Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan
kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kualitas pembelajaran
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Gurumempelajari danmendiskusikan https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/?id=50
video inspirasi seri Guru Abad 21 di Kompetensi Abad 21 tidak hanya ditujukan kepada murid, tetapi guru juga perlumemilikinya untukmenghadirkan
PlatformMerdeka Mengajar pembelajaran yang relevan sesuai kebutuhanmurid. Maka, Guru yangmenjadi pembelajar sepanjanghayat dapat
menuntunmuridnya pula menjadi pembelajaran sepanjang hayat.
Daftar Video:
● 01 Serial Guru Abad 21 - Mesin Scan Diri
● 02 Serial Guru Abad 21 - Gunung Es
● 03 Serial Guru Abad 21 - Pendengar Sejati
● 04 Serial Guru Abad 21 - Detektif Ekspresi
● 05 Serial Guru Abad 21 - Asal Usul Zebra
● 06 Serial Guru Abad 21 - Topi Berpikir
● 07 Serial Guru Abad 21 - Pabrik Solusi
● 08 Serial Guru Abad 21 - Blended Learning
● 09 Serial Guru Abad 21 - TANDUR
● 10 Serial Guru Abad 21 - Training Guru Abad 21
2 Gurumempelajari Pelatihan Mandiri https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/8
dalam PlatformMerdeka Mengajar dan
membahasnya di komunitas belajar di ● Pemahaman dan Identifikasi kebutuhan dan karakteristikmurid
topik Penyesuaian Pembelajaran dengan
Kebutuhan dan Karakteristik Murid ● Penerapan strategi menyesuaikan kebutuhanmurid dengan tujuan pembelajaran pada setiap jenjang
● Penerapan strategi penguatan literasi di dalamkelas pada setiap jenjang
● *Sebelummempelajari topik ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu topik Perencanaan Pembelajaran
sebagai konsep dasarnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 101
Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan
kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi refleksi pembelajaran
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Gurumempelajari topik Perencanaan
https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/12
Pembelajaran pada PMM danmendiskusikan
modul Refleksi Pembelajaran dalam Komunitas ● Merencanakan pembelajaran terstruktur dan kompeten
Belajar Guru di Sekolah ● Menjadikan pembelajaranmenjadi agenda menyenangkan
● Belajar tidak hanya harus di kelas dan bangku formal
*Sebelummempelajari topik ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu topik
Kurikulum sebagai konsep dasarnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 102
Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan
kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kepemimpinan
instruksional
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Kepala Sekolah https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/?id=46
mempelajari video
inspirasi seri Memahami Satuan Pendidikanmemerlukan pengelolaan yangtepat dan sesuai, sehingga dampaknya dapat
Diri: Mengelola Satuan dirasakan olehmurid-muridnya. Pengelolaan yangberorientasi pada murid akan dapat
Pendidikan di Platform mendorongperbaikan proses pembelajaran secara terus-menerus kepada murid
Merdeka Mengajar
● Kepemimpinan Pembelajaran di Sekolah
● Jawa Timur - Kepemimpinan Inovatif Kepala SDN Sumbergondo 2 Batu
● Program Sekolah Penggerak Kepala Sekolah Penggerak
● [Kepemimpinan] Batu, Jawa Timur: Strategi Kepala Sekolah dalammeningkatkanmutu
pembelajaran
● [Kepemimpinan] Sumba Barat, NTT: Testimoni Program Rintisan Kepemimpinan dan
Pembelajaran
● [Kepemimpinan] Sumenep, Jawa Timur: Kepemimpinan inovatif Kepala SDN Pamolokan
3
● PAUD KEPEMIMPINAN SUMBER DAYA PAUD
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 103
Benahi 2: Penguatan pembelajaran literasi dan Numerasi dengan
menggunakan modul literasi dan Numerasi berbasis tema dan sumber
lainnya di luar platform merdeka mengajar
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Pelibatan orangtua https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/tingkat-sd-modul-belajar-literasi-numerisasi/
dalam penguatan
pembelajaran literasi dan
numerasi Selama pandemi, banyak proses pembelajaran yangterjadi di rumah sehingga membutuhkan
pelibatan orangtua yang signifikan dalamprosesnya. Selain itu, peningkatan kemampuan literasi
melibatkan proses berpikir tingkat tinggi yangmembutuhkan peran orangtua untukmendampingi
anak belajar di rumah. Untukmemberikan penguatan kapasitas, Kemendikbudristekmenyediakan
modul sebagai bahan kolaborasi antara guru dan orangtua untukmendampingi pembelajaran
literasi dan numerasi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 104
Benahi 2: Penguatan pembelajaran literasi dan Numerasi dengan
menggunakan modul literasi dan Numerasi berbasis tema dan sumber
lainnya di luar platform merdeka mengajar
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Peningkatan kapasitas https://www.inovasi.or.id/id/modul-pembelajaran/
satuan pendidikan secara
mandiri untukmengajar Literasi adalah kompetensi yangdikembangkan dalam seluruhmata pelajaran, tidak terbatas
literasi dan numerasi pada pelajaran Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris saja. Oleh karena itu kemampuan
secara lebih efektif. mengajarkan literasi perlu dimiliki seluruhguru di satuan pendidikan.
Modul pendampingan ini dikembangkan oleh INOVASI dan Kemendikbudristek untuk
meningkatkan kemampuan guru dalammengajarkan literasi dan numerasi lebih baik. Modul ini
tidak terbatas untuk guru tetapi juga untuk pimpinan satuan pendidikan agar lebih efektif dalam
mendukungpeningkatan literasi dan numerasi peserta didik.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 105
Benahi 3: Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam buku dari
berbagai sumber dan genre secara rutin oleh guru dan siswa
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Peningkatan interaksi Bagi satuan pendidikan SD yangmemberikan akses teknologi kepada peserta didik, berbagai
anak dengan sumber bukubacaan anak yangtelah terkurasi dapat diakses melalui https://literacycloud.org/ . Untuk
bacaan untuk bukudalambahasa Indonesia, dapat langsung klik tautan ini.
meningkatkan
kemampuan literasi. Membaca untuk kesenangan adalah salah satu faktor yangmempengaruhi kemampuan literasi.
Terutama untuk anak-anak, frekuensi membaca bukumembantumemperkaya kosakata serta
menguatkan logika berbahasa. Untukmeningkatkan interaksi anak dengan bahan bacaan,
terdapat beberapa contoh kegiatan yangbisa menjadi rujukan:
Contoh bentuk kegiatan:
● Kegiatanmembaca nyaring yangdilakukan oleh guru atau salah satu siswa
menggunakan bukubacaan dari Literacy Cloud atau buku lainnya saat istirahat pelajaran
● Apabila memungkinkan, menyediakan buku-buku bacaan di kelas untuk dibaca oleh
siswa yangtelahmenyelesaikan tugas atau waktu senggang lainnya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 106
Benahi 4: Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk
peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi
pengetahuan dan diskusi
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Pembentukan komunitas Materi terkait komunitas belajar dapat diunduhdi:
https://drive.google.com/drive/folders/1i2vYl3mWDJfHEMBSdrMCCe9nLZi2Of5q
belajar
Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang
memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaranmelalui
interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif.
Tujuan pembentukan komunitas belajar:
1. Mengedukasi anggota komunitas denganmengumpulkan dan berbagi informasi terkait
pertanyaan danmasalah terkait praktik
2. Memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara anggota komunitas untukmulai belajar
secara berkelanjutan
3. Mendorong anggota meningkatkan kompetensi diri anggota melalui salingberbagi dan
diskusi
4. Mengintegrasikan pembelajaran yangdidapatkanmelalui komunitas dalampekerjaan
sehari hari
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 107
Benahi 5: Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk
mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah
# Deskripsi Kegiatan Sumber
1 Refleksi kepala sekolah Tautanmateri untuk refleksi pembelajaran adalah:
https://drive.google.com/drive/u/0/folders/1hNvstFODF5-oSqcFH1tdZ7Msx7GYvMPf
dan guru terhadap
proses pembelajaran Gurumelakukan refleksi pembelajaran untukmengidentifikasi tantangan agarmendapatkan
masukan bagi perbaikan pembelajaran selanjutnya. Kompetensi utama yangdiharapkan dalam
proses refleksi pembelajaran adalah gurumenunjukkan kebiasaan refleksi untukpengembangan
diri secara mandiri
Kegiatan refleksi pembelajaran dilakukan agar guru dapat:
1. Melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran dan pendidikan
2. Menetapkan tujuan dan rencana pengembangan diri
3. Menemukan aspek kekuatan dan kelemahan sebagai guru
4. Menentukan cara dan beradaptasi dalammelakukan pengembangan diri
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 108
Benahi 6: Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan
pendidikan terkait penguatan profil pelajar pancasila sesuai dengan
kebutuhan siswa dan kondisi sekolah
# Deskripsi Kegiatan Sumber dan Langkah Kegiatan
1 Dalam Kurikulum Langkah kegiatan
Merdeka, projek 1. Pelajari projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui Panduan yangditerbitkan oleh
penguatan profil pelajar Kemendikbudristek (klik untuk akses panduan)
Pancasila dirancang 2. Unduh contohmodul projek dengan tema Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan
untukmengembangkan Raganya, pelajari contoh-contohmodul projek tersebut
karakter. Projek 3. Gurumenyepakati topik apa yang akan digunakan berdasarkan tema projek, serta
penguatan profil pelajar bagaimana modul projek akan dikembangkan berdasarkan contoh yangtelah dipelajari
Pancasila dapat 4. Timgurumerancang kegiatan projek denganmembuatmodul projek (mengembangkan
diterapkan juga untuk dari awal ataumemodifikasi contohmodul projek)
sekolah yang 5. Memfasilitasi siswa dalammelaksanakan projek serta memberikan umpan balik secara
menggunakan Kurikulum berkala
2013, dengan 6. Guru dapatmelibatkanmasyarakat (misalnya pakar, akademisi, komunitas) dalam
konsekuensi pengembangan dan pelaksanaan projek
penambahan jam 7. Melakukan penilaian hasil belajar projek penguatan profil pelajar Pancasila dan
pelajaran. melaporkannya secara terpisah dari penilaian intrakurikuler
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 109
Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan
pembelajaran terkait Iklim Keamanan: Kesetaraan Gender dan
Kekerasan Seksual
# Deskripsi Kegiatan Sumber dan Langkah Kegiatan
1 Tujuan: Cara:
Siswa memahami apa itu kesetaraan 1. Gurumemilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau
gender, mengenali bentuk-bentuk momen peringatan hari besar.
kekerasan berbasis gender, dan 2. Gurumeminta siswa untukmenonton (bisa sebelumkelas atau nonton bersama di
mengetahui apa yang harus dilakukan dalam kelas)
jika menemukan kekerasan seksual di 3. Gurumemfasilitasi refleksi bagi siswa:
sekitar. a. Apa yangmenarik dari video tersebut
b. Apa yangmenjadi pelajaran penting dari video tersebut
Keunggulan kegiatan ini antara c. Apa tindak lanjutnyata yangdapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.
lain:
● Mudah dilaksanakan Materi:
(Link materi dan penjelasan)
● Membutuhkan waktu yang
relatif singkat (bisa
diintegrasikan dengan kegiatan
yang sudah ada)
● Tidakmembutuhkan biaya yang
besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 110
Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan
pembelajaran terkait Iklim Keamanan: Perundungan
# Deskripsi Kegiatan Sumber dan Langkah Kegiatan
2 Tujuan: Cara:
Siswa memahami apa itu perundungan, 1. Gurumemilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau
mengenali perundungan dan momen peringatan hari besar.
mengetahui bagaimana mencegah 2. Gurumeminta siswa untukmenonton (bisa sebelumkelas atau nonton bersama di
perundungan di sekitar. dalam kelas)
3. Gurumemfasilitasi refleksi bagi siswa:
Keunggulan kegiatan ini antara a. Apa yangmenarik dari video tersebut
lain:
b. Apa yangmenjadi pelajaran penting dari video tersebut
● Mudah dilaksanakan c. Apa tindak lanjutnyata yangdapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.
● Membutuhkan waktu yang
relatif singkat (bisa Materi:
diintegrasikan dengan kegiatan (Link materi dan penjelasan)
yang sudah ada)
● Tidakmembutuhkan biaya yang
besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 111
Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan
pembelajaran terkait Iklim Keamanan: Narkoba
# Deskripsi Kegiatan Sumber dan Langkah Kegiatan
3 Tujuan: Cara:
Siswa memahami bahaya narkoba dan 1. Gurumeminta siswa untukmenonton (bisa sebelumkelas atau nonton bersama di
bagaimana mencegah agar tidak dalam kelas)
terjerumus dan sekolahmengetahui 2. Gurumemfasilitasi refleksi bagi siswa:
cara pencegahan dan penanganan a. Apa yangmenarik dari video tersebut
narkoba b. Apa yangmenjadi pelajaran penting dari video tersebut
c. Apa tindak lanjutnyata yangdapat dipraktikan siswa di kelas dan di sekolah. \
Keunggulan kegiatan ini antara 3. Sekolahmengadopsi program Sekolah Bersinar
lain:
Materi:
● Mudah dilaksanakan Lepas dari Narkoba
● Membutuhkan waktu yang
relatif singkat (bisa Generasi Maju, Bebas Narkoba
diintegrasikan dengan kegiatan Hikayat Ibu Muda Kurir Narkoba
yang sudah ada) Panduan Sekolah Bersinar
● Tidakmembutuhkan biaya yang
besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 112
Benahi 8: Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk pencegahan
perundungan dan kekerasan berbasis sekolah
# Deskripsi Kegiatan Sumber dan Langkah Kegiatan
1 Roots adalah programpencegahan Cara:
1. Fasilitator Guru dan Siswa Agen Perubahanmempelajari
perundungan dan kekerasan berbasis panduan program Roots melalui LMS
sekolah. Program Roots melibatkan
siswa (seluruh jenjang) sebagai Agen
Perubahan dan guru sebagai Fasilitator
Roots. 2. Kepala sekolah dan gurumemetakan prinsip apa yang
mungkin untuk diadopsi sekolah
3. Kepala sekolah dan gurumengadaptasi danmenjalankan
Tujuan: program/prinsip program Roots di sekolah
Sekolahmelibatkan guru sebagai
fasilitator dan siswa (seluruh jenjang)
sebagai agen perubahan
Materi:
Keunggulan program ini: (Link materi dan penjelasan)
1. Pelajar sebagai agen
perubahan sehingga
pendekatan lebih relevan
dengan konteks remaja di
sekolah
2. Kegiatan danmodul untuk
kegiatan siswa di sekolah
sudah terstruktur
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 113
Benahi 9: Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait
perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan pencegahan
penggunaan narkoba
# Deskripsi Kegiatan Langkah Kegiatan
1 Peraturan dan tata tertibmengatur hal Beberapa aspek dan langkah yangdapat dilakukan sekolah:
hal yangharus dilakukan dan tidak
boleh dilakukan untukmenjaga agar Pencegahan:
tidak terjadi perundungan, kekerasan 1. Membentuk satuan tugas yang terdiri dari beberapa unsur (siswa, guru dan orangtua) yangdiberikan
seksual, intoleransi dan penggunaan surat tugas oleh Kepala Sekolah untukmemikirkan kegiatan pencegahan di sekolah.
narkoba di sekolah. Peraturan yang 2. Membuat sosialisasi/poster/mading yang berisi larangan Perundungan, Kekerasan Seksual, Intoleransi,
dan Penggunaan Narkoba dan kanal pelaporan.
dapatmenjadi rujukan adalah Penanganan
1. Menyediakan kanal khusus aduan sesuai kemampuan sekolah seperti nomor SMS khusus, Whatsapp
Permendikbud 82/2015 tentang Khusus, Kotak Saran/Aduan khusus, dan/atau kanal aduan kemdikbud.lapor.go.id
Pencegahan Penanggulangan Tindak
Kekerasan di Lingkungan Satuan 2. Bekerjasama dengan perangkat pemerintah daerah setempat yaitu UPTD PPA (Unit) Pelaksana Teknis
Pendidikan. Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak dan pekerja sosial untukmelakukan penanganan kasus-
kasus kekerasan yangmembutuhkan konseling, bantuan hukum, bantuan sosial dan penanganan kasus
lebih lanjut
Peraturan yang sudah disepakati 3. Menentukan sanksi.
Jika pelaku adalah peserta didik, satuan pendidikan dapatmemberikan sanksi kepada peserta didik
perlu diuji coba dan ditegakkan dalam rangka pembinaan berupa: (a) teguran lisan; (b) teguran tertulis; dan (c) tindakan lain yang
bersama sama warga sekolah dan bersifat edukatif.
dilakukan evaluasi secara periodik Jika pelaku adalah guru dan tenaga pendidik: (a) teguran lisan; (b) teguran tertulis;(c) pengurangan hak;
sebagai masukan untuk revisi jika dan (d) pemberhentian sementara/tetap dari jabatan sebagai pendidik/tenaga kependidikan atau
diperlukan.
pemutusan/pemberhentian hubungan kerja.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 114
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi
terkait materi kebhinekaan global
# Deskripsi Kegiatan Langkah Kegiatan dan Sumber
1 Tujuan: Cara:
Gurumemahami apa itu 1. Gurumenonton daftar video dengan Kebhinekaan Global terlampir
Kebhinekaan Global, contoh sehari- 2. Gurumendiskusikan videomana yang relevan untukdapatmenjadi pemantik diskusi
hari dan relevansinya bagi siswa bersama siswa
3. Gurumerencanakan bagaimana video tersebutdapatmasuk ke materi ajar, bahan
Keunggulan kegiatan ini antara diskusi sebelumkelas, ataumenjadi materi pengayaan di kegiatan ekstrakurikuler
lain:
● Mudah dilaksanakan (misal dikaitkan dengan peringatan hari besar tertentu)
● Membutuhkan waktu yang Materi:
relatif singkat (bisa (Kebhinekaan Global: Link materi dan penjelasan)
diintegrasikan dengan
kegiatan yang sudah ada)
● Tidakmembutuhkan biaya
yang besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 115
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi
terkait materi Toleransi
# Deskripsi Kegiatan Langkah Kegiatan dan Sumber
2 Tujuan: Cara:
Gurumendapatkan pemahaman
mengapa toleransi penting dalam 1. Gurumelakukan diskusi berdasarkan pertanyaan pemantik
2. Gurumelakukan aktivitas permainan, simulasi, cerita
bagaimana kebhinekaan konteks global, 3. Gurumerefleksikanmakna dari aktivitas danmerefleksikan dalampengalaman
nasional, personal dan kemudian dapat pribadi
menyebarkannya dalamkonteks
sekolah dan kelas 4. Gurumeyarikan pembelajaran baru danmemperkuat dengan teori, data, dan fakta
5. Gurumengaplikasikan dalamkonteks kelas dan sekolah
Keunggulan kegiatan ini antara Materi:
lain: (note: saat ini belum berdasarkan on demand, tapi masih diinsert melalui PGP,
PSP dan PPPPTK)
● Menarik danmenyenangkan
karena mengikuti alur Mulai dari
Diri, Aktivitas, Refleksi, Konsep,
dan Aplikasi
● Dapatmengundang narasumber
dari luar
● Topikmencakup konteks global,
nasional, personal dan sekolah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 116
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi
terkait materi Toleransi dan Keberagaman untuk Siswa
# Deskripsi Kegiatan Langkah Kegiatan dan Sumber
3 Tujuan: Cara:
Siswa memahami pentingnya 1. Gurumemilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau
toleransi dan keberagaman, saling momen peringatan hari besar.
mengenal dengan kelompok yang 2. Gurumeminta siswa untukmenonton (bisa sebelumkelas atau nonton bersama di
berbeda dan bagaimana dalam kelas)
mempraktikkannya dalam lingkup 3. Gurumemfasilitasi refleksi bagi siswa:
kelas dan sekolah a. Apa yangmenarik dari video tersebut
b. Apa yangmenjadi pelajaran pentingdari video tersebut
Keunggulan kegiatan ini antara c. Apa tindak lanjutnyata yangdapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.
lain: Materi:
● Mudah dilaksanakan (Link materi dan penjelasan)
● Membutuhkan waktu yang
relatif singkat (bisa
diintegrasikan dengan
kegiatan yang sudah ada)
● Tidakmembutuhkan biaya
yang besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 117
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi
terkait materi Toleransi dan Keberagaman untuk Guru
# Deskripsi Kegiatan Langkah Kegiatan dan Sumber
4 Tujuan: Cara:
Gurumemahami pentingnya 1. Gurumenonton daftar video terlampir
toleransi dan keberagaman, saling 2. Gurumendiskusikan videomana yang relevan untukdapatmenjadi pemantik diskusi
mengenal dengan kelompok yang bersama siswa
berbeda danmemilihmateri-materi 3. Gurumerencanakan bagaimana video tersebutdapatmasuk ke materi ajar, bahan
yangdapatmenjadi bahan diskusi diskusi sebelumkelas, ataumenjadi materi pengayaan di kegiatan ekstrakurikuler
dengan siswa. (misal dikaitkan dengan peringatan hari besar tertentu)
Keunggulan kegiatan ini antara Materi:
lain: (Link materi dan penjelasan)
● Mudah dilaksanakan
● Membutuhkan waktu yang
relatif singkat (bisa
diintegrasikan dengan
kegiatan yang sudah ada)
● Tidakmembutuhkan biaya
yang besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 118
Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi
terkait materi keragaman fisik
# Deskripsi Kegiatan Langkah Kegiatan dan Sumber
5 Tujuan: Cara:
Siswa memahami keberagaman 1. Gurumemilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran
fisik yang ada di sekitar dan ataumomen peringatan hari besar.
bagaimana menciptakan ruang 2. Gurumeminta siswa untukmenonton (bisa sebelumkelas atau nonton
aman bagi perbedaan tersebut. bersama di dalamkelas)
3. Gurumemfasilitasi refleksi bagi siswa:
a. Apa yangmenarik dari video tersebut
Keunggulan kegiatan ini antara
lain: b. Apa yangmenjadi pelajaran pentingdari video tersebut
● Mudah dilaksanakan c. Apa tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikan siswa di kelas dan di
● Membutuhkan waktu yang sekolah.
relatif singkat (bisa
diintegrasikan dengan Materi:
kegiatan yang sudah ada) (Materi)
● Tidakmembutuhkan biaya
yang besar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 119
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
PERENCANAAN BERBASIS DATA
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
(PAUD)
Prinsip Perbedaan antara perencanaan di PAUD dan di Dasmen
● Tahapan perencanaan di satuan PAUD secara umumsama dengan Dasmen.
● Perbedaannya adalah PAUD belummemiliki profil pendidikan yang dapat diunduhdari platform
rapor pendidikan, maka satuan PAUD mengunduh Lembar PBD PAUD dan perlumelakukan
evaluasi diri menggunakan Lembar Evaluasi Diri di dalam Lembar PBD PAUD tersebut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 121
Alur Penerapan PBD untuk Satuan PAUD
Unduh Isi Simpan Masukkan
dan di ARKAS
Terapkan
Pada tahun 2023,
Lembar PBD akan Isi keseluruhan Lembar Simpan file di tautan satuan PAUD dapat
terdiri dari tahapan PBD untuk yang ada di Lembar memasukkan rencana
evaluasi diri, menghasilkan RKT dan PBD dan gunakan anggaran secara
identifikasi, refleksi rancangan RKAS sebagai panduan langsung di dalam
dan benahi kegiatan di satuan ARKAS.
PAUD Anda
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 122
Tahapan dalam melakukan Perencanaan Berbasis Data PAUD
Identifikasi Refleksi Benahi RKAS
Tahapan Tahapan: Tahapan: Tahapan: Tahapan: Tahapan:
● Mempelajari setiap ● Mempelajari daftar ● Dari masalah ● Membuat program ● Menetapkan Kode Kegiatan
indikator dimensi D indikator prioritas yang akan dan kegiatan untuk kegiatan Benahi di
dan E rapor ● Menetapkan indikator diintervensi, sebagai solusi dalamDraft RKAS
pendidikan. dilakukan untuk setiap akar ● Masukkan Kode Kegiatan ke
● Melakukan evaluasi rapor sebagai analisis untuk masalah yang dalam ARKAS saat aplikasi
diri berdasarkan masalah yang akan mencari akar ditetapkan sudah siap di tahun 2023
indikator rapor diintervensi. masalah
pendidikan di
Lembar Evaluasi
Diri.
Kegiatan Melakukan Memilih dan Merumuskan akar Menentukan program Memasukkan dalamdokumen
evaluasi diri menetapkan Masalah masalah dan kegiatan RKAS
Dokume Rencana Kerja Tahunan Rencana Kegiatan dan Anggaran
n Sekolah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(RKAS)
123
Identifikasi: Lembar Evaluasi Diri di dalam Lembar PBD PAUD
● Satuan perlumelakukan evaluasi diri denganmempelajari apa saja indikator kualitas layanan yangmenjadi fokus evaluasi
serta melakukan refleksi bagaimana praktik di satuan untukmasing-masing indikator tersebut.
● Setiap indikator kegiatan dan layanan dipercaya akanmenghadirkan lingkungan belajar yang dapatmemberikanmanfaat optimal
bagi setiap anak usia dini yang berpartisipasi di PAUD.
● Dari hasil evaluasi, satuan dapatmelakukan identifikasi apa saja aspek layanan yang ingin dikuatkan. Ada empat indikator
yang disarankan sebagai prioritas. Namun, satuan PAUD tetap dapatmelakukan prioritisasi sesuai kebutuhannya. Disarankan
maksimumjumlah indikator yang dijadikan fokus maksimum5 agar upaya penguatan lebih terfokus.
● Saatmelakukan evaluasi diri, satuan dapatmenggunakan kategorisasi yang sudah disiapkan sebagai panduan refleksi.
Indikator Layanan Bagaimana praktik Hasil Evaluasi Diri Satuan Anda Lembar evaluasi diri
Memiliki dokumen perencanaan ● Prima: terdapat di dalam
perencanaan pembelajaran di satuan ● Kondusif: Lembar PBD PAUD
pembelajaran yang PAUD anda? ● Pra Kondusif yangdapat diunduhdari
lengkap. ● Perlu pengembangan Platform Rapor
Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
124
Indikator Prioritas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
No Indikator Prioritas PAUD Rasionalisasi
1 D.1 Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran sangat berguna untuk dapatmemastikan guru dapat
memberikan layanan pembelajaran yang dapatmemfasilitasi tumbuh kembang
anak usia dini
2 E.4 Indeks Refleksi dan Perbaikan Pentingnya membangunbudaya di satuan untuk terus berupaya meningkatkan
Pembelajaran oleh Pendidik kualitas layanannya, baikmelalui refleksi diri maupundengan belajar dan berbagi
di komunitas atau wadah belajar yang tersedia.
E.6 Indeks Kemitraan dengan Durasi kegiatan di PAUD umumnya pendek, sehingga satuan PAUD perlu
Orang Tua/Wali untuk menjalin kemitraan dengan orang tua agar terjadi kesinambungan antara upaya
3 Kesinambungan Stimulasi di Satuan penguatan tumbuhkembang anak di satuan dan di rumah.
dan di Rumah
E.7 Indeks Layanan Holistik Selain untuk penguatan pembelajaran, penyelenggaraan kelas orang tua adalah
4 Integratif (E.7.1 Penyelenggaraan salah satu indikator layanan holistik integratif yang didukung oleh satuan PAUD.
Kelas orangtua juga merupakan intervensi gizi-sensitif dalam rangka
Kelas Orang Tua) pengentasan stunting, utamanya dalammemastikan penerapan perilaku hidup
bersih sehat di rumah.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 125
Identifikasi: Memilih dan Menetapkan Masalah
Contoh cara memilih indikator yang bermasalah
1. Agar upaya penyediaan dan peningkatan layanan lebih fokus, disarankan setiap satuanmemilih
maksimal 5 layanan yang perlu disediakan dan ditingkatkan kualitasnya. Namun, apabila satuan
PAUD merasa memiliki sumber daya yangmemadai untukmelakukan penguatan lebih dari 5 aspek
layanan, maka dipersilakan untukmemilih lebih dari 5.
2. Utamakan empat indikator prioritas, terutama jika hasilnya belumbaik.
3. Pilih indikator berwarna merah, yaitu yang capaiannya belumbaik.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 126
Contoh Identifikasi, Refleksi dan Benahi di PAUD
Identifikasi Refleksi Benahi
(masalah) (akar masalah) (Solusi/Program/Kegiatan)
D.1 Perencanaan Pembelajaran ● Satuan belummemiliki kemampuan cara ● Benahi 1. Kegiatan Belajar Bersama
menyelaraskan ragamdokumen untuk penguatan kualitas
perencanaan pembelajaran. perencanaan pembelajaran
● Satuan juga belumterlalumemahami apa ● Benahi 2. Mengikuti Pelatihan di
yangdimaksud dengan tujuan PlatformMerdeka Mengajar untuk
pembelajaran. Penguatan Kualitas Perencanaan
Pembelajaran
● Satuan tidakmemiliki budaya untuk
mengevaluasi praktik pembelajaran
E.4 Indeks Refleksi dan Perbaikan ● Belumada budaya di satuan yang secara ● Benahi 3. Refleksi untuk Perbaikan
Pembelajaran oleh Pendidik rutinmendorongterjadinya supervisi oleh Pembelajaran berkala melalui aktivasi
kepala satuan, Komunitas Belajar Satuan
● Belumada budaya melakukan refleksi ● Benahi 4. Mendorongpendidik untuk
praktik pembelajaran bersama dengan belajar di komunitas belajar. Tersedia
rekan sejawat panduan untuk tips.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 127
Contoh Identifikasi, Refleksi dan Benahi di PAUD
Identifikasi Refleksi Benahi
(masalah) (akar masalah) (Solusi/Program/Kegiatan)
● Benahi 5. Menyampaikan rencana kegiatan satu
E.6 Indeks Kemitraan dengan Orang Orang tua/wali belum tahun ajaran di satuan PAUD pada orangtua
Tua/Wali untuk Kesinambungan merasa perlumengetahui
Stimulasi di Satuan dan di Rumah lebih lanjutmengenai proses ● Benahi 6. Melakukan persiapan
pembelajaran dan layanan penyelenggaraan kelas orangtua
yang diberikan di PAUD
E.7 Indeks Layanan Holistik Kelas orangtua belumdapat
Integratif (E.7.1 Penyelenggaraan disediakan karena pendidik
Kelas Orang Tua) merasa tidakmemiliki
kemampuan sebagai
narasumber
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 128
MENU BENAHI PRIORITAS PAUD 129
Perumusan identifikasi, refleksi dan deskripsi benahi
untuk empat indikator prioritas.
6 Benahi PAUD
1. Perumusan berikut dapat digunakan oleh satuan pendidikan sebagai
referensi utama dalam memilih masalah, merumuskan akar masalah dan
menetapkan kegiatan yang akan dilakukan
2. Satuan pendidikan dapat melakukan proses memilih masalah,
merumuskan akar masalah dari hasil evaluasi diri dan menetapkan
kegiatan sesuai dengan pilihan dan kemampuan masing masing satuan
pendidikan
3. Menu benahi dapat digunakan oleh satuan pendidikan sebagai referensi
dalam memilih masalah, merumuskan akar masalah dan utamanya,
menetapkan kegiatan yang akan dituangkan ke dalam RKT dan RKAS (apabila
ada implikasi anggaran).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
BENAHI 1:
Kegiatan Belajar Bersama untuk menguatkan kualitas perencanaan pembelajaran
Tujuan: Pendidik PAUD terbiasa berkolaborasi Cara: Kepala satuan bersama para pendidikmempelajari tips melakukan
dalam menyusun perencanaan pembelajaran ● perencanaan pembelajaran di Panduan Penyelenggaraan PAUD
dengan baik Berkualitas Seri 1 dan Buku 1 Panduan bagi Guru bagi PAUD yang
● menerapkan KM
Tanpa adanya perencanaan pembelajaran yang
efektif, sangat sulit menyediakan layanan ● ○ Panduan berisikan tips dalammenentukan tujuan pembelajaran,
pembelajaran yang dapat memfasilitasi tumbuh ● prinsipmerancang kegiatan untukmencapai tujuan pembelajaran,
kembang anak usia dini secara optimal. dan bentuk asesmennya.
Rencana pembelajaran adalah panduan yang Satuan dapat juga melakukan kegiatan belajar bersama untuk penyusunan
digunakan oleh satuan untuk memfasilitasi rencana pembelajaranmelalui komunitas di luar satuan seperti gugus,
pembelajaran, yang sewaktu-waktu dapat komunitas PSP, mitra yang terkurasi dalamkomunitas belajar atau satuan
disesuaikan dengan dinamika proses pembelajaran PAUD lain yang dapatmenjadi mentor. Tips dapat ditemukan di Panduan
di satuan yang berasal dari kebutuhan belajar anak. Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan Partisipatif (seri 9)
Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Proses
Dokumen perencanaan pembelajaran setidaknya Pembelajaran Berkualitas (Seri 1) dan Lingkungan Partisipatif (seri
berisikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, 9) –
ragam kegiatan yang dipercaya dapat mencapai Link Buku 1 Panduan Guru untuk KM PAUD
tujuan pembelajaran, serta bentuk asesmen yang
sesuai.
Kegiatan dalam ARKAS
1. Pengembangan inovasi terkait konten pembelajaran danmetode pembelajaran
2. Penyusunan Kurikulum
3. Penyusunan dokumen perencanaan pembelajaran
BENAHI 2:
Mengikuti Pelatihan di Platform Merdeka Mengajar untuk Penguatan Perencanaan Pembelajaran
Tujuan: Pendidik PAUD menggunakan PMM untuk meningkatkan kemampuan melakukan perencanaan pembelajaran.
Tanpa adanya perencanaan pembelajaran yang efektif, sangat sulit menyediakan layanan pembelajaran yang dapat memfasilitasi tumbuh kembang
anak usia dini secara optimal. Rencana pembelajaran adalah panduan yang digunakan oleh satuan untuk memfasilitasi pembelajaran, yang sewaktu-
waktu dapat disesuaikan dengan dinamika proses pembelajaran di satuan yang berasal dari kebutuhan belajar anak.
Dokumen perencanaan pembelajaran setidaknya berisikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ragam kegiatan yang dipercaya dapat mencapai
tujuan pembelajaran, serta bentuk asesmen yang sesuai. Mengingat pentingnya perencanaan pembelajaran, pendidik dapat mengikuti pelatihan
untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran.
Cara:
● Satuan PAUD memastikan pendidiknya memiliki akun belajar.id agar dapat mengakses PMM.
● Masuk ke PMM bagian pelatihan, lalu cari fitur Pelatihan Mandiri dan memilih topik sebagai berikut:
○ “Perencanaan Pembelajaran”, agar satuan dapat merancang tujuan pembelajaran dan melakukan refleksi
di dalam kelas dan menyesuaikan perencanaan pembelajaran ke depannya.
○ “Asesmen PAUD”, agar satuan dapat menentukan bentuk asesmen yang sesuai.
○ “Membuat dan Memodifikasi Modul ajar PAUD”, agar satuan dapat mengidentifikasi kegiatan yang
dipercaya dapat mencapai tujuan pembelajaran dan menuangkannya ke dalam sebuah dokumen
perencanaan.
● Satuan PAUD dapat mendiskusikan apa yang dipelajari di komunitas belajar virtual di PMM.
Kegiatan dalam ARKAS
1. Pengembangan/peningkatan kompetensi pendidik
2. Pengembangan inovasi terkait konten pembelajaran danmetode pembelajaran
3. Pemasangan jaringan internet
4. Pengembangan diri terkait kapasitas perencanaan pembelajaranmelalui PlatformMerdeka Mengajar
BENAHI 3:
Refleksi untuk Perbaikan Pembelajaran berkala melalui aktivasi Komunitas Belajar Satuan
Tujuan: PAUD memiliki komunitas belajar di satuan dan memiliki budaya melakukan refleksi bersama
Pentingnya membangun budaya di satuan untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya, salah satunya melalui refleksi diri yang dilakukan
oleh pendidik dan kepala satuan. Refleksi diri yang dilakukan bersama-sama, terutama yang dilakukan secara rutin, akan mendorong terjadinya
supervisi oleh kepala satuan dan fokus pada peningkatan kualitas layanan satuan PAUD. Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga
kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara
rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif. Budaya refleksi dapat diperkuat dengan adanya regulasi yang disusun dan disepakati bersama
sehingga dapat menjadikan proses ini sebagai kebiasaan dan budaya di satuan PAUD. Kegiatan ini sangat membutuhkan kepemimpinan dan
kapasitas pengelolaan dari kepala satuan.
Cara: Untuk dapat mewadahi kegiatan refleksi yang dilakukan secara rutin, kepala satuan dapat menginisiasi komunitas belajar di
● tingkat satuan dengan merujuk pada Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar untuk mendirikan komunitas belajar di tingkat
● satuan, serta menggunakan Panduan Komunitas Belajar sebagai referensi dalam menyelenggarakan komunitas belajar.
Satuan juga dapat menggunakan tips untuk membangun budaya belajar bersama yang ada di Panduan Penyelenggaraan
● PAUD Berkualitas Seri 9 (Lingkungan Belajar Partisipatif). Tips meliputi:
●
○ strategi yang dapat digunakan oleh kepala satuan untuk membangun budaya kolaborasi di satuan;
○ koordinasi yang rutin dan bermakna, artinya kegiatan dapat menghasilkan tindak lanjut yang disepakati bersama
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk layanan lain yang diperlukan untuk memfasilitasi tumbuh
kembang anak yang optimal.
Link Buku Saku dan Panduan Pendirian Komunitas Belajar
Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan Belajar Partisipatif (Seri 9)
Kegiatan dalam ARKAS
1. Pengembangan/peningkatan kompetensi pendidik
2. Aktivasi komunitas belajar di satuan PAUD
3. Pengembangan inovasi terkait konten pembelajaran danmetode pembelajaran
4. Pengembangan/peningkatan kompetensi kepala satuan
BENAHI 4:
Mendorong pendidik untuk belajar di komunitas belajar antar satuan
Tujuan: PAUD aktif melakukan kegiatan belajar bersama di Cara:
wadah belajar yang ada di luar satuan
Satuan PAUD tidak dapat bergerak sendiri dalam ● Bergabung dalam komunitas belajar antar satuan yang sudah aktif
meningkatkan kualitas pembelajarannya. Pendidik perlu ● Jika tidak ada komunitas belajar yang aktif, pendidik dapat menggunakan
didukung agar dapat secara aktif belajar di gugus PAUD
ataupun bentuk komunitas belajar antar satuan lainnya. mendirikan atau aktivasi komunitas belajar di luar satuan (gugus PAUD atau
Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga forum guru) dengan merujuk pada Buku Saku Penggerak Komunitas
kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat Belajar, di mana pendidik dapat belajar dari pendidik lain di PAUD lain atau
dan kepedulian yang sama terhadap transformasi berbagi ilmunya.
pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di ● Link Buku Saku dan Panduan Pendirian Komunitas
mana mereka berpartisipasi aktif.
Tujuan: Belajar
1. Mengedukasi anggota komunitas dengan
mengumpulkan dan berbagi informasi terkait
pertanyaan dan masalah terkait praktik
2. Memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara anggota
komunitas untuk mulai belajar secara berkelanjutan
3. Mendorong anggota meningkatkan kompetensi diri
anggota melalui saling berbagi dan diskusi
4. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan
melalui komunitas dalam pekerjaan sehari hari
Kegiatan dalam ARKAS
1. Pengembangan/peningkatan kompetensi pendidik
2. Partisipasi di komunitas belajar antar satuan
BENAHI 5:
Menyampaikan rencana kegiatan satu tahun ajaran di satuan PAUD pada orang tua
Tujuan: Orang tua wali memahami manfaat dari kegiatan yang dilakukan di PAUD, dan menguatkannya di rumah.
Durasi kegiatan di PAUD umumnya pendek sehingga satuan PAUD perlu menjalin kemitraan dengan orang tua agar terjadi kesinambungan antara
upaya penguatan tumbuh kembang anak di satuan dan di rumah. Namun, seringkali orang tua/wali belum merasa perlu mengetahui lebih lanjut
mengenai proses pembelajaran dan layanan yang diberikan di PAUD. Agar orang tua/wali juga mendapatkan informasi tersebut, langkah awal yang
dapat dilakukan oleh satuan PAUD adalah membagikan rencana kegiatan per semester kepada orang tua/wali.
Cara:
● Menyusun rencana kegiatan yang berisikan topik/tema serta kegiatan di luar kelas yang mendukung tercapainya tujuan
pembelajaran yang ingin dikenalkan pada anak. Rencana kegiatan dibagikan ke orang tua sehingga orang tua lebih memahami
layanan yang diberikan pada anak di PAUD.
● Rencana kegiatan disusun dalam durasi setidaknya per bulan, semester atau 1 tahun, agar orang tua dapat memahami metode yang
digunakan oleh satuan PAUD dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak melalui keterkaitan proses pembelajaran serta kegiatan
lain yang sudah dirancang.
● Untuk satuan PAUD yang sudah berhasil membangun kemitraan dengan orang tua, penyusunan rencana kegiatan dapat melibatkan
orang tua. Pelibatan ini bisa dalam bentuk mendengarkan masukan dari orang tua mengenai rancangan kegiatan/topik yang sudah
ada atau memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengusulkan tema pembelajaran serta kegiatannya.
● Satuan dapat melihat tips dan contoh di dalam Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 2 (Kemitraan dengan Orang Tua),
misalnya tentang komponen minimal yang perlu ada di dalam rencana kegiatan.
○ Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Kemitraan dengan Orang Tua (Seri 2)
Kegiatan dalam ARKAS
1. Penguatan kemitraan dengan orang tua
2. Penyusunan Program Tahunan
3. Penyusunan Program Semester
4. Kegiatan pertemuan kelas orang tua/wali pada Satuan PAUD
BENAHI 6:
Melakukan persiapan penyelenggaraan kelas orang tua
Tujuan: PAUD menyelenggarakan kelas orang tua
Banyak satuan yang belum menyelenggarakan kelas orang tua karena kurangnya pemahaman satuan dan orang tua tentang tujuan dan manfaat
dari kelas orang tua. Kelas orang tua dapat digunakan untuk memastikan kesinambungan layanan pendidikan di satuan dan di rumah. Kelas orang
tua juga merupakan salah satu indikator layanan holistik integratif bagi satuan PAUD, karena merupakan bentuk intervensi gizi-sensitif dalam rangka
pengentasan stunting, utamanya dalam memastikan penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah.
Cara Satuan melakukan koordinasi internal untuk: i) menentukan mekanisme penyelenggaraan kelas orang tua yang dirasa paling sesuai
● berdasarkan pemetaan terhadap kondisi orang tua; ii) menentukan topik yang diangkat menjadi kelas orang tua; serta memetakan
narasumber.
● Tips untuk melakukan pemetaan kebutuhan yang menjadi pertimbangan dalam perancangan kelas orang tua tersedia di Panduan
● Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 3 (Kelas Orang Tua).
● Topik dapat beragam sesuai kebutuhan, namun yang minimal perlu diberikan adalah cara untuk memantau tumbuh kembang anak
tersedia. Materi dapat mengambil dari Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 4 (Layanan Holistik Integratif).
Narasumber: Apabila satuan belum yakin untuk menjadi narasumber, maka satuan dapat meminta unit lain sebagai narasumber,
misalnya dari BKB/Puskesmas untuk topik pemantauan tumbuh kembang anak. Narasumber kelas orang tua dapat terdiri dari
pendidik, orang tua sendiri ataupun dari pihak lain, sesuai dengan topik.
○ Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Kelas Orang Tua (Seri 3)
○ Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Layanan Holistik Integratif (Seri 4)
Kegiatan dalam ARKAS
1. Kegiatan lain yang relevan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan
kebersihan.
2. Kegiatan pertemuan kelas orang tua/wali pada Satuan PAUD
Bab 4: Monitoring dan Evaluasi
Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:
01 Memahami bentuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 136
Bentuk melakukan Monitoring dan Evaluasi
Tujuan Kesesuaian antara rencana kerja dan Bukti-bukti Perubahan Identifikasi Hasil
pelaksanaan Peningkatan Mutu
Tahap Monev Tahap 1 Monev Tahap 2 Monev Tahap 3*
Evaluasi terhadap realisasi pelaksanaan Pencatatan dan dokumentasi Evaluasi capaian mutu
kegiatan dan anggaran perubahan
Tahapan Tahapan: Tahapan: Tahapan:
● Mengunduhdata realisasi kegiatan dan ● Membuat perbandingan berbagai ● Membuat perbandingan
anggaran dari platform ARKAS atau perubahan yang diperkirakanmerupakan capaian profil pendidikan dari
bentuk lan hasil dari kegiatan yang telah tahun ke tahun
● Melakukan review ketercapaian dilaksanakan ● Memberikan catatan terkait
pelaksanaan kegiatan dan serapan ● Membuat dokumentasi perubahan dan perbandingan data baik yang
anggaran bentuk foto/video atau bentuk lainnya meningkat, menurun, atau
● Merumuskan rekomendasi perbaikan tetap
● Merumuskan rekomendasi atas
temuan evaluasi
Dokumen RKAS Metode analisis Hasil observasi Foto, video, Platform Analisis
masalah dan catatan Rapor Data
pengamatan perubahan Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi *Berlaku hanya untuk pendidikan dasar danmenengah 137
Lembar Monev 1: Kegiatan dan pembelanjaan yang telah dilaksanakan di
update dalam laporan penggunaan RKAS
Aktivitas Koordinator Pelaksanaan Budget Realisasi Review Rekomendasi
pelaksana Kegiatan Kegiatan ke depan
1. Pelatihan guru Kepala 3 Juli 2022 20,000,000 18,000,000 Secara umum Perlu dicari
dalam hal sekolah terlaksana tambahan nara
numerasi dengan baik, sumber
perlu tambahan
nara sumber
2. Peningkatan Kepala 14 Juli 2022 12,000,000 13,000,000 Guru sudah Tahun depan
kualitas guru sekolah cukup dapat perlu diulang
dalam menyusun
perencanaan perencanaan
pembelajaran pembelajaran
3. Berbagi praktik Guru 1 Agt 2022 8,000,000 8,000,000 Jumlah peserta Pemberitahuan
baik dalam blm seperti yg acara perlu
pedagogik diharapkan lebih awal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 138
Lembar Monev 2: Pencatatan Perubahan
Sebelum Sesudah
1. Perencanaan sekolah hanya melibatkan internal 1. Perencanaan sekolahmelibatkan beragam pemangku
sekolah (kepala sekolah, guru) kepentingan: warga sekolah, komite sekolah, orangtua
2. Tidak terdapat kontrak kerja dan pembagian peran siswa, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokohmasyarakat
dan pengawas
2. Dewan guru bersama - sama membuat kontrak kerja
meliputi waktu sekolah, pembagian tugas, dll yang kemudian
ditandatangani bersama.
Unggah dokumentasi: Unggah dokumentasi:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 139
Lembar Monev 3: Perbandingan capaian Profil Pendidikan
No Indikator 2021 2022 Delta 20.. Hasil analisis:
A.1 Kemampuan Literasi 75.0 75.0 - 20.. 1. Peningkatan kemampuan
A.2 Kemampuan Numerasi 28.0 30.0 +2.0
A.3 Karakter 27.0 40.0 +13.0 numerasi disebabkan oleh
kegiatan tambahan
No Indikator 2021 2022 Delta pelajaran.
2.Peningkatan karakter
A.1.1 Kemampuan memahami bacaan informasional (non-fiksi) 89.0 89.0 - siswa disebabkan berbagai
A.1.2 Kemampuan memahami bacaan fiksi 88.0 75.0 -13.0 kegiatan baru terkait
A.2.1 Domain bilangan 98.0 98.0 - kedisiplinan, kerja tim, dan
A.2.2 Aljabar 14.0 30.0 +16.0 ruang inovasi yang
A.2.3 Geometri 48.0 60.0 +12.0 diberikan lebih luas bagi
A.2.4 Data dan ketidakpastian 53.0 45.0 -12.0 siswa.
A.3.1 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia 59.0 59.0 -
A.3.2 Gotong royong 48.0 48.0 - 140
A.3.4 Kreativitas 19.0 40.0 +21.0
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Tahapan pelaksanaan Perencanaan Berbasis Data disusun agar satuan
pendidikan dapat mengidentifikasi, merefleksikan, dan membenahi kondisi
satuan pendidikan menggunakan data yang tersedia di platform Rapor
Pendidikan
01 Satuan pendidikanmembaca Rapor Pendidikan untukmengidentifikasi kondisi dan
tantangan yang dihadapi
02 Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolahmelakukan refleksi diri untuk
mAleanteumkuukranyaankgar pbeerrmoariseanlathaasni pdardi atamntauntguadnaynanpgedmiheardaatpaian hasil belajar (output).
03 Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolahmenentukan programdan kegiatan
04 untukmenyelesaikan akarmasalah, menetapkan target capaian, danmemasukkannya di
dalamdokumen perencanaan.
Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolahmelaksanakan programdan
kegiatan yang sudah direncanakan
05 Kepala sekolahmelakukanmonitoringdan evaluasi untukmelihat keterlaksanaan kegiatan
danmelihat perubahan capaian di Rapor Pendidikan di tahunberikutnya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 141
TERIMA KASIH
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi