xii Daftar Tautan Tautan 1.1 https://youtu.be/CeE0p-o2G6I..............................................................14 Tautan 2.1 https://s.id/aksesJamboard...................................................................18 Tautan 2.2 https://s.id/fiturJamboard ......................................................................19 Tautan 2.3 https://s.id/kolaborasiJamboard............................................................19 Tautan 2.4 https://s.id/aksesWhiteboard ................................................................20 Tautan 2.5 https://s.id/fiturWhiteboard....................................................................21 Tautan 2.6 https://s.id/kolaborasiWhiteboard .........................................................21 Tautan 2.7 Panduan Google Docs: https://s.id/panduandoc ..................................23 Tautan 2.8 https://youtu.be/xXrNc-GlTQg ..............................................................26 Tautan 2.9 https://youtu.be/URVUeiBwqwU...........................................................32 Tautan 2.10 Panduan Google Slides: https://s.id/panduanslide ...............................34 Tautan 2.11 https://youtu.be/h3UhpVh39Sc.............................................................37 Tautan 2.12 Panduan Google Sites: https://s.id/PanduanSites................................39 Tautan 2.13 https://youtu.be/utf6DL9fJBw ...............................................................42 Tautan 2.14 Tautan Latihan: https://quizizz.com/join?gc=33589247........................48 Tautan 3.1 Panduan Google Drive: https://s.id/PanduanGDrive ...........................52 Tautan 3.2 Langkah berbagi dan berkolaborasi file di Google Drive: https://s.id/berbagiGdrive....................................................................54 Tautan 3.3 https://www.youtube.com/watch?v=KTcPlDfFY3U&list=PLomhIN0e2jqb 5CKetnqZllO8RDZWEWhZE&index=4.................................................56 Tautan 3.4 https://www.youtube.com/watch?v=4Nan6Zt6bzw...............................63 Tautan 3.5 https://www.youtube.com/watch?v=oK4rRWcm3fM.............................66 Tautan 3.6 https://youtu.be/mEdwhCCf15w ...........................................................70
xiii Peta Materi
14 PENDAHULUAN Video 1.1 Video Pengantar Modul 3 Tautan 1.1 https://youtu.be/CeE0p-o2G6I A. Latar Belakang Guru pada era saat ini diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan pembelajaran secara kolaboratif. Konsep pembelajaran kolaboratif dapat melibatkan interaksi antara guru dan murid di dalam satu sekolah, lintas sekolah, lintas wilayah, dan bahkan lintas geografi. Agar pembelajaran kolaboratif dapat berjalan dengan baik, penting untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran kolaboratif. Saat ini, ada banyak opsi aplikasi yang dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran kolaboratif, contohnya melalui aplikasi Google Workspace for Education seperti Jamboard, Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Google Sites. Selain itu, Microsoft juga telah mengembangkan aplikasi kolaborasi untuk pembelajaran seperti Whiteboard. Setiap aplikasi memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masingmasing. Bagi guru, penguasaan terhadap aplikasi tersebut sangat penting, namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana guru dapat merancang dan mengimplementasikan pembelajaran kolaboratif secara efektif, efisien, dan menarik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
15 Bahan dan media pembelajaran yang dikumpulkan memiliki peran yang penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Namun, seringkali kita menghadapi kendala dalam penyimpanan file. Ketika koleksi tersebut semakin bertambah, diperlukan manajemen file yang efektif. Tujuan dari manajemen file adalah agar kita dapat dengan mudah menyimpan, mengelola, mengakses, dan menyajikan bahan secara cepat. Salah satu kebutuhan utama saat ini adalah ruang penyimpanan data, yang meliputi file, dokumen, aset, dan sebagainya. Saat ini, terdapat tiga jenis penyimpanan data yang umum digunakan, yaitu penyimpanan statis seperti hard disk internal pada komputer, penyimpanan mobile seperti floppy disk dan Universal Serial Bus (USB), serta penyimpanan di awan atau cloud. Dari ketiga jenis tersebut, penyimpanan di awan menjadi pilihan terbaik. Terdapat beberapa aplikasi penyimpanan awan yang sering digunakan, seperti Google Drive, OneDrive, dan Dropbox. Meskipun fungsi dan cara kerja dari aplikasi penyimpanan awan tersebut hampir sama, yaitu sebagai tempat penyimpanan file secara daring, melakukan pencadangan data, dan sebagai sarana kolaborasi. Saat membagi link (tautan) kepada orang lain, kadangkala link tersebut memiliki teks yang banyak dan sangat panjang. Kondisi tersebut membuat kita sulit untuk mengingat link. Salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan aplikasi shortlink, salah satunya menggunakan Bit.ly atau S.Id. Selain itu, dalam materi akan ada interaktivitas dalam berupa praktek latihan dan refleksi dari pengalaman dalam pemanfaatan aplikasi. Tes Akhir Modul (TAM) digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman Sahabat. B. Tujuan Pembelajaran dalam modul ini secara umum bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perangkat pembelajaran kolaboratif. Sedangkan tujuan khusus dari pembelajaran dalam modul ini adalah peserta PembaTIK diharapkan mampu: 1. Memahami dan memanfaatkan aplikasi kolaborasi pembelajaran, seperti Jamboard, Whiteboard, Google Doc, Google Sheets, Google Slides, Google Sites, Canva for Education;
16 2. Memahami dan memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring, seperti Google Drive, OneDrive, Dropbox dan aplikasi ShortLink (bit.ly dan S.Id). C. Peta Kompetensi Modul ini merupakan rangkaian modul program PembaTIK yang dikembangkan untuk penguatan perangkat pembelajaran kolaboratif guna meningkatkan kompetensi guru dalam bidang TIK. D. Ruang Lingkup Modul Perangkat Pembelajaran Kolaboratif terdiri dari 2 (dua) Kegiatan Belajar dan 1 (satu) Tes Akhir Modul. Pembelajaran modul ini dilakukan secara daring dengan metode mempelajari materi secara mandiri dan pengerjaan tugas-tugas. Dengan menguasai kompetensi-kompetensi di pembelajaran kolaboratif peserta PembaTIK akan mampu memanfaatkan aplikasi kolaborasi pembelajaran dan aplikasi penyimpanan daring untuk meningkatkan interaksi dan kolaborasi dalam proses pembelajaran. E. Saran dan Cara Penggunaan Modul 1. Bacalah tujuan pembelajaran dengan baik. 2. Pahami tujuan pembelajaran untuk mencari informasi yang relevan. 3. Baca indikator pencapaian kompetensi untuk memahami objek kriteria pengukuran. 4. Bacalah uraian materi pembelajaran dengan seksama. 5. Peroleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kompetensi yang akan dicapai. 6. Pelajari materi pelajaran yang diuraikan. 7. Kerjakan soal-soal latihan atau tugas-tugasnya. 8. Diskusikan materi yang belum dipahami dengan fasilitator atau teman sebaya. 9. Gunakan forum diskusi online, grup WhatsApp, atau email sebagai sarana diskusi. 10.Kuasai semua materi sebelum mengerjakan Tes Akhir Modul (TAM). 11.TAM merupakan latihan mandiri untuk mengukur pemahaman. 12.Kerjakan soal-soal latihan untuk mengetahui bagian yang belum sepenuhnya dipahami dalam materi.
17 KEGIATAN BELAJAR 1 Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif A. Tujuan Belajar Setelah selesai mempelajari bahan belajar yang dibahas di dalam materi 1 ini, peserta PembaTIK diharapkan dapat memahami dan memanfaatkan aplikasi kolaborasi pembelajaran. B. Indikator Pencapaian Kompetensi Pembelajaran ini memiliki indikator pencapaian kompetensi untuk memberikan wawasan mengenai aplikasi kolaborasi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran kolaboratif. Sedangkan kompetensi khusus yang akan dicapai oleh peserta PembaTIK adalah: 1. Memahami dan memanfaatkan Jamboard. 2. Memahami dan memanfaatkan Whiteboard. 3. Memahami dan memanfaatkan Google Docs. 4. Memahami dan memanfaatkan Google Sheets. 5. Memahami dan memanfaatkan Google Slides. 6. Memahami dan memanfaatkan Google Sites. 7. Memahami dan Memanfaatkan Canva for Education C. Uraian Materi Pembelajaran kolaboratif memungkinkan guru maupun siswa bekerja dalam 1 file atau canvas secara bersamaan ataupun pada tempat yang berbeda. Sehingga pekerjaan dan pembelajaran menjadi lebih efektif. Untuk memahami hal tersebut, pada materi kali ini, kita akan membahas mengenai cara untuk memanfaatkan pembelajaran kolaboratif. Ada beberapa aplikasi yang dapat kita gunakan, dan semua aplikasi yang dibahas memanfaatkan kolaborasi untuk memaksimalkan pembelajaran. Pada kegiatan ini, kita akan mempelajari tentang fitur atau aplikasi kolaboratif, yaitu: Jamboard, Whiteboard, Google Doc, Google Sheets, Google Slides, Google Sites dan Canva for Education.
18 1. Mengenal dan Memanfaatkan Jamboard Gambar 2.1 Logo Google Jamboard Salah satu media yang bisa digunakan untuk pembelajaran kolaboratif adalah Google Jamboard. Google Jamboard merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh Google yang merupakan papan tulis digital. Jamboard dapat digunakan untuk media dalam menjelaskan materi pembelajaran dengan menulis materi, menambah gambar dan informasi lainnya. Selain itu bisa juga mengajak siswa untuk interaktif dan berkolaborasi selama pembelajaran terutama saat pembelajaran daring bersama siswa. Jamboard adalah papan tulis digital dari Google yang telah terintegrasi dengan media penyimpanan awan dari Google yakni Google Drive. Jamboard hadir untuk memudahkan kolaborasi secara real time antara guru dengan siswa sehingga bisa membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Dalam kegiatan pembelajaran daring, Google Jamboard ini dapat ditampilkan dan seluruh siswa bisa berkolaborasi dan melihat interaksi yang terjadi. a. Mengakses Google Jamboard Video 2.1 Mengakses Google Jamboard Tautan 2.1 https://s.id/aksesJamboard
19 b. Menggunakan Fitur-Fitur Google Jamboard Video 2.2 Menggunakan Fitur-Fitur Google Jamboard Tautan 2.2 https://s.id/fiturJamboard c. Membagikan dan Berkolaborasi di Google Jamboard Video 2.3 Membagikan dan Berkolaborasi Google Jamboard Tautan 2.3 https://s.id/kolaborasiJamboard 2. Mengenal dan Memanfaatkan Microsoft Whiteboard Gambar 2.2 Logo Microsoft Whiteboard
20 Microsoft memiliki media yang bisa digunakan untuk pembelajaran kolaboratif, yang juga berupa papan tulis digital yang yaitu Whiteboard. Whiteboard merupakan aplikasi kolaboratif yang menjadikan pengguna merasakan sensasi seolah menulis di satu layar yang sama beramai-ramai. Aplikasi ini sudah tersedia di PC bersamaan dengan versi web dan perangkat iOS. Sahabat dapat berkolaborasi dengan siapa saja untuk dapat mengakses aplikasi ini. Akan tetapi untuk berkolaborasi dengan beberapa orang, paling tidak salah satu dari kelompok tersebut harus berlangganan layanan Office 365 ataupun Office 365 untuk Pendidikan. Whiteboard mendukung penggunaan stylus seperti Surface Pen seperti halnya Google Jamboard. Whiteboard juga dapat digunakan untuk menulis alur proses, membuat tabel secara kolaboratif dan brainstorming. Aplikasi ini akan sangat bermanfaat dalam sebuah situasi/pembelajaran Kolaboratif. a. Mengakses Microsoft Whiteboard Video 2.4 Mengakses Microsoft Whiteboard Tautan 2.4 https://s.id/aksesWhiteboard
21 b. Menggunakan Fitur-Fitur Microsoft Whiteboard Video 2.5 Menggunakan Fitur-Fitur Microsoft Whiteboard Tautan 2.5 https://s.id/fiturWhiteboard c. Membagikan dan Berkolaborasi di Microsoft Whiteboard Video 2.6 Membagikan dan Berkolaborasi di Microsoft Whiteboard Tautan 2.6 https://s.id/kolaborasiWhiteboard 3. Mengenal dan Memanfaatkan Google Docs Gambar 2.3 Logo Google Docs
22 Apa itu Google Docs? Bila anda sudah familiar dengan aplikasi Microsoft Word, maka Google Docs adalah versi lain dari aplikasi pengolahan kata yang memungkinkan untuk membuat, mengelola, dan membagikan dokumen tertulis secara online. Google Docs adalah alat untuk membuat dokumen teks seperti laporan, cerita, atau artikel. Dokumen adalah tempat terbaik untuk tugas apapun yang mengharuskan banyak pengetikan. Google Docs memungkinkan untuk membuat dan memformat dokumen dan bekerja dengan orang lain. Pengguna aplikasi Google Docs dapat memasukkan teks, gambar, tabel, atau diagram. Dengan hanya cukup memiliki akun Gmail atau akun belajar.id, peserta PembaTIK sudah dapat memanfaatkan Google Docs di berbagai perangkat yang dimiliki. Tentu saja anda dapat mengakses Google Docs dengan akun pembelajaran yang sudah diaktifkan. Salah satu fitur unggulan dari Google Docs dan aplikasi Google Docs Editors lainnya adalah fitur “Share” yang dapat memfasilitasi kerja kolaborasi dengan siapapun yang kita kehendaki. Sudah pernahkah anda menggunakan Google Docs untuk berkolaborasi bersama pendidik lainnya? Atau pernahkah Sahabat memanfaatkannya untuk pembelajaran kolaborasi selama belajar dari rumah? Ada beberapa fungsi utama dari Google Docs, yaitu : ● Catatan kelas, catatan peninjauan, perencanaan pelajaran; ● Menulis esai atau cerita; ● Menulis kolaboratif; ● Berbagi pendapat kolaboratif; ● Membuat template bagi siswa untuk diketik; ● Terjemahan. Selanjutnya, mari kita praktekkan cara memanfaatkan aplikasi Google Docs secara online dan offline. Langkah-langkah pemanfaatan Google Docs diambil dari presentasi Google for Education, panduan pemanfaatan Google Docs pada
23 pelatihan pemanfaatan akun belajar.id oleh Refo Indonesia. Untuk lebih lengkapnya tentang panduan ini, Anda bisa mengklik tautan gambar berikut: Tautan 2.7 Panduan Google Docs: https://s.id/panduandoc Gambar 2.4 Langkah membuat, memberi nama dan membagikan dokumen di Google Docs
24
25 Gambar 2.5 Langkah mengelola teks, menu perataan dan menambahkan komentar di Google Docs Bapak/Ibu peserta PembaTIK, sering kali banyak yang bertanya, apakah aplikasi pembelajaran kolaboratif Google Doc ini dapat digunakan secara offline? Jawabannya bisa, yaitu dengan mengaktifkan fitur offline di menu file lalu pilih sediakan secara offline. Tetapi ketika fitur offline diaktifkan kolaborasi antar guru tidak bisa dilaksanakan tetapi dapat digunakan untuk melanjutkan pekerjaan dan akan tersinkronisasi ketika jaringan sudah tersedia kembali. Perlu diingat fitur offline pada Google Docs akan bisa digunakan jika fitur offline di Google Drive sudah diaktifkan. Untuk mengaktifkan fitur offline di Google Drive dapat dilihat pada menu Google Drive di modul ini. Gambar 2.6 Langkah Mengaktifkan fitur Offline di Google Docs
26 Untuk lebih mengetahui tentang cara berkolaborasi di Google Docs, silahkan menonton rekaman webinar tentang cara belajar Google Docs di belajar.id. Di dalam video ini diberikan rincian timestamp, dimana Sahabat dapat mencari informasi yang diinginkan langsung pada menit yang dituju. Timestamp : 00:00 - Opening 07:37 - Tujuan webinar ini 11:34 - Mengapa harus Google Docs? 14:22 - Mengajar dengan Google Docs 23:25 - Fitur Explore 29:20- Fitur Voice Typing 34:48 - Berkolaborasi dengan Google Docs 40:51 - Mode online dan offline 42:21 - Untuk mendapatkan fitur Voice Typing 45:31 - Mengirimkan Dokumen dengan Gmail 47:30 - Cara memperpendek link yang dibagikan 49:25 - Cara cek history dokumen 53:33 - Cara memberikan komentar 55:56 - Cara mengembalikan file yang terhapus 57:15 - Jumlah maksimal editor dalam 1 waktu 59:00 - Penutup Tautan 2.8 https://youtu.be/xXrNc-GlTQg Bagaimana Sahabat? Tentunya sudah semakin tertarik untuk memanfaatkan aplikasi kolaboratif di Google Docs, bukan? Karena banyak manfaat bagi kemudahan kita. Sebelum melanjutkan ke materi, silakan sahabat praktekkan pemanfaatan aplikasi kolaboratif di Google Docs dalam pembelajaran. Sahabat bisa mulai dengan membuat sebuah file, misal RPP/soal penilaian harian di Google Docs, lalu mintalah rekan sesama guru untuk memberikan komentar di dokumen tersebut. Jangan lupa untuk memberikan link dan akses sebagai editor kepada rekan Sahabat, lalu tuliskanlah pengalaman Sahabat dalam
27 melakukan praktek ini pada kolom di bawah ini. Praktek pemanfaatan aplikasi kolaborasi dalam pembelajaran. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ 4. Mengenal dan Memanfaatkan Google Sheets Gambar 2.7 Logo Google Spreadsheets Anda tentunya sudah pernah menganalisis hasil belajar peserta didik bukan? Aplikasi apa yang pernah Anda gunakan untuk memudahkan pengolahan data hasil belajar peserta didik? Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Microsoft Excel, bukan? Sudahkah Anda mendengar istilah ‘Google Sheets’? Google Sheets atau Google Spreadsheet adalah fitur aplikasi pengolahan data secara online. Kelebihan yang ditawarkan oleh aplikasi ini adalah fitur kolaborasi yang dapat sahabat gunakan untuk mengumpulkan, menyortir, menganalisis, dan mengolah data dengan cara yang bermakna untuk berkolaborasi dengan orang lain dalam waktu bersamaan. Hal ini tentunya akan menjadi solusi untuk keterbatasan ruang dan waktu yang kita miliki untuk melakukan kolaborasi dengan tatap muka secara langsung. REFLEKSI DIRI
28 Selanjutnya, mari kita praktekkan cara memanfaatkan aplikasi Google Sheets secara online dan offline. Langkah-langkah pemanfaatan Google Sheets diambil dari presentasi Google for education, panduan pemanfaatan Google Sheets pada pelatihan pemanfaatan akun belajar.id. Gambar 2.8 Langkah membuka dan membuat sheet baru di Google Sheets
29 Gambar 2.9 Langkah memberi warna dan tag rekan di Google Sheets Gambar 2.10 Langkah mengurutkan data dan memberi fungsi short di Google Sheets
30 Gambar 2.11 Langkah membuat diagram, memindahkan diagram ke sheet sendiri, mengubah nama dan mengubah diagram di Google Sheets
31 Gambar 2.12 Langkah membuat pengaturan sheets hanya anda yang dapat mengedit, membagikan akses komentar rekan di Google Sheets Sama seperti Google Docs, google spreadsheet ini dapat dipergunakan secara offline, yaitu dengan mengaktifkan fitur offline di menu file lalu pilih sediakan secara offline. Ketika fitur offline diaktifkan kolaborasi antarguru tidak bisa dilaksanakan tetapi dapat digunakan untuk melanjutkan pekerjaan dan akan tersinkronisasi ketika jaringan sudah tersedia kembali. perlu diingat fitur offline pada google spreadsheet akan bisa digunakan jika fitur offline di Google Drive sudah diaktifkan. untuk mengaktifkan fitur offline di Google Drive dapat dilihat pada menu Google Drive di modul ini.
32 Gambar 2.13 Langkah Mengaktifkan fitur Offline di Google Sheets Untuk lebih mengetahui tentang cara berkolaborasi di Google Sheets, silahkan menonton rekaman webinar tentang mengenal kecanggihan Google Sheets di belajar.id. Kecanggihan Google Sheets Tautan 2.9 https://youtu.be/URVUeiBwqwU Sangat banyak sekali manfaat yang didapatkan ketika menggunakan Google Sheets. Ketika sudah terbiasa berkolaborasi, akan banyak fitur fitur yang bisa digunakan untuk kemudahan filter data dan berkolaborasi dalam menggunakan Google Sheets. Sebelum melanjutkan ke materi, silakan sahabat praktekkan
33 berkolaborasi di Google Sheets dengan mengajak rekan sahabat untuk komen dan mengedit file sheets yang sahabat bagaikan, lalu tuliskanlah pengalaman Sahabat dalam melakukan praktek ini pada kolom di bawah ini. Praktek pemanfaatan aplikasi kolaborasi dalam pembelajaran. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ 5. Google Slides Gambar 2.14 Logo Google Slides Anda tentunya akrab dengan presentasi bukan? Aplikasi apa yang pernah Anda gunakan untuk membuat bahan tayang presentasi? Pernahkah Anda berkolaborasi dengan pendidik lain untuk membuat sebuah bahan tayang presentasi atau bahan ajar? Jika Anda sudah pernah membuat sebuah bahan tayang presentasi, maka Anda juga perlu mengetahui bahwa Google juga menawarkan sebuah aplikasi untuk membuat bahan tayang presentasi secara online yaitu Google Slides. REFLEKSI DIRI
34 Google Slides adalah alat presentasi yang membantu sahabat membuat slide digital untuk dibagikan di depan kelas sahabat atau audiens lain. Anda dapat menyertakan teks, gambar, dan bahkan video untuk membuat presentasi untuk ditampilkan di layar besar atau diberikan langsung kepada siswa siswi sahabat. Google Slides tersedia di web atau sebagai aplikasi di perangkat seluler. Kumpulan slide disebut slide deck. Anda dapat menggunakan slide deck untuk mendukung presentasi di kelas dan online. Sesi ini, kita akan praktekkan cara memanfaatkan aplikasi Google Slides secara online dan offline. Langkah-langkah pemanfaatan Google Slides diambil dari presentasi Google for education, panduan pemanfaatan Google Slides pada pelatihan pemanfaatan akun belajar.id oleh Refo Indonesia. Untuk lebih lengkapnya tentang panduan ini, Sahabat bisa mengklik tautan berikut: Tautan 2.10 Panduan Google Slides: https://s.id/panduanslide
35 Gambar 2.15 Langkah membuat, memberi nama, menambahkan judul dan subtitle slide deck
36 Gambar 2.16 Langkah menambahkan gambar di Google Slides Gambar 2.17 Langkah menambahkan slide lain dan mempresentasikan ke audiens
37 Sama seperti Google Docs dan sheets, Google Slides ini dapat dipergunakan secara offline, yaitu dengan mengaktifkan fitur offline di menu file lalu pilih sediakan secara offline. Ketika fitur offline diaktifkan kolaborasi antar guru tidak bisa dilaksanakan tetapi dapat digunakan untuk melanjutkan pekerjaan dan akan tersinkronisasi ketika jaringan sudah tersedia kembali. perlu diingat fitur offline pada Google Slides akan bisa digunakan jika fitur offline di Google Drive sudah diaktifkan. untuk mengaktifkan fitur offline di Google Drive dapat dilihat pada menu Google Drive di modul ini. Gambar 2.18 Langkah Mengaktifkan fitur Offline di Google Slides Untuk lebih mengetahui tentang cara berkolaborasi di Google Slides, silahkan menonton rekaman webinar tentang cara belajar Google Slides di belajar.id. Di dalam video ini diberikan rincian timestamp, dimana Sahabat dapat mencari informasi yang diinginkan langsung pada menit yang dituju. Timestamp: 00:00-08:11 Opening 08:11-17:26 Google Slides di akun belajar.id 17:26-37:40 Kuis Interaktif di Google Slides 37:40-53:15 Tanya Jawab (QnA) 53:15-1:03:36 Closing Tautan 2.11 https://youtu.be/h3UhpVh39Sc
38 Bagaimana Sahabat? Sudah lebih banyak pemahaman tentang Google Slides? Jika Anda sudah lebih paham tentu akan lebih banyak variasi kolaborasi yang bisa dilakukan di pembelajaran di kelas. Apalagi jika dapat memanfaatkan aplikasi pendukung lainnya yang bisa terintegrasi Google Slides seperti canva ataupun slides go? Karena banyak manfaat bagi kemudahan kita. Sebelum melanjutkan ke materi, silakan anda praktekkan pemanfaatan aplikasi kolaboratif di Google Slides dalam pembelajaran ke rekan rekan ataupun peserta didik sahabat. Tuliskanlah pengalaman Sahabat dalam melakukan praktek ini pada kolom di bawah ini. Praktek pemanfaatan aplikasi kolaborasi dalam pembelajaran. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ 6. Mengenal dan Memanfaatkan Google Sites Gambar 2.19 Logo Google Sites Apakah anda memiliki websites sendiri? Atau pernah mencoba membuat blog? Google juga memiliki aplikasi serupa dengan pembuat websites atau blog, REFLEKSI DIRI
39 namanya adalah Google Sites. Apa itu Google Sites? Google Sites adalah cara cepat dan mudah untuk membuat situs web. Google Sites memudahkan untuk menuangkan semua di satu tempat dan situs web Anda akan tampak hebat! Ada beberapa cara mudah menggunakan Google Sites sebagai bagian dari pekerjaan sahabat. ● Membuat situs web untuk menampilkan referensi seperti silabus kursus, video, situs web, dan informasi lain untuk unit studi atau kursus. ● Membuat situs web untuk membantu kolega menemukan materi dan referensi yang dibagikan dengan cepat. ● Membuat situs web untuk tim olahraga sekolah atau ekstrakurikuler sekolah. Selanjutnya, mari kita praktekkan cara memanfaatkan aplikasi Google Sites. Langkah-langkah pemanfaatan Google Sites diambil dari presentasi Google for education, panduan pemanfaatan Google Sites pada pelatihan pemanfaatan akun belajar.id oleh Refo Indonesia. Untuk lebih lengkapnya tentang panduan ini, Sahabat bisa mengklik tautan berikut: Tautan 2.12 Panduan Google Sites: https://s.id/PanduanSites Gambar 2.20 Langkah membuka dan membuat web di Google Sites
40 Gambar 2.21 Langkah mengubah gambar latar dan memberi nama halaman pada Google Sites
41 Gambar 2.22 Langkah menambahkan gambar situs, isi situs dan mengubah tema situs di Google Slides
42 Gambar 2.23 Langkah mengedit objek, mempublikasikan dan membagikan situs di Google Slides Sahabat, untuk lebih paham tentang situs dan membuat sites yang menarik di Google Sites, silahkan menonton rekaman webinar tentang Membuat Website dengan Google Sites di Akun belajar.id. Di dalam video ini diberikan rincian timestamp, dimana anda dapat mencari informasi yang diinginkan langsung pada menit yang dituju. Timestamp : 0:00 - Opening 5:40 - Pendahuluan 9:18 - Google Sites 11:14 - Alasan Menggunakan Google Sites 13:10 - Tahapan Membuat Media Pembelajaran di Google Sites 15:40 - Beberapa jenis Website yang bisa dibuat di Google Sites 26:25 - Membuat Website yang bisa dibuat di Google Sites 43:13 - Mengisi konten di Halaman Google Sites 59:43 - Melakukan Publish Website di Google Sites 1:01:43 - Melakukan Kolaborasi Website di Google Sites Tautan 2.13 https://youtu.be/utf6DL9fJBw Bagaimana? Tentunya sudah paham bagaimana membuat websites menarik, sehingga Anda dapat mempublikasikan materi ataupun bahan ajar di websites yang anda buat sendiri. Selain itu Anda juga dapat berkolaborasi dalam membangun sites yang menarik. Sebelum melanjutkan, silakan sahabat praktekkan pemanfaatan aplikasi kolaboratif di Google Sites dalam pembelajaran. Anda bisa mulai dengan membuat sites pembelajaran mata
43 pelajaran yang diampu dan dipublikasikan ke peserta didik, lalu mintalah rekan sesama guru untuk memberikan komentar di sites tersebut. Jangan lupa untuk memberikan link dan akses sebagai editor kepada rekan Anda, lalu tuliskanlah pengalaman Anda dalam melakukan praktek ini pada kolom di bawah ini. Praktek pemanfaatan aplikasi kolaborasi dalam pembelajaran. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ 7. Mengenal dan Memanfaatkan Canva for Education secara Kolaboratif Gambar 2.24 Logo Canva Sahabat apakah apakah sudah pernah menggunakan Canva? Pada materi di modul sebelumnya, Sahabat sudah pernah mengenal dan mencoba aplikasi Canva. Dengan memanfaatkan Akun Belajar.id, Guru, siswa, tenaga pendidik, kita dapat menggunakan Canva for Education secara online dalam melakukan Praktik Pembelajaran secara kolaboratif. Untuk penerapannya, sahabat dapat menggunakan segala fitur yang ada di canva ini untuk Menggali sisi kreativitas Pendidik dan Peserta Didik dalam proses belajar mengajar. Membuat materi belajar (bahan ajar) yang menarik sehingga mendorong hasil belajar yang lebih baik. REFLEKSI DIRI
44 Ada beberapa cara mudah menggunakan Canva for Education secara kolaboratif yaitu sebagai berikut: Kolaborasi Canva dalam Fitur Tim 1) Install dan buka Aplikasi di smartphone atau buka melalui website seperti biasa di https://www.canva.com/ Gambar 2.25 Tampilan awal website Canva 2) Masuk atau Login melalui akun Google Lanjutkan dengan Google atau Bagi Sahabat yang telah memiliki akun Belajar.id, dapat memilih Lanjutkan dengan akun belajar.id. Gambar 2.26 Tampilan Login ke Canva menggunakan Akun Google
45 3) Selanjutnya, jika bukan akun belajar.id, sahabat diminta untuk membuat Tim baru dan membuat nama Tim. Jika menggunakan akun belajar.id, maka otomatis akan muncul Tim nama sekolah. Gambar 2.27 Beranda Canva melalui akun Belajar.id (Tim/Nama sekolah otomatis akan muncul) 4) Jika menggunakan akun Google biasa, Nama Tim dapat diubah sewaktuwaktu. Namun, jika menggunakan belajar.id, Nama Tim tidak dapat diubah. Gambar 2.28 Detail Tim pada akun Google biasa (dapat diubah nama Tim)
46 Gambar 2.29 Detail Tim/Sekolah pada akun belajar.id (tidak dapat mengubah nama Tim) 5) Berikutnya yaitu Undang Anggota. Ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk menambahkan tim yaitu dengan: • Pertama, kita bisa menyalin link undangan yang tersedia dan meminta anggota untuk masuk melalui link tersebut. Gambar 2.30 Undang Anggota ke Tim melalui tautan • Kedua, kita menambahkan Anggota melalui Undang dengan Kode. Salin Tautan terlebih dahulu kemudian masukkan kode untuk bergabung ke tim.
47 Gambar 2.31 Undang Anggota ke Tim melalui Kode • Ketiga, kita bisa menambahkan email langsung ke kolom yang sudah disediakan. Setelah alamat email dimasukkan dan undangan dikirim, maka anggota akan menerima Email pemberitahuan. Minta temanmu untuk klik tombol 'Accept Invitation' untuk bisa tergabung dalam tim, ya. Gambar 2.32 Undang Anggota ke Tim melalui Email 6) Setelah anggota tergabung, kita bisa mulai membuat desain bersama. Sangat mudah kan? dengan begini kita dapat memulai Kolaborasi.
48 D. Latihan Untuk lebih memahami kegiatan belajar 1, silahkan kerjakan latihan pada quizziz berikut. Tautan 2.14 Tautan Latihan: https://quizizz.com/join?gc=33589247
49 KEGIATAN BELAJAR 2 Aplikasi Penyimpanan Daring A. Tujuan Belajar Setelah mempelajari dan mengetahui Praktik dari bahan belajar yang dibahas di dalam Kegiatan Belajar 2 ini, Peserta PembaTIK 2023 diharapkan dapat memahami dan memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring. B. Indikator Pencapaian Kompetensi Pembelajaran ini memiliki indikator pencapaian kompetensi untuk memberikan wawasan mengenai aplikasi penyimpanan daring yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran kolaboratif. Sedangkan kompetensi khusus yang akan dicapai oleh Peserta yaitu dapat: 1. Mengenal dan memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring Google Drive. 2. Mengenal dan memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring OneDrive. 3. Mengenal dan memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring Dropbox. 4. Mengenal dan memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring dengan menggunakan aplikasi ShortLink (bit.ly) 5. Mengenal dan memanfaatkan aplikasi s.id untuk membuat Tautan baru dan microsite. C. Uraian Materi Bapak dan Ibu Peserta PembaTIK 2023, pernahkah merasakan pengalaman kehilangan file penting karena laptop yang biasa digunakan rusak? Atau mungkin kehilangan foto kenangan karena handphone hilang? Mungkin juga kita pernah merasakan ketika akan mau presentasi, file yang akan dipresentasikan tertinggal di flashdisk atau hardisk eksternal yang terlupa untuk dibawa?. Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut, maka pada materi kali ini, kita akan membahas mengenai cara untuk melakukan penyimpanan file secara daring. Ada beberapa aplikasi yang dapat kita gunakan, namun pada prinsipnya aplikasi tersebut mempunyai cara kerja yang sama, yaitu menyimpan file yang kita simpan di cloud, sehingga kita dapat mengunduhnya kembali secara daring, dengan menggunakan perangkat yang mana saja. Aplikasi penyimpanan daring yang akan kita bahas kali ini adalah Google Drive, OneDrive dan Dropbox.
50 1. Mengenal dan Memanfaatkan Aplikasi Penyimpanan Daring Google Drive Pengertian Google Drive Google drive merupakan layanan google untuk media penyimpanan data daring berbasis cloud atau Internet yang pertama kali beredar pada tanggal 24 April 2012. Seperti yang telah disampaikan di atas, pada dasarnya layanan Google Drive sama seperti cloud storage lain semacam Dropbox atau OneDrive. Aplikasi ini tersedia dalam bentuk desktop maupun smartphone. Pada beberapa jenis ponsel Google Drive menjadi aplikasi bawaan yang terinstal secara otomatis di sistem. Pada aplikasi Google Drive kita dapat menyimpan file-file berupa dokumen, gambar, audio maupun video dengan kapasitas gratis sebesar 15 Gigabyte. Sementara itu, bagi yang sudah memiliki akun belajar.id, dapat memiliki kapasitas Google Drive yang lebih besar lagi. Kita dapat menyimpan, mengedit dan mengambil file dari Google Drive dengan syarat perangkat komputer atau smartphone harus terhubung dengan jaringan internet. Mudah kan? Fungsi Google Drive Ada beberapa fungsi utama dari Google Drive, Sahabat bisa menggunakannya untuk: 1) Menyimpan File Fungsi utama Google Drive adalah sebagai media penyimpanan data, dengan Google Drive kita dapat menyimpan data dalam bentuk dokumen gambar atau apapun pada media penyimpanan online tanpa harus menyediakan storage atau media penyimpanan offline seperti ram maupun hardisk. Seperti yang tadi sudah kita bahas pada ilustrasi di atas. Sahabat tidak perlu khawatir kelupaan membawa file atau kehilangan file karena satu dan lain hal. 2) Berbagi File dan Berkolaborasi Bersama Ini adalah fungsi yang menarik, kita dapat berbagi berkolaborasi dengan menggunakan Google Drive. Kita dapat berbagi file secara langsung tanpa
51 perlu melakukan konfigurasi konfigurasi yang rumit kita dapat berbagi file secara langsung dengan mengundang pengguna lain melalui Link yang kita berikan atau pun kita undang melalui alamat email. Selain itu, kita dapat mengatur agar orang yang kita undang dapat melakukan editing data langsung tanpa harus mengunduhnya. Google Drive mendukung fitur edit data teks yang terhubung dengan Google Spreadsheet. Aplikasi tersebut berfungsi mirip seperti ms word atau excel hanya saja berbentuk online tanpa harus melakukan instalasi software. Dengan Google Drive kita dapat membuat dokumen kerja yang dapat dikerjakan bersama-sama secara daring. 3) Melakukan BackUp Data Sebetulnya ini sama seperti poin pertama, Google Drive digunakan untuk membackup data baik itu data yang ada di komputer ataupun perangkat lunak lainnya. Manfaat Google Drive Lalu, apa saja manfaat dari Gdrive? Dapatkah Peserta Pembatik 2023 menyebutkannya? Ya, betul sekali, menyimpan data di Google Drive lebih aman dibandingkan kita menyimpan data di komputer ataupun telepon pintar, karena alat semacam itu rawan mengalami kerusakan ataupun hilang karena pencurian. Walaupun seperti itu, tetap saja kita perlu berhati-hati karena pencurian data pun bisa saja terjadi pada perangkat cloud storage semacam GDrive ini. Manfaat lain yang dapat kita rasakan dari Google drive adalah data dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Kita dapat menggunakan Google Drive dimanapun dan kapanpun sesuai keinginan kita sepanjang device terhubung ke Internet. Ini akan memudahkan kita. Misalnya, ketika akan melakukan presentasi tiba-tiba laptop tertinggal di rumah, sedangkan data kita ada di laptop tersebut. Apabila kita menyimpan data tersebut di Google Drive kita tinggal meminjam laptop kerabat kemudian masuk ke akun Google Drive kita dan datapun bisa langsung kita buka atau unduh untuk kemudian digunakan sebagai materi presentasi.
52 Praktek Langkah-Langkah Penyimpanan di Google Drive Selanjutnya, mari kita praktekkan cara memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring Google Drive. Kita secara otomatis memiliki akun Google drive jika telah memiliki akun email google (Gmail). Langkah-langkah pemanfaatan Google Drive diambil dari presentasi Google for Education, panduan pemanfaatan Google Drive pada pelatihan pemanfaatan akun belajar.id oleh Refo Indonesia. Untuk lebih lengkapnya tentang panduan ini, silahkan bisa mengklik tautan berikut: Tautan 3.1 Panduan Google Drive: https://s.id/PanduanGDrive
53 Gambar 3.1 Langkah membuka, membuat dan mengatur file di Google Drive Lalu, bagaimana cara berbagi dan berkolaborasi di Google Drive? Perhatikan langkah-langkahnya ya.
54 Gambar 3.2 Langkah Berbagi File di Google Drive Lebih lengkapnya tentang langkah berbagi dan berkolaborasi file di Google Drive dapat dilihat pada link di bawah ini: Tautan 3.2 Langkah berbagi dan berkolaborasi file di Google Drive: https://s.id/berbagiGdrive Mengaktifkan fitur offline di Google Drive untuk penggunaan Google Doc, sheets dan slide secara offline Seperti pembahasan pada materi 1, bahwa Google Docs, Sheet dan slide dapat dibuka dan digunakan secara offline, tetapi syaratnya harus mengaktifkan fitur offline di Google Drive. cara mengaktifkan fitur offline di Google Drive adalah dengan klik roda gerigi → setelan → centang bagian offline.
55 Gambar 3.3 Langkah mengaktifkan fitur offline Google Drive Untuk mengetahui tentang cara penyimpanan data di Google Drive, silahkan menonton rekaman webinar tentang cara menyimpan data di belajar.id. Di dalam video ini diberikan rincian timestamp, dimana kita dapat mencari informasi yang diinginkan langsung pada menit yang dituju. Timestamp : 00:00 - Opening 05:42 - Tujuan webinar ini 09:54 - Mengapa harus menggunakan Google Drive & Apa Keuntungan Google Drive belajar.id? 20:09 - Menyimpan Data 21:48 - File yang dapat disimpan di Google Drive 22:40 - Cara menyimpan data
56 23:47 - Apakah file bisa dilihat orang lain? 27:21 - Demo penyimpanan data 37:20 - Cara membagikan (share) file/folder ke Google Drive Bersama 53:20 - Menyimpan video YouTube ke Google Drive 57:53 - Penutup Tautan 3.3 https://www.youtube.com/watch?v=KTcPlDfFY3U&list=PLomhIN0e2jqb5C KetnqZllO8RDZWEWhZE&index=4 Bagaimana Bapak dan Ibu eserta PembaTIK 2023? Tentunya sudah semakin tertarik untuk memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring Google Drive, bukan? Karena ada berbagai manfaat bagi kemudahan kita. Sebelum melanjutkan ke materi, silakan dipraktekkan pemanfaatan aplikasi penyimpanan daring Google Drive dalam pembelajaran. Kita bisa mulai dengan mengunggah sebuah file, misal RPP di Google drive, lalu mintalah rekan sesama guru untuk memberikan komentar di Google drive tersebut. Jangan lupa untuk memberikan link dan akses sebagai editor kepada rekan guru sejawat, lalu tuliskanlah pengalaman Bapak dan Ibu Peserta PembaTIK 2023 dalam melakukan praktek ini pada kolom di bawah ini. Praktek pemanfaatan aplikasi penyimpanan daring Google Drive dalam pembelajaran. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ Contoh Pemanfaatan Aplikasi Google Drive untuk Kolaborasi Sekarang kita dapat melihat berbagai contoh pemanfaatan aplikasi REFLEKSI DIRI
57 penyimpanan daring Google Drive untuk berkolaborasi yang telah dilakukan oleh beberapa guru di Indonesia. Perhatikan tutorial/tips langkah-langkah yang mereka lakukan. Gambar 3.4 Pemanfaatan Google Drive untuk Manajemen Administrasi Sekolah Gambar 3.5 Pemanfaatan Google Drive pada Pekan Akhir Semester
58 Gambar 3.6 Pemanfaatan Google Drive pada Kolaborasi Akreditasi Sekolah Selain contoh-contoh pemanfaatan tersebut, masih banyak pemanfaatan lainnya, silakan mengeksplorasi lebih banyak lagi pemanfaatan dari aplikasi penyimpanan daring Google Drive. Apalagi bagi yang telah memiliki akun belajar.id. Diskusi dan berbagilah dengan sesama guru lainnya tentang berbagai manfaat penggunaan Google Drive dalam memudahkan pekerjaan. 2. Mengenal dan Memanfaatkan Aplikasi Penyimpanan Daring OneDrive Pengertian OneDrive Jika Google Drive merupakan layanan awan dari Google, maka OneDrive adalah layanan awan dari Microsoft. Memiliki fungsi yang hampir sama, OneDrive memungkinkan kita menyimpan dan melindungi file, serta membagikannya dengan orang lain. Sahabat bisa menggunakan file tersebut dari mana saja di semua perangkat dan kapan saja. Jika menggunakan Microsoft 365, maka kita akan mendapatkan setidaknya 1 TB ruang di awan, tergantung pada paket yang digunakan. Jika pustaka OneDrive di hosting di SharePoint, maka administrator organisasi akan menentukan berapa banyak ruang penyimpanan yang tersedia. Semua file yang disimpan di OneDrive bersifat privat kecuali jika kita memutuskan untuk membagikannya. OneDrive juga memiliki fasilitas berbagi file dan folder sehingga sahabat bisa berkolaborasi.
59 Langkah-Langkah Menggunakan Aplikasi One Drive Bagaimana cara masuk ke aplikasi OneDrive? 1) Langkah pertama, masuk ke Microsoft 365 atau situs SharePoint Anda dengan akun akun kerja atau sekolah. 2) Kemudian di bagian atas halaman, pilih peluncur aplikasi , lalu pilih OneDrive. Gambar 3.7 Langkah Masuk OneDrive Berbeda dengan layanan Google Drive, layanan OneDrive merupakan bagian dari langganan organisasi SharePoint di Microsoft 365 atau melalui penginstalan lokal SharePoint Server dengan biaya langganan tertentu. Bagi yang telah berlangganan Microsoft 35 dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang pemanfaatan OneDrive silakan klik tautan pada tabel di bawah ini. Informasi Tautan Menyimpan dan mengelola file Tempat untuk menyimpan file https://support.microsoft.com/en-us/office/shouldi-save-files-to-OneDrive-or-sharepoint-d18d21a0- 1f9f-4f6c-ac45-d52afa0a4a2e
60 Informasi Tautan Batasan Sharepoint https://docs.microsoft.com/enus/office365/servicedescriptions/sharepointonline-service-description/sharepoint-onlinelimits?redirectedfrom=MSDN Berbagi dan berkolaborasi pada file Berbagi file dan folder OneDrive https://support.microsoft.com/id-id/office/berbagifile-dan-folder-OneDrive-9fcc2f7d-de0c-4cec93b0-a82024800c07 Berkolaborasi dengan Microsoft365 https://support.microsoft.com/idid/office/berkolaborasi-dari-mana-sajamenggunakan-microsoft-365-ac05a41e-0b49- 4420-9ebc-190ee4e744f4 Kolaborasi dan penulisan bersama https://support.microsoft.com/idid/office/kolaborasi-dan-penulisan-bersamaee1509b4-1f6e-401e-b04a-782d26f564a4 Menyinkronkan file ke komputer Menyinkronkan file dengan OneDrive di Windows https://support.microsoft.com/idid/office/menyinkronkan-file-dengan-OneDrive-diwindows-615391c4-2bd3-4aae-a42a858262e42a49 Menyinkronkan file dengan OneDrive di Mac OS X
61 Informasi Tautan https://support.microsoft.com/idid/office/menyinkronkan-file-dengan-OneDrive-dimac-os-x-d11b9f29-00bb-4172-be39- 997da46f913f Tabel 3.1 Informasi tentang Pemanfaatan OneDrive Bagaimana Bapak dan Ibu Peserta PembaTIK 2023? Apakah sudah pernah memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring OneDrive? Jika Ya, maka sebelum melanjutkan ke materi, silakan tuliskan pada kolom di bawah ini, mengenai pengalaman memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring OneDrive dalam pembelajaran. Pengalaman yang bermakna mungkin akan dapat menjadi praktik bagi bagi guru-guru yang lain tentang penggunaan aplikasi ini. Pengalaman memanfaatkan aplikasi penyimpanan daring OneDrive dalam pembelajaran. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ 3. Mengenal dan Memanfaatkan Aplikasi Penyimpanan Daring Dropbox Pengertian Dropbox Bapak dan Ibu Peserta PembaTIK 2023, kita telah membahas 2 aplikasi penyimpanan daring yang sering digunakan. Ada satu lagi aplikasi penyimpanan daring lainnya yang perlu kita ketahui, yaitu Dropbox. Fungsi Dropbox serupa dengan Google Drive ataupun OneDrive, yaitu tempat penyimpanan file dan folder serta untuk berkolaborasi. Dropbox didirikan pada REFLEKSI DIRI