, PJ Sagusaku,
Nurbadriyah, Muhammad Ramli Rahiim, Ketua Umum IGI yang tidak
pernah absen di setiap event Sagusaku, selalu penuh dukungan
dan motivasi hingga mampu membakar bara di setiap dada para
guru Sagusaku untuk selalu bisa berkarya lewat tulisan.

Tak sampai di sana saja, lewat karya-karya yang dilahirkan
dari Sagusaku, akhirnya saya bisa dilibatkan ke dalam bagian
tim inti Sagusaku. Benar-benar hal yang tidak pernah diduga
sebelumnya. Meski sadar ini adalah sebuah tanggung jawab besar
yang harus dijalankan, namun karena ini adalah Sagusaku dan saya
sudah menjadi bagian di dalamnya lah motivasi besar untuk terus
membuatnya selalu menjadi nyala api bagi para guru-guru hebat
di Indonesia. Terima kasih, Daeng Muhammad Ramli Rahim dan
Sagusaku. Semoga bara api semangat berkarya tetap ada di ruang
hati terdalam ini demi Ikatan Guru Indonesia.





Antologi Bersama 23

Sang Pemimpin yang Familiar

Aan Khojanah
Pengurus IGI Kabupaten Pandeglang

Tahukah Anda IGI? Pastilah, semua pendidik bahkan para
elit politik dan parapejabat mengenal dengan yang namanya
organisasi IGI (Ikatan Guru Indonesia). Sekarang sudah tidak
asing lagi kedengarannya, bahkan organisasi ini terdengar
keberadaanya di luar Indonesia. Organisasi IGI semakin berkibar
dengan menampilkan gerakan-gerakan yang kreatif, inovatif,
dan berdaya saing. IGI mewadahi guru yang berkompeten dan
mau berbagi serta memberikan kesempatan kepada guru yang
belum kompeten sehingga saat masuk organisasi IGI bisa berubah
menjadi guru yang kompeten karena IGI sesuai dengan mottonya
Sharing and Growing Together

Saya mengenal IGI pada tahun 2016 bersama teman-teman
mendeklarasikan organisasi ini sampai pada audiensi bersama
Bupati Pandeglang. Beliau menyambut dengan baik keberadaan
organisasi profesi tersebut,. Sejak dideklarasikan berdirinya
organisasi di Kabupaten Pandeglang kegiatan profesi untuk
meningkatkan kompetensi guru gencar dilakukan. Berbagai
pelatihan/workshop dengan menghadirkan paranarasumber
yang kompeten tanpa mereka menerima pembiayaan seperti
narasumber-narasumber yang lain dalam pelatiha-pelatihan pada
umumnya.

Beberapa hal yang membuat para narasumber yang
rela berkorban menyumbangkan ide dan pikiran-pikirannya
dengan tanpa melihat jumlah pembayaran dalam meningkatkan
kompetensi guru, tidak lain dari kiprahnya seorang ketua umum
IGI yaitu Muhammd Ramli Rahim yang selalu memberikan
support kepada para pengurus dan anggotanya. Baik pengurus

24 MRR

tingkat pusat maupun tingkat daerah. Salah satu contoh pada saat
beliau berjanji akan datang pada kegiatan workshop perdana di
Kabupaten Pandeglang padahal beliau memiliki kegiatan sama
di daerah yang letaknya cukup jauh tapi tetap berusaha datang
memenuhi janjinya walaupun jauh-jauh beliau kejar dari Jakarta
menuju Menes sampai waktu hampir sore dan parapeserta tetap
menunggu karena penasaran ingin melihat Ketua Umum IGI.
Beliau juga tunjukkan sifat familier dan kesederhanaannya ketika
sehabis menghadiri workshop di Kabupaten Pandeglang bersedia
menginap di rumah anggota IGI. Sungguh luar biasa..

IGI di bawah kepemimpinan Muhammad Ramli Rahim
semakin jaya meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan-
pelatihan. Tetaplah jaya IGI terus berjuang untuk kami guru-guru
Indonesia. Aku bangga ada dalam wadah organisasi IGI yang dapat
membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Guru kompeten,

guru kreatif, dan guru inovatif, karena IGI.

Antologi Bersama 25

Sejarah dan Perkembangan
IGI Daerah Rokan Hulu

Afrianti

Assalammualaikum warohmatullohi wa barokatu
Perkenalkan nama saya Afrianti, Ketua PD IGI Rokan

Hulu, izinkan saya di sini, menjelaskan tentang sejarah singkat
terbentuknya kepengurusan IGI di Kabupaten Rokan Hulu Propinsi
Riau.

Berdirinya organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia di Daerah
Rokan Hulu Propinsi Riau, berawal dari mimpi seorang kepala
sekolah yang ikut menjadi salah satu peserta pada kegiatan
Perpusnas Expo IGI tahun 2019. Terinspirasi oleh dua kegiatan
besar yang belum pernah diikuti oleh kepala sekolah tersebut.
Dalam waktu bersamaan seluruh anggota IGI yang mengikuti
Perpusnas Expo IGI 2019, sekaligus sebagai tamu istimewa pada
acara GEES ( Global Educational Supplies & Solutions) di Jakarta
Convention Center.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi kami berkomunikasi
dengan penjaga stand orang-orang dari luar negeri yang berasal
dari Dubai, Nigeria, Turkey. Bermodal kemampuan yang sangat
tipis tentang bahasa Inggris, tetapi keberanian untuk melakukan,
membuat kami mampu beradaptasi dan mendapatkan berbagai
informasi, ilmu dari mereka.

Peserta yang terdaftar pada kegiatan Perpusnas Expo IGI
2019 dari Kabupaten Rokan Hulu, ada empat orang, akan tetapi
yang sampai ke Jakarta hanya tiga orang, disebabkan satu orang
peserta mendadak di telepon oleh keluarganya, mengabarkan
bahwa anaknya jatuh sakit sehingga keberangkatan dibatalkan.
Tinggal tiga orang peserta yang melanjutkan perjalanan menuju
Perpusnas Expo. Pada saat itu, kami belum mempunyai induk

26 MRR

yang bisa mengurus dan membimbing kami selama mengikuti
kedua iven besar itu. Belum ada satupun dari kami yang memiliki
pengalaman dalam mengikuti kegiatan serupa. Tekad yang kuat
untuk meningkatkan kompetensi diri, membuat kami semakin
yakin, bahwa kami bisa mengikuti kegiatan tersebut seperti peserta
dari daerah lainnya.

Kami bergabung dengan salah satu peserta dari Pekanbaru
yang bernama Yunita Sari dan satu orang lagi dari Kabupaten
Kampar, namanya Bu Zulkaidah. Kami berlima mengikrarkan diri
sebagai pengurus IGI dari salah satu daerah, dengan membentuk
group yang diberi nama teletubis. Salah seorang dari anggota
group teletubis dinobatkan sebagai ketua, dan setiap memanggil,
Dia dipanggil dengan sebutan ketua.

Selama empat hari bersama, suka dan duka dilalui bersama,
dan panggilan ketua selalu terucap dari mulut anggota group
teletubis. Kata-kata, “Bu Ketua” atau “Ketua Kita”, menjadi semakin
melekat pada diri. Kepala sekolah yang dipanggil Ketua itu, selama
berada di Jakarta, dalam berkomunikasi menggunakan bahasa
isyarat, disebabkan sebelum berangkat ke Jakarta, daerah Rokan
Hulu sedang status darurat asap. Kepala sekolah tersebut terpapar
oleh asap, mengalami ISPA. Bermodal tekad dan nekad sehingga
sampai di Jakarta.

Pada saat Indonesia Raya dinyanyikan, kepala sekolah
menyanyikan dalam hati. Sungguh terharu, berurai air mata
mengikuti dengan hikmat. Satu hal yang paling menenggangkan,
yaitu ketika penyematan salempang sambil membawa buku
karyanya, yang berjudul ‘Best Practise OJL Calon Kepala Sekolah’
salah seorang dari petinggi yang ada di barisan penyemat
salempang bertanya tentang, apa itu OJL. Kepala sekolah tidak bisa
memberikan penjelasan, karena tidak ada suara. Begitu juga ketika
Bu Noerbad siaran langsung YouTube, bertanya dari mana, hanya
lambaian tangan jawabannya.

Antologi Bersama 27

Hari terakhir di Jakarta, dalam perjalanan menuju
Bandara Internasional Soekarno Hatta, muncul ide agar segera
membentuk kepengurusan IGI di Daerah Rokan Hulu. Dorongan
untuk membentuk kepengurusan IGI di Kabupaten Rokan Hulu,
tidak hanya menjadi keinginan dari kami bertiga yang memang
berasal dari Rokan Hulu. Tetapi teman-teman dari group teletubis
semuanya.

Bermula dari candaan, menjadi guyonan, akhirnya lama
kelamaan berubah lebih serius, satu sama lainnya saling
menyakinkan. Saling mensuport dan memberikan kekuatan. Dan
masing-masing kami mulai memikirkan candaan tersebut. Kami
mulai merancang struktur kepengurusan organisasi IGI Daerah
Rokan Hulu. Ketiga peserta dari Rokan Hulu menempati kedudukan
sebagai ketua, bendahara dan sektretaris.

Waktu terus berlalu, bulan pun telah berganti, pembicaraan
semakin bulat, bahkan sampai merumuskan kegiatan pelatihan
Sagusaku IGI Rohul 1 sebagai sarana memperkenalkan Ikatan Guru
Indonesia di daerah Rokan Hulu. Awal bulan November 2019, saya
mengajukan permohonan izin untuk mengadakan pelatihan satu
guru satu buku kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,
dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rokan Hulu. Sebuah
pertanyaan diutarakan oleh salah seorang dari tokoh pendidikan
yaitu, Apakah IGI merupakan PGRI perjuangan? Dengan adanya
pertanyaan tersebut, maka kami segera berkonsultasi dan
berkoordinasi dengan Penanggung jawab Sagusaku IGI Bu Nur
Badriyah, M.Pd.

Pengajuan izin tempat pelaksanaan kegiatan kepada Camat
dan Koordinator Pendidikan Kecamatan Ujungbatu. Alhamdulillah
mereka sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada
kami panitia. Tekad kami menjadi bulat dan semakin kuat, sehingga
minggu ke dua plyer untuk pelatihan Sagusaku IGI Rohul 1, selesai
dibuat dan mulai disebarkan melalui WA group K3S dan MGMP,

28 MRR

pertengahan bulan peserta yang mendaftar terhitung empat
puluh orang, dan di akhir bulan Desember jumlah yang mendaftar
mencapai seratus lima orang.

Undangan disampaikan kepada Bupati Rokan Hulu, Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perpustakaan dan Arsip,
Ketua PGRI Kabupaten Rokan Hulu, Camat, Koordinator Pendidikan
dan Ketua PGRI Kecamatan Ujungbatu. Alhamdulillah semua yang
di undang, hadir pada acara. Perwakilan IGI wilayah Riau adalah Bu
Yulismar, M.Pd ( Sektretaris IGI Wilayah Riau).

Pelatihan Sagusaku IGI Rohul 1 dilaksanakan pada tanggal
18-19 Januari 2020 dengan total peserta seratus tujuh belas
orang. Tempat pelaksanaan kegiatan memanfaatkan aula kantor
Koordinator Pendidikan Kecamatan Ujungbatu. Kegiatan dibuka
oleh Bupati Rokan Hulu, yang diwakili oleh asisten tiga. Bu Nur
Badriyah, M.Pd, Bu Yulismar, M.Pd dan Bapak Joko Susilo, S.Pd
sebagai narasumber.

Kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar. Pelantikan
pengurus Ikatan Guru Indonesia Daerah Rokan Hulu oleh Bupati
Rokan Hulu. Dengan kesuksesan Sagusaku IGI Rohul 1, maka
banyak permintaan dari guru Rokan Hulu, agar kegiatan pelatihan
yang sama kembali dibuka. Kemudian lahirlah Sagusaku IGI Rohul
2 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2020, dengan jumlah
peserta seratus tujuh puluh satu orang.

Berkat kesuksesan kedua kegiatan tersebut, PD IGI Rokan
Hulu mendapatkan undangan dari Radio Lima Luhak milik
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rokan Hulu. Rasa
syukur yang mendalam kehadirat Alloh SWT, dengan diberiNya
kesempatan untuk memperkenalkan IGI semakin luas di seluruh
penjuru daerah Rokan Hulu.

Desakan dari beberapa guru agar kegiatan Sagusaku IGI Rohul
3 segera dilaksanakan, kami merencanakan untuk melaksanakan
kegiatan di ibu kota kabupaten dengan menggandeng Dinas
Perpustakaan dan Arsip daerah Rokan Hulu, yang sedianya akan
dilaksanakan pada bulan Juni 2020, karena Pandemi Covid-19,
maka kegiatan tidak bisa dilaksanakan.

Antologi Bersama 29

Di berbagai daerah dan wilayah di seluruh Indonesia, banyak
kegiatan yang dilaksanakan melalui Daring, namun di daerah kami
hal demikian belum bisa diterapkan. Keterbatasan kompetensi
baik dari pengurus maupun para pendidik di daerah dalam
pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi kendala terbesar, dalam
pelaksanaan kegiatan.

Sebagai pengurus daerah, pada situasi kondisi sekarang ini
yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kompetensi diri dengan
mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Sagusaku PP IGI, dan
mengikuti beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI daerah
atau wilayah lain untuk mencari pengalaman dan ilmu. Kemudian
menggerakkan anggota IGI daerah Rokan Hulu untuk turut serta
meningkatkan kompetensi diri dengan mengikuti berbagai
pelatihan online.

Menyadari bahwa sumber daya manusia di daerah kurang
maksimal, dan sebagian besar termasuk orang-orang yang
comfort zone, PD IGI Rokan Hulu merasa sangat tertantang untuk
terus mencoba bergerak dan menggerakkan anggota IGI yang ada
di daerah. Meski pun keberadaan IGI daerah Rokan Hulu masih
menjadi anak tiri dibandingkan dengan organisasi profesi guru
lainnya, kami pengurus daerah tidak merasa surut, bahkan merasa
semakin tergerak untuk lebih memperkenalkan jati diri IGI. Tentu
semua butuh proses dan tidak semudah membalikkan telapak
tangan.

Semoga Alloh memberikan kemudahan bagi pengurus
daerah dalam upaya terus mengembangkan IGI di daerah Rokan
Hulu.

Teriring ucapan terima kasih kepada Ketua Umum IGI Bapak
Muhammad Ramli Rahim yang telah memberikan SK Kepengurusan
IGI Daerah Rokan Hulu, sehingga keberadaan pengurus daerah
menjadi legal. Dan juga atas motivasi dan semangat yang diberikan
menjadikan IGI Daerah Rokan Hulu semakin nyata.

30 MRR

Puisi pertama dari Ketua PD IGI Rokan Hulu. 31
Kugenggam Mutiara

Kujemput IGI ke Jakarta
Ikatan Guru Indonesia
Tiada disengaja
Kebetulan yang tak diduga

Tanpa terucap kata
Diam membisu seribu bahasa
Rasa bangga, bahagia raga
Terlukis indah dalam jiwa
Kubawa IGI bersama
Handai taulan yang bersahaja
Rokan Hulu itu nama
Ujungbatu cikal bakalnya
Mimpi kini telah nyata
IGI pun ada disana
Di pelupuk mata
Dalam hati dan jiwa
Tak banyak yang mengetahuinya
Bagiku IGI tetap dicinta
Seulas senyum yang dipaksa
Tak kan membuatku menunda
Berebut menjadi anggota
IGI memang berbeda
Kompetensi guru yang diminta
Tingkatkan setingi-tingginya
Bukan aku yang berkata
Tapi nyata adanya
Ikatan Guru Indonesia
Emang luar biasa
IGI Ikatan Guru Indonesia
Tetaplah berkarya
Dimana saja
Di seluruh Indonesia
Kutitipkan raga
Untuk Ikatan Guru Indonesia
Agar tetap jaya
Sampai di ujung masa
(Afrianti - Rokan Hulu)

Antologi Bersama

Puisi untuk Muhammad Ramli Rahim
Aty Mulyani

Engkau memang bukan yang pertama
Tapi dihatimu IGI nomer satu
Tapi IGI di tanganmu
Membuana sampai mancanegara
IGI dikenal oleh semua
Berkibarlah IGI jaya
Muhammad Ramli Rahim
Ku mengenalmu dulu saat pertama kali ke Jambi
Karena harus melantikku dan semua orang yang sedia
Sedia andil dan berpartisipasi membesarkan IGI bersama-sama
Kini, ku ikuut bahagia karena IGI kita makin sempurna
IGI dan sagusakunya
Membuatku gairah...hidupku penuh arah
IGI membawa para guru
Berkreasi dan berprestasi
IGI membuat guru dan siswa makin cinta membaca
Happy miladikum barokah fiumrikum
Teruntuk ketua IGI ke dua
Yang sudah dua kali periode menggawangi IGI
Semoga sehat selalu dan tambah barokah
Amal jariyah dan manfaat ilmunya
Pertama ku jumpa
Ku duduk langsung disebelahmu
Jika engkau ingat itu
Bicara sana sini seputar aktivitasmu
Juga tentang IGI yang sedang menggeliat maju
Bersamamu bapak Satria Darma
Mengurai kata menebar makna

32 MRR

Menggaungkan hebatnya Iqra
Wahyu pertama yang dibawa Jibril pada Nabi kita
Muhammad SAW teladan kita
Nampaknya Muhammad Ramli Rahim
Mencoba mengikuti jejak Nabi kita
Meski babak belur berjibaku membesarkan IGI
Berdarah-darah menetes menjadi saksi
Pengorbanan harta, kesehatan dan jiwa
Menjadi nyata IGI bernaung dan bertahta
Di Indonesia Raya
Perjuangan, pengorbanan dan pengabdian
Tak luput dari catatan penguasa
Gubernur Sulawesi pun menobatkanya
Penghargaan atas besar jasanya meningkatkan harkat
Martabat Guru di ranah Sulawesi
Jerih payah pun mulai menuai bukti
Bukti kesungguhan keuletan dan ketabahan
Kanal-kanal IGI mengalirkan prestasi
Semua tingkatan dari TK, SD/MI , SMP, SMA/MA
Menggemakan karya menoreh asa
Oleh karenanya meski Corona enggan hengkang
Guru IGI tetap cemerlang
Webinar, zoom, google meeting, webeex dan Lark yang gaya
Semua ada andil kita, keereeeen bersama
Berbagi ilmu dan saling sapa
Tegur dengan penuh asih dan asuh sesama
Semua bisa semua berkarya
Satu kata kita cinta Ikatan Guru Indonesia
Salam Literasi
Meraih asa berjuta prestasi

Terimakasih juga untuk PJ Sagusakunya
yang kece dan manis senyumnya

Antologi Bersama 33

suara lantang membangunkan semua
guru yang tidur, malas , lalai dan alay
terpuruk dengan kelemahan dan ketakberdayaan
bangkiit..bangkitlaah wahai pendidik
ditangan gurulah kemajuan bangsa
perubah dunia dan masa depan Indonesia
semangaaat...tunjukkan bahwa guru bisa..bisa...bisaaa
bukan guru biasa yang tergilas zaman dan tak berguna
guru rajin belajar dan terus menambah ilmu
teknologi dan komunikasi jadikan kunci
pantang mundur lagi seksi
karena penanya guru sangat sakti!

34 MRR

IGI : Mesin Generator Guru Berkarya

Chalen Nur Aprilian Feliana

(PERSEMBAHAN KADO UNTUK IGI DAN PERJALANAN KEPEMIMPINAN

MUHAMMAD RAMLI RAHIM KETUA UMUM IGI NASIONAL DARI GURU DI

TEPI SUNGAI KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH)

Mengenalnya baru seumur jagung, namun cinta pada
Organisasi Profesi Guru Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini tak ingin
seumur jagung. Motto IGI Sharing and Growing Together, Berbagi
dan Tumbuh Bersama tidak hanya slogan belaka. Terbukti 86 kanal
IGI memotivasi guru seluruh Indonesia untuk berkarya. Salah satu
dari 86 kanal tersebut adalah SaguSaku (Satu Guru Satu Buku)
dibawah Pj Ibu Nur Badriyah, M.Pd (Wakasek Kurikulum di SMAN
5 Cilegon, Tim Pengembang Mutu dan Ketua MGMP Bahasa
Indonesia di Cilegon, Banten, Sekretaris I IGI, Koordinator IGI mata
pelajaran Bahasa Indonesia Nasional Seluruh Jenjang) dan rentetan
prstasi lainnya yang membuat semua orang kagum. Kiprahnya
menggerakkan guru-guru untuk belajar menulis, mampu
menulis, menjadi penulis, dan memiliki karya buku sendiri terus
didengungkan tiada henti ke penjuru Nusantara.

“Jangan menghitung-hitung tenaga dan biaya, teruslah
mengalir seperti air. Biarkan pintu-pintu rezeki terbuka dari arah
mana pun, Insya Allah berkah”

Demikian salah satu pernyataannya pada Pelatihan
SaguSaku Menulis IGI yang diselenggarakan oleh IGI Wilayah
Kalimantan Tengah bertempat di Aula Dinas Pendidikan Provinsi
Kalimantan Tengah, Palangka Raya tanggal 24-26 Januari 2020.
Energi yang luar biasa mengalir ke seluruh jiwa 78 orang peserta
yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.
Selama ditetapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)
Pandemi Covid 19, falling in love itu semakin membara, kehadiran
IGI melalui SaguSaku Menulis Smart membawa kesejukan yang

Antologi Bersama 35

luar biasa, hadirnya bagai penyejuk ruh di tengah galau Pandemi.
Motivasi menulis, dan materi dari beberapa motivator hebat
dihadirkan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan peserta
yang bergabung dalam Grup SMS IGI. Peserta seluruh penjuru
Nusantara dari sabang sampai merauke semua terikat dalam ikatan
aksara dan tekad kuat untuk tumbuh dan maju bersama. Terbang
bersama bagai bintang benderang.

Tingkatkan Kompetensi, Raih Berjuta Prestasi, Merdeka
Berekspresi, dan Gemilang Berprestasi bagai pemantik bagi saya
untuk terus menjadi Penggerak. Bergerak dan menggerakkan
menjadi energi tersendiri bagi saya untuk bisa memantaskan diri
sebagai IGI-ers.

Menebar kebaikan meramaikan, menyemarakan aksi
Road Show Wisata Literasi GELIS (Gerakan Literasi Sekolah) begitu
atmosfer keseruan dirasakan setelah mengikuti Diklat Menulis
SaguSaku IGI yang saya tempuh dari menyeberang sungai dengan
fery penyeberangan, lalu angkutan umum menuju kota provinsi
dengan menempuh perjalanan 4 jam. Tidak membuat saya merugi
karena semua biaya perjalanan, akomodasi, dan kegiatan harus
meroggoh kantong pribadi. Justru saya termasuk orang-orang
yang BERUNTUNG karena melalui IGI terbuka mata dan hati saya
melihat perubahan, perkembangan dan siap hadapi tantangan
besar sebagai guru.

Menjadi pejuang GELIS memberi sensasi yang luar biasa
pada diri saya, memotivasi menulis itu mudah ke beberapa sekolah
menjadi gebrakan yang luar biasa, masyarakat tahu action nyata
IGI. Siswa dan guru berpacu untuk mampu menulis. Saya, guru
penggerak GELIS tampil bangga dengan PIN IGI kebanggaannya
yang tersemat dalam dada.

IGI lahir pada tanggal 26 November 2009, hadir untuk
mejdadi solusi bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme
guru. Dengan beragam program kegiatan diantaranya Forum

36 MRR

Ilmiah, IGI Publishing, Layanan Internet, dan Aksi Nyata. Demikian

pertama saya mengetahui cikal bakal IGI yang disampaikan oleh

Dr. Rusnanie, M.Pd (Ketua Harian IGI Pusat) pada kegiatan Diklat

Menulis SaguSaku IGI yang pertama saya ikuti di Palangka Raya.
Menikmati betul kebermanfaatan IGI, membuat saya

semakin kagum atas dedikasi sosok Muhammad Ramli Rahim
(Ketua IGI Nasional) yang di dapuk sebagai Ketua Umum saat
kongres II IGI di Makasar. MRR menuturkan sejarah perjuangan dan
sepak terjangnya dalam mengemban amanah kepemimpinannya,
yang telah berhasil menggaungkan dan semakin menggelorakan
nama IGI kini dan nanti, saat acara special yang bertepatan dengan
Hari Ulang Tahun Beliau ke-42 tahun pada tanggal 23 Mei 2020
lalu di acara live streaming menggunakan aplikasi webex bertajuk
Bincang Santai MRR dengan peserta SaguSaku Menulis Smart IGI.

Ibarat pohon semakin tinggi menjulang semakin ia harus
mampu bertahan terhadap terpaan angin bahkan badai sekalipun.
Pengorbanan dan perjuangannya terhadap tumbuh kembangnya
IGI hingga menyesampingkan kepentingan pribadinya, bahkan
keluarganya. Jatuh bangun usaha, kerikil tajam perdebatan,
debu kritikan mampu MRR tepis dengan kekuatan dan keyakinan
penuh demi perkembangan IGI agar terus menebar kebaikan dan
kemajuan guru Indonesia sesuai dengan motto IGI “Sharing and
Growing Together” Indahnya Berbagi dan Tumbuh Bersama.

Prinsip ini berarti bahwa para guru haruslah “memberi” (to
share) lebih dahulu agar ia dapat maju dan berkembang (to grow).
Guru tidak ditampilkan dalam posisi pasif (penerima) belaka namun
justru dalam posisi aktif (memberi dan berbagi dengan sesama).

Deretan nama-nama hebat pendiri IGI lainnya diantaranya
Ahmad Rizali, Bagiono, Satria Dharma, yang menuturkan bagaimana
fase tumbuh kembang IGI. Bermula dari sebutan nama Klub Guru
Indonesia (KGI) ibarat bayi yang “merengek” hingga harus bolak
balik masuk inkubator. Hingga berubah nama menjadi IGI (Ikatan
Guru Indonesia) melalui perjalanan yang berliku tajam, penuh
gesekan. Namun gesekan yang terjadi adalah sebuah keniscayaan

Antologi Bersama 37

sebuah organisasi yang sedang tumbuh. Ibarat organisme, IGI juga
melewati fase stroming, remaja awal menuju remaja dan dewasa.

Luar biasa, perjalanan IGI di tahun ke-11 usianya sebuah usia
yang sungguh belia, namun kelincahan dan energiknya melebihi
ukuran usianya. Jumpa dan kenal IGI pertama dalam bingkai.

Diklat Menulis SaguSaku Januari 2020 di Palangka
Raya, Kota Cantik.
Hadirnya bagai oase di gurun terik, dipandu Pelatih dan
Founder SaguSaku IGI yang penuh energik
Berpadu menulis dalam raga, jiwa dan tekad berkarya
jadi pemantik.

21 hari menembus cakrawala literasi sebagai pejuang
GELIS beraksi, Merangkul 14 sekolah dalam Road Show
Wisata Literasi.
Elegan menyebar virus menulis ke semua generasi.
Memotivasi menulis itu mudah untuk tingkatkan
prestasi.
60 tulisan tergores dalam menulis tiap hari tiada henti
Penyejuk ruh di tengah galau pandemi
SaguSaku Menulis Smart sangat berarti
Terwujud buku tunggal dan antologi impian hati untuk
negeri

Terima kasih IGI, terus kepakan sayap melalui karya dan
aksi nyata untuk Indonesia, kado persembahan dari
saya, guru di tepi Sungai Katingan, Kalimantan Tengah.

Tumbang Samba, 3 Juni 2020
Penuh syukur pada pukul 01.30 WIB

38 MRR

Sosok Terpercaya

Desi Futriana, S.Pd.

Siapa bilang menjadi guru yang melek literasi itu susah? Siapa
bilang menjadi guru melek IT itu susah? Siapa bilang guru tidak bisa
kreatif dan inovatif? Di sinilah jawabannya!

Sebuah organisasi yang besar akan terlahir dan tumbuh
bersama orang-orang yang memiliki pemikiran yang besar. Halnya
Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang dibentuk di Sulawesi Selatan
antara tahun 2002 hingga 2004 , dan resmi legal di tahun 2009 atas
kerja keras Ahmad Rizali, HB. Arifin, Satria Darma, dan kawan-kawan.

Ahmad Rizali atau yang biasa disapa Pak Nanang adalah sosok
gesit dibalik berdirinya Ikatan Guru Indonesia. HB. Arifin dengan
jiwa seni tinggi menciptakan Mars IGI, dan Satria Darma dengan
jiwa kepemimpinannya terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Guru
Indonesia (IGI) pada kongres pertama di Jakarta.

Apakah IGI hanya memiliki tokoh-tokoh itu saja?
Jelas tidak! Banyak tokoh besar berdiri di belakang berdirinya
IGI seperti: Cak Nur; berkontribusi pada awal terbentuknya IGI.
Anies Baswedan bahkan siap menjadi pengisi materi pertama di IGI,
Candra Hamzah, dan masih banyak tokoh lainnya yang bergerak di
belakang layar Ikatan Guru Indonesia.
Kemudian sosok yang tak kalah istimewa adalah Muhammad
Ramli Rahim. Muhammad Ramli Rahim yang biasa disapa MRR ini
dilahirkan pada tanggal 23 Mei 1978. Beliau adalah Ketua Umum
Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode 2016-2021 yang terpilih secara
aklamasi pada kongres kedua IGI yang berlangsung tanggal 30-
31 Januari 2016 di Makasar. Selain itu, Muhammad Ramli Rahim,
Guru SMK Kehutanan Widya Nusantara ini juga adalah Presiden
Direktur Ranu Corp, gugus perusahaan yang bergerak di bidang

Antologi Bersama 39

pendidikan, real estate, distribusi, dan pertambangan. Sudah
barang tentu di bawah kepemimpinan Muhammad Ramli Rahim
(MRR) , IGI semakin berani mengembangkan sayapnya. Organisasi
Ikatan Guru Indonesia dengan semboyan “Sharing, and Growing
Together” dikenal di seluruh Indonesia.

Anggota Ikatan Guru Indonesia pun semakin hari pun
semakin bertambah. Pada tanggal 30 Mei 2020 Ikatan Guru
Indonesia (IGI) wilayah provinsi Sulawesi Selatan sebagai center
terbentuknya IGI tercatat sebanyak 7786 anggota, provinsi Jawa
Timur sebanyak 5622 anggota, provinsi Aceh sebanyak 4728
anggota, provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 3229 anggota,
propinsi Sumatera Selatan sebanyak 3057 anggota, provinsi Jawa
Tengah sebanyak 3039 anggota, provinsi Sumatera Utara sebanyak
2567 anggota, provinsi Jawa Barat sebanyak 2397 anggota, provinsi
Kalimantan Tengah sebanyak 1921 anggota, provinsi Kalimantan
Barat sebanyak 2794 anggota, provinsi Maluku sebanyak 1479,
dan provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 1350 antanggal 30-31
anggota.

Tak kurang dari 88 kanal pelatihan IGI pun dibentuk. Beberapa
diantaranya pun berkembang pesat, seperti: SAGUSAKU (Satu Guru
Satu Buku) SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi), SAGUSAVI (Satu
Guru SatuVidio), SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik Pembelajaran),
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog), SAKUSAKTI ( Satu Guru Satu
Karya Tulis Ilmiah), METODE MENEMU BALING (Menulis Dengan
Mulut Mendengar Dengan Telinga), dan sebagainya.

Pembentukan kanal pelatihan ini tentu saja dimaksudkan
untuk meningkatkan kompetensi para guru. Tidak hanya
meningkatkan kemampuan mereka dalam literasi tetapi juga
kemampuan dalam penguasaan teknologi. Sehingga para guru
akan lebih kreatif dalam melaksanakan tugas mereka sehari-hari.
Dapat lebih inovatif dalam dalam memajukan dunia pendidikan.
Inilah misi dari IGI.

40 MRR


Click to View FlipBook Version