The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Finalisasi Portofolio Biologi Kelas 11
Nama: Muhammad Zinedine I.
Kelas: XI IPA 5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by M Zinedine, 2021-06-12 17:49:13

Portofolio Biologi Kelas 11 - M Zinedine I - XI IPA 5

Finalisasi Portofolio Biologi Kelas 11
Nama: Muhammad Zinedine I.
Kelas: XI IPA 5

dibandingkan protein
fibriler.

4. Vitamin • Memperkuat sistem • Produk mengandung susu • Vitamin yang larut
5. Mineral dalam air : vitamin B
6. Air kekebalan tubuh. • Sayur-sayuran kompleks yang terdiri
dari atas B1, B2, B3,
• Membantu pertumbuhan • Buah-buahan B5, B6, B11, B12,
• Ikan vitamin H, vitamin C.
tubuh.
• Daging sapi • Vitamin yang larut
• Membantu metabolisme • Kacang-kacangan dalam lemak atau
tubuh. • Sereal minyak : vitamin A,
D, E, K.
• Membantu produksi sel • Yogurt

darah merah, hormon, • Telur

enzim, dan antibodi.

• Menjaga kesehatan kulit,

mata, tulang, gigi, mulut,

rambut.

• Mmelihara • Daging ayam, ikan, sapi • Mineral Makro :
diperlukan tubuh
keseimbangan asam-basa • Susu dalam jumlah banyak,
contohnya : Na, Cl, K,
• Menjaga keseimbangan • Yoghurt Ca, P, Mg, dan S.

ion-ion dalam cairan • Makanan laut • Mineral mikro :
diperlukan tubuh
tubuh • Sayur-sayuran dalam jumlah sedikit,
contohnya : Fe, Zn. I,
• Kofaktor aktivitas • Buah-buahan Se, Mn, Cu, Cr, Mo,
dan Co
enzim-enzim • Kacang-kacangan

• Komponone hormon dan • Garam dan bahan penguat

enzim rasa

• Membantu transfer zat • Telur

melalui membran sel • Produk olahan susu

• Memelihara kepekaan

saraf dan otot

• Penyusun jaringan

• Pelarut dan • Air minum

pengangkut zat-zat gizi

oksigen,

• Sebagai katalisator -

reaksi-reaksi di dalam

sel dan organ atau

memecah/menghidrolisis

146

zat makanan kompleks
menjadi lebih sederhana.
• Sebagai pelumas dalam
persendian tulang tulang.
• Mengatur suhu tubuh
dengan mendistribusikan
panas dalam tubuh dan
membuang kelebihan
panas melalui keringat.
• Mengatur tekanan
osmosis dalam sel.
• Melindungi organ
tubuh (misalnya mata
dan jaringan saraf
sumsum tulang
belakang), serta janin
dalam kantong ketuban.
• Sebagai pembangun.
Merupakan bagian dari
penyusun jaringan tubuh.

147

-Portofolio 1b-

Organ Pencermaan Makanan pada Manusia :

No. Organ Proses yang Terjadi Gambar Organ
Pencernaan
Pada mulut, makanan akan
1. Mulut dicerna pertama kali baik
secara mekanik oleh gigi
maupun secara kimiawi
oleh enzim amilasi
(ptyalin) yang
menguraikan amilium
(polisakarida) menjadi
maltosa (disakarida).

2. Faring Setelah makanan yang
sudah dikunyah ditelan,
makanan masuk ke faring
yang merupakan jalan
yang digunakan makanan
untuk menuju esofagus
atau kerongkongan.

3. Kerongkongan Pada kerongkongan terjadi

(Esofagus) suatu mekanisme gerakan

meremas yang dinamakan

gerakan peristaltik,

kerongkongan akan

mengantarkan makanan

dari faring ke lambung.

148

4. Lambung Pada lambung, terjadi
(Ventrikulus) pencernaan secara
kimiawi, yaitu :
1. Pencernaan protein :

• Pepsinogen
(disekresi oleh sel
utama) diubah
menjadi pepsin oleh
asam klorida
(dihasilkan oleh sel
parietal).

• Renin (diproduksi
oleh lambung bayi)
mengkoagulasi
protein susu
(kaseinogen)
menjadi kasein yang
tidak larut.

2. Pencernaan lemak :
Lipase lambung
(disekresi oleh sel
utama) menghidrolisis
lemak susu menjadi
asam lemak dan
gliserol, tetapi
aktivitasnya terbatas
dalam kadar pH rendah

3. Pencernaan
karbohidrat : Enzim
amilase dalam saliva
yang terbawa bersama
bolus akan tetap
bekerja dalam
lambung. Lambung
tidak memproduksi
enzim pencerna
karbohidrat.

149

5. Pankreas • Pankreas tersusun dari
6. Hati sel-sel eksokrin yang
menghasilkan enzim-
eznim pencernaan serta
sel-sel endokrin yang
menghasilkan hormon
insulin dan glukagon.
Insulin mengatur
penyerapan glukosa
darah untuk disimpan
sebagai glikogin.
Glukagon berfugnsi
mengatur metabolisme
gula darah. Sekresi
enzim disalurkan ke
duodenum.

• Enzim pencernaan
yang dihasilkan
pankreas berfungsi
untuk mencerna
karbohidrat, protein,
dan lemak.

• Enzim-enzim prankeas
yaitu : Tripsinogen,
Kimotripsin, Lipase,
Amilase,
Karboksipeptidase,
Aminopeptidase,
Dipeptidase.

Hati memproduksi suatu
zat bernama empedu, yang
berguna untuk mencerna
lemak dan menyingkirkan
kelebihannya.
Nutrisi yang terdapat di
makanan, juga akan
disaring oleh hati. Selain
itu, hati juga akan
menyaring racun dan zat-

150

zat kimia lain yang
berbahaya bagi tubuh.

7. Empedu Cairan empedu disimpan
dan dikeluarkan dari
kantung empedu. Saat
makanan yang berlemak
masuk ke usus dua belas
jari, kantung empedu akan
berkontraksi dan
mengeluarkan cairan
empedu.

8. Usus Halus • Dari lambung, makanan
(Intestinum akan menuju ke usus
Tenue) halus. Usus halus dibagi
menjadi tiga bagian,
yaitu:
➢ Usus dua belas jari
(duodenum)
➢ Jejunum
➢ Ileum

• Organ ini masih akan
terus mengolah makanan
menggunakan enzim
yang diproduksi oleh
pankreas dan hati.

• Duodenum bertugas
untuk terus memecah

151

9. Usus Besar makanan dan
(Kolon) mengolahnya.
• Jejunum dan ileum
10. Anus berperan agar nutrisi
yang ada pada makanan
bisa diserap oleh tubuh.
• Pada usus kecil juga
terdapat gerak peristaltik,
yang akan menggerakkan
makanan dan
mencampurnya dengan
zat-zat yang dikeluarkan
oleh alat pencernaan
manusia lainnya.
• Pada usus besar,

makanan yang masuk
adalah sisa-sisa dari
pencernaan dan akan
dipindahkan menuju ke
rektum, lalu anus.
• Namun sebelumnya,
air yang terdapat di
sisa-sisa tersebut akan
dihilangkan, sehingga
konsistensinya lebih
padat.
• Sisa makanan tersebut
akan terus berada di
usus besar, hingga ada
gerakan yang memicu
pengeluarannya dari
rektum.
• Umumnya, sisa
makanan
membutuhkan waktu
sekitar 36 jam untuk
melewati usus besar.
Anus merupakan pintu
terakhir dari sistem
pencernaan manusia.

152

Organ ini terdiri dari otot
yang digunakan untuk
menjaga dan menahan
feses keluar dari rektum
jika belum saatnya.
Selain itu, otot ini juga
akan mencegah kita buang
air besar secara spontan
saat tidur.

153

-Portofolio 1c-

I. Judul : Laporan Praktikum Uji Makanan
II. Tujuan

1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan
protein

2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein

III. Dasar Teori

• Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan

oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup

membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam

mengerjakan aktifitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam

mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak.Memakan makanan

yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan.Setiap

makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak,

dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.

• Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Karbohidrat

merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh

makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh tubuh

untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak

digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan

energi.Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan

memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita

membutuhkan energi.

• Zat-zat yang terkandung dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh yaitu :

1. Karbohidrat 4. Protein

2. Amilum 5. Lemak

3. Gula (Glukosa)

154

IV. Alat dan Bahan 10. Lempengan mortal
11. Larutan Benedict
1. Tabung reaksi 12. Larutan Biuret
2. Rak tabung reaksi 13. Kertas Koran
3. Gelas ukur 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
4. Penjepit 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
5. Kaki tiga 16. Minyak goreng, mentega
6. Kawat kassa 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
7. Pembakar Spiritus
8. Korek api pensil, spidol, isolasi)
9. Pipet

V. Cara Kerja

A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)

1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedic nasi” pada abung rea sinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas

selama 5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila

dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna
kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, dan jagung)

B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)

1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.

2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji i din nasi” pada abung rea si.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.

155

6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna
menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum
karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.

7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,

kentang, ubi, dan jagung)

C. Uji Biuret (uji protein)

1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna

maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika

warna berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

D. Uji Lemak

1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran

tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.

Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung
lemak.

VI. Hasil Pengamatan

A. Uji Benedict

Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah dipanaskan
dipanaskan Orange
1. Nasi/Putih Benedict/Biru Biru

2. Kedelai/Kecoklatan Benedict/Biru Biru Sedikit orange

3. Putih telur/Putih Benedict/Biru Biru Kuning kecoklatan

4. Pisang/Kuning Benedict/Biru Biru Orange

5. Kemiri/Kecoklatan Benedict/Biru Biru Coklat gelap

156

B. Uji Iodin/Lugol

No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
Iodin/Hitam Biru kehitaman
1. Nasi/Putih Iodin/Hitam Putih kecoklatan
2. Kedelai/Kecoklatan Orange kecoklatan
3. Putih telur/Putih Iodin/Hitam Coklat kehitaman
4. Pisang/Kuning Iodin/Hitam Coklat kehitaman
5. Kemiri/Kecoklatan Iodin/Hitam

C. Uji Biuret

No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna

1. Nasi/Putih Biuret/Biru Sedikit ungu
Setengah ungu
2. Kedelai/Kecoklatan Biuret/Biru Ungu
Tidak berubah
3. Putih telur/Putih Biuret/Biru Ungu

4. Pisang/Kuning Biuret/Biru

5. Kemiri/Kecoklatan Biuret/Biru

D. Uji Lemak

No. Bahan Makanan Warna kertas Perubahan Warna setelah ditetesi
yang diuji/warna koran pada kertas koran

1. Nasi/Putih Abu-abu buram Agak transparan

2. Kedelai/Kecoklatan Abu-abu buram Tidak transparan

3. Putih telur/Putih Abu-abu buram Tidak transparan

4. Pisang/Kuning Abu-abu buram Agak transparan

5. Kemiri/Kecoklatan Abu-abu buram Tidak transparan

157

VII. Pembahasan

Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui
kandungan makanan, antara lain :

• Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada
bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata. Hal itu
terjadi Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di
mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan
di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi
sehingga terjadilah perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi
CU+. Ketika Cu mengalami reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya
dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada benedict, maka
glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan warna merah bata.

• Iodin atau Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung
karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam,
maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan
tersebut banyak kandungan karbohidratnya.

• Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila
bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan
menghasilkan warna ungu/ warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan
protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagai berikut :
kompleks koordinasi antara Cu 2+ dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam
larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.

• Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas
buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada
pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram
setelah itu di panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah
mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung
lemak.

158

VIII. Pertanyaan dan Jawaban

Pertanyaan

1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat
setelah diuji dengan: a) Larutan benedict?
b) Larutan iodin/lugol?

2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein
setelah diuji dengan biuret?

3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang
diuji!

4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

Jawaban

1. a) Pada uji benedict warna yang terjadi adalah warna merah bata, jika kandungan
glukosa atau karbohidrat monosakarida pada makanan semakin banyak maka
warnanya merah batanya akan semakin banyak.
b) Pada uji iodin/lugol warna yang terjadi adalah warna biru kehitaman, jika
kandungan amilum atau karbohidrat polisakarida pada makanan semakin banyak
maka warna birunya akan semakin gelap.

2. Pada uji biuret, jika pada makanan terdapat kandungan protein maka warnanya
akan menjadi ungu

3. Perbandingan kandungan karbohidrat pada 5 bahan yang diuji dengan iodin/lugol
adalah pada warnanya setelah dicampur, makanan yang paling banyak
mengandung karbohidrat adalah nasi dan pisang karena memiliki warna paling
kebiruan dan kehitaman.

4. Perbandingan kandungan lemak pada 5 bahan yang diuji dengan kertas koran
adalah pada ke-transparan-an koran setelah ditetesi larutan, makanan yang
mengandung lemak adalah nasi dan pisang namun hanya sedikit karena kertas
perubahan yang terjadi adalah sedikit transparan.

159

5. Pencernaan Karbohidrat
➢ Pencernaan karbohidrat dimulai dari mulut yang dilengkapi dengan
kelenjar ludah. Kelenjar ludh tersusun atas 99% air, sisanya mengandung
enzim ptyalin dan antimikroba (lysozym). Enzim ptyalin inilah yang
membantu memecah polisakarida untuk pertama kalinya menjadi unsur
yang lebih disakarida (maltosa). Pencernaan karbohidrat berlanjut di usus
duabelas jari, di sini disakarida hasil pemecahan ptyalin akan didegradasi
menjadi monosakarida. Selanjutnya monosakarida-monosakarida ini akan
diserap melalui usus penyerapan dan diedarkan ke seluruh sel di dalam
tubuh. Di dalam sel monosakarida ini akan dimetabolisme untuk
pembentukan energi.

Pencernaan Protein
➢ Protein pertama kali dipecah di lambung dengan bantuan enzim
pepsinogen dan renin. Pepsinogen (inaktive enzym) menjadi aktif dalam
ben u pepsin arena “sen u an” asa la bung (HCL), e eca pr ein
menjadi pepton (oligopeptida). Sedangkan enzim renin akan mengubah
kasein (protein susu) menjadi parakasein yang selanjutnya akan diubah
oleh pepsin menjadi pepton. Pepton memasuki duodenum (usus 12 jari)
untuk dipecah menjadi asam amino dengan bantuan enzim yang dihasilkan
oleh pankreas.Duodenum menghasilkan hormon sekretin yang akan
merangsang pankreas, dan menghasilkan enterokinase. Enzim-enzim yang
dilepaskan pankreas ini masih dalam bentuk inaktif, dengan bantuan
enterokinase enzim-enzim ini menjadi aktif. Tripsinogen akan menjadi
tripsin, dan kemotripsinogen menjadi kemotripsin. Tripsin dan
kemotripsin akan memecah pepton (oligosakarida) menjadi asam amino.
Enzim-enzim proteinase lainya dari usus halus (dipeptidase,
karboksipeptidase, aminopeptidase) juga membantu pemecahan protein
menjadi asam amino. Asam amino ini akan diserap melalui ileum dan
diedarkan ke seluruh sel. Di dalam sel, asam amino-asam amino ini akan
dirangkai ulang melalui proses sintesis protein untuk membentuk protein
sesuai kebutuhan tubuh.

160

Pencernaan Lemak
➢ Pencernaan lemak dibantu oleh enzim lipase yang berasal dari pankreas di
usus halus. Ketika kim memasuki duodenum (usus 12 jari), dinding-
dinding duodenum akan menghasilkan kolesistokinin, hormon ini
merangsang hati untuk melepaskan garam empedu. Garam empedu
memudahkan pemecahan lemak oleh lipase. Butiran-butiran lemak tak
larut dalam air, sedangkan enzim lipase dapat larut dengan air oleh
karenanya hanya dapat menyentuh bagian permukaannya
saja.Pengemulsian lemak oleh garam empedu mengubah ukuran butiran
lemak menjadi lebih kecil. Sehingga butiran-butiran kecil lemak (TAG)
yang teremulsi dengan garam empedu dapat dipecah menjadi asam lemak
dan gliserol oleh enzim lipase. Kemudian asam lemak dan glyserol ini
akan diserap melalui pembuluh limfe di ileum.

IX. Kesimpulan

Dari penelitian dan pertanyaan-pertanyaan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
• -Reagen benedict digunakan untuk mengetahui kandungan glukosa atau
karbohidrat monosakarida pada makanan.
-Reagen iolin/lugol digunakan untuk mengetahui kandungan amilum atau
karbohidrat polisakarida pada makanan.
-Reagen biuret digunakan untuk mengetahui kandungan protein pada makanan.
-Kertas koran digunakan untuk mengetahui kandungan lemak pada makanan.
• -Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen benedict dan warnanya menjadi
merah bata maka makanan tersebut mengandung glukosa.
-Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen iolin/lugol dan warnanya menjadi
biru kehitaman maka makanan tersebut mengandung amilum.
-Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen biuret dan warnanya menjadi ungu
maka makanan tersebut mengandung protein.
-Bahan makanan yang dioleskan pada kertas koran dan kertasnya menjadi
transparan maka makanan tersebut mengandung lemak.

161

• -Makanan yang mengandung glukosa adalah pisang, nasi, dan kedelai. Pada
pisang dan nasi terjadi perubahan warna merah bata yang jelas, sedangkan kedelai
agak samar samar.
-Makanan yang mengandung amilum adalah nasi dan pisang karena perubahan
warna yang terjadi adalah biru kehitaman atau semakin gelap.
-Makanan yang mengandung protein adalah putih telur dan kemiri karena
perubuhan warna yang terjadi adalah warna ungu.
-Makanan yang mengandung lemak adalah nasi dan pisang karena kertas koran
yang digunakan menjadi sedikit transparan, yang berarti kandungan lemaknya
hanya sedikit.

X. Daftar Pustaka

• Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
• Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-

126)
• https://www.academia.edu/31352541/Laporan_Praktikum_Uji_Makanan_Karbohi

drat_Protein_Lemak_dan_Glukosa
• https://www.smpn6bandarlampung.sch.id/2016/03/penjelasan-proses-pencernaan-

karbohidrat-protein-dan-lemak-dalam-tubuh-manusia-secara-detail/
• http://woyojoz.blogspot.com/2011/01/laporan-praktikum-biologi-uji-

makanan_27.html
• https://www.academia.edu/14955252/BAB_2_Isi
• https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak/

162

XI. Lampiran

Gambar Reagen Benedict Gambar Reagen Iolin/Lugol

Gambar Reagen Biuret Gambar Kertas Koran

163

BAB VII
SISTEM PERNAPASAN

Jurnal Biologi 1
Bab 7

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Jumat, 29 Januari 2021

5. Pembicaraan :
Jumat, 29 Januari 2021, adalah hari pertama pembelajaran biologi di BAB 7 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4 dan juga merupakan jam pelajaran terakhir pada hari Jumat.

Pada pertemuan kali ini, kami memulai pembelajaran pada BAB 7 yaitu tentang sistem
pernapasan. Setelah selesai mengabsen dan memberitahu jumlah siswa yang belum masuk, Bu
Puspa mengirimkan powerpoint tentang materi sistem pernapasan di grup WA kelas. Lalu, Bu
Puspa meminta satu orang siswa untuk mempresentasikan powerpoint tersebut, siswa yang
mempresentasikan adalah Juan dari kelas XI IPA 4. Bu Puspa memulai dengan memberikan
pertanyaan yaitu pengertian dari pernapasan, lalu dijawab oleh Candyle IPA 4 dan Albert IPA 5.
Setelah itu, Bu Puspa mulai membahas tentang 9 fungsi sistem pernapasan. Bu Puspa menawarkan
salah satu siswa untuk mengurutkan urutan sistem pernapasan dari terluar sampai terdalam, siswa
yang mengurutkan yaitu Nadia dan Madinah dari IPA 5. Setelah itu Bu Puspa meminta ketua kelas
XI IPA 4 yaitu Juan untuk menjelaskan tentang hidung. Lalu, Bu Puspa juga meminta ketua kelas
XI IPA 5 yaitu Sakhi untuk menjelaskan fungsi dari hidung, lalu dilanjutkan oleh Boeih IPA 5.
Setelah itu, Bu Puspa memberikan kesimpulan pembelajaran hari ini, Bu Puspa juga memberitahu
bahwa mulai sekarang setiap selesai pertemuan Bu Puspa akan memberikan refleksi. Setelah itu
pembelajaran pun ditutup.

6. Kesan dan Pesan :
Pembelajaran pada hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disampaikan
sudah jelas dan juga bisa dipahami. Saya berharap agar pada BAB 7 ini semua murid memahami
materi dengan baik dan juga mendapatkan nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

164

Bukti Screenshot :
165

Jurnal Biologi 2
Bab 7

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Rabu, 3 Februari 2021

1. Pembicaraan :
Rabu, 3 Februari 2021, adalah hari kedua pembelajaran biologi di BAB 7 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.

Saat ingin memulai pembelajaran, Bu Puspa mengalami gangguan pada jaringan. Setelah
jaringan Bu Puspa sudah baik, pembelajaran pun dimulai. Setelah Bu Puspa selesai mengabsen,
Bu Puspa membahas tentang pengerjaan jurnal dan tugas. Pembelajaran dimulai dengan Bu Puspa
meminta 1 siswa untuk menjelaskan tentang laring, siswa tersebut adalah Deswita IPA 5. Setelah
Deswita selesai menjelaskan, Bu Puspa menjelaskan kembali tentang laring secara lebih rinci.
Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan tentang organ pernapasan selanjutnya, yaitu trakea, bronkus,
bronkiolus, alveolus, dan paru-paru. Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan tentang 5 hal yang terjadi
saat kita melakukan pernapasan. Bu Puspa meminta Adastra IPA 4 dan Andi IPA 5 untuk
menjelaskan apa yang terjadi saat inspirasi. Raina IPA 4 juga menjelelaskan tentang hal yang
terjadi saat ekspirasi. Lalu Bu Puspa membahas tentang frekuensi pernapasan, yang dijelaskan oleh
Candyle IPA 4. Setelah itu Bu Puspa membahas tentang 7 faktor yang mempengaruhi frekuensi
pernapasan, 7 faktor ini disebutkan oleh Engeline IPA 4 dan dijelaskan kembali oleh Bu Puspa.
Setelah itu, pembelajaran pun ditutup

2. Kesan dan Pesan :
Pertemuan hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disamapikan mudah
dipahami. Bu Puspa juga memberikan penjelasan yang rinci tentang pembahasan hari ini. Saya
berharap agar pada BAB 7 ini semua murid memahami materi dengan baik dan juga mendapatkan
nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

166

Bukti Screenshot :
167

Jurnal Biologi 3
Bab 7

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Jumat, 5 Februari 2021

1. Pembicaraan :
Jumat, 5 Februari 2021, adalah hari ketiga pembelajaran biologi di BAB 7 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4 dan merupakan jam terakhir.

Setelah memasuki meet, Bu Puspa memulai pertemuan dengan menjelaskan tentang
transpor dan juga pertukaran gas pada pernapasan. Bu Puspa meminta 1 siswa untuk menjelaskan
cara beredarnya oksigen dari alveolus keseluruh organ tubuh, siswa yang menjelaskan adalah
Jason dari IPA 4, saat Jason ingin menjelaskan, Bu Puspa mengalami gangguan jaringan sehingga
terkeluar dari meet. Tak lama kemudian, Bu Puspa mengirim link meet baru, lalu Jason kembali
melanjutkan penjelasannya. Setelah Jason selesai menjelaskan, Bu Puspa melengkapi penjelasan
tersebut, setelah itu Bu Puspa terkeluar dari meet karena masalah pada jaringan. Tak lama
kemudian, Bu Puspa masuk lagi dan pembelajarn dilanjutkan. Bu Puspa membahas tentang 10
volume dan kapasitas paru-paru, Bu Puspa meminta 10 orang untuk menjelaskan tentang 10 hal
tersebut. Siswa yang menjelaskan 10 volume dan kapasitas tersebut yaitu Aaliyah IPA 4 tentang
volume tidal, Candyle IPA 4 tentang volume cadangan inspirasi, Ghina IPA 5 tentang volume
cadangan ekspirasi, Dwi IPA 4 tentang volume residu, Rania IPA 4 tentang kapasitas residu
fungsional, Afif IPA 4 tentang kapasitas inspirasi, Engeline IPA 4 tentang kapasitas vital, Elvina
IPA 4 tentang kapasitas total paru paru, Madinah IPA 5 tentang volume respirasi per menit, dan
Thezar IPA 5 tentang volume ekspirasi kuat dalam satu detik. Setelah itu Bu Puspa membahas
tentang bahayanya rokok bagi perokok aktif maupun pasif, Bu Puspa jugam membahas beberapa
contoh gangguan dan teknologi pada sistem pernapasan, tak lama pun pembelajaran ditutup karena
waktu sudah habis.

2. Kesan dan Pesan :
Pembelajaran pada berlangsung dengan baik walau terjadi sedikit masalah jaringan yang
menyebabkan Bu Puspa terkeluar berapa kali. Namun, pada pembelajaran ini materi-materi yang

168

dijelaskan dapat dipahami dengan jelas. Saya berharap pada BAB 7 ini agar para siswa
mendapatkan nilai yang lebih meningkat dari nilai kemarin.
Bukti Screenshot :

169

Jurnal Biologi 4
Bab 7

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Rabu, 10 Februari 2021

1. Pembicaraan :
Rabu, 10 Februari 2021, adalah hari keempat pembelajaran biologi di BAB 7 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.

Setelah memasuki meet, Bu Puspa memulai pertemuan dengan mengabsen, dan yang
berada di meet berjumlah 65, 1 siswa izin dan 2 siswa tidak ada. Sebelum pembelajaran dimulai,
Bu Puspa meminta para siswa untuk mengucapkap selamat ulang tahun kepada kepala sekolah
SMA Negeri 1, yaitu Pak Eddy. Bu Puspa memberitahukan kata-kata yang akan disampaikan, Bu
Puspa meminta Afif IPA 5 untuk merekam. Perekaman diulang beberapa kali dikarenakan terdapat
sedikit kesalahan. Setelah rekaman sudah selesai, Bu Puspa membahas tentang tugas yang baru
dikasih di Google Classroom. Bu Puspa berkata bahwa yang apply tugas sudah banyak, Bu Puspa
berkata bahwa Bu Puspa bangga kepada IPA 4 dan IPA 5. Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan tugas
yang diberikan tersebut, Bu Puspa juga menyampaikan bahwa pada hari senin akan diadakan
ulangan BAB 7 dengan CBT sebanyak 25 soal. Setelah itu, Bu Puspa membuka sesi tanya jawab.
Siswa yang bertanya yaitu Je Ivan IPA 5, Aaliyah IPA 4, Shofa IPA 4, Ghina IPA 5, Dwi IPA 4,
dan Juan IPA 4. Setelah itu Bu Puspa menawarkan salah satu murid yang sudah membuat video
ntuk menampilkan videonya, Bu Puspa berkata bahwa yang sudah mengerjakan akan mendapatkan
nilai tambahan, namun tidak ada siswa yang menampilkan videonya. Lalu, Bu Puspa kembali
mengabsen siswa-siswa yang belum hadir dan kemudian pertemuan pun ditutup

2. Kesan dan Pesan :
Pembelajaran pada berlangsung dengan baik dan lancar. Tugas yang diberikan Bu Puspa
pun sudah dijelaskan dengan rinci dan dapat dipahami. Saya berharap pada BAB 7 ini agar para
siswa mendapatkan nilai ulangan dan tugas yang baik, begitupun pada BAB selanjutnya

170

Bukti Screenshot :
171

BIOLOGI KELAS XI

Portofolio Bab 7

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Guru : Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

172

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Pengaruh Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan terhadap
Kesehatan Sistem Pernapasan

Oleh : Muhammad Zinedine Ismail / XI IPA 5

Mengetahui, Balikpapan, 10 Februari 2021,
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan, Siswa yang Bersangkutan,

Puspani, M.Pd Muhammad Zinedine Ismail
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19723

173

1. Judul

Pengaruh Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan terhadap Kesehatan
Sistem Pernapasan

2. Tujuan

a. Untuk memahami pencemaran udara yang disebabkan kebakaran hutan serta

pengaruhnya terhadap sistem pernapasan manusia.

b. Untuk mengetahui faktor dan akibat dari pencemaran udara yang disebabkan oleh

kebakaran hutan.

c. Untuk mengetahui cara dalam menindaklanjuti pencemaran udara yang

disebabkan oleh kebakaran hutan.

3. Hasil Analisis

A. Peristiwa Pencemaran

Pencemaran udara adalah peristiwa tercampurnya unsur-unsur berbahaya
ke dalam lapisan udara yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara
pada lingkungan.

Salah satu penyebab pencemaran udara yaitu kebakaran hutan. Asap yang
berasal dari kebakaran hutan merupakan campuran gas, partikel, uap air, dan
bahan organik, serta mineral akibat pembakaran yang tidak sempurna. Asap ini
mengandung zat-zat yang menyebabkan kualitas udara menurun dan berdampak
buruk pada kesehatan.

Kebakaran hutan di Indonesia terjadi setiap tahun khususnya pada musim
kemarau. Di tahun 2020, kebakaran hutan mencapai seluas 296.942 Hektare.
Kebakaran terluas pada tahun 2020 terdapat pada provinsi Nusa Tenggara Timur,
yaitu seluas 114.719 Hektare.

174

B. Penyebab Pencemaran

Pencemaran udara akibat kebakaran hutan ini disebabkan oleh dua hal,
yaitu faktor alami dan ulah manusia. Beberapa faktor alami yaitu seperti sambaran
petir, letusan vulkanik, dan juga gesekan daun kering pada musim kemarau.

Penyebab kebakaran hutan yang kedua yaitu karena ulah manusia sendiri,
seperti membuang puntung rokok di hutan, pemburuan menggunakan senapan
api, penebangan dengan mesin yang berisiko memercikkan api, dan illegal
logging atau pembakaran liar.

C. Akibat Pencemaran

Saat terbakar, hutan mengeluarkan asap yang akan mencemari udara, asap
ini memiliki dampak buruk bagi kesehatan, yaitu:

1. Menyebabkan gangguan pada kesehatan, terutama pada sistem
pernapasan. Contohnya seperti infeksi saluran pernapasan akut,
memperburuk asma, bronkitis, dan juga menurunkan fungsi paru-paru

2. Menurunkan daya tahan tubuh, terutama mereka yang berusia lanjut dan
anak-anak (juga mereka yang punya penyakit kronik) dengan daya tahan
tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.

D. Refleksi

Dari data-data tersebut, kita dapat mengetahui penyebab dari kebakaran
hutan. Kita juga bisa menyimpulkan bahwa kebakaran hutan dapat mengakibatkan
udara tercemar yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama bagi sistem
pernapasan. Tak hanya manusia, pencemaran udara ini juga memberikan dampak
yang buruk bagi makhluk hidup lainnya.

E. Tindak Lanjut

Dalam menindaklanjuti dan mencegah pencemaran udara oleh kebakaran
hutan, kita dapat melakukan banyak hal seperti:

175

1. Tidak sembarangan membakar pohon.
2. Tidak membawa barang yang dapat memicu api saat di hutan.
3. Menjaga kelestarian hutan.
4. Meningkatkan kesadaran kita serta orang orang disekitar kita terhadap

bahaya kebakaran hutan.

4. Daftar Pustaka

• Wicha Mashita. 2020. Ini loh 10 Penyebab Pencemaran Udara dan Contoh
Gambarnya. https://www.diadona.id/d-stories/ini-loh-10-penyebab-pencemaran-
udara-dan-contoh-gambarnya-200529c.html, diakses tanggal 10 Februari 2021.

• Hana Syabila Fazri. 2020. 10 Cara Mengatasi Polusi Udara, Mulai dari Diri &
Lingkungan. https://www.tokopedia.com/blog/cara-mengatasi-polusi-udara-hlv/,
diakses tanggal 10 Februari 2021.

• Stella Maris. 2020. Ini Langkah-Langkah Atasi Dampak Asap Kebakaran Hutan.
https://www.liputan6.com/health/read/4072406/ini-langkah-langkah-atasi-
dampak-asap-kebakaran-hutan, diakses 10 Februari 2021.

• Data Sipongi. 2021. Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) Per
Provinsi Di Indonesia Tahun 2015-2020.
http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_kebakaran, diakses 10 Februari 2021.

• Laudia Tysara. 2020. 11 Penyebab Kebakaran Hutan, Ketahui Dampaknya bagi
Lingkungan. https://hot.liputan6.com/read/4410645/11-penyebab-kebakaran-
hutan-ketahui-dampaknya-bagi-lingkungan, diakses 10 Februari 2021.

• Gita Laras Widyaningrum. 2019. Iritasi Hingga Potensi Kanker, Dampak
Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan.
https://nationalgeographic.grid.id/read/131872192/iritasi-hingga-potensi-kanker-
dampak-kebakaran-hutan-bagi-kesehatan, diakses 10 Februari 2021.

• Novi Fuji Astuti. 2020. 7 Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan Manusia,
Perlu Diwaspadai. https://www.merdeka.com/jabar/7-dampak-kebakaran-hutan-
bagi-kesehatan-manusia-perlu-diwaspadai-kln.html, diakses 10 Februari 2021.

176

BAB VIII
SISTEM EKSKRESI

Jurnal Biologi 1
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Jumat, 19 Februari 2021

1. Pembicaraan :
Jumat, 19 Februari 2021, adalah hari pertama pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4 dan juga merupakan jam pelajaran terakhir pada hari Jumat.
Pada pertemuan kali ini, kami memulai pembelajaran pada BAB 8 yaitu tentang organ
istem eksresi. Setelah selesai mengabsen dan memberitahu jumlah siswa yang belum masuk, Bu
Puspa mulai membahas beberapa pengetahuan tenang sistem eksresi serta 4 organ eksresi yaitu
ginjal, paru paru, hati dan kulit. Setelah selesai menjelaskan, Bu Puspa memberikan tugas untuk
melakukan analasis pada organ eksresi sesuai absen masing-masing siswa. Analisis ini membahas
salah satu organ eksresi ginjal, hati, atau kulit dan bersisi struktur, fungsi, proses dan penjelasan-
penjelasan organ tersebut. Setelah itu pembelajaran pun ditutup.
2. Kesan dan Pesan :
Pembelajaran pada hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disampaikan
sudah jelas dan juga bisa dipahami. Saya berharap agar pada BAB 8 ini semua murid memahami
materi dengan baik dan juga mendapatkan nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

177

Bukti Screenshot :
178

Jurnal Biologi 2
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Jumat, 26 Februari 2021

1. Pembicaraan :
Jumat, 26 Februari 2021, adalah hari kedua pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.
Saat pembelajaran dimulai, Bu Puspa meminta salah satu murid yang memiliki absen
bagian kulit untuk menjelaskan organ kulit dari analisis yang sudah dilakukan. Murid yang
menawarkan diir adalah Candyle IPA 4 dan yang dibahas adalah definisi, fungsi, dan struktur
Setelah itu Deswita IPA 5 menyebutkan dan menjelaskan beberapa gangguan pada kulit serta
teknologi-teknologi yang dapat dilakukan pada kulit. Engeline IPA 4, Nadia IPA 5, Shofa IPA 4,
Afif IPA 4, Aldian IPA 5 juga melengkapi beberapa hal yang belum dibahas tentang sistem eksresi
kulit. Setelah itu pembelajaran pun ditutup.
2. Kesan dan Pesan :
Pertemuan hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disamapikan mudah
dipahami. Bu Puspa juga memberikan penjelasan yang rinci tentang pembahasan hari ini. Saya
berharap agar pada BAB 8 ini semua murid memahami materi dengan baik dan juga mendapatkan
nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

179

Bukti Screenshot :
180

Jurnal Biologi 3
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Rabu, 3 Maret 2021

1. Pembicaraan :
Rabu, 3 Maret 2021, adalah hari ketiga pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu Puspa.
Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA 4 dan
merupakan jam terakhir.
Setelah memasuki meet, Bu Puspa segera menawarkan murid-murid yang memilki absen
bagian ginjal untuk menjelaskan anlisis mereka. Aaliyah IPA 4 membahas tentang definisi dan
fungsi pada ginjal. Dilanjutkan oleh Thezar IPA 5 yang bertanya tentang pengeluaran racun pada
ginjal dan dijawab oleh Dwi IPA 4. Dwi juga membahas tentang struktur pada ginjal. Albert dan
Alya IPA 5 menjelaskan tentang bagian-bagian pada gambar ginjal. Setelah itu, Oasis IPA 4,
Alfonsus IPA 4, Boeih IPA 5, Aurel IPA 4, dan Dicky IPA 5 membahas tentang proses eksresi
yang terjadi di ginjal. Tak lama, pembelajaran pun ditutup.
2. Kesan dan Pesan :
Pertemuan hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disamapikan mudah
dipahami. Bu Puspa juga memberikan penjelasan yang rinci tentang pembahasan hari ini. Saya
berharap agar pada BAB 8 ini semua murid memahami materi dengan baik dan juga mendapatkan
nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

181

Bukti Screenshot :
182

Jurnal Biologi 4
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Jumat, 5 Maret 2021

1. Pembicaraan :
Jumat, 5 Maret 2021 adalah hari keempat pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.
Setelah memasuki meet, Bu Puspa langsung menawarkan para murid yang memilki absen
bagian ginjal untuk melanjutkan pembahasan tentang ginjal, yaitu tentang faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi pembentukan urine. Thezar IPA 5 menawarkan diri untuk menjelaskan faktor-
faktor tersebut. Disini, Thezar menyampaikan bahwa terdapat faktor eksternal dan faktor internal
yang dapat mempengaruhi pembentukan urine. Selanjutnya, Faisal IPA 4, Gita IPA 4, Farren IPA
5, Je Ivan IPA 5, Marcel IPA 4 membahas tentang hormon ADH dan hormon insulin. Rafli dan
Nanda IPA 5 memberi penjelasan untuk melengkapi tentang sistem renin angiotensin aldosteron.
Raina IPA 5 memberikan sedikit penjelasan tentang faktor eksternal dan yang terakhir adalah
Raisya IPA 4 yang menjelaskan tentang sifat fisik dari urine. Setelah itu pembelajran pun ditutup.
2. Kesan dan Pesan :
Pertemuan hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disamapikan mudah
dipahami. Bu Puspa juga memberikan penjelasan yang rinci tentang pembahasan hari ini. Saya
berharap agar pada BAB 8 ini semua murid memahami materi dengan baik dan juga mendapatkan
nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

183

Bukti Screenshot :
184

Jurnal Biologi 5
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Rabu, 10 Maret 2021

1. Pembicaraan :
Rabu, 10 Maret 2021, adalah hari kelima pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.
Saat pembelajaran dimulai, Bu Puspa langsung menawarkan salah satu murid yang
memiliki absen bagian hati unttuk membahas analisis mereka. Murid pertama yang menawarkan
diri adalah Elvina dari kelas IPA 4. Ia membahas tentang definisi serta fungsi-fungsi pada hati.
Dilanjutkan dengan Rania IPA 4 yang menambahkan beberapa penjealasan tentang fungsi hati.
Setelah itu, Alya IPA 4 mnawarkan diri untuk membahas tentang proses eksresi pada hati.
Kemudian, Oriza IPA 4 membahas tentang gangguan atau kelainan pada hati. Setelah itu, Bu Puspa
menyampaikan bahwa jadwal ulangan akan dikirimkan di grup WA kelas. Kemudian waktu
Biologi pun habis dan pembealajan ditutup.
2. Kesan dan Pesan :
Pem Pertemuan hari ini berlangsung dengan lancar dan juga materi yang disamapikan
mudah dipahami. Bu Puspa juga memberikan penjelasan yang rinci tentang pembahasan hari ini.
Saya berharap agar pada BAB 8 ini semua murid memahami materi dengan baik dan juga
mendapatkan nilai yang lebih meningkat dari nilai-nilai kemarin.

185

Bukti Screenshot :
186

Jurnal Biologi 6
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Jumat, 12 Maret 2021

1. Pembicaraan :
Jumat, 12 Maret 2021, adalah hari keenam pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.
Pada hari ini, pembelajran tidak dilakukan seperti biasa menggunakan google meet, namun
menggunakan grup WA kelas saja karena Bu Puspa sedang melakukan rapat guru. Di grup WA,
Ibu Puspa memberikan tugas yaitu membuat analisis terhadap organ sistem eksresi ginjal, hati, dan
kulit. Analisis ini dibuat berdasarkan pembahasan yang sudah dilakukan kemarin dan juga sesuai
dengan pemahaman murid itu sendiri. Bu Puspa juga menyampaikan bahwa ia tidak bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan pribadi dari para murid karna yang bertanya jumlahnya ratusan. Setelah itu
para murid pun mengerjakan tugas ini dan deadlinenya adalah jam 4 sore.
2. Kesan dan Pesan :
Pembelajaran pada hari ini berlangsung dengan baik dan lancar walaupun hanya
menggunakan WA. Tugas yang diberikan Bu Puspa pun dapat dipahami. Saya berharap pada
BAB 8 ini agar para siswa mendapatkan nilai ulangan dan tugas yang baik, begitupun pada BAB
selanjutnya

187

Jurnal Biologi 7
Bab 8

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Tanggal : Rabu, 17 Maret 2021

1. Pembicaraan :
Rabu, 17 Maret 2021, adalah hari ketujuh pembelajaran biologi di BAB 8 bersama Bu
Puspa. Jam biologi ini berlangsung dari jam pelajaran 5 sampai ke 6 bersama dengan kelas XI IPA
4.

Pada hari ini, pertemuan kembali dilakukan dengan menggunakan Google Meet. Bu Puspa
menyampaikan bahwa ulangan harian biologi bab 8 akan dilakukan pada hari senin. Setelah itu Bu
Puspa langsung menawarkan murid IPA 4 dan IPA 5 yang belum menyampaikan pembahasan
tentang organ sistem eksresi untuk menyampaikan materi mereka dengan singkat, dan jelas. Murid
pertama adalah Yuniar IPA 5 yang membahas tentang jenis-jenis kulit. Dilanjutkan dengan Alya
IPA 4 yang membahas tentang proses keratinisasi pada kulit. Setelah itu, Fani IPA 4 menjealskan
tentang struktur hati. Ashaz IPA 5 menjelaskan tentang struktur pada kulit. Kemudian Madinah
IPA 5 membahas tentang pertolongan pertama apabila terjadi luka bakar pada kulit. Jason IPA 4
membahas tentang cara mendiagnosis penyakit pada hati dan juga cara mencegahnya. Gabriel IPA
4 membahas tentang penyakit-penyakit pada kulit salah satunya jerawat. Ghina IPA 5 menjelaskan
tentang faktor yang dapat merusak hati. Khansa IPA 5 membahas tentang cara pengobatan pada
gangguan-gangguan hati. Zinedine IPA 5 atau saya sendiri membahas tentang salah satu struktur
hati yaitu ligamen-ligamen yang terdapat pada hati. Dilanjutkan dengan Ivan IPA 5yang
membahas tentang salah satu gangguan kulit yaitu kapalan. Rafi IPA 5 membahas tentang proses
keluarnya keringat. Modsetine IPA 4 membahas tentang struktur pada hati. Rizky IPA 4 membahas
tentang penyebab tangan berkerut saat terkena air. Naura IPA 5 menjelaskan tentang salah satu
penyakit hati yaitu sirosis hati. Juan IPA 4 menjelaskan tentang enzim hati. Murid terakhir yaitu
Samual IPA 4 yang membahas tentang gejala-gejala pada gangguan fungsi pada hati. Setelah
selesai melakukan pembahasan, Bu Puspa memberikan beberapa nasihat untuk selalu menjaga
kesehatan. Setelah itu pembelaran pun ditutup.

188

2. Kesan dan Pesan :
Pembelajaran pada berlangsung dengan baik dan lancar. Materi yang didapat dari
pertemuan hari ini pun sangat banyak dan beragam. Penjelasan yang diberikan juga sudah cukup
jelas dan dapat dipahami. Saya berharap pada BAB 8 ini agar para siswa mendapatkan nilai
ulangan yang baik pada hari senin nanti, begitupun pada BAB-BAB selanjutnya.
Bukti Screenshot :

189

BIOLOGI KELAS XI

Ginjal, Hati dan Kulit sebagai
Organ Ekskresi Manusia

Nama : Muhammad Zinedine Ismail
Kelas : XI IPA 5
Guru : Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

190

Ginjal

A. Pengertian Ginjal

Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia. Zat yang dieksresikan
ginjal adalah urin. Fungsi dari ginjal yaitu, mempertahankan dan menjaga
keseimbangan cairan tubuh (air, elektrolit, dan pH), serta mengatur dan menyaring atau
membersihkan darah. Pada manusia terdapat sepasang ginjal. Ginjal memiliki tiga
bagian yaitu, korteks (bagian luar), medulla (sumsum ginjal), dan pelvis renalis (rongga
ginjal).

Pada bagian korteks ginjal banyak mengandung nefron. Nefron merupakan
struktur terkecil pada ginjal yang berfungsi sebagai alat penyaring. Struktur dari nefron
adalah:

1. Glomerulus, terdiri dari kumpulan kapiler darah.Kapsula Bowman,
terdiri dari selaput sel pipih dan menyerupai piala.

2. Kapsula bowman membungkus glomerulus dan membentuk badan
Malpighi.

3. Tubulus/saluran nefron, meliputi tubulus proksimal, lengkung Henle,
tubulus distal, dan tubulus kolekta (tubulus pengumpul).

* Struktur Ginjal Pada Manusia

191

B. Proses Pembentukan Urin pada Ginjal

Proses pembentukan urin terjadi di tiap-tiap nefron melalui tiga proses, yaitu:
• Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus. Dalam proses ini, darah dalam
glomerulus akan melewati pori glomerulus. Molekul kecil seperti air,
garam, gula, dan urea akan berhasil lolos. Hasil penyaringan (filtrat),
ditampung dalam kapsul Bowman yang disebut filtrat glomerulus atau
urin primer. Pada proses filtrasi, kandungan zat seperti natrium,
glukosa, asam amino, kalium, dan garam-garam lainnya masih dapat
ditemukan.

• Reabsorpsi (Penyerapan kembali)
Awal reabsorpsi terjadi pada tubulus kontortus proksimal. Dalam proses
ini, dilakukan penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna pada filtrat
seperti, asam amino, glukosa, vitamin, dan ion Na+, Cl-, HCO3-, dan K+.
Sebagian ion-ion ini diabsorpsi kembali melalui transpor aktif maupun
difusi. Reabsorpsi terus terjadi sepanjang lengkung Henle hingga tubulus
kontortus distal. Hasil dari reabsorpsi berupa urine sekunder. Pada urin
sekunder sudah tidak ditemukan zat-zat yang masih diperlukan tubuh.

• Augmentasi (Pengumpulan)
Augmenstasi terjadi pada tubulus kontortus distal. Saat augmentasi, terjadi
penambahan atau penyekresian zat yang tidak diperlukan. Zat-zat yang
disekresikan, antara lain H+, NH4+, K+, asam urat, cathecolamin, asetil
kolin, serotonin, dan obat-obatan seperti penicillin. Hasil dari augmentasi
berupa urin sesungguhnya. Urin dikumpulkan melalui pembuluh
pengumpul (ductus kolektivus) ke pelvis ginjal kemudian dialirkan ke
vesika urinaria, melalui saluran ureter menuju uretra.

192

Hati (Hepar)

A. Pengertian Hati (Hepar)

Hati merupakan salah satu organ vital pada manusia yang berperan dalam
sistem eksresi. Letak hati berada di kanan atas rongga perut, tepatnya di atas lambung
dan di bawah diafragma. Hati berfungsi sebagai alat ekskresi karena membantu fungsi
ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun (detoksifikasi) dan
menghasilkan amonia, urea, serta asam urat yang akan diekresikan ke dalam urine.

* Gambar kiri adalah tampak depan hati dan gambar kanan adalah tampak belakang hati.

B. Struktur Hati (Hepar)

Hati manusia memiliki berat sekitar 1,5 - 2,0 kg, terdiri atas dua lobus besar
yang dibatasi oleh jaringan ikat ligamen falsiformis, yaitu lobus kanan dan kiri. Lobus
kanan terbagi lagi menjadi tiga lobus yang lebih kecil. Hati dibungkus oleh jaringan
ikat padat kapsula hepatika. Setiap lobus terdiri atas sejumlah lobulus (unit hepar yang
berbentuk poligonal (limas segi lima atau segi enam) yang dipisahkan oleh
percabangan dari kapsula hepatika, yang disebut kapsula glison. Di hati juga terdapat
kantung empedu yang berfungsi untuk menyimpan empedu.

193

Studi tentang anatomi mikroskopik menunjukkan dua tipe sel hati yaitu sel
parenkimal dan sel non-parenkimal. Sekitar 80% dari volume hati tersusun dari sel-sel
parenkimal (hepatosit). Sel non-parenkimal mengisi 40% dari total jumlah sel hati
namun hanya menempati 6,5% volume hati. Sisanya merupakan sel-sel lain seperti sel
intrahepatik (sel oval), hepatosit duktular, dan sel-sel imun (sel-sel kekebalan tubuh).

Sel parenkimal atau hepatosit pada hati tersusun tidak beraturan dan bercabang-
cabang. Di antara sel-sel hepatosit tersebut terdapat ruang endothelial-lined yang
disebut sinusoid yang diteruskan ke aliran darah. Sinusoid tersebut terdiri dari sel
fagosit dan sel kupffer yang berfungsi untuk merombak sel darah merah dan
menghasilkan empedu. Sinusoid tersebut terhubung langsung dengan vena pusat.

C. Fungsi Hati (Hepar) dalam Sistem Ekskresi

Hati termasuk ke dalam sistem ekskresi pada manusia karena hati
mengekskresikan getah empedu dan urea. Berikut adalah beberapa fungsi hati yang
berkaitan dengan sistem ekskresi pada manusia yaitu:

• Menghasilkan getah empedu. Getah empedu adalah getah hasil
perombakan sel darah merah. Getah ini terdiri dari dua komponen yaitu
garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu ini memiliki
manfaat dalam sistem pencernaan pada manusia yaitu untuk mengemulsi
lemak. Kemudian getah empedu ini keluar bersama dengan urine dan feses.
Zat warna empedu inilah yang membuat feses dan urine kekuningan.

• Menghasilkan urea dan amonia. Urea dan amonia adalah salah satu hasil
perombakan protein yang harus dibuang dari tubuh karena beracun. Urea
ini akan diserap ke dalam darah, disaring oleh ginjal, lalu keluar dari tubuh
bersama urine. Sedangkan amonia akan diikat oleh ornitin kemudian
dibawa keluar bersama urin atau dimasukkan ke dalam empedu. Amonia
inilah yang akan membuat urin berbau menyengat.

• Merombak sel–sel darah merah yang sudah tua. Hasil perombakan sel
darah merah ini disebut globin, zat besi, dan heme. Untuk zat besi dan
globin sendiri akan diproses ulang untuk menghasilkan hemoglobin yang

194

baru, yang dapat digunakan oleh tubuh kembali. Sedangkan untuk heme
itu sendiri, akan diubah menjadi bilirubin dan biliverdin yang nantinya
akan dioksidasi di usus menjadi urobilin yang berguna sebagai zat warna
urin dan feses.
• Mensintesis beberapa zat. Selain sebagai tempat untuk menghasilkan
empedu, hati juga berfungsi dalam sintesis zat. Hal ini dikarenakan hati
mengeluarkan beberapa enzim yang salah satunya adalah enzim arginase.
Enzim ini berfungsi untuk mengubah arginin menjadi urea dan ornifi yang
dapat meningkatkan NH3 dan CO2.

D. Proses Hati (Hepar) dalam Sistem Eksresi

• Proses Pembentukan Getah Empedu
Getah empedu merupakan hasil dari perombakan hemoglobin sel darah

merah (eritrosit) yang telah tua. Proses pembentukan getah empedu terjadi di
dalam sinusoid yang banyak terdapat di dalam hati. Pertama-tama, hemoglobin
dirombak menjadi hemin (kristal), zat besi (Fe), dan globin. Zat besi dan globin
disimpan di dalam hati, kemudian dikirim ke sumsum tulang merah untuk
membentuk antibodi atau hemoglobin baru. Sedangkan hemin dirombak
menjadi bilirubin dan biliverdin. Kedua zat tersebut kemudian menjadi zat
warna empedu yang berwarna hijau biru.
• Proses Pembentukan Urea dan Amonia

Urea terbentuk ketika sel tubuh kelebihan asam amino sehingga
mengalami deaminasi. Dalam proses deaminasi, gugus amin (-NH)
dipindahkan dari asam amino. Proses ini menghasilkan amonia yang beracun.

Di mitokondria terjadi reaksi pembentukan sitrulin. Amonia (NH4+)
beraksi dengan CO2, ATP, dan ADP sehingga menghasilkan karbomoil fosfat
(CP). CP bereaksi dengan ornitin dan menghasilkan sitrulin. Sitrulin akan
dibawa ke sitosol dan bereaksi dengan aspartat. Kemudian hasil reaksi tersebut
pecah menjadi arginin (salah satu asam amino esensial) dan fumarat.

195


Click to View FlipBook Version