The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Untuk penyusunan rencana anggara pembiayaan sekolah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Winarti, S.S., 2022-09-28 08:33:33

Perencanaan_Berbasis_Data_Satpen_-_Master_-_300822

Untuk penyusunan rencana anggara pembiayaan sekolah

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI

MATEMRIAPTEELRAITIPHEALNATIHAN
PEPREERNECNACNAAANNABAENRBBAESRIBS ADASITSA
Satuan PendidDikAaTnA

SATUAN PENDIDIKAN

Alur Materi Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan

Tema Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4
Tujuan
Merdeka Belajar Profil dan Platform Perencanaan Monitoring dan
dan Perencanaan Rapor Pendidikan Berbasis Data di Evaluasi
Berbasis Data Satuan Pendidikan
● Memahami definisi, ● Memahami bentuk
● Memahami kebijakan kerangka dan struktur ● Mengidentifikasi monitoring dan
Merdeka Belajar Profil Pendidikan masalah dan akar evaluasi pelaksanaan
masalah berdasarkan kegiatan
● Memahami konsep ● Memahami indikator Profil Pendidikan
Perencanaan dalam Profil
Berbasis Data Pendidikan ● Menetapkan solusi
sebagai bagian dari penyelesaian akar
Merdeka Belajar ● Mampumengakses masalah
dan menggunakan
platform Rapor ● Memasukkan solusi
Pendidikan dalam dokumen
perencanaan dan
anggaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 2

Bab 1: Merdeka Belajar dan Perencanaan Berbasis Data

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

01 Memahami kebijakan Merdeka Belajar
02 Memahami konsep Perencanaan Berbasis Data sebagai bagian dari Merdeka Belajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 3

Kemdikbudristek telah menetapkan Visi Pendidikan Indonesia sebagai
panduan dalam merumuskan kerja pendidikan

“Mewujudkan Indonesia maju yangberdaulat,
mandiri, dan berkepribadianmelalui
terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlakmulia, mandiri, bernalar kritis,
kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan
”global.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 4

Enam Profil Pelajar Pancasila sebagai Dasar Pendidikan

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Mandiri
YME, dan Berakhlak mulia
Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar
Pelajar Indonesia yangberakhlakmulia adalah pelajar yang yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.
berakhlak dalamhubungannya dengan Tuhan Yang Maha
Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaan serta Bernalar Kritis
menerapkan pemahaman tersebut dalamkehidupan sehari-
hari. Pelajar yangbernalar kritis mampu secara objektif
memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif,
Berkebinekaan Global membangun keterkaitan antar berbagai informasi,
menganalisis informasi, mengevaluasi dan
Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, loyalitas, menyimpulkannya.
dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam
berinteraksi dengan budaya lainnya, sehingga Kreatif
menumbuhkan rasa salingmenghargai dan kemungkinan
terbentuknya budaya baru yang positif dan bertetangga Pelajar yang kreatif mampumemodifikasi dan
dengan budaya luhur bangsa. menghasilkan suatu yang orisinil, bermakna, bermanfaat,
dan berdampak.
Gotong Royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong-royong,
yaitu kemampuan untukmelakukan kegiatan secara
bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang
dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Terdapat isu kompetensi peserta didik di Indonesia dengan
perbedaan capaian per jenjang

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 6

Isu-Isu Perundungan dan Kekerasan Seksual Perlu Menjadi Perhatian
Khusus dalam Satuan Pendidikan

24,4% 22,4%
peserta didik peserta didik

berpotensi mengalami menjawab “Pernah”
insiden perundungan di pada pertanyaan survei
satuan pendidikan dalam yangmenunjukkan
satu tahunterakhir* potensi insiden
kekerasan seksual*

*data bersumber dari AN seluruh jenjang (SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/MA/sederajat)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 7

Untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, dikeluarkan kebijakan
Merdeka Belajar bagi tercapainya pendidikan berkualitas bagi seluruh
rakyat Indonesia

Pendidikan Berkualitas Fokus pada pengembangan
kompetensi dasar dan
Memastikan peserta didik karakter
mengalami kemajuan belajar
sehingga lebih kompeten dan Intervensi asimetris
berkarakter berfokus pada penguatan
kelompok termarjinalkan
Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia Intervensi Asimetris: intervensi yang 8
disesuaikan dengan kondisi sasaran (misal
Memastikan bahwa kelompok- letak geografis, kondisi sosial ekonomi, dll)
kelompok yang termarginalkan (sulit
mendapat akses pendidikan) dibantu
untukmendapatkan akses pendidikan
yg berkualitas.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Berbagai kebijakan Merdeka Belajar (MB) untuk meningkatkan mutu
pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia sudah diluncurkan

MB 1 MB 7 MB 15

Penggantian UN Program Sekolah Penggerak KurikulumMerdeka dan
PlatformMerdeka Belajar
MB 3 MB 8
MB 16
Penyesuaian Kebijakan Dana SMK Pusat Keunggulan
BOS Akselerasi dan Pendanaan
MB 10 Paud dan Pendidikan
MB 4 Kesetaraan
Perluasan Program Beasiswa
Program Organisasi Lembaga Pengelola MB 19
Penggerak Pendidikan
Rapor Pendidikan
Indonesia

MB 5 MB 12

Guru Penggerak Sekolah Aman Berbelanja
dengan SIPLah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi *Merdeka Belajar yang tercantumhanya yang terkait 9
dengan Rapor Pendidikan dan PBD

Transformasi satuan pendidikan dalam Merdeka Belajar

Satuan pendidikan berpihak Satuan pendidikan
kepada murid mengembangkan budaya refleksi

Satuan pendidikan menciptakan Hasil belajar murid harus terus
lingkungan belajar yang aman, mengalami peningkatan,
nyaman, menyenangkan dan terutama dalam kompetensi
inklusif fondasi seperti literasi, numerasi
dan karakter
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
10

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data memperbaiki
permasalahan peningkatan mutu pendidikan dengan lebih sederhana
dan bermakna

Dahulu Sekarang

Pengisian data yang berulang dan Penyederhanaan pengisian data
belum terintegrasi dan terintegrasi

Berbagai bentuk evaluasi dilakukan Berbagai bentuk evaluasi dilakukan
dengan sumber data yang beragam dengan sumber data yang sama
(Profil Pendidikan)
Mengukur banyak indikator dan
tidak fokus pada hal-hal utama dan Lebih sederhana dan mengukur hal yang kunci:
Mutu hasil belajar
penting
Sebagian perencanaan dilakukan untuk dan layanan pendidikan
pemenuhan dokumen administrasi dan
Proses perencanaan sebagai kegiatan
belum menyelesaikan permasalahan bermakna yang berorientasi pada
peningkatan mutu pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
11

Perencanaan berbasis data adalah sebuah perubahan kebiasaan untuk
mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan menyusun kegiatan
peningkatan capaian pembelajaran berdasarkan fakta

Mengidentifikasi masalah M2.eMlaeklaukkuaknarnefrleefkleski si 3M.eMlaeknuykuasnunpekmegbiaentaanhan
berdasarkan indikator cacpaaipaan,iapne,mpeermatearaant,adaann, medlaalluaimpebreunmtuuksarenncana
yang ditampilkan di dalam prdosaens ppreomsebselajaran di kekgeiagtiaantadnaldaamnbaenngtugkaran
Rapor Pendidikan saptueamnbpeelnadjaidraiknandidan rensacatunaankpegeinadtaidnikdaann (BOS
daseartauhamn apseingd-idmikaasinng andgagnarBaOn Psa) tduaan daerah
pe(nAdPidBDik)an (BOS dan BOP)
dan daerah masing- dan daerah (APBD)
masing

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 12

Perencanaan berbasis data adalah proses yang berkelanjutan dan
terintegrasi dalam siklus perencanaan satuan pendidikan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 RKJM
Analisis Profil Analisis Akar Perumusan Program Perencanaan Jangka
Pendidikan
Masalah dan Kegiatan Menengah

Langkah 6 Langkah 5 Langkah 4 RKT
Monitoring dan Pelaksanaan Memasukkan hasil Perencanaan Tahunan

Evaluasi Kegiatan rumusan dalam RKAS
dokumen perencanaan Dokumen Anggaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
dan anggaran RKJM: Rencana Kerja Jangka Menengah
RKT: Rencana Kerja Tahunan
Profil Pendidikan: Laporan RKAS: Rencana Kerja dan Anggaran 13
Komprehensif mengenai layanan Sekolah
pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi

Transformasi satuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan
dimulai dengan perencanaan berbasis data

Aktivitas Output Outcome Impact

Seluruh Provinsi dan Perencanaan dan Terjadinya Peningkatan Mutu
Kabupaten/kota penganggaran di transformasi satuan Pendidikan
melaksanakan satuan pendidikan: Murid dengan
perencanaan berbasis data pendidikan yang 1) berpihak pada murid; karakter Profil
dengan menggunakan sudah tepat 2) lingkungan belajar Pelajar Pancasila
capaian Rapor Pendidikan yang aman, nyaman,
Daerah menyenangkan dan
inklusif; 3) adanya
Seluruh satuan budaya refleksi; 4) hasil
pendidikan belajar meningkat
melaksanakan perencanaan
berbasis data dengan
menggunakan capaian
Rapor Pendidikan satuan
pendidikan*

*untuk PAUD menggunakan indikator dalam
Rapor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Perencanaan berbasis data dilakukan di tingkat pemerintah daerah
dan satuan pendidikan

Perencanaan Satuan Pendidikan

1 2
Pendidikan Pendidikan
Usia Dini Dasar dan
Menengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 15

Kemendikbudristek akan memfasilitasi satuan pendidikan dan
pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan berbasis data

1. Bimbingan teknis dan 2. Dukungan materi 3. Pusat Bantuan disiapkan
pendampingan
perencanaan berbasis untuk belajar mandiri untukmenjawab semua
data akan dilakukanmulai bulan pertanyaan terkait rapor
disiapkan sehingga pemerintah pendidikan dan perencanaan
Mei hingga sepanjangtahun 2022 daerah dan satuan pendidikan berbasis data, serta menerima
bekerjasama dengan berbagai dapat mendalami materi masukan untuk perbaikan
pemangku kepentingan perencanaan berbasis data

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 16

Bab 2: Profil Pendidikan dan Platform Rapor Pendidikan 17

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

01 Memahami definisi, kerangka, dan struktur Profil Pendidikan
02 Memahami indikator dalam Profil Pendidikan
03 Mampu mengakses dan menggunakan platform Rapor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Definisi Profil Pendidikan, Rapor Pendidikan, dan Platform Rapor
Pendidikan

Profil Pendidikan Laporan Komprehensif mengenai layanan pendidikan sebagai hasil
Rapor dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan
Pendidikan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor
Platform Rapor Pendidikan
Pendidikan Indikator* terpilih Dari Profil Pendidikan yang merefleksikan prioritas
Kemendikbudristek yang digunakan untuk menilai kinerja daerah
dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari
perbandingan nilai indikator antar tahun (akan ditampilkan mulai
tahun 2023).
Aplikasi Berbasis Web yang menampilkan informasi Profil Pendidikan
dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh
pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan
kewenangannya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi *contoh penggunaan Indikator Rapor Pendidikan: 18
Indikator SPM (Daerah) dan Indikator BOS kinerja (Satpen)

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data adalah alat bantu
bagi satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk terus bersama
memperbaiki kualitas layanan pendidikan

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data
adalah perangkat dan cara untuk bukanlah perangkat dan cara untuk

I (Identifikasi) Menghukum dan mencari siapa yang
salah
mencari permasalahan Memeringkatkan satuan
pendidikan dan daerah
R (Refleksi)
Membandingkan pencapaian
menemukan akar masalah
Menjadi tambahan beban
B (Benahi) dokumen administrasi yang tidak
bermakna
menentukan program dan
kegiatan untuk menyelesaikan
akar masalah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 19

Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional
Pendidikan dan Permendikbudristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah

PP No 57 Tahun 2021 Permendikbudristek No 09 tahun 2022

Pasal 28 Pasal 24

● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan ● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil pendidikan
kualitas proses dan hasil belajar secara berkelanjutan daerah.
berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.
● Evaluasi sistempendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
kerja jangka pendek dan rencana kerja jangka menengah. b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Pasal 48 Pasal 26

3. Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh Pemerintah
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan Daerah sebagai bahan untukmelakukan penyesuaian kebijakan dan perencanaan
anak usia dini; dan b. pendidikan dasar dan menengah. program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata kelola
penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
4. Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan Pasal 28
peningkatan mutu layanan Pendidikan daerah sesuai
kebutuhan Satuan Pendidikan dan program Pendidikan. Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
● mengidentifikasi masalah pendidikan yangperlumendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalamprofil Satuan Pendidikan atau profil programpendidikan
kesetaraan;

● mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar masalah

dan merumuskan langkah perbaikan; dan

● melakukan perencanaan program untukmengatasi akar masalah 20

Profil Pendidikan merupakan laporan komprehensif tentang
layanan pendidikan PAUD Dikdasmen berdasarkan hasil evaluasi
sistem pendidikan

Sumber Data Laporan Evaluasi Bentuk Evaluasi RKTS
Platform Rapor Pendidikan RKPD
Asesmen Nasional Evaluasi Diri Internal
PROFIL SPM
(AKM, Survei Karakter, & Profil Satuan Pendidikan Evaluasi Diri Satuan Pendidikan
Survei Lingkungan Belajar) Profil Pendidikan Daerah Akreditasi
(mandiri, bagian siklus perencanaan) BOS Kinerja
Dapodik (isi komprehensif, bersifat diagnostik)
Data Pendidikan Evaluasi Diri Pemda
RAPOR
Kemenag Rapor Satuan Pendidikan (mandiri, bagian siklus perencanaan)
Platform Digital Rapor Pendidikan Daerah
Guru dan Kepala Sekolah (bagian dari indikator Profil Pendidikan) Evaluasi Eksternal

Tracer Study SMK Evaluasi Pendidikan Daerah

Data GTK (re)akreditasi Sekolah

BPS, dll. oleh BAN (visitasi hanya pada sekolah dengan
kriteria tertentu)

Insentif Kinerja Sekolah

dari Kemendikbud

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 21

Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan
sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya

01 SSiinnglee ssoouurrcceeooffddaatatasesebbaaggaai iddaassaarraannaallisiss,, ppereennccaannaaaann, ,ddaann tindak lanjut
tpinednaiknglaknajutatnpeknuianlgitkaastapneknudaidlitiaksanp.endidikan.

02 Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar
(output).

03 Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan
baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

04 Profil pendidikanmenjadi sumber data untuk perencanaan di tingkat satuan
pendidikan dan perencanaan di tingkat pemerintah daerah.

05 Instrumen yang meringankan beban administrasi satuan pendidikan dengan
mengurangi aplikasi beragamdalamproses evaluasi internal dan eksternal.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 22

Kerangka Penilaian terdiri dari lima dimensi yang merefleksikan 8 SNP

Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yangmerefleksikan delapan Standar Nasional Pendidikan dan
mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan outputpembelajaran

8 Standar Nasional Pendidikan

Output Proses Input

1 Standar Kompetensi Lulusan 2 Standar Isi 6 Standar GTK
3 Standar Proses 7 Standar Pembiayaan
4 Standar Penilaian 8 Standar Sarpras
5 Standar Pengelolaan

A. Mutu dan relevansi hasil belajar D. Mutu dan relevansi pembelajaran C. Kompetensi dan kinerja GTK
peserta didik

B. Pemerataan pendidikan yang E. Pengelolaan satuan pendidikan yang partisipatif, transparan dan
bermutu akuntabel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 23

Setiap dimensi terdiri dari indikator yang tersusun dalam beberapa
tingkatan

Tiap dimensi terdiri dari beberapa indikator level 1. Indikator level 1 terdiri dari beberapa indikator level 2, dan indikator
level 2 terdiri dari beberapa indikator level 3. Beberapa indikator level 2 tidak memiliki indikator level 3, dan beberapa
indikator level 1 tidakmemiliki indikator level 2.

Dimensi

Indikator 24
Level 1

Indikator
Level 2

Indikator
Level 3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Struktur Profil Pendidikan Pendidikan Dasar Menengah dan SMK

Output Proses Input

Kualitas Capaian Pembelajaran Kualitas Kualitas Sumber Daya Manusia
Siswa Proses dan Sekolah
Belajar Siswa
Mutu dan relevansi Pemerataan Kompetensi dan Pengelolaan sekolah
hasil belajar murid pendidikan yang Mutu dan relevansi kinerja PTK yang partisipatif,
pembelajaran transparan, dan
bermutu akuntabel

Dimensi A Dimensi B Dimensi D Dimensi C Dimensi E

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 25

Keterkaitan antar indikator

Karakteristik kepala sekolah Karakteristik guru Iklim sekolah
(a) kualifikasi (a) kualifikasi (a) keamanan (fisik dan psikis)
(b) kompetensi (b) kompetensi (b) inklusivitas
(c) sikap/keyakinan/nilai-nilai (c) sikap/keyakinan/ nilai-nilai (c) kebhinekaan
(d) kesetaraan gender
Program dan kebijakan pembelajaran
sekolah Refleksi guru dan Praktik Hasil belajar murid
(a) visi-misi berpusat pada murid. perbaikan pembelajaran pembelajaran (a) literasi
(b) manajemen berorientasi pada mutu (a) refleksi atas praktik (a) kehadiran (b) numerasi
pembelajaran. mengajar (b) manajemen kelas (c) karakter
(c) sumber daya dan dukungan untuk (b) belajar meningkatkan (c) dukungan afektif (d) Keterserapan lulusan*
refleksi dan inovasi guru. kemampuan mengajar (d) aktivasi kognitif (e) Pendapatan lulusan*
(d) kinerja sebagai penggerak (guru (c) penerapan praktik dan metakognitif. (f) kompetensi lulusan*
mengembangkan kompetensi guru lain) inovatif
*khusus SMK

Pengelolaan sekolah Sarana-prasarana Karakteristik murid
(a) pelibatan warga sekolah dan (b) pengelolaan program sekolah (a) pendidikan & profesi orangtua
dan anggaran yang transparan, berorientasi pada mutu (a) fasilitas belajar literasi (b) fasilitas belajar di rumah
pembelajaran, dan berbasis data dan refleksi diri. (b) fasilitas belajar daring

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 26

Indikator DASMEN

Dimensi Indikator Level 1

A. Mutu dan Kemampuan literasi Indeks Karakter Pendapatan Lulusan SMK
Relevansi Hasil
Belajar

Kemampuan numerasi Penyerapan Lulusan SMK Kompetensi Lulusan SMK

Output Pemerataan Kesenjangan literasi APS SD/MI/Paket A/SDLB APS SMA/K/MA/Paket
Kesenjangan numerasi C/SMALB
B. Pendidikan Yang Kesenjangan karakter APK SMP/MTS/Paket
APK SD/MI/Paket A/SDLB B/SMPLB
Bermutu APS SMP/MTS/Paket
B/SMPLB
APK SMA/K/MA/Paket
C/SMALB

Hanya ada di level daerah Di level daerah dan satuan
pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 27

Indikator DASMEN

Dimensi Indikator Level 1

Mutu dan Kualitas pembelajaran Iklim inklusivitas
Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh Kesenjangan Iklim inklusivitas
D. Relevansi guru

Pembelajaran

Kepemimpinan instruksional Kesenjangan fasilitas sekolah antar wilayah

Proses Iklim keamanan sekolah Kesenjangan kebersihan sekolah (termasuk
Kesenjangan iklim keamanan sekolah sanitasi) antar wilayah
Kesenjangan bahan dan fasilitas belajar literasi

Iklim kesetaraan gender Kesenjangan akses dan fasilitas belajar daring

Kesenjangan Iklim kesetaraan gender Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran

Iklim kebinekaan Link and match dengan Dunia Kerja
Kesenjangan Iklim kebinekaan
Hanya ada di level daerah Di level daerah dan satuan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pendidikan
28

Indikator DASMEN

Dimensi Indikator Level 1

C. Kompetensi dan Kinerja Proporsi GTK bersertifikat Kehadiran guru di kelas
GTK Proporsi GTK penggerak Indeks distribusi guru
Pemenuhan Kebutuhan Guru
Belumtersedia di Pengalaman pelatihan guru Proporsi GTK di SMK yang bersertifikat kompetensi
Rapor 2022 Kualitas GTK penggerak

Input

Nilai UKG

Pengelolaan sekolah Partisipasi warga sekolah Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran
yang Partisipatif, Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah Proporsi pemanfaatan APBD untuk pendidikan
E. Transparan, dan untuk peningkatan mutu

Akuntabel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Hanya ada di level Di level daerah dan 29
daerah satuan pendidikan

Struktur Profil Pendidikan PAUD

Outcome Output Proses Input
Tingkat Capaian Pemerataan Akses Jumlah, Distribusi
Perkembangan Kualitas Lingkungan Belajar PAUD dan Kompetensi
dan Kualitas (Transformasi Sekolah: PAUD
Anak Layanan PAUD Berkualitas) PTK
Capaian Pemerataan Akses Ketersediaan,
Perkembangan Kualitas Proses Kualitas Kompetensi, dan
ke Layanan Pembelajaran Pengelolaan Satuan
Anak Berkualitas Kinerja PTK

Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi Dimensi
A B D E C

Catatan untuk perencanaan tahun 2022:

➔ Indikator dalam dimensi A (Capaian Perkembangan Anak) belum ada di tahun 2022. Kemendikbudristek mengikuti mekanisme pengukuran yang 30
disepakati lintas sektor

➔ Satuan PAUD menggunakan indikator dalam dimensi D dan E untuk proses perencanaan lewat instrumen evaluasi diri yang belum terintegrasi dengan
rapor pendidikan. Indikator dalamdimensi C belumtersedia untuk satuan PAUD di tahun 2022.

➔ Pemerintah daerah menggunakan indikator dalam dimensi B dan C untuk proses perencanaannya. Indikator D dan E belum tersedia untuk
pemerintah daerah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Indikator PAUD

Dimensi Indikator Level 1

D. Kualitas Proses Perencanaan untuk proses pembelajaran yang Muatan pengembangan yang sesuai kurikulum
Pembelajaran efektif Asesmen yang meningkatkan kualitas
Pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran
anak usia dini

Proses Kualitas Indeks ketersediaan sarana prasarana esensial Indeks kemitraan dengan orang tua/wali untuk
Indeks iklim keamanan dan keselamatan kesinambungan stimulasi di satuan dan di
E. Pengelolaan sekolah rumah
Indeks layanan holistik integratif
Satuan
Indeks iklim inklusivitas sekolah Indeks kapasitas perencanaan
Belumtersedia Indeks refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh Indeks akuntabilitas pembiayaan
pendidik Pemanfaatan sumber daya satuan
E. Indeks kepemimpinan dan kebijakan satuan
yang mendukung refleksi dan perbaikan
layanan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Hanya ada di level Di level daerah dan 31
daerah satuan pendidikan

Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD
Berkualitas

Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang
perlu ada di satuan PAUD, serta merancang pendampingan yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

INPUT PROSES

Dimensi C Dimensi D Dimensi E

KUALITAS PROSES KEMITRAAN DENGAN DUKUNGAN PEMENUHAN KEPEMIMPINAN
PEMBELAJARAN ORANG TUA LAYANAN ESENSIAL AUD DI DAN PENGELOLAAN

Pendidik dan ● Perencanaan ● Adanya interaksi LUAR PENDIDIKAN SUMBER DAYA
tenaga pembelajaran yang terencana dengan orang
kependidikan efektif. tua/wali untuk ● Kelas orang tua, wahana untuk Mampu menghadirkan:
adalah fondasi membangun berbagi informasi mengenai ● Sarpras Esensial yang
dari PAUD ● Pendekatan kesinambungan kebutuhan esensial anak
Berkualitas. pembelajaran stimulasi dari PAUD dan (intervensi gizi-sensitif). berfokus pada
Kapasitas dan memberikan di rumah (wadah keamanan peserta
kesejahteraan pengalaman komunikasi, kelas orang ● Pemantauan pertumbuhan anak didik dan esensial
PTK perlu menyenangkan, dan tua, komite, kegiatan (tinggi badan, lingkar kepala, untuk mendukung
menjadi perhatian berpusat pada anak, yang melibatkan orang berat badan) kualitas layanan.
agar keempat sesuai untuk anak usia tua, dst). ● Iklim aman (fisik-psikis)
elemen ini dini. ● Pemantauan perkembangan ● Iklim inklusif
terwujud ● Penguatan peran dan anak (DDTK/KPSP/KMS/KIA) ● Iklim Partisipatif
● Muatan pengembangan kapasitas orang tua/wali (trisentra)
yang selaras dengan sebagai mitra pengajar ● Berkoordinasi dengan unit lain ● Pengelolaan sumber
kurikulum, menguatkan dan sumber belajar. terkait pemenuhan gizi dan daya melalui
aspek perkembangan, kesehatan perencanaan berbasis
kontekstual dan data
bermakna. ● Menerapkan PHBS melalui ● Refleksi dan perbaikan
pembiasaan. pembelajaran oleh
● Asesmen yang guru
meningkatkan kualitas ● Kepemilikan fasilitas sanitasi dan
pembelajaran. air bersih (minimal, 32
menggunakan material
sederhana dan ada air mengalir)

● Memberikan PMT dan/atau
makanan bergizi secara berkala
(minimal 3 bulan sekali)

● Memantau kepemilikan identitas
(NIK) peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan
Pendidikan

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan terdiri atas Platform Rapor
Pendidikan dan File Unduhan Excel yang memiliki fungsi yang berbeda

Platform Rapor ● Rangkuman ketercapaian indikator
Pendidikan ● Memperlihatkan capaian sampai indikator

level 1
● Digunakan untuk mengetahui kondisi

pendidikan secara umum

File Unduhan ● Menunjukkan detail ketercapaian
Excel indikator di seluruh level

● Digunakan untuk melakukan analisis
mendalam pada setiap indikator

● Terdapat perbandingan data dengan
satpen/daerah lain yang setara

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 34

Gambaran Umum Akses Akun Belajar.id untuk Mengakses
Platform Rapor Pendidikan

Status Akun: Buat Akun Belajar.id
Tidak Ditemukan

Cari tahu Status Status Akun: Lakukan aktivasi akun
Akun Belajar.id Belum diaktivasi Belajar.id

Status Akun:
Ditemukan

Status Akun: Sudah dapat mengakses
Sudah diaktivasi platform Rapor Pendidikan

Gambaran Umum Akses Akun Belajar.id

1A Buat Akun Belajar.id
Status Akun:
Tidak Ditemukan

1 2 Lakukan aktivasi akun
Cari tahu Status Status Akun: Belajar.id
Akun Belajar.id Belum diaktivasi Sudah dapat mengakses
platform Rapor Pendidikan
1B 3
Status Akun: Status Akun:
Ditemukan Sudah diaktivasi

1 Tahapan Mencari Tahu Status Akun Belajar.id

Untuk mengecek Akun Belajar.id, buka https://belajar.id pada
peramban di perangkat Anda

1 Tahapan Mencari Tahu Status Akun Belajar.id 1. Pilih tipe pengguna:
● Pendidik dan Tenaga
3 Kependidikan
4 ● Peserta didik
● Dinas
1
2 2. Klik ‘Cari Akun Pembelajaran’
3. Masukkan Nomor Pokok

Satuan Pendidikan Nasional
(NPSN)
4. Jika lupa NPSN, Anda dapat
Cek NPSN sesuai jenjang
sekolah Anda saat ini.

Semua data yang dimasukkan harus
sesuai dengan data yang ada pada
Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

1 Tahapan Mencari Tahu Status Akun Belajar.id 5. Masukkan nama lengkap sesuai
dengan data Data Pokok
8 Pendidikan (Dapodik)
5
67 6. Masukkan tanggal lahir sesuai
format yang ada.

7. Status Akun Anda akan muncul
(aktif atau tidak aktif). Jika ingin
tahu perbedaan kedua status
tersebut, klik ‘Cari Tahu Status
Akun Anda’.

8. Jika status akun Anda aktif,
namun lupa password akun,
klik ‘Lupa Password’ untuk
panduan selengkapnya

Gambaran Umum Akses Akun Belajar.id untuk Mengakses
Platform Rapor Pendidikan

1A Buat Akun Belajar.id
Status Akun:
Tidak Ditemukan

1 2 Lakukan aktivasi akun
Cari tahu Status Status Akun: Belajar.id
Akun Belajar.id Belum diaktivasi Sudah dapat mengakses
platform Rapor Pendidikan
1B 3
Status Akun: Status Akun:
Ditemukan Sudah diaktivasi

1A Status Akun Pembelajaran Tidak Ditemukan Jika tampilan akun belum ditemukan
muncul. Lakukan hal-hal berikut:
2 1. Cek kembali data yang Anda
1 masukkan di awal. Pastikan data
sesuai Dapodik dan tidak ada
3 kesalahan dalam penulisan atau ejaan.
4 2. Jika sudah sesuai namun tetap tidak
bisa, tanyakan status Anda ke
Operator Sekolah Anda.
3. Jika tetap tidak bisa, Anda dapat
menghubungi helpdesk melalui tombol
‘Butuh Bantuan’ atau temukan panduan
lengkapnya di laman
https://bit.ly/faqakunbelajarid
4. Untuk memasukkan kembali data
pribadi Anda yang benar, dapat
menekan tombol ‘Kembali ke Beranda’

1A Satuan Pendidikan - Cara Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui Operator Satuan Pendidikan

Operator Sekolah dapat mengajukan Akun Belajar.id dengan cara:

1. Buka laman http://pd.data.kemdikbud.go.id/
2. Login menggunakan akun SSO Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

dimana akun terdaftar di http://sdm.data.kemdikbud.go.id
3. Klik tombol “Unduh Akun”, pilih “Peserta Didik” atau “PTK” untuk

mengunduh data dengan format .csv berisi nama akun (User ID) dan
akses masuk kata sandi akun (password)
4. Buka data dengan format .csv yang sudah diunduh,
5. Operator Sekolah memberikan informasi akun (User ID dan kata
sandi atau password) kepada pengguna.
Pastikan informasi hanya diberikan kepada pemilik resmi akun
Data yang dibutuhkan:
1. Nama sesuai dengan data di Dapodik
2. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
3. Tanggal lahir

Cek Video Tutorial Cara Mendapatkan dan Aktivasi Akun Belajar.id Melalui Tautan Ini >>
https://bit.ly/VideoTutorialAkunBelajarid

1A Satuan Pendidikan - Cara Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui website Belajar.id
Jika Operator Sekolah tidak bisa, silakan menghubungi tombol Butuh Bantuan

*Jam Operasional Tombol Butuh Bantuan: Senin - Jumat, Pukul 09.00 - 17.00 WIB

1A Dinas Pendidikan - Cara Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui Website Belajar.id

Kunjungi Laman: https://belajar.id/

1A Dinas Pendidikan - Tahapan Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui Website Belajar.id

1A Dinas Pendidikan - Cara Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui Website Belajar.id

Surat Edaran Pengajuan Akun Pembelajaran

● Surat Edaran dikirim via pos kepada seluruh
Dinas Pendidikan dari Dirjen Pauddasmen, 4
Maret 2022

● Surat elektronik dikirim ke UPT atau BPMP
dan BBPMP di setiap wilayah dinas

1A Dinas Pendidikan - Cara Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui Website Belajar.id

Surat Edaran Pengajuan Akun Pembelajaran

Pada Surat Edaran fisik yang dikirim via pos secara individu ke setiap Dinas Pendidikan →
Kode referral akan tercantum
Pada Surat Edaran elektronik yang dikirim oleh UPT atau BPMP & BBPMP per wilayah →
bersifat general, kode referral masing-masing Dinas bisa dimintakan ke UPT atau BPMP
dan BBPMP terkait

1A Dinas Pendidikan - Tahapan Mendapatkan Akun Belajar.id Melalui Website Belajar.id

Gambaran Umum Akses Akun Belajar.id

1A Buat Akun Belajar.id
Status Akun:
Tidak Ditemukan

1 2 Lakukan aktivasi akun
Cari tahu Status Status Akun: Belajar.id
Akun Belajar.id Belum diaktivasi Sudah dapat mengakses
1BStatus Akun: platform Rapor Pendidikan
Ditemukan (pilih 3
metode aktivasi) Status Akun:
Sudah diaktivasi

1B Tahapan Mencari Tahu Status Akun Belajar.id - Akun Ditemukan

1 1. Apabila Akun ditemukan
2. Klik tombol ‘Aktifkan Akun’.
2
3 Proses perubahan status akun
akan memakan waktu maksimal
3 hari kerja setelah diaktivasi

3. Pilih metode untuk detail Akun
Pembelajaran Anda dikirimkan ke
‘Email Pribadi’ atau ‘Nomor Pribadi’
Anda.


Click to View FlipBook Version