34 mengkomunikasikan berbagai emosi manusia. Snap Cam (aplikasi dari kamera snapchat) mendukung persahabatan sejati melalui komunikasi visual, ekspresi diri, dan bercerita. Di dalam pembelajaran, Snapchat juga dapat berfungsi sebagai media interaktif. Dalam penelitian The effect of Snapchat on learner satisfaction and anatomical knowledge retention: Preliminary observations Pascoe (2021) menunjukkan bahwa Snapchat adalah cara yang efektif untuk menyampaikan konten pendidikan dan pelajar menganggap konten tersebut berguna, akurat, dan membantu dalam mempersiapkan mereka untuk penilaian. Sifat fana dari konten yang menghilang memiliki potensi untuk mengumpulkan perhatian siswa yang lebih besar dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan retensi pengetahuan. Berikut fitur utama Snapchat: Snap 'Snap' adalah saat seseorang mengambil foto sesuatu di Snapchat Stories Stories adalah kumpulan Snap yang diputar sesuai urutan pengambilannya. Stories pengguna dan teman pengguna mencakup 24 jam terakhir, sehingga pengguna dapat melihat hari itu terungkap Snapstreak Streak mengacu pada Streak Snapchat atau Snapstreaks, yang terjadi ketika dua teman saling mengirim pesan di aplikasi sosial Snapchat dalam waktu 24 jam selama tiga hari berturutturut atau lebih. Filter desain overlay yang pengguna tambahkan di atas Snap pengguna. Setelah pengguna mengambil Snap, geser untuk melihat apa yang tersedia. (Filter berbeda dari Lenses.) Lenses Snapchat Lenses Augmented Reality pengalaman mengubah cara pengguna melihat dan dunia di sekitar! Gunakan Lenses saat pengguna membuat Snap untuk menambahkan efek 3D, objek, karakter, dan transformasi. Geofilter Overlay khusus untuk Snap yang hanya dapat diakses di lokasi tertentu. Chat Mengobrol sesama pengguna Discover Halaman di Snapchat yang pada dasarnya adalah umpan berita terkini.
35 Memories Snaps dan Stories yang dapat pengguna pilih untuk disimpan nanti dan tidak hilang otomatis Snap Map Pengguna berbagi lokasi dengan teman. Pengguna juga dapat melihat teman saat mereka berbagi lokasi dengan pengguna. Bitmoji Emoji pribadi pengguna. Bitmoji pengguna mewakili Anda di seluruh Snapchat pengguna dapat membagikan Bitmoji pengguna di Obrolan, mengubah tampilannya, dan bahkan menghidupkannya dengan Bitmoji 3D dan Pesta Bitmoji! Cameo Cameo menjadikan pengguna bintang video mini dan berulang-ulang'- Snapchat. Ini memungkinkan pengguna memasukkan wajah Anda ke dalam GIF, dan Jika pengguna tidak ingin fotonya hilang, pengguna dapat menyimpannya untuk dikirim nanti. Cameo Snapchat juga akan membuat ekspresi wajah, gerakan mulut, dan lainnya menggunakan selfie yang pengguna berikan. Spotlight Cara termudah untuk menemukan dunia Snapchat di satu tempat dan melihat perspektif dari seluruh komunitas. Ini menyoroti Snaps yang paling menghibur, tidak peduli siapa yang membuatnya. Tabel 2.9 Fitur Snapchat 4. Perkembangan Media Sosial Peserta PembaTIK 2023, ketika kita membahas media sosial, sebenarnya kapan media sosial muncul? Temukanlah jawabannya dengan menyimak video berikut!
36 Video 2.2 Social Media, Explained for Beginners with Tips, History, Learning, Resources Tautan 2.2 https://youtu.be/ItoTvKPhgFk Perkembangan media sosial pada dasarnya timbul sebagai respon terhadap kebutuhan komunikasi dan interaksi sosial. Keterlibatan dan interaksi dalam komunikasi tersebut berkontribusi dalam proses sosialisasi yang mengikuti perkembangan zaman. Peserta PembaTIK 2023, perkembangan teknologi telah memengaruhi cara manusia berinteraksi sosial, mulai dari penggunaan web hypertext hingga konsep symbiotic web yang dikutip dari Choudhury (2014) seperti yang tercantum dalam tabel di bawah ini. Hypertext Web 1.0 Social Web 2.0 Semantic Web 3.0 Symbiotic Web 4.0 perusahaan mempublikasikan konten orang mempublikasik an konten orang membangun aplikasi yang dapat saling berinteraksi satu sama lain dan mempublikasikan konten orang bersimbiosis dengan mesin atau sebaliknya melalui perangkat website personal blog dan media sosial semiblog and haystack, Web masa depan dalam tahap Static content. Dynamic perkembangan content. Web 3.0 is curiously undefined. Artificial Intelligence and 3D, The web learning
37 daftar teman, daftar alamat jejaring sosial daring semantic social information echo system participation and interaction understanding self Tabel 2.10 Perkembangan Web Apabila kita mengamati, hadirnya media sosial seiring dengan kemajuan teknologi web 2.0 dalam menghasilkan konten dan memungkinkan mereka berperan sebagai pengguna aktif. Mereka dapat menciptakan, berbagi, mengunggah konten, dan berinteraksi dengan pengguna lainnya. Terdapat beragam jenis media sosial yang telah muncul dan berkembang pesat. Setiap media sosial memiliki karakter dan keunggulannya sendiri yang dianggap sebagai sarana yang dapat membantu kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari tren gaya hidup masa kini. Fitur-fitur dalam media sosial juga semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Perkembangan media sosial juga juga muncul karena adanya kebutuhan bersosialisasi dan berkomunikasi secara luas atau mengglobal dan tidak hanya dari perkembangan teknologi saja tetapi juga pembelajaran, pekerjaan, hiburan, perdagangan, dan bahkan gaya hidup. Berikut perkembangan media sosial dari tahun ke tahun yang dimodifikasi dari (The Evolution of Social Media: How Did It Begin and Where Could It Go Next?, 2021) Tahun Platform media sosial Deskripsi singkat 1997 Six Degree Six Degrees dianggap sebagai kelahiran dari sistem jejaring sosial pertama kali karena secara teori telah menawarkan sarana jejaring sosial. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan saling mengirim pesan. 2001 Friendster Friendster yang merupakan situs fenomenal dan diminati generasi muda untuk berkenalan. Situs ini dilengkapi dengan kemampuan memberi komentar profil dan kemudahan pencarian teman. LinkedIn diperkenalkan pertama kali sebagai sistem jejaring
38 sosial yang dikhususkan untuk bisnis, seperti bertukar informasi mengenai pekerjaan atau mencari pekerjaan. 2002 LinkedIn Sistem jejaring sosial yang dikhususkan untuk bisnis, seperti bertukar informasi mengenai pekerjaan atau mencari pekerjaan 2003 Myspace Pengguna sudah dapat mengatur sendiri profilnya secara bebas, seperti warna, foto, daftar teman, dan musik yang disukai. 2004 Facebook Dari tahun ke tahun facebook mengalami perkembangan yang pesat. Pada tahun 2021, pemilik facebook.Inc mengubah nama perusahaannya menjadi Meta Platforms.Inc atau “Meta” untuk lebih fokus membangun Metaverse. 2005 Youtube Youtube merupakan platform berbagi video dan media sosial. Pada Oktober 2006, Youtube dibeli oleh Google. dan sejak dibeli oleh Google, youtube berkembang melampaui situs web inti menjadi aplikasi seluler, televisi jaringan dan kemampuan untuk menautkan dengan platform lain. 2006 Twitter Twitter merupakan media sosial berbasis mikroblog yang mengalami perkembangan pesat. Tweet awalnya dibatasi hingga 140 karakter, tetapi batasannya digandakan menjadi 280 pada November 2017 hingga saat ini. 2009 WhatsApp WhatsApp adalah sebuah platform yang memungkinkan pengguna untuk mengirimkan pesan, suara, video, dokumen, lokasi pengguna dan konten lainnya. Pada Februari 2014, whatsapp diakuisisi oleh Facebook. Pada Januari 2018, WhatsApp merilis aplikasi bisnis mandiri yang ditargetkan untuk pemilik usaha kecil, yang disebut WhatsApp Business. 2010 Instagram Instagram adalah layanan jejaring sosial berbasis foto dan video. Awalnya, aplikasi ini diluncurkan untuk pengguna iOS, lalu pada April 2012 merilis versi Android dan diikuti oleh fitur desktop dengan fitur terbatas pada November 2012 dan aplikasi untuk Windows 10 pada Oktober 2016. Instagram diakuisisi oleh Facebook pada April 2012 2010 Pinterest Pinterest adalah media sosial dengan layanan berbagi gambar, dirancang untuk memungkinkan pengguna menyimpan dan menemukan ide di internet dalam bentuk gambar, video, dan GIF animasi. 2011 Snapchat Didirikan pada tahun 2011 dan pada Juni 2013 merilis
39 aplikasi untuk pengguna iOS dan memperkenalkan Snapkidz untuk pengguna di bawah usia 13 tahun. pada September 2016, Snapchat.Inc berganti nama menjadi Snap.Inc. 2011 Line LINE adalah aplikasi pengirim pesan yang dapat digunakan di berbagai perangkat elektronik. pengguna LINE dapat bertukar teks, gambar, video, audio dan melakukan percakapan VoIP dan konferensi video gratis. Selain itu LINE juga memiliki fitur lainnya seperti Line Pay, Line Today Line TV, Line Manga dan Line Webtoon. 2012 Google+ Aplikasi yang dimiliki dan dijalankan oleh Google ini sempat mengalami desain ulang pada November 2015, namun karena keterlibatan pengguna yang rendah dan lemahnya tingkat keamanan informasi pengguna, maka penggunaan Google+ dihentikan pada Maret 2019. 2016 TikTok Didirikan pada tahun 2016 oleh perusahaan teknologi China ByteDance, situs berbagi video berdurasi pendek ini dimerger dengan aplikasi seluler Musical.ly yang berbasis di AS pada tahun 2018 dan menjadi populer di kalangan remaja dan dewasa muda Amerika dan dunia. 2020 Clubhouse Clubhouse adalah jejaring sosial baru berdasarkan suara—tempat orang-orang di seluruh dunia berkumpul untuk berbicara, mendengarkan, dan belajar satu sama lain secara langsung. 2023 Threads Threads adalah platform media sosial Amerika dan layanan jejaring sosial yang dimiliki dan dioperasikan oleh Meta Platforms. Aplikasi ini menawarkan kepada pengguna kemampuan untuk memposting dan berbagi teks, gambar, dan video, serta untuk berinteraksi dengan postingan pengguna lain melalui balasan, postingan ulang, dan suka. Tabel 2.11 Perkembangan Media Sosial Statistik Media Sosial di Indonesia Setelah mengetahui jenis-jenis dan perkembangan media sosial, Peserta PembaTIK 2023 juga tentunya perlu mengetahui statistik dari pengguna media sosial populer terkini. Berikut rekap statistik media sosial di Indonesia.
40 Statistik Media Sosial di Indonesia (Data Report, 2023) Media Sosial Pengguna Indonesia Pengguna Dunia Youtube 139 Juta 2,53 Miliar Facebook 119,9 Juta 2,96 Miliar Instagram 89,15 Juta 1,63 Miliar TikTok 109,9 Juta 1,09 Miliar Linkedin 23 Juta 922,3 Juta Twitter 24 Juta 372,9 Juta Snapchat 3,55 Juta 654,4 Juta Tabel 2.12 Statistik Media Sosial C. Rangkuman 1. Media sosial adalah platform berbasis internet untuk berbagi konten yang diciptakan antara pengguna satu dan pengguna lainnya. 2. Dua karakteristik umum media sosial, yaitu partisipasi dan interaksi digunakan terutama untuk rekreasi atau koneksi pribadi, lainnya untuk alasan pekerjaan atau profesional, tetapi sebagian besar memungkinkan fleksibilitas di antara tujuan tersebut. 3. Karakteristik media sosial menurut para ahli, yaitu jaringan, informasi, arsip, interaksi, simulasi, konten oleh pengguna dan penyebaran. 4. Umumnya media sosial memiliki fungsi mengizinkan penggunanya untuk memiliki identitas, menjaga hubungan, melakukan pekerjaan, mencari informasi, berbagi informasi dan mencari hiburan. 5. Jenis media sosial populer yang terbuka adalah youtube, facebook, instagram, twitter, TikTok, linkedin, dan snapchat. 6. Jenis media sosial privat basis pesan singkat adalah whatsapp, line, wechat, kakaotalk, telegram, dan facebook messenger.
41 7. Kemunculan media sosial seiring dengan perkembangan teknologi web 2.0 yang bersifat user generated content dan memungkinkan penggunanya untuk menjadi active user. 8. Perkembangan media sosial dimulai pada tahun 1997 oleh Six Degrees dan yang paling baru pada tahun 2023 adalah Threads. Bapak/Ibu Peserta PembaTIK 2023 akhirnya sudah mempelajari konsep media sosial untuk pembelajaran. Pada akhir dari kegiatan pembelajaran pertama ini saatnya kita berdiskusi. Silakan pelajari materi diskusi di bawah ini. Diskusi Latihan ● Peserta PembaTIK 2023 sebagai bahan diskusi, apa jenis media sosial yang paling sering Peserta PembaTIK 2023 akses dalam kegiatan sehari-hari? ● Apa dampak dari perkembangan sosial media yang Peserta PembaTIK 2023 rasakan? ● Ceritakan aktivitas penggunaan media sosial dalam kegiatan sehari-hari. Manfaat apa yang dapat Peserta PembaTIK 2023 peroleh dalam pemanfaatan media sosial tersebut? Tabel 2.13 Diskusi dan Latihan
42 KEGIATAN BELAJAR 2 Strategi Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran A. Tujuan Belajar Setelah mempelajari materi 2, anda dapat menjelaskan: 1. Perencanaan Penerapan Media Sosial dalam Pembelajaran 2. Penerapan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran 3. Evaluasi Penggunaan Media Sosial dalam Pembelajaran 4. Praktik Baik Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang dapat dipenuhi melalui pemanfaatan media sosial. 2. Mampu merencanakan strategi dan metode yang sesuai dalam penerapan media sosial dalam pembelajaran. 3. Mampu menyusun rencana penggunaan media sosial yang mengintegrasikan konten pembelajaran dengan efektif. 4. Mampu memanfaatkan media sosial secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran. 5. Mampu mengelola konten pembelajaran yang relevan dan menarik melalui media sosial. 6. Mampu berkolaborasi antara peserta didik melalui media sosial. 7. Mampu menganalisis respon peserta didik terhadap penggunaan media sosial dalam pembelajaran. 8. Mampu mempraktikkan penggunaan media sosial secara etis dan bertanggung jawab dalam konteks pembelajaran. C. Uraian Materi Saat Peserta PembaTIK 2023 memilih media sosial untuk pembelajaran, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memahami karakteristik dari berbagai jenis media sosial yang ada. Dengan memahami karakteristik ini, Peserta PembaTIK 2023 akan lebih mudah memilih media sosial yang cocok untuk materi pembelajaran yang akan disampaikan. Tentunya, pilihan media sosial juga harus sesuai dengan metode dan strategi pembelajaran yang digunakan.
43 Untuk lebih jelasnya silakan dapat menonton video berikut! Video 3.1 Why teachers should user Twitter Tautan 3.1 https://youtu.be/30gN4-pEZWg Peserta PembaTIK 2023, media sosial tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan bisnis saja. Di era digital ini, terutama selama pandemi COVID-19, media sosial menjadi alat yang sangat penting untuk pembelajaran. Selain memahami karakteristik media sosial, Bapak/Ibu juga perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut saat memanfaatkannya: tujuan pembelajaran, materi pembelajaran yang mendukung tujuan tersebut, dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut (Wildan, 2016). Dengan menggunakan media sosial untuk pembelajaran dan menerapkan strategi yang tepat, diharapkan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Strategi pembelajaran adalah pendekatan yang komprehensif dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran secara sistematis dengan tujuan mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien (Nasution, 2017). Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Bapak/Ibu gunakan untuk memanfaatkan media sosial dalam pembelajaran: perencanaan, penerapan, dan evaluasi pemanfaatan media sosial dalam proses pembelajaran.
44 1. Perencanaan Penerapan Media Sosial dalam Pembelajaran Untuk keberhasilan penerapan media sosial untuk pembelajaran, kita perlu sebuah perencanaan yang matang. Berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan dalam tahapan perencanaan tersebut: a. Mempersiapkan Alat dan Peralatan Biasanya, media sosial dapat diakses melalui gawai atau komputer yang terhubung ke internet. Jika kita menggunakan smartphone, kita perlu mengunduh aplikasi media sosial melalui Google Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iOS. Namun, jika kita menggunakan komputer, kita dapat mengaksesnya melalui browser dengan mengunjungi situs web media sosial tersebut. Platform Media Sosial Logo Alamat situs Aplikasi Fitur Unggulan Youtube YouTube Youtube Android Youtube IOS Video, Shorts Facebook Facebook Facebook Android Facebook IOS Catatan, Gambar, Video, Group, Streaming Instagram Instagram Instagram Android Instagram IOS Gambar (Carousel) ,Video, Reels TikTok TikTok TikTok Android TikTok IOS Video Singkat, Reaction, Duet Linkedin LinkedIn Linkedin Android LinkedIn IOS Video Pelatihan, Artikel, Infografis Twitter Twitter Twitter Android Twitter IOS Tweet, Thread, Hashtag Snapchat Snapchat Snapchat Android Snapchat IOS Filter Augmented Reality
45 Tabel 3.1 Platform Media Sosial b. Survei Diagnosis Pemanfaatan Media Sosial untuk Peserta Didik Pada tahap ini, kita akan melakukan survei awal (diagnosis) untuk mengidentifikasi jenis media sosial yang biasa digunakan oleh peserta didik, ketersediaan perangkat, tingkat pengetahuan, dan kebutuhan mereka. Tujuan dari survei ini adalah untuk memastikan efektivitas penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran. Survei awal ini dapat dilakukan pada awal semester atau awal tahun pelajaran. Peserta didik akan diminta untuk mengisi formulir survei yang berisi pertanyaan terkait penggunaan media sosial seperti di link ini Survei Awal/Diagnosis Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran c. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar (KD) / Capaian Pembelajaran (CP) Langkah ini bertujuan untuk menentukan dan merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan KD atau Tujuan/Capaian Pembelajaran CP. Perumusan tujuan pembelajaran sebaiknya kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, selain itu tujuan pembelajaran juga harus tepat guna dan terukur. d. Merancang, Mengembangkan dan Memodifikasi Materi Langkah selanjutnya adalah merancang, mengembangkan, dan memodifikasi materi berdasarkan identifikasi KD (Kompetensi Dasar) atau Tujuan/Capaian Pembelajaran CP. Selain itu, perlu diperhatikan juga apakah materi dan media yang digunakan mampu menarik minat peserta didik, memberikan informasi yang akurat, memiliki kualitas yang baik, memungkinkan partisipasi peserta didik, terbukti efektif, serta menyediakan petunjuk untuk diskusi dan kegiatan tindak lanjut. Menurut Azhar (2009, dalam Wildan, 2016), faktor-faktor tersebut perlu dipertimbangkan dalam perancangan materi dan media pembelajaran. e. Mengembangkan Metode Pembelajaran Menurut Reigeluth (2009), metode pembelajaran adalah suatu proses yang mudah dipahami, diterapkan, dan diteorikan untuk membantu mencapai
46 hasil belajar. Pemilihan metode pembelajaran sangat bergantung pada desain pembelajaran, kebutuhan, harapan, dan aktivitas belajar. Metode pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan Kompetensi Dasar (KD) atau Tujuan/Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan agar sesuai dengan konteks materi dan peserta didik. f. Pilih Platform Media Sosial Pemilihan media sosial yang akan digunakan merupakan hasil dari langkahlangkah sebelumnya. Pengguna media sosial di berbagai platform mewajibkan usia minimal 13 tahun. Namun, jika di bawah usia tersebut peserta didik mengakses didampingi orang tua. g. Percobaan Sebelum Menggunakan Media Sosial Sebelum digunakan dalam pembelajaran, langkah yang terakhir adalah mencoba media yang dipilih untuk digunakan. Berikut langkah-langkah persiapan dalam menggunakan media sosial adalah sebagai berikut: 1) Menentukan media sosial yang tepat. 2) Peluang ketersediaan suatu media sosial. 3) Memastikan ketersediaan konten yang ada di media sosial. 4) Persiapan sarana dan prasarana mengakses media sosial. 5) Pencarian konten media sosial yang sesuai tujuan/capaian pembelajaran. 2. Penerapan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Setelah memilih materi dan media yang tepat, langkah berikutnya adalah menerapkan perencanaan tersebut ke dalam pembelajaran. Prosedur Penerapan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran 1. Tujuan/Capaian Pembelajaran Deskripsi Tujuan/Capaian Pembelajaran 2. Platform Media Sosial (Youtube, Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, Snapchat, Linkedin) 3. Mode Sinkron/Asinkron
47 4. Urutan Langkah di awal/tengah/akhir Tabel 3.2 Prosedur Penerapan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Penetapan tujuan/capaian pembelajaran. Pemilihan platform sesuai tujuan/capaian pembelajaran. Konten media sosial digunakan dalam mode sinkron/asinkron penerapan dalam langkah pembelajaran bisa di urutan awal sebagai motivasi/apersepsi, tengah inti materi yang mencakup fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, dan akhir sebagai refleksi dan tindak lanjut materi. Penerapan Pemanfaatan Media Sosial Penerapan pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran telah menjadi sebuah inovasi yang signifikan dalam dunia pendidikan. Dengan kemajuan teknologi dan semakin meluasnya penggunaan media sosial, para pendidik kini memiliki kesempatan untuk memanfaatkan platform ini sebagai sarana efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Melalui media sosial, pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antara peserta didik, serta memberikan akses yang lebih mudah dan fleksibel bagi para pelajar. Penerapan Pemanfaatan Video Youtube dalam Pembelajaran 1. Tujuan/Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat membedakan fakta atau opini dalam sebuah teks 2. Platform Cara Menentukan Fakta dan Opini 3. Mode Sinkronus/Asinkronus 4. Urutan Langkah di tengah materi Tabel 3.3 Penerapan Pemanfaatan Youtube TV Edukasi Tautan 3.2 https://www.youtube.com/watch?v=dZAveN3rI-E Pertama penetapan tujuan/capaian pembelajaran peserta didik dapat membedakan fakta atau opini dalam sebuah teks dengan tepat. Kedua, pemilihan materi dari youtube Televisi Edukasi yang sesuai dengan capaian/tujuan pembelajaran kelas XII MIPA 1 pelajaran Bahasa Indonesia.
48 Ketiga, Video ini digunakan dalam pembelajaran mode sinkron di kelas daring (kelas digital) atau luring (kelas konvensional tata). Keempat, penggunaan video terdapat dalam urutan langka di tengah pembelajaran yang berisi tentang materi (tujuan/capaian pembelajaran). Penerapan Pemanfaatan Instagram Reels atau dalam Pembelajaran 1. Tujuan/Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat menyebutkan ciri khas masing-masing planet di tata surya 2. Platform Instagram Reels_Ciri Khas Planet 3. Mode Sinkron/Asinkron 4. Urutan Langkah di tengah pembelajaran Tabel 3.4 Penerapan Pemanfaatan Reels Instagram dalam Pembelajaran Tautan 3.3 https://www.instagram.com/reel/CsIW9z3pWEm/?igshid=MmJiY2I4ND BkZg== Pertama penetapan tujuan/capaian pembelajaran peserta didik dapat menyebutkan ciri khas masing-masing planet di Tata Surya. Kedua, pemilihan materi dari Reels Instagram yang sesuai dengan capaian/tujuan pembelajaran kelas VI untuk muatan pelajaran IPA. Ketiga, video ini digunakan dalam pembelajaran mode sinkron di kelas daring (kelas digital) atau luring (kelas konvensional tata). Keempat, penggunaan video terdapat dalam urutan langkah di tengah pembelajaran yang berisi tentang materi (tujuan/capaian pembelajaran). Bijak dalam Pemanfaatan Media Sosial Seorang guru dalam bermedia sosial sepatutnya mengikuti norma-norma yang berlaku serta menjaga etiket. Penerapan teknologi perlu mengutamakan bijak bermedia sosial. Apa yang dapat kita lakukan dalam pemanfaatan media sosial secara bijak? Menurut Kusumastuti,dkk. (2021) dalam modul Etis Bermedia Sosial Kominfo terdiri atas delapan poin. 1) Hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi (privasi) ke publik 2) Gunakan etika atau norma saat berinteraksi dengan siapa pun di media sosial
49 3) Hati-hati terhadap akun yang tidak dikenal 4) Pastikan unggahan di akun media sosial tidak mengandung unsur Suku Agama Ras, dan Antargolongan (SARA) 5) Memanfaatkan media sosial untuk membangun jaringan atau relasi 6) Pastikan mencantumkan sumber konten yang diunggah 7) Memanfaatkan media sosial untuk menunjang proses pengembangan diri 8) Jangan mengunggah apapun yang belum jelas kebenarannya 3. Evaluasi Penggunaan Media Sosial dalam Pembelajaran Evaluasi merupakan komponen terakhir dari strategi pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran. Sebuah media evaluasi bukan saja berfungsi untuk mengetahui keberhasilan dari sebuah proses belajar mengajar, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik terhadap penggunaan media sosial yang digunakan. Evaluasi memerlukan umpan balik dari kebutuhan pengguna dalam memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran. Hal tersebut dapat diukur dengan Usability. Rubin, J. dan Chisnell, D. (2008 dalam Sabandar dan Santoso, 2018) memberikan penjelasan bahwa usability berasal dari kata usable yang berarti dapat digunakan dengan baik. Terdapat 3 aspek usability menurut (Rubin dan Chisnell, 2008), yaitu : ● Efektivitas (effectiveness), dalam konteks pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran, media sosial dan kontennya memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran. ● Efisiensi (efficiency), dalam konteks pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran, media sosial dan kontennya mempercepat peserta didik dalam memahami pelajaran. ● Kepuasan (satisfaction), dalam konteks pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran, media sosial dan kontennya memberikan kepuasan persepsi dan perasaan peserta didik dalam memahami pelajaran. Berdasarkan hal tersebut, untuk mengevaluasi penggunaan media sosial dalam pembelajaran, Peserta PembaTIK 2023 dapat menggunakan kuesioner untuk mendapatkan respon dan umpan balik dari peserta didik. Berikut contoh
50 penggunaan aplikasi google form untuk evaluasi dan refleksi penggunaan media sosial untuk pembelajaran. Contoh form evaluasi dapat diakses di Evaluasi Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran 4. Praktik Baik Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Peserta PembaTIK 2023, bijak dalam pemanfaatan media sosial dimulai dari diri sendiri. Kita dapat menjadi agen atau influencer dan key opinion leader (KOL) untuk menyebarkan praktik baik kepada masyarakat. Apalagi Peserta PembaTIK 2023 sebagai seorang guru tentunya wajib untuk memberi contoh baik kepada khalayak terutama muridnya. Dalam hal ini Duta Teknologi sebagai contoh penerapan praktik baik pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran. Duta Teknologi merupakan guru-guru terpilih melalui proses seleksi program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK). Duta Teknologi adalah agen untuk mensosialisasikan pendayagunaan TIK ke dalam pembelajaran dan sebagai penggerak dan inspirasi guru-guru serta komunitas di wilayah perwakilan mereka untuk membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Berikut dua contoh pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran Nama : Eka Nurviana Fatmawati, S.Pd.,Gr. Sekolah : SDN Butuh 1 Kab. Kediri Judul : Belajar Kekinian Melalui Instagram Reels Pada Materi Tata Surya Kelas VI Aspek Penerapan Pemanfaatan Reels Instagram dalam Materi Tata Surya SD 1. Tujuan/Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat menyebutkan ciri khas masing-masing planet di tata surya 2. Platform Link Praktik Baik Jenjang SD 3. Mode Sinkron 4. Urutan Langkah Di tengah (inti) pembelajaran
51 Tabel 3.5 Penerapan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Sekolah Dasar Tautan 3.4 https://www.instagram.com/reel/CsfnRLEpfF3/?igshid=MmJiY2I 4NDBkZg== Berikut adalah langkah-langkah ringkas dalam menerapkan pembelajaran dengan memanfaatkan Instagram Reels pada materi Tata Surya: 1) Perencanaan: Meringkas informasi ciri khas masing-masing planet yang akan disampaikan. 2) Pembuatan Konten: Mempersiapkan aset gambar, video, teks, editing, voiceover, dan backsound pengiring. 3) Penyampaian Konten: Posting Instagram Reels dengan konten yang telah dibuat. 4) Interaksi dan Diskusi: Pancing siswa untuk mengemukakan apa yang telah mereka dapatkan secara lisan secara bergantian setelah menyimak konten. 5) Pengerjaan LKPD oleh siswa dan penyampaian hasil penyelesain LKPD melalui diskusi presentasi dalam kelompok. 6) Umpan balik dan evaluasi: Berikan umpan balik, apresiasi, dan penguatan materi kepada siswa (bisa dalam bentuk lagu trending yang diubah syairnya sesuai dengan materi tentang planet). Nama : Muhammad Ariefin, S.S.,Gr. Sekolah : SMA IT Nurul Fikri Judul : Pemanfaatan Instagram Story untuk Asesmen Formatif Aspek Penerapan Pemanfaatan Instagram Story dalam Pembelajaran 1. Tujuan/Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat memahami unsur fisik dan batin puisi 2. Platform Link Praktik Baik Jenjang SMA 3. Mode Sinkron 4. Urutan Langkah di tengah (inti) pembelajaran
52 Tabel 3.6 Penerapan Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Sekolah Menengah Tautan 3.5 https://www.instagram.com/reel/CsxE33mgOfN/?igshid=NTc4M TIwNjQ2YQ= Berikut adalah langkah-langkah ringkas dalam menerapkan asesmen formatif menggunakan Instagram Story untuk memahami unsur fisik dan batin puisi: 1) Perencanaan: Identifikasi unsur fisik dan batin puisi yang ingin disampaikan. 2) Pembuatan Konten: Buat konten menarik dengan teks, gambar, video pendek, dan fitur quiz. 3) Penyampaian Konten: Posting Instagram Story dengan konten yang telah dibuat. 4) Interaksi dan Diskusi: Gunakan fitur interaktif seperti polling, tanya jawab, dan quiz untuk berinteraksi dengan peserta didik. 5) Umpan Balik dan Evaluasi: Berikan umpan balik berdasarkan interaksi peserta didik dan hasil quiz untuk mengevaluasi pemahaman mereka. 6) Dengan langkah-langkah ini, peserta didik dapat mempelajari unsur fisik dan batin puisi melalui Instagram Story secara interaktif dan mendapatkan umpan balik yang relevan. Manfaat: 1) Membantu guru dan peserta didik untuk kolaborasi dan interaksi dengan lingkungan belajar alternatif (media sosial) 2) Media ekspresi guru dan peserta didik untuk meningkatkan komunikasi visual. 3) Media kreativitas guru dan peserta didik dalam mengikuti lomba berbasi media visual. Evaluasi Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Pembelajaran: Keunggulan Kekurangan 1. peserta didik dapat mengakses materi lebih mudah 2. peserta didik dapat mengakses sumber materi dari kreator konten lainnya 1. peserta didik dapat terdistraksi dengan konten lainnya 2. guru perlu riset materi yang relevan 3. kolom komentar dapat terisi
53 3. materi lebih ringkas komentar di luar konteks materi Tabel 3.7 Evaluasi Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Pembelajaran
54 D. Rangkuman 1. Pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran dengan strategi yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar pada peserta didik. 2. Strategi pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran, yaitu perencanaan, penerapan, dan evaluasi. 3. Media sosial dapat diakses melalui ponsel pintar (smartphone) dan komputer personal (PC) yang terkoneksi internet. 4. Survei diagnosis pemanfaatan media sosial untuk peserta didik bertujuan adalah untuk mengetahui jenis media sosial apa yang familiar mereka gunakan, ketersediaan gawai, tingkat kecerdasan, pengetahuan, dan kebutuhan mereka. 5. Perumusan tujuan pembelajaran sebaiknya kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, selain itu tujuan pembelajaran juga harus tepat guna dan terukur. 6. Jenis metode pembelajaran yang digunakan dalam belajar sangat tergantung pada tuntutan kebutuhan, keinginan, harapan dan aktivitas belajar yang dapat dilakukan secara tutorial, ceramah, resistensi, diskusi, kegiatan laboratorium dan pekerjaan rumah. 7. Prosedur penerapan media sosial untuk pembelajaran yaitu penetapan tujuan/capaian pembelajaran, pemilihan materi di media sosial, pemilihan mode sinkron/asinkron, peletakan materi dalam urutan mengajar. 8. Pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran tetap harus memperhatikan etiket bermedia sosial. 9. Tiga aspek dalam mengevaluasi pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran adalah efektivitas, efisiensi, dan kepuasan. Nah, Peserta PembaTIK 2023 sudah mempelajari tentang strategi dan praktik baik dalam pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran. Pada akhir dari kegiatan pembelajaran kedua kali ini saatnya kita berdiskusi. Silakan pelajari materi diskusi di bawah ini.
55 Diskusi Latihan ● Apakah Peserta PembaTIK 2023 sudah memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran? ● Apa saja permasalahan yang dihadapi ketika memanfaatkan media sosial dalam pembelajaran? ● Solusi apa yang dapat Peserta PembaTIK 2023 berikan untuk mengatasi permasalahan tersebut? ● Tentukan topik atau materi pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik! ● Tentukan jenis media sosial yang akan digunakan! ● Rancanglah materi tersebut dalam sebuah visualisasi menarik untuk di unggah ke media sosial! Tabel 3.8 Diskusi dan Latihan
56 Tugas Akhir Modul 1. Laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial merupakan pengertian dari… a. sosial media b. interaksi sosial c. akses sosial d. web sosial 2. Pada tahun berapakah Twitter diperkenalkan sebagai platform media sosial berbasis micro-blogging? a. 2004 b. 2006 c. 2008 d. 2010 3. Platform media sosial yang paling banyak diakses oleh pengguna Indonesia berdasarkan Data Report 2023 adalah… a. Youtube b. Facebook c. Instagram d. TikTok 4. Karakteristik media sosial yang memungkinkan pengguna untuk mengarsipkan konten yang dibagikan adalah: a. Jaringan b. Informasi c. Arsip d. Interaksi
57 5. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan media sosial dalam pendidikan, kecuali… a. Memfasilitasi kolaborasi dan pembelajaran berbasis kelompok. b. Memperluas akses terhadap sumber daya pendidikan. c. Mendorong diskusi dan pertukaran ide antar siswa dan guru. d. Menerima semua informasi tanpa filter budaya yang berlaku di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal 6. Langkah apa yang dilakukan dalam mengidentifikasi Kompetensi Dasar (KD) / Capaian Pembelajaran (CP)? a. Merumuskan tujuan pembelajaran yang kontekstual. b. Menentukan KD atau Tujuan/Capaian Pembelajaran CP. c. Menyusun tujuan pembelajaran yang tepat guna. d. Mengukur tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 7. Aspek apa yang berkaitan dengan efisiensi dalam pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran? a. Efektivitas. b. Efisiensi. c. Kepuasan. d. Usability. 8. Apa yang sebaiknya dilakukan jika menerima pesan atau informasi yang mencurigakan di internet? a. Menyebarkannya kepada semua teman b. Mempercayainya tanpa melakukan verifikasi c. Menghapusnya tanpa membacanya d. Memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya 9. Apa tujuan dari survei diagnosis pemanfaatan media sosial untuk peserta didik? a. Mengetahui jenis media sosial apa yang familiar mereka gunakan. b. Menilai tingkat kecerdasan peserta didik. c. Mengetahui tingkat kemampuan berbahasa peserta didik. d. Mengetahui tingkat kesukaran materi pembelajaran.
58 10. Apa saja aspek yang harus dievaluasi dalam pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran? a. Efektivitas, efisiensi, dan kepuasan. b. Konteks sehari-hari, tujuan, dan materi pembelajaran. c. Perencanaan, penerapan, dan evaluasi. d. Pengetahuan, kecerdasan, dan kebutuhan peserta didik.
59 Kunci Jawaban 1. Kunci jawaban: a 2. Kunci jawaban: a 3. Kunci jawaban: a 4. Kunci jawaban: c 5. Kunci jawaban: d 6. Kunci jawaban: b 7. Kunci jawaban: b 8. Kunci jawaban: d 9. Kunci jawaban: a 10. Kunci jawaban: a
60 Daftar Pustaka Anisa, Y. Peran Channel Youtube Sebagai Media Alternatif untuk Membantu Proses Pembelajaran Matematika dan Media Informasi pada Tingkat Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia, 7(1), 13–21, 2022. BBC News Indonesia. Kenapa aplikasi Tik Tok diblokir pemerintah?, 2018, July 3. https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-44693331, diakses April 17, 2022. Burns, K.S. Social media: a reference handbook: a reference handbook. ABC-CLIO, 2017. Dewi, E. R. Metode Pembelajaran Modern Dan Konvensional Pada Sekolah Menengah Atas. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 2(1), 44-52, 2018. Choudhury, N. (2014). World Wide Web and Its Journey dari Web 1.0 to Web 4.0. International Journal of Computer Science and Information Technologies, 5(6), 8096-8100, 2014. Craft. (n.d.). Company Search (Free). https://craft.co/search DataReportal. (2022, February 1). Digital 2022 Indonesia (February 2022) v01 [Slides]. SlideShare. Digital 2022 Indonesia (February 2022) v01 Facebook. (n.d.). Facebook. https://www.facebook.com/ Ika, A. Menkominfo: Ini Syarat “Tik-Tok” Eksis Lagi di Indonesia. KOMPAS.Com, 2018, July 7. Menkominfo: Ini Syarat "Tik-Tok" Eksis Lagi di Indonesia, diakses April 17, 2022 Instagram. (n.d.). Instagram. https://www.instagram.com/
61 Hutamy, E. T., Swartika, F., Alisyahbana, A. N. Q. A., Arisah, N., & Hasan, M. Persepsi Peserta Didik Terhadap Pemanfaatan Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran. Prosiding Penelitian Pendidikan dan Pengabdian 2021, 1(1), 1270-1281, 2021. Kaplan, A. M., & Haenlein, M. Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business horizons, 53(1), 59-68, 2010. Kaso, N., Nurjihad, A., Ilham, D., & Aswar, N. Facebook and its Impact on Students’ Learning Achievement at State Islamic High School of Palopo. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 4(1), 1-15, 2021. Kemp, S. Digital 2022: Indonesia. DataReportal – Global Digital Insights, 2022, February 15 Digital 2022: Indonesia — DataReportal – Global Digital Insights, diakses April 14, 2022. Kusumastuti, F., Astuti, S. I., Astuti, Y. D., Birowo, M. A., Hartanti, L. E. P., Amanda, N. M. R., & Kurnia, N. Modul Etis Bermedia Digital : Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2021. LinkedIn. (n.d.). LinkedIn. https://www.Linkedin.com/ Manning, J. Social media, definition and classes of. In K. Harvey (Ed.), Encyclopedia of social media and politics (pp. 1158-1162). Thousand Oaks, CA: Sage, 2014. Nafi'i, W. Strategi Pemanfaatan Media Pembelajaran. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 3(1), 25-36, 2015. Nasrullah, R. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2016. Nasution, W. N. Strategi Pembelajaran : Medan,Perdana Publishing, 2017.
62 Pascoe, M. A. The effect of Snapchat on learner satisfaction and anatomical knowledge retention: Preliminary observations. FASEB BioAdvances, 3(11), 909– 917, 2021. Reigeluth, C. M., & Carr-Chellman, A. A. (Eds.). Instructional-design theories and models, volume III: Building a common knowledge base (Vol. 3). Routledge, 2009. Rimo, I. H. E., & Garak, S. G. Persepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Undana Tentang Perkuliahan Daring Berbantuan Youtube Pada Mata Kuliah Aljabar Linear. FRAKTAL: JURNAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA, 2(1), 14-22, 2021. Rosell-Aguilar, F. Twitter as a Language Learning Tool. International Journal of Computer-Assisted Language Learning and Teaching, 10(4), 1–13, 2020. Sabandar, V. P., & Santoso, H. B. Evaluasi Aplikasi Media Pembelajaran Statistika Dasar Menggunakan Metode Usability Testing. Teknika, 7(1), 50-59, 2018. Saragih, M. W., Br. Sinulingga, F., Sitohang, S. A., Thesalonika Alvina, & Hia, A. PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA ENGLISH CLUB DI SMPN 163 JAKARTA. JURNAL Comunità Servizio, 5(1), 1183 – 1201, 2023. Snapchat. (n.d.). Snapchat. https://www.snapchat.com/ Su, Y. S., & Chen, H. R. Social Facebook with big six approaches for improved students’ learning performance and behavior: A case study of a project innovation and implementation course. Frontiers in psychology, 11, 1166, 2020. The Evolution of Social Media: How Did It Begin and Where Could It Go Next?. Maryville Online, 2021, March 3. The Evolution of Social Media: How Did It Begin and Where Could It Go Next?, diakses April 16, 2022.
63 TikTok. (n.d.). TikTok. https://www.TikTok.com/ Twitter. (n.d.). Twitter. https://www.twitter.com/ Utami, A. D., & Kurniasiih, M. D. Persepsi dan Sikap Calon Guru Biologi Terhadap Potensi Instagram Sebagai Sarana Edutainment dalam Pembelajaran Biologi: BIODIK, 8(1), 120-129, 2022. YouTube. (n.d.). Youtube. https://www.youtube.com/