The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Brawijaya E-Books, 2022-10-23 22:34:32

Handbook Mikronutrien (Zat Gizi Mikro dalam Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit)

by Suratman Abdillah Fajar, AMG. etc.

Biotin suplemen dapat membantu mengontrol gula darah pada diabetes.
4. Gangguan dermatologi.

Penyakit kulit seborrheic dan bentuk lain dari ruam kulit mungkin berhubungan
dengan biotin, terutama ketika diambil sebagai bagian dari vitamin B kompleks lengkap
dalam hubungannya dengan asam lemak esensial (omega-6 dan asam lemak omega-3). 1
gangguan dermatologi ini mungkin karena gangguan metabolisme asam lemak esensial
dalam kulit, yang diproduksi oleh metabolisme abnormal biotin atau karena kekurangan.
5. Gangguan rambut dan kuku.

Orang-orang dengan kering, rambut rapuh dan kuku dapat mengambil manfaat dari
biotin.

Keracunan
Biotin ini tidak beracun, bahkan pada dosis kronis lebih dari 60 mg/hari.

Vitamin C (Asam Askorbat)
Pendahuluan

Vitamin C memiliki peran dalam kemampuan tubuh untuk menangani stres fisiologis
selama infeksi, cedera, atau penyakit kronis.

Fungsi
1. Fungsi Antioksidan
Vitamin C adalah antioksidan yang didalam tubuh yang larut dalam air, seperti dalam
darah, cairan tubuh dan didalam semua sel, tujuannya untuk membantu melindungi
terhadap oksidasi oleh radikal bebas.
Vitamin C berperan dalam konversi (reduksi) zat besi dan tembaga ke bentuk dimana
kedua zat ini berfungsi sebagai kofaktor dalam banyak sistem enzim.
2. Formasi kolagen
Vitamin C adalah koenzim dalam sintesis kolagen.
3. Sintesis Karnitin
Vitamin C bersama dengan niasin dan vitamin B6, berperan penting untuk pembentukan
karnitin (asam amino yang dibutuhkan proses pemecahan lemak menjadi energi).
Kekurangan vitamin C dapat menurunkan tingkat karnitin dan mengurangi produksi
energi.
4. Sintesis Neurotransmitter
50

Vitamin C sangat penting untuk produksi norepinefrin dan serotonin, dua
neurotransmitter yang penting diotak.
5. Detoksifikasi dan ekskresi obat dan bahan kimia.
Vitamin C membantu mempertahankan sistem enzim di hati yang mendetoksifikasi dan
mengeluarkan obat-obatan dan bahan kimia lingkungan beracun (seperti pestisida dan
logam berat).
6. Imunokompetensi
7. Vitamin C penting untuk fungsi kekebalan tubuh yang sehat. Vitamin C digunakan untuk
aktivitas optimal dari sel darah putih dan produksi mediator kimia yang mengarahkan
respon imun.
8. Pemecahan kolesterol
Vitamin C berperan untuk pemecahan kolesterol. Kadar kolesterol dalam hati dan darah
akan meningkat jika status vitamin c dalam tubuh kurang.
9. Penyerapan Zat Besi
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari makanan atau siplemen.
10. Melindungi asam folat dan vitamin E dari oksidasi.
Vitamin C membantu melindung asam folat dan vitamin E tetap dalam bentuk aktif
mereka.
11. Mngendalikan tubuh dan tingkat histamin dalam darah.
Ketika kekurangan vitamin C maka tingkat histamin dalam darah akan meningkat,
sehingga akan memperburuk penderita alergi, asma, sakit maag, dan gangguan kejiwaan.
12. Produksi hormon.
Vitamin C membantu produksi epinefrin dan norepinefrin, (hormon dilepaskan oleh
kelenjar adrenal dalam menanggapi stres).

Peningkatan Resiko Defisiensi
1. Peningkatan faktor stres fisik oleh sebab apapun, khususnya infeksi, demam, luka bakar,
operasi trauma jaringan lunak atau tulang, suhu tinggi atau rendah dan penyakit kronis
seperti gagal ginjal, diabetes dll.
2. Peningkatan stres antioksidan dari bahan kimia, radiasi dan logam berat dapat
menghabiskan cadangan vitamin C dalam tubuh.
3. Penggunaan obat-obatan kronis seperti aspirin dan pil kontrasepsi oral dapat merusak
status vitamin C.
4. Orang Lansia
Penuaan sering dikaitkan dengan penurunan kadar vitamin C dalam darah dan jaringan.

51

5. Periode pertumbuhan masa kanak-kanak , masa remaja, kehamilan dan laktasi, dapat
menyebabkan peningkatan kebutuhan vitamin C.

6. Perokok
Dapat meningkatakan kebutuhan vitamin C 2x lipat.

Tanda dan Gejala Defisiensi Vitamin C
1. Gangguan sintesis dan kerawanan jaringan ikat pembuluh darah dan dapat menyebabkan
pendarahan abnormal seperti mudah memar, meradang, gusi berdarah dan kekakuan
sendi.
2. Peningkatan keratin dalam produksi folikel rambut.
3. Gangguan dalam penyembuhan luka
4. Lemah, lesu, dan kelelahan (akibat dari kekurangan karnitin)
5. Gejala psikologis/neurologis termasuk depresi dan perubahan kepribadian.
6. Imunitas terganggu dengan peningkatan resiko infeksi.
7. Pertahanan antioksidan yang berkurang dapat menyebabkan peningkatan resiko kanker,
penyakit jantung, stroke dan katarak.

Beberapa sumber bahan makanan yang mengandung Vitamin C

Makanan Berat mg

Pepaya 1 potong 195

brokoli 100 g 115

Kembang kol 100 g 115

Jeruk 70 g 70

Strawbery 100 g 65

Paprika hijau 1 potong 65

Grapefruit ½ potong 60

kentang 1 potong 28

Catatan : Buah-buahan dan sayuran sumber dari vitamin C. Seperti saat sarapan double
jus jeruk, makan siang dengan salad campuran, makan malam dengan brokoli dan kentang bisa
memenuhi 300 mg vitamin C.

Vitamin C mudah larut dalam air dan ireversibel teroksidasi sehingga pada saat memasak
atau merebus akan mengurangi kandungan vitamin C.
Tanda-tanda defisiensi vitamin C akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu.

52

Kebutuhan harian Vitamin C berdasarkan AKG 2013 :

Usia mg

0-6 bulan 40

6-11 bulan 50

1-3 tahun 40

4-6 tahun 45

7-9 tahun 45

Laki-laki

10-12 tahun 50

13-15 tahun 75

16-29 tahun 90

30-49 tahun 90

50-64 tahun 90

65-80 tahun 90
≥ 80 tahun 90

Perempuan

10-12 tahun 50

13-15 tahun 65

16-18 tahun 75

19-64 tahun 75

65-80 tahun 75
≥ 80 tahun 75

Kehamilan

Trimester 1 +10

Trimester 2 +10

Trimester 3 +10

Menyusui

6 bulan pertama +25

6 bulan ke 2 +25

Catatan : tubuh bisa menyerap >90% dosis tunggal vitamin C hingga 300 mg. Sehingga pada
penyerapan dosis yang lebih besar misal dosis 1000 mg hanya diserap 20%.

53

Penggunaan dalam terapi dan pencegahan.
1. Meningkatnya kemampuan untuk melawan infeksi. Vitamin C dengan dosis 1g atau lebih
dapat meningkatkan fungsi sel darah putih dan bermanfaat dalam menurunkan tingkat
histamin dalam darah.
Tingkat histamin darah yang tinggi terkait dengan penurunan respon imun dan
peningkatan kongesti nasal dan bronkial dalam pilek dan flu.
Vitamin C dalam hal ini meningkatkan aktifitas sel darah putih dan meningkatkan
kemampuan untuk menghancurkan bakteri dan virus.
2. Pengobatan dan pencegahan Kanker. Vitamin C berperan sentral dalam antioksidan dan
pertahanan kekebalan tubuh terhadap kanker.
Ini dapat membantu detoksifikasi aditif makanan karsinogenik. (seperti nitrat, pestisida,
dan bahan kimia lainnya) serta logam berat.
Vitamin C bisa mengurangi resiko kanker, khususnya kanker mulut, laring, esofagus,
perut, anus, kandung kemih, payudara, pankreas dan uterus.
3. Mencegah aterosklerosis. Vitamin C membantu pemecahan kolesterol dan melindungi
kolesterol dalam tubuh dari oksidasi (oksidasi pada kolesterol dapat meningkatkan
atherogenisitasnya).
Selain itu vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah dan trigliserida, sambil
meningkatkan kolesterol.
4. Mengurangi agregasi Trombosit. Selain itu juga Vitamin C dapat mengurangi resiko
pembekuan darah di kaki dan paru-paru setelah operasi.
Selain itu, vitamin C mendukung kekuatan dinding pembuluh darah. Sehingga vitamin C
bermanfaat dalam penyakit jatung koroner, trombotik stroke, dan penyakit pembuluh
darah periferal.
5. Mengatasi gangguan alergi
Vitamin C berperan untuk mengendalikan tingkat histamin dalam tubuh baik di tubuh
bagian bawah dan darah, sehingga dapat bermanfaat pada asma bronkial, asma yang di
induksi oleh olahraga, alergi makan, alergi makanan, alergi rhinitis (hay Fever), dan
alergi lainnya.
6. Mengatasi toksisitas logam berat. vitamin C berperan penting dalam melindungi tubuh
dari logam berat. dengan mengurangi penyerapan dan mempercepat detoksifikasi dan
ekskresi logam berat.
7. Mengobati wasir. Suplemen vitamin C tambahan dapat melunakan tinja, memperkuat
dinding vena disekitar anus, dan mengurangi pembengkakkan.

54

8. Mengobati ulkus kulit diabetes. Vitamin C bisa membantu mempercepat penyembuhan
ulkus kulit.

9. Mengobati dan mencegah penyakit periodontal. Vitamin C dapat mengurangi peradangan
dan pendarahan pada gusi dan mempercepat penyembuhannya.

10. Vitamin C dapat melindungi peradangan, kerusakan ,dan penumpukan lemak di hati
akibat konsumsi alkohol.
Dan menjaga cadangan vitamin C yang disebabkan karena perokok.

11. Penyembuhan Luka. Vitamin C dapat menyembuhkan luka, patah tulang. Luka bakar,
trauma, dan pembedahan.

12. Membantu penyerapan zat besi (fe). Vitamin C berperan untuk meningkatkan penyerapan
zat besi dari makanan.

13. Meningkatkan kesuburan. Vitamin C dapat meningkatkan kesuburan
14. Mengobati dan mencegah penyakit ulkus peptikum.
15. Mengobati dan mencegah gangguan mata. Vitamin c dapat mencegah katarak dengan

mengurangi tekanan intraokular karena glaukoma.

Toksisitas (Keracunan)
Didalam beberapa penelitian dimana vitamin C, 5-10 g diberikan setiap hari kepada

manusia yang sehat untuk beberapa tahun , tidak ada efek samping selain mual sesekali dan
diare.

Namun laporan telah memperingatkan peningkatan resiko batu ginjal dengan asupan
vitamin C ( karena oksalat adalah hasil metabolisme asam askorbat atau vitamin C). Tetapi
dalam dosis besar pada orang sehat tidak meningkatkan ekresi oksalat kedalam urin dan tidak
berkontribusi pada batu ginjal.

Namun pada pasien dengan riwayat batu ginjal, dosis pemberian vitamin C harus diawasi
dan sesuai anjuran dokter/ahli gizi.
Bentuk vitamin C kunyah karena keasamannya dapat menyebabkan erosi enamel gigi.

Magnesium

Pendahuluan

Magnesium di dalam alam merupakan bagian dari klorofil daun. Peranan magnesium
dalam tumbuh-tumbuhan sama dengan peranan zat besi dalam ikatan hemoglobin di dalam darah
manusia yaitu untuk pernapasan. Magnesium terlibat dalam berbagai proses metabolisme. Rata-
rata orang dengan berat badan tubuh 70 kg mengandung 20-30 g magnesium atau 60% dalam

55

tulang dan sekitar 30% ada didalam jaringan (khususnya di hati, jantung, dan otot), selebihnya di
dalam cairan tubuh.

Magnesium memainkan peran penting di lebih dari 300 reaksi kimia yang berbeda
didalam tubuh. Absorpsi magnesium dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi absopsi
kalsium, kecuali vitamin D tidak berpengaruh. Bila kalsium dalam makanan turun, absopsi
magnesium meningkat.

Fungsi

1. Metabolisme energi. Magnesium berperan dalam menghasilkan energi didalam sel .
pemecahan dan oksidasi glukosa, lemak, dan protein semuanya membutuhkan enzim
magnesium dependen

2. Jantung dan otot. Magnesium mengatur kontraksi jantung dan kalsium yang di picu oleh
sel-sel otot

3. Pembuluh darah. Magnesium dapat menghasilkan vasodilatasi dari arteri koroner dan
perifer serta dapat menurunkan tekanan darah.

4. Sistem saraf. Magnesium mengatur saraf depolarisasi dan transmisi dengan
mengendalikan pergerakan ion (kalsium, kalium) melalui saluran ion di membran saraf.

5. Tulang dan Gigi. Magnesium bersama dengan kalsium dan fosfor berperan penting untuk
struktur tulang dan gigi.

Peningkatan Resiko Defisiensi

1. Asupan magnesium rendah dari makanan dapat menyebabkan defisiensi.
2. Atlit, dalam latihan berat meningkatkan kebutuhan magnesium.
3. Periode pertumbuhan cepat, seperti masa anak-anak, remaja, kehamilan dan laktasi

meningkatkan kebutuhan magnesium.
4. Penggunaan obat-obat tertentu. Obat seperti diuretik (tiazid, furosemid), kemoterapi

(cisplatin), mineral dan elemen kortison, dan obat pencahar. dapat menurunkan retensi
magnesium oleh tubuh.
5. Penderita diabetes dan hiperparatiroidisme beresiko untuk kekurangan magnesium.
6. Malabsorpsi usus (seperti peradangan penyakit usus, diare kronis, penyakit pankreas)
mengurangi penyerapan magnesium.
7. Konsumsi alkohol yang tinggi dan teratur dapat meningkatkan kehilangan magnesium

Tanda dan Gejala Defisiensi Magnesium

1. Kram otot, kejang dan gemetar.

56

2. Peningkatan kehilangan kalsium dan kalium untuk hipokalsemia dan hipokalemia.
3. Perubahan kepribadian : depresi, iritabilitas, kesulitan konsentrasi.
4. Anoreksia, mual, muntah.
5. Peningkatan resiko aritmia.
6. Meningkatnya trigliserida dan kolesterol darah.
7. Retensi air
8. Gangguan fungsi kerja vitamin D.

Beberapa sumber bahan makanan yang mengandung Magnesium

Makanan Berat mg
Tepung kedelai 100 g 245
Nasi utuh 100 g 160
Barley 100 g 160
Dedak gandum 25 g 145-150
Biji bunga matahri 25 g 105
Roti gandum 100 g 80-100
Lentil 100 g 75
Biji gandum 25 g 60-65
Kacang kenari 50 g 65-90
Kacang almond 50 g 65-90
Air mineral-magnesium 225 ml 80-120
Bayam 100 g 60

Kebutuhan harian Magnesium berdasarkan AKG 2013

Usia mg
0-6 bulan 30
6-11 bulan 55
1-3 tahun 60
4-6 tahun 95
7-9 tahun 120
Laki-laki
10-12 tahun 150
13-15 tahun 200

57

16-18 tahun 250
19-29 tahun 350
30-49 tahun 350
50-64 tahun 350
65-80 tahun 350
≥ 80 tahun 350
Perempuan
10-12 tahun 155
13-15 tahun 200
16-18 tahun 220
19-29 tahun 310
30-80 tahun 320
≥ 80 tahun 320
Kehamilan
Trimester 1 +40
Trimester 2 +40
Trimester 3 +40

Penggunaan dalam terapi dan pencegahan

1. Diabetes melitus. Magnesium berfungsi untuk menjaga sensitivitas insulin, menurunkan

resiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan mata.

2. Batu Ginjal. Magnesium dapat mengurangi resiko kalsium-oksalat batu ginjal.

3. Penyakit jantung. Magnesium dapat mengurangi resiko aritmia dan angina pectoris.

4. Hipertensi. Magnesium membantu mengendalikan tekanan darah tinggi , khususnya

hipertensi sistolik..

5. Mengatasi Gangguan kehamilan (eklampsia). Magnesium dapat mengurangi kram otot,

kram kaki dimalam hari, dan kram yang terkait dengan kehamilan serta menstruasi.

6. Mengatasi kecemasan, iritabilitas dan insonmia.

7. Mengurangi sakit kepala. Magnesium dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan

migrain.

8. Mengontrol PMS (premenstruasi syndrom). Magnesium dapat membantu mengontrol

iritabilitas, kram menstruasi dan retensi air.

9. Mencegah osteoporosis. Magnesium bermanfaat untuk menjaga keseimbangan kalsium

positif dan mengurangi resiko kehilangan mineral tulang dan osteoporosis.

58

Toksisitas (Keracunan)

Pada orang dewasa sehat, magnesium tidak beracun hingga dosis 1 g/hari.

Pada pasien gagal ginjal kronis, magnesium tidak dapat diekskresikan secara efisien oleh
urin dan magnesium yang mengandung antasid atau laksatif dapat meningkatkan tekanan darah
dan mual muntah, dan aritmia.

Kalium
Pendahuluan

Tubuh berisi 30-40 g kalium, 98% terkandung dalam sel, sebagian besar dalam otot rangka.
Kalium merupakan mineral ketiga paling umum di tubuh. Kalium diabsopsi dengan mudah
dalam usus halus. Sebanyak 80-90% kalium yang dimakan dieksresi melalui urin, selebihnya
dikeluarkan melalui feses dan sedikit melalui keringat dan cairan lambung. Kalium dikeluarkan
dalam bentuk ion dengan menggantikan ion natrium melalui mekanisme pertukaran di dalam
tubula ginjal.

Fungsi
1. Metabolisme energi.

Kalium memainkan peran sentral dalam produksi energi dalam sel seluruh tubuh.
2. Membran Involuntary dan transportasi.

Semua transmisi saraf, kontraksi otot, dan sekresi dari kelenjar endokrin, memiliki
waktu pergeseran selular kalium dan listrik depolarrisasi membran sel. Misalnya,
penyebaran sinyal listrik melalui miokardium dan kontraksi jantung tergantung pada
keseimbangan yang tepat dari kalium.

Resiko defisiensi
1. Diare dan/atau muntah, seperti satu penyakit inflamasi usus atau gastroenteritis,

meningkatkan kehilangan kalium.
2. Gagal ginjal kronis mempengaruhi ekskresi kalium dalam urin.
3. Diet berat kronis untuk menurunkan berat badan meningkatkan kehilangan kalium.
4. Perubahan pH tubuh (asidosis metabolik dan alkalosis) penyebab penipisan kalium.
5. Banyak diuretik (thiazides, furosemid) meningkatkan kehilangan kalium dalam urin dan

menyebabkan kalium depletion.
6. Kekurangan magnesium menyebabkan pengurangan kalium dalam tubuh.

59

Tanda dan gelaja kekurangan potasium
1. Kelelahan, kelesuan.
2. Tertunda pengosongan lambung.
3. Penurunan tekanan darah.
4. Kelemahan otot.
5. Sembelit.
6. Aritmia jantung

Makanan yang mengandung potasium

Makanan Berat mg

Tepung kedelai 100 g 1870

Kacang putih 100 g 1310

Lentil 100 g 810

Pisang 200 g 790

Bayam 100 g 635

Gandum dan roti gandum hitam 100 g 500

Kentang 100 g 440

Jus jeruk 200 ml 300-400

Sayuran 200 g 400-600

Kacang-kacangan, seperti Almond 50 g 225-420

Ikan 100 g 300-400

Daging sapi dan ayam 100 g 280-350

Kebutuhan kalium berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur mg

Bayi/anak

0-6 bulan 500

7-11 bulan 700

1-3 tahun 3000

4-6 tahun 3800

7-9 tahun 4500

Laki-laki

10-12 tahun 4500

>13 tahun 4700

60

Perempuan 4500
10-15 tahun 4700
>16 tahun
Hamil +0
Trimester 1-3
Menyusui +400
6 bln pertama dan kedua

Kebutuhan harian minimum kalium dalam orang dewasa yang sehat adalah sekitar 2g, dan
asupan harian rata-rata antara populasi orang dewasa adalah kira-kira 2-3 g. Namun, dianjurkan
minum untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi, stroke dan penyakit jantung, di kisaran 4-5
g/day.

Digunakan dalam terapi dan penyembuhan
1. Tekanan darah tinggi.

Kalium dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi baik dan normotensive people.
di hipertensi orang itu biasanya menghasilkan penurunan 5-6 tekanan sistolik dan 3-4 mmHg
tekanan diastolik, hal ini terutama efektif dalam respectively. Diet yang mengandung
kalium/natrium dengan rasio tinggi mungkin membantu mengurangi tekanan darah tinggi
dan risiko stroke.
2. Sembelit.

Umumnya asupan obat pelancar untuk mengobati sembelit bisa benar-benar
memperburuk gejala dengan menyebabkan pengurangan kalium tubuh. Mengurangi
penggunaan obat pelancar, meningkatkan asupan serat dan diet kalium, dan meningkatkan
latihan dapat menghasilkan kebiasaan buang air besar secara teratur.
3. Diare kronis.

Diet kaya kalium dan suplemen mungkin berguna untuk mengganti kekurangan kalium
dalam diare kronis.
4. Aritmia jantung.

Penipisan kalium (sering bersama dengan penipisan magnesium) diproduksi oleh terapi
diuretik dan atau asupan makanan yang rendah dapat meningkatkan risiko aritmia. Orang
dengan penyakit jantung dan mereka mengambil diuretik tiazid atau 'loop' harus yakin untuk
mendapatkan diet kalium yang memadai.
5. Latihan.

61

Latihan berat secara berkepanjangan atau aktivitas fisik, terutama dalam cuaca panas,
mungkin menghasilkan hilangnya kalium dalam keringat 10 g/hari. dapat meningkatkan
pengurangan kalium, otot kelelahan, mengurangi kinerja, dan menyebabkan kram otot dan
kejang.

Keracunan
Kalium berlebihan dapat menghasilkan aritmia jantung, dan kelelahan, mual, dan penurunan

tekanan darah. Pada orang dewasa sehat asupan harian melebihi 8 gr dapat menghasilkan
hiperkalemia. Penyakit ginjal dan/atau penyakit jantung, dosis harian yang beracun lebih rendah,
suplemen kalium hanya harus diminum di bawah pengawasan dokter.

Zat besi
Pendahuluan

Orang dewasa yang rata-rata memiliki sekitar 3,8 gr tubuh zat besi, wanita rata-rata 2,3 gr.
Zat besi tubuh adalah dalam bentuk fungsional, beredar dalam darah sebagai hemoglobin dan
dalam sel-sel otot sebagai Mioglobin. Sisanya adalah disimpan, terutama dalam sumsum tulang
dan hati. Karena zat besi merupakan oksidan yang kuat dan berpotensi berbahaya, maka
disimpan dan diangkut dengan terikat dengan protein pelindung dan dikelilingi oleh antioksidan.

Fungsi
1. Transportasi oksigen.

Besi memainkan peran penting dalam mentransfer oksigen dari paru-paru ke jaringan,
60% dari besi tubuh adalah dalam sel darah merah sebagai hemoglobin.
2. Fungsi otot.

Sekitar 10% dari besi tubuh adalah bentuk mioglobin dalam sel otot. Mioglobin
merupakan tempat penyimpanan oksigen dalam sel-sel otot dan untuk memberikan energi
selama aktivitas fisik.
3. Produksi energi.

Besi merupakan bagian penting cytochromes mitokondria yang berfungsi sebagai
pembawa elektron dalam produksi energi sebagai adenosin trifosfat (ATP).
4. Fungsi enzim.

Besi adalah kofaktor penting untuk beberapa sistem enzim penting. Ini termasuk
sitokrom P450 sistem di hati yang rusak oleh bahan kimia dan racun, serta sebagai
antioksidan peroksidasa dan catalases yang melindungi terhadap radikal. Enzim yang

62

mengandung besi lain memainkan peran dalam produksi neurotransmiter otak dan hormon
tiroid.

Resiko defesiensi
1. Kekurangan zat besi adalah salah satu yang paling umum kekurangan gizi dan terutama

lazim dalam perempuan dan anak-anak. Diperkirakan bahwa 50-70% dari perempuan, muda
yang sehat memiliki beberapa derajat kekurangan zat besi dan 6-10% dari anak-anak yang
kekurangan besi.
2. Pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan remaja meningkatkan kebutuhan untuk zat besi.
Zat besi selama kehamilan bisa 2x lipat, tingginya kebutuhan tersebut mungkin sulit untuk
dipenuhi kecuali diet menekankan makanan kaya zat besi.
3. Diet kurang zat besi pada ibu menyusui adalah penyebab kekurangan pada bayi dan anak-
anak (susu memiliki sangat sedikit besi) dan vegetarian. Jumlah besar minum kopi atau teh
dengan makanan dapat mengurangi penyerapan zat besi.
4. Kondisi perut yang mengurangi sekresi gastricacid mengurangi kemampuan tubuh untuk
menyerap zat besi. Ini termasuk gastritis atrophic (umum terjadi pada orang tua, bedah
perut, dan penggunaan antasid.
5. Perdarahan menstruasi yang berat adalah umum penyebab dari defisiensi zat besi pada
wanita. Pendarahan dari wasir, maag kecil, iritasi dari aspirin atau NSAID lain, penggunaan
steroid, atau donor darah yang sering, konsumsi alkohol berat juga dapat menghasilkan
kekurangan zat besi.
6. Kekurangan zat besi umum terjadi pada pelari dan perenang.
7. Penyakit kronis mengurangi kemampuan tubuh untuk memobilisasi besi dari tempat
penyimpanan sehingga mengurangi pasokan besi ke sumsum tulang untuk sintesis
haemoglobin.
8. Kekurangan vitamin A, vitamin B6, dan tembaga mengurangi kemampuan tubuh untuk
memobilisasi dan transfer tubuh tenpat penyimpanan zat besi.

Tanda dan gejala defisiensi zat besi
1. Anemia, pucat, kulit kering, terbentuk buruk, dan rambut rapuh.
2. Cepat kelelahan, kelemahan, kurangnya energi.
3. Hilangnya nafsu makan.
4. Ketidakmampuan untuk menjaga tubuh tetap hangat bila terkena dingin.
5. Proses pembelajaran menjadi terganggu karena kurang konsentrasi.
6. Gangguan mental dan pertumbuhan selama anak-anak.

63

7. Peradangan mukosa oral.
8. Peningkatan susceptibilty untuk infeksi.
9. Meningkatkan penyerapan dan kerentanan terhadap lingkungan akan timbal dan kadmium.
10. Pada atlet: mengurangi kinerja, kelelahan awal, peningkatan produksi asam laktat dalam

otot, dan kram otot.
11. Dalam kehamilan: peningkatan risiko kelahiran prematur dan menyebabkan bayi berat lahir

rendah.

Makanan yang mengandung tinggi zat besi

Makanan Berat (gr) mg
13
Tiram 100 9
7-8
Tepung kedelai 100 7
6
Hati 100 5
3-4
Biji kacang-kacangan 100
2
Kacang putih 100

Oatmeal 100

Seluruh beras, 100

Buah kering dan aprikot

Daging (sapi, sapi,daging ayam), telur, 100

gandum, roti, wortel, kurma kering

Promoter penyerapan besi, akan lebih baik ketika makanan yang kaya vitamin C yang
dikombinasikan dengan makanan iron containing. Sehingga penyerapan zat besi lebih cepat.

Kebutuhan zat besi berdasakan AKG 2013

Kelompok umur mg

Bayi/anak

0-6 bulan -

7-11 bulan 7

1-3 tahun 8

4-6 tahun 9

7-9 tahun 10

Laki-laki

10-12 tahun 13

64

Kelompok umur mg
13-15 tahun 19
16-18 tahun 15
>19 tahun 13
Perempuan
10-12 tahun 20
13-15 tahun 26
16-49 tahun 26
>50 tahun 12
Hamil
Trimester 1 +0
Trimester 2 +9
Trimester +13
Menyusui
6 bln pertama +6
6 bln kedua +8

Digunakan pada terapi dan penyembuhan

1. Anemia.

Dosis tinggi suplemen besi, bersama dengan vitamin C, yang digunakan untuk

mengobati anemia defisiensi besi.

2. Kelelahan dan kekurangan energi.

Kekurangan zat besi berat menghasilkan tanda-tanda anemia. Namun, "subklinis"

kekurangan zat besi kronis, tanpa tanda-tanda anemia, jauh lebih halus dan umum.

Menghasilkan gejala kelelahan yang spesifik, kurangnya energi, sakit kepala, dan kesulitan

berkonsentrasi. Tambahan besi bersama dengan vitamin C mengisi ulang habis tempat

penyimpanan dan dapat menghilangkan gejala ini.

3. Kesulitan belajar pada anak-anak dan remaja.

Kekurangan zat besi subklinis dapat merusak belajar dan konsentrasi.

4. Infeksi.

Infeksi berulang di masa kanak-kanak (sering pilek, flu, infeksi telinga) mungkin tanda

menurunkan resistensi kekebalan tubuh karena kekurangan besi

5. Kehamilan.

Suplementasi zat besi biasanya diperlukan untuk mencegah anemia selama kehamilan.

6. Latihan dan olahraga.

65

Jalan jarak jauh dan berenang sering menyebabkan penipisan tempat penyimpanan zat
besi dan mengurangi kinerja. Oleh karenanya asupan zat besi yang cukup untuk peningkatan
oksigen secara maksimal dan ketahanan.

Keracunan
Keracunan pada anak-anak dapat mengakibatkan fatal. Dosis zat besi yang mematikan

adalah sekitar 2-2.5 gr di anak dengan berat 10 kg child. Suplemen zat besi harus disimpan dari
jangkauan anak-anak. Untuk mengobati anemia, zat besi sering diberikan dalam dosis tinggi 30-
60 mg/hari. Pada tingkat ini, terutama pada perut kosong, suplemen dapat menyebabkan sakit
perut, mual, dan muntah.

Besi adalah oksidan yang kuat dan jika overload dapat menyebabkan kerusakan yang luas.
Dalam hati itu menghasilkan peradangan kronis dan cedera, yang meningkatkan risiko cancer.
Overload zat besi pada hati mungkin juga meningkatkan risiko dari jantung koroner. Skrining
untuk hemokromatosis (HH) dengan mengukur kejenuhan transferrin, dimana pengukuran
tersebut dapat mendeteksi gangguan sebelum terjadi tanda-tanda klinis yang berlebihan.

Zink
Pendahuluan

Kandungan zink pada orang dewasa sehat dengan BB 70 kg yaitu 1,5-2,5 gram. Seng
didistribusikan antara sel-sel dalam tubuh dan adalah unsur yang paling banyak di intraseluler.
Ini memiliki kekebalan enzimatik, struktural, yang penting, dan fungsi regulasi. Sebagian besar
zink berada dalam hati, pankreas, ginjal, otot, dan tulang. Jaringan yang banyak mengandung
zink adalah bagian-bagian mata, kelenjar prostat, spermatozoa, kulit, rambut dan kuku.

Absorpsi zink diatur metalotionein yang disintesis di dalam sel dinding saluran cerna
diangkut oleh albumin dan transferin masuk ke aliran darah dan dibawa ke hati. Di dalam
pankreas zink digunakan untuk membuat enzim pencernaan, yang pada waktu makan
dikeluarkan ke dalam saluran cerna

Fungsi
1. Fungsi enzim.

Lebih dari 200 zink dan enzim defendent memiliki luas dan beragam fungsi untuk
seluruh tubuh. RNA polymerases penting untuk sintesis protein baru tetapi memerlukan
zinc. Contoh menonjol lainnya adalah dehidrogenase alkohol, yang di metabolisme oleh
enzim hati. Enzim zink dependent memainkan peran penting dalam sintesis DNA,

66

metabolisme neurotransmiter, penonaktifan radikal bebas, dan metabolisme berbagai
hormon (pertumbuhan, tiroid dan seks hormon dan insulin).
2. Struktur dan fungsi protein.

Zink, sebagai bagian dari protein, memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel dan
diferensiasi dan intraseluler signaling.
3. Fungsi kekebalan tubuh.

Zink penting dalam produksi dan peraturan response kekebalan seluler dan respon
humoral.
4. Sitoproteksi.

Zink menyediakan perlindungan terhadap berbagai macam zat beracun, termasuk racun
organik , logam berat, radiasi, dan endotoxins yang dihasilkan oleh patogen bacteria.
5. Fungsi antioksidan.

Zink adalah bagian penting dari struktur antioksidan, enzim tembaga seng superoksida
dismutase (Cu/Zn SOD). Enzim ini adalah terutama penting dalam perlindungan sel lipid
dari peroxidation.

Resiko defisiensi
1. Defisiensi zink ringan umum, khususnya di antara anak-anak, remaja, hamil dan menyusui,

dan orang tua. Vegetarian dan diet semi vegetarian yang rendah nilai biologis. Diet koronis
untuk berat badan sering mengarah ke kekurangan seng.
2. Malabsorpsi zink terjadi dalam berbagai gangguan pencernaan, termasuk insufisiensi
pankreas, penyakit inflamasi usus, dan diare kronis. Gangguan langka, warisan
acrodermatitis enteropathica ditandai oleh gangguan penyerapan seng dan defisiensi seng.
3. Suplemen kalsium dosis tinggi dapat meningkatkan kerugian seng.
4. Konsumsi alkohol berat mengurangi penyerapan dan meningkatkan hilangnya zinc.
5. Hati dan gangguan ginjal meningkatkan kbutuhan zink.
6. Diabetes yang kurang terkontrol meningkatkan kehilangan seng kemih dan dapat
menyebabkan deficiency.
7. Infeksi kronis atau penyakit radang (seperti rheumatoid arthritis) dapat meningkatkan
kebutuhan zink.

Tanda dan gejala
1. Dermatitis, peradangan jerawat, penyembuhan luka terlambat, putih bintik-bintik pada kuku,

rambut menipis.

67

2. Mengurangi rasa bau dan rasa (sering disertai dengan anoreksia). Kebutaan malam karena
metabolisme vitamin A terganggu pada retina.

3. Pertumbuhan lambat; perkembangan seksual terhambat, tertunda dan akhir pubertas.
4. Gangguan fungsi enzim dan metabolisme neurotransmiter mungkin menghasilkan depresi,

lekas marah, konsentrasi yang buruk, dan kesulitan pada anak-anak fokus belajar
5. Pertahanan antioksidan melemah. Mengurangi resistensi terhadap radiasi UV, polusi

lingkungan. Dan peningkatan lipid peroxidation.
6. Gangguan fungsi testis dan ovarium. Kesuburan pada pria dan wanita berkurang.
7. Respon imun yang lemah. Peningkatan infeksi, termasuk pilek, flu, urinarytract infeksi.

Penurunan kekebalan selular untuk agen lingkungan dan kanker

Makanan yang mengandung zink

Makanan Berat mg

Hati sapi 100 g 6-8

Tiram 100 g >7

Lentils 100 g 5

Kacang hijau 100 g 4

Roti gandum 100 g 2-4

Kacang putih 100 g 3

Daging (sapi, 100 g 3

ayam)

Kulit gandum 25 g 3

Jagung 100 g 2,5

Oatmeal 50 g 2

Telur 1 butir 1,5

Kebutuhan zink berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur mg

Bayi/anak

0-6 bulan -

7-11 bulan 3

1-3 tahun 4

4-6 tahun 5

7-9 tahun 11

68

Laki-laki 14
10-12 tahun 18
13-15 tahun 17
16-18 tahun 13
>19 tahun
Perempuan 13
10-12 tahun 16
13-15 tahun 14
16-18 tahun 26
19-49 tahun 10
>50 tahun
Hamil +2
Trimester 1 +4
Trimester 2 +10
Trimester 3
Menyusui +5
6 bln pertama dan
kedua

Digunakan pada terapi dan penyembuhan
1. Penyakit mata.

Seng mungkin bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan degenerasi makula,
penyebab umum gangguan penglihatan pada orangtua.
2. Trauma, luka bakar, dan operasi.

Seng membantu mengatur peradangan dan kekebalan respon tubuh terhadap cedera
dan meningkatkan sintesis protein dan penyembuhan luka.
3. Penyakit menular.

Seng dapat mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan respon imun terhadap
vaksinasi. Dalam bentuk permen dapat digunakan untuk keparahan penyakit diare akut di
anak muda.
4. Pertumbuhan di masa kanak-kanak.

Defisiensi seng mengganggu pertumbuhan pada anak-anak dan mengganggu komponen
kerangka .
5. Fertilitas pria.

69

Seng dapat meningkatkan kualitas sperma dan, dalam beberapa kasus, peningkatan
fertilitas.
6. Penyakit kulit.

Kondisi seperti jerawat, eksim, dan psorias mungkin berhun=bungan dengan seng,
terutama pada orang yang defisiensi zink.
7. Konsumsi alkohol berat.

Seng dapat meningkatkan metabolisme alkohol dan mengurangi efek toksik (lipid
peroxidation) alkohol di hati.
8. Penyakit rematik.

Psoriasis dan rheumatoid arthritis dapat menyebabkan defisiensi zinc, karena
peradangan kronis dan penggunaan dari obat-obatan (steroid, NSAID termasuk aspirin, dan
penicillamine) dalam kasus tersebut, seng dapat membantu memodifikasi proses inflamasi
dan mengurangi rasa sakit juga membantu mengurangi stres rematik kronis.

Keracunan
Seng tidak beracun jika disuplementasi tingkat sedang (100mg/hari). Pda dosis yang lebih

tinggi daripada 150 mg seng dapat menyebabkan mual dan muntah dan mungkin mengganggu
absorpsi tembaga. dosis yang sangat tinggi (300mg/hari), seng dapat mengganggu kekebalan
fungsi dan penurunan kadar kolesterol HDL di dalam darah.

Mangan
Pendahuluan

Rata-rata orang dewasa memiliki antara 200 dan 400 μmol total mangan dalam tubuh,
sebagian besar di tulang, ginjal, pankreas, dan hati.

Konsentrasi tinggi mangan berada dalam mitokondria, dimana memainkan peran penting
sebagai antioksidan.

Fungsi
1. Metabolisme karbohidrat.

Sintesis baru glukosa dari piruvat bergantung pada kandungan enzim mangan.
pemeliharaan kadar gula darah antara waktu makan bergantung pada mangan.
2. Produksi insulin.

Mangan penting untuk sintesis normal insulin dan sekresi oleh pancreas.
3. Perlindungan antioksidan.

70

Mangan superoksida dismutase (SOD) adalah enzim antioksidan penting yang

membantu melindungi sel-sel terhadap kerusakan dari radikal bebas, terutama lemak

peroxidation dalam mitochondria.

4. Metabolisme protein.

Mangan memainkan peran penting dalam rincian dan ekskresi kelebihan nitrogen dari

sumber makanan. Kekurangan mangan meningkatkan potensi amonia darah dan

menurunkan produksi urea.

5. Tulang dan tulang rawan sintesis. Sintesis dari proteoglycans, komponen

penting dari jaringan penghubung, tulang rawan, dan tulang, bergantung pada mangan.

6. Aktivasi enzim.

Mangan berperan dalam aktivasi spesifik dari banyak enzim, termasuk mereka yang

penting dalam bagian histamin, pengaturan neurotransmitter di otak, produksi prothrombin

pembekuan darah dan metabolisme lipid.

Resiko defisiensi :
1. Konsumsi mangan pada banyak orang di bawah ini direkomendasikan pada gadis remaja dan

wanita dewasa terutama yang beresiko. Diet tinggi karbohidrat olahan dan makanan olahan
cenderung kurang kandungan mangan, penyulingan biji-bijian mengurangi kandungan
mangan dengan lebih dari 50%. Diet yang menekankan produk-produk hewani, seperti
produk-produk susu, telur, dan daging, kandungan mangan rendah.
2. Peningkatan oksidan stres dari lingkungan (bahan kimia, obat-obatan dan alkohol) mungkin
meningkatkan kebutuhsan mangan. Misalnya, meningkatkan asupan alkohol yang tinggi
perlu mangan dalam hati, untuk melindungi sel-sel hati dari racun.
3. Mengambil jumlah tinggi zat besi (60mg/hari) mengobati defisiensi anemia zat besi dapat
menurunkan bioavailabilitas mangan.

Tanda dan gejala :
1. Pengurangan kolesterol HDL dan total kolesterol dalam darah, meningkatkan konsentrasi

lemak hati.
2. Sekresi insulin terganggu, intoleransi glukosa.
3. Penurunan nafsu makan dan berat badan.
4. Gangguan produksi untuk tulang (mungkin meningkat risiko osteoporosis).
5. Mungkin ketersediaan zat gizi untuk tulang dan meningkatkan tingkat serum kalsium dan

fosfor. Kekurangan selama pertumbuhan menyebabkan produksi rangka malformasi.
6. Peningkatan kerentanan terhadap kerusakan oksidatif dari radikal..

71

7. Dermatitis dan mengurangi pertumbuhan rambut dan kuku.

Makanan yang mengandung mangan

Makanan Berat mg

Oatmeal 100 g 5

Tepung kedelai 100 g 4

Tepung gandum 100 g 3,5

Hazelnut 50 g 3

Roti gandum 100 g 2,5

Gandum 25 g 2,5

Kacang putih 100 g 2

Buah kering (aprikot, buah ara) 100 g 2

Kenari, almond 50 g 1

Beras 100 g 1

Teh hitam dan kopi 100 ml 1-2

Kebutuhan mangan berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur mg

Bayi/anak

0-6 bulan -

7-11 bulan 0,6

1-3 tahun 1,2

4-6 tahun 1,5

7-9 tahun 1,7

Laki-laki

10-12 tahun 1,9

13-15 tahun 2,2

>16 tahun 2,3

Perempuan

10-18 tahun 1,6

>19 tahun 1,8

Hamil

Trimester 1-3 +0,2

Menyusui

72

6 bln pertama dan kedua +0,8

Digunakan pada terapi dan penyembuhan
1. Osteoporosis.

Wanita dengan osteoporosis cenderung memiliki kadar mangan di dalam darah rendah.
Suplementasi dapat meningkatkan kesehatan tulang di wanita postmenopause.
2. Diabetes melitus.

Kekurangan mangan dapat mengurangi toleransi glukosa, sekresi insulin, dan
kemampuan untuk mengontrol kadar gula darah. Penderita diabetes yang kekurangan
suppplementasi mangan dapat meningkatkan metabolisme glukosa.
3. Epilepsi.

Epilepsi adalah pada peningkatan risiko kadar mangan darah rendah.
4. Asma.

Rendahnya tingkat mangan telah ditemukan di bronchi penderita asma.
5. Sindrom pramenstruasi.

Mangan (bersama dengan kalsium) mungkin bermanfaat dalam PMS.

Keracunan :
Suplemen mangan dalam kisaran 2 sampai 50mg/hari tampaknya aman pada orang dewasa

yang sehat. Toksisitas mangan dapat terjadi sebagai akibat dari eksposur untuk jumlah yang
tinggi dari lingkungan (industri pekerja) dan dosis mangan yang tinggi.

Toksisitas menghasilkan kelainan sistem syaraf pusat, termasuk psikosis dengan
hyperirritabilty dan kekerasan, demensia, dan gejala-gejala yang mirip penyakit parkinson.

Tembaga
Pendahulan

Orang dewasa rata-rata mengandung 60-120 mg tembaga dari total tubuh. Konsentrasi
tertinggi ditemukan dalam ginjal, hati, otak, dan jantung.

Enzim yang mengandung tembaga berperan penting dalam produksi energi, metabolisme zat
besi, sintesis jaringan ikat, dan perlindungan sebagai antioksidan.

Fungsi
1. Produksi energi.

73

Tembaga ditemukan di mitokondria semua sel. Itu sangat penting untuk produksi energi
dan sebagai suatu kofaktor sitokrom oksidase, mengkatalisis langkah terakhir dari Jaringan
pengangkutan elektron.
2. Metabolisme zat besi.

Tembaga diperlukan untuk mobilisasi normal dan transfer besi dari tempat
penyimpanan ke sumsum tulang untuk erythropoesis.
3. Sintesis jaringan ikat.

Sintesis kolagen dan elastin di jaringan ikat memerlukan enzim yang mengandung
tembaga, lysyl oksidase. Dengan demikian, penyembuhan luka, dan integritas dari dinding
pembuluh darah adalah bergantung pada tembaga.
4. Perlindungan antioksidan.

Beberapa enzim yang mengandung tembaga memainkan peran penting dalam
pertahanan antioksidan. Zn Cu superoksida dismutase (SOD) adalah merupakan antioksidan
penting dalam sel dan bekerja bersama-sama dengan selenium tergantung glutation
peroksidase. Ceruloplasmin, protein yang mengandung cluster tembaga atom, beredar dalam
darah dan yang ampuh mengurangi radikal bebas.
5. Produksi pigmen.

Sintesis melanin, pigmen yang membantu melindungi kulit dari matahari dan warna
rambut dan mata, yang tergantung pada tembaga.
6. Metabolisme hormon dan neurotransmiter.

Enzim yang mengandung tembaga diperlukan untuk sintesis epinefrin dan norepinefrin
di adrenal. Enzim tembaga dependen lain mengkatalisasi serotonin, dopamin dan histamin.

Resiko defisiensi
1. Meskipun defisiensi tembaga langka, namun jika terjadi dengan jangka panjang konsumsi

tembaga (sekitar 1mg/hari) dapat menghasilkan defisiensi tembaga yang disertai dengan,
gejala spesifik (darah tinggi kolesterol, artritis, intoleransi glukosa).
2. Intake tinggi tambahan besi (30-60 mg/hari), molybdenum, atau zink dapat interefere
dengan ketersediaan hayati, Bayi yang diberi makan hanya susu sapi (susu memiliki
kandungan tembaga sangat rendah) dapat menyebabkan defisiensi tembaga.
3. Penggunaan antasid heartburn secaraa berkepanjngan dapat mengurangi penyerapan
tembaga dan berkontribusi kekurangan.
4. Diare kronis-gangguan pencernaan, penyakit celiac, inflamasi penyakit usus aktif, mungkin
mengurangi penyerapan dan meningkatkan kerugian dari saluran pencernaan.

74

5. Karena tembaga memainkan peran sentral dalam pertahanan antioksidan, sumber dan
kehilangan tembaga mungkin dipercepat selama masa meningkatnya stres oksidatif. Contoh,
merokok, paparan bahan kimia lingkungan, dan penyakit kronis seperti rheumatoid arthritis,
dapat meningkatkan kebutuhan tembaga.

Tanda dan gejala kekurangan tembaga
1. Anemia menyerupai defisiensi besi tetapi tidak benar-benar menggambarkan kekurangan zat

besi, yang gejalanya disertai dengan leukopenia dan neutropenia.
2. Pertumbuhan tulang abnormal, osteoporosis.
3. Perubahan dan hilangnya rambut dan kulit pigmentasi dan vitiligo.
4. Kelemahan dan kelelahan.
5. Peningkatan kerentanan terhadap kerusakan oksidatif (rendah aktivitas ceruloplasmin dan

SOD Cu Zn)
6. Hiperkolesterolemia, hiper- trigliseridemia, dan intoleransi glukosa.
7. Kemungkinan peningkatan kerapuhan dinding pembuluh darah dan peningkatan risiko

aneurisma.
8. Mungkin melemah dari respon imun dan gangguan pengaktifan sel T

Makanan yang mengandung tembaga

Makanan Berat mg

Hati 100 g 3,5-5,5

Tiram 100 g 2,5

Kacang polong, kacang merah 100 g 0,7-0,8

Biji bungan matahari 25 g 0,7

Hazelnut, kenari, dan almond 50 g 0,5

Keju 50 g 0,3

Aprikot 50 g 0,3

Ayam, daging sapi, dan domba 100 g 0,3

Ikan 100 g 0,2

Kebutuhan tembaga berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur mcg

Bayi/anak

0-6 bulan 200

75

Kelompok umur mcg

7-11 bulan 220

1-3 tahun 340

4-6 tahun 440

7-9 tahun 570

Laki-laki

10-12 tahun 700

13-15 tahun 800

16-18 tahun 890

>19 tahun 900

Perempuan

10-12 tahun 700

13-15 tahun 800

16-18 tahun 890

>19 tahun 900

Hamil

Trimester 1-3 +100

Menyusui

6 bln pertama dan kedua +400

Digunakan pada terapi dan penyembuhan

1. Anemia.

Kekurangan tembaga intake dapat mengakibatkan anemia ringan normocytic atau

microcytic. Selain itu, dalam kasus anemia defisiensi besi yang diperlakukan dengan

suplementasi dosis tinggi besi, suplemen tembaga dapat membantu mempertahankan status

tembaga (besi mengurangi penyerapan tembaga) dan mungkin meningkatkan pasokan besi

ke sumsum tulang.

2. Rheumatoid arthritis.

Tembaga, terutama pada orang-orang dengan penyakit lama dan dengan dietary intake

tembaga, mungkin bermanfaat dalam membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.

3. Penyakit kardiovaskular.

Intake rendah kronis tembaga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang

secara bersamaan mengangkat kolesterol darah dan trigliserida. Melemahnya dinding

pembuluh darah (sintesis elastin dan kolagen yang bergantung pada tembaga) dan merusak

fungsi vaskular.

76

4. Fungsi kekebalan tubuh.
Defisiensi tembaga ringan bahkan dapat mengurangi fungsi kekebalan tubuh dengan

mengurangi activation T-sel dan menyebabkan neutropenia yang disebabkan oleh infeksi
kronis, tembaga mungkin bermanfaat dalam membantu untuk mempertahankan kekebalan.
5. Terapi seng.

Karena jangka panjang, tinggi dosis seng dapat mengurangi bioavailabiltas. Sehingga
asupan tembaga harus ditingkatkan untuk menjaga keseimbangan tembaga.

Keracunan
Tembaga secara umum ditoleransi dengan baik dan aman dengan dosis hingga 5mg/hari

pada orang dewasa sehat. Dalam dewasa dosis yang lebih tinggi daripada 7mg/hari dapat
menghasilkan sakit perut, mual, muntah, dan diare, kerusakan dan hati.

Ekskresi tembaga dapat merusak empedu. Ini menghasilkan akumulasi tembaga di hati
dan otak yang dapat menyebabkan sirosis, hati, dan kerusakan neurologis. Jika didiagnosis lebih
awal dan diobati dengan chelation tembaga biasa (menggunakan penicillamine bersama-sama
dengan seng), kerusakan dapat dihindari.

Molybdenum

Pendahuluan :
Total Molybdenum di tubuh orang dewasa rata-rata sekitar 10 mg, dengan sebaran 60%

dalam rangka tubuh dan 20% di dalam hati. Molybdenum merupakan kofaktor penting dalam
beberapa sistem enzim untuk metabolisme, detoksifikasi dan ekresi senyawa berbahaya.

Fungsi Molybdenum :

1. Antioksidan. Molybdenum adalah kofaktor enzim xanthine oxidase. Xantine oksidase ini
mengkatalisis pembentukan asam urat, antioksidan penting dalam aliran darah yang
membantu melindungi kerusakan radikal bebas.

2. Melindungi dari efek racun bahan kimia dan obat-obatan. Sekelompok enzim
molibdenum dependent, molibdenum hidroksilase, sangat penting untuk detoksifikasi dan
ekskresi senyawa asing oleh hati.

3. Metabolisme zat besi. Molibdenum berperan penting untuk transportasi dan penyimpanan
optimal dari zat besi dalam jaringan.

77

4. Metabolisme sulfur. Molibdenum mengandung enzim, oksidase sulfit, yang penting
untuk metabolisme dan pemecahan mineral sulfur dan mineral trace. Mengandung asam
amino (misal sistein, metionin, taurin, homocysteine, dan untuk konversi sulfit (senyawa
beracun) menjadi sulfat.

Peningkatan Resiko Defisiensi :

1. Diet yang kaya karbohidrat olahan, lemak dan minya, dan produk daging cenderung
rendah molibdenum, pemurnian biji-bijian mengurangi kandungan molibdenum mereka
lebih dari 40%. Asupan harian molibdenum kebanyakan orang dewasa di industri negara
hanya sekitar 50-100 mcg, lebih rendah dibandingkan dengan persyaratan harian yang
direkomendasikan 75-250 mcg.

2. Paparan regular untuk obat-obatan dan bahan kimia yang meningkatkan stres oksidan dan
membutuhkan detoksifikasi oleh hati dapat meningkatkan kebutuhan molybdenum.

3. Gangguan pencernaan yang menyebabkan diare dan malabsorpsi dapat meningkatkan
kehilangan molybdenum dan kebutuhan molybdenum meningkat. Sebagai contoh pada
pasien dengan penyakit crohn aktif meraka kehilangan molybdenum sangat tinggi.

Tanda dan Gejala Defisiensi Molybdenum :

1. Menurunnya produksi asam urat dan perlindungan antioksidan berkurang.
2. Metabolisme sulfur terganggu sehingga berpotensi mengandung racun asam amino

(met6ionin, homocysteine), berpotensi menyebabkan gangguan mental dan jika parah
koma.
3. Meningkatkan kepekaan terhadap sulfit di lingkungan (polusi udara) dan dalam diet
(digunakan sebagai pengawet pada salad bar, buah-buahan kering dan anggur.
4. Rambut rontok
5. Kelelahan
6. Peningkatan resiko kanker (Khususnya kanker kerongkongan)
7. Kemungkinan peningkatan resiko batu ginjal (Xanthine batu)

Beberapa sumber bahan makanan yang mengandung Molybdenum

Makanan Berat mcg
Tepung kedelai 100 g 180
Kubis merah 100 g 120
Kacang putih 100 g 100
Kentang 100 g 5-85

78

Nasi utuh 100 g 80
Kacang hijau (green peas) 100 g 70
Bayam 100 g 50
Telur 1 butir 49
Kacang hijau (green beans) 100 g 43
Roti gandum utuh 100 g 31
Bibit gandum 25 g 25

Catatan : sekitar 80-90% molybdenum diserap oleh orang dewasa yang sehat.

Kebutuhan harian Molybdenum berdasarkan USA ESADDI & Werbach

Usia mcg
Dosis Preventif
Dewasa laki-laki 75-250
Dewasa wanita 75-250
Dosis Pengobatan/terapi
Dewasa laki-laki 100-2000
Dewasa wanita 100-2000

Penggunaan Molybdenum dalam terapi dan pencegahan

1. Mengurangi Sensitivitas Sulfit. Kekurangan molybdenum dapat meningkatkan
sensitivitas sulfit. Sulfit bisa dihasilkan dari emisi industri, atau juga bisa ditambahkan
kemakanan tertentu sebagai pengawet.
Ketika sensitifitas sulfit meningkat dapat menimbulkan berbagai gejala termasuk nafas
berbunyi dan sesak nafas, dermatitis, gatal-gatal , bengkak disekitas mata, tangan, dan
kaki, pusing, mual dan muntah.

2. Perlindungan dari efek buruk lingkungan, bahan kimia dan obat-obatan. Molybdenum
adalah kofaktor dalam enzim yang menyediakan antioksidan melindungi dan membantu
detoksifikasi hati dari senyawa asing.

3. Oleh sebab ituasupan molybdenum yang tinggi dapat membantu melindungi tubuh dari
kerusakan saat terpapar lingkungan , bahan kimia, dan obat-obatan.

4. Kanker. Molybdenum dapat mengurangi resiko kanker , terutama kanker esofagus.

Toksisitas (Keracunan) :

79

Molybdenum dengan dosis kurang dari 1000 mcg tidak menimbulkan racun pada orang
dewasa yang sehat. Tetapi dengan dosis yang sangat tinggi 10-20 kali dari kebutuhan normal
dapat meningkatkan produksi asam urat dan gout.

Kromium

Pendahuluan
Kromium merupakan elemen utama komponen esensial yang aktif Faktor Toleransi

Glukosa (GTF). GTF meningkatkan insulin dengan cara membantu mengatur karbohidrat, lipid,
dan metabolisme protein. Kromium secara luas didistribusikan ke seluruh tubuh dalam
konsentrasi rendah.

Fungsi Kromium
1. Metabolisme karbohidrat.

Sebagai komponen yang aktif GTF (bersama dengan niasin dan asam amino glisin,
asam glutamat, dan sistein), kromium mempotensiasi kerja insulin. Kromium boleh
meningkatkan toleransi glukosa setelah makan dan membantu mempertahankan tingkat
darah glukosa antara waktu makan. Mekanisme efek ini tampaknya menjadi mengikat
dengan reseptor insulin.
2. Metabolisme lipid.

Kromium, terutama di hiperlipidemia, dapat menurunkan total dan LDL kolesterol
dengan tingkat darah sambil meningkatkan kadar kolesterol HDL.
3. Metabolisme protein.

Melalui para potensiasi aksi insulin, Kromium dapat meningkatkan penyerapan asam
amino ke otot, jantung, dan hati juga meningkatkan sintesis protein.
4. Pembelahan sel dan pertumbuhan. Kromium mengikat DNA dan dapat meningkatkan
sintesis RNA. Sehingga kromium mungkin memainkan peran dalam peraturan pertumbuhan
sel.

Peningkatan Resiko defisiensi
1. Asupan tinggi gula meningkatkan ekresi kromium dalam urin. Penyulingan biji-bijian
mengurangi kandungan kromium secara drastis.
2. Stres-dari peningkatan latihan berat, aktivitas fisik, infeksi, trauma atau penyakit
meningkatkan kromium dalam urin dan mungkin memperburuk kekurangan.
3. Kehamilan dapat meningkatkan kebutuhan untuk kromium.

80

4. Pada orang tua, intake kromium sering direkomendasikan untuk tingkat penurunan kadar
serum, rambut dan keringat dengan usia. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkait usia yaitu
hiperkolesterolemia dan intoleransi glukosa.

Tanda dan gejala kekurangan kromium
1. Gangguan toleransi glukosa dan kerja insulin berkurang.
2. Berat badan turun.
3. Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.
4. Neuropati periferal

Makanan sumber kromium

Makanan Berat µg

Lentil 100 g 70

Roti gandum 100 g 49

Molase 30 g 36

Ayam 100 g 26

Ragi 10 g 20

Kebutuhan harian kromium berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur µg

Bayi/anak

0-6 bulan -

7-11 bulan 6

1-3 tahun 11

4-6 tahun 15

7-9 tahun 20

Laki-laki

10-12 tahun 25

13-15 tahun 30

16-49 tahun 35

>50 tahun 30

Perempuan

10-12 tahun 21

13-15 tahun 22

81

16-18 tahun 24
19-49 tahun 25
>50 tahun 20
Hamil
Trimester 1-3 +5
Menyusui
6 bln pertama dan kedua +20

Penggunaan kromium pada terapi dan penyembuhan :
1. Gangguan toleransi glukosa dan diabetes.

Gangguan toleransi glukosa diabetes tipe 2, dapat meningkatkan aksi insulin,
mengurangi postmeal kadar glukosa, dan membantu kontrol gula darah. Mungkin juga
mengurangi hipertrigliseridemia dalam diabetes tipe 2.
2. Hiperlipidemia dan aterosklerosis. Kromium dapat meningkatkan profil lipid di
hiperlipidemia oleh penurunan total dan kolesterol LDL, menurunkan trigliserida dan
meningkatkan HDL kolesterol. Di jantung koroner kadar kromium dalam darah adalah lima
hingga delapan kali lebih rendah dari kontrol yang sehat.
3. Stres metabolik.

Selama pemulihan dari trauma, pembedahan atau penyakit, kromium akan berkurang
dengan cepat. Peningkatan kebutuhan kromium mungkin berhubungan dengan resistensi
insulin yang biasanya berkembang selama pemulihan.

Keracunan (Toksisitas Kromium)
Asupan harian kromium (Cr+3) dan kromium ragi dikisaran 100 sampai 300 μg dianggap

aman. Suplemen tambahan 1000 μg dari kromium picolinate untuk beberapa bulan diorang
dewasa telah membuktikan tidak ada efek samping. Berat paparan kronis kromium hexavalen
udara (Cr+6), diproduksi di metalworking industri, dapat menjadi racun. Gejala termasuk
dermatitis dan peningkatan risiko kanker paru-paru.

Iodium (Yodium)
Pendahuluan

Kekurangan Iodium adalah salah satu yang paling umum dalam masalah kekurangan gizi. Di
seluruh dunia, diperkirakan bahwa hampir 1 miliar orang berada pada risikogangguan

82

kekurangan iodium (SLI). Kekurangan iodium baik dalam rahim dan selama awal kanak-kanak,
dapat mengganggu perkembangan mental.

Meskipun upaya-upaya yang luas untuk iodize garam, IDD terus menjadi parah di daerah
Afrika, Asia Tenggara dan Amerika Latin. IDD juga tetap menjadi masalah yang umum di
wilayah tengah dan selatan eropa, diperkirakan bahwa 10-15% dari penduduk Jerman adalah
kekurangan yodium dan hingga 50% populasi remaja dan dewasa terdapat di Spanyol dan Italia.

Fungsi Iodium :
1. Sintesis hormon tiroid.

Hanya dikenal fungsi yodium dalam tubuh adalah sebagai penting komponen hormon
tiroid. Kelenjar tiroid menghilangkan yodium dari darah dan menempel pada kandungan
tirosin protein untuk membentuk hormon tiroid, tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3).
Hormon tiroid kemudian dikeluarkan ke aliran darah dan yang lebih penting sebagai
regulator aktivitas sel dan pertumbuhan, baik dalam rahim dan sepanjang hidup. Meskipun
mereka mempengaruhi semua jaringan, sangat penting dalam pengembangan sistem saraf
dan rangka.

Resiko defisiensi iodium :
1. Di daerah lingkungan pantai, pasokan yodium sangat banyak karena kedekatan laut (air laut

berisi 50-60 μg iodida/l). Namun, dalam banyak pedalaman wilayah di dunia, tanah
kekurangan yodium. Kandungan yodium terutama daerah pegunungan dan dataran banjir.
2. Kebutuhan iodium meningkatkan selama kehamilan dan menyusui, Ibu yang kekurangan
selama periode ini dapat memiliki efek mendalam pada pertumbuhan dan perkembangan
bayi.
3. Meskipun diet rendah yodium utama penyebab penyakit gondok dan IDD, faktor-faktor lain
seperti diet dapat memperburuk kekurangan. Ini disebut "goitrogens" memblokir penyerapan
dan/atau penggunaan yodium. Seperti zat di ubi kayu, millet, ubi jalar dan kacang-kacangan
tertentu, serta beberapa polusi industri (Resorsinol, Ester asam) yang bisa mengkontaminasi
makanan dan air.

Tanda dan gejala defisiensi
1. Pada janin: peningkatan aborsi, stillbirths, dan cacat congential. Kretinisme

(keterbelakangan mental, tuli, kelenturan).
2. Peningkatan kematian bayi, psikomotor dan gangguan mental, hipotiroidisme.

83

3. Pada anak-anak dan remaja: gondok (pembesaran kelenjar tiroid), hipotiroidisme, gangguan
fungsi mental, gangguan fisik dan pertumbuhan.

4. Pada orang dewasa: gondok, hipotiroidisme, gangguan fungsi mental.

Makanan yang mengandung iodium

Makanan Berat µg

Kerang, salmon 100 g 200-250

Udang 100 g 120-130

Makarel, tuna,herring, halibut 100 g 50-75

Garam beryodium 1 g 15-25

Kebutuhan iodium berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur µg

Bayi/anak

0-6 bulan 90

7-11 bulan 120

1-9 tahun 120

Laki-laki

10-12 tahun 120

>13 tahun 150

Perempuan

10-12 tahun 120

>13tahun 150

Hamil

Trimester 1-3 +70

Menyusui

6 bln pertama dan kedua +100

Penggunaan iodium pada terapi dan penyembuhan :

1. IDD.

Asupan yodium (dari makanan laut, garam beryodium garam, atau suplemen kelp),

terutama selama kehamilan, laktasi, dan masa kanak-kanak, akan mempertahankan produksi

hormon tiroid dan mencegah IDD. Asupan iodium yang tidak memadai selama masa kanak-

kanak dapat merusak kemampuan belajar.

2. Hipotiroidisme.

84

Jika kandungan yodium rendah, batas hipotiroidisme dapat menghasilkan gejala
kelelahan, dan konsentrasi yang buruk. Ttempat penyimpanan yodium dapat bermanfaat
sebagai kelenjar tiroid.

Keracunan
Iodium asupan tingkat 100-500μg/hari yang pada dasarnya tidak beracun. Meskipun yodium

kadang-kadang dapat memicu jerawat pada individu yang rentan, tingkat yang tinggi asupan
(hingga 1 mg/hari) yang ditoleransi dengan baik pada orang dewasa paling sehat.

Namun, sangat tinggi asupan harian (2mg/hari) dapat mengganggu produksi hormon tiroid.
Selain itu, dalam kasus-kasus lama, kekurangan iodium dan gondok, tiba-tiba peningkatan
asupan yodium dapat menyebabkan hipertiroidisme dan jarang, thyrotoxicosis.

Selenium
Pendahuluan

Selenium merupakan elemen utama komponen esensial dari beberapa sistem enzim.
Selenium ditemukan di semua jaringan manusia pada konsentrasi rata-rata 20μg/100g, yaitu pada
hati dan ginjal berisi dengan jumlah yang sangat tinggi.

Fungsi selenium :
1. Perlindungan antioksidan.
Selenium merupakan komponen penting dari sebuah dari bagian empat enzim,
glutathione peroksidasa 1-4. Mereka mengkatalisasi pengurangan dan de aktivasi dari
radikal bebas dan oksidan potensial lainnya menggunakan glutathione sebagai donor
elektron. Mereka hadir dalam darah, cairan ekstraseluler, dan dalam sel dan memainkan
peran sentral pada sistem pertahanan antioksidan tubuh.
2. Modulasi kekebalan.
Selenium memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Mungkin
membantu mengatur produksi imunoglobulin (seperti IgG) dan tumor necrosis factor
(TNF) dan dapat meningkatkan aktivitas tertentu sel darah putih, sel-sel pembunuh alami
(NK).
3. Metabolisme hormon tiroid.
Tiroid yang mengeluarkan kelenjar terutama tiroksin (T4). Ini adalah dikonversi ke
triiodothyronine (T3) di hati dan ginjal oleh enzim yang mengandung selenium tipe-1-

85

iodothyronine- deiodinase. Konversi ini meningkatkan potensi hormon tiroid dan penting
dalam meningkatkan aktivitasnya perifer.

Resiko defisiensi selenium :
1. Konsentrasi selenium pada tanah bervariasi secara luas di seluruh dunia. Konsentrasi
selenium pada tanaman dan hewan tumbuh atau disimpan pada tanah yang berbeda dapat
berbeda hingga seribu lipat.
2. Karena selenium merupakan komponen penting dari peroksidasa glutathione, cadangan dan
hilangnya selenium dipercepat selama masa stres oksidatif yang meningkat. Misalnya,
latihan berat atau aktivitas fisik, perokok, peningkatan paparan lingkungan kimia, merkuri,
atau radiasi, dan penyakit kronis (seperti rheumatoid arthitis) dapat meningkatkan kebutuhan
selenium.
3. Malabsorpsi dapat disebabkan oleh tertentu gangguan pencernaan. Pankreas gangguan,
cystic fibrosis dan penyakit inflamasi usus semua mungkin penurunan ketersediaan hayati
selenium dan meningkatkan kebutuhan.

Tanda dan gejala defisiensi
1. Penurunan terhadap kerusakan oksidatif.
2. Osteoartritis pada masa kanak-kanak (penyakit Kashin-Beck).
3. Kelemahan otot.
4. Mungkin peningkatan risiko kanker.
5. Cardiomyopathy dan gagal jantung (Keshan disease).
6. Mungkin melemahkan sistem kekebalan tubuh dan peningkatan risiko infeksi

Makanan yang mengandung selenium

Makanan Berat µg

Herring, tuna 100 g 120-140

Sarden 100 g 80-100

Hati sapi 100 g 50-70

Kacang kedelai 100 g 50-70

Roti gandum 100 g 30-60

Daging sapi 100 g 30-40

Salmon 100 g 20-30

Kacang putih 100 g 10-25

86

Produk susu 100 g 4-10

Kebutuhan selenium berdasarkan AKG 2013

Kelompok umur µg

Bayi/anak

0-6 bulan 5

7-11 bulan 10

1-3 tahun 17

4-9 tahun 20

Laki-laki

10-12 tahun 20

>13 tahun 30

Perempuan

10-12 tahun 20

>13 tahun 30

Hamil

Trimester 1-3 +5

Menyusui

6 bulan pertama dan kedua +10

Penggunaan selenium pada terapi dan penyembuhan

1. Kanker.

Selenium memiliki sifat antikanker, mungkin melalui dampaknya pada kekebalan

sistem atau tindakan antioksidan. Wilayah Amerika Serikat dengan intake tertinggi dari

Selenium cenderung memiliki tingkat lebih rendah dari kanker, dan kadar darah tinggi

selenium berkaitan dengan resiko yang lebih rendah dari kanker. Suplementasi pada pria

yang lebih tua dapat mengurangi risiko paru-paru, usus besar dan kanker prostat dengan

hampir 50%.

2. Gangguan inflamasi kronis.

Penyakit seperti rheumatoid arthritis dan radang usus, penyakit dapat mengambil

manfaat dari peningkatan asupan selenium.

3. Penyakit menular.

Kekurangan selenium tampaknya meningkatkan kerentanan terhadap, dan tingkat

keparahan, infeksi virus. Kekurangan selenium dikaitkan dengan risiko lebih tinggi

kematian dari AIDS.

87

4. Penyakit jantung.
Kekurangan selenium mungkin diperburuk oleh seiring kekurangan vitamin E dan

infeksi virus, menghasilkan cardiomyopathy dan gagal jantung (Keshan disease). Gangguan
ini ditemukan terutama di remaja dan perempuan muda. Selenium penurunan tingkat darah
telah ditemukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Di jantung penyakit pasien,
khususnya dengan rendah intake selenium, meningkatkan asupan selenium mungkin
bermanfaat.
5. Hipotiroidisme.

Kekurangan selenium mungkin mengurangi perifer aktivasi hormon tiroid dan dapat
memicu atau memperburuk hipotiroidisme.
6. Osteoartritis masa kanak-kanak. Kekurangan selenium yang parah dapat berkontribusi pada
kasus remaja Osteoartritis (penyakit Kashin-Beck).
7. Beban berat tubuh mengenai logam berat.

Selenium dapat membantu mencegah akumulasi kronis lead dan mercury dari
kontaminasi lingkungan makanan dan pasokan air.

Keracunan
Minum dari 500 μg hari tampaknya aman pada orang dewasa sehat. Intake kronis lebih

tinggi dari 900μg/hari yang berhubungan dengan mual, muntah, rambut rontok, kuku perubahan,
kelelahan, dan neuropati perifer.

Fluorida
Pendahulan

Fluorida secara alami ditemukan dalam dalam semua makanan. Meskipun fluorida pernah
dianggap sebagai nutrisi penting, sudah tidak lagi, tetapi mineral ini sangat bermanfaat.

Manfaatnya adalah penurunan dalam prevalensi dan keparahan karies gigi pada anak dan
dewasa ketika dosis optimum (sekitar 0,05 mg/kg tubuh berat/hari). Namun, berbagai asupan
fluorida kompatibel dengan kesehatan manusia sangat terbatas, toksisitas dapat muncul pada
tingkat asupan hanya dua sampai lima kali dosis yang diperlukan untuk membantu mencegah
kerusakan gigi.

Fungsi Fluorida
1. Struktur gigi.

88

Fluorida dapat dimasukkan ke dalam struktur kristal enamel gigi. Mengurangi kelarutan
kristal enamel, meningkatkan perlawanan mereka untuk asam yang terbentuk oleh bakteri
mulut. Hal ini juga dapat meningkatkan remineralization enamel yang rusak.
2. Metabolisme tulang.

Fluorida dapat meningkatkan pembentukan tulang oleh merangsang aktivitas osteoblast

Tanda dan gejala kekurangan Fluorida
1. Meningkatnya kerentanan terhadap karies gigi

Makanan yang mengandung fluorida

Makanan Berat mg

Air fluoride 1 liter 0,7-1,2

Sarden kaleng 100 g 0,2-0,4

(termasuk tulang)

Teh (diseduh dengan Bebas fluoride air) 100 ml 0,01-0,42

Fluoride garam 1 g 0,25

Ayam 100 g 0,06-0,1

Kebutuhan fluorida bedasarkan AKG 2013

Kelompok umur mg

Bayi/anak

0-6 bulan -

7-11 bulan 0,4

1-3 tahun 0,6

4-6 tahun 0,9

7-9 tahun 1,2

Laki-laki

10-12 tahun 1,7

13-15 tahun 2,4

16-18 tahun 2,7

19-29 tahun 3

Fluorida digunakan pada terapi dan penyembuhan
1. Pencegahan karies.

89

Asupan optimal fluorida mengurangi prevalensi dan keparahan karies gigi. Tingkat
rendah fluorida suplementasi (melalui air, garam, atau suplemen) dapat mengurangi risiko
karies pada anak-anak lebih dari dua-pertiga.
2. Osteoporosis.

Fluorida dapat merangsang aktivitas osteoblastik dan pembentukan tulang baru, tetapi
perannya dalam osteoporosis masih belum jelas. Meskipun satu studi ditemukan penurunan
patah tulang belakang dengan fluorida intermiten dan terapi kalsium, ditemukan bahwa
kerangka fraktur dan tingkat suplementasi harian dengan fluoride dan kalsium. Secara
keseluruhan, tampaknya fluorida memiliki sedikit efek menguntungkan di osteoporosis.

Keracunan
Intake kronis hingga 5 mg fluorida/hari orang dewasa yang sehat masih aman. Sebagai

peningkatan asupan, mungkin toksisitas terjadi. Yang pertama adalah tanda fluorosis gigi, di
mana kelebihan fluorida mengganggu mineralisasi dari enamel dan sehingga fungsinya
melemah.

Konsumsi lebih dari 8-10 mg fluorida/hari dapat menghasilkan kerangka deformitas,
osteoporosis, dan osteomalasia, bersama dengan hiperparatiroidisme sekunder dan pengapuran
jaringan lunak.

Asam Lemak Esensial :
Omega-3 dan Omega 6

Pendahuluan

Asam lemak omega-3 (asam Linolenat) dan omega-6 Asam Linoleat) merupakan 2 asam
lemak esensial (EFA) untuk manusia. Penamaan omega-3 dan omega-6 mengacu pada jarak
obligasi tak jenuh pertama dari ujung metil asam lemak (n-3 dan n-6)

Fungsi Asam lemak Esensial

1. Struktur membran sel. Asam lemak esensial digunakan untuk membangun dan memelihara
membran sel . Menggabungkan membran fluiditas dan meningkatkan fungsi sel
membranyang mengandung asam lemak diturunkan dari asam linoleat dan linolenat lebih
cair dan ulet.

2. Pembentukan eicosanoid. Baik asam linolenat ataupun linoleat merupakan prekursordalam
sintesis eikosanoid. Eikosanoid adalah hormon zat yang memiliki fungsi luas, di produksi

90

di seluruh tubuh , kuat terhadap regulator pertumbuhan sel, tekanan darah, agregasi platelet
dan peradangan.
3. Eikosanoid juga mengkordinasikan interaksi fisiologis diantara sel-sel. Ada 3 tipe utama
eikosanoid yaitu prostaglandin, tromboksan dan leukotrien.
4. Eikosanoid n-6 atau asam linoleat dalam makanan dapat diubah menjadi asam Gamma-
Linolenat (GLA) didalam tubuh.

Asam gamma linolenat kemudian di metabolisme untuk membentuk kelompok
eikosanoid n-6 salah satu yang paling penting adalah prostaglandine.
Prostaglandine 1 (PGE 1) berfungsi untuk mengatur dan mengurangi peradangan dan
menghambat agregasi trombosit.
PGE 1 dalam jaringan dapat bermanfaat untuk peradangan seperti rheumatoid, arthritis,
eksim dan mengurangi trombosis.
5. Eikosanoid n-3. Dengan cara yang sama sama linolenat dapat menjadi jenuh dan
memanjang oleh sel untuk membentuk asam lemak omega-3, asam eikosapentatonic
(EPA) dan asam docosahexanoic (DHA). Lemak ini kemudian di metabolisme menjadi
prostaglandine yang berfungsi mengurangi peradangan, melebarkan pembuluh darah, dan
menurunkan agregasi trombosit. Oleh sebab itu asam linolenat dapat bermanfaat untuk
menurunkan tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dam atrthritis.
Didalam tubuh manusia, konversi asam linoleat menjadi GLA dan asam linolenat untuk
EPA dan DHA adalah melalui jalur metabolik kapasitas terbatas. Karena persaingan ketat
ada untuk sistem enzim dalam jalur ini yaitu asupan tinggi asam arakidonat (dari danging
dan produk hewani) akan menjenuhkan jalur ini dan menghambat produksi GLA, DHA
dan EPA. Selain itu pada jalur ini dapat terganggu akibat penyakit kronis, dan asupan
lemak jenuh yang tinggi serta alkohol, dan status gizi yang buruk, kerkurangan vitamin
B6, seng atau magnesium dapat merusak produksi GLA, EPA dan DHA. Suplemen
kapsul minyak ikan mengandung sekitar 30% EPA dan DHA.

Peningkatan Resiko Defisiensi :

1. Diet tinggi daging merah, telur, susu tetapi rendah minyaknabati, ikan, dan makanan laut.
Dapat meningkatkan resiko kekurangan GLA, EPA, dan DHA.

2. Kekurangan zink, magnesium dan vitamin B6 merusak produksi GLA, EPA dan DHA.
3. Lansia. Orang lansia tubuhnya sudah kurang mampu mengubah Asam lemak esensial ke

GLA, EPA dan DHA.

91

4. Gangguan malabsorpsi lemak, seperti penyakit hati atau billier, penyakit crohn,
pankreatitis dan cystick fibrosis dapat menurunkan penyerapan Asam Lemak Esensial
(EFA)

5. Stres fisiologis utama karena cedera, penyakit kronis, atau pembedahan dapat
meningkatkan kebutuhan EFA.

Tanda dan Gejala Defisiensi Asam Lemak Essensial

1. Kulit kering dan bersisik
2. Rambut rontok
3. Gangguan penyembuhan luka
4. Gangguan penglihatan
5. Dimasa kanak-kanak, gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan otak dan mata.
6. Infertilitas pria dan wanita
7. Kerusakan gijal dan hematuria
8. Kemungkinan peningkatan resiko tekanan darah tinggi.
9. Mengurangi fungsi hati.
10. Peningkatan kerapuhan sel darah merah.
11. Mengurangi fungsi kekebalan tubuh.
12. Meningkatkan resiko aterosklerosis dan trombosis vena.
13. Meningkatkan resiko gangguan inflamasi seperti rheumatoid arthritis.

Beberapa sumber bahan makanan yang mengandung Asam Lemak Essensial

Asam Lemak essensial Bahan Makanan

Omega-6 (asam linoleat) Minyak nabati, minyak jagung, kedelai,

wijen, bunga matahari.

Omega-3 (Asam Linolenat) kedelai, walnut, gandum, biji rami.

EPA & DHA Ikan dan Kerang

GLA Evening primrose oil, minyak borage

Makanan Berat EPA(mg) DHA (mg)
Ikan haring 100 g 2700 450
Ikan tuna 100 g 1070 2280
Ikan salmon 100 g 700 2140
Ikan makarel 100 g 690 1300

92

Ikan pecak 100 g 190 500
Ikan brook trout 100 g 150 335
Lobster 100 g 280 130
udang 100 g 215 150

Catatan : Untuk mendapatkan keseimbangan asam lemak yang optimal berikut rekomendasi diet
yang harus dilakukan:

1. Asupan lemak jenuh harus dikurangi dengan makan lebih sedikit daging dan produk susu
tinggi lemak.

2. Konsumsi Kedelai berkualitas tinggi, kedelai dingin, walnut, biji rami, atau minyak gandum
dan digunakan untuk salad dressing

3. Asupan makan ikan harus ditingkatkan (2-3 kali makan ikan air tawar per minggu)
4. Asupan sayuran harus ditingkatkan

Kebutuhan harian Asupan Lemak essensial berdasarkan UK & European PRI
Dosis Preventif
UK(1991) European PRI (1992)
Omega-3 0.2 % total 0.5 % dari total kalori
kalori
Omega-6 1% dari 2 % dari total kalori
total kalori
Dosis
Pengobatan/terapi
Omega-3 1-10 g EPA+DHA (3-30 g minyak ikan)
Omega-6 100-600 mg GLA (1-6 g evening primrose oil

Asupan yang disarankan EPA dan DHA bervariasi sesuai untuk indikasi

1. Sebagai suplemen harian pada orang yang sehat secara langsung makan ikan, untuk menjaga
asupan lemak yang seimbang, suplemen Minyak Ikan biasanya diambil dalam 0,5-1,0 g
/rentang hari.

2. Untuk orang dengan penyakit kronis yang mungkin bermanfaat dari meningkatkan asupan
suplemen omega-3 biasanya dalam kisaran 2-4g / hari.

3. Untuk terapi akut dosis tinggi untuk penyakit serius atau pemulihan dari cedera atau operasi
besar, suplemen minyak ikan diberikan dalam kisaran 3-30 g / hari.

93

Catatan : Dosis tinggi GLA, EPA, dan DHA harus selalu disertai dengan tambahan vitamin E.
Karena produksi dari lemak tak jenuh ganda ini meningkat, Perlu perlindungan antioksidan
vitamin E tambahan. vitamin E (30–100mg) dan selenium (50–100 mcg) direkomendasikan.

Penggunaan dalam terapi dan pencegahan
a. Asam Gamma-linolenat (GLA)
1. Eksim 94 topic. Di keluarga dengan alergi predisposisi (94topic), konversi asam

94topic949494 ke GLA sering kurang, sehingga mengurangi tingkat GLA dan produknya
PGE. Suplementasi dengan GLA (seperti minyak evening primrose) bisa bermanfaat dalam
mengurangi intensitas alergi respon serta skala, gatal, dan kepekaan kulit.
2. Radang sendi. Suplementasi dengan GLA meningkatkan pembentukan PGE1 dan bisa
mengurangi peradangan dan kekakuan sendi.
3. Psorias. GLA dapat mengurangi peradangan kulit, kemerahan, dan scaling.
4. Diabetes. Penderita diabetes mengalami gangguan kemampuan mengubah asam
94topic949494 menjadi GLA. Suplementasi dengan GLA dapat bermanfaat dalam
mengurangi 94topic949494demia dan meningkatkan 94topic94 dan sensorik fungsi saraf pada
neuropati diabetes.
5. PMS. GLA dapat memperbaiki gejala PMS, termasuk depresi dan lekas marah, nyeri
payudara, dan retensi cairan.
6. Hiperaktif. Anak-anak dengan hiperaktif (attention hyperactivity disorder-deficit) adalah pada
risiko yang lebih tinggi dari defisiensi EPA dan suplementasi GLA dapat bermanfaat
mengatasi itu.
7. Hiperlipidemia. GLA dapat mengurangi plasma total kolesterol.

b. Omega-3 (EPA dan DHA)
1. Penyakit jantung 94topic94, serangan jantung, dan Stroke. Asam lemak Omega-3 bermanfaat

dalam pencegahan dan pengobatan aterosklerosis.Mereka dapat mengurangi kecenderungan
agregasi trombosit, pembentukan bekuan darah, dan aritmia jantung.
2. Tekanan darah tinggi. Asam lemak omega-3 dapat menurunkan tekanan darah pada hipertensi
3. Lipid darah tinggi. Asam lemak Omega-3 lebih rendah kadar trigliseridanya (dan, pada
tingkat lebih rendah, kolesterol total), 94topic meningkatkan kolesterol HDL.
4. Asma bronkial. Asam lemak Omega-3 bisa mengurangi peradangan kronis dan frekuensinya
dan keparahan asma.19
5. Diabetes. Asam lemak Omega-3 bisa mengurangi tingkat trigliserida yang tinggi ,
menurunkan tekanan darah dan mengurangi kebocoran protein dari pembuluh darah kecil.

94

Tetapi pada penderita diabetes, kelebihan omega-3 memiliki efek samping, seperti
mengurangi kerja insulin dan meningkatkan gula darah.
6. Osteoarthritis. Asam lemak Omega-3 bisa mengurangi nyeri dan memudahkan gerakan.
7. Sakit kepala sebelah. Asam lemak Omega-3 bisa mengurangi frekuensi dan intensitas
95topic9595.
8. Gangguan Autoimun, rematik, dan inflamasi. Dalam rheumatoid arthritis tambahan Asam
lemak omega-3 dapat mengurangi nyeri, peradangan, dan kekakuan sendi.
9. Gangguan lain, seperti penyakit Crohn dan 95topic95 ulserati juga bisa mendapat manfaat
dari asam lemak omega-3.
10. Gangguan kulit. Asam lemak Omega 3 bisa mengurangi peradangan kulit, kemerahan, dan
scaling pada pasien dengan psoriasis dan / atau eksim 95topic

Toksisitas (Keracunan)

Dosis EFAs tinggi tanpa tambahan vitamin Asupan E dapat menghabiskan simpanan
vitamin E tubuh. Pada penderita diabetes, dosis tinggi asam lemak omega-3 dapat mengurangi
fungsi insulin dan meningkatkan gula darah. Pada individu meskipun langka. Gangguan
perdarahan atau mengambil antikoagulan

Suplementasi omega-3 dosis tinggi dapat meningkatkan risiko abnormal pendarahan.
GLA harus digunakan dengan hati-hati epilepsi atau gangguan manik-depresif. Jarang,
suplementasi dosis tinggi dapat memperburuk gangguan ini.

Kolin dan Lesitin

Pendahuluan

Kolin merupakan komponen penting dari fosfolipid yang ditemukan dalam membran sel
di seluruh tubuh. Kolin didistribusikan secara luas dalam makanan dan juga dapat disintesis
dalam jumlah terbatas di hati. Namun, jalur sintetis saja tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh,
terutama pada saat terjadi peningkatan stres fisiologis.

Diet rendah Kolin dapat menyebabkan tubuh kekurangan kolin dan disfungsi hati, jadi
Asupan makanan cukup penting. Istilah "lecitin" digunakan dalam dua cara. Di kimia, lesitin
adalah nama lain untuk fosfatidilkolin, yang berisi sekitar 13% berat kolin dan merupakan
bentuk utama kolin dalam makanan.

95

Istilah "lecithin" lebih banyak digunakan dalam nutrisi yaitu suatu zat biasanya berasal
dari kacang kedelai itu mengandung campuran fosfatidilkolin (biasanya sekitar 25%),
myoinositol, dan fosfolipid.

Fungsi

1. Pembentukan membran sel dan mielin. Kolin diperlukan untuk membentuk membran sel dan
selubung mielin yang mengelilingi saraf.

2. Sintesis asetilkolin di perifer dan sistem saraf pusat. Asetilkolin adalah salah satu
neurotransmiter utama mengatur emosi dan perilaku dalam otak.

3. Metabolisme hati trigliserida dan lemak. Metabolisme trigliserida dan lemak lainnya di hati
dalam persiapan untuk sirkulasi jaringan perifer tergantung pada kolin.
Phosphatidylcholine adalah komponen penting dari VLDL. Status kolin yang buruk terkait
dengan akumulasi lemak di sel-sel hati yang bisa merusak fungsi hati dan meningkatkan
risiko hepatocarcinogenesis

Peningkatan Resiko Defisiensi

1. Asupan alkohol biasa meningkatkan kolin dalam hati dan dapat menyebabkan penipisan
Cadangan tubuh.

2. Asupan folat yang rendah dari diet meningkatkan kebutuhan kolin. Risiko defisiensi kolin
meningkat pada kondisi gangguan status folat, termasuk penggunaan banyak obat-obatan
umum (antibiotik, aspirin, pil kontrasepsi oral), penyakit kronis (penyakit hati, alkoholisme,
anemia), dan kekurangan vitamin B12

3. Gangguan pankreas atau usus menyebabkan penyerapan yang buruk dari kolin dan mungkin
menyebabkan kekurangan kolin.

4. AIDS meningkatkan risiko kekurangan kolin.

Tanda dan Gejala Defisiensi Kolin dan Lecithin :

1. Akumulasi lemak di hati yang menyebabkan kerusakan hati
2. Gangguan fungsi ginjal
3. Infertilitas
4. Menurun hematopoesis
5. Hipertensi
6. Pertumbuhan tidak normal
7. Gangguan dalam belajar dan memori
8. Gangguan dalam metabolisme karnitin

96

9. Kemungkinan peningkatan risiko kanker hati

Beberapa sumber bahan makanan yang mengandung Kolin dan Lecithin

Makanan Berat mg

Hati sapi 100 g 520

Telur 1 butir 270

Kacang 100 g 95

Daging sapi 100 g 66

Kembang kol 100 g 42

Selada 100 g 31

Roti gandum 100 g 13

Catatan : Kolin ditemukan dalam banyak makanan, suplemen Lecithin terutama sumber kolin,
biasanya mengandung sekitar 20-25% fosfatidilkolin. Karena itu, 5 g lesitin mengandung sekitar
1 g fosfatidilkolin.

Kebutuhan harian Kolin dan Lecithin menurut DRI USA (1998)

Anjuran Asupan hari untuk kolin adalah 425 mg untuk wanita dan 450 mg untuk pria.
Suplementasi diet dengan kolin biasanya di 0,5–1,5 g / hari, sementara suplementasi dengan
lesitin dalam kisaran 2–10 g / hari.

Penggunaan dalam terapi dan pencegahan

1. Penyakit kardiovaskular. Lesitin tambahan dapat menurunkan trigliserida dan kolesterol LDL
dalam darah dan pada saat yang sama meningkatkan Kadar kolesterol HDL. Hal ini ini dapat
mengurangi risiko aterosklerosis.

2. Ingatan. Kolin tambahan dan / atau lecitin dapat meningkatkan kadar asetilkolin dalam otak.
Asetilkolin terlibat dalam memori penyimpanan dan suplemen kolin dan lesitin dapat
meningkatkan memori, khususnya pada lansia.

3. Penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer ditandai oleh kadar asetilkolin otak yang rendah.
Kolin dan lesitin mungkin efektif Untuk mengobati Penyakit Alzheimer dan bentuk lain dari
demensia dengan cara meningkatkan kadar asetilkolin dalam otak.

4. Gangguan motorik. Kelainan dalam sistem asetilkolin di otak dapat menghasilkan gangguan
motorik. Karena itu, choline dan suplemen lesitin dapat bermanfaat bagi orang dengan
penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan gangguan saraf lainnya yang ditandai oleh

97

gerakan abnormal.7 suplemen Kolin dan lesitin dapat bermanfaat dalam mengurangi
tardifdyskinesia yang berhubungan dengan obat antipsikotik.
5. Mania. Suplemen dapat bermanfaat bagi orang mania, bahkan dalam kasus yang tahan
terhadap terapi dengan lithium.
6. Kehamilan. kebutuhan kolin sangat meningkat selama kehamilan. Wanita hamil yang tidak
mendapatkan choline diet yang memadai dapat mengembangkan perubahan lemak di hati.
Tambahan Kolin bisa menggantikan cadangan yang habis dan melindungi hati.
7. Konsumsi alkohol berat. Alkohol kronis konsumsi menurunkan tingkat kolin dalam darah dan
hati serta menghasilkan kerusakan hati dan hati berlemak. Kolin mengurangi kerusakan hati
dari alkohol dan mempercepat penyembuhan
8. Hepatitis. Kolin dan lesitin mengurangi gejala dan durasi hepatitis virus dan dapat membantu
mencegah kambuh.
9. Batu empedu. Lesitin dapat mencegah kolesterol dari mencetuskan sebagai batu di kantung
empedu.

Toksisitas (Keracunan)

Kolin dengan dosis sangat tinggi (20g / hari untuk beberapa minggu) dapat menyebabkan
mual, muntah, pusing, dan bau badan amis. Namun dalam Dosis rendah (1–10 g) kolin belum
dilaporkan menyebabkan keracunan. Kolin dosis tinggi dapat menghasilkan depresi pada
individu tetapi langka.

Asam Amino rantai cabang (BCAA):
Leusin, Isoleusin, dan Valin

Pendahuluan
Asam amino rantai cabang (BCAA) yaitu leusin, isoleusin dan valin yang sangat penting

pada struktur kimia. BCAA ditemukan dalam jumlah yang tinggi terutama di rangka otot dan
sering disebut sebagai asam amino "stress" karena mereka memainkan peran penting dalam
energi metabolisme dan tubuh menanggapi stress.

Fungsi

1. Metabolisme energi di otot.

Sebaliknya asam amino lain yang dimetabolisme oleh hati setelah penyerapan dusus.

Hati sebagai jalur BCAAs dan beredar langsung ke otot-otot. Mereka dapat diambil oleh sel-

sel otot dan digunakan sebagai sumber energi.

98

2. Sintesis protein dan kerusakan.
Selama waktu fisiologis stres, meningkat seperti cedera, sakit, atau operasi, tubuh mulai

memecah tinggi protein. Kondisi ini, suplementasi BCAA membantu mengurangi
pemecahan protein dan mendorong penghematan protein dan sintesis.
3. Mengurangi sintesis neurotransmiter.

BCAAs yang diangkut ke otak oleh pembawa yang sama yang mengangkut asam amino
fenilalanin, tirosin dan triptofan. Oleh karena itu, dengan bersaing untuk pengambilan,
suplementasi BCAA dapat menurunkan tingkat otak asam amino ini. Sejak fenilalanin,
tirosin dan triptofan merupakan prekursor bagi neurotransmitter tertentu (termasuk serotonin
dan dopamin), BCAA dapat mengurangi aktivitas neurotransmitte ini di otak.

Makanan yang mengandung BCAA

Makanan Berat Valin Leusin Isoleusi
n (mg)
(mg) (mg) 1230
1210
Kacang-kacangan 100 g 1450 2030 1160
1090
Tuna 100 g 1420 2170 1110
1140
Salmon 100 g 1390 1770 660
790
Daging sapi, filet 100 g 1150 1700 340
210
Sapi, filet 100 g 1120 1660

Buncis 100 g 980 1460

Gandum 50 g 840 1085

Keju cottage 100 g 825 1230

Beras merah 100 g 500 690

Susu 1 gelas sdg 230 350

Anjuran kebutuhan asupan BCAA

Kebutuhan sehari-hari pada orang sehat, BCAAs untuk mengganti kerugian dari

perputaran metabolisme protein normal adalah sebagai berikut :

Valine 10 mg/kg BB

Isoleusin 10 mg/kg BB

Leusin 14/mg/kg BB

Dalam situasi peningkatan stres fisiologis, kebutuhan BCAAs meningkatkan secara tajam

untuk tingkat 5-10g/hari. Suplementasi BCAAs yang biasanya diberikan dalam kisaran 1-

10g/hari. Dosis intravena berkisar dari 0.5–1.5mg/kg tubuh berat/hari.

99


Click to View FlipBook Version